Lobi-lobi Politik Ketua MK, Nah Terbuktikan (Bagian 1)


15 Februari 2018

Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (Sumber Foto: pinterpolitik[dot]com)

Bernas.id - Keputusan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Arief Hidayat yang menolak permohonan uji materi sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik berbagai kalangan. Sebelumnya, masyarakat juga sudah menduga akan hasil keputusan MK tersebut. Soalnya, Ketua MK sebelumnya ditengarai melakukan lobi kepada sebagian anggota DPR agar dirinya terpilih kembali menjadi Ketua MK dengan imbalan menolak uji materi tentang Hak Angket KPK.

Masyarakat pun bergerak, mencela aksi tidak pantas Ketua MK tersebut. Prof Asep Saefuddin, Juru Bicara Forum Guru Besar Anti Korupsi mengatakan, bahwa kita tidak boleh menoleransi perilaku bohong. Apalagi diduga dilakukan oleh seorang Ketua MK. Dimana lembaga tersebut berfungsi sebagai garda penjaga kebenaran. Harus bersih dari unsur kebohongan.

Selain itu, Lalola Easter dari Indonesian Corruption Watch (ICW) yang juga mewakili koalisi masyarakat sipil di sela-sela aksi teatrikal di gedung MK baru-baru ini mengatakan, Ketua MK telah dua kali melakukan pelanggaran etik. Keduanya mendapatkan teguran ringan, kartu kuning. Dua kali kartu kuning berarti sudah kartu merah. Itu artinya, Ketua MK harus mundur. Namun, sebaliknya Ketua MK bergeming, hingga Selasa (13/2) tak mau mundur. Di samping itu 54 guru besar se-Indonesia berkumpul dan menyampaikan sikap mereka, mendesak Arief Hidayat mundur sebagai Ketua MK.

Pemeriksaan Arief Hidayat

Untuk kedua kalinya, Dewan Etik MK menyatakan Arief terbukti melakukan pelanggaran ringan. Pertama ketika Arief Hidayat mengirimkan surat kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung untuk membina salah seorang kerabatnya yang menjadi jaksa. Kasus kedua, lobi-lobi seperti yang dijelaskan di atas.

Arief dilaporkan telah melakukan pelanggaran kode etik sebelum proses uji kelayakan dan kepatutan terkait pencalonannya kembali sebagai hakim konstitusi di DPR, 6 Desember 2017 lalu.

Dewan Etik MK sebelumnya menyatakan Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan komisi III. Arief Hidayat terbukti melakukan pelanggaran ringan karena bertemu dengan sejumlah pimpinan Komisi III DPR di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta. Arief menghadiri pertemuan tersebut tanpa undangan secara resmi dari DPR, melainkan hanya melalui telepon.

Dewan Etik MK telah memeriksa dugaan pelanggaran kode etik terhadap Ketua MK, Arief Hidayat. Sementara, dalam rangkaian pemeriksaan, Arief dinyatakan tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan Pimpinan komisi III. Pada pemeriksaan yang selesai 11 Januari 2018 itu, Arief terbukti melanggar etik ringan.

"Berdasarkan pemeriksaan, maka secara singkat kami sampaikan bahwa pada 11 Januari 2018, Dewan Etik telah menuntaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik dan hasilnya Dewan Etik menyatakan hakim terlapor terbukti melakukan pelanggaran ringan terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi," kata Juru Bicara MK Fajar Laksono, Selasa (16/1).

"Dalam rangkaian pemeriksaan tidak terdapat bukti bahwa hakim terlapor melakukan lobi-lobi politik," kata Fajar.

Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun menyampaikan, berdasarkan pemberitaan di beberapa media massa pada November hingga Desember 2017, Arief diduga telah melakukan lobi kepada anggota Komisi III DPR RI, pimpinan fraksi di DPR RI, dan pimpinan partai politik.

Lobi tersebut bertujuan agar DPR mendukung dirinya sebagai calon tunggal hakim konstitusi dan kemudian dipilih sebagai hakim konstitusi perwakilan DPR RI untuk periode 2018-2023. Diberitakan, dalam lobi-lobi tersebut patut diduga Arief menjanjikan akan menolak Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 jo Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) jika Arief terpilih kembali. Perkara itu berkaitan dengan pengujian keabsahan Pansus Angket di DPR dalam melakukan penyelidikan terhadap KPK.

