Lobi-lobi Politik Ketua MK, Nah Terbuktikan (Bagian 1)


15 Februari 2018

Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (Sumber Foto: pinterpolitik[dot]com)

Bernas.id - Keputusan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Arief Hidayat yang menolak permohonan uji materi sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik berbagai kalangan. Sebelumnya, masyarakat juga sudah menduga akan hasil keputusan MK tersebut. Soalnya, Ketua MK sebelumnya ditengarai melakukan lobi kepada sebagian anggota DPR agar dirinya terpilih kembali menjadi Ketua MK dengan imbalan menolak uji materi tentang Hak Angket KPK.

Masyarakat pun bergerak, mencela aksi tidak pantas Ketua MK tersebut. Prof Asep Saefuddin, Juru Bicara Forum Guru Besar Anti Korupsi mengatakan, bahwa kita tidak boleh menoleransi perilaku bohong. Apalagi diduga dilakukan oleh seorang Ketua MK. Dimana lembaga tersebut berfungsi sebagai garda penjaga kebenaran. Harus bersih dari unsur kebohongan.

Selain itu, Lalola Easter dari Indonesian Corruption Watch (ICW) yang juga mewakili koalisi masyarakat sipil di sela-sela aksi teatrikal di gedung MK baru-baru ini mengatakan, Ketua MK telah dua kali melakukan pelanggaran etik. Keduanya mendapatkan teguran ringan, kartu kuning. Dua kali kartu kuning berarti sudah kartu merah. Itu artinya, Ketua MK harus mundur. Namun, sebaliknya Ketua MK bergeming, hingga Selasa (13/2) tak mau mundur. Di samping itu 54 guru besar se-Indonesia berkumpul dan menyampaikan sikap mereka, mendesak Arief Hidayat mundur sebagai Ketua MK.

Pemeriksaan Arief Hidayat

Untuk kedua kalinya, Dewan Etik MK menyatakan Arief terbukti melakukan pelanggaran ringan. Pertama ketika Arief Hidayat mengirimkan surat kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung untuk membina salah seorang kerabatnya yang menjadi jaksa. Kasus kedua, lobi-lobi seperti yang dijelaskan di atas.

Arief dilaporkan telah melakukan pelanggaran kode etik sebelum proses uji kelayakan dan kepatutan terkait pencalonannya kembali sebagai hakim konstitusi di DPR, 6 Desember 2017 lalu.

Dewan Etik MK sebelumnya menyatakan Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan komisi III. Arief Hidayat terbukti melakukan pelanggaran ringan karena bertemu dengan sejumlah pimpinan Komisi III DPR di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta. Arief menghadiri pertemuan tersebut tanpa undangan secara resmi dari DPR, melainkan hanya melalui telepon.

Dewan Etik MK telah memeriksa dugaan pelanggaran kode etik terhadap Ketua MK, Arief Hidayat. Sementara, dalam rangkaian pemeriksaan, Arief dinyatakan tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan Pimpinan komisi III. Pada pemeriksaan yang selesai 11 Januari 2018 itu, Arief terbukti melanggar etik ringan.

"Berdasarkan pemeriksaan, maka secara singkat kami sampaikan bahwa pada 11 Januari 2018, Dewan Etik telah menuntaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik dan hasilnya Dewan Etik menyatakan hakim terlapor terbukti melakukan pelanggaran ringan terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi," kata Juru Bicara MK Fajar Laksono, Selasa (16/1).

"Dalam rangkaian pemeriksaan tidak terdapat bukti bahwa hakim terlapor melakukan lobi-lobi politik," kata Fajar.

Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun menyampaikan, berdasarkan pemberitaan di beberapa media massa pada November hingga Desember 2017, Arief diduga telah melakukan lobi kepada anggota Komisi III DPR RI, pimpinan fraksi di DPR RI, dan pimpinan partai politik.

Lobi tersebut bertujuan agar DPR mendukung dirinya sebagai calon tunggal hakim konstitusi dan kemudian dipilih sebagai hakim konstitusi perwakilan DPR RI untuk periode 2018-2023. Diberitakan, dalam lobi-lobi tersebut patut diduga Arief menjanjikan akan menolak Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 jo Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) jika Arief terpilih kembali. Perkara itu berkaitan dengan pengujian keabsahan Pansus Angket di DPR dalam melakukan penyelidikan terhadap KPK.

