Persekusi atau Perundungan dari Sudut Pandang Psikologi Sosial


07 Desember 2017

Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Persekusi akhir-akhir ini kini menjadi kata yang identik dengan kekerasan, tak beradab, sadis, keji, dan bar-bar karena melakukan tindakan atas dasar amarah. Naluri liar tak berperikemanusiaan pun yang dikedepankan. Hukum pun menjadi tak dipedulikan. Meskipun polisi sudah berusaha keras meminimalisir, tapi tetap timbul aksi persekusi ini.  Bahkan dalam bentuk yang lebih sadis lagi. Antara lain membakar orang yang dituduh mencuri pengeras suara di salah satu mesjid di Jakarta.  Atau baru-baru ini ada persekusi yang dilakukan oleh Ketua RT dan RW karena menganggap ada orang yang melakukan perbuatan tak senonoh.

Sebelum marak persekusi akhir-akhir ini, pada Mei 2014, tindak persekusi pun juga pernah terjadi di Yogyakarta. Saat itu, sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan di rumah direktur Galang Press, Julius Felicius, Kamis (29/5/2014) malam sekitar pukul 21.30 WIB di Ngalik, Sleman, yogyakarta. Ketika itu, rumah Julius sedang mengadakan acara doa bersama, tiba-tiba 8 orang tak dikenal, datang dan mengobrak-abrik motor yang terparkir di rumah Julius dengan beringas. Julius yang sedang berada di kantor pun mendengar rumahnya diserang langsung pulang ke rumah. "Saat itu saya sedang ada di kantor dan langsung pulang ke rumah," ujar Julius.

Setiba di rumahnya, Julius pun langsung di keroyok oleh 8 orang tersebut dan dipukul menggunakan besi panjang di bagian bahunya. Akibatnya, Julius menderita luka di bagian bahu hingga berdarah. Selain melakukan pengrusakan rumah, para pelaku juga menganiaya Michael Aryawan wartawan Kompas TV yang sedang meliput kejadian tersebut.

Ketika dihubungi Bernas, Senin (20/11), Juneman Abraham, Pakar Psikolog Sosial, Universitas Bina Nusantara menyebut perundungan (persekusi-red) sebenarnya sudah berlangsung lama. "Marak"-nya perundungan lebih merupakan fakta statistik berkat kesadaran yang meninggi pada masyarakat, yakni kesadaran untuk mengenali, mendeteksi, mencegah, melaporkan, dan menangani perundungan.

Simak Uraiannya:

Penyebab terjadinya perundungan ada bermacam-macam. Misalnya, dalam penelitian saya bersama Mutiara Pertiwi yang diterbitkan di Jurnal Sosiokonsepsia (2012) milik Kementerian Sosial, kami menemukan bahwa pola asuh berhubungan dengan kecenderungan seseorang menjadi pelaku dan/atau korban perundungan. Pola asuh otoriter membentuk kecenderungan anak menjadi pelaku pembulian, sedangkan pola asuh otoritatif membawa anak untuk tidak terlibat baik sebagai pelaku maupun korban perundungan. Masih banyak faktor lain, seperti faktor psikologis (misal, rendahnya empati, sejarah diri sebagai korban/pelaku kekerasan, humor yang abusive, kepribadian yang tidak adaptif), dan faktor psikososial (misal, saksi/penonton perundungan yang tidak asertif atau bahkan tidak peduli akan menyuburkan perundungan, pengentalan identitas sosial tanpa dibarengi berpikir-kritis).

Struktur dan sistem sosial secara luas juga dapat berperan. Sebagai contoh adalah "kultur perundungan" atau pun "kultur yang mengarah pada perundungan" dengan berbagai bentuknya. Saat saya menjawab wawancara ini, belakangan ini dalam beberapa WhatsApp group yang saya ikuti, saya memperoleh sebuah meme yang bunyinya sebagai berikut: "Untuk Bapak/Ibu 'Guru' yang sedang membuat soal UAS, 'Barangsiapa yang mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat'" 

