Persekusi atau Perundungan dari Sudut Pandang Psikologi Sosial


07 Desember 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Persekusi akhir-akhir ini kini menjadi kata yang identik dengan kekerasan, tak beradab, sadis, keji, dan bar-bar karena melakukan tindakan atas dasar amarah. Naluri liar tak berperikemanusiaan pun yang dikedepankan. Hukum pun menjadi tak dipedulikan. Meskipun polisi sudah berusaha keras meminimalisir, tapi tetap timbul aksi persekusi ini.  Bahkan dalam bentuk yang lebih sadis lagi. Antara lain membakar orang yang dituduh mencuri pengeras suara di salah satu mesjid di Jakarta.  Atau baru-baru ini ada persekusi yang dilakukan oleh Ketua RT dan RW karena menganggap ada orang yang melakukan perbuatan tak senonoh.

Sebelum marak persekusi akhir-akhir ini, pada Mei 2014, tindak persekusi pun juga pernah terjadi di Yogyakarta. Saat itu, sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan di rumah direktur Galang Press, Julius Felicius, Kamis (29/5/2014) malam sekitar pukul 21.30 WIB di Ngalik, Sleman, yogyakarta. Ketika itu, rumah Julius sedang mengadakan acara doa bersama, tiba-tiba 8 orang tak dikenal, datang dan mengobrak-abrik motor yang terparkir di rumah Julius dengan beringas. Julius yang sedang berada di kantor pun mendengar rumahnya diserang langsung pulang ke rumah. "Saat itu saya sedang ada di kantor dan langsung pulang ke rumah," ujar Julius.

Setiba di rumahnya, Julius pun langsung di keroyok oleh 8 orang tersebut dan dipukul menggunakan besi panjang di bagian bahunya. Akibatnya, Julius menderita luka di bagian bahu hingga berdarah. Selain melakukan pengrusakan rumah, para pelaku juga menganiaya Michael Aryawan wartawan Kompas TV yang sedang meliput kejadian tersebut.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara menyebut perundungan (persekusi-red) sebenarnya sudah berlangsung lama. "Marak"-nya perundungan lebih merupakan fakta statistik berkat kesadaran yang meninggi pada masyarakat, yakni kesadaran untuk mengenali, mendeteksi, mencegah, melaporkan, dan menangani perundungan.

Simak Uraiannya:

Penyebab terjadinya perundungan ada bermacam-macam. Misalnya, dalam penelitian saya bersama Mutiara Pertiwi yang diterbitkan di Jurnal Sosiokonsepsia (2012) milik Kementerian Sosial, kami menemukan bahwa pola asuh berhubungan dengan kecenderungan seseorang menjadi pelaku dan/atau korban perundungan. Pola asuh otoriter membentuk kecenderungan anak menjadi pelaku pembulian, sedangkan pola asuh otoritatif membawa anak untuk tidak terlibat baik sebagai pelaku maupun korban perundungan. Masih banyak faktor lain, seperti faktor psikologis (misal, rendahnya empati, sejarah diri sebagai korban/pelaku kekerasan, humor yang abusive, kepribadian yang tidak adaptif), dan faktor psikososial (misal, saksi/penonton perundungan yang tidak asertif atau bahkan tidak peduli akan menyuburkan perundungan, pengentalan identitas sosial tanpa dibarengi berpikir-kritis).

Struktur dan sistem sosial secara luas juga dapat berperan. Sebagai contoh adalah "kultur perundungan" atau pun "kultur yang mengarah pada perundungan" dengan berbagai bentuknya. Saat saya menjawab wawancara ini, belakangan ini dalam beberapa WhatsApp group yang saya ikuti, saya memperoleh sebuah meme yang bunyinya sebagai berikut: "Untuk Bapak/Ibu 'Guru' yang sedang membuat soal UAS, 'Barangsiapa yang mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat'" 

