BERNAS Sepekan


03 Maret 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

Bernas.id - Mulai hari ini, BERNAS Sepekan menemani Anda setiap Sabtu. Berita utama yang pernah terbit akan kami rangkum menjadi satu hingga memudahkan Anda untuk melihat kembali peristiwa penting apa saja yang terjadi minggu ini, Senin hingga Jumat. Ke depan kami akan meringkasnya dalam bentuk infografis. (Redaksi Bernas)

Senin (26/2/2018)

Jelajah Keraton Surakarta

Rasa takjub terasa kuat di dada ketika menyaksikan sendiri kemegahan bangunan Keraton Surakarta. Ingatan-ingatan masa kerajaan dahulu seakan kembali timbul. Warisan budayanya yang lestari dari masa ke masa pun tak kalah ternilai dari bentuk fisik keratonnya sendiri, seperti upacara adat sekaten atau grebeg, tari-tarian sakral, gamelan sebagai alat musik tradisional, dan peninggalan pusaka lainnya semisal meriam dan keris. Ya, Kasunanan Surakarta menjadi kompleks bersejarah sebuah kerajaan Jawa yang masih eksis hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan budaya Jawa dan sejarahnya terbukti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjunginya.

Bersama INDACO, Bernas menyusuri Kasunanan Surakarta yang terletak di pusat Kota Solo dengan keratonnya yang menjadi salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.

Sampai saat ini, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Sebagian kompleks keraton memiliki fungsi lain sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Baca juga Tujuh Catatan Sejarah Penting Perjalanan Kasunanan Surakarta

Terkait arsitektur, Keraton Surakarta memiliki pola dasar tata ruang yang memiliki persamaan dengan Keraton Yogyakarta. Ternyata salah satu arsitek istana Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi (yang kelak bergelar Sultan Hamengkubuwana I) rupanya juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika memiliki persamaan.

Keraton Surakarta memiliki beberapa sembilan komplek, yaitu (1) Kompleks Alun-alun Lor/Utara, (2) Kompleks Sasana Sumewa, (3) Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, (4) Kompleks Kamandungan Lor/Utara, (5) Kompleks Sri Manganti, (6) Kompleks Kedaton, (7) Kompleks Kamagangan, (8) Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta (9) Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks Keraton Surakarta ini dikelilingi dengan Baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima meter dan tebal sekitar satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus meter dan panjang sekitar tujuh ratus meter.

Kompleks keraton yang berada di dalam dinding Baluwarti adalah dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan. Kompleks ini meliputi Gladag, Pangurakan, Alun-alun Lor, dan Masjid Agung Surakarta. Gladag yang sekarang dikenal dengan Perempatan Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Dahulu, lokasi di sekitar Gladag dan gapura kedua dipakai sebagai tempat menyimpan binatang hasil buruan sebelum digladag (dipaksa) dan disembelih di tempat penyembelihan.

Baca juga 4 Kuliner Istimewa Khas Kasunanan Surakarta

Wujud arsitektur pada kawasan Gladag ini mengandung arti simbolis, yaitu ajaran langkah pertama dalam usaha seseorang untuk mencapai tujuan ke arah Manunggaling Kawula Gusti (Bersatunya Rakyat dengan Raja). Alun-alun merupakan tempat diselenggarakannya upacara-upacara kerajaan yang melibatkan rakyat. Selain itu alun-alun menjadi tempat bertemunya Sri Sunan dan rakyatnya.

Di sebelah barat alun-alun utara berdiri Masjid Agung Surakarta. Masjid raya ini merupakan masjid resmi kerajaan dan didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana III pada tahun 1750 (Kasunanan Surakarta merupakan kerajaan Islam). Bangunan utamanya terdiri dari atas serambi dan masjid induk. Di sebelah utara alun-alun terdapat bangsal kecil yang disebut Bale Pewatangan dan Bale Pekapalan. Sasana Sumewa merupakan bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Tempat ini pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menghadap para punggawa (pejabat menengah ke atas) dalam upacara resmi kerajaan. Di kompleks ini terdapat sejumlah meriam diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Meriam ini dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Siti Hinggil merupakan suatu kompleks yang dibangun di atas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya. Kompleks ini memiliki dua gerbang, satu di sebelah utara yang disebut dengan Kori Wijil dan satu di sebelah selatan yang disebut dengan Kori Renteng. Pada tangga Siti Hinggil sebelah utara terdapat sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pemenggalan kepala Trunajaya yang disebut dengan Sela Pamecat.  Jadi kalau ke bertandang ke Solo jangan lupa mampir ke Keraton Solo yang unik tersebut. Bernas dan INDACO sudah membuktikan keindahan dan keagungan keraton tersebut.

Baca juga Tujuh Lokasi Wisata Sebagai Daya Tarik Utama di Sekitar Kasunanan Surakarta

Selasa (27/2/2018)

Tiga Kelompok Koruptor E-KTP

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Febri Diansyah mengatakan Proyek Kasus Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (E-KTP) ini melibatkan tiga kelompok besar. Ketiga kelompok besar yakni pejabat Kementerian Dalam Negeri, Anggota DPR periode 2009-2014, dan pihak swasta yang menggarap proyek di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Ketiga kelompok besar ini bisa dimasukkan dalam tiga kluster, yakni kluster pertama yang berada di sektor politik ketika pembahasan dilakukan. Kluster kedua yang ada instansi pemerintah yang menangani proyek. Salah satunya Kemendagri yang intens ditangani KPK. Sedangkan kluster ketiga yakni kluster swasta.

Baca juga Nama SBY Disebut Dalam Persidangan Kasus E-KTP, Ini Jawaban KPK

Febri menjelaskan saat ini penetapan tersangka baru di kluster instansi pemerintah. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya tersangka dari dua kluster lainnya. Intinya, dengan adanya pengelompokan tersebut, penyidik akan lebih mudah menjerat pihak-pihak lain yang ikut merasakan aliran dana rasuah tersebut.

Saat ini, diakui dia, penetapan tersangka megakasus ini masih berada di kluster kementerian yang menangani proyek E-KTP ini. "Tentu kami terbuka mendalami peran-peran di dua kluster lain, apakah itu proses pembahasan anggarannya ataupun pada sektor swasta. Baik dari pihak pemenang lelang atau pihak lain yang juga terkait perkara ini. Sebab belum tentu hanya pemenang lelang, total dari indikasi kerugian negara sangat terbuka dinikmati pihak-pihak lain," jelasnya.

Namun, menurut Febri, siapa tersangka baru E-KTP tergantung pada bukti permulaan yang didapat penyidik KPK. "Jadi setelah fakta persidangan dibuka di Pengadilan Tipikor kami melihat ada dugaan pelaku yang lain. Jadi itu bisa berasal dari birokrasi, swasta ataupun dari politik," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/2/2018) dikutip Kantor Berita Antara.

Baca juga KPK Buka-Bukaan Saja Soal Aktor-Aktor Lain Kasus e-KTP

Dijelaskan Febri, dalam setiap penanganan perkara, proses penyelidikan dilakukan untuk mencari atau mengumpulkan bukti permulaan yang cukup sebelum perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan dan diikuti dengan penetapan seseorang sebagai tersangka. Namun lantaran penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, Febri masih belum bisa bicara lebih jauh soal pihak yang diduga terlibat korupsi proyek e-KTP. "Itu tentu dilakukan belum bisa disampaikan secara terbuka. Karena proses pendalaman belum dalam tahap penyidikan saat ini," tutur dia.

Dia menambahkan, penetapan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP tak berhenti pada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dibawa ke persidangan, atau terhadap tersangka lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo yang kini masih tahap proses penyidikan. Menurut dia, KPK menduga ada pihak lain yang patut mempertanggungajawabkan perbuatannya dalam proyek senilai Rp 5,8 triliun itu. "Namun kami menduga masih ada pihak lain yang kami perlu telusuri lebih lanjut, tetapi sekali lagi untuk menelusuri peran pihak lain tentu harus sangat hati-hati dan dengan keyakinan bukti yang tidak meragukan," ujar Febri, Senin (19/2/2018).

Baca juga Ada Aktor Besar Dalam Kasus E-KTP? Setya Novanto: Ya Ada, Nantilah

Rabu (28/3/2018)

Siapa Pendamping Jokowi?

Pemilihan Presiden masih lebih dari setahun lagi, namun partai politik sudah getol mengelus jagonya. PDI-P secara resmi sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai Calon Presiden untuk periode mendatang pada rakernas di Bali minggu lalu. Sedangkan Gerindra masih malu-malu. Para pendukungya dengan terang-terangan menjagokan kembali Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Tapi Prabowo sendiri, sepertinya masih setengah hati. Ada dugaan Prabowo enggan untuk dicalonkan kembali. Selain umur yang sudah menua (Oktober 2019, 68 tahun), fisiknya juga diduga kurang prima untuk menjabat sebagai presiden. 

Baca juga Bantah Duet Dengan Jokowi, Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

Bisa saja dipaksakan, namun tentu sudah tidak optimum lagi. Partai lain sepertinya tidak memiliki calon presiden untuk dijagokan. Golkar sebagai partai pemenang ke dua tahun lalu saja, belum berani memunculkan jagonya, apalagi partai lainnya. Indonesia memang sedang mengalami krisis calon pemimpin. Partai yang diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka untuk menggodok seseorang menjadi calon pemimpin, nyatanya tidak mampu. 

Baca juga Golkar: Menangkan Jokowi, Perlu Cawapres yang Bisa Ini

Ada kemungkinan Prabowo tidak mencalonkan diri, melainkan memunculkan nama lain yang akan diusung Gerindra sebagai calon Presiden. Anies Baswedan dan Tuan Guru Badjang sepertinya masuk dalam radar Prabowo. Namun yang pasti, nantinya hanya akan muncul dua pasang calon Presiden. Jokowi dan penantangnya. Yang juga tidak kalah penting adalah siapa yang akan mendampingi mereka berdua nanti? Partai tengah dan partai bawah sudah mulai pula mengajukan jagonya sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi. Siapa sajakah mereka? 

Baca juga OSO Usulkan Wiranto Cawapres Pendamping Jokowi

Di beberapa daerah di Indonesia, Cak Imin dengan pede-nya mentahbiskan diri sebagai cawapres zaman now melalui spanduk gede-gede yang terpampang di jalan-jalan utama. Barangkali Cak Imin ingin menunjukkan kepada para capres bahwa dia memiliki konstituen tradisional yang loyal, NU. Demikian juga halnya dengan Rommy (Romahurmuzy, Ketua Umum PPP) yang dengan genit mulai mendekati istana sebagai tanda bahwa dia juga pantas mendampigi Jokowi mengingat dia memiliki pengikut dari islam tradisional juga. Tapi kenapa tiba-tiba terdengar samar-samar nama Budi Gunawan sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi? Dari bisik-bisik, ada dugaan itu merupakan usulan dari Teuku Umar.

Baca juga Suara Relawan Inginkan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Jokowi

Kamis (1/3/2018)

Pilkada 2018: Selamat Datang Koruptor

Tidak bisa dipungkiri, jika kita mau jujur, maka UU Pemilu paling tidak turut berkontribusi terhadap keberanian para calon pemimpin daerah atau pemimpin daerah untuk melakukan korupsi. Bayangkan saja jika ada seorang calon kepala daerah yang tertangkap tangan-seperti yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang diduga menerima suap berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Imas, terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Marianus Sae yang juga ditangkap oleh KPK dalam OTT, disangka menerima suap dari seorang pengusaha. 

Baca juga Kepala Daerah Korupsi, ICW: Rakyat Cermat Pilih Pemimpinnya

Marianus Sae yang maju dalam pemilihan Gubernur NTB ini merupakan kader PDI-P yang berpasangan dengan Emelia Julia Nomleni. Marianus Sae dan pasangannya didukung oleh PDI-P dan PKB. Sementara itu di awal Februari (4/2/2018), KPK juga menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka penerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Jombang, Inna Silestyanti. Inna memberikan uang tersebut dengan harapan agar Bupati Nyono dapat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Uang haram yang diberikan oleh Inna tersebut berasal dari uang kutipan jasa pelayanan kesehatan dan kapitasi BPJS dari 34 puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang. Sementara itu calon gubernur Lampung yang juga terkena OTT KPK, pada tanggal 16 Februari telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Namun dengan pongahnya berujar, “Saya kira, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus, maju terus, nomor 4 oke! Terus kece!" ujar Mustafa dengan jumawa sambil mengacungkan kedua tangannya ke depan seusai diperiksa oleh KPK , Jumat (23/2/2018).

Baca juga Meski Jadi Tahanan KPK, Cagub Lampung Sempat Kampanye

Paling anyar adalah Rabu dini hari (28/2/2018), kembali KPK melakukan operasi tangkap tangan untuk yang kelima kalinya terhadap kepala daerah yang berlaku lancung melakukan korupsi. KPK mencokok walikota termuda Indonesia, Adriatma Dwi Putra atau yang sering dipanggil dengan sebutan ADP. Dia ditangkap KPK bersama dengan sejumlah orang lainnya, termasuk ayahnya sendiri yang sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara. Sangat tragis, ayah dan anak ditangkap oleh KPK secara bersamaan. 

Baca juga OTT Walkot Kendari dan Cagub Sultra, ICW Soroti Dinasti Politik

Tapi meskipun demikian jika para kepala daerah yang sedang mencalonkan diri itu mundur, maka akan kena sangsi sesuai dengan UU Pemilu yang mengancam pengunduran diri para calon kepala daerah oleh sebab apapun. Hukuman penjara dan denda menanti jika mengundurkan diri. Akibatnya masyarakat disodorkan calon pemimpin yang sudah rusak akhlaknya.  Selamat Datang di Pilkada Serentak 2018 yang diikuti antara lain oleh para koruptor. Jadi SELAMAT DATANG PARA KUROPTOR DI PILKADA SERENTAK 2018.

Baca juga OTT KPK Jelang Pilkada 2018, Bongkar Rusaknya Demokrasi Politik Kita

Jumat (2/3/2018)

Dihukum Mati, Tapi Tidak Mati-Mati

Sehari menjelang kepalanya diganti, BNN dan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan  merilis hasil tangkapan mereka ke media. Tidak tanggung-tanggung pencucian uang dari hasil perdagangan narkoba sepanjang tahun 2014 hingga 2016 tidak kurang 6.4 triliun rupiah. PPATK juga mengendus sekitar 5000 transaksi keuangan yang janggal yang dilakukan oleh PT. Prima Sakti Sejahtera. Perusahaan ini adalah salah satu dari 6 perusahaan lainnya (DUV,  PT. GU, dan PT. HCI, PT. UJS, dan Devy dan Rekan Sejahtera) yang digunakan oleh tersangka DY untuk melakukan pencucian uang. 

Baca juga Artis Pakai Narkoba Berujung Rehabilitasi, BNN: Harus Dipenjara

Tersangka DY ditangkap bersama dengan tersangka lainnya, yaitu HR dan FH. Ada dugaan ini terkait dengan pencucian uang oleh Bandar narkoba terpidana mati dua kali, Togiman, alias toge, alias Toni. Modus yang digunakan adalah dengan medirikan perusahaan impor dan ekspor fiktif. Kemudian menerbitkan invoice bodong. Perusahaan yang ditagih akan membayarkan sejumlah uang. Uang ini ditampung di rekening bank yang sudah dipersiapkan sebelumnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga BNN Tunggu Jaksa Agung Soal Eksekusi Mati Napi Narkoba

Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa seorang terpidana mati Togiman masih dapat mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara? Mengapa hingga hari ini belum  juga dieksekusi? Padahal sudah divonis dua kali hukuman mati? Makanya dengan kesal Budi Waseso mengungkapkan: “Terpidana mati, tapi tidak mati-mati.” Terima kasih Budi Waseso yang sudah melakukan perang terhadap peredaran narkoba dengan hasil yang sangat baik. 

Baca juga Irjen Heru Winarko Resmi Jabat Kepala BNN Gantikan Buwas

Selamat datang Kepala BNN yang baru Heru Winarko. Semoga perang terhadap narkoba tetap berlanjut. Jangan biarkan BNN bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Semua harus membantu, termasuki PPATK dan Kepolisian yang sudah mendukung selama ini. Imbauan kita kepada Jaksa Agung, segeralah eksekusi terpidana mati tersebut agar tidak bisa lagi mengendalikan narkoba dari dalam penjara sambil menunggu proses eksekusi yang begitu lama. Terlalu berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda kita jika eksekusi terus ditunda-tunda. (RT)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Pemerintah dan DPR Didorong untuk Kaji Ulang Pemilu Serentak

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Pemerintah dan DPR RI didorong untuk mengkaji ulang penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) serentak. Hal ini dimaksudkan agar menjadi panduan bagi revisi UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum untuk mencapai p ...

