BERNAS Sepekan


03 Maret 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

Bernas.id - Mulai hari ini, BERNAS Sepekan menemani Anda setiap Sabtu. Berita utama yang pernah terbit akan kami rangkum menjadi satu hingga memudahkan Anda untuk melihat kembali peristiwa penting apa saja yang terjadi minggu ini, Senin hingga Jumat. Ke depan kami akan meringkasnya dalam bentuk infografis. (Redaksi Bernas)

Senin (26/2/2018)

Jelajah Keraton Surakarta

Rasa takjub terasa kuat di dada ketika menyaksikan sendiri kemegahan bangunan Keraton Surakarta. Ingatan-ingatan masa kerajaan dahulu seakan kembali timbul. Warisan budayanya yang lestari dari masa ke masa pun tak kalah ternilai dari bentuk fisik keratonnya sendiri, seperti upacara adat sekaten atau grebeg, tari-tarian sakral, gamelan sebagai alat musik tradisional, dan peninggalan pusaka lainnya semisal meriam dan keris. Ya, Kasunanan Surakarta menjadi kompleks bersejarah sebuah kerajaan Jawa yang masih eksis hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan budaya Jawa dan sejarahnya terbukti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjunginya.

Bersama INDACO, Bernas menyusuri Kasunanan Surakarta yang terletak di pusat Kota Solo dengan keratonnya yang menjadi salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.

Sampai saat ini, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Sebagian kompleks keraton memiliki fungsi lain sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Baca juga Tujuh Catatan Sejarah Penting Perjalanan Kasunanan Surakarta

Terkait arsitektur, Keraton Surakarta memiliki pola dasar tata ruang yang memiliki persamaan dengan Keraton Yogyakarta. Ternyata salah satu arsitek istana Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi (yang kelak bergelar Sultan Hamengkubuwana I) rupanya juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika memiliki persamaan.

Keraton Surakarta memiliki beberapa sembilan komplek, yaitu (1) Kompleks Alun-alun Lor/Utara, (2) Kompleks Sasana Sumewa, (3) Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, (4) Kompleks Kamandungan Lor/Utara, (5) Kompleks Sri Manganti, (6) Kompleks Kedaton, (7) Kompleks Kamagangan, (8) Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta (9) Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks Keraton Surakarta ini dikelilingi dengan Baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima meter dan tebal sekitar satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus meter dan panjang sekitar tujuh ratus meter.

Kompleks keraton yang berada di dalam dinding Baluwarti adalah dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan. Kompleks ini meliputi Gladag, Pangurakan, Alun-alun Lor, dan Masjid Agung Surakarta. Gladag yang sekarang dikenal dengan Perempatan Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Dahulu, lokasi di sekitar Gladag dan gapura kedua dipakai sebagai tempat menyimpan binatang hasil buruan sebelum digladag (dipaksa) dan disembelih di tempat penyembelihan.

Baca juga 4 Kuliner Istimewa Khas Kasunanan Surakarta

Wujud arsitektur pada kawasan Gladag ini mengandung arti simbolis, yaitu ajaran langkah pertama dalam usaha seseorang untuk mencapai tujuan ke arah Manunggaling Kawula Gusti (Bersatunya Rakyat dengan Raja). Alun-alun merupakan tempat diselenggarakannya upacara-upacara kerajaan yang melibatkan rakyat. Selain itu alun-alun menjadi tempat bertemunya Sri Sunan dan rakyatnya.

Di sebelah barat alun-alun utara berdiri Masjid Agung Surakarta. Masjid raya ini merupakan masjid resmi kerajaan dan didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana III pada tahun 1750 (Kasunanan Surakarta merupakan kerajaan Islam). Bangunan utamanya terdiri dari atas serambi dan masjid induk. Di sebelah utara alun-alun terdapat bangsal kecil yang disebut Bale Pewatangan dan Bale Pekapalan. Sasana Sumewa merupakan bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Tempat ini pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menghadap para punggawa (pejabat menengah ke atas) dalam upacara resmi kerajaan. Di kompleks ini terdapat sejumlah meriam diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Meriam ini dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Siti Hinggil merupakan suatu kompleks yang dibangun di atas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya. Kompleks ini memiliki dua gerbang, satu di sebelah utara yang disebut dengan Kori Wijil dan satu di sebelah selatan yang disebut dengan Kori Renteng. Pada tangga Siti Hinggil sebelah utara terdapat sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pemenggalan kepala Trunajaya yang disebut dengan Sela Pamecat.  Jadi kalau ke bertandang ke Solo jangan lupa mampir ke Keraton Solo yang unik tersebut. Bernas dan INDACO sudah membuktikan keindahan dan keagungan keraton tersebut.

