Ada 7 Jenis Korupsi di Masyarakat Lho! Yakin Anda Belum Pernah Korupsi?


29 November 2017

Ilustrasi (sumber foto: kompas[dot]com)

Bernas.id - Pernahkah Anda sebagai orang tua murid di akhir tahun ajaran beramai-ramai mengumpulkan uang dengan orang tua murid lainnya untuk membeli sesuatu dan diberikan kepada guru? Kalau pernah, berarti Anda sudah melakukan tindak pidana korupsi. Anda sebagai pelaku sekaligus perencana terjadinya korupsi. Jadi korupsi itu tidak saja berkenaan dengan mencuri uang negara, tapi melakukan pemberian sesuatu kepada seseorang sebagai ucapan terima kasih, menyuap untuk mendapatkan sesuatu. Dalam hal ini apakah negara dirugikan? Tidak sama sekali.

Menurut United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) atau Konvensi Antikorupsi PBB yang sudah diratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ada 7 jenis korupsi. Mengacu kepada UU NO.31/1990 jo UU NO.20/2001 menyebutkan bahwa korupsi mencakup 7 pengelompokan, yakni:

Pertama adalah korupsi yang merugikan negara. Tindak korupsi yang termasuk ke dalam kategori menimbulkan kerugian keuntungan negara pada umumnya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai jabatan dalam instansi pemerintah. Mereka mencari untung dengan melawan hukum dan merugikan negara, serta menyalahgunakan jabatan untuk mencari untung dan merugikan negara.

Contohnya adalah kasus yang menjerat Fuad Amin Imron, mantan Bupati Bangkalan. Fuad Amin Imron ditangkap KPK karena melakukan tindakan meminta bagian/jatah proyek investasi. Sebagai bupati, Fuad meminta fee dari anggaran APBD yang diterima satuan kerja perangkat daerah (SKPD) 2003-2010 sebesar Rp 159,126 miliar dan 2010-2013 sebesar Rp 182,574 miliar. Mengejutkan, jumlah fee 10 persen selama 10 tahun sebesar Rp 341 miliar. Ketua DPRD Bangkalan 2004-2019 itu terbukti melakukan kejahatan korupsi dan pencucian uang kurun 2003-2014 mencapai Rp 414 miliar. Sayangnya pada tahun 2014, Fuad ditangkap KPK.

Kedua, suap-menyuap. Tindak pidana korupsi berbentuk suap menyuap ini merupakan salah satu bentuk tindakan korupsi yang menjamur di masyarakat. Praktiknya bisa mudah dijumpai dalam kehidupan sehari. Bisa saja antara masyarakat dengan pejabat pemerintahan, pegawai pemerintahan dan pejabat di atasnya. Hal ini karena ada kepentingan tertentu. Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini adalah salah satu kepala daerah yang ditangkap tangan oleh KPK. Sri Hartini mengakui menerima suap seperti mutasi PNS di Setda Pemkab Klaten, rumah sakit, instansi lain. Ada pula jual beli jabatan, mutasi, dan promosi kepala sekolah.

Suap-menyuap, bisa juga antara orantua murid dengan guru utamanya saat kenaikan kelas. Orangtua murid bisa saja datang menemui wali kelas agar anaknya mendapat nilai bagus. Tak segan-segan ada yang sampai berani membayar dengan uang. Ada hakim yang disuap agar bisa meloloskan seorang tersangka.

Ketiga, penggelapan atau penyalahgunaan jabatan.  Tindak penyalahgunaan jabatan bisa saja dilakukan oleh masyarakat. Dalam institusi pemerintahan, pegawai negeri atau pejabat publik menyalahgunakan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang, pemalsuan bukti untuk pemeriksaan administrasi, penghancuran bukti atau membiarkan orang lain merusak bukti atau membantu orang lain merusak bukti. Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena penyalahgunaan wewenang dan menggunakan dana operasional menteri (DOM) untuk kepentingan pribadi.

