Ada 7 Jenis Korupsi di Masyarakat Lho! Yakin Anda Belum Pernah Korupsi?

Aloysia Nindya Paramita - Paulus Yesaya Jati
29 November 2017

Ilustrasi (sumber foto: kompas[dot]com)

Bernas.id - Pernahkah Anda sebagai orang tua murid di akhir tahun ajaran beramai-ramai mengumpulkan uang dengan orang tua murid lainnya untuk membeli sesuatu dan diberikan kepada guru? Kalau pernah, berarti Anda sudah melakukan tindak pidana korupsi. Anda sebagai pelaku sekaligus perencana terjadinya korupsi. Jadi korupsi itu tidak saja berkenaan dengan mencuri uang negara, tapi melakukan pemberian sesuatu kepada seseorang sebagai ucapan terima kasih, menyuap untuk mendapatkan sesuatu. Dalam hal ini apakah negara dirugikan? Tidak sama sekali.

Menurut United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) atau Konvensi Antikorupsi PBB yang sudah diratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ada 7 jenis korupsi. Mengacu kepada UU NO.31/1990 jo UU NO.20/2001 menyebutkan bahwa korupsi mencakup 7 pengelompokan, yakni:

Pertama adalah korupsi yang merugikan negara. Tindak korupsi yang termasuk ke dalam kategori menimbulkan kerugian keuntungan negara pada umumnya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai jabatan dalam instansi pemerintah. Mereka mencari untung dengan melawan hukum dan merugikan negara, serta menyalahgunakan jabatan untuk mencari untung dan merugikan negara.

Contohnya adalah kasus yang menjerat Fuad Amin Imron, mantan Bupati Bangkalan. Fuad Amin Imron ditangkap KPK karena melakukan tindakan meminta bagian/jatah proyek investasi. Sebagai bupati, Fuad meminta fee dari anggaran APBD yang diterima satuan kerja perangkat daerah (SKPD) 2003-2010 sebesar Rp 159,126 miliar dan 2010-2013 sebesar Rp 182,574 miliar. Mengejutkan, jumlah fee 10 persen selama 10 tahun sebesar Rp 341 miliar. Ketua DPRD Bangkalan 2004-2019 itu terbukti melakukan kejahatan korupsi dan pencucian uang kurun 2003-2014 mencapai Rp 414 miliar. Sayangnya pada tahun 2014, Fuad ditangkap KPK.

Kedua, suap-menyuap. Tindak pidana korupsi berbentuk suap menyuap ini merupakan salah satu bentuk tindakan korupsi yang menjamur di masyarakat. Praktiknya bisa mudah dijumpai dalam kehidupan sehari. Bisa saja antara masyarakat dengan pejabat pemerintahan, pegawai pemerintahan dan pejabat di atasnya. Hal ini karena ada kepentingan tertentu. Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini adalah salah satu kepala daerah yang ditangkap tangan oleh KPK. Sri Hartini mengakui menerima suap seperti mutasi PNS di Setda Pemkab Klaten, rumah sakit, instansi lain. Ada pula jual beli jabatan, mutasi, dan promosi kepala sekolah.

Suap-menyuap, bisa juga antara orantua murid dengan guru utamanya saat kenaikan kelas. Orangtua murid bisa saja datang menemui wali kelas agar anaknya mendapat nilai bagus. Tak segan-segan ada yang sampai berani membayar dengan uang. Ada hakim yang disuap agar bisa meloloskan seorang tersangka.

Ketiga, penggelapan atau penyalahgunaan jabatan.  Tindak penyalahgunaan jabatan bisa saja dilakukan oleh masyarakat. Dalam institusi pemerintahan, pegawai negeri atau pejabat publik menyalahgunakan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang, pemalsuan bukti untuk pemeriksaan administrasi, penghancuran bukti atau membiarkan orang lain merusak bukti atau membantu orang lain merusak bukti. Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena penyalahgunaan wewenang dan menggunakan dana operasional menteri (DOM) untuk kepentingan pribadi.

