Indonesia Mulai Bergerak!

Deny Hermawan - Thia Destiani
11 Juli 2017

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

YOGYAKARTA, HarianBernas.com -- Dukungan terus mengalir kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghadapi Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket di DPR RI. Kali ini, datang dari ratusan civitas akademi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang menyatakan sikap menolak pansus hak angket KPK.

Dalam waktu dekat akan disusul puluhan perguruan tinggi di tanah air, menyatakan hal yang sama. Ratusan dosen UGM menyatakan dukungan menolak hak angket KPK, karena dinilai melemahkan lembaga antirasuah itu.

Pernyataan itu disampaikan oleh para dosen UGM yang juga diikuti Rektor Kampus itu, Panut Mulyono di Balairung, UGM, Senin (10/7). Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi sikap para akademisi UGM tersebut diantaranya fungsi pengabdian masyarakat yang harus dimiliki sebuah perguruan tinggi.

Para guru besar dan dosen menolak pansus angket KPK karena mereka menilai kegiatan dan tujuan pansus angket KPK cenderung untuk melemahkan kegiatan anti korupsi dan lembaga KPK. Prof Drs Koentjoro BSc dari Psikologi UGM menyatakan, saat ini arah pansus hak angket KPK cenderung tidak fokus. Menurut dia, pada awalnya pansus ingin menyorot pentingnya kontrol penyidikan, namun bergeser hingga ke BPK dan bahkan kasus yang telah diputus.

"Kami lihat ada pelemahan KPK yang dilakulan oleh pansus. Karena kami lihat ketika berbicara pemberantasan korupsi, mereka gak tahu sasarannya. Arah sasaran penembakannya ke KPK," katanya. Contoh nyata ketidakberpihakan DPR pada KPK, menurut Koentjoro ada saat anggota pansus KPK mengunjungi para koruptor ke Lapas Sukamiskin, Bandung pekan lalu.

"Anggota pansus angket awalnya ingin menyuarakan pentingnya kontrol penyidikan kemudian bergeser menemui BPK untuk fakta lain, minta anggota KPK diganti dan bahkan menemui koruptor di Sukamiskin. Ini tidak jelas arah pemberantasannya. Loh kok yang sudah inkrah (koruptor) diganggu-ganggu lagi," ucapnya.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Hukum, Prof Sigit Riyanto mengatakan proses yang terjadi di internal DPR dan fakta-fakta kegiatan pansus di lapangan jelas menunjukkan upaya pelemahan KPK dan ketidakberpihakan DPR dalam upaya pemberantasan korupsi.

Merekaa melakukan intervensi proses hukum yang sedang berjalan diperadilan di KPK dan menemui terpidana kriminal korupsi. Tindakan itu simbol DPR mendukung perilaku korupsi,"papar Sigit. Atas dasar tersebut para akademisi akan menggelar aksi deklarasi gerakan UGM Berintegritas pada 17 Juli 2017 mendatang.

Gerakan ini adalah bukti nyata upaya para akademisi UGM membela gerakan antikorupsi. Sigit melanjutkan, UGM saat ini tengah menyiapkan tiga kegiatan utama terkait pernyataan sikap penolakan hak angket KPK. Pertama, menggalang dukungan dari para dosen UGM untuk penolakan Pansus Angket KPK.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 400-an suara yang terdata untuk dukungan penolakan tersebut. “Kita targetkan ada 1.000 dosen yang akan menandatangani pernyataan sikap ini dan akan disampaikan secara resmi pada tanggal 17 Juli 2017 bersamaan dengan deklarasi gerakan UGM berintegritas,” papar Sigit.

Prof Dr Muhadjir Muhammad Darwin MPA salah satu guru besar UGM mengatakan dengan ikut menyatakan sikap terkait pansus KPK pihaknya melakukan pengabdian masyarakat yakni melindungi kepentingan rakyat dari praktek korupsi.

"Kami harus merespon kasus pemboncengan hak angket ini dan mengawal agar tak ada penyalahgunaan yang dilakukan pansus dari DPR," tegasnya.

Sementara, Prof Dr Wahyudi Kumototomo dari Fisipol UGM menambahkan pihaknya memastikan dukungan pada lembaga yang memberantas kasus korupsi tak peduli bendera yang digunakan.

