Berita Nasional Terpercaya

Ninja Express Dukung Independensi UKM Melalui Pemanfaatan Social Commerce

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID– Perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi, Ninja Xpress meluncurkan hasil riset Suara UKM Negeri Vol 4 yang membahas tentang “Seluk Beluk Social Commerce di Indonesia”. Bekerja sama dengan Milieu Insight, studi ini melibatkan lebih dari 600 responden yang berasal dari para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berjualan secara online untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pemanfaatan social commerce untuk menjangkau target market dan meningkatkan penjualan. Istilah social commerce merupakan platform yang dimulai dari unsur sosial dan digunakan untuk mengembangkan basis pengguna sehingga dapat dimonetisasi untuk berjualan.

Ribka Pratiwi selaku Head Of Brand Reputation Ninja Xpress menjelaskan, berdasarkan riset Suara UKM Negeri Vol 3 tentang “Bagaimana Masa Depan pembelanja online atau e-shopper di Indonesia?”, pihaknya menemukan mengenai kelompok E-Shopaholics yang merupakan kelompok pembeli online (e-shoppers) yang sudah terbiasa dan terus menerus berbelanja online. Dalam riset tersebut, ditemukan bahwa media sosial adalah mesin pencari masa kini bagi para e-shopaholics dan mereka terbiasa berbelanja multi-platform yaitu di marketplace ataupun di social media.

“Sosial media tidak hanya menjadi platform berjejaring tetapi juga untuk mencari sebuah informasi sehingga berdampak pada penentuan keputusan seseorang,” katanya di Yogyakarta, Kamis, 21 Maret 2024.

Ia menjelaskan, era digital adalah era yang dinamis dan transformatif, kerap mengalami perubahan. Pelaku UKM tidak lagi disarankan untuk bergantung kepada salah satu platform belanja atau transaksi online.  Strategi  multi- platform dapat meminimalisir dampak bisnis apabila salah satu platform sedang menghadapi isu tertentu.

“Untuk itu kami juga mendorong pelaku UKM untuk terus mengembangkan potensi bisnisnya dengan mengembangkan situs online UKM-nya masing-masing dan memaksimalkan pemanfaatan social commerce untuk meningkatkan pendapatan,” imbuhnya.

Baca juga: Ninja Xpress Mulai Bidik Segmen E-Shopaholics

Untuk memenuhi kebutuhan para pelaku UKM, Ninja Xpress menghadirkan layanan pembuatan website bagi para pelaku UKM sehingga mereka dapat memiliki their own platform yang memberikan akses bagi mereka untuk mengembangkan bisnis dan memaksimalkan penjualan di social media mereka. Selain itu layanan photo / video produk untuk pembuatan konten yang disediakan oleh Ninja Xpress diharapkan dapat membantu relevansi antara konten dengan produk yang dijual oleh UKM tersebut.

Ia memberikan tiga alasan mengapa social commerce penting dalam mendukung peningkatan penjualan yang di antaranya adalah:

Audiens: Social commerce memiliki audience yang lebih luas dari marketplace
48% seller mengatakan bahwa social commerce dapat menyediakan lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan. Karakteristik platform social-first adalah unsur sosial, seperti dampak dari banyaknya pengikut dan konten buatan UKM, yang dimanfaatkan untuk membangun database dari konsumen. Oleh karena itu, UKM mengatakan ada lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan.

Relevansi: Social Commerce mempermudah UKM menemukan target audience mereka dengan konten yang relevan
37% seller mengatakan bahwa social commerce membuka peluang mereka untuk lebih mudah untuk dikenal oleh target audiens yang relevan. Ketika sebagian besar orang mengunjungi platform social-first, biasanya mereka ingin mencari hiburan.

Diversifikasi: Social Commerce membantu melakukan diversifikasi sehingga dapat menjangkau lebih banyak pembeli
34% dari seller mengatakan bahwa mereka perlu mendiversifikasi kanal penjualan mereka untuk menargetkan audiens yang lebih beragam.

“Selain peluang yang hadir dari platform social commerce, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM untuk memaksimalkan pemanfaatan social commerce seperti adalah 50% dari seller menyampaikan bahwa mereka masih memiliki kesulitan untuk membuat konten yang efektif, 48% dari seller juga mengatakan sulit untuk mengejar algoritma platform yang terus berubah,” papar dia.

Baca juga: Lebih Dari 1000 UKM Sekitar Jogja Kirimkan 6000 Produk Ke Ninja Creative Hub

Gogor Teguh Bawono yang merupakan founder dari Bolosego, UKM asal Yogyakarta yang menjual berbagai produk frozen food olahan daging seperti oseng mercon, iga mercon, dan rendang mengungkapkan bahwa sebagai UKM yang berdiri disaat pandemi, social commerce menjadi platform pemasaran dan penjualan pertama mereka. Awalnya Bolosego yang merupakan kumpulan chef yang di-PHK akibat pandemi memulai bisnis berjualan frozen food di Facebook, dan kini sudah berkembang pesat di platform social commerce lainnya yaitu Tiktok Shop.

“Melihat transaksi penjualan, kami juga mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar ketika berjualan di social commerce Tiktok Shop, sehingga social commerce memberikan kami ruang untuk eksplorasi dan sangat nyaman digunakan oleh para pelaku UKM yang masih merintis untuk mengembangkan usahanya,” katanya.

Ia menjelaskan, awalnya pihaknya mengirim pesanan ke luar kota memakai jasa PT Pos Indonesia. Namun setelah mengetahui bahwa Ninja Express bisa melayani COD ke seluruh indonesia, pihaknya memakai Ninja Express untuk jasa pengiriman.

“Untuk penjualan kami rata-rata per bulan bisa 10 ribu paket,” ungkap dia. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.