PTS Kecil Lebih Baik Merger Daripada Sekarat


25 Maret 2018

Ilustrasi (sumber foto: okezone)

Bernas.id - Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta atau Kopertis Wilayah V DIY menyatakan, dari total 107 perguruan tinggi swasta (PTS) di Jogja, ada sekitar 15% yang terseok-seok dalam mencari mahasiswa. Kopertis secara resmi telah mengajukan penutupan ke Kemenristek Dikti terhadap satu kampus pada tahun 2016 silam. Sedangkan dua kampus akan kembali diajukan penutupannya pada tahun 2018 mendatang. Selain itu, masih ada beberapa universitas yang sulit berkembang disarankan untuk merger.

Ketika dihubungi Bernas.id, beberapa waktu yang lalu, Dr Ir Bambang Supriyadi, Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DIY menyebutkan kriteria tidak sehatnya sebuah perguruan tinggi. “Pertama, yang paling masalah itu jumlah mahasiswa sangat sedikit sebagai perguruan tinggi. Di Jogja ini, dari 107 (perguruan tinggi-red) itu, ada 30-an mahasiswanya kurang dari 100 dalam satu perguruan tinggi. Nah, sejak tahun kemarin, saya identifikasi, ada beberapa (perguruan tinggi-red) hidup segan mati tak segan. Nah, daripada begitu, mbok iya mereka bergabung atau disatukan ke perguruan tinggi yang baru. Ada juga yang jumlah dosennya tidak memenuhi syarat, kan minimum dosen harus 6 dalam satu prodi sehingga kalau punya dua prodi ya paling tidak harus 12. Kalau mereka tidak ada dosennya, terus tidak ada mahasiswa, terus nanti mengajukan akreditasi juga kesulitan, akuisisi saja atau gabung saja,” tuturnya.

Terkait terseok-seoknya 15% kampus tersebut, Koordinator Kopertis Wilayah V ini menyarankan merger kampus. Contoh kampus yang disarankan merger, ketiganya merupakan kampus yang berada di level akademi, terdiri atas bidang ilmu pertanian, perikanan dan peternakan. Ia menilai ada kecocokan dari sisi keilmuan yang sejenis dari ketiga kampus tersebut, daripada mereka perlahan surut tak memiliki mahasiswa dan berpotensi untuk ditutup. Hanya saja, ketiganya di berdiri di bawah yayasan yang berbeda.

"Namun tentu penutupan tidak semudah itu. Kami perlu berkomunikasi dengan yayasan. Satu dari beberapa persyaratannya kan lebih dari enam semester tidak membuat laporan. Nah, dua di antaranya sebentar lagi masuk ke semester enam," kata Bambang saat itu ketika penyerahan SK perubahan Akper Panti Rapih menjadi STIKES Panti Rapih di STIKES Panti Rapih, Pringwulung, Senin (28/8/2017).

Untuk itu, Kopertis Wilayah V DIY menyarankan penggabungan atau merger tiga kampus dengan disiplin ilmu yang berbeda. Ketiganya merupakan PTS di Jogja yang tidak berkembang karena kesulitan menjaring mahasiswa. Berdasarkan catatan Kopertis V, dalam tiga tahun terakhir, jumlah mahasiswa baru semua PTS di Yogyakarta masih menembus 50 ribu orang. Jumlah ini membaik setelah merosot hingga di bawah 40 ribu sesudah erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam.Bambang Supriyadi, koordinator Kopertis V, optimistis bahwa banyak calon mahasiswa masih menganggap Yogyakarta sebagai tujuan favorit.

Bambang mengakui ketiga kampus tersebut sebelumnya pernah dilakukan pemanggilan pada awal 2016 silam. Saat itu telah diberikan peringatan terkait pengembangan kampus dan masih sanggup untuk melanjutnya. Namun selama 1,5 tahun berjalan belum ada perkembangan signifikan.

"Merger sudah dimulai namun baru pada beberapa kampus terutama yang sebidang misalnya pertanian atau kesehatan. Namun hal itu harus dimulai dari keinginan yayasan pengelola. Namun kalau dari kami, susah karena melibatkan dua yayasan. Padahal kan lebih baik jadi institut atau universitas daripada akademi yang kecil-kecil, semuanya bisa menikmati. Sejauh ini sudah ada tiga yang sedang dalam pembahasan merger," imbuh Bambang.