Meme tersebut menceritakan pada kita tiga buah hal sehubungan dengan perundungan. Pertama, adanya persepsi di kalangan siswa bahwa mereka 'dirundung' oleh gurunya melalui soal ujian. Kedua, meme itu sendiri merupakan wujud 'perlawanan' siswa/mahasiswa terhadap otoritas (guru/dosen) yang disebarluaskan secara masif, dibuat anonim, dan menyerang secara tidak langsung (tidak menyebut nama tertentu). Ketiga, media sosial sebagai saluran penyebaran meme telah menjadi wilayah "penempatan dan pertarungan kekuasaan/kekuatan" tersendiri, yang khususnya dimanfaatkan oleh generasi milenial dan melek-teknologi dengan berbagai kreativitasnya. Memang, tidak sedikit kita membaca berita tentang hubungan antara guru/dosen dan mahasiswa yang diwarnai oleh "adu kekuatan" semacam ini, bahkan ada yang berujung pada pembunuhan (terhadap dosen) dan juga bunuh diri (oleh siswa/mahasiswa). Inilah sesungguhnya dinamika perundungan masa kini.

Kultur perundungan juga terjadi saat warga merasa dipesulit saat mengurus surat-surat di kantor-kantor administrasi Pemerintah. Ada sebuah ungkapan di masa lalu ketika istilah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) semakin populer, yakni "Jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Kita saja dulu sulit, mengapa sekarang mereka harus mudah?". Kita melihat juga melalui media sosial betapa marahnya Ibu Risma, Walikota Surabaya, mendapati kenyataan bahwa warganya kesulitan mengurus KTP elektronik di sebuah kantor pemerintah di wilayahnya. Saya menyebut ini sebagai sebuah contoh dari perundungan birokratik, yang harus dijawab secara tuntas dan tandas oleh reformasi birokrasi.

Jelas akibatnya bagi korban perundungan yaitu penderitaan fisik, batin, dan sosial. Secara psikologis, harga diri dan perasaan kontrol diri mengalami gangguan yang serius. Secara sosial, ada kerentanan untuk dikucilkan dan melakukan balas dendam namun bersifat pemindahan (displacement), yakni merundung orang lain lagi yang lebih lemah. Semuanya berujung pada ketidakbahagiaan sebagai manusia dan pengosongan potensi manusia. Sementara itu, pelaku perundungan rentan untuk terus-menerus melestarikan perilakunya dengan peningkatan kadar yang semakin serius. Intinya adalah pelaku ingin terus meningkatkan kekuasaan dan kenikmatan (termasuk popularitas di kalangan sebaya) yang diperoleh dari perundungan demi perundungan. "Mabuk kekuasaan" dalam sejumlah studi juga berhubungan dengan penyalahgunaan miras dan perilaku seksual eksesif.

Kasus-kasus negatif di atas dipelajari oleh generasi berikutnya. Menurut hemat saya, ada tiga pangkal masalah di sini, yakni: Pertama, penggunaan kekuatan/kekuasaan yang tidak bijaksana. Kedua, ketidakterampilan menyelesaikan masalah secara beradab. Ketiga, penggunaan media sosial yang tidak dilandasi dengan kesadaran tanggung-gugat.

Dengan mewabahnya penggunaan media sosial, saya menduga bahwa perundungan maya dan perundungan yang berlanjut dari situasi dunia maya akan menjadi dominan pada zaman ini. Kesadaran tanggung-gugat, yang berarti siap menghadapi gugatan baik perdata maupun pidana, perlu dibangun sebagai salah satu solusi untuk meminimalisasikan perundungan. Yang harus siap menghadapi gugatan bukan hanya pelaku tetapi juga orang-orang terkait di sekitar pelaku (misalnya, admin serta komunitas dari Group WhatsApp/Telegram). Jangan sampai terjadi orang yang merundung melalui media sosial malah mendapat 'reward' (berupa 'like', teks sorakan, dan sejenisnya). Instrumen dan penegakan hukum yang bersifat anti-perundungan merupakan bagian dari membangun kesadaran tanggung-gugat. Media sosial juga perlu memperlengkapi teknologinya untuk mendeteksi dan mencegah perundungan melalui teks, gambar, maupun video.

Hal di atas tidak berdiri sendiri karena harus dibarengi dengan kebijaksanaan ketika seseorang atau sekelompok orang sedang memiliki kekuatan atau berada di posisi yang berkuasa. Harus disadari bahwa kekuatan/kekuasaan ada di mana-mana sekalipun di media sosial yang tampaknya egaliter dan demokratis. Kebijaksanaan yang saya sebut itu tidak bisa ada dengan sendirinya, melainkan memerlukan edukasi atau pendidikan mengenai hakikat kekuasaan/kekuatan. Kuat dan/atau berkuasa dalam hal ini bukan hanya berarti kuat secara fisik atau banyak secara jumlah (mayoritas) atau memiliki follower lebih besar. Posisi-posisi dan peran-peran sebagai pejabat publik, orangtua, manajer, guru besar, ketua kelompok, dokter, psikolog, pemuka agama, dan sebagainya, adalah kental dengan kekuatan/kekuasaan. Banyak profesi dan peran yang memuat kekuasaan. Dalam hal ini, terminologi demokrasi yakni "check and balances" terhadap kekuasaan wajib diterapkan pada berbagai tingkat, baik struktural, kultural, maupun antarpribadi. "Audit kekuasaan" baik terhadap pejabat publik, orangtua, guru/dosen, pemuka masyarakat, ketua kelompok, dan sebagainya, merupakan usulan dari saya yang perlu dipikirkan mekanismenya untuk diimplementasikan di berbagai lini. Bagaimana kita mengaudit ketua kelompok? Siapa auditornya? Apa saja ukuran auditnya? Dan sebagainya. Saya berpendapat bahwa apabila kekuasaan tidak diaudit dan direfleksikan serta dikembalikan ke makna asalinya, yaitu pengembangan potensi menjadi aktualitas, maka kekuasaan akan cenderung korup dan disalahgunakan untuk merendahkan, menekan, dan mengecilkan orang atau pihak lain, sebagaimana terjadi pada perundungan, terlebih pihak lain yang berbeda identitas sosialnya, seperti terjadi pada persekusi.

Tetapi jika kekuasaan diperlakukan sebagai alat untuk mempengaruhi berbagai hal yang perlu agar orang lain dan masyarakat menjadi semakin sempurna (memenuhi potensi dirinya, secara eksistensial maupun secara etis), maka perundungan tidak akan mendapat tempat yang subur. Yang menjadi fokus adalah pertumbuhan dan perkembangan bersama, sehingga menginspirasikan cara-cara atau keterampilan menyelesaikan masalah yang menusiawi, bukan menuruti insting primitif/hewaninya, termasuk di dalamnya buka ruang untuk saling memaafkan dan rekonsiliasi. Mengapa hal yang terakhir itu penting? Pengkajian saya terhadap konsep Yurisprudensi Terapeutik di Jurnal Kajian Ilmiah Bhayangkara Jakarta Raya menunjukkan bahwa proses hukum dapat menghadirkan ekses penderitaan psikologis yang tidak perlu bagi pihak-pihak yang terlibat. Lagi-lagi, dalam menyelenggarakan sebuah prosedur keadilan, dibutuhkan kebijaksanaan. Kita tidak hendak mempertentangkan hukum dengan psikologi dalam menangani perundungan.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Politik

Resmi Jokowi Pindahkan Ibukota, Pengamat : Perjalanan Masih Panjang

JAKARTA,BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan Ibu kota baru Indonesia. Jokowi memilih wilayah di sebagian Kabupaten Penajaman Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur "Sebagian di Kabupaten Pen ...

Hukum dan Kriminal

Curas Progo 2019 DIY Didominasi Penjambretan

SLEMAN, BERNAS.ID- Polda DIY bersama jajaran 4 polres dan 1 polresta mengungkap hasil pelaksanaan Operasi Pencurian dengan Kekerasan (Curat) Progo 2019 yang dilaksanakan mulai tanggal 9 Agustus sampai 22 Agustus 2019. 20 tersangka berhasil ...

DIY

Bandara YIA Ditargetkan Selesai Awal Tahun 2020

JOGJA, BERNAS.ID-Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan progres pembangunan YIA saat ini telah mencapai 70 persen dan ditargetkan bangunan fisiknya akan selesai pada bulan Februari atau Maret 2020.  "Progress ...

DIY

Jalur Layang Kereta Api Menuju YIA Dibangun Mulai Oktober 2019

JOGJA, BERNAS.ID- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimis pembangunan jalur kereta api (KA) ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dapat dirampungkan akhir tahun 2020. "Yang kita intensifkan, angkutan kereta api ag ...

