Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.



Hi guyss..
Terimakasih sudah berkunjung ke BERNAS.id yaa..

Sekarang, BERNAS Group sekarang membangun #ViralTeam di seluruh desa di
Indonesia melalui program #ViralDesa,

Ingin Produk dan Jasa di desamu terkenal? Kumpulkanlah 20 Orang untuk dilatih langsung Praktek ilmu #DigitalViralMarketing sekaligus, buat kalian bisa mendapatkan #RezekiDigital lewat #GotongRoyongDigital ya Guysss...

Mari menjemput #RezekiDigital, Menjadi 10-20 orang yang kami latih di BERNAS Group, untuk menjadi pengusaha Digital 2020#ViralDesa #Viralincome #ViralKomisi https://bernas.info/ViralDesa


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Lifestyle

Jangan Hanya Karena Murah, Pertimbangkan 3 Hal Ini Saat Memilih Rumah

Bernas.id – Rumah adalah salah satu kebutuhan primer selain sandang dan pangan. Hidup rasanya ada yang kurang jika satu kebutuhan ini belum terpenuhi. Apalagi bagi pasangan muda yang baru menikah. Rumah adalah salah satu poin wajib ya ...

Lifestyle

Imbas Covid-19, Catat Perubahan Cuti Bersama Tahun 2020

BERNAS.ID - Situasi wabah virus corona di Indonesia menjadi pertimbangan pemerintah mengalihkan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri menjadi 28-31 Desember 2020. Keputusan ini sebagai antisipasi mudik Lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran vir ...

Ekonomi

Inilah 16 Startup Asia Tenggara Terbaik, Indonesia Ada di Nomor Berapa?

BERNAS.ID - Banyak orang berlomba-lomba membuat startup di era milenial saat ini. Bahkan banyak sekali anak muda yang bermimpi atau bahkan berpikir jika membangun perusahaan miliknya sendiri adalah yang perlu dilakukan setelah lulus kuliah. ...

Pendidikan

Tenang, Gagal SNMPTN Bukan Akhir dari Segalanya!

Bernas.id – Tanggal 8 April 2020 kemarin hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau yang lebih dikenal dengan SNMPTN sudah mulai bisa dilihat melalui laman utama LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) dan beberapa l ...

Ekonomi

Deretan Startup Dunia yang Gagal dan Gulung Tikar

BERNAS.ID - Banyak startup gagal melanjutkan bisnis karena beragam alasan. Dilansir dari TechCrunch, sepanjang 2019 ada startup global berskala besar maupun kecil yang memutuskan untuk berhenti beroperasi.  Daftar tersebut memuat 14 ...

Ekonomi

5 Startup dengan Ide Paling Unik yang Bisa Anda Contek

BERNAS.ID - Startup baru bermunculan setiap bulannya. Masing-masing startup menawarkan solusi untuk setiap permasalahan yang dialami manusia. Startup menawarkan solusi melalui penggunaan teknologi. Dari banyak startup yang bermunculan, r ...

Kesehatan

Kasus Covid-19 Capai 3.293, Jubir: Upaya Pemerintah Bergantung Kepatuhan Masyarakat

BERNAS.ID - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan masyarakat adalah ujung tombak pemutus rantai penularan virus corona di Indonesia. Hal ini bergantung pada kepatuhan masyarakat Indonesia.  ...

Ekonomi

7 Kesalahan yang Bikin Bisnis Gagal di Tengah Jalan

  Bernas.id – Belum lama ini Forbes kembali merilis daftar orang terkaya dunia versinya, ada belasan nama orang Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Apa pekerjaan orang-orang terkaya itu ya? Sudah pasti mereka adalah pe ...

Inspirasi

3 Sikap Agar Kesuksesan Bertahan Seumur Hidup

Bernas.id - Kesuksesan adalah impian setiap orang. Mereka mengerahkan tenaga dan pikiran untuk meraih kesuksesan itu. Sebagian dari mereka ada yang menargetkan sukses di usia sekian. Hal itu bagus, karena bisa menjadi sebuah dorongan untuk ...

Ekonomi

13 Miliarder Indonesia Masuk di Daftar Orang Terkaya Dunia Versi Forbes

  Bernas.id – Meskipun dunia tengah disibukkan dengan penanganan pandemi korona, Forbes tetap merilis daftar orang terkaya di dunia. Urutan pertama hingga ke tiga tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Di posisi pert ...

Ekonomi

Inilah 5 Trik Jadi Penjual Online Handal di 2020

  Bernas.id – Tidak bisa dipungkiri bisnis online semakin merajai dari tahun ke tahun. Segala macam bisnis atau jualan bisa di-online-kan. Yang paling sederhana, seperti jualan sayur-mayur saja bisa lewat online.  Pela ...

