Sejarah Harian BERNAS (Cetak) hingga Migrasi Total ke BERNAS.ID (Online)


09 Agustus 2018

Harian BERNAS cetak

KEPINDAHAN ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946 akibat invasi Belanda, menandai kelahiran beberapa media baru di kota ini, baik yang berbentuk surat kabar maupun majalah. Beberapa di antaranya yaitu Nasional, Kedaulatan Rakyat, Suara Ummat, Suara Ibukota, Suara Rakyat, Buruh, Massa dan Revolusioner.

Surat kabar Harian Umum Nasional, yang didirikan oleh Mr Soemanang, lahir pada tanggal 15 November 1946, pada awal berdirinya Nasional diterbitkan oleh BP Nasional dengan alamat di Jalan Tanjung Nomor 21 Yogyakarta. Tokoh-tokoh pers yang duduk dalam jajaran redaksi Harian Umum Nasional pada saat itu antara lain Mashoed Hardjokoesoemo, Bob Maemun, Drs Marbangoen, Mohammad Soepadi, Darsyaf Rahman dan RM Soetio yang sekaligus menjadi Pemimpin Perusahaan.

Mr Soemanang yang merupakan pendiri Harian Umum Nasional, selain merupakan tokoh pergerakan dan wartawan senior, juga merupakan salah seorang pendiri Kantor Berita Antara bersama Adam Malik, Sipahutar dan Pandu Kartawiguna. Mr Soemanag juga pernah menjadi wartawan dan Pemimpin Redaksi Pemandangan dan Pemimipin Umum Asia Raya.

Pada saat Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) didirikan, Mr Soemanang diberi kepercayaan untuk memegang jabatan sebagai tenaga juru penerangan PUTERA. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan. Mr Soemanang dan Mashoed Hardjokoesoemo, dari Jawa Shimbun Kai, bertekad menerbitkan surat kabar harian. Setelah kertas dan tinta dipersiapkan dan percetakan sederhana diperoleh, maka diputuskan untuk segera menerbitkan surat kabar daerah di Yogyakarta. Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibukota Pemerintahan Indonesia menjadi tempat diterbitkan surat kabar harian dengan nama Nasional dan mingguan Revue Politik.

Pada awal kemerdekaan yang juga dikenal sebagai zaman revolusi, surat kabar nasional terbit dengan jumlah halaman yang terbatas dan tidak menentu, dua atau empat halaman saja. Bahkan tidak jarang terjadi, jika persediaan kertas habis, Nasional terbit dengan kertas merang. Nasib serupa juga dialami oleh beberapa penerbitan lain pada saat itu yang terpaksa terbit dengan kertas payung.

Sebagai surat kabar harian umum, sejak awal berdirinya Nasional selalu mengutamakan kepentingan nasional. Maka sekalipun pendirinya adalah seorang nasionalis, anggota Partai Nasional Indonesia (PNI), namun ada pula wartawan-wartawan yang merupakan anggota partai-partai lain, misalnya H Ahmad Basuni dan Bahtiar Ilyas.

Dalam perkembangannya, Harian Nasional juga memuat banyak sekali tulisan dari tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Ki Hadjar Dewantara banyak menulis artikel di Nasional, baik mengenai masalah sosial, politik, kebudayaan, kesenian dan pendidikan. Tulisan Ki Hadjar Dewantara yang pernah dimuat di Nasional antara tahun 1949-1951, terhimpun secara rapi di dalam buku yang berjudul Pendidikan dan Kebudayaan, yang diterbitkan oleh Majelis Luhur Persatuan Tamanasiswa.

Sekitar tahun 1958-1961, pada rubrik Ruang Budaya Nasional banyak seniman dan budayawan yang menyumbangkan tulisan, antara lain Koesnadi, Abas Ali Bsyah, Soedarmadji, Soebagio Sastrowardojo, Wisnu Wardhana, Boedi Darma, M Tahar, Soemargono dan Suwarjono dan lain-lain. Tidak ketinggalan tokoh pendidikan seperti Soetedjo Brodjonegoro dan Prof N Drijarkara ikut banyak menyumbangkan tulisan di koran Nasional.

Perkembangan kondisi politik Tanah Air juga turut berpengaruh terhadap harian Nasional. Pada tahun 1965 Menteri Penerangan melalui Keputusan Menpen No 29/SK/M/65 tertanggal 26 Maret 1965, yang kemudian disempurnakan dengan Surat Keputusan No 112/SK/M/65, memutuskan bahwa setiap penerbitan harus berafiliasi (mendapat dukungan) dari partai politik atau organisasi massa anggota Front Nasional atau Pancatunggal. Kebijakan ini diikuti dengan berafiliasinya harian Nasional dengan Partai Nasional Indonesia (PNI).

Kebijakan ini membawa konsekwensi bergantinya nama surat kabar Nasional menjadi Suluh Indonesia (Sulindo), edisi Yogyakarta. Kemudian karena Suluh Indonesia edisi Jakarta (nasional) berganti nama menjadi Suluh Marhaen, sejak 1 Juni 1966 Suluh Indonesia edisi Yogyakarta beganti nama menjadi Suluh Marhaen edisi Yogyakarta.

Tragedi nasional, Peristiwa Penghianatan G-30S/PKI, yang didahului gegap-gempitanya kompetisi Manipolis antara tiga kekuatan politik yang beraliran Nasionalis-Agama-Komunis, mempunyai akibat yang luas dalam perikehidupan politik di Indonesia. Surat Kabar Nasional yang telah berganti nama menjadi Suluh Marhaen edisi Yogyakarta mendapat ujian yang berat. Dampak perubahan politik yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia pada saat itu, juga dialami oleh surat kabar ini.
Ada satu hal yang perlu dicatat dan menjadi sebuah kesan yang mendalam sekaligus membanggakan bagi pengasuh penerbitan ini, yaitu Suluh Marhaen edisi Yogyakarta tidak pernah ikut menyiarkan pembentukan dan susunan Dewan Revolusi. Pemimpin Redaksi dan segenap staf redaksi menolak dengan tegas perintah untuk memuat pengumuman Dewan Revolusi yang dipaksakan oleh oknum militer pengikut G30S/PKI yang mendatangi secara langsung kantor redaksi di Jalan Tanjung 21. Pemimpin Redaksi dan segenap staf redaksi justru memilih untuk tidak terbit, daripada memuat pengumuman tersebut.

Dalam suasana jatuh bangun, menghadapi berbagai kendala di bidang bisnis surat kabar, sejak berdirinya Nasional pada tanggal 15 November 1946 kemudian nama Sulindo edisi Yogyakarta dan Suluh Marhaen edisi Yogyakarta hanya sehari saja surat kabar ini tidak terbit.

Dalam perkembangan selanjutnya, dengan adanya SK No 01/MENPEN/1969 yang mencabut segala ketentuan mengenai perusahaan pers termasuk mengenai ketentuan afiliasi dengan partai politik, maka Suluh Marhaen edisi Yogyakarta sejak tahun tersebut berganti nama menjadi Harian Umum Berita Nasional sampai tahun 1990.

Bernas dan Manajemen Baru (1990)

SEJAK 13 Agustus 1990, Berita Nasional mengadakan kerja sama dengan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) sebuah kelompok usaha penerbitan media terbesar di Tanah Air. Dengan manajemen baru, Berita Nasional mengalami pembaharuan dan mencapai banyak kemajuan sekaligus menandai kelahiran nama baru untuk koran ini menjadi Bernas. Sejak tanggal 10 November 1991, bertepatan dengan Hari Pahlawan, secara resmi koran ini berganti nama menjadi Bernas yang berarti padat berisi (mentes).

Dengan tetap menggunakan motto: Membangun Berdasar Pancasila, pergantian nama ini dilakukan sepenuhnya untuk menyongsong masa depan, dalam pengertian bahwa sebagai koran daerah Bernas harus mampu mendekati realita. Informasi regional dan lokal akan menjadi titik beratnya. Dengan teknologi cetak jarak jauh, seluruh koran dari manapun akan bisa dicetak dan diedarkan pada waktu yang bersamaan termasuk di Yogyakarta, Berita Nasional berganti nama untuk menunjukan identitas yang baru sebagai koran daerah yang lengkap sekaligus bervisi nasional. Bernas harus muncul sebagai koran daerah yang "mentes" banyak isinya sekaligus dapat dipercaya. Bernas yang muncul dalam manajemen baru menandai pula kehadirannya yang lebih lengkap dengan muatan dan jumlah halaman bertambah dari sebelumnya 8 halaman, sejak saat itu Bernas mulai terbit dalam 12 halaman.

