Kemapanan Bandara-Bandara Kita Menunjang Kejayaan Dirgantara Indonesia


21 Oktober 2016

Ilustrasi (Sumber foto: bloglet[dot]com)

HarianBernas.com - Percepatan dan perkembangan penumpang transportasi udara sejak tahun 2001 dengan lahirnya banyak maskapai LCC nampaknya diluar dugaan pemerintah, regulator itu sendiri. Contoh saja bandara ibu kota Negara kita Sukarno Hatta International Airport (Soetta) yang diresmikan tahun 1986 didesain menampung penumpang 30 juta per tahun. Namum tahun-tahun terakhir sudah melayani penumpang di Soetta 62 juta/per tahun, 3 kali lipat dari keadaan normal.

Antisipasi pemerintah nampak gagap sekali, awal tahun 2014 baru dilakukan perluasan terminal 3, run way hanya 2 runway saja, letak bandara yang dikepung kampung pemukiman penduduk membuat otoritas bandara tidak berkutik menambah run way ke 3, dan akhirnya diambil keputusan membuat bandara alternatif di Karawang, namun bandara yang akan datang di Karawang paling cepat akan bisa beroperasi tahun 2018.

Kita semua tahu sebaran penumpang ke penjuru tanah air, bermula dari stasiun keberangkatan Sukarno Hatta. Artinya semua penumpang udara di Indonesia yang semakain lama merogoh kocek semakin dalam karena berbagai kenaikan airport tax, sangat muskil mendapat pelayanan yang layak selama di bandara Sukarno Hatta, mengingat kedaan akan berubah 4 tahun ke depan. 

Menunggu bandara Karawang jadi dan dioperasikan, sebuah keadaan darurat hak pelayanan penumpang maskapai yang masyarakat pengguna maskapai tidak bisa berbuat banyak. Belum lagi akses ke bandara yang buruk mengingat kemacetan di dalam kota semakin menggila, untung sebentar lagi ada harapan kereta bandara ke Soetta walau kurang ideal, mengingat stasiun-stasiun yang disinggahi masih stasiun tertentu .

Daya tampung Bandara Soetta Cengkareng yang idealnya hanya mampu menampung 30 juta penumpang per tahun, saat ini harus menampung pergerakan penumpang 62 juta per tahun. Maka tidak heran bandara kebanggan RI Sukarno hatta menjadi super padat baik dari sisi penumpang maupun traffic pergerakan frekuensi pesawatnya. Tak heran di Soekarno Hatta traffic pesawat menjadi traffic grid locked, macet total padat dan tidak ada tambahan slot sama sekali.

Kita harus bersabar dengan rencana pemerintah akan membangun bandara alternatif sebagai pendamping bandara Soetta yakni pembangunan bandara Kertajati di Karawang yang sudah direncanakan era Presiden SBY akan jadi terealisir pada tahun 2018. Masih ada lagi akan dibangun bandara Aerospacepark, bandara terintegrasi di Majalengka sebagai bandara Hussein sastranegara yang terintegrasi ada lapangan terbang, sekolah pilot, perumahan dan rumah sakit pegawai udara serta sekolahan untuk anak-anak pilotnya, meniru konsep di bandara Qatar, one stop shopping airport era modern terkini.

Seolah tidak mau kalah dengan presiden pendahulunya, Presiden kita saat ini Jokowi dalam running text di sebuah televisi terkenal awal minggu Maret 2015 setelah kunjungan di Sabang Aceh, mencanangkan beberapa terobosan untuk mengembangkan gairan bisnis penerbangan di Indonesia dengan segera membangun: 13 jalur rel kereta api yang terkoneksi ke bandara. 

Bisa jadi setelah sukses Kuala Namu disusul ,bandara Soetta yang terkoneksi jalur kerata api, maka jalur rel kereta api bisa dipertimbangkan untuk bandara-bandara sebagai berikut: Juanda (Sidoarjo), Yogyakarta (Kulon Progo), Padang, Palembang, Semarang, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Bandung, dan Pekanbaru, adalah beberapa bandara yang mempunyai kepadatan penumpang memadai dan jarak kota ke bandara lumayan cukup jauh. Kenyamanan penumpang udara yang sudah membayar tiket pesawat mahal memang patut diganjar dengan fasilitas yang memadai dan manusiawi, serta menciptakan moda transportasi yang bersinergi, darat, dan udara.

