Papermoon Puppet, Pertunjukan Boneka dari Jogja yang Mendunia


29 Januari 2018

Boneka Pappermoon. (Sumber foto: Rolly Ardhitya/Bernas.id)

YOGYAKARTA, Bernas.id - Anda mungkin tak akan menyangka di tengah rimbunnya pohon jati dan bambu di sebuah desa di daerah Sembungan, Bangunjiwo, Bantul, ada sebuah studio yang melahirkan karya-karya seni yang unik dan tenar hingga mancanegara. Sebuah rumah berlantai dua itu sejak tahun 2015 menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan seni Papermoon Puppet Theater.

Publik mungkin sudah tidak asing dengan Papermoon Puppet setelah mereka sempat menghiasi layar perak dengan mengisi adegan saat Rangga dan Cinta menyaksikan pertunjukan boneka di film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Kemunculan Papermoon Puppet lainnya yang tak kalah mengagumkan juga terlihat di video klip Manusia Kuat milik Tulus. Tak dapat dipungkiri, semenjak kemunculan Papermoon Puppet di dua karya audio visual tadi, keberadaannya kini makin dikenal masyarakat.

Papermoon Puppet adalah grup teater boneka kontemporer terdepan Indonesia yang terdiri dari Maria Tri Sulistyani sebagai Founder dan Director, Iwan Effendi sebagai Artistic Director, Beni Sanjaya sebagai Puppeteer dan Puppet Maker, Anton Fajri sebagai Puppeteer dan Puppet Maker, dan Pambo Priyojati sebagai Puppeteer dan Puppet Maker. Pertunjukan Papermoon yang imajinatif mengeksplorasi identitas, sejarah, dan masyarakat. Didirikan di Yogyakarta pada tahun 2006, karya-karya Papermoon yang rumit dan menggugah ini mengisahkan cerita pribadi yang lebih penting dari sekedar batasan budaya, dan telah dipentaskan di lebih dari 15 negara. Papermoon juga mengadakan workshop segala umur dan program residensi seniman untuk kolaborasi seni.

Berbeda dengan Sesame Street, boneka Papermoon dapat kita pegang dan mainkan dengan bebas. Cara memainkannya juga berbeda. Puppeteer atau orang yang bertugas menggerakkan dan mengendalikan boneka, dapat memainkan dan memegang langsung bagian-bagian tetentu dari boneka dan menggerakannya sesuai dengan keinginan. Dengan kata lain, boneka dan puppeteer dapat terlihat langsung ketika dimainkan. Sementara kalau di Sesame Street, puppeteer tidak boleh terlihat.

Janjian Dulu

Studio Papermoon Puppet dulunya berlokasi di Langensuryo, namun sejak tahun 2015 pindah ke daerah Bangunjiwo, Bantul. Selain digunakan untuk berlatih dan membuat boneka, tempat ini kadang-kadang juga dipakai untuk mengadakan workshop. Anda bisa berkunjung ke studio tapi harus sesuai dengan jadwal yang ditentukan atau membuat janji terlebih dulu. Anda tidak bisa sembarangan datang ke studio karena bisa jadi para personil Papermoon sedang ada aktivitas intern yang tidak bisa diganggu.

Interior studio Papermoon cukup minimalis. Tak banyak perkakas di dalamnya. Inilah yang membuat studio Papermoon cukup luas untuk latihan atau menggelar workshop. Salah satu workshop bertajuk Bersua yang baru-baru ini digelar adalah pertunjukan dan pelatihan pembuatan boneka untuk anak-anak dan dewasa yang diberikan oleh seniman dari Argentina.

“Bersua itu konsepnya kita jadi tuan rumah atau hosting dari kelompok teater boneka yang sedang melakukan tur di Indonesia. Kita memfasilitasi, kita kasih tempat, dan mencarikan penonton,” ujar Beni Sanjaya saat ditemui Bernas di Studio Papermoon.

Keasrian studio Papermoon juga dipengaruhi oleh langit-langit bangunan yang tinggi dan banyaknya bukaan yang dicat berwarna-warni membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik. Apalagi didukung dengan lokasi studio yang terletak di tengah pedesaan yang hijau dan jauh dari bising suara kendaraan, menjadikannya semakin sejuk dan tenang.

