Harmonisasi Kehidupan di Daerah Rawan Bencana


09 November 2016

Ilustrasi (Sumber foto: danzrray[dot]blogspot[dot]com)

HarianBernas.com - Secara kodrati sesungguhnya manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan secara sempurna, dibanding makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan maupun binatang. Dalam hal ini kelebihan manusia adalah memiliki kecerdasan berfikir untuk menghasilkan karya-karya yang spektakuler. Kecerdasan berfikir inilah yang lantas dikelola untuk melahirkan berbagai pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tuhan begitu Maha Adil yang mengkaruniai bangsa Indonesia dengan begitu melimpah kekakayaan alam yang terkandung di tanah air ini, tetapi di sisi lainpun Tuhan memberikan tantangan begitu banyak bencana pada negeri ini sebagai sebuah risiko yang harus dihadapi oleh semua masyarakat bangsa ini.

Gambaran kehidupan ini bak dua sisi mata uang yang bertautan, dan meninggalkan pesan kepada kita semua, bahwa semestinya kekayaan alam digunakan dengan memperhatikan aspek kelestariannya agar tidak terjadi bencana, kalaupun terjadi bencana kita tidak terlalu berat menanggung dampak buruknya. Wallahualam..!

Sejatinya peristiwa bencana yang terjadi dimuka bumi ini bukanlah sesuatu yang baru melainkan sudah ada sejak lama. Hampir setiap bencana tentu saja akan menimbulkan kerusakan, kerugian, dan yang paling fatal adalah menimbulkan korban jiwa. Dampak bencana yang ditimbulkan tersebut tergantung dari jenis bencananya.

Dalam catatan sejarah di Indonesia, bencana-bencana yang kerap menimbulkan kerugian dan kematian dalam jumlah besar biasanya adalah gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, dan banjir. Meski bencana-bencana lainya juga memiliki risiko tetapi tidak sesering dan sedahsyat empat bencana yang disebut tadi.

Pada perspektif yang sangat ilmiah, bencana sering disebut sebagai siklus alam yang tidak bisa terhindarkan kejadiaannya. Bahkan sebagian masyarakat mengakui bahwa beberapa jenis bencana yang terjadi merupakan akibat ulah manusia yang serakah dan tidak peduli dengan kelestariaan alam itu sendiri. Banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran itu adalah beberapa contoh jenis bencana yang bisa diakibatkan oleh keserakahan manusia dalam mengeksploitasi kekayaan alam.

Lantas bagaimana seharusnya dengan kita yang hidup didaerah rawan bencana? Pertanyaan reflektif ini tentu saja mematik kesadaran kita bahwa sudahkah kita mengenal potensi bencana di sekeliling kita? Sudahkah kita memiliki kesiapsiagaan bila suatu waktu terjadi bencana di daerah kita? Jika kita sejenak berinstropeksi diri maka pertanyaan-pertanyaan dalam hati tersebut setidaknya dapat membuka ruang kesadaran baru untuk mencari jawaban agar bisa mengambil tindakan yang tepat. Pengalaman adalah pembelajaran berharga, begitulah nasihat bijak yang sering kali kita dengar untuk menjadikan kita semakin dewasa dan bijaksana terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan ini.

Menarik untuk kita simak mengenai pengetahuan bijaksana tentang falsafah hidup masyarakat Jawa yang dicetuskan Sri Sultan Hamengkubuwana I yakni Hamemayu Hayuning Bawana yang dapat diartikan sebagai bentuk pemahaman yang menyarankan bahwa dalam kehidupan ini harus tercipta hubungan yang harmonis, baik manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusianya, maupun manusia dengan alam sekitarnya. Jika ketiganya tercipta dengan baik maka disitulah pemaknaan atas keharmonisan kehidupan ini.

Ada tiga pesan ajaran penting dalam falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang disebut Tri Satya Brata. Pertama, ''Rahayuning bawana kapurba waskitaning manungsa" artinya: kesejahteraan dunia tergantung manusia yang memiliki ketajaman rasa. Hal ini menunjukan harmoni hubungan manusia dengan alam sekitarnya sebagai sebuah kewajiban untuk menjaga kelestariannya.

