Berita Nasional Terpercaya

Perlukah Meng-uninstall Satu Sehat?

0

BERNAS.ID – Baru-baru ini Presiden Jokowi menginstruksikan agar Kementerian tidak melakukan lagi penambahan aplikasi dan platform. Sudah terlalu banyak aplikasi dan setiap aplikasi tentu membutuhkan dana.

Lalu ada pertanyaan, bagaimana dengan Satu Sehat punyanya Kemenkes, apakah sudah saatnya di uninstall? Memang sejak era covid sudah reda, Satu Sehat (dari Peduli Lindungi) seakan menjadi aplikasi yang belum ada perkembangannya.

Adalah sangat wajar, masyarakat jadi bertanya-tanya nasib SatuSehat ini. Dengan begitu banyaknya aplikasi yang ditawarkan saat ini, apakah sebaiknya meng-uninstall saja Satu Sehat sehingga bisa lebih menghemat memori handphone, mengingat sampai saat ini manfaat praktisnya tidak terdengar lagi.

Baca Juga : Pertahankan Status Bebas Rabies, Pemkot Jogja Gelar Vaksinasi Gratis Lagi

Padahal kita tahu bersama, Peduli Lindungi begitu populer di era Covid. Semua orang harus memiliki aplikasi itu agar bisa bepergian dan memasuki kantor, station kereta api hingga bandara.

Sebelum menjawab apa yang menjadi pertanyaan masyarakat kesehatan, ijinkanlah penulis menjelaskan apa itu Satu Sehat menurut Wikipedia.

SatuSehat adalah platform pertukaran data kesehatan terintegrasi nasional yang dikembangkan bersama oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dan Kementerian BUMN.

Berdasarkan hasil wawancara ekslusif penulis dengan Menkes, Budi Gunadi Sadikin (Jumat, 3 Mei 2024) diperoleh informasi bahwa saat ini platform (bukan lagi aplikasi) SatuSehat sedang dalam masa pengembangan besar-besaran.

Tentu semua ini dilakukan agar ke depan (pada saatnya nanti) masyarakat bisa memperoleh manfaat yang besar dengan platform Satu Sehat tersebut.

Apa-apa saja yang bisa diperoleh dari platform SatuSehat?

1. Data Kesehatan Pribadi
2. Daftar Vaksinasi
3. Review tempat praktek

4. Tips / Info Kesehatan yang praktis2
5. Tempat jual beli alkes
6. dan lainnya (termasuk fitur pengumpulan poin)

Saat ini Kemenkes sedang giat-giatnya memaksa para dokter (praktek mandiri, rumah sakit dan klinik) agar menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) yang nantinya terhubung dengan Satu Sehat.

Selain menggunakan aplikasi yang berbayar yang dikembangkan developer swasta, Kemenkes sendiri pun menyediakan RME yang gratisan di awan (cloud) khusus Praktek Mandiri.

Para Dokter bebas memilih aplikasi RME yang sesuai, yang penting semua mesti terhubung atau tergabung dalam platform SatuSehat.

Bisa dibayangkan jika hal ini sudah terlaksana, pasien tidak perlu lagi takut untuk pindah-pindah dokter/klinik/rumah sakit, karena data sudah diletakkan di atas awam yang tentu bisa diakses oleh Dokter dengan seijin pasien.

Baca Juga : Migrasi ke SatuSehat Mobile Lancar, Pelanggan KA Tak Perlu Bawa Bukti Vaksin

Selain itu, masih menurut pak BGS (panggilan akrab Pak Menkes), masyarakat sebagai konsumen bisa melakukan ulasan/review terhadap dokter/klinik/rumah sakit melalui platform Satu Sehat tersebut.

“Nanti juga, data vaksinasi Pak Erik bisa dilihat dalam SatuSehat”, promo BGS.

Dengan informasi ini, bisa jadi pertimbangan masyarakat apakah akan menguninstall atau tidak. Sayang kalau melakukan uninstall, nanti riwayat kesehatannya tidak nyambung lagi.
Bagaimana?

(Penulis: Dr. Erik Tapan, MHA
Dokter Internet (1996) dan
Praktisi Informasi Kesehatan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.