Lobi-lobi Politik Ketua MK, Nah Terbuktikan (Bagian 1)


15 Februari 2018

Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (Sumber Foto: pinterpolitik[dot]com)

Bernas.id - Keputusan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Arief Hidayat yang menolak permohonan uji materi sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik berbagai kalangan. Sebelumnya, masyarakat juga sudah menduga akan hasil keputusan MK tersebut. Soalnya, Ketua MK sebelumnya ditengarai melakukan lobi kepada sebagian anggota DPR agar dirinya terpilih kembali menjadi Ketua MK dengan imbalan menolak uji materi tentang Hak Angket KPK.

Masyarakat pun bergerak, mencela aksi tidak pantas Ketua MK tersebut. Prof Asep Saefuddin, Juru Bicara Forum Guru Besar Anti Korupsi mengatakan, bahwa kita tidak boleh menoleransi perilaku bohong. Apalagi diduga dilakukan oleh seorang Ketua MK. Dimana lembaga tersebut berfungsi sebagai garda penjaga kebenaran. Harus bersih dari unsur kebohongan.

Selain itu, Lalola Easter dari Indonesian Corruption Watch (ICW) yang juga mewakili koalisi masyarakat sipil di sela-sela aksi teatrikal di gedung MK baru-baru ini mengatakan, Ketua MK telah dua kali melakukan pelanggaran etik. Keduanya mendapatkan teguran ringan, kartu kuning. Dua kali kartu kuning berarti sudah kartu merah. Itu artinya, Ketua MK harus mundur. Namun, sebaliknya Ketua MK bergeming, hingga Selasa (13/2) tak mau mundur. Di samping itu 54 guru besar se-Indonesia berkumpul dan menyampaikan sikap mereka, mendesak Arief Hidayat mundur sebagai Ketua MK.

Pemeriksaan Arief Hidayat

Untuk kedua kalinya, Dewan Etik MK menyatakan Arief terbukti melakukan pelanggaran ringan. Pertama ketika Arief Hidayat mengirimkan surat kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung untuk membina salah seorang kerabatnya yang menjadi jaksa. Kasus kedua, lobi-lobi seperti yang dijelaskan di atas.

Arief dilaporkan telah melakukan pelanggaran kode etik sebelum proses uji kelayakan dan kepatutan terkait pencalonannya kembali sebagai hakim konstitusi di DPR, 6 Desember 2017 lalu.

Dewan Etik MK sebelumnya menyatakan Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan komisi III. Arief Hidayat terbukti melakukan pelanggaran ringan karena bertemu dengan sejumlah pimpinan Komisi III DPR di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta. Arief menghadiri pertemuan tersebut tanpa undangan secara resmi dari DPR, melainkan hanya melalui telepon.

Dewan Etik MK telah memeriksa dugaan pelanggaran kode etik terhadap Ketua MK, Arief Hidayat. Sementara, dalam rangkaian pemeriksaan, Arief dinyatakan tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan Pimpinan komisi III. Pada pemeriksaan yang selesai 11 Januari 2018 itu, Arief terbukti melanggar etik ringan.

"Berdasarkan pemeriksaan, maka secara singkat kami sampaikan bahwa pada 11 Januari 2018, Dewan Etik telah menuntaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik dan hasilnya Dewan Etik menyatakan hakim terlapor terbukti melakukan pelanggaran ringan terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi," kata Juru Bicara MK Fajar Laksono, Selasa (16/1).

"Dalam rangkaian pemeriksaan tidak terdapat bukti bahwa hakim terlapor melakukan lobi-lobi politik," kata Fajar.

Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun menyampaikan, berdasarkan pemberitaan di beberapa media massa pada November hingga Desember 2017, Arief diduga telah melakukan lobi kepada anggota Komisi III DPR RI, pimpinan fraksi di DPR RI, dan pimpinan partai politik.

Lobi tersebut bertujuan agar DPR mendukung dirinya sebagai calon tunggal hakim konstitusi dan kemudian dipilih sebagai hakim konstitusi perwakilan DPR RI untuk periode 2018-2023. Diberitakan, dalam lobi-lobi tersebut patut diduga Arief menjanjikan akan menolak Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 jo Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) jika Arief terpilih kembali. Perkara itu berkaitan dengan pengujian keabsahan Pansus Angket di DPR dalam melakukan penyelidikan terhadap KPK.

