Waspadai Gempa Berikutnya


31 Januari 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Rakyat Indonesia pasti masih mengingat gempa dahsyat yang melanda Aceh, 26 Desember 2004. Gempa berkekuatan 9,1 skala Richter itu tak hanya meratakan hampir seluruh bangunan di Aceh, namun juga menimbulkan bencana tsunami yang menewaskan lebih dari seratus ribu jiwa. Warga Jogja pasti juga masih mengingat gempa besar yang terjadi 27 Mei 2006 yang meluluhlantakkan bangunan dan merenggut ribuan nyawa. Namun, dua kejadian tersebut sebenarnya hanyalah contoh kecil dari serentetan gempa dahsyat yang pernah melanda wilayah Indonesia sejak zaman dulu. Kejadian serupa masih mungkin saja terjadi di masa mendatang mengingat posisi geografis Indonesia yang menjadi bagian dari Ring of Fire. Karena itu, menyiapkan rakyat Indonesia menghadapi bahaya gempa, menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan semua pihak.

Ring of Fire memiliki panjang 25.000 mil atau 40.233 km yang terbentang mulai dari Selandia Baru, Indonesia, Filipina, Jepang, melintasi Kepulauan Aleutian, pesisir Alaska, Kanada, Pantai Barat Amerika Serikat hingga ujung Amerika Selatan. Indonesia terletak di antara Cincin Api dan Sabuk Alpide yang membentang dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatra, terus ke Himalaya, Mediterania dan berujung di Samudera Atlantik. Karena itu, wajar jika Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif. Gunung-gunung berapi di Indonesia termasuk yang paling aktif pada Ring of Fire. Gunung berapi itu terbentuk dalam zona subduksi lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) United Nations Secretariat for International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) melalui Twitter-nya, Selasa (23/1), mengingatkan bahwa Ring of Fire telah aktif kembali. UNISDR mencatat aktivitas yang terjadi di Ring of Fire Pasifik, yakni erupsi Gunung Mayon di Filipina dan Gunung Kusatsu Shirane. Gempa berkekuatan 7,9 SR juga sempat menimbulkan peringatan tsunami di Alaska. Retetan bencana ini memunculkan spekulasi Ring of Fire telah aktif kembali dan perlu diwaspadai.

Lalu, bagaimana kesiapan pemerintah Indonesia? Kasie Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Samsu, mengakui bahwa gempa bumi yang terjadi Indonesia belakangan ini dan aktivitas sejumlah gunung berapi, ada kaitannya dengan Ring of Fire.

“Iya. Yang jelas ada kaitannya dengan Ring of Fire karena di Ring of Fire itu adalah pusat gempa dan gunung api. Jadi, negara yang dilewati oleh Ring of Fire itu potensi gempanya tinggi. Juga banyak gunung api, itu pun karena ada di Cincin Api itu. Indonesia yang punya 130 gunung berapi itu karena berada di Ring of Fire,” terang Danang saat dihubungi Bernas, Senin (29/1).

Peristiwa paling aktual adalah gempa berkuatan 6,1 SR (skala Ricgter) berpusat Barat Daya Kabupaten Sukabumi dan perbatasan Lebak mengguncang keras wilayah Banten, Bogor, DKI Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Depok, hingga Cirebon, Selasa (23/1). Gempa datang lagi pada Rabu (24/1) yang dirasakan oleh warga di Jawa bagian barat berkekuatan 5,1 SR.

Dua gempa yang hanya berselang sehari itu berpusat pada tempat yang berdekatan di wilayah selatan Jawa. Gempa yang terjadi Selasa dan Rabu pekan lalu menandai aktifnya zona tektonik di kawasan tersebut. Gempa ini juga menjadi peringatan karena dampaknya bisa mencapai Jakarta.

Indonesia berulang kali dilanda gempa bumi hampir setiap tahunnya di beberapa daerah, yakni  Gempa Aceh disertai tsunami pada 2004, Gempa Nias 2005, Gempa Yogyakarta 2006, Gempa Bengkulu 2007, Gempa Padang 2009, Gempa Mentawai 2010 dan Gempa Tasik 2017. Gempa Banten, demikian sebutan untuk gempa yang terjadi pada 23 Januari 2018 ini.

