BERNAS Sepekan


03 Maret 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

Bernas.id - Mulai hari ini, BERNAS Sepekan menemani Anda setiap Sabtu. Berita utama yang pernah terbit akan kami rangkum menjadi satu hingga memudahkan Anda untuk melihat kembali peristiwa penting apa saja yang terjadi minggu ini, Senin hingga Jumat. Ke depan kami akan meringkasnya dalam bentuk infografis. (Redaksi Bernas)

Senin (26/2/2018)

Jelajah Keraton Surakarta

Rasa takjub terasa kuat di dada ketika menyaksikan sendiri kemegahan bangunan Keraton Surakarta. Ingatan-ingatan masa kerajaan dahulu seakan kembali timbul. Warisan budayanya yang lestari dari masa ke masa pun tak kalah ternilai dari bentuk fisik keratonnya sendiri, seperti upacara adat sekaten atau grebeg, tari-tarian sakral, gamelan sebagai alat musik tradisional, dan peninggalan pusaka lainnya semisal meriam dan keris. Ya, Kasunanan Surakarta menjadi kompleks bersejarah sebuah kerajaan Jawa yang masih eksis hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan budaya Jawa dan sejarahnya terbukti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjunginya.

Bersama INDACO, Bernas menyusuri Kasunanan Surakarta yang terletak di pusat Kota Solo dengan keratonnya yang menjadi salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.

Sampai saat ini, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Sebagian kompleks keraton memiliki fungsi lain sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Baca juga Tujuh Catatan Sejarah Penting Perjalanan Kasunanan Surakarta

Terkait arsitektur, Keraton Surakarta memiliki pola dasar tata ruang yang memiliki persamaan dengan Keraton Yogyakarta. Ternyata salah satu arsitek istana Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi (yang kelak bergelar Sultan Hamengkubuwana I) rupanya juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika memiliki persamaan.

Keraton Surakarta memiliki beberapa sembilan komplek, yaitu (1) Kompleks Alun-alun Lor/Utara, (2) Kompleks Sasana Sumewa, (3) Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, (4) Kompleks Kamandungan Lor/Utara, (5) Kompleks Sri Manganti, (6) Kompleks Kedaton, (7) Kompleks Kamagangan, (8) Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta (9) Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks Keraton Surakarta ini dikelilingi dengan Baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima meter dan tebal sekitar satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus meter dan panjang sekitar tujuh ratus meter.

Kompleks keraton yang berada di dalam dinding Baluwarti adalah dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan. Kompleks ini meliputi Gladag, Pangurakan, Alun-alun Lor, dan Masjid Agung Surakarta. Gladag yang sekarang dikenal dengan Perempatan Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Dahulu, lokasi di sekitar Gladag dan gapura kedua dipakai sebagai tempat menyimpan binatang hasil buruan sebelum digladag (dipaksa) dan disembelih di tempat penyembelihan.

Baca juga 4 Kuliner Istimewa Khas Kasunanan Surakarta

Wujud arsitektur pada kawasan Gladag ini mengandung arti simbolis, yaitu ajaran langkah pertama dalam usaha seseorang untuk mencapai tujuan ke arah Manunggaling Kawula Gusti (Bersatunya Rakyat dengan Raja). Alun-alun merupakan tempat diselenggarakannya upacara-upacara kerajaan yang melibatkan rakyat. Selain itu alun-alun menjadi tempat bertemunya Sri Sunan dan rakyatnya.

Di sebelah barat alun-alun utara berdiri Masjid Agung Surakarta. Masjid raya ini merupakan masjid resmi kerajaan dan didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana III pada tahun 1750 (Kasunanan Surakarta merupakan kerajaan Islam). Bangunan utamanya terdiri dari atas serambi dan masjid induk. Di sebelah utara alun-alun terdapat bangsal kecil yang disebut Bale Pewatangan dan Bale Pekapalan. Sasana Sumewa merupakan bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Tempat ini pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menghadap para punggawa (pejabat menengah ke atas) dalam upacara resmi kerajaan. Di kompleks ini terdapat sejumlah meriam diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Meriam ini dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Siti Hinggil merupakan suatu kompleks yang dibangun di atas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya. Kompleks ini memiliki dua gerbang, satu di sebelah utara yang disebut dengan Kori Wijil dan satu di sebelah selatan yang disebut dengan Kori Renteng. Pada tangga Siti Hinggil sebelah utara terdapat sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pemenggalan kepala Trunajaya yang disebut dengan Sela Pamecat.  Jadi kalau ke bertandang ke Solo jangan lupa mampir ke Keraton Solo yang unik tersebut. Bernas dan INDACO sudah membuktikan keindahan dan keagungan keraton tersebut.

