Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Apel Pasukan Operasi "Mantap Brata 2018", Antisipasi Kerawanan Pemilu 2019

Bernas.id – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY)  melakukan apel Gelar Pasukan Operasi “Mantap Brata 2018” di Hanggar Shelter D, Lanud Adisutjipto. Operasi kepolisian terpusat tersebut akan dilaksanakan s ...

Budaya

Bakal ada Bregada Drone di Festival Bregada Nusantara 2018

Bernas.id - Keluarga Besar Padmanaba akan menyelenggarakan Festival Bregada Nusantara (FBN) pada Minggu 23 September 2018 pukul 07.00 WIB di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. Festival yang akan diikuti lebi ...

Pendidikan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Terbitkan Sebuah Buku

Bernas.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, MM mengatakan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi literasi dari instansinya untuk mengajak  masyarakat agar mau membaca dan set ...

DIY

Ini yang Dilakukan Organda DIY untuk Bandara NYIA

Bernas.id - Organisasi Angkutan Darat DIY sedang menggodog konsep moda transportasi darat pendukung operasional Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo. "Menyambut bandara baru di Kulon Progo yang diperkirakan ak ...

Pendidikan

Gemilang Perpustakaan 2018, Giatkan Literasi Masyarakat Sleman

Bernas.id - Gemilang Perpustakaan 2018 digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman di Auditorium P4TK Kesenian Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka dengan cerita monolog berjudul "Tumenggung Mertoloyo" yang diperankan Gad ...

Pendidikan

Wakil Ketua KPK, Harus Zero Toleran terhadap Korupsi

Bernas.id - Saut Situmorang, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan kepiawaiannya memainkan saksofon. Ia memainkan lagu berjudul "Story of My Life" dari One Direction, Gedung PKKH, UGM. "Saya mendengar ...

DIY

Dinas Perhubungan DIY Memperingati Harhubnas

Bernas.id -- Dinas Perhubungan DIY menggelar acara puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di lapangan NDB, Maguwoharjo Yogyakarta, Senin (17/09/2018). Harhubnas yang ke 47 mengambil tema “Guyub Rukun untuk Mewujudkan ...

Olahraga

Mendikbud Buka O2SN Dengan Memanah

Bernas.id-Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 dilaksakan di DIY dan resmi dibuka di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (17/9/2019). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) membuka langusung acara ter ...

DIY

Akun FB Diduga Menebar Kebencian ke Masyarakat Bengkulu Dilaporkan ke Polda DIY

Bernas.id - Dua akun FB atas nama Rory Djafar (RD) dan Ridwan Gani Tandi (RGT) dilaporkan Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Provinsi Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dua akun FB RD dan RGT diduga kuat menebar ujaran kebencia ...

DIY

Sleman Sosialisasi Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental

Bernas.id - Sebagai upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kementerian Koordinastor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia ...

DIY

Beredar Pesan Viral Paket Narkoba, Polda DIY Sebut Belum Tentu Narkoba

Bernas.id - Di Daerah Istimewa Yogyakarta, viral beredar di WAG kabar tentang peredaran narkoba melalui paket  gelap. Modusnya, paket gelap ditujukan ke toko-toko atau rumah yang menjadi sasaran, padahal yang dikirimi tidak pernah pesa ...

DIY

Gempa 6.0 SR Guncang Yogyakarta Warga Pajeksan Berhamburan

Bernas.id - Warga Kampung Pajeksan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta berhamburan lari keluar rumah, ketika gempa bumi berkekuatan 6.0 Skala Richter dengan kedalaman 10 kilometer berdurasi 58 detik dibawa ...

DIY

Giwo Rubianto Wiyogo Terpilih Sebagai Wapres ICW

Bernas.id - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo terpilih sebagai salah satu Wakil Presiden Dewan Perempuan Internasional (ICW) untuk periode tiga tahun ke depan.     Dalam pemungutan suara yang berl ...

Ekonomi

UMKM Tidak Terpengaruh Melemahnya Rupiah

Bernas.id- Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis sebagai penggerak perekonomian masyarakat Indonesia. Berbagai upaya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku UMKM terus digalakkan pe ...

