BERNAS Sepekan


03 Maret 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)


Bernas.id - Mulai hari ini, BERNAS Sepekan menemani Anda setiap Sabtu. Berita utama yang pernah terbit akan kami rangkum menjadi satu hingga memudahkan Anda untuk melihat kembali peristiwa penting apa saja yang terjadi minggu ini, Senin hingga Jumat. Ke depan kami akan meringkasnya dalam bentuk infografis. (Redaksi Bernas)

Senin (26/2/2018)

Jelajah Keraton Surakarta

Rasa takjub terasa kuat di dada ketika menyaksikan sendiri kemegahan bangunan Keraton Surakarta. Ingatan-ingatan masa kerajaan dahulu seakan kembali timbul. Warisan budayanya yang lestari dari masa ke masa pun tak kalah ternilai dari bentuk fisik keratonnya sendiri, seperti upacara adat sekaten atau grebeg, tari-tarian sakral, gamelan sebagai alat musik tradisional, dan peninggalan pusaka lainnya semisal meriam dan keris. Ya, Kasunanan Surakarta menjadi kompleks bersejarah sebuah kerajaan Jawa yang masih eksis hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan budaya Jawa dan sejarahnya terbukti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjunginya.

Bersama INDACO, Bernas menyusuri Kasunanan Surakarta yang terletak di pusat Kota Solo dengan keratonnya yang menjadi salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.

Sampai saat ini, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Sebagian kompleks keraton memiliki fungsi lain sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Baca juga Tujuh Catatan Sejarah Penting Perjalanan Kasunanan Surakarta

Terkait arsitektur, Keraton Surakarta memiliki pola dasar tata ruang yang memiliki persamaan dengan Keraton Yogyakarta. Ternyata salah satu arsitek istana Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi (yang kelak bergelar Sultan Hamengkubuwana I) rupanya juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika memiliki persamaan.

Keraton Surakarta memiliki beberapa sembilan komplek, yaitu (1) Kompleks Alun-alun Lor/Utara, (2) Kompleks Sasana Sumewa, (3) Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, (4) Kompleks Kamandungan Lor/Utara, (5) Kompleks Sri Manganti, (6) Kompleks Kedaton, (7) Kompleks Kamagangan, (8) Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta (9) Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks Keraton Surakarta ini dikelilingi dengan Baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima meter dan tebal sekitar satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus meter dan panjang sekitar tujuh ratus meter.

Kompleks keraton yang berada di dalam dinding Baluwarti adalah dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan. Kompleks ini meliputi Gladag, Pangurakan, Alun-alun Lor, dan Masjid Agung Surakarta. Gladag yang sekarang dikenal dengan Perempatan Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Dahulu, lokasi di sekitar Gladag dan gapura kedua dipakai sebagai tempat menyimpan binatang hasil buruan sebelum digladag (dipaksa) dan disembelih di tempat penyembelihan.

Baca juga 4 Kuliner Istimewa Khas Kasunanan Surakarta

Wujud arsitektur pada kawasan Gladag ini mengandung arti simbolis, yaitu ajaran langkah pertama dalam usaha seseorang untuk mencapai tujuan ke arah Manunggaling Kawula Gusti (Bersatunya Rakyat dengan Raja). Alun-alun merupakan tempat diselenggarakannya upacara-upacara kerajaan yang melibatkan rakyat. Selain itu alun-alun menjadi tempat bertemunya Sri Sunan dan rakyatnya.

Di sebelah barat alun-alun utara berdiri Masjid Agung Surakarta. Masjid raya ini merupakan masjid resmi kerajaan dan didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana III pada tahun 1750 (Kasunanan Surakarta merupakan kerajaan Islam). Bangunan utamanya terdiri dari atas serambi dan masjid induk. Di sebelah utara alun-alun terdapat bangsal kecil yang disebut Bale Pewatangan dan Bale Pekapalan. Sasana Sumewa merupakan bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Tempat ini pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menghadap para punggawa (pejabat menengah ke atas) dalam upacara resmi kerajaan. Di kompleks ini terdapat sejumlah meriam diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Meriam ini dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Siti Hinggil merupakan suatu kompleks yang dibangun di atas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya. Kompleks ini memiliki dua gerbang, satu di sebelah utara yang disebut dengan Kori Wijil dan satu di sebelah selatan yang disebut dengan Kori Renteng. Pada tangga Siti Hinggil sebelah utara terdapat sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pemenggalan kepala Trunajaya yang disebut dengan Sela Pamecat.  Jadi kalau ke bertandang ke Solo jangan lupa mampir ke Keraton Solo yang unik tersebut. Bernas dan INDACO sudah membuktikan keindahan dan keagungan keraton tersebut.

