BERNAS Sepekan


03 Maret 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

Bernas.id - Mulai hari ini, BERNAS Sepekan menemani Anda setiap Sabtu. Berita utama yang pernah terbit akan kami rangkum menjadi satu hingga memudahkan Anda untuk melihat kembali peristiwa penting apa saja yang terjadi minggu ini, Senin hingga Jumat. Ke depan kami akan meringkasnya dalam bentuk infografis. (Redaksi Bernas)

Senin (26/2/2018)

Jelajah Keraton Surakarta

Rasa takjub terasa kuat di dada ketika menyaksikan sendiri kemegahan bangunan Keraton Surakarta. Ingatan-ingatan masa kerajaan dahulu seakan kembali timbul. Warisan budayanya yang lestari dari masa ke masa pun tak kalah ternilai dari bentuk fisik keratonnya sendiri, seperti upacara adat sekaten atau grebeg, tari-tarian sakral, gamelan sebagai alat musik tradisional, dan peninggalan pusaka lainnya semisal meriam dan keris. Ya, Kasunanan Surakarta menjadi kompleks bersejarah sebuah kerajaan Jawa yang masih eksis hingga sekarang. Peninggalan-peninggalan budaya Jawa dan sejarahnya terbukti telah mampu menarik banyak orang untuk mengunjunginya.

Bersama INDACO, Bernas menyusuri Kasunanan Surakarta yang terletak di pusat Kota Solo dengan keratonnya yang menjadi salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.

Sampai saat ini, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Sebagian kompleks keraton memiliki fungsi lain sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Baca juga Tujuh Catatan Sejarah Penting Perjalanan Kasunanan Surakarta

Terkait arsitektur, Keraton Surakarta memiliki pola dasar tata ruang yang memiliki persamaan dengan Keraton Yogyakarta. Ternyata salah satu arsitek istana Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi (yang kelak bergelar Sultan Hamengkubuwana I) rupanya juga menjadi arsitek utama Keraton Yogyakarta. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika memiliki persamaan.

Keraton Surakarta memiliki beberapa sembilan komplek, yaitu (1) Kompleks Alun-alun Lor/Utara, (2) Kompleks Sasana Sumewa, (3) Kompleks Siti Hinggil Lor/Utara, (4) Kompleks Kamandungan Lor/Utara, (5) Kompleks Sri Manganti, (6) Kompleks Kedaton, (7) Kompleks Kamagangan, (8) Kompleks Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kamandungan Kidul/Selatan, serta (9) Kompleks Siti Hinggil Kidul/Selatan dan Alun-alun Kidul/Selatan.

Kompleks Keraton Surakarta ini dikelilingi dengan Baluwarti, sebuah dinding pertahanan dengan tinggi sekitar tiga sampai lima meter dan tebal sekitar satu meter tanpa anjungan. Dinding ini melingkungi sebuah daerah dengan bentuk persegi panjang. Daerah itu berukuran lebar sekitar lima ratus meter dan panjang sekitar tujuh ratus meter.

Kompleks keraton yang berada di dalam dinding Baluwarti adalah dari Kamandungan Lor/Utara sampai Kamandungan Kidul/Selatan. Kompleks ini meliputi Gladag, Pangurakan, Alun-alun Lor, dan Masjid Agung Surakarta. Gladag yang sekarang dikenal dengan Perempatan Gladag di Jalan Slamet Riyadi Solo. Dahulu, lokasi di sekitar Gladag dan gapura kedua dipakai sebagai tempat menyimpan binatang hasil buruan sebelum digladag (dipaksa) dan disembelih di tempat penyembelihan.

Baca juga 4 Kuliner Istimewa Khas Kasunanan Surakarta

Wujud arsitektur pada kawasan Gladag ini mengandung arti simbolis, yaitu ajaran langkah pertama dalam usaha seseorang untuk mencapai tujuan ke arah Manunggaling Kawula Gusti (Bersatunya Rakyat dengan Raja). Alun-alun merupakan tempat diselenggarakannya upacara-upacara kerajaan yang melibatkan rakyat. Selain itu alun-alun menjadi tempat bertemunya Sri Sunan dan rakyatnya.

Di sebelah barat alun-alun utara berdiri Masjid Agung Surakarta. Masjid raya ini merupakan masjid resmi kerajaan dan didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana III pada tahun 1750 (Kasunanan Surakarta merupakan kerajaan Islam). Bangunan utamanya terdiri dari atas serambi dan masjid induk. Di sebelah utara alun-alun terdapat bangsal kecil yang disebut Bale Pewatangan dan Bale Pekapalan. Sasana Sumewa merupakan bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Tempat ini pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menghadap para punggawa (pejabat menengah ke atas) dalam upacara resmi kerajaan. Di kompleks ini terdapat sejumlah meriam diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad. Meriam ini dibuat pada masa pemerintahan Sultan Agung.

Siti Hinggil merupakan suatu kompleks yang dibangun di atas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya. Kompleks ini memiliki dua gerbang, satu di sebelah utara yang disebut dengan Kori Wijil dan satu di sebelah selatan yang disebut dengan Kori Renteng. Pada tangga Siti Hinggil sebelah utara terdapat sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pemenggalan kepala Trunajaya yang disebut dengan Sela Pamecat.  Jadi kalau ke bertandang ke Solo jangan lupa mampir ke Keraton Solo yang unik tersebut. Bernas dan INDACO sudah membuktikan keindahan dan keagungan keraton tersebut.

Baca juga Tujuh Lokasi Wisata Sebagai Daya Tarik Utama di Sekitar Kasunanan Surakarta

Selasa (27/2/2018)

Tiga Kelompok Koruptor E-KTP

Dalam jumpa pers di Gedung KPK, HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Febri Diansyah mengatakan Proyek Kasus Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (E-KTP) ini melibatkan tiga kelompok besar. Ketiga kelompok besar yakni pejabat Kementerian Dalam Negeri, Anggota DPR periode 2009-2014, dan pihak swasta yang menggarap proyek di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Ketiga kelompok besar ini bisa dimasukkan dalam tiga kluster, yakni kluster pertama yang berada di sektor politik ketika pembahasan dilakukan. Kluster kedua yang ada instansi pemerintah yang menangani proyek. Salah satunya Kemendagri yang intens ditangani KPK. Sedangkan kluster ketiga yakni kluster swasta.

Baca juga Nama SBY Disebut Dalam Persidangan Kasus E-KTP, Ini Jawaban KPK

Febri menjelaskan saat ini penetapan tersangka baru di kluster instansi pemerintah. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya tersangka dari dua kluster lainnya. Intinya, dengan adanya pengelompokan tersebut, penyidik akan lebih mudah menjerat pihak-pihak lain yang ikut merasakan aliran dana rasuah tersebut.

Saat ini, diakui dia, penetapan tersangka megakasus ini masih berada di kluster kementerian yang menangani proyek E-KTP ini. "Tentu kami terbuka mendalami peran-peran di dua kluster lain, apakah itu proses pembahasan anggarannya ataupun pada sektor swasta. Baik dari pihak pemenang lelang atau pihak lain yang juga terkait perkara ini. Sebab belum tentu hanya pemenang lelang, total dari indikasi kerugian negara sangat terbuka dinikmati pihak-pihak lain," jelasnya.

Namun, menurut Febri, siapa tersangka baru E-KTP tergantung pada bukti permulaan yang didapat penyidik KPK. "Jadi setelah fakta persidangan dibuka di Pengadilan Tipikor kami melihat ada dugaan pelaku yang lain. Jadi itu bisa berasal dari birokrasi, swasta ataupun dari politik," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (19/2/2018) dikutip Kantor Berita Antara.

Baca juga KPK Buka-Bukaan Saja Soal Aktor-Aktor Lain Kasus e-KTP

Dijelaskan Febri, dalam setiap penanganan perkara, proses penyelidikan dilakukan untuk mencari atau mengumpulkan bukti permulaan yang cukup sebelum perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan dan diikuti dengan penetapan seseorang sebagai tersangka. Namun lantaran penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, Febri masih belum bisa bicara lebih jauh soal pihak yang diduga terlibat korupsi proyek e-KTP. "Itu tentu dilakukan belum bisa disampaikan secara terbuka. Karena proses pendalaman belum dalam tahap penyidikan saat ini," tutur dia.

Dia menambahkan, penetapan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP tak berhenti pada mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dibawa ke persidangan, atau terhadap tersangka lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo yang kini masih tahap proses penyidikan. Menurut dia, KPK menduga ada pihak lain yang patut mempertanggungajawabkan perbuatannya dalam proyek senilai Rp 5,8 triliun itu. "Namun kami menduga masih ada pihak lain yang kami perlu telusuri lebih lanjut, tetapi sekali lagi untuk menelusuri peran pihak lain tentu harus sangat hati-hati dan dengan keyakinan bukti yang tidak meragukan," ujar Febri, Senin (19/2/2018).

