Berita Nasional Terpercaya

UIN Suka Kembali Menggelar Konferensi BICOSH 2024

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM), UIN Sunan Kaliaga menghelat konferensi dua tahunan dengan nama BICOSH (Biennial International Conference on Social Sciences and Humanities). Tema yang diangkat “Mainstreaming Indonesian Islam: Social Sciences and Humanities Perspectives” dikemas ke dalam dua bentuk kegiatan, yaitu seminar utama yang akan diisi oleh keynote speech dari internal UIN, yaitu Prof. Al Makin dan Ketua BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. pada hari pertama.

Selanjutnya, dalam BICOSH hari kedua, para peserta yang abstraknya terpilih akan diminta untuk presentasi di depan reviewer dalam bentuk panel pada tiga disiplin yang sudah dipersiapkan dan lengkap dengan chairperson, yaitu panel untuk disiplin sosiologi, disiplin ilmu komunikasi, dan disiplin psikologi. Salah satunya, Lelita Azaria Rahmadiva, M.Sc, yang memegang tanggung jawab disiplin ilmu komunikasi. Ia memaparkan abstrak yang berjudul “Story Learn Covid-19: Managing Accurate Information to Deal with Infodemic”.

Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar

Dalam paparannya, Lelita mengangkat fenomena kasus paparan virus Covid-19 yang tinggi di Kabupaten Klaten saat masa pandemi karena misskomunikasi yang terjadi. Ia mengungkap banyak masyarakat Covid-19 terpapar Covid-19 karena efek resistensi terhadap informasi Pemerintah sehingga memunculkan banyak kluster membahayakan.

“Misal resistensi terhadap informasi Pemerintah tentang penanganan vaksinasi dan penolakan pembatasan untuk tidak berkerumun, seperti munculnya isu agama yang disebarkan melalui chat media sosial terkait pelarangan Sholat Ied,” kata Lelita.

Lelita menyebut dampak dari resistensi, di Klaten terjadi penolakan relawan atau Tim Covid-19 secara fisik, seperti diancam dengan pisau. Kemudian, ambulans dilempari batu. “Untuk itu, perlunya penyiapan Informasi secara akurat oleh Pemerintah agar diterima secara penuh.

“Jadi Pemerintah perlu melakukan situasi analisis untuk pemetaan agar informasi yang disampaikan sesuai yang dibutuhkan. Kemudian menentukan konsep informasi dan pemberdayaan masyarakat,” kata Lelita.

Menurut Lelita, penentuan tipe informasi menjadi penting agar informasi terkait situasi yang disampaikan ke publik, benar-benar dibutuhkan masyarakat. Misalnya, bagaimana penanganan jenasah Covid-19 yang meninggal tidak di rumah sakit. “Kemudian informasi berbasis pada sumber yang kredibel dan informasi yang disampaikan tepat waktu karena bisa berubah sewaktu-waktu,” ucapnya.

Dekan FISHUM, Dr. Mochamad Sodik mengatakan BICOSH menjadi komitmen berkelanjutan untuk mendorong dialog akademis dengan mempertemukan para akademisi dan praktisi secara internasional. Selain itu, Pak Sodik menekankan pentingnya memperkenalkan dan mengarusutamakan Islam Indonesia yang toleran, kaya dengan praktik sosio-kultural dan tentu saja kaya melalui pendekatan damai.

“Tradisi akademik di fakultas kami memang sangat demanding. Ini saatnya kita secara masif memperkenalkan Islam kita ke dunia internasional,” tukasnya.

Di sisi lain, tema yang diangkat acara BICOSH 2024 diharapkan menjadi landasan penting dalam eksplorasi integrasi Islam Indonesia ke dalam berbagai aspek masyarakat, terutama dalam konteks masyarakat global.

“Karena Indonesia menjadi negara dengan
populasi Muslim terbesar di dunia, pemahaman tentang dinamika lanskap keislaman di sini sangatlah penting diperkenalkan ke pentas internasional,” terang Dr Sodik.

Menurutnya, konferensi BICOSH menjadi platform bagi para sarjana, peneliti, dan praktisi dari seluruh dunia untuk berkumpul dan menggali dimensi yang kompleks dari Islam Indonesia melalui kacamata ilmu sosial dan humaniora. Konferensi ini akan menampilkan berbagai pembicara utama, diskusi panel, dan presentasi makalah, untuk memberikan peserta pemahaman komprehensif tentang aspek-aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, dan agama yang membentuk Islam Indonesia.

Peserta dapat berpartisipasi dalam diskusi yang memicu pemikiran tentang topik-topik seperti pengalaman keberislaman masyarakat Indonesia dalam kaca mata ilmu sosial dan humaniora.

Sejumlah narasumber yang sudah bersedia berpartisipasi pada hari pertama BICOSH 2024 adalah Prof. Dr. Fritz Schulze (Gottingen University, Jerman), Dr. Sophia Arjana (Western Kentucky University, USA), Andri Rosadi, Ph.D. (State Islamic University Sunan Kalijaga, Indonesia), Dr. Pihasniwati, S.Psi, M.A., Psikolog., (State Islamic University Sunan Kalijaga, Indonesia), dan Dr. Mokhamad Mahfud (State Islamic University Sunan Kalijaga, Indonesia). Para narasumber tersebut akan menyampaikan presentasi dengan topik sesuai keahlian masing-masing dengan mempromosikan Islam Indonesia ke pentas global. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.