Shibori, Ikat Celup Jepang yang Tetap Diminati Sepanjang Masa


25 Oktober 2016

Hasil kain teknik shibori. Foto: ydecor-contributorz[dot]tumblr[dot]com

HarianBernas.com – Jika Indonesia mempunyai ikat celup yang dikenal dengan nama jumputan atau tie  dye maka di Jepang juga mempunyai ikatan  celup yang berumur ratusan tahun dengan nama shibori. Dengan melewati berbagai zaman, shibori dapat beradaptasi sehingga bisa bertahan hingga saat ini.

Konon kabarnya, shibori telah ada sejak 1300 tahun yang lalu. Dahulu pemakaian teknik shibori hanya untuk kain sutera saja. Namun saat ini teknik shibori telah diperuntukan juga untuk kain katun yang ternyata mempunyai penggemar yang tak sedikit.

Berdasarkan penuturan Yoshioka Kenji, pengrajin shibori yang berasal dari Kyoto, pemakaian kain katun dalam shibori sejak 400 tahun yang lalu atau jika di dalam periode sejarah Jepang ialah masa Edo.

Baca juga Menyulap Kain Perca Menjadi Hasil Karya dengan Omzet Memukau

Sepanjang perkembangan sejarah jepang, pemakaian teknik shibori ini memang diperuntukkan untuk kain tradisional Jepang yakni kimono. Sampai saat in pengrajin shibori pun masih banyak yang melakukannya untuk membuat kain kimono. Untuk bisa membuat kimono, para pengrajin shibori membutuhkan beberapa bulan lamanya hingga tahunan hanya untuk membuat 1 kain saja.

Di dalam sebuah kain kimono, Yoshioka Kenji mengatakan jika terdapat berbagai macam teknik shibori, bahkan pria yang menekuni kerajinan shibori lebih dari 50 tahun ini menjelaskan jika teknik celup yang satu ini, telah terdapat 50 teknik celup Jepang yang berbeda. Tetapi saat ini hanya dipakai sekitar 30 teknik saja. Hal ini bukan dikarenakan terlalu sulit tetapi  memang sudah tak diketahui lagi bagaimana cara membuatnya.

Teknik shobori yang paling sulit dilakukan ialah honhitta, teknik ini merupakan teknik yang membuat kain terkesan mewah. Bahkan menurut Kenji, sebuah kimono dengan memakai teknik honhitta memerlukan waktu hingga 3 tahun untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, kimono dengan teknik ini biasanya sangatlah mahal harganya.

Baca juga Limbah Kain, Hasilkan Karya yang Istimewa dan Bernilai Tinggi

Honhitta disebut juga kanoko yang mengandung makna rusa memang telah dianggap sebagai pembawa pesan para dewa. Maka dari itu,  Anda memakai kimono honhitta maka dipercaya jika kimomo tersebut akan membawa kebahagiaan bagi yang memakainya.

Sebenarnya teknik shibori ini bukan hanya mengikat saja, ada juga beberapa teknik lainnya yakni menekan, menjahit, menjepit serta melipat yang dapat menghasilkan pola yang berbeda-beda. “Terdapat alat yang bernama shibori-dai terbuat dari beragam bentuk, ada juga penjepit. Alat ini sering kami buat sendiri atau memang harus pergi ke tukang kayu.” Ucap Kenji.

Proses dari awal mulanya sehingga menjadi kain berteknik shibori memang dibuat  dengan menggunakan tangan.  Durasi pembuatannya pun bermacam-macam sangat bergantung pada jenis karya yang diinginkan, dimulai dari hitungan hari sampai dengan hitungan tahun.

Walaupun shibori saat ini mulai kekurangan peminat, tetapi para pengrajinnya tetap bekerja untuk menghasilkan suatu karya yang menarik seperti kanji shibori yang terdiri dari kanji benang dan erat yakni menandakan sebuah harapan untuk mempererat hubungan keluarga ataupun kelancaran keturunan. Sehingga melalui karya ini, diharapkan jika shibori selalu lestari dari masa ke masa.

Baca juga Motif Kain Tenun Terancam Punah, Ini Penyebabnya

Adanya upaya pelestarian kerajinan shibori

Memiliki nasib yang hampir sama dengan berbagai kerajinan dan kesenian tradisional di berbagai negara. Kerajinan shibori pun bisa dibilang sedang mengalami masa sekarat dan seperti terlupakan. Bahkan pengrajjn shibori telah mengalami penyusutan karena tak mempunyai lagi penerusnya.

