BERNAS Sepekan


03 Maret 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

Bernas.id - Mulai hari ini, BERNAS Sepekan menemani Anda setiap Sabtu. Berita utama yang pernah terbit akan kami rangkum menjadi satu hingga memudahkan Anda untuk melihat kembali peristiwa penting apa saja yang terjadi minggu ini, Senin hingga Jumat. Ke depan kami akan meringkasnya dalam bentuk infografis. (Redaksi Bernas)

Senin (26/2/2018)

Jelajah Keraton Surakarta

Rasa takjub terasa kuat di dada ketika menyaksikan sendiri kemegahan bangunan Keraton Surakarta. Ingatan-ingatan masa kerajaan dahulu seakan kembali timbul. Warisan budayanya yang lestari dari masa ke masa pun tak kalah ternilai dari bentuk fisik keratonnya sendiri, seperti upacara adat sekaten atau grebeg, tari-tarian sakral, gamelan sebagai alat musik tradisional, dan peninggalan pusaka lainnya semisal meriam dan keris. Ya, Kasunanan Surakarta menjadi kompleks bersejarah sebuah kerajaan Jawa yang masih eksis hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan budaya Jawa dan sejarahnya terbukti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjunginya.

Bersama INDACO, Bernas menyusuri Kasunanan Surakarta yang terletak di pusat Kota Solo dengan keratonnya yang menjadi salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.

Sampai saat ini, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Sebagian kompleks keraton memiliki fungsi lain sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Baca juga Tujuh Catatan Sejarah Penting Perjalanan Kasunanan Surakarta

Terkait arsitektur, Keraton Surakarta memiliki pola dasar tata ruang yang memiliki persamaan dengan Keraton Yogyakarta. Ternyata salah satu arsitek istana Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi (yang kelak bergelar Sultan Hamengkubuwana I) rupanya juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika memiliki persamaan.

Keraton Surakarta memiliki beberapa sembilan komplek, yaitu (1) Kompleks Alun-alun Lor/Utara, (2) Kompleks Sasana Sumewa, (3) Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, (4) Kompleks Kamandungan Lor/Utara, (5) Kompleks Sri Manganti, (6) Kompleks Kedaton, (7) Kompleks Kamagangan, (8) Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta (9) Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks Keraton Surakarta ini dikelilingi dengan Baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima meter dan tebal sekitar satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus meter dan panjang sekitar tujuh ratus meter.

Kompleks keraton yang berada di dalam dinding Baluwarti adalah dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan. Kompleks ini meliputi Gladag, Pangurakan, Alun-alun Lor, dan Masjid Agung Surakarta. Gladag yang sekarang dikenal dengan Perempatan Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Dahulu, lokasi di sekitar Gladag dan gapura kedua dipakai sebagai tempat menyimpan binatang hasil buruan sebelum digladag (dipaksa) dan disembelih di tempat penyembelihan.

Baca juga 4 Kuliner Istimewa Khas Kasunanan Surakarta

Wujud arsitektur pada kawasan Gladag ini mengandung arti simbolis, yaitu ajaran langkah pertama dalam usaha seseorang untuk mencapai tujuan ke arah Manunggaling Kawula Gusti (Bersatunya Rakyat dengan Raja). Alun-alun merupakan tempat diselenggarakannya upacara-upacara kerajaan yang melibatkan rakyat. Selain itu alun-alun menjadi tempat bertemunya Sri Sunan dan rakyatnya.

Di sebelah barat alun-alun utara berdiri Masjid Agung Surakarta. Masjid raya ini merupakan masjid resmi kerajaan dan didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana III pada tahun 1750 (Kasunanan Surakarta merupakan kerajaan Islam). Bangunan utamanya terdiri dari atas serambi dan masjid induk. Di sebelah utara alun-alun terdapat bangsal kecil yang disebut Bale Pewatangan dan Bale Pekapalan. Sasana Sumewa merupakan bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Tempat ini pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menghadap para punggawa (pejabat menengah ke atas) dalam upacara resmi kerajaan. Di kompleks ini terdapat sejumlah meriam diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Meriam ini dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Siti Hinggil merupakan suatu kompleks yang dibangun di atas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya. Kompleks ini memiliki dua gerbang, satu di sebelah utara yang disebut dengan Kori Wijil dan satu di sebelah selatan yang disebut dengan Kori Renteng. Pada tangga Siti Hinggil sebelah utara terdapat sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pemenggalan kepala Trunajaya yang disebut dengan Sela Pamecat.  Jadi kalau ke bertandang ke Solo jangan lupa mampir ke Keraton Solo yang unik tersebut. Bernas dan INDACO sudah membuktikan keindahan dan keagungan keraton tersebut.

Baca juga Tujuh Lokasi Wisata Sebagai Daya Tarik Utama di Sekitar Kasunanan Surakarta

Selasa (27/2/2018)

Tiga Kelompok Koruptor E-KTP

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Febri Diansyah mengatakan Proyek Kasus Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (E-KTP) ini melibatkan tiga kelompok besar. Ketiga kelompok besar yakni pejabat Kementerian Dalam Negeri, Anggota DPR periode 2009-2014, dan pihak swasta yang menggarap proyek di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Ketiga kelompok besar ini bisa dimasukkan dalam tiga kluster, yakni kluster pertama yang berada di sektor politik ketika pembahasan dilakukan. Kluster kedua yang ada instansi pemerintah yang menangani proyek. Salah satunya Kemendagri yang intens ditangani KPK. Sedangkan kluster ketiga yakni kluster swasta.

Baca juga Nama SBY Disebut Dalam Persidangan Kasus E-KTP, Ini Jawaban KPK

Febri menjelaskan saat ini penetapan tersangka baru di kluster instansi pemerintah. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya tersangka dari dua kluster lainnya. Intinya, dengan adanya pengelompokan tersebut, penyidik akan lebih mudah menjerat pihak-pihak lain yang ikut merasakan aliran dana rasuah tersebut.

Saat ini, diakui dia, penetapan tersangka megakasus ini masih berada di kluster kementerian yang menangani proyek E-KTP ini. "Tentu kami terbuka mendalami peran-peran di dua kluster lain, apakah itu proses pembahasan anggarannya ataupun pada sektor swasta. Baik dari pihak pemenang lelang atau pihak lain yang juga terkait perkara ini. Sebab belum tentu hanya pemenang lelang, total dari indikasi kerugian negara sangat terbuka dinikmati pihak-pihak lain," jelasnya.

Namun, menurut Febri, siapa tersangka baru E-KTP tergantung pada bukti permulaan yang didapat penyidik KPK. "Jadi setelah fakta persidangan dibuka di Pengadilan Tipikor kami melihat ada dugaan pelaku yang lain. Jadi itu bisa berasal dari birokrasi, swasta ataupun dari politik," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/2/2018) dikutip Kantor Berita Antara.

Baca juga KPK Buka-Bukaan Saja Soal Aktor-Aktor Lain Kasus e-KTP

Dijelaskan Febri, dalam setiap penanganan perkara, proses penyelidikan dilakukan untuk mencari atau mengumpulkan bukti permulaan yang cukup sebelum perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan dan diikuti dengan penetapan seseorang sebagai tersangka. Namun lantaran penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, Febri masih belum bisa bicara lebih jauh soal pihak yang diduga terlibat korupsi proyek e-KTP. "Itu tentu dilakukan belum bisa disampaikan secara terbuka. Karena proses pendalaman belum dalam tahap penyidikan saat ini," tutur dia.

Dia menambahkan, penetapan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP tak berhenti pada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dibawa ke persidangan, atau terhadap tersangka lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo yang kini masih tahap proses penyidikan. Menurut dia, KPK menduga ada pihak lain yang patut mempertanggungajawabkan perbuatannya dalam proyek senilai Rp 5,8 triliun itu. "Namun kami menduga masih ada pihak lain yang kami perlu telusuri lebih lanjut, tetapi sekali lagi untuk menelusuri peran pihak lain tentu harus sangat hati-hati dan dengan keyakinan bukti yang tidak meragukan," ujar Febri, Senin (19/2/2018).

Baca juga Ada Aktor Besar Dalam Kasus E-KTP? Setya Novanto: Ya Ada, Nantilah

Rabu (28/3/2018)

Siapa Pendamping Jokowi?

