Sejarah Harian BERNAS (Cetak) hingga Migrasi Total ke BERNAS.ID (Online)


09 Agustus 2018

Harian BERNAS cetak

KEPINDAHAN ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946 akibat invasi Belanda, menandai kelahiran beberapa media baru di kota ini, baik yang berbentuk surat kabar maupun majalah. Beberapa di antaranya yaitu Nasional, Kedaulatan Rakyat, Suara Ummat, Suara Ibukota, Suara Rakyat, Buruh, Massa dan Revolusioner.

Surat kabar Harian Umum Nasional, yang didirikan oleh Mr Soemanang, lahir pada tanggal 15 November 1946, pada awal berdirinya Nasional diterbitkan oleh BP Nasional dengan alamat di Jalan Tanjung Nomor 21 Yogyakarta. Tokoh-tokoh pers yang duduk dalam jajaran redaksi Harian Umum Nasional pada saat itu antara lain Mashoed Hardjokoesoemo, Bob Maemun, Drs Marbangoen, Mohammad Soepadi, Darsyaf Rahman dan RM Soetio yang sekaligus menjadi Pemimpin Perusahaan.

Mr Soemanang yang merupakan pendiri Harian Umum Nasional, selain merupakan tokoh pergerakan dan wartawan senior, juga merupakan salah seorang pendiri Kantor Berita Antara bersama Adam Malik, Sipahutar dan Pandu Kartawiguna. Mr Soemanag juga pernah menjadi wartawan dan Pemimpin Redaksi Pemandangan dan Pemimipin Umum Asia Raya.

Pada saat Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) didirikan, Mr Soemanang diberi kepercayaan untuk memegang jabatan sebagai tenaga juru penerangan PUTERA. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan. Mr Soemanang dan Mashoed Hardjokoesoemo, dari Jawa Shimbun Kai, bertekad menerbitkan surat kabar harian. Setelah kertas dan tinta dipersiapkan dan percetakan sederhana diperoleh, maka diputuskan untuk segera menerbitkan surat kabar daerah di Yogyakarta. Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibukota Pemerintahan Indonesia menjadi tempat diterbitkan surat kabar harian dengan nama Nasional dan mingguan Revue Politik.

Pada awal kemerdekaan yang juga dikenal sebagai zaman revolusi, surat kabar nasional terbit dengan jumlah halaman yang terbatas dan tidak menentu, dua atau empat halaman saja. Bahkan tidak jarang terjadi, jika persediaan kertas habis, Nasional terbit dengan kertas merang. Nasib serupa juga dialami oleh beberapa penerbitan lain pada saat itu yang terpaksa terbit dengan kertas payung.

Sebagai surat kabar harian umum, sejak awal berdirinya Nasional selalu mengutamakan kepentingan nasional. Maka sekalipun pendirinya adalah seorang nasionalis, anggota Partai Nasional Indonesia (PNI), namun ada pula wartawan-wartawan yang merupakan anggota partai-partai lain, misalnya H Ahmad Basuni dan Bahtiar Ilyas.

Dalam perkembangannya, Harian Nasional juga memuat banyak sekali tulisan dari tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Ki Hadjar Dewantara banyak menulis artikel di Nasional, baik mengenai masalah sosial, politik, kebudayaan, kesenian dan pendidikan. Tulisan Ki Hadjar Dewantara yang pernah dimuat di Nasional antara tahun 1949-1951, terhimpun secara rapi di dalam buku yang berjudul Pendidikan dan Kebudayaan, yang diterbitkan oleh Majelis Luhur Persatuan Tamanasiswa.

Sekitar tahun 1958-1961, pada rubrik Ruang Budaya Nasional banyak seniman dan budayawan yang menyumbangkan tulisan, antara lain Koesnadi, Abas Ali Bsyah, Soedarmadji, Soebagio Sastrowardojo, Wisnu Wardhana, Boedi Darma, M Tahar, Soemargono dan Suwarjono dan lain-lain. Tidak ketinggalan tokoh pendidikan seperti Soetedjo Brodjonegoro dan Prof N Drijarkara ikut banyak menyumbangkan tulisan di koran Nasional.

Perkembangan kondisi politik Tanah Air juga turut berpengaruh terhadap harian Nasional. Pada tahun 1965 Menteri Penerangan melalui Keputusan Menpen No 29/SK/M/65 tertanggal 26 Maret 1965, yang kemudian disempurnakan dengan Surat Keputusan No 112/SK/M/65, memutuskan bahwa setiap penerbitan harus berafiliasi (mendapat dukungan) dari partai politik atau organisasi massa anggota Front Nasional atau Pancatunggal. Kebijakan ini diikuti dengan berafiliasinya harian Nasional dengan Partai Nasional Indonesia (PNI).