Di lingkungan organisasi, komunitas, atau kelompok-kelompok yang melakukan kegiatan juga bisa terjadi. Contoh sederhana tindak penggelapan uang ini menuliskan bukti belanja yang jumlahnya lebih banyak atau malah membuat nota baru. Saat terlibat sebuah kepanitian, bisa saja seseorang meminta kwitansi kosong kemudian ditulis sebagai bukti belanja kebutuhan acara apa saja. Padahal uang itu masuk kantong pribadi.

Keempat korupsi berbentuk pemerasan. Pemerasan ini bertujuan ingin memperkaya diri sendiri tetapi merugikan orang lain. Seorang pejabat atau pengusaha bisa saja ‘memalak’ aset milik masyarakat agar proyeknya lancar. Namun, lahan miliki masyarakat terpaksa digusur dengan ganti rugi yang tak sebanding.

Kelima tindak korupsi dalam bentuk pemberian hadiah atau gratifikasi. Pengertian gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001, pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

KPK pernah membongkar kasus yang menjerat manta Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.  Dalam persidangan pada awal 2014, Anas terbukti menerima hadiah dari berbagai proyek pemerintah serta melakukan pencucian uang dengan membeli rumah di Jakarta dan lahan di Daerah Istimewa Yogyakarta senilai Rp 20,8 miliar.

Keenam, perbuatan curang. Tindakan korupsi ini adalah melakukan perbuatan agar bisa menyelematkan atau menguntungkan satu pihak. Curang yang biasa terjadi di sekolah adalah menyontek. Ada pihak yang menyerobot tanah milik warga. Saat seleksi CPNS mengandalkan orang dalam atau memanfaatkan calo. Salah satu celah kecurangan di pemerintahan adalah soal pembuatan anggaran. Curang itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Ingat ketika bapak atau ibu meminta untuk membeli sesuatu? Terkadang uang kembalian itu tidak diberikan lagi pada mereka tapi dibawa kita.

Ketujuh, benturan kepentingan dalam sebuah pengadaan. Pegawai pemerintah, pejabat publik ataupun seseorang yang diberi kekuasaan dan kewenangan malah ikut dalam pengadaan yang seharusnya diurus. Dalam buku Pedoman Penanganan Konflik Kepentingan (disebut juga Benturan Kepentingan) yang diterbitkan KPK edisi pertama Oktober 2009 dinyatakan: “Konflik kepentingan adalah situasi dimana seorang penyelenggara negara yang mendapatkan kekuasaan dan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan, memiliki atau diduga memiliki kepentingan pribadi atas setiap penggunaan wewenang yang dimilikinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas dan kinerja yang seharusnya”.

Meski pengertian tersebut untuk penyelenggara negara, akan tetapi siapapun yang memiliki kekuasaan dan kewenangan di sektor swasta sekalipun dan memiliki potensi benturan kepentingan mereka dapat melakukan penyimpangan termasuk korupsi.

Korupsi menjamur dimana-mana. Bahkan, sebagian koruptor di Indonesia menganggap kalau dirinya tertangkap bahkan akhirnya dijatuhi hukuman, semata mata karena sial atau apes. Rasa bersalah pun mungkin tidak ada. Koruptor pun malah berkelit dan membantah kesalahan yang diperbuatnya. Efek jera atas hukuman yang dijatuhkan bisa jadi tidak berpengaruh pada diri banyak koruptor. Sanksi terhadap koruptor sebelumnya bukan untuk berkaca dan tak membuat seseorang takut. Korupsi dimulai dengan adanya motif atau alasan suatu kebutuhan. Kebutuhan finansial dipicu karena keinginan hidup berlebihan, tuntutan kebutuhan keluarga, ingin kaya.

Faktor berikutnya adalah peluang. Artinya, seseorang memiliki jabatan bisa menjadi pengambil keputusan sehingga penyalahgunaan wewenang pun bisa terjadi. Salah satu biang keroknya adalah benturan kepentingan. Kewenangan yang menjadi tanggungjawabnya disalahgunakan hanya demi memperkaya diri atau kelompoknya. Tanpa adanya pengawasan maka tercipta peluang dan ruang korupsi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi adalah menciptakan kondisi pengawasan.

UNCAC dan KPK

Indonesia memperkuat kerja sama internasional terkait pemberantasan korupsi. Langkah yang ditempuh yaitu melalui pertemuan negara pihak Konvensi PBB Anti Korupsi. United Nations Convention Againts Corruption (UNCAC) dirumuskan pada 9-11 Desember 2003 di Meksiko. Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut dalam konvensi tersebut. Hal ini bisa dikatakan ada keseriusan pemerintah memberantas korupsi.

Pada 9 Oktober 2017, KPK dan Kementerian Luar Negeri menjadi tuan rumah peninjauan implementasi UNCAC putaran II. Indonesia ditinjau oleh dua negara (reviewer) dari Yaman dan Ghana. Kedua negara ini terpilih dengan cara diundi. Indonesia adalah salah satu negara pihak pada UNCAC. Ada 182 negara yang bergabung dan menandatangani UNCAC. Indonesia ikut menandatangani konvensi tersebut pada tanggal 18 Desember 2003 dan Indonesia telah meratifikasinya melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006. Dengan meratifikasi UNCAC, maka Indonesia berkewajiban mengimplementasikan pasal-pasal UNCAC. Untuk memastikan implementasi UNCAC di negara pihak, maka dilakukan peninjauan dalam dua putaran yang masing-masing berdurasi lima tahun.

Mengutip dari laman KPK, Selasa (28/11), Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan bahwa peninjauan UNCAC pada putaran II merupakan momentum strategis untuk menambal celah undang-undang dan aturan yang mungkin masih bisa dimanfaatkan dieksploitasi para koruptor. Dengan demikian, Indonesia harus menunjukkan komitmen memberantas korupsi. Sehingga peninjauan UNCAC dari  bisa menghasilkan rekomendasi yang realistis untuk dijalankan Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa tindak pidana korupsi menyebabkan kerugian pada sektor keuangan maupun kekayaan negara yang berimplikasi terhadap program-program pemerintah untuk menyejahterakan rakyat menjadi terhambat.

“Tidak mudah bagi Indonesia untuk disebut efektif berantas korupsi meski sudah 2 putaran peninjauan oleh PBB (UNCAC). Hal ini antara lain disebabkan karena miringnya dukungan terhadap KPK oleh pemerintah, terutama DPR (legislatif) dan eksekutif dan yudikatif,” kata Pakar Ilmu Komunikasi Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Lukas S. Ispandriarno dihubungi Bernas dalam keterangan tertulis, Selasa (28/11).

Apalagi Ketua DPR RI Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP. Setya Novanto juga ditahan KPK hingga 6 Desember 2017 mendatang.

“Korupsi yang dilakukan Ketua DPR adalah wajah buruk dan nyata penggerogotan terhadap KPK,” ungkapnya.

Ia menjelaskan puluhan anggota DPR RI juga divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sejumlah terduga atau tersangka korupsi gencar melakukan manuver politik untuk berkelit, termasuk membentuk Pansus Hak Angket KPK di DPR. Lagi, sejumlah kepala daerah tersandung kasus korupsi seperti penyelewengan jabatan, terima suap dan ditangkap tangan oleh KPK. Sayangnya, lembaga kejaksaan dan Polri belum serius mendukung upaya pemberantasan korupsi.

UNCAC adalah terobosan untuk pemberantasan korupsi utamanya dalam pengembalian aset. Indonesia sudah meratifikasi konvensi ini. Namun, ada permasalahan-permasalahan yang pada akhirnya menyebabkan Indonesia tidak dapat memaksimalkan usaha pengembalian aset. Tak sekadar dijebloskan ke penjara tetapi juga diminta mengembalikan uang hasil korupsi.

Vonis yang diberikan hakim terhadap koruptor atau terdakwa kasus korupsi hanya sekitar 5 tahun bahkan ada yang kurang dari 5 tahun. Ada yang menilai vonis yang dijatuhkan tak sebanding dengan perbuatannya merugikan negara maupun menyengsarakan rakyat.

“Sejauh ini vonis atas koruptor masih terhitung ringan, rata-rata 2 tahun. Tentu ini sangat tidak adil karena korbannya adalah rakyat, yang mengalami berbagai kesulitan misalnya rusaknya infrastruktur, jalan raya, jembatan, sekolah, kacaunya rencana single indentity dalam KTP-elektronik karena dikorup,” imbuh Lukas.