Pertemuan Lempeng

Posisi georafis Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yakni Eurasia, Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Gempa bumi yang terjadi di wilayah lepas pantai Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara disebabkan tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia. Sementara, gempa bumi yang terjadi di wilayah Maluku dan Irian dikarenakan tumbukan lempeng Pasifik dan Filipina.

Posisi Indonesia yang rawan bencana gempa karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar tersebut juga disampaikan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, M.Si. Ia menegaskan, tiga lempeng tektonik memang terus bergerak dan bertemu di Indonesia. Ditambah ada gesekan antarlempeng yang bisa menimbulkan energi.

"Nah, ini dipicu karena lempeng-lempeng itu tidak diam, melainkan terus bergerak sehingga ada pengumpulan energi. Ketika dia bertumbukan antara dua lempeng tadi, jadi ada ketemu kemudian saling bertumbukan, maka ada energi yang tersimpan," terang Riyadi, Rabu (24/1).

Menurutnya, jika lempeng terus bergerak dan salah satunya tidak bisa menahan energi itu maka akan terlepas dan terjadilah gempa bumi. “Itu yang di Indonesia. Jadi terlepas dari yang Cincin Api tadi. Di Indonesia seperti itu," ujarnya.

Namun, Riyadi tidak sependapat jika gempa di Lebak, Banten ada kaitannya dengan kabar dan spekulasi Cincin Api Pasifik aktif kembali. Hal ini sekaligus menanggapi kabar dari UNISDR. "Belum tentu, karena di sana belum muncul ke sini. Belum ada kaitannya," tegas Riyadi.

Gempa Megathrust

Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, mengungkapkan aktivitas tektonik di selatan Jawa makin memperlihatkan peningkatan. Keaktifan zona tektonik ini mengindikasikan tingginya potensi kegempaan. Peristiwa gempa yang terjadi di selatan Jawa tak lepas dari aktivitas tumbukan yang terjadi pada zona subduksi yang merupakan pertemuan dua lempeng tektonik, Eurasia dan Indo-Australia. Pergerakan lempeng Indo-Australia menekan lempeng Eurasia inilah yang biasanya memicu gempa di selatan Jawa.

Irwan Meilano mengungkapkan, dua kali gempa Banten itu dipicu karena gempa intraslab. Ada pertemuan lempeng yang patah. Bahkan, gempa intraslab berpotensi memiliki guncangan hingga 8 SR. Gempa bumi ini cenderung lebih sering terjadi. Meski kedalaman gempa sekitar 61 km dan magnitudonya kecil tapi jangkauannya luas. Dampak  gempa dapat diibaratkan seperti kerucut terbalik, sehingga semakin dalam pusat gempa, maka wilayah yang terkena dampaknya akan semakin luas. Tetapi, kekuatannya berkurang seiring cakupan wilayahnya yang luas.

Gempa itu merembet melalui kerak bumi. Hal itu pernah terjadi saat gempa Tasikmalaya pada Desember 2017. Getarannya dirasakan sampai ke Yogyakarta dan Lampung. Sementara, semakin dangkal pusat gempanya maka cakupan wilayah terdampaknya semakin sempit. Gempa ini disebut gempa megathrust.

"Beberapa gempa yang terjadi akhir-akhir ini menguatkan dugaan bahwa di bagian bawah lempeng subduksi ada yang patah di beberapa tempat," terang Irwan.

Sedangkan ahli gempa bumi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaya,mengkhawatirkan semakin aktifnya zona tektonik di selatan Jawa. ”Meskipun lokasi sumber gempanya berbeda-beda, kalau dari aspek mitigasi bencana, yang harus paling diperhitungkan yang megathrust selatan Jawa,” ungkapnya.

Gempa megathrust merupakan gempa yang terjadi pada zona subduksi di batas lempeng di mana satu lempeng tektonik mendorong lempeng lainnya. Kemudian terjadilah subduksi dan menimbulkan getaran gempa. Hal ini menyebabkan salah satu lempeng akan bergerak turun sedangkan yang lainnya bergerak naik. Gempa ini hanya terjadi di batas lempeng yang dangkal, yang dekat dengan permukaan bumi sehingga dapat menghasilkan gempa yang sangat dahsyat hingga di atas 9 SR dan berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan tiga titik yang menjadi celah utama lokasi prediksi gempa megathrust. Tiga celah tersebut di Barat Daya Mentawai, Barat Daya Selat Sunda, dan Selatan Bali. Tahun 2010 lalu, Mentawai dilanda gempa dengan kekuatan 7,7 SR.

