Sejak Awal, Reklamasi Menuai Perdebatan. Ini Pandangan Pakar Antropologi


25 Maret 2018

Ilustrasi (sumber foto: istimewa)

Bernas.id - Reklamasi Teluk Jakarta semakin kencang diperdebatkan lagi. Berbagai kebijakan pemerintah muncul, ada yang melarang, tetapi tak jarang melegalkan reklamasi. Rencana reklamasi 17 pulau ini terus bergulir sejak zaman Orde Baru. Namun, sudah 10 tahun bergulir, reklamasi tersebut belum juga membuat semua pihak setuju. Berbagai pendapat mendukung dan menentang rencana reklamasi tersebut.

Reklamasi memang tidaklah hal baru untuk Jakarta. Kegiatan untuk meningkatkan manfaat sumber daya lahan dengan pengurukan dan pengeringan lahan atau drainase tersebut sudah mulai dilakukan sejak 1980-an. Misal, PT Harapan Indah mereklamasi kawasan Pantai Pluit selebar 400 meter dengan penimbunan untuk permukiman mewah Pantai Mutiara. Tahun 1981, PT Pembangunan Jaya melakukan reklamasi kawasan Ancol sisi utara untuk kawasan industri dan rekreasi.

Sepuluh tahun kemudian, giliran hutan bakau Kapuk yang direklamasi untuk kawasan permukiman mewah yang sekarang dikenal dengan sebutan Pantai Indah Kapuk. Tahun 1995, menyusul reklamasi yang digunakan untuk industri, yakni Kawasan Berikat Marunda.

Ketika itu, kegiatan reklamasi di empat lokasi pun sudah menimbulkan perdebatan. Sejumlah pihak menuduh reklamasi Pantai Pluit mengganggu sistem PLTU Muara Karang. Diduga, ini terjadi akibat adanya perubahan pola arus laut di areal reklamasi Pantai Mutiara yang berdampak terhadap mekanisme arus pendinginan PLTU.

Tak hanya itu, sejumlah pulau di perairan Kepulauan Seribu tenggelam diduga akibat dari pengambilan pasir laut untuk menimbun areal reklamasi Ancol. Namun, dampak negatif tersebut tidak diindahkan. Upaya reklamasi dipilih untuk menambah luas daratan ibu kota negara.

Saat itu, Wiyogo Atmodarminto, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, menyatakan reklamasi ke utara Jakarta dipilih karena perluasan ke arah selatan sudah tidak memungkinkan lagi.

Muncul lagi rencana reklamasi seluas 2.700 hektar tersebut pertama kali dipaparkan di hadapan Presiden Soeharto, Maret 1995. Selain untuk mengatasi kelangkaan lahan di Jakarta, proyek reklamasi juga untuk mengembangkan wilayah Jakarta Utara yang tertinggal dibandingkan empat wilayah lain. Disahkannya Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan Perda Nomor 8 Tahun 1995. Alhasil, dua kebijakan ini "menabrak" Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jakarta 1985-2005. Di dalam dokumen RUTR tersebut tidak disebutkan mengenai rencana reklamasi.

Sejak 1995 terjadi sengkarut aturan antara Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Lingkungan Hidup. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam berbagai kebijakannya menyebutkan bahwa reklamasi tidak layak dilakukan karena akan merusak lingkungan.

Tahun 2003, KLH menyatakan proyek reklamasi tidak bisa dilakukan Pemprov DKI karena tidak memenuhi kaidah penataan ruang dan ketersediaan teknologi pengendali dampak lingkungan dengan SK Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2003 tentang Ketidaklayakan Rencana Kegiatan Reklamasi dan Revitalisasi Pantai Utara.

Tahun 2007, enam pengembang yang mendapat hak reklamasi menggugat Menteri Lingkungan Hidup ke pengadilan tata usaha negara (PTUN). PTUN memenangkan gugatan keenam perusahaan tersebut. Lalu, Juli 2009, Kementerian Lingkungan Hidup lalu mengajukan kasasi ke MA, lalu mengabulkan kasasi tersebut dan menyatakan, reklamasi menyalahi amdal.