Baca juga Tujuh Lokasi Wisata Sebagai Daya Tarik Utama di Sekitar Kasunanan Surakarta

Selasa (27/2/2018)

Tiga Kelompok Koruptor E-KTP

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Febri Diansyah mengatakan Proyek Kasus Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (E-KTP) ini melibatkan tiga kelompok besar. Ketiga kelompok besar yakni pejabat Kementerian Dalam Negeri, Anggota DPR periode 2009-2014, dan pihak swasta yang menggarap proyek di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Ketiga kelompok besar ini bisa dimasukkan dalam tiga kluster, yakni kluster pertama yang berada di sektor politik ketika pembahasan dilakukan. Kluster kedua yang ada instansi pemerintah yang menangani proyek. Salah satunya Kemendagri yang intens ditangani KPK. Sedangkan kluster ketiga yakni kluster swasta.

Baca juga Nama SBY Disebut Dalam Persidangan Kasus E-KTP, Ini Jawaban KPK

Febri menjelaskan saat ini penetapan tersangka baru di kluster instansi pemerintah. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya tersangka dari dua kluster lainnya. Intinya, dengan adanya pengelompokan tersebut, penyidik akan lebih mudah menjerat pihak-pihak lain yang ikut merasakan aliran dana rasuah tersebut.

Saat ini, diakui dia, penetapan tersangka megakasus ini masih berada di kluster kementerian yang menangani proyek E-KTP ini. "Tentu kami terbuka mendalami peran-peran di dua kluster lain, apakah itu proses pembahasan anggarannya ataupun pada sektor swasta. Baik dari pihak pemenang lelang atau pihak lain yang juga terkait perkara ini. Sebab belum tentu hanya pemenang lelang, total dari indikasi kerugian negara sangat terbuka dinikmati pihak-pihak lain," jelasnya.

Namun, menurut Febri, siapa tersangka baru E-KTP tergantung pada bukti permulaan yang didapat penyidik KPK. "Jadi setelah fakta persidangan dibuka di Pengadilan Tipikor kami melihat ada dugaan pelaku yang lain. Jadi itu bisa berasal dari birokrasi, swasta ataupun dari politik," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/2/2018) dikutip Kantor Berita Antara.

Baca juga KPK Buka-Bukaan Saja Soal Aktor-Aktor Lain Kasus e-KTP

Dijelaskan Febri, dalam setiap penanganan perkara, proses penyelidikan dilakukan untuk mencari atau mengumpulkan bukti permulaan yang cukup sebelum perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan dan diikuti dengan penetapan seseorang sebagai tersangka. Namun lantaran penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, Febri masih belum bisa bicara lebih jauh soal pihak yang diduga terlibat korupsi proyek e-KTP. "Itu tentu dilakukan belum bisa disampaikan secara terbuka. Karena proses pendalaman belum dalam tahap penyidikan saat ini," tutur dia.

Dia menambahkan, penetapan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP tak berhenti pada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dibawa ke persidangan, atau terhadap tersangka lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo yang kini masih tahap proses penyidikan. Menurut dia, KPK menduga ada pihak lain yang patut mempertanggungajawabkan perbuatannya dalam proyek senilai Rp 5,8 triliun itu. "Namun kami menduga masih ada pihak lain yang kami perlu telusuri lebih lanjut, tetapi sekali lagi untuk menelusuri peran pihak lain tentu harus sangat hati-hati dan dengan keyakinan bukti yang tidak meragukan," ujar Febri, Senin (19/2/2018).

Baca juga Ada Aktor Besar Dalam Kasus E-KTP? Setya Novanto: Ya Ada, Nantilah

Rabu (28/3/2018)

Siapa Pendamping Jokowi?

Pemilihan Presiden masih lebih dari setahun lagi, namun partai politik sudah getol mengelus jagonya. PDI-P secara resmi sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai Calon Presiden untuk periode mendatang pada rakernas di Bali minggu lalu. Sedangkan Gerindra masih malu-malu. Para pendukungya dengan terang-terangan menjagokan kembali Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Tapi Prabowo sendiri, sepertinya masih setengah hati. Ada dugaan Prabowo enggan untuk dicalonkan kembali. Selain umur yang sudah menua (Oktober 2019, 68 tahun), fisiknya juga diduga kurang prima untuk menjabat sebagai presiden. 