Mitigasi Bencana

Yogyakarta pernah dilanda gempa bumi pada Mei 2006 dan memporak-porandakan wilayah DIY hingga Jawa Tengah. Banyak rumah-rumah ambruk dan ribuan korban meninggal dunia akibat runtuhan bangunan.

Kasie Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Samsu, mengungkapkan dampak gempa memang berbeda-beda tergantung kekuatan gempa, kekuatan bangunan dan lainnya. Mengingat potensi gempa bumi di selatan Jawa bisa terjadi kapan saja, Danang mengungkapkan salah satu mitigasi yang perlu dilakukan adalah memperkuat infrastruktur. “Ya kita perkuat strukturnya menjadi struktur yang tahan gempa,” ungkap Danang saat dihubungi Bernas, Senin (29/1).

Menurutnya, pembangunan rumah ataupun gedung-gedung pasca gempa Yogyakarta harus mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dilakukan proses pengecekan rumah tahan gempa. “Kalau rumah yang lama,bisa memperbarui IMB-nya atau mereka tanya kepada ahlinya apakah rumahnya itu tahan gempa atau tidak?,” sambung Danang.

IMB adalah produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum suatu bangunan. IMB ini diberikan oleh kepala daerahkepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

Kembali ke Titik Nol

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tak hanya mengejar kuantitas pembangun infrasktuktur tetapi juga memperhitungkan risiko bencana di Indonesia sehingga menghasilkan infrastruktur yang tangguh. "Kita tidak ingin hasil pembangunan yang telah susah payah kita capai, kembali ke titik nol karena terjadinya bencana," ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menjadi pembicara Talkshow Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi dalam Menghadapi Risiko Bencana Hidrometeorologis di Gedung Auditorium BMKG, Jakarta, Jumat (26/1).

Dalam rilisnya, Basuki menyampaikan akan memperdalam kerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Informasi BMKG tentang prakiraan cuaca dan bencana alam itu bermanfaat dalam pembangunan infrastruktur tangguh bencana.

Menteri Basuki mengungkapkan, pihaknya telah memiliki MoU dengan BMKG dalam penggunaan data risiko gempa di Indonesia yang berfungsi sebagai dasar perencanaan pembangunan gedung, jembatan dan bendungan. Semua data tersebut dibutuhkan untuk memastikan keamanan infrastruktur melalui berbagai upaya meminimalkan dampak kalau terjadi gempa bumi.

Kementerian PUPR sendiri pada tahun 2017 lalu juga telah mengeluarkan peta gempa yang terbaru, sebagai pemutakhiran atas peta gempa yang dirilis tahun 2010 yang memuat 81 sesar aktif pemicu gempa. Dikutip Harian Bernas, Senin (29/1), peta gempa 2017 telah berhasil diidentifikasi sebanyak 295 sesar (retakan pada batuan yang telah mengalami pergeseran) aktif yang tentunya akan mempengaruhi parameter desain dan konstruksi infrastruktur PUPR.

Antisipasi Gempa

Indonesia sebagai wilayah rawan gempa memerlukan kesiapan khusus untuk mengantisipasi dampak gempa bumi besar dan tsunami yang tidak dapat diprediksi kedatangannya. Belajar dari gempa Banten, banyak warga di wilayah Jakarta yang beraktivitas di gedung bertingkat melakukan evakuasi dalam kepanikan. Mereka berhamburan keluar dari gedung dan berkumpul di halaman, bahkan di jalan raya, sesaat gempa terjadi.

Kepanikan warga dengan berhamburan keluar gedung tersebut mengindikasikan bahwa kesiapan menghadapi kondisi darurat akibat gempa bumi belum maksimal. Padahal, gedung perkantoran di Jakarta mencapai belasan atau puluhan lantai. Banyak orang memilih berlari turun dari lantai atas saat terjadi gempa. Tindakan ini sebenarnya justru berbahaya.

"Karena untuk lari keluar, gempa itu hanya hitungan detik untuk robohkan rumah. Kemudian gedung bertingkat, kalau ada gempa kuat, jangan turun ke lantai. Mana bisa dalam waktu 10 sampai 20 detik mencapaiground, malah kita kejebak di tangga," ungkap Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, Sabtu (27/1).