Soal pengembalian aset oleh terdakwa kasus korupsi, menurut Lukas, adalah hal yang adil. Pengembalian aset ini memang tidak sepenuhnya cepat memulihkan kondisi keuangan lembaga atau negara tetapi hal ini menjadi tanggungjawab koruptor yang menggerogoti uang rakyat.

“Adalah adil bila kekayaan yang diperoleh koruptor dikembalikan semuanya, masih ditambah denda dan kurungan. Koruptor harus dibuat jera, hidup miskin/seadanya di penjara. Ironisnya, sejumlah koruptor tetap saja bisa hidup nikmat di penjara,” ujar dia.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Properti 22 Menit lalu

Tahun Depan Perumahan Senilai Rp3,5 Triliun Diincar Perumnas

JAKARTA, Bernas.id - Tren positif di industri properti banyak diprediksi akan mengalami peningkatan. Untuk itu banyak pengembang yang mulai berbenah untuk menyongsong pergolakan industri perumahan di tahun depan. Terkait dengan itu, Peru ...

Internasional 32 Menit lalu

Peraih Nobel Perdamaian Bahas Akhir Peradaban Manusia

Bernas.id – Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), menganggap bahwa munculnya senjata nuklir akhir-akhir ini hanyalah luapan amarah yang tergesa-gesa. Itu artinya, piha ...

Properti 32 Menit lalu

Proses Pembelian Properti, Konsumen Banyak Keluhkan Soal Ini

JAKARTA, Bernas.id - Hingga kini konsumen masih saja ada yang kesulitan dalam melakukan proses pembelian sebuah properti. Kebanyakan konsumen sulit dalam mengurus pembelian properti yang sudah dibelinya Hal tersebut berdasarkan banyak la ...

Nasional 42 Menit lalu

Soal Polemik Penunjukkan Ketua DPR, Ini Komentar Mendagri

JAKARTA, Bernas.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menanggapi soal pergantian pucuk pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Mendagri mengungkapkan pergantian Ketua DPR itu ada mekanismenya sendiri. "Pemerint ...

Nasional 46 Menit lalu

Kasus Novel Baswedan, Mendagri: Sketsa Wajah Memang Sulit

JAKARTA, Bernas.id - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku siap membantu Kepolisian RI untuk mengungkap peneror penyidik senior KPK Novel Baswedan. Bantuan yang dimaksud berupa pencocokan sketsa wajah dengan data kependudukan. " ...

Nasional 1 Jam lalu

Keseriusan Jokowi Tutup Celah Korupsi Pejabat Daerah, Ini Rencananya

JAKARTA, Bernas.id – Presiden Joko Widodo menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk memperkecil celah korupsi. Pria yang akrab disapa Jokowi itu serius ingin memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi yang sudah seperti penyak ...

Nasional 2 Jam lalu

Menkes Minta Produksi Vaksin Diperbanyak

JAKARTA, Bernas.id-Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek meminta PT Biofarma mempercepat produksi vaksin (DPT-HB-Hib, DT, Td-red), karena stok vaksin saat ini hanya cukup untuk Outbreak Response Immunization (ORI) pada 2017. '' ...

Nasional 3 Jam lalu

Wasekjen Golkar: Penunjukkan Ketua DPR Itu Cacat Prosedur

JAKARTA, Bernas.id – Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengungkapkan bahwa penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Golkar Aziz Syamsuddin oleh Setya Novanto sebagai calon Ketua DPR RI cacat prosedur. ...

Nasional 3 Jam lalu

Soal Kesehatan Setnov Jelang Sidang, KPK Siap Berkoordinasi dengan IDI

JAKARTA, Bernas.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan Setya Novanto yang mendekam di rumah tahanan KPK dalam kondisi sehat. Kesehatan tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP itu masih terus akan dipantau ...