Baca juga Tujuh Lokasi Wisata Sebagai Daya Tarik Utama di Sekitar Kasunanan Surakarta

Selasa (27/2/2018)

Tiga Kelompok Koruptor E-KTP

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Febri Diansyah mengatakan Proyek Kasus Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (E-KTP) ini melibatkan tiga kelompok besar. Ketiga kelompok besar yakni pejabat Kementerian Dalam Negeri, Anggota DPR periode 2009-2014, dan pihak swasta yang menggarap proyek di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Ketiga kelompok besar ini bisa dimasukkan dalam tiga kluster, yakni kluster pertama yang berada di sektor politik ketika pembahasan dilakukan. Kluster kedua yang ada instansi pemerintah yang menangani proyek. Salah satunya Kemendagri yang intens ditangani KPK. Sedangkan kluster ketiga yakni kluster swasta.

Baca juga Nama SBY Disebut Dalam Persidangan Kasus E-KTP, Ini Jawaban KPK

Febri menjelaskan saat ini penetapan tersangka baru di kluster instansi pemerintah. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya tersangka dari dua kluster lainnya. Intinya, dengan adanya pengelompokan tersebut, penyidik akan lebih mudah menjerat pihak-pihak lain yang ikut merasakan aliran dana rasuah tersebut.

Saat ini, diakui dia, penetapan tersangka megakasus ini masih berada di kluster kementerian yang menangani proyek E-KTP ini. "Tentu kami terbuka mendalami peran-peran di dua kluster lain, apakah itu proses pembahasan anggarannya ataupun pada sektor swasta. Baik dari pihak pemenang lelang atau pihak lain yang juga terkait perkara ini. Sebab belum tentu hanya pemenang lelang, total dari indikasi kerugian negara sangat terbuka dinikmati pihak-pihak lain," jelasnya.

Namun, menurut Febri, siapa tersangka baru E-KTP tergantung pada bukti permulaan yang didapat penyidik KPK. "Jadi setelah fakta persidangan dibuka di Pengadilan Tipikor kami melihat ada dugaan pelaku yang lain. Jadi itu bisa berasal dari birokrasi, swasta ataupun dari politik," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/2/2018) dikutip Kantor Berita Antara.

Baca juga KPK Buka-Bukaan Saja Soal Aktor-Aktor Lain Kasus e-KTP

Dijelaskan Febri, dalam setiap penanganan perkara, proses penyelidikan dilakukan untuk mencari atau mengumpulkan bukti permulaan yang cukup sebelum perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan dan diikuti dengan penetapan seseorang sebagai tersangka. Namun lantaran penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, Febri masih belum bisa bicara lebih jauh soal pihak yang diduga terlibat korupsi proyek e-KTP. "Itu tentu dilakukan belum bisa disampaikan secara terbuka. Karena proses pendalaman belum dalam tahap penyidikan saat ini," tutur dia.

Dia menambahkan, penetapan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP tak berhenti pada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dibawa ke persidangan, atau terhadap tersangka lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo yang kini masih tahap proses penyidikan. Menurut dia, KPK menduga ada pihak lain yang patut mempertanggungajawabkan perbuatannya dalam proyek senilai Rp 5,8 triliun itu. "Namun kami menduga masih ada pihak lain yang kami perlu telusuri lebih lanjut, tetapi sekali lagi untuk menelusuri peran pihak lain tentu harus sangat hati-hati dan dengan keyakinan bukti yang tidak meragukan," ujar Febri, Senin (19/2/2018).

Baca juga Ada Aktor Besar Dalam Kasus E-KTP? Setya Novanto: Ya Ada, Nantilah

Rabu (28/3/2018)

Siapa Pendamping Jokowi?

Pemilihan Presiden masih lebih dari setahun lagi, namun partai politik sudah getol mengelus jagonya. PDI-P secara resmi sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai Calon Presiden untuk periode mendatang pada rakernas di Bali minggu lalu. Sedangkan Gerindra masih malu-malu. Para pendukungya dengan terang-terangan menjagokan kembali Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Tapi Prabowo sendiri, sepertinya masih setengah hati. Ada dugaan Prabowo enggan untuk dicalonkan kembali. Selain umur yang sudah menua (Oktober 2019, 68 tahun), fisiknya juga diduga kurang prima untuk menjabat sebagai presiden. 

