Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ratusan Tenant Teras Malioboro 1 Menjadi Magnet Wisatawan

Oleh: Redaksi Bernas•22 Oktober 2024
Ratusan Tenant Teras Malioboro 1 Menjadi Magnet Wisatawan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"SLEMAN, BERNAS.ID Setelah pengakuan UNESCO terhadap Malioboro sebagai sumbu filosofi, status entitas di sekitar sumbu ini semakin kuat, termasuk Teras Maliobo..."

🗓️ Dipublikasikan pada 22 Oktober 2024.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID – Setelah pengakuan UNESCO terhadap Malioboro sebagai sumbu filosofi, status entitas di sekitar sumbu ini semakin kuat, termasuk Teras Malioboro 1 yang berada disisi Barat Jalan Malioboro Yogyakarta.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui dana keistimewaan (Danais) berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan Teras Malioboro sebagai destinasi belanja dan pusat ekonomi kreatif.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono menyebut, pengelolaan yang sinergis dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku wisata, diharapkan mampu memperkuat Malioboro sebagai pusat ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Menurut Agus, hingga saat ini terdapat sekitar 344 ribu pelaku UMKM di DIY yang telah tergabung dalam platform Sibakul Jogja.

Baca Juga : Sistem Kemitraan Pelaku Usaha Dorong UMKM Naik Kelas

“Kita banyak melakukan peningkatan kapasitas bagi para pelaku UMKM ini,” jelas Agus, Selasa, 22 Oktober 2024, di sela-sela acara Tourism Gathering, Dolan Blonjo Bareng Mas Temo di The Westlake Resto, Jalan Ring Road Barat, Trihanggo, Gamping, Sleman.

Agus menjelaskan, bahwa pembinaan difokuskan pada enam aspek utama, yaitu produk, sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, pembiayaan atau tata kelola manajemen keuangan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi.

“Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk UMKM, sehingga mereka dapat naik kelas dan memberikan manfaat lebih besar bagi ekonomi DIY,” katanya.

Disini, lanjut Agus, Teras Malioboro 1 menawarkan wisata belanja dengan suasana bangunan modern tanpa meninggalkan keunikan Yogyakarta.

“Hal ini memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” tambahnya.

Selain itu, Agus menambahkan bahwa Teras Malioboro 1 telah menunjukkan perkembangan luar biasa dalam dua tahun terakhir, dengan kiprah para tenant yang semakin berinteraksi baik dan aktif meningkatkan usahanya.

Agus juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi para pelaku UMKM di Teras Malioboro.

“Pendampingan dilakukan setiap tahun dan difokuskan pada enam aspek utama, yakni produksi, SDM, kelembagaan, pemasaran, permodalan, dan pemanfaatan teknologi informasi,” terangnya.

Semua upaya tersebut, masih kata Agus, disatukan dalam platform Sibakul Jogja yang mendorong para pelaku UMKM untuk menjadi mitra resmi.

“Para mitra Sibakul mendapatkan berbagai keuntungan, seperti pelatihan dan sertifikasi, termasuk sertifikasi PIRT dan halal. Mereka juga mendapatkan pendampingan dari PLUT di lapangan,” katanya.

Dengan bergabung dalam Sibakul Jogja, pelaku UMKM memiliki akses yang lebih luas ke berbagai program pemerintah yang dirancang untuk membantu mereka berkembang.

Sementara, Kepala UPT Balai Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) DIY, Hellen Phornica, pada kesempatan yang sama mengatakan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menjaga dan mengembangkan Teras Malioboro sebagai kawasan belanja rujukan.

Dalam acara ‘Blonjo Dolan Bareng Mas Temo’ yang dihadiri oleh 125 tamu undangan, termasuk tour leader, pelaku wisata, perbankan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Hellen mengungkapkan bahwa kolaborasi yang berkesinambungan dibutuhkan agar Malioboro bisa menjadi destinasi berkelas dunia.

“Dengan total 888 tenant dan 799 lapak, Teras Malioboro telah menjadi magnet wisatawan yang terus bertambah dari tahun ke tahun,” katanya.

Baca Juga : Disperindag Sleman Luncurkan Sinergi Sadar Halal, Tingkatkan Daya Saing UMKM

Hellen menyebut, bahwa pada tahun 2023, jumlah kunjungan mencapai 3,16 juta, sementara di tahun 2024 hingga September, jumlah wisatawan yang berkunjung telah mencapai 4,19 juta orang.

“Ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari pelaku tenant, tour guide, hingga pelaku wisata. Harapannya, melalui acara ini, komunikasi dan kerja sama dapat terjalin lebih baik,” katanya.

Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, Hellen menjelaskan, UPT KUMKM juga fokus pada peningkatan kualitas para tenant.

Pelatihan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan mengubah mindset tenant agar mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Kami tidak hanya berharap pengunjung meningkat, tetapi juga para tenant bisa naik kelas.

Bahkan, beberapa tenant sudah mulai merambah pasar ekspor,” katanya. (cdr)

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Ratusan Tenant Teras Malioboro 1 Menjadi Magnet Wisatawan?

SLEMAN, BERNAS.ID Setelah pengakuan UNESCO terhadap Malioboro sebagai sumbu filosofi, status entitas di sekitar sumbu ini semakin kuat, termasuk Teras Maliobo...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Jangkau pembaca BERNAS.id di wilayah Anda

Paket iklan & kerja sama regional tersedia di BERNAS, media berita yang terbit sejak 1946.

Lihat Paket Iklan

“Ratusan Tenant Teras Malioboro 1 Menjadi Magnet Wisatawan”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem