Sejarah Harian BERNAS (Cetak) hingga Migrasi Total ke BERNAS.ID (Online)


09 Agustus 2018

Harian BERNAS cetak

KEPINDAHAN ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946 akibat invasi Belanda, menandai kelahiran beberapa media baru di kota ini, baik yang berbentuk surat kabar maupun majalah. Beberapa di antaranya yaitu Nasional, Kedaulatan Rakyat, Suara Ummat, Suara Ibukota, Suara Rakyat, Buruh, Massa dan Revolusioner.

Surat kabar Harian Umum Nasional, yang didirikan oleh Mr Soemanang, lahir pada tanggal 15 November 1946, pada awal berdirinya Nasional diterbitkan oleh BP Nasional dengan alamat di Jalan Tanjung Nomor 21 Yogyakarta. Tokoh-tokoh pers yang duduk dalam jajaran redaksi Harian Umum Nasional pada saat itu antara lain Mashoed Hardjokoesoemo, Bob Maemun, Drs Marbangoen, Mohammad Soepadi, Darsyaf Rahman dan RM Soetio yang sekaligus menjadi Pemimpin Perusahaan.

Mr Soemanang yang merupakan pendiri Harian Umum Nasional, selain merupakan tokoh pergerakan dan wartawan senior, juga merupakan salah seorang pendiri Kantor Berita Antara bersama Adam Malik, Sipahutar dan Pandu Kartawiguna. Mr Soemanag juga pernah menjadi wartawan dan Pemimpin Redaksi Pemandangan dan Pemimipin Umum Asia Raya.

Pada saat Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) didirikan, Mr Soemanang diberi kepercayaan untuk memegang jabatan sebagai tenaga juru penerangan PUTERA. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan. Mr Soemanang dan Mashoed Hardjokoesoemo, dari Jawa Shimbun Kai, bertekad menerbitkan surat kabar harian. Setelah kertas dan tinta dipersiapkan dan percetakan sederhana diperoleh, maka diputuskan untuk segera menerbitkan surat kabar daerah di Yogyakarta. Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibukota Pemerintahan Indonesia menjadi tempat diterbitkan surat kabar harian dengan nama Nasional dan mingguan Revue Politik.

Pada awal kemerdekaan yang juga dikenal sebagai zaman revolusi, surat kabar nasional terbit dengan jumlah halaman yang terbatas dan tidak menentu, dua atau empat halaman saja. Bahkan tidak jarang terjadi, jika persediaan kertas habis, Nasional terbit dengan kertas merang. Nasib serupa juga dialami oleh beberapa penerbitan lain pada saat itu yang terpaksa terbit dengan kertas payung.

Sebagai surat kabar harian umum, sejak awal berdirinya Nasional selalu mengutamakan kepentingan nasional. Maka sekalipun pendirinya adalah seorang nasionalis, anggota Partai Nasional Indonesia (PNI), namun ada pula wartawan-wartawan yang merupakan anggota partai-partai lain, misalnya H Ahmad Basuni dan Bahtiar Ilyas.

Dalam perkembangannya, Harian Nasional juga memuat banyak sekali tulisan dari tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia. Ki Hadjar Dewantara banyak menulis artikel di Nasional, baik mengenai masalah sosial, politik, kebudayaan, kesenian dan pendidikan. Tulisan Ki Hadjar Dewantara yang pernah dimuat di Nasional antara tahun 1949-1951, terhimpun secara rapi di dalam buku yang berjudul Pendidikan dan Kebudayaan, yang diterbitkan oleh Majelis Luhur Persatuan Tamanasiswa.

Sekitar tahun 1958-1961, pada rubrik Ruang Budaya Nasional banyak seniman dan budayawan yang menyumbangkan tulisan, antara lain Koesnadi, Abas Ali Bsyah, Soedarmadji, Soebagio Sastrowardojo, Wisnu Wardhana, Boedi Darma, M Tahar, Soemargono dan Suwarjono dan lain-lain. Tidak ketinggalan tokoh pendidikan seperti Soetedjo Brodjonegoro dan Prof N Drijarkara ikut banyak menyumbangkan tulisan di koran Nasional.

Perkembangan kondisi politik Tanah Air juga turut berpengaruh terhadap harian Nasional. Pada tahun 1965 Menteri Penerangan melalui Keputusan Menpen No 29/SK/M/65 tertanggal 26 Maret 1965, yang kemudian disempurnakan dengan Surat Keputusan No 112/SK/M/65, memutuskan bahwa setiap penerbitan harus berafiliasi (mendapat dukungan) dari partai politik atau organisasi massa anggota Front Nasional atau Pancatunggal. Kebijakan ini diikuti dengan berafiliasinya harian Nasional dengan Partai Nasional Indonesia (PNI).

Kebijakan ini membawa konsekwensi bergantinya nama surat kabar Nasional menjadi Suluh Indonesia (Sulindo), edisi Yogyakarta. Kemudian karena Suluh Indonesia edisi Jakarta (nasional) berganti nama menjadi Suluh Marhaen, sejak 1 Juni 1966 Suluh Indonesia edisi Yogyakarta beganti nama menjadi Suluh Marhaen edisi Yogyakarta.

Tragedi nasional, Peristiwa Penghianatan G-30S/PKI, yang didahului gegap-gempitanya kompetisi Manipolis antara tiga kekuatan politik yang beraliran Nasionalis-Agama-Komunis, mempunyai akibat yang luas dalam perikehidupan politik di Indonesia. Surat Kabar Nasional yang telah berganti nama menjadi Suluh Marhaen edisi Yogyakarta mendapat ujian yang berat. Dampak perubahan politik yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia pada saat itu, juga dialami oleh surat kabar ini.
Ada satu hal yang perlu dicatat dan menjadi sebuah kesan yang mendalam sekaligus membanggakan bagi pengasuh penerbitan ini, yaitu Suluh Marhaen edisi Yogyakarta tidak pernah ikut menyiarkan pembentukan dan susunan Dewan Revolusi. Pemimpin Redaksi dan segenap staf redaksi menolak dengan tegas perintah untuk memuat pengumuman Dewan Revolusi yang dipaksakan oleh oknum militer pengikut G30S/PKI yang mendatangi secara langsung kantor redaksi di Jalan Tanjung 21. Pemimpin Redaksi dan segenap staf redaksi justru memilih untuk tidak terbit, daripada memuat pengumuman tersebut.

Dalam suasana jatuh bangun, menghadapi berbagai kendala di bidang bisnis surat kabar, sejak berdirinya Nasional pada tanggal 15 November 1946 kemudian nama Sulindo edisi Yogyakarta dan Suluh Marhaen edisi Yogyakarta hanya sehari saja surat kabar ini tidak terbit.

Dalam perkembangan selanjutnya, dengan adanya SK No 01/MENPEN/1969 yang mencabut segala ketentuan mengenai perusahaan pers termasuk mengenai ketentuan afiliasi dengan partai politik, maka Suluh Marhaen edisi Yogyakarta sejak tahun tersebut berganti nama menjadi Harian Umum Berita Nasional sampai tahun 1990.

Bernas dan Manajemen Baru (1990)

SEJAK 13 Agustus 1990, Berita Nasional mengadakan kerja sama dengan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) sebuah kelompok usaha penerbitan media terbesar di Tanah Air. Dengan manajemen baru, Berita Nasional mengalami pembaharuan dan mencapai banyak kemajuan sekaligus menandai kelahiran nama baru untuk koran ini menjadi Bernas. Sejak tanggal 10 November 1991, bertepatan dengan Hari Pahlawan, secara resmi koran ini berganti nama menjadi Bernas yang berarti padat berisi (mentes).

Dengan tetap menggunakan motto: Membangun Berdasar Pancasila, pergantian nama ini dilakukan sepenuhnya untuk menyongsong masa depan, dalam pengertian bahwa sebagai koran daerah Bernas harus mampu mendekati realita. Informasi regional dan lokal akan menjadi titik beratnya. Dengan teknologi cetak jarak jauh, seluruh koran dari manapun akan bisa dicetak dan diedarkan pada waktu yang bersamaan termasuk di Yogyakarta, Berita Nasional berganti nama untuk menunjukan identitas yang baru sebagai koran daerah yang lengkap sekaligus bervisi nasional. Bernas harus muncul sebagai koran daerah yang "mentes" banyak isinya sekaligus dapat dipercaya. Bernas yang muncul dalam manajemen baru menandai pula kehadirannya yang lebih lengkap dengan muatan dan jumlah halaman bertambah dari sebelumnya 8 halaman, sejak saat itu Bernas mulai terbit dalam 12 halaman.

