Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Hukum dan Kriminal

Surati Jokowi, Aktivis Jogja Tuntut Menkumham Dicopot

YOGYA, BERNAS.ID-Keterlibatan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly dalam konferensi pers Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan terkait pembentukan tim hukum PDI Perjuangan melawan KPK beberapa hari lalu mendapat sejumlah kecaman. ...

Hukum dan Kriminal

PP Wonosobo-Jogja, Dua Buruh Tani Nekad Curi Sepeda Motor di Garasi

SLEMAN, BERNAS.ID- Dua buruh tani asal Wonosobo berinisial S (44) dan R (32) nekad mencuri sepeda motor di garasi milik Wiwin (41) warga Tempel Sleman pada hari Jumat dini hari, 17 Januari 2020 lalu. Kedua pelaku melakukan aksinya dengan me ...

Olahraga

Glagah Tropicolorun 2020 Siap Digelar Bulan Depan, Ditargetkan Diikuti 2000 Peserta

YOGYA, BERNAS.ID - Event Glagah Tropicolorun sebagai salah satu media promosi pariwisata Kabupaten Kulon Progo siap digelar kembali untuk ketiga kalinya. Glagah Tropicolorun 2020 siap digelar Minggu 09 Februari 2020 pukul 06.00 s.d 12.00 WI ...

Lifestyle

Ini Dia 8 Cafe nge-Hits di Yogyakarta yang Wajib Dikunjungi, Biar Nggak Kudet

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Rasanya kurang Up Date kalau kita ke Yogyakarta dan belum mengunjungi Cafe-Cafe yang ada di kota Gudeg ini. Selain kita bisa berfoto ria disana, Cafe kini bisa juga berfungsi sebagai working space, banyak orang-orang ...

DIY

Jogja Endemis Antraks, Perlu Kewaspadaan Tinggi

SLEMAN, BERNAS.ID- 27 warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah dinyatakan positif terkena antraks, bahkan salah satunya telah meninggal dunia, Kamis (16/1). Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan yang tinggi dari berbagai piha ...

DIY

Lidah Elektronik Terkecil di Dunia Ini Berasal dari Sleman, Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Elto (electronic tounge) namanya, sebuah alat multi fungsi untuk membuktikan keaslian produk-produk makanan seperti kopi luwak, teh, dan zam-zam, deteksi kontaminasi produk dan kehalalannya, serta deteksi narkotika. Lidah ...

Politik

Sebut Nama Wiranto dan Luhut, Kivlan Zein Mengaku Ada yang Ingin Bunuh Dirinya

JAKARTA BERNAS.ID - Kivlan Zein menepis tudingan dirinya sebagai dalang dari aksi makar aksi 21-22 Mei 2019. Dia juga membantah menargetkan pembunuhan terhadap empat pejabat negara. “Terlihat dari dakwaan penuntut umum tidak mengga ...

DIY

Sultan Sangat Menyesal Terjadi Yel-yel SARA di Pramuka

SLEMAN, BERNAS.ID- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X merasa kecewa dengan Pembina Pramuka asal Gunungkidul, Yogyakarta yang menjadi Pembina Kursus Mahir Lanjutan (KML) Kwarcab Kota Yogyakarta. Sebab, pe ...

DIY

Merawat Persatuan Itu dengan Menghargai Keberagaman

SLEMAN, BERNAS.ID- Persatuan menjadi hal yang penting bagi bangsa Indonesia karena sejak merdeka, Indonesia terdiri dari berbagai keberagaman, mulai dari suku, bahasa, dan agama. Untuk merawat perbedaan itu, persatuan bangsa Indonesia menja ...

Budaya

Oedipus Rex, Siap Tandai Kebangkitan Teater Alam

YOGYA, BERNAS.ID - Teater Alam Yogyakarta, tengah memasuki era kebangkitan. Di saat banyak teater seusia rontok dan tidak lagi berproduksi, kelompok teater yang didirikan Azwar AN, 4 Januari 1972 itu, siap beraksi lagi pada Sabtu, 18 Januar ...

Hukum dan Kriminal

Diduga Akan Berulah, Komplotan Geng Remaja Diamankan

JOGJA, BERNAS.ID- Setelah Jumat kemarin (10/2), Polda DIY berhasil mengungkap rangkaian tindakan perusakan dan penganiayaan yang dilakukan geng remaja bernama Street Geng, kini Polresta Yogyakarta kembali meringkus 10 remaja dari komplotan ...