DIY

Pemda DIY Siapkan Nelayan Andal untuk Pelabuhan Tanjung Adikarto

Bernas.id - Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menyiapkan kompetensi sumber daya manusia nelayan untuk mengoperasikan kapal berkapasitas di atas 10 gross ton. Ini dilakukan sebelum Pelabuhan Tanjung Adikarto di Glagah Kulonprogo diresmikan. ...

Ekonomi

30 Kreator Lokal Terbaik Yogyakarta Siap Menjadi Brand Nasional

Bernas.id - MAKERFEST merupakan sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi, dan menginspirasi kreator Indonesia. Pada hari Sabtu, 15 September 2018 ini resmi diselenggarakan di Yogyakarta. Sebanyak 30 kreato ...

DIY

Diskusi Hukum TPJ DIY : Penjara Menanti Para Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

Bernas.id - Maraknya tindakan atau sikap yang tidak terpuji dan tidak beretika dalam penyebaran informasi berita bohong (Hoax) sehingga menjurus merendahkan hak dan martabat Presiden Jokowi sebagai pemimpin bangsa belakangan ini, Tim P ...

DIY

Relawan Seknas Jokowi Sleman dan Kota Yogyakarta Resmi Dideklarasikan Hari Ini

Bernas.id - Setelah sukses mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu, hari ini Sabtu (15/9/2018) kembali, Seknas Jokowi DIY melantik dan mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta serta ...

DIY

Pesan Jokowi untuk Perempuan Indonesia

Bernas.id - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadi Ibu Bangsa yang menjaga persatuan karena Indonesia, negara besar dengan kekayaan budaya bangsa yang beragam. Kepala Negara menyampaikan ajakan itu saat m ...

DIY

Jokowi Setuju Sebut Wanita Sebagai Ibu Bangsa

Bernas.id - Presiden Joko Widodo sepakat penyebutan wanita sebagai ibu bangsa daripada menggunakan istilah emak-emak. Pasalnya, ibu bangsa memiliki peran penting dalam mendidik generasi penerus bangsa. Hal itu diutarakan Jokowi dalam pembuk ...

DIY

Jokowi Tak Pungkiri Banyak Kiprah Wanita untuk Bangsa Indonesia

Bernas.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan membuka Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Sidang Umum International Council of Women (ICW) ke-35 di Daerah Istimewa Yogyakarta, 13 September 2018. Sekitar 150 orang ...

DIY

Kowani Tegaskan Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

Bernas.id - Kongres Wanita Indonesia mengadakan diskusi panel Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, Jumat (14/9/2018) di Grand Inna Malioboro. Kongres kembali menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting yait ...

Pendidikan

Hari Kunjung Perpustakaan, Ada Hadiah Menarik Bagi Pengunjung

Bernas.id - Tiap tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Untuk memperingati, Perpustakaan Kota Yogyakarta turut memeriahkan dengan menggelar berbagai kegiatan untuk mendorong minat baca masyarakat Kota Yogyakarta ...

DIY

Perempuan dan Anak Masih Sering Alami Bentuk Kekerasan

Bernas.id - Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kongres Wanita Indonesia atas pelaksanaan Temu Nasional dan General Assembly International Council of Women ke-3 ...

DIY

Impian Terwujud, Sidang Umum ke-35 ICW Digelar di Jogja

Bernas.id - Impian Kongres Wanita Indonesia untuk memboyong dan menggelar Sidang Umum International Council of Women ke Indonesia akhirnya terwujud. Sidang Umum ke-35 ICW digelar di Jogja, Kamis (13/9/2018) di Inna Garuda. “Tiga ta ...

DIY

Menteri Rini Hadir di Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia

Bernas.id - Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta dimulai. Sekitar 150 orang delegasi dari 18 negara anggota ICW, organisasi perempuan dunia di bawah nau ...

DIY

Bursa Kerja Disnakertrans DIY Tawarkan 4000 Lowongan Kerja

Bernas.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar bursa kerja yang menawarkan sebanyak 4.000 lowongan kerja di perusahaan dari berbagai bidang usaha. Bursa kerja berlangsung 13-14 September di Gedung Amin ...

