Sejak Awal, Reklamasi Menuai Perdebatan. Ini Pandangan Pakar Antropologi


25 Maret 2018

Ilustrasi (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Reklamasi Teluk Jakarta semakin kencang diperdebatkan lagi. Berbagai kebijakan pemerintah muncul, ada yang melarang, tetapi tak jarang melegalkan reklamasi. Rencana reklamasi 17 pulau ini terus bergulir sejak zaman Orde Baru. Namun, sudah 10 tahun bergulir, reklamasi tersebut belum juga membuat semua pihak setuju. Berbagai pendapat mendukung dan menentang rencana reklamasi tersebut.

Reklamasi memang tidaklah hal baru untuk Jakarta. Kegiatan untuk meningkatkan manfaat sumber daya lahan dengan pengurukan dan pengeringan lahan atau drainase tersebut sudah mulai dilakukan sejak 1980-an. Misal, PT Harapan Indah mereklamasi kawasan Pantai Pluit selebar 400 meter dengan penimbunan untuk permukiman mewah Pantai Mutiara. Tahun 1981, PT Pembangunan Jaya melakukan reklamasi kawasan Ancol sisi utara untuk kawasan industri dan rekreasi.

Sepuluh tahun kemudian, giliran hutan bakau Kapuk yang direklamasi untuk kawasan permukiman mewah yang sekarang dikenal dengan sebutan Pantai Indah Kapuk. Tahun 1995, menyusul reklamasi yang digunakan untuk industri, yakni Kawasan Berikat Marunda.

Ketika itu, kegiatan reklamasi di empat lokasi pun sudah menimbulkan perdebatan. Sejumlah pihak menuduh reklamasi Pantai Pluit mengganggu sistem PLTU Muara Karang. Diduga, ini terjadi akibat adanya perubahan pola arus laut di areal reklamasi Pantai Mutiara yang berdampak terhadap mekanisme arus pendinginan PLTU.

Tak hanya itu, sejumlah pulau di perairan Kepulauan Seribu tenggelam diduga akibat dari pengambilan pasir laut untuk menimbun areal reklamasi Ancol. Namun, dampak negatif tersebut tidak diindahkan. Upaya reklamasi dipilih untuk menambah luas daratan ibu kota negara.

Saat itu, Wiyogo Atmodarminto, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, menyatakan reklamasi ke utara Jakarta dipilih karena perluasan ke arah selatan sudah tidak memungkinkan lagi.

Muncul lagi rencana reklamasi seluas 2.700 hektar tersebut pertama kali dipaparkan di hadapan Presiden Soeharto, Maret 1995. Selain untuk mengatasi kelangkaan lahan di Jakarta, proyek reklamasi juga untuk mengembangkan wilayah Jakarta Utara yang tertinggal dibandingkan empat wilayah lain. Disahkannya Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan Perda Nomor 8 Tahun 1995. Alhasil, dua kebijakan ini "menabrak" Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jakarta 1985-2005. Di dalam dokumen RUTR tersebut tidak disebutkan mengenai rencana reklamasi.

Sejak 1995 terjadi sengkarut aturan antara Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Lingkungan Hidup. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam berbagai kebijakannya menyebutkan bahwa reklamasi tidak layak dilakukan karena akan merusak lingkungan.

Tahun 2003, KLH menyatakan proyek reklamasi tidak bisa dilakukan Pemprov DKI karena tidak memenuhi kaidah penataan ruang dan ketersediaan teknologi pengendali dampak lingkungan dengan SK Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2003 tentang Ketidaklayakan Rencana Kegiatan Reklamasi dan Revitalisasi Pantai Utara.

Tahun 2007, enam pengembang yang mendapat hak reklamasi menggugat Menteri Lingkungan Hidup ke pengadilan tata usaha negara (PTUN). PTUN memenangkan gugatan keenam perusahaan tersebut. Lalu, Juli 2009, Kementerian Lingkungan Hidup lalu mengajukan kasasi ke MA, lalu mengabulkan kasasi tersebut dan menyatakan, reklamasi menyalahi amdal.

Tahun 2011, keadaan berbalik. MA mengeluarkan putusan baru (No 12/PK/TUN/2011) yang menyatakan, reklamasi di Pantai Jakarta legal. Namun, putusan MA tersebut tidak serta-merta memuluskan rencana reklamasi. Syaratnya,  Pemprov DKI Jakarta harus membuat kajian amdal baru untuk memperbarui amdal yang diajukan tahun 2003 dengan pembuatan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang melibatkan pemda di sekitar teluk Jakarta.