Kewenangan MK

Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung merupakan pelaksana cabang kekuasaan kehakiman (judiciary) yang merdeka dan terpisah dari cabang-cabang kekuasaan lain, yaitu pemerintah (eksekutif) dan lembaga permusyawaratan-perwakilan (legislatif). MK mengadili perkara-perkara yang menyangkut persoalan kelembagaan negara atau institusi politik.

MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final untuk menguji UU, memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945, memutuskan pembubaran partai politik, dan memutuskan perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

“Kewenangan yang dimiliki lembaga ini (Due Process of Law Empeachment Presiden/Wakil Presiden, judicial review UU atas UUD 1945, SKLN, Sengketa Pemilu, Pembubaran Parpol) dalam tataran constitutional concept dapat dipandang sebagai lembaga yang berdiri di atas konstitusi kendati dia dibentuk oleh konstitusi,” terang Pakar hukum tata negara Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hestu Cipto Handoyo dalam keterangan tertulis yang diterima Bernas, Senin (12/2).

Susunan Hakim MK

Hakim MK terdiri atas sembilan orang yang terdiri dari ketua, wakil ketua, dan anggota. Sesuai UUD 1945 yang selanjutnya disahkan menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2003. Sembilan orang hakim konstitusi ini diusulkan oleh tiga lembaga, yakni DPR, Presiden, dan MA. Masing-masing lembaga mengusulkan tiga nama. Arief Hidayat adalah hakim konstitusi yang diusulkan DPR RI.

Arief Hidayat, Aswanto, Wahiduddin Adams adalah usulan dari DPR. Sementara usulan dari MA adalah Anwar Usman, Manahan Sitompul, dan Suhartoyo. Usulan dari Presiden Joko Widodo adalah Saldi Isra, I Dewa Gede Palguna, dan terakhir Maria Farida Indrati usulan dari Presiden sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan MK Terbelah

MK terbelah dalam menolak permohonan uji materi yang diajukan pegawai KPK terhadap Hak Angket KPK. Lima hakim menyatakan menolak permohonan pemohon dan menyatakan hak angket KPK yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat adalah sah. Pegawai menilai pembentukan hak angket itu tak sesuai dengan Pasal 79 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).

Para Pemohon menganggap KPK bukan termasuk unsur eksekutif sehingga tidak dapat dijadikan sebagai objek pelaksana hak angket oleh DPR. Namun, ditolaknya permohonan itu, MK menyatakan bahwa KPK adalah lembaga penunjang yang dibentuk berdasarkan UU. Sehingga, KPK adalah lembaga eksekutif.

"KPK merupakan lembaga di ranah eksekutif yang melaksanakan fungsi eksekutif, yakni penyidikan dan penuntutan," kata Ketua MK Arief Hidayat membacakan putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (8/2) lalu.

Lima hakim menyatakan menolak permohonan pemohon dan menyatakan hak angket KPK yang dibentuk DPR adalah sah. Mereka adalah Arief Hidayat, Anwar Usman, Aswanto, Wahiduddin Adams dan Manahan MP Sitompul.  Kelima hakim ini merupakan usulan DPR dan MA. Arief Hidayat selaku hakim konstitusi dan Ketua MK punya peranan sebagai pengambil keputusan.

Empat hakim konstitusi menyatakan disssenting opinion atau perbedaan pendapat atas putusan tersebut. Empat hakim konstitusi tersebut adalah Maria Farida Indrati, I Dewa Gede Palguna, Saldi Isra dan Suhartoyo. Keempat hakim menyatakan KPK adalah lembaga independen. Dengan demikian, KPK tidak termasuk wilayah eksekutif. Pansus Angket KPK bentukan DPR pun seharusnya tidak bisa menggunakan hak angket.  

"Lembaga independen tidak termasuk cabang kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif," kata Hakim I Gede Palguna.

