Persekusi atau Perundungan dari Sudut Pandang Psikologi Sosial


07 Desember 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Persekusi akhir-akhir ini kini menjadi kata yang identik dengan kekerasan, tak beradab, sadis, keji, dan bar-bar karena melakukan tindakan atas dasar amarah. Naluri liar tak berperikemanusiaan pun yang dikedepankan. Hukum pun menjadi tak dipedulikan. Meskipun polisi sudah berusaha keras meminimalisir, tapi tetap timbul aksi persekusi ini.  Bahkan dalam bentuk yang lebih sadis lagi. Antara lain membakar orang yang dituduh mencuri pengeras suara di salah satu mesjid di Jakarta.  Atau baru-baru ini ada persekusi yang dilakukan oleh Ketua RT dan RW karena menganggap ada orang yang melakukan perbuatan tak senonoh.

Sebelum marak persekusi akhir-akhir ini, pada Mei 2014, tindak persekusi pun juga pernah terjadi di Yogyakarta. Saat itu, sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan di rumah direktur Galang Press, Julius Felicius, Kamis (29/5/2014) malam sekitar pukul 21.30 WIB di Ngalik, Sleman, yogyakarta. Ketika itu, rumah Julius sedang mengadakan acara doa bersama, tiba-tiba 8 orang tak dikenal, datang dan mengobrak-abrik motor yang terparkir di rumah Julius dengan beringas. Julius yang sedang berada di kantor pun mendengar rumahnya diserang langsung pulang ke rumah. "Saat itu saya sedang ada di kantor dan langsung pulang ke rumah," ujar Julius.

Setiba di rumahnya, Julius pun langsung di keroyok oleh 8 orang tersebut dan dipukul menggunakan besi panjang di bagian bahunya. Akibatnya, Julius menderita luka di bagian bahu hingga berdarah. Selain melakukan pengrusakan rumah, para pelaku juga menganiaya Michael Aryawan wartawan Kompas TV yang sedang meliput kejadian tersebut.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara menyebut perundungan (persekusi-red) sebenarnya sudah berlangsung lama. "Marak"-nya perundungan lebih merupakan fakta statistik berkat kesadaran yang meninggi pada masyarakat, yakni kesadaran untuk mengenali, mendeteksi, mencegah, melaporkan, dan menangani perundungan.

Simak Uraiannya:

Penyebab terjadinya perundungan ada bermacam-macam. Misalnya, dalam penelitian saya bersama Mutiara Pertiwi yang diterbitkan di Jurnal Sosiokonsepsia (2012) milik Kementerian Sosial, kami menemukan bahwa pola asuh berhubungan dengan kecenderungan seseorang menjadi pelaku dan/atau korban perundungan. Pola asuh otoriter membentuk kecenderungan anak menjadi pelaku pembulian, sedangkan pola asuh otoritatif membawa anak untuk tidak terlibat baik sebagai pelaku maupun korban perundungan. Masih banyak faktor lain, seperti faktor psikologis (misal, rendahnya empati, sejarah diri sebagai korban/pelaku kekerasan, humor yang abusive, kepribadian yang tidak adaptif), dan faktor psikososial (misal, saksi/penonton perundungan yang tidak asertif atau bahkan tidak peduli akan menyuburkan perundungan, pengentalan identitas sosial tanpa dibarengi berpikir-kritis).

Struktur dan sistem sosial secara luas juga dapat berperan. Sebagai contoh adalah "kultur perundungan" atau pun "kultur yang mengarah pada perundungan" dengan berbagai bentuknya. Saat saya menjawab wawancara ini, belakangan ini dalam beberapa WhatsApp group yang saya ikuti, saya memperoleh sebuah meme yang bunyinya sebagai berikut: "Untuk Bapak/Ibu 'Guru' yang sedang membuat soal UAS, 'Barangsiapa yang mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat'" 

Meme tersebut menceritakan pada kita tiga buah hal sehubungan dengan perundungan. Pertama, adanya persepsi di kalangan siswa bahwa mereka 'dirundung' oleh gurunya melalui soal ujian. Kedua, meme itu sendiri merupakan wujud 'perlawanan' siswa/mahasiswa terhadap otoritas (guru/dosen) yang disebarluaskan secara masif, dibuat anonim, dan menyerang secara tidak langsung (tidak menyebut nama tertentu). Ketiga, media sosial sebagai saluran penyebaran meme telah menjadi wilayah "penempatan dan pertarungan kekuasaan/kekuatan" tersendiri, yang khususnya dimanfaatkan oleh generasi milenial dan melek-teknologi dengan berbagai kreativitasnya. Memang, tidak sedikit kita membaca berita tentang hubungan antara guru/dosen dan mahasiswa yang diwarnai oleh "adu kekuatan" semacam ini, bahkan ada yang berujung pada pembunuhan (terhadap dosen) dan juga bunuh diri (oleh siswa/mahasiswa). Inilah sesungguhnya dinamika perundungan masa kini.

Kultur perundungan juga terjadi saat warga merasa dipesulit saat mengurus surat-surat di kantor-kantor administrasi Pemerintah. Ada sebuah ungkapan di masa lalu ketika istilah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) semakin populer, yakni "Jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Kita saja dulu sulit, mengapa sekarang mereka harus mudah?". Kita melihat juga melalui media sosial betapa marahnya Ibu Risma, Walikota Surabaya, mendapati kenyataan bahwa warganya kesulitan mengurus KTP elektronik di sebuah kantor pemerintah di wilayahnya. Saya menyebut ini sebagai sebuah contoh dari perundungan birokratik, yang harus dijawab secara tuntas dan tandas oleh reformasi birokrasi.

Jelas akibatnya bagi korban perundungan yaitu penderitaan fisik, batin, dan sosial. Secara psikologis, harga diri dan perasaan kontrol diri mengalami gangguan yang serius. Secara sosial, ada kerentanan untuk dikucilkan dan melakukan balas dendam namun bersifat pemindahan (displacement), yakni merundung orang lain lagi yang lebih lemah. Semuanya berujung pada ketidakbahagiaan sebagai manusia dan pengosongan potensi manusia. Sementara itu, pelaku perundungan rentan untuk terus-menerus melestarikan perilakunya dengan peningkatan kadar yang semakin serius. Intinya adalah pelaku ingin terus meningkatkan kekuasaan dan kenikmatan (termasuk popularitas di kalangan sebaya) yang diperoleh dari perundungan demi perundungan. "Mabuk kekuasaan" dalam sejumlah studi juga berhubungan dengan penyalahgunaan miras dan perilaku seksual eksesif.

Kasus-kasus negatif di atas dipelajari oleh generasi berikutnya. Menurut hemat saya, ada tiga pangkal masalah di sini, yakni: Pertama, penggunaan kekuatan/kekuasaan yang tidak bijaksana. Kedua, ketidakterampilan menyelesaikan masalah secara beradab. Ketiga, penggunaan media sosial yang tidak dilandasi dengan kesadaran tanggung-gugat.

Dengan mewabahnya penggunaan media sosial, saya menduga bahwa perundungan maya dan perundungan yang berlanjut dari situasi dunia maya akan menjadi dominan pada zaman ini. Kesadaran tanggung-gugat, yang berarti siap menghadapi gugatan baik perdata maupun pidana, perlu dibangun sebagai salah satu solusi untuk meminimalisasikan perundungan. Yang harus siap menghadapi gugatan bukan hanya pelaku tetapi juga orang-orang terkait di sekitar pelaku (misalnya, admin serta komunitas dari Group WhatsApp/Telegram). Jangan sampai terjadi orang yang merundung melalui media sosial malah mendapat 'reward' (berupa 'like', teks sorakan, dan sejenisnya). Instrumen dan penegakan hukum yang bersifat anti-perundungan merupakan bagian dari membangun kesadaran tanggung-gugat. Media sosial juga perlu memperlengkapi teknologinya untuk mendeteksi dan mencegah perundungan melalui teks, gambar, maupun video.