Menurutnya, hal yang perlu dilakukan adalah segera mencari perlindungan, yakni bisa kolong meja, kolong tempat tidur atau perabotan yang kuat. Lindungi juga kepala dengan tangan.

Hal yang sama juga disampaikan Kolonel (Mar) Bambang Suryo Aji, Direktur Operasi Basarnas. Menurutnya, dalam situasi gempa, tetap harus tenang. Rasa panik justru akan membuat gaduh dan tidak sigap melakukan sesuatu, apalagi saat terjadi guncangan. Jauhi dinding kaca atau lampu agar terhindari dari pecahan.

Bambang mengimbau tidak menggunakan lift saat terjadi gempa bumi. Penggunaan lift saat terjadi gempa malah berbahaya bagi keselamatan karena kondisi darurat bisa terjadi kerusakan sistem lift dan akhirnya terjebak. (mta)

Pentingnya Pendidikan Mitigasi Bencana di Sekolah

Gempa dahsyat sempat terjadi di wilayah Yogyakarta pada 27 Mei 2006 silam. Mengingat banyaknya korban yang meninggal dunia, maka dilakukanlah berbagai upaya mitigasi. Aktivitas lempeng tektonik memang tidak bisa diperkirakan dan bisa terjadi pergeseran, patahan, tumbukan sewakt-waktu dan mengakibatkan gempa bumi.

Gempa bisa terjadi saat para siswa sedang belajar di sekolah. Padahal ada ratusan anak ada sekolah. Amankah bangunan sekolah untuk anak-anak? Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pun merespon potensi bencana dengan membentuk Sekolah Siaga Bencana (SSB) pada 2016 silam. Pelatihan mitigasi di sekolah dilakukan untuk jenjang SD dan SMP yang fokus pada jenis bencana gempa bumi. SSB disiapkan sebagai upaya mitigasi bencana di setiap sekolah. 

Kasie Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Samsu, mengungkapkan untuk sekolah-sekolah yang hancur saat gempa Jogja 2006 silam sudah dibangun kembali dan sesuai standar IMB yang tahan gempa. “Kalau untuk sekolah-sekolah yang baru itu sudah ada IMBnya, apalagi kemarin rusak karena gempa,” ujarnya saat dihubungi Bernas, Senin (29/1).

Ada sekolah-sekolah di Jogja yang sudah melakukan sosialisasi penanganan saat terjadi gempa bumi. Menurut Kepala Sekolah SMP Budi Utama Yogyakarta, Maria Rina Kurniasari, S.Si, sekolahnya sudah rutin melakukan sosialisasi mitigasi.

“Setiap tahun di awal tahun ajaran kami bekerja sama dengan Basarnas untuk simulasi evakuasi gempa,” kata Maria kepada Bernas dalam keterangan tertulis, Selasa (30/1).

Ia mengungkapkan dalam periode tiga bulan sekali diadakan simulasi evakuasi gempa secara mandiri. Kegiatan ini sudah dikoordinasi oleh bagian kesiswaan. Menurutnya, pihak sekolah juga mensosialisasikan jalur evakuasi dan titik kumpul secara periodik.

Meski demikian, belum semua sekolah di Yogyakarta mendapat sosialisasi mitigasi gempa bumi. Seorang guru di SD BOPKRI Wirobrajan mengaku murid-murid belum pernah mendapatkan sosialisasi mitigasi bencana gempa. Diakuinya, mitigasi itu baru diterima guru-guru saja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat. “Belum. Baru gurunya di UPT,” kata Ana Tanti kepada Bernas, Selasa (30/1).

Menurutnya, sosialisasi seperti simulasi tanggap bencana di sekolah perlu dilakukan. Apalagi murid-murid saat masih belajar di kelas tentu akan panik.

Basarnas, BPBD, Dinas Pendidikan, maupun sekolah-sekolah masih memiliki “PR” untuk melakukan simulasi. Tak cukup sekali atau dua kali, evakuasi utamanya saat terjadi gempa harus cepat dan sigap. Dengan demikian, bisa saja dilakukan simulasi setiap semester.  Sudah saatnya persoalan mitigasi bencana masuk dalam kurikulum pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga universitas. (mta)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Pendidikan

Kekurangan Siswa, Beberapa SD di Kota Jogja ini Terpaksa Digabung

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana melakukan penggabungan sejumlah sekolah dasar (SD) negeri. Penyebabnya beragam di antaranya jumlah siswa baru yang mendaftar semakin berkurang dari tahun ke tahun.  "Ada du ...

