Persekusi atau Perundungan dari Sudut Pandang Psikologi Sosial


07 Desember 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Persekusi akhir-akhir ini kini menjadi kata yang identik dengan kekerasan, tak beradab, sadis, keji, dan bar-bar karena melakukan tindakan atas dasar amarah. Naluri liar tak berperikemanusiaan pun yang dikedepankan. Hukum pun menjadi tak dipedulikan. Meskipun polisi sudah berusaha keras meminimalisir, tapi tetap timbul aksi persekusi ini.  Bahkan dalam bentuk yang lebih sadis lagi. Antara lain membakar orang yang dituduh mencuri pengeras suara di salah satu mesjid di Jakarta.  Atau baru-baru ini ada persekusi yang dilakukan oleh Ketua RT dan RW karena menganggap ada orang yang melakukan perbuatan tak senonoh.

Sebelum marak persekusi akhir-akhir ini, pada Mei 2014, tindak persekusi pun juga pernah terjadi di Yogyakarta. Saat itu, sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan di rumah direktur Galang Press, Julius Felicius, Kamis (29/5/2014) malam sekitar pukul 21.30 WIB di Ngalik, Sleman, yogyakarta. Ketika itu, rumah Julius sedang mengadakan acara doa bersama, tiba-tiba 8 orang tak dikenal, datang dan mengobrak-abrik motor yang terparkir di rumah Julius dengan beringas. Julius yang sedang berada di kantor pun mendengar rumahnya diserang langsung pulang ke rumah. "Saat itu saya sedang ada di kantor dan langsung pulang ke rumah," ujar Julius.

Setiba di rumahnya, Julius pun langsung di keroyok oleh 8 orang tersebut dan dipukul menggunakan besi panjang di bagian bahunya. Akibatnya, Julius menderita luka di bagian bahu hingga berdarah. Selain melakukan pengrusakan rumah, para pelaku juga menganiaya Michael Aryawan wartawan Kompas TV yang sedang meliput kejadian tersebut.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara menyebut perundungan (persekusi-red) sebenarnya sudah berlangsung lama. "Marak"-nya perundungan lebih merupakan fakta statistik berkat kesadaran yang meninggi pada masyarakat, yakni kesadaran untuk mengenali, mendeteksi, mencegah, melaporkan, dan menangani perundungan.

Simak Uraiannya:

Penyebab terjadinya perundungan ada bermacam-macam. Misalnya, dalam penelitian saya bersama Mutiara Pertiwi yang diterbitkan di Jurnal Sosiokonsepsia (2012) milik Kementerian Sosial, kami menemukan bahwa pola asuh berhubungan dengan kecenderungan seseorang menjadi pelaku dan/atau korban perundungan. Pola asuh otoriter membentuk kecenderungan anak menjadi pelaku pembulian, sedangkan pola asuh otoritatif membawa anak untuk tidak terlibat baik sebagai pelaku maupun korban perundungan. Masih banyak faktor lain, seperti faktor psikologis (misal, rendahnya empati, sejarah diri sebagai korban/pelaku kekerasan, humor yang abusive, kepribadian yang tidak adaptif), dan faktor psikososial (misal, saksi/penonton perundungan yang tidak asertif atau bahkan tidak peduli akan menyuburkan perundungan, pengentalan identitas sosial tanpa dibarengi berpikir-kritis).

Struktur dan sistem sosial secara luas juga dapat berperan. Sebagai contoh adalah "kultur perundungan" atau pun "kultur yang mengarah pada perundungan" dengan berbagai bentuknya. Saat saya menjawab wawancara ini, belakangan ini dalam beberapa WhatsApp group yang saya ikuti, saya memperoleh sebuah meme yang bunyinya sebagai berikut: "Untuk Bapak/Ibu 'Guru' yang sedang membuat soal UAS, 'Barangsiapa yang mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat'" 