Hal di atas tidak berdiri sendiri karena harus dibarengi dengan kebijaksanaan ketika seseorang atau sekelompok orang sedang memiliki kekuatan atau berada di posisi yang berkuasa. Harus disadari bahwa kekuatan/kekuasaan ada di mana-mana sekalipun di media sosial yang tampaknya egaliter dan demokratis. Kebijaksanaan yang saya sebut itu tidak bisa ada dengan sendirinya, melainkan memerlukan edukasi atau pendidikan mengenai hakikat kekuasaan/kekuatan. Kuat dan/atau berkuasa dalam hal ini bukan hanya berarti kuat secara fisik atau banyak secara jumlah (mayoritas) atau memiliki follower lebih besar. Posisi-posisi dan peran-peran sebagai pejabat publik, orangtua, manajer, guru besar, ketua kelompok, dokter, psikolog, pemuka agama, dan sebagainya, adalah kental dengan kekuatan/kekuasaan. Banyak profesi dan peran yang memuat kekuasaan. Dalam hal ini, terminologi demokrasi yakni "check and balances" terhadap kekuasaan wajib diterapkan pada berbagai tingkat, baik struktural, kultural, maupun antarpribadi. "Audit kekuasaan" baik terhadap pejabat publik, orangtua, guru/dosen, pemuka masyarakat, ketua kelompok, dan sebagainya, merupakan usulan dari saya yang perlu dipikirkan mekanismenya untuk diimplementasikan di berbagai lini. Bagaimana kita mengaudit ketua kelompok? Siapa auditornya? Apa saja ukuran auditnya? Dan sebagainya. Saya berpendapat bahwa apabila kekuasaan tidak diaudit dan direfleksikan serta dikembalikan ke makna asalinya, yaitu pengembangan potensi menjadi aktualitas, maka kekuasaan akan cenderung korup dan disalahgunakan untuk merendahkan, menekan, dan mengecilkan orang atau pihak lain, sebagaimana terjadi pada perundungan, terlebih pihak lain yang berbeda identitas sosialnya, seperti terjadi pada persekusi.

Tetapi jika kekuasaan diperlakukan sebagai alat untuk mempengaruhi berbagai hal yang perlu agar orang lain dan masyarakat menjadi semakin sempurna (memenuhi potensi dirinya, secara eksistensial maupun secara etis), maka perundungan tidak akan mendapat tempat yang subur. Yang menjadi fokus adalah pertumbuhan dan perkembangan bersama, sehingga menginspirasikan cara-cara atau keterampilan menyelesaikan masalah yang menusiawi, bukan menuruti insting primitif/hewaninya, termasuk di dalamnya buka ruang untuk saling memaafkan dan rekonsiliasi. Mengapa hal yang terakhir itu penting? Pengkajian saya terhadap konsep Yurisprudensi Terapeutik di Jurnal Kajian Ilmiah Bhayangkara Jakarta Raya menunjukkan bahwa proses hukum dapat menghadirkan ekses penderitaan psikologis yang tidak perlu bagi pihak-pihak yang terlibat. Lagi-lagi, dalam menyelenggarakan sebuah prosedur keadilan, dibutuhkan kebijaksanaan. Kita tidak hendak mempertentangkan hukum dengan psikologi dalam menangani perundungan.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Ribuan Warga Kulonprogo Dilatih untuk Bekerja di NYIA

SLEMAN, BERNAS.ID- Pernyataan PT Angkasa Pura I akan lebih mengutamakan warga terdampak dan warga Kulonprogo untuk bekerja di New Yogyakarta International Airport (NYIA) nanti bukan sekedar omong kosong. Selepas mengisi acara di UGM, Rab ...

DIY

Tiang Listrik Lokasi Favorit Pemasangan APK Caleg

SLEMAN, BERNAS.ID- Bawaslu Kabupaten Sleman menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang tidak sesuai aturan (sembarangan) di wilayah Kecamatan Depok, Sleman. Dari 8 titik lokasi sasaran penertiban, banyak APK yang dipasang menempel ...

DIY

Forum Wartawan Yogyakarta Laporkan Pemilik Akun FB Yanto Sumantri ke Polisi

SLEMAN,BERNAS.ID -Puluhan awak media yang tergabung dalam forum wartawan DIY melaporkan pemilik akun facebook (FB) Yanto Sumantri ke Polda DIY, Selasa (15/1/2019). Latar belakang laporan ke polisi terkait dengan postingan Yanto Sumantri ...

