Menangkap Koruptor Mengapa Mesti Ditunda?


14 Maret 2018

Ilustrasi. (Sumber foto: Tim Grafis Bernas)

Bernas.id - Pernyataan Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), pada hari Senin (12/3) bahwa KPK harus menunda penetapan tersangka calon kepala daerah yang sedang berlaga di Pilkada 2018 hingga usai, menuai protes di kalangan para penggiat anti korupsi. Mengapa seorang Meko Polhukam dapat berkesimpulan demikian? Apakah pernyataan Wiranto tersebut dapat dikategorikan sebagai usaha untuk menghalang-halangi penegakan hukum. Khususnya penegakan hukum untuk kasus korupsi?

“Kalau sudah ditetapkan sebagai pasangan calon dalam menghadapi pilkada serentak, kami dari penyelenggara minta ditunda dulu lah ya. Ditunda dulu penyelidikan, penyidikannya, dan pengajuannya dia sebagai saksi atau tersangka,” ujar Wiranto usai mengadakan rapat koordinator khusus (Rakorsus) Pilkada 2018 bersama Menteri DalamNnegeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua Bawaslu, dan Ketua KPU. “Tidak berlebihan kalau permintaan dari penyelenggara pemilu ditunda dulu lah,” lanjut Wiranto.

Baca juga Jokowi: Beri Hukuman Berat Kepada Koruptor, Bandar Narkoba, Teroris

Sebelumnya kita juga sempat dihebohkan oleh kesepakatan antara Kementerian Dalam Negeri, Polri, Kejaksaan yang juga masih berkaitan dengan masalah korupsi. Nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani oleh Inspektorat Jendral Kementrian Dalam Negeri, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, dan Badan Reserse Kriminal Polri, dalam salah satu butirnya dinyatakan, bahwa kepala daerah yang disangka korupsi, diberi waktu maksimal 60 hari untuk mengembalikan uang kerugian negara sejak menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP). Dengan adanya pengembalian uang yang dikorupsi tersebut, maka kepolisian dan kejaksaan tidak akan melakukan penyelidikan.

Bagaimana mungkin butir kesepakatan itu bisa muncul sementara polisi dan kejaksaan tidak mungkin tidak mengetahui UU Tindak Pidana Korupsi, dimana dalam salah satu pasalnya mengatakan bahwa pengembalian uang korupsi tidak akan menghapus tindak pidananya. Itulah sebabnya KPK tetap mengajukan para pelaku korupsi ke pengadilan meskipun dia telah mengembalikan uang yang dikorupsinya. Tapi mengapa isi nota kesepahaman tersebut bisa bertentangan dengan UU Tindak Pidana Korupsi?

Baca juga Pilkada 2018: Selamat Datang Koruptor

Karena adanya adanya nota kesepahaman tersebut tidak tertutup kemungkinan akan mendorong aparatur sipil negara untuk lebih berani melakukan korupsi, dengan pertimbangan kalaupun nantinya tertangkap, dengan mengembalikan uang maka tidak akan diproses secara hukum.

Kedua hal di atas tentu sangat mengherankan kita. Bukannya pemerintah memberikan peringatan keras kepada aparat penyelenggara negara agar tidak berbuat lancung, eh malah meminta penundaan untuk dijadikan tersangka dan memberikan peluang untuk berbuat korupsi.

Adakah keterkaitan antara kesepakatan Kementerian Dalam Negeri-Polri-Kejaksaan Agung dengan pernyataan Wiranto selaku Menko Polhukam?

Baca juga 4 Koruptor Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin. Ini Daftarnya

Padahal kita tau, KPK sedang giat-giatnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada oknum aparat negara yang disangka melakukan perbuatan rasuah tersebut. Lihat saja, hingga hari ini selama 2018, KPK tidak kurang sudah mencokok lima kepala daerah (Bupati Jombang: Nyono Suharli, Bupati Ngada: Marianus Sae, Bupati Subang: Imas Aryumningsih, Mustafa: Bupati Lampung Tengah, dan Asrun: Cagub Sulawesi Tenggara beserta dengan anaknya Adriatma Dwi Putra yang menjabat sebagai Bupati Kendari) karena disangka telah melakukan perbuatan lancung dan sangat tidak terpuji tersebut. Mereka semua itu sedang mengikuti Pilkada 2018.

