Persekusi atau Perundungan dari Sudut Pandang Psikologi Sosial


07 Desember 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Persekusi akhir-akhir ini kini menjadi kata yang identik dengan kekerasan, tak beradab, sadis, keji, dan bar-bar karena melakukan tindakan atas dasar amarah. Naluri liar tak berperikemanusiaan pun yang dikedepankan. Hukum pun menjadi tak dipedulikan. Meskipun polisi sudah berusaha keras meminimalisir, tapi tetap timbul aksi persekusi ini.  Bahkan dalam bentuk yang lebih sadis lagi. Antara lain membakar orang yang dituduh mencuri pengeras suara di salah satu mesjid di Jakarta.  Atau baru-baru ini ada persekusi yang dilakukan oleh Ketua RT dan RW karena menganggap ada orang yang melakukan perbuatan tak senonoh.

Sebelum marak persekusi akhir-akhir ini, pada Mei 2014, tindak persekusi pun juga pernah terjadi di Yogyakarta. Saat itu, sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan di rumah direktur Galang Press, Julius Felicius, Kamis (29/5/2014) malam sekitar pukul 21.30 WIB di Ngalik, Sleman, yogyakarta. Ketika itu, rumah Julius sedang mengadakan acara doa bersama, tiba-tiba 8 orang tak dikenal, datang dan mengobrak-abrik motor yang terparkir di rumah Julius dengan beringas. Julius yang sedang berada di kantor pun mendengar rumahnya diserang langsung pulang ke rumah. "Saat itu saya sedang ada di kantor dan langsung pulang ke rumah," ujar Julius.

Setiba di rumahnya, Julius pun langsung di keroyok oleh 8 orang tersebut dan dipukul menggunakan besi panjang di bagian bahunya. Akibatnya, Julius menderita luka di bagian bahu hingga berdarah. Selain melakukan pengrusakan rumah, para pelaku juga menganiaya Michael Aryawan wartawan Kompas TV yang sedang meliput kejadian tersebut.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara menyebut perundungan (persekusi-red) sebenarnya sudah berlangsung lama. "Marak"-nya perundungan lebih merupakan fakta statistik berkat kesadaran yang meninggi pada masyarakat, yakni kesadaran untuk mengenali, mendeteksi, mencegah, melaporkan, dan menangani perundungan.

Simak Uraiannya:

Penyebab terjadinya perundungan ada bermacam-macam. Misalnya, dalam penelitian saya bersama Mutiara Pertiwi yang diterbitkan di Jurnal Sosiokonsepsia (2012) milik Kementerian Sosial, kami menemukan bahwa pola asuh berhubungan dengan kecenderungan seseorang menjadi pelaku dan/atau korban perundungan. Pola asuh otoriter membentuk kecenderungan anak menjadi pelaku pembulian, sedangkan pola asuh otoritatif membawa anak untuk tidak terlibat baik sebagai pelaku maupun korban perundungan. Masih banyak faktor lain, seperti faktor psikologis (misal, rendahnya empati, sejarah diri sebagai korban/pelaku kekerasan, humor yang abusive, kepribadian yang tidak adaptif), dan faktor psikososial (misal, saksi/penonton perundungan yang tidak asertif atau bahkan tidak peduli akan menyuburkan perundungan, pengentalan identitas sosial tanpa dibarengi berpikir-kritis).

Struktur dan sistem sosial secara luas juga dapat berperan. Sebagai contoh adalah "kultur perundungan" atau pun "kultur yang mengarah pada perundungan" dengan berbagai bentuknya. Saat saya menjawab wawancara ini, belakangan ini dalam beberapa WhatsApp group yang saya ikuti, saya memperoleh sebuah meme yang bunyinya sebagai berikut: "Untuk Bapak/Ibu 'Guru' yang sedang membuat soal UAS, 'Barangsiapa yang mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat'" 