Kebijakan ini membawa konsekwensi bergantinya nama surat kabar Nasional menjadi Suluh Indonesia (Sulindo), edisi Yogyakarta. Kemudian karena Suluh Indonesia edisi Jakarta (nasional) berganti nama menjadi Suluh Marhaen, sejak 1 Juni 1966 Suluh Indonesia edisi Yogyakarta beganti nama menjadi Suluh Marhaen edisi Yogyakarta.

Tragedi nasional, Peristiwa Penghianatan G-30S/PKI, yang didahului gegap-gempitanya kompetisi Manipolis antara tiga kekuatan politik yang beraliran Nasionalis-Agama-Komunis, mempunyai akibat yang luas dalam perikehidupan politik di Indonesia. Surat Kabar Nasional yang telah berganti nama menjadi Suluh Marhaen edisi Yogyakarta mendapat ujian yang berat. Dampak perubahan politik yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia pada saat itu, juga dialami oleh surat kabar ini.
Ada satu hal yang perlu dicatat dan menjadi sebuah kesan yang mendalam sekaligus membanggakan bagi pengasuh penerbitan ini, yaitu Suluh Marhaen edisi Yogyakarta tidak pernah ikut menyiarkan pembentukan dan susunan Dewan Revolusi. Pemimpin Redaksi dan segenap staf redaksi menolak dengan tegas perintah untuk memuat pengumuman Dewan Revolusi yang dipaksakan oleh oknum militer pengikut G30S/PKI yang mendatangi secara langsung kantor redaksi di Jalan Tanjung 21. Pemimpin Redaksi dan segenap staf redaksi justru memilih untuk tidak terbit, daripada memuat pengumuman tersebut.

Dalam suasana jatuh bangun, menghadapi berbagai kendala di bidang bisnis surat kabar, sejak berdirinya Nasional pada tanggal 15 November 1946 kemudian nama Sulindo edisi Yogyakarta dan Suluh Marhaen edisi Yogyakarta hanya sehari saja surat kabar ini tidak terbit.

Dalam perkembangan selanjutnya, dengan adanya SK No 01/MENPEN/1969 yang mencabut segala ketentuan mengenai perusahaan pers termasuk mengenai ketentuan afiliasi dengan partai politik, maka Suluh Marhaen edisi Yogyakarta sejak tahun tersebut berganti nama menjadi Harian Umum Berita Nasional sampai tahun 1990.

Bernas dan Manajemen Baru (1990)

SEJAK 13 Agustus 1990, Berita Nasional mengadakan kerja sama dengan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) sebuah kelompok usaha penerbitan media terbesar di Tanah Air. Dengan manajemen baru, Berita Nasional mengalami pembaharuan dan mencapai banyak kemajuan sekaligus menandai kelahiran nama baru untuk koran ini menjadi Bernas. Sejak tanggal 10 November 1991, bertepatan dengan Hari Pahlawan, secara resmi koran ini berganti nama menjadi Bernas yang berarti padat berisi (mentes).

Dengan tetap menggunakan motto: Membangun Berdasar Pancasila, pergantian nama ini dilakukan sepenuhnya untuk menyongsong masa depan, dalam pengertian bahwa sebagai koran daerah Bernas harus mampu mendekati realita. Informasi regional dan lokal akan menjadi titik beratnya. Dengan teknologi cetak jarak jauh, seluruh koran dari manapun akan bisa dicetak dan diedarkan pada waktu yang bersamaan termasuk di Yogyakarta, Berita Nasional berganti nama untuk menunjukan identitas yang baru sebagai koran daerah yang lengkap sekaligus bervisi nasional. Bernas harus muncul sebagai koran daerah yang "mentes" banyak isinya sekaligus dapat dipercaya. Bernas yang muncul dalam manajemen baru menandai pula kehadirannya yang lebih lengkap dengan muatan dan jumlah halaman bertambah dari sebelumnya 8 halaman, sejak saat itu Bernas mulai terbit dalam 12 halaman.

