Berita Nasional Terpercaya

Benarkah Dokter Tidak Boleh Jadi Pedagang

0

BERNAS.ID – Pepatah lama mengatakan, baik menjadi dokter, baik pula menjadi pedagang. Tetapi tidak baik menjadi dokter sekaligus pedagang.

Penulis mencoba mengartikan pedagang sebagai penjual atau yang menawarkan jasa atau produk.

Pepatah di atas menurut penulis sudah tidak cocok dengan kondisi jaman now. Ini alasannya:

Baca Juga : Sleman Vaksin Ternak Cegah Antraks Meluas

1. Dilarang atau tidak, saat ini semakin banyak para dokter menawarkan jasa / produknya di media sosial.

2. Paparan informasi sudah hampir sederajat.

Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, hampir semua informasi yang bisa diakses dokter bisa juga diakses masyarakat awam.

Rasanya pepatah di atas sangat cocok jika antara pasien dan dokter ada kesenjangan mengakses informasi.

Pasien diposisikan sebagai pihak yang kurang bisa mengakses informasi yang berhubungan dengan kesehatannya sehingga menyerahkan sepenuhnya pengobatan ke dokter.

Dalam hal ini tentu sangat tidak etis jika Dokter berperan selain sebagai dokter juga sebagai penjual tanpa memperhatikan aspek lege artis.

3. Banyak lahir “dokter-dokter” palsu
Di media sosial saat ini, sangat banyak masyarakat yang berusaha mengedukasi masyarakat dengan hal-hal yang kadang tidak masuk akal dari sisi ilmu kedokteran. Namanya pseudoscience.

Hanya berdasarkan testimoni semata untuk menawarkan produk atau jasa tertentu. Atau meniru2 cara yang umumnya dilakukan para dokter.

Baca Juga : Pemda DIY Lakukan Edukasi dan Vaksinasi Cegah Antraks

Tentu dengan hadirnya dokter asli setidaknya bisa meng-counter hal-hal di atas. Bayangkan kalau info2 yang tidak benar tersebut tidak ada yang meng-counternya.

Perbedaan Dokter yang menjadi Penjual dibandingkan dengan Penjual yang menjadi Dokter

Saat seorang dokter yang masih memiliki etika menawarkan produk, pasti terselip himbauan: silakan berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi produk ini. Atau coba cek lab dulu, apakah memang benar Anda membutuhkannya.

Nah bagaimana dengan penjual produk yang lain, mereka akan mengatakan bahwa obat dokter/kimiawi (cuci darah atau sakit gula, misalnya) tidak bisa menyembuhkan penyakit Anda, hanya dengan produk kami maka Anda bisa sembuh.

Tidak ada salahnya Anda mencoba. Nanti tidak perlu cuci darah, tidak perlu minum/suntik obat gula, dan lainnya.

Intinya produk/metode tersebut lebih hebat dari metode/produk apapun di dunia yang belum mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

Ajaibnya, apapun sakitnya, produknya hanya merk itu saja.

Kesimpulannya, melarang para dokter untuk menawarkan produk atau jasanya di media sosial lebih banyak ruginya.

Tentu penulis percaya para dokter yang sering menawarkan produk atau jasanya saat ini melakukan hal tersebut masih dalam batas-batas kewajaran, tidak melebih-lebihkan dan tetap memperhatikan kondisi audiensnya.

Semoga demikian.

(Penulis: Dr. Erik Tapan, MHA
– Dokter Internet sejak tahun 1996
– Penulis buku Penyakit Ginjal Kronis dan Hemodialisis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.