DIY

Dijadikan Lagu Kampanye, Pencipta Lagu Jogja Istimewa Geram

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Rapper Marzuki Mohamad atau juga dikenal dengan nama Kill The DJ keberatan lirik lagu 'Jogja Istimewa' diganti menjadi dukungan ke capres Prabowo Subianto.  Hal itu diketahui dari sebuah video ya ...

DIY

KPID Tegaskan, Tudingan ICJ Tentang Berita Hoaks Keliru

YOGYA, BERNAS.ID - Polemik grup publik facebook 'info cegatan jogja' yang ramai mempersoalkan pemberitaan MNC TV Biro Yogyakarta direspons oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). KPID DIY mene ...

DIY

Lapor ke Polda DIY, Marzuki Mohamad Tak Terima Lagunya untuk Politik

SLEMAN, BERNAS.ID- Marzuki Mohamad atau yang dikenal Kill the DJ, pencipta lagu Jogja Istimewa melaporkan akun Twitter @Cakhum karena lagu ciptaannya dicatut untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke Polda DIY. Terkait k ...

DIY

Tolak Pembangunan Apartemen, Para Ketua RT Muja-Muju Kembalikan SK

YOGYA, BERNAS.ID-Sejumlah ketua RT yang berada di bawah RW 05 Balirejo, Muja-Muju, Umbulharjo mengembalikan surat keputusan (SK) kepemimpinan mereka, di kantor kelurahan Muja-muju, Selasa (15/1/2019). Pengembalian SK dilakukan karena para p ...

Pariwisata

Data Arkeologis: Sendratari Dyah Bhumijaya di Situs Ratu Boko

SLEMAN, BERNAS.ID -- PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Minggu (13/01/2019), menggelar Sendratari Dyah Bumijaya, ...

DIY

Satpol PP Tertibkan Empat PKL Jogja di Awal Tahun Ini

YOGYA, BERNAS.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Jogja telah menertibkan sedikitnya empat pedagang kaki lima (PKL) di awal tahun ini. Selain itu, petugas juga menertibkan satu parkir liar di wilayah Kota Jogja.  Kepal ...

Ekonomi

Pelaku Ekonomi Sekitar Proyek Underpass Kentungan Khawatir

SLEMAN, BERNAS.ID- Senin, 14 Januari 2019 menjadi awal dimulainya pembangunan underpass di Simpang Empat Kentungan, Jalan Kaliurang, Ringroad Utara Sleman. Selain akan memberikan dampak yang cukup siginifikan terhadap laju arus lalu-lintas ...

DIY

Bobol Toko, Residivis Kuras Belasan HP dan Puluhan Kartu Perdana

SLEMAN,BERNAS.ID- Jajaran Unit Reskrim Polsek Ngaglik berhasil meringkus dua pelaku pencurian berinisial DK (20) warga Pakem dan RY (18) warga Ngemplak pada Minggu (13/1) sekitar pukul 23.30 WIB. Keduanya ditangkap setelah melakukan tindak ...

DIY

UWMY Gelar Widya Mataram Got Talent

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) yang telah berdiri sejak 1982, saat ini memiliki 2 kampus yaitu di nDalem Mangkubumen dan di dalam Jogja City Mall Lantai 1. UWMY memiliki 10 Program Studi yaitu Manaj ...

Budaya

Kemeriahan Wayangan Merti Desa Ringinsari

SLEMAN, BERNAS.ID - Merti Desa di Padukuhan Ringinsari, Maguwoharjo, Depok, Sleman dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk, Sabtu malam (12/01/2019) di lapangan Ringinsari. Pagelaran wayang kulit ini menampilkan lak ...

Budaya

Pameran Nusantara, Hadirkan Puluhan Karya Visual Perupa Anak dan Dewasa

YOGYA, BERNAS.ID - Pameran seni rupa keluarga Nusantara dihadirkan di Jogja Gallery, Mulai 12 – 21 Januari 2019. Ini adalah pameran gabungan antara puluhan seniman cilik dan dewasa. "Hari ini saya merasa bangga karena seniman- ...