Politik

Rizieq ‘Senggol’ Megawati Cs, Sindir Gaji Ratusan Juta Punggawa BPIP

JAKARTA, BERNAS.ID - Di Milad FPI ke-21, Habib Rizieq Syihab mempersoalkan gaji punggawa Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang besarannya lebih dari Rp100 juta. BPIP sendiri dibentuk oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pres ...

Hukum dan Kriminal

Walikota Jogja Tak Mau Komentari Temuan Uang oleh KPK di Rumah Kabid SDA

YOGYA, BERNAS.ID - Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti enggan memberikan komentar terkait temuan uang sekitar Rp130 juta saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah Kabid SDA DPUPKP Aki Lukman terkait dugaan kasu ...

Hukum dan Kriminal

Sudah Video Call Sex Gratis Malah Diperas Uang

SLEMAN, BERNAS.ID- Pengangguran mesum berinisial WSP (26), warga Jurang Ombo, Magelang Jawa Tengah harus berurusan dengan pihak berwajib karena memeras dan mengancam akan menyebarkan video call sex korbannya berinisial HN (26), warga Jombor ...

Hukum dan Kriminal

Ke Balaikota, KPK Geledah Ruang Dinas PUPKP Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (22/8/2019) siang menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dan kantor Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Yogyakarta. Penggeledahan it ...

Pendidikan

Agama Itu Harus Memberi Rahmat, Tidak Boleh Menakutkan

SLEMAN, BERNAS.ID- Lustrum ke-14, Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan buku "Kata Bersama Antara Muslim dan Kristen" terbitan UGM Press pada Agustus 2019. Buku ini ingin menegaskan bahwa Islam dan Kristen memiliki dasar funda ...

DIY

Puluhan Mahasiswa Jogja Suarakan Tolak Rasisme

YOGYA, BERNAS.ID - Puluhan orang yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Yogyakarta menggelar unjuk rasa di halaman DPRD DIY, Kamis (22/8/2019). Mereka mengajukan sejumlah tuntutan pada pemerintah, termasuk menolak tin ...

DIY

Pemkot Jogja Diminta Segera Selesaikan Proyek yang Tersandung OTT

YOGYA, BERNAS.ID - Paket pengerjaan Perbaikan Saluran Air di kawasan Kampung Celeban Umbulharjo Jogja yang tersandung Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/8) lalu, sejak Selasa (20/8) sore telah dih ...

Hukum dan Kriminal

Tim Sepakbola Kesayangan Kalah, Lakukan Kekerasan dengan Pencurian

SLEMAN, BERNAS.ID- Tim sepakbola kesayangan kalah, dalam keadaan mabuk, 5 lima pemuda nekad menganiaya AG (23), warga Sendangadi Mlati Sleman di pertigaan jalan masuk Dusun Salakan Gamping Sleman pada hari Jumat, tanggal 21 Juni 2019 lalu, ...

DIY

Hanya di Daop 6 Jogja, Ada Lomba Tarik Lokomotif 84 Ton

YOGYA, BERNAS.ID - Memperingati HUT RI ke 74, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar perlombaan yang unik, yakni menarik lokomotif. Lomba digelar Rabu (21/8/2019) di Dipo Lokomotif Yogyakarta. Manager Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budi ...

DIY

DPD PDI Perjuangan DIY Menolak Penistaan Agama

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Munculnya video di Youtube yang kemudian menjadi viral, tentang khotbah seorang pendeta yang sampai hari Selasa 19 Agustus 2019 lalu telah ditonton sekitar 157 ribu kali, yang diduga terjadi di wilayah Jawa Tim ...

Pendidikan

Modul Anti Kekerasan dan Intoleransi Diluncurkan di Yogyakarta

JOGJA, BERNAS.ID- Kalijaga Institute for Justice (KIJ) Universitas Islam Negeri (UIN Sunan Kalijaga (Suka) meluncurkan modul "Integrasi Nilai-nilai Keren Berkarakter Nir Kekerasan dalam Pembelajaran dan Budaya Sekolah". Modul ini ...

