Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Kesehatan

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tertinggi di ASEAN

SLEMAN, BERNAS.ID- Saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional “Penguatan Peran Bidan dalam Akselerasi Penurunan AKI dan AKB”, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan angka Kematian lbu (AKI) dan Angka Kematian Ba ...

DIY

Salinan C1 Wajib Ditempel di Area TPS

SLEMAN, BERNAS.ID- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman memberikan surat imbauan  kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) KPU Kabupaten Sleman agar penyelenggara pemilu di bawah, PPK dan PPS untuk menempelkan formulir s ...

DIY

36 TPS di Sleman Berpotensi Coblos Ulang

SLEMAN, BERNAS ID- Setelah melakukan klarifikasi dari tanggal 18- 20 April 2019 terhadap 36 TPS yang berpotensi Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL), Bawaslu Kabupaten Sleman merekomendasikan kepada KPU Sleman un ...

Lifestyle

Asyiknya ke Rumah Tiup, Bisa Belajar Musik, Nyeduh Kopi, dan Sepeda

YOGYA, BERNAS.ID - Siapa saja yang belajar di Rumah Tiup Tina, bisa belajar mendalam sekaligus menguji berbagai alat musik tiup. Dari sosok Risma, sang pemilik, siapa saja bisa belajar saksofon. Tak hanya itu, masalah kopi dan sepeda, ...

DIY

KPU Kulon Progo Sarankan Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS

KULON PROGO, BERNAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo, menyarankan diadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 2 TPS yang ada di Kulon Progo. Kedua TPS itu adalah TPS 2 Desa Margosari (Kecamatan Pengasih) dan TPS 31 Kelurahan ...

DIY

Ini Pesan Sultan HB X untuk Masyarakat Pasca Pemilu 2019

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pesta demokrasi usai dilakukan pada Rabu (17/4/2019) lalu. Walaupun begitu, suhu politik masih hangat lantaran masyarakat masih menunggu hasil final perhitungan surat suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kar ...

DIY

Hari Jadi Ke-66, Disjarah AD Gelar Donor Darah

JOGJA, BERNAS.ID- Dalam rangka ulang tahun yang ke-66 tanggal 15 April kemarin, Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarah AD) bekerjasama dengan PMI Yogyakarta mengadakan bakti sosial donor darah yang diikuti anggota TNI dan masyarakat umum di ...

DIY

Pak Jenderal Unggul di Kandang Sendiri

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Marsda TNI (Purn) Dr Benedictus Widjanarko, M.Si (Han) atau yang akrab disapa Pak Jenderal, caleg DPR RI dapil DIY dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sementara unggul di kandang sendiri. Dari pantaua ...

DIY

Di Kampung Jokowi, Prabowo Raih 293 Suara dan Jokowi 1.870 Suara

KLATEN, BERNAS.ID - Namanya Kampung Jokowi, namun tidak berarti semua warga di kampung itu mendukung atau memilih calon Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setidaknya hal itu terlihat dari hasil penghitungan suara Pemilihan Calon Presiden dan Ca ...

DIY

Tidak Bisa Mencoblos dengan E-KTP, Warga Protes ke KPPS

SLEMAN, BERNAS.ID-Warga luar Yogyakarta yang tinggal di wilayah Sleman tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu karena terganjal administrasi. Hal seperti itu di antaranya terjadi di TPS 126 Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman ...

DIY

Amien Rais Imbau Dokumen C1 Difoto untuk Tangkal Kecurangan

SLEMAN, BERNAS.ID- Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Amien Rais menggunakan hak pilihnya di TPS 123 Gondang Raya, Condongcatur, Sleman, Rabu 17 April 2019. Amien Rais berhar ...

DIY

Ada Kecurangan, Mahfud MD: Bawa Sengketanya ke MK

SLEMAN, BERNAS.ID- Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi bersama keluarga menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di TPS 105, RT 1/ RW 53, Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok Sleman, Rabu pagi, 17 April 2019. Sekitar pukul 9.15 WI ...

DIY

Terkait Pilihan Keluarga di Pemilu 2019, Mahfud MD Tak Ikut Campur

SLEMAN, BERNAS.ID- Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi bersama keluarga menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di TPS 105, RT 1/ RW 53, Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok Sleman, Rabu pagi, 17 April 2019. Mahfud mendatangi TPS ...

DIY

Mahfud MD Nyoblos di TPS 105 Sambilegi Baru, Depok, Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi bersama keluarga menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di TPS 105, RT 1/ RW 53, Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok Sleman, Rabu pagi, 17 April 2019 sekitar pukul 9.24 WIB. ...