Terkait dengan peristiwa di atas, UU Pemilu tetap membolehkan mereka yang sudah ditangkap oleh KPK tersebut untuk tetap ikut dalam kontestasi Pilkada. Sebab jika mengundurkan diri, maka sanksi pidana dari KPU akan menanti. Dengan peraturan ini saja sebenarnya kita sudah miris. Mengapa peraturan seperti ini bisa lolos? Bayangkan kita menyodorkan seseorang yang sudah menjadi tersangka sebagai pemimpin kepada pemilih. Bukankah ini sesuatu yang konyol? Sementara pemilih kita, terutama yang berada di daerah sangat rentan terhadap suap. Dengan demikian, seseorang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka bisa saja memenangkan kontestasi pada pilkada, karena menggunakan politik uang. 

Baca juga Marak OTT KPK Paslon Pilkada, Mendagri Minta KPK Tetap Kedepankan Hal Ini

Mengingat kondisi di atas, sebaiknya KPK tidak memperhatikan saran dan permintaan Menko Polhukam di atas. ICW dalam rilisnya kemarin sore menekankan bahwa: pernyataan tersebut (Wiranto-red) sesungguhnya berlawanan dengan upaya menjdikan proses demokrasi (Pilkada) sebagai mekanisme menciptakan pemerintahan yang bersih. Sebab Pilkada sesungguhnya menjadi ajang bagi masyarakat  guna memilih pemimpin mereka untuk 5 tahun yang akan datang. Manakala kontestan Pilkada tersebut orang yang bermasalah-seperti terindikasi korupsi-maka seharusnya proses hukum bisa membantu masyarakat agar tidak salah pilih. Jika pemerintah mendukung upaya pemberantasan korupsi, maka pernyataan tersebut harus dihindari.

ICW juga  menegaskan: permintaan dan usulan ini dapat dimaknai sebagai upaya tidak langsung  untuk mengintervensi proses hukum. Padahal pemerintah seharusnya dapat membedakan wilayah proses politik dan wilayah proses hukum yang tidak boleh dintervensi oleh siapapun. Sebaliknya pemerintah juga tidak boleh ragu, bahwa proses hukum yang dijalankan oleh KPK tidak akan menghentikan proses politik.

Selain itu, ICW juga mengingatkan KPK agar dalam menentukan calon kepala daerah sebagai tersangka harus dilakukan dengan prudent. Jika memang sudah memiliki dua alat bukti yang kuat, maka segera ditetapkan sebagai tersangka.

Baca  juga Paslon Petahana Pilkada Terkena OTT KPK, Ini Pendapat Ketua ICMI

KPK sendiri juga berpendapat bahwa usulan dan saran dari Menko Polhukam tersebut tidak akan dituruti. KPK akan tetap berjalan sesuai dengan koridor hukum yang ada. KPK tetap akan melakukan penyelidikan, penyidikan bahkan menetapkan calon kepala daerah sebagai tersangka jika ditemukan dua alat bukti yang kuat. Saut Situmorang, Wakli Ketua KPK justru mengingatkan pemerintah agar membuat Perppu untuk calon kepala daerah yang terlibat dalam tindak pidana korupsi. “Lebih elegan jika pemerintah membuat Perppu untuk penggantian calon kepala daerah yang tersangkut masalah pidana dibanding meminta untuk menunda proses hukum yang sudah memiliki bukti yang cukup,” jelas Saut.(RT)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Olahraga

Turnamen Catur Segoro Mukti Cup Siap Digelar

BANTUL, Bernas.id --Dalam rangka memupuk sportivitas dan ikut serta dalam pembinaan mental dan menyiapkan generasi yang cerdas, jujur dan sportif, Klub Kuda Kencana Srigading, Kec Sanden, Kab Bantul dengan dukungan Pemerintah Desa Srigading ...