Meme tersebut menceritakan pada kita tiga buah hal sehubungan dengan perundungan. Pertama, adanya persepsi di kalangan siswa bahwa mereka 'dirundung' oleh gurunya melalui soal ujian. Kedua, meme itu sendiri merupakan wujud 'perlawanan' siswa/mahasiswa terhadap otoritas (guru/dosen) yang disebarluaskan secara masif, dibuat anonim, dan menyerang secara tidak langsung (tidak menyebut nama tertentu). Ketiga, media sosial sebagai saluran penyebaran meme telah menjadi wilayah "penempatan dan pertarungan kekuasaan/kekuatan" tersendiri, yang khususnya dimanfaatkan oleh generasi milenial dan melek-teknologi dengan berbagai kreativitasnya. Memang, tidak sedikit kita membaca berita tentang hubungan antara guru/dosen dan mahasiswa yang diwarnai oleh "adu kekuatan" semacam ini, bahkan ada yang berujung pada pembunuhan (terhadap dosen) dan juga bunuh diri (oleh siswa/mahasiswa). Inilah sesungguhnya dinamika perundungan masa kini.

Kultur perundungan juga terjadi saat warga merasa dipesulit saat mengurus surat-surat di kantor-kantor administrasi Pemerintah. Ada sebuah ungkapan di masa lalu ketika istilah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) semakin populer, yakni "Jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Kita saja dulu sulit, mengapa sekarang mereka harus mudah?". Kita melihat juga melalui media sosial betapa marahnya Ibu Risma, Walikota Surabaya, mendapati kenyataan bahwa warganya kesulitan mengurus KTP elektronik di sebuah kantor pemerintah di wilayahnya. Saya menyebut ini sebagai sebuah contoh dari perundungan birokratik, yang harus dijawab secara tuntas dan tandas oleh reformasi birokrasi.

Jelas akibatnya bagi korban perundungan yaitu penderitaan fisik, batin, dan sosial. Secara psikologis, harga diri dan perasaan kontrol diri mengalami gangguan yang serius. Secara sosial, ada kerentanan untuk dikucilkan dan melakukan balas dendam namun bersifat pemindahan (displacement), yakni merundung orang lain lagi yang lebih lemah. Semuanya berujung pada ketidakbahagiaan sebagai manusia dan pengosongan potensi manusia. Sementara itu, pelaku perundungan rentan untuk terus-menerus melestarikan perilakunya dengan peningkatan kadar yang semakin serius. Intinya adalah pelaku ingin terus meningkatkan kekuasaan dan kenikmatan (termasuk popularitas di kalangan sebaya) yang diperoleh dari perundungan demi perundungan. "Mabuk kekuasaan" dalam sejumlah studi juga berhubungan dengan penyalahgunaan miras dan perilaku seksual eksesif.

Kasus-kasus negatif di atas dipelajari oleh generasi berikutnya. Menurut hemat saya, ada tiga pangkal masalah di sini, yakni: Pertama, penggunaan kekuatan/kekuasaan yang tidak bijaksana. Kedua, ketidakterampilan menyelesaikan masalah secara beradab. Ketiga, penggunaan media sosial yang tidak dilandasi dengan kesadaran tanggung-gugat.

Dengan mewabahnya penggunaan media sosial, saya menduga bahwa perundungan maya dan perundungan yang berlanjut dari situasi dunia maya akan menjadi dominan pada zaman ini. Kesadaran tanggung-gugat, yang berarti siap menghadapi gugatan baik perdata maupun pidana, perlu dibangun sebagai salah satu solusi untuk meminimalisasikan perundungan. Yang harus siap menghadapi gugatan bukan hanya pelaku tetapi juga orang-orang terkait di sekitar pelaku (misalnya, admin serta komunitas dari Group WhatsApp/Telegram). Jangan sampai terjadi orang yang merundung melalui media sosial malah mendapat 'reward' (berupa 'like', teks sorakan, dan sejenisnya). Instrumen dan penegakan hukum yang bersifat anti-perundungan merupakan bagian dari membangun kesadaran tanggung-gugat. Media sosial juga perlu memperlengkapi teknologinya untuk mendeteksi dan mencegah perundungan melalui teks, gambar, maupun video.