Baca juga Bantah Duet Dengan Jokowi, Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

Bisa saja dipaksakan, namun tentu sudah tidak optimum lagi. Partai lain sepertinya tidak memiliki calon presiden untuk dijagokan. Golkar sebagai partai pemenang ke dua tahun lalu saja, belum berani memunculkan jagonya, apalagi partai lainnya. Indonesia memang sedang mengalami krisis calon pemimpin. Partai yang diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka untuk menggodok seseorang menjadi calon pemimpin, nyatanya tidak mampu. 

Baca juga Golkar: Menangkan Jokowi, Perlu Cawapres yang Bisa Ini

Ada kemungkinan Prabowo tidak mencalonkan diri, melainkan memunculkan nama lain yang akan diusung Gerindra sebagai calon Presiden. Anies Baswedan dan Tuan Guru Badjang sepertinya masuk dalam radar Prabowo. Namun yang pasti, nantinya hanya akan muncul dua pasang calon Presiden. Jokowi dan penantangnya. Yang juga tidak kalah penting adalah siapa yang akan mendampingi mereka berdua nanti? Partai tengah dan partai bawah sudah mulai pula mengajukan jagonya sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi. Siapa sajakah mereka? 

Baca juga OSO Usulkan Wiranto Cawapres Pendamping Jokowi

Di beberapa daerah di Indonesia, Cak Imin dengan pede-nya mentahbiskan diri sebagai cawapres zaman now melalui spanduk gede-gede yang terpampang di jalan-jalan utama. Barangkali Cak Imin ingin menunjukkan kepada para capres bahwa dia memiliki konstituen tradisional yang loyal, NU. Demikian juga halnya dengan Rommy (Romahurmuzy, Ketua Umum PPP) yang dengan genit mulai mendekati istana sebagai tanda bahwa dia juga pantas mendampigi Jokowi mengingat dia memiliki pengikut dari islam tradisional juga. Tapi kenapa tiba-tiba terdengar samar-samar nama Budi Gunawan sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi? Dari bisik-bisik, ada dugaan itu merupakan usulan dari Teuku Umar.

Baca juga Suara Relawan Inginkan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Jokowi

Kamis (1/3/2018)

Pilkada 2018: Selamat Datang Koruptor

Tidak bisa dipungkiri, jika kita mau jujur, maka UU Pemilu paling tidak turut berkontribusi terhadap keberanian para calon pemimpin daerah atau pemimpin daerah untuk melakukan korupsi. Bayangkan saja jika ada seorang calon kepala daerah yang tertangkap tangan-seperti yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang diduga menerima suap berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Imas, terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Marianus Sae yang juga ditangkap oleh KPK dalam OTT, disangka menerima suap dari seorang pengusaha. 

Baca juga Kepala Daerah Korupsi, ICW: Rakyat Cermat Pilih Pemimpinnya

Marianus Sae yang maju dalam pemilihan Gubernur NTB ini merupakan kader PDI-P yang berpasangan dengan Emelia Julia Nomleni. Marianus Sae dan pasangannya didukung oleh PDI-P dan PKB. Sementara itu di awal Februari (4/2/2018), KPK juga menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka penerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Jombang, Inna Silestyanti. Inna memberikan uang tersebut dengan harapan agar Bupati Nyono dapat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Uang haram yang diberikan oleh Inna tersebut berasal dari uang kutipan jasa pelayanan kesehatan dan kapitasi BPJS dari 34 puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang. Sementara itu calon gubernur Lampung yang juga terkena OTT KPK, pada tanggal 16 Februari telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Namun dengan pongahnya berujar, “Saya kira, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus, maju terus, nomor 4 oke! Terus kece!" ujar Mustafa dengan jumawa sambil mengacungkan kedua tangannya ke depan seusai diperiksa oleh KPK , Jumat (23/2/2018).