Tahun 2011, keadaan berbalik. MA mengeluarkan putusan baru (No 12/PK/TUN/2011) yang menyatakan, reklamasi di Pantai Jakarta legal. Namun, putusan MA tersebut tidak serta-merta memuluskan rencana reklamasi. Syaratnya,  Pemprov DKI Jakarta harus membuat kajian amdal baru untuk memperbarui amdal yang diajukan tahun 2003 dengan pembuatan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang melibatkan pemda di sekitar teluk Jakarta.

Tahun 2014, Pemprov DKI di era Gubernur Fauzi Bowo kembali mengukuhkan rencana reklamasi. Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 2238 Tahun 2013 keluar pada Desember 2014 dengan pemberian izin reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra.

Dengan moratorium, Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai, kebijakan tersebut melanggar karena kewenangan memberikan izin di area laut strategis berada di tangan kementeriannya meski lokasinya ada di wilayah DKI Jakarta.

Kementerian Koordinator Kemaritiman meminta pengembang dan Pemprov DKI Jakarta membuat kajian ilmiah rencana reklamasi Pulau G di Jakarta Utara. Kajian ilmiah itu perlu dijelaskan kepada publik sehingga publik tahu detail perencanaan dan bisa mengawasi proyek reklamasi. Akhir September 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengkaji penghentian sementara (moratorium) reklamasi. Reklamasi diusulkan hanya untuk pelabuhan, bandara, dan listrik.

Moratorium yang masih berupa kajian tersebut tidak menghentikan langkah Pemprov DKI Jakarta untuk tetap melaksanakan reklamasi. Akhir Oktober 2015, Pemprov DKI menyatakan mulai mempersiapkan tahap awal pengembangan pulau-pulau reklamasi. Pulau O, P, dan Q akan diintegrasikan dengan Pulau N untuk pembangunan Port of Jakarta.

Di sisi lain, muncul berbagai pendapat yang mendukung bahwa reklamasi berdampak positif pada lingkungan. Reklamasi berupa pulau akan memperlancar aliran banjir ke laut, berfungsi sebagai bendungan untuk menahan kenaikan permukaan air laut, dan sebagai sumber air bersih Jakarta Utara. Juga ada pendapat bahwa reklamasi akan memecah gelombang dan mengurangi risiko abrasi.

Dari segi sosial, Dosen Antropologi UGM, Drs Pande Made Kutanegara, MSi pun memberikan pendapatnya terkait reklamasi. “Reklamasi itu mengubah aspek lingkungan sebuah masyarakat. Kalau di sana ada nelayan, (lingkungan –red) nelayan pasti berubah.  Kalau di sana ada kelompok-kelompok lain, misal pedagang ikan, pengolah ikan, industri perikanan, dsd, pasti akan mengubah semua lingkungan itu. Karena itu, dampak aspek sosial akan sangat besar sekali. Akan memengaruhi hidup mereka. Aspek ekonomi akan berpengaruh, turunya pendapatan, meningkatnya cost yang harus dikeluarkan.  Aspek lain juga harus kita perhatikan karena begitu komposisi lingkungan berubah maka komposisi masyarakat juga akan berubah karena orang akan semakin jauh  ke laut, relasi sosial juga akan berubah di dalam keluarga dan komunitas,” paparnya kepada Bernas (1/11).

Dikatakannya, karena ada tekanan akan ada reklamasi, ketegangan sosial juga akan meningkat karena ada kelompok yang setuju dan tidak setuju sehingga di internal masyarakat tercerai berai. Hal-hal ini yang harus dilihat dan diperhatikan. “Saya melihat Pemerintah pasti tidak hanya melihat aspek ekonomi semata seperti yang dibicarakan banyak orang, yang untung itu orang tertentu. Pasti ada persoalan-persoalan lain, misalnya banjir rob meningkat, dsb sehingga perlu ada jalan keluar. Perencanaan itu pasti ada plus dan minusnya, menambah ruang yang lebih baik. Barangkali, kalau saya lihat gambarnya sekilas, itu nanti akan menjadi daerah wisata baru, pengembangan baru sehingga  akan membawa wajah Indonesia,” tuturnya.