Di lingkungan organisasi, komunitas, atau kelompok-kelompok yang melakukan kegiatan juga bisa terjadi. Contoh sederhana tindak penggelapan uang ini menuliskan bukti belanja yang jumlahnya lebih banyak atau malah membuat nota baru. Saat terlibat sebuah kepanitian, bisa saja seseorang meminta kwitansi kosong kemudian ditulis sebagai bukti belanja kebutuhan acara apa saja. Padahal uang itu masuk kantong pribadi.

Keempat korupsi berbentuk pemerasan. Pemerasan ini bertujuan ingin memperkaya diri sendiri tetapi merugikan orang lain. Seorang pejabat atau pengusaha bisa saja ‘memalak’ aset milik masyarakat agar proyeknya lancar. Namun, lahan miliki masyarakat terpaksa digusur dengan ganti rugi yang tak sebanding.

Kelima tindak korupsi dalam bentuk pemberian hadiah atau gratifikasi. Pengertian gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001, pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

KPK pernah membongkar kasus yang menjerat manta Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.  Dalam persidangan pada awal 2014, Anas terbukti menerima hadiah dari berbagai proyek pemerintah serta melakukan pencucian uang dengan membeli rumah di Jakarta dan lahan di Daerah Istimewa Yogyakarta senilai Rp 20,8 miliar.

Keenam, perbuatan curang. Tindakan korupsi ini adalah melakukan perbuatan agar bisa menyelematkan atau menguntungkan satu pihak. Curang yang biasa terjadi di sekolah adalah menyontek. Ada pihak yang menyerobot tanah milik warga. Saat seleksi CPNS mengandalkan orang dalam atau memanfaatkan calo. Salah satu celah kecurangan di pemerintahan adalah soal pembuatan anggaran. Curang itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Ingat ketika bapak atau ibu meminta untuk membeli sesuatu? Terkadang uang kembalian itu tidak diberikan lagi pada mereka tapi dibawa kita.

Ketujuh, benturan kepentingan dalam sebuah pengadaan. Pegawai pemerintah, pejabat publik ataupun seseorang yang diberi kekuasaan dan kewenangan malah ikut dalam pengadaan yang seharusnya diurus. Dalam buku Pedoman Penanganan Konflik Kepentingan (disebut juga Benturan Kepentingan) yang diterbitkan KPK edisi pertama Oktober 2009 dinyatakan: “Konflik kepentingan adalah situasi dimana seorang penyelenggara negara yang mendapatkan kekuasaan dan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan, memiliki atau diduga memiliki kepentingan pribadi atas setiap penggunaan wewenang yang dimilikinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas dan kinerja yang seharusnya”.

Meski pengertian tersebut untuk penyelenggara negara, akan tetapi siapapun yang memiliki kekuasaan dan kewenangan di sektor swasta sekalipun dan memiliki potensi benturan kepentingan mereka dapat melakukan penyimpangan termasuk korupsi.

Korupsi menjamur dimana-mana. Bahkan, sebagian koruptor di Indonesia menganggap kalau dirinya tertangkap bahkan akhirnya dijatuhi hukuman, semata mata karena sial atau apes. Rasa bersalah pun mungkin tidak ada. Koruptor pun malah berkelit dan membantah kesalahan yang diperbuatnya. Efek jera atas hukuman yang dijatuhkan bisa jadi tidak berpengaruh pada diri banyak koruptor. Sanksi terhadap koruptor sebelumnya bukan untuk berkaca dan tak membuat seseorang takut. Korupsi dimulai dengan adanya motif atau alasan suatu kebutuhan. Kebutuhan finansial dipicu karena keinginan hidup berlebihan, tuntutan kebutuhan keluarga, ingin kaya.

Faktor berikutnya adalah peluang. Artinya, seseorang memiliki jabatan bisa menjadi pengambil keputusan sehingga penyalahgunaan wewenang pun bisa terjadi. Salah satu biang keroknya adalah benturan kepentingan. Kewenangan yang menjadi tanggungjawabnya disalahgunakan hanya demi memperkaya diri atau kelompoknya. Tanpa adanya pengawasan maka tercipta peluang dan ruang korupsi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi adalah menciptakan kondisi pengawasan.