Hukum dan Kriminal

OTT KPK, Kejari Yogyakarta: Ini Murni Perbuatan Pribadi

JOGJA, BERNAS.ID- Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan barang bukti uang senilai 100 juta rupiah, Kepala Seksi (Kasie) Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi DIY Ninik Rahma Dwihastuti memberika ...

DIY

Aturan Sensor Film yang Baru Disosialisasikan di Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Lembaga Sensor Film menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud)  RI Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pedoman dan Kriteria Penyensoran, Penggolongan Usia Penonton, dan Penarikan Film d ...

Budaya

Didi Kempot Bakal Kenalkan Budaya Jawa ke Mahasiswa Baru Jogja

YOGYA, BERNAS ID - Paniradya Kaistimewan berkolaborasi bersama Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM bakal menggelar kegiatan bertema Jogja Menyapa, Selasa (20/8/2019) petang. Dengan mengundang 1000 mahasiswa baru, acara tersebut bakal menghadirka ...

Hukum dan Kriminal

Mahasiswa PTN Jogja Sebarkan Video Porno Pacarnya

SLEMAN, BERNAS.ID-Laki-laki berinisial JAZ (26), warga Kudus, Jawa Tengah harus berurusan dengan hukum karena menyebarkan foto dan video hubungan badan mantan kekasihnya melalui media sosial Line dan WhatsApp. JAZ merupakan pacar dari korba ...

DIY

Lembaga Keumatan Kristen DIY Ingin Ustadz Abdul Somad Diberi Pelajaran

YOGYA, BERNAS.ID - Merespons viralnya video ceramah Ustadz Abdul Somad terkait ujaran penghinaan terhadap salib, Lembaga Keumatan Kristen DIY memiliki sikap tersendiri. Lembaga yang terdiri dari PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), ...

Lingkungan

Rayakan HUT RI dan Bebasnya Limbah di Karangnongko, Warga Menggelar Mancing Bersama

BANTUL, BERNAS.ID - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Warga Karangnongko, Panggungharjo, Sewon, Bantul menyelenggarakan mancing bersama, Minggu (18/8/2019) bertempat di RT 09 Karangnongko. Ketua Panit ...

Lingkungan

Tidak Mau Orangutan Punah, MOFOMOFA Ajak Semua Masyarakat Sayang Orangutan Asli Indonesia

JAKARTA, BERNAS.ID - MOFOMOFA komunitas yang terdiri dari volunteer pecinta Orangutan menggelar kegiatan Sayang Orangutan Festival 2019 berlangsung di Veneu Sarinah Thamrin, Jakarta, Minggu (18/8/2019). Dalam acara Sayang Orangutan Festi ...

DIY

Mafindo Sosialisasikan Stop Hoax di Car Free Day

YOGYA, BERNAS.ID - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melakukan upaya kampanye publik terkait Hoaks kepada masyarakat di ajang Car Free Day Sudirman Jogja, Minggu (18/8/2019). Dalam kesempatan ini, masyarakat diminta untuk mengunduh ...

Politik

HUT RI ke-74, Jokowi: NKRI Jangan Dikorbankan Karena Beda Pilihan Politik

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo berpesan agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dijaga dan jangan sampai dikorbankan. Ia tidak ingin adanya konflik karena perbedaan pilihan politik. “Keutuhan Negara Kesat ...

DIY

PKL Gelar Upacara HUT RI di Malioboro

YOGYA, BERNAS.ID - Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima di Kawasan Malioboro mengadakan upacara bendera peringatan detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 di depan gerbang Kantor Gubernu ...

Pariwisata

Warga Sleman Senang Alat Pertahanan Utama TNI Digeser ke JCM

SLEMAN, BERNAS.ID- Ada yang berbeda di halaman Jogja City Mall (JCM), siang ini, Sabtu tangal 17 Agustus 2019. Deretan alat utama sistem pertahanan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tampak dipajang di jalan masuk utama mall dalam rangka memp ...

DIY

Unik, Seluruh Petugas dan Peserta Upacara Bernama Agus

JOGJA, BERNAS.ID- Upacara 17 Agustus 2019 di halaman Museum TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta kali ini sungguh unik. Istimewanya, para peserta dan petugasnya bernama Agus semua. Agus Raka, Ketua Komunitas Agus Bumi Indonesia mengatakan b ...