Begitu masuk ke dalam studio, Anda akan disambut dengan lemari kaca raksasa yang menempel pada dinding. Bukan sembarang lemari, karena di dalamnya tersimpan puluhan boneka Papermoon. Begitu juga seperti lemari yang ditemukan di lantai dua studio ini. Puluhan boneka tersimpan rapi di sebuah lemari panjang. Dihiasi dengan lantai bermotif tegel kunci, studio Papermoon terlihat bersahaja namun juga estetis di saat bersamaan.

Tidak sulit menjangkau lokasi studio Papermoon Puppet. Lokasinya hanya berjarak sekitar 8 km di sebelah selatan Kota Yogyakarta. Hanya berbekal Google Map saja, sebenarnya Anda sudah bisa menemukan lokasinya. Petunjuk paling mudah adalah carilah SD Sembungan di daerah Bangunjiwo, kemudian masuk ke gang tepat di depannya. Namun, jika kesasar pun tidak perlu khawatir, warga sekitar bisa menunjukkan tempatnya dengan tepat kepada Anda.

Unik

Keunikan boneka Papermooon terletak pada bentuk dan cerita yang dimainkannya. Boneka Papermooon dibuat sendiri oleh para personilnya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat. Kertas, rotan, dan kayu adalah beberapa bahan baku utama yang digunakan untuk membuat boneka. Tak ketinggalan ada peralatan penunjang lainnya yaitu semacam kursi pendek persegi empat beroda yang digunakan oleh para puppeteer untuk duduk dan mementaskan pertunjukan boneka.

“Kebanyakan (bahan baku) sih rotan, kayu untuk struktur tubuhnya, kadang ada yang pakai alumunium atau pralon. Tapi kalau untuk mukanya kita kebanyakan memakai paper mache, dari kertas,” ungkap Beni.

Beni juga mengaku tidak ada perlakuan khusus untuk merawat semua koleksi boneka Papermoon yang mencapai lebih dari 100 buah itu. Menyimpan boneka-boneka di lemari menjadi cara paling efektif untuk menghindarkan dari kerusakan. “Kalau perawatan khusus kita taruh di dalam lemari kaca, biar enggak terlalu kena udara, terutama lembab. Kalau kena matahari masih bagus, nggak ada masalah, selama itu kering. Berhubung ini bahannya kertas, lawannya lembab. Bonekanya kita bikin dari material yang mudah ditemukan karena kalau rusak biar lebih mudah diperbaiki. Enggak gampang rusak, dipakainya diawet-awetlah,” ucap Beni.

Raut muka boneka sengaja dibuat tanpa ekspresi dengan tatapan kosong. “Jadi dengan muka seperti ini kita mudah membawanya kemana saja. Mau dibawa sedih atau bahagia, seneng, loncat-loncat, dia bisa. Kalau mukanya sudah sedih atau seneng duluan, kita susah ekspresinya,” kata Beni.

Para puppeteer pun ketika membawakan sebuah boneka harus meminimalisir ekspresi yang muncul di wajah masing-masing, supaya penonton fokus pada karakter boneka yang sedang berlakon. Namun walaupun para puppeteer tidak berekspresi selama pertunjukan, mereka tetap membekali diri dengan latihan pantomim dan akting.

“Kita awalnya juga tetep latihan pantomim, aktor, dan ekspresi. Bagaimana emosi sedih, senang, tapi setelah main boneka, ekspresi yang kita punya itu tidak harus ada di muka. Yang ada cuma di rasa saja, lalu ditransfer ke boneka. Jadi biar penontonnya enggak nyolong fokus karena kita enggak menutup (menyembunyikan tubuh) pemainnya kalau di Papermoon. Jadi pemainnya di atas panggung bareng bonekanya, jadi tetap satu kesatuan gitu. Yang terpenting, bagaimana kemampuan pemain bonekanya memberi nyawa ke boneka,” ujar Beni.

Tidak Rutin

Namun sayang, Papermoon Puppet Theater tidak menggelar pertunjukan rutin. Sehingga jika Anda berminat menyaksikan aksi boneka Papermoon buatlah janji bertemu di studio atau hadirilah perhelatan seni yang melibatkan Papermoon Puppet sebagai pengisi acara. Jarangnya mereka menggelar pertunjukan bukan tanpa alasan. Beni tidak menampik jika permintaan masyarakat agar Papermoon menggelar pertunjukan rutin makin meningkat. Namun bagi tim Papermoon, saat ini mereka memerlukan banyak waktu untuk lebih fokus menciptakan karya baru dengan tidak buru-buru.