Baca juga Tujuh Lokasi Wisata Sebagai Daya Tarik Utama di Sekitar Kasunanan Surakarta

Selasa (27/2/2018)

Tiga Kelompok Koruptor E-KTP

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Febri Diansyah mengatakan Proyek Kasus Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (E-KTP) ini melibatkan tiga kelompok besar. Ketiga kelompok besar yakni pejabat Kementerian Dalam Negeri, Anggota DPR periode 2009-2014, dan pihak swasta yang menggarap proyek di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Ketiga kelompok besar ini bisa dimasukkan dalam tiga kluster, yakni kluster pertama yang berada di sektor politik ketika pembahasan dilakukan. Kluster kedua yang ada instansi pemerintah yang menangani proyek. Salah satunya Kemendagri yang intens ditangani KPK. Sedangkan kluster ketiga yakni kluster swasta.

Baca juga Nama SBY Disebut Dalam Persidangan Kasus E-KTP, Ini Jawaban KPK

Febri menjelaskan saat ini penetapan tersangka baru di kluster instansi pemerintah. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya tersangka dari dua kluster lainnya. Intinya, dengan adanya pengelompokan tersebut, penyidik akan lebih mudah menjerat pihak-pihak lain yang ikut merasakan aliran dana rasuah tersebut.

Saat ini, diakui dia, penetapan tersangka megakasus ini masih berada di kluster kementerian yang menangani proyek E-KTP ini. "Tentu kami terbuka mendalami peran-peran di dua kluster lain, apakah itu proses pembahasan anggarannya ataupun pada sektor swasta. Baik dari pihak pemenang lelang atau pihak lain yang juga terkait perkara ini. Sebab belum tentu hanya pemenang lelang, total dari indikasi kerugian negara sangat terbuka dinikmati pihak-pihak lain," jelasnya.

Namun, menurut Febri, siapa tersangka baru E-KTP tergantung pada bukti permulaan yang didapat penyidik KPK. "Jadi setelah fakta persidangan dibuka di Pengadilan Tipikor kami melihat ada dugaan pelaku yang lain. Jadi itu bisa berasal dari birokrasi, swasta ataupun dari politik," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/2/2018) dikutip Kantor Berita Antara.

Baca juga KPK Buka-Bukaan Saja Soal Aktor-Aktor Lain Kasus e-KTP

Dijelaskan Febri, dalam setiap penanganan perkara, proses penyelidikan dilakukan untuk mencari atau mengumpulkan bukti permulaan yang cukup sebelum perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan dan diikuti dengan penetapan seseorang sebagai tersangka. Namun lantaran penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, Febri masih belum bisa bicara lebih jauh soal pihak yang diduga terlibat korupsi proyek e-KTP. "Itu tentu dilakukan belum bisa disampaikan secara terbuka. Karena proses pendalaman belum dalam tahap penyidikan saat ini," tutur dia.

Dia menambahkan, penetapan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP tak berhenti pada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dibawa ke persidangan, atau terhadap tersangka lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo yang kini masih tahap proses penyidikan. Menurut dia, KPK menduga ada pihak lain yang patut mempertanggungajawabkan perbuatannya dalam proyek senilai Rp 5,8 triliun itu. "Namun kami menduga masih ada pihak lain yang kami perlu telusuri lebih lanjut, tetapi sekali lagi untuk menelusuri peran pihak lain tentu harus sangat hati-hati dan dengan keyakinan bukti yang tidak meragukan," ujar Febri, Senin (19/2/2018).

Baca juga Ada Aktor Besar Dalam Kasus E-KTP? Setya Novanto: Ya Ada, Nantilah

Rabu (28/3/2018)

Siapa Pendamping Jokowi?