Menurut dia, UGM bakal terus memantau perkembangan antara pendukung hak angket baik di DPR maupun KPK. "Gerakan ini taglinennya UGM berintegritas dan artinya kita melihat pemberantasan korupsi adalah hal yang sangat penting dan apapun lembaganya sepanjang mendorong hal tersebut kita akan dukung. Tapi bila ada pelemahan maka kita wajib menyatakan sikap dan mengawal," ungkapnya.

Menurut peneliti anti korupsi UGM, Zaenal Arifin Mochtar, akademisi UGM kegiatan hari ini merupakan bagian dari aksi yang lebih besar. Pihak akademisi UGM berniat menyatakan sikap lebih lanjut mengenai kegaduhan pansus hak angket KPK pada 17 Juli 2017 mendatang, dengan menyertakan 1.000 dosen.

"Kita akan analisis dahulu perkembangan di pansus ini, namun menurut kami sejak awal pembentukan pansus ini sudah keliru, kami berharap DPR lekas menyadari," pungkas Zaenal. Sasaran hak angket tak jelas Hak angket yang diajukan KPK, menurut Zaenal Arifin Mochtar, dirasa tidak jelas.

Baik maksud dan tujuan maupun sasaran yang ingin dicapai. “Sebenarnya kepentinganlah yang men-drive DPR. Kalau bicara soal angket, sebenarnya angket ini salah. Angket itu bukan ditujukan ke lembaga seperti KPK. Karena diujung angket itu ada rekomendasi. Karena kalau tidak dilaksanakan, presiden bisa dibawa ke hak menyatakan pendapat. Bisa dijatuhkan,” kata Zaenal.

Lebih lanjut, pakar Hukum UGM ini memaparkan bahwa polemik di KPK sendiri dinilai sederhana. “Nah, KPK kan tidak bisa dijatuhkan. Tidak bisa di HMP kan. Problem di KPK sederhana, bisa diselesaikan dengan rapat dengar pendapat. Kalau ini pintu untuk mengubah undang-undang KPK, ini aneh, karena untuk mengubah undang-undang KPK tidak perlu hak angket,” imbuhnya.

Perubahan undang-undang, dijelaskan Zaenal, cukup dilakukan dengan menyampaikan alasan yang kuat, detail di dalam naskah akademik. “Sayangnya sampai sekarang, DPR belum pernah kunjung bisa menampilkan naskah akademik atau usulan perubahan undang-unndang dengan baik. Karena selama ini usulannya aneh-aneh,” bebernya.

Kampus lain juga bergerak Gerakan melawan pelemahan KPK juga diikuti beberapa perguruan tinggi lainnya di berbagai kota di tanah air. Bahkan, para guru besar IPB sudah menyatakan dukungannya terhadap aksi menolak hak angket. “Guru-guru besar IPB sudah memberikan tanda tangan untuk mendukung tersebut. Namun, untuk aksi lebih lanjutnya pihak rektorat sedang melakukan konsolidasi,” kata Suwiditono dari IPB ketika dihubungi Harian Bernas semalam.

Sementara itu Universitas Indonesia (UI) sudah menggelar tiga aksi dukungan untuk menolak hak angket tersebut. “Kami sudah datang ke KPK dua kali dan sekali ke DPR,” kata Rudy Johanes, Koordinator Gerakan Antikorupsi (GAK) kepada Harian Bernas kemarin.

Menurutnya, dalam kunjungan ke kantor KPK tersebut pihaknya memberikan dukungan agar KPK dapat mengungkap kasus e-KPK dengan baik. “Di DPR kami hanya orasi di depan. Kami diterima oleh tim pansus,” paparnya. Sebelumnya ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, BEM Intitut Teknologi Bandung (ITB) dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) menggelar Aksi Bersama untuk menolak hak angket pada Jumat (7/7).

Ketua BEM UI, Muhammad Syaeful Mujab, menyatakan mereka menggelar demo menolak hak angket DPR karena menciderai semangat pemberantasan korupsi di Indonesia. Perwakilan mahasiswa bertemu dengan anggota pansus hak angket yakni Agun Gunanjar dan Masinton Pasaribu.