Ekonomi

Di Era Orba, Menteri Ini Pernah Bertugas Tanpa Kantor dan Staf

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam kuliah umum di UGM, Mantan Menteri Pendayagunaan Era Orde Baru (Orba), Dr Tanri Abeng, MBA yang saat ini sebagai Komisaris Utama PT Pertamina menceritakan ketika dirinya ditunjuk sebagai Menteri Pendayagunaan BUMN s ...

DIY

Polri-TNI Lakukan Pergeseran Pasukan untuk Pengamanan TPS

SLEMAN, BERNAS.ID- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) melakukan apel pergeseran pasukan untuk melakukan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari Rabu 17 April 2019 saat Pemilu 2019. Tak hanya personil dari kepolisia ...

DIY

WNA, Kekasih dari ASN Kemenag Sleman, Biang Penyebar Video Porno

SLEMAN, BERNAS.ID-Seorang wanita anggota Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah berdinas lama di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman tersandung perkara asusila setelah video pornonya disebar oleh selingkuhannya yang ternyata ...

DIY

Perjuangan yang Tak Mudah untuk Masuk ke Dalam Stadion Gelora Bung Karno

JAKARTA, BERNAS.ID --Meski tiba lebih awal di depan gerbang utama Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta untuk mengikuti Konser untuk Rakyat sekaligus kampanye terakhir calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'aruf Amin, Sabtu (13/4/2019 ...

Pendidikan

5 Juta Masyarakat Adat Kehilangan Hak Pilihnya di Pemilu 2019

JOGJA, BERNAS.ID- Masyarakat hukum adat memiliki kontribusi besar dalam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, saat ini, Republik Indonesia justru terkesan meminggirkan masyarakat hukum adat meski ada jaminan konstitusi, ta ...

DIY

10 Menteri Hukum dari Negara ASEAN Akan Berkumpul di Jogja

BANTUL, BERNAS.ID- Sepuluh menteri hukum dari negara ASEAN akan datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta dalam agenda internasional bernama SOMMLAT yang ke-9 (Senior Official on the Treaty on Mutual Legal Assintance in Criminal Matter) pada tan ...

DIY

Bupati Sleman Terjun Langsung Bersihkan Selokan Mataram

SLEMAN, BERNAS.ID- Bupati Sleman, Sri Purnomo terjun langsung membersihkan sampah di tepi Selokan Mataram dalam pencanangan Gerakan Indonesia Bersih yang berlokasi di sepanjang Selokan Mataram, Sleman. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kejaksaan ...

DIY

Dra Hj Sri Haryani M.Si, Caleg dari PDI Perjuangan untuk DPRD Kabupaten Sleman : Ingin Bermanfaat bagi Banyak Orang

SLEMAN, BERNAS.ID - BAGI Dra Hj Sri Haryani M.Si, calon anggota legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sleman, terjun ke dunia politik bukan untuk mencari penghidupan dan kepentingan pribadi. Posisi anggota dewan/legislatif d ...

DIY

Dr Ir H Bambang Soepijanto, Calon Anggota DPD RI : Mewakafkan Hidup untuk Jogja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -Secara ekonomi, Dr Ir Bambang Soepijanto MM, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI nomor urut 24 dari Daerah Pemilihan (Dapil) DIY, sudah tak ada masalah. Sebab selain mendapat penghasilan sebagai dosen, komi ...

DIY

345 Warga Binaan Lapas Narkotika Pakem Peroleh Sosialisasi Pemilu

SLEMAN, BERNAS.ID- 345 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkotika Kelas II A Pakem mengikuti sosialisasi dan simulasi pemungutan suara Pemilu 2019 yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Kamis pagi 11 A ...

Pendidikan

Medsos Bisa Picu Perilaku Bullying

SLEMAN, BERNAS.ID- Persoalan perundungan ataubullying pada anak kembali menjadi sorotan publik setelah kasus pengeroyokan sekelompok siswa SMA terhadap siswi SMP di Pontianak. Psikolog Sosial dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Drs ...

Pendidikan

Dalam Demokrasi, Sipil dan Tentara Saling Kontrol dengan Aturan Tertulis

SLEMAN, BERNAS.ID- Hubungan sipil dan tentara dalam demokrasi rupanya menuntut aturan tertulis yang kokoh agar adanya saling kontrol sehingga tidak ada yang kebablasan. Untuk itu, pasca 1999, Indonesia memiliki demokrasi tanpa tentara setel ...