Budaya

Sultan Berharap 414 Agenda Budaya 2020 Bisa Tumbuhkan Kemuliaan Peradaban Manusia

YOGYA, BERNAS.ID--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meluncurkan Agenda Budaya DIY 2020, Jumat (9/1/2020). Sebanyak 414 agenda seni budaya yang dihelat seluruh DIY selama 2020 diharapkan bisa menjadi transformasi nilai luhur dalam men ...

Hukum dan Kriminal

Para Pelaku Perusakan dan Penganiayaan di Condongcatur dan Jalan Moses Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Aparat kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil mengungkap rangkaian tindakan perusakan dan penganiayaan di 3 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terjadi pada hari Sabtu malam, 4 Januari 2020 lalu. Tiga TKP ...

Pendidikan

800 Pengajar Ikuti Konferensi Sekolah Katolik Unggul di Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID - Komisi Pendidikan (Komdik) KWI, Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan Yayasan Terang Garam (Tegar) menetapkan melaksanakan Konferensi Sekolah Katolik Unggul tanggal 10-12 J ...

DIY

Jumlah Penerima Jaminan Perlindungan Sosial di Kota Jogja Menurun

YOGYA, BERNAS.ID- Jumlah keluarga yang menjadi sasaran program jaminan dan perlindungan sosial di Kota Yogyakarta turun 6,04 persen. Jumlahnya dari 15.282 keluarga pada 2019 menjadi 14.359 keluarga yang terdiri atas 45.725 jiwa pada 2020. ...

DIY

KDRT Mendominasi Kasus Kekerasan Perempuan Difabel yang Ditangani Ciqal Sepanjang 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Sepanjang tahun 2019, Ciqal (Center for Improving Qualified Activity in Life of People with Disabilities/Pusat untuk Pengembangan Kegiatan yang Berkualitas dalam Kehidupan Penyandang Disabilitas) telah melakukan pendampin ...

Hukum dan Kriminal

Wahyu Setiawan Ditangkap KPK, KPU Gelar Rapat Pleno Khusus

JAKARTA, BERNAS.ID - Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap KPK, Selasa (8/1/2020). Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya belum menentukan sikap terkait penangkapan itu. Kata Arief, KPU tidak melakukan pembahasan secara khusus soa ...

DIY

Pengurus PPJI Bantul Resmi Dilantik

BANTUL, BERNAS.ID - Sebanyak 32 orang pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kabupaten Bantul resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Bupati Bantul, Suharsono dan Ketua DPD PPJI DIY, Sri Wahyuni ...

DIY

Sultan: Masalah TPST Piyungan Hanya Bisa Dituntaskan Lewat Industri

YOGYA, BERNAS.ID--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan masalah penumpukan sampah di TPST Piyungan Bantul hanya bisa diselesaikan melalui industri yang saat ini sedang diupayakan melalui jalur kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU). Mas ...

DIY

Menristek Sebut Riset Perguruan Tinggi Indonesia Belum Optimal

JOGJA, BERNAS.ID- Riset dan pengabdian merupakan dua hal yang penting pada perguruan tinggi untuk memunculkan inovasi-inovasi di tengah Revolusi Industri 4.0. Riset diperlukan untuk memecahkan permasalahan di masyarakat melalui kerjasama de ...

Hukum dan Kriminal

Maling Ini Menggondol Sepeda Motor Lengkap dengan STNK dan BPKBnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Terdesak kebutuhan hidup dan membayar hutang, TR (35) warga Sidoagung, Godean, Sleman nekad membobol rumah dan mencuri sepeda motor matic milik NL, warga Semingin Sumbersari, Moyudan, Sleman saat ditinggal pergi ke Pasar ...

Hukum dan Kriminal

Diduga 12 Siswi Menjadi Korban Pencabulan Oknum Guru PNS Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Sungguh tak terpuji perbuatan oknum PNS guru SD Kabupaten Sleman berinisial S (48) warga Margoagung Seyegan Sleman karena melakukan perbuatan cabul terhadap sekitar 12 siswinya. Perbuatan cabul yang dilakukan seperti mera ...

DIY

Stabilnya Pertumbuhan Penumpang dan Pesawat, Yogyakarta Masih Menjadi Destinasi Wisata

SLEMAN, BERNAS.ID- PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta menggelar apel penutupan Posko Terpadu Angkutan Udara Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Lapangan NDB Bandara Ad ...

DIY

DPRD DIY Berharap Walikota Jogja Bersihkan Sampah di Sungai

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi A DPRD DIY Senin (6/1/2020) melakukan inspeksi mitigasi bencana, salah satunya ke Kali Buntung di Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Di sini, ditemukan banyak sampah yang diharapkan bisa segera dibersihkan o ...

