Cerita Sarang Burung Walet Karang Bolong Kebumen

Bernas.id - Tugu Walet merupakan lambang Kabupaten yang oleh warga kebumen sendiri lebih sering disebut Tugu Lawet atau Tugu Kupu Tarung. Tugu Walet adalah simbol kemakmuran masyarakat Kebumen dari bisnis sarang burung walet. Sarang burung walet berada di Karang Bolong, Kebumen. Sarang burung Karang Bolong ada tiga. Gua Karang Bolong, Gua Pasir, dan Gua Karang Duwur.

Kini sarang burung walet Karang Bolong hanya tinggal cerita. Tepatnya pada tahun 2011 sarang burung walet punah. Para karyawan sarang burung kemudian dipindahtugaskan ke dinas pariwisata.

Sayangnya setelah burung walet punah, tiga gua sarang walet tidak bisa dijadikan tempat wisata.   Hal tersebut dikarenakan medan gua yang sulit untuk diakses dan berbahaya. Wisata Karang Bolong sendiri menyuguhkan pemandangan Pantai Suwuk dan replika gua karang bolong. Lalu seperti apa sih sebenarnya prosesi penyunduhan sarang burung walet? Berikut ulasannya.

Menurut keterangan Parsimin (53) salah satu staf pariwisata yang bertugas menjaga pintu masuk wisata Karang Bolong, letak sarang burung walet berada di dalam gua. Gua tersebut berada di atas laut. Ia menjelaskan, medan yang dilalui untuk menuju gua sangat rumit. Tak jarang kepala karyawan terbentur batu dinding gua saat pemasangan tangga maupun saat pengunduhan.

Bahkan ada juga karyawan yang nyaris jatuh ke laut. “Pernah ada temen yang jatuh, tapi ketolong pake tambang plastik. Makanya kalo ngambil itu inget pasang surut air. Ya pokoknya hati-hati lah” tutur Parsimin, mantan karyawan DPPKAD UPT Sarang Burung Karang Bolong. Parsimin dulunya menjabat sebagai sikep jajar. Ia bertugas membuat akses masuk ke gua dengan memasang tangga dari tali dan bambu menuju ke dalam gua. Sayangnya, Parsimin enggan menjelaskan lebih lanjut tentang adanya pekerja yang jatuh dan hilang saat melakukan pengunduhan.

Prosesi pengunduhan sarang walet tidak boleh sembarangan. Pengunduhan sarang burung walet yang dilakukan empat kali dalam setahun ini selalu menggunakan perhitungan hari dalam penanggalan Jawa. Sebelum melakukan pengunduhan dilakukan prosesi ritual yang cukup panjang. Ritual di mulai pada hari Rabu dengan pemasangan janur kuning di pendopo kantor UPT Sarang Burung Karang Bolong. Kemudian dilakukan kebersihan dan mencuci pakaian sesaji. Pakaian sesaji ini diyakini warga setempat adalah pakain Nyi Roro Kidul. Oleh karena itu sebelum pengunduhan selalu dilakukan prosesi pencucian pakaian sesaji. Pakaian sesaji selanjutnya dilipat lagi dan disimpan kembali di pesanggrahan.

Pada hari Kamis dilakukan pengumpulan bahan-bahan selamatan. Setelah bahan-banah terkumpul selanjutnya dimasak. Pada Kamis malam Jumat dilakukan selamatan penyembelihan kerbau. Jumat paginya dilakukan penyembelihan kerbau yang dipimpin tiga mandor dari masing-masing gua. Dulu saat hasil sarang walet masih banyak kerbau yang dipotong tiga ekor untuk masing-masing gua. Saat hasil unduhan mulai turun kerbau yang dipotong hanya satu.

Jumat siangnya dilakukan selamatan di pendopo oleh karyawan dan perangkat desa. Juga dilakukan pemasangan sesaji di pesanggrahan oleh gandek (juru kunci). Setelah selesai selamatan pada Jumat sorenya diadakan pergelaran wayang kulit di gua percontohan yang jaraknya sekitar 1,5 km dari pendopo. Pergelaran wayang di gua percontohan hanya berlangsung dua jam, kemudian dilanjutkan larung sesaji oleh dalang.

Jumat malam Sabtu diadakan pergelaran wayang di pendopo. Sabtu paginya dilakukan pemasangan krantilan oleh gandek di pendopo. Krantilan adalah berbagai macam sesaji, seperti pisang, tebu, macam-macam kue kering tradisional, dan lain sebagainya. Selanjutnya diadakan pementasan ketoprak (wayang orang) dan ebeg (kuda kepang). Sabtu malam Minggunya dilakukan tayub (kesenian tari khas Kebumen). Selanjutnya dilakukan musyawarah pengunduhan sarang. Setelah hari ditentun maka dilakukan pengunduhan.

Selesai mengunduh, sarang walet selanjutnya dibawa ke Kebumen untuk di lelang. Pelelang biasanya dari Cirebon, Surabaya, Semarang, dan ada juga lokal dari wilayah Kebumen sendiri. Pada tahun 90-an sekali unduhan didapatkan 75 sampai 80 kg sarang burung walet. Banyaknya hasil unduhan tegantung musim. Musim kedua hasil unduhan agak menurun karena sarang burung tipis. Musim keempat dan  ketujuh sarang bagus dan tebal. Pada musim kesembilan kualitas sarang buruk. Hal ini dikarenakan sedang masa mopulasi  atau masa perkembangbiakan burung walet.

Selain dipengaruhi musim, kualitas sarang walet juga dipengaruhi suhu dan kelembaban. Sarang walet yang ada di gua cenderung memiliki kualitas yang bagus dibandingkan walet yang dibudidaya di rumah. Sarang walet di rumahan jika jatuh akan pecah karena sangat kering, berbeda dengan sarang yang ada di gua yang teksturnya lebih kenyal. Sarang walet yang paling bagus per kilonya berisi 90 sampai 100 sarang, sedangkan untuk yang kurang bagus per kilonya bisa mencapai 120 sarang.

Sarang yang terbuat dari air liur burung walet ini harganya cukup mahal. Harga sarang walet tergantung pada kualitas. Sarang yang bagus adalah sarang yang tebal, putih, mulus, dan kering. Harganya bisa mencapai antara 7 sampai 9 juta per kilo gram. Untuk sarang dengan dengan kualitas yang kurang bagus harganya kisaran 5 sampai 6 juta per kilo gram.


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul

Rumah Cantik 300 Jutaan - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Cantik di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Pertumbuhan Ekonomi Baru dan Jalur Bandara NYIA

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up