Berita Nasional Terpercaya

Hari Lahir Pancasila 2024 Momentum Menatap Masa Depan Sleman

0

SLEMAN, BERNAS.ID- Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila Pemda DIY di Lapangan Pancasila Batalyon Infanteri 403 Kentungan, Sabtu (1/5). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Zainul Bahar.

Upacara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, dan jajaran Forkompimda DIY, serta perwakilan sejumlah unsur masyarakat. Usai upacara, Wakil Bupati Sleman bersama tamu undangan membagikan bendera Merah Putih secara simbolis kepada peserta upacara.

Sesuai dengan tema Hari Lahir Pancasila 2024 “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, Danang Maharsa mengajak masyarakat untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju.

“Sleman sebagai salah satu daerah tujuan pendidikan menjadikan Sleman menjadi wajah Indonesia mini. Warga Sleman yang plural dan multi kultural harus mampu mengejawantahkan Pancasila dalam kehidupan kesehariannya, baik dalam tataran dimensi spiritual, dimensi kultural, dan dimensi institusional,” tutur Wakil Bupati Sleman.

Danang juga memberikan arahan agar masyarakat Sleman dapat menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan. Dengan bersikap santun dan terus saling membantu untuk kepentingan bangsa dan negara, diharapkan Bupati dapat menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan kemajuan Indonesia.

“Seluruh warga Sleman, khususnya generasi muda, harus dapat memahami nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila serta mengaktualisasikan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan individu maupun dalam bermasyarakat,” tukas Bupati.

Danang menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus mampu diaktualisasi pada permasalahan bangsa saat ini. Ia mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum setiap tahunnya untuk terus mengingatkan, kita harus bersyukur telah dianugerahi Pancasila sebagai sebuah alat pemersatu bangsa.

Menurutnya Pancasila bukan hanya sebatas lambang dan dasar Negara saja, melainkan harus benar-benar diamalkan dalam setiap kehidupan sehari-hari.

“Banyak contoh misalnya peduli dan saling tolong menolong, saling bergotong royong, saling menghormati dan saling menghargai antar umat beragama, terus merawat persatuan dan kesatuan bangsa, dan lain-lain,” ucap Danang.

Ia mengatakan, bahwa nilai-nilai luhur Pancasila sudah harus semestinya menjadi pegangan hidup masyarakat. Tidak hanya pemerintah saja, seluruh masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk membina persatuan bangsa.

“Dalam visi misi kami di Pemerintah Kabupaten Sleman jelas Sleman Rumah Bersama, itu kita susun untuk bisa mendorong masyarakat Sleman untuk saling menghormati, dan kami juga telah memberikan contoh kepada masyarakat,” ujar Danang.

Selain itu juga kebijakan-kebijakan bernegara dalam pemerintahan juga harus menjalankan amanah kebangsaan untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Mimpi besar tersebut sangat mungkin diraih dengan cara mempersiapkannya dari sekarang.

“Salah satu yang telah kita kerjakan saat ini kita memberikan beasiswa Sleman Pintar yang tujuannya selain memutus mata rantai kemiskinan, juga untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan yang lebih baik dimasa yang akan datang. Perlahan sebenarnya ini juga bagian dalam mengelola bonus demografi kita,” Ucap Danang.

Selanjutnya, Danang mengingatkan bahwa Pancasila kalau dalam tataran praktisnya adalah Gotong royong. Merupakan realisasi dari nilai-nilai Pancasila dalam membangun hidup bersama yang digerakkan oleh kesadaran dan perjuangan dalam hidup bersama demi tujuan yang diharapkan bersama.

“Praktis dari nilai-nilai Pancasila adalah kegotongroyongan. Maka dari itu apapun cita-cita besar kita, mimpi-mimpi besar kita, khususnya untuk Sleman, harus juga disadari oleh semuanya. Kita harus bergotong royong dalam semua hal, mengingat ketugasan saya sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan kemiskinan yang tidak bisa sendiri, melainkan gotong royong semua pihak untuk Kabupaten Sleman tercinta ini,” tutup Danang. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.