OTT KPK Jelang Pilkada 2018, Bongkar Rusaknya Demokrasi Politik Kita


27 Februari 2018

Pakar Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr W Riawan Tjandra, SH, Mhum (paling kiri) (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Kapan tindak kejahatan korupsi di negeri ini akan berhenti? Banyak orang pasti akan menjawab pesimis dengan muka penuh keraguan. Mirisnya lagi, yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ini ada yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon kepala daerah yang akan ikut maju dalam Pilkada serentak 2018.

Gilanya, di UU Pilkada tidak diizinkannya untuk dilakukan penarikan atau pergantian calon kepala daerah yang terkena OTT KPK sehingga mau tidak mau harus tetap maju. Saat ini, aturan di Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tak mengizinkan pergantian kandidat yang terjerat OTT dan/atau menjadi tersangka kasus korupsi, yaitu di pasal 53 ayat 1 dan 2, serta pasal 191 ayat 2. Pertanyaannya, apa yang sesungguhnya terjadi di sistem demokrasi negeri kita ini?

Terkait bakal calon kepala daerah (petahana) yang masih bisa maju di pilkada serentak 2018 meski jelas terkena OTT KPK, pakar Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr W Riawan Tjandra, SH, Mhum menyebut bahwa UU Pilkada masih menggunakan pendekatan yang sangat legalistic formal. “Artinya, dia hanya berkaca pada ketentuan tertulis bahwa orang itu dikatakan salah kalau sudah ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Namun, pada kenyataannya, kita sekarang sudah punya cukup lama undang-undang mengenai penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari KKN, No 78 tahun 99. Di situ, pendekatannya bukan hanya sekedar legalistic formal, tetapi juga subtansial, artinya memperhatikan asas-asas penyelenggara negara yang baik,” jelasnya kepada Bernas.id. 

Dikatakan Riawan, bagaimana mungkin orang yang sudah kena OTT dengan alat bukti yang dipegang oleh penegak hukum, dalam hal ini KPK sudah sangat kuat dan sudah dipastikan akan membawa calon yang berlaga di kontestasi pilkada nanti akan masuk ke bui, masih diijinkan untuk ikut pilkada. Inilah yang dikatakan sebenarnya, model semacam ini menjadikan proses yang berkembang menjadi seperti dagelan politik. Artinya, akan menimbulkan kelucuan. Orang ikut pilkada ini memberikan janji-janji untuk kebaikan, sementara kondisinya sendiri tidak layak untuk memenuhi janji-janji untuk kebaikan itu. “Inilah yang menurut saya keterbatasan dari pendekatan hukum yang legalistic formal dalam memandang proses politik pilkada,” imbuhnya.

OTT terhadap calon kepala daerah, khususnya yang petahana, menurut Riawan, menjadi sesuatu yang kontradiktif karena pemimpin dikenal juga sebagai figur yang menjadi panutan, memimpikan sesutau yang lebih baik. “Nah, syarat menjadi pemimpin yang pertama, integritas, yaitu satunya antara kata dengan tindakan. Kalau kita misalnya dipimpin oleh para calon pemimpin yang ternyata tersangkut kasus-kasus korupsi maka semakin menjauhkan konsep dari makna pemimpin itu sendiri,” jelasnya.

Terkait oknum yang terkena OTT, lanjut Riawan, tentu KPK punya alat bukti yang sangat kuat, lebih dari cukup, dan sudah pasti menimbulkan keyakinan dalam persidangan bahwa yang bersangkutan pasti akan di hukum. “Jadi, syarat orang untuk bisa duduk menjadi pejabat publik salah satunya adalah integritas. Nah, orang yang kena OTT itu kok bisa ikut kampanye, mencalonkan diri. Ini lagi-lagi dagelan politik. Syarat pertama integritas saja sudah tidak memenuhi,” tegasnya.

Riawan menyarankan bahwa sangat penting untuk ada pihak-pihak LSM, atau masyarakat sipil yang lain untuk menguji norma dalam undang-undang (UU Pilkada-red) itu dikaitkan dengan fakta-fakta, bukan hanya sekedar memberi perlindungan hak terhadap calon yang akan ikut pilkada. Yang lebih penting lagi, pertama menjaga moralitas publik, yang kedua menjaga hak masyarakat yang nanti sudah memilih orang yang dalam waktu dekat akan masuk bui.

