Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Olahraga

Turnamen Catur Segoro Mukti Cup Siap Digelar

BANTUL, Bernas.id --Dalam rangka memupuk sportivitas dan ikut serta dalam pembinaan mental dan menyiapkan generasi yang cerdas, jujur dan sportif, Klub Kuda Kencana Srigading, Kec Sanden, Kab Bantul dengan dukungan Pemerintah Desa Srigading ...

Pariwisata

Steamboat Sehat dan Hemat di Grand Ambarrukmo Yogyakarta

JOGJA, Bernas.id -Mengawali musim hujan di bulan November ini, paling tepat jika disuguhi makanan yang berkuah yang dapat menghangatkan badan. Ditambah dengan banyaknya pilihan lauk dan sayuran yang direbus bersama dengan kuah kaldu, membua ...

DIY

15 Penerbang Baru Akan Memperkuat TNI

Bernas.id- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, melantik 15 penerbang muda lulusan Sekbang A-94/ PSDP A-31 dalam upacara militer yang dikenal dengan Wingday dan Praspa Penerbang TNI bertempat di lapangan Jupi ...

DIY

PT KAI Daop 6 Eksekusi Lahan yang Dihuni 58 KK

Bernas.id - PT KAI Daop VI Jogja melakukan eksekusi lahan eks pabrik minyak Mataram di Jalan Zeni Tentara Pelajar, kawasan Bumijo, Yogyakarta, Rabu (14/11/2018). Lahan seluas 5.310 meter persegi yang berisi perumahan permanen maupun semi pe ...

Ekonomi

BUMDes Solusi Masyarakat Desa Tak Tergantung Pemerintah

Bernas.id- Dengan pemukulan kentongan, Wakil Bupati Sleman meresmikan Bumisadu (Badan Usaha Milik Desa Wisata Desa Terpadu) BUMDes Sambimulyo, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Pemberdayaan Mas ...

Pendidikan

Aplikasi Habibi Harumkan Indonesia di Singtel Group Future Makers 2018

JAKARTA, Bernas.id– Sebanyak dua penghargaan tingkat Asia Pasifik berhasil dimenangkan oleh Startup asal Indonesia, Habibi Garden, dalam ajang Singtel  Group Future Makers 2018. Dua penghargaan yang diterima ialah People Choice A ...

DIY

Rekan Satu Asrama Takut HS Akhiri Hidupnya

Bernas.id- Furqan Abdul Rais Zordi (21), mahasiswa geografi UGM yang merupakan teman satu angkatan asrama dengan terduga pelecehan seksual HS mengatakan  bahwa dirinya sudah lama tidak berkomunikasi dengan HS semenjak akhir KKN.  ...

DIY

Walikota Hentikan Operasional Wahana Bianglala dan Kora-Kora di Sekaten

Bernas.id - Walikota Jogja Haryadi Suyuti angkat bicara terkait insiden bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS), Minggu (11/11/2018) malam. Ia menegaskan sudah menghentikan operasional wahana bianglala dan juga kora-kora di PMPS. ...

DIY

TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2018 Kodim 0734/Yogyakarta Resmi Ditutup

Bernas.id - Komando Distrik Militer (Kodim) 0734/Yogyakarta menggelar upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III 2018 di Lapangan AMC Pakuncen pada Selasa (13/11/2018). TMMD Sengkuyung kali ini menyasar Pa ...

Pendidikan

Sebelum ke Ranah Hukum, UGM Akan Bentuk Tim Etik

Bernas.id- Rektor UGM, Panut Mulyono menyambut baik kunjungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia yang diwakili Hasto Atmojo selaku Wakil Ketua LPSK RI guna ikut menyelesaikan kasus pelecehan seksual di UGM. & ...

DIY

Terlilit Hutang, Liong Nekad Jual Shabu

Bernas.id- Dari informasi tentang adanya penyalahgunaan narkoba di wilayah Sleman, Petugas Satuan Narkoba Polres Sleman melakukan penyelidikan. Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018, sekitar Jam 05.00 WIB, Sat Narkoba Polre ...

Pendidikan

Perlunya Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual UGM ke Ranah Hukum

Bernas.id- Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia dengan ...