Pariwisata

Steamboat Sehat dan Hemat di Grand Ambarrukmo Yogyakarta

JOGJA, Bernas.id -Mengawali musim hujan di bulan November ini, paling tepat jika disuguhi makanan yang berkuah yang dapat menghangatkan badan. Ditambah dengan banyaknya pilihan lauk dan sayuran yang direbus bersama dengan kuah kaldu, membua ...

DIY

15 Penerbang Baru Akan Memperkuat TNI

Bernas.id- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, melantik 15 penerbang muda lulusan Sekbang A-94/ PSDP A-31 dalam upacara militer yang dikenal dengan Wingday dan Praspa Penerbang TNI bertempat di lapangan Jupi ...

DIY

PT KAI Daop 6 Eksekusi Lahan yang Dihuni 58 KK

Bernas.id - PT KAI Daop VI Jogja melakukan eksekusi lahan eks pabrik minyak Mataram di Jalan Zeni Tentara Pelajar, kawasan Bumijo, Yogyakarta, Rabu (14/11/2018). Lahan seluas 5.310 meter persegi yang berisi perumahan permanen maupun semi pe ...

Ekonomi

BUMDes Solusi Masyarakat Desa Tak Tergantung Pemerintah

Bernas.id- Dengan pemukulan kentongan, Wakil Bupati Sleman meresmikan Bumisadu (Badan Usaha Milik Desa Wisata Desa Terpadu) BUMDes Sambimulyo, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Pemberdayaan Mas ...

Pendidikan

Aplikasi Habibi Harumkan Indonesia di Singtel Group Future Makers 2018

JAKARTA, Bernas.id– Sebanyak dua penghargaan tingkat Asia Pasifik berhasil dimenangkan oleh Startup asal Indonesia, Habibi Garden, dalam ajang Singtel  Group Future Makers 2018. Dua penghargaan yang diterima ialah People Choice A ...

DIY

Rekan Satu Asrama Takut HS Akhiri Hidupnya

Bernas.id- Furqan Abdul Rais Zordi (21), mahasiswa geografi UGM yang merupakan teman satu angkatan asrama dengan terduga pelecehan seksual HS mengatakan  bahwa dirinya sudah lama tidak berkomunikasi dengan HS semenjak akhir KKN.  ...

DIY

Walikota Hentikan Operasional Wahana Bianglala dan Kora-Kora di Sekaten

Bernas.id - Walikota Jogja Haryadi Suyuti angkat bicara terkait insiden bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS), Minggu (11/11/2018) malam. Ia menegaskan sudah menghentikan operasional wahana bianglala dan juga kora-kora di PMPS. ...

DIY

TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2018 Kodim 0734/Yogyakarta Resmi Ditutup

Bernas.id - Komando Distrik Militer (Kodim) 0734/Yogyakarta menggelar upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III 2018 di Lapangan AMC Pakuncen pada Selasa (13/11/2018). TMMD Sengkuyung kali ini menyasar Pa ...

Pendidikan

Sebelum ke Ranah Hukum, UGM Akan Bentuk Tim Etik

Bernas.id- Rektor UGM, Panut Mulyono menyambut baik kunjungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia yang diwakili Hasto Atmojo selaku Wakil Ketua LPSK RI guna ikut menyelesaikan kasus pelecehan seksual di UGM. & ...

DIY

Terlilit Hutang, Liong Nekad Jual Shabu

Bernas.id- Dari informasi tentang adanya penyalahgunaan narkoba di wilayah Sleman, Petugas Satuan Narkoba Polres Sleman melakukan penyelidikan. Selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018, sekitar Jam 05.00 WIB, Sat Narkoba Polre ...

Pendidikan

Perlunya Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual UGM ke Ranah Hukum

Bernas.id- Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia dengan ...

DIY

Seluruh Kabin Bianglala Sekaten yang Mengalami Insiden Sudah Dilepas

Bernas.id- Beberapa kabin bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten mengalami insiden terbalik pada Minggu (11/11) malam.  Kini seluruh kabin sudah dibongkar setelah panitia penyelenggara menghentikan operasional bianglala tersebut. ...

Kesehatan

Kolaborasi Multi-sektoral, Sebuah Keniscayaan dalam Pembangunan Kesehatan

Bernas.id- Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek mengatakan tema Hari Kesehatan Nasional, "Aku Cinta Sehat", yang diperingati setiap tanggal 12 November sejalan dengan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program&nb ...

