Berita Nasional Terpercaya

Peringati HUT ke-69, PD IAI DIY Libatkan Apoteker untuk Tanggulangi Ketergantungan NAPZA

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Apoteker Indonesia Ke-69 tahun, Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesian (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan talkshow Penanggulangan Ketergantungan NAPZA dengan tema “Hidup Sehat Tanpa Narkoba” di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Pemateri dalam kegiatan talkshow, yaitu Ibu Herlina Rahmawati, S.IP selaku penyuluh Narkoba Ahli Muda dari BNNP DIY, kemudian apt. Wening Esti U, S.Farm Apoteker Puskesmas Banguntapan 2, serta Bapak Boni Nainggolan selaku Pendamping dan Konselor Adiksi.

Turut hadir dalam kegiatan talkshow, Reny Mailia perwakilan dari BBPOM DIY sekaligus membuka acara. Selain itu juga dihadiri ë dr. Sri Wahyu Joko Santoso perwakilan dari Dinkes Bantul, Ketua PC IAI se-DIY, pejabat Desa Salakan, pemuda-pemudi Desa Salakan selaku kampung ASK ME (Apoteker Sahabat Keluarga, Mengedukasi DAGUSIBU) binaan PD IAI DIY, perwakilan dari ISMAFARSI wilayah Joglosepur, Apoteker Agent of Changes (AoC), Mahasiswa UAD, serta Mahasiswa UMY.

Ketua PD IAI DIY, apt. Hendy Ristiono, M.P.H, mengatakan ketergantungan NAPZA menjadi masalah serius yang telah menjadi ancaman global bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.NAPZA tidak hanya mengancam generasi muda, tetapi merusak jaringan sosial dan ekonomi secara luas. “Bahaya ketergantungan narkoba tidak hanya terbatas pada dampak fisik dan mental bagi individu yang mengonsumsinya, tetapi juga menimbulkan konsekuensi yang merugikan bagi keluarga, komunitas, dan negara secara keseluruhan,” tuturnya, Minggu (30/6).

Menurut Hendy, dalam menghadapi tantangan tersebut, perlunya upaya konkret untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba serta pentingnya menjalani gaya hidup sehat sebagai alternatif yang positif. “Kegiatan ini akan menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk memberikan edukasi, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba,” ujar apt. Hendy Ristiono, M.P.H,

Hendy berharap melalui kegiatan edukasi ke masyarakat akan dapat terbentuk kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjalani gaya hidup sehat. Kemudian, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal, nantinya dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan generasi muda yang bebas dari narkoba.

“Kegiatan ini akan menjadi langkah awal dalam membangun jejaring kerjasama lintas sektor untuk mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba dan mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan kolaborasi semua pihak, kita dapat menciptakan perubahan yang signifikan dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa menuju masa depan yang lebih baik,” urai Hendy.

Ketua panitia kegiatan apt. Mexsi Mutia Rissa, M.Farm, menyampaikan tema yang diusung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu “Hidup Sehat tanpa Narkoba”. Harapannya, dapat menjadi langkah awal yang berarti dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan promosi gaya hidup sehat di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba serta mengurangi angka penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat. (jat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.