Kekayaan Alam Indonesia: Sebuah Anugerah atau Bencana?


11 Agustus 2018

Peluncuran Buku "Geologi untuk Negeri" dan Reuni 35 Tahun Geologi 1983

Bernas.id - Kekayaan alam, sebuah anugerah atau bencana? Ketika kita mendapatkan amanah sumberdaya alam atau sumberdaya geologi di negeri kita tercinta Indonesia yang sedemikian kaya, pertanyaan besar mendasar yang harus selalu kita ingat dan jawab, apakah ini sebuah anugerah atau bencana, is it a blessing or curse?

Dalam realita yang kita lihat saat ini banyak contoh negara-negara di dunia dengan kekayaan alam yg melimpah, membawa negara-negara ini mencapai kemakmuran dan kemajuan. Namun disisi lain juga banyak kasus sedih, contoh-contoh kekayaaan alam yang justru membawa negara-negara itu dalam kehancuran atau kemunduran. Perang yang tanpa henti, kerusuhan yang berkelanjutan dan distribusi manfaat kekayaan alam terbatas pada segelintir pihak. Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah kekayaan alam ini akan membawa Indonesia kearah kemajuan atau justru sebaliknya, kekayaan alam ini sebagai sebuah anugerah atau justru suatu kutukan.

Seperti telah dicontohkan oleh beberapa bangsa dunia di mana keberadaan/kepemilikan sumber daya alam yang berlimpah berpeluang menjadikan bangsa tersebut mampu bertransformasi dari katakanlah bangsa yang tergantung terhadap hasil produk bahan-bahan mentah dari sumberdaya alam seperti bahan tambang, minyak dan hutan (primary industry-based economy), menjadi bangsa yang mampu mengembangkan industry manufaktur, memproduksi bahan olahan atau produk turunannya menjadi produk industry dengan nilai tambah tinggi (manufacturing-based economy). Bahkan bangsa-bangsa lain terus bertransformasi lebih jauh menjadi bangsa yang roda perekonomiannya bertumpu pada pengelolaan industry jasa (services industry-based economy), utamanya (financial services industry-based economy).

Baca Geologi Angkatan 83 UGM Kritisi Sistem Tender Dunia Pertambangan Negeri yang Takuti Investor

Pada tataran yang lebih strategis, sumberdaya alam harus dapat diperankan sebagai sarana mencapai tujuan pembangunan nasional yaitu menjadi bangsa yang berdaulat dan memiliki kemandirian ekonomi. (lihat konsep Trisakti nya Jokowi/ Bung Karno atau MP3EI nya SBY). Dalam konstelasi bangsa-bangsa internasional, bangsa yang berdaulat dan berkemandirian ekonomi ini dicerminkan sebagai bangsa yang memiliki kedaulatan dan ketahanan sumberdaya alam (energi, mineral, dan sumberdaya alam hayati).

Negara-negara berkapita tinggi seperti Inggris, Kanada, Amerika Serikat bisa menjadi contoh negara-negara yang telah berhasil bertransformasi dari negara dengan ekonomi berbasis primary industry pada awalnya dan jejak-jejak industri ini walaupun kecil atau lemah masih tetap bisa kita lihat, terutama Amerika Serikat dan Kanada. Sedangkan Inggris sekarang telah berkembang jauh menjadi penyedia jasa keuangan dunia (financial services industry-based economy) selain manufacturing. 

Australia menyusul negara-negara ini di mana sedang terjadi transisi transformasi kearah negara dengan pengembangan manufacture industry dan jejak-jejak primary industry masih sangat jelas kita lihat. GDP (gross domestic products) dan revenue Australia dari pertambangan masih sangat besar dan ekonomi Australia masih sangat tergantung pada primary industry utamanya pertambangan. Sedangkan Chile bisa menjadi contoh negara yang baru mulai proses transformasi ini, jejak industri pertambangan masih sangat kuat.

Disisi lain tidak sedikit juga bangsa-bangsa yang karena sumberdaya alam yang melimpah justru membawa mereka ke jurang permasalahan, peperangan, konflik dan sengketa berkepanjangan seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah dan beberapa negara kepulauan di South West Pacific. Sumberdaya alam menjadi sumber peperangan, keributan, perebutan ekonomi bahkan penjarahan, baik secara legal mapun ilegal. Kekayaan alam menjadi sumber permasalahan dan korupsi oleh para pengelola negara dan segelintir pihak. Limpahan kekayaan alam di negara kita tidak terlepas dari kemungkinan atau potensi terseretnya bangsa ini ke dalam masalah yang dicontohkan secara ekstrim di atas jika dalam merumuskan tata kelola dan pengelolaannya dilakukan secara serampangan dan tidak terencana dengan baik.
 
Wajah Lesu Investasi Sumber Daya Alam

Karena kekayaan sumberdaya alam atau sumberdaya geologi, Indonesia bagaikan gadis molek yang sangat menarik para pelamar kaya raya. Namun wajah cantik Indonesia saat ini terlihat suram dan lesu, para pelamar merasa bimbang dan takut untuk mendekat. Investasi pengelolaan sumberdaya alam sangat lesu tak berdaya kalau tidak dikatan terhenti. Sederet tolok ukur bisa kita lihat melemahnya investasi dibidang industry sumberdaya alam, baik minerba, migas dan panas bumi. Jumlah sumberdaya (mineral endowment) dan potensi emas, perak, tembaga, timah, logal dasar, bauksit, dan batubara menempatkan Indonesia berada pada papan atas dunia. 

Demikian pula di sektor migas, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen yang 40 di antaranya mengandung hidrokarbon >10MMboe. Juga potensi panas bumi yang sedemikian melimpah sepanjang pulau Sumatera dari barat ke Jawa, Sulawesi dan menerus kearah timur dengan 331 lokasi geotermal yang memiliki sumberdaya ~30GW. Sejumlah lembaga survey Internasional menempatkan potensi sumberdaya alam Indonesia pada deretan paling atas atau salah satu yang terbaik sebagai tujuan eksplorasi dan investasi. Fraser Insitute Kanada tahun 2017 menempatkan Indonesia paling unggul dalam potensi sumberdaya alam (mineral potential index atau prospectivity index). Artinya secara geologi atau potensi kekayaan alam, Indonesia yang paling potensial, Indonesia paling kaya akan sumber daya alam, Indonesia menjadi tujuan investasi eksplorasi dan pertambangan terbaik, Indonesia menjadi primadona investasi dunia, Indonesia akan memberikan harapan keberhasilan eksplorasi sumber daya alam yang paling tinggi.

Kenyataannya yang kita saksikan saat ini justru sebaliknya. Investasi eksplorasi dan pertambangan minerba, migas dan panas bumi Indonesia saat ini sangat lesu kalau tidak dikatakan berhenti. Sebagai contoh di sektor pertambangan, dalam survey aspek kerangka regulasi (policy potential index), Indonesia menempati posisi papan paling bawah (4th Quartile). Kerangka regulasi justru menghambat investasi yang terjadi selama kurun waktu 10 atau 15 tahun terakhir ini. Para investor mempunyai perspektif negatif terhadap apa yang terjadi kurun waktu ini sejak UU Pertambangan Minerba yang baru keluar. Perspektif negatif menggambarkan apa yang terjadi di industry minerba. Di sektor migas, regulasi baru bermunculan di antaranya perubahan dari system PSC ke system “gross split” menyebabkan para investor berpaling atau setidaknya menghentikan langkah investasinya.

Demikian juga di sektor panas bumi menyebabkan daya tarik investasi di Indonesia yang turun drastis utamanya selama 10 tahun terakhir ini. Perspektif negatif Internasional telah berlangsung lama tertangkap oleh lembaga-lembaga survey internasional seperti Fraser Institute Kanada. Survey ini secara konsisten menempatkan Indonesia pada golongan kuartil terbawah (4th quartile) untuk indek potensi kebijakan (Policy Potential Index) yang mencakup kerangka regulasi (regulatory framework). Lebih jauh rendahnya Policy Potential Index ini utamanya terkait dengan tumpang tindih aturan (regulatory duplication), pelaksanaan atau administrasi regulasi (administration of regulation) dan sengketa atas hak tanah (disputed land claims). Saat ini permasalahan regulasi dan perijinan yang dirasa sangat menghambat adalah ijin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang sangat susah untuk mendapatkannya (bisa lebih dari 3 tahun). Di sektor pertambangan masa eksplorasi 8 tahun yang diberikan oleh Pemerintah untuk perusahaan pemegang IUP bisa habis karena pengurusan IPPKH ini, sehingga kegiatan eksplorasi tidak bisa dilaksanakan dan dana ekplorasi tidak bisa dikeluarkan. Inilah suatu contoh klasik dalam administrasi atau pelaksanaan regulasi yang sarat dengan korupsi dan kolusi.

Realita data menunjukan produksi komoditi-komoditi tambang dan migas yang terus turun, kontribusi GDP (gross domestic products) juga terus menurun, investasi eksplorasi dan eksploitasi juga menurun, penemuan-penemuan baru semakin jarang dan pembukaan proyek-proyek baru tambang yang semakin kecil. Demikian juga yang terjadi di industry migas dan panas bumi. Berhentinya kegiatan-kegiatan eksplorasi dan produksi ini juga mempunya efek domino panjang, berakibat berhentinya investasi, menambahnya pengangguran, menurunnya penerimaan negara dan berhentinya konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia unggul. Investasi di industri pertambangan secara total melalui KK yang berlanjut dengan sistem IUP menurun drastis dari tahun 1999 sebesar US$1,152 juta menjadi US$324 juta pada tahun 2004, kemudian menurun lagi menjadi kurang dari US$30 juta pada 2013. Ini adalah suatu ironi, dengan potensi bahan tambang kelas dunia, investasi cuma kurang dari 1% dari investasi global (US$15 sampai 33 milyar dollar). Demikian juga kalau dibandingkan terhadap produksi di sekitar 4% (116 ton emas tahun 2014) terhadap produksi global emas, 2% (379,000 tone tembaga 2014) terhadap produksi global tembaga. Tren budget eksplorasi global terus naik mencapai puncaknya di tahun 2012 ($33 milyar dollar US) namun kemudian turun tajam sebanyak 69% selama 4 tahun berikutnya menjadi 10.2 milayar dolar Amerika. Gambaran yang berbeda terjadi di Indonesia budget exploration terus mengalami penurunan sejak tahun 1985 sampai dengan 2016. Budget eksplorasi mengalami penurunan dari US$497 juta di tahun 2012 menjadi $113 juta atau turun 77%. Indonesia Cuma mendapatkan 2 % atau $113 juta dollar dari budget global eksplorasi mineral dan batubara dunia di tahun 2015 sebesar $5.2 milyar dollar dan ini terus menurun sampai 1.1%.

Peran Sumber Daya Alam

Peran sumberdaya alam (migas, minerba dan panas bumi) atau industri-industri primer harus diletakan dalam kerangka pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dan sosial. Peran industri migas, minerba dan panas bumi adalah sebagai mesin-mesin pendorong (supporting engines) untuk pembangunan nasional, memberikan tenaga pendorong untuk pembangunan nasional (sustainable development) dalam mencapai tujuan negara yang tertera dalam mukadimah UUD 1945, mensejahterakan seluruh tumpah darah Indonesia. Semua ini bisa diwujudkan kalau dengan mesin-mesin pendorong ini Indonesia bisa berhasil bertansformasi dari negera berkembang menjadi negara maju, suatu proses transformasi negara dari primary industry-based economy menjadi manufacture-based economy bahkan terus berkembang menjadi services industry-based economy utamanya financial services industry-based economy seperti negara negara maju di dunia.

Peran industry primer didalam pembangunan nasional berkelanjutan menitik beratkan pembangunan sumber daya manusia, memastikan berlangsungnya terjadinya konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia. Pengembangan kompetensi dan daya saing sumberdaya manusia agar mempunyai kompetensi unggul, bisa berkompetisi global, agar bisa menciptakan dan memberikan nilai-nilai tambah di dalam berkarya dalam era global ini. Menciptakan manusia-manusia terampil, berkompetensi tinggi dan unggul dibidangnya mampu berkompetisi global, menciptakan lapangan kerja, melakukan kegiatan bernilai tambah tinggi dan mendatangkan pendapatan negara.

Saat ini eksekutif-eksekutif, manager-menager dan professional-profesional di perusahaan internasional di dominasi oleh sumberdaya manusia unggul dari negara-negara maju. Kita ingin melihat sederet jabatan-jabatan managerial perusahaan multi nasional di luar seperti para CEO, para direktur, vice president, general manager, manager, diisi oleh putra-putra terbaik bangsa sebagai hasil pengembangan sumberdaya manusia Indonesia. Kita juga ingin melihat profesi-profesi pertambangan, migas dan ilmu kebumian lainnya bahkan pekerja-pekerja tambang dan migas berkarya di perusahaan multi nasional, menjadi pemain-pemain dan professional global di luar negeri. 

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini kita juga melihat professional-profesional Indonesia hasil pengembangan industri pertambangan dan migas bisa berkiprah dan berkarya di manca negara. Profesional-profesional Indonesia yang ini perlu terus dikembangkan dan menjadi agen perubahan. Hal ini baru mungkin kalau industry pertambangan dan migas dikelola dengan baik, investasi industry minerba dan migas ini berkembang kembali dan konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia unggul Indonesia terjadi.
 
Kebijakan Nasional Sumber Daya Alam

Tata kelola sumberdaya alam merupakan suatu hal yang sangat penting dan strategis di dalam kerangka mendukung pembangunan nasional berkelanjutan. Secara fundamental, kerangka regulasi (regulatory framework) dimulai dengan dokumen kebijakan nasional sumberdaya alam (natural resources policy) yang disusun sesuai amanat UUD 1945 dan Pancasila dalam wadah NKRI. Amanat Undang Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat (3), semua sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan mengacu pada Bab I UUD 1945 Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa kedaulatan (kekuasaan tertinggi) berada di tangan rakyat, serta konsep yang menyatakan Negara (atau Pemerintah) sebagai pelaksana kedaulatan tersebut, maka hak kepemilikan atas sumberdaya alam dipegang oleh seluruh rakyat Indonesia sementara hak penguasaan dipegang oleh negara. Dokumen kebijakan nasional mineral (mineral policy atau natural resources policy) sebagai dasar awal pijakan pembangunan kerangka regulasi pertambangan, perundang-undangan dan peraturan-peraturan turunannya. Dokumen kebijakan nasional energi juga menjadi dasar awal pijakan pembangunan kerangka regulasi energi dan migas, perundang-undangan dan peraturan-peraturan turunannya.