Re-Inventing Bernas ke Bernas Jogja (29 Agustus 2004)

SEKIAN lama menemani para pembaca setia, manajemen merasa perlu melakukan evaluasi terhadap mutu dan pelayanan yang ada. Sehingga pada tanggal 29 Agustus 2004 koran yang selama ini dikenal dengan nama BERNAS yang semula diterbitkan oleh PT BERNAS direinventing atau dilahirkan kembali di semua hal oleh manajemen baru yang lebih mandiri yakni PT Media Bernas Jogja. Tujuannya tak lain untuk eksitensi ke depan dan memuaskan pembaca koran kebanggaan warga Jogja dan sekitarnya ini.

Apa yang di re-iventing? Pertama, nama dan logo koran ini dari BERNAS diubah menjadi BERNAS JOGJA. Dengan nama baru ini mudah-mudahan terasa lebih membumi atau lebih Jogja. Otomatis siapa pun akan tahu ini memang koran kebanggaan orang Jogja.

Kedua, jika sebelumnya BERNAS menggunakan kertas 9 kolom, mulai edisi tanggal 29 Agustus 2004 dan seterusnya BERNAS JOGJA hadir dalam kemasan ukuran 7 kolom. Ukuran koran seperti ini memang sudah jadi trend di seluruh dunia karena lebih memudahkan orang membacanya, terutama bila berada di tempat-tempat umum karena tidak memakan tempat.

Ketiga, BERNAS JOGJA tampil lebih berwarna, lebih ngejreng. Bila selama ini hanya punya 2 halaman warna kini menjadi 4 halaman. Tampilan koran ini menjadi 2 sesi. Sesi pertama disebut Koran Utama yang memuat berita umum, sedangkan sesi dua atau Koran 2, seratus persen menyajikan berita lokal Jogja dan sekitarnya.

Keempat, untuk sementara BERNAS JOGJA terbit 16 halaman. Namun Insya Allah waktu yang tak terlalu lama siap hadir 20 halaman atau dengan inovasi-inovasi baru dalam rubrikasi. Dengan demikian pembaca akan mendapat informasi yang lebih banyak, layak dan bermutu.

Selain keempat hal tadi, BERNAS JOGJA juga melakukan perubahan paradigma. Pertama, tampil lebih independen alias tidak memihak kepada siapa pun dan kekuatan mana pun. BERNAS JOGJA memang bukan alat siapa pun, karena hadir semata-mata untuk memuaskan pembaca khususnya dan masyarakat Jogja umumnya.

Pro bisnis akan menjadi sikap BERNAS JOGJA. Artinya, koran ini akan tetap mengedepankan prinsip-prinsip koran modern dalam lingkup industri persuratkabaran yang sehat dan bermartabat. Pasti, penampilan dan sajian akan tetap berlandaskan pada kemauan pasar.

BERNAS JOGJA menganut asas jurnalisme kesetiakawanan. Artinya menyajikan berita-berita, tulisan-tulisan dan gambar maupun foto yang sejuk, damai dan menyenangkan semua warga Jogja. Yang terakhir, sumberdaya manusia terus diasah untuk menjaga profesionalisme para wartawan dan karyawan. Langkah pertama adalah memerangi “wartawan amplop”. Karena dengan langkah ini visi dan misi BERNAS JOGJA sebagai koran independen, pro bisnis dan sejuk tersebut akan terwujud. Langkah awal ini tercapai jika masyarakat juga ikut mendukungnya. Dengan segala perubahan ini mudah-mudahan BERNAS JOGJA dicintai serta menjadi kebanggaan masyarakat Jogja.

Wajah Baru Harian BERNAS (10 Juli 2015)
Inspirasi Bisnis dan Pribadi Bertumbuh

TANGGAL 20 Mei 2015, Putu Putrayasa, CEO dari HEBAT Group Asia yang berfokus dengan dunia pendidikan dan property, merasa kagum dengan perjalanan sejarah tumbuh kembang hingga pasang surut BERNAS yang dapat tetap terbit. Sehingga ia terbius untuk turut menjaga BERNAS, warisan para pejuang media di negeri ini.

Berawal dari kepimpinan Putu Putrayasa tersebut, tepatnya pada Jumat Kliwon, 10 Juli 2015, nama Harian Pagi BERNAS JOGJA dikembalikan lagi menjadi HARIAN BERNAS. Perlu suasana baru untuk menjaga semangat kebangkitan BERNAS, maka ada perubahan nama dari BERNAS JOGJA yang terkesan koran daerah menjadi HARIAN BERNAS.