Dikeluarkannya Perppu

Pemerintah pada kondisi sekarang, menurut Riawan, mestinya bisa bertindak lebih arif, bersama-sama dengan KPU, yaitu mengambil sikap untuk misalnya menegaskan calon yang sudah jelas kena OTT KPK itu tidak boleh lagi ikut berlaga dalam pilkada. “Bisa dikeluarkan perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang-red), Perppu yang mengatur khusus mengenai persyaratan calon yang akan ikut pilkada. Salah satunya, kalau sudah jelas kena OTT ya tidak akan boleh mestinya ikut berlaga dalam pilkada. Syarat integritas saja tidak memenuhi apalagi janji-janji yang lain,” jelasnya.

Kalau kepala daerah yang sudah terkena OTT dan sudah disahkan KPU, bagi Riawan, proses pencalonannnya itu batal demi hukum, bukan dibatalkan oleh KPU karena sudah tidak layak. Integritas saja sudah tidak bisa dipenuhi. Dia menjanjikan pemerintahan yang bersih, tapi dirinya sendiri sudah tidak bersih.Jangan diberikan ruang untuk mencalonkan diri. Kalau kita lihat, UU Pilkada kita ini bermasalah. Ini bukan soal praduga tidak bersalah, tetapi harus memberikan ruang status quo bagi seseorang yang kejujuran dipemasalahkan karena terjerat dalam kasus korupsi, bukan hanya integritasnya.

Ketika ditanya, apakah uang hasil korupsi itu disinyalir akan dipakai untuk biaya kampanye, Riawan menjawab ya bisa jadi. “Berarti kan justru negara dalam hal ini kalau tidak mengambil sikap mengeluarkan Perppu melegalkan dana korupsi untuk kampanye. Jadi, negara justru tidak membangun tata kelola yang baik, justru negara ini ikut terlibat menyetujui penggunaan dana hasil korupsi ini untuk dana kampanye untuk pencalonan kepala daerah itu,” ucapnya.

Diuraikan Riawan, rusaknya sistem demokrasi politik kita ini sebenarnya terjadi karena adanya praktek-praktek politik uang yang dipengaruhi ataupun memengaruhi masyarakat. Jadi, masyarakat dipengaruhi dan masyarakat memengaruhi. Inilah yang kemudian, wilayah kultur ini yang merusak struktur politik, yang mengakibatkan dinamika demokrasi politik kita akhirnya terganggu. Bahkan, dalam tingkat yang kronis, akhirnya juga melahirkan calon-calon yang memang terpaksa untuk ikut dalam siklus politik uang tadi. Dengan demikian, korupsi ini bisa dikatakan menjadi bagian dari korupsi politik, bukan sekedar korupsi individual. Korupsi  masif (banyak yang terjerat kasus OTT), terstruktur, dan sistematis. Cara kerjanya hampir sama dengan pelanggaran Pilkada.

Sekarang ini, dikatakan Riawan, mereka ini (para kepala daerah petahana yang terjerat OTT), sebenarnya, sudah berada di kekuasaan, tapi terlihat tidak bisa berbuat banyak untuk mengubah kultur dan struktur yang saling memengaruhi ini. “Maka, menurut pendapat saya,  untuk saat ini, memang perlu dilakukan evaluasi menyeluruh, juga instropeksi secara menyeluruh dalam rangka untuk memperbaiki tata kelola demokrasi kita secara utuh dan komprehensif,”imbuhnya.

KPK memang ranahnya penegak hukum, dikatakan KPK dituntut untuk melakukan supervisi. “Sebenarnya, supervisi ini harus diawali dari inisiatif perbaikan sistem di lingkungan pemerintah sendiri karena tanggung jawab untuk tidak melakukan korupsi ini bukan hanya di KPK sebagai penegak hukum, tetapi terutama dalam diri individu subjek-subjek politik itu,” pungkasnya. 


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Olahraga

Run to Give Yogyakarta 2019, Berlari Sambil Beramal

SLEMAN, BERNAS.ID - Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa bersama Yogyakarta Marriott Hotel kembali menggelar acara Run to Give 2019 yang merupakan kampanye global Marriott International dimana diikuti oleh 6.200 properti Marriott Inte ...