Hal di atas tidak berdiri sendiri karena harus dibarengi dengan kebijaksanaan ketika seseorang atau sekelompok orang sedang memiliki kekuatan atau berada di posisi yang berkuasa. Harus disadari bahwa kekuatan/kekuasaan ada di mana-mana sekalipun di media sosial yang tampaknya egaliter dan demokratis. Kebijaksanaan yang saya sebut itu tidak bisa ada dengan sendirinya, melainkan memerlukan edukasi atau pendidikan mengenai hakikat kekuasaan/kekuatan. Kuat dan/atau berkuasa dalam hal ini bukan hanya berarti kuat secara fisik atau banyak secara jumlah (mayoritas) atau memiliki follower lebih besar. Posisi-posisi dan peran-peran sebagai pejabat publik, orangtua, manajer, guru besar, ketua kelompok, dokter, psikolog, pemuka agama, dan sebagainya, adalah kental dengan kekuatan/kekuasaan. Banyak profesi dan peran yang memuat kekuasaan. Dalam hal ini, terminologi demokrasi yakni "check and balances" terhadap kekuasaan wajib diterapkan pada berbagai tingkat, baik struktural, kultural, maupun antarpribadi. "Audit kekuasaan" baik terhadap pejabat publik, orangtua, guru/dosen, pemuka masyarakat, ketua kelompok, dan sebagainya, merupakan usulan dari saya yang perlu dipikirkan mekanismenya untuk diimplementasikan di berbagai lini. Bagaimana kita mengaudit ketua kelompok? Siapa auditornya? Apa saja ukuran auditnya? Dan sebagainya. Saya berpendapat bahwa apabila kekuasaan tidak diaudit dan direfleksikan serta dikembalikan ke makna asalinya, yaitu pengembangan potensi menjadi aktualitas, maka kekuasaan akan cenderung korup dan disalahgunakan untuk merendahkan, menekan, dan mengecilkan orang atau pihak lain, sebagaimana terjadi pada perundungan, terlebih pihak lain yang berbeda identitas sosialnya, seperti terjadi pada persekusi.

Tetapi jika kekuasaan diperlakukan sebagai alat untuk mempengaruhi berbagai hal yang perlu agar orang lain dan masyarakat menjadi semakin sempurna (memenuhi potensi dirinya, secara eksistensial maupun secara etis), maka perundungan tidak akan mendapat tempat yang subur. Yang menjadi fokus adalah pertumbuhan dan perkembangan bersama, sehingga menginspirasikan cara-cara atau keterampilan menyelesaikan masalah yang menusiawi, bukan menuruti insting primitif/hewaninya, termasuk di dalamnya buka ruang untuk saling memaafkan dan rekonsiliasi. Mengapa hal yang terakhir itu penting? Pengkajian saya terhadap konsep Yurisprudensi Terapeutik di Jurnal Kajian Ilmiah Bhayangkara Jakarta Raya menunjukkan bahwa proses hukum dapat menghadirkan ekses penderitaan psikologis yang tidak perlu bagi pihak-pihak yang terlibat. Lagi-lagi, dalam menyelenggarakan sebuah prosedur keadilan, dibutuhkan kebijaksanaan. Kita tidak hendak mempertentangkan hukum dengan psikologi dalam menangani perundungan.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Polres Sleman Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi Tahun 2019

SLEMAN, BERNAS.ID - Polres Sleman kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Dibawah kepemimpinan AKBP Rizky Ferdiansyah, Polres Sleman mendapat kado spesial di akhir tahun dengan menyabet predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahu ...

DIY

Polisi Masih Selidiki Pelemparan Molotov di Gamping

SLEMAN, BERNAS.ID- Peristiwa ledakan terjadi di sebuah rumah di Dusun Pasikan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta pada hari Rabu (11/12) dini hari pukul 3.45 WIB. Ledakan itu berasal dari botol yang diisi bahan baka ...

Pariwisata

Glamping di Songgo Langit, Atraksi Wisata Andalan Baru di Yogyakarta

BANTUL, BERNAS.ID - Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata sebesar Rp 5 milyar telah digelontorkan untuk membangun dan mengembangkan Kawasan Seribu Batu Songgo Langit di Mangunan Bantul. Kawasan ini memang terus dikembangkan dan disiapkan men ...

