Harmonisasi Kehidupan di Daerah Rawan Bencana


09 November 2016

Ilustrasi (Sumber foto: danzrray[dot]blogspot[dot]com)

HarianBernas.com - Secara kodrati sesungguhnya manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan secara sempurna, dibanding makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan maupun binatang. Dalam hal ini kelebihan manusia adalah memiliki kecerdasan berfikir untuk menghasilkan karya-karya yang spektakuler. Kecerdasan berfikir inilah yang lantas dikelola untuk melahirkan berbagai pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tuhan begitu Maha Adil yang mengkaruniai bangsa Indonesia dengan begitu melimpah kekakayaan alam yang terkandung di tanah air ini, tetapi di sisi lainpun Tuhan memberikan tantangan begitu banyak bencana pada negeri ini sebagai sebuah risiko yang harus dihadapi oleh semua masyarakat bangsa ini.

Gambaran kehidupan ini bak dua sisi mata uang yang bertautan, dan meninggalkan pesan kepada kita semua, bahwa semestinya kekayaan alam digunakan dengan memperhatikan aspek kelestariannya agar tidak terjadi bencana, kalaupun terjadi bencana kita tidak terlalu berat menanggung dampak buruknya. Wallahualam..!

Sejatinya peristiwa bencana yang terjadi dimuka bumi ini bukanlah sesuatu yang baru melainkan sudah ada sejak lama. Hampir setiap bencana tentu saja akan menimbulkan kerusakan, kerugian, dan yang paling fatal adalah menimbulkan korban jiwa. Dampak bencana yang ditimbulkan tersebut tergantung dari jenis bencananya.

Dalam catatan sejarah di Indonesia, bencana-bencana yang kerap menimbulkan kerugian dan kematian dalam jumlah besar biasanya adalah gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, dan banjir. Meski bencana-bencana lainya juga memiliki risiko tetapi tidak sesering dan sedahsyat empat bencana yang disebut tadi.

Pada perspektif yang sangat ilmiah, bencana sering disebut sebagai siklus alam yang tidak bisa terhindarkan kejadiaannya. Bahkan sebagian masyarakat mengakui bahwa beberapa jenis bencana yang terjadi merupakan akibat ulah manusia yang serakah dan tidak peduli dengan kelestariaan alam itu sendiri. Banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran itu adalah beberapa contoh jenis bencana yang bisa diakibatkan oleh keserakahan manusia dalam mengeksploitasi kekayaan alam.

Lantas bagaimana seharusnya dengan kita yang hidup didaerah rawan bencana? Pertanyaan reflektif ini tentu saja mematik kesadaran kita bahwa sudahkah kita mengenal potensi bencana di sekeliling kita? Sudahkah kita memiliki kesiapsiagaan bila suatu waktu terjadi bencana di daerah kita? Jika kita sejenak berinstropeksi diri maka pertanyaan-pertanyaan dalam hati tersebut setidaknya dapat membuka ruang kesadaran baru untuk mencari jawaban agar bisa mengambil tindakan yang tepat. Pengalaman adalah pembelajaran berharga, begitulah nasihat bijak yang sering kali kita dengar untuk menjadikan kita semakin dewasa dan bijaksana terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan ini.

Menarik untuk kita simak mengenai pengetahuan bijaksana tentang falsafah hidup masyarakat Jawa yang dicetuskan Sri Sultan Hamengkubuwana I yakni Hamemayu Hayuning Bawana yang dapat diartikan sebagai bentuk pemahaman yang menyarankan bahwa dalam kehidupan ini harus tercipta hubungan yang harmonis, baik manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusianya, maupun manusia dengan alam sekitarnya. Jika ketiganya tercipta dengan baik maka disitulah pemaknaan atas keharmonisan kehidupan ini.

Ada tiga pesan ajaran penting dalam falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang disebut Tri Satya Brata. Pertama, ''Rahayuning bawana kapurba waskitaning manungsa" artinya: kesejahteraan dunia tergantung manusia yang memiliki ketajaman rasa. Hal ini menunjukan harmoni hubungan manusia dengan alam sekitarnya sebagai sebuah kewajiban untuk menjaga kelestariannya.