Mengonfirmasi lobi politik

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menilai putusan MK kali ini mengonfirmasi isu lobi politik Ketua MK Arief Hidayat dengan Komisi III DPR. Hal ini terkait pencalonan kembali Arief sebagai hakim konstitusi. Lobi tersebut bertujuan agar DPR mendukung dirinya sebagai calon tunggal hakim konstitusi dan kemudian dipilih sebagai hakim konstitusi perwakilan DPR RI untuk periode 2018-2023.

"Ya, sekarang kita melihat putusannya, memang sepertinya memberikan konfirmasi atas indikasi lobi-lobi politik tadi," ujar Adnan Kamis (8/2) sebagaimana dikutip Bernas.

Sementara itu,  Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengkritik putusan Dewan Etik MK yang menyatakan Ketua MK Arief Hidayat tidak terbukti melakukan lobi-lobi politik saat bertemu dengan pimpinan Komisi III. Desmond mengungkapkan pada pertemuan tersebut jelas terjadi lobi antara Arief Hidayat dan sejumlah pimpinan Komisi III agar Arief terpilih kembali sekaligus menjadi Ketua MK. Wakil Ketua Umum Gerindra itu membeberkan, saat itu Arief mengungkapkan jika tidak terpilih makan Saldi Isra yang akan memegang jabatan Ketua MK.

"Ya bukan lobi-lobi lagi itu namanya. Dia (Arief) bilang kalau dia tidak dipilih kembali oleh DPR maka yang akan jadi ketua di sana dia bilang Saldi Isra. Saldi Isra dianggap oleh orang-orang berpihak pada KPK, jadi dia seperti memberikan penjelasan agar dipilih kembali," terang Desmond di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/2).

Desmond pun menilai Arief tidak layak menjabat sebagai hakim konstitusi sekaligus Ketua MK. Sehingga kalau Arief tetap bertahan maka kekuasaan lebih penting daripada etika. “Berarti enggak layak kan dia," tegasnya.

Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Bivitri Susanti mengungkapkan, dugaan lobi-lobi politik antara Ketua MK dan Komisi III DPR itu tidaklah salah. Sebab, memang ada indikasi pertemuan Arief Hidayat dengan para anggota DPR benar terjadi.

“Pak Desmond bilang waktu itu memang ada lobi-lobi politik gitu dan menurut saya sih memang belum tidak terbukti secara hukum karena ini persoalan etik ya, tidak diinvestigasi. Tapi tidak salah kalau kita menduga ini ada kaitannya dengan lobi politik yang ketika itu paling tidak kata beberapa anggota DPR benar terjadi,” ujar Bivitri.

Ditambahkan Hestu, bahwa keputusan MK bisa saja berbeda dengan yang saat ini. Tidak menutup kemungkinan ada lobi-lobi politik seperti yang diduga berbagai pihak.

“Kita bisa melihat lima dari sembilan hakim MK berpendapat bahwa KPK adalah eksekutif dan bisa diangket oleh DPR. Dari 5 hakim tersebut salah satunya adalah Arief Hidayat. Jadi kalau misal tidak ada dugaan deal-deal dengan Komisi III DPR waktu itu, kemungkinan putusan MK berbeda dengan yang sekarang,” terang Hestu, Senin (12/2).

Menurut Hestu, putusan MK tentang KPK itu jelas merupakan disparitas dari putusan MK yang pernah dikeluarkan sebelumnya. Jadi kalau ada kecurigaan putusan MK itu sarat kepentingan tentu disebabkan oleh peristiwa yang mendahului, yakni adanya pertemuan antara Arif Hidayat dan Komisi III DPR di sebuah hotel.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Bupati: Tidak Ada Santri Radikal di Sleman

Bernas.id - Kurang lebih sebanyak 2000-an santri memeriahkan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018 di Lapangan Pemda Sleman, Senin  22 Oktober 2018. Ribuan santri tersebut datang dengan menampilkan berbagai inovasi atr ...

DIY

Para Santri Harus Menekan Lahirnya Konflik di Tengah Keberagaman

Bernas.id - Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sleman menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018 di Lapangan Pemda Sleman, Senin  22 Oktober 2018. Dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Slema ...