Lifestyle

Meriahkan Boom Sale, ACE Hartono Mall Sediakan Helpful Station

SLEMAN, BERNAS.ID - Retail Perkakas dan gaya hidup di mall terbesar di Yogyakarta, ACE Hartono Mall, kembali memanjakan pengunjungnya disetiap weekend mulai tanggal 7 September hingga 29 September 2019 dengan menyediakan tempat khusus yakni ...

Pariwisata

Puluhan Mobil Kuno Rally Menuju Desa Wisata Gamplong Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Minggu pagi (22/9), start dari Lapangan Pemda Sleman, 60 mobil kuno dari Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) lakukan Wisata Rally 2019 di Kabupaten Sleman. Untuk rute, para peserta rally secara bersama-sama ...

Politik

Spanduk Gibran Bacalwakot Surakarta Bertebaran

SOLO, BERNAS.ID - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka telah memberikan sinyal maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Surakarta 2020. Spanduk bergambar wajahnya sudah bertebaran di Kota Solo. Spanduk Gibran terlih ...

Lingkungan

Mayjen TNI Wisnoe : Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarang

SURABAYA, BERNAS.ID - Komandan Garnisun Tetap (Dangartap) III/Surabaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B., menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang bantaran Sungai Kalimas, Surabaya. Menurutnya, selain berd ...

Lingkungan

Ini Tanaman Khas dan Langka di Yogyakarta

SLEMAN, BERNAS.ID - Indonesia merupakan negara dengan megabiodiversitas yang kaya dengan keanekaragama hayati, termasuk jenis flora atau tumbuhan. Dari berbagai tanaman itu terdapat beberapa yang endemik atau khas Daerah Istimewa Yogyakarta ...

Pariwisata

Menhub: Konektivitas Problem Pariwisata Joglosemar

SLEMAN, BERNAS.ID- Konektivitas menjadi kendala utama untuk mengembangkan pariwisata di kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang). Untuk itu, jalur transportasi berupa jalan, bandara, dan rel kereta api mutlak dibangun untuk akses pariwisata ...

Lifestyle

Skuter-Skuter Keren nan Ciamik Bisa Ditonton di ISF 2019

YOGYA, BERNAS.ID– Berbagai skuter keren bisa disaksikan di ajang Indonesia Scooter Festival (ISF) ketiga yang digelar pada 21 dan 22 September 2019 di Jogja Expo Center (JEC). Kali ini, ajang tersebut mengambil tema "Scooter ...

Lingkungan

Aksi World Cleanup Day, IHGMA Yogyakarta Bersihkan Alun-Alun Kidul

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) adalah organisasi non profit yang anggotanya terdiri atas General Manager atau Hotel Manager dari hotel-hotel yang ada di Yogyakarta dan kota-kota lainnya. Untuk Y ...

Budaya

Film Pretty Boys Jadi Penutup Karier Vincent Rumpies di Dunia Akting

YOGYA, BERNAS.ID - Vincent Ryan Rompies menyatakan berhenti dari dunia akting. Film Pretty Boys yang baru saja dirilis di bioskop tanah air menjadi film terakhir mantan basis band Clubeighties ini.  Vincent sebelumnya telah terjun d ...

DIY

Ternyata Baru 40 Persen Lembaga Zakat di DIY yang Berizin

YOGYA, BERNAS.ID - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mencatat dari 36 lembaga amil zakat yang ada di daerah tersebut, baru sekitar 40 persen atau 13 lembaga yang sudah mengantongi izin melakukan kegiatan pemungutan zakat. “Kesem ...

Hukum dan Kriminal

Misteri Pembunuhan Mahasiswa Timor Leste Semakin Terkuak, Dua Tersangka Baru Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Semakin menuju titik terang, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY menangkap kembali dua tersangka inisial CFS (20) dan ODC (35) terkait kasus pembunuhan mahasiswa asal Timor Leste, bernama Joao Bosco B ...

Pendidikan

Regional Center of Entrepreneurship in South East Asia Diluncurkan untuk Kembangkan Wirausaha di Asia Tenggara

YOGYA, BERNAS.ID - Regional Center of Entrepreneurship in South East Asia diluncurkan di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Jumat (20/9/2019). Hasil kerjasama dengan Handong Global University Korea Selatan ini ditujukan untu ...