Dalam menjalankan kewenangan tersebut, Pemerintah dapat mendelegasikan fungsi keputusan, pengelolaan, dan pengawasan kepada badan atau pejabat pemerintahan yang lebih rendah. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya minerba harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, berkeadilan, dan berkelanjutan. Sumber daya mineral dan batubara diletakan dalam kerangka pembangunan nasional yang berkelanjutan memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya sebagai mesin pendorong transformasi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju, dari primary industry-based economy menjadi manufacturing industry-based economy dan financial services industry-based economy. Selanjutnya ekonomi nasional tidak tergantung lagi pada eksploitasi sumberdaya alam atau industry primer lainnya, tetapi lebih pada industry maju sarat akan teknologi yang menciptakan nilai tambah yang besar dan juga jasa-jasa terutama jasa keuangan/financial services.

Sebagai kekayaan alam tak terbarukan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai peranan penting dalam mensejahterakan bangsa, pengelolaannya mutlak harus dikuasai oleh Negara untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dan berwasasan lingkungan dan sosial. Karenanya sumberdaya alam yang terdapat di Indonesia bersifat vital dan strategis bagi bangsa Indonesia, sangat penting untuk dikelola dengan optimal dan bijaksana melalui penyusunan kebijakan nasional sumberdaya alam. Pengelolaan yang buruk atau salah kelola terhadap amanah ini akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah pelik baik itu lingkungan, perekonomian, sosial dan keamanan. Dalam hal ini kekayaan alam justru bisa menjadi “bencana” bagi bangsa ini.
Kebijakan nasional mitigasi bencana alam.

Bagaikan sebuah keping uang bermata dua, sumberdaya alam atau sumberdaya geologi disatu sisi mempunyai sisi lain berupa bencana alam atau bencana geologi. Disiplin ilmu geologi berkembang menjadi cabang-cabang ilmu lainnya menyangkut tidak hanya ilmu-ilmu eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam atau sumberdaya geologi (minerba, migas dan panas bumi), namun juga mencakup ilmu geologi lingkungan, pengelolaan air (air tanah dan air permukaan), mitigasi bencana alam, dan juga geologi untuk pekerjaan keteknikan.

Bagaimanakah 260 juta jiwa yang  berada di negeri cincin api dengan 127 gunung api aktif, dan rata-rata terjadi 6000 kali event gempa bumi tektonik tiap tahunnya, dapat hidup selamat dan harmonis dengan alam? Bagaimanakah 260 juta jiwa yang tinggal di 17 ribu pulau ini dapat terselamatkan dari bahaya tsunami? Dan bagaimanakah 260 juta jiwa tersebut dapat selamat dari dampak perubahan iklim global yang mengakibatkan banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor? Juga bagaimanakah warga Indonesia tersebut dapat mengelola dan mencukupi kebutuhan airnya di antara 421 Cekungan Air Tanah (CAT) yang ada?

Dengan ilmu geologi para ahli geologi lingkungan dan ahli geohazard berjuang keras untuk melindungi dan menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia dari ancaman berbagai bahaya gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor. Data menunjukan bahwa tren bencana geologi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir seperti banjir, tanah longsor, gempabumi, tsunami dan letusan gunung api terus meningkat dari tahun ke tahun. Langkah yang paling mendesak dilakukan pada saat ini adalah perlunya mitigasi yang tersistem, baik secara teknologi ataupun sosial.

Secara lebih sistematik, terukur dan berkelanjutan semua rencana ini perlu dituangkan dalam dokumen kebijakan nasional mitigasi bencana alam. Sederet inovasi perlu dilakukan oleh ahli geologi sebagai upaya pengurangan risiko dan mitigasi bencana seperti menganalisis dan memetakan bahaya dan risiko bencana geologi, mengomunikasikan risiko bencana geologi kepada masyarakat dan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab dalam manajemen risiko bencana, melakukan edukasi publik agar lebih waspada dalam mencegah ataupun melakukan mitigasi risiko bencana, melakukan berbagai riset untuk mengembangkan prediksi dan inovasi teknologi mitigasi bencana dan melakukan evaluasi pengembangan dan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana. Dengan ilmu geologi, Indonesia saat ini telah berhasil menghasilkan produk rekayasa teknologi yang menjadi rujukan dunia dan ditetapkan sebagai ISO 22327 (community-based landslide early warning system), sebuah standar dunia yang ditetapkan berdasarkan karya ahli geologi dan geoteknik bangsa Indonesia. Inovasi baru dan terobosan perlu terus dilakukan untuk pengurangan risiko multi bencana dengan basis teknologi dan pemberdayaan masyarakat, dengan memakai ilmu geologi yang terintegrasi dengan berbagai disiplin keilmuan lainnya. Semua ini untuk mewujudkan perlindungan terhadap seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia dan umat manusia di bumi ini.