Kesehatan

Ribuan Orang Pawai Kampanyekan Pola Hidup Sehat di Malioboro

Bernas.id - Ribuan orang mahasiswa dan karyawan di bidang kesehatan mengikuti pawai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018 di sepanjang Jalan Malioboro, Minggu (11/11/2018). Kegiatan itu sekaligus mengkampanyekan perilaku hidup sehat ...

Kesehatan

ODAPUS Ikuti Bincang Kesehatan tentang Reproduksi di Hi-Lab

Bernas.id - Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Komunitas Orang dengan Lupus (ODAPUS) MY LUPUS untuk kali keempat menggelar bincang kesehatan reproduksi dalam Focus Group Discussion (FGD) dan pengenalan jogjalupuscare.com, Minggu (11/11 ...

Budaya

Keira, Drama Thriller Tentang Gadis Berkepribadian 7

Bernas.id -Dengan 7 kepribadian yang berbeda, Keira (Angelica Simperler), gadis yang cantik dan cerdas, seakan tak memiliki masa depan. Pesugihan yang disepakati sang ayah dengan Ratu penghuni air terjun menjadi penyebab Keira suram menatap ...

DIY

PT KAI Luncurkan Dapur Sentral Baru

Bernas.id - Bersamaan dengan Hari Pahlawan 2018 PT Reksa Multi Usaha selaku anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan beberapa produk dan sistem aplikasi baru yang bertajuk "Reska Bersatoe Berdjoeang Bersama". Bebe ...

DIY

Bioskop Berbisik, Ketika Puluhan Siswa Tunanetra Nonton Bersama

Bernas.id - Nonton film layar lebar biasanya lengang dan hanya diisi suara para aktor dalam film. Namun kali ini berbeda. Suara bisik-bisik jelas terdengar terus menerus, walau pelan. Bukan terjadi antara dua orang saja, tapi hampir seluruh ...

DIY

Menteri Sosial: Implementasikan Nilai-nilai Kepahlawanan di Kehidupan Sehari-hari

Bernas id- Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Peringatan Hari Pahlawan bukanlah semata-mata sebuah acara, tapi harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, tapi subtansi. "Setiap peringatan Hari Pahlawan har ...

DIY

Seknas Jokowi Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Gunungkidul

Bernas.id - Setelah sukses mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta dan Sleman beberapa waktu lalu, hari ini Jumat (9/11/2018) bertempat di Monumen Jenderal Sudirman, Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, kembali Se ...

DIY

LPSK RI Jemput Bola Korban Pelecehan Seksual UGM

Bernas.id- Terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu mahasiswi UGM ketika KKN, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia, Abdul Haris Semendawai berencana memberikan perlindungan kepada korban. & ...

DIY

Di Wilayah Ini, Bawaslu DIY Banyak Temukan Pelanggaran Alat Peraga Kampanye

Bernas.id - Badan Pengawas Pemilu DIY menemukan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye terbanyak di DIY terjadi di Kota Yogyakarta. Pelanggaran mencapai 53,2 persen atau 2.341 dari total 4.400 alat peraga kampanye yang melanggar aturan ...

Pendidikan

Dekan Fisipol Ikut Aksi Kita Agni, Ini Tuntutannya

Bernas.id - Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Balairung Press atas reportasenya. "Kita sangat berterima kasih ...

DIY

Gerakan Kita Agni Diwarnai dengan Aksi Tanda Tangan Dukungan

Bernas.id- Sekitar pukul setengah sepuluh, puluhan mahasiswa Fisipol UGM melakukan aksi Kita Agni atau UGM Darurat Kekerasan Seksual. Selain membawa peluit dan kentongan sebagai tanda bahaya, aksi ini diwarnai dengan penandatanganan petisi ...

DIY

Rektor UGM Beri Penjelasan Kasus Pelecehan Seksual

Bernas.id- Terkait penyelesaian kasus pelecehan seksual mahasiswi Fisipol, Rektor UGM, Panut Mulyono memberikan pernyataannya. Ia menyatakan UGM telah melakukan proses penyelesaian itu, sudah berjalan dan masih berjalan. "Perlu kami ...