DIY

Buruh Tuntut UMK DIY 2019 Sebesar Rp2,9 Juta

Bernas.id - Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY Yogyakarta melakukan unjuk rasa di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Senin (22/10/2018). Massa me ...

Budaya

Pawai Budaya Kelurahan Panembahan Meriah

Bernas.id -- Menutup rangkaian acara Gelar Potensi Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-262 Kota Yogyakarta, Minggu (21/10/2018), diselenggarakan karnaval Pawai Budaya yang di ...

DIY

Festival Kampoeng Gardena Meriahkan HUT Kota Yogyakarta ke 262

Bernas.id - Rayakan hari ulang tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke 262, Gardena Department Store & Supermarket Yogyakarta menggelar Festival Kampoeng Gardena 2018, Minggu (21/10/2018) di halaman parkir Gardena. Direktur Utama Gardena ...

Pariwisata

GKR Hemas Kenang Gerobak Sapi

Bernas.id - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menyatakan gerobak sapi banyak membawa manfaat bagi penggemar gerobak, misal pengetahuan sejarah alat transportasi zaman dulu dan pembuatnya, mendapat pesanan gerobak karena akan terus dilestarikan ...

Olahraga

1000 Pesilat Unjuk Kebolehan Main Thoya di Candi Prambanan

Bernas.id - 1000 pesilat anggota Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri unjuk kemahiran bermain senjata thoya (tongkat panjang) di Lapangan Shiwa, Candi Prambanan. Unjuk piawai bermain toya dengan tajuk Para Ksatria Serib ...

Kesehatan

IDI Sleman Peduli Penderita Thalasemia

Bernas.id - Sebagai bentuk dukungan kepada penderita Thalasemia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sleman adakan penggalangan dana melalui jalan santai dan senam masal, Minggu (21/10/18) bertempat di Lapangan Pemda Sleman. Ketua pa ...

Budaya

Keceriaan Santri Kecil Jogja Berpawai

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Yogyakarta menggelar lomba karnaval dalam rangka memperingati Hari Santri, Minggu (21/10/2018) pagi. Para santri muda berpawai menggunakan mobil pick-up yang dihias ala kadarnya. Kepala S ...

DIY

Perlu Usaha Bersama Putus Mata Rantai Perkawinan Anak

Bernas.id - Pernikahan anak masih marak terjadi di Indonesia dan kondisinya semakin mengkhawatirkan. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016 mencatat sekitar 1,1 persen anak menikah pertama kali sebelum usia  15 tahun. Se ...

Budaya

Saparan Ki Ageng Wonolelo, 1,5 Ton Apem Dibagikan

Bernas.id - Pukul satu siang, masyarakat dari berbagai usia dan kalangan mulai berduyun-duyun datang ke lokasi Saparan Ki Ageng Wonolelo di Pondok Wonolelo, Widodomartani Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Semakin lama, warga yang datang tambah ...

DIY

Bantahan Atas Pendapat JPW atas Penolakan PP No.43 Tahun 2018

Bernas.id - Tim Pembela Jokowi (TPJ) DIY menganggap penanganan korupsi tentunya tidak dapat dilakukan sendirian oleh negara dalam hal ini melalui aparat penegak hukumnya. Peran dan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi sangatla ...

DIY

Trio NWN: Kerja sebagai PR Hotel Perlu Passion

Bernas.id -- Kerja sebagai Public Relations (PR) di sebuah institusi, khususnya hotel itu diperlukan sebuah dedikasi yang menumbuhkan cinta terhadap pekerjaan dan ujungnya akan menjadikan passion dalam menekuni profesi. Hal itu, disampai ...

Budaya

Lomba Karnaval Hari Santri Se-Kota Jogja, Besok Minggu

Bernas.id - Memperingati Hari Santri Nasional 2018, Kantor Kementrian Agama Kota Jogja bakal menggelar Lomba Karnaval Budaya Santri se Kota Jogja. Lomba akan digelar pada Minggu 21 Oktober 2018 pukul 07:00 pagi.  Kasi Pendidikan Pon ...

