Siapa Tersangka E-KTP Berikutnya?

Deny Hermawan - Thia Destiani
11 Juli 2017

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

YOGYAKARTA, HarianBernas.com - “Ini kenapa KPK tidak melakukannya? Malah agak runyam. Orang yang sudah mendapat dakwaan tetapi statusnya masih saksi. Kalau sudah tersangkan kan dia tidak bisa berulah. Malah rekeningnya bisa diblokir.” Pernyataan bernada geram itu disampaikan Dr Yenti Garnasih SH MH, dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Jakarta saat diawancarai Bernas di Yogyakarta, Minggu (9/7).

Doktor pertama di Indonesia bidang Pencucian Uang itu geram mengapa sejumlah nama tenar negeri ini yang nyata-nyata masuk dalam surat dakwaan para terdakwa kasus megakorupsi proyek E-KTP masih juga berstatus saksi hingga saat ini.

Beberapa nama terkenal yang masuk dalam surat dakwaan kasus korupsi E-KTP yang sudah terungkap di persidangan diantaranya adalah Setya Novanto (Ketua DPR RI), Agun Gunandjar (Ketua Pansus Angket KPK), Melcias Marchus Mekeng (anggota DPR) serta Daniel (pengusaha).

Bahkan, jumlah uang yang diduga mereka terima dari kasus megakorupsi E-KTP itu juga sudah disebutkan. Yenti mengaku menemukan keanehan. Tidak hanya nama yang sudah tertulis lengkap (dalam surat dakwaan beberapa terdakwa kasus E-KTP yang sudah dalam proses persidangan), jumlah nominal yang diduga diterimakan ke masing-masing orangpun sudah angka bulat.

“Ketika E-KTP menjadi kasus dan ada dakwaan, ini kan ada sesuatu yang aneh. Dalam surat dakwaan itu, KPK berani menyebut banyak nama. Nama yang disebut mulai dari Andi Narogong dan Miriam, ini fiks sekali jumlahnya. Nah kalau orang sudah menyebut angka secara fiks (bukan kira-kira), dalam surat dakwaan, ini berarti ini hasil pendalaman di KPK. Ini sudah matang sekali,” kata Yenti.

Bahkan, menurutnya, KPK sudah bisa menunjukkan siapa saja tersangka yang terlibat dalam kasus yang menimbulkan kerugian negara sejumlah 2,3 triliun rupiah itu. “Memang, orang-orang itu orang berpengaruh dan disebut dalam surat dakwaan. Kalau dalam surat dakwaan tersebut nama ditulis secara lengkap, itu harus ditulis kalau yang bersangkutan itu berkas tersendiri. Artinya sudah jadi tersangka. Ini yang membuat saya agak bingung. Ini setengah-setengah,” kata Yenti.

Ia mengaku heran mengapa KPK terkesan lamban dalam penetapan tersangka. Kepada KPK, Yenti menyarankan agar digunakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus korupsi. Hal ini dinilai akan mempermudah KPK dalam mengungkap kasus korupsi. “Harus menggunakan TPPU, agar yang bersangkutan tidak dipidana karena korupsinya. Uang tersebut bisa dilacak dan diambil kembali, atau bahasa awamnya dimiskinkan,” katanya.

Dengan menggunakan jerat TPPU, menurut Yenti, akan dapat melacak uang yang sudah dinikmati oleh pelaku tindak korupsi. “Saya ingin mendorong KPK. Saya merasa sedih, karena KPK ini lebih dipercaya oleh masyarakat, tapi KPK lemah dalam tindak pidana pencucian uang. Tidak seperti polisi dan jaksa. Itu yang membuat saya heran. KPK melalui juru bicaranya selalu mengatakan akan fokus ke tindak korupsi. Itu sangat salah. Kalau untuk fokus korupsi, supaya fokus, pakailah TPPU. Nanti uangnya keburu hilang. Berarti memberikan peluang pada orang-orang tersebut, untuk menghilangkan uangnya,” kata Yenti.

