Mengapa Difteri Merajalela?


14 Desember 2017

Ilustrasi (Sumber Foto: tribunnews[dot]com)

Bernas.id – Masyarakat Indonesia tiba-tiba saja dikejutkan oleh merajalelanya penyakit Difteri. Mengejutkan karena sejak dulu pemerintah sebenarnya sudah secara rutin melakukan imunisasi DPT bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Itu sebabnya, Kementerian Kesehatan RI kemudian menyikapi merebaknya penyakit Difteri ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pertanyaannya, mengapa penyakit menular berbahaya ini bisa merebak di sejumlah daerah di Indonesia belakangan ini?

Difteri sebenarnya disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Berdasarkan data Kemenkes sepanjang Januari hingga November 2017 ada 95 kabupaten/kota yang melaporkan adanya 593 kasus dengan 32 kematian.

Dalam kurun waktu bulan Oktober dan November 2017, terdapat 11 provinsi di Indonesia yang mengabarkan terjadinya KLB difteri di wilayahnya. Daerah-daerah itu antara lain 1) Sumatera Barat, 2) Jawa Tengah, 3) Aceh, 4) Sumatera Selatan, 5) Sulawesi Selatan, 6) Kalimantan Timur, 7) Riau, 8) Banten, 9) DKI Jakarta, 10) Jawa Barat, dan 11) Jawa Timur. Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. 

Penyebab karena imunisasi

Pada dasarnya penyakit difteri ini sudah ada vaksinnya. Bahkan vaksin yang diberikan pun secara bertahap sejak bayi hingga anak sekolah. Nyatanya saat ini malah muncul KLB difteri yang sudah memakan korban jiwa. Artinya, ada imunisasi yang bisa saja sengaja ditolak atau malah tidak lengkap. Dalam rilis Kemenkes disebutkan adanya immunity gap, yakni kesenjangan atau kekosongan kekebalan di kalangan penduduk di suatu daerah.

Kekosongan kekebalan ini akibat adanya akumulasi kelompok yang rentan terhadap difteri. Kelompok ini diduga tidak mendapat imunisasi atau tidak lengkap imunisasinya. Memang ada daerah-daerah yang menolak adanya imunisasi dengan berbagai alasan.

Dikatakan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi, dalam menyikapi terjadinya peningkatan kasus difteri, masyarakat diingatkan dan dianjurkan untuk memeriksa status imunisasi putra-putrinya. Hal ini guna memastikan apakah status imunisasinya sudah lengkap sesuai jadwal.

''Penolakan ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya cakupan imunisasi. Cakupan imunisasi yang tinggi dan kualitas layanan imunisasi yang baik sangat menentukan keberhasilan pencegahan berbagai penyakit menular, termasuk difteri,” ungkap Oscar dikutip Bernas, Selasa (12/12).

Difteri adalah penyakit lama yang sudah ada vaksin penangkalnya. Difteri pun kini muncul kembali tidak hanya menyerang anak-anak melainkan orang dewasa. Orang dewasa terjangkit difteri karena saat mereka masih bayi atau balita tidak mendapatkan imunisasi difteri.

''Keadaan ini terjadi karena ada kelompok yang tidak mendapatkan imunisasi atau status imunisasinya tidak lengkap sehingga tidak terbentuk kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri difteri, sehingga mudah tertular difteri,” ungkap Menkes Nila, Senin (11/12).

Penyakit difteri pernah menyerang dua warga di Jawa Tengah. Mereka berasal dari Semarang dan Karanganyar. Penyebabnya ada yang menolak imunisasi dan imunisasi yang tidak lengkap. Pasien di Karanganyar terjangkit difteri karena saat kecil menolak imunisasi. Sementara, pasien di Kota Semarang imunisasi DPT-nya tidak lengkap. Seperti fenomena gunung es, lama-kelamaan orangtua yang terjangkit difteri bisa menular ke anak. Hal ini mengingat cara penularannya yang mudah dan cepat. Padahal Indonesia sudah melakukan program imunisasi bertahap termasuk imunisasi difteri. Program ini sudah berlangsung selama lima dasawarsa.

“Ini sesuatu yang luar biasa karena pada kasus difteri 2017 tidak ada batasan umur. Umur yang termuda itu 3,5 tahun dan yang tertua adalah 45 tahun,” terang Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Mohamad Subuh, Rabu (6/12).