Meme tersebut menceritakan pada kita tiga buah hal sehubungan dengan perundungan. Pertama, adanya persepsi di kalangan siswa bahwa mereka 'dirundung' oleh gurunya melalui soal ujian. Kedua, meme itu sendiri merupakan wujud 'perlawanan' siswa/mahasiswa terhadap otoritas (guru/dosen) yang disebarluaskan secara masif, dibuat anonim, dan menyerang secara tidak langsung (tidak menyebut nama tertentu). Ketiga, media sosial sebagai saluran penyebaran meme telah menjadi wilayah "penempatan dan pertarungan kekuasaan/kekuatan" tersendiri, yang khususnya dimanfaatkan oleh generasi milenial dan melek-teknologi dengan berbagai kreativitasnya. Memang, tidak sedikit kita membaca berita tentang hubungan antara guru/dosen dan mahasiswa yang diwarnai oleh "adu kekuatan" semacam ini, bahkan ada yang berujung pada pembunuhan (terhadap dosen) dan juga bunuh diri (oleh siswa/mahasiswa). Inilah sesungguhnya dinamika perundungan masa kini.

Kultur perundungan juga terjadi saat warga merasa dipesulit saat mengurus surat-surat di kantor-kantor administrasi Pemerintah. Ada sebuah ungkapan di masa lalu ketika istilah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) semakin populer, yakni "Jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Kita saja dulu sulit, mengapa sekarang mereka harus mudah?". Kita melihat juga melalui media sosial betapa marahnya Ibu Risma, Walikota Surabaya, mendapati kenyataan bahwa warganya kesulitan mengurus KTP elektronik di sebuah kantor pemerintah di wilayahnya. Saya menyebut ini sebagai sebuah contoh dari perundungan birokratik, yang harus dijawab secara tuntas dan tandas oleh reformasi birokrasi.

Jelas akibatnya bagi korban perundungan yaitu penderitaan fisik, batin, dan sosial. Secara psikologis, harga diri dan perasaan kontrol diri mengalami gangguan yang serius. Secara sosial, ada kerentanan untuk dikucilkan dan melakukan balas dendam namun bersifat pemindahan (displacement), yakni merundung orang lain lagi yang lebih lemah. Semuanya berujung pada ketidakbahagiaan sebagai manusia dan pengosongan potensi manusia. Sementara itu, pelaku perundungan rentan untuk terus-menerus melestarikan perilakunya dengan peningkatan kadar yang semakin serius. Intinya adalah pelaku ingin terus meningkatkan kekuasaan dan kenikmatan (termasuk popularitas di kalangan sebaya) yang diperoleh dari perundungan demi perundungan. "Mabuk kekuasaan" dalam sejumlah studi juga berhubungan dengan penyalahgunaan miras dan perilaku seksual eksesif.

Kasus-kasus negatif di atas dipelajari oleh generasi berikutnya. Menurut hemat saya, ada tiga pangkal masalah di sini, yakni: Pertama, penggunaan kekuatan/kekuasaan yang tidak bijaksana. Kedua, ketidakterampilan menyelesaikan masalah secara beradab. Ketiga, penggunaan media sosial yang tidak dilandasi dengan kesadaran tanggung-gugat.

Dengan mewabahnya penggunaan media sosial, saya menduga bahwa perundungan maya dan perundungan yang berlanjut dari situasi dunia maya akan menjadi dominan pada zaman ini. Kesadaran tanggung-gugat, yang berarti siap menghadapi gugatan baik perdata maupun pidana, perlu dibangun sebagai salah satu solusi untuk meminimalisasikan perundungan. Yang harus siap menghadapi gugatan bukan hanya pelaku tetapi juga orang-orang terkait di sekitar pelaku (misalnya, admin serta komunitas dari Group WhatsApp/Telegram). Jangan sampai terjadi orang yang merundung melalui media sosial malah mendapat 'reward' (berupa 'like', teks sorakan, dan sejenisnya). Instrumen dan penegakan hukum yang bersifat anti-perundungan merupakan bagian dari membangun kesadaran tanggung-gugat. Media sosial juga perlu memperlengkapi teknologinya untuk mendeteksi dan mencegah perundungan melalui teks, gambar, maupun video.

