Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Belajar dan Mengajarkan, Kunci untuk Sukses

Belajar dan Mengajarkan, Kunci untuk Sukses

HarianBernas.com - Pariman, MPsi, Psikolog menceritakan tentang pengalaman istimewa yang menjadi titik balik dalam proses hidupnya. Ketika SMA, tepatnya saat menjelang lulus sekolah, ada kebingungan luar biasa dalam mengambil keputusan untuk melanjut kuliah atau tidak karena dihadapkan pada keterbatasan ekonomi keluarga.

Ia berkeinginan besar untuk lanjut kuliah, tapi terbentur keterbatasan biaya. Orangtuanya pun sudah angkat tangan dan hanya bisa mendoakan. Keputusan saat itu ada di tangan saya sendiri. Dalam kegalauan, merasa menjadi orang yang memiliki masalah besar, saya berusaha untuk bangun malam guna mengadukan keadaan.

“Bahwa masalah yang saya miliki adalah proses pendewasaan, itulah pencerahan yang saya dapatkan. Saya akhirnya membulatkan tekad, terus maju, dan mengusahakan yang terbaik. Pengalaman saat SMA yang saya alami itu kemudian menginspirasi saya banyak hal, termasuk menulis buku Master From Minder, inspirasi sukses walau dalam keterbatasan. Alhamdulillah, Allah SWT memberikan pertolongan, seorang senior, Mas Budi Setiawan mengirimkan pada kami guntingan informasi di koran tentang peluang biasiswa kuliah. Beastudi Etos Dompet Dhuafa itulah beasiswa yang berperan besar untuk studi S1 saya,” ungkapnya ke Bernas (19/6).

Seiring perjalanan waktu, kini alumni Universitas Diponegoro ini menekuni sejumlah bidang profesi sebagai psikolog, trainer, dan penulis. “Sebagai psikolog yang melayani asesmen psikologi, konseling, dan psikoterapi. Sebagai trainer yang membawakan materi untuk seminar, pelatihan, dan workshop sesuai dengan permintaan klien (training motivasi, pengembangan diri, teamwork, leadership, service excellence dll). Sebagai penulis buku-buku terkait dengan tema pengembangan diri, motivasi, dan keluarga,” jelasnya.

Karirnya saat ini pun tak lepas dari dukungan orangtunya. Orangtuanya pernah mendorongnya untuk bercita-cita menjadi seorang guru. Sebuah profesi yang melambangkan sosok dengan ketinggian ilmu, kemuliaan, dan kontribusi besar dalam kehidupan banyak orang. ”Ayah saya tidak bisa baca tulis karena tidak pernah mengenyam pendidikan formal, sekalipun sekolah dasar. Hanya ibu saya yang mengenyam pendidikan, itu pun hanya sampai lulus sekolah dasar. Walaupun sebenarnya nilai raport ibu saya bagus dan termasuk murid yang pandai, tetapi keterbatasan ekonomi dan meninggalnya kakek memaksa beliau harus puas dengan ijazah SD-nya. Itu barangkali yang menjadikan kedua orangtua saya mendorong anak-anaknya untuk bersekolah tinggi dan saya bercita-cita menjadi guru,” tukasnya.

Sebagai Psikolog, ia pun memiliki pengalaman unik di dalam pekerjaannya. Salah satu pengalaman unik itu terjadi ketika berinteraksi dengan pasien gangguan skizofrenia yang pernah didampingi. “Saat itu, saya berusaha melakukan yang bisa saya lakukan untuk membantu pemulihan psikososial pasien. Saya kunjungan ke rumah dengan tujuan medamaikan kembali hubungan pasien dengan orangtuanya. Ketidakharmonisan hubungan menjadi salah satu sumber munculnya permasalahan dan pemicu kekambuhan. Pasien tersebut punya riwayat beberapa kali masuk RSJ dan diharuskan rawat jalan dengan kontrol obat. Saya tidak menyangka, dia dan orangtuanya datang ke resepsi pernikahan saya. Ada kebahagiaan tersendiri dalam diri saya, dia menunjukkan kondisi yang sangat lebih baik. Perlu diketahui butuh waktu setidaknya 4 jam jika ditempuh dengan kendaraan umum dari rumahnya ke tempat  acara saya,” tuturnya.

Sarjana Psikologi ini pun menerangkan tentang alasan menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang ini. Ia menyebut ada banyak orang yang berkontribusi besar dalam kehidupannya. Untuk itu, ia ingin membalas kebaikan mereka dengan cara membantu banyak orang melalui bidang yang saya geluti dan saya kuasai.