DIY

Seluruh Kabin Bianglala Sekaten yang Mengalami Insiden Sudah Dilepas

Bernas.id- Beberapa kabin bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten mengalami insiden terbalik pada Minggu (11/11) malam.  Kini seluruh kabin sudah dibongkar setelah panitia penyelenggara menghentikan operasional bianglala tersebut. ...

Kesehatan

Kolaborasi Multi-sektoral, Sebuah Keniscayaan dalam Pembangunan Kesehatan

Bernas.id- Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek mengatakan tema Hari Kesehatan Nasional, "Aku Cinta Sehat", yang diperingati setiap tanggal 12 November sejalan dengan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program&nb ...

Kesehatan

Ribuan Orang Pawai Kampanyekan Pola Hidup Sehat di Malioboro

Bernas.id - Ribuan orang mahasiswa dan karyawan di bidang kesehatan mengikuti pawai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018 di sepanjang Jalan Malioboro, Minggu (11/11/2018). Kegiatan itu sekaligus mengkampanyekan perilaku hidup sehat ...

Kesehatan

ODAPUS Ikuti Bincang Kesehatan tentang Reproduksi di Hi-Lab

Bernas.id - Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Komunitas Orang dengan Lupus (ODAPUS) MY LUPUS untuk kali keempat menggelar bincang kesehatan reproduksi dalam Focus Group Discussion (FGD) dan pengenalan jogjalupuscare.com, Minggu (11/11 ...

Budaya

Keira, Drama Thriller Tentang Gadis Berkepribadian 7

Bernas.id -Dengan 7 kepribadian yang berbeda, Keira (Angelica Simperler), gadis yang cantik dan cerdas, seakan tak memiliki masa depan. Pesugihan yang disepakati sang ayah dengan Ratu penghuni air terjun menjadi penyebab Keira suram menatap ...

DIY

PT KAI Luncurkan Dapur Sentral Baru

Bernas.id - Bersamaan dengan Hari Pahlawan 2018 PT Reksa Multi Usaha selaku anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan beberapa produk dan sistem aplikasi baru yang bertajuk "Reska Bersatoe Berdjoeang Bersama". Bebe ...

DIY

Bioskop Berbisik, Ketika Puluhan Siswa Tunanetra Nonton Bersama

Bernas.id - Nonton film layar lebar biasanya lengang dan hanya diisi suara para aktor dalam film. Namun kali ini berbeda. Suara bisik-bisik jelas terdengar terus menerus, walau pelan. Bukan terjadi antara dua orang saja, tapi hampir seluruh ...

DIY

Menteri Sosial: Implementasikan Nilai-nilai Kepahlawanan di Kehidupan Sehari-hari

Bernas id- Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Peringatan Hari Pahlawan bukanlah semata-mata sebuah acara, tapi harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, tapi subtansi. "Setiap peringatan Hari Pahlawan har ...

DIY

Seknas Jokowi Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Gunungkidul

Bernas.id - Setelah sukses mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta dan Sleman beberapa waktu lalu, hari ini Jumat (9/11/2018) bertempat di Monumen Jenderal Sudirman, Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, kembali Se ...

DIY

LPSK RI Jemput Bola Korban Pelecehan Seksual UGM

Bernas.id- Terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu mahasiswi UGM ketika KKN, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia, Abdul Haris Semendawai berencana memberikan perlindungan kepada korban. & ...

DIY

Di Wilayah Ini, Bawaslu DIY Banyak Temukan Pelanggaran Alat Peraga Kampanye

Bernas.id - Badan Pengawas Pemilu DIY menemukan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye terbanyak di DIY terjadi di Kota Yogyakarta. Pelanggaran mencapai 53,2 persen atau 2.341 dari total 4.400 alat peraga kampanye yang melanggar aturan ...

Pendidikan

Dekan Fisipol Ikut Aksi Kita Agni, Ini Tuntutannya

Bernas.id - Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Balairung Press atas reportasenya. "Kita sangat berterima kasih ...

DIY

Gerakan Kita Agni Diwarnai dengan Aksi Tanda Tangan Dukungan

Bernas.id- Sekitar pukul setengah sepuluh, puluhan mahasiswa Fisipol UGM melakukan aksi Kita Agni atau UGM Darurat Kekerasan Seksual. Selain membawa peluit dan kentongan sebagai tanda bahaya, aksi ini diwarnai dengan penandatanganan petisi ...