Menurut Drs Pande Made Kutanegara, MSi, terlepas dari semua itu, siapa berkepentingan dan sebagainya. “Menurut saya,  kalau (reklamasi-red) diteruskan, yang perlu dilakukan adalah komunikasi yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Masyarakat juga harus paham bahwa kita akan mengalami perubahan terus-menerus. Yang lebih penting, melakukan pendekatan persuasif dengan masyarakat dan yang kedua, memberikan jalan keluar yang memungkinkan masyarakat yang menjadi korban (dalam tanda petik) justru mendapat peluang dan nilai tambah ke masa depan dengan memberikan peluang-peluang pekerjaan atau peluang2-peluang akses dengan kehidupan yang lebih baik. Misalnya, ketika harus pergi jauh, misalnya kalau bicara nelayan sampai muaranya jauh, berarti harus ada subsidi kepada mereka tentang transportasinya. Subsidi bukan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk perbaikan kampung atau rumah sehingga hidup menjadi lebih baik. Reklamasi tidak selalu berdampak buruk karena secara teknis akan memberi ruang yang lebih kepada wilayah tertentu. Plus dan minusnya itu sangat kontekstual, konteks lingkungan setempat dan konteks masyarakatnya,” katanya.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Tari Manggala SMKI Jogja Juara Dua di FLS2N 2018

Bernas.id -- Tari Manggala tari kreasi baru yang berpijak dari tradisi dari SMKI Yogyakarta menang sebagai juara dua dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke XI tahun 2018, yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, di Band ...

DIY

Karnaval Kendaraan Hias Warnai Deklarasi Pemilu Damai DIY

Bernas.id - Untuk menciptakan pemilu yang kondusif dan damai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY  menyelenggarakan Deklarasi Kampanye Damai Serentak Pemilihan Umum Tahun 2019 pada Minggu (23/9/2018). Deklarasi bertajuk 'Indonesia Meno ...

Budaya

Semaraknya Festival Bregada Nusantara 2018

Bernas.id - Keluarga Besar Padmanaba menyelenggarakan Festival Bregada Nusantara (FBN) pada Minggu (23/9/2018) pagi di sepanjang Jl.Malioboro hingga Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. Festival yang diikuti ratusan orang yang tergabung dalam ...

DIY

Aliansi IMM Jogja Desak Pemerintah Bertanggungjawab Atas Perekonomian Indonesia

Bernas.id - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jogja melakukan unjuk rasa di titik nol kilometer Jogja, Sabtu (22/9/2018). Mereka menuntut pemerintah untuk bertanggungjawab atas kondisi perekonomian I ...

DIY

Sri Sultan Ingatkan Larangan Kampanye di Tempat Ibadah

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengimbau semua pihak agar menunjung tinggi kampanye damai untuk menghindari konflik. Ia juga mengingatkan terkait aturan larangan kampanye di tempat ibadah dan lembaga pendidikan.  ...

DIY

Angkasa Pura Bantah Ada Warga yang Masih Tinggal di Area Proyek NYIA

Bernas.id- Panjang runway New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) sekitar 3250 meter. Saat ini sudah mulai masuk ke struktur pondasi, tanah urug ketika Bernas.id ikut secara langsung memantau pengerjaan proyek bandara NYIA. Dalam pap ...

DIY

Tertipu Cek Kosong, Penjual Tanah Rugi Miliaran Rupiah

Bernas.id-Seorang warga Sendangtirto, Berbah, Sleman, tertipu saat menjual tanahnya di Jalan Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman. Ia mengalami kerugian hingga miliaran rupiah setelah hanya diberi cek kosong oleh sang pembeli tanah. Korb ...

DIY

SP Kedua Tak Dihiraukan, IUP Penambangan Pasir Kulonprogo Terancam Dicabut

Bernas.id  - DPRD DIY mendesak Pemda DIY untuk melakukan evaluasi terhadap Izin Usaha Pertambangan (IUP) terhadap salah satu kawasan yang nekat beroperasi di Sungai Progo meski prosedur tahapan pra operasi produksi (OP) belum dilalui n ...

DIY

Rupanya Pemkot Jogja Hanya Buka 356 Formasi CPNS

Bernas.id- Pemkot Jogja akhirnya mengumumkan jumlah dan formasi terkait pendaftaran CPNS tahun ini. Dari 813 formasi yang diajukan ke Pusat, Pemkot hanya membuka 356 formasi.   Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (B ...

DIY

Perjalanan Bernas Ikut Meninjau Proyek NYIA

Bernas.id - Dengan bus berukuran sedang, Kamis (19/9), Bernas bersama rombongan Kepatihan DIY menuju ke lokasi bandara baru di daerah Temon, Kulonprogo. Kami sekitar pukul 9.39 WIB diterima tim Angkasa Pura (AP) di kantornya yang dulunya be ...

