Persekusi atau Perundungan dari Sudut Pandang Psikologi Sosial

Penulis : Aloysia Nindya Paramita
Editor : Paulus Yesaya Jati
07 Desember 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Persekusi akhir-akhir ini kini menjadi kata yang identik dengan kekerasan, tak beradab, sadis, keji, dan bar-bar karena melakukan tindakan atas dasar amarah. Naluri liar tak berperikemanusiaan pun yang dikedepankan. Hukum pun menjadi tak dipedulikan. Meskipun polisi sudah berusaha keras meminimalisir, tapi tetap timbul aksi persekusi ini.  Bahkan dalam bentuk yang lebih sadis lagi. Antara lain membakar orang yang dituduh mencuri pengeras suara di salah satu mesjid di Jakarta.  Atau baru-baru ini ada persekusi yang dilakukan oleh Ketua RT dan RW karena menganggap ada orang yang melakukan perbuatan tak senonoh.

Sebelum marak persekusi akhir-akhir ini, pada Mei 2014, tindak persekusi pun juga pernah terjadi di Yogyakarta. Saat itu, sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan di rumah direktur Galang Press, Julius Felicius, Kamis (29/5/2014) malam sekitar pukul 21.30 WIB di Ngalik, Sleman, yogyakarta. Ketika itu, rumah Julius sedang mengadakan acara doa bersama, tiba-tiba 8 orang tak dikenal, datang dan mengobrak-abrik motor yang terparkir di rumah Julius dengan beringas. Julius yang sedang berada di kantor pun mendengar rumahnya diserang langsung pulang ke rumah. "Saat itu saya sedang ada di kantor dan langsung pulang ke rumah," ujar Julius.

Setiba di rumahnya, Julius pun langsung di keroyok oleh 8 orang tersebut dan dipukul menggunakan besi panjang di bagian bahunya. Akibatnya, Julius menderita luka di bagian bahu hingga berdarah. Selain melakukan pengrusakan rumah, para pelaku juga menganiaya Michael Aryawan wartawan Kompas TV yang sedang meliput kejadian tersebut.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara menyebut perundungan (persekusi-red) sebenarnya sudah berlangsung lama. "Marak"-nya perundungan lebih merupakan fakta statistik berkat kesadaran yang meninggi pada masyarakat, yakni kesadaran untuk mengenali, mendeteksi, mencegah, melaporkan, dan menangani perundungan.

Simak Uraiannya:

Penyebab terjadinya perundungan ada bermacam-macam. Misalnya, dalam penelitian saya bersama Mutiara Pertiwi yang diterbitkan di Jurnal Sosiokonsepsia (2012) milik Kementerian Sosial, kami menemukan bahwa pola asuh berhubungan dengan kecenderungan seseorang menjadi pelaku dan/atau korban perundungan. Pola asuh otoriter membentuk kecenderungan anak menjadi pelaku pembulian, sedangkan pola asuh otoritatif membawa anak untuk tidak terlibat baik sebagai pelaku maupun korban perundungan. Masih banyak faktor lain, seperti faktor psikologis (misal, rendahnya empati, sejarah diri sebagai korban/pelaku kekerasan, humor yang abusive, kepribadian yang tidak adaptif), dan faktor psikososial (misal, saksi/penonton perundungan yang tidak asertif atau bahkan tidak peduli akan menyuburkan perundungan, pengentalan identitas sosial tanpa dibarengi berpikir-kritis).

Struktur dan sistem sosial secara luas juga dapat berperan. Sebagai contoh adalah "kultur perundungan" atau pun "kultur yang mengarah pada perundungan" dengan berbagai bentuknya. Saat saya menjawab wawancara ini, belakangan ini dalam beberapa WhatsApp group yang saya ikuti, saya memperoleh sebuah meme yang bunyinya sebagai berikut: "Untuk Bapak/Ibu 'Guru' yang sedang membuat soal UAS, 'Barangsiapa yang mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat'" 