Olahraga

Serunya Nonton Final Piala Dunia di Jalanan Jogja

Bernas.id -- Keseruan warga Jogja terlihat pada hari Minggu (15/7) malam. Pasalnya, di berbagai titik, digelar pemutaran pertandingan sepakbola final Piala Dunia 2018. Salah satu titik yang ramai dipadati warga adalah di kawasan depan ka ...

DIY

Gara-gara Gemplong, Jokowi Tes Nama-nama Ikan Lagi di Sleman

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Dalam sambutannya, Dr BRA Mooryati Soedibyo, SS, Mhum meny ...

DIY

Harapan Jokowi, Desa Gamplong Menjadi Terkenal, Ekonomi Juga Hidup

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Presiden datang ke lokasi sekira pukul 15.35 WIB dengan rombo ...

DIY

Pasar Nini Thowok Pasar Tradisional yang Berbudaya

Bernas.id -- Nini Thowok adalah nama permainan tradisional yang melegenda bagi masyarakat Jawa, khususnya usia paruh baya tentu masih banyak yang mengenalnya. Boneka yang terbuat dari siwur (gayung dari bathok kelapa) yang dibentuk seperti ...

DIY

Pohon Gayam dan Asam Ditanam di Jalan Margo Utomo Bulan Depan

Bernas.id --Pembuatan lubang tempat menanam  pohon di Jalan Margo Utomo sudah mencapai tahap akhir. Diperkirakan, semua lubang sudah rampung dikerjakan pada pekan depan. Sementara pohon, yang berupa gayam dan asam, rencananya ditanam m ...

DIY

Ini Keterangan Polda DIY Terkait Baku Tembak di Sleman

Bernas.id - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY AKBP Yulianto memberikan keterangan terkait insiden baku tembak antara aparat kepolisian dengan terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 9,5 Sleman, pada Sabtu (14/07) sore. "Ini adalah ...

DIY

Polisi Baku Tembak di Jalan Kaliurang

Bernas.id - Sejumlah polisi bersenjata lengkap terlibat baku tembak di Jalan Kaliurang Km 9,5 tepatnya didepan Kantor Kecamatan Ngaglik, Sleman, pada Sabtu (14/07) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi sementara yang berhas ...

Pendidikan

Pengenalan Lingkungan Sekolah, Siswa dan Alumni Dilarang Terlibat

Bernas.id– Sekolah diingatkan untuk tidak melibatkan siswa dan alumni selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dilaksanakan. Di samping bertujuan untuk memutus rekrutmen genk sekolah, upaya tersebut untuk mengantisipasi hal-hal ...

DIY

Sarasehan Pancasila : Menggali Contoh Tuladha Pengamalan Pancasila di Yogyakarta

Bernas.id - Guna membumikan nilai Pancasila, Pusat Studi Pancasila UGM, Kagama, Keluarga Alumni UII, Pramuka, Sekber Keistimewaan, APTISI, PWI DIY, Karang Taruna DIY, Kadin DIY, PKK DIY, Galang Press, dan PPPI Chapter DIY menggelar Saraseha ...

DIY

Sapi Fistula Salah Satu Unggulan Iptek BPTBA LIPI

Bernas.id - Salah satu unggulan iptek yang dilakukan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam ( BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah Sapi Fistula, yang merupakan proses pengambilan isi rumen pada Sapi dengan cara membuat lub ...

DIY

Menristekdikti Tetapkan BPTBA LIPI Sebagai Pusat Unggulan Iptek Pengemasan Makanan Tradisional 

Bernas.id - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir, Ph.D, AK menetapkan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai Lembaga Pusat Ungulan Iptek (PU ...

DIY

Perwal Disiapkan Untuk Pencegahan Korupsi Terintegrasi

Bernas.id - Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi yang kemudian diatur melalui Peraturan Walikota (perwal) Yogyakarta Nomor 30 Tahun 2018. Ini sebagai salah satu upaya mewujudkan tata kelola peme ...