Baca juga Bantah Duet Dengan Jokowi, Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

Bisa saja dipaksakan, namun tentu sudah tidak optimum lagi. Partai lain sepertinya tidak memiliki calon presiden untuk dijagokan. Golkar sebagai partai pemenang ke dua tahun lalu saja, belum berani memunculkan jagonya, apalagi partai lainnya. Indonesia memang sedang mengalami krisis calon pemimpin. Partai yang diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka untuk menggodok seseorang menjadi calon pemimpin, nyatanya tidak mampu. 

Baca juga Golkar: Menangkan Jokowi, Perlu Cawapres yang Bisa Ini

Ada kemungkinan Prabowo tidak mencalonkan diri, melainkan memunculkan nama lain yang akan diusung Gerindra sebagai calon Presiden. Anies Baswedan dan Tuan Guru Badjang sepertinya masuk dalam radar Prabowo. Namun yang pasti, nantinya hanya akan muncul dua pasang calon Presiden. Jokowi dan penantangnya. Yang juga tidak kalah penting adalah siapa yang akan mendampingi mereka berdua nanti? Partai tengah dan partai bawah sudah mulai pula mengajukan jagonya sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi. Siapa sajakah mereka? 

Baca juga OSO Usulkan Wiranto Cawapres Pendamping Jokowi

Di beberapa daerah di Indonesia, Cak Imin dengan pede-nya mentahbiskan diri sebagai cawapres zaman now melalui spanduk gede-gede yang terpampang di jalan-jalan utama. Barangkali Cak Imin ingin menunjukkan kepada para capres bahwa dia memiliki konstituen tradisional yang loyal, NU. Demikian juga halnya dengan Rommy (Romahurmuzy, Ketua Umum PPP) yang dengan genit mulai mendekati istana sebagai tanda bahwa dia juga pantas mendampigi Jokowi mengingat dia memiliki pengikut dari islam tradisional juga. Tapi kenapa tiba-tiba terdengar samar-samar nama Budi Gunawan sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi? Dari bisik-bisik, ada dugaan itu merupakan usulan dari Teuku Umar.

Baca juga Suara Relawan Inginkan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Jokowi

Kamis (1/3/2018)

Pilkada 2018: Selamat Datang Koruptor

Tidak bisa dipungkiri, jika kita mau jujur, maka UU Pemilu paling tidak turut berkontribusi terhadap keberanian para calon pemimpin daerah atau pemimpin daerah untuk melakukan korupsi. Bayangkan saja jika ada seorang calon kepala daerah yang tertangkap tangan-seperti yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang diduga menerima suap berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Imas, terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Marianus Sae yang juga ditangkap oleh KPK dalam OTT, disangka menerima suap dari seorang pengusaha. 

Baca juga Kepala Daerah Korupsi, ICW: Rakyat Cermat Pilih Pemimpinnya

Marianus Sae yang maju dalam pemilihan Gubernur NTB ini merupakan kader PDI-P yang berpasangan dengan Emelia Julia Nomleni. Marianus Sae dan pasangannya didukung oleh PDI-P dan PKB. Sementara itu di awal Februari (4/2/2018), KPK juga menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka penerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Jombang, Inna Silestyanti. Inna memberikan uang tersebut dengan harapan agar Bupati Nyono dapat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Uang haram yang diberikan oleh Inna tersebut berasal dari uang kutipan jasa pelayanan kesehatan dan kapitasi BPJS dari 34 puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang. Sementara itu calon gubernur Lampung yang juga terkena OTT KPK, pada tanggal 16 Februari telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Namun dengan pongahnya berujar, “Saya kira, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus, maju terus, nomor 4 oke! Terus kece!" ujar Mustafa dengan jumawa sambil mengacungkan kedua tangannya ke depan seusai diperiksa oleh KPK , Jumat (23/2/2018).