Meme tersebut menceritakan pada kita tiga buah hal sehubungan dengan perundungan. Pertama, adanya persepsi di kalangan siswa bahwa mereka 'dirundung' oleh gurunya melalui soal ujian. Kedua, meme itu sendiri merupakan wujud 'perlawanan' siswa/mahasiswa terhadap otoritas (guru/dosen) yang disebarluaskan secara masif, dibuat anonim, dan menyerang secara tidak langsung (tidak menyebut nama tertentu). Ketiga, media sosial sebagai saluran penyebaran meme telah menjadi wilayah "penempatan dan pertarungan kekuasaan/kekuatan" tersendiri, yang khususnya dimanfaatkan oleh generasi milenial dan melek-teknologi dengan berbagai kreativitasnya. Memang, tidak sedikit kita membaca berita tentang hubungan antara guru/dosen dan mahasiswa yang diwarnai oleh "adu kekuatan" semacam ini, bahkan ada yang berujung pada pembunuhan (terhadap dosen) dan juga bunuh diri (oleh siswa/mahasiswa). Inilah sesungguhnya dinamika perundungan masa kini.

Kultur perundungan juga terjadi saat warga merasa dipesulit saat mengurus surat-surat di kantor-kantor administrasi Pemerintah. Ada sebuah ungkapan di masa lalu ketika istilah KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) semakin populer, yakni "Jika bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah? Kita saja dulu sulit, mengapa sekarang mereka harus mudah?". Kita melihat juga melalui media sosial betapa marahnya Ibu Risma, Walikota Surabaya, mendapati kenyataan bahwa warganya kesulitan mengurus KTP elektronik di sebuah kantor pemerintah di wilayahnya. Saya menyebut ini sebagai sebuah contoh dari perundungan birokratik, yang harus dijawab secara tuntas dan tandas oleh reformasi birokrasi.

Jelas akibatnya bagi korban perundungan yaitu penderitaan fisik, batin, dan sosial. Secara psikologis, harga diri dan perasaan kontrol diri mengalami gangguan yang serius. Secara sosial, ada kerentanan untuk dikucilkan dan melakukan balas dendam namun bersifat pemindahan (displacement), yakni merundung orang lain lagi yang lebih lemah. Semuanya berujung pada ketidakbahagiaan sebagai manusia dan pengosongan potensi manusia. Sementara itu, pelaku perundungan rentan untuk terus-menerus melestarikan perilakunya dengan peningkatan kadar yang semakin serius. Intinya adalah pelaku ingin terus meningkatkan kekuasaan dan kenikmatan (termasuk popularitas di kalangan sebaya) yang diperoleh dari perundungan demi perundungan. "Mabuk kekuasaan" dalam sejumlah studi juga berhubungan dengan penyalahgunaan miras dan perilaku seksual eksesif.

Kasus-kasus negatif di atas dipelajari oleh generasi berikutnya. Menurut hemat saya, ada tiga pangkal masalah di sini, yakni: Pertama, penggunaan kekuatan/kekuasaan yang tidak bijaksana. Kedua, ketidakterampilan menyelesaikan masalah secara beradab. Ketiga, penggunaan media sosial yang tidak dilandasi dengan kesadaran tanggung-gugat.

Dengan mewabahnya penggunaan media sosial, saya menduga bahwa perundungan maya dan perundungan yang berlanjut dari situasi dunia maya akan menjadi dominan pada zaman ini. Kesadaran tanggung-gugat, yang berarti siap menghadapi gugatan baik perdata maupun pidana, perlu dibangun sebagai salah satu solusi untuk meminimalisasikan perundungan. Yang harus siap menghadapi gugatan bukan hanya pelaku tetapi juga orang-orang terkait di sekitar pelaku (misalnya, admin serta komunitas dari Group WhatsApp/Telegram). Jangan sampai terjadi orang yang merundung melalui media sosial malah mendapat 'reward' (berupa 'like', teks sorakan, dan sejenisnya). Instrumen dan penegakan hukum yang bersifat anti-perundungan merupakan bagian dari membangun kesadaran tanggung-gugat. Media sosial juga perlu memperlengkapi teknologinya untuk mendeteksi dan mencegah perundungan melalui teks, gambar, maupun video.