Tahun 2014, Pemprov DKI di era Gubernur Fauzi Bowo kembali mengukuhkan rencana reklamasi. Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 2238 Tahun 2013 keluar pada Desember 2014 dengan pemberian izin reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra.

Dengan moratorium, Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai, kebijakan tersebut melanggar karena kewenangan memberikan izin di area laut strategis berada di tangan kementeriannya meski lokasinya ada di wilayah DKI Jakarta.

Kementerian Koordinator Kemaritiman meminta pengembang dan Pemprov DKI Jakarta membuat kajian ilmiah rencana reklamasi Pulau G di Jakarta Utara. Kajian ilmiah itu perlu dijelaskan kepada publik sehingga publik tahu detail perencanaan dan bisa mengawasi proyek reklamasi. Akhir September 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengkaji penghentian sementara (moratorium) reklamasi. Reklamasi diusulkan hanya untuk pelabuhan, bandara, dan listrik.

Moratorium yang masih berupa kajian tersebut tidak menghentikan langkah Pemprov DKI Jakarta untuk tetap melaksanakan reklamasi. Akhir Oktober 2015, Pemprov DKI menyatakan mulai mempersiapkan tahap awal pengembangan pulau-pulau reklamasi. Pulau O, P, dan Q akan diintegrasikan dengan Pulau N untuk pembangunan Port of Jakarta.

Di sisi lain, muncul berbagai pendapat yang mendukung bahwa reklamasi berdampak positif pada lingkungan. Reklamasi berupa pulau akan memperlancar aliran banjir ke laut, berfungsi sebagai bendungan untuk menahan kenaikan permukaan air laut, dan sebagai sumber air bersih Jakarta Utara. Juga ada pendapat bahwa reklamasi akan memecah gelombang dan mengurangi risiko abrasi.

Dari segi sosial, Dosen Antropologi UGM, Drs Pande Made Kutanegara, MSi pun memberikan pendapatnya terkait reklamasi. “Reklamasi itu mengubah aspek lingkungan sebuah masyarakat. Kalau di sana ada nelayan, (lingkungan –red) nelayan pasti berubah.  Kalau di sana ada kelompok-kelompok lain, misal pedagang ikan, pengolah ikan, industri perikanan, dsd, pasti akan mengubah semua lingkungan itu. Karena itu, dampak aspek sosial akan sangat besar sekali. Akan memengaruhi hidup mereka. Aspek ekonomi akan berpengaruh, turunya pendapatan, meningkatnya cost yang harus dikeluarkan.  Aspek lain juga harus kita perhatikan karena begitu komposisi lingkungan berubah maka komposisi masyarakat juga akan berubah karena orang akan semakin jauh  ke laut, relasi sosial juga akan berubah di dalam keluarga dan komunitas,” paparnya kepada Bernas (1/11).

Dikatakannya, karena ada tekanan akan ada reklamasi, ketegangan sosial juga akan meningkat karena ada kelompok yang setuju dan tidak setuju sehingga di internal masyarakat tercerai berai. Hal-hal ini yang harus dilihat dan diperhatikan. “Saya melihat Pemerintah pasti tidak hanya melihat aspek ekonomi semata seperti yang dibicarakan banyak orang, yang untung itu orang tertentu. Pasti ada persoalan-persoalan lain, misalnya banjir rob meningkat, dsb sehingga perlu ada jalan keluar. Perencanaan itu pasti ada plus dan minusnya, menambah ruang yang lebih baik. Barangkali, kalau saya lihat gambarnya sekilas, itu nanti akan menjadi daerah wisata baru, pengembangan baru sehingga  akan membawa wajah Indonesia,” tuturnya.