Hal di atas tidak berdiri sendiri karena harus dibarengi dengan kebijaksanaan ketika seseorang atau sekelompok orang sedang memiliki kekuatan atau berada di posisi yang berkuasa. Harus disadari bahwa kekuatan/kekuasaan ada di mana-mana sekalipun di media sosial yang tampaknya egaliter dan demokratis. Kebijaksanaan yang saya sebut itu tidak bisa ada dengan sendirinya, melainkan memerlukan edukasi atau pendidikan mengenai hakikat kekuasaan/kekuatan. Kuat dan/atau berkuasa dalam hal ini bukan hanya berarti kuat secara fisik atau banyak secara jumlah (mayoritas) atau memiliki follower lebih besar. Posisi-posisi dan peran-peran sebagai pejabat publik, orangtua, manajer, guru besar, ketua kelompok, dokter, psikolog, pemuka agama, dan sebagainya, adalah kental dengan kekuatan/kekuasaan. Banyak profesi dan peran yang memuat kekuasaan. Dalam hal ini, terminologi demokrasi yakni "check and balances" terhadap kekuasaan wajib diterapkan pada berbagai tingkat, baik struktural, kultural, maupun antarpribadi. "Audit kekuasaan" baik terhadap pejabat publik, orangtua, guru/dosen, pemuka masyarakat, ketua kelompok, dan sebagainya, merupakan usulan dari saya yang perlu dipikirkan mekanismenya untuk diimplementasikan di berbagai lini. Bagaimana kita mengaudit ketua kelompok? Siapa auditornya? Apa saja ukuran auditnya? Dan sebagainya. Saya berpendapat bahwa apabila kekuasaan tidak diaudit dan direfleksikan serta dikembalikan ke makna asalinya, yaitu pengembangan potensi menjadi aktualitas, maka kekuasaan akan cenderung korup dan disalahgunakan untuk merendahkan, menekan, dan mengecilkan orang atau pihak lain, sebagaimana terjadi pada perundungan, terlebih pihak lain yang berbeda identitas sosialnya, seperti terjadi pada persekusi.

Tetapi jika kekuasaan diperlakukan sebagai alat untuk mempengaruhi berbagai hal yang perlu agar orang lain dan masyarakat menjadi semakin sempurna (memenuhi potensi dirinya, secara eksistensial maupun secara etis), maka perundungan tidak akan mendapat tempat yang subur. Yang menjadi fokus adalah pertumbuhan dan perkembangan bersama, sehingga menginspirasikan cara-cara atau keterampilan menyelesaikan masalah yang menusiawi, bukan menuruti insting primitif/hewaninya, termasuk di dalamnya buka ruang untuk saling memaafkan dan rekonsiliasi. Mengapa hal yang terakhir itu penting? Pengkajian saya terhadap konsep Yurisprudensi Terapeutik di Jurnal Kajian Ilmiah Bhayangkara Jakarta Raya menunjukkan bahwa proses hukum dapat menghadirkan ekses penderitaan psikologis yang tidak perlu bagi pihak-pihak yang terlibat. Lagi-lagi, dalam menyelenggarakan sebuah prosedur keadilan, dibutuhkan kebijaksanaan. Kita tidak hendak mempertentangkan hukum dengan psikologi dalam menangani perundungan.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Virus Antraks, Pengawasan Ternak DIY Diperketat

YOGYA, BERNAS.ID- Pemda DIY mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus antraks di DIY, khususnya Gunungkidul. Sebab, sampel tanah yang diteliti Balai Besar Veterine di sana dinilai positif antraks. Terkait laporan ters ...

Budaya

Usai Bertemu Presiden Jokowi, Habibie Tegaskan Persatuan Bangsa Tak Bisa Ditawar

JAKARTA, BERNAS.ID - Selepas pelaksanaan Pemilu 2019, seluruh rakyat Indonesia diharapkan dapat kembali merekatkan rasa persaudaraan dan kembali bersatu membangun bangsa. Hal itu disampaikan Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J. Habib ...

Pendidikan

Pesan Damai dari UGM kepada Indonesia untuk Persatuan

SLEMAN, BERNAS.ID- Para akademisi dan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menyerukan pesan perdamaian dan persatuan kepada seluruh elite politik dan rakyat Indonesia di Balairung UGM, Jumat 24 Mei 2019. Seruan ini dikeluarkan untuk menyi ...