DIY

Posting Fitnah ke Jokowi, Relawan Lapor ke Polda DIY

Bernas.id- Dua buah nomor kontak yang menjadi anggota sebuah grup WA PP-ABAT Berkah Yk (grup ekonomi bisnis) dilaporkan ke polisi karena diduga postingannya mengandung pencemaran nama baik, penghinaan, dan ujaran kebencian terkait UU ITE te ...

DIY

30 Oktober, Tenaga Honorer Mogok Nasional

Bernas.id- Puluhan tenaga kerja honorer melakukan audiensi untuk menyampaikan aspirasinya di DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tuntutannya, Pemerintah segera mencabut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara da ...

DIY

Peluru Nyasar di Gedung DPR, Ini Update Terkini Kabareskrim Polri

Bernas.id - Terkait peluru nyasar di gedung DPR, Kepala Bareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto menyebut bahwa ada 4 lokasi yang diperiksa. "Ada 4 lokasi yang kami periksa,  pertama di lantai 10, lantai 20, kemarin rupanya ...

DIY

Banyak Komplain, Kabareskrim Ingin Benahi Kinerja Reskrim

Bernas.id - Terkait tujuan kunjungannya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepala Bareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto mengatakan untuk melakukan peningkatan dan pembenahan kepada seluruh jajaran penyidik di Polda DIY. "Saya ha ...

Olahraga

Lomba Olahraga Tradisional bagi ASN di Lingkungan Pemkab SlemanĀ 

Bernas.id-  Memperingati ulang tahun KORPRI ke-47, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman adakan lomba olahraga tradisional bagi seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman di lapangan ...

Ekonomi

Kemenkominfo Ajak UMKM Yogyakarta Turut Menggerakan Usaha E-Commerce

Bernas.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia menggelar Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online : Murah, Cepat, dan Aman di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel UGM Yogyakarta, Kamis (18/10/ ...

DIY

Maskowi Deklarasi Dukung Jokowi

Bernas.id - Masyarakat Kerja Jokowi (Maskowi) menggaungkan deklarasinya mendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Limasan Kinayungan, Jl kaliurang Km 17 Tegalasari, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yog ...

Budaya

Hip Hop Goyang Kelurahan Panembahan Jogja

Bernas.id -- Bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya penggemar musik Hip Hop tentunya sudah tidak asing lagi dengan musisi pelantun lagu “Jogja Istimewa”, bernama Balance dan Mamok, keduanya merupakan pentolan grup Jogja Hip Hop F ...

Ekonomi

Jaminan Keamanan Sangat Krusial untuk Bisnis Hulu Migas

Bernas.id - Hari ini Rabu 17 Oktober 2018, Security Summit secara resmi dibuka Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar didampingi Ketua Pelaksana Security Summit 2018 Putra Jaya, serta Ketua ASIM Dino Hindarto. Security Summit 2018 yang pada ta ...

DIY

Kepemilikan Big Data Menjadi Kunci di Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Regional se-Jawa Bali telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X di Hyatt Regency Hotel dengan pemukulan bende, Rabu pag ...

DIY

Polsek Gamping Berhasil Ungkap Tindak Pidana Pencurian CPU dan Penggelapan Motor

Bernas.id- Unit Reskrim, Polsek Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana, yaitu pencurian perhiasan dan penipuan/ penggelapan sepeda motor. Dalam konferensi persnya, Selasa (16/10) Kompol Hendr ...

DIY

Polda DIY Kembali Bongkar Peredaran Tembakau Gorilla

Bernas.id- Dalam operasinya di bulan September 2018, Polda DIY berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayahnya. Dalam konferensi persnya, Selasa (16/10) Wadiresnarkoba Polda DIY, AKBP Baron Muryanto berhasil menyita barang bukti berupa ...

DIY

ULD DIY Menggelar Charity for Palu dan Lombok

Bernas.id - Universal Line Dance (ULD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara kemanusiaan penggalangan dana yang kemudian akan disalurkan kepada para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Lombok beberapa wakt ...