Ketajaman rasa itu tercermin ketika kita menyakini bahwa bencana adalah sebagai siklus alam tentu saja secara otomatis manusia seharusnya mengenali tanda-tanda jika  akan terjadi bencana. Kita bahkan bisa melihat tanda-tanda saat akan terjadi bencana dari perilaku binatang yang menunjukan rasa tidak nyamanya ketika akan terjadi bencana.

Sebagai contoh peristiwa bencana di Thailand misalnya, serombongan turis di pantai Phuket berhasil selamat dari terjangan gelombang Tsunami yang diakibatkan gemba bumi Aceh tahun 2004 karena mengikuti gajah-gajah yang tiba-tiba lari menjauhi pantai Phuket. Begitupun contoh dramatis di Aceh 2004, seandainya warga jauh hari sudah diberi pemahaman yang cukup tentang tanda-tanda akan datangnya tsunami. 

Mungkin mereka tidak akan berlarian menangkapi ikan-ikan yang menggelepar di pinggir lautan yang surut pasca gempa bumi besar sehingga korban yang meninggal juga mungkin tidak sebanyak itu. Atau contoh lain dari peristiwa erupsi Gunung Merapi 2010, binatang-binatang liar yang ada dihutan lereng Gunung Merapi tiba-tiba turun kebawah sebelum erupsi, pertanda alam yang ditujukan untuk orang-orang disekitarnya agar segera mengungsi.

Kita pun mengenal istilah “firasat” dengan arti kata pesan tersamar akan ada sesuatu yang terjadi sekalipun belum pasti. Tetapi hal itu akan diyakini sebagai firasat jika sesuatu yang dirasakan ternyata benar-benar terjadi. Dari sini sebenarnya kita bisa menarik benang merah bahwa sesungguhnya alam pun akan memberi “sinyal kabar” jika memang akan terjadi bencana. Pengetahuan seperti ini hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang memiliki ketajaman rasa atau kepekaan terhadap tanda-tanda alam.

Kedua, "Darmaning manungsa mahanani rahayuning negara" artinya: tugas hidup manusia adalah menjaga keselamatan negara, karena Tuhan menciptakan manusia yang berbeda-beda warna kulit dan bahasanya, bergolong-golong dan bersuku-suku, sehingga diperlukan adanya negara dan pemerintahan yang mengaturnya, agar tidak terjadi seling-surup (salah mengerti)  dan saling-silang antar manusia.

Hal ini tentu saja untuk mewujudkan terciptakan kedamaian antar manusia atau antar bangsa yang amat majemuk. Pun demikian termasuk didalamnya konteks menjaga keselamatan negara dari ancaman bencana, kita harus mengetahui bagaimana cara-cara yang diperlukan agar kita sebagai sebuah bangsa dan negara selamat dari sekian banyak ancaman bencana di negeri ini.

Ketiga, ''Rahayuning manungsa dumadi karana kamanungsane" artinya: keselamatan manusia oleh kemanusiaannya sendiri. Hal ini menunjukan rasa kemanusian yang perlu dibina untuk saling tolong menolong dan membantu satu sama lain ketika dalam kesusahan/cobaan. Semua untuk membuat keselarasan dalam dunia yang akan membuat semua penghuninya nyaman dan hidupnya menjadi indah.

Ajaran ini jelas memiliki korelasi yang erat kaitanya dengan tugas-tugas kemanusian ketika terjadi bencana yang menimbulkan banyak korban jiwa, luka derita, maupun kehilangan harta benda. Apabila ajaran ini diterapkan ketika terjadi bencana, sudah barang tentu akan sangat andil dalam meringankan mereka yang menjadi korban bencana untuk pulih dan bangkit kembali seperti kehidupan normal sebelum terjadinya bencana.

Pesan bijak lainnya sekaligus sebagai filosofi hidup yang tidak  kalah menarik adalah “eling lan waspada”, eling artinya ingat, dalam hal ini dikorelasikan dengan ingat pada Sang Pencipta ,sedangkan waspada merupakan kesiapan melihat segala sesuatu yang terjadi disekitarnya. Nilai-nilai luhur ini sejatinya tidak akan pernah uzur, sekalipun zaman terus bergerak.