Baca juga Meski Jadi Tahanan KPK, Cagub Lampung Sempat Kampanye

Paling anyar adalah Rabu dini hari (28/2/2018), kembali KPK melakukan operasi tangkap tangan untuk yang kelima kalinya terhadap kepala daerah yang berlaku lancung melakukan korupsi. KPK mencokok walikota termuda Indonesia, Adriatma Dwi Putra atau yang sering dipanggil dengan sebutan ADP. Dia ditangkap KPK bersama dengan sejumlah orang lainnya, termasuk ayahnya sendiri yang sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara. Sangat tragis, ayah dan anak ditangkap oleh KPK secara bersamaan. 

Baca juga OTT Walkot Kendari dan Cagub Sultra, ICW Soroti Dinasti Politik

Tapi meskipun demikian jika para kepala daerah yang sedang mencalonkan diri itu mundur, maka akan kena sangsi sesuai dengan UU Pemilu yang mengancam pengunduran diri para calon kepala daerah oleh sebab apapun. Hukuman penjara dan denda menanti jika mengundurkan diri. Akibatnya masyarakat disodorkan calon pemimpin yang sudah rusak akhlaknya.  Selamat Datang di Pilkada Serentak 2018 yang diikuti antara lain oleh para koruptor. Jadi SELAMAT DATANG PARA KUROPTOR DI PILKADA SERENTAK 2018.

Baca juga OTT KPK Jelang Pilkada 2018, Bongkar Rusaknya Demokrasi Politik Kita

Jumat (2/3/2018)

Dihukum Mati, Tapi Tidak Mati-Mati

Sehari menjelang kepalanya diganti, BNN dan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan  merilis hasil tangkapan mereka ke media. Tidak tanggung-tanggung pencucian uang dari hasil perdagangan narkoba sepanjang tahun 2014 hingga 2016 tidak kurang 6.4 triliun rupiah. PPATK juga mengendus sekitar 5000 transaksi keuangan yang janggal yang dilakukan oleh PT. Prima Sakti Sejahtera. Perusahaan ini adalah salah satu dari 6 perusahaan lainnya (DUV,  PT. GU, dan PT. HCI, PT. UJS, dan Devy dan Rekan Sejahtera) yang digunakan oleh tersangka DY untuk melakukan pencucian uang. 

Baca juga Artis Pakai Narkoba Berujung Rehabilitasi, BNN: Harus Dipenjara

Tersangka DY ditangkap bersama dengan tersangka lainnya, yaitu HR dan FH. Ada dugaan ini terkait dengan pencucian uang oleh Bandar narkoba terpidana mati dua kali, Togiman, alias toge, alias Toni. Modus yang digunakan adalah dengan medirikan perusahaan impor dan ekspor fiktif. Kemudian menerbitkan invoice bodong. Perusahaan yang ditagih akan membayarkan sejumlah uang. Uang ini ditampung di rekening bank yang sudah dipersiapkan sebelumnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga BNN Tunggu Jaksa Agung Soal Eksekusi Mati Napi Narkoba

Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa seorang terpidana mati Togiman masih dapat mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara? Mengapa hingga hari ini belum  juga dieksekusi? Padahal sudah divonis dua kali hukuman mati? Makanya dengan kesal Budi Waseso mengungkapkan: “Terpidana mati, tapi tidak mati-mati.” Terima kasih Budi Waseso yang sudah melakukan perang terhadap peredaran narkoba dengan hasil yang sangat baik. 

Baca juga Irjen Heru Winarko Resmi Jabat Kepala BNN Gantikan Buwas

Selamat datang Kepala BNN yang baru Heru Winarko. Semoga perang terhadap narkoba tetap berlanjut. Jangan biarkan BNN bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Semua harus membantu, termasuki PPATK dan Kepolisian yang sudah mendukung selama ini. Imbauan kita kepada Jaksa Agung, segeralah eksekusi terpidana mati tersebut agar tidak bisa lagi mengendalikan narkoba dari dalam penjara sambil menunggu proses eksekusi yang begitu lama. Terlalu berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda kita jika eksekusi terus ditunda-tunda. (RT)



SPP Mulai 200rb! Jadilah Bagian dari Kisah Suksesnya! Sejuta Sarjana Pengusaha Untuk Merah Putih
https://bernas.info/SejutaPengusahaSarjana

WA Group 34 Propinsi #ViralDesa https://bernas.info/WAgroup34propinsi


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Lifestyle

Ingin Masyarakat Sadar! Jokowi Siapkan Inpres Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo menekankan pemakaian masker menjadi hal yang wajib saat ini karena adanya pandemi Covid-19. Ia pun akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur tentang pemberian sanksi bagi pelanggar prot ...