Pemilihan Presiden masih lebih dari setahun lagi, namun partai politik sudah getol mengelus jagonya. PDI-P secara resmi sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai Calon Presiden untuk periode mendatang pada rakernas di Bali minggu lalu. Sedangkan Gerindra masih malu-malu. Para pendukungya dengan terang-terangan menjagokan kembali Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Tapi Prabowo sendiri, sepertinya masih setengah hati. Ada dugaan Prabowo enggan untuk dicalonkan kembali. Selain umur yang sudah menua (Oktober 2019, 68 tahun), fisiknya juga diduga kurang prima untuk menjabat sebagai presiden. 

Baca juga Bantah Duet Dengan Jokowi, Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

Bisa saja dipaksakan, namun tentu sudah tidak optimum lagi. Partai lain sepertinya tidak memiliki calon presiden untuk dijagokan. Golkar sebagai partai pemenang ke dua tahun lalu saja, belum berani memunculkan jagonya, apalagi partai lainnya. Indonesia memang sedang mengalami krisis calon pemimpin. Partai yang diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka untuk menggodok seseorang menjadi calon pemimpin, nyatanya tidak mampu. 

Baca juga Golkar: Menangkan Jokowi, Perlu Cawapres yang Bisa Ini

Ada kemungkinan Prabowo tidak mencalonkan diri, melainkan memunculkan nama lain yang akan diusung Gerindra sebagai calon Presiden. Anies Baswedan dan Tuan Guru Badjang sepertinya masuk dalam radar Prabowo. Namun yang pasti, nantinya hanya akan muncul dua pasang calon Presiden. Jokowi dan penantangnya. Yang juga tidak kalah penting adalah siapa yang akan mendampingi mereka berdua nanti? Partai tengah dan partai bawah sudah mulai pula mengajukan jagonya sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi. Siapa sajakah mereka? 

Baca juga OSO Usulkan Wiranto Cawapres Pendamping Jokowi

Di beberapa daerah di Indonesia, Cak Imin dengan pede-nya mentahbiskan diri sebagai cawapres zaman now melalui spanduk gede-gede yang terpampang di jalan-jalan utama. Barangkali Cak Imin ingin menunjukkan kepada para capres bahwa dia memiliki konstituen tradisional yang loyal, NU. Demikian juga halnya dengan Rommy (Romahurmuzy, Ketua Umum PPP) yang dengan genit mulai mendekati istana sebagai tanda bahwa dia juga pantas mendampigi Jokowi mengingat dia memiliki pengikut dari islam tradisional juga. Tapi kenapa tiba-tiba terdengar samar-samar nama Budi Gunawan sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi? Dari bisik-bisik, ada dugaan itu merupakan usulan dari Teuku Umar.

Baca juga Suara Relawan Inginkan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Jokowi

Kamis (1/3/2018)

Pilkada 2018: Selamat Datang Koruptor

Tidak bisa dipungkiri, jika kita mau jujur, maka UU Pemilu paling tidak turut berkontribusi terhadap keberanian para calon pemimpin daerah atau pemimpin daerah untuk melakukan korupsi. Bayangkan saja jika ada seorang calon kepala daerah yang tertangkap tangan-seperti yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang diduga menerima suap berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Imas, terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Marianus Sae yang juga ditangkap oleh KPK dalam OTT, disangka menerima suap dari seorang pengusaha. 

Baca juga Kepala Daerah Korupsi, ICW: Rakyat Cermat Pilih Pemimpinnya

Marianus Sae yang maju dalam pemilihan Gubernur NTB ini merupakan kader PDI-P yang berpasangan dengan Emelia Julia Nomleni. Marianus Sae dan pasangannya didukung oleh PDI-P dan PKB. Sementara itu di awal Februari (4/2/2018), KPK juga menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka penerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Jombang, Inna Silestyanti. Inna memberikan uang tersebut dengan harapan agar Bupati Nyono dapat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Uang haram yang diberikan oleh Inna tersebut berasal dari uang kutipan jasa pelayanan kesehatan dan kapitasi BPJS dari 34 puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang. Sementara itu calon gubernur Lampung yang juga terkena OTT KPK, pada tanggal 16 Februari telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Namun dengan pongahnya berujar, “Saya kira, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus, maju terus, nomor 4 oke! Terus kece!" ujar Mustafa dengan jumawa sambil mengacungkan kedua tangannya ke depan seusai diperiksa oleh KPK , Jumat (23/2/2018).