Pendidikan

Soal Matematika UN Nyatanya Bisa Diselesaikan secara Sempurna

SLEMAN, BERNAS.ID- PPPPTK Matematika Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan diskusi kelompok terpumpun bertajuk "Strategi Mencapai Keberhasilan dalam Pembelajaran Matematika" di Aula Ki Hajar Dewantoro, Kamis 23 Mei 2019. ...

DIY

Masyarakat Jogja Beri Dukungan kepada KPU dan Bawaslu

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Masyarakat Jogja Dukung KPU (Masjaduk) menggelar aksi damai memberikan dukungan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang telah melaksanakan Pemilu secara damai dan aman, Selasa ...

DIY

Pemerintah dan DPR Didorong untuk Kaji Ulang Pemilu Serentak

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Pemerintah dan DPR RI didorong untuk mengkaji ulang penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) serentak. Hal ini dimaksudkan agar menjadi panduan bagi revisi UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum untuk mencapai p ...

Pendidikan

Perpusdes Sumber Ilmu Balecatur Fokus Pemberdayaan Perempuan dan Difabilitas

SLEMAN, BERNAS.ID-Menanggapi tuntutan zaman, perpustakaan tidak boleh hanya sebagai pusat informasi saja, tetapi juga sebagai tempat untuk ruang beraktivitas yang kreatif (experience center). Merespon tuntutan tersebut, Perpustakaan Desa (p ...

DIY

Audit Medik dan Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Penyelenggara Pemilu

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Hingga kini penyebab pasti sakit maupun kematian ratusan penyelenggara Pemilu 2019 belum diketahui. Hal ini terjadi karena sampai saat ini belum dilakukan audit medik dan otopsi bagi penyelenggara pemilu yang sakit m ...

DIY

Angkasa Pura I Musnahkan 2.779 Barang yang Dilarang dalam Penerbangan

SLEMAN, BERNAS.ID- Di lapangan NDB Angkasa Pura I, Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta melakukan kegiatan pemusnahan barang dilarang (prohibited items) yang ditemukan setelah melalui pemenuhan prosedur pemeriksaan dalam keaman ...

DIY

Foreder Adakan Bakti Sosial dan Buka Bersama Anak-anak Yapitu Piyungan

BANTUL, BERNAS.ID -- Forum Relawan Demokrasi (Foreder), salah satu organ relawan pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'aruf Amin, tetap aktif dalam kegiatan sosial meski pemilihan umum, baik pemilihan presiden-w ...

Budaya

Didik Nini Thowok Semarakkan Waisak 2019 di Candi Sewu

KLATEN, BERNAS.ID - Waisak Nasional 2563 BE/2019 Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) di Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (18-19/5/2019) berlangsung semarak. Acara yang penuh dengan nuansa seni dan budaya ini dihadiri ribuan umat B ...

DIY

Danrem 072 Yogyakarta Ajak Komponen Masyarakat Jaga Persatuan

JOGJA, BERNAS.ID- Korem 027/Pamungkas Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan silahturahmi kebangsaan dengan komponen masyarakat Yogyakarta di Monumen Diponegoro, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Jumat sore 17 Mei 2019. Dalam sambutannya, Bimo ...

Ekonomi

Meski Harga dan Stok Aman, Kandungan Berbahaya dalam Bahan Makanan Perlu Diwaspadai

YOGYA, BERNAS.ID—Selama Ramadan harga kebutuhan pokok di DIY dinilai masih stabil, stok kebutuhan juga masih mencukupi. Meski begitu makanan mengandung bahan berbahaya masih ditemukan dibeberapa takjil maupun di pedagang pasar. Sek ...

Pendidikan

Status Aset Hambat Pengembangan UPNVY jadi PT Kelas Dunia

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Status aset UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVY), terutama tanah dan bangunan, yang belum seluruhnya dihapuskan dalam SIMAK BMN Kementerian Pertahanan, menyebabkan Kemenristekdikti belum mencatatkan atau memasu ...