Pemilihan Presiden masih lebih dari setahun lagi, namun partai politik sudah getol mengelus jagonya. PDI-P secara resmi sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai Calon Presiden untuk periode mendatang pada rakernas di Bali minggu lalu. Sedangkan Gerindra masih malu-malu. Para pendukungya dengan terang-terangan menjagokan kembali Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Tapi Prabowo sendiri, sepertinya masih setengah hati. Ada dugaan Prabowo enggan untuk dicalonkan kembali. Selain umur yang sudah menua (Oktober 2019, 68 tahun), fisiknya juga diduga kurang prima untuk menjabat sebagai presiden. 

Baca juga Bantah Duet Dengan Jokowi, Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

Bisa saja dipaksakan, namun tentu sudah tidak optimum lagi. Partai lain sepertinya tidak memiliki calon presiden untuk dijagokan. Golkar sebagai partai pemenang ke dua tahun lalu saja, belum berani memunculkan jagonya, apalagi partai lainnya. Indonesia memang sedang mengalami krisis calon pemimpin. Partai yang diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka untuk menggodok seseorang menjadi calon pemimpin, nyatanya tidak mampu. 

Baca juga Golkar: Menangkan Jokowi, Perlu Cawapres yang Bisa Ini

Ada kemungkinan Prabowo tidak mencalonkan diri, melainkan memunculkan nama lain yang akan diusung Gerindra sebagai calon Presiden. Anies Baswedan dan Tuan Guru Badjang sepertinya masuk dalam radar Prabowo. Namun yang pasti, nantinya hanya akan muncul dua pasang calon Presiden. Jokowi dan penantangnya. Yang juga tidak kalah penting adalah siapa yang akan mendampingi mereka berdua nanti? Partai tengah dan partai bawah sudah mulai pula mengajukan jagonya sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi. Siapa sajakah mereka? 

Baca juga OSO Usulkan Wiranto Cawapres Pendamping Jokowi

Di beberapa daerah di Indonesia, Cak Imin dengan pede-nya mentahbiskan diri sebagai cawapres zaman now melalui spanduk gede-gede yang terpampang di jalan-jalan utama. Barangkali Cak Imin ingin menunjukkan kepada para capres bahwa dia memiliki konstituen tradisional yang loyal, NU. Demikian juga halnya dengan Rommy (Romahurmuzy, Ketua Umum PPP) yang dengan genit mulai mendekati istana sebagai tanda bahwa dia juga pantas mendampigi Jokowi mengingat dia memiliki pengikut dari islam tradisional juga. Tapi kenapa tiba-tiba terdengar samar-samar nama Budi Gunawan sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi? Dari bisik-bisik, ada dugaan itu merupakan usulan dari Teuku Umar.

Baca juga Suara Relawan Inginkan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Jokowi

Kamis (1/3/2018)

Pilkada 2018: Selamat Datang Koruptor

Tidak bisa dipungkiri, jika kita mau jujur, maka UU Pemilu paling tidak turut berkontribusi terhadap keberanian para calon pemimpin daerah atau pemimpin daerah untuk melakukan korupsi. Bayangkan saja jika ada seorang calon kepala daerah yang tertangkap tangan-seperti yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang diduga menerima suap berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Imas, terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Marianus Sae yang juga ditangkap oleh KPK dalam OTT, disangka menerima suap dari seorang pengusaha. 

Baca juga Kepala Daerah Korupsi, ICW: Rakyat Cermat Pilih Pemimpinnya

Marianus Sae yang maju dalam pemilihan Gubernur NTB ini merupakan kader PDI-P yang berpasangan dengan Emelia Julia Nomleni. Marianus Sae dan pasangannya didukung oleh PDI-P dan PKB. Sementara itu di awal Februari (4/2/2018), KPK juga menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka penerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Jombang, Inna Silestyanti. Inna memberikan uang tersebut dengan harapan agar Bupati Nyono dapat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Uang haram yang diberikan oleh Inna tersebut berasal dari uang kutipan jasa pelayanan kesehatan dan kapitasi BPJS dari 34 puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang. Sementara itu calon gubernur Lampung yang juga terkena OTT KPK, pada tanggal 16 Februari telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Namun dengan pongahnya berujar, “Saya kira, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus, maju terus, nomor 4 oke! Terus kece!" ujar Mustafa dengan jumawa sambil mengacungkan kedua tangannya ke depan seusai diperiksa oleh KPK , Jumat (23/2/2018).