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ikut memberikan pendapatnya tentang KLB difteri ini. Merebaknya difteri di beberapa daerah ini menimbulkan beberapa pertanyaan bagi klinisi yang harus dikaji mengampa sampai wabah ini bisa terjadi. Pertama soal cakupan imunisasi difteri dari pemerintah yang gagal mencapai target.

Menurut keterangan IDAI, data cakupan imunisasi di Indonesia itu beragam. Salah satu penyebabnya adalah pencatatan yang dilaksanakan tidak rutin dan jelas sehingga menghasilkan data yang kurang akurat. Misalnya, catatan pada Buku Catatan Kesehatan Anak tidak diisi dengan baik oleh petugas kesehatan yang melakukan imunisasi. Sementara, orangtua tidak menyimpan buku dengan baik dan rusak. Sehingga sulit ditelusuri imunisasi apa saja yang sudah diberikan.

Di lain sisi, ada pula gerakan anti imunisasi. Penolakan imunisasi itu dengan berbagai alasan. Salah satunya vaksin dianggap haram. Kalau di sisi medis, imunisasi perlu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit berbahaya dan mematikan. Tak hanya kelompok, tapi ada sekolah-sekolah yang menolak adanya program imunisasi dari pemerintah.

“Program imunisasi sebagai program nasional seharusnya diikuti dan dilaksanakan oleh semua masyarakat. Maka kelompok anti vaksinasi perlu diatasi dengan cara pendekatan tersendiri dan terencana,” demikian keterangan tertulis IDAI, Selasa (12/12).

Gejala

Anak-anak yang terserang difteri awalnya akan mengalami demam sekitar 38 derajat celcius. Demam ini tidak separah saat anak terkena flu. Sehingga anak pun tidak merasa sedang sakit. Ada rasa sakit saat menelan makanan. Kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck.

Gejala berikutnya, muncul pseudomembran/selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan. Selaput putih ini muncul sekitar dua hari sesudah tertular kuman Corynebacterium diphtheriae. Jika sang anak tak segera ditolong, maka selaput putih tersebut membuat saluran napas anak jadi terhambat. Tanda-tanda lain adalah sesak napas dan suara mengorok. Jika sudah parah, difteri ini berujung pada kematian.

Bakteri dapat menempel pada bagian mukosa tenggorokan dan dapat mengeluarkan toksin sehingga terjadi reaksi inflamasi lokal yang dapat diikuti dengan kematian sel dan kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan menyebabkan toksin terbawa dalam darah atau cairan limfa dan sampai ke organ lain seperti paru-paru, jantung, hingga sistem saraf. Apalagi anak-anak yang sama sekali belum mendapatkan imunisasi. Sistem kekebalan tubuhnya pun tidak terbentuk sehingga rentan terserang penyakit. Apalagi difteri adalah penyakit menular.

Langkah cepat

Tiga provinsi yang melaporkan adanya KLB Difteri, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat mulai melaksanakan Outbreak Response Imunizazation (ORI). Imunisasi ulang ini merupakan respon cepat terhadap berkembangnya kasus difteri di sejumlah daerah yang dimulai Senin (11/12).

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kemenkes sebagaimana dikutip Bernas, Selasa (12/12), dipilihnya tiga daerah tersebut mengingat potensi transmisi penyakit menular masih tinggi. Transmisi itu didorong oleh padatnya jumlah penduduk, jumlah dan tingginya mobilisasi di tiga daerah itu. Ketiga daerah itu memiliki kasus yang banyak dan dilaporkan usia dewasa juga terkena difteri.  Ibu Kota negara pun masuk dalam daftar daerah yang warganya terkena difteri. Di DKI Jakarta terdapat 22 kasus yang sudah dilaporkan. Sementara, di Jawa Barat terdapat 123 kasus dengan 13 kematian yang tersebar di 18 kabupaten/kota. Di Banten terdapat 63 kasus dengan 9 kematian.

Jawa Timur juga memiliki kasus difteri, namun sudah dilakukan ORI lebih cepat dibanding daerah lain. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Mohamad Subuh. Menurutnya, tingkat penularan difteri sangat cepat dan tinggi karena penularan bakteri melalui percikan ludah saat bersin dan batuk.