Baca juga Meski Jadi Tahanan KPK, Cagub Lampung Sempat Kampanye

Paling anyar adalah Rabu dini hari (28/2/2018), kembali KPK melakukan operasi tangkap tangan untuk yang kelima kalinya terhadap kepala daerah yang berlaku lancung melakukan korupsi. KPK mencokok walikota termuda Indonesia, Adriatma Dwi Putra atau yang sering dipanggil dengan sebutan ADP. Dia ditangkap KPK bersama dengan sejumlah orang lainnya, termasuk ayahnya sendiri yang sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara. Sangat tragis, ayah dan anak ditangkap oleh KPK secara bersamaan. 

Baca juga OTT Walkot Kendari dan Cagub Sultra, ICW Soroti Dinasti Politik

Tapi meskipun demikian jika para kepala daerah yang sedang mencalonkan diri itu mundur, maka akan kena sangsi sesuai dengan UU Pemilu yang mengancam pengunduran diri para calon kepala daerah oleh sebab apapun. Hukuman penjara dan denda menanti jika mengundurkan diri. Akibatnya masyarakat disodorkan calon pemimpin yang sudah rusak akhlaknya.  Selamat Datang di Pilkada Serentak 2018 yang diikuti antara lain oleh para koruptor. Jadi SELAMAT DATANG PARA KUROPTOR DI PILKADA SERENTAK 2018.

Baca juga OTT KPK Jelang Pilkada 2018, Bongkar Rusaknya Demokrasi Politik Kita

Jumat (2/3/2018)

Dihukum Mati, Tapi Tidak Mati-Mati

Sehari menjelang kepalanya diganti, BNN dan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan  merilis hasil tangkapan mereka ke media. Tidak tanggung-tanggung pencucian uang dari hasil perdagangan narkoba sepanjang tahun 2014 hingga 2016 tidak kurang 6.4 triliun rupiah. PPATK juga mengendus sekitar 5000 transaksi keuangan yang janggal yang dilakukan oleh PT. Prima Sakti Sejahtera. Perusahaan ini adalah salah satu dari 6 perusahaan lainnya (DUV,  PT. GU, dan PT. HCI, PT. UJS, dan Devy dan Rekan Sejahtera) yang digunakan oleh tersangka DY untuk melakukan pencucian uang. 

Baca juga Artis Pakai Narkoba Berujung Rehabilitasi, BNN: Harus Dipenjara

Tersangka DY ditangkap bersama dengan tersangka lainnya, yaitu HR dan FH. Ada dugaan ini terkait dengan pencucian uang oleh Bandar narkoba terpidana mati dua kali, Togiman, alias toge, alias Toni. Modus yang digunakan adalah dengan medirikan perusahaan impor dan ekspor fiktif. Kemudian menerbitkan invoice bodong. Perusahaan yang ditagih akan membayarkan sejumlah uang. Uang ini ditampung di rekening bank yang sudah dipersiapkan sebelumnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga BNN Tunggu Jaksa Agung Soal Eksekusi Mati Napi Narkoba

Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa seorang terpidana mati Togiman masih dapat mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara? Mengapa hingga hari ini belum  juga dieksekusi? Padahal sudah divonis dua kali hukuman mati? Makanya dengan kesal Budi Waseso mengungkapkan: “Terpidana mati, tapi tidak mati-mati.” Terima kasih Budi Waseso yang sudah melakukan perang terhadap peredaran narkoba dengan hasil yang sangat baik. 

Baca juga Irjen Heru Winarko Resmi Jabat Kepala BNN Gantikan Buwas

Selamat datang Kepala BNN yang baru Heru Winarko. Semoga perang terhadap narkoba tetap berlanjut. Jangan biarkan BNN bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Semua harus membantu, termasuki PPATK dan Kepolisian yang sudah mendukung selama ini. Imbauan kita kepada Jaksa Agung, segeralah eksekusi terpidana mati tersebut agar tidak bisa lagi mengendalikan narkoba dari dalam penjara sambil menunggu proses eksekusi yang begitu lama. Terlalu berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda kita jika eksekusi terus ditunda-tunda. (RT)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Pariwisata

Pemenang Festival Desa Wisata 2018

Bernas.id- 24 Desa Wisata ramaikan Festival Desa Wisata (FDW) 2018 yang berlangsung di Desa Wisata Kelor, Bangunkerto, Turi, Minggu 18 November 2018. Kegiatan FDW ini sudah dilaksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman untuk yang ketiga ka ...