Di sisi lain, dalam artikelnya Ki Supriyoko, Direktur Pascasarjana Pendidikan UST Yogyakarta menyebut saat ini banyak yayasan pengelola PTS di Indonesia yang tidak dikelola secara profesional. Apabila yayasannya saja tidak dikelola secara profesional sudah barang tentu PTS-nya pun tidak dikelola secara profesional. Hal ini dinyatakan langsung oleh Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Thomas Suyatno baru-baru ini.

Pernyataan dari Ketua ABPPTSI ini tentu mempunyai validitas yang dapat dipertanggung jawabkan mengingat asosiasi yang dipimpin memiliki anggota sebanyak 3.160 yayasan. Untuk itu, ABPPTSI bisa termasuk dalam salah satu asosiasi penyelenggara PTS terbesar di dunia berdasarkan jumlah anggota.

Banyaknya badan penyelenggara PTS di Indonesia juga diikuti oleh banyaknya PTS yang diselenggarakan. Jika dirunut, jumlah PTS secara nasional di Indonesia lebih dari 4000 lembaga. Angka 4000 ini jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah PTS di Tiongkok, padahal penduduk Tiongkok berjumlah sekitar 1,4 miliar jiwa, hampir enam kali lipat dari jumlah penduduk Indonesia yang angkanya kurang lebih 250 juta jiwa.

Sebenarnya, lanjut Ki Supriyoko, jumlah PTS yang tinggi tidak menjadi persoalan kalau memiliki daya saing nasional dan internasional yang memadai. Amerika Serikat (AS) menjadi contoh negara yang memiliki banyak PTS dengan daya saing internasional yang memadai. Menjadi permasalahan, PTS di Indonesia umumnya tidak memiliki daya saing nasional dan internasional yang memadai. Atas realitas ini maka menggabung atau memerger PTS menjadi alternatif yang pantas menjadi solusi agar daya saingnya menjadi meningkat.

Gagasan merger ini sudah belasan tahun silam digaungkan. Namun, untuk merealisasi gagasan ini bukanlah pekerjaan mudah. Mengapa? Karena setiap PTS pasti memiliki badan penyelenggara atau yayasan. Setiap badan penyelenggara boleh memiliki banyak PTS, tetapi satu PTS tidak boleh diselenggarakan oleh banyak badan penyelenggara. Artinya, kalau ingin memerger PTS maka terlebih dahulu badan penyelenggaranya harus dimerger, kecuali dengan alasan tertentu maka hanya satu badan penyelenggara yang ‘dihidupkan’ sedangkan yang lain ‘dimatikan’. Dan lagi visi misi badan penyelenggara biasanya berbeda.

Meski tidak sesulit merger badan penyelenggara, tapi merger PTS atau merger lembaga pendidikan bukanlah pekerjaan mudah.

Memerger dua PTS atau lebih memiliki risiko manajerial yang tidak kecil. Kalau ada beberapa PTS dimerger maka pimpinannya harus satu ‘pasukan’. Kalau pimpinan PTS baru hasil merger diambil dari salah satu dari PTS lama harus melalui kesepakatan yang produktif, biasanya PTS yang lemah memiliki bargaining power yang lemah juga. Alhasil, pimpinan PTS baru diambil dari PTS yang lebih kuat. Apabila kelak manajemennya gagal, misalnya sulit mencari mahasiswa sebagai  sumber finansial bukan tidak mungkin warga kampus akan saling menyalahkan.

Alternatif lain pimpinan PTS baru adalah campuran dari PTS yang saling dimerger; misalnya Rektor dan Wakil Rektor 2 diambil dari PTS 1, sedangkan Wakil Rektor 1 dan Wakil Rektor 3 diambil dari PTS 2, di sisi lain dekan dan Kaprodi dibagi secara berimbang. Hal ini tentu ada baiknya tetapi diperlukan energi tersendiri untuk mengharmonisasikannya.

Alhasil, secara akademis aturan PTS baru tidak berbeda dengan PTS lama sebelum dimerger baik jumlah minimal dosen, kualifikasi dosen, ratio dosen mahasiswa, lama studi, jumlah SKS minimal dan maksimal dan sebagainya. Artinya, kalau PTS yang akan dimerger sudah membawa masalah bukan berarti setelah dimerger masalahnya akan hilang.