Baca juga Meski Jadi Tahanan KPK, Cagub Lampung Sempat Kampanye

Paling anyar adalah Rabu dini hari (28/2/2018), kembali KPK melakukan operasi tangkap tangan untuk yang kelima kalinya terhadap kepala daerah yang berlaku lancung melakukan korupsi. KPK mencokok walikota termuda Indonesia, Adriatma Dwi Putra atau yang sering dipanggil dengan sebutan ADP. Dia ditangkap KPK bersama dengan sejumlah orang lainnya, termasuk ayahnya sendiri yang sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara. Sangat tragis, ayah dan anak ditangkap oleh KPK secara bersamaan. 

Baca juga OTT Walkot Kendari dan Cagub Sultra, ICW Soroti Dinasti Politik

Tapi meskipun demikian jika para kepala daerah yang sedang mencalonkan diri itu mundur, maka akan kena sangsi sesuai dengan UU Pemilu yang mengancam pengunduran diri para calon kepala daerah oleh sebab apapun. Hukuman penjara dan denda menanti jika mengundurkan diri. Akibatnya masyarakat disodorkan calon pemimpin yang sudah rusak akhlaknya.  Selamat Datang di Pilkada Serentak 2018 yang diikuti antara lain oleh para koruptor. Jadi SELAMAT DATANG PARA KUROPTOR DI PILKADA SERENTAK 2018.

Baca juga OTT KPK Jelang Pilkada 2018, Bongkar Rusaknya Demokrasi Politik Kita

Jumat (2/3/2018)

Dihukum Mati, Tapi Tidak Mati-Mati

Sehari menjelang kepalanya diganti, BNN dan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan  merilis hasil tangkapan mereka ke media. Tidak tanggung-tanggung pencucian uang dari hasil perdagangan narkoba sepanjang tahun 2014 hingga 2016 tidak kurang 6.4 triliun rupiah. PPATK juga mengendus sekitar 5000 transaksi keuangan yang janggal yang dilakukan oleh PT. Prima Sakti Sejahtera. Perusahaan ini adalah salah satu dari 6 perusahaan lainnya (DUV,  PT. GU, dan PT. HCI, PT. UJS, dan Devy dan Rekan Sejahtera) yang digunakan oleh tersangka DY untuk melakukan pencucian uang. 

Baca juga Artis Pakai Narkoba Berujung Rehabilitasi, BNN: Harus Dipenjara

Tersangka DY ditangkap bersama dengan tersangka lainnya, yaitu HR dan FH. Ada dugaan ini terkait dengan pencucian uang oleh Bandar narkoba terpidana mati dua kali, Togiman, alias toge, alias Toni. Modus yang digunakan adalah dengan medirikan perusahaan impor dan ekspor fiktif. Kemudian menerbitkan invoice bodong. Perusahaan yang ditagih akan membayarkan sejumlah uang. Uang ini ditampung di rekening bank yang sudah dipersiapkan sebelumnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga BNN Tunggu Jaksa Agung Soal Eksekusi Mati Napi Narkoba

Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa seorang terpidana mati Togiman masih dapat mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara? Mengapa hingga hari ini belum  juga dieksekusi? Padahal sudah divonis dua kali hukuman mati? Makanya dengan kesal Budi Waseso mengungkapkan: “Terpidana mati, tapi tidak mati-mati.” Terima kasih Budi Waseso yang sudah melakukan perang terhadap peredaran narkoba dengan hasil yang sangat baik. 

Baca juga Irjen Heru Winarko Resmi Jabat Kepala BNN Gantikan Buwas

Selamat datang Kepala BNN yang baru Heru Winarko. Semoga perang terhadap narkoba tetap berlanjut. Jangan biarkan BNN bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Semua harus membantu, termasuki PPATK dan Kepolisian yang sudah mendukung selama ini. Imbauan kita kepada Jaksa Agung, segeralah eksekusi terpidana mati tersebut agar tidak bisa lagi mengendalikan narkoba dari dalam penjara sambil menunggu proses eksekusi yang begitu lama. Terlalu berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda kita jika eksekusi terus ditunda-tunda. (RT)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Hukum dan Kriminal

Kasum TNI Cek Kesiapan Satgas Pamtas RI-Malaysia

BALIKPAPAN, BERNAS.ID - Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI), Letjen TNI Joni Supriyanto melakukan pengecekan dan memeriksa kesiapan operasi 450 prajurit pada Gelar Pasukan Satgas Yonif Raider-600/Modang dalam rangka tuga ...

