Literasi, Menumbuhkan Minat Menulis


15 November 2017

Drs Ahmad Nundhir,Guru SMAN 2 Banguntapan (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Beberapa tahun belakangan ini, persoalan gerakan literasi sangat akrab di telinga dan mata kita. Mengapa demikian? Banyak anjuran dan himbauan lewat pidato atau tulisan pejabat yang sampai pada kita. Lebih-lebih setelah keluarnya Permendikbud No 23 Tahun 2015 sebagai landasan untuk menggerakkan siswa di sekolah dalam melaksanakan literasi sehingga menjadi Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Literasi di sekolah dimaksudkan sebagai kegiatan membaca dan menulis.

Gerakan Setengah Hati

Mengapa literasi perlu menjadi sebuah gerakan? Jawabannya tegas, karena minat baca dan menulis orang Indonesia terutama siswa pada semua tingkatan sekolah sangat rendah. Sastrawan Taufiq Ismail menyebut, “Siswa Indonesia rabun membaca lumpuh menulis!” Hal ini dikemukakan pada tahun 2003 lalu. Sampai sekarang (14 tahun kemudian) keadaan tersebut belum beranjak jauh.

Rasa prihatin dikemukakan oleh beberapa kalangan, tidak terkecuali Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Budi Wibowo S.H, M.M pada kolom “Seloka” harian Kedaulatan Rakyat, 10 Januari 2016. Aktivitas membaca kurang diminati masyarakat. Salah satunya adalah orang tua yang juga rendah minat bacanya.

Bagaimana sekolah (khususnya SMA) menanggapi dan melaksanakan aktivitas ini?. Setelah dicanangkan, GLS ternyata belum dilaksanakan secara maksimal. Dengan kata lain, gerakan ini menjadi gerakan setengah hati. Ada beberapa faktor yang menghambat berlangsungnya GLS, antara lain siswa tidak memiliki buku, siswa tidak membaca buku selain buku pelajaran, tidak tersediaanya buku yang beragam, jauhnya buku dari tempat berkumpulnya siswa, dan kurangnya keharusan membaca buku tertentu atau menuliskan gagasan terbaiknya.

Upaya Sekolah

Untuk menghilangkan atau mengurangi hambatan tersebut, pihak sekolah dapat melakukan beberapa hal. Pertama, pihak sekolah memohon orang tua untuk membelikan buku non-pelajaran kepada putra-putrinya. Selama ini orang tua kurang perhatian terhadap kemajuan minat baca anaknya. Sedikit atau jarang orang tua untuk mengajak putra-putrinya ke pameran buku atau ke toko buku. Padahal dari kegiatan tersebut banyak manfaat, setidaknya orang tua dan anak membaca beberapa judul buku baru dari berbagai jenis. Dari sekian banyak judul, pasti ada yang diminati. Dari situlah terjadi keinginan membeli buku.

Kedua, buku yang dibeli tentu harus lebih dari satu judul, beberapa judul buku bisa disumbangkan ke sekolah lewat putra-putrinya agar dibaca oleh dirinya dan teman-temannya secara bergantian dalam satu kelas atau lain kelas.

Ketiga, orang tua membiasakan membaca buku yang dimiliki pada waktu sore atau malam menyertai anaknya belajar. Bila kegiatan ini bisa berlangsung terus dalam waktu lama, tentu rumah menjadi perpustakaan keluarga. Lama-kelamaan menjadi keluarga pencinta membaca buku.

Keempat, selain menyediakan waktu lima belas menit sebelum pelajaran dimulai untuk membaca (literasi), sekolah juga menyediakan buku dalam jumlah yang besar dan beragam. Sekolah dalam membeli buku perlu mempertimbangkan buku yang diminati siswa (untuk hiburan) dan yang memotivasi kearah masa depan menjadi pemimpin atau pembangun bangsa.

Kelima, pihak sekolah mendekatkan buku-buku pada tempat berkumpulnya siswa seperti di kantin, sudut ruang tertentu, ruang tamu, masjid,dan tempat lain yang nyaman untuk membaca buku. Ruang pun dibuat nyaman, enak, dan tidak membosankan siswa dengan kotak-kotak buku berbagai model.