DIY

Polda DIY Bantah Adanya Bentrok Warga Papua dan Ambon

Bernas.id - Beredar video warga Papua yang melakukan aksi mencari orang Ambon di media sosial. Pihak Papua mencurigai warga Ambon yang melakukan penusukan dengan korban warga Papua tadi pagi, pukul 2.30  WIB hari Rabu tanggal 12 Septem ...

DIY

Dua Kelompok Mahasiswa Asal Papua dan Ambon Bentrok

Bernas.id - Dua kelompok orang asal Papua dan Ambon saling bertikai, salah satu kelompok turun ke jalan membawa sejumlah senjata tajam di daerah Seturan, Sleman. Hal ini dipicu keributan di sebuah cafe yang membuat dua orang terluka. Kap ...

DIY

Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Sekda Sleman Terapkan Budaya Satriya

Bernas.id - Demi tercapainya keberhasilan transformasi birokrasi serta mendukung tercapainya tujuan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat yang prima, Sekertariat Daerah Kabupaten Sleman selenggarakan Sosialisasi Nilai-Nilai Budaya Peme ...

DIY

Aksi Vandalisme Masih Marak dan Belum Ada Perdanya di Sleman

Bernas.id - Aksi corat-coret atau vandalisme fasilitas umum di Wilayah Kabupaten Sleman masih marak terjadi.  Aksi vandalisme yang paling menonjol terlihat ada di kawasan jembatan layang (fly over) yang ada di wilayah Jombor, Daerah Is ...

Budaya

Festival Seni Budaya Wedangan #1 Digelar di Plaza Ngasem

Bernas.id -- Festival Seni Budaya Wedangan (FSBW)#1, dengan kegiatan utama Bazar 2018 di dalamnya berupa pameran seni rupa, kerajinan, dan kuliner, kegiatan ini kali pertamanya diselenggarakan di Plaza Ngasem, Yogyakarta. Menurut rencana ke ...

Ekonomi

Program G2R Tetrapreneur untuk Mengentaskan Kemiskinan

Bernas.id - Program Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan salah satu upaya kreatif dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menurunkan tingkat kesenjangan yang masih cukup tinggi di DIY. Program ini merupakan salah satu program ...

Ekonomi

Harga Bawang Merah dan Cabai Sangat Murah

Bernas.id - Sampai Selasa (11/9/2018) kemarin, harga cabai rawit dan bawang merah di tingkat petani sangat murah yakni antara Rp 8.000-Rp 10.000 per kilogram. Sementara di tingkat pedagang di pasar tradisional kedua komoditas tersebut dijua ...

DIY

Paku Alam: Pengembangan Peternakan Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Bernas.id - Tim Manajemen Investasi dan Tim Asosiasi Peternak Sapi Indonesia melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur (wagub) DIY Sri Paduka Paku Alam X di Gedung Pare Anom, Kepatihan, Yogyakarta, Senin (10/09). Bersama Wagub, tim membahas ...

DIY

Sri Muslimatun Bantah Adanya Upah Biaya Pemandu Sebesar Rp 60 Ribu

Bernas.id – Dalam akun Facebook Info Cegatan Jogja, seorang netizen Ridwan Syahriel mengeluarkan uneg-unegnya terhadap kejadian yang menimpanya ketika akan berwisata di Bunker Kali Adem, hari Minggu (9/9) kemarin siang. Begini uneg ...

Olahraga

HAORNAS Sleman Ajak Masyarakat Olahraga, Bangun Indonesia

Bernas.id- Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan Upacara Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) pada hari Senin (10/9), bertempat di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman. Peringatan Hari Olahraga yang jatuh pada tanggal 9 September 2017 ini mengamb ...

Olahraga

Atlet dan Pelatih Asian Games Asal DIY Terima Bonus

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan penghargaan pada atlet dan pelatih berprestasi Asian Games 2018 yang berasal dari DIY. Tiga atlet dan dua pelatih secara simbolis menerima penghargaan dalam Apel Hari Olahrag ...