Baca juga Meski Jadi Tahanan KPK, Cagub Lampung Sempat Kampanye

Paling anyar adalah Rabu dini hari (28/2/2018), kembali KPK melakukan operasi tangkap tangan untuk yang kelima kalinya terhadap kepala daerah yang berlaku lancung melakukan korupsi. KPK mencokok walikota termuda Indonesia, Adriatma Dwi Putra atau yang sering dipanggil dengan sebutan ADP. Dia ditangkap KPK bersama dengan sejumlah orang lainnya, termasuk ayahnya sendiri yang sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara. Sangat tragis, ayah dan anak ditangkap oleh KPK secara bersamaan. 

Baca juga OTT Walkot Kendari dan Cagub Sultra, ICW Soroti Dinasti Politik

Tapi meskipun demikian jika para kepala daerah yang sedang mencalonkan diri itu mundur, maka akan kena sangsi sesuai dengan UU Pemilu yang mengancam pengunduran diri para calon kepala daerah oleh sebab apapun. Hukuman penjara dan denda menanti jika mengundurkan diri. Akibatnya masyarakat disodorkan calon pemimpin yang sudah rusak akhlaknya.  Selamat Datang di Pilkada Serentak 2018 yang diikuti antara lain oleh para koruptor. Jadi SELAMAT DATANG PARA KUROPTOR DI PILKADA SERENTAK 2018.

Baca juga OTT KPK Jelang Pilkada 2018, Bongkar Rusaknya Demokrasi Politik Kita

Jumat (2/3/2018)

Dihukum Mati, Tapi Tidak Mati-Mati

Sehari menjelang kepalanya diganti, BNN dan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan  merilis hasil tangkapan mereka ke media. Tidak tanggung-tanggung pencucian uang dari hasil perdagangan narkoba sepanjang tahun 2014 hingga 2016 tidak kurang 6.4 triliun rupiah. PPATK juga mengendus sekitar 5000 transaksi keuangan yang janggal yang dilakukan oleh PT. Prima Sakti Sejahtera. Perusahaan ini adalah salah satu dari 6 perusahaan lainnya (DUV,  PT. GU, dan PT. HCI, PT. UJS, dan Devy dan Rekan Sejahtera) yang digunakan oleh tersangka DY untuk melakukan pencucian uang. 

Baca juga Artis Pakai Narkoba Berujung Rehabilitasi, BNN: Harus Dipenjara

Tersangka DY ditangkap bersama dengan tersangka lainnya, yaitu HR dan FH. Ada dugaan ini terkait dengan pencucian uang oleh Bandar narkoba terpidana mati dua kali, Togiman, alias toge, alias Toni. Modus yang digunakan adalah dengan medirikan perusahaan impor dan ekspor fiktif. Kemudian menerbitkan invoice bodong. Perusahaan yang ditagih akan membayarkan sejumlah uang. Uang ini ditampung di rekening bank yang sudah dipersiapkan sebelumnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga BNN Tunggu Jaksa Agung Soal Eksekusi Mati Napi Narkoba

Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa seorang terpidana mati Togiman masih dapat mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara? Mengapa hingga hari ini belum  juga dieksekusi? Padahal sudah divonis dua kali hukuman mati? Makanya dengan kesal Budi Waseso mengungkapkan: “Terpidana mati, tapi tidak mati-mati.” Terima kasih Budi Waseso yang sudah melakukan perang terhadap peredaran narkoba dengan hasil yang sangat baik. 

Baca juga Irjen Heru Winarko Resmi Jabat Kepala BNN Gantikan Buwas

Selamat datang Kepala BNN yang baru Heru Winarko. Semoga perang terhadap narkoba tetap berlanjut. Jangan biarkan BNN bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Semua harus membantu, termasuki PPATK dan Kepolisian yang sudah mendukung selama ini. Imbauan kita kepada Jaksa Agung, segeralah eksekusi terpidana mati tersebut agar tidak bisa lagi mengendalikan narkoba dari dalam penjara sambil menunggu proses eksekusi yang begitu lama. Terlalu berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda kita jika eksekusi terus ditunda-tunda. (RT)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Terlilit Hutang, Oknum Perangkat Desa Cetak Uang Palsu

SLEMAN, BERNAS ID- Jajaran Unit Reskrim Polsek Godean dengan Reskrim Polres Sleman menangkap empat orang sebagai pelaku pemroduksi uang palsu dan pengedar uang palsu di wilayah Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabid Humas Pold ...