Menurut Drs Pande Made Kutanegara, MSi, terlepas dari semua itu, siapa berkepentingan dan sebagainya. “Menurut saya,  kalau (reklamasi-red) diteruskan, yang perlu dilakukan adalah komunikasi yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Masyarakat juga harus paham bahwa kita akan mengalami perubahan terus-menerus. Yang lebih penting, melakukan pendekatan persuasif dengan masyarakat dan yang kedua, memberikan jalan keluar yang memungkinkan masyarakat yang menjadi korban (dalam tanda petik) justru mendapat peluang dan nilai tambah ke masa depan dengan memberikan peluang-peluang pekerjaan atau peluang2-peluang akses dengan kehidupan yang lebih baik. Misalnya, ketika harus pergi jauh, misalnya kalau bicara nelayan sampai muaranya jauh, berarti harus ada subsidi kepada mereka tentang transportasinya. Subsidi bukan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk perbaikan kampung atau rumah sehingga hidup menjadi lebih baik. Reklamasi tidak selalu berdampak buruk karena secara teknis akan memberi ruang yang lebih kepada wilayah tertentu. Plus dan minusnya itu sangat kontekstual, konteks lingkungan setempat dan konteks masyarakatnya,” katanya.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Rata-Rata Jumlah Sapi yang Dipotong di Jogja Menurun

Bernas.id - Jumlah sapi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Giwangan (RPH) Yogyakarta mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak awal tahun. Ini jika dibanding rata-rata jumlah sapi yang dipotong tiap hari pada tahun lalu. " ...

DIY

Kondisi Merapi Kini Cenderung Tenang

Bernas.id--Setelah serangkaian erupsi terjadi sejak Senin (21/5) hingga Kamis (24/5), dua hari terakhir aktivitas Gunung Merapi cenderung tenang. Terpantau tidak ada letusan sejak Jumat. Meski begitu, status gunung itu masih tetap waspada. ...

Budaya

Ma’had Aly TBS Praktik Jam Matahari di Menara Kudus

Bernas.id - Para santri Ma’had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus, melakukan praktik mengetahui waktu salat dhuhur di Masjid Al-Aqha Menara Kudus, dengan menggunakan jam matahari. Praktik waktu salat dhuhur dengan menggun ...

Pendidikan

Wisuda UAJY, Populisme Tantangan Baru Demokrasi Indonesia

Bernas.id - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali menggelar Wisuda Periode III Tahun Akademik 2017/2018 pada Sabtu, 26 Mei 2018 di Auditorium Kampus 2 Gedung Thomas Aquinas, Babarsari. UAJY mewisuda 418 sarjana dengan rincian 3 ...

Pendidikan

Passionpreneurship, Kunci Sukses Era Sekarang Ini

Bernas.id – Praktisi Passionpreneurship, Dedy Dahlan menyebut passion dan hobi itu agak berbeda, tapi hampir sama. Passion ada dorongan untuk mengubah action menjadi bagian dari hidup kita, misal menjadi profesi, karya, atau bisnis. S ...

DIY

Mulai Hari Ini Bantuan Logistik Pemkab Sleman Didistribusikan ke Pengungsi Merapi

Bernas.id--Selama lima malam sebagian warga Dusun Turgo, Desa Purwobinangun dan Desa Glagaharjo Sleman mengungsi karena erupsi Merapi. Sebelumnya kebutuhan logistik ditangani oleh pemerintah desa dan swadaya masyarakat, namun mulai Sabtu (2 ...

DIY

Ramadan, Dishub Kota Jogja Tetap Razia Pelaku Parkir Liar

Bernas.id- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja akan terus melakukan razia pelaku parkir liar selama bulan Ramadan. Razia akan dilakukan di titik pusat-pusat perbelanjaan. Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Jogja Imanudin Aziz mengatakan, ...

DIY

Penanggulangan Kemiskinan di DIY Dilakukan Secara Simultan

Bernas.id- Program penanggulangan penduduk miskin di DIY harus dilakukan secara simultan. Salah satu program yang dilakukan adalah mendorong industri kreatif dengan perencanaan terukur, karena selama ini indutri kreatif  merupakan sala ...

Kesehatan

Ramah Tubuh, Krim Gel Aloe Vera dan Daun Mint Ini Berkhasiat Obati Cedera

Bernas.id - Ketika mengalami luka cedera seperti memar, keseleo, nyeri sendi atau pegal-pegal, pengobatan bisa dilakukan dengan pemijatan atau menggunakan obat-obatan krim yang dijual di pasaran. Namun, kebanyakan krim yang dijual di p ...

Budaya

Jogja Fashion Rendezvous 2018 Digelar Tiga Hari di JCM

Bernas.id--Dalam rangka ulang tahun ke-4 Jogja City Mall (JCM) menggelar acara Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2018. Pergelaran fesyen ini dihelat tiga hari berturut-turut mulai Jumat hingga Minggu (25-27/5) di Atrium JCM, pukul 19.00 sampai ...