Re-Inventing Bernas ke Bernas Jogja (29 Agustus 2004)

SEKIAN lama menemani para pembaca setia, manajemen merasa perlu melakukan evaluasi terhadap mutu dan pelayanan yang ada. Sehingga pada tanggal 29 Agustus 2004 koran yang selama ini dikenal dengan nama BERNAS yang semula diterbitkan oleh PT BERNAS direinventing atau dilahirkan kembali di semua hal oleh manajemen baru yang lebih mandiri yakni PT Media Bernas Jogja. Tujuannya tak lain untuk eksitensi ke depan dan memuaskan pembaca koran kebanggaan warga Jogja dan sekitarnya ini.

Apa yang di re-iventing? Pertama, nama dan logo koran ini dari BERNAS diubah menjadi BERNAS JOGJA. Dengan nama baru ini mudah-mudahan terasa lebih membumi atau lebih Jogja. Otomatis siapa pun akan tahu ini memang koran kebanggaan orang Jogja.

Kedua, jika sebelumnya BERNAS menggunakan kertas 9 kolom, mulai edisi tanggal 29 Agustus 2004 dan seterusnya BERNAS JOGJA hadir dalam kemasan ukuran 7 kolom. Ukuran koran seperti ini memang sudah jadi trend di seluruh dunia karena lebih memudahkan orang membacanya, terutama bila berada di tempat-tempat umum karena tidak memakan tempat.

Ketiga, BERNAS JOGJA tampil lebih berwarna, lebih ngejreng. Bila selama ini hanya punya 2 halaman warna kini menjadi 4 halaman. Tampilan koran ini menjadi 2 sesi. Sesi pertama disebut Koran Utama yang memuat berita umum, sedangkan sesi dua atau Koran 2, seratus persen menyajikan berita lokal Jogja dan sekitarnya.

Keempat, untuk sementara BERNAS JOGJA terbit 16 halaman. Namun Insya Allah waktu yang tak terlalu lama siap hadir 20 halaman atau dengan inovasi-inovasi baru dalam rubrikasi. Dengan demikian pembaca akan mendapat informasi yang lebih banyak, layak dan bermutu.

Selain keempat hal tadi, BERNAS JOGJA juga melakukan perubahan paradigma. Pertama, tampil lebih independen alias tidak memihak kepada siapa pun dan kekuatan mana pun. BERNAS JOGJA memang bukan alat siapa pun, karena hadir semata-mata untuk memuaskan pembaca khususnya dan masyarakat Jogja umumnya.

Pro bisnis akan menjadi sikap BERNAS JOGJA. Artinya, koran ini akan tetap mengedepankan prinsip-prinsip koran modern dalam lingkup industri persuratkabaran yang sehat dan bermartabat. Pasti, penampilan dan sajian akan tetap berlandaskan pada kemauan pasar.

BERNAS JOGJA menganut asas jurnalisme kesetiakawanan. Artinya menyajikan berita-berita, tulisan-tulisan dan gambar maupun foto yang sejuk, damai dan menyenangkan semua warga Jogja. Yang terakhir, sumberdaya manusia terus diasah untuk menjaga profesionalisme para wartawan dan karyawan. Langkah pertama adalah memerangi “wartawan amplop”. Karena dengan langkah ini visi dan misi BERNAS JOGJA sebagai koran independen, pro bisnis dan sejuk tersebut akan terwujud. Langkah awal ini tercapai jika masyarakat juga ikut mendukungnya. Dengan segala perubahan ini mudah-mudahan BERNAS JOGJA dicintai serta menjadi kebanggaan masyarakat Jogja.

Wajah Baru Harian BERNAS (10 Juli 2015)
Inspirasi Bisnis dan Pribadi Bertumbuh

TANGGAL 20 Mei 2015, Putu Putrayasa, CEO dari HEBAT Group Asia yang berfokus dengan dunia pendidikan dan property, merasa kagum dengan perjalanan sejarah tumbuh kembang hingga pasang surut BERNAS yang dapat tetap terbit. Sehingga ia terbius untuk turut menjaga BERNAS, warisan para pejuang media di negeri ini.

Berawal dari kepimpinan Putu Putrayasa tersebut, tepatnya pada Jumat Kliwon, 10 Juli 2015, nama Harian Pagi BERNAS JOGJA dikembalikan lagi menjadi HARIAN BERNAS. Perlu suasana baru untuk menjaga semangat kebangkitan BERNAS, maka ada perubahan nama dari BERNAS JOGJA yang terkesan koran daerah menjadi HARIAN BERNAS.