Kewenangan MK

Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung merupakan pelaksana cabang kekuasaan kehakiman (judiciary) yang merdeka dan terpisah dari cabang-cabang kekuasaan lain, yaitu pemerintah (eksekutif) dan lembaga permusyawaratan-perwakilan (legislatif). MK mengadili perkara-perkara yang menyangkut persoalan kelembagaan negara atau institusi politik.

MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final untuk menguji UU, memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945, memutuskan pembubaran partai politik, dan memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

“Kewenangan yang dimiliki lembaga ini (Due Process of Law Empeachment Presiden/Wakil Presiden, judicial review UU atas UUD 1945, SKLN, Sengketa Pemilu, Pembubaran Parpol) dalam tataran constitutional concept dapat dipandang sebagai lembaga yang berdiri di atas konstitusi kendati dia dibentuk oleh konstitusi,” terang Pakar hukum tata negara Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hestu Cipto Handoyo dalam keterangan tertulis yang diterima Bernas, Senin (12/2).

Susunan Hakim MK

Hakim MK terdiri atas sembilan orang yang terdiri dari ketua, wakil ketua, dan anggota. Sesuai UUD 1945 yang selanjutnya disahkan menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2003. Sembilan orang hakim konstitusi ini diusulkan oleh tiga lembaga, yakni DPR, Presiden, dan MA. Masing-masing lembaga mengusulkan tiga nama. Arief Hidayat adalah hakim konstitusi yang diusulkan DPR RI.

Arief Hidayat, Aswanto, Wahiduddin Adams adalah usulan dari DPR. Sementara usulan dari MA adalah Anwar Usman, Manahan Sitompul, dan Suhartoyo. Usulan dari Presiden Joko Widodo adalah Saldi Isra, I Dewa Gede Palguna, dan terakhir Maria Farida Indrati usulan dari Presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan MK Terbelah

MK terbelah dalam menolak permohonan uji materi yang diajukan pegawai KPK terhadap Hak Angket KPK. Lima hakim menyatakan menolak permohonan pemohon dan menyatakan hak angket KPK yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat adalah sah. Pegawai menilai pembentukan hak angket itu tak sesuai dengan Pasal 79 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).

Para Pemohon menganggap KPK bukan termasuk unsur eksekutif sehingga tidak dapat dijadikan sebagai objek pelaksana hak angket oleh DPR. Namun, ditolaknya permohonan itu, MK menyatakan bahwa KPK adalah lembaga penunjang yang dibentuk berdasarkan UU. Sehingga, KPK adalah lembaga eksekutif.

"KPK merupakan lembaga di ranah eksekutif yang melaksanakan fungsi eksekutif, yakni penyidikan dan penuntutan," kata Ketua MK Arief Hidayat membacakan putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (8/2) lalu.

Lima hakim menyatakan menolak permohonan pemohon dan menyatakan hak angket KPK yang dibentuk DPR adalah sah. Mereka adalah Arief Hidayat, Anwar Usman, Aswanto, Wahiduddin Adams dan Manahan MP Sitompul.  Kelima hakim ini merupakan usulan DPR dan MA. Arief Hidayat selaku hakim konstitusi dan Ketua MK punya peranan sebagai pengambil keputusan.

Empat hakim konstitusi menyatakan disssenting opinion atau perbedaan pendapat atas putusan tersebut. Empat hakim konstitusi tersebut adalah Maria Farida Indrati, I Dewa Gede Palguna, Saldi Isra dan Suhartoyo. Keempat hakim menyatakan KPK adalah lembaga independen. Dengan demikian, KPK tidak termasuk wilayah eksekutif. Pansus Angket KPK bentukan DPR pun seharusnya tidak bisa menggunakan hak angket.  

"Lembaga independen tidak termasuk cabang kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif," kata Hakim I Gede Palguna.