Jumlah personil yang terbatas juga manjadi alasan Papermoon belum siap menggelar pertunjukan secara rutin. Untuk persiapan sebuah karya baru saja setidaknya dibutuhkan waktu sekitar setengah tahun. “Kalau karya baru minimal 6 bulan. Mulai bikin naskah, riset, kontennya itu biasanya lama 6 bulan. Baru nanti proses naskah, diskusi naskah, baru ke boneka, dan latihan. Tapi kalau menampilkan karya lama bisa sebulan persiapannya. Kembali mengingat-ingat dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki,” ujar Beni.

Beni mengaku, awalnya Papermoon Puppet tidak terlalu dikenal di negaraya sendiri, karena lebih banyak mementaskan karyanya di luar negeri. Namun, dengan kemunculan Papermoon di AADC 2 dan Manusia Kuatnya Tulus, kini publik makin menaruh perhatian pada mereka.

“Dulu publik Jogja atau Jakarta pun enggak banyak yang tahu (tentang Papermoon Puppet), tapi dengan kuatnya (pengaruh) media film, video klip, dan media sosial, sekarang banyak orang yang penasaran dan berkunjung ke sini (studio),” ujar Beni.

Namun, dengan makin tenarnya Papermoon Puppet, ternyata menimbulkan kegelisahan tersendiri bagi para personil Papermoon. Bagaimana tidak, dulu orang-orang yang berkunjung ke studio sering datang di saat yang kurang tepat.

“Kita baru latihan atau meeting nih, tiba-tiba ada yang datang. Banyak tur travel menulis tur AADC, salah satunya mampir ke Papermoon tapi enggak ngabarin. Waduh kita kayak musium, sampai kita berkali-kali posting kalau kita tidak ada pertunjukan rutin, tidak buka setiap hari, harus janjian dulu. Itu hal-hal yang situasinya kurang diinginkan, tapi kalau sekarang publiknya bagus, misalnya saat ada festival banyak yang ingin datang (untuk menonton Papermoon). Kayak mau bikin acara, informasi dan respon orang-orang sekarang sangat cepat. Apalagi follower di Instagram naik drastis setelah di AADC. Dulu syutingnya di Prawirotaman,” ujar Beni.

Nasionalis

Menyinggung soal seringnya Papermoon pentas di luar negeri, dibandingkan di dalam negeri, bukan berarti mereka tidak nasionalis. Menurut Beni, kehadiran Papermoon di luar negeri karena adanya undangan dan apresiasi terhadap seniman Indonesia.

“Kalau tur di luar negeri, justru jadi banyak belajar sebenernya, bukan target kita harus mengenalkan apa gitu, tapi kita jadi belajar karena di sana melihat pertunjukan teater boneka yang lain, yang susah didapat di sini. Kita jadi belajar, ketemu banyak orang, ngobrol, misalnya ikut workshop di sana. Itu salah satu keuntungannya, kita bisa menyerap inspirasi lagi. Bukan cuma sekedar pentas tapi ketemu orang baru, kenal jaringan, seniman atau produser baru,” ungkap Beni.

Selain mempersiapkan karya baru, Papermoon juga sedang disibukkan dengan perhelatan Pesta Boneka yang akan diselenggarakan Oktober mendatang di Yogyakarta. Melalui ajang dua tahunan yang dihelat sejak 2008 ini, masyarakat bisa menyaksikan pertunjukan boneka dari berbagai negara dan berinteraksi dengan Papermoon secara langsung.

Melihat kesuksesan dan artistiknya tampilan Papermoon pada karya film dan video klip, Beni mengaku bercita-cita membuat film yang berisi dokumentasi atau cerita yang dibawakan oleh Papermoon Puppet sendiri. Selain itu keinginan untuk membuat buku tentang Papermoon dan seni pertunjukan boneka juga menjadi keinginannya di masa depan. (tia)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Kesehatan

Sri Muslimatun: Kami Sangat Berkepentingan untuk Kesehatan Anak

Bernas.id – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyatakan bahwa Kabupaten Sleman memiliki kepentingan besar terhadap kesehatan anak. Ia menegaskan deklarasi Lantera Simanja (Perlindungan Anak terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak S ...