Ki Supriyoko memberikan contoh bentuk nyata keberhasilan merger perguruan tinggi, yaitu Universitas Winaya Mukti (Unwim), Sumedang Jawa Barat. Unwin merupakan merger dari empat PTS, yaitu (1) Akademi Pertanian Tanjungsari (APT, berdiri 1965), (2) Akademi Teknik Pekerjaan Umum (ATPU, berdiri 1965), (3) Akademi Ilmu Kehutanan (AIK, berdiri 1966), dan (4) Akademi Industri dan Niaga (AIN, berdiri 1967). Untuk menjadi besar seperti sekarang, UNWIM membutuhkan waktu sekitar 25 tahun (seperempat abad) kalau dihitung dari waktu pengintegrasian tahun 1990.

Ketika dihubungi Bernas.id, beberapa waktu yang lalu, Wakil DPRD DIY, Arif Noor Hartanto, SIP pun memberikan contoh bahwa di Yogyakarta pernah ada merger perguruan tinggi swasta antara Akademi Uang dan Bank (AKUB) Yogyakarta dengan APPI Akademi Pimpinan Perusahaan Indonesia menjadi STIE Kerjasama. Ia pun memberikan pandangannya terkait wacana merger sejumlah PTS yang dianggap tidak sehat ini. “Ya kalau dari sisi wewenang, perguruan tinggi itu ada di bawah pemerintah pusat, kemenristedikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi-red). Tidak ada tanggung jawab dari pemerintah daerah ya untuk menindaklanjuti segala sesuatu yang terkait dengan perguruan tinggi tersebut karena sepenuhnya berada di bawah wewenang pemerintah pusat. Tetapi, saya secara pribadi menyampaikan bahwa merger atau penggabungan dari perguruan tinggi itu memang DIY punya pengalaman-pengalaman yang itu bisa menjadi sangat berharga untuk menjadi pertimbangan-pertimbangan bagi pemerintah pusat. Jadi, penggabungan itu bisa jadi akan sangat menguatkan, menghadirkan sebuah lembaga perguruan tinggi swasta yang kemudian bisa menjadi sangat kokoh, sangat kuat, terkelola dengan sedemikian baik dengan jumlah mahasiswa yang tidak sedikit,” jelasnya.

Lanjut Arif memberikan catatan, ketika hal itu sudah mampu dilakukan (merger-red) ternyata seringkali malah melahirkan konflik antara yayasan dengan pihak rektorat atau pihak eksekutifnya, pimpinan perguruan tinggi itu. Akhirnya, perguruan tinggi itu bubar karena berbagai konflik yang melatarbelakangi. “Nah, menurut saya, jika kemudian pemerintah pusat, melalui kemenristedikti akan melakukan kebijakan-kebijakan, melakukan penggabungan terhadap berbagai perguruan tinggi swasta maka saya selaku unsur di DPRD DIY berharap bahwa kebijakan yang dilakukan tersebut dilakukan dalam konteks untuk menguatkan organisasi dari perguruan tinggi tersebut, semakin meningkatkan kiprah dari perguruan tinggi tersebut untuk menyelenggarakan pendidikan kepada mahasiswa dengan sangat baik dan bukan justru melahirkan konflik yang baru. Nah, itu yang harus mampu dihindarkan. Oleh karenanya, saya kira, akad merger itu harus tuntas bukan hanya di jajaran eksekutifnya, di jajaran rektoratnya antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi swasta yang lain. Namun, kemudian, merger itu harus benar-benar mampu menyatukan antara satu  yayasan yang mengelola perguruan tinggi tertentu dengan yayasan yang mengelola perguruan tinggi yang lain. Jadi, saya kira PR-nya tidak simpel untuk melakukan merger, tapi sesuatu hal yang sangat visibel untuk dilakukan,” terangnya.

Ketika ditanyakan Bernas adakah produk hukum atau regulasi dari DPRD DIY, Arif menjawab tidak ada terkait dengan soal merger perguruan tinggi swasta yang dianggap tidak sehat karena bukan wewenang Pemerintah DIY. “Dalam rangka untuk menghasilkan sebuah perguruan tinggi yang lebih sehat dan yang lebih baik lagi kiprahnya agar terus mendapatkan kepercayaan publik atau kepercayaan masyarakat, serta outputnya, keluaran dari mahasiswa didikan itu juga semakin  berkualitas, saya sangat setuju.  Sekali lagi, potensi-potensi konflik harus mampu dihindarkan,” ucapnya.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi  Bisnis dan Perbankan (STIEBBANK), AA Alit Mertayasa juga memberikan pendapatnya terkait wacana merger perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Ia menyebut ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi di antara perguruan tinggi swasta yang akan digabung atau mereger. “Untuk merger perguruan tinggi swasta ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh masing-masing perguruan tinggi swasta terlebih dahulu. Juga ada kepastian kesepahaman dan kesepakatan penyelenggara perguruan tinggi (dalam hal ini yayasan), tentang penggabungan tersebut, terutama terkait aset, dan lain-lain. Umumnya, belum ketemunya kata sepakat lebih banyak dikaitkan dengan aset yayasan tersebut,” katanya kepada Bernas ketika dihubungi beberapa waktu yang lalu.

Ketika ditanya terkait persyaratan yang harus dipenuhi masing-masing perguruan tinggi swasta terlebih dahulu sebelum merger,  AA Alit Mertayasa memberikan 2 alasan penggabungan PTS berdasarkan Permenristekdkti No 100 Tahun 2016 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin PTS, yang diuraikan Prof Dr Johannes Gunawan, SH, LLM, yaitu (1) Terdapat kesamaan visi PTS pada beberapa PTS sehingga penggabungan beberapa PTS  tersebut menjadi 1 (satu) PTS baru di bawah pengelolaan 1 (satu) Badan Penyelenggara baru akan meningkatkan akselerasi perwujudan visi PTS yang baru; (2) Beberapa PTS yang dikelola oleh masing-masing Badan Penyelenggara tidak memiliki kemampuan lagi, baik secara akademik maupun non-akademik, dalam penyelenggaraan program studi yang dimilikinya, namun kemampuan tersebut akan tumbuh dan berkembang apabila dilakukan penggabungan beberapa PTS tersebut menjadi 1 (satu) PTS baru di bawah pengelolaan Badan Penyelenggara yang baru.

Imbuh Alit berdasar Permenristekdkti No 100 Tahun 2016, akibat dari Penggabungan PTS, semua aset (sarana, prasarana, kekayaan lain) dari beberapa Badan Penyelenggara yang PTSnya digabungkan, harus dialihkan kepemilikannya atas nama Badan Penyelenggara baru yang akan mengelola PTS baru hasil penggabungan.

Untuk jalan tengah ketidaksepahaman antarperguruan tinggi swasta yang akan merger, misal soal aset, lanjut Alit, semestinya masing-masing yayasan dan pengelola perguruan tinggi swasta berhitung plus minus dalam penggabungan/merger tersebut.  “Menurunkan ego masing-masing perguruan tinggi swasta  ke level yang imbang dan win-win solution seperti contoh UTY dan UNRIYO yang saat ini meraih sukses jika dibandingkan dulu ketika mereka masing-masing jalan sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Untuk persoalan masih banyaknya ketaksepakatan antara satu yayasan dengan yayasan yang lain, ketika dihubungi Bernas.id, beberapa waktu yang lalu, Dr Ir Bambang Supriyadi, Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DIY memberikan komentarnya. “Ya, itu tidak bisa dengan cara dipaksa. Semua harus berdasar kesadaran yayasan yang menaungi pendidikan. Sekarang ini sudah diatur undang-undang  yayasannya atau peraturan tentang yayasan untuk pendidikannya. Sekarng harus nirlaba. Yayasan tidak bisa mencari keuntungan dari pendidikan itu kalau mau benar. Kalau mau cari untung ya tidak bisa, lalu malah harus tombok terus. Tapi tombok terus lama-lama tidak kuat. Daripada dalam posisi yang seperti itu, kampus tidak ada yang merawat atau tidak ada anggaran, mahasiswa juga sedikit. Ya sudah dipikirikan untuk penyatuan atau gabung kalau ada yang sama-sama punya pikiran, platform, atau visi misi yang sama,” katanya.

Kopertis V DIY pun mengaku sudah melakukan langkah khusus terkait merger. “Sudah kita lakukan, bahkan sejak tahun kemarin.  Beberapa yang dalam kondisi seperti itu sudah kita warning. Kalau kira-kira kesulitan, ya sudah gabung saja, menyatu saja dengan sana atau gabung dengan PTS yang lain. Tapi kan, tidak bisa langsung menvonis , memaksakan kan tidak bisa. Harus kesadaran dari yayasannya dan pemahaman dari yayasannya,” jelasnya.

Lanjut Bambang, Kopertis V DIY sudah memberikan arahan seusai dengan permen (peraturan menteri) yang berlaku, seperti memberi kesempatan, memudahkan dalam penggabungan. ”Memang ada permennya. Ya memang tidak mudah karena dulu mendirikan dengan niat sendiri, diurus sendiri. Tapi kalau sekarang ternyata tidak bisa berkembang dengan baik, kan yayasan lama-lama tombok sendiri, kesulitan, rugi terus ya. Kalau sudah begitu, dibiarkan saja perguruan tingginya, tidak ada usaha untuk meningkatkan? Kalau begitu terus, kan sayang,” tukasnya.

Bambang Supriyadi pun menyinggung tujuan yang akan dicapai dari merger perguruan tinggi ini. “Semuanya kalau di-merger lalu bisa menjadi sehat, lalu bisa menjadi lebih ada semangat untuk mengembangkan, kan harapannya lalu juga proses pembelajaran bisa diperbaiki sehingga kualitas lulusannya bisa menjadi lebih baik. Sekarang, PTS kecil-kecil tidak ada mahasisiwanya, lalu untuk operasional saja tidak mungkin, bagaimana mau mengantarkan lulusannya dengan baik. Dosennya mengajar misalnya tidak usah mengajar 14 kali karena tidak kuat membayar, tidak apa-apa. Saya kan tidak tahu internal di dalamnya. Itu kan menjadi tidak baik. Tapi kalau menyatu dengan yang lain, dengan semangat yang baru, dengan nama perguruan tinggi baru, siapa tahu, dengan beberapa gabungan yang sejenis, bisa menjadi sekolah tinggi, terus lebih laku, akreditasi bisa ditingkatkan. Proses belajar lebih baik, kualitas lulusan lebih baik,” pungkasnya.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Jogja Fashion Rendezvous 2018 Digelar Tiga Hari di JCM

Bernas.id--Dalam rangka ulang tahun ke-4 Jogja City Mall (JCM) menggelar acara Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2018. Pergelaran fesyen ini dihelat tiga hari berturut-turut mulai Jumat hingga Minggu (25-27/5) di Atrium JCM, pukul 19.00 sampai ...

Budaya

Begini Efek Letusan Merapi dan Bencana Lain yang Sebabkan Peradaban Mataram Kuno Hancur

Bernas.id - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada abad ke telah meluluhlantakkan peradaban Mataram Kuno, yang dikenal juga dengan Kerajaan Medang. Letusan tersebut, ditambah bencana lain, sangat berpengaruh pada situasi geopolitik saat itu ...

DIY

BPPTKG: Dominasi Erupsi Magma Merapi Pada 21 Mei

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut material letusan Merapi pada 21 Mei 2018 adalah letusan yang paling didominasi komponen magmatik. Ini jika dibanding material letusan pada 11 Mei ...

Kesehatan

Pegagan, Ginko Bilobanya Indonesia, Efektif Kurangi Penyumbatan Pembuluh Darah

Bernas.id - Pegagan, salah satu tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, ternyata memiliki manfaat penting untuk kesehatan. Ini diketahui berdasarkan penelitian farmasi dan kedokteran terkini. Hal tersebut disampaikan Dr. Agatha Budi ...

DIY

Sultan: Pemda Selalu Fasilitasi Pengungsi Merapi

Bernas.id -Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api tersebut. "Warga yang turun tentu akan difasi ...

DIY

Polemik Bentor, Ini Solusi Dari Wakil Ketua DPRD DIY

Bernas.id - Pelarangan terhadap keberadaan becak motor (bentor) untuk mangkal di Malioboro mulai disosialisasikan sejak 8 Februari 2018. Namun faktanya hingga saat ini masih ada saja bentor di kawasan Malioboro. Surat Edaran Gubernur DIY ...

Pendidikan

Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tetap Laksanakan Kegiatan

Bernas.id - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta meminta seluruh sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga SMP negeri maupun swasta di Kota Yogyakarta untuk tetap melaksanakan kegiatan usai penilaian akhir tahun berakhir. "Kami suda ...

DIY

Forum TSLP DIY Dilantik, BPD DIY Beri Bantuan 7 Miliar

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2018-2020 di kompleks kantor Gubernur DIY, Kamis (24/5/2018). Sultan men ...

DIY

Dampak Letusan Merapi Kamis Pagi Sebabkan Hujan Abu dan Pasir di Wilayah Ini

Bernas.id - Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 08.58 WIB terkait erupsi Merapi, Kamis 24 Mei 2018. Diinformasik ...