Hal di atas tidak berdiri sendiri karena harus dibarengi dengan kebijaksanaan ketika seseorang atau sekelompok orang sedang memiliki kekuatan atau berada di posisi yang berkuasa. Harus disadari bahwa kekuatan/kekuasaan ada di mana-mana sekalipun di media sosial yang tampaknya egaliter dan demokratis. Kebijaksanaan yang saya sebut itu tidak bisa ada dengan sendirinya, melainkan memerlukan edukasi atau pendidikan mengenai hakikat kekuasaan/kekuatan. Kuat dan/atau berkuasa dalam hal ini bukan hanya berarti kuat secara fisik atau banyak secara jumlah (mayoritas) atau memiliki follower lebih besar. Posisi-posisi dan peran-peran sebagai pejabat publik, orangtua, manajer, guru besar, ketua kelompok, dokter, psikolog, pemuka agama, dan sebagainya, adalah kental dengan kekuatan/kekuasaan. Banyak profesi dan peran yang memuat kekuasaan. Dalam hal ini, terminologi demokrasi yakni "check and balances" terhadap kekuasaan wajib diterapkan pada berbagai tingkat, baik struktural, kultural, maupun antarpribadi. "Audit kekuasaan" baik terhadap pejabat publik, orangtua, guru/dosen, pemuka masyarakat, ketua kelompok, dan sebagainya, merupakan usulan dari saya yang perlu dipikirkan mekanismenya untuk diimplementasikan di berbagai lini. Bagaimana kita mengaudit ketua kelompok? Siapa auditornya? Apa saja ukuran auditnya? Dan sebagainya. Saya berpendapat bahwa apabila kekuasaan tidak diaudit dan direfleksikan serta dikembalikan ke makna asalinya, yaitu pengembangan potensi menjadi aktualitas, maka kekuasaan akan cenderung korup dan disalahgunakan untuk merendahkan, menekan, dan mengecilkan orang atau pihak lain, sebagaimana terjadi pada perundungan, terlebih pihak lain yang berbeda identitas sosialnya, seperti terjadi pada persekusi.

Tetapi jika kekuasaan diperlakukan sebagai alat untuk mempengaruhi berbagai hal yang perlu agar orang lain dan masyarakat menjadi semakin sempurna (memenuhi potensi dirinya, secara eksistensial maupun secara etis), maka perundungan tidak akan mendapat tempat yang subur. Yang menjadi fokus adalah pertumbuhan dan perkembangan bersama, sehingga menginspirasikan cara-cara atau keterampilan menyelesaikan masalah yang menusiawi, bukan menuruti insting primitif/hewaninya, termasuk di dalamnya buka ruang untuk saling memaafkan dan rekonsiliasi. Mengapa hal yang terakhir itu penting? Pengkajian saya terhadap konsep Yurisprudensi Terapeutik di Jurnal Kajian Ilmiah Bhayangkara Jakarta Raya menunjukkan bahwa proses hukum dapat menghadirkan ekses penderitaan psikologis yang tidak perlu bagi pihak-pihak yang terlibat. Lagi-lagi, dalam menyelenggarakan sebuah prosedur keadilan, dibutuhkan kebijaksanaan. Kita tidak hendak mempertentangkan hukum dengan psikologi dalam menangani perundungan.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Ajak Masyarakat Peduli Alam Melalui Pameran

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Bumi yang saat ini kita tinggali bukanlah milik manusia saja. Banyak makhluk hidup seperti tumbuhan dan binatang yang hidup bersama manusia sejak jutaan tahun lalu. Semua makhluk hidup tersebut terus berevolusi mengi ...

Politik

Effendi Sianipar : Masyarakat Punya Peran Jaga Kondusifitas Jelang Pelantikan Presiden

JAKARTA, BERNAS.ID - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Sianipar berharap, seluruh komponen bangsa bisa menjaga suasana yang kondusif serta keamanan menjelang pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma ...

Pendidikan

Hormat Bendera dalam Upacara, Simbol Penghargaan terhadap NKRI

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka peringatan hari Santri, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta menggelar lomba pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk SLTA di kampus UIN Suka Yogyakarta s ...

