Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Seleksi Komisioner KID Diharapkan Jangan Hanya untuk Penuhi Undang-undang

YOGYA, BERNAS.ID- Pemda DIY membuka penerimaan Calon Anggota Komisi Informasi Daerah (KID) DIY untuk periode 2019-2023. DPRD DIY berharap agar proses seleksi KID DIY menghasilkan komisioner yang kapabel supaya keberadaan KID tidak hanya sek ...

DIY

Pemkot Jogja Konsultasikan Penyerahan Aset Terminal Giwangan ke DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan konsultasi ke Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terkait penyerahan aset Terminal Giwangan kepada Kementerian Perhubungan. Ini sebagai tindak lanjut rencana revitalisasi termin ...

DIY

HUT Bhayangkara ke-73, Polri Pecahkan Rekor MURI Operasi Bibir Sumbing Terbanyak

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73 bertema "Dengan Semangat Promoter, Pengabdian Polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara", Polri bekerjasama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial (PABMI) dan Smi ...

DIY

Begini Suasana Ketika Gubernur DIY Syawalan Dengan Walikota Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono beserta Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X menggelar acara syawalan dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan tokoh masyarakat Kota Jogja, Senin (17/6/2019) di Halaman Balaikota. Acara ...

Hukum dan Kriminal

Kasum TNI Cek Kesiapan Satgas Pamtas RI-Malaysia

BALIKPAPAN, BERNAS.ID - Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI), Letjen TNI Joni Supriyanto melakukan pengecekan dan memeriksa kesiapan operasi 450 prajurit pada Gelar Pasukan Satgas Yonif Raider-600/Modang dalam rangka tuga ...

Hukum dan Kriminal

Penemuan Mayat Bayi Dalam Sumur Gegerkan Warga Tulangbawang

TULANGBAWANG, BERNAS.ID - Penemuan mayat seorang bayi menggegerkan warga Unit 2, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang, Propinsi Lampung. Mayat bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ditemukan telah terapung di dalam sum ...

Hukum dan Kriminal

Sebar Hoax di Grup WA, Siap-Siap Ditangkap Tim Cyber Polri

JAKARTA, BERNAS.ID - Maraknya penyebaran hoax yang bisa menyesatkan di Grup Whatsapp, membuat Tim Cyber Polri merasa perlu melakukan pemantauan terhadap kegiatan didalam Grup WA tersebut, agar masyarakat tidak salah dalam menerima informa ...

Lifestyle

Ngonthel Bareng Cara Unik Polres Blitar Jaga Persatuan dan Kesatuan

BLITAR, BERNAS.ID - Untuk menjaga situasi kamtibmas agar kondusif dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa pasca Pemilu 2019, berbagai upaya telah dilakukan oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Salah satunya seperti yan ...

Pariwisata

Plt Bupati Mesuji Terpesona Keindahan Panorama Danau Ranau

OKU SELATAN, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji Propinsi Lampung melakukan studi banding yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mesuji Saply TH di Wisata Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU ...

Daerah

Oku Timur Ikuti PEDA KTNA di Musi Banyu Asin

BATURAJA, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU) Timur melalui Dinas Pertanian OKU Timur akan menerjunkan 40 peserta kontingen dalam acara Pekan Daerah Kelompok Tani - Nelayan Andalan (KTNA) ke XIII yang akan berlan ...

Olahraga

Ratusan Orang Ikuti Jalan Sehat Hari Lahir Pancasila

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat Hari Lahir Pancasila, pada Jumat pagi 14 Juni ...

DIY

Airnav Kesulitan Cari si Pelepas Balon Udara Liar

SLEMAN, BERNAS.ID- Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI)  cabang Yogyakarta  atau AirNav Indonesia cabang Yogyakarta mengaku kesulitan untuk mencari pelepas balon udara liar yang masuk j ...

DIY

Walikota Lantik Dewan Pengawas dan Direktur Bank Jogja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti siang ini melantik Sigit Arie Heryanto sebagai Direktur Bisnis dan Operasional Perusahaan Daerah (PD) Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Bank Jogja dan Yuni Istanto sebagai Anggota Dew ...

DIY

Kejadian Laka Lantas Operasi Ketupat 2019 di DIY Naik

SLEMAN, BERNAS.ID- Kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat Operasi Ketupat Progo (29 Mei-10 Juni 2019) mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2018 lalu. Dari data Polda DIY,  jumlah laka la ...

DIY

Balon Udara Raksasa Jatuh di Jatirejo Mlati Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Hari Rabu sore kemarin (12/6), sekira pukul 17.30 WIB, warga Jatirejo RT05/RW22, Sendangadi, Mlati, Sleman dikejutkan dengan jatuhnya balon udara raksasa warna kuning yang tersangkut di wilayah tersebut. Selama 10 menit, ...

Ekonomi

Presiden Jokowi: Perang Dagang Munculkan Peluang Baru bagi Indonesia

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu, 12 Juni 2019, menerima kunjungan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, ...

DIY

Warga Bantul Gelapkan Puluhan Mobil Rental

SLEMAN, BERNAS.ID- Kepolisian Sektor (Polsek) Mlati Sleman Yogyakarta berhasil meringkus pemuda berinisial ARW (29) warga Tamantirto, Kasihan, Bantul, pelaku penggelapan kendaraan bermotor berupa 3 buah mobil dan 1 buah handphone. Penggelap ...

Budaya

Sultan : Saling Memaafkan Membuat Kita Legowo

YOGYAKARTA, BERNAS ID - Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X berpesan bahwa memaafkan itu sejatinya dapat memerdekaan diri kita dari rasa dengki dan kekerdilan hati. Sehingga, dengan sa ...

Hukum dan Kriminal

Operasi Ketupat Progo 2019 Polres Bantul : Wilayah Bantul Aman dan Kondusif

BANTUL, BERNAS.ID - Operasi Ketupat Progo 2019 di wilayah hukum Polres Bantul sudah selesai. Tidak ada kejadian menonjol dalam pelaksanaan operasi yang dilaksanakan selama 13 hari itu. Diungkapkan Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan, S ...

DIY

Sri Sultan Ingin Masyarakat Jalin Benang-benang Solidaritas Kembali

SLEMAN, BERNAS.ID- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menghadiri silaturahmi dan syawalan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa 11 Juni 2019. Rombongan Sultan tiba sekitar pukul 09.00 WIB d ...

Politik

Koper Jomin: Jokowi Berikan Layanan Terbaik Bagi Pemudik

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua Umum Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat atau Koper Jomin H Ayep Zaki menolak tudingan jika pemerintahan Jokowi tidak bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat karena macetnya jalan tol trans Jawa akiba ...

DIY

Buya Syafii Menilai Menhan Sosok yang Positif

SLEMAN, BERNAS.ID-Guru Bangsa, Buya Syafii Maarif menilai sosok Menteri Pertahanan RI (Menhan), Ryamizard Ryacudu sebagai sosok yang positif. Hal ini disampaikannya seusai menerima kunjungan Menhan di kediamannya yang terletak di Nogotirto, ...

DIY

Menhan Bertemu Buya Syafii Bicara Masalah Agama dan Moral Bangsa

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengunjungi Guru Bangsa, Buya Syafii Maarif untuk silahturahmi di kediamannya yang terletak di Nogotirto, Gamping, Sleman, Selasa pagi sekira pukul sepuluh, 11 Juni 2019. ...

Pendidikan

Cak Nun: Hidup Itu Kolusi dengan Allah

SLEMAN, BERNAS.ID- Hari pertama masuk setelah libur panjang Lebaran, keluarga besar UNY melaksanakan kegiatan syawalan. Hampir 2000 orang dosen, tenaga pendidik, dan perwakilan mahasiswa UNY mengikuti kegiatan halalbihalal di Auditoriu ...

DIY

Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Sleman Lakukan Sidak

SLEMAN, BERNAS.ID- Bupati bersama Wakil Bupati Sleman lakukan inspeksi mendadak (sidak) hari pertama masuk kerja pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman setelah libur panjang Lebaran, Senin 10 Juni 2019. Sidak ini dilakukan selepa ...

Ekonomi

Pemudik dengan Moda Pesawat Terbang di Jogja Stabil

SLEMAN, BERNAS.ID- General Manager PT Angkasa Pura I, selaku pengelola Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan puncak arus balik di Bandara Internasional Adisutjipto terjadi hari Sabtu kemarin, (8/6/2019). Ia menyeb ...

DIY

Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas dan Lava Pijar

SLEMAN,BERNAS.ID- Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten, kembali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur 1000 meter, amplitudo 60 milimeter dan berdurasi 198,16 detik ke arah hulu sungai ...

DIY

Banyak Balon Udara Liar di Jalur Penerbangan, Kemenhub Minta Aparat Bertindak Tegas

SLEMAN, BERNAS.ID-Kementerian Perhubungan merasa prihatin karena masih ditemukan banyaknya balon udara yang diterbangkan oleh masyarakat pada arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2019 ini. Hal tersebut banyak dilaporkan oleh para pilot y ...

DIY

Informasi Arus Balik Terminal Giwangan

YOGYA, BERNAS.ID - Puncak arus balik angkutan Lebaran 2019 di Terminal Giwangan Yogyakarta diperkirakan terjadi pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6). Diperkirakan, jumlah penumpang yang diberangkatkan berkurang dibanding tahun lalu. “ ...

DIY

Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Ribuan umat muslim dari berbagai wilayah Kabupaten Sleman memadati lapangan Denggung, Sleman untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1440 H, Rabu 5 Juni 2019. Sholat Idul Fitri dimulai tepat pukul 07.00 WIB, lalu dilanjut ...

Budaya

1 Syawal 1440 H Jatuh Pada Tanggal 5 Juni 2019

JAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah melalui Kementerian Agama RI, menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriyah jatuh pada 5 Juni 2019 Masehi. Penetapan ini dilakukan setelah Kemenag menggelar sidang isbat, Senin (3/6/2019) malam, di Kementerian Agama, ...

Budaya

Presiden Jokowi : Idul Fitri Momen untuk Mempererat Persatuan dan Persaudaraan Bangsa

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi seluruh rakyat Indonesia yang merayakan. Dengan berlatar suasana mudik menjelang hari raya, Presiden juga menyampaikan harapannya agar Idul Fitr ...

DIY

Kakak Beradik Asal Solo Ini Mencuri di Pakem untuk Kebutuhan Lebaran

SLEMAN, BERNAS.ID- Siang bolong sekira jam 12 siang, dua pencuri bernama Kus Hardjanto (45) dan Kus Hartono (43) nekat mencuri di toko kelontong yang terletak di Jalan Kaliurang Km 21, Dusun Purworejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman, pad ...

Pariwisata

Kebon Kaktus dan Kandang Merino Wahana Baru di Puri Mataram

SLEMAN, BERNAS.ID - Bupati Sleman, Sri Purnomo meresmikan wahana wisata baru berupa Kebon Kaktus dan Kandang Merino di Komplek Puri Mataram, Sleman, Jumat (31/5/2019). Puri Mataram yang merupakan salah satu unit usaha BUMDes Tridadi Makm ...

Pendidikan

Pancasila Perlu Dijadikan Sumber Inspirasi "Politik Harapan" Bangsa

SLEMAN, BERNAS.ID- Universitas Gadjah Mada menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Halaman Balirung UGM. Upacara tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa ...

Kesehatan

Ani Yudhoyono Tutup Usia

SINGAPURA, BERNAS.ID - Ani Yudhoyono, istri Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, meninggal dunia di tengah perjuangannya melawan kanker darah (leukemia) di National University Hospital, Singapura, Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu S ...

DIY

BMI DIY Peringati Harlah Pancasila dengan Serangkaian Kegiatan

SLEMAN, BERNAS.ID- Banteng Muda Indonesia (BMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan serangkaian kegiatan untuk peringatan harlah (hari lahir) Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Nicolaus Langgeng Suksmanto, Penanggu ...

Politik

Muhammadiyah Imbau Hentikan Pertikaian Pasca Pilpres

YOGYA, BERNAS.ID - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak berbagai pihak melakukan silaturahmi kebangsaan, sebab kini muncul ketegangan dan kerusuhan pasca Pemilu 2019. Bila tidak, Indonesia akan menuju perpecahan. Ketua Umum Pimpinan Pusa ...

Kesehatan

Layanan Kesehatan di Kota Yogyakarta Selama Libur Lebaran Tetap Buka

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Layanan fasilitas kesehatan di Kota Yogyakarta selama musim liburan Lebaran tetap berjalan normal sebagaimana biasanya, hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Fita Yulia Kisworini, M.Kes, Rab ...

DIY

Rekayasa Arus Mudik, Jalur Sisi Barat Proyek Underpass Kentungan Dibuka

SLEMAN, BERNAS.ID- Antisipasi kepadatan arus kendaraan mudik Lebaran 2019, sisi barat proyek underpass Kentungan dibuka sejak Rabu (29/5) hari ini, sementara pekerjaan proyek diberhentikan total selama libur Idul Fitri 1440 Hijriah. Pemb ...

DIY

Mudik Lebaran, Jalan Denggung-Wonorejo Dibuka Sementara

SLEMAN, BERNAS.ID- Jalan Dengung-Wonorejo telah dibuka untuk sementara waktu jelang libur Lebaran atau Idul Fitri 1440 Hijriah pada H-7 sampai H+7 (tanggal 29 Mei-10 Juni 2019). Pembukaan jalur ini dilakukan karena pembangunan empat jembata ...

Pendidikan

XL Axiata – Kementerian Agama Luncurkan Program Madrasah Aliyah 4.0

JAKARTA, BERNAS.ID - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bekerja sama mengembangkan pendidikan berbasis digital di sekolah setingkat Madrasah Aliyah. Program ini akan menjangkau sedikitnya 400 Mad ...

DIY

Edarkan Sabu-sabu, Imbalannya Sabu-sabu

SLEMAN, BERNAS.ID- Polres Sleman berhasil meringkus satu orang berinisial PU (36), warga Surakarta, Jawa Tengah, yang diduga terkait peredaran sabu jaringan Solo-Yogya di wilayah hukum Sleman. PU ditangkap petugas di Banjarsari, Surakarta, ...

DIY

Arus Mudik di Bandara Adisutjipto Terpantau Mengalami Kenaikan

SLEMAN, BERNAS.ID- Menyambut momen lebaran dan libur panjang, Juni 2019, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta melaksanakan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2019 (1440 H). Apel pembukaan posko te ...

Pariwisata

Libur Lebaran, Dispar DIY Siapkan Toilet dan Objek Wisata yang Bersih

BANTUL, BERNAS.ID- Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki persiapan jelang liburan Idul Fitri 1440 Hijriah. Persiapan ini dilakukan mengingat kenaikan wisatawan pada tahun 2018 lalu. Kepala Dinas Dispar DIY, ...

DIY

Operasi Ketupat 2019 Digelar Selama 13 Hari

SLEMAN, BERNAS.ID- Jelang Idul Fitri 1440 Hijriah, Polda DIY bersama TNI beserta komponen masyarakat melakukan apel gelar pasukan Operasi Ketupat tahun 2019 di Halaman Mapolda, Selasa (28/5). Operasi Ketupat Tahun 2019 akan digelar selama 1 ...

DIY

475 Petugas Disiagakan untuk Operasi Ketupat Progo Kota Jogja 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Polresta Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo 2019 di Halaman Timur GOR Among Rogo, Selasa (28/5/2019). Bertindak sebagai pemimpin apel Walikota Jogja Haryadi Suyu ...

Pariwisata

E-Pesta, Aplikasi untuk Melindungi Pariwisata dan Wisatawan di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk mewujudkan akuntabilitas Kawasan Wisata Nasional di Kabupaten Sleman yang meliputi pencegahan terhadap kecelakaan, pengaduan masyarakat dan mencegah temuan hasil pemeriksaan, Bupati Sleman, Sri Purnomo meluncurkan a ...

DIY

Konsep Khilafah Versi Ahmadiyah, Beda Dengan Khilafah Islam Mainstream

SLEMAN, BERNAS.ID - Khilafah Islamiyah umumnya selalu diidentikkan dengan sistem politik. Hal ini bisa dimaklumi, karena konsep khilafah yang mencuat ke permukaan adalah model khilafah Hizbut Tahrir, ISIS, atau Al-Qaeda yang jelas-jelas ori ...

DIY

Operasi Angkutan Lebaran 2019 Sleman dengan Jalur Alternatifnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Terkait adanya peningkatan pengendara bermotor roda dua ataupun roda empat, Kabupaten Sleman telah memiliki rencana Operasi Angkutan Lebaran tahun 2019 untuk pengendalian arus kendaraan. Operasi Angkutan Lebaran akan dila ...