Mengonfirmasi lobi politik

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menilai putusan MK kali ini mengonfirmasi isu lobi politik Ketua MK Arief Hidayat dengan Komisi III DPR. Hal ini terkait pencalonan kembali Arief sebagai hakim konstitusi. Lobi tersebut bertujuan agar DPR mendukung dirinya sebagai calon tunggal hakim konstitusi dan kemudian dipilih sebagai hakim konstitusi perwakilan DPR RI untuk periode 2018-2023.

"Ya, sekarang kita melihat putusannya, memang sepertinya memberikan konfirmasi atas indikasi lobi-lobi politik tadi," ujar Adnan Kamis (8/2) sebagaimana dikutip Bernas.

Sementara itu,  Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengkritik putusan Dewan Etik MK yang menyatakan Ketua MK Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan Komisi III. Desmond mengungkapkan pada pertemuan tersebut jelas terjadi lobi antara Arief Hidayat dan sejumlah pimpinan Komisi III agar Arief terpilih kembali sekaligus menjadi Ketua MK. Wakil Ketua Umum Gerindra itu membeberkan, saat itu Arief mengungkapkan jika tidak terpilih makan Saldi Isra yang akan memegang jabatan Ketua MK.

"Ya bukan lobi-lobi lagi itu namanya. Dia (Arief) bilang kalau dia tidak dipilih kembali oleh DPR maka yang akan jadi ketua di sana dia bilang Saldi Isra. Saldi Isra dianggap oleh orang-orang berpihak pada KPK, jadi dia seperti memberikan penjelasan agar dipilih kembali," terang Desmond di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/2).

Desmond pun menilai Arief tidak layak menjabat sebagai hakim konstitusi sekaligus Ketua MK. Sehingga kalau Arief tetap bertahan maka kekuasaan lebih penting daripada etika. “Berarti enggak layak kan dia," tegasnya.

Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Bivitri Susanti mengungkapkan, dugaan lobi-lobi politik antara Ketua MK dan Komisi III DPR itu tidaklah salah. Sebab, memang ada indikasi pertemuan Arief Hidayat dengan para anggota DPR benar terjadi.

“Pak Desmond bilang waktu itu memang ada lobi-lobi politik gitu dan menurut saya sih memang belum tidak terbukti secara hukum karena ini persoalan etik ya, tidak diinvestigasi. Tapi tidak salah kalau kita menduga ini ada kaitannya dengan lobi politik yang ketika itu paling tidak kata beberapa anggota DPR benar terjadi,” ujar Bivitri.

Ditambahkan Hestu, bahwa keputusan MK bisa saja berbeda dengan yang saat ini. Tidak menutup kemungkinan ada lobi-lobi politik seperti yang diduga berbagai pihak.

“Kita bisa melihat lima dari sembilan hakim MK berpendapat bahwa KPK adalah eksekutif dan bisa diangket oleh DPR. Dari 5 hakim tersebut salah satunya adalah Arief Hidayat. Jadi kalau misal tidak ada dugaan deal-deal dengan Komisi III DPR waktu itu, kemungkinan putusan MK berbeda dengan yang sekarang,” terang Hestu, Senin (12/2).

Menurut Hestu, putusan MK tentang KPK itu jelas merupakan disparitas dari putusan MK yang pernah dikeluarkan sebelumnya. Jadi kalau ada kecurigaan putusan MK itu sarat kepentingan tentu disebabkan oleh peristiwa yang mendahului, yakni adanya pertemuan antara Arif Hidayat dan Komisi III DPR di sebuah hotel.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Dewan Pers Gelar Workshop di 34 Provinsi di Indonesia

Bernas.id-Dewan Pers bekerjasama dengan BP3TI menggelar workshop dan sosialisasi  di 34 provinsi di Indonesia melalui program bertajuk "Bakti untuk Negeri: Pengembangan Ekosistem Pers Melalui Pembangunan Infrastruktur IT." ...

DIY

Lombok Kembali Diguncang Gempa, ACT Terapkan Total Disaster Management

Bernas.id -Belum selesai keadaan emergency gempa yang terjadi pada 29 Juli lalu, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali diguncang gempa berkekuatan 6,5 SR pada minggu (19/8/2018). Gempa yang berasal dari 32 km arah timur laut L ...