Untuk permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaan, ia menjawab bahwa bisa enjoy dalam setiap kesempatan karena sangat menyadari dalam setiap kesempatan, kita bisa mengambil hal positif dan melakukan hal positif. Untuk tantangan pekerjaan ke depan, ia menjawab hal terpenting baginya adalah terus meningkatkan kapasitas diri, belajar, dan berkontribusi. Keterbukaan diri untuk menerima perubahan dan belajar dan keterbukaan diri untuk bersinergi dengan banyak pihak, menjadi kuncinya untuk menyikapi banyak hal.

Master Psikologi ini juga meyakini bahwa bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ”Hidup adalah berbagi kebaikan. Setiap bidang yang seseorang geluti bisa menjadi sarana untuk melakukan kebaikan; membantu orang mengatasi permasalahan, meningkatkan kapasitas diri mereka, dan menjadikan orang menemukan kebahagiaan dalam kehidupan. Saya memilih menggeluti bidang saya sekarang karena saya yakin banyak orang yang membutuhkan dan saya bisa membantu mereka melalui bidang tersebut,” ujarnya.

Penyuka hobi membaca ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. ”Hidup ini adalah bercermin. Ada banyak kesempatan kita bisa menemukan diri kita sendiri dalam diri dan kehidupan orang lain. Saat seseorang diliputi permasalahan, bad mood, tidak bersemangat maka dia butuh ‘cermin’ yang membuatnya memahami dirinya sendiri dan menemukan apa yang harus dilakukan. Dalam banyak kesempatan, saya bercermin pada klien dan orang-orang yang saya temui. Ada sisi bening yang mereka abaikan, sisi itulah saya biasanya coba untuk saya tunjukkan. Untuk saran, pencapaian yang saya raih boleh jadi barulah sebutir debu di jagat ini. Ada banyak orang-orang hebat yang saya sangat ingin menjadi salah satu muridnya. ‘Belajar dan Mengajarkan’ itulah bagian penting dari usaha meraih kesuksesan,” bebernya.

Ia pun membangun habit khusus selama ini untuk mendukung pekerjaannya seperti menyediakan waktu untuk membaca, menulis, berdiskusi, dan berbagi pada orang lain. “Itulah kebiasaan yang selama ini saya pelihara. Membaca untuk mengetahui perkembangan informasi dan mendapatkan pengetahuan baru. Menulis sebagai sarana membagikan ilmu pada banyak orang. Berdiskusi untuk tukar pikiran dengan orang lain. Berbagi kemanfaatan sesuai yang saya bisa lakukan. Untuk mengembalikan mood agar semangat bekerja, kesadaran bahwa apa yang saya tekuni adalah bagian dari hidup saya, itulah yang membuat saya selalu menemukan energi positif untuk bergerak dan bertindak. Ketika kita sudah menemukan kesenangan dalam diri atas apa yang kita tekuni, saya kira kita tidak akan kesulitan menemukan mood positif,” paparnya.

Konselor ini membocorkan project Anda dalam waktu dekat dan impian ke depannya. “Saya sudah menandatangani MOU untuk satu naskah buku dengan penerbit Tiga Serangkai. Bulan Agustus 2017, insyaAllah bukunya akan dilaunching. Buku pengembangan diri agar menjadi pribadi yang spesial, menyenangkan, antusias, respek, dan memiliki kecerdasan spiritual. Selain itu, saya sedang mengembangkan portal dan aplikasi konsultasi online agar bisa menjangkau banyak orang orang di seluruh Indonesia. Untuk impian, saya ingin bisa berkontribusi secara keilmuan dalam bidang psikologi dengan menciptakan metode, sarana/media atau pelatihan untuk berbagi kemanfaatan pada banyak orang. Sudah saya awali walaupun masih jauh dari yang saya inginkan. Tugas akhir S1 saya di bawah bimbingan Dr Yeniar Indriana dan ibu Farida Hidayati, SPsi, MSi bertujuan untuk membantu pasien kanker terutama mengatasi depresi yang mereka rasakan dengan guided imagery. Untuk tugas akhir saat S2 di bawah bimbingan Prof. Dr M. Noor Rochman Hadjam, SU, saya mendesain modul yang diperuntukkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan pada para ayah. Modul yang dibuat dengan latar belakang bahwa ayah memiliki peran penting dalam pengasuhan tetapi tidak semua orang memahaminya,” pungkasnya. 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru