Lobi-lobi Politik Ketua MK, Nah Terbuktikan (Bagian 1)


15 Februari 2018

Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (Sumber Foto: pinterpolitik[dot]com)

Bernas.id - Keputusan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Arief Hidayat yang menolak permohonan uji materi sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik berbagai kalangan. Sebelumnya, masyarakat juga sudah menduga akan hasil keputusan MK tersebut. Soalnya, Ketua MK sebelumnya ditengarai melakukan lobi kepada sebagian anggota DPR agar dirinya terpilih kembali menjadi Ketua MK dengan imbalan menolak uji materi tentang Hak Angket KPK.

Masyarakat pun bergerak, mencela aksi tidak pantas Ketua MK tersebut. Prof Asep Saefuddin, Juru Bicara Forum Guru Besar Anti Korupsi mengatakan, bahwa kita tidak boleh menoleransi perilaku bohong. Apalagi diduga dilakukan oleh seorang Ketua MK. Dimana lembaga tersebut berfungsi sebagai garda penjaga kebenaran. Harus bersih dari unsur kebohongan.

Selain itu, Lalola Easter dari Indonesian Corruption Watch (ICW) yang juga mewakili koalisi masyarakat sipil di sela-sela aksi teatrikal di gedung MK baru-baru ini mengatakan, Ketua MK telah dua kali melakukan pelanggaran etik. Keduanya mendapatkan teguran ringan, kartu kuning. Dua kali kartu kuning berarti sudah kartu merah. Itu artinya, Ketua MK harus mundur. Namun, sebaliknya Ketua MK bergeming, hingga Selasa (13/2) tak mau mundur. Di samping itu 54 guru besar se-Indonesia berkumpul dan menyampaikan sikap mereka, mendesak Arief Hidayat mundur sebagai Ketua MK.

Pemeriksaan Arief Hidayat

Untuk kedua kalinya, Dewan Etik MK menyatakan Arief terbukti melakukan pelanggaran ringan. Pertama ketika Arief Hidayat mengirimkan surat kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung untuk membina salah seorang kerabatnya yang menjadi jaksa. Kasus kedua, lobi-lobi seperti yang dijelaskan di atas.

Arief dilaporkan telah melakukan pelanggaran kode etik sebelum proses uji kelayakan dan kepatutan terkait pencalonannya kembali sebagai hakim konstitusi di DPR, 6 Desember 2017 lalu.

Dewan Etik MK sebelumnya menyatakan Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan komisi III. Arief Hidayat terbukti melakukan pelanggaran ringan karena bertemu dengan sejumlah pimpinan Komisi III DPR di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta. Arief menghadiri pertemuan tersebut tanpa undangan secara resmi dari DPR, melainkan hanya melalui telepon.

Dewan Etik MK telah memeriksa dugaan pelanggaran kode etik terhadap Ketua MK, Arief Hidayat. Sementara, dalam rangkaian pemeriksaan, Arief dinyatakan tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan Pimpinan komisi III. Pada pemeriksaan yang selesai 11 Januari 2018 itu, Arief terbukti melanggar etik ringan.

"Berdasarkan pemeriksaan, maka secara singkat kami sampaikan bahwa pada 11 Januari 2018, Dewan Etik telah menuntaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik dan hasilnya Dewan Etik menyatakan hakim terlapor terbukti melakukan pelanggaran ringan terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi," kata Juru Bicara MK Fajar Laksono, Selasa (16/1).

"Dalam rangkaian pemeriksaan tidak terdapat bukti bahwa hakim terlapor melakukan lobi-lobi politik," kata Fajar.

Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun menyampaikan, berdasarkan pemberitaan di beberapa media massa pada November hingga Desember 2017, Arief diduga telah melakukan lobi kepada anggota Komisi III DPR RI, pimpinan fraksi di DPR RI, dan pimpinan partai politik.

Lobi tersebut bertujuan agar DPR mendukung dirinya sebagai calon tunggal hakim konstitusi dan kemudian dipilih sebagai hakim konstitusi perwakilan DPR RI untuk periode 2018-2023. Diberitakan, dalam lobi-lobi tersebut patut diduga Arief menjanjikan akan menolak Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 jo Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) jika Arief terpilih kembali. Perkara itu berkaitan dengan pengujian keabsahan Pansus Angket di DPR dalam melakukan penyelidikan terhadap KPK.

Kewenangan MK

Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung merupakan pelaksana cabang kekuasaan kehakiman (judiciary) yang merdeka dan terpisah dari cabang-cabang kekuasaan lain, yaitu pemerintah (eksekutif) dan lembaga permusyawaratan-perwakilan (legislatif). MK mengadili perkara-perkara yang menyangkut persoalan kelembagaan negara atau institusi politik.

MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final untuk menguji UU, memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945, memutuskan pembubaran partai politik, dan memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

“Kewenangan yang dimiliki lembaga ini (Due Process of Law Empeachment Presiden/Wakil Presiden, judicial review UU atas UUD 1945, SKLN, Sengketa Pemilu, Pembubaran Parpol) dalam tataran constitutional concept dapat dipandang sebagai lembaga yang berdiri di atas konstitusi kendati dia dibentuk oleh konstitusi,” terang Pakar hukum tata negara Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hestu Cipto Handoyo dalam keterangan tertulis yang diterima Bernas, Senin (12/2).

Susunan Hakim MK

Hakim MK terdiri atas sembilan orang yang terdiri dari ketua, wakil ketua, dan anggota. Sesuai UUD 1945 yang selanjutnya disahkan menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2003. Sembilan orang hakim konstitusi ini diusulkan oleh tiga lembaga, yakni DPR, Presiden, dan MA. Masing-masing lembaga mengusulkan tiga nama. Arief Hidayat adalah hakim konstitusi yang diusulkan DPR RI.

Arief Hidayat, Aswanto, Wahiduddin Adams adalah usulan dari DPR. Sementara usulan dari MA adalah Anwar Usman, Manahan Sitompul, dan Suhartoyo. Usulan dari Presiden Joko Widodo adalah Saldi Isra, I Dewa Gede Palguna, dan terakhir Maria Farida Indrati usulan dari Presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan MK Terbelah

MK terbelah dalam menolak permohonan uji materi yang diajukan pegawai KPK terhadap Hak Angket KPK. Lima hakim menyatakan menolak permohonan pemohon dan menyatakan hak angket KPK yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat adalah sah. Pegawai menilai pembentukan hak angket itu tak sesuai dengan Pasal 79 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).

Para Pemohon menganggap KPK bukan termasuk unsur eksekutif sehingga tidak dapat dijadikan sebagai objek pelaksana hak angket oleh DPR. Namun, ditolaknya permohonan itu, MK menyatakan bahwa KPK adalah lembaga penunjang yang dibentuk berdasarkan UU. Sehingga, KPK adalah lembaga eksekutif.

"KPK merupakan lembaga di ranah eksekutif yang melaksanakan fungsi eksekutif, yakni penyidikan dan penuntutan," kata Ketua MK Arief Hidayat membacakan putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (8/2) lalu.

Lima hakim menyatakan menolak permohonan pemohon dan menyatakan hak angket KPK yang dibentuk DPR adalah sah. Mereka adalah Arief Hidayat, Anwar Usman, Aswanto, Wahiduddin Adams dan Manahan MP Sitompul.  Kelima hakim ini merupakan usulan DPR dan MA. Arief Hidayat selaku hakim konstitusi dan Ketua MK punya peranan sebagai pengambil keputusan.

Empat hakim konstitusi menyatakan disssenting opinion atau perbedaan pendapat atas putusan tersebut. Empat hakim konstitusi tersebut adalah Maria Farida Indrati, I Dewa Gede Palguna, Saldi Isra dan Suhartoyo. Keempat hakim menyatakan KPK adalah lembaga independen. Dengan demikian, KPK tidak termasuk wilayah eksekutif. Pansus Angket KPK bentukan DPR pun seharusnya tidak bisa menggunakan hak angket.  

"Lembaga independen tidak termasuk cabang kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif," kata Hakim I Gede Palguna.

Mengonfirmasi lobi politik

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menilai putusan MK kali ini mengonfirmasi isu lobi politik Ketua MK Arief Hidayat dengan Komisi III DPR. Hal ini terkait pencalonan kembali Arief sebagai hakim konstitusi. Lobi tersebut bertujuan agar DPR mendukung dirinya sebagai calon tunggal hakim konstitusi dan kemudian dipilih sebagai hakim konstitusi perwakilan DPR RI untuk periode 2018-2023.

"Ya, sekarang kita melihat putusannya, memang sepertinya memberikan konfirmasi atas indikasi lobi-lobi politik tadi," ujar Adnan Kamis (8/2) sebagaimana dikutip Bernas.

Sementara itu,  Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengkritik putusan Dewan Etik MK yang menyatakan Ketua MK Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan Komisi III. Desmond mengungkapkan pada pertemuan tersebut jelas terjadi lobi antara Arief Hidayat dan sejumlah pimpinan Komisi III agar Arief terpilih kembali sekaligus menjadi Ketua MK. Wakil Ketua Umum Gerindra itu membeberkan, saat itu Arief mengungkapkan jika tidak terpilih makan Saldi Isra yang akan memegang jabatan Ketua MK.

"Ya bukan lobi-lobi lagi itu namanya. Dia (Arief) bilang kalau dia tidak dipilih kembali oleh DPR maka yang akan jadi ketua di sana dia bilang Saldi Isra. Saldi Isra dianggap oleh orang-orang berpihak pada KPK, jadi dia seperti memberikan penjelasan agar dipilih kembali," terang Desmond di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/2).

Desmond pun menilai Arief tidak layak menjabat sebagai hakim konstitusi sekaligus Ketua MK. Sehingga kalau Arief tetap bertahan maka kekuasaan lebih penting daripada etika. “Berarti enggak layak kan dia," tegasnya.

Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Bivitri Susanti mengungkapkan, dugaan lobi-lobi politik antara Ketua MK dan Komisi III DPR itu tidaklah salah. Sebab, memang ada indikasi pertemuan Arief Hidayat dengan para anggota DPR benar terjadi.

“Pak Desmond bilang waktu itu memang ada lobi-lobi politik gitu dan menurut saya sih memang belum tidak terbukti secara hukum karena ini persoalan etik ya, tidak diinvestigasi. Tapi tidak salah kalau kita menduga ini ada kaitannya dengan lobi politik yang ketika itu paling tidak kata beberapa anggota DPR benar terjadi,” ujar Bivitri.

Ditambahkan Hestu, bahwa keputusan MK bisa saja berbeda dengan yang saat ini. Tidak menutup kemungkinan ada lobi-lobi politik seperti yang diduga berbagai pihak.

“Kita bisa melihat lima dari sembilan hakim MK berpendapat bahwa KPK adalah eksekutif dan bisa diangket oleh DPR. Dari 5 hakim tersebut salah satunya adalah Arief Hidayat. Jadi kalau misal tidak ada dugaan deal-deal dengan Komisi III DPR waktu itu, kemungkinan putusan MK berbeda dengan yang sekarang,” terang Hestu, Senin (12/2).

Menurut Hestu, putusan MK tentang KPK itu jelas merupakan disparitas dari putusan MK yang pernah dikeluarkan sebelumnya. Jadi kalau ada kecurigaan putusan MK itu sarat kepentingan tentu disebabkan oleh peristiwa yang mendahului, yakni adanya pertemuan antara Arif Hidayat dan Komisi III DPR di sebuah hotel.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Ekonomi

Ingkar Janji, Warga Silawan Usir Kepala PLBN Motaain

ATAMBUA, Bernas.id - Masyarakat Desa Silawan melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kantor PLBN Motaain, guna meminta pertanggungjawaban atas kesepatakan dan janji yang telah dilanggar oleh Tiolan Hutagalu, Kepala Pas Lintas Batas ...

Pendidikan

Keponakan Tuturkan Almarhum Sempat Sakit di Belanda

SLEMAN, BERNAS.ID- Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali berduka, Ekonom Dr A Tony Prasetiantono meninggal dunia di Jakarta Rabu, pukul 23.30 WIB. Jenazah telah dibawa ke Yogyakarta pada hari Kamis sore (17/1) sekitar pukul 14.15 WIB ke rum ...

DIY

Widjanarko Center bersama Relawan Kunjungi Mbah Sokiyem

BANTUL, BERNAS.ID - Widjanarko Center yang merupakan sebuah lembaga organisasi berfokus pada kegiatan sosial bersama Relawan Senaputra mendatangi kediaman Mbah Sokiyem, di Dusun Nogosari I, RT 01 Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul pada ha ...

DIY

Pembangunan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana DIY Perlu Dipercepat

YOGYA, BERNAS.ID - Pembangunan desa/kelurahan tangguh bencana di DIY perlu dipercepat. Sebab sejak 2013 hingga 2018 , total desa dan kelurahan tangguh bencana yang sudah dibangun baru 218 dari 301 desa/kelurahan rawan bencana di DIY.  ...

DIY

Mulai 17 Januari Penumpang Kereta Dapat Check In di Seluruh Stasiun Online

YOGYA, BERNAS.ID - Mulai 17 Januari 2019 pukul 15.00 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan aturan baru terkait Check-in. Bagi penumpang yang telah mendapatkan bukti pembelian tiket kereta api (blanko tiket putih, email notifi ...

Pariwisata

Tidak dalam Masa Liburan, Sejumlah Balita Penuhi Gerbong KA Bengawan

SOLO, Bernas.id - Animo masyarakat pengguna jasa layanan Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (KAI) makin membludak belakangan ini, walau pun tidak sedang dalam liburan. Tak ketinggalan para bayi dan anak-anak di bawah lima tahun ik ...

DIY

Ribuan Warga Kulonprogo Dilatih untuk Bekerja di NYIA

SLEMAN, BERNAS.ID- Pernyataan PT Angkasa Pura I akan lebih mengutamakan warga terdampak dan warga Kulonprogo untuk bekerja di New Yogyakarta International Airport (NYIA) nanti bukan sekedar omong kosong. Selepas mengisi acara di UGM, Rab ...

DIY

Tiang Listrik Lokasi Favorit Pemasangan APK Caleg

SLEMAN, BERNAS.ID- Bawaslu Kabupaten Sleman menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang tidak sesuai aturan (sembarangan) di wilayah Kecamatan Depok, Sleman. Dari 8 titik lokasi sasaran penertiban, banyak APK yang dipasang menempel ...

DIY

Forum Wartawan Yogyakarta Laporkan Pemilik Akun FB Yanto Sumantri ke Polisi

SLEMAN,BERNAS.ID -Puluhan awak media yang tergabung dalam forum wartawan DIY melaporkan pemilik akun facebook (FB) Yanto Sumantri ke Polda DIY, Selasa (15/1/2019). Latar belakang laporan ke polisi terkait dengan postingan Yanto Sumantri ...

DIY

Dijadikan Lagu Kampanye, Pencipta Lagu Jogja Istimewa Geram

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Rapper Marzuki Mohamad atau juga dikenal dengan nama Kill The DJ keberatan lirik lagu 'Jogja Istimewa' diganti menjadi dukungan ke capres Prabowo Subianto.  Hal itu diketahui dari sebuah video ya ...

DIY

KPID Tegaskan, Tudingan ICJ Tentang Berita Hoaks Keliru

YOGYA, BERNAS.ID - Polemik grup publik facebook 'info cegatan jogja' yang ramai mempersoalkan pemberitaan MNC TV Biro Yogyakarta direspons oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). KPID DIY mene ...

DIY

Lapor ke Polda DIY, Marzuki Mohamad Tak Terima Lagunya untuk Politik

SLEMAN, BERNAS.ID- Marzuki Mohamad atau yang dikenal Kill the DJ, pencipta lagu Jogja Istimewa melaporkan akun Twitter @Cakhum karena lagu ciptaannya dicatut untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke Polda DIY. Terkait k ...

DIY

Tolak Pembangunan Apartemen, Para Ketua RT Muja-Muju Kembalikan SK

YOGYA, BERNAS.ID-Sejumlah ketua RT yang berada di bawah RW 05 Balirejo, Muja-Muju, Umbulharjo mengembalikan surat keputusan (SK) kepemimpinan mereka, di kantor kelurahan Muja-muju, Selasa (15/1/2019). Pengembalian SK dilakukan karena para p ...

Pariwisata

Data Arkeologis: Sendratari Dyah Bhumijaya di Situs Ratu Boko

SLEMAN, BERNAS.ID -- PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Minggu (13/01/2019), menggelar Sendratari Dyah Bumijaya, ...

DIY

Satpol PP Tertibkan Empat PKL Jogja di Awal Tahun Ini

YOGYA, BERNAS.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Jogja telah menertibkan sedikitnya empat pedagang kaki lima (PKL) di awal tahun ini. Selain itu, petugas juga menertibkan satu parkir liar di wilayah Kota Jogja.  Kepal ...

Ekonomi

Pelaku Ekonomi Sekitar Proyek Underpass Kentungan Khawatir

SLEMAN, BERNAS.ID- Senin, 14 Januari 2019 menjadi awal dimulainya pembangunan underpass di Simpang Empat Kentungan, Jalan Kaliurang, Ringroad Utara Sleman. Selain akan memberikan dampak yang cukup siginifikan terhadap laju arus lalu-lintas ...

DIY

Bobol Toko, Residivis Kuras Belasan HP dan Puluhan Kartu Perdana

SLEMAN,BERNAS.ID- Jajaran Unit Reskrim Polsek Ngaglik berhasil meringkus dua pelaku pencurian berinisial DK (20) warga Pakem dan RY (18) warga Ngemplak pada Minggu (13/1) sekitar pukul 23.30 WIB. Keduanya ditangkap setelah melakukan tindak ...

DIY

UWMY Gelar Widya Mataram Got Talent

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) yang telah berdiri sejak 1982, saat ini memiliki 2 kampus yaitu di nDalem Mangkubumen dan di dalam Jogja City Mall Lantai 1. UWMY memiliki 10 Program Studi yaitu Manaj ...

Budaya

Kemeriahan Wayangan Merti Desa Ringinsari

SLEMAN, BERNAS.ID - Merti Desa di Padukuhan Ringinsari, Maguwoharjo, Depok, Sleman dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk, Sabtu malam (12/01/2019) di lapangan Ringinsari. Pagelaran wayang kulit ini menampilkan lak ...

Budaya

Pameran Nusantara, Hadirkan Puluhan Karya Visual Perupa Anak dan Dewasa

YOGYA, BERNAS.ID - Pameran seni rupa keluarga Nusantara dihadirkan di Jogja Gallery, Mulai 12 – 21 Januari 2019. Ini adalah pameran gabungan antara puluhan seniman cilik dan dewasa. "Hari ini saya merasa bangga karena seniman- ...

DIY

HS Merasakan AL Merespon Ciumannya

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Kasus dugaan perkosaan dan pencabulan terhadap AL, mahasiswi UGM ketika KKN di Pulau Seram semakin terbuka fakta-faktanya. Polda DIY pun berkomitmen untuk mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Tommy Susanto, ...

DIY

Polisi Komitmen Selesaikan Kasus AL, Mahasiswi UGM, Seterang-terangnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Polda DIY menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami AL, mahasiswi Fisipol UGM yang selama ini disamarkan Agni dengan seterang-terangnya. Untuk perkembangan terakhir, Kombes ...

Pendidikan

Nanokitosan dari Cangkang Kepiting, Anti Hama Ramah Lingkungan

SLEMAN, BERNAS.ID- Peneliti UGM, Dr Ronny Martien, berhasil mengolah limbah cangkang kepiting dan udang menjadi nanokitosan untuk menekan hama pertanian yang ramah lingkungan. Ronny mengungkapkan pengembangan formula nanokitosan bermula dar ...

DIY

10 Ribu Warga Sleman Belum e-KTP

SLEMAN, BERNAS.ID- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman melakukan perekaman e-KTP di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta, Pakem, pada Kamis 10 Januari 2019. Kabid Pelayanan Pen ...

DIY

Polsek Depok Timur Ungkap 4 Kasus Curanmor

SLEMAN, BERNAS.ID- Selama Operasi Curanmor Progo 2018, Unit Reskrim Polsek Depok Timur Polres Sleman berhasil mengungkap 4 kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dengan mengamankan 4 tersangka berinisial MS, AMP, MN, dan M dengan bar ...

DIY

Ngopi atau Ngolah Pikir di Angkringan, Ini Manfaatnya.

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- Ngobrol untuk membahas permasalahan lingkungan atau berkenaan dengan isu-isu kewilayahan bahkan sampai isu negara di angkringan bisa lebih cair daripada diskusi resmi ala akademisi. Dalam menyampaikan pendapat maupu ...

Olahraga

Kejuaraan Atletik Tandai Peresmian Stadion Mandala Krida Baru

YOGYA, BERNAS.ID - Event BPD Championship 2019, kejuaraan atletik yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIY, menandai peresmian Stadion Mandala Krida usai renovasi, Kamis 10 Januari 2019. Event ini diikuti oleh r ...

Olahraga

Gubernur Resmikan Stadion Mandala Krida Baru

YOGYA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan Stadion Mandala Krida baru yang sudah direvitalisasi sejak 2012, pada Kamis (10/1/2019) pagi. Peresmian ditandai dengan pemotongan buntal dan penandatanganan prasasti. ...

DIY

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Yogyakarta Teken MoU dengan Kemenag

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan publik di Kota Yogyakarta, komitmen ini dibuktikan dengan penandatangan Mou antara Pemkot Yogyakarta dengan Kantor Kementrian Agam ...

Ekonomi

Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok, Ramah Lingkungan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyaksikan pelatihan budidaya lele sistem bioflok menggunakan drum di Masjid Al Ikhwan, Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Pelatihan ini digelar oleh Majelis ...

DIY

Gubernur DIY Resmi Membuka Sarasehan Kebangsaan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Gerakan Suluh Kebangsaan pada hari Rabu (9/1/2019) di Bale Raos, Yogyakarta. Acara Sarasehan Keban ...

DIY

Gubernur Optimis Pembangunan NYIA Sesuai Target

KULONPROGO, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta rombongan melakukan kunjungan kerja guna meninjau progres New Yogyakarta International Airport (NYIA), Senin (8/1/2019) di Temon, Kulonprogo, tak hanya sebatas me ...

DIY

Gubernur Tinjau Langsung Progres NYIA

KULONPROGO, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengadakan kunjungan kerja guna meninjau progress pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada Senin (8/1/2019) di Temon, Kulonprogo. Hal ini terkait den ...

DIY

Pencoretan OSO, Mahfud MD Anggap KPU Sudah Benar Ikuti Putusan MK

YOGYA, BERNAS.ID - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai sikap Komisi Pemilihan Umum mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang melarang pengurus partai politik menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah benar. ...

DIY

Kajari Sleman : Terdakwa Jootje Sudah Masuk DPO

SLEMAN, BERNAS.ID - Persidangan kasus aduan palsu dengan terdakwa Jootje Max Sondakh memasuki babak akhir. Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Jootje. Namun sejak putusan ditandat ...

Olahraga

Krishna Murti Dapatkan Gambaran Kecil Pengaturan Skor dari Krisna Adi

SLEMAN, BERNAS.ID- Kasus pengaturan skor masih menjadi perhatian yang hangat bagi masyarakat, khususnya para pecinta bola. Satgas Anti Mafia Bola masih terus bekerja untuk membongkar selubung permainan skor guna memperbaiki dunia persepakbo ...

DIY

Tolak Klitih, Massa 9119 Minta Perda Khusus 

YOGYA, BERNAS.ID - Sejumlah elemen masyarakat Yogya yang tergabung dalam gerakan 9119 merekomendasikan pemerintah provinsi DIY untuk membuat peraturan daerah (Perda) khusus untuk aksi kriminal jalanan, khususnya bagi pelaku di bawah um ...

DIY

Romo Benny: Jangan Pilih Pemimpin Seperti Hitler!

YOGYA, BERNAS.ID - Pastor dan aktivis Romo Benny Susetyo mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih pemimpin yang memiliki keutamaan. Pemimpin yang bisa mengaktualisasikan ideologi Pancasila menjadi praksis, dan mewujudkan keadilan men ...