DIY

17 Provinsi Laporkan Pasien Positif Covid-19 di Bawah 10, Salah Satunya DIY

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan ada 17 provinsi yang melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di bawah 10 orang. Hal ini berdasarkan data yang telah dihimpun sejak ...

DIY

Front Perjuangan Rakyat Yogyakarta Turun ke Jalan Tolak Omnibus Law

YOGYA, BERNAS.ID - Puluhan orang mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Yogyakarta Kamis (16/7/2020) siang turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja. Salah satu titik yang m ...

DIY

Usai Disambangi Anggota Dewan Jateng, DPRD DIY Disemprot Disinfektan

YOGYA, BERNAS.ID - Kunjungan kerja anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah ke Kantor DPRD DIY, Selasa (14/7) lalu direspons dengan penyemprotan Kantor DPRD DIY menggunakan disinfektan. Pasalnya, ada salah satu anggota dewan dari Komisi E DPRD Jat ...

Kesehatan

Gugus Tugas: Jumlah Pasien Sembuh Setengah dari Total Kasus Positif Covid-19

BERNAS.ID - Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan pasien yang sembuh dari Covid-19 terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Gugus Tugas, total pasien yang sembuh ...

Ekonomi

Kemenkop UKM Lakukan Sosialisasi Program PEN kepada Asosiasi Pelaku dan Pendamping UMKM

Jakarta, Bernas.id – Penyerapan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga tanggal 13 Juli 2020 mencapai 8,30% dari total anggaran Rp123,460 triliun. Program PEN oleh Kementerian Koperasi dan UMKM ini sebagai upaya pemulihan sektor ...

Ekonomi

ABDSI Mendorong Adanya Inovasi Serius Dalam Implementasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Bernas.id - Efek dari terhentinya kegiatan perekonomian dan adanya pembatasan sosial berskala besar telah membawa UMKM ke jurang keterpurukan. Banyak UMKM yang tidak sanggup melanjutkan usahanya karena jumlah transaksi jauh berkurang dan ti ...

Sintesa

Yatica Makin Paham tentang Makanan Kesukaan Kakek Situtena

Sabtu sore, kebanyakan orang menyebutnya malam minggu, adalah waktu santai yang umumnya dinikmati oleh para pensiunan yang telah selesai masa bakti bekerja sebagai pegawai negeri. Di banyak negara, pegawai negeri diberi istilah pelayan sipi ...

Kesehatan

Target Vaksin Virus Corona Diproduksi 2021, Begini Tanggapan Ahli Epidemiologi

BERNAS.ID - Vaksin virus corona menjadi harapan manusia untuk mengatasi pandemi Covid-19. Indonesia termasuk negara yang turut berupaya membuat vaksin tersebut. Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono memperk ...

Pendidikan

Pimpinan Universitas Mahakarya Asia Mengunjungi LLDIKTI V

YOGYAKARTA-BERNAS.ID Sambutan hangat mewarnai acara silaturahmi Yayasan Cendekia Sleman Indonesia, Rektor dan Wakil Rektor ke Kepala  LLDIKTI V, Prof. Dr. Didi Achjari, SE.,M.Com., Ak.CA. dan jajarannya pagi ini, Selasa 14 Juli 2020. ...

Kesehatan

Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia, Jokowi: Diproduksi Januari-April 2021

BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo menargetkan vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk rakyat Indonesia bakal diproduksi pada Januari-April 2021 mendatang. Target vaksin yang harus diproduksi sebanyak 347 juta vaksin. Hal ini karena sa ...

Nasional

Jokowi Buka Suara Soal Menhan Prabowo Urusi Proyek Lumbung Pangan

BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo memberi alasan penunjukkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memimpin proyek lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah. Menurutnya, lumbung pangan juga menjadi salah satu hal pen ...

Kesehatan

Mulai Sekarang! Ini Istilah Baru Pengganti ODP, PDP, OTG Covid-19

BERNAS.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengganti istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Pasien Positif Covid-19. Kata-kata yang sudah familiar di te ...

Ekonomi

Wapres Beberkan Program Pemerintah Atasi Krisis Ekonomi Akibat Covid-19

BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 berdampak kepada pada seluruh lapisan masyarakat dan berbagai sektor. Bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga berimbas pada aktivitas perekonomian. Tak bisa dipungkiri, Indonesia juga menjadi salah satu n ...