Akhirnya, kami dari tim penulis berharap semoga buku “Geologi untuk Negeri, Solusi Kebijakan Ekstraksi, Mitigasi, dan Konservasi Sumberdaya Geologi” ini bisa menjadi masukan alternatif buat pemerintahan agar sumberdaya alam bisa dikelola dengan baik untuk mensejahterakan bangsa Indonesia, meletakkan peran eksploitasi sumber daya alam sebagai mesin penggerak pembangunan nasional berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dan sosial, transformasi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju. Di sisi lain, masukan-masukan dalam mitigasi bencana alam di dalam buku ini dimaksud sebagai ikhtiar untuk terus melindungi dan menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia dari ancaman berbagai bahaya gempabumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor. Buku "Geologi untuk Negeri" sederhana ini murni mutiara-mutiara dari alumni Geologi UGM khususnya Angkatan tahun 1983 yang telah 30 tahun ini berkarya di bidang migas, minerba, panas bumi, energy terbarukan dan geologi lingkungan.(*/Jat)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Duplikat Kunci Laci Kasir, Dua Karyawan Curi Uang

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit Reskrim Polsek Bulaksumur berhasil mengungkap kasus tindak pencurian di Warung Ketoprak Bang Rudi, Jl Kolombo No.3 Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin 11 Februari 2019 sekira jam 08.00 WIB. Total kerugia ...

DIY

Kondisi Pers di Era Reformasi Memprihatinkan

JOGJA, BERNAS.ID - Pada era reformasi kondisi pers Indonesia sangat memprihatinkan. Pers tidak lagi sebagai pilar demokrasi yang menjunjung tnggi idealisme tapi justru bergeser menjadi pers kapitalis dan liberalis. "Pers di era refo ...

Budaya

Penyusunan Perda Bahasa Jawa Dianggap Penting untuk Persatuan Bangsa

YOGYA, BERNAS.ID - Pembangun budaya nasional dilakukan dengan mengambil budaya daerah. Sayang sekarang budaya daerah termasuk Bahasa Jawa semakin dilupakan. Karena itu, adanya Perda Bahasa Jawa perlu ada di Yogyakarta.  Hal tersebut ...

DIY

Mahfud MD: Patriotisme Berarti Mau Mengorbankan Kemesraan Dengan Pacar

YOGYA, BERNAS.ID - Setiap warga negara harus memiliki patriotisme. Sebab NKRI hanya bisa bertahan kalau warga negaranya patriotik dan nasionalis. Hal tersebut disampaikan mantan Ketua MK Mahfud MD dalam Dialog Kebangsaan V yang dilaksana ...

DIY

Generasi Milenial Menentukan Kualitas Pemilu

JOGJA, BERNAS.ID --Kualitas Pemilu 2019 harus lebih baik dari pemilu-pemilu sebelumnya. Dan salah satu tolak ukur keberhasilan pemilu adalah bila menghasilkan figur pemimpin yang berkualitas yakni cerdas, jujur, berani dan bertanggungjawab. ...

DIY

Dua Pencuri Motor di Bawah Umur Diringkus Polisi

SLEMAN,BERNAS.ID- Unit Reskrim Polsek Pakem meringkus dua pelaku pencurian di bawah umur, AA (16), warga Sidorejo Hargobinangun Pakem, Sleman yang berprofesi sebagai buruh dan YC (16) warga Ponggol Hargobinangun Pakem, Sleman yang masih ber ...

DIY

KI Berharap Raperda Keterbukaan Informasi Publik DIY Bisa Segera Disahkan

YOGYA, BERNAS.ID - Komisi Informasi RI menyambut baik adanya Raperda Keterbukaan Informasi Publik yang digagas DPRD DIY. Komisi Informasi berharap Raperda bisa sesegera mungkin disahkan. Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Gede Narayana be ...

Pendidikan

Semangat Literasi Bisa Dimulai dari Mewarnai dan Mendongeng

SLEMAN, BERNAS.ID- Ratusan anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Sleman begitu antusias mengikuti lomba mewarnai dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sleman. Jari tangan-tangan mungil mereka begitu terampil menggerakk ...

DIY

Jembatan Gantung Kalijogo Berbah Mulai Dievakuasi

SLEMAN, BERNAS.ID- Jembatan gantung Kalijogo yang terpuntir derasnya arus sungai karena hujan lebat pada Rabu malam (30/1) di Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, mulai dievakuasi. Sekitar 15 petugas diterjunkan untuk proses evakuasi ba ...