DIY

Polisi Ringkus Penjual Miras yang Menyebabkan 6 Orang Tewas

JOGJA, BERNAS.ID- Aparat Polresta Yogyakarta meringkus penjual minuman keras, biang keladi atas tewasnya tiga orang warga Purwokinanti, termasuk 3 orang warga yang tewas pasca meminum miras di wilayah Tegalrejo. Kanit reskrim Unit 4 Polr ...

DIY

Museum Komunikasi Elektronika Hadir di Yogyakarta

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, komunikasi elektronika (komlek) memiliki peranan yang sangat penting. Khusus Komlek di AURI, bukan hanya berjasa bagi kepentingan Angkatan Udara saja tapi juga kepentingan negara se ...

DIY

3 Warga Dusun Kedungbuweng Imogiri Jadi Korban Tanah Longsor, Ada Anak Kecil

BANTUL, BERNAS.ID- Tiga rumah rusak berat tertimpa tanah longsor di kawasan Dusun Kedungbuweng, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri Bantul. Satu orang warga atas nama Eko Supatmi (55) telah diketemukan dalam keadaan meninggal. Sedangkan, d ...

DIY

Ratusan Anak Muda Diajak Idham Pahami Pancasila

YOGYA, BERNAS.ID - Anggota DPR RI Dapil DIY Idham Samawi mengajak generasi muda Yogyakarta untuk memahami Pancasila dengan baik dan benar. Dengan demikian, keutuhan NKRI dapat terjaga sepanjang masa. "Idham Samawi siap berdiskusi 30 ...

DIY

Polda DIY Ungkap Prostitusi Online via WA dan Twitter

SLEMAN, BERNAS.ID- Polda DIY mengungkap dua tindak pidana kasus prostitusi online via WA dan Twitter dengan pelaku yang berbeda. Kedua pelaku berinisial CK (33), karyawan swasta, warga Maguwoharjo dan HP (25), mahasiswa asal Tanjung Penyemb ...

DIY

Banjir Terjang 9 Kecamatan di Bantul, Tim Rescue ACT DIY Bantu Proses Evakuasi Warga

BANTUL, BERNAS.ID - Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebabkan banjir dan tanah longsor. Bencana banjir dan tanah longsor ini terjadi di 21 titik pada 9 kecamatan di wilayah Bantul ...

DIY

Dosen UAD yang Selamat dalam Peristiwa Penembakan di Selandia Baru Masih Trauma

YOGYA, BERNAS.ID - Salah seorang dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Irfan Yunianto, adalah salah satu yang selamat dari peristiwa penembakan massal di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) pekan lalu. Dosen tersebut berada di Masjid Al Noor d ...

Lifestyle

Luar Biasa, di Warung Ini Kamu Bisa Makan Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya

SLEMAN, BERNAS.ID - Masih banyak orang baik di dunia ini. Salah satunya adalah perempuan bernama Bu Hari, yang di masa tuanya mengabdikan diri sepenuhnya untuk berbagi dengan sesama. Bu Hari membantu sesama lewat Warung Makan Berbagi mi ...

Pariwisata

Begini Sensasinya Naik Jip Wisata di Tebing Breksi

SLEMAN, BERNAS.ID - Keberadaan jip wisata di kawawan Tebing Breksi di Desa Wisata Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY, selain menambah daya tarik obyek wisata, tentunya juga mendongkrak wisatawan yang berkunjung. S ...

DIY

Siap Menangkan Pemilu, DPD PDI Perjuangan DIY Gelar Rakoorda

SLEMAN, BERNAS.ID - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi Daerah Pemenangan Pileg dan Pilpres 2019, Minggu (17/3/2019) di Sleman City Hall. Sekjen DPP PDI P ...

DIY

IKA SKMA DIY Lakukan Kegiatan Gerbang Mas di Nglipar

GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID -Pengurus Pusat Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) melakukan Gerakan Anak Bangsa Menanam Serentak yang disingkat Gerbang Mas secara serentak di 34 provinsi di seluruh Indonesia, Sabtu (16/3/2019) ...

DIY

Hoaks Saat Ini Menjadi Bagian dari Politik

JOGJA, BERNAS.ID- Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI bekerjasama dengan Suara Muhammadiyah menggelar Forum Dialog dan Literasi Media Sosial bertajuk "Bijak di Dunia Maya, Rukun di Dunia Nyata" untuk membedah persoal ...

