Berita Nasional Terpercaya

Peringkat TTID Meningkat: Optimisme Pariwisata Indonesia

0

BERNAS.ID – World Economic Forum (WEF) telah mengeluarkan rilis tentang Travel and Tourism Development Index (TTID) 2024, yaitu index pariwisata global dan menjadi kabar bagus bagi Indonesia yang berhasil menempati peringkat 22 dari 119 negara di dunia.

Posisi tersebut sekaligus menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-2 di ASEAN di bawah Singapura (peringkat ke-13) dan peringkat ke-6 di kawasan Asia Pasifik (dibawah Jepang/3, Australia/ 5, China/8, Singapura/13 dan Korea/14).

Sebelumnya Indonesia berada di peringkat ke-32 di tahun 2023. Dalam rentang waktu 2019-2024, Indonesia mampu masuk 10 besar dalam kinerja TTDI paling baik (sumber website WEF).

Capaian tersebut merupakan indikator bahwa industri pariwisata Indonesia bertumbuh dengan sangat baik. Tidak terlepas dari upaya pemulihan yang dilakukan saat pandemi COVID-19 lalu yang mampu menumbuhkan paradigma baru kepariwisataan dengan konsep wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Optimisme kemajuan sektor pariwisata akan semakin meningkat termasuk capaian target kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional sebanyak 14,3 juta tahun 2024 ini.

Potensi Indonesia sangat banyak untuk meningkatkan sektor kepariwisataan dengan kekayaan 17.000 lebih pulau dengan pesona alam yang indah, 1.300 lebih suku dengan adat dan tradisi yang unik dan khas.

Ini merupakan potensi sumber daya kepariwisataan yang semakin dapat dikembangkan dalam konsep wisata alam dan wisata budaya yang berbasis otentisitas dan originalitas. Dimana hal tersebut memiliki competitive advantages sangat tinggi dalam bisnis pariwisata.

Strategi yang dibutuhkan kedepannya seiring dinamika industri dan perilaku wisatawan secara global meliputi inovasi yang adaptif untuk pengelolaan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan seperti halnya:

1. Komitmen untuk pelestarian (conservation commitment), meliputi:

a). peningkatan nilai terhadap keberadaan alam, budaya dan sosial masyarakat sebagai pilar-pilar di destinasi pariwisata;

b). peningkatan penggunaan energi hijau dalam penyelenggaraan industri pariwisata;

c). kampanye pariwisata bertanggungjawab bagi pelaku usaha pariwisata dan wisatawan.

2. Komitmen untuk hubungan antar manusia (people relationship commitment), meliputi:

a). peningkatan pelibatan masyarakat lokal;

b). peningkatan kapasitas SDM yang kompeten dan berdayasaing global;

c). pengendalian perilaku wisatawan global;

d). penerapan konsep pembangunan berkelanjutan (SDGs).

3. Komitmen untuk inovasi berkelanjutan (sustainable innovation commitment), meliputi:

a). perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI);

b). kesiapan penerapan teknologi dan informasi secara menyeluruh tanpa memberi dampak negatif bagi kultur sosial dan kearifan lokal;

c). peningkatan sektor ekonomi kreatif untuk memperluas lapangan kerja dan ragam produk rantai pasok kepariwisataan;

d). upaya harmonisasi lintas sektor pendukung kepariwisataan.

4. Komitmen untuk pemasaran yang terintegrasi (integrated marketing commitment), meliputi :

a). pemetaan promosi destinasi, industri dan produk kepariwisataan secara proporsional;

b). koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam promosi yang tepat dan berkesinambungan;

c). memperbanyak fasilitasi pemasaran dalam konsep famtrip selain travex dan sales mission;

5. Komitmen untuk kelembagaan (institution commitment), meliputi :

a). penerapan regulasi dan tindakan penegakaan hukum yang tepat;

b). koordinasi antar lembaga yang harmonis dan visi yang sama;

c). kesempatan berkontribusi seluruh unsur pentahelix secara proporsional;

d). divisi penelitian dan pengembangan yang inovatif untuk jangka menengah dan panjang;

e). rekognisi capaian indikator terbaik secara valid sebagai role model pengembangan bagi yang lainnya.

Semoga industri pariwisata Indonesia semakin membaik terus ke depannya sehingga mampu memajukan negeri dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.

(Penulis: Ketut Swabawa | Praktisi Pariwisata)

Leave A Reply

Your email address will not be published.