Kewenangan MK

Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung merupakan pelaksana cabang kekuasaan kehakiman (judiciary) yang merdeka dan terpisah dari cabang-cabang kekuasaan lain, yaitu pemerintah (eksekutif) dan lembaga permusyawaratan-perwakilan (legislatif). MK mengadili perkara-perkara yang menyangkut persoalan kelembagaan negara atau institusi politik.

MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final untuk menguji UU, memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945, memutuskan pembubaran partai politik, dan memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

“Kewenangan yang dimiliki lembaga ini (Due Process of Law Empeachment Presiden/Wakil Presiden, judicial review UU atas UUD 1945, SKLN, Sengketa Pemilu, Pembubaran Parpol) dalam tataran constitutional concept dapat dipandang sebagai lembaga yang berdiri di atas konstitusi kendati dia dibentuk oleh konstitusi,” terang Pakar hukum tata negara Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hestu Cipto Handoyo dalam keterangan tertulis yang diterima Bernas, Senin (12/2).

Susunan Hakim MK

Hakim MK terdiri atas sembilan orang yang terdiri dari ketua, wakil ketua, dan anggota. Sesuai UUD 1945 yang selanjutnya disahkan menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2003. Sembilan orang hakim konstitusi ini diusulkan oleh tiga lembaga, yakni DPR, Presiden, dan MA. Masing-masing lembaga mengusulkan tiga nama. Arief Hidayat adalah hakim konstitusi yang diusulkan DPR RI.

Arief Hidayat, Aswanto, Wahiduddin Adams adalah usulan dari DPR. Sementara usulan dari MA adalah Anwar Usman, Manahan Sitompul, dan Suhartoyo. Usulan dari Presiden Joko Widodo adalah Saldi Isra, I Dewa Gede Palguna, dan terakhir Maria Farida Indrati usulan dari Presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan MK Terbelah

MK terbelah dalam menolak permohonan uji materi yang diajukan pegawai KPK terhadap Hak Angket KPK. Lima hakim menyatakan menolak permohonan pemohon dan menyatakan hak angket KPK yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat adalah sah. Pegawai menilai pembentukan hak angket itu tak sesuai dengan Pasal 79 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).

Para Pemohon menganggap KPK bukan termasuk unsur eksekutif sehingga tidak dapat dijadikan sebagai objek pelaksana hak angket oleh DPR. Namun, ditolaknya permohonan itu, MK menyatakan bahwa KPK adalah lembaga penunjang yang dibentuk berdasarkan UU. Sehingga, KPK adalah lembaga eksekutif.

"KPK merupakan lembaga di ranah eksekutif yang melaksanakan fungsi eksekutif, yakni penyidikan dan penuntutan," kata Ketua MK Arief Hidayat membacakan putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (8/2) lalu.

Lima hakim menyatakan menolak permohonan pemohon dan menyatakan hak angket KPK yang dibentuk DPR adalah sah. Mereka adalah Arief Hidayat, Anwar Usman, Aswanto, Wahiduddin Adams dan Manahan MP Sitompul.  Kelima hakim ini merupakan usulan DPR dan MA. Arief Hidayat selaku hakim konstitusi dan Ketua MK punya peranan sebagai pengambil keputusan.

Empat hakim konstitusi menyatakan disssenting opinion atau perbedaan pendapat atas putusan tersebut. Empat hakim konstitusi tersebut adalah Maria Farida Indrati, I Dewa Gede Palguna, Saldi Isra dan Suhartoyo. Keempat hakim menyatakan KPK adalah lembaga independen. Dengan demikian, KPK tidak termasuk wilayah eksekutif. Pansus Angket KPK bentukan DPR pun seharusnya tidak bisa menggunakan hak angket.  

"Lembaga independen tidak termasuk cabang kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif," kata Hakim I Gede Palguna.

Mengonfirmasi lobi politik

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menilai putusan MK kali ini mengonfirmasi isu lobi politik Ketua MK Arief Hidayat dengan Komisi III DPR. Hal ini terkait pencalonan kembali Arief sebagai hakim konstitusi. Lobi tersebut bertujuan agar DPR mendukung dirinya sebagai calon tunggal hakim konstitusi dan kemudian dipilih sebagai hakim konstitusi perwakilan DPR RI untuk periode 2018-2023.