Politik

Walikota Seoul Wafat Bunuh Diri

Jumat (10/7/2020) pagi, Walikota Seoul Park Won Soon ditemukan meninggal di daerah Gunung Bugak, Seoul Utara. Mayat nya ditemukan setelah pencarian besar besaran selama lebih dari 7 jam pencarian. Pihak kepolisian enggan menjelaskan penyeba ...

Inovasi

Underpass Lintasan Gajah Menjadi Keunikan Jalan Tol Banda Aceh - Sigli

Bernas.id - Proyek Jalan Tol Banda Aceh - Sigli yang sedang dalam proses konstruksi memiliki keunikan tersendiri karena dibangun dengan mempertimbangkan kondisi ekosistem lingkungan. Underpass perlintasan gajah ini dibangun khusus di sektor ...

Kesehatan

Soroti Lonjakan Pasien Covid-19, Jokowi Sebut 8 Provinsi Agar Memasifkan 3T

BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo meminta para jajarannya untuk fokus melakukan upaya menekan penyebaran Covid-19 di berbagai daerah. Ia menyoroti penambahan signifikan kasus positif Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. S ...

Kesehatan

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Ambil Sikap Soal Penularan Covid-19 Melalui Udara

BERNAS.ID - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) turut memberikan perhatian terkait pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang penularan virus corona (Covid-19) melalui udara (airborne). Sebelumnya, virus corona diang ...

DIY

Mbah Lindu, Penjual Gudeg Legendaris di Jogja Meninggal di Usia 100 Tahun

YOGYA, BERNAS.ID - Mbah Lindu, penjual gudeg di Kota Yogyakarta meninggal dunia pada hari Minggu, 12 Juli 2020 di rumahnya sekitar pukul 17:45 WIB. Wanita bernama asli Biyem Setyo Utama itu meninggal dunia dalam usia 100 ...

Kesehatan

Meski Sesak! Jubir Sarankan Pakai Face Shield Tetap Dibarengi Masker

BERNAS.ID - Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis pedoman baru tentang kemungkinan penularan virus corona bisa melalui udara. WHO mengakui jika virus corona bisa bertahan di udara pada kondisi ruangan tertutup. Risiko penularan Cov ...

Ekonomi

5 Tips Berbisnis Minuman Kekinian Siap Saji Agar Tidak Kalah Saing

Bernas.id – Minuman kekinian yang biasanya dijual secara cepat saji kian menjamur terutama di kota-kota besar. Berbagai merk dan rasa seolah serupa satu dengan yang lainnya. Kebanyakan, minuman kekinian tersebut memiliki lebih dari 3 ...

Ekonomi

Denni Puspa Purbasari: Kartu Prakerja Bukan Bantuan Sosial

BERNAS.ID JAKARTA- Beberapa orang salah mengira bahwa, Kartu Prakerja diibaratkan sebagai bantuan sosial.  Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari meluruskan, Kartu Prakerja adalah semacam beasis ...

Ekonomi

Ari Dwipayana : Kartu Prakerja Harus Adaptif dalam Situasi Pandemi

  BERNAS ID JAKARTA - Kartu prakerja harus dilihat sebagai bagian dari policy reform. Sederhananya sebagai sebuah terobosan dalam menghadapi masalah struktural yang cukup panjang.    Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat K ...

Pariwisata

Ingin Lekas Piknik? Ini Tips Aman Liburan Saat New Normal

BERNAS.ID - Sudahkah berniat ingin berwisata di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB)? Larangan bepergian karena mencegah penyebaran Covid-19 sejak Maret 2020 lalu membuat masyarakat harus bertahan di rumah. Apalagi ketika daerah men ...

Lifestyle

Bukan Karena Kehabisan BBM Lalu Diisi Bensin Eceran! Begini Klarifikasi Setwapres

BERNAS.ID - Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar mengklarifikasi soal video mobil Wakil Presiden yang diduga kehabisan bahan bakar dan diisi bahan bakar eceran. Rekaman video yang sudah viral tersebut akhirnya diluruska ...

Ekonomi

Milenials, 5 Bakat Seni Ini Bisa Jadi Bisnis di Era New Normal, lho.