Hukum dan Kriminal

Penemuan Mayat Bayi Dalam Sumur Gegerkan Warga Tulangbawang

TULANGBAWANG, BERNAS.ID - Penemuan mayat seorang bayi menggegerkan warga Unit 2, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang, Propinsi Lampung. Mayat bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ditemukan telah terapung di dalam sum ...

Hukum dan Kriminal

Sebar Hoax di Grup WA, Siap-Siap Ditangkap Tim Cyber Polri

JAKARTA, BERNAS.ID - Maraknya penyebaran hoax yang bisa menyesatkan di Grup Whatsapp, membuat Tim Cyber Polri merasa perlu melakukan pemantauan terhadap kegiatan didalam Grup WA tersebut, agar masyarakat tidak salah dalam menerima informa ...

Lifestyle

Ngonthel Bareng Cara Unik Polres Blitar Jaga Persatuan dan Kesatuan

BLITAR, BERNAS.ID - Untuk menjaga situasi kamtibmas agar kondusif dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa pasca Pemilu 2019, berbagai upaya telah dilakukan oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Salah satunya seperti yan ...

Pariwisata

Plt Bupati Mesuji Terpesona Keindahan Panorama Danau Ranau

OKU SELATAN, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji Propinsi Lampung melakukan studi banding yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mesuji Saply TH di Wisata Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU ...

Daerah

Oku Timur Ikuti PEDA KTNA di Musi Banyu Asin

BATURAJA, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU) Timur melalui Dinas Pertanian OKU Timur akan menerjunkan 40 peserta kontingen dalam acara Pekan Daerah Kelompok Tani - Nelayan Andalan (KTNA) ke XIII yang akan berlan ...

Olahraga

Ratusan Orang Ikuti Jalan Sehat Hari Lahir Pancasila

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat Hari Lahir Pancasila, pada Jumat pagi 14 Juni ...

DIY

Airnav Kesulitan Cari si Pelepas Balon Udara Liar

SLEMAN, BERNAS.ID- Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI)  cabang Yogyakarta  atau AirNav Indonesia cabang Yogyakarta mengaku kesulitan untuk mencari pelepas balon udara liar yang masuk j ...

DIY

Walikota Lantik Dewan Pengawas dan Direktur Bank Jogja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti siang ini melantik Sigit Arie Heryanto sebagai Direktur Bisnis dan Operasional Perusahaan Daerah (PD) Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Bank Jogja dan Yuni Istanto sebagai Anggota Dew ...

DIY

Kejadian Laka Lantas Operasi Ketupat 2019 di DIY Naik

SLEMAN, BERNAS.ID- Kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat Operasi Ketupat Progo (29 Mei-10 Juni 2019) mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2018 lalu. Dari data Polda DIY,  jumlah laka la ...

DIY

Balon Udara Raksasa Jatuh di Jatirejo Mlati Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Hari Rabu sore kemarin (12/6), sekira pukul 17.30 WIB, warga Jatirejo RT05/RW22, Sendangadi, Mlati, Sleman dikejutkan dengan jatuhnya balon udara raksasa warna kuning yang tersangkut di wilayah tersebut. Selama 10 menit, ...

Ekonomi

Presiden Jokowi: Perang Dagang Munculkan Peluang Baru bagi Indonesia

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu, 12 Juni 2019, menerima kunjungan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, ...

DIY

Warga Bantul Gelapkan Puluhan Mobil Rental

SLEMAN, BERNAS.ID- Kepolisian Sektor (Polsek) Mlati Sleman Yogyakarta berhasil meringkus pemuda berinisial ARW (29) warga Tamantirto, Kasihan, Bantul, pelaku penggelapan kendaraan bermotor berupa 3 buah mobil dan 1 buah handphone. Penggelap ...

Budaya

Sultan : Saling Memaafkan Membuat Kita Legowo

YOGYAKARTA, BERNAS ID - Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X berpesan bahwa memaafkan itu sejatinya dapat memerdekaan diri kita dari rasa dengki dan kekerdilan hati. Sehingga, dengan sa ...