Tetapi masih ada beberapa sentra indusri kerajinan yang berusaha untuk dapat melestarikan kerajinan yang satu ini. Dari Kyoto, keluarga Yoshioka memang selalu menekankan untuk mengenalkan shibori kepada masyarakat Jepang serta dunia melalui Kyoto Shibori Museum sekitar 15 tahun yang lalu. 

Berdasarkan penuturan Kenji, keluarga Yoshioka telah menggeluti shibori selama lebih dari 75 tahun dalam membuat kimono berteknik shibori.

Pada awalnya keluarga Yoshioka mempunyai toko tetapi mereka pun berpikir jika dengan cara ini maka shibori tak berkembang  sehingga akhirnya berdiri museum. Kyoto Shibori Museum telah memperlihatkan berbagai teknik shibori dan telah dirawat dengan baik oleh keluarga ini secara turun temurun.

Baca juga Kain Lukis Asal Solo Sudah Mulai Diekspor ke Singapura, AS, dan Kanada

Pada saat ini, Yoshioka Kenji bersama dengan sang anak yang bernama Yoshioka Nobumasa yang merawat museum tersebut. Sebagian besar isi museum yang letaknya sangat dekat dengan Kastil Nijo (Kastil yang pernah didiami oleh Tokugawa Ieyasu, yakni Shogun di masa Edo di tahun 1868) adalah kimono. Bahkan dalam kastil ini terdapat kimono terbesar dan terpanjang yang pernah dibuat dengan memakai berbagai teknik shibori.

 Di samping itu, cara lain untuk bisa mencegah kepunahan kerajinan shibori ialah memakai museum sebagai tempat workshop untuk anak Sekolah Dasar (SD) supaya bisa menjaga agar setiap generasi mau mengenal kerajinan ini. Selain itu, museum sering sekali membuka pelatihan teknik tie dye kepada masyarakat luas.

Keluarga Yoshioka berpendapat jika kerajinan teknik shibori harus dikenal oleh usia muda hingga tua sehingga semua generasi akan dapat mengenalnya.

"Dari sinilah, teknik yang telah sanggup bertahan selama 1300 tahun ini dapat tetap terjaga dan bertahan di tahun depan.” Ucap Kenji.

Baca juga Gemar bagi-bagikan Kain Tenun Ikat Kediri ke Mancanegara, Istri Bupati Ini Tuai Pujian

Sast ini terdapat sekitar 40 pengrajin shibori yang telah mendukung museum supaya dapat menghasilkan berbagai benda untuk dapat dipamerkan atau dijual. Bahkan selama beberapa tahun terakhir ini bukan hanyan kain kimono saja tetapi berbagai benda lainnya seperti T-Shirt, selendang, gantungan kunci, dompet dan masih banyak lagi.

Sehingga di museum ini bukan hanya menjual kimono dengan harga yang fantastis hingga ratusan juta tetapi juga menjual berbagai barang sehari-hari yang cukup murah. Dari sinilah mereka dapat merangkul berbagai kalangan.

Hebatnya lagi, museum ini tak pernah sepi dari pengunjung. Selain warga Jepang yang datang, banyak juga para wisatawan luar negeri yang sengaja melihat museum ini. Oleh karena itu, diharapkaan dengan adanya Kyoto Shibori Museum maka suatu saat teknik celup ikat celup ini dapat diakui sebagai warisan dunia layaknya batik dari Indonesia.

Baca juga Budidaya Ulat Sutera Menjadi Kain Sutera yang Indah, Ada di Tempat Ini

Bahkan di tahun 2014, Keluarga Yoshioka untuk kali pertama keluar dari negaranya dan memperkenalkan shibori Jepang kepada masyarakat luar. Indonesia pun terpilih menjadi negara yang mereka kunjungi. Dengan bekerja sama dengan Museum Tekstil di Jakarta, di samping mengadakan pameran, mereka pun mengadakan workshop teknik tie dye khas Jepang kepada masyarakat Indonesia.

Keluarga Yoshioka mengaku sangat bangga untuk bisa datang ke Indonesia dan memperkenalkan shibori yang menjadi salah satu teknik di dunia. Dari sinilah mereka berharap jika masyarakat Jepang bisa bangga karena teknik asli Jepang ini telah diakui oleh negara lain.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Pendidikan

Klarifikasi Kepala Sekolah Terkait Video Viral SMK 3 Yogyakarta

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Di media sosial, muncul video viral diduga murid SMK melakukan upaya penganiayaan kepada seorang guru dalam ruang kelas ketika ulangan. Setelah dilacak, video viral itu terjadi di SMK 3, Jetis, Kota Yogyakarta yan ...