Politik

Bocoran dari Seorang Sahabat, Kaltim Jadi Ibu Kota RI yang Baru

JAKARTA, BERNAS.ID - Seorang sahabat yang berprofesi sebagai konsultan lingkungan hidup mendadak diperintahkan untuk ‘terbang’ ke Kalimantan Timur. Awalnya dia tidak tahu untuk kepentingan apa diperintahkan datang ke salah satu ...

Hukum dan Kriminal

Gara-gara Kasus Suap Impor Bawang Putih, Pejabat Kementan Dicopot

JAKARTA, BERNAS.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) mencopot sejumlah pejabat di Ditjen Holtikultra yang diduga terkait kasus suap impor bawang putih. Pencopotan para pejabat itu bagian dari langkah mitigasi risiko. Kementan membantah ...

Ekonomi

Bekraf Siapkan Pelaku Startup Pemula agar Berdaya Saing dan Inovatif

SLEMAN, BERNAS.ID- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Bekraf for Pre-Startup (BEKUP) 2019 di Convention Hall Fisipol, UGM, 16-17 Agustus 2019. Kegiatan ini diikuti sekitar 110 peserta dari penjaringan. Program BEKUP 2019 mer ...

Ekonomi

Wakil Walikota Minta Warga Jogja Manfaatkan Bulan Bebas Denda Tunggakan PBB

YOGYA, BERNAS.ID- Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta wajib pajak yang masih memiliki tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk memanfaatkan program Bulan Bebas Denda yang hanya berlaku selama Agustus 2019. &l ...

Lifestyle

Ribuan Motor Antik Siap Kumpul di Djogjantique Day 2019

YOGYA, BERNAS.ID- Komunitas Motor Antique Club Indonesia (MACI) Yogyakarta kembali menghadirkan event nasional bertajuk Djogjantique Day 2019. Ajang ini  akan berlangsung di Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada 23-25 Agustus mendatang ...

Kesehatan

Fasilitas Olah Terbatas, Limbah Medis yang Menumpuk Ancam Kesehatan Masyarakat

SLEMAN, BERNAS.ID- Kuliah perdana Prodi Magister Ilmu Kemasyarakatan (IKM), FK-KMK UGM mengajak mahasiswa untuk membahas kebijakan pengolahan limbah medis dari rumah sakit dan fasilitas kesehatan masyarakat seperti puskesmas dan klinik. Par ...

Politik

Pancasila Sudah Tegas dan Final, Jangan Keseringan Dibahas Lagi

SLEMAN, BERNAS.ID - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta Pancasila tidak dijadikan tujuan, melainkan sebuah dasar yang perlu dipahami dan dihayati. Menurutnya, Pancasila sudah sangat tegas, tapi masih saja ada menafsirkannya berbeda s ...

DIY

Naik KA Prameks dan Batara Kresna Gratis saat HUT RI

YOGYA, BERNAS.ID - PT KAI siap menggratiskan tiket untuk sejumlah kereta lokal dan perintis selama satu hari bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Di Daerah Operasi 6 Yogyakarta ada dua kereta yang digratiskan, yakni ...

Politik

Pesan dari Buya Syafii untuk Jokowi: Cari Menteri yang Petarung

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertamu ke kediaman tokoh nasional, Syafii Maarif di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/8/2019) pagi. Dalam kesempatan itu, Buya Syafii menitipkan pesan ke JK untuk disampai ...

Pendidikan

JK Ingin Pembahasan Pancasila Tidak Dipersulit Agar Mudah Dipahami

SLEMAN, BERNAS.ID- UGM melalui Pusat Studi Pancasila kembali mengadakan Kongres Pancasila XI bertajuk "Aktualisasi Pancasila dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa" di Balai Senat, Kamis 15 Agustus 2019. Dalam Kongres Pancasila ...

Pendidikan

Menkominfo Gelorakan Perlawanan Terhadap Hoaks

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menggelorakan perlawanan terhadap hoaks (berita palsu) kepada masyarakat Indonesia karena berbahaya. Ia mencontohkan, Polsek di Madura yang dibakar massa gara-gara ...

DIY

BMKG Yogyakarta Sosialisasi Agroklimat untuk Ketahanan Pangan

JOGJA, BERNAS.ID- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengadakan sosialisasi Agroklimat kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Kulonprogo dengan total pe ...