DIY

Rektor UGM Beri Penjelasan Kasus Pelecehan Seksual

Bernas.id- Terkait penyelesaian kasus pelecehan seksual mahasiswi Fisipol, Rektor UGM, Panut Mulyono memberikan pernyataannya. Ia menyatakan UGM telah melakukan proses penyelesaian itu, sudah berjalan dan masih berjalan. "Perlu kami ...

DIY

Peningkatan Daya Saing dalam Menghadapi Era Digital

Bernas.id - Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI menggelar Diskusi Publik Peningkatan Daya Saing Bangsa melalui Teknologi Digital, Kamis (8/11/2018) di Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta. Keynote Speech acara ters ...

Kesehatan

RS Bethesda Miliki Lab Kateterisasi dan Intervensi

Bernas.id - Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta kini memiliki Cath Lab, atau Laboratorium Kateterisasi dan Intervensi. Soft opening lab tersebut digelar Kamis (8/11/2018) pagi di auditorium RS tersebut. Plt. Direktur RS Bethesda dr. Sugianto ...

DIY

73 Anggota Brimob Bersepeda Tempuh 1071 Kilometer

Bernas.id- Peringati HUT ke-73, Brimob Polri gelar kembali Tour de Java (TdJ). Selama 14 hari dari tanggal 4 - 14 November 2018, 73 anggota Brimob akan bersepeda menempuh jarak sekitar 1071 kilometer yang dibagi dalam beberapa etape. Har ...

DIY

Kota Jogja Siap Hapus Iklan Rokok

Bernas.id - Kota Yogyakarta kini sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Karena itu Pemkot Yogyakarta berencana menghapus iklan rokok di seluruh jenis media reklame. “Aturannya sedang kami rancang karena dalam Per ...

DIY

Keterangan Dekan Fisipol UGM terkait Kasus Pelecehan Seksual

Bernas.id- Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan keterangannya terkait kabar adanya pelecehan seksual terhadap mahasiswanya ketika KKN di Seram, Maluku ...

DIY

UU Pesantren dan Pendidikan Nantinya Sebagai Bukti Pengakuan Negara

Bernas.id- Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan akan mendalami tentang RUU pesantren dan pendidikan keagamaan yang menuai banyak polemik. "Kami sekarang sudah mendalami tentang RUU pesantren dan pendidikan keagam ...

Budaya

Konser Mariah Carey di Borobudur Pukau Ribuan Penonton

Bernas.id - Diva pop asal AS, Mariah Carey, tampil memukau di Himbara Borobudur Symphony 2018, Selasa (6/11/2018) malam. Konser tersebut berhasil memukau ribuan penonton yang memadati lokasi pertunjukan di Taman Lumbini. Konser belum lag ...

DIY

UGM Akan Proses Hukum si Pelaku Kekerasan Seksual

Bernas.id- Santer terdengar Agni (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswa Fisipol UGM, angkatan 2014, saat KKN di Pulau Seram, Maluku, pada bulan Juni-Agustus 2017, dikabarkan mengalami kekerasan seksual oleh teman satu timnya sendiri. ...

Pariwisata

90 Persen Jeep Wisata Merapi Tidak Standard Offroad

Bernas.id - Santoso Kurniawan, sekretaris harian IOF (Indonesia Off-Road Federation) DIY mengatakan kapasitas IOF hanya sekedar memberikan masukan dan pembinaan dalam kegiatan pembinaan dan pelatihan driver jeep wisata lereng Merapi, Bumi P ...

Pariwisata

Jeep Wisata Lereng Merapi Terus Dibenahi

Bernas.id- Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan pembinaan dan pelatihan untuk para pengemudi jeep wisata lereng Merapi guna membenahi keseluruhan operasional demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Kepala Dinas Pariwisa ...

DIY

Jelang Pemilu 2019, JaDI Siap Berkontribusi untuk Demokrasi dan Politik DIY

Bernas.id - Sebagai bentuk penguatan lembaga demokrasi serta berkontribusi dalam pembangunan demokrasi dan politik di Yogyakarta menjelang pemilu 2019, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) menggelar deklarasi cabang DIY. Deklarasi dilakukan ...