Ketajaman rasa itu tercermin ketika kita menyakini bahwa bencana adalah sebagai siklus alam tentu saja secara otomatis manusia seharusnya mengenali tanda-tanda jika  akan terjadi bencana. Kita bahkan bisa melihat tanda-tanda saat akan terjadi bencana dari perilaku binatang yang menunjukan rasa tidak nyamanya ketika akan terjadi bencana.

Sebagai contoh peristiwa bencana di Thailand misalnya, serombongan turis di pantai Phuket berhasil selamat dari terjangan gelombang Tsunami yang diakibatkan gemba bumi Aceh tahun 2004 karena mengikuti gajah-gajah yang tiba-tiba lari menjauhi pantai Phuket. Begitupun contoh dramatis di Aceh 2004, seandainya warga jauh hari sudah diberi pemahaman yang cukup tentang tanda-tanda akan datangnya tsunami. 

Mungkin mereka tidak akan berlarian menangkapi ikan-ikan yang menggelepar di pinggir lautan yang surut pasca gempa bumi besar sehingga korban yang meninggal juga mungkin tidak sebanyak itu. Atau contoh lain dari peristiwa erupsi Gunung Merapi 2010, binatang-binatang liar yang ada dihutan lereng Gunung Merapi tiba-tiba turun kebawah sebelum erupsi, pertanda alam yang ditujukan untuk orang-orang disekitarnya agar segera mengungsi.

Kita pun mengenal istilah “firasat” dengan arti kata pesan tersamar akan ada sesuatu yang terjadi sekalipun belum pasti. Tetapi hal itu akan diyakini sebagai firasat jika sesuatu yang dirasakan ternyata benar-benar terjadi. Dari sini sebenarnya kita bisa menarik benang merah bahwa sesungguhnya alam pun akan memberi “sinyal kabar” jika memang akan terjadi bencana. Pengetahuan seperti ini hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang memiliki ketajaman rasa atau kepekaan terhadap tanda-tanda alam.

Kedua, "Darmaning manungsa mahanani rahayuning negara" artinya: tugas hidup manusia adalah menjaga keselamatan negara, karena Tuhan menciptakan manusia yang berbeda-beda warna kulit dan bahasanya, bergolong-golong dan bersuku-suku, sehingga diperlukan adanya negara dan pemerintahan yang mengaturnya, agar tidak terjadi seling-surup (salah mengerti)  dan saling-silang antar manusia.

Hal ini tentu saja untuk mewujudkan terciptakan kedamaian antar manusia atau antar bangsa yang amat majemuk. Pun demikian termasuk didalamnya konteks menjaga keselamatan negara dari ancaman bencana, kita harus mengetahui bagaimana cara-cara yang diperlukan agar kita sebagai sebuah bangsa dan negara selamat dari sekian banyak ancaman bencana di negeri ini.

Ketiga, ''Rahayuning manungsa dumadi karana kamanungsane" artinya: keselamatan manusia oleh kemanusiaannya sendiri. Hal ini menunjukan rasa kemanusian yang perlu dibina untuk saling tolong menolong dan membantu satu sama lain ketika dalam kesusahan/cobaan. Semua untuk membuat keselarasan dalam dunia yang akan membuat semua penghuninya nyaman dan hidupnya menjadi indah.

Ajaran ini jelas memiliki korelasi yang erat kaitanya dengan tugas-tugas kemanusian ketika terjadi bencana yang menimbulkan banyak korban jiwa, luka derita, maupun kehilangan harta benda. Apabila ajaran ini diterapkan ketika terjadi bencana, sudah barang tentu akan sangat andil dalam meringankan mereka yang menjadi korban bencana untuk pulih dan bangkit kembali seperti kehidupan normal sebelum terjadinya bencana.

Pesan bijak lainnya sekaligus sebagai filosofi hidup yang tidak  kalah menarik adalah “eling lan waspada”, eling artinya ingat, dalam hal ini dikorelasikan dengan ingat pada Sang Pencipta ,sedangkan waspada merupakan kesiapan melihat segala sesuatu yang terjadi disekitarnya. Nilai-nilai luhur ini sejatinya tidak akan pernah uzur, sekalipun zaman terus bergerak.

