Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Polres Sleman Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi Tahun 2019

SLEMAN, BERNAS.ID - Polres Sleman kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Dibawah kepemimpinan AKBP Rizky Ferdiansyah, Polres Sleman mendapat kado spesial di akhir tahun dengan menyabet predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahu ...

DIY

Polisi Masih Selidiki Pelemparan Molotov di Gamping

SLEMAN, BERNAS.ID- Peristiwa ledakan terjadi di sebuah rumah di Dusun Pasikan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta pada hari Rabu (11/12) dini hari pukul 3.45 WIB. Ledakan itu berasal dari botol yang diisi bahan baka ...

Pariwisata

Glamping di Songgo Langit, Atraksi Wisata Andalan Baru di Yogyakarta

BANTUL, BERNAS.ID - Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata sebesar Rp 5 milyar telah digelontorkan untuk membangun dan mengembangkan Kawasan Seribu Batu Songgo Langit di Mangunan Bantul. Kawasan ini memang terus dikembangkan dan disiapkan men ...

Politik

Mahasiswa Yogya: Hak Asasi Lebih Penting Daripada Sepiring Nasi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Memperingati Hari HAM Sedunia 2019, sejumlah mahasiswa menggelar aksi damai di Pertigaan Reformasi, Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta hingga perempatan Wa Wa, Selasa (10/12/2019). Dalam aksinya, mahasiswa menyer ...

Budaya

Film Atas Nama Percaya, Ungkap Perjuangan Para Penganut Kepercayaan

SLEMAN, BERNAS.ID - Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM), dilakukan pemutaran film dokumenter yang berjudul "Atas Nama Percaya". Pemutaran dilakukan oleh Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) di Studio Audio Visual Pus ...

Hukum dan Kriminal

Waspada Penipuan Perekrutan Driver Gojek dengan SMS Palsu

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk melakukan penipuan, saat ini banyak oknum melakukan berbagai cara demi meraup rupiah. Seperti halnya penipuan yang dilakukan ketiga oknum berinisial T (40), warga Kebon Jeruk Jakarta Barat, MA (35) warga Cakung Jaka ...

Hukum dan Kriminal

Hari HAM Sedunia: 23 Tahun Misteri Pembunuhan Wartawan Bernas Udin

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Tepat Selasa, 10 Desember 2019, seluruh masyarakat di dunia, tidak terkecuali di Indonesia, memperingati Hari HAM Sedunia. Ada banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia yang hingga kini tidak jelas penun ...

DIY

Angin Kencang Kembali Melanda di Sleman, Ini Imbauan BPBD DIY

SLEMAN, BERNAS.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melaporkan dampak angin kencang yang terjadi pada hari Senin (9/12) sekira pukul 14.45 WIB. Tercatat kurang lebih 17 pohon tumbang dari berbagai jenis di lima (5 ...

Politik

Ketua Dewan Pengarah BPIP: Pembumian Pancasila di Kalangan ASN Sangat Penting

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden ke-5 RI yang juga sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri menghadiri kegiatan Workshop Wawasan Lebangsaan Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Sosial tentang Internalisas ...

DIY

Penataan Jalan Sudirman Telah Selesai 90 Persen

YOGYA, BERNAS.ID - Guna memperbaiki kondisi fisik dan estetika Kota Jogja, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah menata pedestrian sepanjang Jalan Jendral Sudirman, dari simpang empat ke barat sampai Jembatan Gondolayu. Kepala Dinas Peker ...

Pendidikan

Jogja Creativepreneur Festival 2019, Motivator Wanita: Jadi Pemuda Jangan Cengeng

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Melihat angka pengangguran yang semakin meningkat di era digital ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Yogkarta, menggelar seminar talkshow ‘Be Smart Senterpreneur In Milenial Generation&r ...

DIY

Walikota Pantau Pembangunan Kawasan Jalan Sudirman Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti Senin (9/12/2019) pagi meninjau kawasan Jendral Sudirman Yogyakarta. Walikota meninjau pembangunan kawasan pedestrian di kawasan tersebut, yang di kawasan itu juga dilakukan pemasangan f ...

Pariwisata

Kampung Wisata di Yogyakarta Bakal Dimasukkan ke Paket Tour

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta siap melakukan uji coba paket tour dengan memasukkan kampung wisata sebagai salah satu tujuan wisata. Ini untuk memperkenalkan dan mengembangkan kampung wisata di Kota Yogyakarta. ...