Re-Inventing Bernas ke Bernas Jogja (29 Agustus 2004)

SEKIAN lama menemani para pembaca setia, manajemen merasa perlu melakukan evaluasi terhadap mutu dan pelayanan yang ada. Sehingga pada tanggal 29 Agustus 2004 koran yang selama ini dikenal dengan nama BERNAS yang semula diterbitkan oleh PT BERNAS direinventing atau dilahirkan kembali di semua hal oleh manajemen baru yang lebih mandiri yakni PT Media Bernas Jogja. Tujuannya tak lain untuk eksitensi ke depan dan memuaskan pembaca koran kebanggaan warga Jogja dan sekitarnya ini.

Apa yang di re-iventing? Pertama, nama dan logo koran ini dari BERNAS diubah menjadi BERNAS JOGJA. Dengan nama baru ini mudah-mudahan terasa lebih membumi atau lebih Jogja. Otomatis siapa pun akan tahu ini memang koran kebanggaan orang Jogja.

Kedua, jika sebelumnya BERNAS menggunakan kertas 9 kolom, mulai edisi tanggal 29 Agustus 2004 dan seterusnya BERNAS JOGJA hadir dalam kemasan ukuran 7 kolom. Ukuran koran seperti ini memang sudah jadi trend di seluruh dunia karena lebih memudahkan orang membacanya, terutama bila berada di tempat-tempat umum karena tidak memakan tempat.

Ketiga, BERNAS JOGJA tampil lebih berwarna, lebih ngejreng. Bila selama ini hanya punya 2 halaman warna kini menjadi 4 halaman. Tampilan koran ini menjadi 2 sesi. Sesi pertama disebut Koran Utama yang memuat berita umum, sedangkan sesi dua atau Koran 2, seratus persen menyajikan berita lokal Jogja dan sekitarnya.

Keempat, untuk sementara BERNAS JOGJA terbit 16 halaman. Namun Insya Allah waktu yang tak terlalu lama siap hadir 20 halaman atau dengan inovasi-inovasi baru dalam rubrikasi. Dengan demikian pembaca akan mendapat informasi yang lebih banyak, layak dan bermutu.

Selain keempat hal tadi, BERNAS JOGJA juga melakukan perubahan paradigma. Pertama, tampil lebih independen alias tidak memihak kepada siapa pun dan kekuatan mana pun. BERNAS JOGJA memang bukan alat siapa pun, karena hadir semata-mata untuk memuaskan pembaca khususnya dan masyarakat Jogja umumnya.

Pro bisnis akan menjadi sikap BERNAS JOGJA. Artinya, koran ini akan tetap mengedepankan prinsip-prinsip koran modern dalam lingkup industri persuratkabaran yang sehat dan bermartabat. Pasti, penampilan dan sajian akan tetap berlandaskan pada kemauan pasar.

BERNAS JOGJA menganut asas jurnalisme kesetiakawanan. Artinya menyajikan berita-berita, tulisan-tulisan dan gambar maupun foto yang sejuk, damai dan menyenangkan semua warga Jogja. Yang terakhir, sumberdaya manusia terus diasah untuk menjaga profesionalisme para wartawan dan karyawan. Langkah pertama adalah memerangi “wartawan amplop”. Karena dengan langkah ini visi dan misi BERNAS JOGJA sebagai koran independen, pro bisnis dan sejuk tersebut akan terwujud. Langkah awal ini tercapai jika masyarakat juga ikut mendukungnya. Dengan segala perubahan ini mudah-mudahan BERNAS JOGJA dicintai serta menjadi kebanggaan masyarakat Jogja.

Wajah Baru Harian BERNAS (10 Juli 2015)
Inspirasi Bisnis dan Pribadi Bertumbuh

TANGGAL 20 Mei 2015, Putu Putrayasa, CEO dari HEBAT Group Asia yang berfokus dengan dunia pendidikan dan property, merasa kagum dengan perjalanan sejarah tumbuh kembang hingga pasang surut BERNAS yang dapat tetap terbit. Sehingga ia terbius untuk turut menjaga BERNAS, warisan para pejuang media di negeri ini.

Berawal dari kepimpinan Putu Putrayasa tersebut, tepatnya pada Jumat Kliwon, 10 Juli 2015, nama Harian Pagi BERNAS JOGJA dikembalikan lagi menjadi HARIAN BERNAS. Perlu suasana baru untuk menjaga semangat kebangkitan BERNAS, maka ada perubahan nama dari BERNAS JOGJA yang terkesan koran daerah menjadi HARIAN BERNAS.

Logo otomatis berubah, tagline, desain, konten serta tentu saja cara kami berkomunikasi pun berubah. Tagline BERNAS berubah menjadi “Inspirasi Bisnis dan Pribadi Bertumbuh”, sebagai bentuk dukungan dan sumbangan dalam menghadapi persaingan bebas yang melibatkan 600 juta penduduk ASEAN. Tanpa persiapan, kita hanya akan menjadi penonton dan konsumen saja.

BERNAS ingin turut berkontribusi bagi kemajuan dan kesiapan putra-putri negeri agar berkembang menjadi pribadi yang bertumbuh yang optimistis, percaya diri dan siap bersaing. Bisnis saat ini bukan sesuatu yang terpisah dari kehidupan, melainkan bagian penting dalam kehidupan sekitar 250 juta penduduk Indonesia. Maka BERNAS ingin ambil bagian dalam membangun pribadi dan bisnis bertumbuh. Hanya melalui pribadi bertumbuhlah bisnis bisa bertumbuh. Izinkan BERNAS mengajak bertumbuh bersama, memberi Aksi, Prestasi dan Inspirasi (API) bagi Indonesia.

HARIAN BERNAS.Com (15 November 2015)

HARIAN BERNAS bukan sekadar koran pengungkap fakta biasa, namun memposisikan sebagai koran istimewa yang independen dan sebagai penebar inspirasi pembangun negeri. Hadir bersama dengan versi online HARIAN BERNAS.Com yang diresmikan bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 69, pada tanggal 15 November 2015, bertempat di Sahid Rich Hotel Yogyakarta. Merupakan bentuk konvergensi media antara media cetak yang hadir secara lokal di DIY dan sekitarnya, serta sajian dalam bentuk online yang jangkauan lebih mengglobal.

Konvergensi media tersebut dalam rangka menjawab kebutuhan dan keaneka ragaman segmen pembaca masa kini yang juga sering disebut generasi milenial seperti halnya yang telah dilakukan oleh koran-koran besar nasional lainnya.

BERNAS.Id ( Agustus 2017 - Migrasi total, 1 Maret 2018)

Perkembangan HARIAN BERNAS.Com dilihat dari data pengunjung mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan HARIAN BERNAS versi cetak (koran cetak). Pertama, konsep penggarapan yang sangat berbeda antara bentuk online yang memerlukan keragaman di samping kecepatan tentunya. Kedua, dari sisi jangkauan jelas lebih luas tidak terbatas oleh waktu dan ruang.

PT Media Bernas Jogja atau manajemen merasa perlu untuk meningkatkan performa HARIAN BERNAS.Com dari berbagai aspek termasuk kualitas dan kuantitas konten, serta kemudahan aksesnya. Oleh karena itu, pada sekitar awal bulan Agustus 2017 laman/ website HARIAN BERNAS.Com (www.harianbernas.com) diubah menjadi BERNAS.ID (www.bernas.id).

Sementara perkembangan HARIAN BERNAS cetak beberapa bulan terakhir di penghujung tahun 2017 mengalami stagnan, bahkan kecenderungan menurun hingga awal tahun 2018. Penurunan pada pembaca/ pelanggan ini bisa jadi disebabkan perubahan gaya hidup era milenia yang berpengaruh pada penurunan minat baca media cetak dan berganti pada media online.

Penurunan pembaca atau oplah HARIAN BERNAS juga berdampak pada pemasukan omset iklan, secara bisnis penerbitan koran cetak dari bulan ke bulan mengalami kerugian yang akhirnya pada tanggal 28 Pebruari 2018 manajemen memutuskan untuk menghentikan HARIAN BERNAS cetak dan migrasi total terbit secara online ke BERNAS.ID. Dengan demikian, sejak 1 Maret 2018 Harian BERNAS versi cetak bermigrasi total ke media online BERNAS.ID hingga kini.

RINGKASAN SEJARAH NAMA BERNAS BERDASAR TANGGAL:

Tanggal 15 November 1946 – Harian NASIONAL
Tanggal 26 Maret 1965 – Harian Suluh Indonesia
Tanggal 1 Juni 1966 – Harian Suluh Marhaen
Tahun 1969 – Harian Umum BERITA NASIONAL
Tanggal 10 November 1991 – Harian BERNAS
Tanggal 29 Agustus 2004 – Harian Pagi BERNAS JOGJA
Tanggal 10 Juli 2015 – HARIAN BERNAS

Konvergensi Media Online:
Tanggal 15 November 2015 – HARIAN BERNAS.Com
Agustus 2017 – BERNAS.ID
Tanggal 1 Maret 2018 – Migrasi Total ke BERNAS.ID hingga sekarang
 

    


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Terduga Teroris Diringkus Densus 88 di Sidoarum Godean

Bernas.id- Selasa siang, sekira pukul 14.35 WIB, di Perumahan Sidoarum, Dusun Kramat, RT06/RW18, Desa Sidoarum, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terjadi penangkapan terduga teroris berinisial IAA (18) asal Indramayu oleh Densus 8 ...

