Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Ajak Masyarakat Peduli Alam Melalui Pameran

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Bumi yang saat ini kita tinggali bukanlah milik manusia saja. Banyak makhluk hidup seperti tumbuhan dan binatang yang hidup bersama manusia sejak jutaan tahun lalu. Semua makhluk hidup tersebut terus berevolusi mengi ...

Politik

Effendi Sianipar : Masyarakat Punya Peran Jaga Kondusifitas Jelang Pelantikan Presiden

JAKARTA, BERNAS.ID - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Sianipar berharap, seluruh komponen bangsa bisa menjaga suasana yang kondusif serta keamanan menjelang pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma ...

Pendidikan

Hormat Bendera dalam Upacara, Simbol Penghargaan terhadap NKRI

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka peringatan hari Santri, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta menggelar lomba pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk SLTA di kampus UIN Suka Yogyakarta s ...

Politik

Terima Pimpinan MPR, Presiden Jokowi Ingin Pelantikan Khidmat dan Sederhana

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Kesepuluh pimpinan MPR dipimpin oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dalam per ...

Daerah

KPU dan Pemkab OKU Tandatangani NPHD

OKU, BERNAS.ID - Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU menandatangani Naskah Perjanjian  Hibah Daerah (NPHD) bertempat di Ruang Rapat Bina Praja Komplek Pemkab OKU, Senin (14/10/2019). Diungkap ...

Budaya

Ucap Syukur, 1000 Jeep Kenduri di Bunker Kali Adem

SLEMAN, BERNAS.ID- Sebagai bentuk rasa syukur, 1000 sopir jeep wisata Merapi menggelar Kenduri Raya Sewu Jeep Merayap Merapi di Lapangan Boyong Kaliurang Sleman, Senin pagi 14 Oktober 2019. Kenduri syukur ini dilakukan sebab pasca erupsi ...

Politik

Diperkarakan Soal Cuitan, Hanum Rais Bolos Rapat Paripurna DPRD DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Anggota DPRD DIY dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hanum Salsabiela Rais, hari ini (14/10/2019) mangkir dalam rapat paripurna ke-54 masa persidangan III tahun 2019. Berdasarkan pantauan Bernas.id, rap ...

DIY

KPK Akan Lumpuh dalam Tiga Hari ke Depan

SLEMAN, BERNAS.ID- Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM menyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan lumpuh dalam tiga hari ke depan jika pemerintah tidak melakukan intervensi dengan mengeluarkan Perppu KPK agar Undang-undang (UU) KPK ...

Daerah

Gowes Bersama Memeriahkan HUT TNI ke 74

OKU, BERNAS.ID - Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) didampingi Dandim 0403/ OKU dan Kapolres OKU melepas ratusan peserta Gowes HUT TNI ke 74 dengan tema "Gowes Sehat Bersama TNI Profesional Kebanggaan Rakyat", di halaman Rumah Dinas B ...

Politik

Gabung di Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Pengamat: Prabowo Capek Jadi Oposisi

JAKARTA,BERNAS.ID - Kuat kemungkinan Partai Gerindra akan masuk ke dalam Pemerintahan Jokowi-Maruf. Setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu empat mata dengan Presiden Joko Widodo. Pengamat Politik, Hendri Satrio ...

Politik

Prabowo Dipastikan Hadir di Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dipastikan akan hadir di acara pelantikan Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024 terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang. “Ya kalau ...

Hukum dan Kriminal

Abu Rara Mengaku Tidak Tahu Yang Ditusuknya Adalah Wiranto

JAKARTA, BERNAS.ID - Kepada polisi, Syahril Alamsyah alias Abu Rara mengaku dirinya tidak tahu kalau yang ditusuknya adalah Menko Polhukam Wiranto. Abu Rara menceritakan begitu melihat kapal dirinya secara spontan ke alun-alun. &ldquo ...

Pendidikan

STIEBBANK Tandatangani Kerjasama dengan Organisasi Pelaku Wisata

SLEMAN, BERNAS.ID- Kampus STIEBBANK Yogyakarta melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Promosi dan Pariwisata Sleman (BPPS), Omah Bahasa, dan Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) di Gelanggang Kampus STIEBBANK, Jumat 11 Oktober 2019 ...