Lifestyle

Tak Percaya Glenn Fredly Meninggal, Andien Tuliskan Pesan Ini

BERNAS.ID - Penyanyi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) pukul 18.00 WIB di RS Setia Mitra Jakarta. Pelantun "Januari" itu menghembuskan napas terakhir di usia 44 tahun. Indonesia kembali kehilangan penyanyi sol ...

Ekonomi

6 Level Valuasi Startup yang Perlu Anda Tahu

BERNAS.ID - Belakangan ini startup digital sedang banyak diperbincangkan. Di Indonesia sendiri sudah ada sejumlah nama yang masuk ke dalam jajaran level valuasi startup unicorn, yaitu Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO. Sedangkan Go-J ...

Ekonomi

Ingin Jualan di Facebook Laris Manis? Simak 5 Caranya

Bernas.id - Di era serba digital seperti sekarang ini yang segala sesuatu dilakukan secara online, berjualan menjadi lebih mudah. Pekerjaan jualan tidak lagi dipandang sebelah mata tapi justru hal yang dilakukan oleh siapa saja. Seluruh ...

Ekonomi

Tips Membangun Startup Hingga Level Unicorn

BERNAS.ID - Dalam dunia startup ada tiga kemungkinan hasil akhir, yaitu gagal, sukses, dan sukses dengan spektakuler. Dan kemungkinan yang terakhir inilah yang biasanya menjadi calon unicorn (sebutan bagi startup yang telah memiliki valuasi ...

Lifestyle

5 Investasi Menguntungkan Untuk Mahasiswa

  Bernas.id – Siapa bilng investasi hanya perlu dilakukan oleh orang yang sudah bekerja atau berkeluarga? Kamu yang masih mahasiswa pun perlu berinvestasi sejak dini. Selain untuk mendapatkan manfaat materi, belajar berinvesta ...

Kesehatan

Mulai 10 April DKI Jakarta Berlakukan PSBB, Masyarakat Berharap #IndonesiaKembaliPulih

BERNAS.ID -  DKI Jakarta menjadi provinsi pertama yang mendapat persetujuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk penanganan virus corona (Covid-19) dari Menteri Kesehatan Terawan. PSBB yang diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakar ...

Inspirasi

Dear Copywriter, Ini Dia Formula Ampuh Membuat Headline yang Menarik

Bernas.id – Riset menunjukkan dua dari sepuluh orang akan terus membaca headline yang menarik. Lantas bagaimana cara membuat headline yang menarik? Seorang business coach dan entrepreneur, Michael Masterson mengembangkan 4-U Formula. ...

DIY

Putuskan Rantai Covid-19, Ini Permintaan Sri Sultan HB X Kepada Pemudik

BERNAS.ID - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X mengimbau agar para perantau tidak mudik. Hal ini berkaitan dengan adanya virus corona yang tengah mewabah di Indonesia. Menurutnya, tidak mudik maupun bep ...

Lifestyle

5 Alasan Prioritas Memiliki Rumah Setelah Menikah. Pasangan Muda Wajib Tahu!

Menurut Wikipedia kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang dibutuhkan manusia. Kebutuhan yang tergolong pokok manusia adalah sandang, pangan, papan. Maka rumah atau tempat tinggal menjadi hal yang masuk kategori pokok setelah kebutuhan ...

Lifestyle

Suasana Berbeda Ramadan 2020, Ini Panduan Ibadah Puasa dari Kemenag

BERNAS.ID - Kementerian Agama telah menerbitkan surat edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah pandemi Covid-19. Surat edaran yang diteken Menteri Agama Fachrul Razi itu ditujukan ke seluruh kantor Keme ...

Ekonomi

3 Ide Brillian di Tengah Pandemi Covid-19 yang Harus Kamu Tahu

Bernas.id - Tiga ide brilliant di tengah pandemi covid-19? Wow, ini merupakan angin segar di antara kejenuhan yang mulai melanda masyarakat, Indonesia khususnya. Sejak ditetapkan sebagai pandemi, pemerintah telah mengambil langkah-langkah k ...

Ekonomi

Sudah April, Cermati Perubahan Besaran Iuran #BPJSKesehatan

BERNAS.ID - Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf menyampaikan tentang besaran iuran kepesertaan yang harus dibayar sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Piha ...

Hukum dan Kriminal

Isu Napi Tindak Pidana Korupsi Dibebaskan Karena Covid-19, Ini Jawaban Jokowi

BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara soal pembebasan narapidana (napi) terkait pandemi virus corona (Covid-19). Jokowi pun menegaskan pembebasan napi yang disetujui pemerintah adalah bebas bersyarat. ...