Meme tersebut menceritakan pada kita tiga buah hal sehubungan dengan perundungan. Pertama, adanya persepsi di kalangan siswa bahwa mereka 'dirundung' oleh gurunya melalui soal ujian. Kedua, meme itu sendiri merupakan wujud 'perlawanan' siswa/mahasiswa terhadap otoritas (guru/dosen) yang disebarluaskan secara masif, dibuat anonim, dan menyerang secara tidak langsung (tidak menyebut nama tertentu). Ketiga, media sosial sebagai saluran penyebaran meme telah menjadi wilayah "penempatan dan pertarungan kekuasaan/kekuatan" tersendiri, yang khususnya dimanfaatkan oleh generasi milenial dan melek-teknologi dengan berbagai kreativitasnya. Memang, tidak sedikit kita membaca berita tentang hubungan antara guru/dosen dan mahasiswa yang diwarnai oleh "adu kekuatan" semacam ini, bahkan ada yang berujung pada pembunuhan (terhadap dosen) dan juga bunuh diri (oleh siswa/mahasiswa). Inilah sesungguhnya dinamika perundungan masa kini.

Kultur perundungan juga terjadi saat warga merasa dipesulit saat mengurus surat-surat di kantor-kantor administrasi Pemerintah. Ada sebuah ungkapan di masa lalu ketika istilah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) semakin populer, yakni "Jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Kita saja dulu sulit, mengapa sekarang mereka harus mudah?". Kita melihat juga melalui media sosial betapa marahnya Ibu Risma, Walikota Surabaya, mendapati kenyataan bahwa warganya kesulitan mengurus KTP elektronik di sebuah kantor pemerintah di wilayahnya. Saya menyebut ini sebagai sebuah contoh dari perundungan birokratik, yang harus dijawab secara tuntas dan tandas oleh reformasi birokrasi.

Jelas akibatnya bagi korban perundungan yaitu penderitaan fisik, batin, dan sosial. Secara psikologis, harga diri dan perasaan kontrol diri mengalami gangguan yang serius. Secara sosial, ada kerentanan untuk dikucilkan dan melakukan balas dendam namun bersifat pemindahan (displacement), yakni merundung orang lain lagi yang lebih lemah. Semuanya berujung pada ketidakbahagiaan sebagai manusia dan pengosongan potensi manusia. Sementara itu, pelaku perundungan rentan untuk terus-menerus melestarikan perilakunya dengan peningkatan kadar yang semakin serius. Intinya adalah pelaku ingin terus meningkatkan kekuasaan dan kenikmatan (termasuk popularitas di kalangan sebaya) yang diperoleh dari perundungan demi perundungan. "Mabuk kekuasaan" dalam sejumlah studi juga berhubungan dengan penyalahgunaan miras dan perilaku seksual eksesif.

Kasus-kasus negatif di atas dipelajari oleh generasi berikutnya. Menurut hemat saya, ada tiga pangkal masalah di sini, yakni: Pertama, penggunaan kekuatan/kekuasaan yang tidak bijaksana. Kedua, ketidakterampilan menyelesaikan masalah secara beradab. Ketiga, penggunaan media sosial yang tidak dilandasi dengan kesadaran tanggung-gugat.

Dengan mewabahnya penggunaan media sosial, saya menduga bahwa perundungan maya dan perundungan yang berlanjut dari situasi dunia maya akan menjadi dominan pada zaman ini. Kesadaran tanggung-gugat, yang berarti siap menghadapi gugatan baik perdata maupun pidana, perlu dibangun sebagai salah satu solusi untuk meminimalisasikan perundungan. Yang harus siap menghadapi gugatan bukan hanya pelaku tetapi juga orang-orang terkait di sekitar pelaku (misalnya, admin serta komunitas dari Group WhatsApp/Telegram). Jangan sampai terjadi orang yang merundung melalui media sosial malah mendapat 'reward' (berupa 'like', teks sorakan, dan sejenisnya). Instrumen dan penegakan hukum yang bersifat anti-perundungan merupakan bagian dari membangun kesadaran tanggung-gugat. Media sosial juga perlu memperlengkapi teknologinya untuk mendeteksi dan mencegah perundungan melalui teks, gambar, maupun video.