Kedua anggota dewan ini diminta untuk menjelaskan tujuan digulirkannya hak angket kepada massa yang berdemo, namun ke dua anggota dewan itu menolak. Para praktisi dan pakar hukum tata negara yang bergabung dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) yang dipimpin Mahfud MD, telah menyatakan sikap berdiri di belakang KPK.

Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun yang juga mengjadi anggota APHTN-HAN mengatakan pansus hak angket KPK keliru memiliki tiga kekeliruan yakni dalam hal subjek, objek dan prosedur hukum.

Hak angket selama ini ditujukan kepada pemerintah, sehingga subjek hukum untuk hak angket KPK dianggap salah alamat karena lembaga anti-rasuah bukanlah bagian dari struktur pemerintah. Adapun dari segi objek, seharusnya hak angket menyelidiki pelaksanaan undang-undang atau kebijakan pemerintah yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Selain itu Refly menyebut prosedur usulan hak angket yang keliru karena saat anggota DPR masih ada yang tidak setuju atau belum mufakat, pimpinan rapat yakni Fahri Hamzah mengetuk palu. Seharusnya bila belum mufakat, peserta rapat mengadakan voting. "Ini prosedur persidangan yang cacat," kata Refly.

Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono menyatakan aksi ini merupakan kali pertama yang dilakukan pihaknya akibat keprihatinan terhadap pelemahan terhadap pemberantasan korupsi melalui hak angket KPK.

Ia menambahkan, aksi yang dilakukan pihaknya kali ini bukan yang kali pertama dan terakhir. Ia berjanji akan terus menyuarakan penolakan terhadap upaya pelemahan KPK. Namun, Iluni juga tetap akan bersikap kritis terhadap KPK agar pemberantasan korupsi berjalan seadil dan seoptimal mungkin.

Ia pun meminta pemerintah mengambil sikap tegas terkait polemik hak angket kepada KPK yang terus mendapat penolakan dari masyarakat. Tak hanya mendesak KPK menuntaskan proses hukum e-KTP dengan menetapkan semua pelaku sebagai tersangka dengan segera.

Ia juga mendesak KPK tuntaskan proses hukum kasus besar lainnya seperti BLBI, Century, Petral, reklamasi, Sumber Waras, dan yang selainnya. Aksi yang digelar tersebut akhirnya mempertemukan pihak BEM UI dengan tim Pansus.

“Padahal kami maunya bertemu dengan wakil ketua DPR. Entah Fahri Hamzah atau Fadli Zon,” katanya. Juru bicara Forum Guru Besar Antikorupsi, Prof Asep Saepuddin menilai aksi dukungan akademika atas pelemahan KPK adalah hal yang baik.

Pasalnya, hak angket tersebut menurut para ahli hukum itu tidak tepat karena tidak sesuai dengan hukum tata negara. "Tetapi saya lebih melihat dari folosofi karena mengapa harus ada hak angket. Lebih prinsip lagi, teman-teman di DPR kan harus memperjuangkan agar negara ini lebih maju. Korupsi itu jangan ditolerir. Ketika KPK memasuki ranah-ranah besar seperti e-KTP harusnya mendukung,” katanya geregetan.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan bahwa aksi ini bisa jadi viral ke kampus-kampus besar yang lain. “Karena ini masalah bangsa. Tentu akan disikapi secara nasional oleh kampus-kampus seperti kasus 1998,” bebernya. Alumni ITS Komite Arek Alumni (KAA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur menolak keberadaan Panitia Khusus Hak Angket KPK DPR karena merupakan bentuk upaya pelemahan lembaga antikorupsi tersebut.

"Menolak segala bentuk upaya pelemahan KPK, baik dengan cara manipulasi ekstrakonstitusional, inkonstitusional, atau kriminal, apalagi sampai dengan rekayasa instrumen konstitusional semisal hak angket dan revisi UU KPK," kata Ketua KAA ITS Ermawan W dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (10/7).

Menurut Ermawan KAA ITS memandang korupsi sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat dan cita-cita kemerdekaan. Korupsi, lanjutnya, bertentangan dengan ikhtiar untuk menciptakan pemerintahan yang akuntabel, bersih, dan berwibawa. "KAA ITS akan selalu menjadi bagian dari barisan terdepan dalam perlawanan terhadap korupsi," kata Ermawan.