UNCAC dan KPK

Indonesia memperkuat kerja sama internasional terkait pemberantasan korupsi. Langkah yang ditempuh yaitu melalui pertemuan negara pihak Konvensi PBB Anti Korupsi. United Nations Convention Againts Corruption (UNCAC) dirumuskan pada 9-11 Desember 2003 di Meksiko. Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut dalam konvensi tersebut. Hal ini bisa dikatakan ada keseriusan pemerintah memberantas korupsi.

Pada 9 Oktober 2017, KPK dan Kementerian Luar Negeri menjadi tuan rumah peninjauan implementasi UNCAC putaran II. Indonesia ditinjau oleh dua negara (reviewer) dari Yaman dan Ghana. Kedua negara ini terpilih dengan cara diundi. Indonesia adalah salah satu negara pihak pada UNCAC. Ada 182 negara yang bergabung dan menandatangani UNCAC. Indonesia ikut menandatangani konvensi tersebut pada tanggal 18 Desember 2003 dan Indonesia telah meratifikasinya melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006. Dengan meratifikasi UNCAC, maka Indonesia berkewajiban mengimplementasikan pasal-pasal UNCAC. Untuk memastikan implementasi UNCAC di negara pihak, maka dilakukan peninjauan dalam dua putaran yang masing-masing berdurasi lima tahun.

Mengutip dari laman KPK, Selasa (28/11), Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan bahwa peninjauan UNCAC pada putaran II merupakan momentum strategis untuk menambal celah undang-undang dan aturan yang mungkin masih bisa dimanfaatkan dieksploitasi para koruptor. Dengan demikian, Indonesia harus menunjukkan komitmen memberantas korupsi. Sehingga peninjauan UNCAC dari  bisa menghasilkan rekomendasi yang realistis untuk dijalankan Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa tindak pidana korupsi menyebabkan kerugian pada sektor keuangan maupun kekayaan negara yang berimplikasi terhadap program-program pemerintah untuk menyejahterakan rakyat menjadi terhambat.

“Tidak mudah bagi Indonesia untuk disebut efektif berantas korupsi meski sudah 2 putaran peninjauan oleh PBB (UNCAC). Hal ini antara lain disebabkan karena miringnya dukungan terhadap KPK oleh pemerintah, terutama DPR (legislatif) dan eksekutif dan yudikatif,” kata Pakar Ilmu Komunikasi Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Lukas S. Ispandriarno dihubungi Bernas dalam keterangan tertulis, Selasa (28/11).

Apalagi Ketua DPR RI Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP. Setya Novanto juga ditahan KPK hingga 6 Desember 2017 mendatang.

“Korupsi yang dilakukan Ketua DPR adalah wajah buruk dan nyata penggerogotan terhadap KPK,” ungkapnya.

Ia menjelaskan puluhan anggota DPR RI juga divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sejumlah terduga atau tersangka korupsi gencar melakukan manuver politik untuk berkelit, termasuk membentuk Pansus Hak Angket KPK di DPR. Lagi, sejumlah kepala daerah tersandung kasus korupsi seperti penyelewengan jabatan, terima suap dan ditangkap tangan oleh KPK. Sayangnya, lembaga kejaksaan dan Polri belum serius mendukung upaya pemberantasan korupsi.

UNCAC adalah terobosan untuk pemberantasan korupsi utamanya dalam pengembalian aset. Indonesia sudah meratifikasi konvensi ini. Namun, ada permasalahan-permasalahan yang pada akhirnya menyebabkan Indonesia tidak dapat memaksimalkan usaha pengembalian aset. Tak sekadar dijebloskan ke penjara tetapi juga diminta mengembalikan uang hasil korupsi.

Vonis yang diberikan hakim terhadap koruptor atau terdakwa kasus korupsi hanya sekitar 5 tahun bahkan ada yang kurang dari 5 tahun. Ada yang menilai vonis yang dijatuhkan tak sebanding dengan perbuatannya merugikan negara maupun menyengsarakan rakyat.