DIY

Usai Gowes Bareng Masyarakat, Kepala Desa Condongcatur Deklarasi Maju Sebagai Sleman 1

SLEMAN, BERNAS.ID- Ribuan masyarakat dan komunitas gowes tampak antusias mengikuti kegiatan sepeda gembira (funbike) untuk memperingati Hari Jadi Desa Condongcatur yang ke-73. Gowes tahunan yang keempat kalinya ini, diikuti lebih dari 9000 ...

Kesehatan

Malas Jalani Program Diet, Konsumsi Kunyit Saja Untuk Dapatkan Tubuh yang Ideal

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kunyit atau kunir adalah termasuk salah satu tanaman rempah-rempah asli wilayah Asia Tenggara yang bisa dijadikan bahan obat-obatan. Hampir setiap masyarakat Indonesia pada khususnya pernah mengkonsumsi tanaman ini, ...

Kesehatan

Penyuluh KB harus Menyasar Generasi Millenial dan Zillenial

JAKARTA, BERNAS.ID – Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, SP.OG (K) mengatakan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) memiliki 5 sasaran strategis yang harus dapat dicapai setiap tahunnya, yaitu penurunan ...

Budaya

Hyyat Regency Yogyakarta Gelar Christmas Tree Light

SLEMAN, BERNAS.ID - Christmas Tree Light merupakan acara yang diadakan rutin setiap tahunnya. Acara ini untuk memulai Festive Season atau masa menjelang perayaan Natal yang diselenggarakan untuk umum di setiap bulan Desember. Winda, Asis ...

Olahraga

Pangdam IV/Diponegoro Ingatkan Pentingnya Olahraga

SEMARANG, BERNAS.ID - Olahraga merupakan hal yang penting untuk kesehatan tubuh. Selain berolahraga, kita juga harus menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. “Kita perlu olah raga agar badan kita tetap sehat dan bugar sehingga ...

DIY

Hari Juang TNI AD : Kodim 0734/Yogyakarta Gelar Donor Darah

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -  Suasana Kodim 0734/Yogyakarta pagi ini terlihat berbeda, biasanya pakaian loreng ciri khas TNI Angkatan Darat yang berjejer di seputaran Makodim. Tetapi kali ini ada bermacam-macam seragam dan atribut yang berl ...

DIY

Sportourism di Sleman Paling Diminati dan Ditunggu Wisatawan

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2018, Sleman melalui Dinas Pariwisata meluncurkan Calender of Event untuk tahun 2020. Ada sekitar 150 event wisata berskala nasional dan internasional yang akan digelar. Kepala Di ...

DIY

Bulog DIY Tak Ada Rencana Pemusnahan Beras di Gudang

SLEMAN, BERNAS.ID- Perum Bulog Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan tidak akan melakukan pemusnahan beras yang rusak karena stok beras yang dimiliki dalam kondisi baik. Untuk itu, tidak perlu ada stok beras yang harus dimusnah ...

Kesehatan

Kasus HIV/AIDS di DIY Meningkat, Penyandang Disabilitas Banyak yang Terpapar

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi Penanggulangan AIDS DIY menyebutkan, kasus HIV/AIDS di DIY terus meningkat. Bahkan puluhan orang penyandang disabilitas di DIY diketahui sudah terinfeksi. "HIV/AIDS sudah menyebar ke kelompok penyandan ...

Ekonomi

Sri Mulyani Ungkap Ada Kepala Kantor Pajak Jadi Mafia

JAKARTA, BERNAS.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan masih ada kepala kantor pajak yang menjadi mafia. Padahal dirinya sudah melakukan reformasi birokrasi untuk mencegah praktik korupsi sejak 15 tahun lalu. ...

Politik

Alokasi Danais Belum Sesuai Tujuan

YOGYA, BERNAS.ID - Alokasi Danais (Dana Keistimewaan) selama tujuh tahun ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi tujuan pengaturan keistimewaan DIY sebagaimana Pergub 131/2018 tentang Penugasan Urusan Keistimewaan. “Karena itu D ...

DIY

Ombudsman Sebut Dua Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus Transjogja di Perempatan UPN

JOGJA, BERNAS.ID- PT AMI Yogyakarta selaku pengelola Transjogja bersama-sama pihak kepolisian mendatangi Ombudsman perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk membicarakan insiden kecelakaan Transjogja yang menewaskan satu pengendara ...