DIY

Kominfo RI: Pesta Demokrasi Itu Senang-senang, Bukan Berantem

Bernas.id- Rosarita Niken Widiastuti, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian KOMINFO RI mengatakan bahwa tugas dari Kominfo itu sebagai humasnya pemerintah. "Jadi, tugas dari Kominfo itu sebagai humasnya pemerintah, gov ...

DIY

7 Hotel Berbintang Turut Mangayubagya HUT Bernas

Bernas.id -- Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Bernas (Bernas.id) diperingati dan dirayakan secara sederhana,  pada hari Kamis, 15 November 2018, bertempat di Gelanggang Mahasiswa Kampus STIEBBANK, Jalan Magelang Km 8, Mlati, Sleman - DI Yo ...

DIY

Di Jogja, Sandiaga Apresiasi Komunitas RX King

Bernas.id- Di Yogyakarta, calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Uno mengapresiasi komunitas RX King karena memiliki kegiatan yang positif untuk merekatkan masyarakat. "Saya mendukung sekali kegiatannya apalagi denga ...

DIY

Ini Cara Revitalisasi dan Gerakan Kunjung Pasar Tradisional Ala Sandiaga Uno

Bernas.id- Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno berkunjung ke Pasar Stand Tajem, Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Setelah berkunjung dari Pasar Stand Tajem dan mendengar keluhan dari sejumlah pedagang, ia mengatakan b ...

DIY

Sandiaga Uno Belanja di Pasar Stand Tajem Maguwoharjo

Bernas.id- Calon Wakil Presiden no urut 2, Sandiaga Uno berkunjung ke Pasar Stand Tajem, Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Baru saja turun dari mobil, Sandiaga diajak berfoto bersama dengan para pengunjung dan pedagang pasar. ...

Pendidikan

Perpustakaan Alternatif Jogja Diresmikan, Buka 20 Jam Sehari

Bernas.id - Kota Yogyakarta kini memiliki sebuah perpustakaan baru, yang dikelola pemerintah kota tersebut. Perpustakaan Alternatif Kota Yogyakarta atau Pevita yang berada di Jalan Mayjen Sutoyo 32 itu diresmikan Kamis (15/11/3018) pagi. ...

DIY

Segera Melakukan Evaluasi Keselamatan Bangunan Pendidikan di Yogyakarta

Bernas.id- Terkait bangunan SD dan TK di perkotaan yang mulai  bertingkat karena terbatasnya  lahan, menurut Noor Cholid Idham pakar arsitektur dari UII Yogyakarta, pengelola bangunan mulai sekarang harus memperhatikan keamanan pe ...

DIY

Inilah Komik Si Loko, Ikon PT Kereta Api Indonesia

Bernas.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan Komik Si Loko "The Origin", Rabu (14/11/2018) di Loko Coffee Shop, Stasiun Yogyakarta. Komik Si Loko “The Origin” diluncurkan oleh Vice President Marketing Passenge ...

Olahraga

Turnamen Catur Segoro Mukti Cup Siap Digelar

BANTUL, Bernas.id --Dalam rangka memupuk sportivitas dan ikut serta dalam pembinaan mental dan menyiapkan generasi yang cerdas, jujur dan sportif, Klub Kuda Kencana Srigading, Kec Sanden, Kab Bantul dengan dukungan Pemerintah Desa Srigading ...

Pariwisata

Steamboat Sehat dan Hemat di Grand Ambarrukmo Yogyakarta

JOGJA, Bernas.id -Mengawali musim hujan di bulan November ini, paling tepat jika disuguhi makanan yang berkuah yang dapat menghangatkan badan. Ditambah dengan banyaknya pilihan lauk dan sayuran yang direbus bersama dengan kuah kaldu, membua ...

DIY

15 Penerbang Baru Akan Memperkuat TNI

Bernas.id- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, melantik 15 penerbang muda lulusan Sekbang A-94/ PSDP A-31 dalam upacara militer yang dikenal dengan Wingday dan Praspa Penerbang TNI bertempat di lapangan Jupi ...