Budaya

Bulan Pancasila Bersih-Bersih Masjid Gede Mataram Kotagede

Bernas.id - Rangkaian bulan Pancasila yang digelar mulai 1 Juni hingga 27 Agustus 2018, dengan melibatkan banyak lembaga dan komunitas di DIY masih bergulir hingga hari ini, terlihat pada kegiatan kerja bakti bersih komplek Masjid Gede ...

DIY

Partai Nasdem DIY Optimis Raih Kursi DPR RI di Pemilu 2019

Bernas.id - Belajar dari pengalaman mengikuti pemilu legislatif (Pileg) pada tahun 2014 silam dimana partai Nasdem DIY saat itu belum bisa mengirimkan kader terbaiknya di kursi DPR RI. Untuk pemilu 2019 mendatang, Ketua DPW Nasdem DIY H Sub ...

DIY

Deklarasi Gerakan Kampung Panca Tertib di Kadipaten Kidul

Bernas.id -- Masih dalam rangkaian kegiatan memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa kampung dari tingkat RW sampai dengan Kelurahan di Kecamatan Kraton, Yogyakarta, pada hari Minggu ...

Budaya

Sajian Penuh Cinta Diana Krall Pukau Ribuan Penonton Prambanan Jazz 2018

Bernas.id - Pertunjukan hari kedua Prambanan Jazz Festival  pada 18 Agustus 2018 di komplek wisata Candi Prambanan berlangsung meriah hingga jelang tengah malam. Penampilan dari musisi jazz asal Amerika Serikat Diana Krall berhasil mem ...

DIY

Antisipasi Gempa, ACT DIY dan RRI Jogja Bersinergi Gelar Pelatihan Siaga Gempa

Bernas.id -Gempa bumi dapat terjadi kapan dan dimana saja tanpa mengenal tempat dan waktu. Minimnya edukasi mitigasi bencana gempa bumi kepada masyarakat dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa lebih banyak dan kerusakan infrastruktur yang ...

DIY

Terjadi Peningkatan Setoran Sampah di BSSI RW 08 Suryoputran

Bernas.id -- Dampak dari kerusakan alat berat yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul selama tiga hari lalu, selain menimbulkan permasalahan penumpukan sampah di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di Kota ...

Pendidikan

Wisudawan UNY Harus Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id -Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sutrisna Wibawa mengatakan saat ini, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks dan menuntut persiapan dan pemikiran yang sangat serius. Setidaknya, terdapat dua tantangan besar yang dihadapi ...

Budaya

Tohpati Feat. Sheila Majid Sukses Semarakkan Malam Pertama Prambanan Jazz 2018

Bernas.id - Prambanan Jazz Festival kembali digelar pada 17, 18 dan 19 Agustus 2018 di komplek wisata Candi Prambanan, Yogyakarta. Pertunjukan hari pertama berlangsung meriah hingga lewat tengah malam. Salah satunya karena ada penampilan da ...

Wacana

Peringatan Hari Kemerdekaan Bukan Sekadar Lomba

DI beberapa sudut kota tampak para penjual umbul-umbul yang menjajakan dagangan kepada masyarakat yang tidak sengaja melintas. Tiang-tiang bendera dari bambu tertancap di halaman depan rumah-rumah masyarakat menyambut hari perayaan kemerdek ...

Budaya

Ada Ogoh-ogoh Dinosura di Perayaan HUT ke-73 RI

Bernas.id -- Sebagai bentuk kebhinekaan dan keragaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia, kelompok pemuda Hindu yang tergabung dalam Pesantian Wisnu Sakti, Tambakan, Jogonalan Klaten, dalam rangka turut memeriahkan perayaan mempe ...

DIY

Wakaf Sumur Hiswana Migas, Air Mengalir Deras

Bernas.id -Selain terkenal dengan tempat wisata yang mempesona, Kabupaten Gunungkidul, DIY, ternyata juga menyimpan beragam masalah. Salah satu yang menjadi masalah tahunan di Kabupaten Gunungkidul adalah kekeringan. Kekeringan terjadi kare ...

Budaya

Inilah Jajaran Artis Prambanan Jazz 2018, Ada Kejutan dari Diana Krall

Bernas.id - Sejak digelar tahun 2015 lalu, Prambanan Jazz Festival selalu ditunggu tidak hanya oleh pecinta musik jazz saja, namun masyarakat pada umumnya. Banyak faktor yang membuat orang selalu menunggu Prambanan Jazz, selain penempata ...