Ia menambahkan KAA ITS akan selalu berdiri bersama elemen antikorupsi dan siap berhadapan dengan anasir jahat yang mengganggu perjuangan mulia pemberantasan korupsi tersebut. KAA ITS, lanjutnya, juga melihat gangguan terhadap KPK telah berjalan terus-menerus dari waktu ke waktu, sistematis, dan datang dari segala arah, mulai kriminalisasi dan serangan fisik aktivis antikorupsi atau aparatur KPK hingga pelemahan institusi KPK.

Oleh karena itu, menurut dia, KAA ITS meminta Presiden Joko Widodo, sebagai Kepala Negara dan pemerintahan, untuk konsisten dan setia menjalankan Nawacita dalam memimpin upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi hingga ke akarnya dan menciptakan tata pemerintahan yang baik (good governance).

Ermawan juga mengatakan KAA ITS akan terus mendukung KPK sebagai lembaga penegakan hukum dan pemberantasan korupsi karena sangat diperlukan oleh bangsa untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi baik besar maupun kecil termasuk kasus BLBI, Century, dan Petral.

"Kami juga menolak segala bentuk intervensi terhadap semua proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah, DPR, dan partai politik," katanya. KAA ITS, lanjutnya, mengajak semua elemen bangsa untuk berpartisipasi aktif dalam menguatkan barisan anti korupsi yang diujungtombaki KPK dan bersama kepimimpinan Presiden Joko Widodo. (*/ant/jay)



Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Kesehatan 54 Menit lalu

Catat, Makanan Pembersih Paru-paru Bagi Para Perokok

HarianBernas.com - Bagi yang memiliki kebiasaan merokok, butuh waktu yang relatif lama untuk berhenti. Harus perlahan dan tidak bisa langsung. Untuk itu, sambil mengurangi merokok, kamu bisa mengonsumsi 9 makanan dan minuman berikut ini sup ...

Inspirasi 1 Jam lalu

Ini Ciri-ciri Kamu Dikatakan Gaul, Punya Salah Satunya

HarianBernas.com - Siapa sih yang tidak ingin disebut anak kekinian, anak gaul, atau bahasa beratnya anak hipster. Dengan menjadi anak yang serba up to date, dapat membuat kamu menjadi memiliki banyak teman. Baca 2 Media Sosial Popu ...

Kuliner 1 Jam lalu

Inilah Tujuh Deretan Cabai Terpedas di Dunia

Bernas.id- Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari yang namanya cabai atau olahannya, sambel. Nyatanya, makanan pedas ini bisa memberikan efek yang luar biasa terhadap nafsu makan. Baca Cabai Terpedas Ini Bi ...

Kuliner 2 Jam lalu

5 Snack Jepang Ini Diburu di Indonesia, Suka yang Mana Nih....

Bernas.id - Negara Sakura memang memiliki banyak pengaruh di Indonesia. Salah satunya, kuliner khas Jepang yang banyak digemari. Selain makanan berat, jajanan khas Jepang juga sangat digandrungi oleh orang Indonesia. Berikut ini 5 snac ...

Internasional 3 Jam lalu

Tiongkok Buka Pengadilan Khusus Masalah Transaksi di Dunia Maya

Bernas.id – Dengan semakin majunya teknologi informasi seperti sekarang, jual beli tidak perlu lagi dilakukan sambil bertatap muka. Sekarang orang-orang bisa memilih dan memesan barang yang diinginkannya lewat internet. Namun seiring ...

Internasional 3 Jam lalu

Wanita Ini Selalu Selamat Biarpun Terjebak di Lokasi Serangan London, Paris, dan Barcelona

Bernas.id – Entah apakah Julia Monaco bisa dianggap sebagai sosok yang beruntung atau sial. Pasalnya wanita asal Australia tersebut sempat tiga kali berturut-turut berada di lokasi terjadinya serangan teror London, Paris, dan Barcelon ...

Bisnis 3 Jam lalu

Bisnis Cafe Makin Digandrungi, Simak 3 Tips Ini Agar Terus Diserbu Pelanggan

Bernas.id – Bisnis café memang sudah menjamur. Apalagi kalangan milenial suka berbisnis café tak bisa dihitung jari. Banyak pengusaha café yang ternyata masih kuliah. Peluang bisnis ini sudah lama digemari oleh an ...