Budaya

Tepis Kesan Ekslusif, Sejumlah Model Fashion Show Batik di Bandara Adisutjipto

SLEMAN, BERNAS.ID- Ada yang menarik di area ruang tunggu Terminal A Bandara Internasional Adisutjipto. Sejumlah model berbusana batik berlenggak-lenggok memperagakan 28 rancangan busana milik Yunet Wahyuningsih, sekaligus menyapa secara la ...

DIY

Alumni UGM Setia Pancasila, Menolak Politisasi Agama di Kampus

SLEMAN, BERNAS.ID- Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Forum Madani menolak politisasi agama di kampus. Untuk itu, Alumni UGM Setia Pancasila mengeluarkan pernyataan sikap menyikapi perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini seperti kul ...

DIY

Muslim United Ngotot Diadakan Walau Tak Dapat Izin Kraton Jogja

YOGYA, BERNAS.ID -- Meskipun tidak diberi izin oleh Kraton Yogyakarta, acara Muslim United 2019 tetap nekat digelar di Masjid Gedhe Kauman, kompleks Kraton Yogyakarta. Ribuan orang tampak memadati tempat penyelenggaraan acara hari pertama, ...

DIY

Alumni Terusik dengan Sikap dan Ucapan Takmir Masjid UGM

SLEMAN, BERNAS.ID- Alumni Universitas Gadjah Mada dan Forum Madani menolak politisasi agama di kampus. Hal ini dilontarkan terkait adanya rencana kuliah umum Ustad Abdul Somad bertema "Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ...

Hukum dan Kriminal

Kondisi Terkini Wiranto, Sudah Bisa Bicara dengan Jelas

JAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Agum Gumelar, menjenguk Menko Polhukam di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Dia menyebut kondisi Wiranto yang ditusuk saat berkunjung ke Pandeglang, Banten, semakin membaik. &ld ...

Politik

Wiranto Ditusuk, Arnold Thenu Minta Kepala BIN Dicopot

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua FORMAMA (Forum Masyarakat Maluku) Arnold Thenu, meminta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dicopot dari jabatannya atas rentetan peristiwa seperti kerusuhan Mei di Jakarta, kerusuhan Papua, aksi unju ...

Politik

Presiden Jokowi Jenguk Menkopolhukam di RSPAD Gatot Subroto

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjenguk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019). Wiranto diketahui tengah menjalani penangan ...

Olahraga

Semaraknya Pembukaan Porda DIY 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Ratusan penari  menyemarakkan pesta pembukaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019 yang  berlangsung di Stadion Mandala Krida, Kamis (10/10/2019) malam. Lewat seni gerak dan tari, ratusan pen ...

Politik

Presiden Jokowi : Usut dan Tindak Tegas Pelaku Serangan Terhadap Menkopolhukam

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Polri untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penusukan beserta jaringannya terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto ...

DIY

Proyek Apartemen Barsa City Diprotes Warga Sekitar

SLEMAN, BERNAS.ID- Proses pembangunan proyek konstruksi gedung bertingkat yang berdekatan dengan pemukiman padat penduduk acapkali menimbulkan persoalan sosial di masyarakat sekitar. Kamis siang (10/10), warga Padukuhan Ngentak Depok Caturt ...

Hukum dan Kriminal

Wiranto Ditikam, Pengamat Teroris: JAD Berafiliasi dengan ISIS Incar Pejabat Negara

JAKARTA, BERNAS.ID - Pelaku penikaman terhadap Menko Polhukam Wiranto disebut merupakan bagian dari kelompok teroris lama, yakni Jamaah Anshorud Daulah (JAD). Demikian dikatakan pengamat teroris, Al Chaidar saat dimintai t ...

DIY

Kebakaran Hanguskan Sebuah Rumah di Kemetiran

YOGYA, BERNAS.ID - Kebakaran telah menghanguskan rumah milik Mirianto, warga Kemetiran Kidul, Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen Yogyakarta, Rabu (9/10/2019) malam. Diduga, penyebab kebakaran karena korsleting listrik. Nugroho, salah ...

Olahraga

Obor Timoho Siap Kobarkan Semangat Atlet Porda XV dan Peparda II DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Obor Timoho telah tiba di halaman Balaikota Jogja, Rabu (9/10/2019) malam, dalam Welcome Dinner Kontingen Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) II Tingkat DIY Tahun 2019. Obor karya pemaha ...