Bernas.id – Seseorang yang punya keterampilan seni seringkali dipandang kurang bisa menghasilkan uang atau memiliki pekerjaan yang bagus. Seperti halnya keterampilan lain, seni juga bisa menghasilkan pundi-pundi uang jika kamu bisa me ...

Kesehatan

Gugus Tugas: Tempat Tertutup Itu Berpotensi Penularan Covid-19, Ini Tips Pencegahannya

BERNAS.ID - Udara dingin dan ruang yang tertutup akan meningkatkan potensi terjadinya penularan virus corona melalui udara. Hal ini disampaikan oleh anggota Tim Pakar Medis Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Budiman Bela.  &q ...

Kesehatan

Soal Lonjakan Jumlah Pasien Positif, Begini Penjelasan Ketua Gugus Tugas Nasional

BERNAS.ID - Tambahan pasien positif Covid-19 di Indonesia beberapa hari belakangan ini menjadi sorotan karena angkanya sempat melampaui 2.000. Misalnya, kemarin Kamis (9/7/2020) dilaporkan ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanya ...

Kesehatan

Akhirnya Indonesia Bisa Produksi Rapid Test! Begini Keunggulan dan Harganya

BERNAS.ID - Indonesia mampu memproduksi alat tes cepat (rapid test) yang unggul secara kualitas maupun harga dibandingkan produk impor. 1 unit alat pendeteksi Covid-19 buatan anak bangsa ini harganya Rp 75.000.  Hal ini disampaikan ...

Inspirasi

Gerald Sebastian dalam Festival Mahakarya Ulas Awal Mula Menjadi Youtuber Hingga Mendapat Jutaan Subscriber

Bernas.id – Universitas Mahakarya Asia kembali menyelenggarakan Festival Mahakarya bertajuk ‘How to Survive as Millenials and Love Yourself’ dengan dua narasumber muda yaitu Gerald Sebastian, co-Founder and Business D ...

Ekonomi

Hai Millenials, 7 Ide Bisnis Ini Bisa Bantu Selamatkan Bumi, Lho!

Bernas.id – Sebagai generasi milenial kamu harus mulai berpikir selangkah lebih maju jika ingin berbisnis. Membangun bisnis tidak hanya mencari profit tapi juga bermanfaat untuk sesama. Lebih jauh lagi, berbisnis akan lebih bermakna j ...

Pendidikan

Sekolah di Kota Jogja ini Hanya Punya Sedikit Siswa Baru, Sebagian Berkebutuhan Khusus.

YOGYA, BERNAS.ID - SMP dan SMA Gotong-Royong, sekolah swasta yang berada di kawasan Tegalrejo Kota Yogyakarta ini kembali tidak memperoleh jumlah siswa yang banyak, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Hingga Jumat (10/7/20 ...

Ekonomi

Sejumlah Rp30 Triliun Uang Negara Ditempatkan di 4 Bank Milik Negara (Himbara) Sebagai Upaya Percepatan PEN

Bernas.id – Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional oleh Kementerian Koperasi dan UMKM yang menganggarkan dana sebesar Rp123,46 triliun, hingga tanggal 9 Juli 2020 penyaluran dana PEN mencapai 6,82% yaitu sebesar Rp8,42 triliun. Penyalura ...

Kesehatan

Makin Waspada Penularan Covid-19 Lewat Udara, Jubir Pemerintah Minta Masyarakat Lakukan Ini

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia, Achmad Yurianto kembali mengingatkan penularan virus corona bisa terjadi melalui droplet orang yang sakit Covid-19 maupun orang yang terinfeksi virus corona tet ...

Kesehatan

Klaster Secapa AD Sebabkan Lonjakan Kasus Baru di Jabar, Mayoritas OTG

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan ada penambahan pasien positif Covid-19 mencapai 2.657 kasus pada Kamis (9/7/2020) kemarin. Hal ini karena ada tambahan dari klaster Sekolah Calon P ...

Ekonomi

6 Instansi Penyalur KUR Mengajukan Surat Tagihan Pembayaran Kepada KemenKopUKM Terkait Penyerapan Dana PEN untuk UMKM

Bernas.id – Penyaluran dana PEN untuk Koperasi dan UMKM per tanggal 9 Juli 2020 sudah mencapai 6,82% naik dari 0,20% pada awal Pusat Informasi Pemulihan Koperasi dan UMKM diluncurkan yaitu pada tanggal 2 Juli 2020 melalui lintas kemen ...