Olahraga 3 Jam lalu

Legenda BMX, Kevin Robinson Meninggal di Usia 45, Ini 4 Fakta tentang Dirinya

Bernas.id – Dunia olahraga BMX kini sedang berduka yang sedalam-dalamnya. Sang legenda BMX, Kevin Robinson, meninggal dunia pada hari Sabtu (10/12) lalu di usia 45 tahun akibat penyakit stroke. Robinson, yang sudah melegenda di kal ...

Nasional 3 Jam lalu

Tidak Usah Buru-Buru, Pengganti Ketua DPR Setelah Munaslub

JAKARTA, Bernas.id - Setya Novanto telah menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR RI. Penunjukkan itu melalui surat Novanto ke pimpinan DPR lewat kesetjenan dewan sejak awal Desember.  Anggota Dewan Pembina DPP Partai Golkar Fadel ...

Tokoh 3 Jam lalu

Berpikir Besar, Jangan Takut untuk Bermimpi

Bernas.id - Ryo Juara menceritakan kegemarannya membaca buku-buku biografi yang berisi cerita perjalanan hidup tokoh-tokoh besar. Dari kisah-kisah tokoh besar ini, ia pun memetik nilai-nilai hidup dan terinspirasi untuk menulis alur cerita ...

Inspirasi 3 Jam lalu

Punya Sahabat? Begini Cara Menakar Kualitas Persahabatan Anda!

Barnes.id - Menurut anda apa yang menjadi penguat jalinan persahabatan? Tentunya ada banyak hal yang bisa kita sebutkan. Mulai dari hal yang paling mendasar hingga paling sepele, masing-masing memiliki peran. Persahabatan sejatinya ada ...

Lifestyle 4 Jam lalu

Inilah Indikasi Teman yang Patut Dipertahankan, Jangan Sia-siakan!

Bernas.id - Sebagai makhluk sosial, manusia tidak hidup sendirian. Manusia membutuhkankan satu sama lain untuk hidup. Karena manusia adalah makhluk sosial, setiap manusia pasti memiliki teman. Meskipun hanya satu orang, teman yang baik sang ...

Ragam 4 Jam lalu

Semakin Tinggi Gedungnya, Semakin Besar Kemungkinan Kucing yang Jatuh Bisa Selamat. Benar-benar Punya Sembilan Nyawa?

Bernas.id - Pernahkah mendengar istilah 'kucing memiliki sembilan nyawa?' Istilah itu telah familier di telinga kita. Kucing disebut memiliki sembilan nyawa, karena kemampuan bertahan hidupnya yang sangat tinggi.  Salah ...

Sudut Pandang 4 Jam lalu

Lihatlah Sekelilingmu, Penyedap Rasa Yang Satu Ini Bertebaran Di Mana-mana!

Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga Bernas.id - Masih ingatkah lagu yang dinyanyikan raja dangdut kita, Rhoma Irama? Apa sebenarnya makna dari lirik tersebut? Taman tak berbunga, berarti hampa, tanpa warna, dan kosong, k ...

Sudut Pandang 4 Jam lalu

Hai Cowok, Tanpa Kalian Sadari 5 Kontak Fisik yang Kalian Lakukan Ini Sukses Membuat Cewek Baper, Lho!

 Bernas.id - 'Baper' adalah penyakit anak muda saat ini. Kebanyakan korban baper adalah para cewek. Karena para cewek memang makhluk yang lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika, wajar saja kami mu ...

Menulis 4 Jam lalu

Mau Jadi Penulis? 3 Buku Ini Wajib Kamu Baca!

Bernas.id - Banyak orang yang ingin menjadi penulis, tetapi merasa kesulitan untuk memulai. Mereka tertarik dengan literasi, tetapi tidak paham langkah-langkah yang diperlukan untuk menulis. Banyak yang masih bertanya-tanya tentang ber ...

Properti 4 Jam lalu

Kejar Target Pasar Rumah Subsidi, Tiga Jalur KRL Ini Dilirik Ciputra

TANGERANG, Bernas.id - Berencana meluncurkan 1.000 unit rumah bersubsidi dengan harga Rp 140 jutaan di kawasan Maja, Lebak, Banten, pengembang Ciputra melirik 3 (tiga) stasiun kereta rel listrik untuk menggaet target pasar masyarakat. Ti ...

