Memutus Lingkaran Kebencian: Catatan Atas Novel "Ayahku Bukan Pembohong" Karya Tere Liye


15 November 2017

Aldhi Anarta,Farmasi Universitas Indonesia (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - “Hari ini umurku empat puluh. Sudah dua puluh tahun aku berhenti mempercayai cerita Ayah. Bukan karena kehilangan semangat untuk mendengarkan kisah-kisah itu, bukan karena aku tidak bisa menghargai seorang ayah, tapi karena aku tahu persis, ayahku seorang pembohong. Dan di rumah ini, aku tidak akan membesarkan Zas dan Qon dengan dusta seperti yang dilakukan Ayah dahulu kepadaku. Mereka akan dibesarkan dengan kerja keras, bukan dongeng-dongeng palsu.” (Tere-Liye, 2011:7) 

Kutipan di atas merupakan bagian dari novel karangan Tere-Liye, Ayahku Bukan Pembohong. Dalam kutipan ini terlihat jelas rasa jengkel dan kesal dari tokoh Dam terhadap ayahnya. Kebencian yang sudah disimpannya selama dua puluh tahun seakan menyeruak keluar manakala sang Ayah mulai menceritakan kisah-kisahnya kepada Zas dan Qon, anak-anak Dam, seolah tidak rela anak-anaknya ikut merasakan kebohongan-kebohongan sang Ayah, yang sebenarnya belum pernah dibuktikan.

Menurut Edward De Bono, dalam bukunya Teach Your Child How to Think, ada lima tingkat kebenaran nyata yang digunakan seseorang apabila tidak ada kebenaran absolut yang dapat diambilnya, meliputi kebenaran yang bisa diperiksa, kebenaran berdasar pengalaman pribadi,kebenaran berdasar pengalaman orang lain, kebenaran yang diterima secara umum, dan kebenaran karena otoritas. Kelima kebenaran nyata ini memiliki persamaan, sama-sama berkesempatan besar untuk salah. Dalam hal ini, Dam mengambil kebenaran berdasarkan pengalaman diri sendiri, meyakini bukti yang dilihat oleh mata sendiri. Menyimpulkan sesuatu sebagai suatu kebenaran berdasarkan sudut pandang dan pengertian diri sendiri tentunya memiliki kemungkinan yang besar bahwa kebenaran yang didapat belum tentu benar.

Kebenaran yang Rapuh

Ketika kebenaran yang masih rapuh tersebut digunakan sebagai sebuah dasar dalam menilai seseorang, tentu penilaian yang diberikan akan sangatlah keliru dan akan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru. Terlebih ketika penilaian yang salah tersebut menjadi alasan dalam membenci seseorang. Kebencian yang timbul karena alasan yang salah, akan menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan dan rasa sakit hati yang salah sasaran. Dalam tokoh Dam sendiri, terlihat betapa kehidupannya menjadi tidak tenang dan penuh pergumulan, yang muncul akibat kebenciannya terhadap ayahnya. Bukan sang Ayah yang justru merasa tesakiti dari kesalahpahaman yang timbul ini, namun dampaknya jelas signifikan terasa pada diri Dam sendiri, akibat dari penarikan kesimpulan atas sikap ayahnya tanpa alasan yang mendukung dan cenderung subjektif.

Kebencian Dam terhadap sang Ayah tidak berhenti di situ. Dam seolah ingin membawa rasa benci itu dalam keluarganya, dalam diri anak-anaknya, padahal keluarga sebagai wadah pendidikan pertama anak-anak memiliki beberapa fungsi esensial bagi perkembangan fisik dan mental anak, terutama fungsi sosialisasi nilai-nilai sebelum anak-anak masuk ke kehidupan social sebenarnya di lingkungannya (Friedman, 1998). Penanaman nilai yang salah dapat menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak. Dam seperti ingin menurunkan rasa benci yang ia miliki kepada diri anak-anaknya, Zas dan Qon. Ternyata, tanpa sadar, Dam sendirilah yang berputar-putar dalam jalinan panjang kebencian dan kesalahpahaman ciptaannya sendiri.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebencian adalah perasaan sangat tidak suka terhadap sesuatu, suatu benda, suatu pemikiran, atau suatu tindakan. Dalam kasus ini, Dam menaruh benci kepada ayahnya karena perilaku ayahnya yang suka menceritakan kebohongan-kebohongan kepada Dam dan anak-anaknya. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita-cerita yang disampaikan sang Ayah, Dam telah berupaya untuk membuat anak-anaknya ikut membenci kakeknya melalui tindakannya yang selalu melarang kakeknya bercerita dan menyebutnya pembohong, padahal menurut Maria Ulfah Anshor dalam buku Parenting with love: Panduan Islami Mendidik Anak, disebutkan bahwa dalam proses pendidikan anak-anak usia dini, salah satu cara anak memilah nilai-nilai yang baik dan buruk, adalah dengan mencontoh perilaku dan kebiasaan-kebiasaan orangtuanya. Anak-anak tentu menganggap apa yang dilakukan orangtuanya sebagai sesuatu yang baik dan wajar dilakukan. Padahal sikap Dam yang terang-terangan menunjukkan rasa benci kepada ayahnya, merupakan sebuah sikap yang menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Secara tidak langsung Dam juga memberi konsep bahwa membenci orangtua itu tidaklah salah, padahal membenci orangtua merupakan sikap yang dipandang salah dalam masyarakat.

