Berita Nasional Terpercaya

Stok Beras Kapanewon Ngemplak Sleman Aman Jelang Lebaran

0

SLEMAN, BERNAS.ID- Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman bersama Bank Indonesia Perwakilan DIY dan TPID DIY melakukan pemantauan ketersediaan stok beras di Gapoktan Sanggartani Ngemplak, Selasa, (19/3).

Baca Juga Lurah Candibinangun Ditetapkan Tersangka Terkait Tanah Kas Desa

Hasil pemantauan yang dipimpin secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memperoleh data bahwa Gapoktan Sanggar Tani, Ngemplak, Sleman, memiliki stok 13 ton beras dan 33 gabah kering siap giling. Kustini mengatakan terdapat 13 ton stok beras dan stok gabah kering sebesar 33 ton di Sanggartani yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beras jelang lebaran terkhusus untuk Kapanewon Ngemplak.

“Untuk stok ketersediaan beras di Sanggartani ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat pada bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri. Kedepan kami juga akan melakukan pemantauan di Kapanewon lain di Kabupaten Sleman,” tutur Kustini.

Lebih lanjut, ia mengatakan Pemkab Sleman akan terus mengontrol harga beras agar tidak meroket dan saat ini berkisar Rp14.000 per kg untuk medium dan Rp15.000 per kg untuk premium.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan pembelian bahan pangan atau sembako secukupnya,” kata Kustini.

Selain itu, untuk mengungkit daya beli masyarakat serta meningkatkan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya, Sleman juga menggelar pasar murah. Bertajuk Semar Mesem Ramadhan, Pasar Murah di gelar di 17 Kapanewon di Sleman. Untuk 1 titik pasar murah, terdapat sekitar 9 ton beras yang dipasarkan, berasal dari BULOG dan Gapoktan.

“Dengan adanya inflasi ini, kita harus bekerja sama dan koordinasi dengan semua lintas sektor, supaya persediaan beras aman, dan harga beras tidak naik saat lebaran,” kata Kustini.

Kustini juga mengimbau pada seluruh masyarakat untuk berbelanja secukupnya, dan tidak berlebihan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memulai ketahanan pangan dari lingkungan terkecil. Pangan pokok tidak harus beras, namun bisa dengan ketela, ubi, kentang atau yang lainnya. Selain itu, bisa ditunjang dengan menanam sayur mayur dan ternak.

Baca Juga Kejari Sleman Diminta Pakai Strategi Klaster Bongkar Dugaan Korupsi Hibah Pariwisata

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Yuna Pancawati mengatakan dengan harga beras premium dan medium di pasaran tentu ada penurunan harga dibanding sebelumnya karena dengan panen raya tentu berdampak pada harga dan stok ketersediaan beras jelang lebaran.

“Sejalan dengan apa yang dikatakan ibu Bupati, harga saat ini telah mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Tentu ini adalah pengaruh dari panen raya yang tentu berdampak baik pada stok ketersediaan dan harga yang terkontrol,” tukas Yuna. (Jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.