Budaya

Begini Efek Letusan Merapi dan Bencana Lain yang Sebabkan Peradaban Mataram Kuno Hancur

Bernas.id - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada abad ke telah meluluhlantakkan peradaban Mataram Kuno, yang dikenal juga dengan Kerajaan Medang. Letusan tersebut, ditambah bencana lain, sangat berpengaruh pada situasi geopolitik saat itu ...

DIY

BPPTKG: Dominasi Erupsi Magma Merapi Pada 21 Mei

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut material letusan Merapi pada 21 Mei 2018 adalah letusan yang paling didominasi komponen magmatik. Ini jika dibanding material letusan pada 11 Mei ...

Kesehatan

Pegagan, Ginko Bilobanya Indonesia, Efektif Kurangi Penyumbatan Pembuluh Darah

Bernas.id - Pegagan, salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, ternyata memiliki manfaat penting untuk kesehatan. Ini diketahui berdasarkan penelitian farmasi dan kedokteran terkini. Hal tersebut disampaikan Dr. Agatha Budi ...

DIY

Sultan: Pemda Selalu Fasilitasi Pengungsi Merapi

Bernas.id -Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api tersebut. "Warga yang turun tentu akan difasi ...

DIY

Polemik Bentor, Ini Solusi Dari Wakil Ketua DPRD DIY

Bernas.id - Pelarangan terhadap keberadaan becak motor (bentor) untuk mangkal di Malioboro mulai disosialisasikan sejak 8 Februari 2018. Namun faktanya hingga saat ini masih ada saja bentor di kawasan Malioboro. Surat Edaran Gubernur DIY ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tetap Laksanakan Kegiatan

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meminta seluruh sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta untuk tetap melaksanakan kegiatan usai penilaian akhir tahun berakhir. "Kami suda ...

DIY

Forum TSLP DIY Dilantik, BPD DIY Beri Bantuan 7 Miliar

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2018-2020 di kompleks kantor Gubernur DIY, Kamis (24/5/2018). Sultan men ...

DIY

Dampak Letusan Merapi Kamis Pagi Sebabkan Hujan Abu dan Pasir di Wilayah Ini

Bernas.id - Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 08.58 WIB terkait erupsi Merapi, Kamis 24 Mei 2018. Diinformasik ...

DIY

Merapi Erupsi Lagi Pada Kamis Pagi

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan tinggi k ...

DIY

Residivis Kambuhan Tipu Teman Sendiri Untuk Modal Judi

Bernas.id--Seorang residivis kambuhan melakukan aksi pengelapan dan penipuan terhadap temannya sendiri. Sepeda motor milik temannya dipinjam lalu digadaikan untuk modal main judi online. Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto meng ...

DIY

BPPTKG: Belum Ada Erupsi Magmatik Merapi

Bernas.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi erupsi magmatik dari rangkaian erupsi Gunung Merapi beberapa hati ini. "Letusan ma ...

DIY

BPBD DIY Kirim Bantuan Tambahan ke Posko Pakem

Bernas.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menambah bantuan berupa sembako dan family kit untuk posko pengungsian utama di Pakem, Sleman. Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila war ...

DIY

Balai Taman Nasional Tutup Lima Objek Wisata Sekitar Gunung Merapi

Bernas.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mengeluarkan surat edaran resminya yang dikeluarkan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 terkait penutupan penutupan sejumlah obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung M ...

DIY

Erupsi Rabu Pagi, BPPTKG Sebut Ada Aktvitas Gempa Vulkanik dan Tremor di dalam Merapi

Bernas.id – Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 10.22 WIB pada hari Rabu, 23 Mei 2018. Dalam rilis tersebu ...

DIY

Puluhan Warga Masih Mengungsi Pasca Erupsi Freatik Dini Hari

Bernas.id--Merapi kembali mengalami erupsi freatik,  yang terjadi Rabu pukul 03.31 WIB (23/5/2018). Ini mengakibatkan sebagian warga lereng Merapi berinisiatif mengungsi. Sekitar 55 warga terdiri dari usia rentan kini masih menempati t ...