DIY

PT KAI Daop 6 Eksekusi Lahan yang Dihuni 58 KK

Bernas.id - PT KAI Daop VI Jogja melakukan eksekusi lahan eks pabrik minyak Mataram di Jalan Zeni Tentara Pelajar, kawasan Bumijo, Yogyakarta, Rabu (14/11/2018). Lahan seluas 5.310 meter persegi yang berisi perumahan permanen maupun semi pe ...

Ekonomi

BUMDes Solusi Masyarakat Desa Tak Tergantung Pemerintah

Bernas.id- Dengan pemukulan kentongan, Wakil Bupati Sleman meresmikan Bumisadu (Badan Usaha Milik Desa Wisata Desa Terpadu) BUMDes Sambimulyo, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Pemberdayaan Mas ...

Pendidikan

Aplikasi Habibi Harumkan Indonesia di Singtel Group Future Makers 2018

JAKARTA, Bernas.id– Sebanyak dua penghargaan tingkat Asia Pasifik berhasil dimenangkan oleh Startup asal Indonesia, Habibi Garden, dalam ajang Singtel  Group Future Makers 2018. Dua penghargaan yang diterima ialah People Choice A ...

DIY

Rekan Satu Asrama Takut HS Akhiri Hidupnya

Bernas.id- Furqan Abdul Rais Zordi (21), mahasiswa geografi UGM yang merupakan teman satu angkatan asrama dengan terduga pelecehan seksual HS mengatakan  bahwa dirinya sudah lama tidak berkomunikasi dengan HS semenjak akhir KKN.  ...

DIY

Walikota Hentikan Operasional Wahana Bianglala dan Kora-Kora di Sekaten

Bernas.id - Walikota Jogja Haryadi Suyuti angkat bicara terkait insiden bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS), Minggu (11/11/2018) malam. Ia menegaskan sudah menghentikan operasional wahana bianglala dan juga kora-kora di PMPS. ...

DIY

TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2018 Kodim 0734/Yogyakarta Resmi Ditutup

Bernas.id - Komando Distrik Militer (Kodim) 0734/Yogyakarta menggelar upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III 2018 di Lapangan AMC Pakuncen pada Selasa (13/11/2018). TMMD Sengkuyung kali ini menyasar Pa ...

Pendidikan

Sebelum ke Ranah Hukum, UGM Akan Bentuk Tim Etik

Bernas.id- Rektor UGM, Panut Mulyono menyambut baik kunjungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia yang diwakili Hasto Atmojo selaku Wakil Ketua LPSK RI guna ikut menyelesaikan kasus pelecehan seksual di UGM. & ...

DIY

Terlilit Hutang, Liong Nekad Jual Shabu

Bernas.id- Dari informasi tentang adanya penyalahgunaan narkoba di wilayah Sleman, Petugas Satuan Narkoba Polres Sleman melakukan penyelidikan. Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018, sekitar Jam 05.00 WIB, Sat Narkoba Polre ...

Pendidikan

Perlunya Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual UGM ke Ranah Hukum

Bernas.id- Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia dengan ...

DIY

Seluruh Kabin Bianglala Sekaten yang Mengalami Insiden Sudah Dilepas

Bernas.id- Beberapa kabin bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten mengalami insiden terbalik pada Minggu (11/11) malam.  Kini seluruh kabin sudah dibongkar setelah panitia penyelenggara menghentikan operasional bianglala tersebut. ...

Kesehatan

Kolaborasi Multi-sektoral, Sebuah Keniscayaan dalam Pembangunan Kesehatan

Bernas.id- Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek mengatakan tema Hari Kesehatan Nasional, "Aku Cinta Sehat", yang diperingati setiap tanggal 12 November sejalan dengan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program&nb ...

Kesehatan

Ribuan Orang Pawai Kampanyekan Pola Hidup Sehat di Malioboro

Bernas.id - Ribuan orang mahasiswa dan karyawan di bidang kesehatan mengikuti pawai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018 di sepanjang Jalan Malioboro, Minggu (11/11/2018). Kegiatan itu sekaligus mengkampanyekan perilaku hidup sehat ...

Kesehatan

ODAPUS Ikuti Bincang Kesehatan tentang Reproduksi di Hi-Lab

Bernas.id - Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Komunitas Orang dengan Lupus (ODAPUS) MY LUPUS untuk kali keempat menggelar bincang kesehatan reproduksi dalam Focus Group Discussion (FGD) dan pengenalan jogjalupuscare.com, Minggu (11/11 ...