Politik

Terima Pimpinan MPR, Presiden Jokowi Ingin Pelantikan Khidmat dan Sederhana

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Kesepuluh pimpinan MPR dipimpin oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dalam per ...

Daerah

KPU dan Pemkab OKU Tandatangani NPHD

OKU, BERNAS.ID - Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU menandatangani Naskah Perjanjian  Hibah Daerah (NPHD) bertempat di Ruang Rapat Bina Praja Komplek Pemkab OKU, Senin (14/10/2019). Diungkap ...

Budaya

Ucap Syukur, 1000 Jeep Kenduri di Bunker Kali Adem

SLEMAN, BERNAS.ID- Sebagai bentuk rasa syukur, 1000 sopir jeep wisata Merapi menggelar Kenduri Raya Sewu Jeep Merayap Merapi di Lapangan Boyong Kaliurang Sleman, Senin pagi 14 Oktober 2019. Kenduri syukur ini dilakukan sebab pasca erupsi ...

Politik

Diperkarakan Soal Cuitan, Hanum Rais Bolos Rapat Paripurna DPRD DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Anggota DPRD DIY dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hanum Salsabiela Rais, hari ini (14/10/2019) mangkir dalam rapat paripurna ke-54 masa persidangan III tahun 2019. Berdasarkan pantauan Bernas.id, rap ...

DIY

KPK Akan Lumpuh dalam Tiga Hari ke Depan

SLEMAN, BERNAS.ID- Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM menyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan lumpuh dalam tiga hari ke depan jika pemerintah tidak melakukan intervensi dengan mengeluarkan Perppu KPK agar Undang-undang (UU) KPK ...

Daerah

Gowes Bersama Memeriahkan HUT TNI ke 74

OKU, BERNAS.ID - Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) didampingi Dandim 0403/ OKU dan Kapolres OKU melepas ratusan peserta Gowes HUT TNI ke 74 dengan tema "Gowes Sehat Bersama TNI Profesional Kebanggaan Rakyat", di halaman Rumah Dinas B ...

Politik

Gabung di Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Pengamat: Prabowo Capek Jadi Oposisi

JAKARTA,BERNAS.ID - Kuat kemungkinan Partai Gerindra akan masuk ke dalam Pemerintahan Jokowi-Maruf. Setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu empat mata dengan Presiden Joko Widodo. Pengamat Politik, Hendri Satrio ...

Politik

Prabowo Dipastikan Hadir di Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dipastikan akan hadir di acara pelantikan Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024 terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang. “Ya kalau ...

Hukum dan Kriminal

Abu Rara Mengaku Tidak Tahu Yang Ditusuknya Adalah Wiranto

JAKARTA, BERNAS.ID - Kepada polisi, Syahril Alamsyah alias Abu Rara mengaku dirinya tidak tahu kalau yang ditusuknya adalah Menko Polhukam Wiranto. Abu Rara menceritakan begitu melihat kapal dirinya secara spontan ke alun-alun. &ldquo ...

Pendidikan

STIEBBANK Tandatangani Kerjasama dengan Organisasi Pelaku Wisata

SLEMAN, BERNAS.ID- Kampus STIEBBANK Yogyakarta melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Promosi dan Pariwisata Sleman (BPPS), Omah Bahasa, dan Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) di Gelanggang Kampus STIEBBANK, Jumat 11 Oktober 2019 ...

Budaya

Tepis Kesan Ekslusif, Sejumlah Model Fashion Show Batik di Bandara Adisutjipto

SLEMAN, BERNAS.ID- Ada yang menarik di area ruang tunggu Terminal A Bandara Internasional Adisutjipto. Sejumlah model berbusana batik berlenggak-lenggok memperagakan 28 rancangan busana milik Yunet Wahyuningsih, sekaligus menyapa secara la ...

DIY

Alumni UGM Setia Pancasila, Menolak Politisasi Agama di Kampus

SLEMAN, BERNAS.ID- Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Forum Madani menolak politisasi agama di kampus. Untuk itu, Alumni UGM Setia Pancasila mengeluarkan pernyataan sikap menyikapi perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini seperti kul ...

