Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial

Penulis : Paulus Yesaya Jati
Editor : Paulus Yesaya Jati
22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Lifestyle 1 Hari lalu

6 Tipe Cowok yang Tak Suka Selingkuh. Pencinta Musik Metal Salah Satunya

Bernas.id – Kesetiaan seorang cowok pada pacarnya memang tergantung dari karakter pribadinya. Sejumlah peneliti ternyata sudah mencari tahu karakter cowok seperti apa yang berkarakter setia. Coba dicek, kalau kamu termasuk salah sa ...

Nasional 1 Hari lalu

Panglima TNI: Pesta Demokrasi Diramaikan Rakyat

MALANG, Bernas.id - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menekankan netralitas lembaganya dalam Pilkada Serentak 2018. Pilkada merupakan pesta demokrasi rakyat untuk memilih pemimpin di daerah. TNI, katanya, adalah salah satu lembaga yang b ...

Regional 1 Hari lalu

Asyik! Bandara Adi Soemarmo Tambah Penerbangan Solo-Korea Selatan

BOYOLALI, Bernas.id - PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta di Boyolali, Jawa Tengah akan membuka rute penerbangan baru tujuan Solo- Korea Selatan. Pihak Bandara Adi Seomarmo pun akan berkoordinasi dengan DPD Asosia ...

Bola 1 Hari lalu

Pemain Keroyok Wasit, Polisi Bertameng Masuk ke Lapangan

Bernas.id – Jika Eropa memiliki Liga Champions sebagai kompetisi antarklub tertingginya, maka Amerika Selatan punya Copa Libertadores. Jadi bukan hal yang mengherankan jika lantas klub-klub yang bermain di Copa Libertadores senantiasa ...

Internasional 1 Hari lalu

Rakyat Venezuela Alami Penurunan Berat Badan Akibat Krisis

Bernas.id – Rakyat Venezuela harus menjadi tumbal atas krisis ekonomi yang membelit negaranya. Reuters mengabarkan kalau pada tahun lalu, rakyat Venezuela rata-rata kehilangan 11 kilogram berat badannya. Sebanyak 90 persen rakyat Vene ...

Nasional 1 Hari lalu

Penyelundupan 5 Ton Sabu, Bamsoet: Usut Sindikat Narkoba Sampai Tuntus

JAKARTA, Bernas.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo mengatakan upaya penyelundupan narkoba ke wilayah Indonesia dalam jumlah besar dan berkali-kali sangat mengkhawatirkan. Ia pun meminta polisi mengusut penyel ...

Kesehatan 1 Hari lalu

Ngeri! Tumor Otak Ini Ukurannya Sebesar Buah Kelapa

Bernas.id – Santlal Pal adalah seorang pria dari negara bagian Uttar Pradesh, India utara. Selama tiga tahun terakhir, pria ini harus hidup dengan kondisi yang sungguh menyulitkan hidupnya. Bagian belakang kepala Pal ditumbuhi oleh tu ...

Inspirasi 1 Hari lalu

Lebaran Bukan Hanya Soal Mudik, Warna pun Perlu Dipercantik

Bernas.id - Idul Fitri, atau dalam bahasa Jawa sering dikenal dengan istilah lebaran adalah momen penting yang ditunggu banyak orang. Menurut filosofi, lebaran mengandung empat arti utama, yakni lebar, lebur, luber dan labur. Lebar art ...

Nasional 2 Hari lalu

Menhub Siapkan Program Mudik Gratis Lebaran Via Tol Laut

PONTIANAK, Bernas.id – Kementerian Perhubungan akan menyelenggarakan mudik gratis pada puncak arus mudik Lebaran 2018. Wacana itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau pengerjaan kapal perintis tol laut ...

Teknologi 2 Hari lalu

Twitter Luncurkan Aturan Baru untuk Perbaiki Kualitas Trending Topic

Bernas.id – Twitter kembali melakukan perubahan terkait mekanisme pengiriman pesannya. Raksasa media sosial tersebut pada hari Rabu (21/2/2018) menyatakan kalau pengguna Twitter sekarang tidak bisa lagi memposting ulang (retweet) pesa ...

