Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.



SPP Mulai 200rb! Jadilah Bagian dari Kisah Suksesnya! Sejuta Sarjana Pengusaha Untuk Merah Putih
https://bernas.info/SejutaPengusahaSarjana

WA Group 34 Propinsi #ViralDesa https://bernas.info/WAgroup34propinsi


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Ekonomi

5 Tips Berbisnis Minuman Kekinian Siap Saji Agar Tidak Kalah Saing

Bernas.id – Minuman kekinian yang biasanya dijual secara cepat saji kian menjamur terutama di kota-kota besar. Berbagai merk dan rasa seolah serupa satu dengan yang lainnya. Kebanyakan, minuman kekinian tersebut memiliki lebih dari 3 ...

Ekonomi

Denni Puspa Purbasari: Kartu Prakerja Bukan Bantuan Sosial

BERNAS.ID JAKARTA- Beberapa orang salah mengira bahwa, Kartu Prakerja diibaratkan sebagai bantuan sosial.  Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari meluruskan, Kartu Prakerja adalah semacam beasis ...

Ekonomi

Ari Dwipayana : Kartu Prakerja Harus Adaptif dalam Situasi Pandemi

  BERNAS ID JAKARTA - Kartu prakerja harus dilihat sebagai bagian dari policy reform. Sederhananya sebagai sebuah terobosan dalam menghadapi masalah struktural yang cukup panjang.    Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat K ...

Pariwisata

Ingin Lekas Piknik? Ini Tips Aman Liburan Saat New Normal

BERNAS.ID - Sudahkah berniat ingin berwisata di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB)? Larangan bepergian karena mencegah penyebaran Covid-19 sejak Maret 2020 lalu membuat masyarakat harus bertahan di rumah. Apalagi ketika daerah men ...

Lifestyle

Bukan Karena Kehabisan BBM Lalu Diisi Bensin Eceran! Begini Klarifikasi Setwapres

BERNAS.ID - Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar mengklarifikasi soal video mobil Wakil Presiden yang diduga kehabisan bahan bakar dan diisi bahan bakar eceran. Rekaman video yang sudah viral tersebut akhirnya diluruska ...

Ekonomi

Milenials, 5 Bakat Seni Ini Bisa Jadi Bisnis di Era New Normal, lho.

Bernas.id – Seseorang yang punya keterampilan seni seringkali dipandang kurang bisa menghasilkan uang atau memiliki pekerjaan yang bagus. Seperti halnya keterampilan lain, seni juga bisa menghasilkan pundi-pundi uang jika kamu bisa me ...

Kesehatan

Gugus Tugas: Tempat Tertutup Itu Berpotensi Penularan Covid-19, Ini Tips Pencegahannya

BERNAS.ID - Udara dingin dan ruang yang tertutup akan meningkatkan potensi terjadinya penularan virus corona melalui udara. Hal ini disampaikan oleh anggota Tim Pakar Medis Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Budiman Bela.  &q ...

Kesehatan

Soal Lonjakan Jumlah Pasien Positif, Begini Penjelasan Ketua Gugus Tugas Nasional

BERNAS.ID - Tambahan pasien positif Covid-19 di Indonesia beberapa hari belakangan ini menjadi sorotan karena angkanya sempat melampaui 2.000. Misalnya, kemarin Kamis (9/7/2020) dilaporkan ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanya ...

Kesehatan

Akhirnya Indonesia Bisa Produksi Rapid Test! Begini Keunggulan dan Harganya

BERNAS.ID - Indonesia mampu memproduksi alat tes cepat (rapid test) yang unggul secara kualitas maupun harga dibandingkan produk impor. 1 unit alat pendeteksi Covid-19 buatan anak bangsa ini harganya Rp 75.000.  Hal ini disampaikan ...

Inspirasi

Gerald Sebastian dalam Festival Mahakarya Ulas Awal Mula Menjadi Youtuber Hingga Mendapat Jutaan Subscriber

Bernas.id – Universitas Mahakarya Asia kembali menyelenggarakan Festival Mahakarya bertajuk ‘How to Survive as Millenials and Love Yourself’ dengan dua narasumber muda yaitu Gerald Sebastian, co-Founder and Business D ...

Ekonomi

Hai Millenials, 7 Ide Bisnis Ini Bisa Bantu Selamatkan Bumi, Lho!

Bernas.id – Sebagai generasi milenial kamu harus mulai berpikir selangkah lebih maju jika ingin berbisnis. Membangun bisnis tidak hanya mencari profit tapi juga bermanfaat untuk sesama. Lebih jauh lagi, berbisnis akan lebih bermakna j ...