Baca juga Ada Aktor Besar Dalam Kasus E-KTP? Setya Novanto: Ya Ada, Nantilah

Rabu (28/3/2018)

Siapa Pendamping Jokowi?

Pemilihan Presiden masih lebih dari setahun lagi, namun partai politik sudah getol mengelus jagonya. PDI-P secara resmi sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai Calon Presiden untuk periode mendatang pada rakernas di Bali minggu lalu. Sedangkan Gerindra masih malu-malu. Para pendukungya dengan terang-terangan menjagokan kembali Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Tapi Prabowo sendiri, sepertinya masih setengah hati. Ada dugaan Prabowo enggan untuk dicalonkan kembali. Selain umur yang sudah menua (Oktober 2019, 68 tahun), fisiknya juga diduga kurang prima untuk menjabat sebagai presiden. 

Baca juga Bantah Duet Dengan Jokowi, Gerindra Ingin Prabowo Capres 2019

Bisa saja dipaksakan, namun tentu sudah tidak optimum lagi. Partai lain sepertinya tidak memiliki calon presiden untuk dijagokan. Golkar sebagai partai pemenang ke dua tahun lalu saja, belum berani memunculkan jagonya, apalagi partai lainnya. Indonesia memang sedang mengalami krisis calon pemimpin. Partai yang diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka untuk menggodok seseorang menjadi calon pemimpin, nyatanya tidak mampu. 

Baca juga Golkar: Menangkan Jokowi, Perlu Cawapres yang Bisa Ini

Ada kemungkinan Prabowo tidak mencalonkan diri, melainkan memunculkan nama lain yang akan diusung Gerindra sebagai calon Presiden. Anies Baswedan dan Tuan Guru Badjang sepertinya masuk dalam radar Prabowo. Namun yang pasti, nantinya hanya akan muncul dua pasang calon Presiden. Jokowi dan penantangnya. Yang juga tidak kalah penting adalah siapa yang akan mendampingi mereka berdua nanti? Partai tengah dan partai bawah sudah mulai pula mengajukan jagonya sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi. Siapa sajakah mereka? 

Baca juga OSO Usulkan Wiranto Cawapres Pendamping Jokowi

Di beberapa daerah di Indonesia, Cak Imin dengan pede-nya mentahbiskan diri sebagai cawapres zaman now melalui spanduk gede-gede yang terpampang di jalan-jalan utama. Barangkali Cak Imin ingin menunjukkan kepada para capres bahwa dia memiliki konstituen tradisional yang loyal, NU. Demikian juga halnya dengan Rommy (Romahurmuzy, Ketua Umum PPP) yang dengan genit mulai mendekati istana sebagai tanda bahwa dia juga pantas mendampigi Jokowi mengingat dia memiliki pengikut dari islam tradisional juga. Tapi kenapa tiba-tiba terdengar samar-samar nama Budi Gunawan sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi? Dari bisik-bisik, ada dugaan itu merupakan usulan dari Teuku Umar.

Baca juga Suara Relawan Inginkan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Jokowi

Kamis (1/3/2018)

Pilkada 2018: Selamat Datang Koruptor

Tidak bisa dipungkiri, jika kita mau jujur, maka UU Pemilu paling tidak turut berkontribusi terhadap keberanian para calon pemimpin daerah atau pemimpin daerah untuk melakukan korupsi. Bayangkan saja jika ada seorang calon kepala daerah yang tertangkap tangan-seperti yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Subang, Imas Aryumningsih yang diduga menerima suap berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Imas, terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Marianus Sae yang juga ditangkap oleh KPK dalam OTT, disangka menerima suap dari seorang pengusaha. 

Baca juga Kepala Daerah Korupsi, ICW: Rakyat Cermat Pilih Pemimpinnya

Marianus Sae yang maju dalam pemilihan Gubernur NTB ini merupakan kader PDI-P yang berpasangan dengan Emelia Julia Nomleni. Marianus Sae dan pasangannya didukung oleh PDI-P dan PKB. Sementara itu di awal Februari (4/2/2018), KPK juga menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka penerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Jombang, Inna Silestyanti. Inna memberikan uang tersebut dengan harapan agar Bupati Nyono dapat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.