Nasional 2 Hari lalu

Hari Ini, Mediasi Kedua PBB dan KPU

JAKARTA, Bernas.id – Bawasli kembali menggelar mediasi antara Partai Bulan Bintang (PBB) denga Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (24/2/18). Sebelumnya, keduanya sudah melakukan mediasi pertama, Jumat (23/2/18) tetapi gagal mencapai k ...

Film 2 Hari lalu

Dua Film Ini Bakal Wakili Indonesia di Osaka Asian Film Festival 2018

Bernas.id – Masih ingat kisah asmara antara Lala dan Yuda dalam film Posesif? Atau kisah Lucy dan Edy dalam film Pai Kau? Ada kabar dari kedua film tersebut. Keduanya bakal mewakili Indonesia di Osaka Asian Film Festival (OAFF) 2018. ...

Internet Marketing 2 Hari lalu

Mengambil Keuntungan dari Internet Indonesia

Bernas.id - Menarik membaca data yang baru saja dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengenai penggunaan Internet di Indonesia sepanjang tahun 2017. Data terbaru menunjukkan angka 143,26 juta pengguna Inte ...

Nasional 2 Hari lalu

Yusril Ihza: Kenapa PBB Terus Dizalimi KPU?

JAKARTA, Bernas.id - Mediasi antara Partai Bulan Bintang (PBB) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait peserta pemilu 2019 gagal. Ketua PBB Yusril Ihza Mahendra menyampaikan sebenarnya dirinya ingin menyelesaikan sengketa dengan damai. M ...

Nasional 2 Hari lalu

PDIP Dukung Jokowi di Pilpres 2019, #T3tapJokowi Menggema di Twitter

JAKARTA, Bernas.id - PDI Perjuangan telah menetapkan Joko Widodo sebagai calon presiden 2019-2024 dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III. Presiden Joko Widodo di sela kunjungan kerjanya ke Bali memang menyempatkan untuk hadir dalam ...

Nasional 2 Hari lalu

Ketua DPR Minta Kemensos Salurkan Dana Bantuan Bencana Alam Jateng

JAKARTA, Bernas.id - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta Kementerian Sosial segera memberikan bantuan bagi warga yang terkena bencana alam di Jawa Tengah. Ada dua kabupaten yang mengalami tanah longsor, yakni Brebes ...

Nasional 2 Hari lalu

Wiranto: Serangan ke Pemuka Agama Picu Isu SARA di Tahun Politik

JAKARTA, Bernas.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan pemerintah akan bertindak tegas terhadap pelaku penyerangan tokoh agama. Pihaknya meminta agar aparat keamanan m ...

Nasional 2 Hari lalu

Wakil Ketua DPR: Kalau Pemerintah Kurang Sreg UU MD3, Keluarkan Perppu

JAKARTA, Bernas.id – Presiden Joko Widodo belum juga menandatangani revisi UU MD3 yang disahkan DPR dalam sidang paripurna. Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menyampaikan Presiden seharusnya mengeluarkan Perppu jika tidak setuju dengan ...

Lifestyle 2 Hari lalu

Sebelum Bekerja dengan Generasi Z, Pahami Dulu 7 Karakter Ini!

Bernas.id – Generasi Z adalah mereka yang lahir pada tahun 1995 – 2012. Ramai orang membicarakan generasi yang lahir ketika teknologi semakin berkembang ini. Ada banyak perbedaan mereka dengan generasi yang sudah lebih dulu dewa ...

Inspirasi 2 Hari lalu

Rahasia: Jenis Investasi yang Menjanjikan Ini Patut Menjadi Pertimbangan Anda!

Bernas.id - Investasi menurut Haming dan Basalamah adalah pengeluaran pada saat sekarang untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) maupun aktiva keuangan, dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besa ...