DIY

Keterangan Polisi dan RSUP Sardjito Terkait Kecelakaan Tunggal Paku Alam X

Bernas.id- Minggu malam (04/11/2018), Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Sri Paduka Paku Alam X alami kecelakaan lalu lintas tunggal ketika mengendarai sepeda motor di sekitar Terminal Giwangan, Kecamatan Umbulh ...

DIY

Di Ngaglik, Ditemukan Bayi dalam Kondisi Tertidur

Bernas.id- Bayi berjenis kelamin perempuan dibalut kain warna ungu ditemukan tertidur di dalam kardus di Depan Panti Asuhan Putri Nurul Yasmin (Sinar Melati 5) yang berlokasi di Kroco/Wonosalam RT02/RW08 Sukoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta, ...

Ekonomi

Festival UMKM Sembada, Tingkatkan Daya Saing

Bernas.id- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan Festival UMKM Sembada di halaman Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis 8 November 2018. Ke depannya, festival ini akan dibranding dengan lebih bagus dan digelar rutin u ...

Pariwisata

Taman Bunga Puri Mataram Destinasi Wisata Baru di Sleman

Bernas.id -- Kabupaten Sleman benar-benar sembada di segala bidang, bukan hanya sebatas slogan sembada akronim dari kata, Sehat, Elok dan edi, Makmur dan merata, Bersih dan berbudaya, Aman dan adil, Damai dan dinamis, Agamais. Namun benar-b ...

Budaya

Dakon Ning Ratan Peringati Hari Anak Sedunia di Yogyakarta

Bernas.id - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) TK Negeri 2 Yogyakarta yang ke-33 sekaligus peringatan Hari Anak Sedunia, Komite TK Negeri 2 Yogyakarta pada tanggal 24 November 2018 mendatang.akan menyelenggaraka ...

Pendidikan

JK: Penguasaan Teknologi dan Inovasi Syarat Wirausaha Era 4.0

Bernas.id- UPN Veteran Yogyakarta bekerjasama dengan Ikatan Alumni Tambang (IKATA) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema ”Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Jiwa Wirausaha Sosial Generasi Muda dalam Rangka Mencegah Di ...

Pendidikan

JK: Saat Ini Lebih Mudah Berwirausaha Daripada Dahulu

Bernas.id - Momentum 90 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018, seyogyanya menjadi refleksi bangsa Indonesia, khususnya pemuda untuk dapat menjawab tantangan. Terlebih di masa Revolusi Industri 4.0 dimana teknologi informasi dan komunikas ...

DIY

Masyarakat Harus Pintar Klarifikasi Kabar Penculikan Anak

Bernas.id - Dalam beberapa hari terakhir ini, beredar informasi adanya kasus penculikan anak di berbagai daerah. Untuk itu, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau kepada lapisan masyarakat untuk tak begitu mudah percaya dengan kaba ...

DIY

Polda DIY dan Media Outbond Bareng di Kopeng

Bernas.id- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) melaksanakan kegiatan outbound bareng di Taman Wisata Kopeng, Jawa Tengah, dengan cetak, online, dan televisi di Yogyakarta, Sabtu 3 November 2018. Kegiatan ini diramaikan deng ...

DIY

Ratusan Taruna STTKD Kirab di Malioboro

Bernas.id--Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Jogja menggelar tradisi kirab pisah sambut taruna dan taruni, Sabtu (3/11/2018) di sepanjang Malioboro. Kirab ini cukup menyita perhatian warga yang berkerumun di Malioboro. Sekr ...

DIY

AFJ Tolak Sirkus Lumba-Lumba di Sekaten

Bernas.id - Animal Friends Jogja (AFJ) menggelar Aksi Simpatik Edukasi dan Penyadartahuan, "Satu Suara Untuk Jogja Tanpa Sirkus Lumba", Sabtu (3/11/2018). Puluhan orang menyuarakan penolakan terhadap sirkus lumba-lumba yang menjad ...

Budaya

Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018 Resmi Dibuka, Tahun Ini Hanya 18 Hari

Bernas.id - Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun 2018 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X dan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (2/11/2018). PMPS akan berlangsung ...

DIY

Sultan: Banyak ASN Takut Gunakan Anggaran

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dengan aparat penegak hukum (APH) di Kepatihan, Kamis (1/11). Kerjasama itu dilakukan karena s ...