Logo otomatis berubah, tagline, desain, konten serta tentu saja cara kami berkomunikasi pun berubah. Tagline BERNAS berubah menjadi “Inspirasi Bisnis dan Pribadi Bertumbuh”, sebagai bentuk dukungan dan sumbangan dalam menghadapi persaingan bebas yang melibatkan 600 juta penduduk ASEAN. Tanpa persiapan, kita hanya akan menjadi penonton dan konsumen saja.

BERNAS ingin turut berkontribusi bagi kemajuan dan kesiapan putra-putri negeri agar berkembang menjadi pribadi yang bertumbuh yang optimistis, percaya diri dan siap bersaing. Bisnis saat ini bukan sesuatu yang terpisah dari kehidupan, melainkan bagian penting dalam kehidupan sekitar 250 juta penduduk Indonesia. Maka BERNAS ingin ambil bagian dalam membangun pribadi dan bisnis bertumbuh. Hanya melalui pribadi bertumbuhlah bisnis bisa bertumbuh. Izinkan BERNAS mengajak bertumbuh bersama, memberi Aksi, Prestasi dan Inspirasi (API) bagi Indonesia.

HARIAN BERNAS.Com (15 November 2015)

HARIAN BERNAS bukan sekadar koran pengungkap fakta biasa, namun memposisikan sebagai koran istimewa yang independen dan sebagai penebar inspirasi pembangun negeri. Hadir bersama dengan versi online HARIAN BERNAS.Com yang diresmikan bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 69, pada tanggal 15 November 2015, bertempat di Sahid Rich Hotel Yogyakarta. Merupakan bentuk konvergensi media antara media cetak yang hadir secara lokal di DIY dan sekitarnya, serta sajian dalam bentuk online yang jangkauan lebih mengglobal.

Konvergensi media tersebut dalam rangka menjawab kebutuhan dan keaneka ragaman segmen pembaca masa kini yang juga sering disebut generasi milenial seperti halnya yang telah dilakukan oleh koran-koran besar nasional lainnya.

BERNAS.Id ( Agustus 2017 - Migrasi total, 1 Maret 2018)

Perkembangan HARIAN BERNAS.Com dilihat dari data pengunjung mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan HARIAN BERNAS versi cetak (koran cetak). Pertama, konsep penggarapan yang sangat berbeda antara bentuk online yang memerlukan keragaman di samping kecepatan tentunya. Kedua, dari sisi jangkauan jelas lebih luas tidak terbatas oleh waktu dan ruang.

PT Media Bernas Jogja atau manajemen merasa perlu untuk meningkatkan performa HARIAN BERNAS.Com dari berbagai aspek termasuk kualitas dan kuantitas konten, serta kemudahan aksesnya. Oleh karena itu, pada sekitar awal bulan Agustus 2017 laman/ website HARIAN BERNAS.Com (www.harianbernas.com) diubah menjadi BERNAS.ID (www.bernas.id).

Sementara perkembangan HARIAN BERNAS cetak beberapa bulan terakhir di penghujung tahun 2017 mengalami stagnan, bahkan kecenderungan menurun hingga awal tahun 2018. Penurunan pada pembaca/ pelanggan ini bisa jadi disebabkan perubahan gaya hidup era milenia yang berpengaruh pada penurunan minat baca media cetak dan berganti pada media online.

Penurunan pembaca atau oplah HARIAN BERNAS juga berdampak pada pemasukan omset iklan, secara bisnis penerbitan koran cetak dari bulan ke bulan mengalami kerugian yang akhirnya pada tanggal 28 Pebruari 2018 manajemen memutuskan untuk menghentikan HARIAN BERNAS cetak dan migrasi total terbit secara online ke BERNAS.ID. Dengan demikian, sejak 1 Maret 2018 Harian BERNAS versi cetak bermigrasi total ke media online BERNAS.ID hingga kini.

RINGKASAN SEJARAH NAMA BERNAS BERDASAR TANGGAL:

Tanggal 15 November 1946 – Harian NASIONAL
Tanggal 26 Maret 1965 – Harian Suluh Indonesia
Tanggal 1 Juni 1966 – Harian Suluh Marhaen
Tahun 1969 – Harian Umum BERITA NASIONAL
Tanggal 10 November 1991 – Harian BERNAS
Tanggal 29 Agustus 2004 – Harian Pagi BERNAS JOGJA
Tanggal 10 Juli 2015 – HARIAN BERNAS

Konvergensi Media Online:
Tanggal 15 November 2015 – HARIAN BERNAS.Com
Agustus 2017 – BERNAS.ID
Tanggal 1 Maret 2018 – Migrasi Total ke BERNAS.ID hingga sekarang
 

    


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Kasus Udin Bukti Lemahnya Komitmen Pemerintah dalam Penegakkan Hukum

Bernas.id --Sampai saat ini kasus meninggalnya wartawan Bernas (kini bernas.id, red), Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, belum diungkap secara tuntas. Bahkan hingga 22 tahun Udin meninggal akibat dianiaya orang tak dikenal, aparat penegak ...