Film 4 Jam lalu

Lucasfilm Kembangkan Film ‘Standalone’ Obi-Wan Kenobi

HarianBernas.com –  Sebuah film spin-off dari dunia Star Wars kembali akan dikembangkan oleh pihak Lucasfilm bersama Disney. Laporan The Hollywood Reporter menyebutkan, sutradara Stephen Daldry (Billy Elliot, ...

Bola 4 Jam lalu

Tidak Hanya Matic, Para Pemain Ini Juga Hengkang dari Chelsea Menuju MU

Bernas.id- Pemain asal Serbia, Nemanja Matic menambah daftar “pembajakan” yang dilakukan oleh Manchester United dari Chelsea setelah merampungkan proses kepindahannya, Senin (31/7/2017). Menurut kabar yang beredar, manajemen ...

Bola 4 Jam lalu

Gabung dengan Klub Barunya, 5 Pemain Ini Diprediksi Bakal Kesulitan

Bernas.id - Masing-masing klub di Eropa memanfaatkan bursa transfer musim panas untuk mendatangkan pemain baru. Hal itu bertujuan untuk menambah kekuatan skuat demi menghadapai tantangan musim selanjutnya. Namun, tidak semuanya burs ...

Bola 6 Jam lalu

Unik! Klub Ini Punya Bangku Cadangan Berbentuk Kaleng Bir Raksasa

Bernas.id - Klub Viktoria Plzen mempunyai tempat bangku cadangan yang antimainstream pada lapangannya. Bentuknya begitu unik, layaknya kaleng bir raksasa yang tergeletak. Baca Pasar Unik Dubai Ini Dapat Asah Kemampuan Menawar ...

Gadget 6 Jam lalu

5 Gadget Ini Menjadi Tak Bermakna karena Hadirnya Smartphone

Bernas.id - Jika diibaratkan, fungsi multitasking dari smartphone sekarang ini bagaikan gadget canggih ala James Bond bagi generasi muda. Alhasil, tidak bisa hidup jika sehari atau satu jam tidak memegang atau memiliki smartphone. Parahn ...

Kesehatan 6 Jam lalu

6 Manfaat Ini Akan Diserap Tubuh Ketika Mengonsumsi Oatmeal

Bernas.id – Sarapan menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan setiap paginya. Dengan sarapan, seseorang akan menjadi lebih bertenaga dalam rutinitasnya sehari-hari. Tidak hanya itu, sarapan juga akan memberikan berbagai ...

Inspirasi 6 Jam lalu

Tak Segera Dapat Pekerjaaan, Para Fresh Graduate Pasti Merasakan 6 Hal Ini

Bernas.id - Buat yang sekarang ini sedang merasakan bahagia sesudah lulus kuliah, Anda tentu sedang senang menikmati hari-hari tanpa adanya tugas dan omelan dari dosen. Tidak ada salahnya memang untuk mengambil waktu sebanyak-banyaknya ...

Selebritas 6 Jam lalu

6 Artis Ini Dulunya Memiliki Berat Badan yang Berlebih. Ini Resepnya

Bernas.id - Penampilan fisik untuk seorang artis menjadi salah satu modal awal mereka untuk tampil di depan publik. Berpenampilan menarik tentu sudah menjadi salah satu tuntutan bagi mereka yang berkecimpung di dunia entertainment. Hal ...

Bisnis 7 Jam lalu

6 Perusahaan Ini Berani Berikan Gaji Tinggi Meski Anda Fresh Graduate

Bernas.id - Setiap karyawan pasti ingin memiliki gaji yang tinggi, termasuk para fresh graduate sekalipun. Bukanlah hal yang mustahil ketika Anda, para fresh graduate bisa memiliki penghasilan layaknya para pekerja yang senior. Biasanya, pe ...

Kesehatan 8 Jam lalu

Idap Penyakit Misterius, Tangan Pemuda Ini Membesar Seperti Monster

HarianBernas.com –  Nasib malang dialami seorang pemuda dari Sathkira, Bangladesh. Rajib Gain namanya, mengidap penyakit misterius yang membuat tangan kirinya terdapat benjolan-benjolan besar. Tak hanya itu, jari-jari tangannya p ...

Teknologi 8 Jam lalu

NASA Bakal Lepas Bakteri ke Angkasa Saat Gerhana Matahari, Untuk Apa Ya?

HarianBernas.com –  Fenomena alam gerhana matahari total akan kembali terjadi pada 21 Agustus. Namun untuk kali ini, peristiwa tersebut hanya dapat dilihat di seluruh wilayah Amerika Serikat. Kesempatan tersebut lalu dima ...

Internasional 8 Jam lalu

Begini Kisah Wanita yang Lolos dari Teror Barcelona, London, dan Paris

HarianBernas.com –  Julia Monaco mengaku berhasil lolos dari tiga serangan teroris yang terjadi di Eropa, yakni serangan di London, Paris, dan terakhir teror Barcelona. Perempuan asal Melbourne, Australia itu lolos dari serang ...

Film 9 Jam lalu

Tonton Trailer Keren Godzilla: Planet of the Monsters

HarianBernas.com –  Jepang sepertinya selangkah lebih maju untuk mempersembahkan film Godzilla kepada para penggemarnaya. Setelah meluncurkan live action Shin-Godzilla tahun lalu, kini TOHO akan kemali menghad ...

Nasional 9 Jam lalu

Korban Umrah Murah First Travel Minta Pemerintah Turun Tangan

JAKARTA, Bernas.id – Para calon jemaah umrah First Travel meminta bantuan pemerintah turun tangan untuk pengembalian dana jemaah yang sudah disetorkan kepada First Travel. Para calon jemaah yang menjadi korban First Travel sampai saat ...

Nasional 9 Jam lalu

Yasonna Ajak Masyarakat Utamakan Tata Krama Bermedsos

JAKARTA, Bernas. id – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly menilai media sosial di Indonesia mulai lepas dari adat ketimuran. Ia pun mengajak masyarakat utamanya jajaran di Kemenkumham untuk menggunakan tata karma d ...

Teknologi 9 Jam lalu

Bukan Pornografi, Inilah Situs yang Paling Sering Diakses Orang Rusia di Kereta

HarianBernas.com –  Metro atau kereta bawah tanah memang sering digunakan oleh  banyak orang Rusia. Sistem angkutan cepat yang melayani ratusan rute di Negeri Beruang Merah ini sudah ada sejak tahun 1935. Bila diamat ...

Regional 10 Jam lalu

Ada Penolakan Imunisasi MR, Dinkes Kota Malang Gandeng Kemenag

MALANG, Bernas.id – Dinas Kesehatan Kota Malang, Jawa Timur menggandeng Kantor Kementerian Agama untuk menyosialisasikan imunisasi campak dan rubella ke sekolah agama. Pasalnya, ada sekolah yang secara kelembagaan menolak imunisasi MR ...

Kecantikan 13 Jam lalu

Mau Wangi Sepanjang Hari, Semprotkan Parfum di 6 Bagian Tubuh Ini

Bernas.id – Beberapa dari Anda pasti pernah kesal karena parfum yang digunakan cepat habis. Jangan salahkan karena kuantitasnya yang sedikit karena boros parfum itu bisa terjadi ketika Anda menyemprotkan parfum ke sembarangan bag ...

Otomotif 14 Jam lalu

Selain Buat Gaya, Ini Fungsi Lain Gunakan Stiker Bodi Mobil

HarianBernas.com - Bukanlah suatu hal yang aneh bila melapisi bodi mobil dengan stiker. Pemasangan stiker ini merupakan salah satu modifikasi favorit banyak pemilik mobil. Cara pemasangan stiker ini tersebut tergolong mudah dilakukan dan ce ...

Kuliner 19 Jam lalu

Malam Ini, Serbu Festival Nasi Goreng di Pekalongan

Bernas.id – Nasi goreng, makanan khas Indonesia yang sudah tak asing lagi. Apalagi masyarakat di Pulau Jawa sangat mengenalnya. Menariknya, ada Festival Nasi Goreng di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Setidaknya ada 1.000 porsi n ...

Gadget 1 Hari lalu

Agar Penjualan Onlinemu Meroket, Ketahui Dulu Karakter Pengguna dari Masing-masing Media Sosial

Bernas.id - Saat ini, sudah bukan hal yang baru lagi jika media sosial difungsikan sebagai media promosi atau tempat menjual produk. Media sosial mampu mempromosikan bisnis secara efisien tanpa dipungut biaya alias gratis. Itulah yang menja ...

Kesehatan 1 Hari lalu

Ini Waktu yang Penting untuk Memeriksakan Kesehatan Jantung

Bernas.id – Supaya bisa mendapatkan jantung yang mempunyai kinerja baik, Anda tentu perlu memiliki gaya hidup sehat. Seperti halnya berolahraga dengan rutin, baik itu jalan kaki maupun bersepeda. Kedua aktivitas tersebut bis ...

Nasional 1 Hari lalu

Sarjana Psikologi UGM Ini Pilih Jadi Pengusaha Bisnis Jamu

Bernas.id - Hidup sehat tentu idaman bagi semua orang. Namun, di era serba instan ini belum banyak orang yang ingin meluangkan waktunya untuk rutin mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Fakta tersebut telah menginspirasi Made Ayu Ariyani u ...

Internasional 1 Hari lalu

Dianggap Punya Nama Memalukan, Sekolah Ini Bakal Ganti Nama

Bernas.id – Daebyun merupakan nama dari sebuah sekolah dasar yang terletak di kota Busan, Korea Selatan. Bagi kita yang tinggal di Indonesia, nama Daebyun terdengar biasa saja. Namun, tidak demikian halnya bagi para staf dan murid sek ...

Internasional 1 Hari lalu

Lewat Sampul Edisi Terbaru, Majalah-majalah Amerika Serikat Ramai Sindir Donald Trump

HarianBernas.com – Sorotan terhadap Donald Trump seolah tidak pernah habis. Kali ini presiden baru AS tersebut disorot karena membela golongan supremasi kulit putih dan neo-Nazi yang menggelar demonstrasi di Charlottsville, Virginia. ...

Internasional 1 Hari lalu

Anjing Warna Biru Berkeliaran di Jalanan Kota India

Bernas.id – Anjing liar yang berkeliaran di jalanan kota besar bukanlah hal yang aneh. Namun, tidak demikian halnya dengan anjing-anjing di Navi Mumbai. Live Science mengabarkan kalau jalanan di kota yang terletak di India barat terse ...

Internasional 1 Hari lalu

Baru Injak Usia 10 Tahun, Gadis Ini Sudah Punya Bayi

Bernas.id – Berita mengenai pemerkosaan kembali datang dari India. Tidak tanggung-tanggung, yang menjadi korban adalah seorang gadis berusia 10 tahun. Gadis tersebut bahkan sampai hamil dan melahirkan bayinya pada hari Kamis (17/8/201 ...

Nasional 1 Hari lalu

Kendala Pengembang Perumahan

Bernas.id - Rumah menjadi salah satu kebutuhan penting manusia. Pemerintahan saat ini sebenarnya sangat memberi ruang kemudahan pembangunan rumah bagi rakyat. Program rumah murah bersubsidi, salah satu contohnya. Namun, kemudahan yang ...

Bola 1 Hari lalu

Fantastis, Orang Terkaya di Afrika Ingin Beli Arsenal

Bernas.id – Liga Premier sekarang bak gula yang dirubungi oleh semut. Popularitasnya yang luar biasa menarik banyak pebisnis asing untuk membeli klub yang berkiprah di sana. Arsenal adalah salah satu klub Liga Premier yang sekarang me ...

Internasional 1 Hari lalu

Pria Bersenjatakan Samurai Serang Penjaga Istana Kepresidenan Taiwan

Bernas.id – Insiden berbahaya terjadi di depan Istana Presiden Taiwan. Seorang pria yang membawa bendera Tiongkok di dalam tasnya menyerang seorang polisi militer di tempat tersebut dengan memakai pedang samurai atau katana. Insiden t ...

Nasional 1 Hari lalu

Polisi Bakal Periksa Artis yang Diberangkatkan Umrah First Travel, Siapa Saja?

JAKARTA, Bernas.id – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berencana memeriksa sejumlah artis terkait pengusutan kasus agen umrah First Travel. Kepala Bareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menyampaikan pemeriksaan terhadap ...

Nasional 1 Hari lalu

Pilpres 2019, PAN Isyaratkan Usung Tiga Capres Ini

JAKARTA, Bernas.id - Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Bandung pada 21-23 Agustus 2017. Salah satu yang dibahas adalah soal pencalonan presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Hal itu disampaikan ...