Seharusnya Dam sebagai orangtua tidak bisa mengajarkan anaknya sebuah nilai konkrit yang merupakan hasil pemikirannya sendiri, tetapi memberikan nilai-nilai dasar yang benar kepada anaknya, yang lebih lanjut akan dikembangkan sendiri oleh mereka. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan diri mereka dan membuka pikiran mereka, melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga kebencian Dam terhadap sang Ayah tidak perlu diteruskan, bahkan harusnya dapat dihilangkan dengan pandangan-pandangan baru yang dikemukakan oleh Zas dan Qon, bukannya justru memperpanjang tali kebencian yang sebenarnya berwujud seperti sebuah lingkaran yang tidak putus, akan kembali terulang dan terulang pada generasi-generasi selanjutnya, yang mungkin akan berubah bentuknya serta objek kebenciannya.

Kebencian dan Prasangka SARA

Dalam novel "Ayahku Bukan Pembohong", diceritakan dengan jelas bagaimana sikap Dam yang ingin menanamkan rasa benci terhadap sang Kakek kepada anak-anaknya. Ia tidak ingin anaknya menjalani hidup yang penuh kebohongan, maka ia sekuat tenaga berusaha menghentikan cerita-cerita ayahnya, meskipun itu harus melukai perasaan sang Ayah. Dalam kehidupan ini, juga banyak perseteruan antar golongan yang sudah berlangsung selama berpuluh-puluh generasi, dengan alasan-alasan yang mungkin sudah tidak relevan lagi, atau lebih buruk, berseteru tanpa mengerti duduk permasalahan sebenarnya. Hal ini dapat terjadi akibat suatu tradisi, dimana masing-masing pihak yang berseteru terus menanamkan kebencian kepada generasi-generasi berikutnya, menyebabkan suatu konflik berkepanjangan dan lingkaran kebencian.

Salah satu topik sensitif yang juga menjadi kebencian yang berkepanjangan adalah konfik berbau sara. Stigma buruk antar agama atau etnis dan golongan tetap dipertahankan, membuat massa semakin mudah terprovokasi bahkan oleh hal-hal kecil sekalipun. Konflik antara agama Kristen dan Islam, antar negara barat dan timur, merupakan suatu perseteruan yang sudah berlangsung semenjak lama sekali, tanpa bisa menjelaskan kesalahan dari masing-masing pihak. Pandangan bahwa agama Islam adalah agama teroris terus digaungkan tanpa ada dasar yang jelas, padahal tidak semua orang Islam adalah teroris. Menurut Afadlal dalam bukunya Islam dan Radikalisme di Indonesia, menyatakan bahwa salah satu faktor terbesar munculnya stereotip teroris pada Islam adalah ajaran dagi golongan fundamentalis dan fanatic, dan bukan dari agama Islam secara keseluruhan. Kelompok politik Islam radikal seperti Hamas juga mengambil sikap moderat dalam mempertahankan cita-cita politiknya. Sementara pihak lain yang bersengketa terus merasa paling benar, bersembunyi dibalik stigma negatif yang tidak diusahakan untuk diklarifikasi, tetapi terus dipublikasi. Dari generasi yang satu ke generasi lainnya.

Demikian yang terjadi dalam konflik antara warga keturunan pendatang dan warga pribumi di Indonesia, perpindahan dan pertemuan dua buah kelompok penduduk berbeda latar belakang dan kebudayaan, bukannya tidak membawa dampak buruk, terlebih apabila salah satu kelompok yang bersengketa merupakan penduduk asli dan merasa memiliki hak atas wilayah tersebut. Menurut Koetjaranigrat dalam Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat (2007:111), menyatakan bahwa salah satu alasan munculnya potensi konflik sosial dalam dua etnik yang berbeda adalah sikap prasangka etnik, sesama etnik saling memberi cap negatif berdasarkan kebenaran versi masing-masing kelompok, yang tentu saja mungkin salah. Selain itu, keterikatan pada folkways dan indentitas diri memperkuat rasa in group yang meremehkan kelompok luar. Potensi konflik yang ada juga diperkuat oleh kristalisasi etnis yang semakin memperjelas batas-batas kekitaan dan kemerekaan, yang terus ditanamkan kepada anak-anak penerus etnis mereka berikutnya.

Penutup

Seharusnya Dam lebih bijaksana dalam menyikapi perasaan benci kepada ayahnya. Jika ia merasa cerita-cerita ayahnya memberi dampak buruk, ia dapat melakukan cara-cara lain ketimbang harus memberi mindset yang negatif kepada Zas dan Qon. Ia dapat membicarakannya secara baik-baik kepada sang Ayah, atau ia dapat memberi pengertian kepada anak-anaknya bahwa cerita-cerita tersebut tidaklah benar. Namun, cara yang paling bijak adalah dengan mengecek kebenaran dari cerita-cerita tersebut, tidak hanya bermodalkan pemikirannya dan pengalamannya sendiri. Di lain pihak, baik cerita tersebut nyata ataupun bohong, tentu ada nilai-nilai positif yang dapat ia ambil dan ajarkan  kepada anak-anaknya, jauh lebih menbangun dan postif daripada hanya berfokus pada sisi buruk cerita tersebut dan terpaku pada kebencian Dam kepada sang Ayah. Yang terutama, Dam seharusnya tidak boleh menurunkan rasa bencinya terhadap ayahnya kepada siapapun juga, terutama anak-anaknya. (*Penulis: Aldhi Anarta, Mahasiswa Farmasi Universitas Indonesia)

 

Daftar Pustaka

Afadlal. 2004. Islam dan Radikalisme di Indonesia. Jakarta: LIPI.

De Bono, Edward. 1993. Teach. Your Child How to Think. Bandung: Khaifa.

Liye, Tere. 2011. Ayahku Bukan Pembohong. Jakarta: Gramedia.

Suprajitno. 2003. Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: Buku Kedokteran ECG.

Ulfah Anshor, Maria. 2010. Parenting with love: Panduan Islami Mendidik Anak. Bandung: Mizania.

Waluya, Bagja. 2007. Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. Bandung: PT Setia Purna Inves.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Begini Efek Letusan Merapi dan Bencana Lain yang Sebabkan Peradaban Mataram Kuno Hancur

Bernas.id - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada abad ke telah meluluhlantakkan peradaban Mataram Kuno, yang dikenal juga dengan Kerajaan Medang. Letusan tersebut, ditambah bencana lain, sangat berpengaruh pada situasi geopolitik saat itu ...

DIY

BPPTKG: Dominasi Erupsi Magma Merapi Pada 21 Mei

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut material letusan Merapi pada 21 Mei 2018 adalah letusan yang paling didominasi komponen magmatik. Ini jika dibanding material letusan pada 11 Mei ...

Kesehatan

Pegagan, Ginko Bilobanya Indonesia, Efektif Kurangi Penyumbatan Pembuluh Darah

Bernas.id - Pegagan, salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, ternyata memiliki manfaat penting untuk kesehatan. Ini diketahui berdasarkan penelitian farmasi dan kedokteran terkini. Hal tersebut disampaikan Dr. Agatha Budi ...

DIY

Sultan: Pemda Selalu Fasilitasi Pengungsi Merapi

Bernas.id -Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api tersebut. "Warga yang turun tentu akan difasi ...

DIY

Polemik Bentor, Ini Solusi Dari Wakil Ketua DPRD DIY

Bernas.id - Pelarangan terhadap keberadaan becak motor (bentor) untuk mangkal di Malioboro mulai disosialisasikan sejak 8 Februari 2018. Namun faktanya hingga saat ini masih ada saja bentor di kawasan Malioboro. Surat Edaran Gubernur DIY ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tetap Laksanakan Kegiatan

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meminta seluruh sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta untuk tetap melaksanakan kegiatan usai penilaian akhir tahun berakhir. "Kami suda ...

DIY

Forum TSLP DIY Dilantik, BPD DIY Beri Bantuan 7 Miliar

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2018-2020 di kompleks kantor Gubernur DIY, Kamis (24/5/2018). Sultan men ...

DIY

Dampak Letusan Merapi Kamis Pagi Sebabkan Hujan Abu dan Pasir di Wilayah Ini

Bernas.id - Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 08.58 WIB terkait erupsi Merapi, Kamis 24 Mei 2018. Diinformasik ...

DIY

Merapi Erupsi Lagi Pada Kamis Pagi

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan tinggi k ...

DIY

Residivis Kambuhan Tipu Teman Sendiri Untuk Modal Judi

Bernas.id--Seorang residivis kambuhan melakukan aksi pengelapan dan penipuan terhadap temannya sendiri. Sepeda motor milik temannya dipinjam lalu digadaikan untuk modal main judi online. Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto meng ...

DIY

BPPTKG: Belum Ada Erupsi Magmatik Merapi

Bernas.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi erupsi magmatik dari rangkaian erupsi Gunung Merapi beberapa hati ini. "Letusan ma ...

DIY

BPBD DIY Kirim Bantuan Tambahan ke Posko Pakem

Bernas.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menambah bantuan berupa sembako dan family kit untuk posko pengungsian utama di Pakem, Sleman. Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila war ...

DIY

Balai Taman Nasional Tutup Lima Objek Wisata Sekitar Gunung Merapi

Bernas.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mengeluarkan surat edaran resminya yang dikeluarkan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 terkait penutupan penutupan sejumlah obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung M ...

DIY

Erupsi Rabu Pagi, BPPTKG Sebut Ada Aktvitas Gempa Vulkanik dan Tremor di dalam Merapi

Bernas.id – Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 10.22 WIB pada hari Rabu, 23 Mei 2018. Dalam rilis tersebu ...

DIY

Puluhan Warga Masih Mengungsi Pasca Erupsi Freatik Dini Hari

Bernas.id--Merapi kembali mengalami erupsi freatik,  yang terjadi Rabu pukul 03.31 WIB (23/5/2018). Ini mengakibatkan sebagian warga lereng Merapi berinisiatif mengungsi. Sekitar 55 warga terdiri dari usia rentan kini masih menempati t ...

Pendidikan

Prof Noorhaidi Beberkan Doktrin Sentral Kaum Jihadis di UNU Yogyakarta

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar ilmiah “Menyorot Teror Lanjutan Pasca Bom Surabaya”. Prof Noorhaidi Hasan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga turut diund ...

Budaya

Kepompong Besi, Hasil Pencarian Jati Diri Pelukis Afganishtan Amin Taasha

Bernas.id - Iron Cocoon, atau Kepompong Besi, itulah judul pameran seni lukis yang digelar oleh Amin Taasha, seorang mahasiswa ISI Jogja yang berasal dari Afganishtan. Pameran yang diadakan di Gallery Fadjar Sidik ISI Jogja ini tergolong un ...

DIY

Status Merapi Naik, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat di daerah setempat tetap tenang meski status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada. "Tapi kan (aktivitas) lavanya te ...

DIY

Status Waspada Merapi Bisa Meningkat Karena Parameter Ini

Bernas.id- Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi menjadi Waspada sejak semalam karena meningkatnya aktivitas kegempaan dalam Gunung Merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi B ...

DIY

Erupsi Merapi Dini Hari Tadi Masih Dikategorikan Freatik

Bernas.id - Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan keputusan menaikkan status Gunung Merapi dari Normal menjadi Waspada muncul usai ada erupsi freatik pada Senin sore yang diikuti oleh gempa vulkano-tektonik dan gempa tremor. Ia memastikan, ...

DIY

Naik ke Status Waspada, Merapi Erupsi Selasa Dini Hari

Bernas.id - Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama usai statusnya naik dari Normal menjadi Waspada. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB, Selasa dini hari, 22 Mei 2018.  Erupsi itu berlangsung 3 menit dengan amplitudo mak ...

Pariwisata

Bangun Pariwisata DIY Perlu Kerjasama Stakeholder

Bernas.id--Pembangunan bidang pariwisata di DIY tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu ada kerjasama yang sinergis semua stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar bidang pariwisata benar-benar mampu menjadi penopan ...

Ekonomi

Buka Puasa Bersama, Forum Perbankan BMPD Jalin Keakraban dengan Para Wartawan

Bernas.id - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan jalinan silahturahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa dalam acara buka bersama. Selain itu, juga dilakukan pengenalan kiprah BM ...

Pendidikan

Joki Ujian Masuk PTN Jogja Tertangkap Basah

Bernas.id--Polsek Bulaksumur, Depok, Sleman berhasil menangkap joki ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Pascasarjana di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY. Pelaku tertangkap basah karena identitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Ka ...

Ekonomi

Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran, Instansi Pemerintah DIY Jaga Stabilitas Stok Pangan

Bernas.id - Perum BULOG menyelenggarakan pasar murah dalam rangka HUT BULOG ke-51. Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian dari BUMN yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan khususnya Kecamatan Gondokusuman, Kotabaru, Perum Bulog Dr ...