DIY

Buya Syafii Kutuk Penembakan di Selandia Baru

JOGJA, BERNAS.ID- Guru bangsa Buya Syafii Ma'arif mengutuk aksi penembakan brutal di dua mesjid wilayah Christchurch, Selandia Baru, yakni Mesjid Al Noor dan di pinggiran Linwood yang terjadi pada hari Jumat kemarin, 15 Maret 2019. & ...

DIY

KWI mengecam Keras Penembakan di Selandia Baru

JOGJA, BERNAS.ID - Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mengecam keras aksi penembakan brutal yang terjadi di dua mesjid Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). KWI menilai tindakan keji tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan kemanu ...

Pendidikan

Golput Dipengaruhi Faktor Administrasi dan Ideologi

JOGJA, BERNAS.ID- Menurut Robert A Dahl, dalam demokrasi, selain kompetisi, kesuksesan sebuah pemilu ditandai dengan partisipasi masyarakat. Namun, fenomena golput (golongan putih) atau mereka yang tak menentukan pilihan tak dipungkiri bisa ...

Pendidikan

Lulusan Teknik Lingkungan Harus Sesuai Kebutuhan User

SLEMAN, BERNAS.ID -- Perkembangan teknologi saat ini tidak dapat terelakkan hingga dibutuhkan strategi baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di jurusan Teknik Lingkungan untuk menjawab tantangan ke depan. Hal ini dimaksudkan agar lu ...

DIY

Pria Gantung Diri di Villa Kawasan Kaliurang

SLEMAN, BERNAS.ID- Warga Pakem Sleman, kawasan wisata, Kaliurang dikejutkan dengan adanya penemuan mayat. Pasalnya, mayat tersebut ditemukan menggantung di bawah tangga vila Djembranasari RT07/RW19, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, K ...

DIY

100% Indonesia Nyoblos Segera Digelar di Jogja untuk Tangkal Golput

YOGYA, BERNAS.ID - We The Youth berkolaborasi dengan Komunitas Gayam 16 akan menggelar acara 100% Indonesia Nyoblos (IN) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, pada 22 Maret 2019 mendatang. Ini adalah gerakan untuk mengajak generasi muda Indo ...

DIY

Polres Sleman Akan Usut Kasus Pembakaran Bus

SLEMAN, BERNAS.ID- Rabu (14/3) sore kemarin, bus Antar Jaya jurusan Solo-Purwokerto dengan nomor polisi AD1644CF dibakar massa di Jalan Wates, tepatnya di depan Kelurahan Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman sehabis Maghrib sekitar pukul 18 ...

Kesehatan

Perang Terhadap TBC Berarti Perangi Kemiskinan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV/Diponegoro, Septi M Effendi membuka acara ceramah tentang pencegahan penyakit TBC dalam rangka HUT Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2019, Kamis (14/3/2019) di Aul ...

Pendidikan

Gadis TK Hidup Tak Layak Bersama Kakek di Tengah Kota

PURWOREJO, BERNAS.ID -Sungguh ironis di tengah hiruk-pikuk masyarakat perkotaan yang hidup serba wah, ada gadis kecil berusia Taman Kanak-kanak (TK) hidup bersama kakek-nenek tua renta di rumah yang sangat tak layak. Gadis kecil bernama Cin ...

DIY

Tabrak Warga, Bis Dibakar Massa di Jalan Wates

SLEMAN, BERNAS.ID- Sehabis Maghrib sekira pukul 18.00 WIB, sebuah bus AKAP dibakar massa setelah menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Wates, depan Kelurahan Balecatur, Gamping, Sleman, Rabu (13/3). Kapolsek Gamping, Kompol Hendri Mu ...

Ekonomi

Pindah Tugas, Kepala Kantor Perwakilan BI Yogyakarta Pamitan ke Insan Media

SLEMAN, BERNAS.ID- Di hadapan perwakilan media massa, baik cetak maupun online di Yogyakarta, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Budi Hanoto menyampaikan permohonan pamit karena per tanggal 1 Maret 2019,  dipercaya men ...

Pendidikan

WeKode Akan Jadi Sekolah Coding RI-Singapura Pertama

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, menyaksikan sekaligus penandatangan 3 Memorandum of Understanding (MOU) kerjasama RI-Singapura di bidang ekonomi digital, di ...

DIY

Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945?