Politik

Mahasiswa Yogya: Hak Asasi Lebih Penting Daripada Sepiring Nasi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Memperingati Hari HAM Sedunia 2019, sejumlah mahasiswa menggelar aksi damai di Pertigaan Reformasi, Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta hingga perempatan Wa Wa, Selasa (10/12/2019). Dalam aksinya, mahasiswa menyer ...

Budaya

Film Atas Nama Percaya, Ungkap Perjuangan Para Penganut Kepercayaan

SLEMAN, BERNAS.ID - Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM), dilakukan pemutaran film dokumenter yang berjudul "Atas Nama Percaya". Pemutaran dilakukan oleh Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) di Studio Audio Visual Pus ...

Hukum dan Kriminal

Waspada Penipuan Perekrutan Driver Gojek dengan SMS Palsu

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk melakukan penipuan, saat ini banyak oknum melakukan berbagai cara demi meraup rupiah. Seperti halnya penipuan yang dilakukan ketiga oknum berinisial T (40), warga Kebon Jeruk Jakarta Barat, MA (35) warga Cakung Jaka ...

Hukum dan Kriminal

Hari HAM Sedunia: 23 Tahun Misteri Pembunuhan Wartawan Bernas Udin

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Tepat Selasa, 10 Desember 2019, seluruh masyarakat di dunia, tidak terkecuali di Indonesia, memperingati Hari HAM Sedunia. Ada banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia yang hingga kini tidak jelas penun ...

DIY

Angin Kencang Kembali Melanda di Sleman, Ini Imbauan BPBD DIY

SLEMAN, BERNAS.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melaporkan dampak angin kencang yang terjadi pada hari Senin (9/12) sekira pukul 14.45 WIB. Tercatat kurang lebih 17 pohon tumbang dari berbagai jenis di lima (5 ...

Politik

Ketua Dewan Pengarah BPIP: Pembumian Pancasila di Kalangan ASN Sangat Penting

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden ke-5 RI yang juga sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri menghadiri kegiatan Workshop Wawasan Lebangsaan Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Sosial tentang Internalisas ...

DIY

Penataan Jalan Sudirman Telah Selesai 90 Persen

YOGYA, BERNAS.ID - Guna memperbaiki kondisi fisik dan estetika Kota Jogja, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah menata pedestrian sepanjang Jalan Jendral Sudirman, dari simpang empat ke barat sampai Jembatan Gondolayu. Kepala Dinas Peker ...

Pendidikan

Jogja Creativepreneur Festival 2019, Motivator Wanita: Jadi Pemuda Jangan Cengeng

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Melihat angka pengangguran yang semakin meningkat di era digital ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Yogkarta, menggelar seminar talkshow ‘Be Smart Senterpreneur In Milenial Generation&r ...

DIY

Walikota Pantau Pembangunan Kawasan Jalan Sudirman Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti Senin (9/12/2019) pagi meninjau kawasan Jendral Sudirman Yogyakarta. Walikota meninjau pembangunan kawasan pedestrian di kawasan tersebut, yang di kawasan itu juga dilakukan pemasangan f ...

Pariwisata

Kampung Wisata di Yogyakarta Bakal Dimasukkan ke Paket Tour

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta siap melakukan uji coba paket tour dengan memasukkan kampung wisata sebagai salah satu tujuan wisata. Ini untuk memperkenalkan dan mengembangkan kampung wisata di Kota Yogyakarta. ...

DIY

Usai Gowes Bareng Masyarakat, Kepala Desa Condongcatur Deklarasi Maju Sebagai Sleman 1

SLEMAN, BERNAS.ID- Ribuan masyarakat dan komunitas gowes tampak antusias mengikuti kegiatan sepeda gembira (funbike) untuk memperingati Hari Jadi Desa Condongcatur yang ke-73. Gowes tahunan yang keempat kalinya ini, diikuti lebih dari 9000 ...

Kesehatan

Malas Jalani Program Diet, Konsumsi Kunyit Saja Untuk Dapatkan Tubuh yang Ideal

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kunyit atau kunir adalah termasuk salah satu tanaman rempah-rempah asli wilayah Asia Tenggara yang bisa dijadikan bahan obat-obatan. Hampir setiap masyarakat Indonesia pada khususnya pernah mengkonsumsi tanaman ini, ...