Dengan banyaknya pesawat jenis turbo propeller ATRnya juga Wings Air, Garuda, Tri Nusa, Sky Aviation, maka akan terhubung kota-kota ke Pinangsori, Gunung Sitoli, Lhokshumauwe, belum lagi rute ruteke Medan–Padang, Batam, Banda Aceh, Pekanbaru, Palembang, Tanjung Karang, Bengkulu, Saumlaki, Langgur Pulau Kei, Meulaboh di Aceh, serta kota tetangga Johor Bahru, Singapore adalah contoh beberapa kota yang mulai dibuka kembali dari Medan.

Saya rasa beberapa bandara di kota kota besar di Indonesia seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, bahkan Surabaya, Bali, Balikpapan, Makassar, Manado dalam waktu dekat akan mengalami kepadatan penumpang dan frekuensi yang semakin mendera. Mengingat saat ini beberapa maskapai mengembangkan networking ke kota kota kecil kabupaten sebagai bagian dari percepatan ekonomi daerah–otonomi daerah yang terus digenjot utamanya di sektor perhubungan udara.

Di jawa saja beberapa rute untuk kapasitas pesawat kecil Cessna, Atr mulai merambah kota kota Halim Jakarta timur ke Pangandara, Semarang Cilacap oleh Susi Air, Surabaya –Banywungi, disediakan penerbangan Wing's air dan Garuda Indonesia. Belum lagi di bandara Balikpapan dan Makassar, banyak sekali saat ini dibuka rute-rute misalnya Makassar ke Luwuk, Kolaka, Mamuju, atau dari Balikpapan ke Berau, tarakan yang tentu lambat laun akan meningkatkan traffik frekuensi maskapai di beberapa bandara favorit. 

Bila hal ini tidak cepat di antisipasi oleh pemerintah dan otoritas bandara akan banyak merugikan akselerasi pertumbuhan bisnis di daerah serta maskapai juga akan sulit mengembangkan ekspansi bisnisnya di market lokal. Memang karakter bisnis penerbangan di Indonesia sedikit unik, dilain hal, secara makro bisnis penerbangan niaga masih dihantui kurs dollar yang lumayan diatas assumsi pebisnis penerbangan. Namun di lain hal, masyarakat Indonesia sudah lebih 10 tahun sudah menikmati mudahnya serta efisiennya melakukan perjalanan bisnis dengan memakai moda transportasi udara, utamanya setelah lahirnya beberapa maskapai berkonsep LCC, sehingga tarifnya bisa berkompetsisi dengan tiket Kereta api dan kapal Pelni.

Namun di sisi lain, nampaknya pihak pemerintah regulator otoritas penerbangan di Indonesia sangat telat mengantisipasi pertumbuhan bisnis penerbangan niaga di Indonesia. Dengan kekuatan kekayaan 233 bandara di Indonesia, armada pesawat komersial yang menerbangi udara Indonesia ada 500 kabupaten, 16 maskapai niaga berjadwal dan 240 juta potensi penumpang transport udara. Sungguh potensi ekonomi udara RI luar biasa besarnya.

Kalau kita kembali ke kesiapan otoritas bandara di ibukota, sangatlah miris keadaannya. Di tengah dinaikkannya airport tax di 5 kota bandara RI beberapa bulan yang lalu, sungguh miris melihat pembangunan bandara di Kulonprogo yang relatif telat 2 tahun molor. Di ibukota bandara Sukarno Haatta baru terminal 3 Ultimate yang dibenahi namun sebenarnya yang sangat diperlukan adalah run way ke 3, mengingat dengan pergerakan 72x per jam saat ini, sudah di luar kapasitas dimana 2 run way sebenarnya hanya di design untuk 30 x pergerakan pesawat 1 jam nya. Sebagai Sriwijaya Air Ingin IPO?

Garuda Indonesia juga dirugikan karena sebagai anggota aliansi global Skyteam yang dituntut memberikan service level kelas dunia namun kenyataannya terbalik. Salah gate di T3U masih sering terjadi hingga saat ini. Begitu juga kondisi bandara di Adi Sucipto Yogyakarta sebagai kota destinasi wisata, bila pasawat mendapatkan parking stand paling timur ujung di Yogyakarta maka akan sangat menyiksa penumpang bila hendak turun menuju arrival hall di terik panas matahari atau kehujanan bila hujan karena ketiadaan aero bridge dan atau tidak tersedia bus yang mengantar penumpang dari passenger stair dari parking stand ke arrival hall yang berjarak kira kira 150 meter.

Bisa Anda bayangkan bila opa-opa dan oma-oma mau berlibur ke Yogyakarta sudah dihadapkan hal yang menjengkelkan saat kali pertama di landasan Adi Sucipto karena berjalan terik atau kehujanan (yang tersedia hanya payung). Penderitaan penumpang pesawat di Bandara Adi Sucipto nampaknya akan terus berlanjut sampai dengan tahun 2020, dimana Bandara pengganti Kulon Progo akan rampung dan bisa dioperasikan.

Segera benahi bandara-bandara kita

Berikut kami ilustrasikan mantan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam sebuah seminar menyatakan sebagai berikut: “Indonesia sebagai negara kepulauan dengan populasi penduduk kurang lebih 270 juta saat ini memiliki 233 bandara komersial. 25 bandara dari 233 bandara komersial tersebut dikelola oleh Angkasa Pura I (Persero) dan Angkasa Pura II(Persero). 80% penumpang di Indonesia melewati 25 bandara tersebut. Wajar jika bandara menjadi infrastruktur yang vital bagi sistem transportasi dan perekonomian nasional.”

Namun apa kenyatannya kondisi saat ini bila anda landing di Sukarno Hatta Airport dan pesawat Anda mendapatkan parking di remote area, naik bus lalu ke arrival, dan tempat bagasi. Konyolnya bandara ini Soetta mengklaim dirinya sebagai bandara yang menuju level servis kelas dunia. Bila keluar mencari taksi favorit karena di ibukota hanya 1 atau 2 taksi yang dipercaya masyarakat, terjadilah antrian taksi sudah menunggu puluhan penumpang lainnya. 

Hawa sangat gerah karena kita harus menunggu di luar area. Bukan main hak-hak penumpang dan maskapai begitu mudah diabaikan utamanya dalam mendapat kenyamanan saat di bandara sementara otoritas bandara menaikkan airport tax tanpa sungkan sungkan walau dengan dalih menaikkkan level service ke penumpang. 

Per 1 Oktober airport tax untuk T3U naik menjadi rp.130.000 dari semula rp.60.000, bukan main kenaikkan airport t3u yang mendadak. Nampaknya memberatkan konsumen penerbangan tentunya. Demikian juga dengan penderitaan maskapai, utamanya di Bandara Soetta karena lambatnya antispasi perluasan dan tambahan run way ke 3, tak pelan tiap hari sampai dengan saat ini terjadi delays untuk take off, landing dan itu biaya terbuang untuk fuel burn, rata-rata dihitung biaya fuel burnt karena delay 10 juta rupiah per pesawat per delays.

Belum lagi informasi simpang siur dan mendadak dari airport otority saat pesawat mau landing, sering tiba-tiba terjadi perubahan aircraft akan parkir di garbarata dirubah mendapat parking stand di remote area. Ini sangat merugikan maskapai dan penumpang, karena akibatnya terjadi penurunan level service serta bisa juga kompalin dari penumpang maskapai karena seringnya terjadi perubahan parking stand di remote yang tidak menyenangkan penumpang apalagi penumpang tua dan ibu-ibu dengan bayinya, bikin repot.

Dalam keadaan fasilitas bandara yang basik saja masih banyak kekurangan, akankah dunia aviasi Indonesia akan siap bertarung dan berbenah menghadapi Asean Open sky dengan maskapai Negara tetangganya? Bila hal mendasar di bandara bandara kita saja masih banyak kekurangan. Belum lagi masalah binatang peliharaan penduduk lokal kadang masuk menerobos ke runway –di Indonesia timur hal tersebut adalah biasa yang sangat membahayakan keselamatan penerbangan mengingat rata-rata bandara di pelosok pagar pembatasnya seadanya atau boleh dibilang –bandara tiada berpagar. 

Maka tidak heran ICAO (International Civil Aviation Organization) organinasi dunia yang berwenang mengontrol keselamatan penerbangan dunia, menilai keselematan penerbangan niaga di Indonesia dinilai belum layak berdasar level kelas dunia .Bandara adalah wajah muka kita paling depan, bila maskapai-maskapai luar negeri (ASEAN) tahun 2015 memasuki wilayah kita dan membawa wisman Negara, alangkah malunya kita, gembar-gembor destinasi wisata kita adalah tujuan unggulan dunia, namun begitu landing di bandara kita, harus kehujanan di apron, naik turun bus dari remote area saat landing jam 22 malam, eskalator berjalan yang sangat pendek di terminal 3 Ultimate, anteran taksi yang panas dan yang antri berjibun, semua itu adalah pekerjaan rumah kita yang mendasar tapi sangat lambat penyelesainnya. Semoga kita cepat berbenah.

Oleh: Arista Atmadjati,SE.MM

Wadir Akpar Buana Wisata Yogyakarta


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Begini Efek Letusan Merapi dan Bencana Lain yang Sebabkan Peradaban Mataram Kuno Hancur

Bernas.id - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada abad ke telah meluluhlantakkan peradaban Mataram Kuno, yang dikenal juga dengan Kerajaan Medang. Letusan tersebut, ditambah bencana lain, sangat berpengaruh pada situasi geopolitik saat itu ...

DIY

BPPTKG: Dominasi Erupsi Magma Merapi Pada 21 Mei

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut material letusan Merapi pada 21 Mei 2018 adalah letusan yang paling didominasi komponen magmatik. Ini jika dibanding material letusan pada 11 Mei ...

Kesehatan

Pegagan, Ginko Bilobanya Indonesia, Efektif Kurangi Penyumbatan Pembuluh Darah

Bernas.id - Pegagan, salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, ternyata memiliki manfaat penting untuk kesehatan. Ini diketahui berdasarkan penelitian farmasi dan kedokteran terkini. Hal tersebut disampaikan Dr. Agatha Budi ...

DIY

Sultan: Pemda Selalu Fasilitasi Pengungsi Merapi

Bernas.id -Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api tersebut. "Warga yang turun tentu akan difasi ...

DIY

Polemik Bentor, Ini Solusi Dari Wakil Ketua DPRD DIY

Bernas.id - Pelarangan terhadap keberadaan becak motor (bentor) untuk mangkal di Malioboro mulai disosialisasikan sejak 8 Februari 2018. Namun faktanya hingga saat ini masih ada saja bentor di kawasan Malioboro. Surat Edaran Gubernur DIY ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tetap Laksanakan Kegiatan

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meminta seluruh sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta untuk tetap melaksanakan kegiatan usai penilaian akhir tahun berakhir. "Kami suda ...

DIY

Forum TSLP DIY Dilantik, BPD DIY Beri Bantuan 7 Miliar

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2018-2020 di kompleks kantor Gubernur DIY, Kamis (24/5/2018). Sultan men ...

DIY

Dampak Letusan Merapi Kamis Pagi Sebabkan Hujan Abu dan Pasir di Wilayah Ini

Bernas.id - Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 08.58 WIB terkait erupsi Merapi, Kamis 24 Mei 2018. Diinformasik ...

DIY

Merapi Erupsi Lagi Pada Kamis Pagi

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan tinggi k ...

DIY

Residivis Kambuhan Tipu Teman Sendiri Untuk Modal Judi

Bernas.id--Seorang residivis kambuhan melakukan aksi pengelapan dan penipuan terhadap temannya sendiri. Sepeda motor milik temannya dipinjam lalu digadaikan untuk modal main judi online. Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto meng ...

DIY

BPPTKG: Belum Ada Erupsi Magmatik Merapi

Bernas.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi erupsi magmatik dari rangkaian erupsi Gunung Merapi beberapa hati ini. "Letusan ma ...

DIY

BPBD DIY Kirim Bantuan Tambahan ke Posko Pakem

Bernas.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menambah bantuan berupa sembako dan family kit untuk posko pengungsian utama di Pakem, Sleman. Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila war ...