Menurutnya, TPPU tersebut tidak hanya akan melacak si pelaku, melainkan juga keluarga atau pihak-pihak lain yang terlibat arus uang hasil korupsi tersebut. “Harus ditangani betul. TPPU bukan hanya untuk didakwakan tersendiri, tetapi untuk menguatkan kejahatan asal. Ini tidak sulit, karena penyidik korupsi itu hanya diminta untuk meminta daftar kekayaan keluarganya,” papar Yenti.

Yenti juga berharap KPK bisa menemukan otak dari megakorupsi ini, kemudian siapa yang merencanakan dan siapa yang mengijon serta mengatur semua ini sehingga Negara dirugikan sampai Rp 2,3 triliun. “Ini kejahatan yang sangat luar biasa,” ujar Yenti.

Namun, Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz, memiliki pandangan berbeda. Menurut Donal Fariz, logika politik tidak bisa digunakan untuk menilai mengapa orang-orang tersebut tidak kunjung jadi tersangka. “KPK harus menggunakan logika hukum,” tandasnya saat dihubungi Bernas melalui telepon dari Yogyakarta, Minggu (9/7).

Donal menjelaskan, ada dua tipologi kasus yang ditangani KPK, yakni kasus tangkap tangan dan biasa. Dalam kasus tangkap tangan, prosesnya sangat cepat dan bisa melompat-lompat siapapun yang masuk dalam sadapan.

Artinya, siapapun nama yang masuk dalam sadapan bisa dijadikan tersangka tanpa harus menunggu pertimbangan hukum, tidak perlu harus menunggu keputusan hakim. “Nah, korupsi E-KTP itu bukan kasus tangkap tangan. Konsekuensinya adalah harus menggunakan logika yuridis. KPK akan sangat tergantung pada keterangan saksi, terdakwa dan petunjuk dalam persidangan. Kalau (keterangan) saksinya saja berubah-ubah, maka KPK pusing seperti pada kasus Miryam itu. Ini faktor teknis hukum yang tidak dipahami publik. Saya tahu rakyat geram, tapi KPK tidak ingin melompati fakta di persidangan,” ujarnya.

Banyak Nama Hingga saat ini, kasus megakorupsi E-KTP ini ada sejumlah nama yang menjadi tersangka. Mereka adalah Irman (mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri), Sugiharto (Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kemendagri), Andi Agustinus alias Andi Narogong (pengusaha), Miryam S Haryani (mantan Anggota Komisi II DPR RI 2009-2014 Fraksi Partai Hanura), dan Markus Nari (anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya).

Banyak nama yang dikait-kaitkan dengan kasus megakorupsi E-KTP ini yang sebagian besar adalah politisi dan mantan politisi Senayan. Salah satu nama yang muncul dalam kasus ini adalah Setya Novanto, Ketua DPR RI. Saat korupsi terjadi, posisi Setya Novanto adalah Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI. Selain kasus korupsi E-KTP, nama Setya Novanto juga dikaitkan dengan sejumlah kasus.

Setidaknya ada enam kasus yang dikaitkan dengan Setnov (panggilan beken Setya Novanto). Keenam kasus tersebut adalah mega skandal Bank Bali senilai Rp904 miliar di tahun 1999, kasus impor limbah beracun dari Singapura ke Batam pada tahun 2004, dugaan penyelundupan 60 ribu ton beras Vietnam yang perkaranya ditangani Kejaksaan Agung tahun 2005.

Kemudian, suap pembangunan sarana PON XVII di Riau tahun 2012, skandal "Papa minta saham" pada kasus PT. Freeport dan paling mutakhir adalah Setnov diduga terlibat dalam proyek e-KTP. Dalam kasus‎ cassie Bank Bali, sebanyak sepuluh orang, termasuk Setnov, ditetapkan menjadi tersangka, tetapi hanya tiga orang yang dijatuhi hukuman penjara. Yakni Joko Tjandra (Direktur PT EGP), Syahril Sabirin (mantan Gubernur BI) dan Pande N Lubis (mantan Wakil Kepala BPPN).