Hal di atas tidak berdiri sendiri karena harus dibarengi dengan kebijaksanaan ketika seseorang atau sekelompok orang sedang memiliki kekuatan atau berada di posisi yang berkuasa. Harus disadari bahwa kekuatan/kekuasaan ada di mana-mana sekalipun di media sosial yang tampaknya egaliter dan demokratis. Kebijaksanaan yang saya sebut itu tidak bisa ada dengan sendirinya, melainkan memerlukan edukasi atau pendidikan mengenai hakikat kekuasaan/kekuatan. Kuat dan/atau berkuasa dalam hal ini bukan hanya berarti kuat secara fisik atau banyak secara jumlah (mayoritas) atau memiliki follower lebih besar. Posisi-posisi dan peran-peran sebagai pejabat publik, orangtua, manajer, guru besar, ketua kelompok, dokter, psikolog, pemuka agama, dan sebagainya, adalah kental dengan kekuatan/kekuasaan. Banyak profesi dan peran yang memuat kekuasaan. Dalam hal ini, terminologi demokrasi yakni "check and balances" terhadap kekuasaan wajib diterapkan pada berbagai tingkat, baik struktural, kultural, maupun antarpribadi. "Audit kekuasaan" baik terhadap pejabat publik, orangtua, guru/dosen, pemuka masyarakat, ketua kelompok, dan sebagainya, merupakan usulan dari saya yang perlu dipikirkan mekanismenya untuk diimplementasikan di berbagai lini. Bagaimana kita mengaudit ketua kelompok? Siapa auditornya? Apa saja ukuran auditnya? Dan sebagainya. Saya berpendapat bahwa apabila kekuasaan tidak diaudit dan direfleksikan serta dikembalikan ke makna asalinya, yaitu pengembangan potensi menjadi aktualitas, maka kekuasaan akan cenderung korup dan disalahgunakan untuk merendahkan, menekan, dan mengecilkan orang atau pihak lain, sebagaimana terjadi pada perundungan, terlebih pihak lain yang berbeda identitas sosialnya, seperti terjadi pada persekusi.

Tetapi jika kekuasaan diperlakukan sebagai alat untuk mempengaruhi berbagai hal yang perlu agar orang lain dan masyarakat menjadi semakin sempurna (memenuhi potensi dirinya, secara eksistensial maupun secara etis), maka perundungan tidak akan mendapat tempat yang subur. Yang menjadi fokus adalah pertumbuhan dan perkembangan bersama, sehingga menginspirasikan cara-cara atau keterampilan menyelesaikan masalah yang menusiawi, bukan menuruti insting primitif/hewaninya, termasuk di dalamnya buka ruang untuk saling memaafkan dan rekonsiliasi. Mengapa hal yang terakhir itu penting? Pengkajian saya terhadap konsep Yurisprudensi Terapeutik di Jurnal Kajian Ilmiah Bhayangkara Jakarta Raya menunjukkan bahwa proses hukum dapat menghadirkan ekses penderitaan psikologis yang tidak perlu bagi pihak-pihak yang terlibat. Lagi-lagi, dalam menyelenggarakan sebuah prosedur keadilan, dibutuhkan kebijaksanaan. Kita tidak hendak mempertentangkan hukum dengan psikologi dalam menangani perundungan.


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Kiprahnya Luar Biasa, Angka Perempuan Jadi Korban KDRT Meningkat

SLEMAN, BERNAS.ID - Peran perempuan tak dapat dianggap sepele di kehidupan ini, terutama di masa Pandemi Covid-19. Untuk itu, peringatan Hari Perempuan Internasional, 8 Maret kali ini, mengangkat tema, “Perempuan Dalam Kepemimpinan: M ...

DIY

Bupati Berikan Arahan Pemilihan Lurah Serentak Secara Elektronik Tahun 2021

SLEMAN, BERNAS.ID - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, berikan pengarahan umum tentang Pemilihan Lurah Serentak secara elektronik Tahun 2021, di Pendopo Parasamya, Sleman, Senin (8/3/2021). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 35 Lurah dari kelu ...