“Sejauh ini vonis atas koruptor masih terhitung ringan, rata-rata 2 tahun. Tentu ini sangat tidak adil karena korbannya adalah rakyat, yang mengalami berbagai kesulitan misalnya rusaknya infrastruktur, jalan raya, jembatan, sekolah, kacaunya rencana single indentity dalam KTP-elektronik karena dikorup,” imbuh Lukas.

Soal pengembalian aset oleh terdakwa kasus korupsi, menurut Lukas, adalah hal yang adil. Pengembalian aset ini memang tidak sepenuhnya cepat memulihkan kondisi keuangan lembaga atau negara tetapi hal ini menjadi tanggungjawab koruptor yang menggerogoti uang rakyat.

“Adalah adil bila kekayaan yang diperoleh koruptor dikembalikan semuanya, masih ditambah denda dan kurungan. Koruptor harus dibuat jera, hidup miskin/seadanya di penjara. Ironisnya, sejumlah koruptor tetap saja bisa hidup nikmat di penjara,” ujar dia.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Begini Efek Letusan Merapi dan Bencana Lain yang Sebabkan Peradaban Mataram Kuno Hancur

Bernas.id - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada abad ke telah meluluhlantakkan peradaban Mataram Kuno, yang dikenal juga dengan Kerajaan Medang. Letusan tersebut, ditambah bencana lain, sangat berpengaruh pada situasi geopolitik saat itu ...

DIY

BPPTKG: Dominasi Erupsi Magma Merapi Pada 21 Mei

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut material letusan Merapi pada 21 Mei 2018 adalah letusan yang paling didominasi komponen magmatik. Ini jika dibanding material letusan pada 11 Mei ...

Kesehatan

Pegagan, Ginko Bilobanya Indonesia, Efektif Kurangi Penyumbatan Pembuluh Darah

Bernas.id - Pegagan, salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, ternyata memiliki manfaat penting untuk kesehatan. Ini diketahui berdasarkan penelitian farmasi dan kedokteran terkini. Hal tersebut disampaikan Dr. Agatha Budi ...

DIY

Sultan: Pemda Selalu Fasilitasi Pengungsi Merapi

Bernas.id -Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api tersebut. "Warga yang turun tentu akan difasi ...

DIY

Polemik Bentor, Ini Solusi Dari Wakil Ketua DPRD DIY

Bernas.id - Pelarangan terhadap keberadaan becak motor (bentor) untuk mangkal di Malioboro mulai disosialisasikan sejak 8 Februari 2018. Namun faktanya hingga saat ini masih ada saja bentor di kawasan Malioboro. Surat Edaran Gubernur DIY ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tetap Laksanakan Kegiatan

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meminta seluruh sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta untuk tetap melaksanakan kegiatan usai penilaian akhir tahun berakhir. "Kami suda ...

DIY

Forum TSLP DIY Dilantik, BPD DIY Beri Bantuan 7 Miliar

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2018-2020 di kompleks kantor Gubernur DIY, Kamis (24/5/2018). Sultan men ...

DIY

Dampak Letusan Merapi Kamis Pagi Sebabkan Hujan Abu dan Pasir di Wilayah Ini

Bernas.id - Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 08.58 WIB terkait erupsi Merapi, Kamis 24 Mei 2018. Diinformasik ...

DIY

Merapi Erupsi Lagi Pada Kamis Pagi

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan tinggi k ...

DIY

Residivis Kambuhan Tipu Teman Sendiri Untuk Modal Judi

Bernas.id--Seorang residivis kambuhan melakukan aksi pengelapan dan penipuan terhadap temannya sendiri. Sepeda motor milik temannya dipinjam lalu digadaikan untuk modal main judi online. Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto meng ...

DIY

BPPTKG: Belum Ada Erupsi Magmatik Merapi

Bernas.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi erupsi magmatik dari rangkaian erupsi Gunung Merapi beberapa hati ini. "Letusan ma ...

DIY

BPBD DIY Kirim Bantuan Tambahan ke Posko Pakem

Bernas.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menambah bantuan berupa sembako dan family kit untuk posko pengungsian utama di Pakem, Sleman. Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila war ...

DIY

Balai Taman Nasional Tutup Lima Objek Wisata Sekitar Gunung Merapi

Bernas.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mengeluarkan surat edaran resminya yang dikeluarkan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 terkait penutupan penutupan sejumlah obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung M ...