SLEMAN, BERNAS.ID- Dewan Guru Besar UGM bekerjasama dengan Gerakan Kebangkitan Indonesia mengadakan bedah buku "Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945" di Balai Senat UGM, Rabu 14 Maret 2019. Prof Koentjoro, Ketua Dewan Guru Be ...

DIY

Dwi Fungsi ABRI Sebagai Amanat Penderitaan Rakyat

SLEMAN, BERNAS.ID- Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono menjelaskan tentang latar belakang munculnya Dwi Fungsi ABRI. Ia menyebut pertama, menyangkut keamanan dan pertahanan keselamatan rakyat dan perjuangan rakyat. "Kami dapat amana ...

DIY

Bawa Bahan Peledak ke Mako Brimob DIY, RD Diringkus

JOGJA, BERNAS.ID- Hari Selasa 12 Maret 2019, sekira pukul 09.30 WIB, seorang pria berinisial RD mendatangi Pos Penjagaan Selatan Mako Sat Brimobda DIY yang ketika diperiksa isi tasnya terdapat 35 peluru aktif dan peluru hampa 9 peluru. Dike ...

Pendidikan

Institut Kopi Indonesia Hadir di Yogyakarta

SLEMAN, BERNAS.ID- Indonesia dikenal sebagai negara produsen kopi ketiga terbesar di dunia setelah Brazil dan Kolumbia dengan menyumbang sekitar 7 persen kebutuhan kopi di dunia. Rata-rata produksi kopi Indonesia sebesar 600 ribu ton per ta ...

DIY

Hubungan 70 Tahun Indonesia-Australia

SLEMAN, BERNAS.ID- Peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia, Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (DIHI-UGM) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra, bekerja sama dengan Kemendikbud RI ...

Pariwisata

ASPPI DPD DIY Gelar Jitex 2019, Dongkrak Kunjungan Wisatawan

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk meningkatkan kunjungan jumlah wisatawan ke Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Yogyakarta menggelar Jogja Istimewa Travel Exchange (Jitex) di Ball Room Lantai ...

Ekonomi

Ribuan Pembeli Furniture dan Craft dari 48 Negara Berkumpul di JIFFINA 2019

BANTUL, BERNAS.ID- Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2019 akan digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada tanggal 13-16 Maret mendatang. Rencananya, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dan Wakil Gubernur ...

DIY

Bea Cukai Musnahkan 247 Barang Ilegal

SLEMAN, BERNAS.ID- Kantor Bea Cukai Yogyakarta melakukan pemusnahan barang dari hasil penindakan sejak awal tahun 2018 dan telah dinyatakan sebagai barang milik negara (BMN). Ada sekitar 247 item barang sudah dimusnahkan di Halaman Kantor B ...

Ekonomi

Kebun Soka Samigaluh Gelar Bursa Sayur Organik Setiap Sabtu Minggu

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- Bicara soal menu empat sehat lima sempurna, dua diantaranya adalah ketersediaan sayur-sayuran dan buah-buahan. Sedangkan untuk memperoleh sayur maupun buah yang benar-benar sehat pun kini  bisa dikatakan semaki ...

Olahraga

Ribuan Goweser Tour De Sleman Tebar Benih Ikan di Embung Kaliaji

SLEMAN, BERNAS.ID- Pemerintah Kabupaten Sleman bersama komunitas goweser Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) selenggarakan Tour De Sleman 2019. Kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Jadi Algojo yang kedua ini mengawali rangkaian ...

Olahraga

Tim Sinduadi Sleman Juara Danrem Pamungkas Cup 2019

JOGJA, BERNAS.ID- Korem 072 Pamungkas Yogyakarta menggelar kejuaraan tenis antarinstansi Danrem Pamungkas Cup 2019 di lapangan DKT, Kotabaru, Yogyakarta, selama tiga hari, Jumat-Minggu (8-10/3/2019). 16 tim instansi, baik pemerintah dan ...

Olahraga

Bupati Sleman Ikut Lari di Vulcano Run 2019

SLEMAN, BERNAS.ID- Selain membuka event lari di lereng Merapi bertajuk “Volcano Run 2019”, Bupati Sleman Sri Purnomo juga turut berpartisipasi menjadi peserta. Setelah menempuh jarak 5 kilometer, ia berhasil finish di Museum ...

Budaya

Dalang Cilik Berbakat Ini Ingin jadi Profesor

GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID --Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Begitu kata sebuah peribahasa untuk memacu semangat dalam belajar. Dan mungkin peribahasa itu yang menjadi pegangan bagi Daneswara Satya Swandaru, seorang dalang cilik berbaka ...