DIY

Ladang Ganja 1,5 Hektare Ditemukan, Penanamnya Terancam Hukuman Seumur Hidup

YOGYA, BERNAS.ID - Seorang pria berinisial EY (42) asal Purwakarta Jawa Barat terancam hukuman seumur hidup karena tertangkap basah tengah menanam tanaman ganja yang masuk dalam kategori zat terlarang. Pria yang mengaku sebagai petani ini k ...

DIY

Paguyuban Dukuh Sleman Desak Realisasi Janji Jokowi

SLEMAN, BERNAS.ID- Ratusan anggota Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas mendatangi DPRD Kabupaten Sleman untuk mendesak agar segera merealisasikan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.43 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) No 47 tahun 2015. ...

Wacana

Memaknai Konsep Dasar Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN atau kewiraswastaan merupakan ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidupnya. Kewiraswastaan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena berisi body of knowledge yang ut ...

DIY

Operasional April, NYIA Gandeng DAMRI untuk Akses

SLEMAN, BERNAS.ID- Kurang lebih enam penerbangan internasional dari Bandara Internasional Adisutjipto dari Maskapai Air Asia dan Silk Air segera dipindahkan operasionalnya pada minggu pertama bulan April di New Yogyakarta Internasional Airp ...

Budaya

Naga PBTY Semangat Menari di Bawah Guyuran Hujan

YOGYA, BERNAS.ID -Hujan deras mengguyur Alun-Alun Utara saat penyelenggaraan Malioboro Imlek Carnival yang merupakan rangkaian acara dari Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY), Sabtu (16/2/2019). Namun sebanyak 31 kontingen tetap berseman ...

Budaya

Fashion on the Street Digelar di Jalanan Prawirotaman

YOGYA, BERNAS.ID - Rangkaian acara event Jogja Heboh masih terus bergulir dan semakin semarak. Prawirotaman Festival menggelar Fashion on the Street di Jalan Prawirotaman yang menampilkan karya desainer muda dari Jogja. Prawirotaman Fest ...

Budaya

Dua Vokalis Dewa 19 Beraksi Sepanggung di Jogja Demi Anak Penderita Kanker

YOGYA, BERNAS.ID - Dua eks vokalis Dewa 19 yakni Ari Lasso dan Elfonda Mekel (Once) tampil memikat dalam Intimate Concert Valentine Edition, Jumat (15/2/2019) malam di Hotel Tentrem Yogyakarta. Ini adalah konser yang digelar Yayasan Pita da ...

DIY

Pulang Mencari Rumput, Temukan Mayat di Bulak Sembung Gamping

SLEMAN, BERNAS.ID- Jumat siang (15/2) sekira pukul 10.30 WIB, di bulak sawah Sembung, Balecatur, Gamping, Sleman, ditemukan mayat dengan memakai celana pendek warna hitam dan kaos warna putih dalam posisi terlentang membujur ke arah utara. ...

DIY

KH Said Agil Ucap Kualat ke Dua Tokoh Ini

SLEMAN, BERNAS.ID- Dalam sebuah video viral, Ahmad Dhani berbicara soal potensi munculnya Nasakom baru di Indonesia. Diketahui bersama, Nasakom adalah ajaran dari Presiden Indonesia pertama, Bung Karno yang merupakan gabungan dari tiga alir ...

DIY

Mantan Karyawan Gondol 19 HP Baru di Konter HP Majikan

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit reskrim Polsek Depok Barat berhasil meringkus pelaku pencurian 19 handphone baru di konter HP yang ada di ruko depan Kampus UIN Yogyakarta hari Kamis pagi, tanggal 24 Januari 2019 sekira pukul 10.00 WIB. Tersangka be ...

Ekonomi

Pendukung Jokowi Diminta Hentikan Boikot Bukalapak

JAKARTA, BERNAS.ID - Masyarakat Indonesia dan para pendukung Jokowi diminta untuk menghentikan ajakan boikot platform Bukalapak. Sebab kematian Bukalapak akibat serangan politik dalam negeri yang trengginas bisa saja tidak menghasilkan apa- ...

Pariwisata

Menpar: Narasi Imajinatif Diperlukan Borobudur

SLEMAN, BERNAS.ID- Narasi imajinatif untuk Candi Borobudur sangat diperlukan untuk menambah kunjungan karena hanya akademisi dan arkeologis yang tertarik. Narasi imajinatif ini ternyata sukses dilakukan untuk menarik pengunjung seperti yang ...

Pariwisata

Legenda Dibutuhkan Untuk Mempopulerkan Borobudur

SLEMAN, BERNAS.ID - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui, Candi Borobudur masih kalah populer dibandingkan Angkot Wat di Kamboja. Salah satu yang membuat Angkor Wat lebih populer menurutnya adalah adanya legenda Angkor Wat sebagai " ...