Ekonomi

Partai Berkarya Buka Peluang Kerja bagi Kaum Difabel Lewat Toko Grosir GORO

JAKARTA, BERNAS.ID – Membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, termasuk bagi kaum difabel, menjadi salah satu program unggulan Partai Berkarya. Melalui jaringan toko grosir GORO, Partai ...

DIY

Presiden dan Wapres Mogok Makan Tuntut Perbaikan Kesejahteraan

JOGJA, BERNAS.ID- Sabar Gimbal selaku Presiden Front Independent Driver Online Indonesia (Front Indonesia) dan Andi Kartala sebagai Wakil Presiden melakukan aksi nekat untuk mogok makan karena beberapa kali melakukan tuntutan guna perbaikan ...

DIY

PMKRI Yogyakarta Dukung Pemilu Damai dan Aman

SLEMAN, BERNAS.ID-Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyikapi situasi-situasi yang berkembang dalam proses Pemilu 2019 dewasa ini. PMKRI cabang Yogyakarta pun menganggap perlu menyataka ...

DIY

Ratusan Perempuan Jogja Demo Tolak Politik Uang

YOGYA, BERNAS.ID - Sekitar 100-an perempuan turun jalan menggelar aksi demo, Selasa (9/4/2019). Wanita-wanita yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi mulai dari ibu rumah tangga hingga pekerja profesional itu berjalan kaki di Jalan ...

Ekonomi

Tahun ke Tahun, Penanaman Modal di Sleman Terus Naik

SLEMAN, BERNAS.ID- Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan, baik jumlah unit, investasi, dan penyerapan tenaga kerja. Penanaman modal di Sleman dalam bentuk industri konv ...

DIY

1.500 Pelari Ramaikan Malioboro KulineRUN 2019

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -Sebanyak 1.500 peserta mengikuti lomba lari "Malioboro KulineRUN 2019" yang diadakan PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN di hotel Grand Inna Malioboro, Minggu (7/4/2019). Sebelum berlari peserta berkumpu ...

Pendidikan

Audit Mutu Perguruan Tinggi Jangan Hanya Basa-basi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Perguruan tinggi harus secara serius dan rutin melakukan audit mutu internal guna menghadapi persaingan global yang kian ketat dan menyiapkan lulusan yang kreatif-inovatif serta melek teknologi. Untuk itu, setiap per ...

Ekonomi

Massa Kampanye Akbar Prabowo Sambut Kehadiran Ketiga Putri Soeharto

JAKARTA, BERNAS.ID -  Tiga putri almarhum Presiden Soeharto mendapat sambutan istimewa ratusan ribu pendukung dan simpatisan capres/cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang memadati Kampanye Akbar di Stadion Utama GBK Jakar ...

DIY

Kota Jogja Mampu Kurangi 21 persen Sampah Rumah Tangga

YOGYA, BERNAS.ID- Kota Yogyakarta sudah mampu mengurangi sekitar 21 persen sampah rumah tangga dan menurunkan volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Piyungan. Ini data menurut Dinas Lingkungan Hidup setempat. ...

Budaya

Kraton Yogyakarta Serahkan Ubo Rampe Labuhan Merapi

SLEMAN,BERNAS.ID-Kraton Yogyakarta menyerahkan ubo rampe (perlengkapan) untuk prosesi labuhan Merapi kepada juru kunci Merapi Mas Kliwon Surakso Hargo atau akrab dipanggil Mas Asih, Sabtu pagi 6 April 2019. Secara simbolis, ubo rampe ter ...

DIY

Residivis Spesialis Pencuri Isi Mobil Diringkus

SLEMAN, BERNAS.ID- Pernah di penjara karena kasus mencuri dengan cara memecah kaca mobil, tidak membuat warga Semarang inisial NA (40) kapok. Nyatanya,  setelah keluar dari lembaga pemayarakatan (Lapas) Semarang tahun 2018 lalu, NA kem ...

Pariwisata

Dinpar DIY Peroleh Award Wisata Extreme dan Bahari DXI 2019

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengikuti pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019, tanggal 4 - 7 April 2019, di Hall B, Jakarta Convention Center, Jakarta.   Kepala B ...