Properti 5 Jam lalu

Rumah Subsidi Seharga Rp 140 Jutaan Akan Diluncurkan Tahun Depan

TANGERANG, Bernas.id - Tahun depan sebuah pengembang properti ternama akan meluncurkan rumah bersubsidi seharga Rp 140 jutaan. Perumahan subsidi tersebut rencananya akan di bangun sebanyak 1.000 unit di wilayah Banten. Ciputra Group mela ...

Properti 5 Jam lalu

Lahan Meikarta yang Direkomendasikan Pemprov Jawa Barat Hanya 84,6 Hektar

BANDUNG, Bernas.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, merekomendasikan lahan untuk mega proyek Kota Baru Meikarta hanya 84,6 hektar. Padahal, rencananya kota baru Meikarta tersebut akan digarap dilahan seluas 500 hektar, oleh Lippo ...

Nasional 5 Jam lalu

Wakil Ketua MKD Angkat Bicara Soal 2 Surat Kiriman Setya Novanto

JAKARTA, Bernas.id – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI sudah menerima surat pengunduran diri Setya Novanto dari kursi Ketua DPR. Namun, ada dua surat yang dikirim oleh tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP itu. Wakil Ketua MKD ...

Nasional 6 Jam lalu

Jelang Munaslub, Titiek Soeharto Siap Bertarung dengan Kader Golkar

YOGYAKARTA, Bernas.id – Wakil Ketua Dewan Pakar Golongan Karya (Golkar) Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto maju dalam pencalonan ketua umum Golkar. Titiek akan bertarung dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan nama ...

Nasional 6 Jam lalu

Pengacara Setnov: Kami Mohon Diselesaikan Apapun Keputusannya

JAKARTA, Bernas.id – Pengacara Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana mengaku tidak akan mundur sampai praperadilan kliennya selesai. "Kami mohon diselesaikan, apapun keputusannya," ungkap Ketut, Senin (11/12/17). Pada sida ...

Nasional 7 Jam lalu

Sudirman Said: Saktinya Orang Bernama SN, Kejahatan Berumur Pendek

JAKARTA, Bernas.id – Sudirman Said ikut menanggapi soal kasus pengadaan e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyambut positif kabar mundurnya Setya Novanto dari kursi K ...

Nasional 7 Jam lalu

KPK Berharap Setya Novanto Sehat Hadapi Sidang Perdana

JAKARTA, Bernas.id – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengharapkan tersangka kasus dugaan korups e-KTP, Setya Novanto dalam keadaan sehat  menjelang sidang perdana pada Rabu (13/12/17). Ia mengungkapk ...

Regional 7 Jam lalu

Lions Club "Puspita Mataram" Gelar Baksos

KULON PROGO, Bernas.id – Lions Club Yogyakarta “Puspita Mataram” mengadakan bakti sosial (baksos) di Posko Bencana Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (10/12/17). Baksos kali ini ...

Pendidikan 15 Jam lalu

Perlukah Office Boy Di Sekolah? Ini Jawabannya

Bernas.id - Office boy merupakan pekerjaan yang mulia, ketika orang lain mulai mengotori maka mereka siap untuk membersihkan. Terkadang banyak sekali yang tidak memerhatikan pekerjaan mereka, bahkan tidak sedikit yang merendahkan merek ...

Mutiara Iman 16 Jam lalu

Awas, Ini Bahayanya Menyebutkan Binatang Saat Marah

Bernas.id - Anjing merupakan mamalia yang sering kita jumpai di mana-mana, hewan ini merupakan jenis karnivora yang tidak memilih milih, asalkan itu daging dia pasti memakannya. Untuk umat muslim memelihara anjing itu tidak boleh bahka ...

Umum 16 Jam lalu

Korupsi Menjadi Salah Satu Alasan Generasi Milenial Apatis Terhadap Politik

Bernas.id - Penyakit para pelaku politik yang belum juga bisa disembuhkan dari Indonesia hingga saat ini adalah korupsi. Sebelum akhirnya para koruptor ditetapkan menjadi tersangka, mereka pada awalnya adalah orang-orang terdidik ...