Keenam, selain hal tersebut masih perlu adanya reward bagi pembaca buku terbanyak. Untuk itu, perlu bukti beberapa buku yang sudah dibaca siswa dengan menyerahkan ringkasan atau sinopsis buku kepada tim GLS agar bisa didata setiap minggu atau setiap bulannya sehingga secara berkala sekolah memberikan reward sebagai penghargaan kesungguhan siswa dan memotivasi siswa lainnya. Terjadilah persaingan sehat untuk memperbanyak membaca buku.

Dari Membaca ke Menulis

Bila sudah tumbuh kegemaran, kebiasaan, dan kebutuhan membaca, akan tumbuh keinginan dan kebiasaan menulis. Dimulai dari menulis rangkuman atau sinopsis dan dilanjutkan menulis puisi, cerpen, esai, dan artikel. Tulisan tersebut tidak hanya memenuhi tugas mata pelajaran, tetapi juga untuk eksistensi individu dimuat pada majalah dinding, majalah sekolah, atau dikirimkan ke surat kabar atau majalah agar bisa diterbitkan.

Kegiatan menulis inilah yang masih sedikit dan kurang bergairah. Dari kenyataan tersebut timbul pertanyaan,  mengapa siswa miskin tulisan? Jawaban dari pertanyaan itu bisa bermacam-macam antara lain tidak terbiasa menulis, susah mengawali/ memulai sebuah karangan, sedikitnya praktikmenulis dalam pembelajaran, sedikitnya runag kreatif disekolah, dan kebiasaan mendengar lebih dominan dalam pembelajaran.

Dari sekian banyak kendala tersebut yang paling banyak dirasakan oleh siswa adalah sedikitnya praktik menulis dalam pembelajaran. Ini bisa diketahui dari mata pelajaran yang diikuti siswa hanya beberapa saja berkaitan langsung dengan menulis. Menulis yang dimaksud di sini adalah kegiatan menulis ilmiah atau populer. Mata pelajaran yang ada kompetensi dasar menulis karangan adalah bahasa  Indonesia.

Materi tentang karangan atau menulis karya ilmiah hanya beberapa jam pelajaran. Pada kesempatan ini guru dituntut aktif mengajar siswa memanfaatkan waktu singkat yang tersedia pada silabus. Guru menggali pengetahuan yang dimiliki oleh siswa tentang pengetahuan dan pengalaman menulis karya ilmiah. Beberapa siswa memiliki pengetahuan  yang memadai tentang karya ilmiah, tetapi banyak juga masih minim pengetahuan dan pengalaman menulis karya ilmiah.

Karya ilmiah berbeda dengan karya atau tulisan yang nonilmiah. Kriteria ilmiah harus dipahami dan digunakan sebagai acuhan dalam tulisan. Kebanyakan siswa kurang menyadari keilmiahan tulisan dituntut secara konsisten. Di sinilah peran guru sangat penting dan sabar dalam membimbing maupun mendampingi siswa berproses untuk menghasilkan karya ilmiah.

Agar bisa menulis, siswa harus berlatih dan mencoba tanpa jemu. Guru melayani siswa dalam pembimbingan melebihi dosen membimbing mahasiswa karna kemampuan dan kemandirian siswa masih rendah. Di sinilah arti pengabdian sangat terasa. Seorang guru, digugu lan ditiru. Apa yang dikemukakan guru diikuti dan apa yang dituliskan ditiru oleh siswa. Guru menjelaskan dan memahamkan konsep sampai pada penulisannya.

Literasi Model Ki Hajar Dewantara

Konsep 3n dari Bapak Pendidikan Nsional Ki Hajar Dewantara bisa diterapkan dalam penulisan karya ilmiah atau karya popular siswa. Yang pertama, niteni , berarti memperhatikan dan mengkritisi contoh karya tulis yang ada diperpustakaan atau diperlihatkan oleh guru. Model dan cara penulisan karya popular lebih dahulu ditekankan agar siswa tidak mempunyai kesan sulit dalam menulis.

Pada tahapan ini, siswa diminta membaca sebanyak-banyaknya membaca karya, khususnya karya sastra Apa yang akan ditulis, itulah yang banyak dibaca Bila siswa tertarik menulis puisi, berarti siswa harus banyak membaca puisi dari berbagai penyair baik yang sudah punya nama (terkenal) maupun yang belum terkenal. Begitu juga karya lainnya, semakin  intesnsif membaca dan memperhatikan berbagai karya akan semakin banyak pengetahuan yang didapat. Beda pengarang tentu berbeda pula gaya dan cara  mengemas isi.