Budaya

HUT RI ke-73, Dokter dan Perawat RSUP Dr Sardjito Bergantian Baca Puisi

Bernas.id – Dalam rangka HUT RI ke-73, RSUP Dr Sardjito menggelar kegiatan pembacaan puisi kebangsaan bertajuk “Jujur Itu Hebat”. Selain pembacaan puisi, juga dilakukan pemutaran film dokumenter Kepahlawanan Prof Dr Sardji ...

Ekonomi

Kadin dan IWAPI Bantul Akan Menggelar Pameran di Kedubes Singapura

Bernas.id - Guna memperkenalkan produk unggulan industri kreatif yang ada di Kabupaten Bantul,  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bantul akan menggelar pameran dan pengenalan prod ...

DIY

Ribuan Cup Kopi Dibagikan Gratis di Prawirotaman

Bernas.id - Sebanyak 100 stand mewarnai acara Prawiro Coffee Festival#2 di Jalan Prawirotaman 2, pada Kamis (16/8/2018) siang hingga malam hari. Acara yang digelar tahun kedua ini mengambil tema "Tirakatan Sambil Ngopi" yang bersa ...

DIY

Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tower JCM

Bernas.id - Independence Day Military Expo (IDME) 2018 telah dibuka dan digelar area drop off Jogja City Mall (JCM). IDME 2018 merupakan kegiatan hasil kerjasama dari Jogja City Mall dengan jajaran TNI POLRI, event akan digelar selama empat ...

DIY

Pengibaran Bendera Merah Putih di Wisata Bukit Klangon Cangkringan Sleman

Bernas.id - Bendera Merah Putih berukuran 9 x 6 meter berkibar di tiang setinggi 17 meter, Kamis (16/8/18) di Wisata Bukit Klangon, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf Diantoro mengatakan bahwa ke ...

DIY

Tumpukan Sampah Mulai Picu Bau Menyengat di TPS Ngasem Kraton Jogja

Bernas.id -- Sehubungan dengan rusaknya alat berat yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan rusak dan tidak bisa operasi, maka truk-truk pembawa sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta tidak dapat membuang samp ...

DIY

Kurangi Kemiskinan, DIY Bangkitkan Wilayah Selatan, Abad Samudera Hindia

Bernas.id - Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan tingkat kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tertinggi di Pulau Jawa. Hal ini disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Keistimewaan Sekretaris Daerah DIY, Dr Ir ...

DIY

Pameran Pembangunan 2018 Tunjukkan Kinerja Pemerintah Daerah DIY

Bernas.id - Pameran Pembangunan 2018 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka, diawali dengan pemotongan pita bunga oleh Asisten Keistimewaan Sekretaris Daerah DIY, Dr Ir Didik Purwadi, MEc. Pameran Pembangunan 2018 digelar dalam rangk ...

Pendidikan

Wisuda ke-18, Ketua STIEBBANK: Gelar Sarjana Jangan Sekali-kali untuk Menyombongkan Diri

Bernas.id - Sebanyak 68 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan (STIEBBANK) Yogyakarta diwisuda, Rabu (15/8/2018). Dari 68 orang tersebut,  14 orang berasal dari program studi akuntansi, dan 54 orang dari progra ...

DIY

Alat Berat di Piyungan Rusak, TPS di Jogja Penuh

Bernas.id - Sampah dari Kota Yogyakarta terpaksa tertahan di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) dan depo. Pasalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan tidak beroperasi setelah alat berat di lokasi rusak. “Karena alat ber ...

DIY

Mengenang 22 Tahun Wartawan Bernas Udin Meninggal, Tim Bernas.id Berziarah

Bernas.id- Tim redaksi dan marketing bernas.id (bentuk online Harian Bernas, red) berziarah ke pusara wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin di Dusun Gedongan, Trirenggo, Bantul, Rabu (15/8/2018). Rombongan Tim Bernas.id yang d ...