Pendidikan

Perpusdes Sumber Ilmu Balecatur Fokus Pemberdayaan Perempuan dan Difabilitas

SLEMAN, BERNAS.ID-Menanggapi tuntutan zaman, perpustakaan tidak boleh hanya sebagai pusat informasi saja, tetapi juga sebagai tempat untuk ruang beraktivitas yang kreatif (experience center). Merespon tuntutan tersebut, Perpustakaan Desa (p ...

DIY

Audit Medik dan Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Penyelenggara Pemilu

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Hingga kini penyebab pasti sakit maupun kematian ratusan penyelenggara Pemilu 2019 belum diketahui. Hal ini terjadi karena sampai saat ini belum dilakukan audit medik dan otopsi bagi penyelenggara pemilu yang sakit m ...

DIY

Angkasa Pura I Musnahkan 2.779 Barang yang Dilarang dalam Penerbangan

SLEMAN, BERNAS.ID- Di lapangan NDB Angkasa Pura I, Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta melakukan kegiatan pemusnahan barang dilarang (prohibited items) yang ditemukan setelah melalui pemenuhan prosedur pemeriksaan dalam keaman ...

DIY

Foreder Adakan Bakti Sosial dan Buka Bersama Anak-anak Yapitu Piyungan

BANTUL, BERNAS.ID -- Forum Relawan Demokrasi (Foreder), salah satu organ relawan pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'aruf Amin, tetap aktif dalam kegiatan sosial meski pemilihan umum, baik pemilihan presiden-w ...

Budaya

Didik Nini Thowok Semarakkan Waisak 2019 di Candi Sewu

KLATEN, BERNAS.ID - Waisak Nasional 2563 BE/2019 Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) di Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (18-19/5/2019) berlangsung semarak. Acara yang penuh dengan nuansa seni dan budaya ini dihadiri ribuan umat B ...

DIY

Danrem 072 Yogyakarta Ajak Komponen Masyarakat Jaga Persatuan

JOGJA, BERNAS.ID- Korem 027/Pamungkas Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan silahturahmi kebangsaan dengan komponen masyarakat Yogyakarta di Monumen Diponegoro, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Jumat sore 17 Mei 2019. Dalam sambutannya, Bimo ...

Ekonomi

Meski Harga dan Stok Aman, Kandungan Berbahaya dalam Bahan Makanan Perlu Diwaspadai

YOGYA, BERNAS.ID—Selama Ramadan harga kebutuhan pokok di DIY dinilai masih stabil, stok kebutuhan juga masih mencukupi. Meski begitu makanan mengandung bahan berbahaya masih ditemukan dibeberapa takjil maupun di pedagang pasar. Sek ...

Pendidikan

Status Aset Hambat Pengembangan UPNVY jadi PT Kelas Dunia

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Status aset UPN "Veteran" Yogyakarta (UPNVY), terutama tanah dan bangunan, yang belum seluruhnya dihapuskan dalam SIMAK BMN Kementerian Pertahanan, menyebabkan Kemenristekdikti belum mencatatkan atau memasu ...

DIY

Jual Ganja, Sarjana Teknik Diringkus Polisi

SLEMAN, BERNAS.ID- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) berhasil meringkus pengedar ganja berinisial IAF (24), warga Randusari, Teras, Boyolali, Jawa Tengah di rumahnya, 8 Mei 2019 yang lalu. Dari informasi, rupanya IAF ini mer ...

Ekonomi

Elemen Masyarakat Jogja Laporkan Warga Asing yang Berbisnis Tidak Sesuai Ijin

SLEMAN, BERNAS.ID- Tak dipungkiri, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tempat tujuan warga negara asing (WNA) untuk melakukan usaha atau bisnis karena potensinya yang besar. Namun, potensi yang besar itu seringkali membuat oknum untuk ...

Pendidikan

UPN Veteran Yogyakarta Adukan Nasib Pegawai Non PNS ke DPR RI

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- UPN "Veteran" Yogyakarta mengadukan nasib pegawai tetap yayasan/pegawai swasta atau non PNS/ASN UPN "Veteran" Yogyakarta kepada Komisi X DPR RI, Kamis (16/5/2019). Pengaduan dilakukan karena hing ...

Lifestyle

Indonesian Scooter Festival Siap Digelar September di Jogja, Ada Atta Halilintar

YOGYA, BERNAS.ID - Indonesian Scooter Festival (ISF), event otomotif tahunan yang digelar sejak 2017 bakal kembali digelar di Jogja Expo Center, 21 & 22 September 2019. Ini adalah ajang berkumpulnya puluhan ribu skuteris dari dalam dan ...