Budaya

Para Ojol Dibekali Sejarah Berdirinya Kota Yogyakarta

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID- Berpijak dari sejarah berdirinya,  Yogyakarta merupakan satu-satunya kota istimewa yang ada di Indonesia. Sejarah yang sangat panjang mengiringi Kota Pelajar hingga saat ini. Untuk itu, dalam kegiatan Pamo ...

DIY

Jelang Pemilu, Wabup Himbau Pemuda Jaga Situasi Tetap Kondusif

SLEMAN, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan pembinaan tokoh-tokoh pemuda Islam, Rabu (13/2/19) bertempat di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman. Pembinaan ini dalam ran ...

DIY

Bupati Bantul Membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Piyungan

BANTUL, BERNAS.ID - Bupati Bantul Drs. H. Suharsono membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2020 Tingkat Kecamatan Piyungan di Aula kecamatan setempat, Kamis (14/2/2019). Kegiatan ini bertemakan "Meningkatkan ...

DIY

Wawali Kota Yogyakarta Minta Tiap Kampung Budidaya Lele Cendol

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, terus menggencarkan gerakan budidaya lele dengan buis beton sebagai media kolam atau sering disebut dengan budidaya lele cendol pada setiap kelurahan di Kota Yogyakarta ...

Ekonomi

Bidik Wisatawan Domestik, 120 Buyer Serbu Yogyakarta

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam upaya menyiasati low season, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata menggelar table top Jogjavaganza, Kamis (14/2/2019) di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Sebanyak 120 buyer travel agen yang ber ...

Budaya

Sarkem Fest, Upaya Ubah Image Kawasan Pasar Kembang

YOGYA, BERNAS.ID - Pasar Kembang, atau yang akrab di telinga dengan sebutan Sarkem, terkenal sebagai tempat prostitusi. Letaknya di salah satu gang kecil di Jl Pasar Kembang, masuk wilayah kecamatan Gedong Tengen, Jogja. Namun kini masya ...

DIY

Rekonstruksi Kasus Pelemparan Batu Diprotes Ibu Tersangka

SLEMAN, BERNAS.ID - Kepolisian Resor (Polres) Sleman merekonstruksi peristiwa pelemparan batu yang menewaskan salah seorang suporter bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri asal Klaten setelah menonton laga PSS Sleman melawan Persis Solo, di se ...

DIY

KAI Tanggapi Keluhan Penumpang KA Prameks di Medsos

YOGYA, BERNAS.ID - Belum lama ini, seorang pengguna KA Lokal Prameks mengeluhkan pelayanan terkait tiket kereta yang ia pesan lewat aplikasi tiket online. Keluhan itu kemudian ia unggah melalui sosial media Facebook dengan nama akun Citty S ...

DIY

Partisipasi Warga Ceme Terhadap Kebersihan Lingkungan Mengesankan

BANTUL, BERNAS.ID --Partisipasi masyarakat Dusun Ceme, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, dalam kebersihan lingkungan, khususnya sampah, sangat mengesankan. Mereka sangat memahami dan menyadari bahwa sampah memiliki nilai j ...

Ekonomi

Kini Pedagang Pasar Demangan Bisa Bayar Retribusi dengan Kartu

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam rangka mengimplementasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Pemkot Yogyakarta bekerjasama dengan Bank BTN meluncurkan retribusi non tunai atau e-retribusi di Pasar Demangan, Rabu (13/2/2019). Tak hanya a ...

Budaya

Pekan Budaya Tionghoa Membangun Semangat Ke-lndonesiaan

KOTAYOGYAKARTA, BERNAS.ID-Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-14 Tahun 2019 telah dibuka, dimulai dari tanggal 13 Februari sampai 19 Februari 2019. PBTY menandai betapa kayanya keragaman suku-suku bangsa yang hidup di taman sarinya l ...

Budaya

PBTY 2019 Dibuka, Sajikan Ratusan Kuliner dan Festival Budaya

YOGYA, BERNAS.ID - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang ke-14 kembali digelar mulai Rabu (13/2/2019) malam. Berpusat di Kampung Ketandan Malioboro Kota Yogyakarta, hajatan dalam rangka menyemarakkan tahun baru Imlek 2570 ini akan be ...

DIY

Memanfaatkan Anggaran dalam Musrenbang Kecamatan Umbulharjo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Renja RKPD) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019 dilaksanakan di Aula Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, ...

DIY

Welcome Dinner Jogjavaganza #2

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bersama pelaku pariwisata Kota Yogyakarta menggelar Welcome Dinner dalam Rangkaian Acara “Jogjavaganza” di Grand Aston Hotel, Yogyakarta Selasa (12/2/2019). Dikata ...