Lagi-lagi soal kepekaan atau ketajaman rasa sebagai bahasa yang sangat batiniah. Filosofi hidup demikian merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana, karenanya jika hal tersebut diterapkan akan banyak memberi kontribusi pada upaya pengurangan risiko bencana yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Dengan menyimak ajaran ilmu-ilmu kebijaksanaan tersebut sesungguhnya kita telah banyak menyia-nyiakan pengetahuan yang dimiliki oleh bangsa ini sejak dulu kala. Secara substansi, falsafah itu sebenarnya tidak hanya untuk masyarakat Jawa melainkan berlaku secara universal karena itu tetang kehidupan manusia. Arus modernisme telah menjadikan sebagian dari kita latah menghanyutkan ajaran-ajaran yang amat bernilai dan mulia tersebut. 

Padahal hubungan yang harmonis dari ketiga aspek diatas tidak ada pembeda dalam setiap fase sejarah kehidupan manusia. Menjadi modern tidak harus meninggalkan falsafah hidup yang diajarkan oleh nenek moyang kita, karena sejatinya falsafah adalah cara pandang kedepan (visioner) dalam meniti kehidupan yang amat sementara ini.   

Oleh karenanya, manusia memiliki peran yang sangat vital untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan semua makhluk di muka bumi ini. Mengelola pengetahuan lokal secara bijak merupakan upaya menjaga integritas dalam upaya kesiapsiagaan. Organisasi-organisasi masyarakat merupakan wadah sekumpulan manusia yang mestinya dapat mengelola pengetahuan lokal mengenai tanda-tanda alam jika akan terjadi bencana serta menyiapkan segala sesuatunya untuk meminimalisir risiko bencana yang ada sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Banyaknya peristiwa bencana akhir-akhir ini, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, badai angin puting beliung dan sebagainya yang terjadi di seluruh penjuru nusantara harus kita ambil hikmahnya sebagai bahan refleksi kita atas keharmonisan kehidupan yang mungkin telah terkoyak. Banyak diantara kita yang amat rakus dengan mengekploitasi kekayaan alam demi mengejar Pendapatan Asli Daerah/PAD tapi tidak menjaga kelestariaanya.

Alih-alih meningkatkan PAD tapi apa yang menjadi harapan tidaklah sesuai dengan kenyataan. Masih bagus bila hasil kekakayaan alamnya digunakan untuk kepentingan rakyatnya, tapi justru hanya untuk mengisi pundi-pundi ekonomi pribadi segelintir orang yang berada dalam lingkaran kekuasaan. Hal demikian masih diperparah dengan maraknya kasus karupsi dan kolusi yang melibatkan elit-elit pemerintahan di daerah yang merugikan banyak pihak.

Kerusakan alam justru semakin meluas seperti kerusakan hutan akibat penebangan liar dan  kebakaran yang menjadikan terjadinya degradasi lahan, kerusakan lingkungan akibat eksplorasi aneka tambang tanpa direklamasi dengan baik, sampah yang dibuang ke sungai, air limbah industri dan rumah tangga yang dibuang begitu saja ke sungai menyebabkan terjadi pencemaran air yang sangat parah.

Bukankah hal yang wajar jika alam pun marah dibuatnya, dengan mendatangkan bencana untuk menyadarkan kita semua yang telah amat lalai menjalankan kewajiban menjaga kelestarian alam raya ini? Ada hukum alam yang bersifat timbal balik yang sangat efektif untuk kita perhatikan.

Semoga ditahun-tahun berikutnya, kita semua semakin menyadari betapa penting keharmonisan kehidupan di daerah rawan bencana yang harus kita wujudkan bersama. Banyak hal yang harus kita ambil sebagai pembelajaran atas peristiwa bencana pada masa lalu juga tentang berbagai pengetahuan bijak di masa lalu untuk kita jadikan pegangan hidup. Berada didaerah rawan bencana harus pula pandai mengenali tanda-tanda dan risiko bencananya. Kita tidak mungkin menghindari bencana tapi kita dapat beradapatasi serta meminimalisir risiko bencananya.Semoga..!