Pendidikan 16 Jam lalu

Para Guru, Perlukah Diadakan Monev Kurikulum 2013?

Bernas.id - Monev kurikulum terhadap guru sasaran kegiatan yang luar biasa dilakukan oleh guru-guru yang sudah berkompeten, tugas yang berat untuk meluruskan kesalahan yang diperbuat pada masa lalu. Segala yang diberikan baik ilmu ...

Pendidikan 16 Jam lalu

6 Cara Menyikapi Kegagalan Pelajar. Nomor 3 Sering Dilupakan!

Bernas.id – Semua orang pasti pernah mengalam kegagalan. Tidak terkecuali para pelajar. Mereka sudah berikhtiar keras dengan cara giat belajar, mengikuti bimbingan belajar baik secara langsung maupun bimbingan belajar online, meningka ...

Inspirasi 18 Jam lalu

Ini Dia Fakta-Fakta Generasi Milenial. Fakta Nomor 8 Harus Dihindari!

Bernas.id - Generasi milineal adalah seseorang yang lahir pada tahun 1981 sampai 2000. Generasi ketika dilahirkan sudah bisa merasakan TV berwarna, handphone, dan internet di mana-mana. Nah, kamu termasuk generasi Y atau X? Usia g ...

Games 19 Jam lalu

Bermain, Belajar, dan Menjadi Kaya Melalui Cashflow Game. Seru!

Bernas.id – Dunia bermain selalu banyak diminati anak-anak dari zaman dahulu hingga masa kini. Seperti kita zaman kecil dulu. Ketika sudah asik berada dalam permainan selalu saja kita lupa waktu, lupa makan, dan lupa belajar. Masih sa ...

Kesehatan 19 Jam lalu

Waspada! Biduran Bukan Masalah Sepele

Bernas.id - Dari sekian banyak orang, pasti diantaranya pernah mengalami biduran. Tiba-tiba muncul merah, bentol-bentol dan gatal di kulit. Tentunya sangat gatal dan kadang terasa panas. Berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Keingi ...

Kesehatan 19 Jam lalu

Benarkah Jatuh di Kamar Mandi Berakibat Stroke? Begini Jawabannya

Bernas.id – Seorang bapak bernama AA tiba-tiba jatuh di kamar mandi dan terkena serangan stroke. Kejadian ini sering sekali terjadi di sekitar kita. Pertanyaannya, benarkah jatuh di kamar mandi mengakibatkan stroke? Jawabannya akan An ...

Kesehatan 23 Jam lalu

Waspada, Ternyata Begini Tanda-Tanda Penyakit Difteri yang Mencemaskan! Adakah Resep Pengobatan Herbalnya?

Bernas.id - Tahukah anda, baru-baru ini masyarakat Indonesia sempat dibuat cemas dengan pemberitaan kasus luar biasa Difteri? Bahkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun telah menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ter ...

Ragam 24 Jam lalu

Wow, Ternyata di Pedalaman Halmahera Ada Sebuah Suku yang Bermata Biru Lho!

Bernas.id - Sudah tak dapat dipungkiri lagi jika Indonesia merupakan negara dengan berbagai suku dan budaya. Keragaman suku bangsa di Indonesia sangatlah beragam, membuat negara kita kaya akan budaya dan ras.  Tapi, pernahkah A ...

Kesehatan 24 Jam lalu

Untukmu yang Selalu Bekerja di Depan Komputer, Baca Tips Berikut Supaya Kesehatan Mata Tetap Terjaga!

Bernas.id - Mata adalah jendela dunia. Tanpa mata,apalah arti hidup. Akan kosong, hampa, dan gelap. Dewasa ini, mata sering dipaksa melakukan pekerjaan berat dengan menatap layar komputer terus-terusan. Radiasi dari alat elektronik pun ...

Pendidikan 1 Hari lalu

Menumbuhkan Minat Membaca Masyarakat Indonesia dengan Diagram Fishbone. Bisa?

Bernas.id - Memprihatinkan, minat membaca masyarakat Indonesia ada pada urutan terakhir kedua dari 60 negara di dunia! Padahal dari membaca, kita dapat mengetahui banyak keterbatasan yang kita miliki lalu memperkaya keterbatasan itu menjadi ...