Budaya

Teknologi Virtual Reality Dipakai untuk Mengadvokasi Penyandang Disabilitas di FFD 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengadvokasi para penyandang disabilitas. Salah satunya, seperti yang dilakukan Forum Film Dokumenter (FFD) 2019, dengan memproduksi sekaligus pemutaran film dokumenter mengenai kehid ...

Hukum dan Kriminal

Mabuk Miras, 2 Pemuda Rampas Paksa HP Orang di Godean

SLEMAN, BERNAS.ID- Diduga terpengaruh minuman keras (miras) yang ditenggaknya, dua orang warga Dusun Nogotirto, Gamping, Sleman, berinisial EP (16) dan AD (20), harus berurusan dengan pihak berwajib karena merampas dengan kekerasan handphon ...

Politik

Tolak Usulan Presiden 3 Periode, Jokowi: Ada yang Ingin Saya Jatuh

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo dengan tegas menolak usulan jabatan presiden menjadi tiga periode. Ia menilai, usulan itu seperti hendak mendorong dirinya supaya jatuh tersungkur. “Usulan itu menjerumuskan saya,” ka ...

Olahraga

Tahun 2022, INAF Ikut Piala Dunia Sepak Bola Amputasi Di Polandia

JAKARTA, BERNAS.ID - Sebanyak 60 stan dari 70 instansi baik kementerian atau lembaga, organisasi penyandang disabilitas, Balai Besar Kementerian Sosial (Kemensos), perusahaan BUMN, dan instansi swasta meramaikan pameran dalam rangkaian acar ...

DIY

Disubsidi Rp 81 M, Trans Jogja Diminta Berbenah

YOGYA, BERNAS.ID- Tragedi kecelakaan yang melibatkan Trans Jogja hingga membuat pengemudi motor meninggal dunia di simpang empat UPN beberapa hari lalu mengundang keprihatinan banyak pihak. Senin (2/12/2019) beberapa warga dari Masyarakat P ...

Hukum dan Kriminal

Gugatan Perdata Korban Penipuan First Travel Ditolak Hakim

JAKARTA, BERNAS.ID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, menolak gugatan perdata yang diajukan oleh korban penipuan First Travel. Putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim PN Depok Ramon Wahyudi, Senin (2/12/2019). & ...

Politik

Dukung Jokowi Tidak Dapat Jabatan, Ustad Yusuf Mansur Disebut Apes

JAKARTA, BERNAS.ID - Di panggung Reuni 212, Ustad Al Habsyi menyindir Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang beberapa hari ini membuat gaduh. Al Habsyi juga menyebut-nyebut nama mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainu ...

DIY

Begini Perubahan Nama Baru Kecamatan hingga Jabatan di DIY Tahun 2020

YOGYA, BERNAS.ID - Pemda DIY bakal mengubah nomenklatur kecamatan dan desa di seluruh kabupaten/kota pada 2020 mendatang. Perubahan dilakukan sesuai amanat UU No 13/2012 tentang keistimewaan DIY. Kecamatan di kabupaten bakal diganti ...

Ekonomi

Rayakan HUT ke-124, BRI Berikan Bantuan Padat Karya Renovasi Musholla

JAKARTA, BERNAS.ID - Dalam rangka menyambut HUT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke-124 yang jatuh pada 16 Desember 2019. Bank BRI melakukan kegiatan program padat karya yaitu renovasi musholla At Taufik dan pembersihan jalan Cipinang Kebem ...

DIY

Bangka Belitung Belajar Memanen Air Hujan di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam Kenduri Banyu Udan yang keempat di Dusun Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melakukan penandatanganan MoU dengan Komunitas Banyu Bening, Sabtu 30 November 2019 ...

Politik

Ketua KPU Sleman : Penyerahan Berkas Paslon Perseorangan Terakhir 23 Februari 2020

SLEMAN, BERNAS.ID - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi mengungkapkan, penyerahan syarat dukungan pasangan calon (paslon) Bupati/Wakil Bupati perseorangan akan berlangsung selama 5 hari, yakni tanggal 19 Febru ...

Ekonomi

Pemkot Jogja Gelontorkan Modal Rp. 37 Miliar ke BPD DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Guna menunjang operasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyerahkan penambahan modal sebesar Rp37 miliar kepada BPD DIY, Jumat (29/11/2019). Dengan dukungan operasional ini, deviden Pemkot pada 2020 diproyeksikan menca ...