DIY

Tips Menjaga Kemabruran Haji

PLERET, Bernas.id - Setidaknya ada empat hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kemabruran Haji,  yakni sering bersedekah, silaturahiim, membiasakan salam dan salat malam. Sedekah dapat melancarkan segala urusan dan mencegah bala', ...

DIY

Disnaker Kabupaten Sleman Berikan Tips Pengelolaan Tenaga Honorer di Lingkup SKPD

Bernas.id - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi Standar Harga Barang dan Jasa Upah Tenaga Kerja Pengamanan dan Cleaning Service yang bekerja di lingkungannya agar terlindungi hak-haknya. Sosialisasi diikuti ...

DIY

Apel Pasukan Operasi "Mantap Brata 2018", Antisipasi Kerawanan Pemilu 2019

Bernas.id – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY)  melakukan apel Gelar Pasukan Operasi “Mantap Brata 2018” di Hanggar Shelter D, Lanud Adisutjipto. Operasi kepolisian terpusat tersebut akan dilaksanakan s ...

Budaya

Bakal ada Bregada Drone di Festival Bregada Nusantara 2018

Bernas.id - Keluarga Besar Padmanaba akan menyelenggarakan Festival Bregada Nusantara (FBN) pada Minggu 23 September 2018 pukul 07.00 WIB di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. Festival yang akan diikuti lebi ...

Pendidikan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Terbitkan Sebuah Buku

Bernas.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, MM mengatakan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi literasi dari instansinya untuk mengajak  masyarakat agar mau membaca dan set ...

DIY

Ini yang Dilakukan Organda DIY untuk Bandara NYIA

Bernas.id - Organisasi Angkutan Darat DIY sedang menggodog konsep moda transportasi darat pendukung operasional Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo. "Menyambut bandara baru di Kulon Progo yang diperkirakan ak ...

Pendidikan

Gemilang Perpustakaan 2018, Giatkan Literasi Masyarakat Sleman

Bernas.id - Gemilang Perpustakaan 2018 digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman di Auditorium P4TK Kesenian Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka dengan cerita monolog berjudul "Tumenggung Mertoloyo" yang diperankan Gad ...

Pendidikan

Wakil Ketua KPK, Harus Zero Toleran terhadap Korupsi

Bernas.id - Saut Situmorang, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan kepiawaiannya memainkan saksofon. Ia memainkan lagu berjudul "Story of My Life" dari One Direction, Gedung PKKH, UGM. "Saya mendengar ...

DIY

Dinas Perhubungan DIY Memperingati Harhubnas

Bernas.id -- Dinas Perhubungan DIY menggelar acara puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di lapangan NDB, Maguwoharjo Yogyakarta, Senin (17/09/2018). Harhubnas yang ke 47 mengambil tema “Guyub Rukun untuk Mewujudkan ...

Olahraga

Mendikbud Buka O2SN Dengan Memanah

Bernas.id-Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 dilaksakan di DIY dan resmi dibuka di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (17/9/2019). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) membuka langusung acara ter ...

DIY

Akun FB Diduga Menebar Kebencian ke Masyarakat Bengkulu Dilaporkan ke Polda DIY

Bernas.id - Dua akun FB atas nama Rory Djafar (RD) dan Ridwan Gani Tandi (RGT) dilaporkan Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Provinsi Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dua akun FB RD dan RGT diduga kuat menebar ujaran kebencia ...

DIY

Sleman Sosialisasi Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental

Bernas.id - Sebagai upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kementerian Koordinastor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia ...

DIY

Beredar Pesan Viral Paket Narkoba, Polda DIY Sebut Belum Tentu Narkoba

Bernas.id - Di Daerah Istimewa Yogyakarta, viral beredar di WAG kabar tentang peredaran narkoba melalui paket  gelap. Modusnya, paket gelap ditujukan ke toko-toko atau rumah yang menjadi sasaran, padahal yang dikirimi tidak pernah pesa ...

DIY

Gempa 6.0 SR Guncang Yogyakarta Warga Pajeksan Berhamburan

Bernas.id - Warga Kampung Pajeksan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta berhamburan lari keluar rumah, ketika gempa bumi berkekuatan 6.0 Skala Richter dengan kedalaman 10 kilometer berdurasi 58 detik dibawa ...