Kesehatan

Penyuluh KB harus Menyasar Generasi Millenial dan Zillenial

JAKARTA, BERNAS.ID – Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, SP.OG (K) mengatakan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) memiliki 5 sasaran strategis yang harus dapat dicapai setiap tahunnya, yaitu penurunan ...

Budaya

Hyyat Regency Yogyakarta Gelar Christmas Tree Light

SLEMAN, BERNAS.ID - Christmas Tree Light merupakan acara yang diadakan rutin setiap tahunnya. Acara ini untuk memulai Festive Season atau masa menjelang perayaan Natal yang diselenggarakan untuk umum di setiap bulan Desember. Winda, Asis ...

Olahraga

Pangdam IV/Diponegoro Ingatkan Pentingnya Olahraga

SEMARANG, BERNAS.ID - Olahraga merupakan hal yang penting untuk kesehatan tubuh. Selain berolahraga, kita juga harus menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. “Kita perlu olah raga agar badan kita tetap sehat dan bugar sehingga ...

DIY

Hari Juang TNI AD : Kodim 0734/Yogyakarta Gelar Donor Darah

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -  Suasana Kodim 0734/Yogyakarta pagi ini terlihat berbeda, biasanya pakaian loreng ciri khas TNI Angkatan Darat yang berjejer di seputaran Makodim. Tetapi kali ini ada bermacam-macam seragam dan atribut yang berl ...

DIY

Sportourism di Sleman Paling Diminati dan Ditunggu Wisatawan

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2018, Sleman melalui Dinas Pariwisata meluncurkan Calender of Event untuk tahun 2020. Ada sekitar 150 event wisata berskala nasional dan internasional yang akan digelar. Kepala Di ...

DIY

Bulog DIY Tak Ada Rencana Pemusnahan Beras di Gudang

SLEMAN, BERNAS.ID- Perum Bulog Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan tidak akan melakukan pemusnahan beras yang rusak karena stok beras yang dimiliki dalam kondisi baik. Untuk itu, tidak perlu ada stok beras yang harus dimusnah ...

Kesehatan

Kasus HIV/AIDS di DIY Meningkat, Penyandang Disabilitas Banyak yang Terpapar

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi Penanggulangan AIDS DIY menyebutkan, kasus HIV/AIDS di DIY terus meningkat. Bahkan puluhan orang penyandang disabilitas di DIY diketahui sudah terinfeksi. "HIV/AIDS sudah menyebar ke kelompok penyandan ...

Ekonomi

Sri Mulyani Ungkap Ada Kepala Kantor Pajak Jadi Mafia

JAKARTA, BERNAS.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan masih ada kepala kantor pajak yang menjadi mafia. Padahal dirinya sudah melakukan reformasi birokrasi untuk mencegah praktik korupsi sejak 15 tahun lalu. ...

Politik

Alokasi Danais Belum Sesuai Tujuan

YOGYA, BERNAS.ID - Alokasi Danais (Dana Keistimewaan) selama tujuh tahun ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi tujuan pengaturan keistimewaan DIY sebagaimana Pergub 131/2018 tentang Penugasan Urusan Keistimewaan. “Karena itu D ...

DIY

Ombudsman Sebut Dua Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus Transjogja di Perempatan UPN

JOGJA, BERNAS.ID- PT AMI Yogyakarta selaku pengelola Transjogja bersama-sama pihak kepolisian mendatangi Ombudsman perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk membicarakan insiden kecelakaan Transjogja yang menewaskan satu pengendara ...

Budaya

Teknologi Virtual Reality Dipakai untuk Mengadvokasi Penyandang Disabilitas di FFD 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengadvokasi para penyandang disabilitas. Salah satunya, seperti yang dilakukan Forum Film Dokumenter (FFD) 2019, dengan memproduksi sekaligus pemutaran film dokumenter mengenai kehid ...

Hukum dan Kriminal

Mabuk Miras, 2 Pemuda Rampas Paksa HP Orang di Godean

SLEMAN, BERNAS.ID- Diduga terpengaruh minuman keras (miras) yang ditenggaknya, dua orang warga Dusun Nogotirto, Gamping, Sleman, berinisial EP (16) dan AD (20), harus berurusan dengan pihak berwajib karena merampas dengan kekerasan handphon ...