DIY

Kawal Pemilu, Wartawan Harus Menaati Jurnalisme Lurus

SLEMAN, BERNAS.ID- Dewan Pers bekerjasama dengan Kominfo RI menggelar diskusi panel bertema "Masyarakat Pers Mengawal Pemilu yang Demokratis dan Bermartabat". Kegiatan ini diikuti 200 peserta dari kalangan wartawan, blogger, dan p ...

Budaya

Wayang Kulit Awali Prosesi Munggah Molo Kantor PDI Perjuangan DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama Ki Seno Nugroho mengawali prosesi munggah Molo (menaikan kerangka atap bangunan-Red) Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perj ...

DIY

Duplikat Kunci Laci Kasir, Dua Karyawan Curi Uang

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit Reskrim Polsek Bulaksumur berhasil mengungkap kasus tindak pencurian di Warung Ketoprak Bang Rudi, Jl Kolombo No.3 Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin 11 Februari 2019 sekira jam 08.00 WIB. Total kerugia ...

DIY

Kondisi Pers di Era Reformasi Memprihatinkan

JOGJA, BERNAS.ID - Pada era reformasi kondisi pers Indonesia sangat memprihatinkan. Pers tidak lagi sebagai pilar demokrasi yang menjunjung tnggi idealisme tapi justru bergeser menjadi pers kapitalis dan liberalis. "Pers di era refo ...

Budaya

Penyusunan Perda Bahasa Jawa Dianggap Penting untuk Persatuan Bangsa

YOGYA, BERNAS.ID - Pembangun budaya nasional dilakukan dengan mengambil budaya daerah. Sayang sekarang budaya daerah termasuk Bahasa Jawa semakin dilupakan. Karena itu, adanya Perda Bahasa Jawa perlu ada di Yogyakarta.  Hal tersebut ...

DIY

Mahfud MD: Patriotisme Berarti Mau Mengorbankan Kemesraan Dengan Pacar

YOGYA, BERNAS.ID - Setiap warga negara harus memiliki patriotisme. Sebab NKRI hanya bisa bertahan kalau warga negaranya patriotik dan nasionalis. Hal tersebut disampaikan mantan Ketua MK Mahfud MD dalam Dialog Kebangsaan V yang dilaksana ...

DIY

Generasi Milenial Menentukan Kualitas Pemilu

JOGJA, BERNAS.ID --Kualitas Pemilu 2019 harus lebih baik dari pemilu-pemilu sebelumnya. Dan salah satu tolak ukur keberhasilan pemilu adalah bila menghasilkan figur pemimpin yang berkualitas yakni cerdas, jujur, berani dan bertanggungjawab. ...

DIY

Dua Pencuri Motor di Bawah Umur Diringkus Polisi

SLEMAN,BERNAS.ID- Unit Reskrim Polsek Pakem meringkus dua pelaku pencurian di bawah umur, AA (16), warga Sidorejo Hargobinangun Pakem, Sleman yang berprofesi sebagai buruh dan YC (16) warga Ponggol Hargobinangun Pakem, Sleman yang masih ber ...

DIY

KI Berharap Raperda Keterbukaan Informasi Publik DIY Bisa Segera Disahkan

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi Informasi RI menyambut baik adanya Raperda Keterbukaan Informasi Publik yang digagas DPRD DIY. Komisi Informasi berharap Raperda bisa sesegera mungkin disahkan. Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Gede Narayana be ...

Pendidikan

Semangat Literasi Bisa Dimulai dari Mewarnai dan Mendongeng

SLEMAN, BERNAS.ID- Ratusan anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Sleman begitu antusias mengikuti lomba mewarnai dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sleman. Jari tangan-tangan mungil mereka begitu terampil menggerakk ...

DIY

Jembatan Gantung Kalijogo Berbah Mulai Dievakuasi

SLEMAN, BERNAS.ID- Jembatan gantung Kalijogo yang terpuntir derasnya arus sungai karena hujan lebat pada Rabu malam (30/1) di Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, mulai dievakuasi. Sekitar 15 petugas diterjunkan untuk proses evakuasi ba ...