Olahraga

Kapolda DIY Ajak Suporter Klub Sepakbola Jaga Kondusifitas di Liga 1

SLEMAN, BERNAS.ID- Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengajak suporter masing-masing klub yang bakal berlaga di Liga 1 2019 untuk menjaga kondusifitas. Ia menyampaikan imbauan tersebut karena konflik antarsuporter sudah sangat sering terj ...

Ekonomi

Bupati Sleman Ajak Pelaku UMKM Jual Produknya Secara Online

SLEMAN, BERNAS.ID- Bupati Sleman, Sri Purnomo membuka Pasar Lebaran 2019 yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman di Jalan Candi Sari, sisi selatan Lapangan Pemda Sleman. Pasar Lebaran yang dibuka mulai hari ini, Selasa ...

Wacana

Menagih Janji para Pemimpin

SETELAH Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu dilaksanakan serentak, kini seluruh rakyat sedang menantikan selesainya rekapitulasi real count oleh Komisi Pemilihan ...

DIY

Umat Ratu Rosari Berbagi Kasih dengan SLB Marganingsih

SLEMAN, BERNAS.ID - Umat Lingkungan St Maria Ratu Rosari Perumahan Citra Ringin Mas Purwomartani, Kalasan, Sleman, Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan melakukan anjangsana ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Marganingsih Pokoh, Wedomartani, Ngem ...

DIY

Forum Pemred DIY Minta Semua Pihak Menahan Diri

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) DIY meminta semua pihak untuk menahan diri dalam menyikapi proses dan hasil pemilihan umum (pemilu), baik pemilihan calon anggota legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden-wakil pre ...

DIY

Masakan Jawa Mendominasi Menu Buka Puasa di H-Boutique Hotel

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Aneka jenis masakan khas Jawa mendominasi menu buka puasa bersama di H-Boutique Hotel Jalan Prof Yohanes Sagan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Setiap hari menu yang disajikan mulai pukul 17.00 di Amboja Krama Resto H ...

DIY

Kemenpar: Kota Yogyakarta Perlu Ikon Kuliner

JOGJA, BERNAS.ID- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengatakan kuliner, sektor dari pariwisata yang sepele karena pendapatan yang diperoleh dari kuliner ternyata begitu besar. Untuk itu, diperlukan desain strategi dan ren ...

Ekonomi

Kebutuhan Uang Kartal Ramadan dan Idulfitri DIY Diprediksi Sebesar Rp5,6 Triliun

YOGYA, BERNAS.ID -Bank Indonesia memprediksi, permintaan yang kartal perbankan DIY untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2019 sebesar Rp5,6 triliun. Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan jumlah ...

DIY

Tahun 2019, Pilkades Sleman Terapkan Sistem E-Voting

SLEMAN, BERNAS.ID- Pemerintah Kabupaten Sleman akan menerapkan e-voting dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019. Pilkades dengan e-voting akan mewujudkan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang akurat, akuntabel, efektif, dan efisi ...

DIY

Penyanyi Ibukota Isyana Sarasvati Meriahkan Bosa Raya di TBY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penyanyi ibukota Isyana Sarasvati ikut memeriahkan event Bosa Raya 2019 di Concert Hall TBY, Rabu (8/5/2019) malam. Keputusan menghadirkan Isyana Sarasvati dalam event Bosa Raya 2019 dimaksudkan agar siswa/siswi SMA ...

DIY

Kastorius Sinaga : Menkopolhukam Tepat Bentuk Tim Bantuan Hukum

JAKARTA, BERNAS.ID - Rencana Menkopolhukam Wiranto untuk membentuk Tim Bantuan Hukum sangat tepat untuk mengantisipasi dinamika politik sehubungan dengan aksi gerakan delegitimasi hasil Pilpres 2019 menjelang pengumuman resmi KPU, 22 Mei 20 ...

DIY

Inilah Beberapa Catatan Penting Terkait Pemilu 2019 di DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DIY menilai, pelaksanaan Pemilu 2019 secara umum sudah berlangsung dengan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Meski demikian, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. ...

Pendidikan

Intelektual Yogyakarta Serukan Persatuan Indonesia Pasca Pemilu

SLEMAN, BERNAS.ID-Berpijak dari keprihatinan pro dan kontra di tengah masyarakat pasca pemilu, intelektual Yogyakarta menyerukan agar seluruh komponen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Komandan Korem 027/Pamungkas, Brigjen ...

DIY

KA Bandara Mulai Layani Penumpang Pesawat

YOGYA, BERNAS.ID - Kereta Api Bandara mulai beroperasi, Senin (6/5/2019) bersamaan dengan operasional Yogyakarta International Airport. EVP PT KAI Daop 6 Eko Purwanto mengatakan KA Bandara sudah disiapkan baik dari sisi sarana maupun pra ...

Pariwisata

Sejumlah Alumnus Ikamaya Tolak Wisata Halal di Labuanbajo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Sejumlah alumnus Ikamaya (Ikatan Mahasiswa Manggarai Yogyakarta) secara tegas menolak penerapan wisata halal di Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT. Karena wisata halal sangat tidak tepat dengan budaya dan kebiasaan mas ...

DIY

Presiden Jokowi Laksanakan Shalat Tarawih Pertama di Bogor

YOGYAKARTA, BERNAS ID - Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah shalat tarawih pertamanya di bulan Ramadan 1440 H, di Masjid Jenderal Besar Soedirman di komplek Museum Peta, Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad), Bogor Tengah, Kota Bog ...

Lifestyle

Ramadhan Buffet Dinner Grand Inna Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -- Paket Buka Puasa “From Nusantara to Eastern“ di Grand Inna Malioboro, bertempat di Pelataran Hotel (outdoor) dan Malioboro Coffee Shop (indoor). Menu Nusantara tersedia setiap hari Senin hingga Kamis, de ...

DIY

Cucu Ki Hadjar Dewantara Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar Rumahnya

SLEMAN, BERNAS.ID -Pensiunan Dosen Fakultas Teknik UGM, Lalitasari (67,) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Jalan Kakap Raya No 30 Minomartani, Ngaglik, Sleman, Sabtu (4/5/2019) siang. Jenasah Lalita ditemukan dengan kaki yang mem ...

Pendidikan

Sekretaris Milenial Harus Cinta Lingkungan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 program Studi Sekretaris ASMI Santa Maria Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019) lalu, diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain lomba orasi bahasa Indonesia, pidato bahasa Jawa, micro ...

Pendidikan

JK Resmikan Gedung Program Pascasarjana UNY

SLEMAN, BERNAS.ID- Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) berkesempatan hadir untuk menghadiri seminar nasional "Format Pendidikan untuk Meningatkan Daya Saing Bangsa" di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus meresmik ...

DIY

Buka Puasa Bersama di @K Hotel Kaliurang Sambil Menikmati Keindahan Alam

SLEMAN, BERNAS.ID -@K Hotel Kaliurang menawarkan program buka bersama bertajuk Super BukberKaliurang sambil menikmati keindahan alam di sekeliling hotel. Dalam program yang dilaunching Jumat (3/5/2019) sore oleh Manajer @K Hotel Kaliurang H ...

DIY

Kelompok Moderat Harus Bersatu Melawan Paham Radikal

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemilihan umum (Pemilu), baik pemilihan calon anggota legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres) harus dipahami sebagai sebuah bentuk kontestasi politik dalam sistem demokrasi. Namun, melih ...

Pendidikan

Tingkatkan Kebiasaan Anak Baca Alquran Lewat Tahfidz Alquran

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perkembangan teknologi yang kian pesat tiap harinya membuat sejumlah aktivitas manusia mulai disinergikan dengan teknologi. Berbagai media sosial hadir dan sering digunakan oleh anak-anak seperti YouTube dan Instagra ...

DIY

Ribuan Warga Ikuti Senam Masal di Alun-alun Utara

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Ribuan warga DIY dari berbagai latar belakang mengikuti senam masal di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (3/5/2019) pagi. Kegiatan senam bertajuk Senam Rakyat, Jogja Sehat Indonesia Kuat yang dibuka dan dihadiri GKR ...

DIY

Marching Band TK Negeri 2 Yogyakarta Sabet Juara Umum

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Memaknai peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada kamis 2 Mei 2019 dengan berbagai cara salah satunya seperti yang dilakukan oleh tim Marching Band TK Negeri 2 Yogyakarta dengan mengikuti  dua ke ...