"Ya, sekarang kita melihat putusannya, memang sepertinya memberikan konfirmasi atas indikasi lobi-lobi politik tadi," ujar Adnan Kamis (8/2) sebagaimana dikutip Bernas.

Sementara itu,  Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengkritik putusan Dewan Etik MK yang menyatakan Ketua MK Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan Komisi III. Desmond mengungkapkan pada pertemuan tersebut jelas terjadi lobi antara Arief Hidayat dan sejumlah pimpinan Komisi III agar Arief terpilih kembali sekaligus menjadi Ketua MK. Wakil Ketua Umum Gerindra itu membeberkan, saat itu Arief mengungkapkan jika tidak terpilih makan Saldi Isra yang akan memegang jabatan Ketua MK.

"Ya bukan lobi-lobi lagi itu namanya. Dia (Arief) bilang kalau dia tidak dipilih kembali oleh DPR maka yang akan jadi ketua di sana dia bilang Saldi Isra. Saldi Isra dianggap oleh orang-orang berpihak pada KPK, jadi dia seperti memberikan penjelasan agar dipilih kembali," terang Desmond di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/2).

Desmond pun menilai Arief tidak layak menjabat sebagai hakim konstitusi sekaligus Ketua MK. Sehingga kalau Arief tetap bertahan maka kekuasaan lebih penting daripada etika. “Berarti enggak layak kan dia," tegasnya.

Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Bivitri Susanti mengungkapkan, dugaan lobi-lobi politik antara Ketua MK dan Komisi III DPR itu tidaklah salah. Sebab, memang ada indikasi pertemuan Arief Hidayat dengan para anggota DPR benar terjadi.

“Pak Desmond bilang waktu itu memang ada lobi-lobi politik gitu dan menurut saya sih memang belum tidak terbukti secara hukum karena ini persoalan etik ya, tidak diinvestigasi. Tapi tidak salah kalau kita menduga ini ada kaitannya dengan lobi politik yang ketika itu paling tidak kata beberapa anggota DPR benar terjadi,” ujar Bivitri.

Ditambahkan Hestu, bahwa keputusan MK bisa saja berbeda dengan yang saat ini. Tidak menutup kemungkinan ada lobi-lobi politik seperti yang diduga berbagai pihak.

“Kita bisa melihat lima dari sembilan hakim MK berpendapat bahwa KPK adalah eksekutif dan bisa diangket oleh DPR. Dari 5 hakim tersebut salah satunya adalah Arief Hidayat. Jadi kalau misal tidak ada dugaan deal-deal dengan Komisi III DPR waktu itu, kemungkinan putusan MK berbeda dengan yang sekarang,” terang Hestu, Senin (12/2).

Menurut Hestu, putusan MK tentang KPK itu jelas merupakan disparitas dari putusan MK yang pernah dikeluarkan sebelumnya. Jadi kalau ada kecurigaan putusan MK itu sarat kepentingan tentu disebabkan oleh peristiwa yang mendahului, yakni adanya pertemuan antara Arif Hidayat dan Komisi III DPR di sebuah hotel.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

2500 Pemilih Pemula Jogja Belum Punya E KTP

Bernas.id- Saat ini ada 1,7% warga Kota Jogja yang belum melakukan perekaman E KTP. Separuh dari persentase itu merupakan pemula yang harus "dijemput bola" proses perekamannya demi mempersiapkan Pemilu. Kepala Dinas Kependuduka ...

Pendidikan

Penulis Diaz Radityo, Kita Tidak Mungkin Menulis Tanpa Membaca

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

Kemenag DIY Dorong Disahkannya Perda ini Untuk Tangkal Terorisme

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mendorong Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga segera disahkan. Ini penting guna mencegah penanaman paham radikalisme di lingkungan keluarga. "Kami bersyukur dalam wa ...

DIY

Quick Truck Hadir untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Efisien

Bernas.id - Sering terkendala dengan alat angkut sawit atau hasil panen pertanian? Solusi terkini disediakan oleh CV Karya Hidup Sentosa. Perusahaan nasional yang berkantor pusat di Yogyakarta ini memroduksi alat transportasi panen sawit be ...