Nasional

Unggah Foto di Instagram! Jokowi dan Prabowo Bagikan Momen Kunjungan Kerja ke Kalteng

BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo telah mengunjungi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (9/7/2020) kemarin. Pada kunjungan kerja kali ini, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu didampingi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo ...

DIY

Tambah 8 Pasien Positif Covid-19 di DIY, Semuanya Warga Bantul

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan ada penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 8 orang pada Kamis (9/7/2020). Sehingga total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY menjadi 357 orang ...

Lifestyle

Fan Theory : GFriend, sebuah kesepian berujung pengorbanan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebuah backstory yang dalam telah menjadi lahapan sehari hari bagi para fans dari girlgroup GFriend. Source Music Entertaiment, agensi yang menaungi grup tersebut tak pernah bosan menghadirkan berbagai sisi ...

Kesehatan

Penularan Covid-19 Tanpa Disadari dari Orang Positif Tanpa Gejala

BERNAS.ID - Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah memberlakukan berbagai langkah-langkah untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Potensi penularan dari orang-orang yang tidak memiliki gejala ...

Hukum dan Kriminal

Mayat Mahasiswa S3 Ditemukan di Kamar Indekos

YOGYA, BERNAS.ID--Mayat seorang pria ditemukan di sebuah indekos di kawasan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta Rabu (8/7) sekitar pukul 17:30 WIB. Diduga, korban yang merupakan mahasiswa S3 di sebuah perguruan tinggi negeri Islam di Jogja ter ...

Ekonomi

Kementerian Koperasi UKM Alokasikan Dana PEN Sebesar Rp123,46 Triliun dalam 6 Kategori

Bernas.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia mengalokasikan anggaran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk Koperasi dan UMKM sebesar Rp123,46 triliun tersebar di lintas kementerian/lembaga, ...

DIY

Dikabari Ada Penggembungan dari BPPTKG, BNPB Peringatkan Empat Kabupaten untuk Siap Siaga Merapi

SLEMAN, BERNAS.ID- Terkait data aktivitas Gunung Merapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemui Bupati Sleman, Sri Purnomo untuk koordinasi terkai ...

Kesehatan

Ada Karyawan Positif Tanpa Gejala di Kemendikbud, Begini Penjelasan Dirjen Dikti

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto membeberkan bahwa lonjakan kasus baru Covid-19 di Indonesia didominasi oleh orang tanpa gejala atau gejala minimal. Gejala minimal yang dimaksud seperti hanya mera ...

Sintesa

Dialog Cucu dan Kakek tentang Potensi Genius Teman-teman di Desa

Oleh:  Prof. Sudjarwadi Cucu Aleita sedang mendengarkan Nenek Yatica yang menceritakan bacaan resep-resep masakan yang menurut Nenek merupakan pilihan lauk lezat, sekaligus membuat sehat. Kakek duduk di sebelahnya, hanya ikut menden ...

Kesehatan

Bertambah 1.853 Pasien Positif Covid-19, Jubir: Sebagian Besar Gejala Minimal

BERNAS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan ada 1.853 kasus baru pasien positif Covid-19, sehingga totalnya mencapai 68.079 orang per Rabu (8/7/2020). "Penambahan kasus positif ...

DIY

Sembuh dari Covid-19, Empat Anggota Polda DIY Lakukan Donor Plasma Darah untuk Kemanusiaan

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam rangka bakti kesehatan, keempat siswa SIP (Sekolah Inspektur Polisi), anggota Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 mendonorkan plasma darahnya (convalescent) di RSU ...

Daerah

Merapi Aktif Lagi, Begini Perintah Ganjar Bersiap Hadapi Erupsi di Tengah Pandemi

SEMARANG, BERNAS.ID - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan agar para jajarannya bersiap mengantisipasi bencana alam gunung meletus. Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta suda ...

DIY

Didominasi Kontak Langsung, Ada 7 Tambahan Pasien Positif Covid-19 di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan ada tambahan 7 pasien positif Covid-19 pada Selasa (7/7/2020). Hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DIY, total pasien posit ...

Inspirasi

Putu Nanda Tergabung dalam Komunitas TEAJ: Mempertaruhkan Keselamatan Demi Nyawa Orang dalam Ambulans

Bernas.id – Pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain. Di sinilah peran manusia agar bisa saling membantu antar sesama untuk menciptakan harmonisasi dalam kehidupan. Perilaku saling membantu kepada ...