DIY

HS Merasakan AL Merespon Ciumannya

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Kasus dugaan perkosaan dan pencabulan terhadap AL, mahasiswi UGM ketika KKN di Pulau Seram semakin terbuka fakta-faktanya. Polda DIY pun berkomitmen untuk mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Tommy Susanto, ...

DIY

Polisi Komitmen Selesaikan Kasus AL, Mahasiswi UGM, Seterang-terangnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Polda DIY menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami AL, mahasiswi Fisipol UGM yang selama ini disamarkan Agni dengan seterang-terangnya. Untuk perkembangan terakhir, Kombes ...

Pendidikan

Nanokitosan dari Cangkang Kepiting, Anti Hama Ramah Lingkungan

SLEMAN, BERNAS.ID- Peneliti UGM, Dr Ronny Martien, berhasil mengolah limbah cangkang kepiting dan udang menjadi nanokitosan untuk menekan hama pertanian yang ramah lingkungan. Ronny mengungkapkan pengembangan formula nanokitosan bermula dar ...

DIY

10 Ribu Warga Sleman Belum e-KTP

SLEMAN, BERNAS.ID- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman melakukan perekaman e-KTP di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Pakem, pada Kamis 10 Januari 2019. Kabid Pelayanan Pen ...

DIY

Polsek Depok Timur Ungkap 4 Kasus Curanmor

SLEMAN, BERNAS.ID- Selama Operasi Curanmor Progo 2018, Unit Reskrim Polsek Depok Timur Polres Sleman berhasil mengungkap 4 kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dengan mengamankan 4 tersangka berinisial MS, AMP, MN, dan M dengan bar ...

DIY

Ngopi atau Ngolah Pikir di Angkringan, Ini Manfaatnya.

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- Ngobrol untuk membahas permasalahan lingkungan atau berkenaan dengan isu-isu kewilayahan bahkan sampai isu negara di angkringan bisa lebih cair daripada diskusi resmi ala akademisi. Dalam menyampaikan pendapat maupu ...

Olahraga

Kejuaraan Atletik Tandai Peresmian Stadion Mandala Krida Baru

YOGYA, BERNAS.ID - Event BPD Championship 2019, kejuaraan atletik yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY, menandai peresmian Stadion Mandala Krida usai renovasi, Kamis 10 Januari 2019. Event ini diikuti oleh r ...

Olahraga

Gubernur Resmikan Stadion Mandala Krida Baru

YOGYA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan Stadion Mandala Krida baru yang sudah direvitalisasi sejak 2012, pada Kamis (10/1/2019) pagi. Peresmian ditandai dengan pemotongan buntal dan penandatanganan prasasti. ...

DIY

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Yogyakarta Teken MoU dengan Kemenag

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan publik di Kota Yogyakarta, komitmen ini dibuktikan dengan penandatangan Mou antara Pemkot Yogyakarta dengan Kantor Kementrian Agam ...

Ekonomi

Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok, Ramah Lingkungan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyaksikan pelatihan budidaya lele sistem bioflok menggunakan drum di Masjid Al Ikhwan, Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Pelatihan ini digelar oleh Majelis ...

DIY

Gubernur DIY Resmi Membuka Sarasehan Kebangsaan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Gerakan Suluh Kebangsaan pada hari Rabu (9/1/2019) di Bale Raos, Yogyakarta. Acara Sarasehan Keban ...

DIY

Gubernur Optimis Pembangunan NYIA Sesuai Target

KULONPROGO, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta rombongan melakukan kunjungan kerja guna meninjau progres New Yogyakarta International Airport (NYIA), Senin (8/1/2019) di Temon, Kulonprogo, tak hanya sebatas me ...

DIY

Gubernur Tinjau Langsung Progres NYIA

KULONPROGO, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengadakan kunjungan kerja guna meninjau progress pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada Senin (8/1/2019) di Temon, Kulonprogo. Hal ini terkait den ...