DIY

PT KAI Daop 6 Gelar Pasar Murah 3.000 Paket Sembako

YOGYA, BERNAS.ID - Dalam rangka memperingati HUT Kementerian BUMN ke-21, PT KAI sebagai salah satu BUMN yang mempunyai peran sebagai Agen Pembangunan, menggelar kegiatan Pasar Murah KAI yang bertajuk "Paket Pangan Murah". Program ...

DIY

Resmi Menjadi Anggota PDI Perjuangan, Marsda TNI (Purn) Benedictus Widjanarko Siap Membangun Partai

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Sejumlah Purnawirawan TNI-Polri, beserta Habaib dan Ulama beberapa waktu lalu secara resmi dilantik dan menerima Kartu Tanda Anggota Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang diserahkan langsung oleh Ketu ...

DIY

'Emak-emak' Ingin Prabowo-Titiek Soeharto Rujuk

JAKARTA, Bernas.id - Kalangan ibu-ibu simpatisan Prabowo-Sandi yang saat ini dikenal sebagai ‘emak-emak militan’, mengaku mendambakan rujuknya kembali calon presiden Prabowo Subianto dengan mantan istrinya,  Siti ...

DIY

Tommy Soeharto: Gerobak Sembako Berkarya Jamin Kepastian Pangan Rakyat

CIMAHI, Bernas.id  - Hutomo Mandala Putra (HMP), ketua umum Partai Berkarya, berjanji secepatnya mewujudkan program gerobak sembako secara nasional. Program tersebut merupakan program Partai Berkarya  bekerja sama dengan Toko GORO sebaga ...

DIY

Komplotan Pencuri Motor Lintas Provinsi Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit Reskrim Polsek Depok Barat berhasil mengungkap komplotan residivis pencuri sepeda motor lintas provinsi yang beraksi di wilayah hukum Depok Barat. Diamankan 4 pelaku pencuri asal Lampung Timur di daerah Kalasan dan 2 ...

DIY

Karyawan PT BPR Danagung Grup dan BPR Arta Agung Yogyakarta Siap Dukung Bambang Soepijanto

SLEMAN, BERNAS.ID --Sekitar 1.000 karyawan PT Danagung Grup bersama keluarga siap mendukung Dr Ir Bambang Soepijanto MM menjadi Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) DIY pada Pemilu 17 April 2019. Dukungan y ...

Pendidikan

Anak Muda Desa di Gunungkidul Jadi Youtuber

GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID - Puluhan anak muda di Kabupaten Gunungkidul yang berkeinginan menjadi seorang youtuber, berkesempatan untuk belajar membuat foto dan video untuk content video di Pulenpari, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunun ...

Budaya

Diwarnai Lupa Chord, Konser Jikustik Reunian Berlangsung Hangat

SLEMAN, BERNAS.ID--Band pop asal Jogja Jikustik kembali berkiprah dengan menggelar Konser Jikustik Reunian, di Grand Pacific Hall, Sleman, Jumat (29/3/2019) malam. Konser musik yang dipromotori Rajawali Indonesia ini menjadi momen besar, ...

DIY

Kegiatan March Macro #4 Usung Tema "The Unity"

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pada tahun politik yang penuh dengan polarisasi perbedaan yang begitu tajam di antara teman-teman sendiri, silaturahmi dan toleransi menjadi sebuah keharusan. Karena itu, kegiatan March Macro #4 tahun 2019 ini mengus ...

DIY

Kuda Milik Warga Gamping Sleman Dicuri

SLEMAN, BERNAS.ID- Sekira pukul setengah empat pagi, Selasa (26/3), seekor kuda berjenis kelamin betina milik Wajiyono (43), warga Dusun Nyamplung Kidul RT01/RW05, Desa Balecatur Kecamatan Gamping, Sleman, dicuri oleh orang dikenal. Kuda ...

DIY

Darurat Sampah Jogja Segera Selesai Sepekan Lagi

YOGYA, BERNAS.ID - Menumpuknya sampah sejak beberapa hari lalu di berbagai titik di Kota Jogja membuat resah warga masyarakat Jogja. Namun kini muncul titik terang, karena TPSA Piyungan mulai hari ini (29/3/2019) mulai dibuka. Kepala Din ...

DIY

Terjun ke Dunia Politik, Nyemplung ke Septictank

SLEMAN, BERNAS.ID- Di tahun politik, jelang coblosan Pemilu 2019, Komik Pandji Pragiwaksono kembali menerbitkan buku barunya yang kedelapan berjudul "Septictank, Pengalaman Nyemplung ke Kolam Politik" di Penerbit Bentang Pustaka Y ...