Yang kedua, nirokke , berarti meniru gaya penulisan dari contoh yang dibaca siswa atau meniru apa yang dicontohkan oleh guru. Pada tahap ini sebagai pemula, penulis (calon penulis) boleh meniru, tetapi sebatas keperluannya. Meniru dari berbagai  cara, gaya, cara memulai menulis dan engakhirinya, atau apa saja yang menjadi ciri khas tiap-tiap pengarang. Lama-kelamaan bisa menentukan cara sendiri yang paling mudah dan sesuai untuk dirinya dalam menuangkan ide atau gagasan. Bukan tidak mungkin suatu saat memiliki ciri tersendiri sebagi penulis/pengarang.

Yang ketiga, nambahi,  berarti siswa menambah kelengkapan atau kesempurnaan tulisan karya yang pernah ditulis orang lain. Bahkan diharapkan lebih baik dari pada tulisan atau permasalahan yang pernah dibahas orang lain.

Guru mengarahkan dan membimbing siswa sampai memahami dan menuliskan gagasan. Siswa didorong dan diarahkan mengembangkannya secara luas dengan kreativitasnya. Siswa yang berhasil mengembangkan kreativitasnya diapresiasi dan diminta menularkan kemampuannya kepada teman-temannya yang belum bisa atau kesulitan dalam kreasi.

Dari teori sederhana ini, siswa semangat mencoba menulis puisi dan cerpen meskipun beberapa kali mengalami perbaikan dan makan waktu berhari-hari. Proses inilah yang menyenangkan bagi siswa. (*Penulis: Drs Ahmad Nundhir,Guru SMAN 2 Banguntapan)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Begini Efek Letusan Merapi dan Bencana Lain yang Sebabkan Peradaban Mataram Kuno Hancur

Bernas.id - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada abad ke telah meluluhlantakkan peradaban Mataram Kuno, yang dikenal juga dengan Kerajaan Medang. Letusan tersebut, ditambah bencana lain, sangat berpengaruh pada situasi geopolitik saat itu ...

DIY

BPPTKG: Dominasi Erupsi Magma Merapi Pada 21 Mei

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut material letusan Merapi pada 21 Mei 2018 adalah letusan yang paling didominasi komponen magmatik. Ini jika dibanding material letusan pada 11 Mei ...

Kesehatan

Pegagan, Ginko Bilobanya Indonesia, Efektif Kurangi Penyumbatan Pembuluh Darah

Bernas.id - Pegagan, salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, ternyata memiliki manfaat penting untuk kesehatan. Ini diketahui berdasarkan penelitian farmasi dan kedokteran terkini. Hal tersebut disampaikan Dr. Agatha Budi ...

DIY

Sultan: Pemda Selalu Fasilitasi Pengungsi Merapi

Bernas.id -Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api tersebut. "Warga yang turun tentu akan difasi ...

DIY

Polemik Bentor, Ini Solusi Dari Wakil Ketua DPRD DIY

Bernas.id - Pelarangan terhadap keberadaan becak motor (bentor) untuk mangkal di Malioboro mulai disosialisasikan sejak 8 Februari 2018. Namun faktanya hingga saat ini masih ada saja bentor di kawasan Malioboro. Surat Edaran Gubernur DIY ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tetap Laksanakan Kegiatan

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meminta seluruh sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta untuk tetap melaksanakan kegiatan usai penilaian akhir tahun berakhir. "Kami suda ...

DIY

Forum TSLP DIY Dilantik, BPD DIY Beri Bantuan 7 Miliar

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2018-2020 di kompleks kantor Gubernur DIY, Kamis (24/5/2018). Sultan men ...

DIY

Dampak Letusan Merapi Kamis Pagi Sebabkan Hujan Abu dan Pasir di Wilayah Ini

Bernas.id - Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 08.58 WIB terkait erupsi Merapi, Kamis 24 Mei 2018. Diinformasik ...

DIY

Merapi Erupsi Lagi Pada Kamis Pagi

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan tinggi k ...

DIY

Residivis Kambuhan Tipu Teman Sendiri Untuk Modal Judi

Bernas.id--Seorang residivis kambuhan melakukan aksi pengelapan dan penipuan terhadap temannya sendiri. Sepeda motor milik temannya dipinjam lalu digadaikan untuk modal main judi online. Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto meng ...