Lingkungan

Warga Perumahan Wisma Tajur Pondok Kacang Ciledug Bersihkan Lingkungan Dari Lumpur Banjir

JAKARTA, BERNAS.ID - Pasca dilanda bencana banjir, warga kompleks Perumahan Wisma Tajur di Pondok Kacang Ciledug Kota Tangerang secara swadaya membersihkan lingkungan dan rumahnya dari lumpur serta timbunan sampah yang terbawa saat bencana ...

DIY

Berpotensi Terjadi Iklim Ekstrim, BPBD DIY Imbau Masyarakat Waspada

JOGJA, BERNAS.ID- Berdasarkan prediksi Bada Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mulai tanggal 1 sampai 7 Januari 2019 ke depan, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan an ...

DIY

Jokowi Resmikan Bendungan Kamijoro di Kulonprogo

KULONPROGO, BERNAS.ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Kamijoro didampingi Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X. Rombongan datang ke Bendungan Kamijoro yang dibangun di a ...

Budaya

Sambut Tahun 2020, Kyai Adisutjipto Dikirab

SLEMAN, BERNAS.ID- Jelang pergantian tahun, Bandara Internasional Adisutjipto menyelenggarakan Kirab Kereta Kencana Kyai Adisutjipto, Selasa (31/12). Kirab kali ini menjadi penyelenggaraan yang ketiga, sejak Kereta Kencana Kyai Adisutjipto ...

Hukum dan Kriminal

Miris, Para Pelaku Klitih Masih Berstatus Pelajar SD dan SMP

SLEMAN, BERNAS.ID- Polisi mengamankan 6 remaja yang diduga melakukan klitih di Jalan Wates, Ambarketawang, Gamping, Sleman, tepatnya di depan Hotel Bahari sekitar pukul 00.45 WIB malam dini hari, Selasa (31/12). Diamankan satu buah gir yang ...

Hukum dan Kriminal

Ditinggal Kerja, Motor Warga Sleman Digondol Maling

SLEMAN, BERNAS.ID - Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Dusun Temon, RT 03 RW 023, Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (21.12) lalu. Korbannya ada RR Eni Kadarwasiati (49). Peristiwa berawal pukul 09.00 WIB korban menin ...

Politik

Keluarga Jokowi-Ma'ruf Maju Pilkada, Busyro Ingatkan Prinsip Politik Ini...

YOGYA, BERNAS.ID- Di samping putra dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah juga hendak maju Pilkada 2020. Merespons hal itu, Ketua PP Muhamma ...

Lingkungan

Wakil Walikota Yogyakarta Resmikan Ikanisasi Warga Bantaran Sungai Code

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Setelah sempat dibersihkan dan diberi ikan beberapa waktu lalu, kini saluran irigasi sungai Code yang melintas di wilayah RW 18 Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, oleh Wakil Walikota Yogy ...

Pariwisata

Ikon Baru Malioboro: Malio Terrace Tongkrongan Kekinian Nan Asik

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Siapa yang tidak kenal jalan Malioboro yang berada di Kota Yogyakarta, kawasan yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta? Tempat itu sangat terkenal sebagai tujuan wisata yang ...

Pendidikan

Mahasiswa Harus Kembangkan Literasi Data dan Teknologi

BANTUL, BERNAS.ID - Mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0 dengan mengembangkan literasi data dan teknologi, yakni dengan terampil memanfaatkan dan mengolah data, menerapkannya ke dalam teknologi, dan kemudian m ...

Hukum dan Kriminal

Terekam CCTV, Pencuri dengan Modus Pecah Kaca Diringkus

JOGJA, BERNAS.ID- Dua pelaku pencuri spesialis pecah kaca mobil berinisial IR (37) warga Sulawesi Utara dan SB (36) warga Jawa Timur harus berurusan dengan aparat setelah aksinya terekam kamera CCTV. Keduanya ditangkap petugas di sebuah kos ...

DIY

Menteri Perhubungan Bernyanyi Hibur Penumpang di Stasiun Tugu Yogyakarta

YOGYA, BERNAS.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi datang meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta, Sabtu (28/12/2019) siang. Dalam kesempatan singkat ini Menhub sempat menghibur penumpang kereta api (KA) dengan menyanyikan lagu berj ...

Ekonomi

Rias@ Corner, Upaya Aisyiyah Lakukan Pemberdayaan dan Pemenuhan Kebutuhan Muslimah

YOGYA, BERNAS.ID - Sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PP Aisyiyah selama setahun ini telah merancang suatu program yang melahirkan pengusaha wanita muslimah yang bergerak di bidang penjualan, ...

Politik

Panglima TNI Terima Laporan Kenaikan Pangkat 15 Perwira Tinggi

JAKARTA, BERNAS.ID - Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 15 Perwira Tinggi TNI, bertempat di Ruang Hening Gedung Soedirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (27/12/20 ...