Lagi-lagi soal kepekaan atau ketajaman rasa sebagai bahasa yang sangat batiniah. Filosofi hidup demikian merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana, karenanya jika hal tersebut diterapkan akan banyak memberi kontribusi pada upaya pengurangan risiko bencana yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Dengan menyimak ajaran ilmu-ilmu kebijaksanaan tersebut sesungguhnya kita telah banyak menyia-nyiakan pengetahuan yang dimiliki oleh bangsa ini sejak dulu kala. Secara substansi, falsafah itu sebenarnya tidak hanya untuk masyarakat Jawa melainkan berlaku secara universal karena itu tetang kehidupan manusia. Arus modernisme telah menjadikan sebagian dari kita latah menghanyutkan ajaran-ajaran yang amat bernilai dan mulia tersebut. 

Padahal hubungan yang harmonis dari ketiga aspek diatas tidak ada pembeda dalam setiap fase sejarah kehidupan manusia. Menjadi modern tidak harus meninggalkan falsafah hidup yang diajarkan oleh nenek moyang kita, karena sejatinya falsafah adalah cara pandang kedepan (visioner) dalam meniti kehidupan yang amat sementara ini.   

Oleh karenanya, manusia memiliki peran yang sangat vital untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan semua makhluk di muka bumi ini. Mengelola pengetahuan lokal secara bijak merupakan upaya menjaga integritas dalam upaya kesiapsiagaan. Organisasi-organisasi masyarakat merupakan wadah sekumpulan manusia yang mestinya dapat mengelola pengetahuan lokal mengenai tanda-tanda alam jika akan terjadi bencana serta menyiapkan segala sesuatunya untuk meminimalisir risiko bencana yang ada sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Banyaknya peristiwa bencana akhir-akhir ini, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, badai angin puting beliung dan sebagainya yang terjadi di seluruh penjuru nusantara harus kita ambil hikmahnya sebagai bahan refleksi kita atas keharmonisan kehidupan yang mungkin telah terkoyak. Banyak diantara kita yang amat rakus dengan mengekploitasi kekayaan alam demi mengejar Pendapatan Asli Daerah/PAD tapi tidak menjaga kelestariaanya.

Alih-alih meningkatkan PAD tapi apa yang menjadi harapan tidaklah sesuai dengan kenyataan. Masih bagus bila hasil kekakayaan alamnya digunakan untuk kepentingan rakyatnya, tapi justru hanya untuk mengisi pundi-pundi ekonomi pribadi segelintir orang yang berada dalam lingkaran kekuasaan. Hal demikian masih diperparah dengan maraknya kasus karupsi dan kolusi yang melibatkan elit-elit pemerintahan di daerah yang merugikan banyak pihak.

Kerusakan alam justru semakin meluas seperti kerusakan hutan akibat penebangan liar dan  kebakaran yang menjadikan terjadinya degradasi lahan, kerusakan lingkungan akibat eksplorasi aneka tambang tanpa direklamasi dengan baik, sampah yang dibuang ke sungai, air limbah industri dan rumah tangga yang dibuang begitu saja ke sungai menyebabkan terjadi pencemaran air yang sangat parah.

Bukankah hal yang wajar jika alam pun marah dibuatnya, dengan mendatangkan bencana untuk menyadarkan kita semua yang telah amat lalai menjalankan kewajiban menjaga kelestarian alam raya ini? Ada hukum alam yang bersifat timbal balik yang sangat efektif untuk kita perhatikan.

Semoga ditahun-tahun berikutnya, kita semua semakin menyadari betapa penting keharmonisan kehidupan di daerah rawan bencana yang harus kita wujudkan bersama. Banyak hal yang harus kita ambil sebagai pembelajaran atas peristiwa bencana pada masa lalu juga tentang berbagai pengetahuan bijak di masa lalu untuk kita jadikan pegangan hidup. Berada didaerah rawan bencana harus pula pandai mengenali tanda-tanda dan risiko bencananya. Kita tidak mungkin menghindari bencana tapi kita dapat beradapatasi serta meminimalisir risiko bencananya.Semoga..!

 

Oleh: Aris Sustiyono

Manager Komunikasi & Jaringan Kerjasama - Yayasan Lestari Indonesia

Dewan Pengurus Forum PRB DIY 2016-2019


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Jembatan Gantung Kalijogo Berbah Mulai Dievakuasi

SLEMAN, BERNAS.ID- Jembatan gantung Kalijogo yang terpuntir derasnya arus sungai karena hujan lebat pada Rabu malam (30/1) di Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, mulai dievakuasi. Sekitar 15 petugas diterjunkan untuk proses evakuasi ba ...

