Industri Pesawat Terbang Indonesia Sangat Prospektif


17 September 2016

Pesawat n-219 butan PT. DI (Sumber foto: Dok. Kompas)

HarianBernas.com - Menarik saya membaca teks berjalan di salah satu televisi terkemuka Indonesia, yang memberitahukan bahwa Presiden Jokowi akan segera memindahkan lokasi pabrik PT. DI Bandung ke daerah Majalengka, dengan lahan yang akan disiapkan seluas 3000 hektar.

Jika ini memang benar, maka impian negara kita akan mempunyai konsep bandara yang terintergrasi dan modern yang dinamakan Aero Space Park akan segera terwujud. Aero space park merupakan konsep bandara modern komprehensif dimana di area tersebut ada bandara, hotel, rumah sakit, sekolah pilot, rumah komplek pilot-pilotnya, serta hanggar perawatan pesawat.

Apalagi dengan akan dibangunnya industri pesawat terbang PT. DI spesialis manufaktur small aircraft akan juga dipindahkan ke Majalengka. Ide brilian yang patut direalisasikan segera, kalau perlu menggandeng investor lokal. Bisnis dirgantara di Indonesia akan tetap prospektif, karena dukungan 233 bandara kecil sampai besar ada di wilayah NKRI. Jumlah penumpang setiap tahun terus bertumbuh dua digit, tahun lalu 2015 sudah menembuh 65 juta penumpang.

Sedangkan untuk masyarakat DIY jika semua rencana sesuai time frame, Bandara baru untuk DIY akan bisa dinikmati masyarakat DIY tahun 2019/2020 di desa Glagah, Kulon Progo.

Berarti akan ada dua bandara baru yang akan beroperasi tn 2019 di Jawa, satu di Majalengka dengan konsep Aerospace park airport, bandara one stop shopping kira-kira begitu, ada hanggar ada rumah sakit ada sekolah, universitas, dan komplek rumah pilot. Satu lagi yakni bandara Kulon Progo DIY yang akan dilengkapi jalur rel khusus ke Kulon Progo ke Yogyakarta, luar biasa geliat 3 tahun mendatang bisnis penerbangan niaga di Indonesia.

Portofolio dan Kilas balik Industri PT. DI, Industri Penopang Utama Aviasi RI

Kebangkitan industri dirgantara Indonesia mulai kembali menggeliat, baik dari sisi traffic penumpang maupun industri manufaktur pembuatan pesawat narrow body dan small aircraft. Memang harus fokus, sudah jelas order 100 pesawat 19 seat oleh Lion air N-219. Perlu terus diyakini oleh pemerintah dan PT. DI inilah kebangkitan industri manufaktur pesawat Indonesia yang terkenal dengan wilayah remore area dan sangat cocok untuk pengembangan pesawat industri domestik untuk pesawat jenis turbo propeller, narrow body dan small aircraft kelak.

Bulan November ini PT. DI akan melakukan roll out – dipamerkan bentuk asli yang sudah jadi 100% namun tidak diterbangkan, baru mulai Mei 2016 akan dilakukan penerbangan Perdana, setelah Februari 2016 dirampungkan sertifikasi kelayakan N 219.

Awalnya industri modern pesawat turboprop dengan cockpit modern fly by wire bermula dari pesawat PT IPTN jenis N250 ini. N 250 roll out pertama (pengenalan pertama di hadapan publik) dilakukan pada tahun 1995 di Bandung namun dihentikan semua proses selanjutnya karena rekomendasi dari IMF yang LOI-nya harus memberhentikan produksi IPTN tahun 1997 yang terkenal dengan prahara Michel Camdesus sebagai presiden IMF, dan berantakanlah semua impian Indonesia menjadi negara adidaya manufaktur industri pesawat terbang turboprop 50 seater ke bawah.