DIY

Ratusan Umat Berkebutuhan Khusus Dapat Sakramen Inisiasi dari Uskup Agung

Bernas.id - Kevikepan Kategorial Keuskupan Agung Semarang menyelenggarakan ekaristi inklusi dengan intensi penerimaan sakramen inisiasi bagi umat difabel. Ekaristi diselenggarakan pada Rabu (12/12/2018) di Gereja Santo Antonius Kotabaru, Yo ...

DIY

Pawai Lintas Agama Tandai Puncak Peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag Jogja

Bernas.id - Kantor Kemenag Kota Yogyakarta  menggelar puncak peringatan Hari Amal Bhakti Kementrian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta ke-73, Rabu (12/12/2018). Puncak acara dimeriahkan dengan Gerak Jalan Kerukunan Grebek Silaturahmi Anta ...

DIY

SBY: Kompetisi Boleh Keras, tapi Jangan Melebihi Kepatutan

Bernas.id- Di Angkringan Jaman Edan seputaran Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta, sekira pukul delapan malam lebih, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa tidak ada agenda yang istimewa dalam kunjungannya di Yogyakarta. "Tida ...

DIY

Komplotan Curanmor Hanya Butuh Waktu 5 Menit

Bernas.id- Kombes Pol Hadi Utomo, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY mengatakan untuk pencurian kendaraan bermotor, para pelaku memiliki tim. "Mereka satu tim, ada pengintai, ada pemetik, dan ada yang mengangkut ...

DIY

Sopir Mobil Pikap Kecelakaan Maut Seyegan Terancam Pidana karena Kelalaian

Bernas.id- Sopir mobil pikap yang menyeruduk dua terduga pelaku klitih di Jalan Seyegan-Kebonagung, depan Puskesmas Seyegan, Jumat dinihari lalu (7/12), terancam terkena pasal 310 tentang kelalaian dalam mengemudi. Kasat Reskrim Sleman A ...

DIY

Operasi Curanmor Progo 2018 Polda DIY, 100 Persen Capai Target

Bernas.id- Kombes Pol Hadi Utomo, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY mengatakan ekpos pengungkapan perkara pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Halaman Polda DIY (11/12/2018) merupakan hasil dari Operasi Curanmor P ...

Budaya

Festival Fashion Hijab Terbesar di DIY-Jateng Akan Digelar di Yogyakarta

Bernas.id - Festival fashion hijab terbesar di DIY dan Jawa Tengah "Hijabmorfosa" akan kembali hadir di tahun 2019. Bertempat di Grand Hall C Jogja Expo Center, Hijabmorfosa akan diselenggarakan selama 3 hari mulai dari 26 April h ...

Budaya

Deathcrow48, Kisah Fans JKT48 yang Super Pede

Bernas.id - Dalam masa transisi, Eric Crow (36) yang merupakan seorang penggemar grup idol JKT-48 terus mempertahankan tradisi gerakan light stick. Bersama dengan KKK48, ia dengan gigih mengikuti kegiatan JKT-48 sebagai seorang penggem ...

DIY

Pengelolaan Trans Jogja Segera Diserahkan Penuh ke PT AMI

Bernas.id - Pemda DIY secara resmi akan menyerahkan pengelolaan Trans Jogja secara penuh kepada BUMD, PT Anindya Mitra Internasional (AMI) pada 2019 dari saat ini yang masih dikendalikan Dinas Perhubungan DIY. Kebijakan itu membuat PT AMI o ...

Ekonomi

Kemenperin Tingkatkan Kemampuan Tenaga Penyuluh Industri

Bernas.id-Kementrian perindustrian terus berupaya melakukan Peningkatan kompetensi sumber daya manusia pelaku IKM sebagai salah satu syarat pemberdayaan IKM dalam Revolusi industri 4.0. Pemberdayaan IKM selain dilakukan melalui pelatihan ...

Budaya

Seniman Muda Berbakat Tampilkan Karyanya di Pameran Imagined Generation

Bernas.id - Pameran seni "Imagined Generation" digelar mulai Sabtu (8/12/2018). Pameran ini melibatkan beberapa perupa muda berbakat seperti Devaldo Manulang, Dyah Retno Fitriani, Feros Alvansyah Ramsy Siregar, Hermawan Agustian K ...

DIY

Tembakan Pistol Warnai Penangkapan Pria Bersenjata di Jogja

Bernas.id Aparat kepolisian Satlantas melakukan penangkapan terhadap beberapa orang yang diketahui membawa senjata tajam di perempatan Jalan Jendral Sudirman Jogja, Jumat (7/12/2018) malam. Menurut beberapa saksi mata, dalam penangkapan ...

Budaya

Tampilkan Karya Seni di Lobi, Artotel Gelar Aksi Sosial untuk Konservasi Hutan

Bernas.id - Artotel kembali menghadirkan #ArtotelforHope, sebuah program sosial tahunan yang diselenggarakan di setiap properti Artotel Group dalam rangka menyambut Natal dan Tahun baru. Mengusung tema kepedulian terhadap upaya konservasi h ...

DIY

Komunitas Becak DIY Minta Digelontorkan Danais Rp 55 Miliar

Bernas.id -  Komunitas Becak DIY hadir ke DPRD DIY, Jumat (7/12/2018) siang, menghadiri diskusi antar DPRD, Pemda DIY dan wartawan. Sebuah prototipe becak hybrid bertenaga kayuh dan aki turut dibawa masuk ke ruang lobi kantor. ...

DIY

Polri: Kami Sudah Paham Kelompok Bersenjata di Nduga Papua

Bernas.id- Kadivhumas Polri, Brigjen Pol, Muhammmad Iqbal mengatakan kepolisian sudah menguasai keadaan di Nduga Papua setelah adanya insiden penembakan. "Kita sudah menguasai keadaan di Kabupaten Nduga, Papua. Kapolda dan Pangdam l ...

DIY

Dinamika Pembangunan Pesat, Polda DIY Naik Tipe A

Bernas.id- Upacara pengukuhan peningkatan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Tipe B menjadi Tipe A dilaksanakan di halaman Polda DIY, Jumat 7 Desember 2018. Sekira pukul 07.55 WIB, Kapolri datang dengan menggunakan kereta kencan ...

Pendidikan

Tahun 2019, Jokowi Fokus Pembangunan SDM

Bernas.id- Dalam acara Milad Satu Abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Kamis (6/12/2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan rencana program pembangunan di tahun 2019. Jokowi mengatakan pembangunan t ...

DIY

Jokowi: Infrastruktur untuk Kesatuan dan Persatuan Bangsa

Bernas.id- Sekira pukul 09.40 WIB, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta untuk menghadiri acara Milad Satu Abad  sekolah tersebut, Kamis (6/12/2018). Jokowi datang dida ...

DIY

BPBD Ingatkan Risiko Banjir di 46 Desa di DIY

Bernas.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan yang tinggal di 46 desa rawan banjir di wilayah DIY. Masyarakat diminta secara aktif melakukan pemantauan hingga kesiapan meng ...

DIY

Talud Code Longsor, Sejumlah Warga Mengungsi

Bernas.id - Sejumlah warga yang berada di RW 18 Kelurahan Prawirodirjan, Kota Yogyakarta, terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Ini karena tempat tinggal mereka rusak akibat talut di Sungai Code longsor, Rabu (5/12/2018). "T ...

Ekonomi

Tantangan dan Prospek Perekonomian DIY Tahun 2019 oleh Bank Indonesia

Bernas.id- Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Budi Hanoto mengatakan walaupun kinerja perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta dalam jalur yang benar, BI memandang bahwa perekonomian DIY masih menghadapi sejumlah tantan ...

Olahraga

Juara Liga 2, Tim PSS Tumbangkan Semen Padang

Bernas.id- PSS Sleman mantap menapakkan kaki di Liga 1 di tahun 2019 setelah PSS Sleman unggul skor 2-0 pada laga semifinal melawan Kalteng Putra, Rabu (28/11/18). Di laga final, PSS Sleman sukses menjebol gol dengan skor 2-0 tanpa balas ...

Ekonomi

Harga Beras Medium Mulai Merangkak

Bernas.id- Indrasari Wishnu Wardha, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan mengatakan di wilayah Yogyakarta harga-harga kebutuhan pokok stabil dan pasokan cukup aman. "Hanya ada beber ...

DIY

Kenduri Banyu Udan, Solusi Jogja Asat

Bernas.id- Harjuno Wiwoho SE, Lurah Sardonoharjo Ngaglik Sleman, Penasehat Komunitas Banyu Bening, menjelaskan bahwa Kenduri Banyu Udan 2018 yang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman sebagai kampanye air hujan untuk konsumsi. ...

Pendidikan

Alim Markus, Presdir Maspion Cerita Pernah Ditawari Posisi Menteri

Bernas.id- Alim Markus, Presiden Direktur Maspion Group mengatakan sebuah perusahaan maju dari nol. Ia menceritakan Ayahnya datang ke Indonesia pada umur 19 tahun dengan inovasi lampu teplok yang diperkenalkan tahun 1951. "Sebagai p ...

DIY

Ratusan Tunagrahita dari SLB se-DIY Pawai Di Malioboro

Bernas.id - Ratusan penyandang tunagrahita dari berbagai SLB di DIY menunjukan kreatifitasnya dalam ajang Gelar Seni Tunagrahita (Genta) di Taman Pintar, Selasa (4/12/2018). Sebelumnya,  para tunagrahita didampingi orang tua dan siswa ...

Pendidikan

GSM Membentuk Perilaku dan Karakter Anak Lebih Baik

Bernas.id- Ninik Suparwanti, Panitia Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), yang sehari-hari sebagai pengelola Paud Taman Bahagia di Ngaglik mengatakan GSM merupakan wujud keprihatinan untuk bagaimana membuat sekolah itu menyenangkan atau kita ...

DIY

Ketua Bawaslu DIY Ikut ke Polda DIY Laporkan Oknum Anggota DPRD

Bernas.id- Bagus Sarwono, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta ikut mendampingi Bawaslu Sleman untuk melaporkan salah satu anggota calon legislatif yang juga anggota DPRD asal Gunungkidul pendukung Capres No Urut ...

DIY

Hina Bawaslu, Timses Prabowo Anggota DPRD Gunungkidul Dilaporkan ke Polisi

Bernas.id- Sri Rahayu Werdiningsih, SH, Koordinator Penindakan Pendampingan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta mendampingi Bawaslu Sleman untuk melaporkan salah satu anggota calon legislatif yang juga anggota DPRD as ...

DIY

Baru Diluncurkan Tiga Hari, Kereta Joglosemarkerto Telan Korban Jiwa

Bernas.id - Seorang wanita, Ratna Kusni Agutiyah (51), tewas seketika setelah tertabrak kereta api Joglosemarkerto di wilayah Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, DIY. Peristiwa nahas itu terjadi Senin (3/12/2018) pagi ini. "Korba ...

Pariwisata

Musibah di Lava Bantal, Dispar Sleman Akan Lakukan Ini

Bernas.id- Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Sudarningsih mewakili insitusinya mengungkapkan rasa bela sungkawa dan prihatinnya atas musibah yang terjadi di objek wisata Lava Bantal kemarin sore, Minggu 2 Desember 2018. "Mera ...

DIY

Jelang Pilpres 2019, Ini Wejangan Buya Syafi'i Untuk Sandiaga Uno

YOGYAKARTA, Bernas.id – Sandiaga Uno, Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2, berkunjung ke Yogyakarta, Minggu (2/12/2018). Kunjungannya ini bertujuan untuk silaturahmi dan mohon restu dari Buya Syafi’i, mantan Ketua Pimpinan Pusat M ...

Kesehatan

Ubah Stigma Buruk ke Pengidap HIV/AIDS

Bernas.id- Bupati Sleman, Sri Purnomo mengharapkan stigma buruk di masyarakat kepada para penderita AIDS dapat terus dicegah. Ia meyakini virus HIV AIDS tidak akan menular jika hanya dengan komunikasi sosial. “Virus HIV AIDS dapat ...

Olahraga

Tingkatkan Perkembangan Wushu dengan Penataran Juri Wushu Tingkat Nasional

Bernas.id - Juri merupakan salah satu perangkat paling penting untuk sebuah kejuaraan atau lomba, dan aspek yang dapat mengeluarkan hasil serta menentukan siapakah yang menjadi pemenang dan juara.  Mengingat hal itu, Pengurus B ...

Ekonomi

Bupati Sleman Gunting Pita Soft Opening Sleman City Hall

Bernas.id- Ribuan masyarakat Yogyakarta, khususnya warga Sleman sangat antusias untuk menghadiri soft opening Sleman City Hall. Sleman City Hall memiliki ballroom terbesar di Yogyakarta karena mampu menampung 3000 orang dengan kualitas audi ...

Budaya

83 Tahun Sonobudoyo Ditampilkan Lewat Pameran Temporer

Bernas.id - Pameran Temporer Museum Sonobudoyo 2018 bertajuk, “Sonobudoyo: Sejarah dan Identitas Keistimewaan” digelar sejak 30 November hingga 9 Desember 2018. Pameran dibuka Jumat, 30 November 2018 malam oleh GKR Hayu selaku p ...

Ekonomi

Alat Transplanter Terbukti Naikan Produksi Padi Petani Sleman

Bernas.id- Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan akan tetap optimis produksi beras di Sleman tetap surplus meski musim tanamnya turun. "Karena musim tanam mundur, tentu masa panen mu ...

Pendidikan

Ujian Akhir SMKN 3 Yogyakarta Berbasis Android

JOGJA, BERNAS.ID - SMK Negeri 3 Yogyakarta menggelar kegiatan rutin Penilaian Akhir Semester (PAS) di sekolah setempat, mulai Selasa (27/11/2018) hingga 7 Desember 2018. Khusus tahun ini, pelaksanaan tidak hanya berbasis komputer tapi juga ...

Pendidikan

Chairul Tanjung: Tidak Mau Berubah Akan Dimakan Zaman

Bernas.id- Chairul Tanjung, Chairman CT Corp mengatakan era disrupsi sudah masuk menghantui kita, baik di dunia usaha dan non usaha, misalnya pemerintah. Namun, era disrupsi memiliki tantangan dan peluang tersendiri pada kita. "Tela ...

DIY

KA Joglosemarkerto Diluncurkan Besok, Ada Diskon 10 Persen

Bernas.id - Guna melayani masyarakat Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan kereta api relasi Yogyakarta – Solo – Semarang – Purwokerto dengan tarif yang kompetitif yang dinamakan KA J ...

DIY

PP Muhammadiyah Klarifikasi Soal Dugaan Penyelewengan Dana Kemah Pemuda Islam

Bernas.id- Kuasa Hukum Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Rahardjo mengklarifikasi soal dana acara Kemah Pemuda Islam yang diadakan di area Candi Prambanan, Yogyakarta, pada Desember tahun 2017 lalu. Setelah mempelajari dokumen ...

Ekonomi

Teknologi Sibudidikucir Tingkatkan Produksi Ikan Nila

Bernas.id- Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan kelebihan dari teknologi Sibudidikucir (Sistem Budidaya Ikan Nila dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air) yang diterapkan di Dusun Karang, Sind ...

Ekonomi

Sleman Luncurkan Kampung Nila dengan Teknologi Kincir Air

Bernas.id- Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman meluncurkan Kampung Nila di Dusun Bokesan dan teknologi (Sibudidikucir) Sistem Budidaya Ikan Nila dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air di Dusun Karang di wilayah Kelurahan S ...

DIY

Prabowo: Indonesia di Persimpangan Jalan

Bernas.id - Calon presiden  Prabowo Subianto menilai, saat ini Indonesia dalam dua pilihan besar. Tetap memiliki pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat atau memilih pemerintah yang akan menjaga kekayaan alamnya untuk rakyat. ...

DIY

Produksi Kompos, Brama Muda Raih Apresiasi Kementerian PUPR

Bernas.id- Dalam rangka perayaan hari Habitat Dunia tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 5 komunitas peduli sampah terbaik dengan memberikan masing-masing berupa 1 un ...

DIY

PWI Kotim Studi Banding ke Yogyakarta

Bernas.id - Liputan inspiratif bernafaskan ideologi Pancasila yang membawa nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, gotong-royong harus benar-benar diterapkan oleh para wartawan. Disamping itu, ke ...

DIY

Prabowo Kunjungi Kediaman Syukri Fadholi di Jogja

Bernas.id - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengunjungi Kampung Suronatan, Kota Yogyakarta. Dalam kunjungannya itu, Prabowo melakukan pertemuan tertutup di rumah tokoh PPP Khittoh DIY, Syukri Fadholi. Nampak sang mantan iste ...

Pendidikan

Menristekdikti Resmikan Laboratorium Teknologi Terhubung Pertama di Indonesia

Bernas.id- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhamad Nasir meresmikan laboratorium terhubung pertama di Indonesia yang bisa menghubungkan tiga laboratorium di tiga kampus via teknologi awan (clouds) di Fakultas ...

DIY

Capres Prabowo: Elit Kita Rai Gedek

Bernas.id- Capres no urut 2, Prabowo Subianto menyapa keluarga besar Muhammadiyah Sleman dalam kegiatan silahturahmi, Rabu 28 November 2018, Prima SR, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam orasinya, Prabowo mengatakan kegembiraan ber ...