Budaya

Keira, Drama Thriller Tentang Gadis Berkepribadian 7

Bernas.id -Dengan 7 kepribadian yang berbeda, Keira (Angelica Simperler), gadis yang cantik dan cerdas, seakan tak memiliki masa depan. Pesugihan yang disepakati sang ayah dengan Ratu penghuni air terjun menjadi penyebab Keira suram menatap ...

DIY

PT KAI Luncurkan Dapur Sentral Baru

Bernas.id - Bersamaan dengan Hari Pahlawan 2018 PT Reksa Multi Usaha selaku anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan beberapa produk dan sistem aplikasi baru yang bertajuk "Reska Bersatoe Berdjoeang Bersama". Bebe ...

DIY

Bioskop Berbisik, Ketika Puluhan Siswa Tunanetra Nonton Bersama

Bernas.id - Nonton film layar lebar biasanya lengang dan hanya diisi suara para aktor dalam film. Namun kali ini berbeda. Suara bisik-bisik jelas terdengar terus menerus, walau pelan. Bukan terjadi antara dua orang saja, tapi hampir seluruh ...

DIY

Menteri Sosial: Implementasikan Nilai-nilai Kepahlawanan di Kehidupan Sehari-hari

Bernas id- Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Peringatan Hari Pahlawan bukanlah semata-mata sebuah acara, tapi harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, tapi subtansi. "Setiap peringatan Hari Pahlawan har ...

DIY

Seknas Jokowi Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Gunungkidul

Bernas.id - Setelah sukses mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta dan Sleman beberapa waktu lalu, hari ini Jumat (9/11/2018) bertempat di Monumen Jenderal Sudirman, Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, kembali Se ...

DIY

LPSK RI Jemput Bola Korban Pelecehan Seksual UGM

Bernas.id- Terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu mahasiswi UGM ketika KKN, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia, Abdul Haris Semendawai berencana memberikan perlindungan kepada korban. & ...

DIY

Di Wilayah Ini, Bawaslu DIY Banyak Temukan Pelanggaran Alat Peraga Kampanye

Bernas.id - Badan Pengawas Pemilu DIY menemukan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye terbanyak di DIY terjadi di Kota Yogyakarta. Pelanggaran mencapai 53,2 persen atau 2.341 dari total 4.400 alat peraga kampanye yang melanggar aturan ...

Pendidikan

Dekan Fisipol Ikut Aksi Kita Agni, Ini Tuntutannya

Bernas.id - Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Balairung Press atas reportasenya. "Kita sangat berterima kasih ...

DIY

Gerakan Kita Agni Diwarnai dengan Aksi Tanda Tangan Dukungan

Bernas.id- Sekitar pukul setengah sepuluh, puluhan mahasiswa Fisipol UGM melakukan aksi Kita Agni atau UGM Darurat Kekerasan Seksual. Selain membawa peluit dan kentongan sebagai tanda bahaya, aksi ini diwarnai dengan penandatanganan petisi ...

DIY

Rektor UGM Beri Penjelasan Kasus Pelecehan Seksual

Bernas.id- Terkait penyelesaian kasus pelecehan seksual mahasiswi Fisipol, Rektor UGM, Panut Mulyono memberikan pernyataannya. Ia menyatakan UGM telah melakukan proses penyelesaian itu, sudah berjalan dan masih berjalan. "Perlu kami ...

DIY

Peningkatan Daya Saing dalam Menghadapi Era Digital

Bernas.id - Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI menggelar Diskusi Publik Peningkatan Daya Saing Bangsa melalui Teknologi Digital, Kamis (8/11/2018) di Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta. Keynote Speech acara ters ...

Kesehatan

RS Bethesda Miliki Lab Kateterisasi dan Intervensi

Bernas.id - Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta kini memiliki Cath Lab, atau Laboratorium Kateterisasi dan Intervensi. Soft opening lab tersebut digelar Kamis (8/11/2018) pagi di auditorium RS tersebut. Plt. Direktur RS Bethesda dr. Sugianto ...

DIY

73 Anggota Brimob Bersepeda Tempuh 1071 Kilometer

Bernas.id- Peringati HUT ke-73, Brimob Polri gelar kembali Tour de Java (TdJ). Selama 14 hari dari tanggal 4 - 14 November 2018, 73 anggota Brimob akan bersepeda menempuh jarak sekitar 1071 kilometer yang dibagi dalam beberapa etape. Har ...

