BERNAS Sepekan


03 Maret 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

Bernas.id - Mulai hari ini, BERNAS Sepekan menemani Anda setiap Sabtu. Berita utama yang pernah terbit akan kami rangkum menjadi satu hingga memudahkan Anda untuk melihat kembali peristiwa penting apa saja yang terjadi minggu ini, Senin hingga Jumat. Ke depan kami akan meringkasnya dalam bentuk infografis. (Redaksi Bernas)

Senin (26/2/2018)

Jelajah Keraton Surakarta

Rasa takjub terasa kuat di dada ketika menyaksikan sendiri kemegahan bangunan Keraton Surakarta. Ingatan-ingatan masa kerajaan dahulu seakan kembali timbul. Warisan budayanya yang lestari dari masa ke masa pun tak kalah ternilai dari bentuk fisik keratonnya sendiri, seperti upacara adat sekaten atau grebeg, tari-tarian sakral, gamelan sebagai alat musik tradisional, dan peninggalan pusaka lainnya semisal meriam dan keris. Ya, Kasunanan Surakarta menjadi kompleks bersejarah sebuah kerajaan Jawa yang masih eksis hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan budaya Jawa dan sejarahnya terbukti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjunginya.

Bersama INDACO, Bernas menyusuri Kasunanan Surakarta yang terletak di pusat Kota Solo dengan keratonnya yang menjadi salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.

Sampai saat ini, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Sebagian kompleks keraton memiliki fungsi lain sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Baca juga Tujuh Catatan Sejarah Penting Perjalanan Kasunanan Surakarta

Terkait arsitektur, Keraton Surakarta memiliki pola dasar tata ruang yang memiliki persamaan dengan Keraton Yogyakarta. Ternyata salah satu arsitek istana Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi (yang kelak bergelar Sultan Hamengkubuwana I) rupanya juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika memiliki persamaan.

Keraton Surakarta memiliki beberapa sembilan komplek, yaitu (1) Kompleks Alun-alun Lor/Utara, (2) Kompleks Sasana Sumewa, (3) Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, (4) Kompleks Kamandungan Lor/Utara, (5) Kompleks Sri Manganti, (6) Kompleks Kedaton, (7) Kompleks Kamagangan, (8) Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta (9) Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks Keraton Surakarta ini dikelilingi dengan Baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima meter dan tebal sekitar satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus meter dan panjang sekitar tujuh ratus meter.

Kompleks keraton yang berada di dalam dinding Baluwarti adalah dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan. Kompleks ini meliputi Gladag, Pangurakan, Alun-alun Lor, dan Masjid Agung Surakarta. Gladag yang sekarang dikenal dengan Perempatan Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Dahulu, lokasi di sekitar Gladag dan gapura kedua dipakai sebagai tempat menyimpan binatang hasil buruan sebelum digladag (dipaksa) dan disembelih di tempat penyembelihan.

Baca juga 4 Kuliner Istimewa Khas Kasunanan Surakarta

Wujud arsitektur pada kawasan Gladag ini mengandung arti simbolis, yaitu ajaran langkah pertama dalam usaha seseorang untuk mencapai tujuan ke arah Manunggaling Kawula Gusti (Bersatunya Rakyat dengan Raja). Alun-alun merupakan tempat diselenggarakannya upacara-upacara kerajaan yang melibatkan rakyat. Selain itu alun-alun menjadi tempat bertemunya Sri Sunan dan rakyatnya.

Di sebelah barat alun-alun utara berdiri Masjid Agung Surakarta. Masjid raya ini merupakan masjid resmi kerajaan dan didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana III pada tahun 1750 (Kasunanan Surakarta merupakan kerajaan Islam). Bangunan utamanya terdiri dari atas serambi dan masjid induk. Di sebelah utara alun-alun terdapat bangsal kecil yang disebut Bale Pewatangan dan Bale Pekapalan. Sasana Sumewa merupakan bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Tempat ini pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menghadap para punggawa (pejabat menengah ke atas) dalam upacara resmi kerajaan. Di kompleks ini terdapat sejumlah meriam diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Meriam ini dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Siti Hinggil merupakan suatu kompleks yang dibangun di atas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya. Kompleks ini memiliki dua gerbang, satu di sebelah utara yang disebut dengan Kori Wijil dan satu di sebelah selatan yang disebut dengan Kori Renteng. Pada tangga Siti Hinggil sebelah utara terdapat sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pemenggalan kepala Trunajaya yang disebut dengan Sela Pamecat.  Jadi kalau ke bertandang ke Solo jangan lupa mampir ke Keraton Solo yang unik tersebut. Bernas dan INDACO sudah membuktikan keindahan dan keagungan keraton tersebut.

Baca juga Tujuh Lokasi Wisata Sebagai Daya Tarik Utama di Sekitar Kasunanan Surakarta

Selasa (27/2/2018)

Tiga Kelompok Koruptor E-KTP

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Febri Diansyah mengatakan Proyek Kasus Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (E-KTP) ini melibatkan tiga kelompok besar. Ketiga kelompok besar yakni pejabat Kementerian Dalam Negeri, Anggota DPR periode 2009-2014, dan pihak swasta yang menggarap proyek di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Ketiga kelompok besar ini bisa dimasukkan dalam tiga kluster, yakni kluster pertama yang berada di sektor politik ketika pembahasan dilakukan. Kluster kedua yang ada instansi pemerintah yang menangani proyek. Salah satunya Kemendagri yang intens ditangani KPK. Sedangkan kluster ketiga yakni kluster swasta.

Baca juga Nama SBY Disebut Dalam Persidangan Kasus E-KTP, Ini Jawaban KPK

Febri menjelaskan saat ini penetapan tersangka baru di kluster instansi pemerintah. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya tersangka dari dua kluster lainnya. Intinya, dengan adanya pengelompokan tersebut, penyidik akan lebih mudah menjerat pihak-pihak lain yang ikut merasakan aliran dana rasuah tersebut.

Saat ini, diakui dia, penetapan tersangka megakasus ini masih berada di kluster kementerian yang menangani proyek E-KTP ini. "Tentu kami terbuka mendalami peran-peran di dua kluster lain, apakah itu proses pembahasan anggarannya ataupun pada sektor swasta. Baik dari pihak pemenang lelang atau pihak lain yang juga terkait perkara ini. Sebab belum tentu hanya pemenang lelang, total dari indikasi kerugian negara sangat terbuka dinikmati pihak-pihak lain," jelasnya.

Namun, menurut Febri, siapa tersangka baru E-KTP tergantung pada bukti permulaan yang didapat penyidik KPK. "Jadi setelah fakta persidangan dibuka di Pengadilan Tipikor kami melihat ada dugaan pelaku yang lain. Jadi itu bisa berasal dari birokrasi, swasta ataupun dari politik," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/2/2018) dikutip Kantor Berita Antara.

Baca juga KPK Buka-Bukaan Saja Soal Aktor-Aktor Lain Kasus e-KTP

Dijelaskan Febri, dalam setiap penanganan perkara, proses penyelidikan dilakukan untuk mencari atau mengumpulkan bukti permulaan yang cukup sebelum perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan dan diikuti dengan penetapan seseorang sebagai tersangka. Namun lantaran penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, Febri masih belum bisa bicara lebih jauh soal pihak yang diduga terlibat korupsi proyek e-KTP. "Itu tentu dilakukan belum bisa disampaikan secara terbuka. Karena proses pendalaman belum dalam tahap penyidikan saat ini," tutur dia.

Dia menambahkan, penetapan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP tak berhenti pada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dibawa ke persidangan, atau terhadap tersangka lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo yang kini masih tahap proses penyidikan. Menurut dia, KPK menduga ada pihak lain yang patut mempertanggungajawabkan perbuatannya dalam proyek senilai Rp 5,8 triliun itu. "Namun kami menduga masih ada pihak lain yang kami perlu telusuri lebih lanjut, tetapi sekali lagi untuk menelusuri peran pihak lain tentu harus sangat hati-hati dan dengan keyakinan bukti yang tidak meragukan," ujar Febri, Senin (19/2/2018).

Baca juga Ada Aktor Besar Dalam Kasus E-KTP? Setya Novanto: Ya Ada, Nantilah

Rabu (28/3/2018)

Siapa Pendamping Jokowi?

Pemilihan Presiden masih lebih dari setahun lagi, namun partai politik sudah getol mengelus jagonya. PDI-P secara resmi sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai Calon Presiden untuk periode mendatang pada rakernas di Bali minggu lalu. Sedangkan Gerindra masih malu-malu. Para pendukungya dengan terang-terangan menjagokan kembali Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Tapi Prabowo sendiri, sepertinya masih setengah hati. Ada dugaan Prabowo enggan untuk dicalonkan kembali. Selain umur yang sudah menua (Oktober 2019, 68 tahun), fisiknya juga diduga kurang prima untuk menjabat sebagai presiden. 

Baca juga Bantah Duet Dengan Jokowi, Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

Bisa saja dipaksakan, namun tentu sudah tidak optimum lagi. Partai lain sepertinya tidak memiliki calon presiden untuk dijagokan. Golkar sebagai partai pemenang ke dua tahun lalu saja, belum berani memunculkan jagonya, apalagi partai lainnya. Indonesia memang sedang mengalami krisis calon pemimpin. Partai yang diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka untuk menggodok seseorang menjadi calon pemimpin, nyatanya tidak mampu. 

Baca juga Golkar: Menangkan Jokowi, Perlu Cawapres yang Bisa Ini

Ada kemungkinan Prabowo tidak mencalonkan diri, melainkan memunculkan nama lain yang akan diusung Gerindra sebagai calon Presiden. Anies Baswedan dan Tuan Guru Badjang sepertinya masuk dalam radar Prabowo. Namun yang pasti, nantinya hanya akan muncul dua pasang calon Presiden. Jokowi dan penantangnya. Yang juga tidak kalah penting adalah siapa yang akan mendampingi mereka berdua nanti? Partai tengah dan partai bawah sudah mulai pula mengajukan jagonya sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi. Siapa sajakah mereka? 

Baca juga OSO Usulkan Wiranto Cawapres Pendamping Jokowi

Di beberapa daerah di Indonesia, Cak Imin dengan pede-nya mentahbiskan diri sebagai cawapres zaman now melalui spanduk gede-gede yang terpampang di jalan-jalan utama. Barangkali Cak Imin ingin menunjukkan kepada para capres bahwa dia memiliki konstituen tradisional yang loyal, NU. Demikian juga halnya dengan Rommy (Romahurmuzy, Ketua Umum PPP) yang dengan genit mulai mendekati istana sebagai tanda bahwa dia juga pantas mendampigi Jokowi mengingat dia memiliki pengikut dari islam tradisional juga. Tapi kenapa tiba-tiba terdengar samar-samar nama Budi Gunawan sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi? Dari bisik-bisik, ada dugaan itu merupakan usulan dari Teuku Umar.

Baca juga Suara Relawan Inginkan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Jokowi

Kamis (1/3/2018)

Pilkada 2018: Selamat Datang Koruptor

Tidak bisa dipungkiri, jika kita mau jujur, maka UU Pemilu paling tidak turut berkontribusi terhadap keberanian para calon pemimpin daerah atau pemimpin daerah untuk melakukan korupsi. Bayangkan saja jika ada seorang calon kepala daerah yang tertangkap tangan-seperti yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang diduga menerima suap berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Imas, terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Marianus Sae yang juga ditangkap oleh KPK dalam OTT, disangka menerima suap dari seorang pengusaha. 

Baca juga Kepala Daerah Korupsi, ICW: Rakyat Cermat Pilih Pemimpinnya

Marianus Sae yang maju dalam pemilihan Gubernur NTB ini merupakan kader PDI-P yang berpasangan dengan Emelia Julia Nomleni. Marianus Sae dan pasangannya didukung oleh PDI-P dan PKB. Sementara itu di awal Februari (4/2/2018), KPK juga menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka penerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Jombang, Inna Silestyanti. Inna memberikan uang tersebut dengan harapan agar Bupati Nyono dapat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Uang haram yang diberikan oleh Inna tersebut berasal dari uang kutipan jasa pelayanan kesehatan dan kapitasi BPJS dari 34 puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang. Sementara itu calon gubernur Lampung yang juga terkena OTT KPK, pada tanggal 16 Februari telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Namun dengan pongahnya berujar, “Saya kira, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus, maju terus, nomor 4 oke! Terus kece!" ujar Mustafa dengan jumawa sambil mengacungkan kedua tangannya ke depan seusai diperiksa oleh KPK , Jumat (23/2/2018).

Baca juga Meski Jadi Tahanan KPK, Cagub Lampung Sempat Kampanye

Paling anyar adalah Rabu dini hari (28/2/2018), kembali KPK melakukan operasi tangkap tangan untuk yang kelima kalinya terhadap kepala daerah yang berlaku lancung melakukan korupsi. KPK mencokok walikota termuda Indonesia, Adriatma Dwi Putra atau yang sering dipanggil dengan sebutan ADP. Dia ditangkap KPK bersama dengan sejumlah orang lainnya, termasuk ayahnya sendiri yang sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara. Sangat tragis, ayah dan anak ditangkap oleh KPK secara bersamaan. 