DIY

Kita Ini Melakukan Perlombaan Bukan Pertandingan

Bernas.id - Roy Suryo, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat mengatakan tak ada masalah dengan adanya kader Partai Demokrat yang bersuara lantang tidak sejalan dengan keputusan partai terkait Capres-Cawapres di Pemilu 2019 nanti. Ia anggap lonta ...

DIY

Tiga Anak Bangsa Berbicara Makna Kemerdekaan di Istana Kepresidenan Yogyakarta

Bernas.id – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung dengan khidmat dan lancar. Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku B ...

DIY

Puluhan Pesepeda Onthel Peringati HUT RI di Halaman Masjid Kauman

Bernas.id - Paguyuban Onthel Djogjakarta atau lebih dikenal dengan nama Podjok merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-73 dengan cara unik. Mereka menggelar upacara bendera di halaman Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Jumat (17/8/2018). Selain dii ...

DIY

Kasus Udin Bukti Lemahnya Komitmen Pemerintah dalam Penegakkan Hukum

Bernas.id --Sampai saat ini kasus meninggalnya wartawan Bernas (kini bernas.id, red), Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, belum diungkap secara tuntas. Bahkan hingga 22 tahun Udin meninggal akibat dianiaya orang tak dikenal, aparat penegak ...

Budaya

HUT RI ke-73, Dokter dan Perawat RSUP Dr Sardjito Bergantian Baca Puisi

Bernas.id – Dalam rangka HUT RI ke-73, RSUP Dr Sardjito menggelar kegiatan pembacaan puisi kebangsaan bertajuk “Jujur Itu Hebat”. Selain pembacaan puisi, juga dilakukan pemutaran film dokumenter Kepahlawanan Prof Dr Sardji ...

Ekonomi

Kadin dan IWAPI Bantul Akan Menggelar Pameran di Kedubes Singapura

Bernas.id - Guna memperkenalkan produk unggulan industri kreatif yang ada di Kabupaten Bantul,  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bantul akan menggelar pameran dan pengenalan prod ...

DIY

Ribuan Cup Kopi Dibagikan Gratis di Prawirotaman

Bernas.id - Sebanyak 100 stand mewarnai acara Prawiro Coffee Festival#2 di Jalan Prawirotaman 2, pada Kamis (16/8/2018) siang hingga malam hari. Acara yang digelar tahun kedua ini mengambil tema "Tirakatan Sambil Ngopi" yang bersa ...

DIY

Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tower JCM

Bernas.id - Independence Day Military Expo (IDME) 2018 telah dibuka dan digelar area drop off Jogja City Mall (JCM). IDME 2018 merupakan kegiatan hasil kerjasama dari Jogja City Mall dengan jajaran TNI POLRI, event akan digelar selama empat ...

DIY

Pengibaran Bendera Merah Putih di Wisata Bukit Klangon Cangkringan Sleman

Bernas.id - Bendera Merah Putih berukuran 9 x 6 meter berkibar di tiang setinggi 17 meter, Kamis (16/8/18) di Wisata Bukit Klangon, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf Diantoro mengatakan bahwa ke ...

DIY

Tumpukan Sampah Mulai Picu Bau Menyengat di TPS Ngasem Kraton Jogja

Bernas.id -- Sehubungan dengan rusaknya alat berat yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan rusak dan tidak bisa operasi, maka truk-truk pembawa sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta tidak dapat membuang samp ...

DIY

Kurangi Kemiskinan, DIY Bangkitkan Wilayah Selatan, Abad Samudera Hindia

Bernas.id - Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan tingkat kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tertinggi di Pulau Jawa. Hal ini disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Keistimewaan Sekretaris Daerah DIY, Dr Ir ...

DIY

Pameran Pembangunan 2018 Tunjukkan Kinerja Pemerintah Daerah DIY

Bernas.id - Pameran Pembangunan 2018 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka, diawali dengan pemotongan pita bunga oleh Asisten Keistimewaan Sekretaris Daerah DIY, Dr Ir Didik Purwadi, MEc. Pameran Pembangunan 2018 digelar dalam rangk ...