Pariwisata

Dinas Pariwisata DIY Promosikan NYIA

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- Jumlah kunjungan wisatawan dari Eropa ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  khususnya Belanda selalu menempati urutan yang pertama,  berdasarkan data statistik 2015 - 2018.  Hal ini menjadikan pematik ...

DIY

Di Titik Nol, Polisi Ajak Millenial Tertib Lalu-lintas

JOGJA, BERNAS.ID- Ribuan masyarakat Yogyakarta ikut berpartisipasi memeriahkan puncak acara Millenial  Safety di Titik Nol Malioboro, Minggu pagi 10 Maret  2019. Program nasional dari Polri ini digelar untuk mengajak generasi m ...

DIY

Tingkatkan Kesadaran Pemilu, PKS Menggelar Sarasehan bersama Dai dan Tokoh Muda

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Menggugah kesadaran masyarakat jelang pemilihan umum (Pemilu), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Yogyakarta menggelar sarasehan dan silaturahmi Dai dan tokoh muda se Kota Yogyakarta, Minggu (10/3/2019) bertem ...

DIY

Masyarakat Antusias Mengikuti Cukur Gratis yang Diadakan Seknas Jokowi DIY

SLEMAN, BERNAS.ID - Masyarakat sangat antusias mengikuti cukur rambut gratis yang diadakan Seknas Jokowi DIY dalam acara Ngopi Gratis Markijo (Mari Kita Jokowi) yang diadakan di Jalan Nologaten Dusun Nologaten, Desa Caturtunggal, Kecamatan ...

Pendidikan

Universitas Widya Mataram Yogyakarta Mewisuda 339 Mahasiswa

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -  Universitas Widya Mataram (UWM) mewisuda 339 mahasiswa sarjana (S1), Sabtu (9/3/2019). Dari 339 mahasiswa, Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi diraih oleh Gini Halimah dari Program Studi Ilmu Hukum dengan angka ...

DIY

Ribuan Alumni SMA Yogyakarta Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

SLEMAN, BERNAS.ID- Ribuan orang yang mengatasanamkan Alumni SMA Yogyakarta Bersatu (ASYB) menggelar deklarasi mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf. Mengusung tema "N ...

DIY

PWNU DIY Dukung Pemilu Damai 2019

BANTUL, BERNAS.ID- Pengurus Wilayah NU DIY mengadakan rapat pleno untuk menyosialisasikan hasil musyawarah nasional (munas) alim ulama dan konferensi besar (konbes) NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat bebe ...

DIY

Ribuan Pengemudi Gojek Tuntut Kesejahteraan

JOGJA, BERNAS.ID- Ribuan driver Gojek yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Djogja (Pagodja) turun ke jalan untuk melakukan aksi protes guna menuntut kepada PT Gojek Indonesia (PT GI) agar mengubah kebijakan yang dinilai merugikan para penge ...

Pendidikan

Kini Belanja ke Pasar Tradisional Bisa Online

SLEMAN, BERNAS.ID- Kini belanja sayur dan kebutuhan dapur, tidak harus harus datang ke pasar, tetapi bisa dilakukan secara online melalui aplikasi OkeSayur. Aplikasi belanja online ini besutan sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada An ...

Pendidikan

Smart Bottle Cegah Penyakit Diabetes

SLEMAN, BERNAS.ID - Semakin meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia dari tahun ke tahun mendorong mahasiswa FTI UII untuk menciptakan alat pengukur kadar gula dengan smartphone. Alat yang diberi nama Innovation of Automatic Suga ...

Budaya

Pertama Kali, Naskah Kraton Jogja Dipamerkan, Tandai 30 Tahun Sultan Bertahta

YOGYA, BERNAS.ID - Puncak kegiatan peringatan 30 tahun Masehi Sri Sultan Hamengku Buwono X Bertakhta ditandai dengan Pameran Naskah Kraton Yogyakarta, Kamis (7/3/2019) malam. Pameran yang berlangsung di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Krat ...

Olahraga

2500 Slot Volcano Run Ludes Terjual

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk meningkatkam kunjungan wisatawan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata mengadakannya Volcano Run 2019 yang akan digelar pada hari Minggu, 10 Maret 2019 nanti. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sle ...