Baca juga OTT Walkot Kendari dan Cagub Sultra, ICW Soroti Dinasti Politik

Tapi meskipun demikian jika para kepala daerah yang sedang mencalonkan diri itu mundur, maka akan kena sangsi sesuai dengan UU Pemilu yang mengancam pengunduran diri para calon kepala daerah oleh sebab apapun. Hukuman penjara dan denda menanti jika mengundurkan diri. Akibatnya masyarakat disodorkan calon pemimpin yang sudah rusak akhlaknya.  Selamat Datang di Pilkada Serentak 2018 yang diikuti antara lain oleh para koruptor. Jadi SELAMAT DATANG PARA KUROPTOR DI PILKADA SERENTAK 2018.

Baca juga OTT KPK Jelang Pilkada 2018, Bongkar Rusaknya Demokrasi Politik Kita

Jumat (2/3/2018)

Dihukum Mati, Tapi Tidak Mati-Mati

Sehari menjelang kepalanya diganti, BNN dan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan  merilis hasil tangkapan mereka ke media. Tidak tanggung-tanggung pencucian uang dari hasil perdagangan narkoba sepanjang tahun 2014 hingga 2016 tidak kurang 6.4 triliun rupiah. PPATK juga mengendus sekitar 5000 transaksi keuangan yang janggal yang dilakukan oleh PT. Prima Sakti Sejahtera. Perusahaan ini adalah salah satu dari 6 perusahaan lainnya (DUV,  PT. GU, dan PT. HCI, PT. UJS, dan Devy dan Rekan Sejahtera) yang digunakan oleh tersangka DY untuk melakukan pencucian uang. 

Baca juga Artis Pakai Narkoba Berujung Rehabilitasi, BNN: Harus Dipenjara

Tersangka DY ditangkap bersama dengan tersangka lainnya, yaitu HR dan FH. Ada dugaan ini terkait dengan pencucian uang oleh Bandar narkoba terpidana mati dua kali, Togiman, alias toge, alias Toni. Modus yang digunakan adalah dengan medirikan perusahaan impor dan ekspor fiktif. Kemudian menerbitkan invoice bodong. Perusahaan yang ditagih akan membayarkan sejumlah uang. Uang ini ditampung di rekening bank yang sudah dipersiapkan sebelumnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga BNN Tunggu Jaksa Agung Soal Eksekusi Mati Napi Narkoba

Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa seorang terpidana mati Togiman masih dapat mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara? Mengapa hingga hari ini belum  juga dieksekusi? Padahal sudah divonis dua kali hukuman mati? Makanya dengan kesal Budi Waseso mengungkapkan: “Terpidana mati, tapi tidak mati-mati.” Terima kasih Budi Waseso yang sudah melakukan perang terhadap peredaran narkoba dengan hasil yang sangat baik. 

Baca juga Irjen Heru Winarko Resmi Jabat Kepala BNN Gantikan Buwas

Selamat datang Kepala BNN yang baru Heru Winarko. Semoga perang terhadap narkoba tetap berlanjut. Jangan biarkan BNN bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Semua harus membantu, termasuki PPATK dan Kepolisian yang sudah mendukung selama ini. Imbauan kita kepada Jaksa Agung, segeralah eksekusi terpidana mati tersebut agar tidak bisa lagi mengendalikan narkoba dari dalam penjara sambil menunggu proses eksekusi yang begitu lama. Terlalu berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda kita jika eksekusi terus ditunda-tunda. (RT)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

DPD PDI Perjuangan DIY Menolak Penistaan Agama

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Munculnya video di Youtube yang kemudian menjadi viral, tentang khotbah seorang pendeta yang sampai hari Selasa 19 Agustus 2019 lalu telah ditonton sekitar 157 ribu kali, yang diduga terjadi di wilayah Jawa Tim ...

Pendidikan

Modul Anti Kekerasan dan Intoleransi Diluncurkan di Yogyakarta

JOGJA, BERNAS.ID- Kalijaga Institute for Justice (KIJ) Universitas Islam Negeri (UIN Sunan Kalijaga (Suka) meluncurkan modul "Integrasi Nilai-nilai Keren Berkarakter Nir Kekerasan dalam Pembelajaran dan Budaya Sekolah". Modul ini ...