DIY

Ladang Ganja 1,5 Hektare Ditemukan, Penanamnya Terancam Hukuman Seumur Hidup

YOGYA, BERNAS.ID - Seorang pria berinisial EY (42) asal Purwakarta Jawa Barat terancam hukuman seumur hidup karena tertangkap basah tengah menanam tanaman ganja yang masuk dalam kategori zat terlarang. Pria yang mengaku sebagai petani ini k ...

DIY

Paguyuban Dukuh Sleman Desak Realisasi Janji Jokowi

SLEMAN, BERNAS.ID- Ratusan anggota Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas mendatangi DPRD Kabupaten Sleman untuk mendesak agar segera merealisasikan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.43 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) No 47 tahun 2015. ...

Wacana

Memaknai Konsep Dasar Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN atau kewiraswastaan merupakan ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidupnya. Kewiraswastaan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena berisi body of knowledge yang ut ...

DIY

Operasional April, NYIA Gandeng DAMRI untuk Akses

SLEMAN, BERNAS.ID- Kurang lebih enam penerbangan internasional dari Bandara Internasional Adisutjipto dari Maskapai Air Asia dan Silk Air segera dipindahkan operasionalnya pada minggu pertama bulan April di New Yogyakarta Internasional Airp ...

Budaya

Naga PBTY Semangat Menari di Bawah Guyuran Hujan

YOGYA, BERNAS.ID -Hujan deras mengguyur Alun-Alun Utara saat penyelenggaraan Malioboro Imlek Carnival yang merupakan rangkaian acara dari Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY), Sabtu (16/2/2019). Namun sebanyak 31 kontingen tetap berseman ...

Budaya

Fashion on the Street Digelar di Jalanan Prawirotaman

YOGYA, BERNAS.ID - Rangkaian acara event Jogja Heboh masih terus bergulir dan semakin semarak. Prawirotaman Festival menggelar Fashion on the Street di Jalan Prawirotaman yang menampilkan karya desainer muda dari Jogja. Prawirotaman Fest ...

Budaya

Dua Vokalis Dewa 19 Beraksi Sepanggung di Jogja Demi Anak Penderita Kanker

YOGYA, BERNAS.ID - Dua eks vokalis Dewa 19 yakni Ari Lasso dan Elfonda Mekel (Once) tampil memikat dalam Intimate Concert Valentine Edition, Jumat (15/2/2019) malam di Hotel Tentrem Yogyakarta. Ini adalah konser yang digelar Yayasan Pita da ...

DIY

Pulang Mencari Rumput, Temukan Mayat di Bulak Sembung Gamping

SLEMAN, BERNAS.ID- Jumat siang (15/2) sekira pukul 10.30 WIB, di bulak sawah Sembung, Balecatur, Gamping, Sleman, ditemukan mayat dengan memakai celana pendek warna hitam dan kaos warna putih dalam posisi terlentang membujur ke arah utara. ...

DIY

KH Said Agil Ucap Kualat ke Dua Tokoh Ini

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam sebuah video viral, Ahmad Dhani berbicara soal potensi munculnya Nasakom baru di Indonesia. Diketahui bersama, Nasakom adalah ajaran dari Presiden Indonesia pertama, Bung Karno yang merupakan gabungan dari tiga alir ...

DIY

Mantan Karyawan Gondol 19 HP Baru di Konter HP Majikan

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit reskrim Polsek Depok Barat berhasil meringkus pelaku pencurian 19 handphone baru di konter HP yang ada di ruko depan Kampus UIN Yogyakarta hari Kamis pagi, tanggal 24 Januari 2019 sekira pukul 10.00 WIB. Tersangka be ...

Ekonomi

Pendukung Jokowi Diminta Hentikan Boikot Bukalapak

JAKARTA, BERNAS.ID - Masyarakat Indonesia dan para pendukung Jokowi diminta untuk menghentikan ajakan boikot platform Bukalapak. Sebab kematian Bukalapak akibat serangan politik dalam negeri yang trengginas bisa saja tidak menghasilkan apa- ...