DIY

Giwo Rubianto Wiyogo Terpilih Sebagai Wapres ICW

Bernas.id - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo terpilih sebagai salah satu Wakil Presiden Dewan Perempuan Internasional (ICW) untuk periode tiga tahun ke depan.     Dalam pemungutan suara yang berl ...

Ekonomi

UMKM Tidak Terpengaruh Melemahnya Rupiah

Bernas.id- Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis sebagai penggerak perekonomian masyarakat Indonesia. Berbagai upaya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku UMKM terus digalakkan pe ...

DIY

Pemda DIY Siapkan Nelayan Andal untuk Pelabuhan Tanjung Adikarto

Bernas.id - Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menyiapkan kompetensi sumber daya manusia nelayan untuk mengoperasikan kapal berkapasitas di atas 10 gross ton. Ini dilakukan sebelum Pelabuhan Tanjung Adikarto di Glagah Kulonprogo diresmikan. ...

Ekonomi

30 Kreator Lokal Terbaik Yogyakarta Siap Menjadi Brand Nasional

Bernas.id - MAKERFEST merupakan sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi, dan menginspirasi kreator Indonesia. Pada hari Sabtu, 15 September 2018 ini resmi diselenggarakan di Yogyakarta. Sebanyak 30 kreato ...

DIY

Diskusi Hukum TPJ DIY : Penjara Menanti Para Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

Bernas.id - Maraknya tindakan atau sikap yang tidak terpuji dan tidak beretika dalam penyebaran informasi berita bohong (Hoax) sehingga menjurus merendahkan hak dan martabat Presiden Jokowi sebagai pemimpin bangsa belakangan ini, Tim P ...

DIY

Relawan Seknas Jokowi Sleman dan Kota Yogyakarta Resmi Dideklarasikan Hari Ini

Bernas.id - Setelah sukses mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu, hari ini Sabtu (15/9/2018) kembali, Seknas Jokowi DIY melantik dan mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta serta ...

DIY

Pesan Jokowi untuk Perempuan Indonesia

Bernas.id - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadi Ibu Bangsa yang menjaga persatuan karena Indonesia, negara besar dengan kekayaan budaya bangsa yang beragam. Kepala Negara menyampaikan ajakan itu saat m ...

DIY

Jokowi Setuju Sebut Wanita Sebagai Ibu Bangsa

Bernas.id - Presiden Joko Widodo sepakat penyebutan wanita sebagai ibu bangsa daripada menggunakan istilah emak-emak. Pasalnya, ibu bangsa memiliki peran penting dalam mendidik generasi penerus bangsa. Hal itu diutarakan Jokowi dalam pembuk ...

DIY

Jokowi Tak Pungkiri Banyak Kiprah Wanita untuk Bangsa Indonesia

Bernas.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan membuka Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Sidang Umum International Council of Women (ICW) ke-35 di Daerah Istimewa Yogyakarta, 13 September 2018. Sekitar 150 orang ...

DIY

Kowani Tegaskan Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

Bernas.id - Kongres Wanita Indonesia mengadakan diskusi panel Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, Jumat (14/9/2018) di Grand Inna Malioboro. Kongres kembali menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting yait ...

Pendidikan

Hari Kunjung Perpustakaan, Ada Hadiah Menarik Bagi Pengunjung

Bernas.id - Tiap tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Untuk memperingati, Perpustakaan Kota Yogyakarta turut memeriahkan dengan menggelar berbagai kegiatan untuk mendorong minat baca masyarakat Kota Yogyakarta ...

DIY

Perempuan dan Anak Masih Sering Alami Bentuk Kekerasan

Bernas.id - Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kongres Wanita Indonesia atas pelaksanaan Temu Nasional dan General Assembly International Council of Women ke-3 ...

DIY

Impian Terwujud, Sidang Umum ke-35 ICW Digelar di Jogja

Bernas.id - Impian Kongres Wanita Indonesia untuk memboyong dan menggelar Sidang Umum International Council of Women ke Indonesia akhirnya terwujud. Sidang Umum ke-35 ICW digelar di Jogja, Kamis (13/9/2018) di Inna Garuda. “Tiga ta ...

DIY

Menteri Rini Hadir di Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia

Bernas.id - Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta dimulai. Sekitar 150 orang delegasi dari 18 negara anggota ICW, organisasi perempuan dunia di bawah nau ...