Nasional 1 Hari lalu

Terungkap, Begini Hubungan Rizieq Shihab dan Firza Husein

JAKARTA, Bernas.id – Polri telah memeriksa pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Arab Saudi beberapa waktu lalu. Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Pawiro membenarkan informasi tersebut. Sugito menyampaikan pemeriksaan ber ...

Internasional 1 Hari lalu

Ibu Negara Zimbabwe Beli Rumah Seharga Milyaran Rupiah

HarianBernas.com – Grace Mugabe tengah tersandung masalah. Penyebabnya adalah istri presiden Zimbabwe tersebut ketahuan membeli rumah mewah kendati perekonomian Zimbabwe sendiri masih berada dalam kondisi terpuruk. Nilainya pun tidak ...

Internasional 1 Hari lalu

Pemuda Tiongkok Tewas Mengenaskan di Pusat Rehabilitasi Internet

Bernas.id – Seorang pemuda Tiongkok kehilangan nyawanya saat ia sedang berada di pusat rehabilitasi kecanduan internet. Kasus tewasnya pemuda tersebut menuai kecurigaan karena ia tewas hanya dalam kurun waktu 48 jam setelah pertama ka ...

Internasional 1 Hari lalu

Di Tengah Krisis, Hewan di Kebun Binatang Venezuela Hilang Dicuri

Bernas.id – Dampak dari krisis ekonomi yang tengah menjerat Venezuela bukan hanya dirasakan oleh manusia. Hewan-hewan yang ada di negara tersebut juga turut menerima dampaknya. Sky News mengabarkan kalau dua ekor hewan yang dipelihara ...

Nasional 1 Hari lalu

Tak Kunjung Pulang, Rizieq Sudah Diperiksa di Arab Saudi

JAKARTA, Bernas.id – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sudah menjalani pemeriksaan terkait kasus percakapan WhatsApp berkonten pornografi. Rizieq diperiksa sebagai saksi dan tersangka sekaligus dalam kasus tersebut. ...

Nasional 1 Hari lalu

Antisipasi Perang Harga, Kemenag Bakal Patok Tarif Perjalanan Umrah

JAKARTA, Bernas.id – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama tengah mengkaji penetapan batas minimal biaya umrah. Langkah ini perlu dilakukan agar kasus First Travel tak terulang lagi. Sejumlah anggota DPR juga menilai batas mim ...

Nasional 1 Hari lalu

Beralasan Ibadah Haji, Rizieq Tak Hadiri Milad FPI Ke-19

JAKARTA, Bernas.id - Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar HUT ke-19 pada hari ini, Sabtu (19/8/17). Sayangnya, Imam Besar FPI Rizieq Shihab dipastikan tak dapat mengikuti acara tersebut. Sugito Atmo Prawiro selaku pengacara Rizi ...

Nasional 1 Hari lalu

Hitung Mundur Asian Games Dimulai, Jokowi Lepaskan Anak Panah

JAKARTA, Bernas.id – Presiden Joko Widodo melepaskan busur panah tanda diresmikannya hitung mundur menuju Asian Games 2018 dimulai, Jumat (18/8/17). Countdown Asian Games 2018 dilangsungkan di Silang Monas, Jakarta Pusat. Pria yang ...

Wisata 2 Hari lalu

Kota Semarang Punya Bus Tingkat Wisata Gratis, Ini Rutenya

SEMARANG, Bernas.id – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan transportasi kepada masyarakat dan wisatawan. Salah satu inovasinya adalah menyediakan transportasi khusus berupa bus tingkat wis ...

Regional 2 Hari lalu

Aksi Diam Peringati 21 Tahun Kasus Kematian Udin

Bernas.id - Bertepatan dengan peringatan kasus kematian Wartawan Harian Bernas Jogja, yaitu Fuad Muhammad Syafruddin atau yang biasa dikenal Udin, pada Rabu (16/08), sejumlah masyarakat dan jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat U ...

Internasional 2 Hari lalu

Sesudah Kering Selama Berbulan-Bulan, Negara Gurun Ini Diterpa Hujan

HarianBernas.com – Qatar memiliki iklim yang kering sebagai akibat dari daratannya yang berupa gurun. Akibatnya negara kaya minyak itupun jarang diterpa oleh hujan. Maka ketika hujan deras akhirnya turun di Qatar, warga setempat pun m ...