Pendidikan

Sekolah di Kota Jogja ini Hanya Punya Sedikit Siswa Baru, Sebagian Berkebutuhan Khusus.

YOGYA, BERNAS.ID - SMP dan SMA Gotong-Royong, sekolah swasta yang berada di kawasan Tegalrejo Kota Yogyakarta ini kembali tidak memperoleh jumlah siswa yang banyak, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Hingga Jumat (10/7/20 ...

Ekonomi

Sejumlah Rp30 Triliun Uang Negara Ditempatkan di 4 Bank Milik Negara (Himbara) Sebagai Upaya Percepatan PEN

Bernas.id – Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional oleh Kementerian Koperasi dan UMKM yang menganggarkan dana sebesar Rp123,46 triliun, hingga tanggal 9 Juli 2020 penyaluran dana PEN mencapai 6,82% yaitu sebesar Rp8,42 triliun. Penyalura ...

Kesehatan

Makin Waspada Penularan Covid-19 Lewat Udara, Jubir Pemerintah Minta Masyarakat Lakukan Ini

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia, Achmad Yurianto kembali mengingatkan penularan virus corona bisa terjadi melalui droplet orang yang sakit Covid-19 maupun orang yang terinfeksi virus corona tet ...

Kesehatan

Klaster Secapa AD Sebabkan Lonjakan Kasus Baru di Jabar, Mayoritas OTG

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan ada penambahan pasien positif Covid-19 mencapai 2.657 kasus pada Kamis (9/7/2020) kemarin. Hal ini karena ada tambahan dari klaster Sekolah Calon P ...

Ekonomi

6 Instansi Penyalur KUR Mengajukan Surat Tagihan Pembayaran Kepada KemenKopUKM Terkait Penyerapan Dana PEN untuk UMKM

Bernas.id – Penyaluran dana PEN untuk Koperasi dan UMKM per tanggal 9 Juli 2020 sudah mencapai 6,82% naik dari 0,20% pada awal Pusat Informasi Pemulihan Koperasi dan UMKM diluncurkan yaitu pada tanggal 2 Juli 2020 melalui lintas kemen ...

Nasional

Unggah Foto di Instagram! Jokowi dan Prabowo Bagikan Momen Kunjungan Kerja ke Kalteng

BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo telah mengunjungi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (9/7/2020) kemarin. Pada kunjungan kerja kali ini, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu didampingi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo ...

DIY

Tambah 8 Pasien Positif Covid-19 di DIY, Semuanya Warga Bantul

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 8 orang pada Kamis (9/7/2020). Sehingga total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY menjadi 357 orang ...

Lifestyle

Fan Theory : GFriend, sebuah kesepian berujung pengorbanan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebuah backstory yang dalam telah menjadi lahapan sehari hari bagi para fans dari girlgroup GFriend. Source Music Entertaiment, agensi yang menaungi grup tersebut tak pernah bosan menghadirkan berbagai sisi ...

Kesehatan

Penularan Covid-19 Tanpa Disadari dari Orang Positif Tanpa Gejala

BERNAS.ID - Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah memberlakukan berbagai langkah-langkah untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Potensi penularan dari orang-orang yang tidak memiliki gejala ...

Hukum dan Kriminal

Mayat Mahasiswa S3 Ditemukan di Kamar Indekos

YOGYA, BERNAS.ID--Mayat seorang pria ditemukan di sebuah indekos di kawasan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta Rabu (8/7) sekitar pukul 17:30 WIB. Diduga, korban yang merupakan mahasiswa S3 di sebuah perguruan tinggi negeri Islam di Jogja ter ...

Ekonomi

Kementerian Koperasi UKM Alokasikan Dana PEN Sebesar Rp123,46 Triliun dalam 6 Kategori

Bernas.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia mengalokasikan anggaran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk Koperasi dan UMKM sebesar Rp123,46 triliun tersebar di lintas kementerian/lembaga, ...

DIY

Dikabari Ada Penggembungan dari BPPTKG, BNPB Peringatkan Empat Kabupaten untuk Siap Siaga Merapi

SLEMAN, BERNAS.ID- Terkait data aktivitas Gunung Merapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemui Bupati Sleman, Sri Purnomo untuk koordinasi terkai ...

Kesehatan

Ada Karyawan Positif Tanpa Gejala di Kemendikbud, Begini Penjelasan Dirjen Dikti

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto membeberkan bahwa lonjakan kasus baru Covid-19 di Indonesia didominasi oleh orang tanpa gejala atau gejala minimal. Gejala minimal yang dimaksud seperti hanya mera ...