Setnov lolos dari jerat hukum setelah Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tanpa alasan yang jelas pada 18 Juni 2003. ‎Di tahun 2004, Setnov ternyata pernah tersangkut kasus impor limbah beracun dari Singapura ke Batam.

Kasus mencuat ke permukaan pada tahun 2006, ketika lebih dari 1.000 ton limbah beracun asal Singapura mendarat di Pulau Galang. Uji laboratorium yang dilakukan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) menunjukkan, limbah yang dikamuflase sebagai pupuk organik itu mengandung tiga jenis zat radioaktif, yaitu Thorium 228, Radium 226 dan Radium 228. Kadarnya berbahaya karena 100 kali lipat batas normal.

Pupuk organik palsu itu diimpor oleh PT Asia Pasific Eco Lestari (APEL) yang dimiliki Setnov. Dalam dokumen milik PT APEL tertanggal 29 Juni 2004, Setnov menjadi pihak yang menandatangani nota kerja sama dengan perusahaan Singapura.

Di dalam kontrak disebutkan bahwa perusahaan asal Singapura mengirim 400 ribu ton pupuk organik ke Batam. Namun begitu kasus limbah impor muncul ke permukaan, Setnov mengaku sudah mengundurkan diri dari APEL sejak tahun 2003.

Pada tahun 2005, nama Setnov kembali muncul terkait penyelundupan 60 ribu ton beras Vietnam yang perkaranya ditangani Kejaksaan Agung. Saat itu, perusahaan milik Setnov, PT Hexatama Finindo, memindahkan 60 ribu ton beras Vietnam dari Bea Cukai tanpa membayar pajak dengan nilai yang sebenarnya. Perusahaan hanya membayar 900 ton beras.

Setnov diperiksa Kejagung pada tahun 2006, namun kasusnya menghilang begitu saja. Pengakuan Muhammad Nazaruddin, Bendahara Umum Partai Demokrat yang kini masih menjadi terpidana korupsi Wisma Atlet Sea Games Palembang saat bersaksi di persidangan, mengatakan Setnov terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan lapangan tembak tahun 2012.

Setnov yang dekat dengan kalangan KONI menggunakan pengaruh untuk menekan Komisi X DPR yang membidangi olahraga agar memuluskan anggaran PON dari APBN. Pada 19 Maret 2013, petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Setnov untuk mencari barang bukti.

Setnov pada akhirnya hanya diperiksa sebagai saksi dengan tersangka utama mantan Gubernur Riau Rusli Zainal.‎ Kasus lain cukup menggemparkan adalah skandal “Papa minta saham” pada tahun 2015.

Pada rekaman pertemuan antara Maroef Sjamsoeddin, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dengan Setnov dan pengusaha Riza Chalid, Setnov bahkan dituding telah mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. ‎

Kasus paling mutakhir tentu saja dugaan keterlibatan Setnov dalam megakorupsi E-KTP. Nama Setnov dalam kasus E-KTP ini bermula dari pengakuan terpidana ‎korupsi Wisma Atlet Sea Games Palembang, Nazaruddin. Setnov disebutnya sebagai salah satu pengendali proyek E-KTP untuk tahun anggaran 2011-2012.

Nazaruddin bahkan menyebut ada aliran dana ke sejumlah anggota DPR termasuk Setnov. Sedangkan Setnov, menurut Nazaruddin, menerima uang yang diperkirakan sekitar Rp574 miliar. Angka itu muncul dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto.

Dalam kasus megakorupsi E-KTP ini, tidak hanya nama Setnov yang muncul ke permukaan. Banyak nama terkenal juga disebut-sebut terlibat dalam kasus besar ini. Tidak salah jika saat ini masyarakat menunggu siapa lagi yang bakal ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka berikutnya dalam kasus megakorupsi E-KTP ini. Apalagi, Ketua KPK Agus Rahardjo mengisyaratkan bakal ada tersangka baru. Namun, Ketua KPK belum bisa memastikan kapan akan diumumkan tersangka baru tersebut.(jay/age)



Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Internasional 3 Jam lalu

Penembakan Terjadi di Halaman Istana Presiden Filipina, Satu Orang Tewas

Bernas.id – Sebuah insiden penembakan terjadi dekat kediaman Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada hari Selasa (26/9) waktu setempat. Demikian disampaikan seorang juru bicara keamanan Istana Malacanang. Menurut keterangan seorang ...

Umum 4 Jam lalu

Rekaman Kamera Tersembunyi Ungkap Perlakuan Kasar Pengasuh terhadap Bayi

Bernas.id – Bagi beberapa rumah tangga, kedua orang tua perlu bekerja untuk kelangsungan hidup dan kemajuan keluarga. Terkadang, pekerjaan sang ayah tidak cukup untuk menopang kebutuhan dan keinginan keluarga yang sedang bertumbuh. De ...

Teknologi 4 Jam lalu

Begini Wujud Jam Canggih 'Anti-Bahaya' yang Dipakai Militer Rusia

Bernas.id – Kemampuan komunikasi antar tentara dan pusat komando kini meningkat tajam berkat adanya jam tangan canggih buatan Rusia. Sebab hal tersebut dapat memungkinkan pihak militer bereaksi lebih cepat dan efisien terhadap bahaya. ...

Umum 4 Jam lalu

Kelompok Neo-Nazi 'Antipodean Resistance' Beraksi di Kampus Australia

Bernas.id – Antipodean Resistance, kelompok supremasi kulit putih Australia telah membuat geger karena memasang stiker di papan nama universitas di Tasmania sebagai kampanye nasional guna menyampaikan pesan fasisme mereka. Poster y ...

Umum 5 Jam lalu

Perkenalkan Frida, Anjing Penyelamat Belasan Nyawa dalam Gempa Meksiko. Ini Videonya

Bernas.id – Meksiko sampai saat ini masih berduka akibat ratusan korban tewas yang akibat gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter. Namun, siapa sangka ada seekor anjing penyelamat Angkatan Laut yang menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan ...

Film 6 Jam lalu

Aktris Cantik Ini Dipilih untuk Perankan Pionir Fitness Betty Weider

Bernas.id – Aktris cantik Julianne Hough yang pernah membintangi "Dancing With the Stars"  dan "Grease Live!" telah bergabung dalam sebuah proyek film biopic yang berjudul "Bigger". Laman D ...

Nasional 6 Jam lalu

Kemenkeu: Aturan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Dukung Investasi Perbankan

JAKARTA, Bernas.id – Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan peraturan yang mengatur tentang biaya isi ulang uang elektronik  antarbank dan pihak ketiga sebesar Rp 1.500. Aturan harga isi ulang akan mulai berlaku pada 20 September ...

Nasional 6 Jam lalu

Negara-negara Lain Keluarkan 'Travel Advices' Pasca Gunung Agung Berstatus Awas

BALI, Bernas.id – Gunung Agung di Karangasem, Bali sudah mengeluarkan uap air yang menandakan adanya pergerakan magma ke atas. Bahkan, aktivitas kegempaan vulkanik dangkal dan dalam semakin tinggi. Baca Begini Travel Advice AS ...

Highlight 6 Jam lalu

Segala Upaya Dilakukan Mark Zuckerberg, Tiongkok Tetap Tutup WhatsApp

Bernas.id – Selama ini Mark Zuckerberg terlihat sibuk melakukan pendekatan dengan Pemerintah Tiongkok. Ia terlihat beberapa kali mengunjungi negara Tirai Bambu agar dapat bertemu dengan pemimpin negara tersebut. Tak tanggung-tanggung, ...