Spesifikasinya diantaranya yang perlu kita tahu dari N 250 bikinan PT DI kala itu adalah sebagai berikut :

  • Fungsi: angkut penumpang dan kargo (Multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang)
  • Kapasitas: 19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar)
  • Kinerja lepas landas dan mendarat: jarak pendek/STOL (600 m) Biaya operasional: rendah
  • Mesin: 2 x 850 shp
  • pesawat N-250 pada awalnya dirancang hanya untuk mengangkut 50-54 penumpang. Melihat potensi pasar, pesawat ini kemudian diperbesar hingga mampu mengangkut 60-70 penumpang, dan diberi nama N-250-100.
  • Pesawat N-250 buatan IPTN boleh dikatakan merupakan pesawat komuter pesawat jarak pendek tercanggih di kelasnya. Pesawat yang mampu terbang dengan kecepatan hight subsonic speed (300-330 knot) ini merupakan pesawat komuter pertama di dunia yang memakai sistem fly-by-wire.
  • Prototipe pertama N-250 ini kelak dipakai sebagai laboratorium terbang untuk teknologi fly-by-wire. Teknologi pesawat itu akan dimanfaatkan industri pesawat terbang lainnya, yang ingin mempelajari pemakaian teknologi fly-by wire. IPTN akan membuat tiga prototipe N-250 lainnya. Prototipe ke-2 dan ke-3 akan dipakai untuk demonstrasi komersial. Prototipe ke-4 akan dipergunakan bagi kemungkinan pemakaian N-250 untuk pengangkutan personel militer sebanyak dua pleton.
  • Lalu dilanjutkan ke tipe yang lebih kecil dan akan dilakukan roll out tahun 2015 pesawat bauatn PT DI N 219 kapasitas 19 penumpang. N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo.
  • Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo. N 219 sangat cocok di terbangkan mendarat untuk bandara bandara terpencil di Papua dengan landasan pendek 600 meter dengan landasan yang tidak beraspal sekalipun. N219 akan menjawab tantangan isolasi transport di kota kabupaten dataran pegunungan di papua , dan menyelesaikan sebagian kerumitan logistic orang, barang dan ternak rakyat.

Sebelum memasuki serial production, PT DI terlebih dahulu akan membuat dua unit untuk uji terbang serta satu unit purwarupa untuk tes statis pada tahun 2012. Program pembuatan purwarupa sendiri direncanakan memakan waktu selama dua tahun dengan pengalokasian dana yang dibutuhkan sebesar Rp300 miliar.

N-219 akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin pada bulan Maret 2010. Pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada pemesan pertamanya untuk diterbangkan sekitar 2014-2015. N-219 ini merupakan pengembangan dari NC-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI dibawah lisensi CASA.

Siapa sangka sejak mulai 2001, karena derugulasi iklim berbisnis penerbangan niaga dilonggarkan oleh pemerintah maka sejak tahun 2001 sampai dengan sekarang dan 20 tahun ke depannya, traffic pertumbuhan penumpang yang memakai jasa transport udara meningkat pesat, tiap tahun naik 15 pct, tahun 2015 diharapakn angka penumpang pesawat niaga di Indonesia sudah bisa menembus angka 100 juta.

Keagresifan maskapai swasta nasional dalam belanja pesawat komersil juga mencatat Indonesia sebagai salah satu pembeli armada pesawat komersial yang besar di dunia, contoh saja Lion air membeli 200 an Boeing 737 /900 series dan puluhan Airbus AB 320 dari konsorisum Eropa belum lagi Garuda Indonesia melakukan hal yang sama, membeli 175-an Boeing NG, dan juga puluhan airbus di narrow dan wide body belanja dua maskapai Indonesia tersebut malah sempat menyedot persediaan USD dollar di dalam negeri setahun yang lalu.

Russia pun mulai menikmati penjualannya lewat jet komersial mereka Sukhoi Super jet 100 yang dipakai masakpai Sky Aviation, sejauh ini cukup reliable, bukan tidak mungkin Sukhoi SJ100 akan semakin diminati di masa mendatang. Ada pemain dari asia, Xian aircraft Industri dari Tiongkok dengan pesawat turboprop MA-60, namun sepertinya market Indonesia kurang accepted dengan MA 60 ini.

Bukan main pasar domestic bisnis penerbangan Niaga di Indonesia, seakan magnetic kuat yang menyedot pabrikan pesawat manca Negara sebut saja yang sudah lama bermain : Boeing dan Airbus, masih ada pendatang baru Embraer, Sukhoi, ada juga dari pabrikan Canada dengan Bombardier CRJ 1000 mulai masuk pasar Indonesia via Garuda Indonesia,ada yang lain ATR, Grand Caravan, Twin Otte, dan lainnya.

Langkah pembelian pesawat ternyata tidak hanya terjadi di klas Wide body dan narrow body-full engine, untuk pesawat jenis turbopropeller narrow body dan small aircraft juga marak, seperti penjualan pesawat turboprop dari pabrikan ATR, penjualan pesawat turboprop dari pabrikan Perancis Spanyol ini semakain marak diminati oleh maskapai Wings air dan Garuda Indonesia, sedang maskapai yang melayani remote area di  wilayah Papua, maskapai Susi Air berjaya dengan armada small aircraft Grand Caravan seater 8, 12, buatan USA.