DIY

Merapi Erupsi Lagi Pada Kamis Pagi

Bernas.id- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan telah terjadi letusan di Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB dengan tinggi k ...

DIY

Residivis Kambuhan Tipu Teman Sendiri Untuk Modal Judi

Bernas.id--Seorang residivis kambuhan melakukan aksi pengelapan dan penipuan terhadap temannya sendiri. Sepeda motor milik temannya dipinjam lalu digadaikan untuk modal main judi online. Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto meng ...

DIY

BPPTKG: Belum Ada Erupsi Magmatik Merapi

Bernas.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi erupsi magmatik dari rangkaian erupsi Gunung Merapi beberapa hati ini. "Letusan ma ...

DIY

BPBD DIY Kirim Bantuan Tambahan ke Posko Pakem

Bernas.id - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menambah bantuan berupa sembako dan family kit untuk posko pengungsian utama di Pakem, Sleman. Bantuan tambahan ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila war ...

DIY

Balai Taman Nasional Tutup Lima Objek Wisata Sekitar Gunung Merapi

Bernas.id – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mengeluarkan surat edaran resminya yang dikeluarkan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 terkait penutupan penutupan sejumlah obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung M ...

DIY

Erupsi Rabu Pagi, BPPTKG Sebut Ada Aktvitas Gempa Vulkanik dan Tremor di dalam Merapi

Bernas.id – Dari akun media sosialnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengeluarkan rilis siaran pers resminya pada pukul 10.22 WIB pada hari Rabu, 23 Mei 2018. Dalam rilis tersebu ...

DIY

Puluhan Warga Masih Mengungsi Pasca Erupsi Freatik Dini Hari

Bernas.id--Merapi kembali mengalami erupsi freatik,  yang terjadi Rabu pukul 03.31 WIB (23/5/2018). Ini mengakibatkan sebagian warga lereng Merapi berinisiatif mengungsi. Sekitar 55 warga terdiri dari usia rentan kini masih menempati t ...

Pendidikan

Prof Noorhaidi Beberkan Doktrin Sentral Kaum Jihadis di UNU Yogyakarta

Bernas.id - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar ilmiah “Menyorot Teror Lanjutan Pasca Bom Surabaya”. Prof Noorhaidi Hasan dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga turut diund ...

Budaya

Kepompong Besi, Hasil Pencarian Jati Diri Pelukis Afganishtan Amin Taasha

Bernas.id - Iron Cocoon, atau Kepompong Besi, itulah judul pameran seni lukis yang digelar oleh Amin Taasha, seorang mahasiswa ISI Jogja yang berasal dari Afganishtan. Pameran yang diadakan di Gallery Fadjar Sidik ISI Jogja ini tergolong un ...

DIY

Status Merapi Naik, Begini Kata Sultan

Bernas.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat di daerah setempat tetap tenang meski status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada. "Tapi kan (aktivitas) lavanya te ...

DIY

Status Waspada Merapi Bisa Meningkat Karena Parameter Ini

Bernas.id- Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi menjadi Waspada sejak semalam karena meningkatnya aktivitas kegempaan dalam Gunung Merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi B ...

DIY

Erupsi Merapi Dini Hari Tadi Masih Dikategorikan Freatik

Bernas.id - Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan keputusan menaikkan status Gunung Merapi dari Normal menjadi Waspada muncul usai ada erupsi freatik pada Senin sore yang diikuti oleh gempa vulkano-tektonik dan gempa tremor. Ia memastikan, ...

DIY

Naik ke Status Waspada, Merapi Erupsi Selasa Dini Hari

Bernas.id - Gunung Merapi mengeluarkan erupsi pertama usai statusnya naik dari Normal menjadi Waspada. Erupsi tersebut terjadi pada pukul 01.47 WIB, Selasa dini hari, 22 Mei 2018.  Erupsi itu berlangsung 3 menit dengan amplitudo mak ...

Pariwisata

Bangun Pariwisata DIY Perlu Kerjasama Stakeholder

Bernas.id--Pembangunan bidang pariwisata di DIY tidak cukup hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, namun perlu ada kerjasama yang sinergis semua stakeholder. Hal ini penting dilakukan agar bidang pariwisata benar-benar mampu menjadi penopan ...

Ekonomi

Buka Puasa Bersama, Forum Perbankan BMPD Jalin Keakraban dengan Para Wartawan

Bernas.id - Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan jalinan silahturahmi dengan para wartawan dari berbagai media massa dalam acara buka bersama. Selain itu, juga dilakukan pengenalan kiprah BM ...

Pendidikan

Joki Ujian Masuk PTN Jogja Tertangkap Basah

Bernas.id--Polsek Bulaksumur, Depok, Sleman berhasil menangkap joki ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Pascasarjana di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY. Pelaku tertangkap basah karena identitasnya tidak sesuai dengan aslinya. Ka ...

Ekonomi

Bulan Ramadan dan Jelang Lebaran, Instansi Pemerintah DIY Jaga Stabilitas Stok Pangan

Bernas.id - Perum BULOG menyelenggarakan pasar murah dalam rangka HUT BULOG ke-51. Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian dari BUMN yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan khususnya Kecamatan Gondokusuman, Kotabaru, Perum Bulog Dr ...

Pendidikan

Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id - Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti dalam Dies Natalis UNY menyebut bahwa perubahan di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan berbagai hal yang s ...

DIY

Kemenkominfo Sudah Blokir 3.000 Akun Provokatif

Bernas.id--Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kini sedang menggodok regulasi untuk menindak perusahaan media sosial yang melakukan pembiaran terhadap penyebaran hoaks. Langkah ini sejalan dengan upaya menangkal radikalism ...

Ekonomi

BULOG DIY Pastikan Stok Beras Sangat Cukup dan Aman untuk Bulan Puasa dan Lebaran

Bernas.id- Dalam rangkaian HUT Perum BULOG ke-51, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diselenggarakan pasar murah di 5 kabupaten/kota sebanyak 1000 paket sembako murah, Kotabaru, Perum Bu ...

Ekonomi

Ramadan, Tempat Ibadah Gratis Sambung Listrik

Bernas.id--Menyambut bulan Ramadan, PLN memberikan Promo Gemerlap Lebaran 2018, berupa diskon Biaya Penyambungan (BP) tambah daya listrik sebesar 50% dengan maksimum potongan Rp10 juta. Bahkan khusus tempat ibadah, potongan yang diberikan s ...

DIY

Gunung Merapi Alami Erupsi Lagi

Bernas.id -Gunung Merapi mengalami erupsi freatik lagi pada Senin (21/5/2018) dini hari. Erupsi freatik tersebut lebih kecil dibanding erupsi freatik yang terjadi pada Jumat (11/5/2018). Kepala Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliuran ...

DIY

Dengan Semangat Kebangkitan Nasional, Sukamta Ajak Berantas Terorisme

Bernas.id - Anggota Komisi I DPR RI Dr Sukamta menggelar bincang santai dan buka puasa bersama awak media se-DIY dan relawan komunitas digital, beserta para humas PKS se-DIY, Minggu (20/05) bertempat di Bale Timoho Resto Yogyakarta. Sekr ...

Budaya

3 Band Blues Beraksi di Wisdom Park UGM

Bernas.id-- Tiga grup band blues Jogja, yakni 3/4 Keriting, Bolokosonom, dan Semendelic tampil memikat di kawasan Wisdom Park UGM, Minggu (20/5) malam. Ketiganya tampil dalam acara "Bluesukan Ning Kampus" yang digelar oleh Teater ...

DIY

Dua Persimpangan Jogja Bakal Dipasangi "Area Traffic Control System"

Bernas.id - Kota Yogyakarta akan menambah dua fasilitas "area traffic control system" yang akan dipasang di lampu lalu lintas. Ini guna membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas. "Kami akan pasang di simpang Jalan Ibu ...

Budaya

Semaraknya Dhammasanti Waisak Kamadhis UGM 2018

Bernas.id - Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) UGM menggelar Dhammasanti Trisuci Waisak 2562 BE /2018, Sabtu (19/5) di kompleks Fakultas Kedokteran. Peringatan tahun ini mengambil tema "Symphony of Dhamma in Diversity". Dire ...

DIY

Jumlah Andong dan Becak di Malioboro Bakal Dibatasi

Bernas.id - Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah andong dan becak yang masuk ke area Malioboro untuk mengurangi kemacetan pasca revitalisasi kawasan itu. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan "ce ...

DIY

Semua RW dan SD Negeri Jogja Sudah Miliki Pemadam Api

Bernas.id - Setiap RW di Kota Yogyakarta yang berjumlah 616 RW sudah dibagikan satu alat pemadam api ringan (APAR) yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh warga. Pembagian juga telah dilakukandil seluruh sekolah negeri ...

DIY

Peringati Waisak, Mahasiswa UGM Lepas Ratusan Burung

Bernas.id - Memperingati Trisuci Waisak 2562 Buddhis Era atau 2018 Masehi, Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamadhis) Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan ritual pelepasan burung di Hutan Biologi UGM, Sabtu (19/5/2018). Ritual pelepasan satwa ...

Budaya

Uniknya Kisah Cinta Pungdong dalam Teater Tradisional Korea

Bernas.id -- Goryeong Culture Center dan Kedutaan Besar Korea Selatan Indonesia menggelar pertunjukan teater yang unik dan menarik, di Kampus UKDW, Jumat (18/5/2018). Pertunjukan tersebut ditampilkan oleh  Goryeongto, sebuah tim teater ...

DIY

Lebaran, Sisi Barat Malioboro Sudah Bisa untuk Jalan-Jalan

Bernas.id--Cor beton induk di sepanjang sisi barat Malioboro, yang saat ini tengah dipugar, sudah selesai dikerjakan. Bahkan, di beberapa lokasi, lantai beton sudah dilapisi teraso. Dengan demikian, pada libur Lebaran nanti, wisatawan yang ...

Pendidikan

Advisor Kantor Staf Presiden RI Sebut Data Digital Menjadi Komoditi Baru

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

2500 Pemilih Pemula Jogja Belum Punya E KTP

Bernas.id- Saat ini ada 1,7% warga Kota Jogja yang belum melakukan perekaman E KTP. Separuh dari persentase itu merupakan pemula yang harus "dijemput bola" proses perekamannya demi mempersiapkan Pemilu. Kepala Dinas Kependuduka ...

Pendidikan

Penulis Diaz Radityo, Kita Tidak Mungkin Menulis Tanpa Membaca

Bernas.id - Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPSSos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tema “Generation of Digital Media: The Creators ...

DIY

Kemenag DIY Dorong Disahkannya Perda ini Untuk Tangkal Terorisme

Bernas.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mendorong Rancangan Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga segera disahkan. Ini penting guna mencegah penanaman paham radikalisme di lingkungan keluarga. "Kami bersyukur dalam wa ...

DIY

Quick Truck Hadir untuk Tingkatkan Produktivitas dan Lebih Efisien

Bernas.id - Sering terkendala dengan alat angkut sawit atau hasil panen pertanian? Solusi terkini disediakan oleh CV Karya Hidup Sentosa. Perusahaan nasional yang berkantor pusat di Yogyakarta ini memroduksi alat transportasi panen sawit be ...

Budaya

Rengkuh Kembali Masa Era Kolonial Belanda dari Papan Iklan Enamel,s di Bentara Budaya Yogyakarta

Bernas.id - Bentara Budaya mengadakan Enamel’s Exhibition Indie, sebuah pameran yang mengangkat ragam iklan era zaman Kolonial Belanda. Papan-papan iklan era Kolonial Belanda memiliki ciri-ciri dan corak yang khas, khususnya penggunaa ...

DIY

Bagaimana Kondisi Stok Darah PMI DIY Selama Ramadan?

Bernas.id -- Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin stok darah di lima kabupaten/kotandi DIY selama Bulan Ramadan tahun ini aman. "Penurunan stok darah biasanya terjadi saat bulan puasa, minggu k ...

Budaya

Hidangan Kuliner Berbuka Khas Ramadhan dari 8 Negara

Bernas.id - Setiap negara pasti punya hidangan kuliner khas Ramadhan yang biasa dinikmati untuk berbuka puasa. Makanan tersebut sudah ada sejak lama sehingga menjadi menu wajib untuk berbuka.  Simak makanan khas buka puasa dari berb ...

DIY

KPU Kota Jogja Pastikan Seluruh Data Pemilih Terverifikasi

Bernas.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta memastikan seluruh data pemilih yang masuk dalam daftar pencocokan dan penelitian sudah menjalani proses verifikasi di lapangan oleh panitia pemutakhiran daftar pemilih "Seluruh data ...

DIY

Pasokan Listrik DIY Surplus Selama Ramadan

Bernas.id - PLN Area Yogyakarta memastikan saat ini pasokan listrik DIY masih terhitung suplus. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya gangguan listrik selama bulan Ramadan. Terlebih PLN juga menyiagakan penjaga keanda ...