Pariwisata

Menpar: Narasi Imajinatif Diperlukan Borobudur

SLEMAN, BERNAS.ID- Narasi imajinatif untuk Candi Borobudur sangat diperlukan untuk menambah kunjungan karena hanya akademisi dan arkeologis yang tertarik. Narasi imajinatif ini ternyata sukses dilakukan untuk menarik pengunjung seperti yang ...

Pariwisata

Legenda Dibutuhkan Untuk Mempopulerkan Borobudur

SLEMAN, BERNAS.ID - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui, Candi Borobudur masih kalah populer dibandingkan Angkot Wat di Kamboja. Salah satu yang membuat Angkor Wat lebih populer menurutnya adalah adanya legenda Angkor Wat sebagai " ...

Budaya

Para Ojol Dibekali Sejarah Berdirinya Kota Yogyakarta

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Berpijak dari sejarah berdirinya,  Yogyakarta merupakan satu-satunya kota istimewa yang ada di Indonesia. Sejarah yang sangat panjang mengiringi Kota Pelajar hingga saat ini. Untuk itu, dalam kegiatan Pamo ...

DIY

Jelang Pemilu, Wabup Himbau Pemuda Jaga Situasi Tetap Kondusif

SLEMAN, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan pembinaan tokoh-tokoh pemuda Islam, Rabu (13/2/19) bertempat di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman. Pembinaan ini dalam ran ...

DIY

Bupati Bantul Membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Piyungan

BANTUL, BERNAS.ID - Bupati Bantul Drs. H. Suharsono membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2020 Tingkat Kecamatan Piyungan di Aula kecamatan setempat, Kamis (14/2/2019). Kegiatan ini bertemakan "Meningkatkan ...

DIY

Wawali Kota Yogyakarta Minta Tiap Kampung Budidaya Lele Cendol

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, terus menggencarkan gerakan budidaya lele dengan buis beton sebagai media kolam atau sering disebut dengan budidaya lele cendol pada setiap kelurahan di Kota Yogyakarta ...

Ekonomi

Bidik Wisatawan Domestik, 120 Buyer Serbu Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam upaya menyiasati low season, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata menggelar table top Jogjavaganza, Kamis (14/2/2019) di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Sebanyak 120 buyer travel agen yang ber ...

Budaya

Sarkem Fest, Upaya Ubah Image Kawasan Pasar Kembang

YOGYA, BERNAS.ID - Pasar Kembang, atau yang akrab di telinga dengan sebutan Sarkem, terkenal sebagai tempat prostitusi. Letaknya di salah satu gang kecil di Jl Pasar Kembang, masuk wilayah kecamatan Gedong Tengen, Jogja. Namun kini masya ...

DIY

Rekonstruksi Kasus Pelemparan Batu Diprotes Ibu Tersangka

SLEMAN, BERNAS.ID - Kepolisian Resor (Polres) Sleman merekonstruksi peristiwa pelemparan batu yang menewaskan salah seorang suporter bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri asal Klaten setelah menonton laga PSS Sleman melawan Persis Solo, di se ...

DIY

KAI Tanggapi Keluhan Penumpang KA Prameks di Medsos

YOGYA, BERNAS.ID - Belum lama ini, seorang pengguna KA Lokal Prameks mengeluhkan pelayanan terkait tiket kereta yang ia pesan lewat aplikasi tiket online. Keluhan itu kemudian ia unggah melalui sosial media Facebook dengan nama akun Citty S ...

DIY

Partisipasi Warga Ceme Terhadap Kebersihan Lingkungan Mengesankan

BANTUL, BERNAS.ID --Partisipasi masyarakat Dusun Ceme, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, dalam kebersihan lingkungan, khususnya sampah, sangat mengesankan. Mereka sangat memahami dan menyadari bahwa sampah memiliki nilai j ...

Ekonomi

Kini Pedagang Pasar Demangan Bisa Bayar Retribusi dengan Kartu

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam rangka mengimplementasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Pemkot Yogyakarta bekerjasama dengan Bank BTN meluncurkan retribusi non tunai atau e-retribusi di Pasar Demangan, Rabu (13/2/2019). Tak hanya a ...

Budaya

Pekan Budaya Tionghoa Membangun Semangat Ke-lndonesiaan

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID-Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-14 Tahun 2019 telah dibuka, dimulai dari tanggal 13 Februari sampai 19 Februari 2019. PBTY menandai betapa kayanya keragaman suku-suku bangsa yang hidup di taman sarinya l ...