Logo otomatis berubah, tagline, desain, konten serta tentu saja cara kami berkomunikasi pun berubah. Tagline BERNAS berubah menjadi “Inspirasi Bisnis dan Pribadi Bertumbuh”, sebagai bentuk dukungan dan sumbangan dalam menghadapi persaingan bebas yang melibatkan 600 juta penduduk ASEAN. Tanpa persiapan, kita hanya akan menjadi penonton dan konsumen saja.

BERNAS ingin turut berkontribusi bagi kemajuan dan kesiapan putra-putri negeri agar berkembang menjadi pribadi yang bertumbuh yang optimistis, percaya diri dan siap bersaing. Bisnis saat ini bukan sesuatu yang terpisah dari kehidupan, melainkan bagian penting dalam kehidupan sekitar 250 juta penduduk Indonesia. Maka BERNAS ingin ambil bagian dalam membangun pribadi dan bisnis bertumbuh. Hanya melalui pribadi bertumbuhlah bisnis bisa bertumbuh. Izinkan BERNAS mengajak bertumbuh bersama, memberi Aksi, Prestasi dan Inspirasi (API) bagi Indonesia.

HARIAN BERNAS.Com (15 November 2015)

HARIAN BERNAS bukan sekadar koran pengungkap fakta biasa, namun memposisikan sebagai koran istimewa yang independen dan sebagai penebar inspirasi pembangun negeri. Hadir bersama dengan versi online HARIAN BERNAS.Com yang diresmikan bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 69, pada tanggal 15 November 2015, bertempat di Sahid Rich Hotel Yogyakarta. Merupakan bentuk konvergensi media antara media cetak yang hadir secara lokal di DIY dan sekitarnya, serta sajian dalam bentuk online yang jangkauan lebih mengglobal.

Konvergensi media tersebut dalam rangka menjawab kebutuhan dan keaneka ragaman segmen pembaca masa kini yang juga sering disebut generasi milenial seperti halnya yang telah dilakukan oleh koran-koran besar nasional lainnya.

BERNAS.Id ( Agustus 2017 - Migrasi total, 1 Maret 2018)

Perkembangan HARIAN BERNAS.Com dilihat dari data pengunjung mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan HARIAN BERNAS versi cetak (koran cetak). Pertama, konsep penggarapan yang sangat berbeda antara bentuk online yang memerlukan keragaman di samping kecepatan tentunya. Kedua, dari sisi jangkauan jelas lebih luas tidak terbatas oleh waktu dan ruang.

PT Media Bernas Jogja atau manajemen merasa perlu untuk meningkatkan performa HARIAN BERNAS.Com dari berbagai aspek termasuk kualitas dan kuantitas konten, serta kemudahan aksesnya. Oleh karena itu, pada sekitar awal bulan Agustus 2017 laman/ website HARIAN BERNAS.Com (www.harianbernas.com) diubah menjadi BERNAS.ID (www.bernas.id).

Sementara perkembangan HARIAN BERNAS cetak beberapa bulan terakhir di penghujung tahun 2017 mengalami stagnan, bahkan kecenderungan menurun hingga awal tahun 2018. Penurunan pada pembaca/ pelanggan ini bisa jadi disebabkan perubahan gaya hidup era milenia yang berpengaruh pada penurunan minat baca media cetak dan berganti pada media online.

Penurunan pembaca atau oplah HARIAN BERNAS juga berdampak pada pemasukan omset iklan, secara bisnis penerbitan koran cetak dari bulan ke bulan mengalami kerugian yang akhirnya pada tanggal 28 Pebruari 2018 manajemen memutuskan untuk menghentikan HARIAN BERNAS cetak dan migrasi total terbit secara online ke BERNAS.ID. Dengan demikian, sejak 1 Maret 2018 Harian BERNAS versi cetak bermigrasi total ke media online BERNAS.ID hingga kini.

RINGKASAN SEJARAH NAMA BERNAS BERDASAR TANGGAL:

Tanggal 15 November 1946 – Harian NASIONAL
Tanggal 26 Maret 1965 – Harian Suluh Indonesia
Tanggal 1 Juni 1966 – Harian Suluh Marhaen
Tahun 1969 – Harian Umum BERITA NASIONAL
Tanggal 10 November 1991 – Harian BERNAS
Tanggal 29 Agustus 2004 – Harian Pagi BERNAS JOGJA
Tanggal 10 Juli 2015 – HARIAN BERNAS

Konvergensi Media Online:
Tanggal 15 November 2015 – HARIAN BERNAS.Com
Agustus 2017 – BERNAS.ID
Tanggal 1 Maret 2018 – Migrasi Total ke BERNAS.ID hingga sekarang
 

    


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Pendidikan

Klarifikasi Kepala Sekolah Terkait Video Viral SMK 3 Yogyakarta

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Di media sosial, muncul video viral diduga murid SMK melakukan upaya penganiayaan kepada seorang guru dalam ruang kelas ketika ulangan. Setelah dilacak, video viral itu terjadi di SMK 3, Jetis, Kota Yogyakarta yan ...