Pariwisata

Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah Acara ICBM Tahun 2019

SLEMAN, BERNAS.ID - Untuk kesepuluh kalinya, Indonesia Corporate Business Meeting (ICBM) yang merupakan kerja bareng Kementerian Pariwisata RI dan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Proevent, digelar di Yogyakarta pad ...

DIY

Karhutla, KSAD: Semua Berusaha Keras, Tidak Ada yang Enak-enakan

JOGJA, BERNAS.ID- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa mengatakan saat ini semua pihak sedang bahu-membahu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Ia menegaskan tidak ada yang enak-en ...

Budaya

7th ASEAN Traditional Textile Symposium Siap Digelar di Jogja Bulan November

YOGYA, BERNAS.ID - Tanggal 4-8 November mendatang akan digelar agenda besar 7th ASEAN Traditional Textile Symposium (ATTS), atau Simposium Tekstil Tradisional ASEAN Ketujuh. Tahun ini, Yogyakarta sebagai Kota Budaya di ASEAN mendapat kehorm ...

DIY

Panglima TNI Ziarah ke TMP Kusumanegara Yogyakarta

JOGJA, BERNAS.ID- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta dalam rangka HUT TNI ke-74, Kamis siang 19 September 2019. Panglima TNI dan rombongan datang ke kompleks TMP Kusumaneg ...

Hukum dan Kriminal

Teror Rusak Mobil di Sleman Terekam CCTV

SLEMAN, BERNAS.ID- Enam unit mobil yang terparkir di halaman rumah kos milik Markus Hartanto di Dusun Kronggahan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, dirusak orang tak dikenal pada Selasa malam (17/9/2019) sekira pukul pukul 23.40 WI ...

DIY

Karhutla, KLHK Terjunkan Tim Penyelamat Primata

SLEMAN, BERNAS.ID- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerjunkan tim penyelamat primata seperti orangutan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tim penyelamat saat ini sudah berada di lokasi kebakaran Sumatra dan K ...

DIY

Nyatanya, Ada Fosil Orangutan di Jawa

SLEMAN, BERNAS.ID- Selain menemukan fosil manusia purba saat penggalian, ternyata juga banyak ditemukan fosil hewan primata, orangutan Jawa. Hal ini diungkapkan peneliti Paleoantropologi FIB UGM, Drs Rusyad Adi Suriyanto, MHum dalam simposi ...

Ekonomi

Jogja Kiblat Ekonomi Kreatif, Benarkah?

SLEMAN, BERNAS.ID- Tantangan dan peluang dalam sektor ekonomi kreatif Yogyakarta semakin tinggi apalagi Kota Budaya ini sering dijuluki kiblat ekonomi kreatif Indonesia. Namun, benarkah anggapan itu atau citra tersebut hanya isapan jempol b ...

DIY

Aktivis Perempuan Jogja Tuntut RUU PKS Segera Disahkan

YOGYA, BERNAS.ID- Aturan untuk melindungi korban kekerasan seksual saat ini dinilai masih sangat lemah dan tidak komprehensif. Oleh sebab itu sejumlah aktivis perempuan di Jogja mendesak DPR dan Pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Pengh ...

Hukum dan Kriminal

Baru Disahkan, UU KPK yang Baru Akan Dilaporkan ke PBB

JAKARTA, BERNAS.ID - Baru saja disahkan DPR RI Undang-undang KPK yang baru atau hasil revisi akan digugat. Koalisi Masyarakat Sipil berencana akan menyiapkan materi judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan melaporkan upaya pelemahan ...

DIY

Soal Karhutla, Menteri Desa PDTT: Ini Tanggungjawab Bersama Negara Kawasan

JOGJA, BERNAS.ID- Saat ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di kawasan Sumatera dan Kalimantan dengan polusi asap yang berdampak pada kesehatan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sun ...

DIY

Seminar Draf Rencana Aksi Daerah sebagai Implementasi SDG's Berperspektif Disabilitas Tingkat Kabupaten di DIY

BANTUL, BERNAS.ID - Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas (FPHPD) bersama CIQAL, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, dan ILAI menggelar Seminar Draf Rencana Aksi Daerah sebagai Implementasi SDG's Berperspektif Di ...