Uang haram yang diberikan oleh Inna tersebut berasal dari uang kutipan jasa pelayanan kesehatan dan kapitasi BPJS dari 34 puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang. Sementara itu calon gubernur Lampung yang juga terkena OTT KPK, pada tanggal 16 Februari telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Namun dengan pongahnya berujar, “Saya kira, saya akan menang. Makanya saya pikir niat lurus, maju terus, nomor 4 oke! Terus kece!" ujar Mustafa dengan jumawa sambil mengacungkan kedua tangannya ke depan seusai diperiksa oleh KPK , Jumat (23/2/2018).

Baca juga Meski Jadi Tahanan KPK, Cagub Lampung Sempat Kampanye

Paling anyar adalah Rabu dini hari (28/2/2018), kembali KPK melakukan operasi tangkap tangan untuk yang kelima kalinya terhadap kepala daerah yang berlaku lancung melakukan korupsi. KPK mencokok walikota termuda Indonesia, Adriatma Dwi Putra atau yang sering dipanggil dengan sebutan ADP. Dia ditangkap KPK bersama dengan sejumlah orang lainnya, termasuk ayahnya sendiri yang sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara. Sangat tragis, ayah dan anak ditangkap oleh KPK secara bersamaan. 

Baca juga OTT Walkot Kendari dan Cagub Sultra, ICW Soroti Dinasti Politik

Tapi meskipun demikian jika para kepala daerah yang sedang mencalonkan diri itu mundur, maka akan kena sangsi sesuai dengan UU Pemilu yang mengancam pengunduran diri para calon kepala daerah oleh sebab apapun. Hukuman penjara dan denda menanti jika mengundurkan diri. Akibatnya masyarakat disodorkan calon pemimpin yang sudah rusak akhlaknya.  Selamat Datang di Pilkada Serentak 2018 yang diikuti antara lain oleh para koruptor. Jadi SELAMAT DATANG PARA KUROPTOR DI PILKADA SERENTAK 2018.

Baca juga OTT KPK Jelang Pilkada 2018, Bongkar Rusaknya Demokrasi Politik Kita

Jumat (2/3/2018)

Dihukum Mati, Tapi Tidak Mati-Mati

Sehari menjelang kepalanya diganti, BNN dan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan  merilis hasil tangkapan mereka ke media. Tidak tanggung-tanggung pencucian uang dari hasil perdagangan narkoba sepanjang tahun 2014 hingga 2016 tidak kurang 6.4 triliun rupiah. PPATK juga mengendus sekitar 5000 transaksi keuangan yang janggal yang dilakukan oleh PT. Prima Sakti Sejahtera. Perusahaan ini adalah salah satu dari 6 perusahaan lainnya (DUV,  PT. GU, dan PT. HCI, PT. UJS, dan Devy dan Rekan Sejahtera) yang digunakan oleh tersangka DY untuk melakukan pencucian uang. 

Baca juga Artis Pakai Narkoba Berujung Rehabilitasi, BNN: Harus Dipenjara

Tersangka DY ditangkap bersama dengan tersangka lainnya, yaitu HR dan FH. Ada dugaan ini terkait dengan pencucian uang oleh Bandar narkoba terpidana mati dua kali, Togiman, alias toge, alias Toni. Modus yang digunakan adalah dengan medirikan perusahaan impor dan ekspor fiktif. Kemudian menerbitkan invoice bodong. Perusahaan yang ditagih akan membayarkan sejumlah uang. Uang ini ditampung di rekening bank yang sudah dipersiapkan sebelumnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca juga BNN Tunggu Jaksa Agung Soal Eksekusi Mati Napi Narkoba

Yang menjadi pertanyaan kita adalah, mengapa seorang terpidana mati Togiman masih dapat mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara? Mengapa hingga hari ini belum  juga dieksekusi? Padahal sudah divonis dua kali hukuman mati? Makanya dengan kesal Budi Waseso mengungkapkan: “Terpidana mati, tapi tidak mati-mati.” Terima kasih Budi Waseso yang sudah melakukan perang terhadap peredaran narkoba dengan hasil yang sangat baik. 

Baca juga Irjen Heru Winarko Resmi Jabat Kepala BNN Gantikan Buwas

Selamat datang Kepala BNN yang baru Heru Winarko. Semoga perang terhadap narkoba tetap berlanjut. Jangan biarkan BNN bekerja sendiri dalam memerangi narkoba. Semua harus membantu, termasuki PPATK dan Kepolisian yang sudah mendukung selama ini. Imbauan kita kepada Jaksa Agung, segeralah eksekusi terpidana mati tersebut agar tidak bisa lagi mengendalikan narkoba dari dalam penjara sambil menunggu proses eksekusi yang begitu lama. Terlalu berbahaya bagi kelangsungan hidup generasi muda kita jika eksekusi terus ditunda-tunda. (RT)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Kesehatan

Sri Muslimatun: Kami Sangat Berkepentingan untuk Kesehatan Anak

Bernas.id – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyatakan bahwa Kabupaten Sleman memiliki kepentingan besar terhadap kesehatan anak. Ia menegaskan deklarasi Lantera Simanja (Perlindungan Anak terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak S ...

Budaya

Mesemeleh, Tema FKY 2018. Catat Tanggalnya...

Bernas.id - Ajang seni tahunan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) siap menyapa warga Jogja pada tanggal 23 Juli hingga 9 Agustus 2018. FKY tahun ini akan diselenggarakan untuk ke-30 kalinya, dan akan diadakan kembali di Planet Pyramid yang ...

Budaya

Ini Keunikan Surjan Busana Tradisional Jawa

Bernas.id -- Surjan busana tradisional Jawa dari Yogyakarta, selain memiliki makna filosofi spitirual yang tinggi dan memiliki keunikan berupa penyebutan guntingan pola kain dalam menjahit pembuatan surjan. Proses pembuatan surjan dalam mem ...

Pendidikan

Rektor UNY: Hasil Riset PKM Dapat Digunakan Sebagai Skripsi

Bernas.id - Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Direktorat Kemahasiswaan dan Perguruan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Misbah Fikriyanto mengucapkan rasa terima kasihnya pada UNY yang bersedia men ...

DIY

Salahgunakan Psikotropika, 4 Orang Diamankan di Polda DIY

Bernas.id- Petugas Satresnarkoba Polda DIY meringkus 4 orang yang diduga menyalahgunakan Psikotropika. Tersangka DM (23), IN (28), ATR (18), dan AP (23) diamankan polisi pada hari Kamis (19/7/2018) sekira pukul 00.30 WIB, Daerah Istimewa Yo ...

DIY

BNNK Sleman: Gamping Rawan 1 Penyalahgunaan Narkoba

Bernas.id – Kepala BNNK, Drs Kuntadi, Msi, menyebut bahwa Kabupaten Sleman juga menjadi salah satu area peredaran narkoba dengan Depok yang menjadi barometernya. Namun, daerah pinggiran kota juga memiliki kerawanan yang hampir sama, R ...

DIY

Gelombang Tinggi di Pantai Selatan, Ini yang Dilakukan BPBD DIY

Bernas.id--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY siap melakukan penanaman bakau di Pantai Selatan. Ini untuk mencegah kerusakan saat gelombang tinggi tiba.  Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan, penanaman ...

Olahraga

Peringati HANI, BNNK Sleman Adakan Senam Massal

Bernas.id – Meningkatkan kesadaran warga Sleman tentang bahaya narkoba, BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman adakan senam massal bertajuk “Senam Sehat Anti Narkoba”, khususnya Ke ...

Pendidikan

Ratusan Penelitian Ilmiah Pelajar Jogja Ditampilkan di SRE'18. Apa Menariknya?

Bernas.id - Sagasitas Research Exhibition (SRE) 2018 dibuka mulai hari ini, Jumat (20/7/2018) hingga tanggal 21 Juli 2018 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), UGM. Ini adalah sebuah pameran ilmiah tahunan yang menampilkan ra ...

Budaya

Luna Maya dan Sara Wijayanto Beberkan Hal Unik Syuting Film Sabrina

Bernas.id - Sederet bintang film horor Sabrina hadir di Jogja, bertutur tentang hal mistis yang mewarnai proses syuting film tersebut. Pengalaman mistis pun dibagikan para pemain dalam acara Meet and Greet film Sabrina, di Ambarrukmo Pla ...

Olahraga

Menlu Retno dan Ribuan Siswa Kota Yogyakarta Sambut Obor Asian Games 2018

Bernas.id – Kota Yogyakarta menjadi sangat spesial karena menjadi kota pertama yang mengawali kirab obor Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus – 2 Septemebr 2018. Akan ada 54 Ko ...

DIY

ACT Ajak Masyarakat Berkurban

Bernas.id - Setiap tahunnya, perayaan Idul Adha selalu membawa serta spirit meraih takwa dan membahagiakan sesama. Ibadah kurban menjadi momen umat muslim untuk semakin mendekatkan diri pada ilahi. Untuk tahun ini, Global Qurban-Aksi Cepat ...