DIY

Kawal Pemilu, Wartawan Harus Menaati Jurnalisme Lurus

SLEMAN, BERNAS.ID- Dewan Pers bekerjasama dengan Kominfo RI menggelar diskusi panel bertema "Masyarakat Pers Mengawal Pemilu yang Demokratis dan Bermartabat". Kegiatan ini diikuti 200 peserta dari kalangan wartawan, blogger, dan p ...

Budaya

Wayang Kulit Awali Prosesi Munggah Molo Kantor PDI Perjuangan DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama Ki Seno Nugroho mengawali prosesi munggah Molo (menaikan kerangka atap bangunan-Red) Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perj ...

DIY

Duplikat Kunci Laci Kasir, Dua Karyawan Curi Uang

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit Reskrim Polsek Bulaksumur berhasil mengungkap kasus tindak pencurian di Warung Ketoprak Bang Rudi, Jl Kolombo No.3 Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin 11 Februari 2019 sekira jam 08.00 WIB. Total kerugia ...

DIY

Kondisi Pers di Era Reformasi Memprihatinkan

JOGJA, BERNAS.ID - Pada era reformasi kondisi pers Indonesia sangat memprihatinkan. Pers tidak lagi sebagai pilar demokrasi yang menjunjung tnggi idealisme tapi justru bergeser menjadi pers kapitalis dan liberalis. "Pers di era refo ...

Budaya

Penyusunan Perda Bahasa Jawa Dianggap Penting untuk Persatuan Bangsa

YOGYA, BERNAS.ID - Pembangun budaya nasional dilakukan dengan mengambil budaya daerah. Sayang sekarang budaya daerah termasuk Bahasa Jawa semakin dilupakan. Karena itu, adanya Perda Bahasa Jawa perlu ada di Yogyakarta.  Hal tersebut ...

DIY

Mahfud MD: Patriotisme Berarti Mau Mengorbankan Kemesraan Dengan Pacar

YOGYA, BERNAS.ID - Setiap warga negara harus memiliki patriotisme. Sebab NKRI hanya bisa bertahan kalau warga negaranya patriotik dan nasionalis. Hal tersebut disampaikan mantan Ketua MK Mahfud MD dalam Dialog Kebangsaan V yang dilaksana ...

DIY

Generasi Milenial Menentukan Kualitas Pemilu

JOGJA, BERNAS.ID --Kualitas Pemilu 2019 harus lebih baik dari pemilu-pemilu sebelumnya. Dan salah satu tolak ukur keberhasilan pemilu adalah bila menghasilkan figur pemimpin yang berkualitas yakni cerdas, jujur, berani dan bertanggungjawab. ...

DIY

Dua Pencuri Motor di Bawah Umur Diringkus Polisi

SLEMAN,BERNAS.ID- Unit Reskrim Polsek Pakem meringkus dua pelaku pencurian di bawah umur, AA (16), warga Sidorejo Hargobinangun Pakem, Sleman yang berprofesi sebagai buruh dan YC (16) warga Ponggol Hargobinangun Pakem, Sleman yang masih ber ...

DIY

KI Berharap Raperda Keterbukaan Informasi Publik DIY Bisa Segera Disahkan

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi Informasi RI menyambut baik adanya Raperda Keterbukaan Informasi Publik yang digagas DPRD DIY. Komisi Informasi berharap Raperda bisa sesegera mungkin disahkan. Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Gede Narayana be ...

Pendidikan

Semangat Literasi Bisa Dimulai dari Mewarnai dan Mendongeng

SLEMAN, BERNAS.ID- Ratusan anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Sleman begitu antusias mengikuti lomba mewarnai dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sleman. Jari tangan-tangan mungil mereka begitu terampil menggerakk ...

DIY

Jembatan Gantung Kalijogo Berbah Mulai Dievakuasi

SLEMAN, BERNAS.ID- Jembatan gantung Kalijogo yang terpuntir derasnya arus sungai karena hujan lebat pada Rabu malam (30/1) di Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, mulai dievakuasi. Sekitar 15 petugas diterjunkan untuk proses evakuasi ba ...