Budaya

Mesemeleh, Tema FKY 2018. Catat Tanggalnya...

Bernas.id - Ajang seni tahunan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) siap menyapa warga Jogja pada tanggal 23 Juli hingga 9 Agustus 2018. FKY tahun ini akan diselenggarakan untuk ke-30 kalinya, dan akan diadakan kembali di Planet Pyramid yang ...

Budaya

Ini Keunikan Surjan Busana Tradisional Jawa

Bernas.id -- Surjan busana tradisional Jawa dari Yogyakarta, selain memiliki makna filosofi spitirual yang tinggi dan memiliki keunikan berupa penyebutan guntingan pola kain dalam menjahit pembuatan surjan. Proses pembuatan surjan dalam mem ...

Pendidikan

Rektor UNY: Hasil Riset PKM Dapat Digunakan Sebagai Skripsi

Bernas.id - Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Direktorat Kemahasiswaan dan Perguruan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Misbah Fikriyanto mengucapkan rasa terima kasihnya pada UNY yang bersedia men ...

DIY

Salahgunakan Psikotropika, 4 Orang Diamankan di Polda DIY

Bernas.id- Petugas Satresnarkoba Polda DIY meringkus 4 orang yang diduga menyalahgunakan Psikotropika. Tersangka DM (23), IN (28), ATR (18), dan AP (23) diamankan polisi pada hari Kamis (19/7/2018) sekira pukul 00.30 WIB, Daerah Istimewa Yo ...

DIY

BNNK Sleman: Gamping Rawan 1 Penyalahgunaan Narkoba

Bernas.id – Kepala BNNK, Drs Kuntadi, Msi, menyebut bahwa Kabupaten Sleman juga menjadi salah satu area peredaran narkoba dengan Depok yang menjadi barometernya. Namun, daerah pinggiran kota juga memiliki kerawanan yang hampir sama, R ...

DIY

Gelombang Tinggi di Pantai Selatan, Ini yang Dilakukan BPBD DIY

Bernas.id--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY siap melakukan penanaman bakau di Pantai Selatan. Ini untuk mencegah kerusakan saat gelombang tinggi tiba.  Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan, penanaman ...

Olahraga

Peringati HANI, BNNK Sleman Adakan Senam Massal

Bernas.id – Meningkatkan kesadaran warga Sleman tentang bahaya narkoba, BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman adakan senam massal bertajuk “Senam Sehat Anti Narkoba”, khususnya Ke ...

Pendidikan

Ratusan Penelitian Ilmiah Pelajar Jogja Ditampilkan di SRE'18. Apa Menariknya?

Bernas.id - Sagasitas Research Exhibition (SRE) 2018 dibuka mulai hari ini, Jumat (20/7/2018) hingga tanggal 21 Juli 2018 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), UGM. Ini adalah sebuah pameran ilmiah tahunan yang menampilkan ra ...

Budaya

Luna Maya dan Sara Wijayanto Beberkan Hal Unik Syuting Film Sabrina

Bernas.id - Sederet bintang film horor Sabrina hadir di Jogja, bertutur tentang hal mistis yang mewarnai proses syuting film tersebut. Pengalaman mistis pun dibagikan para pemain dalam acara Meet and Greet film Sabrina, di Ambarrukmo Pla ...

Olahraga

Menlu Retno dan Ribuan Siswa Kota Yogyakarta Sambut Obor Asian Games 2018

Bernas.id – Kota Yogyakarta menjadi sangat spesial karena menjadi kota pertama yang mengawali kirab obor Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus – 2 Septemebr 2018. Akan ada 54 Ko ...

DIY

ACT Ajak Masyarakat Berkurban

Bernas.id - Setiap tahunnya, perayaan Idul Adha selalu membawa serta spirit meraih takwa dan membahagiakan sesama. Ibadah kurban menjadi momen umat muslim untuk semakin mendekatkan diri pada ilahi. Untuk tahun ini, Global Qurban-Aksi Cepat ...

Pariwisata

Tour De Merapi, Kenalkan Desa Wisata dan Pasar Tradisional Sleman

Bernas.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman kembali menggelar Tour de Merapi 2018 yang sudah dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun 2003. Tour de Merapi kali ini mengusung tema “Jajah Deso Milang Pasar” yang a ...