Ekonomi

6 Dokumen Legalitas Usaha yang Harus Dimiliki Startup

BERNAS.ID - Selain modal bisnis, ada hal penting lainnya yang harus dipikirkan ketika ingin memulai bisnis startup, yaitu legalitas bisnis Anda. Legalitas merupakan salah satu pondasi hukum sebuah bisnis yang harus diperhatikan sejak Anda i ...

Hukum dan Kriminal

Corona Alasan Dibebaskannya Koruptor, Begini Sindiran Pedas Najwa Shihab

Merebaknya virus COVID-19 di Indonesia menyebabkan pemerintah perlu mengambil berbagai tindakan. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menimbulkan tanggapan pro dan kontra dari berbagai tokoh. Salah satunya adalah kebijakan terkait keputusa ...

Ekonomi

Perhatikan 5 Aspek Ini untuk Menghindarkan Startup Anda dari Masalah Hukum

BERNAS.ID - Berdasarkan data dari StartupRangking tahun 2019, lembaga riset startup dunia yang merilis informasi tentang jumlah startup di dunia, Indonesia menempati posisi dalam 5 besar negara dengan startup terbanyak, sekitar 2.080 startu ...

Ekonomi

7 Biaya yang Diperlukan untuk Membangun Startup

BERNAS.ID - Membangun sebuah bisnis memang menjadi mimpi seluruh masyarakat milenial. Sebagian besar dari kaum millenial menginginkan untuk kerja secara mandiri dan tidak dibatasi dengan peraturan kantor yang mengikat. Namun, sebaliknya bag ...

Ekonomi

Hal-Hal yang Menyebabkan Proposal Startup Ditolak Investor

BERNAS.ID - Modal merupakan hal penting sebelum memulai usaha. Ada banyak cara untuk mendapatkan modal, lalu bagaimana bila modal yang dibutuhkan ternyata belum mencukupi dari yang ada di kantong kita? Caranya adalah mencari investor, namun ...

Ekonomi

5 Ide Bisnis Startup Paling Potensial di Tahun 2020

BERNAS.ID - Di tengah perkembangan teknologi yang pesat belakangan ini, ada berbagai macam jenis perusahaan baru yang muncul ke permukaan. Salah satu dari sekian banyak perusahaan yang muncul itu adalah startup.  Secara pengertian, ...

Hukum dan Kriminal

PSI Dukung Warga Lebak Bulus Lawan Pengembang Nakal

JAKARTA, BERNAS.ID - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI August Hamonangan menyatakan akan mengadvokasi warga Jalan Manunggal Jaya, RT 08 RW 04, Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang dikriminalisasi oleh PT Diamond Land Development, develo ...

Lifestyle

Bukan untuk Tubuh, Bilik Disinfeksi Tidak Dianjurkan

BERNAS.ID - Bilik disinfeksi menjadi salah satu sarana untuk mencegah penyebaran virus corona. Saat masuk ke bilik tersebut badan akan disemprot dengan cairan disinfektan yang dimaksudkan untuk mambasmi virus corona yang mene ...

Inspirasi

Paling Sering Makan Telur? Bisa Dicoba Resep Telur Dadar Ala Penyanyi Rossa

BERNAS.ID - Penyanyi Rossa begitu menikmati waktu di rumah selama pandemi Covid-19 dengan memasak beragam makanan. Rupanya selain memiliki talenta bernyanyi, Rossa juga pandai memasak. Perempuan kelahiran 9 Oktober 1978 itu begitu bersemang ...

Hukum dan Kriminal

Soal Pembebasan Napi Akibat Covid-19, Masyarakat Tegaskan #TolakNapiKoruptorBebas

BERNAS.ID - Twitter diramaikan dengan tagar #TolakNapiKoruptorBebas pada Minggu (5/4/2020). Hal ini menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terkait pembebasan narapidana mengingat kondisi lapas di Indonesia yang ...

DIY

#JogjaGuyubSesarengan, Ini Maksud Simbol Hati yang Dibentuk dari Lampu Kamar Hotel

BERNAS.ID - Puluhan hotel di Yogyakarta menyalakan beberapa lampu kamar hotel ataupun lampu hiasan hingga membentuk simbol hati atau cinta. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk aksi solidaritas dan kepedulian terhadap situasi yang tak men ...

DIY

Sleman Siapkan Pemakaman Massal untuk Pasien Corona yang Meninggal

SLEMAN, BERNAS.ID- Sleman menyediakan lokasi pemakaman massal untuk pasien Corona yang meninggal dunia di Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Penyiapan lokasi ini diperlukan untuk antisipasi apabila terjadi penolakan warga. Sekda ...

DIY

Situasi Tak Menentu, Puluhan Hotel di Jogja Nyalakan Lampu Kamar untuk Membentuk Tanda Hati

YOGYAKARTA, BERNAS.ID-Puluhan hotel di Yogyakarta akan menyematkan "Tanda Cinta" sebagai bentuk aksi solidaritas dan kepedulian terhadap situasi yang tak menentu dari para penggiat dunia perhotelan Yogyakarta. Aksi ini dilakukan d ...