Politik

Tolak Usulan Presiden 3 Periode, Jokowi: Ada yang Ingin Saya Jatuh

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo dengan tegas menolak usulan jabatan presiden menjadi tiga periode. Ia menilai, usulan itu seperti hendak mendorong dirinya supaya jatuh tersungkur. “Usulan itu menjerumuskan saya,” ka ...

Olahraga

Tahun 2022, INAF Ikut Piala Dunia Sepak Bola Amputasi Di Polandia

JAKARTA, BERNAS.ID - Sebanyak 60 stan dari 70 instansi baik kementerian atau lembaga, organisasi penyandang disabilitas, Balai Besar Kementerian Sosial (Kemensos), perusahaan BUMN, dan instansi swasta meramaikan pameran dalam rangkaian acar ...

DIY

Disubsidi Rp 81 M, Trans Jogja Diminta Berbenah

YOGYA, BERNAS.ID- Tragedi kecelakaan yang melibatkan Trans Jogja hingga membuat pengemudi motor meninggal dunia di simpang empat UPN beberapa hari lalu mengundang keprihatinan banyak pihak. Senin (2/12/2019) beberapa warga dari Masyarakat P ...

Hukum dan Kriminal

Gugatan Perdata Korban Penipuan First Travel Ditolak Hakim

JAKARTA, BERNAS.ID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, menolak gugatan perdata yang diajukan oleh korban penipuan First Travel. Putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim PN Depok Ramon Wahyudi, Senin (2/12/2019). & ...

Politik

Dukung Jokowi Tidak Dapat Jabatan, Ustad Yusuf Mansur Disebut Apes

JAKARTA, BERNAS.ID - Di panggung Reuni 212, Ustad Al Habsyi menyindir Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang beberapa hari ini membuat gaduh. Al Habsyi juga menyebut-nyebut nama mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainu ...

DIY

Begini Perubahan Nama Baru Kecamatan hingga Jabatan di DIY Tahun 2020

YOGYA, BERNAS.ID - Pemda DIY bakal mengubah nomenklatur kecamatan dan desa di seluruh kabupaten/kota pada 2020 mendatang. Perubahan dilakukan sesuai amanat UU No 13/2012 tentang keistimewaan DIY. Kecamatan di kabupaten bakal diganti ...

Ekonomi

Rayakan HUT ke-124, BRI Berikan Bantuan Padat Karya Renovasi Musholla

JAKARTA, BERNAS.ID - Dalam rangka menyambut HUT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke-124 yang jatuh pada 16 Desember 2019. Bank BRI melakukan kegiatan program padat karya yaitu renovasi musholla At Taufik dan pembersihan jalan Cipinang Kebem ...

DIY

Bangka Belitung Belajar Memanen Air Hujan di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam Kenduri Banyu Udan yang keempat di Dusun Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melakukan penandatanganan MoU dengan Komunitas Banyu Bening, Sabtu 30 November 2019 ...

Politik

Ketua KPU Sleman : Penyerahan Berkas Paslon Perseorangan Terakhir 23 Februari 2020

SLEMAN, BERNAS.ID - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi mengungkapkan, penyerahan syarat dukungan pasangan calon (paslon) Bupati/Wakil Bupati perseorangan akan berlangsung selama 5 hari, yakni tanggal 19 Febru ...

Ekonomi

Pemkot Jogja Gelontorkan Modal Rp. 37 Miliar ke BPD DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Guna menunjang operasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyerahkan penambahan modal sebesar Rp37 miliar kepada BPD DIY, Jumat (29/11/2019). Dengan dukungan operasional ini, deviden Pemkot pada 2020 diproyeksikan menca ...

Politik

Anggota DPD RI, Afnan Hadikusumo: Pemuda Harus Mengatasi Tantangan Berat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Tantangan pemuda di era globalisasi saat ini, terasa berat. Apalagi eranya memang berbeda. Kalau dulu, pemuda selalu ada di setiap peristiwa besar dan sekaligus sebagai “cucuk lampah”. Misalnya, peristiwa ...