DIY

Ladang Ganja 1,5 Hektare Ditemukan, Penanamnya Terancam Hukuman Seumur Hidup

YOGYA, BERNAS.ID - Seorang pria berinisial EY (42) asal Purwakarta Jawa Barat terancam hukuman seumur hidup karena tertangkap basah tengah menanam tanaman ganja yang masuk dalam kategori zat terlarang. Pria yang mengaku sebagai petani ini k ...

DIY

Paguyuban Dukuh Sleman Desak Realisasi Janji Jokowi

SLEMAN, BERNAS.ID- Ratusan anggota Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas mendatangi DPRD Kabupaten Sleman untuk mendesak agar segera merealisasikan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.43 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) No 47 tahun 2015. ...

Wacana

Memaknai Konsep Dasar Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN atau kewiraswastaan merupakan ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidupnya. Kewiraswastaan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena berisi body of knowledge yang ut ...

DIY

Operasional April, NYIA Gandeng DAMRI untuk Akses

SLEMAN, BERNAS.ID- Kurang lebih enam penerbangan internasional dari Bandara Internasional Adisutjipto dari Maskapai Air Asia dan Silk Air segera dipindahkan operasionalnya pada minggu pertama bulan April di New Yogyakarta Internasional Airp ...

Budaya

Naga PBTY Semangat Menari di Bawah Guyuran Hujan

YOGYA, BERNAS.ID -Hujan deras mengguyur Alun-Alun Utara saat penyelenggaraan Malioboro Imlek Carnival yang merupakan rangkaian acara dari Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY), Sabtu (16/2/2019). Namun sebanyak 31 kontingen tetap berseman ...

Budaya

Fashion on the Street Digelar di Jalanan Prawirotaman

YOGYA, BERNAS.ID - Rangkaian acara event Jogja Heboh masih terus bergulir dan semakin semarak. Prawirotaman Festival menggelar Fashion on the Street di Jalan Prawirotaman yang menampilkan karya desainer muda dari Jogja. Prawirotaman Fest ...

Budaya

Dua Vokalis Dewa 19 Beraksi Sepanggung di Jogja Demi Anak Penderita Kanker

YOGYA, BERNAS.ID - Dua eks vokalis Dewa 19 yakni Ari Lasso dan Elfonda Mekel (Once) tampil memikat dalam Intimate Concert Valentine Edition, Jumat (15/2/2019) malam di Hotel Tentrem Yogyakarta. Ini adalah konser yang digelar Yayasan Pita da ...

DIY

Pulang Mencari Rumput, Temukan Mayat di Bulak Sembung Gamping

SLEMAN, BERNAS.ID- Jumat siang (15/2) sekira pukul 10.30 WIB, di bulak sawah Sembung, Balecatur, Gamping, Sleman, ditemukan mayat dengan memakai celana pendek warna hitam dan kaos warna putih dalam posisi terlentang membujur ke arah utara. ...

DIY

KH Said Agil Ucap Kualat ke Dua Tokoh Ini

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam sebuah video viral, Ahmad Dhani berbicara soal potensi munculnya Nasakom baru di Indonesia. Diketahui bersama, Nasakom adalah ajaran dari Presiden Indonesia pertama, Bung Karno yang merupakan gabungan dari tiga alir ...

DIY

Mantan Karyawan Gondol 19 HP Baru di Konter HP Majikan

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit reskrim Polsek Depok Barat berhasil meringkus pelaku pencurian 19 handphone baru di konter HP yang ada di ruko depan Kampus UIN Yogyakarta hari Kamis pagi, tanggal 24 Januari 2019 sekira pukul 10.00 WIB. Tersangka be ...

Ekonomi

Pendukung Jokowi Diminta Hentikan Boikot Bukalapak

JAKARTA, BERNAS.ID - Masyarakat Indonesia dan para pendukung Jokowi diminta untuk menghentikan ajakan boikot platform Bukalapak. Sebab kematian Bukalapak akibat serangan politik dalam negeri yang trengginas bisa saja tidak menghasilkan apa- ...

Pariwisata

Menpar: Narasi Imajinatif Diperlukan Borobudur

SLEMAN, BERNAS.ID- Narasi imajinatif untuk Candi Borobudur sangat diperlukan untuk menambah kunjungan karena hanya akademisi dan arkeologis yang tertarik. Narasi imajinatif ini ternyata sukses dilakukan untuk menarik pengunjung seperti yang ...

