Bernas.id – Sejumlah warga RT 38 RW 08 Kampung Cokrokusuman, Kota Jogja menggelar pameran foto yang mengangkat tema senyuman. Sebuah usaha untuk merekatkan kerukunan sosial yang kini mulai memudar.
Beberapa tahun lalu, perpecahan terjadi di kawasan RT 38. Beberapa orang mencurigai adanya ketidakberesan dalam pengelolaan uang iuran oleh pak RT.
Pengeluaran anggaran dianggap tidak transparan dan penuh kkecurangan
RT 38, yang terdiri dari 35 kepala keluarga (KK), terbelah dalam menyikapi dugaan itu. Muncul blok-blok yang mewakili masing-masing kepentingan. Ada yang ngotot agar dilaksanakan sebuah aduit, sementara kelompok lain percaya pak RT sudah menunaikan tugas sesuai amanah dan prinsip-prinsip kejujuran.
Untunglah semua perselisihan sudah dibereskan oleh Ketua RT baru yang dilantik pada April lalu.
Masalah dianggap beres. Pak RT lama juga sudah mengakui kesalahannya dan siap mengembalikan uang warga tanpa terkecuali.
Dilakukan berbagai usaha untuk mencairkan ketegangan warga. Salah satunya adalah pameran foto bertema Esemu Agawe Bungah Kampungku, yang menampilkan 45 foto hasil karya empat warga RT 38.
Semua objek foto juga warga setempat, yang tengah tersenyum gembira dalam berbagai momen.
Salah satu contohnya adalah foto seorang ibu asal RT 38 yang tampak girang karena sukses berjabat tangan dengan Presiden Jokowi, yang ketika itu sedang berjalan-jalan santai dengan baju kaos putih di Malioboro. Foto diambil saat momen pergantian tahun baru. Ada juga karya yang menampilkan seorang pengantin tersenyum yang sedang bersalaman dengan para kerabat.
Para juru potret yang ditampilkan karyanya bukanlah para profesional.
Beberapa foto bahkan dipotret menggunakan kamera smartphone dan tanpa kaidah-kaidah fotografi macam apapun. Mereka hanya suka memotret. Mengabadikan momen-momen kehidupan yang dianggap perlu diabadikan.
Jumat (29/6) lalu, pameran foto 'Esemu Agawe Bungah Kampungku' dibuka secara resmi oleh ketua RT baru, Sahat Siburian.
Karya-karya warga dipamerkan di dinding gang, yang disebut sebagai 'Jl. protokol kampung'. Gang ini bisa dijangkau melalui jalan AM. Sangaji.
Nuswantoro, warga yang juga merupakan salah satu penyumbang karya, mengatakan, senyum sengaja dipilih jadi tema pameran karena senyuman adalah suatu tindakan yang bisa menyentuh hati seseorang.
Lewat senyuman, menurutnya hasrat untuk mencaci maki berkurang. Niat berkonfrontasi memudar, komunikasi pun, meski akan selalu ada perbedaan pendapat dan tafsir, bisa berjalan dengan lancar.
Dengan senyuman, warga, yang dulu terpecah dalam blok-blok yang berseberangan, diharapkan tidak menyimpan lagi sisa-sisa api perselisihan di dasar jiwa. Sebab yang diperlukan adalah memaknai pengalaman agar hal yang sama tidak terulang kembali.
Pameran foto Esemu Agawe Bungah Kampungku, berlangsung sampai hari ini, Minggu, 1 Juli 2018.
Ini adalah awal dari usaha beberapa individu, yang ingin menyediakan ruang publik yang cair dan nyaman bagi warga RT 38. (Den)