DIY

Jual Ganja, Sarjana Teknik Diringkus Polisi

SLEMAN, BERNAS.ID- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) berhasil meringkus pengedar ganja berinisial IAF (24), warga Randusari, Teras, Boyolali, Jawa Tengah di rumahnya, 8 Mei 2019 yang lalu. Dari informasi, rupanya IAF ini mer ...

Ekonomi

Elemen Masyarakat Jogja Laporkan Warga Asing yang Berbisnis Tidak Sesuai Ijin

SLEMAN, BERNAS.ID- Tak dipungkiri, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tempat tujuan warga negara asing (WNA) untuk melakukan usaha atau bisnis karena potensinya yang besar. Namun, potensi yang besar itu seringkali membuat oknum untuk ...

Pendidikan

UPN Veteran Yogyakarta Adukan Nasib Pegawai Non PNS ke DPR RI

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- UPN "Veteran" Yogyakarta mengadukan nasib pegawai tetap yayasan/pegawai swasta atau non PNS/ASN UPN "Veteran" Yogyakarta kepada Komisi X DPR RI, Kamis (16/5/2019). Pengaduan dilakukan karena hing ...

Lifestyle

Indonesian Scooter Festival Siap Digelar September di Jogja, Ada Atta Halilintar

YOGYA, BERNAS.ID - Indonesian Scooter Festival (ISF), event otomotif tahunan yang digelar sejak 2017 bakal kembali digelar di Jogja Expo Center, 21 & 22 September 2019. Ini adalah ajang berkumpulnya puluhan ribu skuteris dari dalam dan ...

Olahraga

Kapolda DIY Ajak Suporter Klub Sepakbola Jaga Kondusifitas di Liga 1

SLEMAN, BERNAS.ID- Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengajak suporter masing-masing klub yang bakal berlaga di Liga 1 2019 untuk menjaga kondusifitas. Ia menyampaikan imbauan tersebut karena konflik antarsuporter sudah sangat sering terj ...

Ekonomi

Bupati Sleman Ajak Pelaku UMKM Jual Produknya Secara Online

SLEMAN, BERNAS.ID- Bupati Sleman, Sri Purnomo membuka Pasar Lebaran 2019 yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman di Jalan Candi Sari, sisi selatan Lapangan Pemda Sleman. Pasar Lebaran yang dibuka mulai hari ini, Selasa ...

Wacana

Menagih Janji para Pemimpin

SETELAH Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu dilaksanakan serentak, kini seluruh rakyat sedang menantikan selesainya rekapitulasi real count oleh Komisi Pemilihan ...

DIY

Umat Ratu Rosari Berbagi Kasih dengan SLB Marganingsih

SLEMAN, BERNAS.ID - Umat Lingkungan St Maria Ratu Rosari Perumahan Citra Ringin Mas Purwomartani, Kalasan, Sleman, Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan melakukan anjangsana ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Marganingsih Pokoh, Wedomartani, Ngem ...

DIY

Forum Pemred DIY Minta Semua Pihak Menahan Diri

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) DIY meminta semua pihak untuk menahan diri dalam menyikapi proses dan hasil pemilihan umum (pemilu), baik pemilihan calon anggota legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden-wakil pre ...

DIY

Masakan Jawa Mendominasi Menu Buka Puasa di H-Boutique Hotel

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Aneka jenis masakan khas Jawa mendominasi menu buka puasa bersama di H-Boutique Hotel Jalan Prof Yohanes Sagan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Setiap hari menu yang disajikan mulai pukul 17.00 di Amboja Krama Resto H ...

DIY

Kemenpar: Kota Yogyakarta Perlu Ikon Kuliner

JOGJA, BERNAS.ID- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengatakan kuliner, sektor dari pariwisata yang sepele karena pendapatan yang diperoleh dari kuliner ternyata begitu besar. Untuk itu, diperlukan desain strategi dan ren ...

Ekonomi

Kebutuhan Uang Kartal Ramadan dan Idulfitri DIY Diprediksi Sebesar Rp5,6 Triliun

YOGYA, BERNAS.ID -Bank Indonesia memprediksi, permintaan yang kartal perbankan DIY untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2019 sebesar Rp5,6 triliun. Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan jumlah ...