DIY

Penanganan Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri di DIY Dianggap Tak Maksimal

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemda DIY telah memperpanjang durasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 22 Maret 2021. Menurut Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana, perpanjangan ini harus diimbangi dengan peningk ...

Politik

Rizal Ramli: Jangan Bicara Demokratis Bila di Internal Parpol Tidak Ada Demokratisasi

JAKARTA,BERNAS.ID - Tokoh nasional yang juga ekonom senior Rizal Ramli angkat bicara, soal polemik yang terjadi di Partai Demokrat Konflik partai yang diinisiasi salah satunya oleh Susilo Bambang Yudhoyono ini, sebenarnya sudah menu ...

DIY

Presiden Jokowi akan Menyaksikan Vaksinasi Massal Budayawan dan Seniman di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan hadir menyaksikan secara langsung pemberian vaksinasi covid-19 kepada 500 budayawan dan seniman di Padepokan Bagong Kussudiarja, Daerah Istimewa Yogya ...

Budaya

Nyepi: Memberi Waktu Jeda untuk Bumi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Nyepi merupakan masa bagi umat Hindu khususnya di Indonesia untuk memberi waktu jeda bagi bumi. Nyepi adalah saat yang baik untuk memberikan jeda bagi ruang. Hal itu disampaikan oleh tokoh muda Hindu, I Ketut Teli ...

Ekonomi

Begini Cara Daftar NPWP Secara Online

BERNAS.ID - Kemudahan teknologi untuk saat ini mempermudah kita dalam melakukan semua aktivitas termasuk pengurusan surat-surat yang bisa dilakukan secara online, salah satunya pembuatan kartu NPWP. Kemudahan ini sangat membantu kita karena ...

Nasional

4 Bulan Tercatat 2 Juta Penduduk Pindah Domisili, Data Vaksin dan Bansos harus Diperbarui

JAKARTA, BERNAS.ID - Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) mencatat bahwa selama 4 bulan terakhir telah terjadi tren pindah domisili. Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan jumlah ...

Kesehatan

Jambu Kristal Manjur Tangkal Covid-19 Dibantah Ahli Gizi

SLEMAN, BERNAS.ID - Viral di media sosial tentang khasiat jambu kristal yang bisa menangkal Covid-19. Tak sedikit orang yang percaya, kemudian mengkonsumsi jambu kristal. Namun Ahli Gizi, Aviria Eramilia membantah narasi jambu kristal ya ...

Olahraga

Pemain Ganteng Asal Argentina Perkuat PSS Sleman, Ini Alasannya

SLEMAN, BERNAS.ID - Pemain yang datang dan pergi menjadi hal yang lumrah dalam sebuah klub sepak bola. Tentu banyak hal yang melatarbelakangi pemain sepak bola untuk memilih hengkang atau bermukim di sebuah klub. Belum lama ini, PSS Slem ...

DIY

Jadwal Perjalanan KA Daop 6 Ditambah Saat Momen Libur Pekan Depan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Guna mengantisipasi lonjakan penumpang jelang libur Isra Miraj pada Kamis (11/3/2021) yang disambung libur akhir pekan, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 siap menambah jadwal perjalanan kereta. Supriyanto selak ...

Lingkungan

Modifikasi Cuaca, Efektif Atasi Kebakaran Hutan di Riau dan Kalbar

JAKARTA, BERNAS.ID - Sebagai salah satu upaya dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melaksanakan rekayasa hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Teknolog ...

Politik

Mengubah Pola Pikir Pimpinan Nasional Jawa Atau Non Jawa

JAKARTA, BERNAS.ID - Tampuk pimpinan negara selalu diduduki oleh orang-orang Jawa, kecuali BJ Habibie. Namun, Menristek zaman Soeharto menjadi presiden bukan karena dipilih melalui pemilu. Ia menjadi pengganti Soeharto yang lengser kar ...

DIY

Pandemi COVID-19 Akibatkan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan DIY Meningkat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kasus kekerasan terhadap perempuan di DIY kini kian meningkat. Hal ini rupanya didorong kuat oleh faktor pandemi COVID-19. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) D ...