DIY

Inilah 4 Titik Pelanggaran Parkir di Jogja yang Paling Sering Ditemui

Bernas.id  - Dinas Perhubungan Kota Jogja mengakui, di beberapa titik di Kota Jogja memang sering ditemukan pelanggaran parkir. Hingga kini di beberapa titik ini masih sering ditemukan banyak pelanggaran parkir meskipun sudah dilakukan ...

Olahraga

Tujuh Atlet Legendaris Beri Dukungan Asian Games 2018

Bernas.id - Sedikitnya tujuh atlet legendaris di Indonesia ikut memberikan dukungan semangat kemenangan dalam parade kirab obor Asian Games 2018. Bersama salah satu operator transportasi online yang menjadi official partner Asian Games 2 ...

DIY

Enam Parpol Daftarkan 100% Bacalegnya ke KPU Kota Yogyakarta

Bernas.id - Enam partai politik di Kota Yogyakarta mendaftarkan 100 persen bakal calon legislatif yang diusungnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. Keenam parpol tersebut adalah Partai Nasdem, PKS, PDI Perjuangan, Gerindra ...

Pendidikan

TNI AD Berikan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Pada Peserta Didik Baru

Bernas.id - Mayor Kav Cecep Saepudin, S.Sos memberikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada siswa SMK Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) Yogyakarta, Rabu (18/07) di Aula Yonif 403, Kentungan, Sleman. Dalam paparannya May ...

DIY

PKPI Absen di Pileg Propinsi DIY

Bernas.id - Lima belas dari 16 partai politik di Propinsi DIY, sudah resmi mendaftarkan bakal calon legislatif yang diusungnya kepada komisi pemilihan umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga berakhirnya masa tahapan pendaftaran b ...

DIY

Kesundul, Oleng, Sedan Tabrak Tiang Listrik

Bernas.id – Kecelakaan sebuah mobil jenis sedan berwarna silver terjadi di depan Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta sekira pukul setengah tiga sore lebih. Mobil sedan terlihat ringsek bagian depan karena menabrak tia ...

Olahraga

Api Asian Games 2018 Singgah Sesaat di Candi Ratu Boko

Bernas.id – Sekitar pukul setengah tiga sore, api Asian Games 2018 yang dibawa langsung dari India dibawa singgah sesaat ke Candi Ratu Boko yang terletak di puncak bukit. Dengan dikawal oleh Bregodo Gotri Seloaji, api Asian Games 2018 ...

Ekonomi

Peluang Pemasaran Produk Lokal Jogja Lewat E-Commerce Masih Terbuka Lebar

Bernas.id -Pemasaran tradisional lewat ekspor dinilai bukan satu-satunya upaya untuk memperluas produk lokal hingga pasar internasional. Salah satu cara yang belum banyak dilirik adalah e-commerce, yang memiliki potensi jaringan pasar cukup ...

Pendidikan

Tindaklanjuti Aduan Warga, Forpi Temukan Hal Ini Saat Sidak di SMP 5 Jogja

Bernas.id - Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Yogyakarta mendatangi SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta, Rabu (18/7), guna meminta informasi terkait dengan jumlah pasti kursi kosong di SMP tersebut. Hal ini dilakukan guna men ...

DIY

Begini Perkembangan Revitalisasi Drainase Jalan Babaran

Bernas.id - Tahapan pekerjaan fisik revitalisasi drainase di Jalan Babaran Yogyakarta berjalan lebih cepat dari perencanaan. Hingga saat ini proses sudah mencapai lebih dari 40 persen dari total pekerjaan. "Pekan lalu, pekerjaan sud ...

Pendidikan

Begini Komentar Wakil Walikota Jogja Terkait Keluhkan "Blank Spot" PPDB

Bernas.id - Beberapa orang tua siswa mengadu ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (17/7/2028), menyampaikan keluhan adanya “blank spot” pada penerimaan peserta didik baru jenjang SMP di Kota Yo ...

Pendidikan

Keluhkan "Blank Spot" PPDB, Orang Tua Siswa Jogja Mengadu ke Forpi

Bernas.id - Dua orang tua siswa mengadu ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (17/7/2028). Mereka menyampaikan keluhan adanya “blank spot” pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP d ...