Budaya

Rengkuh Kembali Masa Era Kolonial Belanda dari Papan Iklan Enamel,s di Bentara Budaya Yogyakarta

Bernas.id - Bentara Budaya mengadakan Enamel’s Exhibition Indie, sebuah pameran yang mengangkat ragam iklan era zaman Kolonial Belanda. Papan-papan iklan era Kolonial Belanda memiliki ciri-ciri dan corak yang khas, khususnya penggunaa ...

DIY

Bagaimana Kondisi Stok Darah PMI DIY Selama Ramadan?

Bernas.id -- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin stok darah di lima kabupaten/kotandi DIY selama Bulan Ramadan tahun ini aman. "Penurunan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa, minggu k ...

Budaya

Hidangan Kuliner Berbuka Khas Ramadhan dari 8 Negara

Bernas.id - Setiap negara pasti punya hidangan kuliner khas Ramadhan yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Makanan tersebut sudah ada sejak lama sehingga menjadi menu wajib untuk berbuka.  Simak makanan khas buka puasa dari berb ...

DIY

KPU Kota Jogja Pastikan Seluruh Data Pemilih Terverifikasi

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memastikan seluruh data pemilih yang masuk dalam daftar pencocokan dan penelitian sudah menjalani proses verifikasi di lapangan oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih "Seluruh data ...

DIY

Pasokan Listrik DIY Surplus Selama Ramadan

Bernas.id - PLN Area Yogyakarta memastikan saat ini pasokan listrik DIY masih terhitung suplus. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama bulan Ramadan. Terlebih PLN juga menyiagakan penjaga keanda ...

Pendidikan

Calon Siswa SD Jogja Peroleh Keuntungan Usia

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Jogja akan memberikan keuntungan dari aspek usia kepada calon siswa SD yang penduduk setempat ketika pendaftaran peserta didik baru dibandingkan dengan calon siswa dari luar kota itu. "Prioritas pen ...

Pendidikan

Aktif Kegiatan Ekstrakurikuler Membawa Tita Dapat Beasiswa ke Taiwan

Bernas.id-Mendapatkan nilai tinggi di sekolah tidak menjamin seorang siswa mendapat beasiswa di perguruan tinggi terkemuka, apalagi di luar negeri. Namun, dengan aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah (intrakurikuler) maupun di luar sekol ...

DIY

Akses Jalan Bus Trans Jogja Dikeluhkan, Apa Solusinya?

Bernas.id - Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja, Golkari Made Yulianto mengakui, ada usulan dari masyarakat supaya akses jalan untuk bus Trans Jogja diperlebar. Sebab saat ini jalur bus yang sempit dan kemacetan yang ada ...

Pariwisata

Ketua PHRI Sleman Terpilih Ingin Kembangkan Wisata Alam Sleman yang Ramah Lingkungan

Bernas.id - Pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman periode 2018-2023 resmi dilantik dan dikukuhkan. Dalam pelantikan  PHRI Sleman ini juga dihadiri Bupati Sleman, Sri Purnomo, Pendopo ...

DIY

Sultan: 20 Tahun Reformasi, Masih Banyak Yang Perlu Diperbaiki

Bernas.id--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyebut reformasi telah memberikan beberapa perubahan bagi Indonesia. Namun walau demikian, setelah 20 tahun berlalu, masih banyak hal yang perlu diperbaiki, salah satunya adalah kesadaran pejabat da ...

Pariwisata

BPC Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman Periode 2018-2023 Resmi Dilantik

Bernas.id - Badan Pengurus Cabang (BPC) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman periode 2018-2023 resmi dilantik dan dikukuhkan. Dalam pelantikan  PHRI Sleman ini juga dihadiri Bupati Sleman, Sri Purnomo, Pendopo Parasamya ...

Kesehatan

RS Bhayangkara Polda DIY Kini Miliki 'Eye Center'

Bernas.id - Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY kini memiliki eye center atau pusat pengobatan mata. Peresmian eye center dilakukan oleh Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, Rabu (16/5/2018). "Ini perlu kita banggakan karena eye cent ...

DIY

PLN Yogyakarta Siagakan Petugas 24 jam Selama Ramadan

Bernas.id - PT PLN Area Yogyakarta menyiagakan petugas selama 24 jam untuk memastikan keandalan jaringan listrik serta mengantisipasi gangguan distribusi listrik selama Bulan Ramadan. "Mengingat kebutuhan listrik dalam Bulan Puasa h ...

