Berita Nasional Terpercaya

Riset Suara UKM Negeri Vol 5 Ungkap Pentingnya UKM Gunakan Affiliate Marketing

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kehadiran affiliate marketing bagi social commerce tentunya memberikan nilai lebih bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam mempromosikan dan meningkatkan penjualan produk UKM.

 

Melihat fenomena tersebut, Ninja Xpress merilis riset tentang “Fenomena Affiliate Marketing pada Social Commerce”, bekerja sama dengan Populix, dengan melibatkan lebih dari 300 responden untuk mempelajari fenomena affiliate marketing.

 

Sebelum membahas hasil risetnya, Head of Public Relation Ninja Xpress Ribka Pratiwi menjelaskan bahwa affiliate marketing merupakan suatu bentuk pemasaran dimana perusahaan membayar pihak ketiga (affiliator) untuk mempromosikan dan mendapatkan pelanggan baru.

 

“Affiliate marketing adalah metode marketing yang sekarang sedang trend banget,” jelasnya di Yogyakarta, Kamis (27/6/2024).

 

Selanjutnya, Ninja Xpress melalui riset Suara UKM Negeri Vol. 5 memberikan insight tentang affiliate marketing dan menemukan empat strategi yang dapat dimanfaatkan oleh para UKM guna optimalisasi pemanfaatan affiliate marketing, dengan mempertimbangkan empat aspek kunci, yaitu orang (people), platform, harga (price), dan kinerja (performance).
Bicara tentang orang, mayoritas pembeli online shop (e-shopper) lebih memilih affiliate marketing dari pengguna media sosial biasa dan teman sendiri, daripada artis atau influencer dengan jumlah pengikut tinggi.

 

Menariknya, data menunjukkan bahwa mayoritas e-shopper cenderung melakukan pembelian melalui affiliate marketing yang berasal dari pengguna media sosial biasa (80%), artis atau influencer (69%), atau teman mereka sendiri (42%).

 

Selain itu juga, sebagian besar e-shopper (sekitar 30%) memilih untuk berbelanja dari affiliate marketing yang memiliki jumlah pengikut di media sosial kurang dari 500, sedangkan 21% memilih affiliate marketing dengan pengikut dalam kisaran 500 hingga 800. Hanya sekitar 3% e-shopper yang cenderung membeli dari affiliate marketing dengan jumlah pengikut antara 8.000 hingga 1 juta.

 

“Affiliate marketing belum tentu artis, hampir 90 persen ya orang-orang biasa, tapi dipercaya,” terang dia.

 

Baca juga: Ninja Express Dukung Independensi UKM Melalui Pemanfaatan Social Commerce

 

Untuk platform seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp merupakan platform utama yang sering digunakan oleh para afiliasi untuk pemasaran dengan kemampuan mereka dalam menarik jumlah pembeli yang besar.
Adapun platform paling dominan untuk affiliate marketing di Indonesia adalah Shopee, dengan penggunaan mencapai 71%, diikuti oleh TikTok Shop yang mencapai 68%. Tokopedia digunakan oleh 21% affiliate marketing, sementara Lazada dan Bli Bli memiliki tingkat penggunaan masing-masing sebesar 16% dan 6%.

 

Ketiga soal harga, mayoritas anggaran belanja untuk pembelian melalui affiliate marketing berada dalam rentang 100.000 hingga 250.000, dengan persentase sebanyak 47% dan produk fashion merupakan kategori paling diminati dan banyak dibeli melalui affiliate marketing, dengan persentase mencapai 74%, diikuti oleh produk kecantikan (56%), produk untuk kebutuhan rumah dan gaya hidup (50%), aksesori (43%), dan produk makanan dan minuman (40%).

 

Terakhir soal kinerja dalam hal pengiriman barang, sebanyak 75% e-shopper cenderung memilih pengiriman standar dengan waktu pengiriman 1-2 hari, sedangkan 44% lebih memilih pengiriman ekonomi dengan durasi pengiriman 1-4 hari. Sebagian lainnya memanfaatkan layanan pengiriman khusus seperti same day, xpress, cargo, instant, dan sejenisnya.

 

Baca juga: Ninja Xpress Mulai Bidik Segmen E-Shopaholics

 

Agatalika Dewa, PIC Ekspedisi dari Bolosego yang merupakan UKM asal Yogyakarta yang menjual berbagai produk frozen food olahan daging seperti oseng mercon, iga mercon, dan rendang mengungkapkan bahwa sebagai UKM yang berdiri di saat pandemi, affiliate marketing menjadi platform pemasaran dan penjualan utama Bolosego.

 

“Awalnya di TikTok kami pakai sepuluh orang affiliate, sekarang sekitar 100 orang, kebanyakan ibu-ibu muda yang senang kulineran,” kata dia. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.