DIY

Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Kereta, Pelanggar Ditindak dan Diminta Menyanyi

YOGYA, BERNAS.ID - Selama ini perlintasan sebidang merupakan salah satu titik terjadinya kecelakaan, karena banyak pengendara menerobos, meski palang pintu kereta api sudah tertutup. Melihat fakta tersebut, Daop 6 Yogyakarta bersama instans ...

Pendidikan

Kini Kuliah di UNY Lebih Fleksibel

SLEMAN, BERNAS.ID - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) tidak kehilangan khittah sebagai universitas dimana prioritas utama pendidikan khususnya guru dan pengembangan ilmu pendidi ...

Ekonomi

Kurangi Backlog, Presiden Jokowi Diskusi dengan Asosiasi Profesi Pengembang Perumahan

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan pengurus dan anggota Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), dan Himpunan Pengembang Permukiman dan ...

Lingkungan

Gubernur Diminta Evaluasi Penyerapan Anggaran di Dinas Perumahan DKI Jakarta

JAKARTA, BERNAS.ID - Memiliki Rumah merupakan kebutuhan mendasar bagi semua orang. Namun, tidak semua kalangan mampu membeli, dan memilikinya. Terlebih di kota Jakarta dengan harga yang sudah selangit ini menjadi salah satu permasalahan unt ...

Politik

Mantab Jadi Calon Walikota, Putri Ma'ruf Amin Sambangi Kediaman Bachtiar Chamsyah

TANGSEL, BERNAS.ID - Putri Wakil Presiden (Wapres) terpilih 2019-2024 KH. Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah dengan ditemani Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal menggelar silaturrahmi dengan tokoh nasional asal Minang, Buya Dr. ...

Politik

Presiden Jokowi : Saya Tidak Pernah Ragukan Pimpinan KPK

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meragukan kiprah dan kinerja para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi juga menilai bahwa kinerja lembaga antirasuah tersebut sudah sang ...

Politik

Spanduk Putih Misterius Nampang di Depan Kantor Golkar DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Sebuah spanduk kain putih dipasang di Kantor DPD Partai Golkar DIY Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Senin (16/9/2019) dini hari. Di spanduk yang terdapat di pagar kantor terdapat tulisan yang dibuat menggunakan cat sem ...

Hukum dan Kriminal

Ribut RUU KPK, Mahfud MD Sarankan Presiden Jokowi Ini

JOGJA, BERNAS.ID- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menyerahkan mandat KPK ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertanyaannya, apakah benar dari sisi hukum? Ahli hukum tata negara, Mahfud MD  menegaskan secara yur ...

Hukum dan Kriminal

Pembuat Keributan di Alun-alun Selatan Diamankan

YOGYA, BERNAS.ID-Polsek Kraton mengamankan seorang pelaku yang mengancam akan membuat kerusuhan di kawasan parkir Kandang Gajah, Alun-alun Kidul, Kecamatan Kraton, Minggu (15/9) dini hari. Pelaku mengancam juru parkir menggunakan senjata ta ...

Pendidikan

Akademisi UGM Tuntut DPR Hentikan Pembahasan RUU KPK

SLEMAN, BERNAS.ID- Akademisi UGM yang terdiri para Guru Besar, Dosen dan Mahasiswa menuntut DPR dan Pemerintah untuk menghentikan pembahasan RUU KPK. Alasannnya, pengajuan RUU KPK dianggap tidak mengikuti prosedur legislasi, lalu proses pem ...

Budaya

Perayaan Zhong Qiu Jie 2019 di Kelenteng Tjen Ling Kiong

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perayaan Tiong Ciu atau Zhong Qiu Jie yang dalam bahasa Indonesia akrab dengan sebutan Festival Kue Bulan, serta juga dikenal dengan Mid Autumn Festival adalah salah satu perayaan yang di tunggu-tunggu warga Tiongk ...

Budaya

Pertama Kalinya, FKUB Yogyakarta Siap Gelar Pentas Seni Budaya untuk Perkuat Kerukunan

YOGYA, BERNAS.ID - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta akan menggelar pentas seni dan budaya melibatkan pemeluk enam agama yang diakui di Indonesia sebagai upaya untuk terus memupuk toleransi sekaligus memperkuat kerukunan ...