Pendidikan

Prof Noorhaidi Beberkan Doktrin Sentral Kaum Jihadis di UNU Yogyakarta

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar ilmiah “Menyorot Teror Lanjutan Pasca Bom Surabaya”. Prof Noorhaidi Hasan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga turut diund ...

Budaya

Kepompong Besi, Hasil Pencarian Jati Diri Pelukis Afganishtan Amin Taasha

Bernas.id - Iron Cocoon, atau Kepompong Besi, itulah judul pameran seni lukis yang digelar oleh Amin Taasha, seorang mahasiswa ISI Jogja yang berasal dari Afganishtan. Pameran yang diadakan di Gallery Fadjar Sidik ISI Jogja ini tergolong un ...

DIY

Status Merapi Naik, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat di daerah setempat tetap tenang meski status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada. "Tapi kan (aktivitas) lavanya te ...

DIY

Status Waspada Merapi Bisa Meningkat Karena Parameter Ini

Bernas.id- Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi menjadi Waspada sejak semalam karena meningkatnya aktivitas kegempaan dalam Gunung Merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi B ...

DIY

Erupsi Merapi Dini Hari Tadi Masih Dikategorikan Freatik

Bernas.id - Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan keputusan menaikkan status Gunung Merapi dari Normal menjadi Waspada muncul usai ada erupsi freatik pada Senin sore yang diikuti oleh gempa vulkano-tektonik dan gempa tremor. Ia memastikan, ...

DIY

Naik ke Status Waspada, Merapi Erupsi Selasa Dini Hari

Bernas.id - Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama usai statusnya naik dari Normal menjadi Waspada. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB, Selasa dini hari, 22 Mei 2018.  Erupsi itu berlangsung 3 menit dengan amplitudo mak ...

Pariwisata

Bangun Pariwisata DIY Perlu Kerjasama Stakeholder

Bernas.id--Pembangunan bidang pariwisata di DIY tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu ada kerjasama yang sinergis semua stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar bidang pariwisata benar-benar mampu menjadi penopan ...

Ekonomi

Buka Puasa Bersama, Forum Perbankan BMPD Jalin Keakraban dengan Para Wartawan

Bernas.id - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan jalinan silahturahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa dalam acara buka bersama. Selain itu, juga dilakukan pengenalan kiprah BM ...

Pendidikan

Joki Ujian Masuk PTN Jogja Tertangkap Basah

Bernas.id--Polsek Bulaksumur, Depok, Sleman berhasil menangkap joki ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Pascasarjana di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY. Pelaku tertangkap basah karena identitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Ka ...

Ekonomi

Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran, Instansi Pemerintah DIY Jaga Stabilitas Stok Pangan

Bernas.id - Perum BULOG menyelenggarakan pasar murah dalam rangka HUT BULOG ke-51. Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian dari BUMN yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan khususnya Kecamatan Gondokusuman, Kotabaru, Perum Bulog Dr ...

Pendidikan

Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti dalam Dies Natalis UNY menyebut bahwa perubahan di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berbagai hal yang s ...

DIY

Kemenkominfo Sudah Blokir 3.000 Akun Provokatif

Bernas.id--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menggodok regulasi untuk menindak perusahaan media sosial yang melakukan pembiaran terhadap penyebaran hoaks. Langkah ini sejalan dengan upaya menangkal radikalism ...

Ekonomi

BULOG DIY Pastikan Stok Beras Sangat Cukup dan Aman untuk Bulan Puasa dan Lebaran

Bernas.id- Dalam rangkaian HUT Perum BULOG ke-51, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diselenggarakan pasar murah di 5 kabupaten/kota sebanyak 1000 paket sembako murah, Kotabaru, Perum Bu ...

Ekonomi

Ramadan, Tempat Ibadah Gratis Sambung Listrik

Bernas.id--Menyambut bulan Ramadan, PLN memberikan Promo Gemerlap Lebaran 2018, berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) tambah daya listrik sebesar 50% dengan maksimum potongan Rp10 juta. Bahkan khusus tempat ibadah, potongan yang diberikan s ...

DIY

Gunung Merapi Alami Erupsi Lagi

Bernas.id -Gunung Merapi mengalami erupsi freatik lagi pada Senin (21/5/2018) dini hari. Erupsi freatik tersebut lebih kecil dibanding erupsi freatik yang terjadi pada Jumat (11/5/2018). Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliuran ...

DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...