Budaya

Peduli Bencana, 120 Seniman Jogja Gelar Bazaar Art

BANTUL, BERNAS.ID - Sebanyak 120 seniman lukis dan patung yang peduli dengan penderitaan sesama anak bangsa yang terdampak bencana menggelar pameran bersama di Cafe Kopi Macan Yusman, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul selama ...

Pendidikan

Cara Jitu Lulus Seleksi Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

BERNAS.ID - Sebagian orang bermimpi untuk bisa berkuliah di luar negeri. Namun kebanyakan dari mereka menganggap jika kuliah di luar negeri membutuhkan banyak biaya dan prosesnya yang tidak singkat. Belum lagi harus mengumpulkan berbagai do ...

Lifestyle

Perempuan Jomblo dan Janda Berisiko Tinggi Jadi Korban Love Scam

SLEMAN, BERNAS.ID - Penipuan berkedok cinta (love scam) semakin marak akhir-akhir ini. Kemajuan teknologi dan internet seperti media sosial semakin memudahkan praktek love scam. Ketua Pusat Kajian Law, Gender, and Society UGM, Sri Wiyant ...

Internet

Setiap Dusun di Sleman Akan Dipasangi WiFi

SLEMAN, BERNAS.ID - Sebanyak 1.212 dusun di Kabupaten Sleman akan dipasang fasilitas internet gratis (Free WiFi). Program pemasangan fasilitas akan dikerjakan secara bertahap sampai tahun 2023. Sekretaris Diskominfo Sleman, Purwati menga ...

DIY

Ada Kampung Sayur di Jogja Loh, Salah Satunya Kampung Karangsari

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Sekali-kali, berjalanlah di gang Mlati, Kampung Karangsari, Kalurahan Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta. Di sana, akan terlihat hamparan sayuran hijau serta buah-buahan yang ranum. Kawasan tersebut kerap dijadikan l ...

Kesehatan

10.000 Pedagang Pasar Sleman Diusahakan Vaksin Akhir Maret

SLEMAN, BERNAS.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman merencanakan vaksinasi sekitar 10 ribu pedagang pasar tradisional sebelum akhir Maret. Para pedagang itu berasal dari 42 pasar yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda ...

Kesehatan

Gangren, Gejala Covid-19 yang Baru. Ini Penjelasannya

SLEMAN, BERNAS.ID - Virus SARS CoV-2 tak dipungkiri bisa menyebabkan gangren pada pasien Covid-19. Virus korona dapat menyebabkan gangguan pembekuan/pengentalan darah (koagulopati) dan gangguan aliran pembekuan darah. Hal tersebut mempengar ...

DIY

Ratusan Perumahan di Sleman Belum Serahkan Fasos dan Fasum ke Pemkab

SLEMAN, BERNAS.ID - Di tahun 2020, tercatat baru ada 37 pengembang yang menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Padahal, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DP ...

Ekonomi

UPT Logam Jogja Mampu Ekspor Reflektor Lampu ke Panasonic Jepang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam yang dikelola Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Jogja secara rutin mampu mengekspor reflektor lampu rumah ke perusahaan Panasonic di Jepang. Kepala U ...

DIY

Kota Jogja Segera Miliki Mall Pelayanan Publik

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Guna mengoptimalkan pelayanan publik, Pemkot Jogja segera mengoperasikan mall pelayanan publik. Ini akan dikelola oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Jogja. Kepala Dinas Penanaman Moda ...

DIY

Forpi Kota Yogyakarta Minta SAH yang Rusak Diperbaiki

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kota Yogyakarta telah diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi bahkan dibeberapa tempat terjadi hujan es dengan ukuran sebesar kelereng pada Rabu (3/3/2021) siang. Salah satu akibat dari hujan deras tersebut memb ...

Pendidikan

5 Cara Belajar Efektif dan Menyenangkan

BERNAS.ID - Menimba ilmu menjadi suatu hal yang wajib bagi para pelajar. Namun, tidak hanya para pelajar saja yang wajib melakukan aktivitas belajar. Mahasiswa, pekerja kantoran bahkan seorang dosen pun juga perlu melaksanakan kegiatan ...