Pendidikan

Wisuda ke-18, Ketua STIEBBANK: Gelar Sarjana Jangan Sekali-kali untuk Menyombongkan Diri

Bernas.id - Sebanyak 68 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan (STIEBBANK) Yogyakarta diwisuda, Rabu (15/8/2018). Dari 68 orang tersebut,  14 orang berasal dari program studi akuntansi, dan 54 orang dari progra ...

DIY

Alat Berat di Piyungan Rusak, TPS di Jogja Penuh

Bernas.id - Sampah dari Kota Yogyakarta terpaksa tertahan di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) dan depo. Pasalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan tidak beroperasi setelah alat berat di lokasi rusak. “Karena alat ber ...

DIY

Mengenang 22 Tahun Wartawan Bernas Udin Meninggal, Tim Bernas.id Berziarah

Bernas.id- Tim redaksi dan marketing bernas.id (bentuk online Harian Bernas, red) berziarah ke pusara wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin di Dusun Gedongan, Trirenggo, Bantul, Rabu (15/8/2018). Rombongan Tim Bernas.id yang d ...

Budaya

Pemkab Sleman Adakan Lomba Permainan Tradisional

Bernas.id - Dalam rangka menyambut HUT 73 RI, Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan berbagai lomba permainan tradisional bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 17 Kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman di Lapangan Pem ...

Kesehatan

Penderita Diabetes Bisa Mengatur Sendiri Menu Makanan

Bernas.id - Kemajuan teknologi informasi memudahkan siapa pun, termasuk orang yang sedang sakit sekalipun, bisa mengatur sendiri menu makanan melalui aplikasi sitem mobile web. Dengan mengatur menu makanan sendiri sesuai rekomendasi dokter ...

DIY

DPRD DIY dan Pemda DIY Sepakati Tambah Belanja Daerah Rp45,1 Miliar

Bernas.id--DPRD DIY dan Pemda DIY akan menyepakati untuk menambah belanja daerah sebesar Rp45,1 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DIY 2018. Belanja tambahan itu antara lain untuk membayar tenaga outsourcin ...

Pendidikan

UGM Dorong Penambahan Guru Besar

Bernas.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya menambah jumlah guru besarnya. Pasalnya hingga saat ini jumlah guru besar di UGM masih belum ideal dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang ada. Guru besar UGM saat ini hanya berj ...

Ekonomi

G2R Tetrapreneur, Inovasi dari Jogja untuk Pasarkan Produk Desa Tembus ke Level Global

Bernas.id – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan penjajakan awal dengan produk unggulan dari Desa Wukirsari dan Girirejo, Imogiri, Bantul terkait Program Global Gotong (G2R) Tet ...

Ekonomi

Profesor UGM Tegaskan Ndeso Itu Sesungguhnya Jati Diri Kita

Bernas.id – Prof Rika Fatimah, pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa ndeso itu bukan suatu kata yang negatif atau merendahkan, tapi ndeso itu sesungguhnya merupakan jati diri kita. Hal ...

Pendidikan

Pramuka Perlu Dibranding Ulang agar Diminati Generasi Cyber

Bernas.id - Gerakan Pramuka yang kini berusia 57 tahun tidak sama lagi, suasana dan kondisinya ketika dilahirkan. Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, ...

Budaya

Nokia Luncurkan Smartphone Android Oreo Go Pertama

Bernas.id - Nokia 1 kini sudah mulai dijual di Indonesia. Smartphone ber-OS Android Oreo Go pertama ini diklaim mempunyai performa yang baik meskipun mengusung spesifikasi yang rendah. Smartphone asal FInlandia ini  dibuat un ...

DIY

Desa Caturtunggal Serahkan Rumah Relokasi untuk Warga

Bernas.id -Lurah Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Agus Santoso S.PSi menyerahkan 8 unit rumah relokasi kepada warga terdampak penataan pemukiman kawasan Sungai Gajahwong di Pringgodani, Padukuhan Mrican, Desa Caturtungga ...