Pariwisata

Legenda Dibutuhkan Untuk Mempopulerkan Borobudur

SLEMAN, BERNAS.ID - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui, Candi Borobudur masih kalah populer dibandingkan Angkot Wat di Kamboja. Salah satu yang membuat Angkor Wat lebih populer menurutnya adalah adanya legenda Angkor Wat sebagai " ...

Budaya

Para Ojol Dibekali Sejarah Berdirinya Kota Yogyakarta

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Berpijak dari sejarah berdirinya,  Yogyakarta merupakan satu-satunya kota istimewa yang ada di Indonesia. Sejarah yang sangat panjang mengiringi Kota Pelajar hingga saat ini. Untuk itu, dalam kegiatan Pamo ...

DIY

Jelang Pemilu, Wabup Himbau Pemuda Jaga Situasi Tetap Kondusif

SLEMAN, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan pembinaan tokoh-tokoh pemuda Islam, Rabu (13/2/19) bertempat di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman. Pembinaan ini dalam ran ...

DIY

Bupati Bantul Membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Piyungan

BANTUL, BERNAS.ID - Bupati Bantul Drs. H. Suharsono membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2020 Tingkat Kecamatan Piyungan di Aula kecamatan setempat, Kamis (14/2/2019). Kegiatan ini bertemakan "Meningkatkan ...

DIY

Wawali Kota Yogyakarta Minta Tiap Kampung Budidaya Lele Cendol

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, terus menggencarkan gerakan budidaya lele dengan buis beton sebagai media kolam atau sering disebut dengan budidaya lele cendol pada setiap kelurahan di Kota Yogyakarta ...

Ekonomi

Bidik Wisatawan Domestik, 120 Buyer Serbu Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam upaya menyiasati low season, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata menggelar table top Jogjavaganza, Kamis (14/2/2019) di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Sebanyak 120 buyer travel agen yang ber ...

Budaya

Sarkem Fest, Upaya Ubah Image Kawasan Pasar Kembang

YOGYA, BERNAS.ID - Pasar Kembang, atau yang akrab di telinga dengan sebutan Sarkem, terkenal sebagai tempat prostitusi. Letaknya di salah satu gang kecil di Jl Pasar Kembang, masuk wilayah kecamatan Gedong Tengen, Jogja. Namun kini masya ...

DIY

Rekonstruksi Kasus Pelemparan Batu Diprotes Ibu Tersangka

SLEMAN, BERNAS.ID - Kepolisian Resor (Polres) Sleman merekonstruksi peristiwa pelemparan batu yang menewaskan salah seorang suporter bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri asal Klaten setelah menonton laga PSS Sleman melawan Persis Solo, di se ...

DIY

KAI Tanggapi Keluhan Penumpang KA Prameks di Medsos

YOGYA, BERNAS.ID - Belum lama ini, seorang pengguna KA Lokal Prameks mengeluhkan pelayanan terkait tiket kereta yang ia pesan lewat aplikasi tiket online. Keluhan itu kemudian ia unggah melalui sosial media Facebook dengan nama akun Citty S ...

DIY

Partisipasi Warga Ceme Terhadap Kebersihan Lingkungan Mengesankan

BANTUL, BERNAS.ID --Partisipasi masyarakat Dusun Ceme, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, dalam kebersihan lingkungan, khususnya sampah, sangat mengesankan. Mereka sangat memahami dan menyadari bahwa sampah memiliki nilai j ...

Ekonomi

Kini Pedagang Pasar Demangan Bisa Bayar Retribusi dengan Kartu

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam rangka mengimplementasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Pemkot Yogyakarta bekerjasama dengan Bank BTN meluncurkan retribusi non tunai atau e-retribusi di Pasar Demangan, Rabu (13/2/2019). Tak hanya a ...

Budaya

Pekan Budaya Tionghoa Membangun Semangat Ke-lndonesiaan

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID-Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-14 Tahun 2019 telah dibuka, dimulai dari tanggal 13 Februari sampai 19 Februari 2019. PBTY menandai betapa kayanya keragaman suku-suku bangsa yang hidup di taman sarinya l ...

Budaya

PBTY 2019 Dibuka, Sajikan Ratusan Kuliner dan Festival Budaya

YOGYA, BERNAS.ID - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang ke-14 kembali digelar mulai Rabu (13/2/2019) malam. Berpusat di Kampung Ketandan Malioboro Kota Yogyakarta, hajatan dalam rangka menyemarakkan tahun baru Imlek 2570 ini akan be ...