DIY

Balai Taman Nasional Tutup Lima Objek Wisata Sekitar Gunung Merapi

Bernas.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mengeluarkan surat edaran resminya yang dikeluarkan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 terkait penutupan penutupan sejumlah obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung M ...

DIY

Erupsi Rabu Pagi, BPPTKG Sebut Ada Aktvitas Gempa Vulkanik dan Tremor di dalam Merapi

Bernas.id – Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 10.22 WIB pada hari Rabu, 23 Mei 2018. Dalam rilis tersebu ...

DIY

Puluhan Warga Masih Mengungsi Pasca Erupsi Freatik Dini Hari

Bernas.id--Merapi kembali mengalami erupsi freatik,  yang terjadi Rabu pukul 03.31 WIB (23/5/2018). Ini mengakibatkan sebagian warga lereng Merapi berinisiatif mengungsi. Sekitar 55 warga terdiri dari usia rentan kini masih menempati t ...

Pendidikan

Prof Noorhaidi Beberkan Doktrin Sentral Kaum Jihadis di UNU Yogyakarta

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar ilmiah “Menyorot Teror Lanjutan Pasca Bom Surabaya”. Prof Noorhaidi Hasan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga turut diund ...

Budaya

Kepompong Besi, Hasil Pencarian Jati Diri Pelukis Afganishtan Amin Taasha

Bernas.id - Iron Cocoon, atau Kepompong Besi, itulah judul pameran seni lukis yang digelar oleh Amin Taasha, seorang mahasiswa ISI Jogja yang berasal dari Afganishtan. Pameran yang diadakan di Gallery Fadjar Sidik ISI Jogja ini tergolong un ...

DIY

Status Merapi Naik, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat di daerah setempat tetap tenang meski status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada. "Tapi kan (aktivitas) lavanya te ...

DIY

Status Waspada Merapi Bisa Meningkat Karena Parameter Ini

Bernas.id- Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi menjadi Waspada sejak semalam karena meningkatnya aktivitas kegempaan dalam Gunung Merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi B ...

DIY

Erupsi Merapi Dini Hari Tadi Masih Dikategorikan Freatik

Bernas.id - Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan keputusan menaikkan status Gunung Merapi dari Normal menjadi Waspada muncul usai ada erupsi freatik pada Senin sore yang diikuti oleh gempa vulkano-tektonik dan gempa tremor. Ia memastikan, ...

DIY

Naik ke Status Waspada, Merapi Erupsi Selasa Dini Hari

Bernas.id - Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama usai statusnya naik dari Normal menjadi Waspada. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB, Selasa dini hari, 22 Mei 2018.  Erupsi itu berlangsung 3 menit dengan amplitudo mak ...

Pariwisata

Bangun Pariwisata DIY Perlu Kerjasama Stakeholder

Bernas.id--Pembangunan bidang pariwisata di DIY tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu ada kerjasama yang sinergis semua stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar bidang pariwisata benar-benar mampu menjadi penopan ...

Ekonomi

Buka Puasa Bersama, Forum Perbankan BMPD Jalin Keakraban dengan Para Wartawan

Bernas.id - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan jalinan silahturahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa dalam acara buka bersama. Selain itu, juga dilakukan pengenalan kiprah BM ...

Pendidikan

Joki Ujian Masuk PTN Jogja Tertangkap Basah

Bernas.id--Polsek Bulaksumur, Depok, Sleman berhasil menangkap joki ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Pascasarjana di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY. Pelaku tertangkap basah karena identitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Ka ...

Ekonomi

Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran, Instansi Pemerintah DIY Jaga Stabilitas Stok Pangan

Bernas.id - Perum BULOG menyelenggarakan pasar murah dalam rangka HUT BULOG ke-51. Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian dari BUMN yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan khususnya Kecamatan Gondokusuman, Kotabaru, Perum Bulog Dr ...

Pendidikan

Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti dalam Dies Natalis UNY menyebut bahwa perubahan di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berbagai hal yang s ...

DIY

Kemenkominfo Sudah Blokir 3.000 Akun Provokatif

Bernas.id--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menggodok regulasi untuk menindak perusahaan media sosial yang melakukan pembiaran terhadap penyebaran hoaks. Langkah ini sejalan dengan upaya menangkal radikalism ...