DIY

Kisah Tombak Kanjeng Kyai Turun Sih, Pusaka untuk Kabupaten Sleman dari Keraton Jogja

Bernas.id - KRT Jatiningrat atau akrab disapa Romo Tirun bercerita tentang kisah tombak Kanjeng Kyai Turun Sih milik Keraton Ngayogyakarta yang kini menjadi pusaka Kabupaten Sleman di acara bedah buku Kabupaten Sleman dalam Sejarah. “ ...

DIY

Parade Bregada Semarakkan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-102

Bernas.id - Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Sleman ke-102 disemarakkan dengan parade 67 bregada. Masyarakat Sleman pun antusias untuk menyaksikan puluhan parade bregada yang memiliki ciri khasnya masing-masing, Lapangan Denggung, Daerah Isti ...

Ekonomi

Pasar Beringharjo Terapkan Pembayaran Retribusi Secara Elektronik

Bernas.id - Pasar Beringharjo Yogyakarta mulai menerapkan pembayaran retribusi secara elektronik untuk menggantikan metode pembayaran manual secara tunai. Ini akan diterapkan bertahap ke seluruh pedagang. "Kami akan terapkan untuk P ...

DIY

Begini Cara Pemkot Jogja Budayakan Sadar Arsip

Bernas.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya berusaha terus meningkatkan dan melatih setiap Unit Kerja dalam mengelola arsipnya dengan baik dan benar. Salah satu caranya dengan mengadak ...

DIY

Ketua PP Aisyiyah Ajak Selamatkan Keluarga Dari Terorisme

Bernas.id - Ketua Umum PP Aisyiyah Hj. Siti Noordjannah Djohantini mengajak semua pihak untuk tidak mentolerir sekecil apapun segala bentuk terorisme. Ia mengajak para orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari keadaan dan perbuatan yang mel ...

DIY

Tak Hanya Konservasi, UNESCO Berdayakan Masyarakat di Kawasan Situs Pariwisata Internasional

Bernas.id - Dalam acara Creative Youth Workshop yang menitikberatkan pada potensi lokal di Universitas Gadjah Mada (UGM), Diana Setiawati, pembicara Unesco, Culture Unit menjelaskan bahwa pihaknya selain memberikan program konservasi, tetap ...

Ekonomi

Bank Jogja Targetkan Aset 800 Miliar di Akhir 2018

Bernas.id - Tanggal 12 Mei 2018, Bank Jogja memperingati HUT ke-57. Bank milik Pemerintah Kota Jogja ini berusaha meningkatkan aset, dimana pada akhir tahun ini ditargetkan mencapai Rp. 800 miliar. Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi ...

Lifestyle

Tak Hanya Kumpul Para Pecinta Otomotif, Jogja Toyota Agya Comunity Juga Berbagi untuk Sesama

Bernas.id - Pada tanggal 10 November 2014, para pengguna mobil Agya membentuk komunitas yang diberi nama Jogja Toyota Agya Comunity (JTAC). Sampai saat ini, jumlah JTAC kurang lebih  35 anggota yang terdaftar untuk wilayah Daerah Istim ...

DIY

Ratusan Orang Berkumpul di Tugu Jogja Nyatakan Sikap Lawan Terorisme

Bernas.id - Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat Jogja Senin (14/5) malam berkumpul di Tugu Jogja. Mereka menggelar aksi solidaritas dan keprihatinan terhadap aksi terorisme bom bunuh diri di Surabaya yang terjadi kemarin dan hari ...

Budaya

Sepuluh Pengantin Menikah di Atas Panser Barracuda

Bernas.id- Dalam rangka menyambut Ramadhan 2018, Forum Taaruf Indonesia (Fortais) menggelar Nikah Bareng Indonesiana dengan tajuk Bagholek di Tanah Jawa (Pernikahan di Tanah Jawa) bertema Satukan Hati dan Jiwa Untuk Kebhinekaan Indonesia. A ...

Pendidikan

Bagi yang Belum Tahu, Ini Asal-Muasal Sejarah Nama Sleman

Bernas.id - Dalam rangka Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar acara Bedah Buku Kabupaten Sleman dalam Perjalanan Sejarah dan Roadshow  Minat Baca Kabupaten Sleman. Acara bedah buku ini banyak dihadir ...