DIY

Erupsi Rabu Pagi, BPPTKG Sebut Ada Aktvitas Gempa Vulkanik dan Tremor di dalam Merapi

Bernas.id – Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 10.22 WIB pada hari Rabu, 23 Mei 2018. Dalam rilis tersebu ...

DIY

Puluhan Warga Masih Mengungsi Pasca Erupsi Freatik Dini Hari

Bernas.id--Merapi kembali mengalami erupsi freatik,  yang terjadi Rabu pukul 03.31 WIB (23/5/2018). Ini mengakibatkan sebagian warga lereng Merapi berinisiatif mengungsi. Sekitar 55 warga terdiri dari usia rentan kini masih menempati t ...

Pendidikan

Prof Noorhaidi Beberkan Doktrin Sentral Kaum Jihadis di UNU Yogyakarta

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar ilmiah “Menyorot Teror Lanjutan Pasca Bom Surabaya”. Prof Noorhaidi Hasan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga turut diund ...

Budaya

Kepompong Besi, Hasil Pencarian Jati Diri Pelukis Afganishtan Amin Taasha

Bernas.id - Iron Cocoon, atau Kepompong Besi, itulah judul pameran seni lukis yang digelar oleh Amin Taasha, seorang mahasiswa ISI Jogja yang berasal dari Afganishtan. Pameran yang diadakan di Gallery Fadjar Sidik ISI Jogja ini tergolong un ...

DIY

Status Merapi Naik, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat di daerah setempat tetap tenang meski status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada. "Tapi kan (aktivitas) lavanya te ...

DIY

Status Waspada Merapi Bisa Meningkat Karena Parameter Ini

Bernas.id- Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi menjadi Waspada sejak semalam karena meningkatnya aktivitas kegempaan dalam Gunung Merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi B ...

DIY

Erupsi Merapi Dini Hari Tadi Masih Dikategorikan Freatik

Bernas.id - Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan keputusan menaikkan status Gunung Merapi dari Normal menjadi Waspada muncul usai ada erupsi freatik pada Senin sore yang diikuti oleh gempa vulkano-tektonik dan gempa tremor. Ia memastikan, ...

DIY

Naik ke Status Waspada, Merapi Erupsi Selasa Dini Hari

Bernas.id - Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama usai statusnya naik dari Normal menjadi Waspada. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB, Selasa dini hari, 22 Mei 2018.  Erupsi itu berlangsung 3 menit dengan amplitudo mak ...

Pariwisata

Bangun Pariwisata DIY Perlu Kerjasama Stakeholder

Bernas.id--Pembangunan bidang pariwisata di DIY tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu ada kerjasama yang sinergis semua stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar bidang pariwisata benar-benar mampu menjadi penopan ...

Ekonomi

Buka Puasa Bersama, Forum Perbankan BMPD Jalin Keakraban dengan Para Wartawan

Bernas.id - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan jalinan silahturahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa dalam acara buka bersama. Selain itu, juga dilakukan pengenalan kiprah BM ...

Pendidikan

Joki Ujian Masuk PTN Jogja Tertangkap Basah

Bernas.id--Polsek Bulaksumur, Depok, Sleman berhasil menangkap joki ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Pascasarjana di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY. Pelaku tertangkap basah karena identitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Ka ...

Ekonomi

Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran, Instansi Pemerintah DIY Jaga Stabilitas Stok Pangan

Bernas.id - Perum BULOG menyelenggarakan pasar murah dalam rangka HUT BULOG ke-51. Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian dari BUMN yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan khususnya Kecamatan Gondokusuman, Kotabaru, Perum Bulog Dr ...

Pendidikan

Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti dalam Dies Natalis UNY menyebut bahwa perubahan di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berbagai hal yang s ...

DIY

Kemenkominfo Sudah Blokir 3.000 Akun Provokatif

Bernas.id--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menggodok regulasi untuk menindak perusahaan media sosial yang melakukan pembiaran terhadap penyebaran hoaks. Langkah ini sejalan dengan upaya menangkal radikalism ...