Itu semua adalah kesusesan sekaligus senyum getir sebenarnya buat industry dirgantara di Indonesia, karena sejak tahun 1975 dengan didikannya pabrik pesawat IPNT (PT. Nurtanio) kala itu, bila industri pesawat kita tetap berlangsung sampai dengan saat ini maka kita akan bisa membuat sendiri beberapa model pesawat seperti Klas ATR sampai dengan klas small aircraft dengan ribuan juta us dollar akan tetap mengalir ke bumi pertiwi kita sebagai bagian dari pembelian pesawat dari industry dalam negeri.

Sekedar illustrasi saja, kala Lion air membeli pesawat ratusan dari USA Boeing 3 thn yg lalu, maka pesanan 179 Lion B 737/900 ternyata telah member pekerjaan baru kepada 100.000 warga Negara USA dalam pemesanan pesawat-2 baru tersebut, juga pesanan puluhan Airbus 320 baru Lion air di Perancis juga memberikan lapangan kerja untuk 5000 staff baru dengan masa kontrak kerja 10 tahun, bukan main, sementara PT DI beberapa tahun yang lalu malah memecat ribuan karyawannya, sebuah ironi dimana sebenarnya kita bangsa yang mampu membuat industri pesawat terbang sendiri.

Namun angin segar mulai nampak pada industry pesawat terbang kita, pemmerintah mulai mau memberikan dana suntikan 400 milyar untuk meneruskan proyek pembuatan pesawat N219 Walau angka uang dana suntikan 400 milyar untuk membangun industri pesawat sebenarnya masih kalah jauh dengan dana bantuan pembuatan kapal selam 2T, namun yang patut disyukuri adalah political will dari pemerintah sekarang masih mau menghidupkan idustri dirgantara kita.

Namun saya masih resah dengan akan bergantinya pemerintah pada bulan oktober 2014 ini, apakah masa depan N219 masih dilanjutkan? Sebuah quo vadis yang masih dijawab, karena Indonesia sampai saat ini belum mempunya cetak biru yang sustainable dalam rangka pembangunan industri manufaktur pesawat terbang, sifatnya semua yang berkaitan dengan industri pesawat terbang di Indonesia hanyalah responsive dan ad hoc semata, sungguh ironis.

Kalau melihat pasar jual pesawat turboprop samapai dengan jenis small aircraft di Indonesia, pangsa pasarnya sungguh masih amat luas. Kita punya 237 bandara dan 181 bandaranya yang masih aktif sampai saat ini, mayoritas runway-nya pendek dibawah 1000 meter, di sinilah sesungguhnya pangsa pasar jenis N219. Belum lagi bila kita juga membuat pesawat small aircraft seater 6, 8, 12 maka ada total ratusan bandara di kabupaten kabupaten yang bisa kita layani dengan pesawat bikinan dalam negeri.

Bukti sudah menunjukkan produksi IPTN dulu dengan CN-212 seater 12 sudah mendapatkan sertifikasi dari FAA, jadi industri kita memang mampu membuatnya. Taruhlah kita tidak usah dulu membuat seater 50 ke atas, kita buat yang N219 dan pesawat latih, juga sebuah ide yang bagus sara rasa. Banyaknya sekolah sekolah pilot tumbuh di Indonesia, maka sebenarnya peluang bagi PT. DI membuat pesawat latif sepeti jenis Pilatus, Italia, G120tp Grob Jerman dan Emb Super Tucano Brasil, adalah sebuah peluang bagi PT. DI untuk menggantikan posisi dari produksinya bagi kepentingan industri di sekolah pilot, keperluan pesawat latih TNI, kapal patrol pantai, kapal patrolbea cukai, pesawat patroli Kepolisian serta pesawat penyemprot hama di kebun kelapa sawit yang berkembang pesat di tanah air.

Bukan main kan peluang pasar untuk pesawat yang small aircraft dan pesawat latih, kenapa pasar domestic ada di depan mata, sebuah captive market sebenarnya namun kita masih saja belanja pesawat walaupun untuk jenis small aircraft dan pesawat latih? Hal ini harus mulai kita hentikan, lanjutkan industri pembuatan pesawat dalam negeri, kekuatan dirgantara kita sungguh besar.