Properti 7 Jam lalu

Developer Dapat Dipidanakan, Jika Tak Tepat Waktu Bangun Hunian

JAKARTA, Bernas.id - Pernahkah Anda membaca detail dalam perjanjian jual beli rumah dengan pihak pengembang? Mungkin karena banyak pernyataan dalam klausul tersebut, akhirnya kita mungkin melewati beberapa hal penting dalam perjanjian terse ...

Properti 7 Jam lalu

Menteri PUPR: Blacklist Pengembang Rumah Subsidi yang Nakal

JAKARTA, Bernas.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono tak main-main untuk menindak tegas para pengembang nakal untuk rumah subsidi.  Pemerintah akan membentuk tim pengawas yang bertugas mengawas ...

Properti 7 Jam lalu

Tips Mengakali Apartemen Kecil Agar Tampak Luas

JAKARTA, Bernas.id - Mempunyai hunian merupakan impian semua orang. Apartemen merupakan hunian yang saat ini menjadi incaran masyarakat. Terlebih apartemen dengan tipe studio. Kendati ruangan apartemen tersebut kecil, namun saat ini apartem ...

Regional 8 Jam lalu

Temui Pengungsi Gunung Agung, Jokowi Serahkan Bantuan Senilai Rp 7,1 Miliar

BALI, Bernas.id – Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Pulau Dewata, Bali pada Selasa (26/9/17). Kunjungan ini terkait beberapa agenda. Pertama, pria yang akrab disapa Jokowi itu m ...

Regional 8 Jam lalu

Ramai OTT Kepala Daerah, Begini Antisipasi Wali Kota Solo

SOLO, Bernas.id –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo pun melarang para tamu membawa tas atau kantong di ruangannya. "Intinya s ...

Nasional 8 Jam lalu

Jokowi Jajal Pakai Uang Elektronik di Gerbang Tol Salatiga, uang elektronik, e tol, kartu tol

SALATIGA, Bernas.id – Presiden Joko Widodo menjajal langsung jalan tol Semarang-Solo seksi III, yakni ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer, Senin (25/9/17). Seperti pengguna jalan tol pada umumnya, Presiden pun mengikuti atura ...

Umum 8 Jam lalu

Wanita Tergemuk Sedunia Telah Meninggal

Bernas.id – Seorang wanita asal Mesir yang sempat membuat heboh sejagad karena dianggap wanita tergemuk sedunia dilaporkan telah meninggal di Uni Emirat Arab. Wanita bernama Eman Ahmed Abd El Aty sempat menjadi sorotan dokter ...

Umum 9 Jam lalu

Lucu, Tentara Filipina Pakai Cara 'Angry Bird' untuk Lempar Granat ke Maute

Bernas.id – Pendudukan kawasan Marawi di Filipina oleh gerilyawan Maute telah membuat negara ini berantakan. Orang kehilangan rumah mereka-dan bahkan kehidupan mereka. Presiden Filipina Rodrigo Duterte sampai mengumumkan situasi da ...

Properti 9 Jam lalu

5 Trik Jitu Pasangan Muda Kumpulkan DP Rumah Idaman

JAKARTA, Bernas.id - Setiap orang baik pribadi atau yang sudah berpasangan, pasti mendambakan sebuah hunian kelak. Terlebih bagi pasangan muda yang ingin menikah. Pasti angan-angan untuk segera mempunyai rumah sangat diharapakan, terutama b ...

Nasional 9 Jam lalu

Sekjen Demokrat: Tak Ada Jalan Lain Presiden Harus Turun Tangan

JAKARTA, Bernas. id – Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin berpendapat bahwa partai pendukung pemerintah bisa menghentikan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di DPR RI. Pihaknya menyesalkan si ...

Nasional 9 Jam lalu

Ratusan Anggota DPR Absen, Ketua Pansus Angket Laporkan Penyadapan KPK

JAKARTA, Bernas.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar rapat paripurna dengan salah satu agenda mendengar laporan Pansus Hak Angket KPK, di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selasa (26/9/17). Berdasarkan daftar hadir anggota DP ...