Kesehatan 2 Hari lalu

Enam Makanan dan Minuman Ini Kesukaan Rasulullah, Nomor 6 Mengejutkan

Bernas.id - Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan sepanjang zaman. Kita bisa mencontoh beliau dalam banyak hal seperti dalam urusan akidah, ekonomi, politik, hukum luar negeri sampai soal makanan dan minuman. Syarat makanan dan minuman ...

Nasional 2 Hari lalu

Numerologi Partai Politik: Bukan Penentu Kemenangan Pemilu 2019

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan nomor urut dari 14 partai politik nasional dan 4 partai politik lokal Aceh yang lolos verifikasi dan akan berlaga di Pemilu 2019 nanti. Masing-masing partai politik pun dengan bersem ...

Nasional 2 Hari lalu

Menko Polhukam Batalkan Pj Gubernur dari Kalangan Pati Polri

JAKARTA, Bernas.id – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto telah membatalkan usulan penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara dan Jawa Barat dari perwira tinggi Polri. "Untuk Jabar dan Sumut set ...

Nasional 2 Hari lalu

Meski Jadi Tahanan KPK, Cagub Lampung Sempat Kampanye

JAKARTA, Bernas.id - Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (23/2/18). Calon gubernur Lampung itu masih menyempatkan diri berkampanye meski sudah berstat ...

Nasional 2 Hari lalu

Presiden Tak Teken UU MD3, Zulkifli Hasan: Tak Ada yang Dilanggar

JAKARTA, Bernas.id - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak mau menandatangani UU MD3. Menurutnya, penolakan terhadap UU itu seharusnya dilakukan sejak masih dalam pembah ...

Nasional 2 Hari lalu

Anies Tolak Jembatani Kepulangan Rizieq. Alumni: Ini Pengkhianatan

JAKARTA, Bernas.id - Salah satu pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaff menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengkhianati ulama dan elemen Alumni 212. Alasannya, Anies enggan membantu Rizieq Shihab pulang ke Tanah Air ...

Nasional 2 Hari lalu

Novel Baswedan: Saya Ikhlas, Cuma Kepentingan Negara Harus Diungkap

JAKARTA, Bernas.id – Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku ikhlas dengan teror siraman air keras ke wajahnya. Meski demikian, pihaknya berharap kasus teror itu bisa terungkap demi kepentingan bangsa dan negara. "Pada dasa ...

Otomotif 2 Hari lalu

Cukup Rp 100 Ribu, Pengemudi Taksi Online dan Konvensional Bisa Dapatkan SIM

PONTIANAK, Bernas.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan akan memberikan kemudahan bagi pelaku transportasi online agar memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan Pemerintah. Kemenhub akan mengadakan program pemb ...

Nasional 2 Hari lalu

Jangan Pilih Koruptor

Bernas.id - Demikian juga halnya dengan masyarakat Subang. Jangan sampai memilih orang yang tercela sebagai pemimpin. Apalagi orang yang suka mencuri uang rakyat, alias koruptor. Seperti Calon Bupati Subang, misalnya. Dia tertangk ...

Selebritas 2 Hari lalu

Pernah Ditawari Narkoba, Ini Pengakuan Irish Bella

JAKARTA, Bernas.id – Artis peran Irish Bella mengakui pernah mendapat ajakan memakai narkoba. Narkoba membuat para artis Indonesia malah terkurung dalam sel. Belakangan, beberapa artis seperti Roro Fitria, Jennifer Dunn,  juga te ...

Ekonomi Bisnis 3 Hari lalu

Terbitkan Sukuk Ritel SR-010, Pemerintah Tetapkan Tingkat Imbalan 5,9% per Tahun

Jakarta, Bernas.id – Tingkat imbal hasil Sukuk Negara Ritel Seri SR-010 ditetapkan pemerintah sebesar 5,9% per tahun. Tingkat imbalan itu bersifat tetap (fixed) dan pembayarannya dilakukan pada tanggal 10 setiap bulan. Pembayaran pert ...