Sintesa

Dialog Cucu dan Kakek tentang Potensi Genius Teman-teman di Desa

Oleh:  Prof. Sudjarwadi Cucu Aleita sedang mendengarkan Nenek Yatica yang menceritakan bacaan resep-resep masakan yang menurut Nenek merupakan pilihan lauk lezat, sekaligus membuat sehat. Kakek duduk di sebelahnya, hanya ikut menden ...

Kesehatan

Bertambah 1.853 Pasien Positif Covid-19, Jubir: Sebagian Besar Gejala Minimal

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan ada 1.853 kasus baru pasien positif Covid-19, sehingga totalnya mencapai 68.079 orang per Rabu (8/7/2020). "Penambahan kasus positif ...

DIY

Sembuh dari Covid-19, Empat Anggota Polda DIY Lakukan Donor Plasma Darah untuk Kemanusiaan

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka bakti kesehatan, keempat siswa SIP (Sekolah Inspektur Polisi), anggota Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 mendonorkan plasma darahnya (convalescent) di RSU ...

Daerah

Merapi Aktif Lagi, Begini Perintah Ganjar Bersiap Hadapi Erupsi di Tengah Pandemi

SEMARANG, BERNAS.ID - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan agar para jajarannya bersiap mengantisipasi bencana alam gunung meletus. Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta suda ...

DIY

Didominasi Kontak Langsung, Ada 7 Tambahan Pasien Positif Covid-19 di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan ada tambahan 7 pasien positif Covid-19 pada Selasa (7/7/2020). Hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DIY, total pasien posit ...

Inspirasi

Putu Nanda Tergabung dalam Komunitas TEAJ: Mempertaruhkan Keselamatan Demi Nyawa Orang dalam Ambulans

Bernas.id – Pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain. Di sinilah peran manusia agar bisa saling membantu antar sesama untuk menciptakan harmonisasi dalam kehidupan. Perilaku saling membantu kepada ...

Inovasi

Dikenalkan Ventilator Karya Bangsa, Sri Sultan Sindir Birokrasi Pemerintah Suka Barang Impor

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Sri Sultan Hamengkubuwono X mengapresiasi produk ventilator karya peneliti UGM. Menurut Sri Sultan, produk alat kesehatan karya anak bangsa perlu didorong untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor. Namun be ...

Kesehatan

Tingginya Angka Kematian, Doni Monardo: Covid-19 Itu Seperti Malaikat Pencabut Nyawa

BERNAS.ID - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat kematian karena terinfeksi virus corona di Indonesia ada 3.241 orang. Terhitung sejak 2 Maret hingga 7 Juli 2020. Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Nasional menyampaik ...

DIY

Tambahan Pasien Positif Covid-19 di DIY Karena Kontak Langsung, Warganet Gelisah

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan ada tambahan 8 pasien positif Covid-19, Senin (6/7/2020) sore. Jumlah pasien positif Covid-19 di DIY pun men ...

Kesehatan

Muhammadiyah Ingatkan Bahwa Wabah Covid-19 Belum Berakhir

YOGYA, BERNAS.ID—Hingga tanggal 5 Juli 2020 kemarin, angka Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 63.749 kasus terkonfirmasi positif, bertambah 1.607 kasus dari hari sebelumnya dengan jumlah total yang meninggal mencapai 3.171 orang. Me ...

Olahraga

Jogja Batal jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Sultan Alihkan Anggaran ke Covid-19

YOGYA, BERNAS.ID -PSSI telah mengumumkan dibatalkannya penggunaan stadion Mandala Krida sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 2021 dengan pertimbangan FIFA khawatir akan status Gunung Merapi yang bisa erupsi sewaktu-waktu. Menanggapi h ...

Inspirasi

Sarita Sutedja 'Upnormal' Beberkan 3 Kunci Suksesnya dalam Berwirausaha saat Festival Mahakarya

Bernas.id - Upnormal, adakah yang asing dengan brand ini? Rasanya hampir semua orang pernah dengar dan tahu apa itu Upnormal. Yup, tepat sekali. Upnormal adalah tempat nongkrong dengan menu makanan indomie kekinian. Sarita Sutedja yang m ...

Ekonomi

5 Tips Bermanfaat Atur Keuangan Pribadi saat New Normal

Bernas.id - Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat sektor kesehatan harus bekerja keras tapi juga mempengaruhi sektor ekonomi. Semua lapisan masyarakat dengan berbagai penghasilan dan pengeluaran terdampak covid-19. Untuk mengatasi masalah te ...

DIY

Demo Minta Pembatalan RUU HIP Dilakukan Ormas Jogja Lagi

YOGYA, BERNAS.ID– Puluhan orang dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) di DIY berkumpul di titik nol kilometer Jogja, Senin (6/7/2020). Mereka kembali berunjukrasa di masa pandemi ini dengan aspirasi menolak adanya Rancangan Unda ...