Properti 10 Jam lalu

Ini Fasilitas Mushola Bagi Pengguna Kereta Jarak Jauh

JAKARTA, Bernas.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, meminta saran kepada kyai saat berkunjung ke Pondok Pesantren Ma'hadut Tholabah, Tegal, Jawa Tengah, terkait pembenahan transportasi umum. Saat ini, menteri perhubungan ters ...

Umum 11 Jam lalu

Patung Raksasa Gundam Unicorn Selesai Dibangun, Bisa Berubah Bentuk! Ini Videonya

Bernas.id – Awal tahun ini, patung raksasa Gundam RX-78-2 yang berada di Zepp DiverCity Tokyo telah dibongkar dan digantikan dengan patung Gundam Unicorn.Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya patung raksasa berukuran 1:1 dengan uk ...

Nasional 11 Jam lalu

Temui Petani di Salatiga, Jokowi: Untung 'Gede' itu Pasca Panennya

SALATIGA, Bernas.id – Presiden Joko Widodo mengingatkan para petani agar tak berkutat pada proses penanaman melainkan pada proses bisnisnya. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Serikat Paguyuban Petani Qaryah Tha ...

Tokoh 11 Jam lalu

Wanita ‘Human Computer’ Ahli Matematika Dijadikan Nama Gedung di NASA

Bernas.id – NASA membuka sebuah gedung pusat penelitian terbaru. Nama gedungnya diambil dari nama seorang perempuan kulit hitam pertama yang membantu proyek perdana angkasa luar Amerika Serikat mengorbit Bumi. Bentuk penghargaan it ...

Internasional 11 Jam lalu

Letnan Jendral Rusia Tewas Dimortir ISIS

Bernas.id – Seorang letnan jenderal Rusia tewas terbunuh oleh serangan mortir ISIS di Suriah. Ini terjadi ketika dirinya tengah membantu militer negara pimpinan Bashar al-Assad itu. "Letnan Jenderal Valery Asapov berada di Tim ...

Nasional 13 Jam lalu

Sayangnya, Jokowi Tak Bisa Nikmati Keindahan Tol Berlatar Gunung Merbabu

SALATIGA, Bernas.id – Presiden Joko Widodo telah meresmikan langsung tol Semarang-Solo seksi III atau ruas Bawen-Salatiga, Jawa Tengah pada Senin (25/9/17). Ruas tol sepanjang 17,6 kilometer ini sudah resmi dibuka untuk umum dan berta ...

Nasional 13 Jam lalu

Kasus E-KTP, KPK Bawa 200 Bukti Dalam Kardus di Sidang Praperadilan

JAKARTA, Bernas.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa belasan kardus berisi bukti-bukti terkait penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Ada sekitar 200 bukti penetapan dan dugaan keterlibatan ...

Regional 13 Jam lalu

Hari Ini Kawasan Malioboro Sepi Pedagang Hingga Tukang Becak, Ada Apa?

YOGYAKARTA, Bernas.id – Malioboro selalu ramai dengan pejalan kaki, pedagang kaki lima, dan kendaraan yang lalu lalang hari ini, Selasa (26/9/17) berbeda dari biasanya. Sepi, itulah yang menggambarkan suasana pagi ini di kawasan Malio ...

Nasional 13 Jam lalu

H-2 Masa Kerja Berakhir, Rekomendasi Pansus Angket KPK Belum Rampung

JAKARTA, Bernas.id – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di DPR belum bisa membuat kesimpulan maupun rekomendasi terkait tugas dan kewenangan KPK meski masa kerjanya akan segera berakhir. Alasannya, K ...

Nasional 13 Jam lalu

Situs Nikah Siri Beri Fasilitas Ini, Polisi Tunggu Laporan Aliran Keuangan

JAKARTA, Bernas.id – Polisi akan meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri rekening pemilik situs nikah siri, yakni Aris Wahyudi. "Penyidik dalam pemeriksaan ke depan akan mencoba ...

