Berita Nasional Terpercaya

Bentuk Kepengurusan Baru, Ketua Umum Komunitas Club PIB Layangkan Gugatan

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Umum Komunitas Club Pajero Indonesia Bersatu (PIB) H. Syafaat Junaidi melayangkan gugatan terhadap kepengurusan baru yang dibentuk secara sepihak dan tidak sesuai dengan AD/ART organisasi.

Gugatan perdata perbuatan melawan hukum tersebut dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo dan PN Surabaya. Tergugat 1-3 Dedi Junaedi, Daniel Sonny Pinaria dan Bambang Eko Sunaryo, sesuai kejadian saat mengeluarkan surat.

“Gugatan ditujukan ke pengurus yang membentuk kepengurusan baru secara sepihak tidak sesuai dengan AD/ART organisasi,” kata Sekjen, sekaligus Penasihat Hukum Penggugat, Eko Gendra Novyardhie SH, Rabu (29/5/2024) dalam siaran persnya.

Baca Juga : Merayakan Ultah Pertama Kompi JK Nusantara Kediri Beri Santunan Anak Yatim

Sikap tersebut disampaikan bersamaan dengan Rakernas PIB berbarengan HUT ke-7 PIB dan dihadiri sekitar 40an anggota di Magelang, Sabtu (26/5/2024).

“Kita akan tetap maju sebagai uapaya penegakan hukum,” jelasnya.

Kasus itu berawal saat H. Syafaat Junaidi sebagai Ketua terpilih menggantikan Deni Setiabudi tahun 2023. Sejak saat itu, kepengurusan dan even-even yang akan digelar selalu mendapat gangguan, dan banyak anggota PIB terpengaruh.

Selain itu, laporan keuangan yang disampaikan Dedi juga belum transparan. Puncaknya, setelah menggelar Rapat Luar Biasa versi pengurus lama ini menghentikan Syafaat Junaidi sebagai Ketum PIB, secara sepihak.

“Mereka langsung mengangkat Dedi sebagai Ketua yang seharusnya digantikan Plh dulu baru nanti dilakukan pemilihan melalui Musyawarah Luar Biasa,” beber Junaidi.

Pihaknya masih mempelajari fitnah yang dilakukan pada dirinya sebagai pencemaran nama baik bisa dipidanakan. Ia juga bisa melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang belum dilaporkan.

“Kami melihat banyak even digelar sebelumnya tanpa laporan yang jelas,” tambah Eko.

Baca Juga : Meski Pabrikan Sudah Tutup, Komunitas Ford Masih Eksis di Jogja

Sebab dari satu even banyak keuntungan dan fasilitas yang bisa didapatkan. Seharusnya keuntungan tersebut masuk organisasi kembali, karena sebagai organisasi komunitas lebih mengutamakan persaudaraan.

“Saat ini kita menempuh jalur hukum pada saudara kita, karena kita ingin meluruskan dan menempatkan organisasi pada rel nya bukan menjadi ajang kepentingan sekelompok pengurus lama,” pungkasnya. (cdr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.