DIY

Peningkatan Daya Saing dalam Menghadapi Era Digital

Bernas.id - Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI menggelar Diskusi Publik Peningkatan Daya Saing Bangsa melalui Teknologi Digital, Kamis (8/11/2018) di Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta. Keynote Speech acara ters ...

Kesehatan

RS Bethesda Miliki Lab Kateterisasi dan Intervensi

Bernas.id - Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta kini memiliki Cath Lab, atau Laboratorium Kateterisasi dan Intervensi. Soft opening lab tersebut digelar Kamis (8/11/2018) pagi di auditorium RS tersebut. Plt. Direktur RS Bethesda dr. Sugianto ...

DIY

73 Anggota Brimob Bersepeda Tempuh 1071 Kilometer

Bernas.id- Peringati HUT ke-73, Brimob Polri gelar kembali Tour de Java (TdJ). Selama 14 hari dari tanggal 4 - 14 November 2018, 73 anggota Brimob akan bersepeda menempuh jarak sekitar 1071 kilometer yang dibagi dalam beberapa etape. Har ...

DIY

Kota Jogja Siap Hapus Iklan Rokok

Bernas.id - Kota Yogyakarta kini sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Karena itu Pemkot Yogyakarta berencana menghapus iklan rokok di seluruh jenis media reklame. “Aturannya sedang kami rancang karena dalam Per ...

DIY

Keterangan Dekan Fisipol UGM terkait Kasus Pelecehan Seksual

Bernas.id- Dr Erwan Agus Purwanto, MSi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan keterangannya terkait kabar adanya pelecehan seksual terhadap mahasiswanya ketika KKN di Seram, Maluku ...

DIY

UU Pesantren dan Pendidikan Nantinya Sebagai Bukti Pengakuan Negara

Bernas.id- Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan akan mendalami tentang RUU pesantren dan pendidikan keagamaan yang menuai banyak polemik. "Kami sekarang sudah mendalami tentang RUU pesantren dan pendidikan keagam ...

Budaya

Konser Mariah Carey di Borobudur Pukau Ribuan Penonton

Bernas.id - Diva pop asal AS, Mariah Carey, tampil memukau di Himbara Borobudur Symphony 2018, Selasa (6/11/2018) malam. Konser tersebut berhasil memukau ribuan penonton yang memadati lokasi pertunjukan di Taman Lumbini. Konser belum lag ...

DIY

UGM Akan Proses Hukum si Pelaku Kekerasan Seksual

Bernas.id- Santer terdengar Agni (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswa Fisipol UGM, angkatan 2014, saat KKN di Pulau Seram, Maluku, pada bulan Juni-Agustus 2017, dikabarkan mengalami kekerasan seksual oleh teman satu timnya sendiri. ...

Pariwisata

90 Persen Jeep Wisata Merapi Tidak Standard Offroad

Bernas.id - Santoso Kurniawan, sekretaris harian IOF (Indonesia Off-Road Federation) DIY mengatakan kapasitas IOF hanya sekedar memberikan masukan dan pembinaan dalam kegiatan pembinaan dan pelatihan driver jeep wisata lereng Merapi, Bumi P ...

Pariwisata

Jeep Wisata Lereng Merapi Terus Dibenahi

Bernas.id- Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan pembinaan dan pelatihan untuk para pengemudi jeep wisata lereng Merapi guna membenahi keseluruhan operasional demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Kepala Dinas Pariwisa ...

DIY

Jelang Pemilu 2019, JaDI Siap Berkontribusi untuk Demokrasi dan Politik DIY

Bernas.id - Sebagai bentuk penguatan lembaga demokrasi serta berkontribusi dalam pembangunan demokrasi dan politik di Yogyakarta menjelang pemilu 2019, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) menggelar deklarasi cabang DIY. Deklarasi dilakukan ...

DIY

Keterangan Polisi dan RSUP Sardjito Terkait Kecelakaan Tunggal Paku Alam X

Bernas.id- Minggu malam (04/11/2018), Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Sri Paduka Paku Alam X alami kecelakaan lalu lintas tunggal ketika mengendarai sepeda motor di sekitar Terminal Giwangan, Kecamatan Umbulh ...

