Berita Nasional Terpercaya

Ada Berbagai Kelas Pasien di Indonesia, Jangan sampai Dikacaukan

0

BERNAS.ID – Isu Dokter Asing untuk menyelesaikan segmen yang mana

Menurut saya, kalau ingin mencari solusi pelayanan kesehatan, hendaknya kita perlu membagi dulu kelas pelayanan kesehatan berdasarkan segmen pasien.
Paling sederhana saya bagi 2:
– kelas BPJS
– kelas non BPJS.
Untuk kelas BPJS terlihat bahwa usaha pemerintah sangat intens. Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan. Di luar oknum2 nakal dari pihak provider (obat hanya diberi separuh resep, rawat inap dibatasi lamanya, dan lain sebagainya), kita patut anjungi jempol terhadap usaha ini.
Untuk segmen non BPJS, masih sangat keteteran. Belum banyak menarik pasien di segmen ini. Pasien lebih sering ke LN karena merasa pelayanannya lebih baik. Baca ini:
Terus, kenapa kita perlu menggaet pasien non BPJS? Karena cuannya di sini. Tanpa pasien non BPJS, rumah sakit, dokter dan industri kesehatan bisa ngos-ngosan.
Alat2 canggih, modern dan mahal tidak bisa terbeli swasta kecuali dg budget pemerintah (khusus RS Pemerintah tentunya),  pendapatan dokter dan nakes lainnya bakal nggak naik2 atau industrinya gulung tikar.
Nah balik lagi, ada isu obat mahal. Ini isu untuk segmen kelas non BPJS. Pasien2 BPJS kemungkinan kecil bahkan tidak akan pernah merasakan obat mahal.
Artinya apa? Artinya Pemerintah nggak fokus, tadinya mau memuaskan pasien-pasien BPJS eh malah ngomongin obat mahal. Padahal kalau berbicara pasien-pasien non BPJS (yang sering dan akan mencari pelayanan di LN) yang lebih dibutuhkan, antara lain:
– ketrampilan dokter (termasuk lamanya waktu konsultasi) dalam hal menegakkan diagnosis/penyebab penyakit sekaligus memberi terapi secara baik
– dokter, perawat, petugas farmasi, petugas lab, kasir, dll. melayani dengan ramah, tidak jutek atau sering ngeles
– pemberian obat berhati-hati/seminimal mungkin, bukan dalam hal biaya (meskipun itu juga penting) tapi lebih ke arah interaksi obat dan keamanan saat mengkonsumsinya
– diperiksa tepat waktu sesuai dengan jadwal waktu perjanjian
– bisa diberikan rencana pengobatan dan estimasi biayanya
Kembali ke pertanyaan/isi awal, untuk isu Dokter Asing tersebut, sebenarnya yang mau di-solved segmen yang mana?
Demikian sedikit coret-coretan dari kami. Semoga bermanfaat dan bisa lebih fokus dalam mencari solusinya. Sehat selalu.
Dr. Erik Tapan, MHA
Pengamat Perumahsakitan
Penulis dan Content Creator
Leave A Reply

Your email address will not be published.