Ekonomi

BULOG DIY Pastikan Stok Beras Sangat Cukup dan Aman untuk Bulan Puasa dan Lebaran

Bernas.id- Dalam rangkaian HUT Perum BULOG ke-51, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diselenggarakan pasar murah di 5 kabupaten/kota sebanyak 1000 paket sembako murah, Kotabaru, Perum Bu ...

Ekonomi

Ramadan, Tempat Ibadah Gratis Sambung Listrik

Bernas.id--Menyambut bulan Ramadan, PLN memberikan Promo Gemerlap Lebaran 2018, berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) tambah daya listrik sebesar 50% dengan maksimum potongan Rp10 juta. Bahkan khusus tempat ibadah, potongan yang diberikan s ...

DIY

Gunung Merapi Alami Erupsi Lagi

Bernas.id -Gunung Merapi mengalami erupsi freatik lagi pada Senin (21/5/2018) dini hari. Erupsi freatik tersebut lebih kecil dibanding erupsi freatik yang terjadi pada Jumat (11/5/2018). Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliuran ...

DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

2500 Pemilih Pemula Jogja Belum Punya E KTP

Bernas.id- Saat ini ada 1,7% warga Kota Jogja yang belum melakukan perekaman E KTP. Separuh dari persentase itu merupakan pemula yang harus "dijemput bola" proses perekamannya demi mempersiapkan Pemilu. Kepala Dinas Kependuduka ...

Pendidikan

Penulis Diaz Radityo, Kita Tidak Mungkin Menulis Tanpa Membaca

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

Kemenag DIY Dorong Disahkannya Perda ini Untuk Tangkal Terorisme

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mendorong Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga segera disahkan. Ini penting guna mencegah penanaman paham radikalisme di lingkungan keluarga. "Kami bersyukur dalam wa ...

DIY

Quick Truck Hadir untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Efisien

Bernas.id - Sering terkendala dengan alat angkut sawit atau hasil panen pertanian? Solusi terkini disediakan oleh CV Karya Hidup Sentosa. Perusahaan nasional yang berkantor pusat di Yogyakarta ini memroduksi alat transportasi panen sawit be ...

Budaya

Rengkuh Kembali Masa Era Kolonial Belanda dari Papan Iklan Enamel,s di Bentara Budaya Yogyakarta

Bernas.id - Bentara Budaya mengadakan Enamel’s Exhibition Indie, sebuah pameran yang mengangkat ragam iklan era zaman Kolonial Belanda. Papan-papan iklan era Kolonial Belanda memiliki ciri-ciri dan corak yang khas, khususnya penggunaa ...

DIY

Bagaimana Kondisi Stok Darah PMI DIY Selama Ramadan?

Bernas.id -- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin stok darah di lima kabupaten/kotandi DIY selama Bulan Ramadan tahun ini aman. "Penurunan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa, minggu k ...

Budaya

Hidangan Kuliner Berbuka Khas Ramadhan dari 8 Negara

Bernas.id - Setiap negara pasti punya hidangan kuliner khas Ramadhan yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Makanan tersebut sudah ada sejak lama sehingga menjadi menu wajib untuk berbuka.  Simak makanan khas buka puasa dari berb ...

DIY

KPU Kota Jogja Pastikan Seluruh Data Pemilih Terverifikasi

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memastikan seluruh data pemilih yang masuk dalam daftar pencocokan dan penelitian sudah menjalani proses verifikasi di lapangan oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih "Seluruh data ...

DIY

Pasokan Listrik DIY Surplus Selama Ramadan

Bernas.id - PLN Area Yogyakarta memastikan saat ini pasokan listrik DIY masih terhitung suplus. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama bulan Ramadan. Terlebih PLN juga menyiagakan penjaga keanda ...

Pendidikan

Calon Siswa SD Jogja Peroleh Keuntungan Usia

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Jogja akan memberikan keuntungan dari aspek usia kepada calon siswa SD yang penduduk setempat ketika pendaftaran peserta didik baru dibandingkan dengan calon siswa dari luar kota itu. "Prioritas pen ...