DIY

Syafii Maarif: Waspadai Kebangsaan Indonesia yang Belum Kokoh

YOGYA, BERNAS.ID - Buya Syafii Maarif mengingatkan, saat ini kebangsaan Indonesia belum kokoh. Bisa saja ke depan Indonesia "bercerai', ada wilayah yang memisahkan diri. "Mudah-mudahan tidak terjadi. Ini tergantung kebijaka ...

DIY

Mahfud MD dan Tokoh Nasional Lain Bentuk Suluh Kebangsaan di Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Mahfud MD dan beberapa tokoh nasional lain seperti Sri Sultan HB X, Syafii Maarif, dan Benny Susetyo berkumpul di Bale Raos Yogyakarta, mendeklarasikan gerakan Suluh Kebangsaan, Rabu (9/1/2019). Deklarasi ditandai dengan ...

Budaya

Diangkat Jadi Abdi Dalem, Wawali Dapat Gelar dari Keraton Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Setelah lama mengajukan diri untuk diwisuda menjadi abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, disusul kemudian mengikuti pelatihan selama tiga hari untuk mendalami filosofi Keraton hingga tata cara berpakaia ...

Ekonomi

Dugaan Korupsi, Kadis PUPR-Bupati Banjar Digugat ke Pengadilan

MARTAPURA, BERNAS.ID - Dugaan korupsi menyeruak di tengah proyek pembebasan lahan di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Melalui pengacara Mahyuddin, dua orang pemilik lahan yang terimbas p ...

Pendidikan

Rektor UGM Jelaskan Kronologi Penanganan Kasus di ORI DIY

SLEMAN, BERNAS.ID- Terkait pemanggilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI), pihak UGM mendatangi kantor ORI DIY yang beralamat di Jl Waltermongosidi No.20, Jetis, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedatangan Rektor UGM untuk memberikan keterang ...

DIY

Dewan Awasi Penyaluran Dana Kelurahan di Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi A DPRD DIY melakukan pemantauan ke kantor Kelurahan Suryatmajan Yogyakarta,  Selasa  (8/1/2019).  Pemantauan dilakukan terkait pemberian dana kelurahan dari pusat yang turun mulai tahun anggaran 2019 ...

Budaya

Film Jogja "Kembalilah dengan Tenang" Melenggang ke Prancis

YOGYA, BERNAS.ID- Film Kembalilah dengan Tenang (2018) yang disutradarai oleh Reza Fahriyansyah masuk dalam seleksi Clermont-Ferrand International Short Film Festival ke-41. Festival tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 1-9 Febru ...

DIY

ORI Layangkan Pemanggilan Pertama Rektor UGM

SLEMAN, BERNAS.ID- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengunjungi Polda DIY yang diterima langsung Kapolda DIY, Irjen Ahmad Dofiri dan jajaran, Senin 7 Januari 2019. Ketika dikonfirmasi kedatan ...

Ekonomi

Angkasa Pura I Utamakan Warga Terdampak untuk Bekerja di NYIA

SLEMAN, BERNAS.ID- PT Angkasa Pura I akan lebih mengutamakan warga terdampak untuk menjadi karyawan di New Yogyakarta International Airport. Hal tersebut dikatakan Agus Pandu Purnama, General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yog ...

DIY

Kebakaran Hanguskan Puluhan Kios di Seberang Taman Pintar

YOGYA, BERNAS.ID - Kebakaran terjadi kompleks Taman Parkir Jalan Senopati, Yogyakarta, Minggu (6/1/2019) pukul 22.30 WIB. Laporan BPBD Kota Yogyakarta menyebutkan, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, dan tak ada korban jiwa pada p ...

Budaya

Hokya Traditional Dance Meriahkan Pasar Nini Thowok

KULONPROGO, BERNAS.ID -- Kelompok Tari Hokya Traditional Dance dari Nagan Kulon, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Minggu (06/01/2019), ikut memeriahkan parade tari di Pasar Nini Thowok, Dusun Bendung Khayangan, Desa Pendow ...

DIY

FMKI Ajak Umat Menjadi Pemilih yang Cerdas dan Beriman

BANTUL, BERNAS.ID - Forum Masyarakat Katolik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (FMKI DIY) bersama Dewan Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Bidang Pelayanan dan Kemasyarakatan menyelenggarakan Sarasehan dengan mengangkat tema Men ...