DIY

BPPTKG: Belum Ada Erupsi Magmatik Merapi

Bernas.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi erupsi magmatik dari rangkaian erupsi Gunung Merapi beberapa hati ini. "Letusan ma ...

DIY

BPBD DIY Kirim Bantuan Tambahan ke Posko Pakem

Bernas.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menambah bantuan berupa sembako dan family kit untuk posko pengungsian utama di Pakem, Sleman. Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila war ...

DIY

Balai Taman Nasional Tutup Lima Objek Wisata Sekitar Gunung Merapi

Bernas.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mengeluarkan surat edaran resminya yang dikeluarkan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 terkait penutupan penutupan sejumlah obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung M ...

DIY

Erupsi Rabu Pagi, BPPTKG Sebut Ada Aktvitas Gempa Vulkanik dan Tremor di dalam Merapi

Bernas.id – Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 10.22 WIB pada hari Rabu, 23 Mei 2018. Dalam rilis tersebu ...

DIY

Puluhan Warga Masih Mengungsi Pasca Erupsi Freatik Dini Hari

Bernas.id--Merapi kembali mengalami erupsi freatik,  yang terjadi Rabu pukul 03.31 WIB (23/5/2018). Ini mengakibatkan sebagian warga lereng Merapi berinisiatif mengungsi. Sekitar 55 warga terdiri dari usia rentan kini masih menempati t ...

Pendidikan

Prof Noorhaidi Beberkan Doktrin Sentral Kaum Jihadis di UNU Yogyakarta

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar ilmiah “Menyorot Teror Lanjutan Pasca Bom Surabaya”. Prof Noorhaidi Hasan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga turut diund ...

Budaya

Kepompong Besi, Hasil Pencarian Jati Diri Pelukis Afganishtan Amin Taasha

Bernas.id - Iron Cocoon, atau Kepompong Besi, itulah judul pameran seni lukis yang digelar oleh Amin Taasha, seorang mahasiswa ISI Jogja yang berasal dari Afganishtan. Pameran yang diadakan di Gallery Fadjar Sidik ISI Jogja ini tergolong un ...

DIY

Status Merapi Naik, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat di daerah setempat tetap tenang meski status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada. "Tapi kan (aktivitas) lavanya te ...

DIY

Status Waspada Merapi Bisa Meningkat Karena Parameter Ini

Bernas.id- Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi menjadi Waspada sejak semalam karena meningkatnya aktivitas kegempaan dalam Gunung Merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi B ...

DIY

Erupsi Merapi Dini Hari Tadi Masih Dikategorikan Freatik

Bernas.id - Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan keputusan menaikkan status Gunung Merapi dari Normal menjadi Waspada muncul usai ada erupsi freatik pada Senin sore yang diikuti oleh gempa vulkano-tektonik dan gempa tremor. Ia memastikan, ...

DIY

Naik ke Status Waspada, Merapi Erupsi Selasa Dini Hari

Bernas.id - Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama usai statusnya naik dari Normal menjadi Waspada. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB, Selasa dini hari, 22 Mei 2018.  Erupsi itu berlangsung 3 menit dengan amplitudo mak ...

Pariwisata

Bangun Pariwisata DIY Perlu Kerjasama Stakeholder

Bernas.id--Pembangunan bidang pariwisata di DIY tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu ada kerjasama yang sinergis semua stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar bidang pariwisata benar-benar mampu menjadi penopan ...

Ekonomi

Buka Puasa Bersama, Forum Perbankan BMPD Jalin Keakraban dengan Para Wartawan

Bernas.id - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan jalinan silahturahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa dalam acara buka bersama. Selain itu, juga dilakukan pengenalan kiprah BM ...

Pendidikan

Joki Ujian Masuk PTN Jogja Tertangkap Basah

Bernas.id--Polsek Bulaksumur, Depok, Sleman berhasil menangkap joki ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Pascasarjana di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY. Pelaku tertangkap basah karena identitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Ka ...

Ekonomi

Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran, Instansi Pemerintah DIY Jaga Stabilitas Stok Pangan

Bernas.id - Perum BULOG menyelenggarakan pasar murah dalam rangka HUT BULOG ke-51. Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian dari BUMN yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan khususnya Kecamatan Gondokusuman, Kotabaru, Perum Bulog Dr ...

Pendidikan

Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti dalam Dies Natalis UNY menyebut bahwa perubahan di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berbagai hal yang s ...