Ekonomi Bisnis 3 Hari lalu

Sandy Permadi Gantikan Frasetya Hutabarat sebagai Direktur Keuangan Blue Bird

Jakarta, Bernas.id – Pemegang saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (23/02/2018) menyetujui pengangkatan Sandy Permadi menjadi Direktur Keuangan perseroan yang baru menggantikan F ...

Regional 3 Hari lalu

Kementerian PUPR Prioritaskan 2 Proyek Ini di Asmat

ASMAT, Bernas.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprioritaskan pembangunan jalan untuk konektivitas tiap daerah di Papua serta pembangunan akses air bersih. "Kementerian PUPR khususnya untuk Papua program ...

Nasional 3 Hari lalu

Jokowi: Bali, Provinsi Pertama yang Semuanya Pegang Sertifikat

TABANAN, Bernas.id – Presiden Joko Widodo mengungkapkan tahun depan, Bali merupakan provinsi pertama yang semua warganya menerima sertifikat tanah. Hal ini disampaikan saat Presiden Joko Widodo membagikan tanah di Kabupaten Tabanan, B ...

Selebritas 3 Hari lalu

Bukan "Lifestyle", Selebriti Deklarasikan Pemberantasan Narkoba

JAKARTA, Bernas.id – Belakangan marak selebriti Tanah Air ditangkap polisi karena perkara narkoba. Bahkan polisi bakal mencari dan menangkap puluhan artis yang sudah memanfaatkan narkoba. Jajaran artis, manajemen, dan pro ...

Ekonomi Bisnis 3 Hari lalu

Indeks Harga Saham Gabungan Diperkirakan Bervariasi di Kisaran 6.562-6.628

Jakarta, Bernas.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bervariasi pada perdagangan Jumat (23/02/2018) setelah mengalami penurunan di perdagangan pada satu hari sebelumnya. Kisaran pergerakannya berada di posisi ...

Ekonomi Bisnis 3 Hari lalu

Sektor Aneka Industri Angkat Indeks Harga Saham ke Posisi 6.608 di Sesi Awal Perdagangan

Jakarta, Bernas.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada posisi 6.608 di sesi pertama perdagangan Jumat (23/02/2018), lebih tinggi 0,23% atau 15 poin dibandingkan posisi pada akhir perdagangan seh ...

Internasional 3 Hari lalu

Nelayan di Danau Jepang Nyaris Tertimpa Tangki Bahan Bakar Pesawat AS

Bernas.id – Pesawat militer AS kembali menjadi sumber sorotan negatif di Jepang. ABC News mengabarkan kalau pesawat jet F-16 milik AS menjatuhkan dua tangki bahan bakarnya ke Danau Ogawara di Jepang utara pada hari Selasa (20/2/2018). ...

Internasional 3 Hari lalu

Pria Ini Kehilangan Bitcoin Senilai Milyaran Rupiah Usai Dikeroyok

Bernas.id – Bitcoin memang merupakan mata uang yang sifatnya virtual alias hanya dapat digunakan di dunia maya. Namun tindak kejahatan yang menargetkan bitcoin juga dapat menimpa pemilik bitcoin di dunia nyata. AFP mengabarkan kala ...

Internasional 3 Hari lalu

Demi Atasi Penembakan di Sekolah, Trump Ingin Bekali Guru dengan Senjata Api

Bernas.id – Solusi yang cukup nyeleneh diusulkan oleh Donald Trump untuk mengatasi tragedi penembakan di sekolah. BBC mengabarkan kalau presiden AS tersebut ingin mempersenjatai para guru dengan senjata api. “Jika anda memili ...

Internasional 3 Hari lalu

Foto Bangkai Paus yang Dicoret-coret Timbulkan Pro dan Kontra

Bernas.id – Sebuah objek raksasa terlihat teronggok di tepi pantai Punta Arenas, Chili. Objek tersebut kemudian diketahui sebagai bangkai paus biru sepanjang 20 m. Tidak ada luka fisik yang terlihat pada badan paus, sehingga hewan ini ...