Budaya

PBTY 2019 Dibuka, Sajikan Ratusan Kuliner dan Festival Budaya

YOGYA, BERNAS.ID - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang ke-14 kembali digelar mulai Rabu (13/2/2019) malam. Berpusat di Kampung Ketandan Malioboro Kota Yogyakarta, hajatan dalam rangka menyemarakkan tahun baru Imlek 2570 ini akan be ...

DIY

Memanfaatkan Anggaran dalam Musrenbang Kecamatan Umbulharjo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Renja RKPD) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019 dilaksanakan di Aula Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, ...

DIY

Welcome Dinner Jogjavaganza #2

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bersama pelaku pariwisata Kota Yogyakarta menggelar Welcome Dinner dalam Rangkaian Acara “Jogjavaganza” di Grand Aston Hotel, Yogyakarta Selasa (12/2/2019). Dikata ...

DIY

Dicari 100 Mata untuk Dioperasi Katarak Gratis

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Widjanarko Center yang merupakan lembaga sosial bersama PT Sido Muncul akan melaksanakan operasi katarak gratis pada hari Jumat, 15 Maret 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Dr S Hardjolukito Yogyak ...

DIY

Jaring Aspirasi, AY Sudarma Akan Mengawal Segala Permasalahan yang Ada

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Drs AY Sudarma melakukan temu warga dan jaring aspirasi (Reses), Senin (11/2/2019) malam di Balai Serbaguna RW 4 Mertolulutan, Ngampilan, Yogyakarta. "Jaring aspira ...

DIY

Pelaku Pelemparan Kaca Mobil Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Jajaran unit reskrim Polsek Mlati berhasil meringkus tiga pelaku pelemparan batu kepada kaca mobil pikap hitam yang terjadi pada malam Minggu (3/2) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Gadjah Mada, Dusun Sendari. Diketahui pe ...

Kesehatan

Kaki Gadis Cantik asal Manggarai Itu pun Harus Diamputasi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Raut wajahnya selalu tampak ceria dan gaya bicaranya ceplas ceplos khas anak-anak. Tak sedikit pun terlihat kalau gadis cilik nan cantik asal Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT itu baru saja kehilangan salah satu bagia ...

DIY

Keterbukaan Informasi Publik di DIY Masih Belum Terlalu Baik

YOGYA, BERNAS.ID - Badan Publik di DIY masih belum banyak yang menyediakan informasi publik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi. Badan Publik di DIY masih sedikit menyedi ...

DIY

KPU Sleman Mulai Merakit 16.995 Kotak Suara

SLEMAN, BERNAS.ID- KPU (Komisi Pemilihan Umum) mulai merakit kotak suara yang berjumlah 16.955 buah berdasarkan jumlah TPS yang dibutuhkan di Sleman. KPU mengerahkan 8 orang tenaga buruh harian lepas untuk merakit kotak KPU yang berbahan da ...

DIY

Lampu Penerangan di Jalur Evakuasi Merapi Terbatas

SLEMAN,BERNAS.ID- Gunung Merapi tengah rutin menunjukkan aktivitasnya. Dilansir dari akun Twitter @BPPTKG, pada Selasa (12/2) dini hari pukul 00.00-06.00 WIB, berdasarkan data seismik, terjadi jumlah guguran 17 kali dengan durasi 10-60 deti ...

DIY

Intensitas Merapi Tinggi, Warga Dihimbau Waspada

SLEMAN, BERNAS.ID- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus mengeluarkan informasi terkait Gunung Merapi yang sering memuntahkan lava pijar. Meski aktivitasnya cukup tinggi, status Merapi masih pada l ...

Ekonomi

FPPR Ancam Tutup Toko Modern Tak Berijin di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Forum Peduli Pasar Rakyat (FPPR) mendesak DPRD Kabupaten Sleman menertibkan toko modern yang tidak berijin. Forum ini juga menuntut agar memasang label berijin dan tidak berijin kepada toko modern. Ditemui setelah mela ...

Pendidikan

Situasi Politik Saat Ini Membelah, Potensial Rasa Permusuhan

BANTUL, BERNAS.ID- Di tengah kondisi politik praktis yang mengejar kekuasaan dengan fanatisme yang luar biasa, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan tentang tema Tanwir Muhammadiyah yang akan diselenggarakan di Bengkulu pada ...

Budaya

PBTY 2019 Dibuka Dua Hari Lagi, Bakal ada Tiga Naga Raksasa

YOGYA, BERNAS.ID - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) memasuki penyelenggaraan tahun ke-14 pada 2019 ini. Rangkaian acara siap digelar tanggal 13-19 Februari 2019. "Tahun ini PBTY tembus menjadi event terbesar di Indonesia, mas ...

Pariwisata

Bendungan Kamijoro yang Viral di Medsos Ternyata Dahulu Bikinan Belanda

KULONPROGO, BERNAS.ID - Jembatan Bendungan Kamijoro yang membentang di Sungai Progo yang menghubungkan dua wilayah kabupaten, yaitu sebelah timur sungai merupakan wilayah Desa Kamijoro, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul dan sebelah barat ...

DIY

Saat Ini, Politik Praktis yang Hanya Mengejar Kekuasaan

BANTUL, BERNAS.ID-  Kondisi politik saat ini hanya menawarkan kebenaran politik berdasarkan kelompoknya. Politik terkesan politik praktis yang mengejar kekuasaan dengan fanatisme yang luar biasa. Berdasar teori Edmund Husserl, Rekto ...

DIY

Latihan Pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden Resmi Ditutup

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Latihan pengamanan pemilihan umum legislatif dan presiden tahun 2019 resmi ditutup dengan menampilkan simulasi aksi demo massa yang tidak puas dengan hasil pemilu serta diakhiri dengan Apel penutupan latihan pen ...

Lifestyle

Pesona Taman Bunga Telaga Malingan

GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID - Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menyeimbangkan aktivitas rutinnya maka piknik atau berwisata menjadi salah satu alternatifnya. Seiring dengan kemajuan teknologi dan berkembangnya media sosial me ...

Kesehatan

Jika Demam, Segera Kunjungi Faskes Terdekat Sebelum Terlambat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta awal tahun ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Terkait hal itu Pemkot meminta warga yang mengalami demam untuk sege ...

Budaya

Santri Jember Gelar #AksiBelaKiai, Tuntut Fadli Zon Minta Maaf

JEMBER, BERNAS.ID  -  Para santri Kabupaten Jember, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa #AksiBelaKiai dengan longmarch dari Lapangan Talangsari, Jember Kidul, Kaliwates, menuju Alun-alun pada Minggu (10/2/2019). Dalam aksi i ...

DIY

PU Sleman Jelaskan Video Viral Air Tersedot ke Dasar Sungai

SLEMAN, BERNAS.ID- Sejak Jumat (8/2), viral sebuah video aliran sungai Kalikuning tersedot ke dasar sungai di media sosial. Dalam video, aliran sungai Kalikuning Sleman itu terlihat bukannya mengalir lurus, tetapi justru tersedot ke sebuah ...

DIY

Setelah Tiga Hari, Warga Berbah Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

SLEMAN, BERNAS.ID-  Hari Minggu (10/2) sekira pukul 10.15 WIB, Dusun Sendang Berbah Sleman digegerkan dengan kabar kematian salah satu warganya yang sudah tiga hari di kamar mandi dengan posisi duduk agak miring dan sudah berbelatung. ...

Pendidikan

Peluang dan Tantangan GMKI pada Usia 69 Tahun

BOGOR, BERNAS.ID -Pada 9 Februari 2019, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) memasuki usia ke 69 tahun. Dalam perjalanan panjang itu, rentetan peristiwa masa lalu mampu dilewati GMKI yang dimulai dari Orde Lama, Orde Baru hingga masa ...

Kesehatan

UII Dorong Masyarakat Perkuat BPJS Kesehatan

KLATEN, BERNAS.ID --Masyarakat diminta berperan untuk menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Salah satu bentuk untuk menyukseskan program tersebut adalah dengan men ...

Pendidikan

Mahasiswa KKN UII Bangun Destinasi Wisata

KLATEN, BERNAS.ID --Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UII membuat berbagai program kerja untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pedesaan. Para mahasiswa melakukan perencanaan hingga pelaksanaan atau merealisasikan program bersama ma ...