Pariwisata

Tour De Merapi, Kenalkan Desa Wisata dan Pasar Tradisional Sleman

Bernas.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman kembali menggelar Tour de Merapi 2018 yang sudah dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun 2003. Tour de Merapi kali ini mengusung tema “Jajah Deso Milang Pasar” yang a ...

DIY

Inilah 4 Titik Pelanggaran Parkir di Jogja yang Paling Sering Ditemui

Bernas.id  - Dinas Perhubungan Kota Jogja mengakui, di beberapa titik di Kota Jogja memang sering ditemukan pelanggaran parkir. Hingga kini di beberapa titik ini masih sering ditemukan banyak pelanggaran parkir meskipun sudah dilakukan ...

Olahraga

Tujuh Atlet Legendaris Beri Dukungan Asian Games 2018

Bernas.id - Sedikitnya tujuh atlet legendaris di Indonesia ikut memberikan dukungan semangat kemenangan dalam parade kirab obor Asian Games 2018. Bersama salah satu operator transportasi online yang menjadi official partner Asian Games 2 ...

DIY

Enam Parpol Daftarkan 100% Bacalegnya ke KPU Kota Yogyakarta

Bernas.id - Enam partai politik di Kota Yogyakarta mendaftarkan 100 persen bakal calon legislatif yang diusungnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. Keenam parpol tersebut adalah Partai Nasdem, PKS, PDI Perjuangan, Gerindra ...

Pendidikan

TNI AD Berikan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Pada Peserta Didik Baru

Bernas.id - Mayor Kav Cecep Saepudin, S.Sos memberikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada siswa SMK Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) Yogyakarta, Rabu (18/07) di Aula Yonif 403, Kentungan, Sleman. Dalam paparannya May ...

DIY

PKPI Absen di Pileg Propinsi DIY

Bernas.id - Lima belas dari 16 partai politik di Propinsi DIY, sudah resmi mendaftarkan bakal calon legislatif yang diusungnya kepada komisi pemilihan umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga berakhirnya masa tahapan pendaftaran b ...

DIY

Kesundul, Oleng, Sedan Tabrak Tiang Listrik

Bernas.id – Kecelakaan sebuah mobil jenis sedan berwarna silver terjadi di depan Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta sekira pukul setengah tiga sore lebih. Mobil sedan terlihat ringsek bagian depan karena menabrak tia ...

Olahraga

Api Asian Games 2018 Singgah Sesaat di Candi Ratu Boko

Bernas.id – Sekitar pukul setengah tiga sore, api Asian Games 2018 yang dibawa langsung dari India dibawa singgah sesaat ke Candi Ratu Boko yang terletak di puncak bukit. Dengan dikawal oleh Bregodo Gotri Seloaji, api Asian Games 2018 ...

Ekonomi

Peluang Pemasaran Produk Lokal Jogja Lewat E-Commerce Masih Terbuka Lebar

Bernas.id -Pemasaran tradisional lewat ekspor dinilai bukan satu-satunya upaya untuk memperluas produk lokal hingga pasar internasional. Salah satu cara yang belum banyak dilirik adalah e-commerce, yang memiliki potensi jaringan pasar cukup ...

Pendidikan

Tindaklanjuti Aduan Warga, Forpi Temukan Hal Ini Saat Sidak di SMP 5 Jogja

Bernas.id - Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Kota Yogyakarta mendatangi SMP Negeri 5 Kota Yogyakarta, Rabu (18/7), guna meminta informasi terkait dengan jumlah pasti kursi kosong di SMP tersebut. Hal ini dilakukan guna men ...

DIY

Begini Perkembangan Revitalisasi Drainase Jalan Babaran

Bernas.id - Tahapan pekerjaan fisik revitalisasi drainase di Jalan Babaran Yogyakarta berjalan lebih cepat dari perencanaan. Hingga saat ini proses sudah mencapai lebih dari 40 persen dari total pekerjaan. "Pekan lalu, pekerjaan sud ...

Pendidikan

Begini Komentar Wakil Walikota Jogja Terkait Keluhkan "Blank Spot" PPDB

Bernas.id - Beberapa orang tua siswa mengadu ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (17/7/2028), menyampaikan keluhan adanya “blank spot” pada penerimaan peserta didik baru jenjang SMP di Kota Yo ...