DIY

BPBD Kota Yogyakarta : Waspadai Bencana Cuaca Ekstrim

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana pada cuaca ekstrem. Mulai dari banjir, pohon tumbang hingga hujan es seperti yang terjadi di sebagia ...

Kesehatan

Pakar Genetik: Varian Baru Covid-19 Inggris Tidak Perparah Pasien Covid-19

SLEMAN, BERNAS.ID - Dua pekerja migran yang pulang ke Indonesia terdeteksi terinfeksi varian COVID-19 dari Inggris B117. Covid-19 B117 dicemaskan masyarakat karena dikabarkan cepat menular dengan tingkat penularannya 30-70 persen daripada C ...

Budaya

Warga Larung Doa Keselamatan Bangsa dan Kelestarian Alam ke Sungai Progo

SLEMAN, BERNAS.ID - Sejumlah warga pinggiran Kali Progo memohon doa keselamatan bangsa dan kelestarian alam agar terhindar dari marabahaya bencana alam dan wabah virus Covid-19. Para warga yang mayoritas berasal dari Dusun Kliran, Kisik, da ...

DIY

Kondisi Pengemudi Becak dan Andong Malioboro Semakin Berat 

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kondisi pengemudi becak dan andong di kawasan Malioboro kini semakin berat. Pasalnya, setelah satu tahun pandemi COVID-19, kondisi dirasa tidak semakin membaik. Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY), Parmi ...

Pariwisata

Sungai Winongo Bakal Dijadikan Tempat Piknik Asyik

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Bantaran Sungai Winongo Jogja bakal dikembangkan jadi kawasan wisata yang menarik. Ini sudah masuk dalam rencana kerja pembangunan Pemerintah Kelurahan Pringgokusuman 2022 yang ditetapkan dalam Musyawarah Rencana Pem ...

Lifestyle

4 Cara Memakai AutoCAD

BERNAS.ID – AutoCAD merupakan suatu perangkat lunak dari komputer CAD yang digunakan untuk menggambar 2 dan 3 dimensi yang kemudian dikembangkan oleh Autodesk. AutoCAD ini juga merupakan varian utama dari produk Autodesk serta ya ...

Lifestyle

Manfaat Kursus AutoCAD bagi Pemula

BERNAS.ID - Jika anda seorang mahasiswa jurusan teknik, pastinya tidak akan asing dengan gambar teknik. Bagi orang-orang teknik, gambar teknik merupakan alat komunikasi untuk menjelaskan suatu produk. Gambar teknik dibuat dengan membutuhkan ...

Kesehatan

Komitmen Indonesia Berantas Stunting, Ini Kuncinya

JAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Indonesia menegaskan, terus mendorong konvergensi program penurunan stunting dari pusat hingga tingkat desa, agar bisa menyasar sasaran program Rumah Tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 ...

Lingkungan

172 Tahun Menghilang, Burung Pelanduk Kalimantan Ditemukan Kembali

JAKARTA, BERNAS.ID - Burung Pelanduk Kalimantan (Malacocincla Perspicillata) yang merupakan salah satu satwa endemik, diduga mengalami kepunahan sejak tahun 1848 atau 172 tahun yang lalu kembali ditemukan. Burung tersebut kembali dijumpai d ...

Kesehatan

Refleksi 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia

JAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah umumkan kasus pertama covid-19 di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, tepat satu tahun yang lalu. Sejak saat itu pula pemerintah terus berupaya keras menangani pandemi covid-19 ini dengan memanfaatkan berbag ...

Hukum dan Kriminal

Bayi Dibiarkan Tewas Kepanasan di Maguwoharjo

SLEMAN, BERNAS.ID - Beralasan tak ada biaya, orangtua yang masih belum diketahui identitasnya tega membuang bayinya yang baru lahir di sebelah timur pertigaan Gang Semar RT05/RW44, Stan, Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (3/3/2021) ...

Kesehatan

Terkait Munculnya Varian Baru Corona, Begini Sikap Pemda DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Mutasi virus Corona B.1.1.7 telah terdeteksi di Indonesia. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY masih menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan RI terkait upaya antisipasi penyebaran varian baru Corona tersebut. Sekr ...