Hukum dan Kriminal

OTT KPK, Kejari Yogyakarta: Ini Murni Perbuatan Pribadi

JOGJA, BERNAS.ID- Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan barang bukti uang senilai 100 juta rupiah, Kepala Seksi (Kasie) Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi DIY Ninik Rahma Dwihastuti memberika ...

DIY

Aturan Sensor Film yang Baru Disosialisasikan di Jogja

YOGYA, BERNAS.ID - Lembaga Sensor Film menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud)  RI Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pedoman dan Kriteria Penyensoran, Penggolongan Usia Penonton, dan Penarikan Film d ...

Budaya

Didi Kempot Bakal Kenalkan Budaya Jawa ke Mahasiswa Baru Jogja

YOGYA, BERNAS ID - Paniradya Kaistimewan berkolaborasi bersama Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM bakal menggelar kegiatan bertema Jogja Menyapa, Selasa (20/8/2019) petang. Dengan mengundang 1000 mahasiswa baru, acara tersebut bakal menghadirka ...

Hukum dan Kriminal

Mahasiswa PTN Jogja Sebarkan Video Porno Pacarnya

SLEMAN, BERNAS.ID-Laki-laki berinisial JAZ (26), warga Kudus, Jawa Tengah harus berurusan dengan hukum karena menyebarkan foto dan video hubungan badan mantan kekasihnya melalui media sosial Line dan WhatsApp. JAZ merupakan pacar dari korba ...

DIY

Lembaga Keumatan Kristen DIY Ingin Ustadz Abdul Somad Diberi Pelajaran

YOGYA, BERNAS.ID - Merespons viralnya video ceramah Ustadz Abdul Somad terkait ujaran penghinaan terhadap salib, Lembaga Keumatan Kristen DIY memiliki sikap tersendiri. Lembaga yang terdiri dari PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), ...

Lingkungan

Rayakan HUT RI dan Bebasnya Limbah di Karangnongko, Warga Menggelar Mancing Bersama

BANTUL, BERNAS.ID - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Warga Karangnongko, Panggungharjo, Sewon, Bantul menyelenggarakan mancing bersama, Minggu (18/8/2019) bertempat di RT 09 Karangnongko. Ketua Panit ...

Lingkungan

Tidak Mau Orangutan Punah, MOFOMOFA Ajak Semua Masyarakat Sayang Orangutan Asli Indonesia

JAKARTA, BERNAS.ID - MOFOMOFA komunitas yang terdiri dari volunteer pecinta Orangutan menggelar kegiatan Sayang Orangutan Festival 2019 berlangsung di Veneu Sarinah Thamrin, Jakarta, Minggu (18/8/2019). Dalam acara Sayang Orangutan Festi ...

DIY

Mafindo Sosialisasikan Stop Hoax di Car Free Day

YOGYA, BERNAS.ID - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melakukan upaya kampanye publik terkait Hoaks kepada masyarakat di ajang Car Free Day Sudirman Jogja, Minggu (18/8/2019). Dalam kesempatan ini, masyarakat diminta untuk mengunduh ...

Politik

HUT RI ke-74, Jokowi: NKRI Jangan Dikorbankan Karena Beda Pilihan Politik

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo berpesan agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dijaga dan jangan sampai dikorbankan. Ia tidak ingin adanya konflik karena perbedaan pilihan politik. “Keutuhan Negara Kesat ...

DIY

PKL Gelar Upacara HUT RI di Malioboro

YOGYA, BERNAS.ID - Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima di Kawasan Malioboro mengadakan upacara bendera peringatan detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 di depan gerbang Kantor Gubernu ...

Pariwisata

Warga Sleman Senang Alat Pertahanan Utama TNI Digeser ke JCM

SLEMAN, BERNAS.ID- Ada yang berbeda di halaman Jogja City Mall (JCM), siang ini, Sabtu tangal 17 Agustus 2019. Deretan alat utama sistem pertahanan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tampak dipajang di jalan masuk utama mall dalam rangka memp ...

DIY

Unik, Seluruh Petugas dan Peserta Upacara Bernama Agus

JOGJA, BERNAS.ID- Upacara 17 Agustus 2019 di halaman Museum TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta kali ini sungguh unik. Istimewanya, para peserta dan petugasnya bernama Agus semua. Agus Raka, Ketua Komunitas Agus Bumi Indonesia mengatakan b ...