 

Oleh: Aris Sustiyono

Manager Komunikasi & Jaringan Kerjasama - Yayasan Lestari Indonesia

Dewan Pengurus Forum PRB DIY 2016-2019


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Pendidikan

Mendikbud Harapkan Ratusan Pelajar SMP Jadi Pemimpin Bangsa

Bernas.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy membuka acara Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) siswa SMP DIY dan Jateng di kawasan Hotel Griya Persada, Sleman, Selasa (23/10/2018) malam. Acara ini diikuti oleh hampir 600 o ...

DIY

50 Persen Perkotaan, Sleman Optimalkan Layanan Parkir

Bernas.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perparkiran. Sosialisasidiikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari perwakilan Kepala Desa dan Camat se- ...

Ekonomi

Terdampak Dollar, Komoditas Sembako Ini Naik Harganya

Bernas.id - Monitoring harga secara insidentil dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman sebagai upaya antisipasi gejolak harga sembako terkait kenaikan kurs dollar di wilayah Sleman. Pemantauan harga s ...

Olahraga

3302 Pesilat Berkumpul dan Berkompetisi di Jogja

Bernas.id - Sebanyak 3302 pesilat dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan GOR Among Raga Jogja, Selasa (23/10/2018). Mereka adalah para peserta Yogyakarta Championship 4 2018, yang akan digelar hingga besok (24/10). Romy Ardia ...

DIY

Bupati: Tidak Ada Santri Radikal di Sleman

Bernas.id - Kurang lebih sebanyak 2000-an santri memeriahkan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018 di Lapangan Pemda Sleman, Senin  22 Oktober 2018. Ribuan santri tersebut datang dengan menampilkan berbagai inovasi atr ...

DIY

Para Santri Harus Menekan Lahirnya Konflik di Tengah Keberagaman

Bernas.id - Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sleman menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018 di Lapangan Pemda Sleman, Senin  22 Oktober 2018. Dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Slema ...

DIY

Buruh Tuntut UMK DIY 2019 Sebesar Rp2,9 Juta

Bernas.id - Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY Yogyakarta melakukan unjuk rasa di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Senin (22/10/2018). Massa me ...

Budaya

Pawai Budaya Kelurahan Panembahan Meriah

Bernas.id -- Menutup rangkaian acara Gelar Potensi Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-262 Kota Yogyakarta, Minggu (21/10/2018), diselenggarakan karnaval Pawai Budaya yang di ...

DIY

Festival Kampoeng Gardena Meriahkan HUT Kota Yogyakarta ke 262

Bernas.id - Rayakan hari ulang tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke 262, Gardena Department Store & Supermarket Yogyakarta menggelar Festival Kampoeng Gardena 2018, Minggu (21/10/2018) di halaman parkir Gardena. Direktur Utama Gardena ...

Pariwisata

GKR Hemas Kenang Gerobak Sapi

Bernas.id - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menyatakan gerobak sapi banyak membawa manfaat bagi penggemar gerobak, misal pengetahuan sejarah alat transportasi zaman dulu dan pembuatnya, mendapat pesanan gerobak karena akan terus dilestarikan ...

Olahraga

1000 Pesilat Unjuk Kebolehan Main Thoya di Candi Prambanan

Bernas.id - 1000 pesilat anggota Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri unjuk kemahiran bermain senjata thoya (tongkat panjang) di Lapangan Shiwa, Candi Prambanan. Unjuk piawai bermain toya dengan tajuk Para Ksatria Serib ...

Kesehatan

IDI Sleman Peduli Penderita Thalasemia

Bernas.id - Sebagai bentuk dukungan kepada penderita Thalasemia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sleman adakan penggalangan dana melalui jalan santai dan senam masal, Minggu (21/10/18) bertempat di Lapangan Pemda Sleman. Ketua pa ...

Budaya

Keceriaan Santri Kecil Jogja Berpawai

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Yogyakarta menggelar lomba karnaval dalam rangka memperingati Hari Santri, Minggu (21/10/2018) pagi. Para santri muda berpawai menggunakan mobil pick-up yang dihias ala kadarnya. Kepala S ...

DIY

Perlu Usaha Bersama Putus Mata Rantai Perkawinan Anak

Bernas.id - Pernikahan anak masih marak terjadi di Indonesia dan kondisinya semakin mengkhawatirkan. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016 mencatat sekitar 1,1 persen anak menikah pertama kali sebelum usia  15 tahun. Se ...

Budaya

Saparan Ki Ageng Wonolelo, 1,5 Ton Apem Dibagikan

Bernas.id - Pukul satu siang, masyarakat dari berbagai usia dan kalangan mulai berduyun-duyun datang ke lokasi Saparan Ki Ageng Wonolelo di Pondok Wonolelo, Widodomartani Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Semakin lama, warga yang datang tambah ...

DIY

Bantahan Atas Pendapat JPW atas Penolakan PP No.43 Tahun 2018

Bernas.id - Tim Pembela Jokowi (TPJ) DIY menganggap penanganan korupsi tentunya tidak dapat dilakukan sendirian oleh negara dalam hal ini melalui aparat penegak hukumnya. Peran dan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi sangatla ...

DIY

Trio NWN: Kerja sebagai PR Hotel Perlu Passion

Bernas.id -- Kerja sebagai Public Relations (PR) di sebuah institusi, khususnya hotel itu diperlukan sebuah dedikasi yang menumbuhkan cinta terhadap pekerjaan dan ujungnya akan menjadikan passion dalam menekuni profesi. Hal itu, disampai ...

Budaya

Lomba Karnaval Hari Santri Se-Kota Jogja, Besok Minggu

Bernas.id - Memperingati Hari Santri Nasional 2018, Kantor Kementrian Agama Kota Jogja bakal menggelar Lomba Karnaval Budaya Santri se Kota Jogja. Lomba akan digelar pada Minggu 21 Oktober 2018 pukul 07:00 pagi.  Kasi Pendidikan Pon ...

DIY

Posting Fitnah ke Jokowi, Relawan Lapor ke Polda DIY

Bernas.id- Dua buah nomor kontak yang menjadi anggota sebuah grup WA PP-ABAT Berkah Yk (grup ekonomi bisnis) dilaporkan ke polisi karena diduga postingannya mengandung pencemaran nama baik, penghinaan, dan ujaran kebencian terkait UU ITE te ...

DIY

30 Oktober, Tenaga Honorer Mogok Nasional

Bernas.id- Puluhan tenaga kerja honorer melakukan audiensi untuk menyampaikan aspirasinya di DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tuntutannya, Pemerintah segera mencabut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara da ...

DIY

Peluru Nyasar di Gedung DPR, Ini Update Terkini Kabareskrim Polri

Bernas.id - Terkait peluru nyasar di gedung DPR, Kepala Bareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto menyebut bahwa ada 4 lokasi yang diperiksa. "Ada 4 lokasi yang kami periksa,  pertama di lantai 10, lantai 20, kemarin rupanya ...

DIY

Banyak Komplain, Kabareskrim Ingin Benahi Kinerja Reskrim

Bernas.id - Terkait tujuan kunjungannya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepala Bareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto mengatakan untuk melakukan peningkatan dan pembenahan kepada seluruh jajaran penyidik di Polda DIY. "Saya ha ...

Olahraga

Lomba Olahraga Tradisional bagi ASN di Lingkungan Pemkab Sleman 

Bernas.id-  Memperingati ulang tahun KORPRI ke-47, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman adakan lomba olahraga tradisional bagi seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman di lapangan ...

Ekonomi

Kemenkominfo Ajak UMKM Yogyakarta Turut Menggerakan Usaha E-Commerce

Bernas.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia menggelar Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online : Murah, Cepat, dan Aman di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel UGM Yogyakarta, Kamis (18/10/ ...

DIY

Maskowi Deklarasi Dukung Jokowi

Bernas.id - Masyarakat Kerja Jokowi (Maskowi) menggaungkan deklarasinya mendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Limasan Kinayungan, Jl kaliurang Km 17 Tegalasari, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yog ...

Budaya

Hip Hop Goyang Kelurahan Panembahan Jogja

Bernas.id -- Bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya penggemar musik Hip Hop tentunya sudah tidak asing lagi dengan musisi pelantun lagu “Jogja Istimewa”, bernama Balance dan Mamok, keduanya merupakan pentolan grup Jogja Hip Hop F ...