DIY

Paska Rakerda, Seknas Jokowi DIY Rapatkan Barisan

Bernas.id - Paska Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Sekretariat Nasional Joko Widodo (Seknas Jokowi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa pekan lalu, kini para relawan yang siap memenangkan pasangan calon Presiden Joko Widodo dan calon ...

Pariwisata

Gelar Potensi Wisata dan Jelajah Kampung Wisata Sosromenduran

Bernas.id - Dinas Pariwisata DIY memfasilitasi Gelar Potensi Wisata dan Jelajah Kampung Wisata Sosromenduran, pada hari Minggu (9/9/2018) di sepanjang Jalan Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta. Kasie Kelembagaan Dinas Pariwisata ...

Olahraga

Event Olahraga Lari Angkat Pariwisata Sleman

Bernas.id - Penyelenggaraan event olahraga lari di Kabupaten Sleman dinilai mampu mendongkrak sektor pariwisata yang berada di Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dalam kegiatan Alana Jogja Ru ...

Pariwisata

Ribuan Warga Padati Sepanjang Selokan Mataram

Bernas.id --Seperti diperkirakan sebelumnya, ribuan warga memadati sepanjang Selokan Mataram mulai dari Banyurejo, Tempel hingga Sanggrahan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (9/9/2018). Mereka mengikuti kegiatan mancing gratis yang diadak ...

DIY

Warga Jogja Mancing Kolosal 10 Ton Ikan Lele di Selokan Mataram

Bernas.id- Ada pemandangan yang tak biasa di sepanjang Selokan Mataram Minggu pagi ini (9/9/18). Banyak orang-orang berjejer antusias sambil memegang joran di sisi pinggir saluran irigasi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah d ...

Pariwisata

Program September Ceria di The Atrium Hotel & Resort Yogyakarta

Bernas.id -- Yogyakarta merupakan daerah tujuan wisata yang sangat diminati wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Tidak hanya di akhir pekan, pada hari biasa pun kunjungan wisatawan ke Yogyakarta terbilang stabil apalagi dengan berm ...

DIY

Terletak di Jantung Pemerintahan, TTA Miris Terbelengkelai

Bernas.id - Taman Tirta Artha (TTA) merupakan sebuah kawasan wisata potensial di tengah-tengah kawasan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dulu begitu terkenal di era tahun 96-an ke atas. Saat Bernas memantau ke lokasi Sabtu pagi (8/9), kini k ...

Ekonomi

Koperasi jadi Fondasi Ekonomi Indonesia

Bernas.id - Keberadaan koperasi di Indonesia harus diperkuat karena menjadi fondasi ekonomi nasional. Karena itu, jumlah koperasi tidak perlu banyak tapi harus berkualitas. Dan kualitas sebuah koperasi sangat tergantung dari keaktifan pengu ...

Budaya

JISP 2018, Ajang Jejogedan Seniman Indonesia dan Mancanegara

Bernas.id – Tahun 2018 ini, Jogja International Street Performance (JISP) kembali akan dilaksanakan pada tanggal 11-12 September 2018. Tema yang diambil JISP 2018 ini, yaitu "#7 Jogja The Dancing City" dengan tagline "J ...

DIY

Puluhan Truk Cakep Parade Keliling Jogja

Bernas.id - Sebanyak 30 truk dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti "Parade Truck Cakep" mengelilingi Jogja. Rombongan truk dilepas oleh Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi didampingi Kapolresta Jogja AKBP Armaini di kawasan ...

Kesehatan

Kecamatan Kraton Ikuti Lomba Bidang Kesehatan 2018 se-Kota Jogja

Bernas.id -- Dalam rangka mendukung gerakan Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan kesehatan, pergerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), maka perlu ditingkatkan dengan bentuk intensifikasi, berupa kepesertaan dalam Lomba Keg ...

DIY

Caleg Sebar Hoaks Harus Ditangkap

Bernas.id - Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Eko Suwanto meminta semua pihak harus menghormati dan mentaati peraturan perundang-undangan dalam mengikuti jalannya pemilu. Ia mendukung Polri menegakkan undang-undang ITE maupun aturan lain yang ...