Politik

Pemerintah Didesak Berperan Aktif Menjadi Penengah Konflik Beijing-Uighur

JAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera mendesak Presiden Jokowi-Kiyai Ma’ruf untuk berperan aktif menjadi penengah konflik Pemerintah Tiongkok dengan Etnis Uighur. Ia menagih janji kampanye Presiden Jokowi saa ...

Hukum dan Kriminal

Ratusan Miras Berbagai Jenis Disita Polisi

SLEMAN, BERNAS.ID- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) melalui Direktorat Reserse Narkoba menyita ratusan botol minuman keras berbagai jenis dari Operasi Cipta Kondisi jelang perayaan Tahun Baru 2020. Operasi Cipta Kondisi dil ...

Ekonomi

BUMN Hadir Untuk Negeri PTPN IV Kembali Menggelar Pasar Murah

MEDAN, BERNAS.ID - Salah satu misi PT. Perkebunan Nusantara IV atau disebut PTPN IV adalah menyelenggarakan usaha agribisnis yang unggul, inovatif dan berkelanjutan. Berkelanjutan disini adalah berkelanjutan dalam menghasilkan laba, berkela ...

DIY

Tahun Depan, Polda DIY Prioritas Tangani Intoleransi dan Narkoba

SLEMAN, BERNAS.ID- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) akan fokus menangani permasalahan intoleransi dan kasus narkoba di tahun 2020. Kedua permasalahan tersebut cenderung terus meningkat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). ...

DIY

Setelah Tujuh Tahun, Tarif PDAM Tirtamarta 2020 Naik

YOGYA, BERNAS.ID - Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta siap menaikkan tarif layanan air mulai tahun 2020. Ini untuk menunjang peningkatkan layanan yang dirasa hingga kini belum maksimal. Dirut PDAM Tirta Marta Dwi Agus Triwidodo menerangk ...

Hukum dan Kriminal

Aparat Tegas Berantas Penambangan Liar di Yogyakarta

SLEMAN, BERNAS.ID- Polda DIY menetapkan 9 tersangka dari hasil Operasi Mandiri Kewilayahan Illegal Mining 2019 atau operasi penambangan liar. Operasi ini dilaksanakan dari tanggal 4 Desember sampai 23 Desember 2019 atau selama 20 hari. D ...

Hukum dan Kriminal

Tahun 2019 Angka Kecelakaan di Sleman Cenderung Naik

SLEMAN, BERNAS.ID - Sleman, Daerah Istimewa Yoogyakarta (DIY) AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan, jumlah kecelakaan lalu lintas selama tahun 2019 cenderung mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2018. Kapolres mengatakan, tahun 2018 t ...

Pendidikan

Pelatihan Antiradikalisme bagi Mahasiswa UAD Yogyakarta

MAGELANG, BERNAS.ID - Sebanyak 140 orang mahasiswa UAD Yogyakarta pada 24 Oktober 2019 lalu ikuti pelatihan antiradikalisme di Gedung Sudirman Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan yang diadakan Biro Kemahasiswaan dan Alu ...

Pendidikan

Tahun Depan, Ujian Nasional Diganti dengan Assessment

JOGJA, BERNAS.ID- Saat ini, kita menganggap potensi semua anak sama, padahal setiap orang punya kemampuan yang berbeda karena setiap anak dinilai unik. Dunia kerja informal saat ini sangat terbatas sehingga dibutuhkan generasi kreativitas d ...

Hukum dan Kriminal

Polres Sleman Bekuk Jaringan Pengedar Obat Keras Online

SLEMAN, BERNAS.ID - Empat kawanan pengedar obat keras jenis pil trehexyphendidyl/pil sapi dan aprazolam dibekuk jajaran Satuan Narkoba Polres Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Keempatnya adalah FN alias Jontor warga Sinduadi, Mla ...

DIY

Wagub Minta Warga Jogja Mengalah Pada Wisatawan

YOGYA, BERNAS.ID - Wakil Gubernur DIY KGPAA Sri Paduka Paku Alam X mengimbau kepada seluruh warga Jogja untuk memberikan kesempatan kepada warga luar DIY atau wisatawan untuk melakukan liburan menikmati Jogja. Warga disarankan agar tidak me ...

DIY

Besok Gerhana Matahari, Umat Islam Diimbau Salat Kusuf

JOGJA, BERNAS.ID- Berdasarkan data astronomis, hari Kamis, 26 Desember 2019, fenomena alam gerhana matahari diperkirakan akan terjadi di wilayah Indonesia. Sedangkan, di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan terjadi Gerhana Matahari ...