DIY

Pencoretan OSO, Mahfud MD Anggap KPU Sudah Benar Ikuti Putusan MK

YOGYA, BERNAS.ID - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai sikap Komisi Pemilihan Umum mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang melarang pengurus partai politik menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah benar. ...

DIY

Kajari Sleman : Terdakwa Jootje Sudah Masuk DPO

SLEMAN, BERNAS.ID - Persidangan kasus aduan palsu dengan terdakwa Jootje Max Sondakh memasuki babak akhir. Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Jootje. Namun sejak putusan ditandat ...

Olahraga

Krishna Murti Dapatkan Gambaran Kecil Pengaturan Skor dari Krisna Adi

SLEMAN, BERNAS.ID- Kasus pengaturan skor masih menjadi perhatian yang hangat bagi masyarakat, khususnya para pecinta bola. Satgas Anti Mafia Bola masih terus bekerja untuk membongkar selubung permainan skor guna memperbaiki dunia persepakbo ...

DIY

Tolak Klitih, Massa 9119 Minta Perda Khusus 

YOGYA, BERNAS.ID - Sejumlah elemen masyarakat Yogya yang tergabung dalam gerakan 9119 merekomendasikan pemerintah provinsi DIY untuk membuat peraturan daerah (Perda) khusus untuk aksi kriminal jalanan, khususnya bagi pelaku di bawah um ...

DIY

Romo Benny: Jangan Pilih Pemimpin Seperti Hitler!

YOGYA, BERNAS.ID - Pastor dan aktivis Romo Benny Susetyo mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih pemimpin yang memiliki keutamaan. Pemimpin yang bisa mengaktualisasikan ideologi Pancasila menjadi praksis, dan mewujudkan keadilan men ...

DIY

Syafii Maarif: Waspadai Kebangsaan Indonesia yang Belum Kokoh

YOGYA, BERNAS.ID - Buya Syafii Maarif mengingatkan, saat ini kebangsaan Indonesia belum kokoh. Bisa saja ke depan Indonesia "bercerai', ada wilayah yang memisahkan diri. "Mudah-mudahan tidak terjadi. Ini tergantung kebijaka ...

DIY

Mahfud MD dan Tokoh Nasional Lain Bentuk Suluh Kebangsaan di Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Mahfud MD dan beberapa tokoh nasional lain seperti Sri Sultan HB X, Syafii Maarif, dan Benny Susetyo berkumpul di Bale Raos Yogyakarta, mendeklarasikan gerakan Suluh Kebangsaan, Rabu (9/1/2019). Deklarasi ditandai dengan ...

Budaya

Diangkat Jadi Abdi Dalem, Wawali Dapat Gelar dari Keraton Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Setelah lama mengajukan diri untuk diwisuda menjadi abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, disusul kemudian mengikuti pelatihan selama tiga hari untuk mendalami filosofi Keraton hingga tata cara berpakaia ...

Ekonomi

Dugaan Korupsi, Kadis PUPR-Bupati Banjar Digugat ke Pengadilan

MARTAPURA, BERNAS.ID - Dugaan korupsi menyeruak di tengah proyek pembebasan lahan di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Melalui pengacara Mahyuddin, dua orang pemilik lahan yang terimbas p ...

Pendidikan

Rektor UGM Jelaskan Kronologi Penanganan Kasus di ORI DIY

SLEMAN, BERNAS.ID- Terkait pemanggilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI), pihak UGM mendatangi kantor ORI DIY yang beralamat di Jl Waltermongosidi No.20, Jetis, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedatangan Rektor UGM untuk memberikan keterang ...

DIY

Dewan Awasi Penyaluran Dana Kelurahan di Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi A DPRD DIY melakukan pemantauan ke kantor Kelurahan Suryatmajan Yogyakarta,  Selasa  (8/1/2019).  Pemantauan dilakukan terkait pemberian dana kelurahan dari pusat yang turun mulai tahun anggaran 2019 ...

Budaya

Film Jogja "Kembalilah dengan Tenang" Melenggang ke Prancis

YOGYA, BERNAS.ID- Film Kembalilah dengan Tenang (2018) yang disutradarai oleh Reza Fahriyansyah masuk dalam seleksi Clermont-Ferrand International Short Film Festival ke-41. Festival tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 1-9 Febru ...