DIY

Hallo Pol PP Meminimalisir Atribut Politik yang Mengandung Hoaks

Bernas.id - Guna meningkatkan kinerja pelayanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman melaunching pos pengaduan masyarakat dan aplikasi online Hallo Pol PP. Aplikasi Hallo Pol PP merupakan salah satu inovasi Satpol PP ...

DIY

Eksekusi Rumah Dinas TNI, Upaya Sejak 19 Tahun Silam

Bernas.id - Korem 072 Pamungkas Yogyakarta melakukan eksekusi pengosongan rumah dinas TNI yang ada di Blok Pathuk, Dipoyudan, Ngampilan, Yogyakarta, Selasa (16/10/2018) pagi. Walau mendapat penolakan dari warga, penggusuran tetap dilaksanak ...

DIY

Ratusan Aparat Eksekusi Rumah Dinas TNI di Pathuk

Bernas.id  - Ratusan aparat TNI AD mengosongkan rumah dinas TNI AD di Kampung Dipoyudan Pathuk RT 28 RW 05, Ngampilan, Yogyakarta, Selasa (16/10/2018). Sejak pagi hari, anggota TNI sudah mengamankan kompleks perumahan tersebut, mengamb ...

Budaya

Lawan Hoax, PBNU Luncurkan Channel Edukasi

Bernas.id - Organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan NU Channel. Channel ini berisi program-program yang mendidik, tidak provokatif dan mengajarkan toleransi. NU Channel juga menayangkan sejumlah program menar ...

DIY

Perusakan Properti Sedekah Laut, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan komentar terkait perusakan properti sedekah laut labuhan di Bantul yang terjadi belum lama ini. Ia mengimbau kepada semua pihak untuk saling m ...

DIY

KH Ma,ruf Amin: Pertarungan Pilpres 2019 Menjaga Ideologi Negara

Bernas.id - KH Ma'ruf Amin mengungkapkan rasa syukurnya kepada ribuan relawan dan para caleg dari berbagai partai koalisi sebagai juru kampanye pasangan Capres-cawapres No 1 di Yogyakarta karena bisa bertemu dan berkumpul di Rich Jogja, ...

DIY

TMMD ke-103 Tahun 2018 Resmi Dibuka di Balecatur Sleman

Bernas.id - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018 tahap III Kodim 0732/Sleman dibuka Lapangan Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin pagi 15 Oktober 2018. TMMD ini mengusung tema &ld ...

DIY

Temui Sultan, Ma'ruf Amin Bantah Sedang Sakit

Bernas.id - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubowono X di kawasan Keraton Yogyakarta, Senin (15/10/2018) pagi. Pertemuan kedua pihak berlangsung tertutup.  "Saya merasa gembira ...

DIY

Wakil Walikota Buka TMMD Sengkuyung Tahap III 2018 di Pakuncen

Bernas.id - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap Ke III Tahun 2018 Kodim 0734/ Yogyakarta di Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, resmi dibuka dalam upacara di lapangan AMC Wirobrajan Yogyakarta, Senin (15/10/2018). ...

Pariwisata

Wawali Kota Jogja Resmikan Acara Blusukan Kampung Wisata Kali Code 2018

Bernas.id -- Promosi pariwisata yang telah menjadi kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, adalah promosi dalam bentuk menghidupkan kampung-kampung wisata agar ada aktivitas yang menhubungkan obyek-obyek wisata utama yang ada di Kota ...

Budaya

Puncak Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi Tahun 2018

Bernas.id - Untuk mengangkat budaya dan pariwisata di wilayah Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Dinas pariwisata Kabupaten Sleman selenggarakan kegiatan Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi Tahun 2018 di Lapangan Denggung, Mi ...

DIY

Solusi Atasi Kurang Gizi bagi Ibu Hamil

Bernas.id -  Data nasional dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 lalu menunjukkan prevalensi risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil sebanyak 24,2%. KEK, status kurang gizi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan nutri ...

Budaya

Daniel dan Erina Terpilih Jadi Dimas dan Diajeng Jogja 2018

Bernas.id - Malam penobatan Dimas Diajeng Jogja 2018 digelar di Concert Hall TBY, Jumat (12/10/2018). Dimas Bimananta dan Diajeng Arilia yang merupakan Dimas Diajeng Jogja 2016 mengestafetkan gelar yang telah diemban selama dua tahun kepada ...

