Berita Nasional Terpercaya

Masjid Pertama yang Digagas Para Wanita ada di Yogyakarta

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Yayasan Hari Ibu (YHI) – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar peringatan hari Kartini, di Balai Shinta, Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta, Rabu (24/4/2024).

Pada acara peringatan hari Kartini tersebut juga dibarengi dengan peresmian pembangunan Masjid Wanitatama, dan peluncuran buku yang diterbitkan oleh Indonesia Women Center YHI-Kowani, berjudul “Potret Kekerasan Terhadap Perempuan, Antara Kebijakan dan Kenyataan: Sebuah Catatan Lapangan” seri pertama.

Ketua Yayasan Hari Ibu-Kowani, Wiendu Nuryanti mengatakan peresmian pembangunan Masjid Wanitatama tidak hanya sebagai sarana tempat ibadah, namun Masjid ini akan memiliki program-program untuk pemuliaan harkat perempuan.

Baca Juga : Hari Kartini, Perempuan Sleman Diajak Kembangkan Potensi

“Masjid Wanitatama nantinya akan banyak bersinergi dengan Indonesia Women Center, sehingga Masjid tersebut dapat difungsikan sebagai sarana sosialisasi akan pentingnya peran perempuan sekaligus sebagai wadah untuk menyebarkan pengetahuan,” ujarnya disela acara.

Ditambahkan Wiendu, masyarakat dapat mengakses bantuan pendampingan konseling, dan pemberdayaan perempuan dari Indoneaia Women Center melalui Masjid Wanitatama ini.

Ketua Indonesia Women Center sekaligus Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo pada kesempatan yang sama sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Yayasan Hari Ibu-Kowani.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan peresmian pembangunan Masjid Wanitatama dan peluncuram buku dari IWC ini,” katanya.

Dia mengatakan, Masjid Wanitatama ini merupakan masjid pertama yang pengagasnya para wanita, sehingga sejarah perjuangan para wanita ditorehkan.

“Karena ditempat yang sama ini pada tahun 1953 sejarah perjuangan kaum perempuan ditandai dengan pendirian Monumen Museum Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia,” katanya.

Baca Juga : Serunya Membaca Surat Kartini di Museum Ullen Sentalu

Para tokoh perempuan yang juga penggagas pendirian Masjid Wanitatama adalah Dr.Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, Prof. Wiendu Nuryanti, Ph.D, Prof. Endang Sumiyarni, Dr. Suhatmini Hardyastuti, Dr. Mahirta, Dr. Mutia, Dr. Budi Wahyuni dan didukung oleh sederetan tim perempuan tangguh yang mencanangkan Gedung Wanita sebagai pusat pemajuan perempuan di segala bidang.

Sementara, Ketua Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, GBPH Prabukusumo yang turut hadir pada acara tersebut juga menyampaikan apresiasinya kepada para perempuan-perempuan yang menjadi penggagas pembangunan Masjid Wanitatama.

“Yang jelas wanita itu harus kita hormati, pahami, dan hargai. Karena kita lahir dari rah seorang Ibu,” katanya.

Untuk itu, Gusti Prabu mengajak kaum Laki-laki untuk lebih menghargai para perempuan. (cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.