DIY

Bursa Kerja Disnakertrans DIY Tawarkan 4000 Lowongan Kerja

Bernas.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar bursa kerja yang menawarkan sebanyak 4.000 lowongan kerja di perusahaan dari berbagai bidang usaha. Bursa kerja berlangsung 13-14 September di Gedung Amin ...

DIY

Polda DIY Bantah Adanya Bentrok Warga Papua dan Ambon

Bernas.id - Beredar video warga Papua yang melakukan aksi mencari orang Ambon di media sosial. Pihak Papua mencurigai warga Ambon yang melakukan penusukan dengan korban warga Papua tadi pagi, pukul 2.30  WIB hari Rabu tanggal 12 Septem ...

DIY

Dua Kelompok Mahasiswa Asal Papua dan Ambon Bentrok

Bernas.id - Dua kelompok orang asal Papua dan Ambon saling bertikai, salah satu kelompok turun ke jalan membawa sejumlah senjata tajam di daerah Seturan, Sleman. Hal ini dipicu keributan di sebuah cafe yang membuat dua orang terluka. Kap ...

DIY

Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Sekda Sleman Terapkan Budaya Satriya

Bernas.id - Demi tercapainya keberhasilan transformasi birokrasi serta mendukung tercapainya tujuan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat yang prima, Sekertariat Daerah Kabupaten Sleman selenggarakan Sosialisasi Nilai-Nilai Budaya Peme ...

DIY

Aksi Vandalisme Masih Marak dan Belum Ada Perdanya di Sleman

Bernas.id - Aksi corat-coret atau vandalisme fasilitas umum di Wilayah Kabupaten Sleman masih marak terjadi.  Aksi vandalisme yang paling menonjol terlihat ada di kawasan jembatan layang (fly over) yang ada di wilayah Jombor, Daerah Is ...

Budaya

Festival Seni Budaya Wedangan #1 Digelar di Plaza Ngasem

Bernas.id -- Festival Seni Budaya Wedangan (FSBW)#1, dengan kegiatan utama Bazar 2018 di dalamnya berupa pameran seni rupa, kerajinan, dan kuliner, kegiatan ini kali pertamanya diselenggarakan di Plaza Ngasem, Yogyakarta. Menurut rencana ke ...

Ekonomi

Program G2R Tetrapreneur untuk Mengentaskan Kemiskinan

Bernas.id - Program Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan salah satu upaya kreatif dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menurunkan tingkat kesenjangan yang masih cukup tinggi di DIY. Program ini merupakan salah satu program ...

Ekonomi

Harga Bawang Merah dan Cabai Sangat Murah

Bernas.id - Sampai Selasa (11/9/2018) kemarin, harga cabai rawit dan bawang merah di tingkat petani sangat murah yakni antara Rp 8.000-Rp 10.000 per kilogram. Sementara di tingkat pedagang di pasar tradisional kedua komoditas tersebut dijua ...

DIY

Paku Alam: Pengembangan Peternakan Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Bernas.id - Tim Manajemen Investasi dan Tim Asosiasi Peternak Sapi Indonesia melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur (wagub) DIY Sri Paduka Paku Alam X di Gedung Pare Anom, Kepatihan, Yogyakarta, Senin (10/09). Bersama Wagub, tim membahas ...

DIY

Sri Muslimatun Bantah Adanya Upah Biaya Pemandu Sebesar Rp 60 Ribu

Bernas.id – Dalam akun Facebook Info Cegatan Jogja, seorang netizen Ridwan Syahriel mengeluarkan uneg-unegnya terhadap kejadian yang menimpanya ketika akan berwisata di Bunker Kali Adem, hari Minggu (9/9) kemarin siang. Begini uneg ...

Olahraga

HAORNAS Sleman Ajak Masyarakat Olahraga, Bangun Indonesia

Bernas.id- Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan Upacara Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) pada hari Senin (10/9), bertempat di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman. Peringatan Hari Olahraga yang jatuh pada tanggal 9 September 2017 ini mengamb ...

Olahraga

Atlet dan Pelatih Asian Games Asal DIY Terima Bonus

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan penghargaan pada atlet dan pelatih berprestasi Asian Games 2018 yang berasal dari DIY. Tiga atlet dan dua pelatih secara simbolis menerima penghargaan dalam Apel Hari Olahrag ...