DIY

Relawan Barnus untuk Prabowo-Sandi Dideklarasikan di Yogyakarta

Bernas.id - Setelah deklarasi nasional pada tanggal 29 September 2018 lalu di Semarang, relawan Barisan Nusantara (Barnus) kembali menggelar deklarasi dan diskusi sebagai pernyataan dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Pr ...

DIY

Sandiaga Uno Resmikan Posko Pemenangan Prabowo Sandi DIY, Ajak Kampanye Zaman Now

Bernas.id - Cawapres Sandiaga Uno melakukan rangkaian kunjungan ke Jogja, Jumat (12/10/2018). Setelah melakukan kunjungan ke Kraton Jogja, Sandiaga berkunjung ke Ndalem Purbayan Jogja --kediaman almarhum Probosutedjo-- guna meresmikan Kanto ...

Ekonomi

Produk Wooden Resin Asli Kadisobo Sleman Laku di Eropa dan Amerika

Bernas.id- Heru Prasetyo, owner Pras Craft Jogja mengawali usaha wooden resin dari usaha yang kecil sekitar tujuh yang lalu di pinggir rumah dengan peneduh terpal. "Alhamdulillah kami sudah tumbuh. Sekarang kami lebih membuat kluste ...

Budaya

Istimewa Batik Mantaran dengan Motif Melon

Bernas.id - Rita Lestari (50), Ketua Kelompok Mantaran Batik Trimulyo mengatakan usaha kelompok batik Mantaran dimulai dari bulan Juli 2015. "Kami mendapat fasilitas pelatihan dari Desperindag dari Desa Trimulyo. Total ada 20 anggot ...

Pendidikan

Kemenag Siap Bangun Tenda Darurat untuk IAIN Palu

Bernas.id - Kementerian Agama (Kemenag) akan mendirikan tenda-tenda darurat untuk menampung mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang kampusnya hancur akibat gempa. Hal tersebut supaya proses belajar-mengajar di IAIN Palu tetap ...

Pendidikan

Rektor UWM : Hilangkan Ego Sektoral untuk Mewujudkan UWM Menjadi Baik

Bernas.id - Sebagai rangkaian mata acara Dies Natalies ke-36 Universitas Widya Mataram (UWM), upacara dies digelar pada Selasa (9/10/2018) di Pendapa Agung UWM. Upacara dies berlangsung sakral dengan dihadiri pengurus Yayasan Mataram Y ...

DIY

Status Tersangka Penangkap Kepiting di Bantul Dicabut

Bernas.id- Masih ingat kasus warga Samas Desa Srigading Kecamatan Sanden, bernama Tri Mulyadi (32) yang diduga melanggar peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI nomor 56/PEMEN KP/2016 tentang pelarangan penangkapan atau pengeluaran kepi ...

DIY

SigabPAN Duga Ada Politisasi Terkait Pemanggilan Amien Rais

Bernas.id- Elemen masyarakat SigabPAN (Simpatisan dan Keluarga Besar PAN) Yogyakarta melakukan longmarch dari Taman Kuliner Sleman menuju Polda DIY untuk melakukan aksi damai solidaritas dan doa bersama untuk Amien Rais terkait pemanggilann ...

Pendidikan

Menteri Agama Lakukan 'Groundbreaking' Gedung Madrasah International Language Centre

Bernas.id - Sebagai Rangkaian Hari Santri Nasional 2018, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, bekerja sama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) Centre DIY mendirikan Madrasah International Language Centre (MILC). Peletakan batu per ...

Budaya

Sultan: Aksara Jawa Bisa Mempererat Hubungan Antarwarga

Bernas.id - Pemda DIY meluncurkan restorasi sosial bertajuk Gerakan Bangga Penggunaan Aksara Jawa (Gerbang Praja) di Bangsal Kepatihan, Selasa (9/10/2018). Penggunaan media aksara Jawa dinilai dapat mempererat hubungan antarwarga. Gubern ...