DIY

Ladang Ganja 1,5 Hektare Ditemukan, Penanamnya Terancam Hukuman Seumur Hidup

YOGYA, BERNAS.ID - Seorang pria berinisial EY (42) asal Purwakarta Jawa Barat terancam hukuman seumur hidup karena tertangkap basah tengah menanam tanaman ganja yang masuk dalam kategori zat terlarang. Pria yang mengaku sebagai petani ini k ...

DIY

Paguyuban Dukuh Sleman Desak Realisasi Janji Jokowi

SLEMAN, BERNAS.ID- Ratusan anggota Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas mendatangi DPRD Kabupaten Sleman untuk mendesak agar segera merealisasikan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.43 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) No 47 tahun 2015. ...

Wacana

Memaknai Konsep Dasar Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN atau kewiraswastaan merupakan ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidupnya. Kewiraswastaan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena berisi body of knowledge yang ut ...

DIY

Operasional April, NYIA Gandeng DAMRI untuk Akses

SLEMAN, BERNAS.ID- Kurang lebih enam penerbangan internasional dari Bandara Internasional Adisutjipto dari Maskapai Air Asia dan Silk Air segera dipindahkan operasionalnya pada minggu pertama bulan April di New Yogyakarta Internasional Airp ...

Budaya

Naga PBTY Semangat Menari di Bawah Guyuran Hujan

YOGYA, BERNAS.ID -Hujan deras mengguyur Alun-Alun Utara saat penyelenggaraan Malioboro Imlek Carnival yang merupakan rangkaian acara dari Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY), Sabtu (16/2/2019). Namun sebanyak 31 kontingen tetap berseman ...

Budaya

Fashion on the Street Digelar di Jalanan Prawirotaman

YOGYA, BERNAS.ID - Rangkaian acara event Jogja Heboh masih terus bergulir dan semakin semarak. Prawirotaman Festival menggelar Fashion on the Street di Jalan Prawirotaman yang menampilkan karya desainer muda dari Jogja. Prawirotaman Fest ...

Budaya

Dua Vokalis Dewa 19 Beraksi Sepanggung di Jogja Demi Anak Penderita Kanker

YOGYA, BERNAS.ID - Dua eks vokalis Dewa 19 yakni Ari Lasso dan Elfonda Mekel (Once) tampil memikat dalam Intimate Concert Valentine Edition, Jumat (15/2/2019) malam di Hotel Tentrem Yogyakarta. Ini adalah konser yang digelar Yayasan Pita da ...

DIY

Pulang Mencari Rumput, Temukan Mayat di Bulak Sembung Gamping

SLEMAN, BERNAS.ID- Jumat siang (15/2) sekira pukul 10.30 WIB, di bulak sawah Sembung, Balecatur, Gamping, Sleman, ditemukan mayat dengan memakai celana pendek warna hitam dan kaos warna putih dalam posisi terlentang membujur ke arah utara. ...

DIY

KH Said Agil Ucap Kualat ke Dua Tokoh Ini

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam sebuah video viral, Ahmad Dhani berbicara soal potensi munculnya Nasakom baru di Indonesia. Diketahui bersama, Nasakom adalah ajaran dari Presiden Indonesia pertama, Bung Karno yang merupakan gabungan dari tiga alir ...

DIY

Mantan Karyawan Gondol 19 HP Baru di Konter HP Majikan

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit reskrim Polsek Depok Barat berhasil meringkus pelaku pencurian 19 handphone baru di konter HP yang ada di ruko depan Kampus UIN Yogyakarta hari Kamis pagi, tanggal 24 Januari 2019 sekira pukul 10.00 WIB. Tersangka be ...

Ekonomi

Pendukung Jokowi Diminta Hentikan Boikot Bukalapak

JAKARTA, BERNAS.ID - Masyarakat Indonesia dan para pendukung Jokowi diminta untuk menghentikan ajakan boikot platform Bukalapak. Sebab kematian Bukalapak akibat serangan politik dalam negeri yang trengginas bisa saja tidak menghasilkan apa- ...

Pariwisata

Menpar: Narasi Imajinatif Diperlukan Borobudur

SLEMAN, BERNAS.ID- Narasi imajinatif untuk Candi Borobudur sangat diperlukan untuk menambah kunjungan karena hanya akademisi dan arkeologis yang tertarik. Narasi imajinatif ini ternyata sukses dilakukan untuk menarik pengunjung seperti yang ...

Pariwisata

Legenda Dibutuhkan Untuk Mempopulerkan Borobudur

SLEMAN, BERNAS.ID - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui, Candi Borobudur masih kalah populer dibandingkan Angkot Wat di Kamboja. Salah satu yang membuat Angkor Wat lebih populer menurutnya adalah adanya legenda Angkor Wat sebagai " ...

Budaya

Para Ojol Dibekali Sejarah Berdirinya Kota Yogyakarta

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Berpijak dari sejarah berdirinya,  Yogyakarta merupakan satu-satunya kota istimewa yang ada di Indonesia. Sejarah yang sangat panjang mengiringi Kota Pelajar hingga saat ini. Untuk itu, dalam kegiatan Pamo ...

DIY

Jelang Pemilu, Wabup Himbau Pemuda Jaga Situasi Tetap Kondusif

SLEMAN, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan pembinaan tokoh-tokoh pemuda Islam, Rabu (13/2/19) bertempat di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman. Pembinaan ini dalam ran ...

DIY

Bupati Bantul Membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Piyungan

BANTUL, BERNAS.ID - Bupati Bantul Drs. H. Suharsono membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2020 Tingkat Kecamatan Piyungan di Aula kecamatan setempat, Kamis (14/2/2019). Kegiatan ini bertemakan "Meningkatkan ...

DIY

Wawali Kota Yogyakarta Minta Tiap Kampung Budidaya Lele Cendol

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, terus menggencarkan gerakan budidaya lele dengan buis beton sebagai media kolam atau sering disebut dengan budidaya lele cendol pada setiap kelurahan di Kota Yogyakarta ...

Ekonomi

Bidik Wisatawan Domestik, 120 Buyer Serbu Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam upaya menyiasati low season, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata menggelar table top Jogjavaganza, Kamis (14/2/2019) di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Sebanyak 120 buyer travel agen yang ber ...

Budaya

Sarkem Fest, Upaya Ubah Image Kawasan Pasar Kembang

YOGYA, BERNAS.ID - Pasar Kembang, atau yang akrab di telinga dengan sebutan Sarkem, terkenal sebagai tempat prostitusi. Letaknya di salah satu gang kecil di Jl Pasar Kembang, masuk wilayah kecamatan Gedong Tengen, Jogja. Namun kini masya ...

DIY

Rekonstruksi Kasus Pelemparan Batu Diprotes Ibu Tersangka

SLEMAN, BERNAS.ID - Kepolisian Resor (Polres) Sleman merekonstruksi peristiwa pelemparan batu yang menewaskan salah seorang suporter bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri asal Klaten setelah menonton laga PSS Sleman melawan Persis Solo, di se ...

DIY

KAI Tanggapi Keluhan Penumpang KA Prameks di Medsos

YOGYA, BERNAS.ID - Belum lama ini, seorang pengguna KA Lokal Prameks mengeluhkan pelayanan terkait tiket kereta yang ia pesan lewat aplikasi tiket online. Keluhan itu kemudian ia unggah melalui sosial media Facebook dengan nama akun Citty S ...

DIY

Partisipasi Warga Ceme Terhadap Kebersihan Lingkungan Mengesankan

BANTUL, BERNAS.ID --Partisipasi masyarakat Dusun Ceme, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, dalam kebersihan lingkungan, khususnya sampah, sangat mengesankan. Mereka sangat memahami dan menyadari bahwa sampah memiliki nilai j ...

Ekonomi

Kini Pedagang Pasar Demangan Bisa Bayar Retribusi dengan Kartu

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam rangka mengimplementasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Pemkot Yogyakarta bekerjasama dengan Bank BTN meluncurkan retribusi non tunai atau e-retribusi di Pasar Demangan, Rabu (13/2/2019). Tak hanya a ...

Budaya

Pekan Budaya Tionghoa Membangun Semangat Ke-lndonesiaan

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID-Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-14 Tahun 2019 telah dibuka, dimulai dari tanggal 13 Februari sampai 19 Februari 2019. PBTY menandai betapa kayanya keragaman suku-suku bangsa yang hidup di taman sarinya l ...

Budaya

PBTY 2019 Dibuka, Sajikan Ratusan Kuliner dan Festival Budaya

YOGYA, BERNAS.ID - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang ke-14 kembali digelar mulai Rabu (13/2/2019) malam. Berpusat di Kampung Ketandan Malioboro Kota Yogyakarta, hajatan dalam rangka menyemarakkan tahun baru Imlek 2570 ini akan be ...