Politik

Bocoran dari Seorang Sahabat, Kaltim Jadi Ibu Kota RI yang Baru

JAKARTA, BERNAS.ID - Seorang sahabat yang berprofesi sebagai konsultan lingkungan hidup mendadak diperintahkan untuk ‘terbang’ ke Kalimantan Timur. Awalnya dia tidak tahu untuk kepentingan apa diperintahkan datang ke salah satu ...

Hukum dan Kriminal

Gara-gara Kasus Suap Impor Bawang Putih, Pejabat Kementan Dicopot

JAKARTA, BERNAS.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) mencopot sejumlah pejabat di Ditjen Holtikultra yang diduga terkait kasus suap impor bawang putih. Pencopotan para pejabat itu bagian dari langkah mitigasi risiko. Kementan membantah ...

Ekonomi

Bekraf Siapkan Pelaku Startup Pemula agar Berdaya Saing dan Inovatif

SLEMAN, BERNAS.ID- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Bekraf for Pre-Startup (BEKUP) 2019 di Convention Hall Fisipol, UGM, 16-17 Agustus 2019. Kegiatan ini diikuti sekitar 110 peserta dari penjaringan. Program BEKUP 2019 mer ...

Ekonomi

Wakil Walikota Minta Warga Jogja Manfaatkan Bulan Bebas Denda Tunggakan PBB

YOGYA, BERNAS.ID- Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta wajib pajak yang masih memiliki tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk memanfaatkan program Bulan Bebas Denda yang hanya berlaku selama Agustus 2019. &l ...

Lifestyle

Ribuan Motor Antik Siap Kumpul di Djogjantique Day 2019

YOGYA, BERNAS.ID- Komunitas Motor Antique Club Indonesia (MACI) Yogyakarta kembali menghadirkan event nasional bertajuk Djogjantique Day 2019. Ajang ini  akan berlangsung di Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada 23-25 Agustus mendatang ...

Kesehatan

Fasilitas Olah Terbatas, Limbah Medis yang Menumpuk Ancam Kesehatan Masyarakat

SLEMAN, BERNAS.ID- Kuliah perdana Prodi Magister Ilmu Kemasyarakatan (IKM), FK-KMK UGM mengajak mahasiswa untuk membahas kebijakan pengolahan limbah medis dari rumah sakit dan fasilitas kesehatan masyarakat seperti puskesmas dan klinik. Par ...

Politik

Pancasila Sudah Tegas dan Final, Jangan Keseringan Dibahas Lagi

SLEMAN, BERNAS.ID - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta Pancasila tidak dijadikan tujuan, melainkan sebuah dasar yang perlu dipahami dan dihayati. Menurutnya, Pancasila sudah sangat tegas, tapi masih saja ada menafsirkannya berbeda s ...

DIY

Naik KA Prameks dan Batara Kresna Gratis saat HUT RI

YOGYA, BERNAS.ID - PT KAI siap menggratiskan tiket untuk sejumlah kereta lokal dan perintis selama satu hari bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Di Daerah Operasi 6 Yogyakarta ada dua kereta yang digratiskan, yakni ...

Politik

Pesan dari Buya Syafii untuk Jokowi: Cari Menteri yang Petarung

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertamu ke kediaman tokoh nasional, Syafii Maarif di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/8/2019) pagi. Dalam kesempatan itu, Buya Syafii menitipkan pesan ke JK untuk disampai ...

Pendidikan

JK Ingin Pembahasan Pancasila Tidak Dipersulit Agar Mudah Dipahami

SLEMAN, BERNAS.ID- UGM melalui Pusat Studi Pancasila kembali mengadakan Kongres Pancasila XI bertajuk "Aktualisasi Pancasila dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa" di Balai Senat, Kamis 15 Agustus 2019. Dalam Kongres Pancasila ...

Pendidikan

Menkominfo Gelorakan Perlawanan Terhadap Hoaks

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menggelorakan perlawanan terhadap hoaks (berita palsu) kepada masyarakat Indonesia karena berbahaya. Ia mencontohkan, Polsek di Madura yang dibakar massa gara-gara ...

DIY

BMKG Yogyakarta Sosialisasi Agroklimat untuk Ketahanan Pangan

JOGJA, BERNAS.ID- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengadakan sosialisasi Agroklimat kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Kulonprogo dengan total pe ...