DIY

Yogyakarta Hujan Ekstrem Disertai Es, Ini Kata BMKG

SLEMAN, BERNAS.ID - Hujan angin ekstrem disertai butiran es terjadi di Kecamatan Turi Sleman dan Kota Yogyakarta, Rabu siang (3/3/2021) sekira pukul 12.15 WIB. Misalnya, untuk Sleman, terpantau hujan es di Dusun Turi Donokerto dan Babadan D ...

Ekonomi

Ternyata Pemkot Jogja Belum Miliki Rencana Pembangunan Industri Kota

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Di tengah pandemi COVID-19 tahun 2021, Pemkot Yogyakarta terus menyusun program unggulan untuk membangkitkan lagi sektor UMKM. Namun sayangnya Kota Jogja hingga kini belum memiliki Rencana Pembangunan Industri Kota ( ...

Lifestyle

4 Manfaat Sertifikasi Profesi Bagi Pekerja

BERNAS.ID - Bagi anda yang ingin terjun dalam sektor pekerjaan, hendaknya anda sebagai calon pekerja memerlukan kecakapan khusus karena kapabilitas saja tidak mencukupi. Hal ini ada baiknya anda juga harus merasakan manfaat sertifikasi prof ...

Nasional

Cara Registrasi Kartu Prakerja, Ini Syarat dan Ketentuannya

BERNAS.ID - Kartu Prakerja merupakan suatu program pengembangan kompetensi berbentuk bantuan biaya yang difokuskan untuk para pencari kerja, pekerja yang ter-PHK serta para pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensinya. Program pemerin ...

Nasional

Pakar: Perpres Miras Banyak Dampak Negatifnya

SLEMAN, BERNAS.ID - Peraturan Presiden (Perpres) No.10 Tahun 2021 tentang investasi minuman keras (miras) dipandang akan lebih banyak mendatangkan dampak negatif daripada sisi positifnya. Perpres tersebut menuai pro dan kontra di masyarakat ...

Pendidikan

Disdikpora DIY Mulai Susun Juknis PPDB 2021

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY kini tengah menyusun petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 di DIY. Walau demikian, Disdikpora DIY memastikan PPDB yang ak ...

Nasional

Ustad Yusuf Mansur Meyakini Perpres Miras Akan Dicabut, Ini Katanya

JAKARTA, BERNAS.ID - Menuai polemik di masyarakat, Presiden Joko Widodo mencabut Peraturan Presiden No.10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Aturan tersebut menjadi kontroversial karena memuat kebijakan investasi minuman keras ...

Kesehatan

Pelaku Usaha Jasa Pariwisata Jogja Jalani Vaksinasi Covid-19 Massal

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pelaku usaha jasa akomodasi wisata yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di Benteng Vredeburg, Selasa (2/3/2011). Ini merupakan bagian dari vaksi ...

Nasional

Gaduh Izin Investasi Miras di Indonesia

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Jokowi pada tanggal 2 Februari 2021 lalu telah meneken Perpres No 10 Tahun 2021 tentang bidang usaha penanaman modal yang salah satunya mengatur soal penanaman modal minuman beralkohol, diantaranya memperb ...

Nasional

Jokowi Resmi Cabut Poin Perpres Investasi Miras

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghapus poin dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengatur pembukaan investasi industri minuman keras (miras) yang mengandung alkohol. Ha ...

Politik

Fraksi PKS DPRD Kota Yogyakarta Tegas Tolak Perpres Investasi Miras

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pelonggaran izin investasi industri minuman keras (Miras) seperti tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken Presiden Jokowi pada 2 Februari 2021 ...

Kesehatan

Cara Alami Hilangkan Bekas Jerawat

BERNAS.ID - Memiliki bekas jerawat pada wajah dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri seseorang. Dengan begitu, banyak orang mencari cara dan menghilangkan bekas jerawat adalah solusinya. Bekas jerawat pada umumnya tidak mudah untuk ...