Pendidikan

Kuliah Sambil Bisnis Ala Dr. Tirta

Tirta Mandiri Hudhi, atau yang lebih dikenal dengan dr. Tirta, adalah sosok yang akhir-akhir ini sering muncul di televisi dan media sosial. Ia adalah seorang dokter lulusan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) yang ...

Ekonomi

5 Tips Menjadikan Grup WhatsApp Menarik

BERNAS.ID - Grup WhatsApp sekarang menjadi fitur umum bagi pengguna WhatsApp (WA) yang ingin mengatur liburan, makan, atau tetap berhubungan dengan teman-teman yang puluhan hingga ribuan kilometer jauhnya. Sejumlah orang bahkan menggunak ...

Hukum dan Kriminal

Ketika Pemudik 'Ngeyel', Ridwan Kamil: Fatwa Ulama Lebih Didengar

BERNAS.ID - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang berisi haram hukumnya mudik saat pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia. Pernyataan ini merupakan tanggapan Wapres terhada ...

Kesehatan

Ramai 'Herd Immunity' Solusi Hadapi Covid-19, Ini Kabar Baik dan Buruknya

BERNAS.ID - Wabah virus corona yang menjadi penyebab penyakit Covid-19 belum juga mereda. Selain itu, jumlah kasus kematian akibat infeksi virus corona pun masih terus bertambah. Tidak hanya Indonesia, sebelumnya negara-negara di dunia ...

Pendidikan

Tiadakan UN Karena Covid-19, Jokowi: Ada 3 Persoalan Pendidikan di Indonesia

BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ditiadakannya Ujian Nasional (UN) 2020 bukan hanya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona tetapi juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi standar pendidikan ...

Ekonomi

Tips Mengelola Keuangan Startup Baru Agar Tidak Bangkrut

BERNAS.ID - Salah satu kriteria yang diminta oleh investor, pihak bank, dan perusahaan finansial kepada startup baru yang ingin mengajukan pinjaman pendanaan adalah laporan keuangan yang jelas dan lengkap. Tentunya menjadi hal yan ...

Ekonomi

Strategi UMKM Hadapi Krisis Akibat Corona

BERNAS.ID - Tantangan perekonomian saat ini sangatlah berat. Masyarakat berada dalam kondisi waspada dan sangat berhati-hati dengan membatasi bepergian dan konsumsi, tentunya hal ini berimbas kepada transaksi jual beli di pasaran. Berbagai ...

DIY

Jogja Sediakan Pemakaman Khusus Covid19

YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Antisipasi pemakaman jenasah pasien Covid19 yang kemungkinan akan ditolak warga di pemakanan umum, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mempersiapkan pemakaman massal untuk korban jiwa Covid19. Namun, Pem ...

Ekonomi

Kriteria Startup yang Paling Diminati 6 Investor Besar

BERNAS.ID - Pertumbuhan startup di Indonesia kian hari kian menjamur. Seiring dengan hal itu, semakin banyak pula aliran suntikan dana dari para investor untuk membiayai perusahaan rintisan berbasis teknologi tersebut.  Jika Anda me ...

Ekonomi

5 Penyebab Gagalnya Startup yang Harus Anda Waspadai

BERNAS.ID - Menurut riset dari Profesor Harvard Business School, Shikhar Ghosh terhadap dua ribu startup yang didanai modal ventura, 95% di antaranya memiliki risiko kegagalan. Padahal, perusahaan-perusahaan pemula itu menghimpun setidaknya ...

Ekonomi

Ingin Punya Startup Tapi Bingung Mau Bikin Apa? Baca Dulu 5 Tips Ini

BERNAS.ID - Saat ini perkembangan bisnis startup cukup pesat, bahkan sudah banyak bermunculan bisnis-bisnis startup yang kreatif yang menarik perhatian konsumen di pasaran. Menjalankan bisnis startup memang membutuhkan ide kreatif dan brili ...

Lifestyle

Pemerintah: Paskah dan Ramadhan Harus Berjalan, Gereja KAS Sudah Siapkan Ini

BERNAS.ID - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menyatakan masyarakat tetap mengikuti anjuran para pemuka agama dalam kegiatan keagamaan. Hal ini masih berkaitan dengan upaya penanganan pandemi virus co ...

Ekonomi

Tips Membuat Presentasi atau Pitch Deck Startup yang Menarik dan Meyakinkan

BERNAS.ID - Pitch deck adalah sebuah presentasi singkat yang bisa menjelaskan gambaran umum tentang rencana bisnis startup Anda. Dengan bantuan file presentasi tersebut, Anda bisa memperkenalkan produk Anda di hadapan calon invest ...