Hukum dan Kriminal

Sudah Ditiduri Gratis, Direkam, Diperas Lagi Uangnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Laki-laki beristri inisial KKP (28) warga Sragen Jawa Tengah sungguh keterlaluan terhadap wanita idaman lainnya inisial YP (24) warga Kalasan Sleman. Pasalnya, YP yang sudah ditiduri gratis, direkam ketika berhubungan bad ...

Hukum dan Kriminal

Tak Terima Diputus Cinta, Warga Lumajang Sebar Video Bugil Pacarnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Jangan telanjang di depan kamera, itulah pesan yang harus dipahami betul-betul di era digital saat ini. Nasib apes inilah yang dialami, DD (28), warga Tegalrejo Yogyakarta karena video tanpa busananya (bugil) disebar keka ...

DIY

Menkopolhukam Mahfud MD Bimbing Mantan Staf Ahlinya Memeluk Islam di Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Profesor Mahfud MD membimbing masuknya Deviana Natalia Masahe (27) membaca dua kalimat syahadat untuk memeluk agama Islam di Masjid Dar Ikrom, Sambilegi Baru, Maguwoharj ...

DIY

Inilah Perubahan Jadwal KA di Jogja Mulai Desember 2019

YOGYA, BERNAS.ID- Akan ada perubahan jadwal keberangkatan Kereta Api (KA) mulai 1 Desember 2019. Untuk itu, PT KAI Daop 6 Yogyakarta meminta agar para calon penumpang lebih memperhatikan jadwal kereta api. "Per tanggal 1 Desember 20 ...

Hukum dan Kriminal

Jual Solar Ilegal, Tiga Warga Jateng Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk kesekian kali, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIY membongkar peredaran BBM ilegal jenis solar. Dari kasus tersebut diamankan tiga orang tersangka berinisial SS (40) warga Demak Jawa Tengah s ...

Budaya

Menyambut Yogyakarta Warisan Dunia

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mensosialisasikan Yogyakarta Warisan Dunia, salah satunya adalah Sumbu Filosofi yang menghubungkan Monumen Tugu, dengan Keraton Yogyakarta, dan Panggung Krapyak, Sela ...

Hukum dan Kriminal

Pelaku Curanmor Kebanyakan Berasal dari Luar Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam Operasi Curanmor (pencurian kendaraan bermotor) Progo 2019, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY), berhasil mengulung 23 pelaku curanmor di wilayah DIY. Kegiatan Operasi Curanmor Progo berlangsung selama ...

Pendidikan

Peringati Hari Guru, MPC PP Jaksel Ajak Masyakat Meneladani Sifat-sifat Guru

JAKARTA, BERNAS.ID - Memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2019, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Administrasi Jakarta Selatan (MPC PP Jaksel) mengimbau kepada seluruh anggota khususnya, dan masyarakat pad ...

DIY

DPD RI Punya Legitimasi Tinggi dengan Otoritas Rendah

SLEMAN, BERNAS.ID- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai lembaga tinggi negara memiliki fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi anggaran. Namun, selama periode masa keanggotaan yang keempat saat ini, ketiga fungsi tersebut dianggap t ...

Pendidikan

Peringati Hari Guru, Seluruh Siswa SMP DIY Diberi Tabungan

YOGYA, BERNAS.ID - Memperingati HUT PGRI ke-74, dan Hari Guru Nasional 2019, Pemda DIY mencanangkan Gerakan Indonesia Menabung. Hal itu dilakukan Senin (25/11/2019) di GOR Amongraga Yogyakarta. Pencanangan ditandai dengan pemberian Tabun ...

Olahraga

Tim Popnas Taekwondo DIY Sabet 3 Medali

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV tahun 2019 untuk pertandingan cabang olahraga Taekwondo telah selesai dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 20 November 2019 di GOR Pendulum, Bogor, Jawa Barat. Tim Popnas ...

Politik

24% Rakyat Indonesia Senang Prabowo Jadi Menhan

JAKARTA, BERNAS.ID - Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei kepercayaan publik terhadap Kabinet Indonesia Maju. 24,3% responden menilai penempatan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI sesuai. “Keperca ...