DIY

Tiba-tiba Ambrol, Dua Pekerja Tertimpa Reruntuhan Talud RSUD Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Tak dipungkiri, evakuasi salah satu korban yang tertimpa material talud sisi timur RSUD Sleman pada pukul 10.15 WIB membutuhkan waktu yang lama. Talud yang ambrol memiliki tinggi 3 meter dengan panjang 6 meter. Salah s ...

Daerah

Kesbangpol Sleman dan FKUB Sleman Lakukan Kunker ke Kota Pontianak

PONTIANAK, BERNAS.ID - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sleman melalukan kunjungan kerja (kunker) dalam bentuk studi orientasi ke Kantor Kesbangpol Kota Pontianak, ...

Olahraga

Kota Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Porda 2019

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pekan Olahraga Paralympic Daerah (Peparda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2019 yang akan resmi dibuka besok Kamis 10 Oktober ...

DIY

UGM Meminta Kuliah Umum Ustad Abdul Somad Dibatalkan

SLEMAN, BERNAS.ID- Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta rencana kuliah umum bersama Ustad Abdul Somad dan Profesor Dr Heddy Shri Ahimsa Putra, MBA, PhD pada hari  Sabtu, 12 Oktober 2019 jam 12.45 - 14.30 WIB bertema "Integrasi Is ...

Hukum dan Kriminal

BNNP DIY Musnahkan Sabu Sebanyak 5 Ribu Gram

YOGYA, BERNAS.ID - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis metafetamin (sabu) sebanyak 5.465 gram. Barang bukti narkoba tersebut dimusnahkan dengan cara diarutkan dalam  air dan d ...

DIY

Sertijab, KSAU: AAU Berperan Strategis bagi Masa Depan TNI AU

SLEMAN, BERNAS.ID- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) melakukan serah terima jabatan (sertijab) Gubernur Akademi Angkatan Udara dari Marsda TNI Tatang Harlyansyah kepada Marsda TNI Nanang Santoso dan penandatanganan pakta ...

Kesehatan

Ironi BPJS, Anggaran untuk Orang Miskin Dipakai Menalangi Orang Kaya

SLEMAN, BERNAS.ID- Perkiraan Defisit BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) saat ini sekitar 18 trilyun rupiah lebih. Untuk menalangi defisit BPJS itu, dana untuk orang miskin PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang bersumber dari APBN dipakai ...

Politik

BUMN Watch: Jangan Kasih Ruang Paham Radikal Menjalar di BUMN

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua Koordinator BUMN Watch Naldi Haroen, SH., meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengangkat menteri yang diduga terpapar radikal. "Saat mengangkat menteri tahun 2019-2024 ini Presiden Jokowi harus ber ...

DIY

Jangan Ketinggalan, Hari Ini 8000 Lowongan Pekerjaan Dibuka di UGM

SLEMAN, BERNAS.ID- Bagi kamu para pencari kerja di Jogja, ayo datang ke Job Fair dan Career Expo, Be Hero For Your Life di Grha Saba Pramana UGM, dari tanggal tanggal 8-10 Oktober 2019. Job karir ini menawarkan 8000 lebih lowongan pekerjaan ...

Politik

Daerah-daerah Ini Mendapatkan Penghargaan Terinovatif, Yogya Kok Nggak Dapat !

JAKARTA, BERNAS.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang inovatif. Pemberian penghargaan diberikan dalam acara malam puncak anugerah ‘Innovative Government Award 2019’ yang ...

Budaya

Kerennya Kapi-Kapi, Tokoh Wayang Khas Jogja, di WJNC Ke-4

YOGYA, BERNAS.ID - Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ke-4 digelar Senin (7/10/2019) malam. Acara budaya yang megah ini digelar untuk merayakan HUT ke-263 Kota Yogyakarta. Ada satu hal yang menarik dari WJNC ke-4, yakni mengangkat tema W ...

DIY

Menaker: Saya Percaya Garis Tangan

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri menyerahkan kepada pemilih alias Presiden Joko Widodo terkait apakah nanti dirinya akan dipilih lagi sebagai menteri tenaga kerja lagi. Ia mempercayai garis tangan. "K ...

DIY

Di Jogja, Menaker Berbicara Upskilling Tenaga Kerja

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri menyebut pentingnya peningkatan skill bagi tenaga kerja di Indonesia karena saat ini ada sekitar 136 juta angkatan kerja. Namun, ia mengatakan 58 persennya lulusan SD dan SMP, ...