Ekonomi

Harga Telur Kini Mulai Stabil

Bernas.id -Harga telur di pasar tradisional Jogja mulai stabil di kisaran Rp26.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Demikian pula dengan harga bawang putih yang juga turun ke kisaran Rp23.000 - Rp24.000 per kilogram dari sebelumny ...

DIY

Kapolda DIY Akan Ikut Pawai Obor Api Asian Games 2018

Bernas.id – Kepala Polisi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Dofiri menyebut sudah melakukan persiapan dalam rangka pengamanan pawai obor api (torch relay) Asian Games 2018. Pengamanan akan dilaksanakan pada rute-rute jalan yang ...

Olahraga

Susi Susanti Ceritakan Pengalaman Bawa Api Asian Games 2018 dari India

Bernas.id - Susi Susanti, sebagai brand ambasador untuk Asian Games 2018 mengungkapkan kebanggaannya bisa dipilih untuk mengambil api secara langsung dari India. Susi Susanti membutuhkan waktu penerbangan sekitar 8 jam ketika membawa api As ...

Olahraga

Asian Games 2018, KSAU TNI AU: Dijamin Apinya Asli dari India

Bernas.id - Pukul delapan pagi tepat, Boeing 737 TNI AU yang membawa api Asian Games 2018 melintas dengan pengawalan khusus dari 5 pesawat tempur TNI AU, T50i Golden Eagle. Setelah mendarat, dilakukan penyerahan api ASEAN Games 2018 dari Ib ...

Olahraga

Erick Tohir, Asian Games 2018 Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Bernas.id – Dalam rangka menyambut api Asian Games langsung dari India ke Kota Yogyakarta, penampilan Dragon Track Banner menjadi pembuka pertama prosesi serah terima api ajang olahraga internasional empat tahunan ini. Dua pesawat uda ...

DIY

Hari Ini Pendaftaran Terakhir Caleg ke KPU

Bernas.id - Hari ini, Selasa 17 Juli 2018, merupakan hari pendaftaran terakhir bagi partai politik yang ingin mendaftarkan bakal calon legislatif yang diusungnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Hari ini kami tunggu hingga pukul 24. ...

DIY

Baru 4 Parpol Mendaftar di KPU Kota Yogyakarta

Bernas.id - Hingga hari ini sejak dibukanya pendaftaran bakal calon legislatif, baru empat partai politik yang mendaftarkan bacalegnya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. "Sampai hari ini pukul 16.00 WIB baru ada ...

DIY

Partai Nasdem DIY Resmi Daftarkan Caleg ke KPU DIY

Bernas.id - Tepat pukul 13.00 WIB, Rombongan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW Partai Nasdem DIY) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY guna mendaftarkan bakal calon legislatif (Baca ...

DIY

KPU Jogja Antisipasi Menumpuknya Pengajuan Caleg di Hari Terakhir

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja melakukan langkah antisipasi penumpukan pengajuan daftar calon anggota legislatif pada hari terakhir, Selasa (17/7) besok. Instansi tersebut memperbanyak jumlah petugas untuk mengecek kelen ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Jogja Tak Mau Sembarangan Berikan Kursi Kosong

Bernas.id - Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana menepis informasi yang beredar di masyarakat soal tersisanya kursi di sekolah-sekolah negeri favorit. Edy mengatakan saat ini hanya tersisa dua kursi di SMP Negeri 5 Yogyakarta ...

Budaya

Hanung Bramantyo, Studio Alam Gamplong Jadi Pusat Kebudayaan

Bernas.id – Sutradara film terkenal, Hanung Bramantyo menyebut bahwa Film "Sultan Agung" menjadi pemicu dirinya untuk menciptakan sebuah pusat kebudayaan di Yogyakarta dalam wujud set studio alam. Menurut Hanung, nantinya se ...

DIY

Bank Mata Yogyakarta Itu Masih Ada untuk Memberantas Kebutaan

Bernas.id – Masih minimnya pendonor kornea mata di Indonesia, Bank Mata Yogyakarta melakukan terobosan kerjasama melalui penandatanganan MoU dengan Nepal Eye Bank. Hasil dari kerjasama itu, Nepal Eye Bank bersedia menghibahkan 10 korn ...