Olahraga

Timnas dan 5 Tim IBL Bakal Meriahkan Piala Raja-Jogja Istimewa 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Turnamen basket pra musim bertajuk Piala Raja -Jogja Istimewa Cup bakal digelar kembali 1-6 Oktober 2019 di GOR Amongraga Yogyakarta. Timnas proyeksi Sea Games 2019 dan lima tim IBL dipastikan ikut serta dalam turnamen ya ...

Hukum dan Kriminal

Tembakau Gorilla dan Sabu-sabu Masih Beredar di Condongcatur Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan obat-obatan terlarang seperti tembakau gorilla dan pil trihexyphenidy tak ada habisnya di wilayah Yogyakarta. Penjualannya pun mengikuti perkembangan teknologi melalui media sosial ...

Politik

Puluhan Mahasiswa Jogja Demo Tolak Revisi RUU KPK

YOGYA, BERNAS.ID - Puluhan mahasiswa dari beberapa kampus yang tergabung dalam Gerakan Anti Korupsi Yogyakarta melakukan unjuk rasa di kantor DPRD DIY, Kamis (12/9/2019) siang. Massa aksi menolak dengan tegas Rancangan Revisi Undang-undang ...

Budaya

Zhong Qiu Jie 2019 Bakal Digelar di Kelenteng Poncowinatan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perayaan Tiong Ciu atau Zhong Qiu Jie yang dalam bahasa Indonesia akrab dengan sebutan Festival Kue Bulan, serta juga dikenal dengan Mid Autumn Festival adalah salah satu perayaan yang di tunggu-tunggu warga Tiongkok ...

Politik

Indonesia Berduka, BJ Habibie Wafat

JAKARTA,BERNAS.ID - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Indonesia berduka telah kehilangan putra terbaiknya. Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie  menghembuskan nafas terakhirny, pada pukul 18.05 WIB, Rabu ( ...

DIY

Jokowi Dikirimi Nota Keberatan dari Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Santer kabar revisi UU KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di DPR RI dianggap banyak pihak melemahkan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Untuk itu, jejaring pusat kajian hukum dan antikorupsi perguruan tinggi seluru ...

Ekonomi

Bayar PBB di DIY Kini Bisa Lewat GoPay

YOGYA, BERNAS.ID - Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di DIY kini bisa dilakukan lewat e-wallet GoPay. Ini usai dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Bank BPD DIY dengan PT Tokopedia, dan PT Dompet Anak Bangsa (GoP ...

DIY

Tahun 2020, Masyarakat Diajak Sensus Penduduk Secara Online

SLEMAN, BERNAS.ID- Menyikapi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Rapat Teknis Nasional untu ...

Lifestyle

Promosikan Pameran KriyaNusa 2019, Kominfo Ajak Netizen

JAKARTA, BERNAS.ID -  Guna mempromosikan gelaran Pameran KriyaNusa 2019 yang akan berlangsung pada tanggal 11 sampai dengan 15 September 2019 di Balai Kartini Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Temu Netize ...

Ekonomi

Mengenal Produk Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur yang Programnya Pakai Danais

YOGYA, BERNAS.ID - Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan program ekonomi pertama di DIY yang memakai dana keistimewaan (Danais). Program ini merupakan bentuk usaha Pemda DIY dalam mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial d ...

DIY

Kapolda DIY Menari Tarian Sajojo Bersama Pelajar Papua

SLEMAN, BERNAS.ID- Sejumlah siswa Papua menari Tarian Sajojo bersama Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri di perayaan Peringatan HUT Polisi Wanita (Polwan) ke-71 berlangsung meriah di halaman Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa ...

DIY

Hari Polwan ke-71, Polda DIY Sajikan Cerita Kolosal Cikal Bakal Polwan

SLEMAN, BERNAS.ID- Peringatan HUT Polisi Wanita (Polwan) ke-71 berlangsung meriah di halaman Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peringatan HUT Polwan kali ini mengangkat tema, "Dengan Semangat Promoter Pengabdian Polwan untuk Ma ...

Ekonomi

Fesyen Ramah Lingkungan, Potensial Dikembangkan di Jogja

JOGJA, BERNAS.ID- Kesadaran penggunaan bahan-bahan yang ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) mulai banyak digaungkan di berbagai belahan dunia. Untuk itu, serat viscose (rayon) menjadi pilihan yang tepat untuk menjadi bahan ba ...