Budaya

Pemkab Sleman Adakan Lomba Permainan Tradisional

Bernas.id - Dalam rangka menyambut HUT 73 RI, Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan berbagai lomba permainan tradisional bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 17 Kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman di Lapangan Pem ...

Kesehatan

Penderita Diabetes Bisa Mengatur Sendiri Menu Makanan

Bernas.id - Kemajuan teknologi informasi memudahkan siapa pun, termasuk orang yang sedang sakit sekalipun, bisa mengatur sendiri menu makanan melalui aplikasi sitem mobile web. Dengan mengatur menu makanan sendiri sesuai rekomendasi dokter ...

DIY

DPRD DIY dan Pemda DIY Sepakati Tambah Belanja Daerah Rp45,1 Miliar

Bernas.id--DPRD DIY dan Pemda DIY akan menyepakati untuk menambah belanja daerah sebesar Rp45,1 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DIY 2018. Belanja tambahan itu antara lain untuk membayar tenaga outsourcin ...

Pendidikan

UGM Dorong Penambahan Guru Besar

Bernas.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya menambah jumlah guru besarnya. Pasalnya hingga saat ini jumlah guru besar di UGM masih belum ideal dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang ada. Guru besar UGM saat ini hanya berj ...

Ekonomi

G2R Tetrapreneur, Inovasi dari Jogja untuk Pasarkan Produk Desa Tembus ke Level Global

Bernas.id – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan penjajakan awal dengan produk unggulan dari Desa Wukirsari dan Girirejo, Imogiri, Bantul terkait Program Global Gotong (G2R) Tet ...

Ekonomi

Profesor UGM Tegaskan Ndeso Itu Sesungguhnya Jati Diri Kita

Bernas.id – Prof Rika Fatimah, pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa ndeso itu bukan suatu kata yang negatif atau merendahkan, tapi ndeso itu sesungguhnya merupakan jati diri kita. Hal ...

Pendidikan

Pramuka Perlu Dibranding Ulang agar Diminati Generasi Cyber

Bernas.id - Gerakan Pramuka yang kini berusia 57 tahun tidak sama lagi, suasana dan kondisinya ketika dilahirkan. Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, ...

Budaya

Nokia Luncurkan Smartphone Android Oreo Go Pertama

Bernas.id - Nokia 1 kini sudah mulai dijual di Indonesia. Smartphone ber-OS Android Oreo Go pertama ini diklaim mempunyai performa yang baik meskipun mengusung spesifikasi yang rendah. Smartphone asal FInlandia ini  dibuat un ...

DIY

Desa Caturtunggal Serahkan Rumah Relokasi untuk Warga

Bernas.id -Lurah Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Agus Santoso S.PSi menyerahkan 8 unit rumah relokasi kepada warga terdampak penataan pemukiman kawasan Sungai Gajahwong di Pringgodani, Padukuhan Mrican, Desa Caturtungga ...

DIY

Kendaraan Stop di Atas Marka Berbiku Digembok dan Digembosi

Bernas.id-Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bersama dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY melakukan penertiban terhadap kendaraan yang berhenti dan parkir di atas marka berbiku-biku kuning di sepanjang Jalan Cik Ditiro. Penertiba ...

DIY

Panen Raya Perdana Mina Padi di Dusun Samberembe, Kabupaten Sleman

Bernas.id - Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Muda Samberembe menggelar Panen Raya Perdana kolam dalam di Demfram Tanam Jajar Legowo Minapadi, Samberembe, Candibinangun, Pakem, Sleman pada Senin 13 Agustus 2018. Pada kesempatan tersebut Wak ...

DIY

Optimalisasi Produksi Pangan di Lahan Sempit, HKTI DIY Sarankan Mina Padi

Bernas.id – Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Profesor Ali Agus mengatakan bahwa di Indonesia, khususnya di Jawa apalagi di Yogyakarta, lahan pertanian itu semakin lama semakin sempit, pa ...

DIY

Sultan Minta Materi RAD Baru Tak Dianggap Pekerjaan Tambahan

Bernas.id- Pemda DIY secara resmi meluncurkan rencana aksi daerah (RAD) tujuan pembangunan berkelanjutan sustainable development goals (SDGs) 2018-2022 di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Senin (13/8). Drngan ini, ...

