Berita Nasional Terpercaya

RQ Sabiqun Bil Khairat Fokus pada Pendidikan Al Quran

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Khotmul Qur’an dan Imtihan: Tartil, Tahfidz, Turjuman dan Kaifatusholli Metode Ummi Angkatan III Tahun 2024 berlangsung pada Minggu (21/5/2024) di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta.

Kegiatan bertemakan “Bersatu Padu Bangun Generasi” yang diadakan RQ Sabiqun Bil Khairat Yogyakarta ini sebagai tolak ukur belajar santri selama setahun.

Kepala RQ Sabiqun Bil Khairat, Siti Maimunah menyampaikan, Khotmul Qur’an dan Imtihan itu sebagai motivasi santri.

“Agar selalu semangat dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Siti Maimunah.

Baca Juga : Pengajian Arafah Ndalem Puro Pakualaman Berikan Bantuan kepada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta

Siti Maimunah mengatakan, sebelumnya telah diadakan supervisi, pramunaqosyah, munaqosyah pada Maret-Mei 2024.

RQ Sabiqun Bil Khairat memilih fokus pada pendidikan Al-Qur’an sesuai standar yang telah ditetapkan Ummi Foundation.

“Karena metode ini mudah, menyenangkan dan menyentuh hati,” katanya.

Di depan Ketua Ummi Daerah Yogyakarta Kukuh Hadiwiyono, Windasari Arditianita, tim trainer Ummi Daerah Yogyakarta, Ketua KTC Yogyakarta Saiful Azhari, pemandu imtihan, perwakilan Kemenag Kota Yogyakarta, disampaikan kali ini ada 72 peserta (naik 11 dari tahun 2023) dan lulusan termuda TK Nol Besar di tingkat kaifatushalli.

Selama ini menjadikan RQ Sabiqun Bil Khairat menjadi rumah kedua bagi santri dengan penuh keceriaan, kebersamaan dan kegembiraan. Sehingga menjadikan tatanan harmoni dalam sinergi bermain, belajar, berdoa dan berkarya.

Usia 5 tahun RQ Sabiqun Bil Khairat menjadi spiritual kuat, lembaga hebat dan santri bermartabat.

“Pendidikan al-Quran pada usia dini membantu anak-anak membangun kesadaran spiritual yang kuat dan tauhid yang sahih. Kuat untuk membangun aktivitas manusia sehingga berhasil merealisasikan tujuannya adalah motivasi spiritual,” ungkap Siti Maimunah.

Baca Juga : Berdakwah dalam Dunia Digital, Bagaimana Caranya?

Dengan motivasi tersebut seseorang akan terus menerus berusaha tanpa mengenal lelah dan putus asa sampai akhirnya dengan izin Allah SWT berhasil merealisasikan yang ia cita-citakannya.

Mendirikan sebuah lembaga dakwah bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan terus menerus, tidak sesaat atau semudah membalikkan tangan.

Dalam membentuk santri yang hebat bermartabat diperlukan dedikasi dan pemahaman yang kuat dalam menjunjung nilai nilai keagamaan, sosial budaya yang beragam, berdikari, kreativitas serta cinta tanah air.

“Angkatan pertama sudah menetaskan generasi muda menjadi guru Al-Qur’an yang sudah bersertifikasi. Semoga khotmul dan imtihan ini bisa berlanjut hingga generasi-generasi selanjutnya,” tuturnya.

“RQ Sabiqun Bil Khairat terus berbenah. Semakin tinggi, semakin besar, semakin berat ujiannya,” pungkas Siti Maimunah. (*/cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.