Olahraga

Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional, Kodim 0912/Kutai Barat Gelar Lomba Panahan Sumpit

KUTAI BARAT, BERNAS.ID - Kian memudarnya olahraga panahan sumpit di masyarakat menjadi perhatian tersendiri bagi Kodim 0912/ Kutai Barat. Guna melestarikan kembali budaya asli Kalimantan ini dan dalam rangka memperingati HUT RI ke 74, Kodim ...

Hukum dan Kriminal

Kemampuan Jenderal Polisi Bintang 2 Ini Dibutuhkan Pimpin KPK

JAKARTA,BERNAS.ID - Wakil Kepala Badan Reaerse dan kriminal Mabes Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Antam Novambar menjadi salah satu perwira aktif Polri yang sejauh ini lolos tahapan seleksi calon pimpinan (capim) Komisi Pember ...

Pendidikan

Di UPN, Menhan Ingin Ada Kurikulum Pancasila

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa sudah menjadi tugas kita bersama untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa, terutama kalangan mahasiswa. Untuk itu, ia member ...

Budaya

Film "Bumi Manusia" Banyak Dikritik, Hanung Bramantyo Cuek Bebek

SLEMAN, BERNAS.ID - Hanung Bramantyo, sutradara film "Bumi Manusia" mengakui, sejak pemutaran perdana film "Bumi Manusia" di Surabaya, Jumat (9/8/2019) lalu, banyak kritik ditujukan kepadanya. Namun ia merasa cuek, karen ...

Politik

Demokrat Merapat Ke Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ?

JAKARTA,BERNAS.ID - Partai Demokrat membuka diri masuk dalam Kabinet Kerja jilid II yang akan segera dibentuk Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan mengatakan, setelah dilakukan pembicara ...

Politik

Waketum Gerindra Sebut Penumpang Gelap Isapan Jempol

JAKARTA,BERNAS.ID - Kabar adanya penumpang gelap di kubu Prabowo kembali dibantah. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyatakan, tidak ada penumpang gelap yang selama ini berkembang. "Nggak ada, wong merek ...

DIY

Legislator PKB: Petani di Sleman Barat Sering Tidak Panen, Menderita

SLEMAN, BERNAS.ID- Wawan Prasetya, legislator dari PKB yang dilantik hari ini, Senin (12/8) di Pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman mengatakan petani di Sleman sering tidak bisa panen, khususnya di daerah Sleman barat karena serangan hama ti ...

Politik

Pembentukan Fraksi Jadi Agenda Awal DPRD Kota Jogja Usai Dilantik

YOGYA, BERNAS.ID - Sebanyak 40 Caleg Terpilih DPRD Kota Yogyakarta dilantik dalam rapat paripurna pengucapan sumpah janji anggota DPRD Kota Yogyakarta masa jabatan tahun 2019-2024, Senin (12/8/2019). Para anggota dewan yang baru menjadikan ...

Hukum dan Kriminal

Ibu Beranak 1 Raup Rp22 Juta dengan Modal Screenshot Transfer Palsu

SLEMAN, BERNAS.ID- Ibu beranak satu berinisial KH (23), warga Tegal Jawa Tengah harus berurusan dengan berwajib karena melakukan penipuan secara online melalui aplikasi Line terkait pembelian barang alat-alat rumah tangga, kosmetik, atau sp ...

Hukum dan Kriminal

Ngaku-ngaku Pemilik Galeri Batik Ternama, Warga Kalasan Tipu Korbannya Ratusan Juta

SLEMAN, BERNAS.ID- Seorang pria berinisial DH (41), warga Kalasan, Sleman, harus berurusan dengan hukum setelah melakukan penipuan melalui aplikasi chatting WhatsApp dengan mengaku sebagai pemilik usaha batik Hamzah Batik dengan total kerug ...

Pendidikan

Mahasiswa KKN UGM Hilang di Sungai Rungan Kalteng

JOGJA, BERNAS.ID- Humas Protokol Universitas Gadjah Mada (UGM) mengabarkan adanya Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM) yang hanyut di Teluk Pulau Kaja atau Pelabuhan Sei Gohong, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Mi ...