Ekonomi

Jaminan Keamanan Sangat Krusial untuk Bisnis Hulu Migas

Bernas.id - Hari ini Rabu 17 Oktober 2018, Security Summit secara resmi dibuka Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar didampingi Ketua Pelaksana Security Summit 2018 Putra Jaya, serta Ketua ASIM Dino Hindarto. Security Summit 2018 yang pada ta ...

DIY

Kepemilikan Big Data Menjadi Kunci di Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Regional se-Jawa Bali telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X di Hyatt Regency Hotel dengan pemukulan bende, Rabu pag ...

DIY

Polsek Gamping Berhasil Ungkap Tindak Pidana Pencurian CPU dan Penggelapan Motor

Bernas.id- Unit Reskrim, Polsek Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana, yaitu pencurian perhiasan dan penipuan/ penggelapan sepeda motor. Dalam konferensi persnya, Selasa (16/10) Kompol Hendr ...

DIY

Polda DIY Kembali Bongkar Peredaran Tembakau Gorilla

Bernas.id- Dalam operasinya di bulan September 2018, Polda DIY berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayahnya. Dalam konferensi persnya, Selasa (16/10) Wadiresnarkoba Polda DIY, AKBP Baron Muryanto berhasil menyita barang bukti berupa ...

DIY

ULD DIY Menggelar Charity for Palu dan Lombok

Bernas.id - Universal Line Dance (ULD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara kemanusiaan penggalangan dana yang kemudian akan disalurkan kepada para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Lombok beberapa wakt ...

DIY

Hallo Pol PP Meminimalisir Atribut Politik yang Mengandung Hoaks

Bernas.id - Guna meningkatkan kinerja pelayanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman melaunching pos pengaduan masyarakat dan aplikasi online Hallo Pol PP. Aplikasi Hallo Pol PP merupakan salah satu inovasi Satpol PP ...

DIY

Eksekusi Rumah Dinas TNI, Upaya Sejak 19 Tahun Silam

Bernas.id - Korem 072 Pamungkas Yogyakarta melakukan eksekusi pengosongan rumah dinas TNI yang ada di Blok Pathuk, Dipoyudan, Ngampilan, Yogyakarta, Selasa (16/10/2018) pagi. Walau mendapat penolakan dari warga, penggusuran tetap dilaksanak ...

DIY

Ratusan Aparat Eksekusi Rumah Dinas TNI di Pathuk

Bernas.id  - Ratusan aparat TNI AD mengosongkan rumah dinas TNI AD di Kampung Dipoyudan Pathuk RT 28 RW 05, Ngampilan, Yogyakarta, Selasa (16/10/2018). Sejak pagi hari, anggota TNI sudah mengamankan kompleks perumahan tersebut, mengamb ...

Budaya

Lawan Hoax, PBNU Luncurkan Channel Edukasi

Bernas.id - Organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan NU Channel. Channel ini berisi program-program yang mendidik, tidak provokatif dan mengajarkan toleransi. NU Channel juga menayangkan sejumlah program menar ...

DIY

Perusakan Properti Sedekah Laut, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan komentar terkait perusakan properti sedekah laut labuhan di Bantul yang terjadi belum lama ini. Ia mengimbau kepada semua pihak untuk saling m ...

DIY

KH Ma,ruf Amin: Pertarungan Pilpres 2019 Menjaga Ideologi Negara

Bernas.id - KH Ma'ruf Amin mengungkapkan rasa syukurnya kepada ribuan relawan dan para caleg dari berbagai partai koalisi sebagai juru kampanye pasangan Capres-cawapres No 1 di Yogyakarta karena bisa bertemu dan berkumpul di Rich Jogja, ...

DIY

TMMD ke-103 Tahun 2018 Resmi Dibuka di Balecatur Sleman

Bernas.id - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018 tahap III Kodim 0732/Sleman dibuka Lapangan Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin pagi 15 Oktober 2018. TMMD ini mengusung tema &ld ...

DIY

Temui Sultan, Ma'ruf Amin Bantah Sedang Sakit

Bernas.id - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubowono X di kawasan Keraton Yogyakarta, Senin (15/10/2018) pagi. Pertemuan kedua pihak berlangsung tertutup.  "Saya merasa gembira ...

