Berita Nasional Terpercaya

Diawali Rintik Hujan, Jogja Historical Orchestra Bertajuk “Potret Juang: Janur Kuning” Sukses Digelar

0

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta sukses menggelar Jogja Historical Orchestra bertajuk “Potret Juang: Janur Kuning” pada Jumat (5/7/2024) malam di Amphitheater Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung kolaborasi musik orkestra dan gamelan dalam satu kemasan pertunjukan dengan didukung tampilan ilustrasi visual di panggung yang semakin menghidupkan acara.

 

Pentas ini digelar dalam rangka mengenang peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949. Pertunjukan ini sekaligus media refleksi bagi generasi muda dalam meneladani perjuangan pahlawan dalam menegakan kedaulatan negeri ini.

 

Swara Chamber Orchestra tampil memikat dalam pertunjukan ini, membawakan lagu-lagu perjuangan. Sementara itu, kisah teatrikal musikal dibawakan secara apik oleh anak-anak dan remaja dari Langen Carita Kota Yogyakarta, yang menampilkan akting, gerak dan nyanyian yang memikat. Hadir pula dalam pertunjukan ini adalah penyanyi Jogja Mitty yang turut menyumbangkan suara emasnya.

 

Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto dalam kesempatan ini menyatakan dukungannya terhadap pentas sejarah Jogja Historical Orchestra. Pertunjukan tentang sejarah semacam ini menurut dia harus selalu diingat.

 

“Momentum yang terlaksana pada malam hari ini merupakan satu momentum penting untuk mengenang sejarah Yogyakarta, yakni saat Jogja menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia,” kata dia.

 

Baca juga: Jogja Peringati Peristiwa Serangan Umum 1 Maret Ke-71

 

Pihaknya berharap pertunjukan ini menumbuhkan jiwa korsa di hati para penonton. Ia juga mengajak warga Kota Jogja untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan.

 

“Terutama sebentar lagi kita juga akan melaksanakan pilkada,” imbuh dia.

 

Sementara itu, Yetti Martanti selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja mengatakan, acara semacam ini sudah digelar keempat kalinya. Yang istimewa, kali ini pertunjukan menampilkan kolaborasi antara orkestra dengan Langen Carita Kota Yogyakarta, yang penampilannya sebagian besar merupakan anak-anak.

 

“Yang tampil seluruhnya [dalam pertunjukan tersebut] adalah seniman yang ada di Kota Yogyakarta,” jelas dia.

Adegan jenaka dalam Jogja Historical Orchestra bertajuk “Potret Juang: Janur Kuning” Jumat (5/7/2024) - (foto: Deny Hermawan/Bernas.id)
Adegan jenaka dalam Jogja Historical Orchestra bertajuk “Potret Juang: Janur Kuning” Jumat (5/7/2024) – (foto: Deny Hermawan/Bernas.id)

 

Rangkaian pertunjukan diwarnai dengan aksi komedi khas anak-anak yang membuat para penonton tertawa. Dalam pertunjukan ini diceritakan dengan gamblang peran Sri Sultan HB IX dalam memprakarsai penyerangan terhadap Belanda.

 

Penonton semakin hanyut dalam euforia masa revolusi ketika alunan lagu perjuangan seperti “Ibu Pertiwi” dan “Tanah Airku” ciptaan Ibu Sud diperdendangkan. Tak hanya itu, gelora semangat perjuangan juga terasa ketika lagu “Maju Tak Gentar” dan “Berkibarlah Benderaku” dinyanyikan secara apik dibalut dengan iringan musik orkestra.

 

Baca juga: Yuk, Ikuti Lomba Vlog Sejarah Bertema Serangan Umum 1 Maret

 

Antusiasme terhadap pergelaran ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang turut menyaksikan malam hari ini. Hal ini nampak, dari beberapa penonton yang ikut bersenandung ketika alunan lagu perjuangan dinyanyikan dengan iringan musik orkestra.

 

Hujan yang turun rintik-rintik di awal pertunjukan menambah syahdu suasana. Jogja Historical Orchestra 2024 menjadi sebuah refleksi bagi generasi muda dalam meneladani perjuangan bangsanya. Lewat setiap adegan teatrikal dan alunan lagu perjuangan, penonton diajak untuk memaknai sebuah kedaulatan yang tidak semata-mata hadir begitu saja melainkan dari sebuah tetesan darah dan keringat dari para pahlawan. (den)

Leave A Reply

Your email address will not be published.