DIY

Kemenkominfo Sudah Blokir 3.000 Akun Provokatif

Bernas.id--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menggodok regulasi untuk menindak perusahaan media sosial yang melakukan pembiaran terhadap penyebaran hoaks. Langkah ini sejalan dengan upaya menangkal radikalism ...

Ekonomi

BULOG DIY Pastikan Stok Beras Sangat Cukup dan Aman untuk Bulan Puasa dan Lebaran

Bernas.id- Dalam rangkaian HUT Perum BULOG ke-51, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diselenggarakan pasar murah di 5 kabupaten/kota sebanyak 1000 paket sembako murah, Kotabaru, Perum Bu ...

Ekonomi

Ramadan, Tempat Ibadah Gratis Sambung Listrik

Bernas.id--Menyambut bulan Ramadan, PLN memberikan Promo Gemerlap Lebaran 2018, berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) tambah daya listrik sebesar 50% dengan maksimum potongan Rp10 juta. Bahkan khusus tempat ibadah, potongan yang diberikan s ...

DIY

Gunung Merapi Alami Erupsi Lagi

Bernas.id -Gunung Merapi mengalami erupsi freatik lagi pada Senin (21/5/2018) dini hari. Erupsi freatik tersebut lebih kecil dibanding erupsi freatik yang terjadi pada Jumat (11/5/2018). Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliuran ...

DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

2500 Pemilih Pemula Jogja Belum Punya E KTP

Bernas.id- Saat ini ada 1,7% warga Kota Jogja yang belum melakukan perekaman E KTP. Separuh dari persentase itu merupakan pemula yang harus "dijemput bola" proses perekamannya demi mempersiapkan Pemilu. Kepala Dinas Kependuduka ...

Pendidikan

Penulis Diaz Radityo, Kita Tidak Mungkin Menulis Tanpa Membaca

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

Kemenag DIY Dorong Disahkannya Perda ini Untuk Tangkal Terorisme

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mendorong Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga segera disahkan. Ini penting guna mencegah penanaman paham radikalisme di lingkungan keluarga. "Kami bersyukur dalam wa ...

DIY

Quick Truck Hadir untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Efisien

Bernas.id - Sering terkendala dengan alat angkut sawit atau hasil panen pertanian? Solusi terkini disediakan oleh CV Karya Hidup Sentosa. Perusahaan nasional yang berkantor pusat di Yogyakarta ini memroduksi alat transportasi panen sawit be ...

Budaya

Rengkuh Kembali Masa Era Kolonial Belanda dari Papan Iklan Enamel,s di Bentara Budaya Yogyakarta

Bernas.id - Bentara Budaya mengadakan Enamel’s Exhibition Indie, sebuah pameran yang mengangkat ragam iklan era zaman Kolonial Belanda. Papan-papan iklan era Kolonial Belanda memiliki ciri-ciri dan corak yang khas, khususnya penggunaa ...

DIY

Bagaimana Kondisi Stok Darah PMI DIY Selama Ramadan?

Bernas.id -- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin stok darah di lima kabupaten/kotandi DIY selama Bulan Ramadan tahun ini aman. "Penurunan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa, minggu k ...

Budaya

Hidangan Kuliner Berbuka Khas Ramadhan dari 8 Negara

Bernas.id - Setiap negara pasti punya hidangan kuliner khas Ramadhan yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Makanan tersebut sudah ada sejak lama sehingga menjadi menu wajib untuk berbuka.  Simak makanan khas buka puasa dari berb ...

DIY

KPU Kota Jogja Pastikan Seluruh Data Pemilih Terverifikasi

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memastikan seluruh data pemilih yang masuk dalam daftar pencocokan dan penelitian sudah menjalani proses verifikasi di lapangan oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih "Seluruh data ...

DIY

Pasokan Listrik DIY Surplus Selama Ramadan

Bernas.id - PLN Area Yogyakarta memastikan saat ini pasokan listrik DIY masih terhitung suplus. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama bulan Ramadan. Terlebih PLN juga menyiagakan penjaga keanda ...

Pendidikan

Calon Siswa SD Jogja Peroleh Keuntungan Usia

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Jogja akan memberikan keuntungan dari aspek usia kepada calon siswa SD yang penduduk setempat ketika pendaftaran peserta didik baru dibandingkan dengan calon siswa dari luar kota itu. "Prioritas pen ...