Budaya

10 Arsitektur Rumah Tradisional Jawa yang Kian Langka

Bernas.id -- Bagi yang belum pernah berkunjung ke kawasan nJeron Beteng Kraton Yogyakarta dalam benaknya pasti terbayangkan perkampungan yang masih banyak berderet rumah-rumah warga yang masih menyisakan bekas-bekas rumah khas berarsitektur ...

Budaya

Nuansa Magis Dari Karya Seni Genevieve Couteau Hadir di Jogja

Bernas.id - Nuansa magis kini menyelimuti Museum Sonobudoyo Yogyakarta, paling tidak hingga awal bulan depan. Bukan berarti angker, magis yang ada di sini adalah magis yang artistik. Sebab sebuah pameran berjudul Estetika Magis Genevive Cou ...

DIY

Kelurahan di Jogja Diminta Fokus Gunakan Anggaran

Bernas.id - Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta kelurahan fokus dalam menggunakan anggaran. Karena jumlah anggaran yang dikelola masyarakat di kelurahan maupun oleh kelurahan jumlahnya cukup besar. “Ada bermacam-macam ...

Pendidikan

Menristekdikti, Era Disrupsi Perpindahan dari Hardcopy Menjadi Digital

Bernas.id - Menristekdikti Mohamad Nasir meresmikan penggunaan gedung Digital Library UNY. Gedung seluas 3400 m2 tersebut dibangun menggunakan dana pendamping rupiah murni IDB Project 7in1 yang juga dilakukan pada 7 perguruan tinggi negeri ...

Ekonomi

Pelaku Industri Kecil Didorong Urus Sertifikat HAKI

Bernas.id - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY mendorong pelaku industri kecil dan menengah di daerah ini mengurus sertifikasi hak atas kekayaan intelektual. Ini penting untuk perlindungan dan pengembangan usaha. "Seba ...

DIY

Layanan Data dan Informasi Terpercaya, Sleman Launching Aplikasi Geoportal

Bernas.id - Berangkat dari semangat mewujudkan Smart Regency tahun 2021, Kabupaten Sleman merilis aplikasi Geoportal dan sosialisasi kegiatan simpul jaringan daerah. Bupati Sleman, Sri Purnomo disaksikan Sekretaris Daerah Sleman, Sumadi, me ...

Ekonomi

PPD Sleman Tahun 2018 Akhirnya Dibuka, Pengunjung Bisa Internetan Gratis

Bernas.id – Pameran Potensi Daerah (PPD) tahun 2018 Kabupaten Sleman akhirnya dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo pada Kamis sore, 12 Juli 2018 dan akan ditutup pada tanggal 21 Juli 2018 nanti. PPD 2018 ini menampilkan produk-produ ...

DIY

Dinas Perhubungan DIY Usulkan Aturan Kenaikan Tarif Parkir Momen Tertentu

Bernas.id --Masalah kenaikkan tarif parkir secara berlebihan terus terjadi di Yogyakarta. Agar kejadian itu tak terus terulang, Dinas Perhubungan DIY  mengaku telah menyarankan pemda kabupaten dan kota membuat regulasi yang memperboleh ...

DIY

Pemda DIY Menilai Masalah Parkir Terus Terjadi Karena Ada Pembiaran

Bernas.id --Pemda DIY menilai perilaku nuthuk atau menaikkan tarif parkir secara berlebihan terus terjadi di Yogyakarta karena ada semacam pembiaran. Agar kejadian itu tak terus terulang, kabupaten dan kota disarankan menerapkan regula ...

DIY

Sri Purnomo, Penanggulangan Penyalahgunaan Napza Sebuah Prioritas

Bernas.id – Satuan Tugas (Satgas) Pelopor Bebas Napza  dari 44 desa dari Kabupaten Sleman dikukuhkan di Pendopo Rumah Bupati. Bupati Sleman, Sri Purnomo disaksikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman, melantik ...

DIY

BPBD DIY Anggap Kekeringan di Gunungkidul Belum Darurat

Bernas.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menganggap bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Gunung Kidul saat ini belum kategori darurat. Bencana itu masih bisa ditangani pemerintah kabupaten setempat. "Kekeri ...

Kesehatan

Rail Clinic Hadir di Stasiun Patukan Gamping

Bernas.id - Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam bentuk corporate sosial responsibility (CSR) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mengadakan bakti sosial, pengobatan gratis pada masyarakat yang tinggal disek ...