Umum 14 Jam lalu

Parah! Belanja di Luar Negeri, WNI Tak Malu Hindari Lapor Bea dan Cukai di Bandara

JAKARTA, Bernas.id – Kepala Bea dan Cukai Bandara Seokarno-Hatta, Erwin Situmorang membeberkan bahwa hampir semua warga negara Indonesia (WNI) yang bepergian dari luar negeri memilih jalur hijau. Artinya, tidak ada barang bawaan yang ...

Nasional 14 Jam lalu

Ini 3 Pertimbangan dan Catatan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

JAKARTA, Bernas.id – Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya akan dimulai tahun depan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan awal 2018 pemerintah akan melakukan pembebasan jalur-jalur kereta dari perlintasan sebidang. Pasalnya ...

Properti 14 Jam lalu

Jokowi Resmikan Tol Bawen-Salatiga

JAKARTA, Bernas.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Ruas Tol Bawen-Salatiga Senin (25/7/2017) yang ditandai dengan penekanan tombol sirine. Ruas Tol Bawen-Salatiga yang disebut memiliki panorama terindah se-Indonesia dengan lat ...

Nasional 15 Jam lalu

10 Tahun Mengabdi, PTT Satpol PP Belum Diangkat Jadi PNS

JAKARTA, Bernas.id – Wakil Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Hidayatullah menyampaikan ada 1.000 pegawai tidak tetap (PTT) dari 5.000 anggota Satpol PP yang belum diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). ...

Kecantikan 17 Jam lalu

Cantik Tak Cuma Wajah,Tapi Juga yang Satu Ini...

Bernas.id - Biasanya orang akan lebih memperhatikan wajah dibandingkan tubuh, sebab wajah dapat dikatakan sebuah etalase tubuh. Wajah cantik merona dan segar pasti akan menarik perhatian walaupun tubuh tak proporsional. Hal ini juga terjadi ...

Kecantikan 18 Jam lalu

5 Langkah Mudah Perawatan Wajah di Pagi Hari

Bernas.id - Perawatan wajah rutin secara harian memang sangat penting untuk dilakukan terlebih di pagi dan malam hari.Untuk perawatan kulit wajah pagi hari dapat dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: Gunakan Susu Pembersih Susu ...

Nasional 1 Hari lalu

Cara Kemenhub Kumpulkan Investasi Asing

JAKARTA, Bernas.id – Pemerintah terus menggenjot infrastruktur transportasi di berbagai daerah. Salah satu yang dimanfaatkan pemerintah untuk mencari dana adalah menawarkan investasi di Indonesia. Pertemuan Menteri Transportasi Asi ...

Kesehatan 1 Hari lalu

Waspada 6 Makanan Ini Jadi Berbahaya Jika Dipanaskan

Bernas.id - Biasanya, ketika memasak terlalu banyak di pagi hari dan tidak bisa langsung menghabiskannya, orang Indonesia memiliki kebiasaan tersendiri untuk memanaskan makanan di sore harinya. Alhasil, masakan di pagi hari bisa dijadikan m ...

Internasional 1 Hari lalu

Tangkal Radikalisme, Pakistan Akan Pantau Khotbah Jumat

Bernas.id –  Pakistan berencana mengatur khotbah Jumat di berbagai masjid di negara tersebut. Tujuannya supaya para ulama dapat menyampaikan topik keagamaan yang sebelumnya sudah disetujui oleh pemerintah. Prakarsa itu dicanan ...

Wisata 1 Hari lalu

5 Makanan Ini Dibawa Orang Indonesia Ketika Pelesir ke Luar Negeri

Bernas.id - Sekarang ini tidak sedikit orang Indonesia yang mampu melakukan travelling ke berbagai negara yang memiliki empat musim seperti di Belanda, Inggris, Jerman, Jepang, dan berbagai negara empat musim lainnya. Walaupun memiliki hobi ...