Politik

Anggota DPD RI, Afnan Hadikusumo: Pemuda Harus Mengatasi Tantangan Berat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Tantangan pemuda di era globalisasi saat ini, terasa berat. Apalagi eranya memang berbeda. Kalau dulu, pemuda selalu ada di setiap peristiwa besar dan sekaligus sebagai “cucuk lampah”. Misalnya, peristiwa ...

Hukum dan Kriminal

Sudah Ditiduri Gratis, Direkam, Diperas Lagi Uangnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Laki-laki beristri inisial KKP (28) warga Sragen Jawa Tengah sungguh keterlaluan terhadap wanita idaman lainnya inisial YP (24) warga Kalasan Sleman. Pasalnya, YP yang sudah ditiduri gratis, direkam ketika berhubungan bad ...

Hukum dan Kriminal

Tak Terima Diputus Cinta, Warga Lumajang Sebar Video Bugil Pacarnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Jangan telanjang di depan kamera, itulah pesan yang harus dipahami betul-betul di era digital saat ini. Nasib apes inilah yang dialami, DD (28), warga Tegalrejo Yogyakarta karena video tanpa busananya (bugil) disebar keka ...

DIY

Menkopolhukam Mahfud MD Bimbing Mantan Staf Ahlinya Memeluk Islam di Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Profesor Mahfud MD membimbing masuknya Deviana Natalia Masahe (27) membaca dua kalimat syahadat untuk memeluk agama Islam di Masjid Dar Ikrom, Sambilegi Baru, Maguwoharj ...

DIY

Inilah Perubahan Jadwal KA di Jogja Mulai Desember 2019

YOGYA, BERNAS.ID- Akan ada perubahan jadwal keberangkatan Kereta Api (KA) mulai 1 Desember 2019. Untuk itu, PT KAI Daop 6 Yogyakarta meminta agar para calon penumpang lebih memperhatikan jadwal kereta api. "Per tanggal 1 Desember 20 ...

Hukum dan Kriminal

Jual Solar Ilegal, Tiga Warga Jateng Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk kesekian kali, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIY membongkar peredaran BBM ilegal jenis solar. Dari kasus tersebut diamankan tiga orang tersangka berinisial SS (40) warga Demak Jawa Tengah s ...

Budaya

Menyambut Yogyakarta Warisan Dunia

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mensosialisasikan Yogyakarta Warisan Dunia, salah satunya adalah Sumbu Filosofi yang menghubungkan Monumen Tugu, dengan Keraton Yogyakarta, dan Panggung Krapyak, Sela ...

Hukum dan Kriminal

Pelaku Curanmor Kebanyakan Berasal dari Luar Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam Operasi Curanmor (pencurian kendaraan bermotor) Progo 2019, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY), berhasil mengulung 23 pelaku curanmor di wilayah DIY. Kegiatan Operasi Curanmor Progo berlangsung selama ...

Pendidikan

Peringati Hari Guru, MPC PP Jaksel Ajak Masyakat Meneladani Sifat-sifat Guru

JAKARTA, BERNAS.ID - Memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2019, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Administrasi Jakarta Selatan (MPC PP Jaksel) mengimbau kepada seluruh anggota khususnya, dan masyarakat pad ...

DIY

DPD RI Punya Legitimasi Tinggi dengan Otoritas Rendah

SLEMAN, BERNAS.ID- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai lembaga tinggi negara memiliki fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi anggaran. Namun, selama periode masa keanggotaan yang keempat saat ini, ketiga fungsi tersebut dianggap t ...

Pendidikan

Peringati Hari Guru, Seluruh Siswa SMP DIY Diberi Tabungan

YOGYA, BERNAS.ID - Memperingati HUT PGRI ke-74, dan Hari Guru Nasional 2019, Pemda DIY mencanangkan Gerakan Indonesia Menabung. Hal itu dilakukan Senin (25/11/2019) di GOR Amongraga Yogyakarta. Pencanangan ditandai dengan pemberian Tabun ...

Olahraga

Tim Popnas Taekwondo DIY Sabet 3 Medali

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV tahun 2019 untuk pertandingan cabang olahraga Taekwondo telah selesai dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 20 November 2019 di GOR Pendulum, Bogor, Jawa Barat. Tim Popnas ...

Politik

24% Rakyat Indonesia Senang Prabowo Jadi Menhan

JAKARTA, BERNAS.ID - Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei kepercayaan publik terhadap Kabinet Indonesia Maju. 24,3% responden menilai penempatan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI sesuai. “Keperca ...