DIY

Wakil Walikota Buka TMMD Sengkuyung Tahap III 2018 di Pakuncen

Bernas.id - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap Ke III Tahun 2018 Kodim 0734/ Yogyakarta di Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, resmi dibuka dalam upacara di lapangan AMC Wirobrajan Yogyakarta, Senin (15/10/2018). ...

Pariwisata

Wawali Kota Jogja Resmikan Acara Blusukan Kampung Wisata Kali Code 2018

Bernas.id -- Promosi pariwisata yang telah menjadi kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, adalah promosi dalam bentuk menghidupkan kampung-kampung wisata agar ada aktivitas yang menhubungkan obyek-obyek wisata utama yang ada di Kota ...

Budaya

Puncak Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi Tahun 2018

Bernas.id - Untuk mengangkat budaya dan pariwisata di wilayah Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Dinas pariwisata Kabupaten Sleman selenggarakan kegiatan Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi Tahun 2018 di Lapangan Denggung, Mi ...

DIY

Solusi Atasi Kurang Gizi bagi Ibu Hamil

Bernas.id -  Data nasional dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 lalu menunjukkan prevalensi risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil sebanyak 24,2%. KEK, status kurang gizi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan nutri ...

Budaya

Daniel dan Erina Terpilih Jadi Dimas dan Diajeng Jogja 2018

Bernas.id - Malam penobatan Dimas Diajeng Jogja 2018 digelar di Concert Hall TBY, Jumat (12/10/2018). Dimas Bimananta dan Diajeng Arilia yang merupakan Dimas Diajeng Jogja 2016 mengestafetkan gelar yang telah diemban selama dua tahun kepada ...

DIY

Relawan Barnus untuk Prabowo-Sandi Dideklarasikan di Yogyakarta

Bernas.id - Setelah deklarasi nasional pada tanggal 29 September 2018 lalu di Semarang, relawan Barisan Nusantara (Barnus) kembali menggelar deklarasi dan diskusi sebagai pernyataan dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Pr ...

DIY

Sandiaga Uno Resmikan Posko Pemenangan Prabowo Sandi DIY, Ajak Kampanye Zaman Now

Bernas.id - Cawapres Sandiaga Uno melakukan rangkaian kunjungan ke Jogja, Jumat (12/10/2018). Setelah melakukan kunjungan ke Kraton Jogja, Sandiaga berkunjung ke Ndalem Purbayan Jogja --kediaman almarhum Probosutedjo-- guna meresmikan Kanto ...

Ekonomi

Produk Wooden Resin Asli Kadisobo Sleman Laku di Eropa dan Amerika

Bernas.id- Heru Prasetyo, owner Pras Craft Jogja mengawali usaha wooden resin dari usaha yang kecil sekitar tujuh yang lalu di pinggir rumah dengan peneduh terpal. "Alhamdulillah kami sudah tumbuh. Sekarang kami lebih membuat kluste ...

Budaya

Istimewa Batik Mantaran dengan Motif Melon

Bernas.id - Rita Lestari (50), Ketua Kelompok Mantaran Batik Trimulyo mengatakan usaha kelompok batik Mantaran dimulai dari bulan Juli 2015. "Kami mendapat fasilitas pelatihan dari Desperindag dari Desa Trimulyo. Total ada 20 anggot ...

Pendidikan

Kemenag Siap Bangun Tenda Darurat untuk IAIN Palu

Bernas.id - Kementerian Agama (Kemenag) akan mendirikan tenda-tenda darurat untuk menampung mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang kampusnya hancur akibat gempa. Hal tersebut supaya proses belajar-mengajar di IAIN Palu tetap ...

Pendidikan

Rektor UWM : Hilangkan Ego Sektoral untuk Mewujudkan UWM Menjadi Baik

Bernas.id - Sebagai rangkaian mata acara Dies Natalies ke-36 Universitas Widya Mataram (UWM), upacara dies digelar pada Selasa (9/10/2018) di Pendapa Agung UWM. Upacara dies berlangsung sakral dengan dihadiri pengurus Yayasan Mataram Y ...