DIY

Jalan Jagalan Sudah Jadi Searah. Bagaimana Dampaknya?

YOGYA, BERNAS.ID – Arus lalu lintas kendaraan di Jalan Jagalan Yogyakarta sudah menjadi satu arah dari selatan ke utara, sejak Jumat (23/8/2019) lalu. Hingga kini, masih sering ditemui beberapa pengendara kendaraan yang melanggar ...

Hukum dan Kriminal

Sabu-sabu Senilai 5 Milyar Gagal Diselundupkan Via Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Angkasa Pura I Yogyakarta melakukan ekpos temuan barang terlarang berwujud sabu-sabu 5,5 kilogram senilai 5 milyar rupiah yang coba diselundupkan melalui Bandara Adisutjipto pada hari Minggu tanggal 29 September 2019 seki ...

DIY

Warga Jogja Tanami Kawasan Proyek Mangkrak dengan Jagung

YOGYA, BERNAS.ID - Sudah satu bulan lebih proyek perbaikan Saluran Air Hujan di Jalan Babaran, Kota Jogja mangkrak, terhitung sejak tersandungnya proyek itu setelah dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Karena tak kunjung mendapa ...

DIY

#HUT263Jogja Jadi Trending Topik di Twitter

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Hari ini tanggal 7 Oktober 2019, Kota Yogyakarta genap berusia 263 tahun. Warganet di seluruh Indonesia pun ramai-ramai mengucapkan selamat ulang tahun. Tak pelak #HUT263Jogja pun menjadi trending topik di jagat maya ...

DIY

Semangat Serbuan Kotabaru Diharapkan Diwarisi Semua Pihak

YOGYA, BERNAS.ID - Peristiwa Serbuan Kotabaru merupakan salah satu peristiwa heroik yang patut dikenang dan diperingati oleh bangsa Indonesia. Semangat para pejuang dalam mengalahkan tentara Jepang harus diwarisi oleh generasi masa kini. ...

Budaya

Kades Sendangadi Mlati: Festival Angon Bocah Bentuk Karakter Anak

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk mewujudkan Dusun Ramah Anak di wilayah Kabupaten Sleman, ratusan anak memeriahkan Festival Angon Bocah. Ratusan anak terlibat dalam sejumlah kegiatan, misalnya pertunjukan seni dan budaya, permainan tradisional, hin ...

Budaya

David Foster Tampil Spektakuler di Batik Music Festival

KLATEN, BERNAS.ID - Tiga mahakarya dunia, yakni Candi Prambanan, musik dari David Foster dan deretan musisi papan atas, dan batik, disatukan dalam Batik Music Festival, Sabtu (5/10/2019) malam di pelataran Candi Prambanan. Ini adalah ajang ...

Lingkungan

13 Pendaki Gunung Raung Berhasil Dievakuasi Tim SAR

BANYUWANGI, BERNAS.ID - Sebanyak 13 orang pendaki Gunung Raung berhasil dievakuasi turun ke Pos Kalibaru, pada Sabtu (5/10/2019) pukul 11.30 WIB. Pendaki sebanyak 13 orang ini terdiri dari dua orang guide, dua orang porter, dua orang pendak ...

DIY

Rayakan HUT Pertama, LLDIKTI Wilayah V DIY Gelar Jalan Sehat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam rangka memperingati HUT ke-1 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta digelar acara jalan sehat yang diikuti kurang lebih 600 peserta yang berasal dari PTS dan PTN wilaya ...

Lifestyle

Kustomfest 2019 Coba Kembali ke Akar Budayanya

BANTUL, BERNAS.ID - Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) sudah menginjak usia kedelapan, dimana dalam proses perjalanannya makin memberi warna di ranah kustom kulture Nusantara.  Tahun ini, Kustomfest yang digelar 5-6 Oktobe ...

Budaya

Batik Music Festival Hadirkan David Foster di Prambanan Besok Malam

SLEMAN, BERNAS.ID - Tiga mahakarya dunia, yakni Candi Prambanan, musik dari musisi AS David Foster, dan batik, akan disatukan dalam Batik Music Festival, Sabtu (5/10/2019) malam di pelataran Candi Prambanan. Ini adalah ajang pertama yang di ...