Kesehatan

Minimnya Pendonor, RSUP Sardjito Datangkan Kornea Mata dari Nepal

Bernas.id – Masih minimnya pendonor kornea mata di Indonesia, Bank Mata Yogyakarta melakukan terobosan kerjasama melalui penandatanganan MoU dengan Nepal Eye Bank. Hasil dari kerjasama itu, Nepal Eye Bank bersedia menghibahkan 10 korn ...

Pendidikan

Kekurangan Siswa, Beberapa SD di Kota Jogja ini Terpaksa Digabung

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana melakukan penggabungan sejumlah sekolah dasar (SD) negeri. Penyebabnya beragam di antaranya jumlah siswa baru yang mendaftar semakin berkurang dari tahun ke tahun.  "Ada du ...

Olahraga

Serunya Nonton Final Piala Dunia di Jalanan Jogja

Bernas.id -- Keseruan warga Jogja terlihat pada hari Minggu (15/7) malam. Pasalnya, di berbagai titik, digelar pemutaran pertandingan sepakbola final Piala Dunia 2018. Salah satu titik yang ramai dipadati warga adalah di kawasan depan ka ...

DIY

Gara-gara Gemplong, Jokowi Tes Nama-nama Ikan Lagi di Sleman

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Dalam sambutannya, Dr BRA Mooryati Soedibyo, SS, Mhum meny ...

DIY

Harapan Jokowi, Desa Gamplong Menjadi Terkenal, Ekonomi Juga Hidup

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Presiden datang ke lokasi sekira pukul 15.35 WIB dengan rombo ...

DIY

Pasar Nini Thowok Pasar Tradisional yang Berbudaya

Bernas.id -- Nini Thowok adalah nama permainan tradisional yang melegenda bagi masyarakat Jawa, khususnya usia paruh baya tentu masih banyak yang mengenalnya. Boneka yang terbuat dari siwur (gayung dari bathok kelapa) yang dibentuk seperti ...

DIY

Pohon Gayam dan Asam Ditanam di Jalan Margo Utomo Bulan Depan

Bernas.id --Pembuatan lubang tempat menanam  pohon di Jalan Margo Utomo sudah mencapai tahap akhir. Diperkirakan, semua lubang sudah rampung dikerjakan pada pekan depan. Sementara pohon, yang berupa gayam dan asam, rencananya ditanam m ...

DIY

Ini Keterangan Polda DIY Terkait Baku Tembak di Sleman

Bernas.id - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY AKBP Yulianto memberikan keterangan terkait insiden baku tembak antara aparat kepolisian dengan terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 9,5 Sleman, pada Sabtu (14/07) sore. "Ini adalah ...

DIY

Polisi Baku Tembak di Jalan Kaliurang

Bernas.id - Sejumlah polisi bersenjata lengkap terlibat baku tembak di Jalan Kaliurang Km 9,5 tepatnya didepan Kantor Kecamatan Ngaglik, Sleman, pada Sabtu (14/07) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi sementara yang berhas ...

Pendidikan

Pengenalan Lingkungan Sekolah, Siswa dan Alumni Dilarang Terlibat

Bernas.id– Sekolah diingatkan untuk tidak melibatkan siswa dan alumni selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dilaksanakan. Di samping bertujuan untuk memutus rekrutmen genk sekolah, upaya tersebut untuk mengantisipasi hal-hal ...

DIY

Sarasehan Pancasila : Menggali Contoh Tuladha Pengamalan Pancasila di Yogyakarta

Bernas.id - Guna membumikan nilai Pancasila, Pusat Studi Pancasila UGM, Kagama, Keluarga Alumni UII, Pramuka, Sekber Keistimewaan, APTISI, PWI DIY, Karang Taruna DIY, Kadin DIY, PKK DIY, Galang Press, dan PPPI Chapter DIY menggelar Saraseha ...

DIY

Sapi Fistula Salah Satu Unggulan Iptek BPTBA LIPI

Bernas.id - Salah satu unggulan iptek yang dilakukan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam ( BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah Sapi Fistula, yang merupakan proses pengambilan isi rumen pada Sapi dengan cara membuat lub ...

DIY

Menristekdikti Tetapkan BPTBA LIPI Sebagai Pusat Unggulan Iptek Pengemasan Makanan Tradisional 

Bernas.id - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir, Ph.D, AK menetapkan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai Lembaga Pusat Ungulan Iptek (PU ...