Pendidikan

Seni Rupa Berikan Dampak Positif pada Perkembangan Tumbuh Anak

Bernas.id - Seni adalah keajaiban yang tersimpan dalam sebuah karya. Seni mengandung berbagai makna, emosi, juga cerita. Tanpa seni hidup akan terasa gersang. Seni juga penting bagi anak karena aspek kognitif, afektif dan psikomotorik anak ...

Pendidikan

Sleman Betul-betul Punya Sejarah untuk Menjadi Pijakan Menapak ke Depan

Bernas.id – Dalam rangka Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar acara Bedah Buku Kabupaten Sleman dalam Perjalanan Sejarah dan Roadshow  Minat Baca Kabupaten Sleman. Selain dihadiri Wakil Bupati ...

DIY

Penjagaan di Markas Polda DIY Diperketat

Bernas.id-Aparat kepolisian memperketat pengamanan di seluruh markas kepolisian pasca terjadi lagi teror bom di Surabaya, tepatnya di Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5) pagi. Di Markas Komando (Mako) Polda DIY petugas menjaga ketat pint ...

DIY

Muhammadiyah Kecam Keras Peristiwa Teror Bom di Surabaya

Bernas.id - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Ketua Umumnya, Dr H Haedar Nashir, MSi menegaskan pihaknya mengecam keras peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi kemarin, Minggu 13 Mei 2018. Dia juga berharap peristiwa itu ...

DIY

Jogja Siap 'Putihkan' Tunggakan PBB

Bernas.id—Pemerintah Kota Yogyakarta berencana merealisasikan pemutihan tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Ini dilakukan meski nilai pajak yang akan diputihkan tidak signifikan. "Tahun ini akan kami coba lakuk ...

Pendidikan

Iriana Jokowi Bagi-bagi Laptop di Istana Negara Jogja

Bernas.id - Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan ke Istana Negara Jogja atau Gedung Agung, Senin (14/5/2018). Dalam kunjungan ini Iriana menghibur dan mengedukasi anak-anak yang berasal dari 24 tempat yakni terdiri dari pant ...

DIY

PDIP dan PKBTS Mengutuk Aksi Teroris

Bernas.id - PDI Perjuangan DIY menilai ancaman kejahatan kemanusiaan sudah begitu keji dan biadab diperlihatkan oleh pelaku teror bom di Surabaya yang tidak berperikemanusiaan. Karena itu, seluruh pelaku teror dan mereka yang memberikan duk ...

Budaya

Sambut Ramadan, Warga Sleman Pawai Naik Gerobak Sapi

Bernas.id—Warga di Dusun Plosokuning, Desa Minomartani, Ngaglik menyambut datangnya Ramadan dengan pawai atau kirab menggunakan gerobak sapi. Ribuan anak-anak baik dari warga sekitar ataupun santri pondok pesantren ikut pawai menungga ...

Ekonomi

Masyarakat Jogja Diminta Tidak Belanja Berlebihan Saat Ramadan

Bernas.id--Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi meminta masyarakat tidak belanja secara berlebihan selama Bulan Puasa. Sebab permintaan yang tinggi akan membuat harga bahan pokok jadi melambung, meski stok terjaga. "Memang akan banya ...

Ekonomi

Bisnis Warung Kopi di Yogyakarta Cukup Menjanjikan

Bernas.id- Budaya minum teh (ngeteh) warga Yogyakarta yang sudah berlangsung bertahun-tahun, dalam 3-4 tahun belakangan ini bergeser ke budaya minum kopi (ngopi). Hal ini mendorong bisnis kedai/warung kopi berkembang pesat. Jika pada tahun ...

DIY

Rio Febrian Bagikan Cerita Proses Karir Bermusiknya di Riverside Pakem, Sleman

Bernas.id- Gilang Ramadhan Studio Band selenggarakan Sharing Moment With Rio Febrian di Riverside Music Rehearsal Space. Banyak calon musisi berbakat dari Kota Gudeg dari berbagai usia turut serta dalam acara tersebut, Candibinangun, Pakem, ...

DIY

Hanum Rais Kecewa Pernyataan Ayahnya Sering Dipelintir oleh Media

Bernas.id - Saat ini, beredar berbagai headlines artikel berita yang menyatakan bahwa Amien Rais (AR) menyebut bangsa Indonesia sebagai bangsa ‘pekok’. Hanum Rais yang mengetahui hal tersebut langsung mengonfirmasi lan ...