DIY

Dicari 100 Mata untuk Dioperasi Katarak Gratis

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Widjanarko Center yang merupakan lembaga sosial bersama PT Sido Muncul akan melaksanakan operasi katarak gratis pada hari Jumat, 15 Maret 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Dr S Hardjolukito Yogyak ...

DIY

Jaring Aspirasi, AY Sudarma Akan Mengawal Segala Permasalahan yang Ada

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Drs AY Sudarma melakukan temu warga dan jaring aspirasi (Reses), Senin (11/2/2019) malam di Balai Serbaguna RW 4 Mertolulutan, Ngampilan, Yogyakarta. "Jaring aspira ...

DIY

Pelaku Pelemparan Kaca Mobil Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Jajaran unit reskrim Polsek Mlati berhasil meringkus tiga pelaku pelemparan batu kepada kaca mobil pikap hitam yang terjadi pada malam Minggu (3/2) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Gadjah Mada, Dusun Sendari. Diketahui pe ...

Kesehatan

Kaki Gadis Cantik asal Manggarai Itu pun Harus Diamputasi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID --Raut wajahnya selalu tampak ceria dan gaya bicaranya ceplas ceplos khas anak-anak. Tak sedikit pun terlihat kalau gadis cilik nan cantik asal Labuanbajo, Manggarai Barat, NTT itu baru saja kehilangan salah satu bagia ...

DIY

Keterbukaan Informasi Publik di DIY Masih Belum Terlalu Baik

YOGYA, BERNAS.ID - Badan Publik di DIY masih belum banyak yang menyediakan informasi publik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi. Badan Publik di DIY masih sedikit menyedi ...

DIY

KPU Sleman Mulai Merakit 16.995 Kotak Suara

SLEMAN, BERNAS.ID- KPU (Komisi Pemilihan Umum) mulai merakit kotak suara yang berjumlah 16.955 buah berdasarkan jumlah TPS yang dibutuhkan di Sleman. KPU mengerahkan 8 orang tenaga buruh harian lepas untuk merakit kotak KPU yang berbahan da ...

DIY

Lampu Penerangan di Jalur Evakuasi Merapi Terbatas

SLEMAN,BERNAS.ID- Gunung Merapi tengah rutin menunjukkan aktivitasnya. Dilansir dari akun Twitter @BPPTKG, pada Selasa (12/2) dini hari pukul 00.00-06.00 WIB, berdasarkan data seismik, terjadi jumlah guguran 17 kali dengan durasi 10-60 deti ...

DIY

Intensitas Merapi Tinggi, Warga Dihimbau Waspada

SLEMAN, BERNAS.ID- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus mengeluarkan informasi terkait Gunung Merapi yang sering memuntahkan lava pijar. Meski aktivitasnya cukup tinggi, status Merapi masih pada l ...

Ekonomi

FPPR Ancam Tutup Toko Modern Tak Berijin di Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Forum Peduli Pasar Rakyat (FPPR) mendesak DPRD Kabupaten Sleman menertibkan toko modern yang tidak berijin. Forum ini juga menuntut agar memasang label berijin dan tidak berijin kepada toko modern. Ditemui setelah mela ...

Pendidikan

Situasi Politik Saat Ini Membelah, Potensial Rasa Permusuhan

BANTUL, BERNAS.ID- Di tengah kondisi politik praktis yang mengejar kekuasaan dengan fanatisme yang luar biasa, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan tentang tema Tanwir Muhammadiyah yang akan diselenggarakan di Bengkulu pada ...

Budaya

PBTY 2019 Dibuka Dua Hari Lagi, Bakal ada Tiga Naga Raksasa

YOGYA, BERNAS.ID - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) memasuki penyelenggaraan tahun ke-14 pada 2019 ini. Rangkaian acara siap digelar tanggal 13-19 Februari 2019. "Tahun ini PBTY tembus menjadi event terbesar di Indonesia, mas ...

Pariwisata

Bendungan Kamijoro yang Viral di Medsos Ternyata Dahulu Bikinan Belanda

KULONPROGO, BERNAS.ID - Jembatan Bendungan Kamijoro yang membentang di Sungai Progo yang menghubungkan dua wilayah kabupaten, yaitu sebelah timur sungai merupakan wilayah Desa Kamijoro, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul dan sebelah barat ...

DIY

Saat Ini, Politik Praktis yang Hanya Mengejar Kekuasaan

BANTUL, BERNAS.ID-  Kondisi politik saat ini hanya menawarkan kebenaran politik berdasarkan kelompoknya. Politik terkesan politik praktis yang mengejar kekuasaan dengan fanatisme yang luar biasa. Berdasar teori Edmund Husserl, Rekto ...

DIY

Latihan Pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden Resmi Ditutup

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Latihan pengamanan pemilihan umum legislatif dan presiden tahun 2019 resmi ditutup dengan menampilkan simulasi aksi demo massa yang tidak puas dengan hasil pemilu serta diakhiri dengan Apel penutupan latihan pen ...