PTS Kecil Lebih Baik Merger Daripada Sekarat


25 Maret 2018

Ilustrasi (sumber foto: okezone)

Bernas.id - Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta atau Kopertis Wilayah V DIY menyatakan, dari total 107 perguruan tinggi swasta (PTS) di Jogja, ada sekitar 15% yang terseok-seok dalam mencari mahasiswa. Kopertis secara resmi telah mengajukan penutupan ke Kemenristek Dikti terhadap satu kampus pada tahun 2016 silam. Sedangkan dua kampus akan kembali diajukan penutupannya pada tahun 2018 mendatang. Selain itu, masih ada beberapa universitas yang sulit berkembang disarankan untuk merger.

Ketika dihubungi Bernas.id, beberapa waktu yang lalu, Dr Ir Bambang Supriyadi, Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DIY menyebutkan kriteria tidak sehatnya sebuah perguruan tinggi. “Pertama, yang paling masalah itu jumlah mahasiswa sangat sedikit sebagai perguruan tinggi. Di Jogja ini, dari 107 (perguruan tinggi-red) itu, ada 30-an mahasiswanya kurang dari 100 dalam satu perguruan tinggi. Nah, sejak tahun kemarin, saya identifikasi, ada beberapa (perguruan tinggi-red) hidup segan mati tak segan. Nah, daripada begitu, mbok iya mereka bergabung atau disatukan ke perguruan tinggi yang baru. Ada juga yang jumlah dosennya tidak memenuhi syarat, kan minimum dosen harus 6 dalam satu prodi sehingga kalau punya dua prodi ya paling tidak harus 12. Kalau mereka tidak ada dosennya, terus tidak ada mahasiswa, terus nanti mengajukan akreditasi juga kesulitan, akuisisi saja atau gabung saja,” tuturnya.

Terkait terseok-seoknya 15% kampus tersebut, Koordinator Kopertis Wilayah V ini menyarankan merger kampus. Contoh kampus yang disarankan merger, ketiganya merupakan kampus yang berada di level akademi, terdiri atas bidang ilmu pertanian, perikanan dan peternakan. Ia menilai ada kecocokan dari sisi keilmuan yang sejenis dari ketiga kampus tersebut, daripada mereka perlahan surut tak memiliki mahasiswa dan berpotensi untuk ditutup. Hanya saja, ketiganya di berdiri di bawah yayasan yang berbeda.

"Namun tentu penutupan tidak semudah itu. Kami perlu berkomunikasi dengan yayasan. Satu dari beberapa persyaratannya kan lebih dari enam semester tidak membuat laporan. Nah, dua di antaranya sebentar lagi masuk ke semester enam," kata Bambang saat itu ketika penyerahan SK perubahan Akper Panti Rapih menjadi STIKES Panti Rapih di STIKES Panti Rapih, Pringwulung, Senin (28/8/2017).

Untuk itu, Kopertis Wilayah V DIY menyarankan penggabungan atau merger tiga kampus dengan disiplin ilmu yang berbeda. Ketiganya merupakan PTS di Jogja yang tidak berkembang karena kesulitan menjaring mahasiswa. Berdasarkan catatan Kopertis V, dalam tiga tahun terakhir, jumlah mahasiswa baru semua PTS di Yogyakarta masih menembus 50 ribu orang. Jumlah ini membaik setelah merosot hingga di bawah 40 ribu sesudah erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam.Bambang Supriyadi, koordinator Kopertis V, optimistis bahwa banyak calon mahasiswa masih menganggap Yogyakarta sebagai tujuan favorit.

Bambang mengakui ketiga kampus tersebut sebelumnya pernah dilakukan pemanggilan pada awal 2016 silam. Saat itu telah diberikan peringatan terkait pengembangan kampus dan masih sanggup untuk melanjutnya. Namun selama 1,5 tahun berjalan belum ada perkembangan signifikan.

"Merger sudah dimulai namun baru pada beberapa kampus terutama yang sebidang misalnya pertanian atau kesehatan. Namun hal itu harus dimulai dari keinginan yayasan pengelola. Namun kalau dari kami, susah karena melibatkan dua yayasan. Padahal kan lebih baik jadi institut atau universitas daripada akademi yang kecil-kecil, semuanya bisa menikmati. Sejauh ini sudah ada tiga yang sedang dalam pembahasan merger," imbuh Bambang.

Di sisi lain, dalam artikelnya Ki Supriyoko, Direktur Pascasarjana Pendidikan UST Yogyakarta menyebut saat ini banyak yayasan pengelola PTS di Indonesia yang tidak dikelola secara profesional. Apabila yayasannya saja tidak dikelola secara profesional sudah barang tentu PTS-nya pun tidak dikelola secara profesional. Hal ini dinyatakan langsung oleh Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Thomas Suyatno baru-baru ini.

Pernyataan dari Ketua ABPPTSI ini tentu mempunyai validitas yang dapat dipertanggung jawabkan mengingat asosiasi yang dipimpin memiliki anggota sebanyak 3.160 yayasan. Untuk itu, ABPPTSI bisa termasuk dalam salah satu asosiasi penyelenggara PTS terbesar di dunia berdasarkan jumlah anggota.

Banyaknya badan penyelenggara PTS di Indonesia juga diikuti oleh banyaknya PTS yang diselenggarakan. Jika dirunut, jumlah PTS secara nasional di Indonesia lebih dari 4000 lembaga. Angka 4000 ini jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah PTS di Tiongkok, padahal penduduk Tiongkok berjumlah sekitar 1,4 miliar jiwa, hampir enam kali lipat dari jumlah penduduk Indonesia yang angkanya kurang lebih 250 juta jiwa.

Sebenarnya, lanjut Ki Supriyoko, jumlah PTS yang tinggi tidak menjadi persoalan kalau memiliki daya saing nasional dan internasional yang memadai. Amerika Serikat (AS) menjadi contoh negara yang memiliki banyak PTS dengan daya saing internasional yang memadai. Menjadi permasalahan, PTS di Indonesia umumnya tidak memiliki daya saing nasional dan internasional yang memadai. Atas realitas ini maka menggabung atau memerger PTS menjadi alternatif yang pantas menjadi solusi agar daya saingnya menjadi meningkat.

Gagasan merger ini sudah belasan tahun silam digaungkan. Namun, untuk merealisasi gagasan ini bukanlah pekerjaan mudah. Mengapa? Karena setiap PTS pasti memiliki badan penyelenggara atau yayasan. Setiap badan penyelenggara boleh memiliki banyak PTS, tetapi satu PTS tidak boleh diselenggarakan oleh banyak badan penyelenggara. Artinya, kalau ingin memerger PTS maka terlebih dahulu badan penyelenggaranya harus dimerger, kecuali dengan alasan tertentu maka hanya satu badan penyelenggara yang ‘dihidupkan’ sedangkan yang lain ‘dimatikan’. Dan lagi visi misi badan penyelenggara biasanya berbeda.

Meski tidak sesulit merger badan penyelenggara, tapi merger PTS atau merger lembaga pendidikan bukanlah pekerjaan mudah.

Memerger dua PTS atau lebih memiliki risiko manajerial yang tidak kecil. Kalau ada beberapa PTS dimerger maka pimpinannya harus satu ‘pasukan’. Kalau pimpinan PTS baru hasil merger diambil dari salah satu dari PTS lama harus melalui kesepakatan yang produktif, biasanya PTS yang lemah memiliki bargaining power yang lemah juga. Alhasil, pimpinan PTS baru diambil dari PTS yang lebih kuat. Apabila kelak manajemennya gagal, misalnya sulit mencari mahasiswa sebagai  sumber finansial bukan tidak mungkin warga kampus akan saling menyalahkan.

Alternatif lain pimpinan PTS baru adalah campuran dari PTS yang saling dimerger; misalnya Rektor dan Wakil Rektor 2 diambil dari PTS 1, sedangkan Wakil Rektor 1 dan Wakil Rektor 3 diambil dari PTS 2, di sisi lain dekan dan Kaprodi dibagi secara berimbang. Hal ini tentu ada baiknya tetapi diperlukan energi tersendiri untuk mengharmonisasikannya.

Alhasil, secara akademis aturan PTS baru tidak berbeda dengan PTS lama sebelum dimerger baik jumlah minimal dosen, kualifikasi dosen, ratio dosen mahasiswa, lama studi, jumlah SKS minimal dan maksimal dan sebagainya. Artinya, kalau PTS yang akan dimerger sudah membawa masalah bukan berarti setelah dimerger masalahnya akan hilang.

Ki Supriyoko memberikan contoh bentuk nyata keberhasilan merger perguruan tinggi, yaitu Universitas Winaya Mukti (Unwim), Sumedang Jawa Barat. Unwin merupakan merger dari empat PTS, yaitu (1) Akademi Pertanian Tanjungsari (APT, berdiri 1965), (2) Akademi Teknik Pekerjaan Umum (ATPU, berdiri 1965), (3) Akademi Ilmu Kehutanan (AIK, berdiri 1966), dan (4) Akademi Industri dan Niaga (AIN, berdiri 1967). Untuk menjadi besar seperti sekarang, UNWIM membutuhkan waktu sekitar 25 tahun (seperempat abad) kalau dihitung dari waktu pengintegrasian tahun 1990.

Ketika dihubungi Bernas.id, beberapa waktu yang lalu, Wakil DPRD DIY, Arif Noor Hartanto, SIP pun memberikan contoh bahwa di Yogyakarta pernah ada merger perguruan tinggi swasta antara Akademi Uang dan Bank (AKUB) Yogyakarta dengan APPI Akademi Pimpinan Perusahaan Indonesia menjadi STIE Kerjasama. Ia pun memberikan pandangannya terkait wacana merger sejumlah PTS yang dianggap tidak sehat ini. “Ya kalau dari sisi wewenang, perguruan tinggi itu ada di bawah pemerintah pusat, kemenristedikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi-red). Tidak ada tanggung jawab dari pemerintah daerah ya untuk menindaklanjuti segala sesuatu yang terkait dengan perguruan tinggi tersebut karena sepenuhnya berada di bawah wewenang pemerintah pusat. Tetapi, saya secara pribadi menyampaikan bahwa merger atau penggabungan dari perguruan tinggi itu memang DIY punya pengalaman-pengalaman yang itu bisa menjadi sangat berharga untuk menjadi pertimbangan-pertimbangan bagi pemerintah pusat. Jadi, penggabungan itu bisa jadi akan sangat menguatkan, menghadirkan sebuah lembaga perguruan tinggi swasta yang kemudian bisa menjadi sangat kokoh, sangat kuat, terkelola dengan sedemikian baik dengan jumlah mahasiswa yang tidak sedikit,” jelasnya.

Lanjut Arif memberikan catatan, ketika hal itu sudah mampu dilakukan (merger-red) ternyata seringkali malah melahirkan konflik antara yayasan dengan pihak rektorat atau pihak eksekutifnya, pimpinan perguruan tinggi itu. Akhirnya, perguruan tinggi itu bubar karena berbagai konflik yang melatarbelakangi. “Nah, menurut saya, jika kemudian pemerintah pusat, melalui kemenristedikti akan melakukan kebijakan-kebijakan, melakukan penggabungan terhadap berbagai perguruan tinggi swasta maka saya selaku unsur di DPRD DIY berharap bahwa kebijakan yang dilakukan tersebut dilakukan dalam konteks untuk menguatkan organisasi dari perguruan tinggi tersebut, semakin meningkatkan kiprah dari perguruan tinggi tersebut untuk menyelenggarakan pendidikan kepada mahasiswa dengan sangat baik dan bukan justru melahirkan konflik yang baru. Nah, itu yang harus mampu dihindarkan. Oleh karenanya, saya kira, akad merger itu harus tuntas bukan hanya di jajaran eksekutifnya, di jajaran rektoratnya antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi swasta yang lain. Namun, kemudian, merger itu harus benar-benar mampu menyatukan antara satu  yayasan yang mengelola perguruan tinggi tertentu dengan yayasan yang mengelola perguruan tinggi yang lain. Jadi, saya kira PR-nya tidak simpel untuk melakukan merger, tapi sesuatu hal yang sangat visibel untuk dilakukan,” terangnya.

Ketika ditanyakan Bernas adakah produk hukum atau regulasi dari DPRD DIY, Arif menjawab tidak ada terkait dengan soal merger perguruan tinggi swasta yang dianggap tidak sehat karena bukan wewenang Pemerintah DIY. “Dalam rangka untuk menghasilkan sebuah perguruan tinggi yang lebih sehat dan yang lebih baik lagi kiprahnya agar terus mendapatkan kepercayaan publik atau kepercayaan masyarakat, serta outputnya, keluaran dari mahasiswa didikan itu juga semakin  berkualitas, saya sangat setuju.  Sekali lagi, potensi-potensi konflik harus mampu dihindarkan,” ucapnya.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi  Bisnis dan Perbankan (STIEBBANK), AA Alit Mertayasa juga memberikan pendapatnya terkait wacana merger perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Ia menyebut ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi di antara perguruan tinggi swasta yang akan digabung atau mereger. “Untuk merger perguruan tinggi swasta ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh masing-masing perguruan tinggi swasta terlebih dahulu. Juga ada kepastian kesepahaman dan kesepakatan penyelenggara perguruan tinggi (dalam hal ini yayasan), tentang penggabungan tersebut, terutama terkait aset, dan lain-lain. Umumnya, belum ketemunya kata sepakat lebih banyak dikaitkan dengan aset yayasan tersebut,” katanya kepada Bernas ketika dihubungi beberapa waktu yang lalu.

Ketika ditanya terkait persyaratan yang harus dipenuhi masing-masing perguruan tinggi swasta terlebih dahulu sebelum merger,  AA Alit Mertayasa memberikan 2 alasan penggabungan PTS berdasarkan Permenristekdkti No 100 Tahun 2016 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin PTS, yang diuraikan Prof Dr Johannes Gunawan, SH, LLM, yaitu (1) Terdapat kesamaan visi PTS pada beberapa PTS sehingga penggabungan beberapa PTS  tersebut menjadi 1 (satu) PTS baru di bawah pengelolaan 1 (satu) Badan Penyelenggara baru akan meningkatkan akselerasi perwujudan visi PTS yang baru; (2) Beberapa PTS yang dikelola oleh masing-masing Badan Penyelenggara tidak memiliki kemampuan lagi, baik secara akademik maupun non-akademik, dalam penyelenggaraan program studi yang dimilikinya, namun kemampuan tersebut akan tumbuh dan berkembang apabila dilakukan penggabungan beberapa PTS tersebut menjadi 1 (satu) PTS baru di bawah pengelolaan Badan Penyelenggara yang baru.

Imbuh Alit berdasar Permenristekdkti No 100 Tahun 2016, akibat dari Penggabungan PTS, semua aset (sarana, prasarana, kekayaan lain) dari beberapa Badan Penyelenggara yang PTSnya digabungkan, harus dialihkan kepemilikannya atas nama Badan Penyelenggara baru yang akan mengelola PTS baru hasil penggabungan.

Untuk jalan tengah ketidaksepahaman antarperguruan tinggi swasta yang akan merger, misal soal aset, lanjut Alit, semestinya masing-masing yayasan dan pengelola perguruan tinggi swasta berhitung plus minus dalam penggabungan/merger tersebut.  “Menurunkan ego masing-masing perguruan tinggi swasta  ke level yang imbang dan win-win solution seperti contoh UTY dan UNRIYO yang saat ini meraih sukses jika dibandingkan dulu ketika mereka masing-masing jalan sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Untuk persoalan masih banyaknya ketaksepakatan antara satu yayasan dengan yayasan yang lain, ketika dihubungi Bernas.id, beberapa waktu yang lalu, Dr Ir Bambang Supriyadi, Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V DIY memberikan komentarnya. “Ya, itu tidak bisa dengan cara dipaksa. Semua harus berdasar kesadaran yayasan yang menaungi pendidikan. Sekarang ini sudah diatur undang-undang  yayasannya atau peraturan tentang yayasan untuk pendidikannya. Sekarng harus nirlaba. Yayasan tidak bisa mencari keuntungan dari pendidikan itu kalau mau benar. Kalau mau cari untung ya tidak bisa, lalu malah harus tombok terus. Tapi tombok terus lama-lama tidak kuat. Daripada dalam posisi yang seperti itu, kampus tidak ada yang merawat atau tidak ada anggaran, mahasiswa juga sedikit. Ya sudah dipikirikan untuk penyatuan atau gabung kalau ada yang sama-sama punya pikiran, platform, atau visi misi yang sama,” katanya.

Kopertis V DIY pun mengaku sudah melakukan langkah khusus terkait merger. “Sudah kita lakukan, bahkan sejak tahun kemarin.  Beberapa yang dalam kondisi seperti itu sudah kita warning. Kalau kira-kira kesulitan, ya sudah gabung saja, menyatu saja dengan sana atau gabung dengan PTS yang lain. Tapi kan, tidak bisa langsung menvonis , memaksakan kan tidak bisa. Harus kesadaran dari yayasannya dan pemahaman dari yayasannya,” jelasnya.

Lanjut Bambang, Kopertis V DIY sudah memberikan arahan seusai dengan permen (peraturan menteri) yang berlaku, seperti memberi kesempatan, memudahkan dalam penggabungan. ”Memang ada permennya. Ya memang tidak mudah karena dulu mendirikan dengan niat sendiri, diurus sendiri. Tapi kalau sekarang ternyata tidak bisa berkembang dengan baik, kan yayasan lama-lama tombok sendiri, kesulitan, rugi terus ya. Kalau sudah begitu, dibiarkan saja perguruan tingginya, tidak ada usaha untuk meningkatkan? Kalau begitu terus, kan sayang,” tukasnya.

Bambang Supriyadi pun menyinggung tujuan yang akan dicapai dari merger perguruan tinggi ini. “Semuanya kalau di-merger lalu bisa menjadi sehat, lalu bisa menjadi lebih ada semangat untuk mengembangkan, kan harapannya lalu juga proses pembelajaran bisa diperbaiki sehingga kualitas lulusannya bisa menjadi lebih baik. Sekarang, PTS kecil-kecil tidak ada mahasisiwanya, lalu untuk operasional saja tidak mungkin, bagaimana mau mengantarkan lulusannya dengan baik. Dosennya mengajar misalnya tidak usah mengajar 14 kali karena tidak kuat membayar, tidak apa-apa. Saya kan tidak tahu internal di dalamnya. Itu kan menjadi tidak baik. Tapi kalau menyatu dengan yang lain, dengan semangat yang baru, dengan nama perguruan tinggi baru, siapa tahu, dengan beberapa gabungan yang sejenis, bisa menjadi sekolah tinggi, terus lebih laku, akreditasi bisa ditingkatkan. Proses belajar lebih baik, kualitas lulusan lebih baik,” pungkasnya.


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Budaya

Tari Manggala SMKI Jogja Juara Dua di FLS2N 2018

Bernas.id -- Tari Manggala tari kreasi baru yang berpijak dari tradisi dari SMKI Yogyakarta menang sebagai juara dua dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke XI tahun 2018, yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, di Band ...

DIY

Karnaval Kendaraan Hias Warnai Deklarasi Pemilu Damai DIY

Bernas.id - Untuk menciptakan pemilu yang kondusif dan damai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY  menyelenggarakan Deklarasi Kampanye Damai Serentak Pemilihan Umum Tahun 2019 pada Minggu (23/9/2018). Deklarasi bertajuk 'Indonesia Meno ...

Budaya

Semaraknya Festival Bregada Nusantara 2018

Bernas.id - Keluarga Besar Padmanaba menyelenggarakan Festival Bregada Nusantara (FBN) pada Minggu (23/9/2018) pagi di sepanjang Jl.Malioboro hingga Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. Festival yang diikuti ratusan orang yang tergabung dalam ...

DIY

Aliansi IMM Jogja Desak Pemerintah Bertanggungjawab Atas Perekonomian Indonesia

Bernas.id - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jogja melakukan unjuk rasa di titik nol kilometer Jogja, Sabtu (22/9/2018). Mereka menuntut pemerintah untuk bertanggungjawab atas kondisi perekonomian I ...

DIY

Sri Sultan Ingatkan Larangan Kampanye di Tempat Ibadah

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengimbau semua pihak agar menunjung tinggi kampanye damai untuk menghindari konflik. Ia juga mengingatkan terkait aturan larangan kampanye di tempat ibadah dan lembaga pendidikan.  ...

DIY

Angkasa Pura Bantah Ada Warga yang Masih Tinggal di Area Proyek NYIA

Bernas.id- Panjang runway New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) sekitar 3250 meter. Saat ini sudah mulai masuk ke struktur pondasi, tanah urug ketika Bernas.id ikut secara langsung memantau pengerjaan proyek bandara NYIA. Dalam pap ...

DIY

Tertipu Cek Kosong, Penjual Tanah Rugi Miliaran Rupiah

Bernas.id-Seorang warga Sendangtirto, Berbah, Sleman, tertipu saat menjual tanahnya di Jalan Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman. Ia mengalami kerugian hingga miliaran rupiah setelah hanya diberi cek kosong oleh sang pembeli tanah. Korb ...

DIY

SP Kedua Tak Dihiraukan, IUP Penambangan Pasir Kulonprogo Terancam Dicabut

Bernas.id  - DPRD DIY mendesak Pemda DIY untuk melakukan evaluasi terhadap Izin Usaha Pertambangan (IUP) terhadap salah satu kawasan yang nekat beroperasi di Sungai Progo meski prosedur tahapan pra operasi produksi (OP) belum dilalui n ...

DIY

Rupanya Pemkot Jogja Hanya Buka 356 Formasi CPNS

Bernas.id- Pemkot Jogja akhirnya mengumumkan jumlah dan formasi terkait pendaftaran CPNS tahun ini. Dari 813 formasi yang diajukan ke Pusat, Pemkot hanya membuka 356 formasi.   Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (B ...

DIY

Perjalanan Bernas Ikut Meninjau Proyek NYIA

Bernas.id - Dengan bus berukuran sedang, Kamis (19/9), Bernas bersama rombongan Kepatihan DIY menuju ke lokasi bandara baru di daerah Temon, Kulonprogo. Kami sekitar pukul 9.39 WIB diterima tim Angkasa Pura (AP) di kantornya yang dulunya be ...

DIY

Tips Menjaga Kemabruran Haji

PLERET, Bernas.id - Setidaknya ada empat hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kemabruran Haji,  yakni sering bersedekah, silaturahiim, membiasakan salam dan salat malam. Sedekah dapat melancarkan segala urusan dan mencegah bala', ...

DIY

Disnaker Kabupaten Sleman Berikan Tips Pengelolaan Tenaga Honorer di Lingkup SKPD

Bernas.id - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi Standar Harga Barang dan Jasa Upah Tenaga Kerja Pengamanan dan Cleaning Service yang bekerja di lingkungannya agar terlindungi hak-haknya. Sosialisasi diikuti ...

DIY

Apel Pasukan Operasi "Mantap Brata 2018", Antisipasi Kerawanan Pemilu 2019

Bernas.id – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY)  melakukan apel Gelar Pasukan Operasi “Mantap Brata 2018” di Hanggar Shelter D, Lanud Adisutjipto. Operasi kepolisian terpusat tersebut akan dilaksanakan s ...

Budaya

Bakal ada Bregada Drone di Festival Bregada Nusantara 2018

Bernas.id - Keluarga Besar Padmanaba akan menyelenggarakan Festival Bregada Nusantara (FBN) pada Minggu 23 September 2018 pukul 07.00 WIB di sepanjang Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. Festival yang akan diikuti lebi ...

Pendidikan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Terbitkan Sebuah Buku

Bernas.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, MM mengatakan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi literasi dari instansinya untuk mengajak  masyarakat agar mau membaca dan set ...

DIY

Ini yang Dilakukan Organda DIY untuk Bandara NYIA

Bernas.id - Organisasi Angkutan Darat DIY sedang menggodog konsep moda transportasi darat pendukung operasional Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo. "Menyambut bandara baru di Kulon Progo yang diperkirakan ak ...

Pendidikan

Gemilang Perpustakaan 2018, Giatkan Literasi Masyarakat Sleman

Bernas.id - Gemilang Perpustakaan 2018 digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman di Auditorium P4TK Kesenian Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka dengan cerita monolog berjudul "Tumenggung Mertoloyo" yang diperankan Gad ...

Pendidikan

Wakil Ketua KPK, Harus Zero Toleran terhadap Korupsi

Bernas.id - Saut Situmorang, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan kepiawaiannya memainkan saksofon. Ia memainkan lagu berjudul "Story of My Life" dari One Direction, Gedung PKKH, UGM. "Saya mendengar ...

DIY

Dinas Perhubungan DIY Memperingati Harhubnas

Bernas.id -- Dinas Perhubungan DIY menggelar acara puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di lapangan NDB, Maguwoharjo Yogyakarta, Senin (17/09/2018). Harhubnas yang ke 47 mengambil tema “Guyub Rukun untuk Mewujudkan ...

Olahraga

Mendikbud Buka O2SN Dengan Memanah

Bernas.id-Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 dilaksakan di DIY dan resmi dibuka di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (17/9/2019). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) membuka langusung acara ter ...

DIY

Akun FB Diduga Menebar Kebencian ke Masyarakat Bengkulu Dilaporkan ke Polda DIY

Bernas.id - Dua akun FB atas nama Rory Djafar (RD) dan Ridwan Gani Tandi (RGT) dilaporkan Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (IKPM) Provinsi Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dua akun FB RD dan RGT diduga kuat menebar ujaran kebencia ...

DIY

Sleman Sosialisasi Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental

Bernas.id - Sebagai upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kementerian Koordinastor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia ...

DIY

Beredar Pesan Viral Paket Narkoba, Polda DIY Sebut Belum Tentu Narkoba

Bernas.id - Di Daerah Istimewa Yogyakarta, viral beredar di WAG kabar tentang peredaran narkoba melalui paket  gelap. Modusnya, paket gelap ditujukan ke toko-toko atau rumah yang menjadi sasaran, padahal yang dikirimi tidak pernah pesa ...

DIY

Gempa 6.0 SR Guncang Yogyakarta Warga Pajeksan Berhamburan

Bernas.id - Warga Kampung Pajeksan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta berhamburan lari keluar rumah, ketika gempa bumi berkekuatan 6.0 Skala Richter dengan kedalaman 10 kilometer berdurasi 58 detik dibawa ...

DIY

Giwo Rubianto Wiyogo Terpilih Sebagai Wapres ICW

Bernas.id - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo terpilih sebagai salah satu Wakil Presiden Dewan Perempuan Internasional (ICW) untuk periode tiga tahun ke depan.     Dalam pemungutan suara yang berl ...

Ekonomi

UMKM Tidak Terpengaruh Melemahnya Rupiah

Bernas.id- Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis sebagai penggerak perekonomian masyarakat Indonesia. Berbagai upaya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku UMKM terus digalakkan pe ...

DIY

Pemda DIY Siapkan Nelayan Andal untuk Pelabuhan Tanjung Adikarto

Bernas.id - Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menyiapkan kompetensi sumber daya manusia nelayan untuk mengoperasikan kapal berkapasitas di atas 10 gross ton. Ini dilakukan sebelum Pelabuhan Tanjung Adikarto di Glagah Kulonprogo diresmikan. ...

Ekonomi

30 Kreator Lokal Terbaik Yogyakarta Siap Menjadi Brand Nasional

Bernas.id - MAKERFEST merupakan sebuah platform independen yang memiliki misi untuk mencari, mengedukasi, dan menginspirasi kreator Indonesia. Pada hari Sabtu, 15 September 2018 ini resmi diselenggarakan di Yogyakarta. Sebanyak 30 kreato ...

DIY

Diskusi Hukum TPJ DIY : Penjara Menanti Para Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

Bernas.id - Maraknya tindakan atau sikap yang tidak terpuji dan tidak beretika dalam penyebaran informasi berita bohong (Hoax) sehingga menjurus merendahkan hak dan martabat Presiden Jokowi sebagai pemimpin bangsa belakangan ini, Tim P ...

DIY

Relawan Seknas Jokowi Sleman dan Kota Yogyakarta Resmi Dideklarasikan Hari Ini

Bernas.id - Setelah sukses mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu, hari ini Sabtu (15/9/2018) kembali, Seknas Jokowi DIY melantik dan mendeklarasikan Seknas Jokowi Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta serta ...

DIY

Pesan Jokowi untuk Perempuan Indonesia

Bernas.id - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadi Ibu Bangsa yang menjaga persatuan karena Indonesia, negara besar dengan kekayaan budaya bangsa yang beragam. Kepala Negara menyampaikan ajakan itu saat m ...

DIY

Jokowi Setuju Sebut Wanita Sebagai Ibu Bangsa

Bernas.id - Presiden Joko Widodo sepakat penyebutan wanita sebagai ibu bangsa daripada menggunakan istilah emak-emak. Pasalnya, ibu bangsa memiliki peran penting dalam mendidik generasi penerus bangsa. Hal itu diutarakan Jokowi dalam pembuk ...

DIY

Jokowi Tak Pungkiri Banyak Kiprah Wanita untuk Bangsa Indonesia

Bernas.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan membuka Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Sidang Umum International Council of Women (ICW) ke-35 di Daerah Istimewa Yogyakarta, 13 September 2018. Sekitar 150 orang ...

DIY

Kowani Tegaskan Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

Bernas.id - Kongres Wanita Indonesia mengadakan diskusi panel Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, Jumat (14/9/2018) di Grand Inna Malioboro. Kongres kembali menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting yait ...

Pendidikan

Hari Kunjung Perpustakaan, Ada Hadiah Menarik Bagi Pengunjung

Bernas.id - Tiap tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Untuk memperingati, Perpustakaan Kota Yogyakarta turut memeriahkan dengan menggelar berbagai kegiatan untuk mendorong minat baca masyarakat Kota Yogyakarta ...

DIY

Perempuan dan Anak Masih Sering Alami Bentuk Kekerasan

Bernas.id - Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kongres Wanita Indonesia atas pelaksanaan Temu Nasional dan General Assembly International Council of Women ke-3 ...

DIY

Impian Terwujud, Sidang Umum ke-35 ICW Digelar di Jogja

Bernas.id - Impian Kongres Wanita Indonesia untuk memboyong dan menggelar Sidang Umum International Council of Women ke Indonesia akhirnya terwujud. Sidang Umum ke-35 ICW digelar di Jogja, Kamis (13/9/2018) di Inna Garuda. “Tiga ta ...

DIY

Menteri Rini Hadir di Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia

Bernas.id - Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Yogyakarta dimulai. Sekitar 150 orang delegasi dari 18 negara anggota ICW, organisasi perempuan dunia di bawah nau ...

DIY

Bursa Kerja Disnakertrans DIY Tawarkan 4000 Lowongan Kerja

Bernas.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar bursa kerja yang menawarkan sebanyak 4.000 lowongan kerja di perusahaan dari berbagai bidang usaha. Bursa kerja berlangsung 13-14 September di Gedung Amin ...

DIY

Polda DIY Bantah Adanya Bentrok Warga Papua dan Ambon

Bernas.id - Beredar video warga Papua yang melakukan aksi mencari orang Ambon di media sosial. Pihak Papua mencurigai warga Ambon yang melakukan penusukan dengan korban warga Papua tadi pagi, pukul 2.30  WIB hari Rabu tanggal 12 Septem ...

DIY

Dua Kelompok Mahasiswa Asal Papua dan Ambon Bentrok

Bernas.id - Dua kelompok orang asal Papua dan Ambon saling bertikai, salah satu kelompok turun ke jalan membawa sejumlah senjata tajam di daerah Seturan, Sleman. Hal ini dipicu keributan di sebuah cafe yang membuat dua orang terluka. Kap ...

DIY

Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Sekda Sleman Terapkan Budaya Satriya

Bernas.id - Demi tercapainya keberhasilan transformasi birokrasi serta mendukung tercapainya tujuan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat yang prima, Sekertariat Daerah Kabupaten Sleman selenggarakan Sosialisasi Nilai-Nilai Budaya Peme ...

DIY

Aksi Vandalisme Masih Marak dan Belum Ada Perdanya di Sleman

Bernas.id - Aksi corat-coret atau vandalisme fasilitas umum di Wilayah Kabupaten Sleman masih marak terjadi.  Aksi vandalisme yang paling menonjol terlihat ada di kawasan jembatan layang (fly over) yang ada di wilayah Jombor, Daerah Is ...

Budaya

Festival Seni Budaya Wedangan #1 Digelar di Plaza Ngasem

Bernas.id -- Festival Seni Budaya Wedangan (FSBW)#1, dengan kegiatan utama Bazar 2018 di dalamnya berupa pameran seni rupa, kerajinan, dan kuliner, kegiatan ini kali pertamanya diselenggarakan di Plaza Ngasem, Yogyakarta. Menurut rencana ke ...

Ekonomi

Program G2R Tetrapreneur untuk Mengentaskan Kemiskinan

Bernas.id - Program Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan salah satu upaya kreatif dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menurunkan tingkat kesenjangan yang masih cukup tinggi di DIY. Program ini merupakan salah satu program ...

Ekonomi

Harga Bawang Merah dan Cabai Sangat Murah

Bernas.id - Sampai Selasa (11/9/2018) kemarin, harga cabai rawit dan bawang merah di tingkat petani sangat murah yakni antara Rp 8.000-Rp 10.000 per kilogram. Sementara di tingkat pedagang di pasar tradisional kedua komoditas tersebut dijua ...

DIY

Paku Alam: Pengembangan Peternakan Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Bernas.id - Tim Manajemen Investasi dan Tim Asosiasi Peternak Sapi Indonesia melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur (wagub) DIY Sri Paduka Paku Alam X di Gedung Pare Anom, Kepatihan, Yogyakarta, Senin (10/09). Bersama Wagub, tim membahas ...

DIY

Sri Muslimatun Bantah Adanya Upah Biaya Pemandu Sebesar Rp 60 Ribu

Bernas.id – Dalam akun Facebook Info Cegatan Jogja, seorang netizen Ridwan Syahriel mengeluarkan uneg-unegnya terhadap kejadian yang menimpanya ketika akan berwisata di Bunker Kali Adem, hari Minggu (9/9) kemarin siang. Begini uneg ...

Olahraga

HAORNAS Sleman Ajak Masyarakat Olahraga, Bangun Indonesia

Bernas.id- Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan Upacara Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) pada hari Senin (10/9), bertempat di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman. Peringatan Hari Olahraga yang jatuh pada tanggal 9 September 2017 ini mengamb ...

Olahraga

Atlet dan Pelatih Asian Games Asal DIY Terima Bonus

Bernas.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan penghargaan pada atlet dan pelatih berprestasi Asian Games 2018 yang berasal dari DIY. Tiga atlet dan dua pelatih secara simbolis menerima penghargaan dalam Apel Hari Olahrag ...