Beberapa negara Asia mulai membuat industri pesawatnya sendiri walau versi pesawat tempur, India dengan pesawat tempur Brahma, Sukhoi versi India, Korea selatan dengan pesawat tempur jenis T41 yang dibeli TNI AU. Saatnya giliran kita harus jago dan memulai membuat pesawat turbopropeller dan small aircfrat.

Beberapa maskapai dalam negeri sudah berkomitmen untuk memesan ratusan pesawat N -219 adalah namskapai LCC, NAM Air, maskapai LCC dari Sriwjaya air, demikian juga Wings Air. LCC Lion air juga telah memesan N 219 untuk pengembangan rute-rute mereka ke kota kota kabupaten di remote area. Dengan harga yang relatif lebih murah di kelasnya seperti produksi Dornier Jerman, dan De Havilland Canada. 

Saya optimis N 219 mempunya pasar yang kuat untuk diserap di industri maskapai lokal sendiri. Saatnya kini kita jaga obor semangat dirgantara Indonesia akan tetap tumbuh di masa mendatang. Apalagi pasar Asean semakin terbuka dengan adanya era Masyarakat Ekonomi Asean Desember 2015, pasar pesawat-pesawat kecil produksi Indonesia sangat prospektiv dijual ke Filipina, Thailand, Kamboja ,Vietnam, dan Myanmar yang mempunyai banyak kota pariwisata di negara mereka – dimana pesawat turbo prop Indonesia bisa menjangkau masuk ke kota-kota yang kecil baik di Indonesia maupun ke beberapa Negara ASEAN tersebut.

Semoga terwujud industri dirgantara yang handal di RI yang sudah didepan mata kita.

 

Arista Atmadjati, SE. MM 

Dosen dan Wadir Akpar Buana Wisata Yogyakarta Jl. Magelang Km. 8 Yogyakarta | Pakar Bisnis Penerbangan dan Pariwisata


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Begini Efek Letusan Merapi dan Bencana Lain yang Sebabkan Peradaban Mataram Kuno Hancur

Bernas.id - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada abad ke telah meluluhlantakkan peradaban Mataram Kuno, yang dikenal juga dengan Kerajaan Medang. Letusan tersebut, ditambah bencana lain, sangat berpengaruh pada situasi geopolitik saat itu ...

DIY

BPPTKG: Dominasi Erupsi Magma Merapi Pada 21 Mei

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut material letusan Merapi pada 21 Mei 2018 adalah letusan yang paling didominasi komponen magmatik. Ini jika dibanding material letusan pada 11 Mei ...

Kesehatan

Pegagan, Ginko Bilobanya Indonesia, Efektif Kurangi Penyumbatan Pembuluh Darah

Bernas.id - Pegagan, salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, ternyata memiliki manfaat penting untuk kesehatan. Ini diketahui berdasarkan penelitian farmasi dan kedokteran terkini. Hal tersebut disampaikan Dr. Agatha Budi ...

DIY

Sultan: Pemda Selalu Fasilitasi Pengungsi Merapi

Bernas.id -Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api tersebut. "Warga yang turun tentu akan difasi ...

DIY

Polemik Bentor, Ini Solusi Dari Wakil Ketua DPRD DIY

Bernas.id - Pelarangan terhadap keberadaan becak motor (bentor) untuk mangkal di Malioboro mulai disosialisasikan sejak 8 Februari 2018. Namun faktanya hingga saat ini masih ada saja bentor di kawasan Malioboro. Surat Edaran Gubernur DIY ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tetap Laksanakan Kegiatan

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meminta seluruh sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta untuk tetap melaksanakan kegiatan usai penilaian akhir tahun berakhir. "Kami suda ...

DIY

Forum TSLP DIY Dilantik, BPD DIY Beri Bantuan 7 Miliar

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2018-2020 di kompleks kantor Gubernur DIY, Kamis (24/5/2018). Sultan men ...

DIY

Dampak Letusan Merapi Kamis Pagi Sebabkan Hujan Abu dan Pasir di Wilayah Ini

Bernas.id - Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 08.58 WIB terkait erupsi Merapi, Kamis 24 Mei 2018. Diinformasik ...

DIY

Merapi Erupsi Lagi Pada Kamis Pagi

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan tinggi k ...

DIY

Residivis Kambuhan Tipu Teman Sendiri Untuk Modal Judi

Bernas.id--Seorang residivis kambuhan melakukan aksi pengelapan dan penipuan terhadap temannya sendiri. Sepeda motor milik temannya dipinjam lalu digadaikan untuk modal main judi online. Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto meng ...