Tingkat penularan difteri, lanjut Subuh, sangat tinggi karena penularan bakteri melalui percikan ludah saat bersin atau batuk, itu sangat mudah menular. Kemenkes pun bekerja cepat untuk melakukan pemberian imunisasi ulang secara massal kepada seluruh wilayah yang terdapat kasus difteri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan untuk menghadapi merebaknya wabah penyakit difteri, Jakarta membutuhkan 2,9 juta vaksin. Kemenkes memberikan bantuan atau menyediakan sekitar 1,2 juta vaksin difteri. Pemprov DKI Jakarta pun berupaya memenuhi sisa kebutuhan vaksin difteri.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menjenguk pasien difteri di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (11/12) lalu. Ada 33 pasien yang terjangkit difteri. 22 pasien di antaranya adalah anak-naka usia 1-4 tahun dan 11 orang dewasa.

''33 pasien secara klinis dicurigai dengan difteri. 33 ini (pasien) masih dalam pemeriksaan lab tapi kita sudah mengobati sebagai penderita difteri dan diisolasi,'' ungkap Menkes Nila dalam rilisnya, Senin (11/12).

Kemenkes pun melakukan imunisasi ulang untuk sejumlah daerah guna menekan risiko merebaknya Difteri. 


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Sultan: Pemda Selalu Fasilitasi Pengungsi Merapi

Bernas.id -Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api tersebut. "Warga yang turun tentu akan difasi ...

DIY

Polemik Bentor, Ini Solusi Dari Wakil Ketua DPRD DIY

Bernas.id - Pelarangan terhadap keberadaan becak motor (bentor) untuk mangkal di Malioboro mulai disosialisasikan sejak 8 Februari 2018. Namun faktanya hingga saat ini masih ada saja bentor di kawasan Malioboro. Surat Edaran Gubernur DIY ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tetap Laksanakan Kegiatan

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meminta seluruh sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta untuk tetap melaksanakan kegiatan usai penilaian akhir tahun berakhir. "Kami suda ...

DIY

Forum TSLP DIY Dilantik, BPD DIY Beri Bantuan 7 Miliar

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2018-2020 di kompleks kantor Gubernur DIY, Kamis (24/5/2018). Sultan men ...

DIY

Dampak Letusan Merapi Kamis Pagi Sebabkan Hujan Abu dan Pasir di Wilayah Ini

Bernas.id - Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 08.58 WIB terkait erupsi Merapi, Kamis 24 Mei 2018. Diinformasik ...

DIY

Merapi Erupsi Lagi Pada Kamis Pagi

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan tinggi k ...

DIY

Residivis Kambuhan Tipu Teman Sendiri Untuk Modal Judi

Bernas.id--Seorang residivis kambuhan melakukan aksi pengelapan dan penipuan terhadap temannya sendiri. Sepeda motor milik temannya dipinjam lalu digadaikan untuk modal main judi online. Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto meng ...

DIY

BPPTKG: Belum Ada Erupsi Magmatik Merapi

Bernas.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi erupsi magmatik dari rangkaian erupsi Gunung Merapi beberapa hati ini. "Letusan ma ...

DIY

BPBD DIY Kirim Bantuan Tambahan ke Posko Pakem

Bernas.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menambah bantuan berupa sembako dan family kit untuk posko pengungsian utama di Pakem, Sleman. Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila war ...

DIY

Balai Taman Nasional Tutup Lima Objek Wisata Sekitar Gunung Merapi

Bernas.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mengeluarkan surat edaran resminya yang dikeluarkan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 terkait penutupan penutupan sejumlah obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung M ...

DIY

Erupsi Rabu Pagi, BPPTKG Sebut Ada Aktvitas Gempa Vulkanik dan Tremor di dalam Merapi

Bernas.id – Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 10.22 WIB pada hari Rabu, 23 Mei 2018. Dalam rilis tersebu ...

DIY

Puluhan Warga Masih Mengungsi Pasca Erupsi Freatik Dini Hari

Bernas.id--Merapi kembali mengalami erupsi freatik,  yang terjadi Rabu pukul 03.31 WIB (23/5/2018). Ini mengakibatkan sebagian warga lereng Merapi berinisiatif mengungsi. Sekitar 55 warga terdiri dari usia rentan kini masih menempati t ...

