Berita Nasional Terpercaya

Study Tour Penting untuk Menambah Wawasan Siswa

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menanggapi polemik pro dan kontra pengadaan study tour paska terjadinya kecelakaan rombongan study tour di Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Yogyakarta, Solihul Hadi memandang kegiatan study tour masih dianggap penting untuk menambah wawasan siswa sekolah.

“Kami tetap mendukung bahwa study tour itu menjadi bagian penting untuk menambah wawasan siswa dalam rangka mempelajari hal-hal baru untuk kemudian dipelajari untuk dijadikan perbandingan dengan apa yang didapat di sekolahnya,” ucap Solihul Hadi, Senin (20/5/2024) dalam diskusi publik.

Karena melalui study tour, lanjut Solihul Hadi, bisa menambah khazanah keilmuan para siswa, karena berbeda wilayah akan berbeda cara penerapan pendidikan.

Baca Juga : Inilah 5 Wisata Jakarta yang Wajib Anda Kunjungi

Sehingga politisi PKB itu menyimpulkan, permasalahannya adalah bukan pada tempat ataupun lokasi penyelenggaraan study tour, melainkan lebih kepada alat transportasi yang digunakan.

“Permasalahan bagaimana kondisi drivernya, kelayakan kendaraannya, dan semua yang berhubungan dengan alat transportasinya,” katanya.

Dia juga menegaskan, dalam menyimpulkan permasalahan study tour yang sedang marak menjadi buah bibir ini diperlukan suatu kajian khusus, tidak bisa hanya dengan menyalahkan tempat tujuan study tour, karena menurutnya sebuah musibah juga tidak bisa dihindari.

“Yang namanya musibah atau suatu kejadian yang tidak diinginkan, itu tisak bisa dihindari. Hanya saja yang tersorot hari ini transportasi darat, padahal transportasi lainnya pun tidak lepas dari yang namanya musibah,” katanya.

Sementara Mantan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang turut menjadi pembicara dalam diskusi publik tersebut mengajak masyarakat untuk lebih bijak memahami asumsi yang beredar saat ini terkait permasalahan study tour.

Baca Juga : Paguyuban Keluarga Mahasiswa Fakfak Papua se-Yogyakarta Merenovasi Sekretariat Secara Mandiri

“Terkadang asumsinya itu yang kemudian membuat kita semua salah melihat suatu persoalan, seolah-olah kecelakaan study tour itu yang salah study tournya. Nanti kalau ada kecelakaan orang berangkat belanja mau ke pasar, nanti yang disalahkan pasarnya,” ujar Heroe Poerwadi.

Dia menganggap study tour itu adalah bagian dari kurikulum akademik yang dilakukan oleh semua sekolah.

“Kurikulum itu ada yang sifatnya akademik, dan ada kurilukum dalam pengembangan siswa dalam mengembangkan kecerdasan di luar akademik, yang sering disebut dengan social relationship dan juga kecerdasan spiritual,” katanya.

Dan study tour ini menurut Heroe Poerwadi berada didalam social relationship, yang merupakan bagian dari kurikulum untuk menguatkan bagaimana siswa itu mempunyai kemampuan dan pengalaman ketika berada di luar kelas.

“Selama ini, kami mendorong pelajaran-pelajaran di luar kelas untuk meningkatkan kemampuan di luar kelas, agar siswa itu bisa cepat menyelesaikan persoalan ketika berada di lapangan. Itulah posisi study tour,” terangnya.

Melihat persoalan study tour yang sedang terjadi saat ini, lalu kemudian muncul wacana ditiadakan, menurut Heroe Poerwadi perlu dicermati lebih dalam. (cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.