Hukum dan Kriminal

Operasi Ketupat Progo 2019 Polres Bantul : Wilayah Bantul Aman dan Kondusif

BANTUL, BERNAS.ID - Operasi Ketupat Progo 2019 di wilayah hukum Polres Bantul sudah selesai. Tidak ada kejadian menonjol dalam pelaksanaan operasi yang dilaksanakan selama 13 hari itu. Diungkapkan Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan, S ...

DIY

Sri Sultan Ingin Masyarakat Jalin Benang-benang Solidaritas Kembali

SLEMAN, BERNAS.ID- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menghadiri silaturahmi dan syawalan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa 11 Juni 2019. Rombongan Sultan tiba sekitar pukul 09.00 WIB d ...

Politik

Koper Jomin: Jokowi Berikan Layanan Terbaik Bagi Pemudik

JAKARTA, BERNAS.ID - Ketua Umum Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat atau Koper Jomin H Ayep Zaki menolak tudingan jika pemerintahan Jokowi tidak bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat karena macetnya jalan tol trans Jawa akiba ...

DIY

Buya Syafii Menilai Menhan Sosok yang Positif

SLEMAN, BERNAS.ID-Guru Bangsa, Buya Syafii Maarif menilai sosok Menteri Pertahanan RI (Menhan), Ryamizard Ryacudu sebagai sosok yang positif. Hal ini disampaikannya seusai menerima kunjungan Menhan di kediamannya yang terletak di Nogotirto, ...

DIY

Menhan Bertemu Buya Syafii Bicara Masalah Agama dan Moral Bangsa

SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengunjungi Guru Bangsa, Buya Syafii Maarif untuk silahturahmi di kediamannya yang terletak di Nogotirto, Gamping, Sleman, Selasa pagi sekira pukul sepuluh, 11 Juni 2019. ...

Pendidikan

Cak Nun: Hidup Itu Kolusi dengan Allah

SLEMAN, BERNAS.ID- Hari pertama masuk setelah libur panjang Lebaran, keluarga besar UNY melaksanakan kegiatan syawalan. Hampir 2000 orang dosen, tenaga pendidik, dan perwakilan mahasiswa UNY mengikuti kegiatan halalbihalal di Auditoriu ...

DIY

Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Sleman Lakukan Sidak

SLEMAN, BERNAS.ID- Bupati bersama Wakil Bupati Sleman lakukan inspeksi mendadak (sidak) hari pertama masuk kerja pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman setelah libur panjang Lebaran, Senin 10 Juni 2019. Sidak ini dilakukan selepa ...

Ekonomi

Pemudik dengan Moda Pesawat Terbang di Jogja Stabil

SLEMAN, BERNAS.ID- General Manager PT Angkasa Pura I, selaku pengelola Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan puncak arus balik di Bandara Internasional Adisutjipto terjadi hari Sabtu kemarin, (8/6/2019). Ia menyeb ...

DIY

Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas dan Lava Pijar

SLEMAN,BERNAS.ID- Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten, kembali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur 1000 meter, amplitudo 60 milimeter dan berdurasi 198,16 detik ke arah hulu sungai ...

DIY

Banyak Balon Udara Liar di Jalur Penerbangan, Kemenhub Minta Aparat Bertindak Tegas

SLEMAN, BERNAS.ID-Kementerian Perhubungan merasa prihatin karena masih ditemukan banyaknya balon udara yang diterbangkan oleh masyarakat pada arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2019 ini. Hal tersebut banyak dilaporkan oleh para pilot y ...

DIY

Informasi Arus Balik Terminal Giwangan

YOGYA, BERNAS.ID - Puncak arus balik angkutan Lebaran 2019 di Terminal Giwangan Yogyakarta diperkirakan terjadi pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6). Diperkirakan, jumlah penumpang yang diberangkatkan berkurang dibanding tahun lalu. “ ...

DIY

Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri di Lapangan Denggung Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Ribuan umat muslim dari berbagai wilayah Kabupaten Sleman memadati lapangan Denggung, Sleman untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1440 H, Rabu 5 Juni 2019. Sholat Idul Fitri dimulai tepat pukul 07.00 WIB, lalu dilanjut ...