Pendidikan

Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti dalam Dies Natalis UNY menyebut bahwa perubahan di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berbagai hal yang s ...

DIY

Kemenkominfo Sudah Blokir 3.000 Akun Provokatif

Bernas.id--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menggodok regulasi untuk menindak perusahaan media sosial yang melakukan pembiaran terhadap penyebaran hoaks. Langkah ini sejalan dengan upaya menangkal radikalism ...

Ekonomi

BULOG DIY Pastikan Stok Beras Sangat Cukup dan Aman untuk Bulan Puasa dan Lebaran

Bernas.id- Dalam rangkaian HUT Perum BULOG ke-51, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diselenggarakan pasar murah di 5 kabupaten/kota sebanyak 1000 paket sembako murah, Kotabaru, Perum Bu ...

Ekonomi

Ramadan, Tempat Ibadah Gratis Sambung Listrik

Bernas.id--Menyambut bulan Ramadan, PLN memberikan Promo Gemerlap Lebaran 2018, berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) tambah daya listrik sebesar 50% dengan maksimum potongan Rp10 juta. Bahkan khusus tempat ibadah, potongan yang diberikan s ...

DIY

Gunung Merapi Alami Erupsi Lagi

Bernas.id -Gunung Merapi mengalami erupsi freatik lagi pada Senin (21/5/2018) dini hari. Erupsi freatik tersebut lebih kecil dibanding erupsi freatik yang terjadi pada Jumat (11/5/2018). Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliuran ...

DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

2500 Pemilih Pemula Jogja Belum Punya E KTP

Bernas.id- Saat ini ada 1,7% warga Kota Jogja yang belum melakukan perekaman E KTP. Separuh dari persentase itu merupakan pemula yang harus "dijemput bola" proses perekamannya demi mempersiapkan Pemilu. Kepala Dinas Kependuduka ...

Pendidikan

Penulis Diaz Radityo, Kita Tidak Mungkin Menulis Tanpa Membaca

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

Kemenag DIY Dorong Disahkannya Perda ini Untuk Tangkal Terorisme

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mendorong Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga segera disahkan. Ini penting guna mencegah penanaman paham radikalisme di lingkungan keluarga. "Kami bersyukur dalam wa ...

DIY

Quick Truck Hadir untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Efisien

Bernas.id - Sering terkendala dengan alat angkut sawit atau hasil panen pertanian? Solusi terkini disediakan oleh CV Karya Hidup Sentosa. Perusahaan nasional yang berkantor pusat di Yogyakarta ini memroduksi alat transportasi panen sawit be ...

Budaya

Rengkuh Kembali Masa Era Kolonial Belanda dari Papan Iklan Enamel,s di Bentara Budaya Yogyakarta

Bernas.id - Bentara Budaya mengadakan Enamel’s Exhibition Indie, sebuah pameran yang mengangkat ragam iklan era zaman Kolonial Belanda. Papan-papan iklan era Kolonial Belanda memiliki ciri-ciri dan corak yang khas, khususnya penggunaa ...

DIY

Bagaimana Kondisi Stok Darah PMI DIY Selama Ramadan?

Bernas.id -- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin stok darah di lima kabupaten/kotandi DIY selama Bulan Ramadan tahun ini aman. "Penurunan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa, minggu k ...

Budaya

Hidangan Kuliner Berbuka Khas Ramadhan dari 8 Negara

Bernas.id - Setiap negara pasti punya hidangan kuliner khas Ramadhan yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Makanan tersebut sudah ada sejak lama sehingga menjadi menu wajib untuk berbuka.  Simak makanan khas buka puasa dari berb ...

DIY

KPU Kota Jogja Pastikan Seluruh Data Pemilih Terverifikasi

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memastikan seluruh data pemilih yang masuk dalam daftar pencocokan dan penelitian sudah menjalani proses verifikasi di lapangan oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih "Seluruh data ...

DIY

Pasokan Listrik DIY Surplus Selama Ramadan

Bernas.id - PLN Area Yogyakarta memastikan saat ini pasokan listrik DIY masih terhitung suplus. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama bulan Ramadan. Terlebih PLN juga menyiagakan penjaga keanda ...

Pendidikan

Calon Siswa SD Jogja Peroleh Keuntungan Usia

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Jogja akan memberikan keuntungan dari aspek usia kepada calon siswa SD yang penduduk setempat ketika pendaftaran peserta didik baru dibandingkan dengan calon siswa dari luar kota itu. "Prioritas pen ...