DIY

Di Ngaglik, Ditemukan Bayi dalam Kondisi Tertidur

Bernas.id- Bayi berjenis kelamin perempuan dibalut kain warna ungu ditemukan tertidur di dalam kardus di Depan Panti Asuhan Putri Nurul Yasmin (Sinar Melati 5) yang berlokasi di Kroco/Wonosalam RT02/RW08 Sukoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta, ...

Ekonomi

Festival UMKM Sembada, Tingkatkan Daya Saing

Bernas.id- Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan Festival UMKM Sembada di halaman Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis 8 November 2018. Ke depannya, festival ini akan dibranding dengan lebih bagus dan digelar rutin u ...

Pariwisata

Taman Bunga Puri Mataram Destinasi Wisata Baru di Sleman

Bernas.id -- Kabupaten Sleman benar-benar sembada di segala bidang, bukan hanya sebatas slogan sembada akronim dari kata, Sehat, Elok dan edi, Makmur dan merata, Bersih dan berbudaya, Aman dan adil, Damai dan dinamis, Agamais. Namun benar-b ...

Budaya

Dakon Ning Ratan Peringati Hari Anak Sedunia di Yogyakarta

Bernas.id - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) TK Negeri 2 Yogyakarta yang ke-33 sekaligus peringatan Hari Anak Sedunia, Komite TK Negeri 2 Yogyakarta pada tanggal 24 November 2018 mendatang.akan menyelenggaraka ...

Pendidikan

JK: Penguasaan Teknologi dan Inovasi Syarat Wirausaha Era 4.0

Bernas.id- UPN Veteran Yogyakarta bekerjasama dengan Ikatan Alumni Tambang (IKATA) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema ”Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda dengan Membangun Jiwa Wirausaha Sosial Generasi Muda dalam Rangka Mencegah Di ...

Pendidikan

JK: Saat Ini Lebih Mudah Berwirausaha Daripada Dahulu

Bernas.id - Momentum 90 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018, seyogyanya menjadi refleksi bangsa Indonesia, khususnya pemuda untuk dapat menjawab tantangan. Terlebih di masa Revolusi Industri 4.0 dimana teknologi informasi dan komunikas ...

DIY

Masyarakat Harus Pintar Klarifikasi Kabar Penculikan Anak

Bernas.id - Dalam beberapa hari terakhir ini, beredar informasi adanya kasus penculikan anak di berbagai daerah. Untuk itu, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau kepada lapisan masyarakat untuk tak begitu mudah percaya dengan kaba ...

DIY

Polda DIY dan Media Outbond Bareng di Kopeng

Bernas.id- Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) melaksanakan kegiatan outbound bareng di Taman Wisata Kopeng, Jawa Tengah, dengan cetak, online, dan televisi di Yogyakarta, Sabtu 3 November 2018. Kegiatan ini diramaikan deng ...

DIY

Ratusan Taruna STTKD Kirab di Malioboro

Bernas.id--Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Jogja menggelar tradisi kirab pisah sambut taruna dan taruni, Sabtu (3/11/2018) di sepanjang Malioboro. Kirab ini cukup menyita perhatian warga yang berkerumun di Malioboro. Sekr ...

DIY

AFJ Tolak Sirkus Lumba-Lumba di Sekaten

Bernas.id - Animal Friends Jogja (AFJ) menggelar Aksi Simpatik Edukasi dan Penyadartahuan, "Satu Suara Untuk Jogja Tanpa Sirkus Lumba", Sabtu (3/11/2018). Puluhan orang menyuarakan penolakan terhadap sirkus lumba-lumba yang menjad ...

Budaya

Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018 Resmi Dibuka, Tahun Ini Hanya 18 Hari

Bernas.id - Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun 2018 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X dan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (2/11/2018). PMPS akan berlangsung ...

DIY

Sultan: Banyak ASN Takut Gunakan Anggaran

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dengan aparat penegak hukum (APH) di Kepatihan, Kamis (1/11). Kerjasama itu dilakukan karena s ...