Berita Nasional Terpercaya

F-KAMY Bertemu DPRD Sleman Bahas Masalah Miras Oplosan

0

SLEMAN, BERNAS.ID – Maraknya peredaran miras oplosan di wilayah Kabupaten Sleman, menjadi fenomena yang memprihatinkan bagi banyak kalangan, masuknya berbagai aduan terkait keberadaan para penjual miras oplosan juga menjadi persoalan tersendiri.

Hal tersebut mengemuka dalam acara audiensi Forum Komunikasi Anti Miras Yogyakarta (F-KAMY) dengan anggota DPRD Kabupate Sleman yang berlangsung di kantor DPRD Kabupaten Sleman pada Rabu (2/4/2024).

Dalam kesempatan tersebut rombongan F-KAMY yang dipimpin oleh Ketuanya Dyah Puspitasari menyampaikan, tentang munculnya berbagai persoalan terkait adanya peredaran miras oplosan di Sleman.

Baca Juga : Lagi, Miras Oplosan Renggut Nyawa Pelajar

“Kami juga menyampaikan tentang dampak negatif dan berbahayanya miras oplosan bagi kamtibmas yang ada di lingkungan tersebut, dan dalam temuan kami di lapangan bahwa miras oplosan dapat di beli bahkan dikonsumsi dengan mudah oleh berbagai kalangan terutama kalangan pelajar,” ujar Pita.

Pita juga menyoroti tentang Pemkab Sleman yang menggunakan Perda No. 8/2019 tentang miras serta Perbup No. 10/2023 yang dinilai tidak mampu mengatasi permasalahan yang ada.

“Kami menganggap bahwa aturan perundang-undangan daerah yang dikeluarkan pihak legislatif dan eksekutif seolah tidak memiliki kekuatan yang benar benar sebagai peraturan yang mampu bekerja maksimal, bahkan kami melihat bahwa pelaksanaan perda dan perbub tersebut bisa dikatangan lemah,” tegasnya.

“Hal inilah yang menjadi keprihatinan kami, dalam usaha kami untuk mengedukasi publik melalui berbagai kegiatan edukasi terkait bahayanya miras oplosan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Savitri selaku Ketua Satpol PP Kabupaten Sleman yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkap, persoalan yang sama dimana pihaknya tidak dapat melaksanakan penegakkan perda secara maksimal.

“Terus terang kami juga mendapatkan tekanan dari pihak pihak yang tidak menyukai perda ini dilakukan, bahkan kami juga menemukan resistensi kelompok warga ketika kami akan melakukan tindakan penegakkan hukum, atau mungkin warga takut atapun segan terkait urusan miras, tetapi kami sebagai OPD pelaksana penegakkan Perda tetap akan melakukan berbagai tindakan dalam usaha menegakkan perda tersebut,” ujar Savitri.

Baca Juga : Bekas Gudang Minuman Anggur di Jogja Dilalap Si Jago Merah

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Hasto Karyantoro, S.IP memberikan sambutan baik kepada F-KAMY selaku Pressure Grup kepada pihak DPRD Sleman.

“Terimakasih kepada F-KAMY yang telah membantu kami dalam hal pengawasan, dan kami juga akan segera menindaklanjuti terkait perundang-undangan yang berlaku dan kami akan lebih meningkatkan unsur pengawasan dalam pemberlakua peraturan daerah tersebut,” ujar Hasto.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sleman H. Dedie Kusuma, S.E dari Ketua komisi B, dan Budi Sanyata anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman. (cdr)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.