Lifestyle

Mahasiswa Susah Menabung Jika Masih Suka dengan 5 Kebiasaan IniĀ 

Bernas.id – Tujuan menabung bukan serta merta untuk bisa kaya tapi memiliki keuangan yang sehat. Bisa menabung artinya kamu bisa memprioritaskan mana yang kebutuhan mana yang sekadar keinginan. Jika ingin hidup tenang karena mempunyai ...

Inspirasi

Festival Mahakarya: Pentingnya Pendidikan bagi Millennials di Era New Normal oleh Wirda Mansur dan Sarita Sutedja

Bernas.id - Festival Mahakarya yang dilaksanakan kemarin (5/7) secara live di kanal Youtube berlangsung sangat seru dengan dua penyaji muda, sukses, dan berpengalaman, Wirda Mansur direktur WakeUpMakeUp dan Sarita Sutedja founder Upnor ...

Desa

Dani Pristiawan dalam KKD Seri Khusus: Inklusivitas Masyarakat Salamrejo, Kulonprogo dalam Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Leluhur Serta Kearifan Lokal

Bernas.id – Minggu, 5 Juli 2020 Webinar Kongres Kebudayaan Desa mengangkat tema ‘Inklusi Sosial: Mewujudkan Masyarakat Inklusif dalam Tatanan Indonesia Baru’. Webinar kali ini dipimpin oleh seorang moderator Abdi Suryan ...

Editorial

Adaptasi dan Pemulihan

Pandemi Covid-19 ini memang extra ordinary disaster. Ia berukuran mikro, tak tampak kasat mata, namun mampu mengguncang peradaban manusia secara global. Hampir semua aspek kehidupan manusia terdampak dengan adanya pandemi, dari keseha ...

Inspirasi

Wirda Mansur, Belum Genap 20 Tahun Sudah Jadi Direktur

Bernas.id - Muda, berbakat, plus punya usaha sendiri. Keren. Begitu kira-kira yang akan kita katakan begitu mengenal sosok Wirda Mansur, gadis cantik dengan segudang prestasi. Bagaimana tidak, di usianya yang belum genap 20 tahun sudah jadi ...

Lifestyle

9 Tips Memakai Make Up dengan Aman di Masa New Normal

Bernas.id – Bagi sebagian perempuan, berada di rumah saja selama PSBB atau lockdown beberapa bulan kemarin memmbuat kosmetik alias make up mereka awet. Jangankan blush on, eye shadow, dan eyeliner pakai bedak atau lipstik pun sangat j ...

Kesehatan

5 Tips Jaga Daya Tahan Tubuh Meski Beraktivitas Berat di New Normal

Bernas.id – Beraktivitas di luar rumah karena sudah memasukai era new normal bukan berarari pandemi sudah berakhir. Segala aktivitas bisnis dibuka dengan alasan menjaga roda perekenomian tetap berputar bukan karena corona sudah benar- ...

Lifestyle

Fan Theory : Dark Story dibalik Music Video Crossroads GFriend adalah Kematian?

GFriend adalah sebuah grup beranggotakan 6 member di bawah asuhan agensi Source Music Entertaiment yang kini diakuisisi oleh BigHit Entertaiment. GFriend sendiri debut pertama pada tahun 2015 dan hingga saat ini sudah menyandang banyak reko ...

Lifestyle

Begini Saran Gugus Tugas Soal Tingginya Risiko Penularan Covid-19 di Transportasi Umum

BERNAS.ID - Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Covid-19 dokter Reisa Broto Asmoro menyampaikan masyarakat perlu menjaga diri dari penularan Covid-19 saat menggunakan transportasi umum. Hal ini disampaikan saat konferensi pers da ...

Pendidikan

Intip 5 Rahasia Kiat Modifikasi RPP di Masa Pandemi

Bernas.id - Dengan tekad membekali guru-guru untuk melakukan pembelajaran jarak jauh di tahun ajaran 2020-2021, maka Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Seri Webinar di platform Zoom da ...

Lifestyle

4 Kunci Sederhana Bersatu Lawan Covid-19 Ala Wapres Ma'ruf Amin

BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan pemerintah terus mempercepat langkah-langkah penanganan pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia. Apalagi dampak terhadap mas ...

DIY

Total Pasien Positif Covid-19 di DIY Jadi 324 Orang, Angka Kesembuhan Menurun

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penularan virus corona masih terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini ditandai dengan adanya tambahan kasus baru setiap harinya. Dilaporkan ada tambahan 4 pasien positif Covid-19 pada Jumat (3/7/2020 ...