Olahraga

Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional, Kodim 0912/Kutai Barat Gelar Lomba Panahan Sumpit

KUTAI BARAT, BERNAS.ID - Kian memudarnya olahraga panahan sumpit di masyarakat menjadi perhatian tersendiri bagi Kodim 0912/ Kutai Barat. Guna melestarikan kembali budaya asli Kalimantan ini dan dalam rangka memperingati HUT RI ke 74, Kodim ...

Hukum dan Kriminal

Kemampuan Jenderal Polisi Bintang 2 Ini Dibutuhkan Pimpin KPK

JAKARTA,BERNAS.ID - Wakil Kepala Badan Reaerse dan kriminal Mabes Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Antam Novambar menjadi salah satu perwira aktif Polri yang sejauh ini lolos tahapan seleksi calon pimpinan (capim) Komisi Pember ...

Pendidikan

Di UPN, Menhan Ingin Ada Kurikulum Pancasila

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa sudah menjadi tugas kita bersama untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa, terutama kalangan mahasiswa. Untuk itu, ia member ...

Budaya

Film "Bumi Manusia" Banyak Dikritik, Hanung Bramantyo Cuek Bebek

SLEMAN, BERNAS.ID - Hanung Bramantyo, sutradara film "Bumi Manusia" mengakui, sejak pemutaran perdana film "Bumi Manusia" di Surabaya, Jumat (9/8/2019) lalu, banyak kritik ditujukan kepadanya. Namun ia merasa cuek, karen ...

Politik

Demokrat Merapat Ke Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ?

JAKARTA,BERNAS.ID - Partai Demokrat membuka diri masuk dalam Kabinet Kerja jilid II yang akan segera dibentuk Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan mengatakan, setelah dilakukan pembicara ...

Politik

Waketum Gerindra Sebut Penumpang Gelap Isapan Jempol

JAKARTA,BERNAS.ID - Kabar adanya penumpang gelap di kubu Prabowo kembali dibantah. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyatakan, tidak ada penumpang gelap yang selama ini berkembang. "Nggak ada, wong merek ...

DIY

Legislator PKB: Petani di Sleman Barat Sering Tidak Panen, Menderita

SLEMAN, BERNAS.ID- Wawan Prasetya, legislator dari PKB yang dilantik hari ini, Senin (12/8) di Pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman mengatakan petani di Sleman sering tidak bisa panen, khususnya di daerah Sleman barat karena serangan hama ti ...

Politik

Pembentukan Fraksi Jadi Agenda Awal DPRD Kota Jogja Usai Dilantik

YOGYA, BERNAS.ID - Sebanyak 40 Caleg Terpilih DPRD Kota Yogyakarta dilantik dalam rapat paripurna pengucapan sumpah janji anggota DPRD Kota Yogyakarta masa jabatan tahun 2019-2024, Senin (12/8/2019). Para anggota dewan yang baru menjadikan ...

Hukum dan Kriminal

Ibu Beranak 1 Raup Rp22 Juta dengan Modal Screenshot Transfer Palsu

SLEMAN, BERNAS.ID- Ibu beranak satu berinisial KH (23), warga Tegal Jawa Tengah harus berurusan dengan berwajib karena melakukan penipuan secara online melalui aplikasi Line terkait pembelian barang alat-alat rumah tangga, kosmetik, atau sp ...

Hukum dan Kriminal

Ngaku-ngaku Pemilik Galeri Batik Ternama, Warga Kalasan Tipu Korbannya Ratusan Juta

SLEMAN, BERNAS.ID- Seorang pria berinisial DH (41), warga Kalasan, Sleman, harus berurusan dengan hukum setelah melakukan penipuan melalui aplikasi chatting WhatsApp dengan mengaku sebagai pemilik usaha batik Hamzah Batik dengan total kerug ...

Pendidikan

Mahasiswa KKN UGM Hilang di Sungai Rungan Kalteng

JOGJA, BERNAS.ID- Humas Protokol Universitas Gadjah Mada (UGM) mengabarkan adanya Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM) yang hanyut di Teluk Pulau Kaja atau Pelabuhan Sei Gohong, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Mi ...

Budaya

Joko Anwar Angkat Superhero Lokal Gundala ke Kancah Internasional

SLEMAN, BERNAS.ID - Film terbaru karya sutradara Joko Anwar,Gundala siap tayang pada 29 Agustus 2019 mendatang. Meskipun baru akan ditayangkan pada akhir bulan ini, film yang diangkat dari cerita karakter pahlawan super Indonesia gubahan ...