Pendidikan

Disdik Sleman: Pengenalan Coding Games Kembangkan Kreatifitas dan Daya Inovatif Siswa

Bernas.id – Puluhan siswa dari 10 SMP di Kabupaten Sleman mendapatkan pelatihan pengenalan coding games mulai tanggal 13-16 Agustus 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para siswa agar lebih kreatif, mandiri, serta membentuk gen ...

DIY

Setelah 2 Hari Perjalanan, 5 Truk Bantuan Kemanusiaan ACT Yogyakarta Tiba di Lombok

Bernas.id --Lima truk yang membawa Bantuan Kemanusiaan dari Lembaga ACT Yogyakarta untuk korban gempa di  Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tiba di Lombok, NTB, Minggu (12/8/2018), setelah menempuh perjalanan dua hari dari Jogja. &nb ...

Budaya

Kesan Chelsea Islan dan Samo Rafael Soal Film Sebelum Iblis Menjemput

Bernas.id - Film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ menjadi film horor pertama yang diperankan oleh Chelsea Islan. Walaupun merupakan film pertama, ia telah dipercaya oleh sutradara untuk menjadi pemeran utama. “Ini jadi fi ...

Ekonomi

ICSB Siap Bekerjasama dengan Komunitas, Pasarkan Produk UMKM

Bernas.id - Peringatan Hari Nasional UMKM di Yogyakarta dimeriahkan dengan kehadiran Komunitas Indonesia Local Guide dalam acara Meet Up Nusantara ke 2 yang diselenggarakan di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta, Minggu (12/08). Tampak hadir ...

DIY

Rejomulia Gelar Deklarasi di Bekas Rumah Kos Jokowi

Bernas.id - Relawan Joko Widodo dan Ma'aruf Amin Untuk Kemuliaan Indonesia (Rejomulia) menggelar deklarasi pada Minggu 12  Agustus 2018 di depan rumah keluarga Pratelo Jl. Menur No 25 Baciro Yogyakarta. Tempat deklarasi ini adalah ...

Kesehatan

Usia Harapan Hidup Penduduk Sleman Capai 76 Tahun

Bernas.id - Usia harapan hidup rata-rata di Sleman cukup tinggi, yaitu di atas 76  tahun. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam pembukaan Seminar Hari Lanjut Usia Nasional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Mingg ...

Pendidikan

Alumni Geologi Angkatan 83 UGM Kritisi Sistem Tender Usaha Pertambangan

Bernas.id - Alumni Teknik Geologi Angkatan tahun 1983 Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan reuni akbar ke-35 pada bulan Agustus ini.. Dalam reuni kali ini, Alumni Teknik Geologi angkatan 83 meluncurkan karya berupa dua buah buku di Den ...

Kesehatan

Sri Purnomo Berbicara Kebijakan Perbup Sleman tentang ASI

Bernas.id- Bupati Sleman, Sri Purnomo menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Pekan ASI Sedunia Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia Cabang Sleman (PERSAGI), ...

DIY

20 Ton Lebih Bantuan Logistik Akan Dikirim ke Lombok dari Jogja

Bernas.id – Sekitar 20 ton bantuan logistik akan dikirimkan untuk para korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mulai hari ini, bantuan logistik akan diangkut secara bertahap dengan pesawat angkut jenis Hercules dari ...

Budaya

Perry Warjiyo Terpilih Jadi Ketua Umum PP ISEI 2018-2021

Bernas.id - Perry Warjiyo (Gubernur BI) secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum PP ISEI periode 2018-2021. Dalam Kongres yang dilaksanakan pada hari Kamis (9/8), Perry Warjiyo merupakan calon tunggal setelah Bambang PS Br ...

DIY

ACT Yogyakarta Kirim 5 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Lombok

Bernas.id - Gempa besar diikuti ratusan gempa susulan mengguncang Lombok, NTB telah meluluhlantakkan ribuan rumah, membuat lebih dari 84.000 jiwa mengungsi. Hingga Rabu (8/8), Koordinator Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) di L ...

DIY

Hari Pertama Pemeriksaan, Ditemukan 13 Hewan Kurban Sakit

Bernas.id - Dalam pemantauan kesehatan hewan kurban di hari pertama, ditemukan sebanyak 13 hewan kurban yang sakit. Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja terus melakukan upaya pemantauan selama 10 hari di berbagai titik penjualan hewan kurb ...

Pendidikan

Gedung "Sinergi" UGM Diresmikan agar Lebih Berkontribusi Atasi Masalah Kesehatan

Bernas.id - Penelitian yang mampu mengatasi masalah-masalah kesehatan yang jauh lebih kompleks adalah penelitian yang lebih bersifat lintas disiplin. Pusat kajian-pusat kajian merupakan salah satu kendaraan utama Fakultas Kedokteran, Keseha ...