DIY

Memanfaatkan Anggaran dalam Musrenbang Kecamatan Umbulharjo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Renja RKPD) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019 dilaksanakan di Aula Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, ...

DIY

Welcome Dinner Jogjavaganza #2

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bersama pelaku pariwisata Kota Yogyakarta menggelar Welcome Dinner dalam Rangkaian Acara “Jogjavaganza” di Grand Aston Hotel, Yogyakarta Selasa (12/2/2019). Dikata ...

DIY

Dicari 100 Mata untuk Dioperasi Katarak Gratis

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Widjanarko Center yang merupakan lembaga sosial bersama PT Sido Muncul akan melaksanakan operasi katarak gratis pada hari Jumat, 15 Maret 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Dr S Hardjolukito Yogyak ...

DIY

Jaring Aspirasi, AY Sudarma Akan Mengawal Segala Permasalahan yang Ada

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Drs AY Sudarma melakukan temu warga dan jaring aspirasi (Reses), Senin (11/2/2019) malam di Balai Serbaguna RW 4 Mertolulutan, Ngampilan, Yogyakarta. "Jaring aspira ...

DIY

Pelaku Pelemparan Kaca Mobil Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Jajaran unit reskrim Polsek Mlati berhasil meringkus tiga pelaku pelemparan batu kepada kaca mobil pikap hitam yang terjadi pada malam Minggu (3/2) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Gadjah Mada, Dusun Sendari. Diketahui pe ...

Kesehatan

Kaki Gadis Cantik asal Manggarai Itu pun Harus Diamputasi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Raut wajahnya selalu tampak ceria dan gaya bicaranya ceplas ceplos khas anak-anak. Tak sedikit pun terlihat kalau gadis cilik nan cantik asal Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT itu baru saja kehilangan salah satu bagia ...

DIY

Keterbukaan Informasi Publik di DIY Masih Belum Terlalu Baik

YOGYA, BERNAS.ID - Badan Publik di DIY masih belum banyak yang menyediakan informasi publik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi. Badan Publik di DIY masih sedikit menyedi ...

DIY

KPU Sleman Mulai Merakit 16.995 Kotak Suara

SLEMAN, BERNAS.ID- KPU (Komisi Pemilihan Umum) mulai merakit kotak suara yang berjumlah 16.955 buah berdasarkan jumlah TPS yang dibutuhkan di Sleman. KPU mengerahkan 8 orang tenaga buruh harian lepas untuk merakit kotak KPU yang berbahan da ...

DIY

Lampu Penerangan di Jalur Evakuasi Merapi Terbatas

SLEMAN,BERNAS.ID- Gunung Merapi tengah rutin menunjukkan aktivitasnya. Dilansir dari akun Twitter @BPPTKG, pada Selasa (12/2) dini hari pukul 00.00-06.00 WIB, berdasarkan data seismik, terjadi jumlah guguran 17 kali dengan durasi 10-60 deti ...

DIY

Intensitas Merapi Tinggi, Warga Dihimbau Waspada

SLEMAN, BERNAS.ID- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus mengeluarkan informasi terkait Gunung Merapi yang sering memuntahkan lava pijar. Meski aktivitasnya cukup tinggi, status Merapi masih pada l ...

Ekonomi

FPPR Ancam Tutup Toko Modern Tak Berijin di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Forum Peduli Pasar Rakyat (FPPR) mendesak DPRD Kabupaten Sleman menertibkan toko modern yang tidak berijin. Forum ini juga menuntut agar memasang label berijin dan tidak berijin kepada toko modern. Ditemui setelah mela ...

Pendidikan

Situasi Politik Saat Ini Membelah, Potensial Rasa Permusuhan

BANTUL, BERNAS.ID- Di tengah kondisi politik praktis yang mengejar kekuasaan dengan fanatisme yang luar biasa, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan tentang tema Tanwir Muhammadiyah yang akan diselenggarakan di Bengkulu pada ...

Budaya

PBTY 2019 Dibuka Dua Hari Lagi, Bakal ada Tiga Naga Raksasa

YOGYA, BERNAS.ID - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) memasuki penyelenggaraan tahun ke-14 pada 2019 ini. Rangkaian acara siap digelar tanggal 13-19 Februari 2019. "Tahun ini PBTY tembus menjadi event terbesar di Indonesia, mas ...