DIY

Kota Jogja Siap Hapus Iklan Rokok

Bernas.id - Kota Yogyakarta kini sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Karena itu Pemkot Yogyakarta berencana menghapus iklan rokok di seluruh jenis media reklame. “Aturannya sedang kami rancang karena dalam Per ...

DIY

Keterangan Dekan Fisipol UGM terkait Kasus Pelecehan Seksual

Bernas.id- Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan keterangannya terkait kabar adanya pelecehan seksual terhadap mahasiswanya ketika KKN di Seram, Maluku ...

DIY

UU Pesantren dan Pendidikan Nantinya Sebagai Bukti Pengakuan Negara

Bernas.id- Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan akan mendalami tentang RUU pesantren dan pendidikan keagamaan yang menuai banyak polemik. "Kami sekarang sudah mendalami tentang RUU pesantren dan pendidikan keagam ...

Budaya

Konser Mariah Carey di Borobudur Pukau Ribuan Penonton

Bernas.id - Diva pop asal AS, Mariah Carey, tampil memukau di Himbara Borobudur Symphony 2018, Selasa (6/11/2018) malam. Konser tersebut berhasil memukau ribuan penonton yang memadati lokasi pertunjukan di Taman Lumbini. Konser belum lag ...

DIY

UGM Akan Proses Hukum si Pelaku Kekerasan Seksual

Bernas.id- Santer terdengar Agni (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswa Fisipol UGM, angkatan 2014, saat KKN di Pulau Seram, Maluku, pada bulan Juni-Agustus 2017, dikabarkan mengalami kekerasan seksual oleh teman satu timnya sendiri. ...

Pariwisata

90 Persen Jeep Wisata Merapi Tidak Standard Offroad

Bernas.id - Santoso Kurniawan, sekretaris harian IOF (Indonesia Off-Road Federation) DIY mengatakan kapasitas IOF hanya sekedar memberikan masukan dan pembinaan dalam kegiatan pembinaan dan pelatihan driver jeep wisata lereng Merapi, Bumi P ...

Pariwisata

Jeep Wisata Lereng Merapi Terus Dibenahi

Bernas.id- Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan pembinaan dan pelatihan untuk para pengemudi jeep wisata lereng Merapi guna membenahi keseluruhan operasional demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Kepala Dinas Pariwisa ...

DIY

Jelang Pemilu 2019, JaDI Siap Berkontribusi untuk Demokrasi dan Politik DIY

Bernas.id - Sebagai bentuk penguatan lembaga demokrasi serta berkontribusi dalam pembangunan demokrasi dan politik di Yogyakarta menjelang pemilu 2019, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) menggelar deklarasi cabang DIY. Deklarasi dilakukan ...

DIY

Keterangan Polisi dan RSUP Sardjito Terkait Kecelakaan Tunggal Paku Alam X

Bernas.id- Minggu malam (04/11/2018), Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Sri Paduka Paku Alam X alami kecelakaan lalu lintas tunggal ketika mengendarai sepeda motor di sekitar Terminal Giwangan, Kecamatan Umbulh ...

DIY

Di Ngaglik, Ditemukan Bayi dalam Kondisi Tertidur

Bernas.id- Bayi berjenis kelamin perempuan dibalut kain warna ungu ditemukan tertidur di dalam kardus di Depan Panti Asuhan Putri Nurul Yasmin (Sinar Melati 5) yang berlokasi di Kroco/Wonosalam RT02/RW08 Sukoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta, ...

Ekonomi

Festival UMKM Sembada, Tingkatkan Daya Saing

Bernas.id- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan Festival UMKM Sembada di halaman Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis 8 November 2018. Ke depannya, festival ini akan dibranding dengan lebih bagus dan digelar rutin u ...

Pariwisata

Taman Bunga Puri Mataram Destinasi Wisata Baru di Sleman

Bernas.id -- Kabupaten Sleman benar-benar sembada di segala bidang, bukan hanya sebatas slogan sembada akronim dari kata, Sehat, Elok dan edi, Makmur dan merata, Bersih dan berbudaya, Aman dan adil, Damai dan dinamis, Agamais. Namun benar-b ...