DIY

Tahun 2019, Pilkades Sleman Terapkan Sistem E-Voting

SLEMAN, BERNAS.ID- Pemerintah Kabupaten Sleman akan menerapkan e-voting dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019. Pilkades dengan e-voting akan mewujudkan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang akurat, akuntabel, efektif, dan efisi ...

DIY

Penyanyi Ibukota Isyana Sarasvati Meriahkan Bosa Raya di TBY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penyanyi ibukota Isyana Sarasvati ikut memeriahkan event Bosa Raya 2019 di Concert Hall TBY, Rabu (8/5/2019) malam. Keputusan menghadirkan Isyana Sarasvati dalam event Bosa Raya 2019 dimaksudkan agar siswa/siswi SMA ...

DIY

Kastorius Sinaga : Menkopolhukam Tepat Bentuk Tim Bantuan Hukum

JAKARTA, BERNAS.ID - Rencana Menkopolhukam Wiranto untuk membentuk Tim Bantuan Hukum sangat tepat untuk mengantisipasi dinamika politik sehubungan dengan aksi gerakan delegitimasi hasil Pilpres 2019 menjelang pengumuman resmi KPU, 22 Mei 20 ...

DIY

Inilah Beberapa Catatan Penting Terkait Pemilu 2019 di DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DIY menilai, pelaksanaan Pemilu 2019 secara umum sudah berlangsung dengan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Meski demikian, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. ...

Pendidikan

Intelektual Yogyakarta Serukan Persatuan Indonesia Pasca Pemilu

SLEMAN, BERNAS.ID-Berpijak dari keprihatinan pro dan kontra di tengah masyarakat pasca pemilu, intelektual Yogyakarta menyerukan agar seluruh komponen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Komandan Korem 027/Pamungkas, Brigjen ...

DIY

KA Bandara Mulai Layani Penumpang Pesawat

YOGYA, BERNAS.ID - Kereta Api Bandara mulai beroperasi, Senin (6/5/2019) bersamaan dengan operasional Yogyakarta International Airport. EVP PT KAI Daop 6 Eko Purwanto mengatakan KA Bandara sudah disiapkan baik dari sisi sarana maupun pra ...

Pariwisata

Sejumlah Alumnus Ikamaya Tolak Wisata Halal di Labuanbajo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Sejumlah alumnus Ikamaya (Ikatan Mahasiswa Manggarai Yogyakarta) secara tegas menolak penerapan wisata halal di Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT. Karena wisata halal sangat tidak tepat dengan budaya dan kebiasaan mas ...

DIY

Presiden Jokowi Laksanakan Shalat Tarawih Pertama di Bogor

YOGYAKARTA, BERNAS ID - Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah shalat tarawih pertamanya di bulan Ramadan 1440 H, di Masjid Jenderal Besar Soedirman di komplek Museum Peta, Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad), Bogor Tengah, Kota Bog ...

Lifestyle

Ramadhan Buffet Dinner Grand Inna Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- Paket Buka Puasa “From Nusantara to Eastern“ di Grand Inna Malioboro, bertempat di Pelataran Hotel (outdoor) dan Malioboro Coffee Shop (indoor). Menu Nusantara tersedia setiap hari Senin hingga Kamis, de ...

DIY

Cucu Ki Hadjar Dewantara Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar Rumahnya

SLEMAN, BERNAS.ID -Pensiunan Dosen Fakultas Teknik UGM, Lalitasari (67,) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Jalan Kakap Raya No 30 Minomartani, Ngaglik, Sleman, Sabtu (4/5/2019) siang. Jenasah Lalita ditemukan dengan kaki yang mem ...

Pendidikan

Sekretaris Milenial Harus Cinta Lingkungan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 program Studi Sekretaris ASMI Santa Maria Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019) lalu, diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain lomba orasi bahasa Indonesia, pidato bahasa Jawa, micro ...

Pendidikan

JK Resmikan Gedung Program Pascasarjana UNY

SLEMAN, BERNAS.ID- Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) berkesempatan hadir untuk menghadiri seminar nasional "Format Pendidikan untuk Meningatkan Daya Saing Bangsa" di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus meresmik ...

