Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Jangan Berharap ke Orang Lain dan Negara, Teruslah Bekerja Keras!

Jangan Berharap ke Orang Lain dan Negara, Teruslah Bekerja Keras!

Bernas.id - Budy Sugandi kini menekuni bidang pekerjaan entreprenurship di bidang edutech, yaitu Klikcoaching.com. Sewaktu masih studi di luar negeri, kakaknya pernah bilang agar jangan pulang ke Indonesia karena keadaan ekonomi sulit dan sulit mencari pekerja. Namun, ia menjawab bahwa pulang ke Indonesia bukan untuk mencari kerja, tapi membuka pekerjaan. Momen inilah yang menjadi titik baliknya mendirikan Klikcoaching.

“Ikut terjun membantu Pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan mentoring online kuliah ke luar negeri langsung oleh mentor-mentor yang merupakan mahasiswa atau alumni negara tujuan. Mentoringnya lebih fokus dan sesuai keinginan. Klikcoaching memiliki lebih dari 25 mentor yang tersebar di banyak negara, yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Turki, Malaysia, Ceko, Jerman, Belanda, Korsel, Tunisia, Prancis, Mexico, Serbia, Italia, Canada, Australia, Russia dan Finlandia,” ungkapnya ke Bernas.

Dikatakannya, ia melihat tingginya minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri seiring dengan banyaknya beasiswa yang ditawarkan pihak donor dan lembaga tertentu, termasuk Pemerintah lewat LPDP dan 5000 Doktor MORA Scholarship oleh Kemenag.

”Hal yang masih sulit dijumpai saat ini adalah lembaga yang konsisten membantu para siswa tersebut menembus kampus tujuannya di luar negeri. Klikcoaching ingin memberikan layanan bimbingan online yang profesional, tapi tetap terjangkau. Tagline Klikcoaching, yaitu Pilih Mentormu sesuai Negara Tujuanmu,” tuturnya.

Selain sebagai dosen di salah satu kampus swasta di Jakarta, ia juga menulis buku. Untuk pengalaman dalam pekerjaan, ada seorang mentor yang curhat ketika ada siswa yang ingin apply beasiswa, tapi belum mempersiapkan segalanya, bahasa Inggris lemah dan prestasi minim, kemudian minta saran agar bisa lolos.

“Nah disitulah tantangannya di program mentoring ini. Kami dari manajemen dan para mentor tidak hanya membantu mereka yang sudah pintar dan siap aplikasinya, tapi juga memotivasi siapa saja agar mereka juga mencapai cita-citanya. Minimal mereka kita dorong untuk mengambil kursus bahasa Inggris. Selain itu, juga membuka mata kami untuk membuka paket lain selain coaching beasiswa luar negeri. Kami membuka tiga paket baru, yaitu belajar grammar, speaking dengan bule langsung, dan paket terjemahan,“ imbuhnya.

Merasakan bidang yang ditekuni sebagai kegiatan yang mulia menjadi alasan terus menggeluti pekerjaan di Klikcoaching. Baginya, ketika ada siswa yang berhasil menggapai cita-citanya kuliah ke luar negeri, kami semua ikut senang. Selain itu, semakin banyak orang Indonesia yang kuliah ke luar negeri, lalu belajar dengan sungguh-sungguh di sana, kemudian menerapkan ilmu yang didapat untuk kemajuan bangsa Indonesia itu sangatlah luar biasa.

”Untuk permasalahan yang sering dihadapi, koneksi internet yang kurang baik, terutama di daerah. Program kami menggunakan media video call Google Hangout,  jadi meski tidak tatap muka secara langsung, tapi belajarnya bisa di mana saja dan real time. Kami ingin mendisrupsi cara-cara konvensional dengan memanfaatkan terknologi. Untuk menyikapi itu, biasanya kami meminta para siswa mencari tempat yang bagus koneksi internetnya saat mentoring. Namun, untuk peserta dari kota-kota besar sudah aman karena jaringan internet sudah bagus sehingga mereka bisa menggunakan handphone/smartphone, tidak harus laptop. Tantangan ke depan, kami butuh tim IT yang handal, ruang khusus untuk bekerja agar bisa lebih fokus dan semakin berkembang. Solusinya, kami berusaha mencari investor untuk program kami,” paparnya.

Pengagum Elon Musk ini pun meyakini bahwa bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ”Indonesia tidak ada yang meragukan akan kekuataan alamnya (Sumber Daya Alam), tapi sumber daya manusianya masih sangat rendah. Dalam masyarakat Ekonomi ASEAN dan era global tidak ada lagi skat-skat geografis antarbangsa, harusnya menjadi tantangan kita untuk maju. Terlebih di tahun 2030 jumlah penduduk berusia produktif kita sangat tinggi maka Klikcoaching hadir menjadi solusi pengingkatan SDM tersebut,” tukasnya.

Saling percaya, kolaborasi tim yang baik, dan terbuka untuk terus belajar hal baru menjadi habit khususnya yang dibangunnya selama ini untuk mendukung pekerjaannya. “ Untuk mengembalikan mood Anda agar kembali bersemangat bekerja, membaca buku dan bertemu dengan teman-teman CEO. Jangan pernah berharap kepada orang lain dan negara, teruslah bekerja keras! Berharap kepada orang lain dan negara hanya akan mejadikan kita manusia pasif, tapi dengan terus bekerja, hal itu akan membuat kita menjadi manusia aktif, maju, dan produktif,” katanya.

CEO Klikcoaching ini membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. “Saya juga berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, namun cita-cita tinggi yang disertai niat kuat untuk mengenyam pendidikan di luar negeri dan membuka usaha sendiri pasti akan tercapai. Kata pepatah, ada banyak jalan menuju Roma kan? Untuk saran kepada orang yang ingin meraih kesuksesan, fokus, perluas pergaulan, dan banyaklah membaca,” ucapnya.

Lingkungan pun diakui memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang. “Kami selalu bersaing dalam hal positif. Ngopi, debat, dan tertawa bersama itulah lingkungan saya. Untuk penghargaan khusus yang diterima selama ini (baik di profesi pendidikan maupun bisnis), terpilih menjadi salah satu inovator startup Indonesia bersama 24 inovator lainnya untuk mengikuti program short-term di empat kota Australia: Brisbane, Adelaide, Sydney dan Canberra, yang diselenggarakan oleh Australia Awards Indonesia (AAI),” tukasnya.

Untuk yang memiliki peran atas apa yang dicapai saat ini, pengagum sosok Bill Gates ini menyebut peran keluarga, yaitu bapak, ibu, kakak, dan adik. “Merekalah yang selalu mendukung dan mendoakan apapun yang saya kerjakan. Termasuk waktu pertama kali terbang ke luar negeri, orangtua sayang rela menjual motor untuk membelikan tiket pesawat. Dulu beasiswa saya ke luar negeri belum memberikan fasilitas penerbangan. Selain itu Pemerintah Turki, Jerman dan Australia juga memiliki peran bagi diri saya. Mereka telah memberikan saya beasiswa baik untuk studi master (Turki dan Jerman) maupun short-course (Australia),” terangnya.

Penyuka hobi karate ini membocrokan project dalam waktu dekat dan impiannya ke depan. “Untuk project dalam waktu dekat, mengembangkan Klikcoaching sehingga semakin lebar sayapnnya dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas Indonesia. Untuk impian ke depan, membuat sekolah (SD-SLTA) hingga universitas sendiri yang unggul dan berdaya saing global,” pungkasnya. 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru