Korupsi Dipandang dari Sisi Psikologi Sosial


22 November 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikologi Sosial

Bernas.id - Melenceng dari tujuan pembuatan, mega proyek E-KTP malah berujung pada perkara. Kasus e-KTP pun telah bergulir selama hampir 6 tahun sejak tahun 2011 hingga akhirnya disidangkan PN Tipikor.

Tahun 2016, KPK baru mengumumkan total kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 2,3 triliun. Dari 2,3 trilyun, sebanyak Rp 250 miliar dikembalikan kepada negara oleh 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Total ada 280 saksi yang dipanggil KPK sebagai saksi terkait dengan skandal e-KTP ini. KPK lalu menetapkan 1 orang lagi sebagai tersangka, yaitu eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman pada 30 September 2016. Kasus ini dilimpahkan oleh KPK ke PN Tipikor pada 1 Maret 2017. Ada 24 ribu lembar berkas kasus dan 122 halaman dakwaan dalam kasus ini.

Nama-nama terkenal pun mulai bermunculan, mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang saat itu menjabat anggota Komisi II DPR, hingga Menkumham Yasonna Laoly, yang dulu juga duduk di komisi sama. Keduanya disebut juga ikut menerima suap dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini. Dugaan keterlibatan itu menjadi lebih terang setelah jaksa KPK, pada sidang hari Kamis (09/03/2017) saat itu, mengumumkan nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi, baik Ganjar maupun Yasonna termasuk di dalamnya.

Selain dua terdakwa, KPK juga telah memeriksa 19 politikus yang menjabat sebagai wakil rakyat di DPR pada tahun 2011-2012 seperti Chairuman Harahap yang kala itu menjabat ketua komisi II (komisi pemerintahan DPR) dan Setya Novanto, yang saat itu menduduki posisi ketua fraksi Partai Golkar. Kini, menduduki Ketua DPR.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, SPSI, MSI, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara pun memberikan pandangannya terkait maraknya dan tak habis-habisnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya pejabat negara. “Korupsi adalah gejala kompleks. Terdapat sejumlah sudut pandang untuk membedahnya. Salah satunya adalah sudut pandang psikologis, yaitu psikologi orang yang takut mati. Apakah ada manusia yang tidak takut mati? Saya akan jelaskan. Kita semua menyimpan ketakutan akan kematian, setiap hari. Ketakutan itu kita simpan diam-diam, walau sesekali kita ungkapkan juga secara terbuka,” katanya.

Simak uraiannya:

Bagaimanapun, rasa cemas akan kematian itu menyiksa batin seseorang. Orang merasa tidak berdaya di hadapan fakta kematian. Fakta itu berpotensi membawa kehampaan atau perasaan bahwa "saya dan hubungan-hubungan saya tidak akan berlanjut", "saya akan menjadi nihil". Nah, supaya pikiran seseorang tidak dibalut dengan rasa cemas akan kematian, orang membangun cara hidup. Tujuannya satu, yakni untuk melindungi diri dari kecemasan akan kematian itu, bahkan bila dapat, mengatasi kematian itu. Orang ingin "mengabadikan" hidupnya. Apakah mungkin? Bagaimana caranya?

Manusia adalah makhluk yang kreatif. Ia tidak mau dibatasi oleh kematian. Oleh karena itu "keabadian" dibangunnya secara psiko-simbolik karena badan pasti hancur. Dia membangun makna hidup, dia memeluk atau menganut pandangan hidup tertentu. Dengan cara tersebut, harga diri seseorang yang tadinya jatuh di hadapan fakta kematian yang tak terhindarkan dan tidak bisa dia kendalikan itu, kemudian ditegakkan kembali.

Persis di sinilah titik kritisnya. Pandangan hidup semacam apa yang bisa sukses mengatasi perasaan diri kecil, "bodoh", dan tak berarti di hadapan fakta kematian? Ada orang-orang yang menyerahkan dirinya pada pandangan hidup yang menekankan penguasaan terhadap lingkungan. Dengan berkuasa dia merasa diri bermakna. Kekuasaan dipandang sebagai rantai yang menghubungkan segala macam hal, orang, dan peristiwa, yang membuat dia tidak gamang lagi. Dengan itu, dia merasa---sekali lagi: merasa---bahwa dia telah menggengam sesuatu yang tidak dapat dicuri atau diambil oleh kematian. Eksistensi dirinya merasa diteguhkan.

Hasrat berkuasa itu biasanya beriringan dengan hasrat akan materi. Bila kita cermati, materialisme dan konsumtivisme telah menjadi semangat zaman ‘now’, sayangnya, sebagai cara paling dangkal dan banal yang dipilih manusia untuk memulihkan dan meningkatkan makna dan harga diri yang dirusak oleh fakta tentang ancaman kematian. Dengan uang, kekuasaan, dan kepemilikan, kebanyakan orang merasa aman bahkan bahagia secara biologis, psikologis, dan kultural. Tidak heran bahwa orang-orang seolah sedang berlomba-lomba untuk secepat mungkin meraih hal-hal tersebut, dengan berbuat korupsi, supaya kecemasan akan kematian berhenti mengejarnya. Apakah kecemasan itu benar-benar berhenti, katakanlah jika orang mencapai puncak kekuasaan dan kepemilikan; itu persoalan yang lain lagi.

Oleh kreativitasnya itu, perasaan akan keabadian juga diciptakan manusia melalui pemikiran bahwa walaupun tubuh fisik ini hancur, namun gen yang dia warisi melalui putra-putri dan cucu-cicitnya akan melambangkan bahwa keberadaan dirinya berlanjut walau dia sudah mati. Secara kultural, gen itu berkorespondensi dengan nama keluarga. Itu sebabnya korupsi itu sangat egois. Pusat sebenarnya adalah diri sendiri, tetapi seolah-olah diabdikan untuk kepentingan orang lain.

Kenyataannya, kreativitas manusia membuat perhatiannya tentang untung-rugi material menggunakan sarana yang disebut atau dianggapnya sebagai "keadilan sosial". Dikaitkan dengan ungkapan sebelumnya, mengenai "kekuasaan sebagai rantai penghubung" untuk "mengatasi" kematian, akan sangat sulit rantai itu terbentuk dan terpelihara jika manusia tidak memperhatikan apa yang adil dan apa yang membahagiakan buat relasi-relasinya. Relasi atau hubungan itu justru penting untuk mengukuhkan identitas dan status seseorang. Oleh karenanya, membela harga diri kelompok dianggap sama pentingnya dengan membela harga diri orang per orang yang terancam oleh fakta tentang kematian. Ini menjadi pendorong "korupsi berjamaah". Hal ini karena kelompok ikut menghadirkan kebanggaan dan kehormatan diri bagi seseorang yang bisa membuat orang tidak melulu terbalut oleh kecemasan akan kematian.

Kendati demikian, hal-hal di atas hanya segelintir dari sekian banyak pandangan hidup. Ada pandangan hidup yang jelas-jelas menilai bahwa perasaan abadi yang dihasilkan oleh materi dan kekuasaan yang dijustifikasi dengan persepsi "keadilan sosial" adalah sebuah ilusi psikologis. Kalaupun di atas disebut-sebut tentang adanya kebahagiaan, kebahagiaan itu dicurigai sebagai semu.

Ilusi itu berarti bahwa orang menghargai terhadap sesuatu yang sejatinya tidak berharga. Orang memberikan nilai tinggi akan sesuatu yang tidak setinggi itu nilainya. Sebagai contoh, orang yang menjalani gaya hidup "tampil" dengan segala fashion dan motif untuk dikagumi secara sosial (dan dengan demikian "sejenak" melupakan kematian), pada sejumlah momen dalam hidupnya akan mengirimkan sinyal kepada diri sendiri, dan mengatakan bahwa ada aspek diri yang lebih hakiki daripada sekadar impresi yang ada di permukaan itu. Diri yang 'tampil' itu ternyata bukan diri yang otentik, bukan diri yang sejatinya diinginkannya, dan dia harus membayar dengan memburuknya pandangan terhadap moralnya sendiri.

Terhadap sinyal itu, orang dapat berulang-ulang menyerahkan dirinya pada sesuatu yang dianggap sebagai "tekanan" semangat zaman yang tak terhindarkan. Dengan demikian, korupsi pun dibenarkan, bahkan diberikan kerangka makna sesukanya sendiri, misalnya "korupsi itu pelicin pembangunan dan untuk kepentingan kita yang lebih besar". Sampai pada taraf psikologis ekstrim, emosi moral---yaitu rasa malu dan rasa bersalah---yang seharusnya fungsional untuk mengantisipasikan dan mengerem perilaku koruptif menjadi kendur dan mengalami erosi. Orang bahkan tidak segan untuk melakukan apa yang dalam masyarakat kita digambarkan sebagai "maling teriak (orang lain) maling" atau mengorbankan orang lain demi citra dirinya yang dibangun dengan mental korup.

Oleh karena itu, dinamika "psikologi orang yang takut mati" ini mesti dipahami dan diberikan implikasi sosial kalau kita ingin mencegah dan memberantas korupsi. Bukan dengan serta-merta menganjurkan dan menerapkan hukuman mati, apalagi jika kita belum mampu menjamin juga bahwa sistem hukum kita sudah bebas dari korupsi. Sekarang memang ada gejala yang namanya anti-intelektualisme, sederhananya: kemalasan berpikir, sehingga solusi-solusi yang bersifat simplistik, seperti hukuman mati, pun ditelurkan.

Saya mengajak kita semua untuk memeriksa pandangan-pandangan hidup apakah yang bekerja dalam diri dan masyarakat kita yang berguna untuk mengatasi kecemasan akan kematian. Kematian ternyata secara paradoksikal merupakan etos pertumbuhan karakter hidup seseorang, apakah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Tetapi, pandangan-pandangan itu perlu disadari saling berkompetisi dan menciptakan apa yang oleh sosiolog disebut situasi anomik atau kesimpangsiuran norma. Mana sajakah yang berpotensi membungkam, atau sebaliknya, memfasilitasi moralitas positif? Persepsi tentang keadilan sosial seperti yang dipaparkan sebelumnya perlu dipikirkan ulang.

Wajib juga jujur dengan bahasa kita sendiri. Kalau pelicin sejatinya adalah pemorakporanda, apakah akan bertahan dengan sebutan pelicin? Contoh lain, dalam dunia Perguruan Tinggi (yang kata orang, disanalah "nurani masyarakat" terletak), praktik "bagi-bagi nama" (gift authorship) dalam penulisan artikel jurnal ilmiah tidak sedikit terjadi. Seorang guru/dosen yang disebut "pembimbing" namun tidak signifikan menyumbangkan gagasan maupun tulisan atas karya ilmiah bimbingannya tetapi menghasut siswa/mahasiswanya untuk mencantumkan namanya sebagai salah seorang penulis artikel jurnal/prosiding konferensi demi untuk memperoleh angka kredit kenaikan jabatan. Demikian juga terjadi di antara sesama sejawat dan hubungan atasan-bawahan di kampus. Bukankah ini wajah korupsi akademik yang dipoles dengan bahasa "gotong royong", "kolaborasi", dan "supervisi"? Apakah istilah "rasuah" yang digunakan oleh media massa mengecilkan pemahaman kita tentang "korupsi"?

Selanjutnya, mana yang bernilai dan mana yang tidak bermakna bagi kemanusiaan kita perlu dirumuskan sungguh-sungguh. Saya dengar, sedang direncanakan perumusan 25 butir Pancasila oleh Unit Kerja Presiden. Ini merupakan inisiasi yang bagus. Hanya saja problem "verbalisme Pancasila" selama ini perlu melibatkan studi-studi yang kreatif, supaya anti-intelektualisme tidak terjadi. Ada perbedaan yang jelas antara "kepatuhan (di mata) publik" (public compliance) dan "penerimaan batin" (private acceptance). Kalau suatu saat lahir "Indeks Keber-Pancasila-an", apakah perbedaan tersebut telah diperhitungkan, supaya jangan sampai terjadi korupsi dalam makna dan pengamatan? Jawab atas pertanyaan-pertanyaan ini diharapkan mendekatkan kita pada pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhirnya, sama halnya bahwa pengatasan terhadap tendensi korup seseorang dimediasikan secara jelas oleh pandangan hidup dan bahasa, maka pencegahan dan pemberantasan kecenderungan korup secara sosial/institusional seharusnya dimediasikan secara tegas oleh perangkat sosial/institusional yang secara sengaja diciptakan untuk itu. Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi sentral dalam hal ini.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Warga Bersama TNI dan Polri Ramai-Ramai Bersihkan Kali Code

Bernas.id - Warga kawasan Kecamatan Jetis Yogyakarta melakukan bersih-bersih Kali Code, Minggu (22/7/2018), bersama TNI dan Polri. Ini adalah bagian dari rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0734 Jogja. "Kami ...

Pendidikan

Launching Milad 1 Abad Mu'allimaat

Bernas.id - Tahun 2018 menjadi tahun yang spesial bagi Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, pasalnya pada tahun ini Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta genap berusia 1 abad. Direktur Madrasah Mu'allimaat Muh ...

Pariwisata

Situasi Tegang, Ledakan Bom, dan Baku Tembak Begitu Kuat di Film 22 Menit

Bernas.id – Situasi tegang ketika terjadi aksi penyerangan teroris menjadi hal utama yang coba diangkat Film 22 Menit. Ledakan bom, baku tembak, dan situasi kacau menjadi hal yang dirasakan ketika menonton film aksi garapan Eugene Pan ...

Pendidikan

Kemendikbud RI, Gerakan Kabupaten Sleman Membaca Bagian dari Gerakan Literasi Nasional

Bernas.id – Kasubdit Keaksaraan dan Budaya Baca, Dirjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Dr Kastum, Mpd menyatakan bahwa pencanangan kampung literasi Wijaya Kusuma di Dusun Karan ...

Olahraga

Ratusan Perempuan Senam Bersama Peringati HUT Perwosi DIY

Bernas.id - Memperingati HUT ke-51 Tahun 2018,  Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara peringatan di halaman Balaikota Jogja, Sabtu (21/7/2018). Peringatan ditandai dengan senam ...

Kesehatan

Sri Muslimatun: Kami Sangat Berkepentingan untuk Kesehatan Anak

Bernas.id – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyatakan bahwa Kabupaten Sleman memiliki kepentingan besar terhadap kesehatan anak. Ia menegaskan deklarasi Lantera Simanja (Perlindungan Anak terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak S ...

Budaya

Mesemeleh, Tema FKY 2018. Catat Tanggalnya...

Bernas.id - Ajang seni tahunan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) siap menyapa warga Jogja pada tanggal 23 Juli hingga 9 Agustus 2018. FKY tahun ini akan diselenggarakan untuk ke-30 kalinya, dan akan diadakan kembali di Planet Pyramid yang ...

Budaya

Ini Keunikan Surjan Busana Tradisional Jawa

Bernas.id -- Surjan busana tradisional Jawa dari Yogyakarta, selain memiliki makna filosofi spitirual yang tinggi dan memiliki keunikan berupa penyebutan guntingan pola kain dalam menjahit pembuatan surjan. Proses pembuatan surjan dalam mem ...

Pendidikan

Rektor UNY: Hasil Riset PKM Dapat Digunakan Sebagai Skripsi

Bernas.id - Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Direktorat Kemahasiswaan dan Perguruan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Misbah Fikriyanto mengucapkan rasa terima kasihnya pada UNY yang bersedia men ...

DIY

Salahgunakan Psikotropika, 4 Orang Diamankan di Polda DIY

Bernas.id- Petugas Satresnarkoba Polda DIY meringkus 4 orang yang diduga menyalahgunakan Psikotropika. Tersangka DM (23), IN (28), ATR (18), dan AP (23) diamankan polisi pada hari Kamis (19/7/2018) sekira pukul 00.30 WIB, Daerah Istimewa Yo ...

DIY

BNNK Sleman: Gamping Rawan 1 Penyalahgunaan Narkoba

Bernas.id – Kepala BNNK, Drs Kuntadi, Msi, menyebut bahwa Kabupaten Sleman juga menjadi salah satu area peredaran narkoba dengan Depok yang menjadi barometernya. Namun, daerah pinggiran kota juga memiliki kerawanan yang hampir sama, R ...

DIY

Gelombang Tinggi di Pantai Selatan, Ini yang Dilakukan BPBD DIY

Bernas.id--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY siap melakukan penanaman bakau di Pantai Selatan. Ini untuk mencegah kerusakan saat gelombang tinggi tiba.  Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan, penanaman ...

Olahraga

Peringati HANI, BNNK Sleman Adakan Senam Massal

Bernas.id – Meningkatkan kesadaran warga Sleman tentang bahaya narkoba, BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman adakan senam massal bertajuk “Senam Sehat Anti Narkoba”, khususnya Ke ...

Pendidikan

Ratusan Penelitian Ilmiah Pelajar Jogja Ditampilkan di SRE'18. Apa Menariknya?

Bernas.id - Sagasitas Research Exhibition (SRE) 2018 dibuka mulai hari ini, Jumat (20/7/2018) hingga tanggal 21 Juli 2018 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), UGM. Ini adalah sebuah pameran ilmiah tahunan yang menampilkan ra ...

Budaya

Luna Maya dan Sara Wijayanto Beberkan Hal Unik Syuting Film Sabrina

Bernas.id - Sederet bintang film horor Sabrina hadir di Jogja, bertutur tentang hal mistis yang mewarnai proses syuting film tersebut. Pengalaman mistis pun dibagikan para pemain dalam acara Meet and Greet film Sabrina, di Ambarrukmo Pla ...

Olahraga

Menlu Retno dan Ribuan Siswa Kota Yogyakarta Sambut Obor Asian Games 2018

Bernas.id – Kota Yogyakarta menjadi sangat spesial karena menjadi kota pertama yang mengawali kirab obor Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus – 2 Septemebr 2018. Akan ada 54 Ko ...

DIY

ACT Ajak Masyarakat Berkurban

Bernas.id - Setiap tahunnya, perayaan Idul Adha selalu membawa serta spirit meraih takwa dan membahagiakan sesama. Ibadah kurban menjadi momen umat muslim untuk semakin mendekatkan diri pada ilahi. Untuk tahun ini, Global Qurban-Aksi Cepat ...

Pariwisata

Tour De Merapi, Kenalkan Desa Wisata dan Pasar Tradisional Sleman

Bernas.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman kembali menggelar Tour de Merapi 2018 yang sudah dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun 2003. Tour de Merapi kali ini mengusung tema “Jajah Deso Milang Pasar” yang a ...

DIY

Inilah 4 Titik Pelanggaran Parkir di Jogja yang Paling Sering Ditemui

Bernas.id  - Dinas Perhubungan Kota Jogja mengakui, di beberapa titik di Kota Jogja memang sering ditemukan pelanggaran parkir. Hingga kini di beberapa titik ini masih sering ditemukan banyak pelanggaran parkir meskipun sudah dilakukan ...

Olahraga

Tujuh Atlet Legendaris Beri Dukungan Asian Games 2018

Bernas.id - Sedikitnya tujuh atlet legendaris di Indonesia ikut memberikan dukungan semangat kemenangan dalam parade kirab obor Asian Games 2018. Bersama salah satu operator transportasi online yang menjadi official partner Asian Games 2 ...

DIY

Enam Parpol Daftarkan 100% Bacalegnya ke KPU Kota Yogyakarta

Bernas.id - Enam partai politik di Kota Yogyakarta mendaftarkan 100 persen bakal calon legislatif yang diusungnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. Keenam parpol tersebut adalah Partai Nasdem, PKS, PDI Perjuangan, Gerindra ...

Pendidikan

TNI AD Berikan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Pada Peserta Didik Baru

Bernas.id - Mayor Kav Cecep Saepudin, S.Sos memberikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada siswa SMK Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) Yogyakarta, Rabu (18/07) di Aula Yonif 403, Kentungan, Sleman. Dalam paparannya May ...

DIY

PKPI Absen di Pileg Propinsi DIY

Bernas.id - Lima belas dari 16 partai politik di Propinsi DIY, sudah resmi mendaftarkan bakal calon legislatif yang diusungnya kepada komisi pemilihan umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga berakhirnya masa tahapan pendaftaran b ...

DIY

Kesundul, Oleng, Sedan Tabrak Tiang Listrik

Bernas.id – Kecelakaan sebuah mobil jenis sedan berwarna silver terjadi di depan Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta sekira pukul setengah tiga sore lebih. Mobil sedan terlihat ringsek bagian depan karena menabrak tia ...

Olahraga

Api Asian Games 2018 Singgah Sesaat di Candi Ratu Boko

Bernas.id – Sekitar pukul setengah tiga sore, api Asian Games 2018 yang dibawa langsung dari India dibawa singgah sesaat ke Candi Ratu Boko yang terletak di puncak bukit. Dengan dikawal oleh Bregodo Gotri Seloaji, api Asian Games 2018 ...

Ekonomi

Peluang Pemasaran Produk Lokal Jogja Lewat E-Commerce Masih Terbuka Lebar

Bernas.id -Pemasaran tradisional lewat ekspor dinilai bukan satu-satunya upaya untuk memperluas produk lokal hingga pasar internasional. Salah satu cara yang belum banyak dilirik adalah e-commerce, yang memiliki potensi jaringan pasar cukup ...

Pendidikan

Tindaklanjuti Aduan Warga, Forpi Temukan Hal Ini Saat Sidak di SMP 5 Jogja

Bernas.id - Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Yogyakarta mendatangi SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta, Rabu (18/7), guna meminta informasi terkait dengan jumlah pasti kursi kosong di SMP tersebut. Hal ini dilakukan guna men ...

DIY

Begini Perkembangan Revitalisasi Drainase Jalan Babaran

Bernas.id - Tahapan pekerjaan fisik revitalisasi drainase di Jalan Babaran Yogyakarta berjalan lebih cepat dari perencanaan. Hingga saat ini proses sudah mencapai lebih dari 40 persen dari total pekerjaan. "Pekan lalu, pekerjaan sud ...

Pendidikan

Begini Komentar Wakil Walikota Jogja Terkait Keluhkan "Blank Spot" PPDB

Bernas.id - Beberapa orang tua siswa mengadu ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (17/7/2028), menyampaikan keluhan adanya “blank spot” pada penerimaan peserta didik baru jenjang SMP di Kota Yo ...

Pendidikan

Keluhkan "Blank Spot" PPDB, Orang Tua Siswa Jogja Mengadu ke Forpi

Bernas.id - Dua orang tua siswa mengadu ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (17/7/2028). Mereka menyampaikan keluhan adanya “blank spot” pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP d ...

Ekonomi

Harga Telur Kini Mulai Stabil

Bernas.id -Harga telur di pasar tradisional Jogja mulai stabil di kisaran Rp26.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Demikian pula dengan harga bawang putih yang juga turun ke kisaran Rp23.000 - Rp24.000 per kilogram dari sebelumny ...

DIY

Kapolda DIY Akan Ikut Pawai Obor Api Asian Games 2018

Bernas.id – Kepala Polisi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Dofiri menyebut sudah melakukan persiapan dalam rangka pengamanan pawai obor api (torch relay) Asian Games 2018. Pengamanan akan dilaksanakan pada rute-rute jalan yang ...

Olahraga

Susi Susanti Ceritakan Pengalaman Bawa Api Asian Games 2018 dari India

Bernas.id - Susi Susanti, sebagai brand ambasador untuk Asian Games 2018 mengungkapkan kebanggaannya bisa dipilih untuk mengambil api secara langsung dari India. Susi Susanti membutuhkan waktu penerbangan sekitar 8 jam ketika membawa api As ...

Olahraga

Asian Games 2018, KSAU TNI AU: Dijamin Apinya Asli dari India

Bernas.id - Pukul delapan pagi tepat, Boeing 737 TNI AU yang membawa api Asian Games 2018 melintas dengan pengawalan khusus dari 5 pesawat tempur TNI AU, T50i Golden Eagle. Setelah mendarat, dilakukan penyerahan api ASEAN Games 2018 dari Ib ...

Olahraga

Erick Tohir, Asian Games 2018 Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Bernas.id – Dalam rangka menyambut api Asian Games langsung dari India ke Kota Yogyakarta, penampilan Dragon Track Banner menjadi pembuka pertama prosesi serah terima api ajang olahraga internasional empat tahunan ini. Dua pesawat uda ...

DIY

Hari Ini Pendaftaran Terakhir Caleg ke KPU

Bernas.id - Hari ini, Selasa 17 Juli 2018, merupakan hari pendaftaran terakhir bagi partai politik yang ingin mendaftarkan bakal calon legislatif yang diusungnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Hari ini kami tunggu hingga pukul 24. ...

DIY

Baru 4 Parpol Mendaftar di KPU Kota Yogyakarta

Bernas.id - Hingga hari ini sejak dibukanya pendaftaran bakal calon legislatif, baru empat partai politik yang mendaftarkan bacalegnya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. "Sampai hari ini pukul 16.00 WIB baru ada ...

DIY

Partai Nasdem DIY Resmi Daftarkan Caleg ke KPU DIY

Bernas.id - Tepat pukul 13.00 WIB, Rombongan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW Partai Nasdem DIY) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY guna mendaftarkan bakal calon legislatif (Baca ...

DIY

KPU Jogja Antisipasi Menumpuknya Pengajuan Caleg di Hari Terakhir

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja melakukan langkah antisipasi penumpukan pengajuan daftar calon anggota legislatif pada hari terakhir, Selasa (17/7) besok. Instansi tersebut memperbanyak jumlah petugas untuk mengecek kelen ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Jogja Tak Mau Sembarangan Berikan Kursi Kosong

Bernas.id - Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana menepis informasi yang beredar di masyarakat soal tersisanya kursi di sekolah-sekolah negeri favorit. Edy mengatakan saat ini hanya tersisa dua kursi di SMP Negeri 5 Yogyakarta ...

Budaya

Hanung Bramantyo, Studio Alam Gamplong Jadi Pusat Kebudayaan

Bernas.id – Sutradara film terkenal, Hanung Bramantyo menyebut bahwa Film "Sultan Agung" menjadi pemicu dirinya untuk menciptakan sebuah pusat kebudayaan di Yogyakarta dalam wujud set studio alam. Menurut Hanung, nantinya se ...

DIY

Bank Mata Yogyakarta Itu Masih Ada untuk Memberantas Kebutaan

Bernas.id – Masih minimnya pendonor kornea mata di Indonesia, Bank Mata Yogyakarta melakukan terobosan kerjasama melalui penandatanganan MoU dengan Nepal Eye Bank. Hasil dari kerjasama itu, Nepal Eye Bank bersedia menghibahkan 10 korn ...

Kesehatan

Minimnya Pendonor, RSUP Sardjito Datangkan Kornea Mata dari Nepal

Bernas.id – Masih minimnya pendonor kornea mata di Indonesia, Bank Mata Yogyakarta melakukan terobosan kerjasama melalui penandatanganan MoU dengan Nepal Eye Bank. Hasil dari kerjasama itu, Nepal Eye Bank bersedia menghibahkan 10 korn ...

Pendidikan

Kekurangan Siswa, Beberapa SD di Kota Jogja ini Terpaksa Digabung

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana melakukan penggabungan sejumlah sekolah dasar (SD) negeri. Penyebabnya beragam di antaranya jumlah siswa baru yang mendaftar semakin berkurang dari tahun ke tahun.  "Ada du ...

Olahraga

Serunya Nonton Final Piala Dunia di Jalanan Jogja

Bernas.id -- Keseruan warga Jogja terlihat pada hari Minggu (15/7) malam. Pasalnya, di berbagai titik, digelar pemutaran pertandingan sepakbola final Piala Dunia 2018. Salah satu titik yang ramai dipadati warga adalah di kawasan depan ka ...

DIY

Gara-gara Gemplong, Jokowi Tes Nama-nama Ikan Lagi di Sleman

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Dalam sambutannya, Dr BRA Mooryati Soedibyo, SS, Mhum meny ...

DIY

Harapan Jokowi, Desa Gamplong Menjadi Terkenal, Ekonomi Juga Hidup

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Presiden datang ke lokasi sekira pukul 15.35 WIB dengan rombo ...

DIY

Pasar Nini Thowok Pasar Tradisional yang Berbudaya

Bernas.id -- Nini Thowok adalah nama permainan tradisional yang melegenda bagi masyarakat Jawa, khususnya usia paruh baya tentu masih banyak yang mengenalnya. Boneka yang terbuat dari siwur (gayung dari bathok kelapa) yang dibentuk seperti ...

DIY

Pohon Gayam dan Asam Ditanam di Jalan Margo Utomo Bulan Depan

Bernas.id --Pembuatan lubang tempat menanam  pohon di Jalan Margo Utomo sudah mencapai tahap akhir. Diperkirakan, semua lubang sudah rampung dikerjakan pada pekan depan. Sementara pohon, yang berupa gayam dan asam, rencananya ditanam m ...

DIY

Ini Keterangan Polda DIY Terkait Baku Tembak di Sleman

Bernas.id - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY AKBP Yulianto memberikan keterangan terkait insiden baku tembak antara aparat kepolisian dengan terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 9,5 Sleman, pada Sabtu (14/07) sore. "Ini adalah ...