Pendidikan

Keluhkan "Blank Spot" PPDB, Orang Tua Siswa Jogja Mengadu ke Forpi

Bernas.id - Dua orang tua siswa mengadu ke Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (17/7/2028). Mereka menyampaikan keluhan adanya “blank spot” pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP d ...

Ekonomi

Harga Telur Kini Mulai Stabil

Bernas.id -Harga telur di pasar tradisional Jogja mulai stabil di kisaran Rp26.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Demikian pula dengan harga bawang putih yang juga turun ke kisaran Rp23.000 - Rp24.000 per kilogram dari sebelumny ...

DIY

Kapolda DIY Akan Ikut Pawai Obor Api Asian Games 2018

Bernas.id – Kepala Polisi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Dofiri menyebut sudah melakukan persiapan dalam rangka pengamanan pawai obor api (torch relay) Asian Games 2018. Pengamanan akan dilaksanakan pada rute-rute jalan yang ...

Olahraga

Susi Susanti Ceritakan Pengalaman Bawa Api Asian Games 2018 dari India

Bernas.id - Susi Susanti, sebagai brand ambasador untuk Asian Games 2018 mengungkapkan kebanggaannya bisa dipilih untuk mengambil api secara langsung dari India. Susi Susanti membutuhkan waktu penerbangan sekitar 8 jam ketika membawa api As ...

Olahraga

Asian Games 2018, KSAU TNI AU: Dijamin Apinya Asli dari India

Bernas.id - Pukul delapan pagi tepat, Boeing 737 TNI AU yang membawa api Asian Games 2018 melintas dengan pengawalan khusus dari 5 pesawat tempur TNI AU, T50i Golden Eagle. Setelah mendarat, dilakukan penyerahan api ASEAN Games 2018 dari Ib ...

Olahraga

Erick Tohir, Asian Games 2018 Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Bernas.id – Dalam rangka menyambut api Asian Games langsung dari India ke Kota Yogyakarta, penampilan Dragon Track Banner menjadi pembuka pertama prosesi serah terima api ajang olahraga internasional empat tahunan ini. Dua pesawat uda ...

DIY

Hari Ini Pendaftaran Terakhir Caleg ke KPU

Bernas.id - Hari ini, Selasa 17 Juli 2018, merupakan hari pendaftaran terakhir bagi partai politik yang ingin mendaftarkan bakal calon legislatif yang diusungnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Hari ini kami tunggu hingga pukul 24. ...

DIY

Baru 4 Parpol Mendaftar di KPU Kota Yogyakarta

Bernas.id - Hingga hari ini sejak dibukanya pendaftaran bakal calon legislatif, baru empat partai politik yang mendaftarkan bacalegnya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. "Sampai hari ini pukul 16.00 WIB baru ada ...

DIY

Partai Nasdem DIY Resmi Daftarkan Caleg ke KPU DIY

Bernas.id - Tepat pukul 13.00 WIB, Rombongan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW Partai Nasdem DIY) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY guna mendaftarkan bakal calon legislatif (Baca ...

DIY

KPU Jogja Antisipasi Menumpuknya Pengajuan Caleg di Hari Terakhir

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja melakukan langkah antisipasi penumpukan pengajuan daftar calon anggota legislatif pada hari terakhir, Selasa (17/7) besok. Instansi tersebut memperbanyak jumlah petugas untuk mengecek kelen ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Jogja Tak Mau Sembarangan Berikan Kursi Kosong

Bernas.id - Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana menepis informasi yang beredar di masyarakat soal tersisanya kursi di sekolah-sekolah negeri favorit. Edy mengatakan saat ini hanya tersisa dua kursi di SMP Negeri 5 Yogyakarta ...

Budaya

Hanung Bramantyo, Studio Alam Gamplong Jadi Pusat Kebudayaan

Bernas.id – Sutradara film terkenal, Hanung Bramantyo menyebut bahwa Film "Sultan Agung" menjadi pemicu dirinya untuk menciptakan sebuah pusat kebudayaan di Yogyakarta dalam wujud set studio alam. Menurut Hanung, nantinya se ...

DIY

Bank Mata Yogyakarta Itu Masih Ada untuk Memberantas Kebutaan

Bernas.id – Masih minimnya pendonor kornea mata di Indonesia, Bank Mata Yogyakarta melakukan terobosan kerjasama melalui penandatanganan MoU dengan Nepal Eye Bank. Hasil dari kerjasama itu, Nepal Eye Bank bersedia menghibahkan 10 korn ...