Olahraga

Ribuan Warga Semangat Ikuti Senam Rakyat di Alun-Alun Utara

YOGYA, BERNAS.ID - Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Gebyar Senam Rakyat, Jumat 03 Mei 2019 pagi di Alun-alun Utara Yogyakarta. Acara diikuti oleh oleh masyarakat Yogyakarta. ...

DIY

Bambang Soepijanto akan Terima dengan Legawa Hasil Pemilu yang Diumumkan KPU

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Sikap ksatria dan legawa ditunjukkan Dr Ir H Bambang Soepijanto MM, salah satu calon Anggota DPD RI dari Dapil DIY. Ia mengaku akan menerima apa pun hasil pemilihan anggota legislatif (pileg) dan senator (DPD) 17 Apr ...

Ekonomi

Kementrian Perdagangan Sidak Harga Sembako Jelang Ramadan di Pasar Beringharjo

YOGYA, BERNAS.ID - Kepala Bappebti Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana, melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, dalam rangka koordinasi terkait stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Kamis ...

Kesehatan

Ribuan Buruh Jalan Sehat di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2019 sekaligus memperingati Hari Jadi Sleman ke 103, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman selenggarakan jalan sehat bersama Lembaga Kerjasama T ...

DIY

Perampok Spesialis Konter HP Lakukan Aksinya dengan Pistol Buatan Dalam Negeri

SLEMAN, BERNAS.ID -Polda DIY berhasil mengulung komplotan perampok spesialis konter handphone di wilayah hukum Yogyakarta. Komplotan berjumlah empat orang, yaitu AD, warga Bandung, ASS dan SBH warga Karawang, Jawa Barat serta FB, warga Ngaw ...

Ekonomi

Kemendes PDTT Berharap Lulusan Pelatihan Kerajinan Rajut Tularkan Ilmunya ke Masyarakat Desa

SLEMAN, BERNAS.ID- Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Perdesaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Harlina Sulistyorini menutup pelatihan kerajinan rajut berbasis ekonomi kreatif tahu ...

Ekonomi

Produk Kuliner Rumahan Jogja Didorong Tembus Pasar Modern

YOGYA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan mendorong produk kuliner rumahan untuk bisa menembus gerai toko atau minimarket modern. Berbagai upaya pun sudah dilakukan Pemerintah Ko ...

DIY

Orangtua Ikut Berkontribusi Banyak Anak Meninggal Kecelakaan Lalu-lintas

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Orangtua ikut berkontribusi banyak anak atau pelajar yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu-lintas di DIY maupun di Indonesia. Sebab, orangtua ikut mendorong anak menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua ma ...

DIY

Kecelakaan Lalu-lintas di DIY Tinggi, Terbanyak di Bantul, dengan Ratusan Korban Jiwa

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -Angka kecelakan lalu-lintas di DIY sangat tinggi. Bahkan hanya dalam waktu 3 bulan sejak Januari hingga Maret 2019, angka kecelakaan lalu-lintas di DIY mencapai 1.831 kasus dengan memakan korban jiwa 117 orang. Dari 1 ...

Pendidikan

Persiapan Kepala Sekolah dan Guru di Sleman Menghadapi Revolusi Industri 4.0

SLEMAN, BERNAS.ID - Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo RI bersama Center of Education Regulation & Development Analysis (Cerdas) menggelar Seminar dan Workshop Menyiapkan Kepala Sekolah dan Guru dalam Menghadapi Revolusi Indus ...

DIY

Dasar Apes, Niat Jual HP Malah Disekap Calon Pembelinya

SLEMAN, BERNAS.ID- Nasib apes menimpa Salafudin (22), warga Kaliangkrik, Magelang. Pasalnya, niat mau jual HP, tapi malah disekap calon pembelinya, CN alias Yoyok (32), warga Jalan Kaliurang Km 10,5. Gara-gara penyekapan selama tiga hari ...

DIY

Perpustakaan Saat Ini Wajib Menjadi Ruang Beraktivitas Masyarakat

SLEMAN, BERNAS.ID- Menanggapi tuntutan zaman, perpustakaan tidak boleh hanya sebagai pusat informasi saja, tetapi juga sebagai tempat untuk ruang beraktivitas yang kreatif (experience center). Untuk itu, Perpustakaan Nasional Republik Indon ...