Olahraga 1 Hari lalu

INASGOC Gelar Training Volunteer Khusus Bidang International Relations & Protokol

JAKARTA, Bernas.id-Babak baru para volunteer yang akan terlibat di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dilakukan Koordinator International Relations & Protocol Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) dengan menggelar Job Spesif ...

Nasional 1 Hari lalu

Fahri Akui Setnov Tunjuk Aziz Sebagai Ketua DPR

JAKARTA, Bernas.id - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan kalau Setya Novanto menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya (Setnov), dalam posisi Ketua DPR RI. "Saya sudah dihubungi oleh pihak SN (Setya Novanto) soal it ...

Nasional 1 Hari lalu

Mendarat di Gunungkidul, Jokowi Tanam Pohon Jati

GUNUNGKIDUL, Bernas.id – Presiden Joko Widodo menanam pohon di perbukitan karst Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (9/12/17). Acara ini merupakan rangkaian acara Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasion ...

Home Living 1 Hari lalu

Bina Tumbuh Kembang Anak Secara Komprehensif dan Berkualitas. Orang Tua Wajib Tahu!

Bernas.id - Semua orangtua di belahan bumi pasti menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal. Akan tetapi, tidak sedikit orangtua tidak sadar akan pentingnya diri sendiri yang berkewajiban untuk memantau setiap hari. Ketika te ...

Inspirasi 1 Hari lalu

Inilah Hukum Alam yang Berkaitan Dengan Hidup Manusia, Nomor 5 Ngeri Nih!

Bernas.id - Allah menciptakan manusia dan alam semesta beserta hukum yang mengatur keduanya. Alam memiliki hukumnya tersendiri yang ternyata sangat bersinggungan dengan manusia. Karena sejatinya manusia diciptakan oleh Allah selain untuk me ...

Kesehatan 1 Hari lalu

Sudah Lihat Perut Anda Hari Ini? Waspadalah, Perut Buncit Itu Indikasi Penyakit!

Bernas.id – Banyak orang di sekitar kita terlihat berkecukupan dan hidup makmur. Tandanya tampak pada tubuhnya yang besar, kekar, gemuk, dan perutnya buncit. Siapa sangka kondisi perut buncit ini justru menjadi indikasi penyakit? P ...

Inspirasi 1 Hari lalu

Mau Hidup yang Luar Biasa? Ambillah Kesempatan Untuk Berubah, Ini 5 Hal yang Bisa Anda Lakukan

Bernas.id - Untuk bisa sukses dalam hidup ini dibutuhkan sebuah mindset yang positif. Jika cita-cita atau keinginannya memiliki kekayaan miliaran rupiah maka harus punya pola pikir seorang miliarder atau disebut Billionaire Mindset. ...

Kesehatan 1 Hari lalu

Siapa Bilang Kadar Gula Darah Tinggi Tidak Bisa Disembuhkan? Cek di Sini!

Bernas.id – Sudah lama penyakit kadar gula tinggi (istilah medis: diabetes) berada di tengah-tengah masyarakat kita. Jumlah penderitanya semakin hari kian bertambah dan muncul anggapan di masyarakat bahwa ini adalah penyakit keturunan ...

Kesehatan 1 Hari lalu

Penting! Tips Untuk Para Pecinta Online Agar Tetap Menjaga Kesehatan Mata

Bernas.id - Zaman semakin berkembang. Paradigma bergeser semakin jauh. Hampir seluruh lapisan masyarakat mulai usia bayi sampai lanjut usia mempunyai akun media sosial. Dengan alasan iseng sampai bisnis besar-besaran. Stay tune online berja ...

Sudut Pandang 1 Hari lalu

Girls, Pilihlah Pria yang Senang Melakukan Ini! Baca Alasannya

Bernas.id – Wahai wanita, tipe pria seperti apa yang kamu idam-idamkan? Yang gagah? Ganteng? Mapan? Atau yang seperti apa? Ya, wajar memang jika wanita menginginkan pria yang seperti itu. Namun, adakah wanita yang mengidam-idamka ...