DIY

BPPTKG: Belum Ada Erupsi Magmatik Merapi

Bernas.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi erupsi magmatik dari rangkaian erupsi Gunung Merapi beberapa hati ini. "Letusan ma ...

DIY

BPBD DIY Kirim Bantuan Tambahan ke Posko Pakem

Bernas.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menambah bantuan berupa sembako dan family kit untuk posko pengungsian utama di Pakem, Sleman. Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila war ...

DIY

Balai Taman Nasional Tutup Lima Objek Wisata Sekitar Gunung Merapi

Bernas.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mengeluarkan surat edaran resminya yang dikeluarkan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 terkait penutupan penutupan sejumlah obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung M ...

DIY

Erupsi Rabu Pagi, BPPTKG Sebut Ada Aktvitas Gempa Vulkanik dan Tremor di dalam Merapi

Bernas.id – Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 10.22 WIB pada hari Rabu, 23 Mei 2018. Dalam rilis tersebu ...

DIY

Puluhan Warga Masih Mengungsi Pasca Erupsi Freatik Dini Hari

Bernas.id--Merapi kembali mengalami erupsi freatik,  yang terjadi Rabu pukul 03.31 WIB (23/5/2018). Ini mengakibatkan sebagian warga lereng Merapi berinisiatif mengungsi. Sekitar 55 warga terdiri dari usia rentan kini masih menempati t ...

Pendidikan

Prof Noorhaidi Beberkan Doktrin Sentral Kaum Jihadis di UNU Yogyakarta

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar ilmiah “Menyorot Teror Lanjutan Pasca Bom Surabaya”. Prof Noorhaidi Hasan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga turut diund ...

Budaya

Kepompong Besi, Hasil Pencarian Jati Diri Pelukis Afganishtan Amin Taasha

Bernas.id - Iron Cocoon, atau Kepompong Besi, itulah judul pameran seni lukis yang digelar oleh Amin Taasha, seorang mahasiswa ISI Jogja yang berasal dari Afganishtan. Pameran yang diadakan di Gallery Fadjar Sidik ISI Jogja ini tergolong un ...

DIY

Status Merapi Naik, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat di daerah setempat tetap tenang meski status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada. "Tapi kan (aktivitas) lavanya te ...

DIY

Status Waspada Merapi Bisa Meningkat Karena Parameter Ini

Bernas.id- Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi menjadi Waspada sejak semalam karena meningkatnya aktivitas kegempaan dalam Gunung Merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi B ...

DIY

Erupsi Merapi Dini Hari Tadi Masih Dikategorikan Freatik

Bernas.id - Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan keputusan menaikkan status Gunung Merapi dari Normal menjadi Waspada muncul usai ada erupsi freatik pada Senin sore yang diikuti oleh gempa vulkano-tektonik dan gempa tremor. Ia memastikan, ...

DIY

Naik ke Status Waspada, Merapi Erupsi Selasa Dini Hari

Bernas.id - Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama usai statusnya naik dari Normal menjadi Waspada. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB, Selasa dini hari, 22 Mei 2018.  Erupsi itu berlangsung 3 menit dengan amplitudo mak ...

Pariwisata

Bangun Pariwisata DIY Perlu Kerjasama Stakeholder

Bernas.id--Pembangunan bidang pariwisata di DIY tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu ada kerjasama yang sinergis semua stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar bidang pariwisata benar-benar mampu menjadi penopan ...

Ekonomi

Buka Puasa Bersama, Forum Perbankan BMPD Jalin Keakraban dengan Para Wartawan

Bernas.id - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan jalinan silahturahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa dalam acara buka bersama. Selain itu, juga dilakukan pengenalan kiprah BM ...

Pendidikan

Joki Ujian Masuk PTN Jogja Tertangkap Basah

Bernas.id--Polsek Bulaksumur, Depok, Sleman berhasil menangkap joki ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Pascasarjana di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY. Pelaku tertangkap basah karena identitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Ka ...

Ekonomi

Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran, Instansi Pemerintah DIY Jaga Stabilitas Stok Pangan

Bernas.id - Perum BULOG menyelenggarakan pasar murah dalam rangka HUT BULOG ke-51. Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian dari BUMN yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan khususnya Kecamatan Gondokusuman, Kotabaru, Perum Bulog Dr ...