DIY

UII Yogyakarta Kirim Dua Truk Logistik ke Lombok, NTB

Bernas.id – Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengirimkan dua truk bantuan logistik yang dilepas Wakil Rektor III, Rohidin, ke Lombok, Nusa Tenggara Barat terkait bencana gempa bumi yang terjadi pada hari Minggu (5/8/2018) ...

Pariwisata

Gempa Lombok dan Bali Tingkatkan Jumlah Turis Asing di Jogja

Bernas.id - Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta dalam beberapa hari ini melonjak cukup signifikan. Walau demikian belum didata secara pasti berapa jumlah wisatawan asing yang berkunjung saat ini. “Data mengen ...

DIY

Seknas Jokowi DIY Siap Kembali Menangkan Jokowi pada Pilpres 2019

Bernas.id - Setelah sukses memberikan dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden Republik Indonesia di tahun 2014, kini Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi siap kembali memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang, hal itu pu ...

DIY

Konsep Bangunan Hijau Sudah Menjadi Kebutuhan

Bernas.id --Konsep bangunan hijau (green building) saat ini dan di masa mendatang mutlak diterapkan karena sudah menjadi kebutuhan. Dengan demikian, mereka yang tidak menerapkan konsep green building, terutama bangunan-bangunan publik, akan ...

DIY

Sejarah Harian BERNAS (Cetak) hingga Migrasi Total ke BERNAS.ID (Online)

KEPINDAHAN ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946 akibat invasi Belanda, menandai kelahiran beberapa media baru di kota ini, baik yang berbentuk surat kabar maupun majalah. Beberapa di antaranya ya ...

Pendidikan

Banyu Pustaka Menambah Lagi Jumlah Perpustakaan Desa di Sleman

Bernas.id - Sri Muslimatun, Wakil Bupati Sleman meresmikan Perpustakaan Desa bernama Banyu Pustaka yang terletak di Komplek Balai Desa Banyuraden, Gamping, Sleman. Bersama dengan Kepala Desa Banyuraden, Sudarisman, ST dan Ayu Laksmi Dewi, K ...

DIY

Lahan Parkir Tak Memadahi, Kusir Andong Malioboro Mengalah Tunggu Revitalisasi Selesai

Bernas.id - Pengerjaan lahan parkir tambahan di pendopo eks tugu KB utara Malioboro yang dimulai pekan depan akan diutamakan bagi pengemudi becak. Sementara penambahan lahan parkir untuk andong di Jalan Perwakilan baru akan dilaksanakan pad ...

Budaya

Ki Juru Bangunjiwo Sebut Keris Itu Dibuat Bukan untuk Menjadi Jimat

Bernas.id – Ki Juru Bangunjiwo, penulis buku “Keris Gagrak Kasultanan Ngayogyakarta” mengatakan ada terminologi Jawa sebagai sebuah peringatan untuk para pemilik senjata tradisional Jawa keris, yaitu Janjine Dudu Jimat Kem ...

DIY

Paguyuban Pengusaha Malioboro Minta PKL Digusur untuk Kembalikan Citra

Bernas.id – Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM) telah menempuh jalur hukum guna memperjuangkan hak sebagai pemilik toko di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Itu karena permintaan PPM kepada Pemkot Jogja agar menata pedagang kaki lima (PK ...

Wacana

Keterlibatan Keluarga dan Masyarakat Wujudkan Anak Berprestasi

INDONESIA baru saja merayakan Hari Anak Nasional (HAN). Tahun ini tema yang diusung adalah Gesit-Empati-Unggul-Sehat (Genius). Yohana Yambise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengharapkan anak Indonesia nantinya sehat, ...

DIY

One Day For Children di Monjali Jogja, Anak-anak Jadi Raja dan Ratu Sehari

Bernas.id - Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan One Day For Children (ODFC) bertema "Anak Indonesia Bahagia Sejahtera" dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk mengi ...

DIY

Gentongisasi, Cara Warga Pakualaman untuk Hidup Sehat

Bernas.id - Gentongisasi, atau gerakan penggunaan gentong dalam kehidupan sehari-hari telah digalakan oleh warga Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman Jogja, oleh isteri Wakil Gubernur DIY GKBRAA Paku Alam X. Gentong kini sudah mulai ...