DIY

Kendaraan Stop di Atas Marka Berbiku Digembok dan Digembosi

Bernas.id-Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bersama dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY melakukan penertiban terhadap kendaraan yang berhenti dan parkir di atas marka berbiku-biku kuning di sepanjang Jalan Cik Ditiro. Penertiba ...

DIY

Panen Raya Perdana Mina Padi di Dusun Samberembe, Kabupaten Sleman

Bernas.id - Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Muda Samberembe menggelar Panen Raya Perdana kolam dalam di Demfram Tanam Jajar Legowo Minapadi, Samberembe, Candibinangun, Pakem, Sleman pada Senin 13 Agustus 2018. Pada kesempatan tersebut Wak ...

DIY

Optimalisasi Produksi Pangan di Lahan Sempit, HKTI DIY Sarankan Mina Padi

Bernas.id – Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Profesor Ali Agus mengatakan bahwa di Indonesia, khususnya di Jawa apalagi di Yogyakarta, lahan pertanian itu semakin lama semakin sempit, pa ...

DIY

Sultan Minta Materi RAD Baru Tak Dianggap Pekerjaan Tambahan

Bernas.id- Pemda DIY secara resmi meluncurkan rencana aksi daerah (RAD) tujuan pembangunan berkelanjutan sustainable development goals (SDGs) 2018-2022 di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Senin (13/8). Drngan ini, ...

Pendidikan

Disdik Sleman: Pengenalan Coding Games Kembangkan Kreatifitas dan Daya Inovatif Siswa

Bernas.id – Puluhan siswa dari 10 SMP di Kabupaten Sleman mendapatkan pelatihan pengenalan coding games mulai tanggal 13-16 Agustus 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para siswa agar lebih kreatif, mandiri, serta membentuk gen ...

DIY

Setelah 2 Hari Perjalanan, 5 Truk Bantuan Kemanusiaan ACT Yogyakarta Tiba di Lombok

Bernas.id --Lima truk yang membawa Bantuan Kemanusiaan dari Lembaga ACT Yogyakarta untuk korban gempa di  Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tiba di Lombok, NTB, Minggu (12/8/2018), setelah menempuh perjalanan dua hari dari Jogja. &nb ...

Budaya

Kesan Chelsea Islan dan Samo Rafael Soal Film Sebelum Iblis Menjemput

Bernas.id - Film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ menjadi film horor pertama yang diperankan oleh Chelsea Islan. Walaupun merupakan film pertama, ia telah dipercaya oleh sutradara untuk menjadi pemeran utama. “Ini jadi fi ...

Ekonomi

ICSB Siap Bekerjasama dengan Komunitas, Pasarkan Produk UMKM

Bernas.id - Peringatan Hari Nasional UMKM di Yogyakarta dimeriahkan dengan kehadiran Komunitas Indonesia Local Guide dalam acara Meet Up Nusantara ke 2 yang diselenggarakan di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta, Minggu (12/08). Tampak hadir ...

DIY

Rejomulia Gelar Deklarasi di Bekas Rumah Kos Jokowi

Bernas.id - Relawan Joko Widodo dan Ma'aruf Amin Untuk Kemuliaan Indonesia (Rejomulia) menggelar deklarasi pada Minggu 12  Agustus 2018 di depan rumah keluarga Pratelo Jl. Menur No 25 Baciro Yogyakarta. Tempat deklarasi ini adalah ...

Kesehatan

Usia Harapan Hidup Penduduk Sleman Capai 76 Tahun

Bernas.id - Usia harapan hidup rata-rata di Sleman cukup tinggi, yaitu di atas 76  tahun. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam pembukaan Seminar Hari Lanjut Usia Nasional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Mingg ...

Pendidikan

Alumni Geologi Angkatan 83 UGM Kritisi Sistem Tender Usaha Pertambangan

Bernas.id - Alumni Teknik Geologi Angkatan tahun 1983 Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan reuni akbar ke-35 pada bulan Agustus ini.. Dalam reuni kali ini, Alumni Teknik Geologi angkatan 83 meluncurkan karya berupa dua buah buku di Den ...

Kesehatan

Sri Purnomo Berbicara Kebijakan Perbup Sleman tentang ASI

Bernas.id- Bupati Sleman, Sri Purnomo menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Pekan ASI Sedunia Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia Cabang Sleman (PERSAGI), ...