DIY

Memanfaatkan Anggaran dalam Musrenbang Kecamatan Umbulharjo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Renja RKPD) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019 dilaksanakan di Aula Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, ...

DIY

Welcome Dinner Jogjavaganza #2

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bersama pelaku pariwisata Kota Yogyakarta menggelar Welcome Dinner dalam Rangkaian Acara “Jogjavaganza” di Grand Aston Hotel, Yogyakarta Selasa (12/2/2019). Dikata ...

DIY

Dicari 100 Mata untuk Dioperasi Katarak Gratis

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Widjanarko Center yang merupakan lembaga sosial bersama PT Sido Muncul akan melaksanakan operasi katarak gratis pada hari Jumat, 15 Maret 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Dr S Hardjolukito Yogyak ...

DIY

Jaring Aspirasi, AY Sudarma Akan Mengawal Segala Permasalahan yang Ada

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Drs AY Sudarma melakukan temu warga dan jaring aspirasi (Reses), Senin (11/2/2019) malam di Balai Serbaguna RW 4 Mertolulutan, Ngampilan, Yogyakarta. "Jaring aspira ...

DIY

Pelaku Pelemparan Kaca Mobil Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Jajaran unit reskrim Polsek Mlati berhasil meringkus tiga pelaku pelemparan batu kepada kaca mobil pikap hitam yang terjadi pada malam Minggu (3/2) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Gadjah Mada, Dusun Sendari. Diketahui pe ...

Kesehatan

Kaki Gadis Cantik asal Manggarai Itu pun Harus Diamputasi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Raut wajahnya selalu tampak ceria dan gaya bicaranya ceplas ceplos khas anak-anak. Tak sedikit pun terlihat kalau gadis cilik nan cantik asal Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT itu baru saja kehilangan salah satu bagia ...

DIY

Keterbukaan Informasi Publik di DIY Masih Belum Terlalu Baik

YOGYA, BERNAS.ID - Badan Publik di DIY masih belum banyak yang menyediakan informasi publik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi. Badan Publik di DIY masih sedikit menyedi ...

DIY

KPU Sleman Mulai Merakit 16.995 Kotak Suara

SLEMAN, BERNAS.ID- KPU (Komisi Pemilihan Umum) mulai merakit kotak suara yang berjumlah 16.955 buah berdasarkan jumlah TPS yang dibutuhkan di Sleman. KPU mengerahkan 8 orang tenaga buruh harian lepas untuk merakit kotak KPU yang berbahan da ...

DIY

Lampu Penerangan di Jalur Evakuasi Merapi Terbatas

SLEMAN,BERNAS.ID- Gunung Merapi tengah rutin menunjukkan aktivitasnya. Dilansir dari akun Twitter @BPPTKG, pada Selasa (12/2) dini hari pukul 00.00-06.00 WIB, berdasarkan data seismik, terjadi jumlah guguran 17 kali dengan durasi 10-60 deti ...

DIY

Intensitas Merapi Tinggi, Warga Dihimbau Waspada

SLEMAN, BERNAS.ID- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus mengeluarkan informasi terkait Gunung Merapi yang sering memuntahkan lava pijar. Meski aktivitasnya cukup tinggi, status Merapi masih pada l ...

Ekonomi

FPPR Ancam Tutup Toko Modern Tak Berijin di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Forum Peduli Pasar Rakyat (FPPR) mendesak DPRD Kabupaten Sleman menertibkan toko modern yang tidak berijin. Forum ini juga menuntut agar memasang label berijin dan tidak berijin kepada toko modern. Ditemui setelah mela ...

Pendidikan

Situasi Politik Saat Ini Membelah, Potensial Rasa Permusuhan

BANTUL, BERNAS.ID- Di tengah kondisi politik praktis yang mengejar kekuasaan dengan fanatisme yang luar biasa, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan tentang tema Tanwir Muhammadiyah yang akan diselenggarakan di Bengkulu pada ...

Budaya

PBTY 2019 Dibuka Dua Hari Lagi, Bakal ada Tiga Naga Raksasa

YOGYA, BERNAS.ID - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) memasuki penyelenggaraan tahun ke-14 pada 2019 ini. Rangkaian acara siap digelar tanggal 13-19 Februari 2019. "Tahun ini PBTY tembus menjadi event terbesar di Indonesia, mas ...