Pendidikan

Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti dalam Dies Natalis UNY menyebut bahwa perubahan di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berbagai hal yang s ...

DIY

Kemenkominfo Sudah Blokir 3.000 Akun Provokatif

Bernas.id--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menggodok regulasi untuk menindak perusahaan media sosial yang melakukan pembiaran terhadap penyebaran hoaks. Langkah ini sejalan dengan upaya menangkal radikalism ...

Ekonomi

BULOG DIY Pastikan Stok Beras Sangat Cukup dan Aman untuk Bulan Puasa dan Lebaran

Bernas.id- Dalam rangkaian HUT Perum BULOG ke-51, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diselenggarakan pasar murah di 5 kabupaten/kota sebanyak 1000 paket sembako murah, Kotabaru, Perum Bu ...

Ekonomi

Ramadan, Tempat Ibadah Gratis Sambung Listrik

Bernas.id--Menyambut bulan Ramadan, PLN memberikan Promo Gemerlap Lebaran 2018, berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) tambah daya listrik sebesar 50% dengan maksimum potongan Rp10 juta. Bahkan khusus tempat ibadah, potongan yang diberikan s ...

DIY

Gunung Merapi Alami Erupsi Lagi

Bernas.id -Gunung Merapi mengalami erupsi freatik lagi pada Senin (21/5/2018) dini hari. Erupsi freatik tersebut lebih kecil dibanding erupsi freatik yang terjadi pada Jumat (11/5/2018). Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliuran ...

DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

2500 Pemilih Pemula Jogja Belum Punya E KTP

Bernas.id- Saat ini ada 1,7% warga Kota Jogja yang belum melakukan perekaman E KTP. Separuh dari persentase itu merupakan pemula yang harus "dijemput bola" proses perekamannya demi mempersiapkan Pemilu. Kepala Dinas Kependuduka ...

Pendidikan

Penulis Diaz Radityo, Kita Tidak Mungkin Menulis Tanpa Membaca

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

Kemenag DIY Dorong Disahkannya Perda ini Untuk Tangkal Terorisme

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mendorong Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga segera disahkan. Ini penting guna mencegah penanaman paham radikalisme di lingkungan keluarga. "Kami bersyukur dalam wa ...

DIY

Quick Truck Hadir untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Efisien

Bernas.id - Sering terkendala dengan alat angkut sawit atau hasil panen pertanian? Solusi terkini disediakan oleh CV Karya Hidup Sentosa. Perusahaan nasional yang berkantor pusat di Yogyakarta ini memroduksi alat transportasi panen sawit be ...

Budaya

Rengkuh Kembali Masa Era Kolonial Belanda dari Papan Iklan Enamel,s di Bentara Budaya Yogyakarta

Bernas.id - Bentara Budaya mengadakan Enamel’s Exhibition Indie, sebuah pameran yang mengangkat ragam iklan era zaman Kolonial Belanda. Papan-papan iklan era Kolonial Belanda memiliki ciri-ciri dan corak yang khas, khususnya penggunaa ...

DIY

Bagaimana Kondisi Stok Darah PMI DIY Selama Ramadan?

Bernas.id -- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin stok darah di lima kabupaten/kotandi DIY selama Bulan Ramadan tahun ini aman. "Penurunan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa, minggu k ...

Budaya

Hidangan Kuliner Berbuka Khas Ramadhan dari 8 Negara

Bernas.id - Setiap negara pasti punya hidangan kuliner khas Ramadhan yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Makanan tersebut sudah ada sejak lama sehingga menjadi menu wajib untuk berbuka.  Simak makanan khas buka puasa dari berb ...

DIY

KPU Kota Jogja Pastikan Seluruh Data Pemilih Terverifikasi

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memastikan seluruh data pemilih yang masuk dalam daftar pencocokan dan penelitian sudah menjalani proses verifikasi di lapangan oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih "Seluruh data ...

DIY

Pasokan Listrik DIY Surplus Selama Ramadan

Bernas.id - PLN Area Yogyakarta memastikan saat ini pasokan listrik DIY masih terhitung suplus. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama bulan Ramadan. Terlebih PLN juga menyiagakan penjaga keanda ...

Pendidikan

Calon Siswa SD Jogja Peroleh Keuntungan Usia

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Jogja akan memberikan keuntungan dari aspek usia kepada calon siswa SD yang penduduk setempat ketika pendaftaran peserta didik baru dibandingkan dengan calon siswa dari luar kota itu. "Prioritas pen ...