Budaya

1 Syawal 1440 H Jatuh Pada Tanggal 5 Juni 2019

JAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah melalui Kementerian Agama RI, menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriyah jatuh pada 5 Juni 2019 Masehi. Penetapan ini dilakukan setelah Kemenag menggelar sidang isbat, Senin (3/6/2019) malam, di Kementerian Agama, ...

Budaya

Presiden Jokowi : Idul Fitri Momen untuk Mempererat Persatuan dan Persaudaraan Bangsa

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi seluruh rakyat Indonesia yang merayakan. Dengan berlatar suasana mudik menjelang hari raya, Presiden juga menyampaikan harapannya agar Idul Fitr ...

DIY

Kakak Beradik Asal Solo Ini Mencuri di Pakem untuk Kebutuhan Lebaran

SLEMAN, BERNAS.ID- Siang bolong sekira jam 12 siang, dua pencuri bernama Kus Hardjanto (45) dan Kus Hartono (43) nekat mencuri di toko kelontong yang terletak di Jalan Kaliurang Km 21, Dusun Purworejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman, pad ...

Pariwisata

Kebon Kaktus dan Kandang Merino Wahana Baru di Puri Mataram

SLEMAN, BERNAS.ID - Bupati Sleman, Sri Purnomo meresmikan wahana wisata baru berupa Kebon Kaktus dan Kandang Merino di Komplek Puri Mataram, Sleman, Jumat (31/5/2019). Puri Mataram yang merupakan salah satu unit usaha BUMDes Tridadi Makm ...

Pendidikan

Pancasila Perlu Dijadikan Sumber Inspirasi "Politik Harapan" Bangsa

SLEMAN, BERNAS.ID- Universitas Gadjah Mada menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Halaman Balirung UGM. Upacara tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa ...

Kesehatan

Ani Yudhoyono Tutup Usia

SINGAPURA, BERNAS.ID - Ani Yudhoyono, istri Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, meninggal dunia di tengah perjuangannya melawan kanker darah (leukemia) di National University Hospital, Singapura, Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu S ...

DIY

BMI DIY Peringati Harlah Pancasila dengan Serangkaian Kegiatan

SLEMAN, BERNAS.ID- Banteng Muda Indonesia (BMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan serangkaian kegiatan untuk peringatan harlah (hari lahir) Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Nicolaus Langgeng Suksmanto, Penanggu ...

Politik

Muhammadiyah Imbau Hentikan Pertikaian Pasca Pilpres

YOGYA, BERNAS.ID - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak berbagai pihak melakukan silaturahmi kebangsaan, sebab kini muncul ketegangan dan kerusuhan pasca Pemilu 2019. Bila tidak, Indonesia akan menuju perpecahan. Ketua Umum Pimpinan Pusa ...

Kesehatan

Layanan Kesehatan di Kota Yogyakarta Selama Libur Lebaran Tetap Buka

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Layanan fasilitas kesehatan di Kota Yogyakarta selama musim liburan Lebaran tetap berjalan normal sebagaimana biasanya, hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Fita Yulia Kisworini, M.Kes, Rab ...

DIY

Rekayasa Arus Mudik, Jalur Sisi Barat Proyek Underpass Kentungan Dibuka

SLEMAN, BERNAS.ID- Antisipasi kepadatan arus kendaraan mudik Lebaran 2019, sisi barat proyek underpass Kentungan dibuka sejak Rabu (29/5) hari ini, sementara pekerjaan proyek diberhentikan total selama libur Idul Fitri 1440 Hijriah. Pemb ...

DIY

Mudik Lebaran, Jalan Denggung-Wonorejo Dibuka Sementara

SLEMAN, BERNAS.ID- Jalan Dengung-Wonorejo telah dibuka untuk sementara waktu jelang libur Lebaran atau Idul Fitri 1440 Hijriah pada H-7 sampai H+7 (tanggal 29 Mei-10 Juni 2019). Pembukaan jalur ini dilakukan karena pembangunan empat jembata ...

Pendidikan

XL Axiata – Kementerian Agama Luncurkan Program Madrasah Aliyah 4.0

JAKARTA, BERNAS.ID - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bekerja sama mengembangkan pendidikan berbasis digital di sekolah setingkat Madrasah Aliyah. Program ini akan menjangkau sedikitnya 400 Mad ...