Ekonomi

BULOG DIY Pastikan Stok Beras Sangat Cukup dan Aman untuk Bulan Puasa dan Lebaran

Bernas.id- Dalam rangkaian HUT Perum BULOG ke-51, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diselenggarakan pasar murah di 5 kabupaten/kota sebanyak 1000 paket sembako murah, Kotabaru, Perum Bu ...

Ekonomi

Ramadan, Tempat Ibadah Gratis Sambung Listrik

Bernas.id--Menyambut bulan Ramadan, PLN memberikan Promo Gemerlap Lebaran 2018, berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) tambah daya listrik sebesar 50% dengan maksimum potongan Rp10 juta. Bahkan khusus tempat ibadah, potongan yang diberikan s ...

DIY

Gunung Merapi Alami Erupsi Lagi

Bernas.id -Gunung Merapi mengalami erupsi freatik lagi pada Senin (21/5/2018) dini hari. Erupsi freatik tersebut lebih kecil dibanding erupsi freatik yang terjadi pada Jumat (11/5/2018). Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliuran ...

DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

2500 Pemilih Pemula Jogja Belum Punya E KTP

Bernas.id- Saat ini ada 1,7% warga Kota Jogja yang belum melakukan perekaman E KTP. Separuh dari persentase itu merupakan pemula yang harus "dijemput bola" proses perekamannya demi mempersiapkan Pemilu. Kepala Dinas Kependuduka ...

Pendidikan

Penulis Diaz Radityo, Kita Tidak Mungkin Menulis Tanpa Membaca

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

Kemenag DIY Dorong Disahkannya Perda ini Untuk Tangkal Terorisme

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mendorong Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga segera disahkan. Ini penting guna mencegah penanaman paham radikalisme di lingkungan keluarga. "Kami bersyukur dalam wa ...

DIY

Quick Truck Hadir untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Efisien

Bernas.id - Sering terkendala dengan alat angkut sawit atau hasil panen pertanian? Solusi terkini disediakan oleh CV Karya Hidup Sentosa. Perusahaan nasional yang berkantor pusat di Yogyakarta ini memroduksi alat transportasi panen sawit be ...

Budaya

Rengkuh Kembali Masa Era Kolonial Belanda dari Papan Iklan Enamel,s di Bentara Budaya Yogyakarta

Bernas.id - Bentara Budaya mengadakan Enamel’s Exhibition Indie, sebuah pameran yang mengangkat ragam iklan era zaman Kolonial Belanda. Papan-papan iklan era Kolonial Belanda memiliki ciri-ciri dan corak yang khas, khususnya penggunaa ...

DIY

Bagaimana Kondisi Stok Darah PMI DIY Selama Ramadan?

Bernas.id -- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin stok darah di lima kabupaten/kotandi DIY selama Bulan Ramadan tahun ini aman. "Penurunan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa, minggu k ...

Budaya

Hidangan Kuliner Berbuka Khas Ramadhan dari 8 Negara

Bernas.id - Setiap negara pasti punya hidangan kuliner khas Ramadhan yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Makanan tersebut sudah ada sejak lama sehingga menjadi menu wajib untuk berbuka.  Simak makanan khas buka puasa dari berb ...

DIY

KPU Kota Jogja Pastikan Seluruh Data Pemilih Terverifikasi

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memastikan seluruh data pemilih yang masuk dalam daftar pencocokan dan penelitian sudah menjalani proses verifikasi di lapangan oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih "Seluruh data ...

DIY

Pasokan Listrik DIY Surplus Selama Ramadan

Bernas.id - PLN Area Yogyakarta memastikan saat ini pasokan listrik DIY masih terhitung suplus. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama bulan Ramadan. Terlebih PLN juga menyiagakan penjaga keanda ...

Pendidikan

Calon Siswa SD Jogja Peroleh Keuntungan Usia

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Jogja akan memberikan keuntungan dari aspek usia kepada calon siswa SD yang penduduk setempat ketika pendaftaran peserta didik baru dibandingkan dengan calon siswa dari luar kota itu. "Prioritas pen ...