DIY

Muslim United Ngotot Diadakan Walau Tak Dapat Izin Kraton Jogja

YOGYA, BERNAS.ID -- Meskipun tidak diberi izin oleh Kraton Yogyakarta, acara Muslim United 2019 tetap nekat digelar di Masjid Gedhe Kauman, kompleks Kraton Yogyakarta. Ribuan orang tampak memadati tempat penyelenggaraan acara hari pertama, ...

DIY

Alumni Terusik dengan Sikap dan Ucapan Takmir Masjid UGM

SLEMAN, BERNAS.ID- Alumni Universitas Gadjah Mada dan Forum Madani menolak politisasi agama di kampus. Hal ini dilontarkan terkait adanya rencana kuliah umum Ustad Abdul Somad bertema "Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ...

Hukum dan Kriminal

Kondisi Terkini Wiranto, Sudah Bisa Bicara dengan Jelas

JAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Agum Gumelar, menjenguk Menko Polhukam di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Dia menyebut kondisi Wiranto yang ditusuk saat berkunjung ke Pandeglang, Banten, semakin membaik. &ld ...

Politik

Wiranto Ditusuk, Arnold Thenu Minta Kepala BIN Dicopot

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua FORMAMA (Forum Masyarakat Maluku) Arnold Thenu, meminta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dicopot dari jabatannya atas rentetan peristiwa seperti kerusuhan Mei di Jakarta, kerusuhan Papua, aksi unju ...

Politik

Presiden Jokowi Jenguk Menkopolhukam di RSPAD Gatot Subroto

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjenguk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019). Wiranto diketahui tengah menjalani penangan ...

Olahraga

Semaraknya Pembukaan Porda DIY 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Ratusan penari  menyemarakkan pesta pembukaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019 yang  berlangsung di Stadion Mandala Krida, Kamis (10/10/2019) malam. Lewat seni gerak dan tari, ratusan pen ...

Politik

Presiden Jokowi : Usut dan Tindak Tegas Pelaku Serangan Terhadap Menkopolhukam

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Polri untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penusukan beserta jaringannya terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto ...

DIY

Proyek Apartemen Barsa City Diprotes Warga Sekitar

SLEMAN, BERNAS.ID- Proses pembangunan proyek konstruksi gedung bertingkat yang berdekatan dengan pemukiman padat penduduk acapkali menimbulkan persoalan sosial di masyarakat sekitar. Kamis siang (10/10), warga Padukuhan Ngentak Depok Caturt ...

Hukum dan Kriminal

Wiranto Ditikam, Pengamat Teroris: JAD Berafiliasi dengan ISIS Incar Pejabat Negara

JAKARTA, BERNAS.ID - Pelaku penikaman terhadap Menko Polhukam Wiranto disebut merupakan bagian dari kelompok teroris lama, yakni Jamaah Anshorud Daulah (JAD). Demikian dikatakan pengamat teroris, Al Chaidar saat dimintai t ...

DIY

Kebakaran Hanguskan Sebuah Rumah di Kemetiran

YOGYA, BERNAS.ID - Kebakaran telah menghanguskan rumah milik Mirianto, warga Kemetiran Kidul, Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen Yogyakarta, Rabu (9/10/2019) malam. Diduga, penyebab kebakaran karena korsleting listrik. Nugroho, salah ...

Olahraga

Obor Timoho Siap Kobarkan Semangat Atlet Porda XV dan Peparda II DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Obor Timoho telah tiba di halaman Balaikota Jogja, Rabu (9/10/2019) malam, dalam Welcome Dinner Kontingen Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) II Tingkat DIY Tahun 2019. Obor karya pemaha ...

DIY

Tiba-tiba Ambrol, Dua Pekerja Tertimpa Reruntuhan Talud RSUD Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Tak dipungkiri, evakuasi salah satu korban yang tertimpa material talud sisi timur RSUD Sleman pada pukul 10.15 WIB membutuhkan waktu yang lama. Talud yang ambrol memiliki tinggi 3 meter dengan panjang 6 meter. Salah s ...

Daerah

Kesbangpol Sleman dan FKUB Sleman Lakukan Kunker ke Kota Pontianak

PONTIANAK, BERNAS.ID - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sleman melalukan kunjungan kerja (kunker) dalam bentuk studi orientasi ke Kantor Kesbangpol Kota Pontianak, ...

Olahraga

Kota Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Porda 2019

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pekan Olahraga Paralympic Daerah (Peparda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2019 yang akan resmi dibuka besok Kamis 10 Oktober ...

DIY

UGM Meminta Kuliah Umum Ustad Abdul Somad Dibatalkan

SLEMAN, BERNAS.ID- Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta rencana kuliah umum bersama Ustad Abdul Somad dan Profesor Dr Heddy Shri Ahimsa Putra, MBA, PhD pada hari  Sabtu, 12 Oktober 2019 jam 12.45 - 14.30 WIB bertema "Integrasi Is ...

Hukum dan Kriminal

BNNP DIY Musnahkan Sabu Sebanyak 5 Ribu Gram

YOGYA, BERNAS.ID - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis metafetamin (sabu) sebanyak 5.465 gram. Barang bukti narkoba tersebut dimusnahkan dengan cara diarutkan dalam  air dan d ...

DIY

Sertijab, KSAU: AAU Berperan Strategis bagi Masa Depan TNI AU

SLEMAN, BERNAS.ID- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) melakukan serah terima jabatan (sertijab) Gubernur Akademi Angkatan Udara dari Marsda TNI Tatang Harlyansyah kepada Marsda TNI Nanang Santoso dan penandatanganan pakta ...

Kesehatan

Ironi BPJS, Anggaran untuk Orang Miskin Dipakai Menalangi Orang Kaya

SLEMAN, BERNAS.ID- Perkiraan Defisit BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) saat ini sekitar 18 trilyun rupiah lebih. Untuk menalangi defisit BPJS itu, dana untuk orang miskin PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang bersumber dari APBN dipakai ...

Politik

BUMN Watch: Jangan Kasih Ruang Paham Radikal Menjalar di BUMN

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua Koordinator BUMN Watch Naldi Haroen, SH., meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengangkat menteri yang diduga terpapar radikal. "Saat mengangkat menteri tahun 2019-2024 ini Presiden Jokowi harus ber ...

DIY

Jangan Ketinggalan, Hari Ini 8000 Lowongan Pekerjaan Dibuka di UGM

SLEMAN, BERNAS.ID- Bagi kamu para pencari kerja di Jogja, ayo datang ke Job Fair dan Career Expo, Be Hero For Your Life di Grha Saba Pramana UGM, dari tanggal tanggal 8-10 Oktober 2019. Job karir ini menawarkan 8000 lebih lowongan pekerjaan ...

Politik

Daerah-daerah Ini Mendapatkan Penghargaan Terinovatif, Yogya Kok Nggak Dapat !

JAKARTA, BERNAS.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang inovatif. Pemberian penghargaan diberikan dalam acara malam puncak anugerah ‘Innovative Government Award 2019’ yang ...

Budaya

Kerennya Kapi-Kapi, Tokoh Wayang Khas Jogja, di WJNC Ke-4

YOGYA, BERNAS.ID - Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ke-4 digelar Senin (7/10/2019) malam. Acara budaya yang megah ini digelar untuk merayakan HUT ke-263 Kota Yogyakarta. Ada satu hal yang menarik dari WJNC ke-4, yakni mengangkat tema W ...

DIY

Menaker: Saya Percaya Garis Tangan

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri menyerahkan kepada pemilih alias Presiden Joko Widodo terkait apakah nanti dirinya akan dipilih lagi sebagai menteri tenaga kerja lagi. Ia mempercayai garis tangan. "K ...

DIY

Di Jogja, Menaker Berbicara Upskilling Tenaga Kerja

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri menyebut pentingnya peningkatan skill bagi tenaga kerja di Indonesia karena saat ini ada sekitar 136 juta angkatan kerja. Namun, ia mengatakan 58 persennya lulusan SD dan SMP, ...

DIY

Jalan Jagalan Sudah Jadi Searah. Bagaimana Dampaknya?