Pendidikan

Prof Noorhaidi Beberkan Doktrin Sentral Kaum Jihadis di UNU Yogyakarta

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar ilmiah “Menyorot Teror Lanjutan Pasca Bom Surabaya”. Prof Noorhaidi Hasan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga turut diund ...

Budaya

Kepompong Besi, Hasil Pencarian Jati Diri Pelukis Afganishtan Amin Taasha

Bernas.id - Iron Cocoon, atau Kepompong Besi, itulah judul pameran seni lukis yang digelar oleh Amin Taasha, seorang mahasiswa ISI Jogja yang berasal dari Afganishtan. Pameran yang diadakan di Gallery Fadjar Sidik ISI Jogja ini tergolong un ...

DIY

Status Merapi Naik, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat di daerah setempat tetap tenang meski status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada. "Tapi kan (aktivitas) lavanya te ...

DIY

Status Waspada Merapi Bisa Meningkat Karena Parameter Ini

Bernas.id- Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi menjadi Waspada sejak semalam karena meningkatnya aktivitas kegempaan dalam Gunung Merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi B ...

DIY

Erupsi Merapi Dini Hari Tadi Masih Dikategorikan Freatik

Bernas.id - Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan keputusan menaikkan status Gunung Merapi dari Normal menjadi Waspada muncul usai ada erupsi freatik pada Senin sore yang diikuti oleh gempa vulkano-tektonik dan gempa tremor. Ia memastikan, ...

DIY

Naik ke Status Waspada, Merapi Erupsi Selasa Dini Hari

Bernas.id - Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama usai statusnya naik dari Normal menjadi Waspada. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB, Selasa dini hari, 22 Mei 2018.  Erupsi itu berlangsung 3 menit dengan amplitudo mak ...

Pariwisata

Bangun Pariwisata DIY Perlu Kerjasama Stakeholder

Bernas.id--Pembangunan bidang pariwisata di DIY tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu ada kerjasama yang sinergis semua stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar bidang pariwisata benar-benar mampu menjadi penopan ...

Ekonomi

Buka Puasa Bersama, Forum Perbankan BMPD Jalin Keakraban dengan Para Wartawan

Bernas.id - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan jalinan silahturahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa dalam acara buka bersama. Selain itu, juga dilakukan pengenalan kiprah BM ...

Pendidikan

Joki Ujian Masuk PTN Jogja Tertangkap Basah

Bernas.id--Polsek Bulaksumur, Depok, Sleman berhasil menangkap joki ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Pascasarjana di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY. Pelaku tertangkap basah karena identitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Ka ...

Ekonomi

Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran, Instansi Pemerintah DIY Jaga Stabilitas Stok Pangan

Bernas.id - Perum BULOG menyelenggarakan pasar murah dalam rangka HUT BULOG ke-51. Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian dari BUMN yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan khususnya Kecamatan Gondokusuman, Kotabaru, Perum Bulog Dr ...

Pendidikan

Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti dalam Dies Natalis UNY menyebut bahwa perubahan di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berbagai hal yang s ...

DIY

Kemenkominfo Sudah Blokir 3.000 Akun Provokatif

Bernas.id--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menggodok regulasi untuk menindak perusahaan media sosial yang melakukan pembiaran terhadap penyebaran hoaks. Langkah ini sejalan dengan upaya menangkal radikalism ...

Ekonomi

BULOG DIY Pastikan Stok Beras Sangat Cukup dan Aman untuk Bulan Puasa dan Lebaran

Bernas.id- Dalam rangkaian HUT Perum BULOG ke-51, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diselenggarakan pasar murah di 5 kabupaten/kota sebanyak 1000 paket sembako murah, Kotabaru, Perum Bu ...

Ekonomi

Ramadan, Tempat Ibadah Gratis Sambung Listrik

Bernas.id--Menyambut bulan Ramadan, PLN memberikan Promo Gemerlap Lebaran 2018, berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) tambah daya listrik sebesar 50% dengan maksimum potongan Rp10 juta. Bahkan khusus tempat ibadah, potongan yang diberikan s ...

DIY

Gunung Merapi Alami Erupsi Lagi

Bernas.id -Gunung Merapi mengalami erupsi freatik lagi pada Senin (21/5/2018) dini hari. Erupsi freatik tersebut lebih kecil dibanding erupsi freatik yang terjadi pada Jumat (11/5/2018). Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliuran ...

DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

2500 Pemilih Pemula Jogja Belum Punya E KTP

Bernas.id- Saat ini ada 1,7% warga Kota Jogja yang belum melakukan perekaman E KTP. Separuh dari persentase itu merupakan pemula yang harus "dijemput bola" proses perekamannya demi mempersiapkan Pemilu. Kepala Dinas Kependuduka ...

Pendidikan

Penulis Diaz Radityo, Kita Tidak Mungkin Menulis Tanpa Membaca

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

Kemenag DIY Dorong Disahkannya Perda ini Untuk Tangkal Terorisme

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mendorong Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga segera disahkan. Ini penting guna mencegah penanaman paham radikalisme di lingkungan keluarga. "Kami bersyukur dalam wa ...

DIY

Quick Truck Hadir untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Efisien

Bernas.id - Sering terkendala dengan alat angkut sawit atau hasil panen pertanian? Solusi terkini disediakan oleh CV Karya Hidup Sentosa. Perusahaan nasional yang berkantor pusat di Yogyakarta ini memroduksi alat transportasi panen sawit be ...

Budaya

Rengkuh Kembali Masa Era Kolonial Belanda dari Papan Iklan Enamel,s di Bentara Budaya Yogyakarta

Bernas.id - Bentara Budaya mengadakan Enamel’s Exhibition Indie, sebuah pameran yang mengangkat ragam iklan era zaman Kolonial Belanda. Papan-papan iklan era Kolonial Belanda memiliki ciri-ciri dan corak yang khas, khususnya penggunaa ...

DIY

Bagaimana Kondisi Stok Darah PMI DIY Selama Ramadan?

Bernas.id -- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin stok darah di lima kabupaten/kotandi DIY selama Bulan Ramadan tahun ini aman. "Penurunan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa, minggu k ...

Budaya

Hidangan Kuliner Berbuka Khas Ramadhan dari 8 Negara

Bernas.id - Setiap negara pasti punya hidangan kuliner khas Ramadhan yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Makanan tersebut sudah ada sejak lama sehingga menjadi menu wajib untuk berbuka.  Simak makanan khas buka puasa dari berb ...

DIY

KPU Kota Jogja Pastikan Seluruh Data Pemilih Terverifikasi

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memastikan seluruh data pemilih yang masuk dalam daftar pencocokan dan penelitian sudah menjalani proses verifikasi di lapangan oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih "Seluruh data ...

DIY

Pasokan Listrik DIY Surplus Selama Ramadan

Bernas.id - PLN Area Yogyakarta memastikan saat ini pasokan listrik DIY masih terhitung suplus. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama bulan Ramadan. Terlebih PLN juga menyiagakan penjaga keanda ...

Pendidikan

Calon Siswa SD Jogja Peroleh Keuntungan Usia

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Jogja akan memberikan keuntungan dari aspek usia kepada calon siswa SD yang penduduk setempat ketika pendaftaran peserta didik baru dibandingkan dengan calon siswa dari luar kota itu. "Prioritas pen ...

Pendidikan

Aktif Kegiatan Ekstrakurikuler Membawa Tita Dapat Beasiswa ke Taiwan

Bernas.id-Mendapatkan nilai tinggi di sekolah tidak menjamin seorang siswa mendapat beasiswa di perguruan tinggi terkemuka, apalagi di luar negeri. Namun, dengan aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah (intrakurikuler) maupun di luar sekol ...

DIY

Akses Jalan Bus Trans Jogja Dikeluhkan, Apa Solusinya?

Bernas.id - Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja, Golkari Made Yulianto mengakui, ada usulan dari masyarakat supaya akses jalan untuk bus Trans Jogja diperlebar. Sebab saat ini jalur bus yang sempit dan kemacetan yang ada ...

Pariwisata

Ketua PHRI Sleman Terpilih Ingin Kembangkan Wisata Alam Sleman yang Ramah Lingkungan

Bernas.id - Pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman periode 2018-2023 resmi dilantik dan dikukuhkan. Dalam pelantikan  PHRI Sleman ini juga dihadiri Bupati Sleman, Sri Purnomo, Pendopo ...