DIY

Bupati Sleman Masih Tunggu Informasi dari Kepolisian Terkait Penangkapan Teroris

Bernas.id – Hari Rabu pagi 11 Juli 2018, Densus 88 Mabes Polri menangkap terduga teroris berinisial SF (40) di wilayah Kabupaten Sleman. Penggrebegan terjadi di Desa Bedingin Wetan Sumberadi Mlati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. ...

DIY

Satgas Pelopor Bebas Napza Dikukuhkan Bupati Sleman

Bernas.id – Satuan Tugas (Satgas) Pelopor Bebas Napza  dari 44 desa dari Kabupaten Sleman dikukuhkan di Pendopo Rumah Bupati. Bupati Sleman, Sri Purnomo disaksikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman, melantik ...

DIY

Pendaftaran Caleg di KPU DIY Masih Sepi

Bernas.id - Hingga memasuki hari kedelapan pendaftaran calon legislatif (Caleg) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, belum ada satupun Partai Politik (Parpol) yang mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY. Hal tersebut ...

DIY

Hingga Batas Akhir Pendaftaran, 2 Balon DPD RI Tak Kunjung Datang

Bernas.id - Hingga batas akhir pendaftaran bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada hari Rabu (11/07) pukul 24.00 WIB, dua bakal calon anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gandung Pardiman dan Ismarindayani ...

DIY

KH Masrur Ahmad MZ: IT Jangan Sampai Dipakai untuk Meruntuhkan NKRI

Bernas.id – KH Masrur Ahmad MZ, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qodir menyatakan apresiasnya kepada ACCA (Asosiasi  Cloud Computing Indonesia) karena telah memilih Ponpes Al Qodir sebagai pelopor pertama untuk program nasio ...

Pendidikan

Sultan Minta Para Pemegang SKTM Diawasi

Bernas.id --Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di DIY untuk mengawasi dengan ketat penerimaan siswa dari jalur Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sultan berharap, masyarakat tidak melakukan m ...

Pendidikan

Kemendikbud RI, Bimbingan, Didikan dan Pengajaran Tidak Bisa Digantikan Teknologi

Bernas.id- Plt Dirjen GTK Kemendikbud RI, Hamid Muhammad dalam Rakernas Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) menyebut permasalahan guru yang ada di antaranya adalah ketersediaan, kualitas dan kesejahteraan. Ketersediaan guru m ...

DIY

DPS Kabupaten Sleman yang Bermasalah Berjumlah 9311, Ini Kategorinya

Bernas.id - Di Kabupaten Sleman, jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ditetapkan KPU pada 17 Juli 2018 berjumlah 779.687 nama yang masuk dalam DPS di Pemilu 2019. Setelah dilakukan pencermatan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabup ...

DIY

Belum Ada Caleg yang Mendaftar Secara Resmi di KPU Sleman

Bernas.id – Sampai hari Rabu 11 Juli 2018, dipastikan belum ada calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman yang mendaftar secara resmi ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, padahal ...

DIY

Kantor Kementrian Agama Jogja Kini Miliki Layanan 'Satu Pintu'

Bernas.id - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dimiliki Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta, Rabu (11/7/2018). Adanya PTSP ini diharap dapat mempermudah akses masyarak ...

DIY

Layanan Penyembelihan Hewan Kurban Gratis di RPH Giwangan Diintensifkan

Bernas.id - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan mengintensifkan layanan penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan. Ini merupakan layanan gratis yang sudah diberikan sejak tahun lalu. "Masyarakat ...

Ekonomi

Di Pasar Gedongkuning Diluncurkan Pemungutan Retribusi Berbasis QR Code

Bernas.id- Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan layanan pemungutan retribusi pelayanan berbasis quick response (QR) code online di Pasar Gedongkuning. Peluncuran dilakukan di pasar tersebut, Rabu (11/7/2018) oleh Wakil Walikota Jogja Hero ...

Pendidikan

Puluhan Wali Murid SMP 5 Jogja Mengadu ke Dewan Terkait Sistem SKS

Bernas.id- Puluhan wali murid SMP Negeri 5 Yogyakarta melakukan audiensi ke DPRD Kota Jogja, Selasa (10/7/2018). Mereka meminta dewan dan pihak sekolah memberikan penjelasan terkait sistem SKS maksimal 10 semester kepada peserta didik. Pasa ...