DIY

ORI Layangkan Pemanggilan Pertama Rektor UGM

SLEMAN, BERNAS.ID- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengunjungi Polda DIY yang diterima langsung Kapolda DIY, Irjen Ahmad Dofiri dan jajaran, Senin 7 Januari 2019. Ketika dikonfirmasi kedatan ...

Ekonomi

Angkasa Pura I Utamakan Warga Terdampak untuk Bekerja di NYIA

SLEMAN, BERNAS.ID- PT Angkasa Pura I akan lebih mengutamakan warga terdampak untuk menjadi karyawan di New Yogyakarta International Airport. Hal tersebut dikatakan Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yog ...

DIY

Kebakaran Hanguskan Puluhan Kios di Seberang Taman Pintar

YOGYA, BERNAS.ID - Kebakaran terjadi kompleks Taman Parkir Jalan Senopati, Yogyakarta, Minggu (6/1/2019) pukul 22.30 WIB. Laporan BPBD Kota Yogyakarta menyebutkan, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, dan tak ada korban jiwa pada p ...

Budaya

Hokya Traditional Dance Meriahkan Pasar Nini Thowok

KULONPROGO, BERNAS.ID -- Kelompok Tari Hokya Traditional Dance dari Nagan Kulon, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Minggu (06/01/2019), ikut memeriahkan parade tari di Pasar Nini Thowok, Dusun Bendung Khayangan, Desa Pendow ...

DIY

FMKI Ajak Umat Menjadi Pemilih yang Cerdas dan Beriman

BANTUL, BERNAS.ID - Forum Masyarakat Katolik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (FMKI DIY) bersama Dewan Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Bidang Pelayanan dan Kemasyarakatan menyelenggarakan Sarasehan dengan mengangkat tema Men ...

Kesehatan

BPBD Klaten Siapkan 25 Ribu Masker Antisipasi Hujan Abu Merapi

KLATEN, BERNAS.ID - Erupsi Gunung Merapi menyebabkan hujan abu mengguyur sejumlah wilayah di Klaten, Jawa Tengah. Mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kabupaten Klaten telah menyiapkan 25 ribu masker untuk dibagikan kepada warga. Berda ...

DIY

Walikota Lantik 11 Pejabat Tinggi Pratama

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Grha Pandawa kompleks Balaikota, Jum’at (4/1/2019). Dalam kesempatan yang sama Walikota juga melantik posisi jabatan Admini ...

Budaya

Pameran Lukisan dan Mural Unik Bertema Panji-panji

BANTUL, BERNAS.ID - Pameran lukisan dan mural "Tan Hana Dharma Mangrwa" digelar oleh Gegerboyo. Pembukaan dilakukan Sabtu (5/1/2019) di REDBASE Yogyakarta. Gegerboyo adalah project kolaboratif antara Vendy Methodos, EnkaNkmr, D ...

DIY

Mempelai Dhaup Ageng Resmi Menjadi Suami Istri

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID-Prosesi ijab Dhaup Ageng telah dilakukan pada Sabtu 5 Januari 2019, pukul 07.30 WIB. Akad nikah dilangsungkan dengan mahar kitab suci Al-Quran dan seperangkat alat shalat di Mesjid Agung Pakualaman,Yogyakarta. S ...

DIY

Umat Hindu Rayakan Momen Langka 50 Tahun Sekali

BANTUL, BERNAS.ID - Umat Hindu di Indonesia hari Sabtu (5/1/2019) ini merayakan dua hari raya yang sangat spesial. Dua hari raya itu ialah Hari Raya Kuningan dan Siwaratri. Hari Raya Kuningan yang dilaksanakan setiap Sabtu (Saniscara) Kl ...

DIY

Empat Pelaku Klitih di Sleman Diringkus Polisi

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit Reskrim Polsek Ngaglik Sariharjo Sleman dan tim Progo Sakti, Diskrimum Polda DIY berhasil meringkus 4 tersangka pelaku penganiayaan di jalanan (klitih) terhadap dua korbannya berinisial SS (17) warga Godean dan RF (1 ...