Kesehatan

Minimnya Pendonor, RSUP Sardjito Datangkan Kornea Mata dari Nepal

Bernas.id – Masih minimnya pendonor kornea mata di Indonesia, Bank Mata Yogyakarta melakukan terobosan kerjasama melalui penandatanganan MoU dengan Nepal Eye Bank. Hasil dari kerjasama itu, Nepal Eye Bank bersedia menghibahkan 10 korn ...

Pendidikan

Kekurangan Siswa, Beberapa SD di Kota Jogja ini Terpaksa Digabung

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana melakukan penggabungan sejumlah sekolah dasar (SD) negeri. Penyebabnya beragam di antaranya jumlah siswa baru yang mendaftar semakin berkurang dari tahun ke tahun.  "Ada du ...

Olahraga

Serunya Nonton Final Piala Dunia di Jalanan Jogja

Bernas.id -- Keseruan warga Jogja terlihat pada hari Minggu (15/7) malam. Pasalnya, di berbagai titik, digelar pemutaran pertandingan sepakbola final Piala Dunia 2018. Salah satu titik yang ramai dipadati warga adalah di kawasan depan ka ...

DIY

Gara-gara Gemplong, Jokowi Tes Nama-nama Ikan Lagi di Sleman

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Dalam sambutannya, Dr BRA Mooryati Soedibyo, SS, Mhum meny ...

DIY

Harapan Jokowi, Desa Gamplong Menjadi Terkenal, Ekonomi Juga Hidup

Bernas.id- Minggu sore, 15 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Studio Alam Sultan Agung, Desa Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta. Presiden datang ke lokasi sekira pukul 15.35 WIB dengan rombo ...

DIY

Pasar Nini Thowok Pasar Tradisional yang Berbudaya

Bernas.id -- Nini Thowok adalah nama permainan tradisional yang melegenda bagi masyarakat Jawa, khususnya usia paruh baya tentu masih banyak yang mengenalnya. Boneka yang terbuat dari siwur (gayung dari bathok kelapa) yang dibentuk seperti ...

DIY

Pohon Gayam dan Asam Ditanam di Jalan Margo Utomo Bulan Depan

Bernas.id --Pembuatan lubang tempat menanam  pohon di Jalan Margo Utomo sudah mencapai tahap akhir. Diperkirakan, semua lubang sudah rampung dikerjakan pada pekan depan. Sementara pohon, yang berupa gayam dan asam, rencananya ditanam m ...

DIY

Ini Keterangan Polda DIY Terkait Baku Tembak di Sleman

Bernas.id - Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda DIY AKBP Yulianto memberikan keterangan terkait insiden baku tembak antara aparat kepolisian dengan terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 9,5 Sleman, pada Sabtu (14/07) sore. "Ini adalah ...

DIY

Polisi Baku Tembak di Jalan Kaliurang

Bernas.id - Sejumlah polisi bersenjata lengkap terlibat baku tembak di Jalan Kaliurang Km 9,5 tepatnya didepan Kantor Kecamatan Ngaglik, Sleman, pada Sabtu (14/07) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi sementara yang berhas ...

Pendidikan

Pengenalan Lingkungan Sekolah, Siswa dan Alumni Dilarang Terlibat

Bernas.id– Sekolah diingatkan untuk tidak melibatkan siswa dan alumni selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dilaksanakan. Di samping bertujuan untuk memutus rekrutmen genk sekolah, upaya tersebut untuk mengantisipasi hal-hal ...

DIY

Sarasehan Pancasila : Menggali Contoh Tuladha Pengamalan Pancasila di Yogyakarta

Bernas.id - Guna membumikan nilai Pancasila, Pusat Studi Pancasila UGM, Kagama, Keluarga Alumni UII, Pramuka, Sekber Keistimewaan, APTISI, PWI DIY, Karang Taruna DIY, Kadin DIY, PKK DIY, Galang Press, dan PPPI Chapter DIY menggelar Saraseha ...

DIY

Sapi Fistula Salah Satu Unggulan Iptek BPTBA LIPI

Bernas.id - Salah satu unggulan iptek yang dilakukan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam ( BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah Sapi Fistula, yang merupakan proses pengambilan isi rumen pada Sapi dengan cara membuat lub ...

DIY

Menristekdikti Tetapkan BPTBA LIPI Sebagai Pusat Unggulan Iptek Pengemasan Makanan Tradisional 

Bernas.id - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir, Ph.D, AK menetapkan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai Lembaga Pusat Ungulan Iptek (PU ...