YOGYA, BERNAS.ID – Arus lalu lintas kendaraan di Jalan Jagalan Yogyakarta sudah menjadi satu arah dari selatan ke utara, sejak Jumat (23/8/2019) lalu. Hingga kini, masih sering ditemui beberapa pengendara kendaraan yang melanggar ...

Hukum dan Kriminal

Sabu-sabu Senilai 5 Milyar Gagal Diselundupkan Via Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Angkasa Pura I Yogyakarta melakukan ekpos temuan barang terlarang berwujud sabu-sabu 5,5 kilogram senilai 5 milyar rupiah yang coba diselundupkan melalui Bandara Adisutjipto pada hari Minggu tanggal 29 September 2019 seki ...

DIY

Warga Jogja Tanami Kawasan Proyek Mangkrak dengan Jagung

YOGYA, BERNAS.ID - Sudah satu bulan lebih proyek perbaikan Saluran Air Hujan di Jalan Babaran, Kota Jogja mangkrak, terhitung sejak tersandungnya proyek itu setelah dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Karena tak kunjung mendapa ...

DIY

#HUT263Jogja Jadi Trending Topik di Twitter

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Hari ini tanggal 7 Oktober 2019, Kota Yogyakarta genap berusia 263 tahun. Warganet di seluruh Indonesia pun ramai-ramai mengucapkan selamat ulang tahun. Tak pelak #HUT263Jogja pun menjadi trending topik di jagat maya ...

DIY

Semangat Serbuan Kotabaru Diharapkan Diwarisi Semua Pihak

YOGYA, BERNAS.ID - Peristiwa Serbuan Kotabaru merupakan salah satu peristiwa heroik yang patut dikenang dan diperingati oleh bangsa Indonesia. Semangat para pejuang dalam mengalahkan tentara Jepang harus diwarisi oleh generasi masa kini. ...

Budaya

Kades Sendangadi Mlati: Festival Angon Bocah Bentuk Karakter Anak

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk mewujudkan Dusun Ramah Anak di wilayah Kabupaten Sleman, ratusan anak memeriahkan Festival Angon Bocah. Ratusan anak terlibat dalam sejumlah kegiatan, misalnya pertunjukan seni dan budaya, permainan tradisional, hin ...

Budaya

David Foster Tampil Spektakuler di Batik Music Festival

KLATEN, BERNAS.ID - Tiga mahakarya dunia, yakni Candi Prambanan, musik dari David Foster dan deretan musisi papan atas, dan batik, disatukan dalam Batik Music Festival, Sabtu (5/10/2019) malam di pelataran Candi Prambanan. Ini adalah ajang ...

Lingkungan

13 Pendaki Gunung Raung Berhasil Dievakuasi Tim SAR

BANYUWANGI, BERNAS.ID - Sebanyak 13 orang pendaki Gunung Raung berhasil dievakuasi turun ke Pos Kalibaru, pada Sabtu (5/10/2019) pukul 11.30 WIB. Pendaki sebanyak 13 orang ini terdiri dari dua orang guide, dua orang porter, dua orang pendak ...

DIY

Rayakan HUT Pertama, LLDIKTI Wilayah V DIY Gelar Jalan Sehat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam rangka memperingati HUT ke-1 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta digelar acara jalan sehat yang diikuti kurang lebih 600 peserta yang berasal dari PTS dan PTN wilaya ...

Lifestyle

Kustomfest 2019 Coba Kembali ke Akar Budayanya

BANTUL, BERNAS.ID - Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) sudah menginjak usia kedelapan, dimana dalam proses perjalanannya makin memberi warna di ranah kustom kulture Nusantara.  Tahun ini, Kustomfest yang digelar 5-6 Oktobe ...

Budaya

Batik Music Festival Hadirkan David Foster di Prambanan Besok Malam

SLEMAN, BERNAS.ID - Tiga mahakarya dunia, yakni Candi Prambanan, musik dari musisi AS David Foster, dan batik, akan disatukan dalam Batik Music Festival, Sabtu (5/10/2019) malam di pelataran Candi Prambanan. Ini adalah ajang pertama yang di ...