DIY

KAI ESPORT EXHIBITION Goes to Jogja 2019 Dibuka di JEC

BANTUL, BERNAS.ID - Gelaran KAI ESPORT EXHIBITION Goes to Jogja resmi dibuka pada Sabtu (10/8/2019) di Jogja Expo Center (JEC). Gelaran yang menjadi gelaran esport pertama yang diselenggarakan PT KAI ini merupakan perwujudan nyata o ...

Ekonomi

Ignite The Nation, Mesin Lokomotif Penciptaan Kreator Lokal dengan Karya Inovatif

SLEMAN, BERNAS.ID- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ignite The Nation, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di GRHA Saba Pramana, Sabtu 10 Agustus 2019. Ignite ...

Lifestyle

Game Online Bisa Memberikan Hidup yang Lebih Menjanjikan bagi Milenial

SLEMAN, BERNAS.ID- Dulu bermain game identik dengan hal negatif bagi anak-anak karena membuat malas belajar. Kini, hal itu sudah berbalik 180 derajad karena semakin diapresiasinya para pemain setelah menorehkan prestasi di turnamen e-sport ...

Politik

Waspada Poros Baru, Rusak Poros Teuku Umar-Kertanegara

JAKARTA,BERNAS.ID - Berkembang wacana terbentuknya poros Kartanegara (kediaman Prabowo Subianto) dan Teuku Umar (kediaman Megawati), pasca pertemuan Prabowo dan Megawati. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyatakan,&n ...

Politik

Ada Nama Risma, Ini Daftar Pengurus DPP PDIP 2019-2024

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan dan melantik pengurus DPP PDIP Periode 2019-2024. Struktur pengurus tetap berjumlah 27 posisi. Pelantikan dilakukan di Grand Inna Bali Beach ...

Budaya

Ustadz Yusuf Mansur, Khatib Pada Sholat Idul Adha Di Masjid Istiqlal

JAKARTA,BERNAS.ID - Pemerintah resmi menetapkan perayaan Idul Adha jatuh pada Minggu (11/8/2019). Pada sholat Idul Adha yang digelar di Masjid Istiqlal, Ustadz Yusuf Mansur dijadwalkan menjadi khatib pada salat Idul Adha 1440 H ...

Politik

Survey Cyrus Network: 58% Responden Survei Setuju Ormas Anti Pancasila Dibubarkan

JAKARTA, BERNAS.ID - Cyrus Network merilis hasil survei nasional mengenai pendapat publik terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa. Dari hasil survei menyatakan 47% publik menilai Pancasila sebagai alat perekat dan pemersat ...

Pendidikan

KSAD Saksikan 10 Formasi Simbol Persatuan Indonesia di UGM

SLEMAN, BERNAS.ID- Ribuan mahasiswa baru (maba), Universitas Gadjah Mada (UGM), membentuk formasi simbol persatuan setiap sila Pancasila dengan ukuran besar di Lapangan Pancasila, Grha Sabha Pramana. Sebanyak 8.408 maba UGM berkreasi membua ...

Politik

Prabowo Ikut Rapat dengan Parpol Pendukung Jokowi?

BALI, BERNAS.ID - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengikuti pertemuan antara Jokowi dengan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Apa yang dibicarakan? Hal itu terungkap dari akun Facebook Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono ta ...

Daerah

Gara-gara Beda Pilihan Politik, Makam Dipindahkan

PALEMBANG, BERNAS.ID - Sebuah makam di Serigeni Lama, Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dipindahkan keluarga karena alasan beda pilihan calon Kepala Desa (Kades). Camat Kayuagung Dedy Kurniawan mengatakan m ...

DIY

Mesjid Nur Maunah Gunungkidul Dapat Bantuan Sapi Berbobot 1 Ton dari Jokowi

JOGJA, BERNAS.ID- Mesjid Nur Maunah, Gunungkidul, Yogyakarta, mendapat kesempatan yang istimewa di hari Idul Adha nanti karena menerima bantuan sapi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupa seekor sapi gemuk berwarna hitam jenis Simmetal s ...

Hukum dan Kriminal

KPK Tetapkan Anak Buah Mega Sebagai Tersangka Suap Impor Bawang

JAKARTA, BERNAS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka kasus dugaan suap impor bawang putih. Selain Nyoman Dhamantra, KPK juga menetap ...