Nasional 3 Hari lalu

Sutiyoso: Aksi Penyerangan Tokoh Agama Ada Tujuannya

JAKARTA, Bernas.id – Penyerangan orang gila kepada tokoh agama sudah berulang kali terjadi. Sutiyoso yang merupakan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tak membantah keterkaitan teror terjadi saat tahun politik. "Ya, su ...

Seni Budaya 3 Hari lalu

Horor! Mumi Ini Ekspresi Wajahnya Seperti Sedang Berteriak

Bernas.id – Mumi ini jika dilihat secara sepintas sungguh menyeramkan. Bagaimana tidak, mulutnya terlihat menganga seolah-olah sedang berteriak kesakitan. Namun selain wajahnya yang terkesan penuh penderitaan tersebut, ternyata tersim ...

Internasional 3 Hari lalu

Asyik, Rakyat Singapura Bakal Terima Bonus Uang dari Pemerintah

Bernas.id – Di saat banyak negara dilanda masalah keterbatasan anggaran, hal sebaliknya justru dialami oleh Singapura. TODAYonline mengabarkan kalau setiap warga Singapura yang sudah berusia 21 tahun ke atas bakal menerima bantuan uan ...

Seni Budaya 3 Hari lalu

Gara-Gara Jempol, Hubungan Lembaga AS dan Tiongkok Memanas

Bernas.id – Barang yang dipinjamkan selayaknya dikembalikan dalam kondisi utuh. Sayangnya hal tersebut tidak terjadi untuk kasus yang satu ini. South China Morning Post mengabarkan kalau pusat kebudayaan yang bermarkas di Tiongkok ten ...

Ekonomi Bisnis 3 Hari lalu

Masuk Kategori UMA, Harga dan Transaksi AGRS Kini Dipantau Ketat BEI

Jakarta, Bernas.id – Bursa Efek Indonesia saat ini sedang memantau perkembangan harga dan kegiatan transaksi saham PT Bank Agris Tbk (AGRS). Pasalnya, saham perbankan tersebut saat ini sedang mengalami peningkatan harga dan aktivitas ...

Ekonomi Bisnis 3 Hari lalu

Kendati Penjualan Naik, Laba 2017 Fajar Surya Wisesa Hampir Terpangkas 25%

Jakarta, Bernas.id – Laba bersih PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), produsen kemasan kertas yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 24,82% menjadi Rp580,85 miliar pada 2017 dibandingkan sebesar Rp772,57 miliar pada 2 ...

Ekonomi Bisnis 3 Hari lalu

Garuda Indonesia Surprise Deal Diharapkan Pacu Pendapatan Bisnis Digital GIAA Hingga Rp3,3 Triliun Tahun ini

Jakarta, Bernas.id – Pendapatan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dari bisnis digital ditargetkan mencapai US$242,4 juta atau setara Rp3,3 triliun pada 2018. Itu artinya, pendapatan tersebut ditargetkan tumbuh 8,3% dibandingkan pada tahu ...

Gadget 3 Hari lalu

Xiaomi Merilis Pencetak Foto Portable yang Harganya Tak Habis Pikir

Bernas.id – Setelah beberapa waktu lalu merilis TV Android seluas meja guru dengan harga yang murah, kini Xiaomi kembali mengagetkan jagat internet dengan merilis produk yang belum pernah mereka keluarkan. XPRINT Pocket AR Photo Pr ...

Ekonomi Bisnis 3 Hari lalu

Sektor Aneka Industri Pangkas Indeks Harga Saham Gabungan ke 6.593 di Sesi Penutupan

Jakarta, Bernas.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,76% atau 51 poin ke posisi 6.593 pada akhir perdagangan Kamis (22/02/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan satu hari sebelum ...