DIY

Edarkan Sabu-sabu, Imbalannya Sabu-sabu

SLEMAN, BERNAS.ID- Polres Sleman berhasil meringkus satu orang berinisial PU (36), warga Surakarta, Jawa Tengah, yang diduga terkait peredaran sabu jaringan Solo-Yogya di wilayah hukum Sleman. PU ditangkap petugas di Banjarsari, Surakarta, ...

DIY

Arus Mudik di Bandara Adisutjipto Terpantau Mengalami Kenaikan

SLEMAN, BERNAS.ID- Menyambut momen lebaran dan libur panjang, Juni 2019, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta melaksanakan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2019 (1440 H). Apel pembukaan posko te ...

Pariwisata

Libur Lebaran, Dispar DIY Siapkan Toilet dan Objek Wisata yang Bersih

BANTUL, BERNAS.ID- Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki persiapan jelang liburan Idul Fitri 1440 Hijriah. Persiapan ini dilakukan mengingat kenaikan wisatawan pada tahun 2018 lalu. Kepala Dinas Dispar DIY, ...

DIY

Operasi Ketupat 2019 Digelar Selama 13 Hari

SLEMAN, BERNAS.ID- Jelang Idul Fitri 1440 Hijriah, Polda DIY bersama TNI beserta komponen masyarakat melakukan apel gelar pasukan Operasi Ketupat tahun 2019 di Halaman Mapolda, Selasa (28/5). Operasi Ketupat Tahun 2019 akan digelar selama 1 ...

DIY

475 Petugas Disiagakan untuk Operasi Ketupat Progo Kota Jogja 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Polresta Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo 2019 di Halaman Timur GOR Among Rogo, Selasa (28/5/2019). Bertindak sebagai pemimpin apel Walikota Jogja Haryadi Suyu ...

Pariwisata

E-Pesta, Aplikasi untuk Melindungi Pariwisata dan Wisatawan di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Untuk mewujudkan akuntabilitas Kawasan Wisata Nasional di Kabupaten Sleman yang meliputi pencegahan terhadap kecelakaan, pengaduan masyarakat dan mencegah temuan hasil pemeriksaan, Bupati Sleman, Sri Purnomo meluncurkan a ...

DIY

Konsep Khilafah Versi Ahmadiyah, Beda Dengan Khilafah Islam Mainstream

SLEMAN, BERNAS.ID - Khilafah Islamiyah umumnya selalu diidentikkan dengan sistem politik. Hal ini bisa dimaklumi, karena konsep khilafah yang mencuat ke permukaan adalah model khilafah Hizbut Tahrir, ISIS, atau Al-Qaeda yang jelas-jelas ori ...

DIY

Operasi Angkutan Lebaran 2019 Sleman dengan Jalur Alternatifnya

SLEMAN, BERNAS.ID- Terkait adanya peningkatan pengendara bermotor roda dua ataupun roda empat, Kabupaten Sleman telah memiliki rencana Operasi Angkutan Lebaran tahun 2019 untuk pengendalian arus kendaraan. Operasi Angkutan Lebaran akan dila ...

DIY

PT KAI Daop 6 Gelar Posko Angkutan Lebaran 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Menyambut Lebaran 1440 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta telah melakukan berbagai persiapan untuk melayani pemudik yang akan menggunakan layanan kereta api. Upacara Gelar Pasuka ...

Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Virus Antraks, Pengawasan Ternak DIY Diperketat

YOGYA, BERNAS.ID- Pemda DIY mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus antraks di DIY, khususnya Gunungkidul. Sebab, sampel tanah yang diteliti Balai Besar Veterine di sana dinilai positif antraks. Terkait laporan ters ...

Budaya

Usai Bertemu Presiden Jokowi, Habibie Tegaskan Persatuan Bangsa Tak Bisa Ditawar

JAKARTA, BERNAS.ID - Selepas pelaksanaan Pemilu 2019, seluruh rakyat Indonesia diharapkan dapat kembali merekatkan rasa persaudaraan dan kembali bersatu membangun bangsa. Hal itu disampaikan Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J. Habib ...

Pendidikan

Pesan Damai dari UGM kepada Indonesia untuk Persatuan

SLEMAN, BERNAS.ID- Para akademisi dan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menyerukan pesan perdamaian dan persatuan kepada seluruh elite politik dan rakyat Indonesia di Balairung UGM, Jumat 24 Mei 2019. Seruan ini dikeluarkan untuk menyi ...