DIY

Buka Puasa Bersama di @K Hotel Kaliurang Sambil Menikmati Keindahan Alam

SLEMAN, BERNAS.ID -@K Hotel Kaliurang menawarkan program buka bersama bertajuk Super BukberKaliurang sambil menikmati keindahan alam di sekeliling hotel. Dalam program yang dilaunching Jumat (3/5/2019) sore oleh Manajer @K Hotel Kaliurang H ...

DIY

Kelompok Moderat Harus Bersatu Melawan Paham Radikal

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemilihan umum (Pemilu), baik pemilihan calon anggota legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres) harus dipahami sebagai sebuah bentuk kontestasi politik dalam sistem demokrasi. Namun, melih ...

Pendidikan

Tingkatkan Kebiasaan Anak Baca Alquran Lewat Tahfidz Alquran

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perkembangan teknologi yang kian pesat tiap harinya membuat sejumlah aktivitas manusia mulai disinergikan dengan teknologi. Berbagai media sosial hadir dan sering digunakan oleh anak-anak seperti YouTube dan Instagra ...

DIY

Ribuan Warga Ikuti Senam Masal di Alun-alun Utara

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Ribuan warga DIY dari berbagai latar belakang mengikuti senam masal di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (3/5/2019) pagi. Kegiatan senam bertajuk Senam Rakyat, Jogja Sehat Indonesia Kuat yang dibuka dan dihadiri GKR ...

DIY

Marching Band TK Negeri 2 Yogyakarta Sabet Juara Umum

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Memaknai peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada kamis 2 Mei 2019 dengan berbagai cara salah satunya seperti yang dilakukan oleh tim Marching Band TK Negeri 2 Yogyakarta dengan mengikuti  dua ke ...

Olahraga

Ribuan Warga Semangat Ikuti Senam Rakyat di Alun-Alun Utara

YOGYA, BERNAS.ID - Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Gebyar Senam Rakyat, Jumat 03 Mei 2019 pagi di Alun-alun Utara Yogyakarta. Acara diikuti oleh oleh masyarakat Yogyakarta. ...

DIY

Bambang Soepijanto akan Terima dengan Legawa Hasil Pemilu yang Diumumkan KPU

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Sikap ksatria dan legawa ditunjukkan Dr Ir H Bambang Soepijanto MM, salah satu calon Anggota DPD RI dari Dapil DIY. Ia mengaku akan menerima apa pun hasil pemilihan anggota legislatif (pileg) dan senator (DPD) 17 Apr ...

Ekonomi

Kementrian Perdagangan Sidak Harga Sembako Jelang Ramadan di Pasar Beringharjo

YOGYA, BERNAS.ID - Kepala Bappebti Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana, melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, dalam rangka koordinasi terkait stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Kamis ...

Kesehatan

Ribuan Buruh Jalan Sehat di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2019 sekaligus memperingati Hari Jadi Sleman ke 103, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman selenggarakan jalan sehat bersama Lembaga Kerjasama T ...

DIY

Perampok Spesialis Konter HP Lakukan Aksinya dengan Pistol Buatan Dalam Negeri

SLEMAN, BERNAS.ID -Polda DIY berhasil mengulung komplotan perampok spesialis konter handphone di wilayah hukum Yogyakarta. Komplotan berjumlah empat orang, yaitu AD, warga Bandung, ASS dan SBH warga Karawang, Jawa Barat serta FB, warga Ngaw ...

Ekonomi

Kemendes PDTT Berharap Lulusan Pelatihan Kerajinan Rajut Tularkan Ilmunya ke Masyarakat Desa

SLEMAN, BERNAS.ID- Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Perdesaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Harlina Sulistyorini menutup pelatihan kerajinan rajut berbasis ekonomi kreatif tahu ...

Ekonomi

Produk Kuliner Rumahan Jogja Didorong Tembus Pasar Modern

YOGYA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan mendorong produk kuliner rumahan untuk bisa menembus gerai toko atau minimarket modern. Berbagai upaya pun sudah dilakukan Pemerintah Ko ...