Kesehatan 1 Hari lalu

Tak Banyak Dipahami, Ini 4 Fakta Dibalik Tanggal Kadaluwarsa Makanan

Bernas.id – Sebagai konsumen, tentu wajib selalu waspada dengan memeriksa tanggal kadaluarsa dari makanan atau minuman kemasan yang akan dibeli. Misalnya saja, ketika akan membeli keripik kemasan, cek dulu tanggal kadaluwarsanya. Bias ...

Umum 1 Hari lalu

Begini Travel Advice AS Terkait Potensi Erupsi Gunung Agung

Bernas.id –  Gunung Agung di Bali kini memiliki Level IV atau Awas. Ini adalah tingkatan paling tinggi dan dipastikan gunung itu akan erupsi. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak bisa memastikan ...

Nasional 1 Hari lalu

Kata Mendagri Soal Maraknya OTT Kepala Daerah oleh KPK

JAKARTA, Bernas.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku prihatin dengan rentetan kepala daerah yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Terbaru, KPK menangkap Wali Ko ...

Nasional 1 Hari lalu

PT Pindad: Ada Kontrak Pembelian Senjata dengan BIN dan Polri

JAKARTA, Bernas.id – PT Pindad pun angkat bicara terkait pemesanan senjata oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Menurut Sekretaris Perusahaan PT Pindad Bayu A. Fiantori, BIN telah memesan 517 pucuk senjata. "Benar, ada kontrak d ...

Nasional 1 Hari lalu

Korban Kecelakaan Usia Muda, Menhub Ingatkan Peduli Keselamatan Berkendara

MEDAN, Bernas.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara. Hal ini mengingat jumlah korban kecelakaan lalu lintas adalah masyarakat yang masih berusia muda. Pernyataan ini disampa ...

Kecantikan 1 Hari lalu

Tak Cuma Enak, 3 Bahan Alami Ini Percantik Kulit Wajah Kamu

Bernas.id - Biasanya, pemakaian masker wajah dilakukan setelah melakukan proses peeling. Memang antara peeling dan masker selalu berkaitan. Dua aktivitas ini merupakan satu rangkaian dan umumnya menjadi satu paket ketika berada di salon mau ...

Regional 1 Hari lalu

Kepala PVMBG: Tanda-Tanda Gunung Agung akan Meletus

BALI, Bernas.id - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani menyampaikan tanda-tanda terjadinya letusan Gunung Agung di Karangasem, Bali. Ia menyebutkan sudah terjadi gempa yang dirasakan sampai ke pos pantau. ...

Teknologi 1 Hari lalu

Makin Diminati Pasar, Ini Keunggulan Furukawa Battery yang Tak Dimiliki Aki Lain

Bernas.id - Penjualan aki motor dan mobil milik Furukawa Battery tumbuh secara drastis. Bahkan, pada semester I/Tahun 2017 lalu, DIY-Jateng  mencatat penjualan sebesar 5 ribu unit bulannya. Menurut Assistance Departement Head P ...

UMKM 1 Hari lalu

Capai Kemenangan Persaingan, Pebisnis Wajib Perhatikan 5 Tips Ini

Bernas.id - Semua pebisnis tentunya ingin agar bisnis yang dimilikinya mampu berkompetisi dan tetap eksis dalam jangka waktu yang panjang. Tapi kenyataannya tidak semua pebisnis mampu untuk mempertahankan bisnisnya karena salah mengelola da ...

Nasional 1 Hari lalu

Tarif Isi Ulang Antarbank Bisa Beratkan Masyarakat, Ini Usulan DPR

JAKARTA, Bernas.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bidang ekonomi dan keuangan, Taufik Kurniawan mengingatkan agar pemerintah memerhatikan kebijakan tambahan biaya saat isi ulang atau top up uang elektronik sebesar Rp 1 ...