Ekonomi

Disperindag Sleman Gelar Pameran Potensi Daerah 2018, Luncurkan E-Retribusi

Bernas.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman selenggarakan Pameran Potensi Daerah (PPD) 2018. PPD 2018 ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan potensi daerah dan budaya yang terdapat di 17 k ...

DIY

Penyuluh Pertanian Diharapkan Mampu Tingkatkan Minat Pemuda Jadi Petani

Bernas.id - Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY berharap tenaga penyuluh pertanian di daerah ini mampu menumbuhkan minat generasi muda terjun di bidang pertanian. Sebab saat ini semakin minim pemuda yang tertarik menjadi petani ...

DIY

Pamitan Jamaah Calon Haji Sleman 2018, IPHI Sleman Raih Awards

Bernas.id - Jamaah calon haji Kabupaten Sleman tahun 2018 yang berjumlah 1221 jamaah melaksanakan pamitan kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Dalam kegiatan pamitan jamaah calon haji, juga dilakukan penye ...

DIY

TMMD Sengkuyung Tahap II Dibuka, Fokus Penataan Bantaran Kali Code

Bernas.id - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2018 dari Kodim 0734 Yogyakarta resmi dibuka melalui upacara yang digelar di lapangan SMA N 3 Yogyakarta, Selasa (10/7/2018). Penataan kawasan bantaran Sunga ...

Budaya

JKT48 Sapa Penggemarnya di Jogja, Terungkap Berbagai Fakta Unik

Bernas.id - Tim KIII JKT48 menggelar acara meet and greet di atrium Lippo Plaza Jogja, Senin, (9/7/2018). Ini adalah kelanjutan dari rangkaian JKT48 Circus ke Yogyakarta, yang sebelumnya digelar Minggu (8/7), di Pusat Kebudayaan Koesnadi Ha ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan: SMA-SMK Boleh Minta Uang Sumbangan Siswa

Bernas.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menegaskan SMA/SMK Negeri diperbolehkan meminta sumbangan kepada siswa, yang sifatnya tidak mengikat. Sekolah dilarang mengumumkan secara terbuka jika ada orang tua siswa y ...

DIY

Pesan Sri Purnomo, Jangan Sampai Kesenangan Sementara dengan Resiko Besar, Hancurkan Karier

Bernas.id – Sri Purnomo, Bupati Sleman melantik dan mengambil sumpah 63 pejabat baru yang terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, kepala UPT Puskesmas, dan kepala sekolah di lingkungan Kabupaten Sleman. ...

DIY

Harga Pertamax Naik, Konsumsi Masyarakat Ternyata Masih Stabil

Bernas.id - Kenaikan harga Pertamax dari Rp8.900 menjadi Rp9.500 pada awal Juli ini rupanya tak terlalu berdampak di DIY dan Jawa Tengah. Konsumsi masyarakat akan harga bahan bakar khusus (BBK) ini tercatat masih stabil.  Hal terseb ...

DIY

Musim Kemarau, Dinas Pertanian Sleman Imbau Petani Tanam Jagung dan Kacang-kacangan

Bernas.id - Heru Saptono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman mengimbau kepada petani di Sleman untuk menanam tanaman jenis jagung dan kacang-kacangan. Menurut Heru, kedua tanaman tersebut disarankan untuk ditanam ...

Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Saya Yakin Sekolah Kami Tidak Ada yang Seperti Itu

Bernas.id – Dra Sri Wantini, MPd, Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Sleman menyebut bahwa sampai saat ini belum menerima laporan terkait pungutan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Jika pun nanti ada laporan pungutan, Sri Wa ...

Pariwisata

Shiva Plateau, Sensasi Naik Jeep Menikmati Kembali Kejayaan Mataram Kuno

Bernas.id -  Sensasi menikmati panorama alam dengan jeep tak hanya ada di Lava Tour saja. Kini warga Jogja bisa menikmati wisata alam geologi di pegunungan Siwa dan merasakan kembali peninggalan sejarah peradapan masa lalu Mataram Kuno ...

Pendidikan

Wakil Walikota Jogja Minta Permasalahan Penerimaan Siswa Baru Diinventarisir

Bernas.id - Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi meminta Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk menyiapkan inventarisasi terhadap sejumlah permasalahan yang dialami pada penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/ ...