Kekayaan Alam Indonesia: Sebuah Anugerah atau Bencana?


11 Agustus 2018

Peluncuran Buku "Geologi untuk Negeri" dan Reuni 35 Tahun Geologi 1983

Bernas.id - Kekayaan alam, sebuah anugerah atau bencana? Ketika kita mendapatkan amanah sumberdaya alam atau sumberdaya geologi di negeri kita tercinta Indonesia yang sedemikian kaya, pertanyaan besar mendasar yang harus selalu kita ingat dan jawab, apakah ini sebuah anugerah atau bencana, is it a blessing or curse?

Dalam realita yang kita lihat saat ini banyak contoh negara-negara di dunia dengan kekayaan alam yg melimpah, membawa negara-negara ini mencapai kemakmuran dan kemajuan. Namun disisi lain juga banyak kasus sedih, contoh-contoh kekayaaan alam yang justru membawa negara-negara itu dalam kehancuran atau kemunduran. Perang yang tanpa henti, kerusuhan yang berkelanjutan dan distribusi manfaat kekayaan alam terbatas pada segelintir pihak. Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah kekayaan alam ini akan membawa Indonesia kearah kemajuan atau justru sebaliknya, kekayaan alam ini sebagai sebuah anugerah atau justru suatu kutukan.

Seperti telah dicontohkan oleh beberapa bangsa dunia di mana keberadaan/kepemilikan sumber daya alam yang berlimpah berpeluang menjadikan bangsa tersebut mampu bertransformasi dari katakanlah bangsa yang tergantung terhadap hasil produk bahan-bahan mentah dari sumberdaya alam seperti bahan tambang, minyak dan hutan (primary industry-based economy), menjadi bangsa yang mampu mengembangkan industry manufaktur, memproduksi bahan olahan atau produk turunannya menjadi produk industry dengan nilai tambah tinggi (manufacturing-based economy). Bahkan bangsa-bangsa lain terus bertransformasi lebih jauh menjadi bangsa yang roda perekonomiannya bertumpu pada pengelolaan industry jasa (services industry-based economy), utamanya (financial services industry-based economy).

Baca Geologi Angkatan 83 UGM Kritisi Sistem Tender Dunia Pertambangan Negeri yang Takuti Investor

Pada tataran yang lebih strategis, sumberdaya alam harus dapat diperankan sebagai sarana mencapai tujuan pembangunan nasional yaitu menjadi bangsa yang berdaulat dan memiliki kemandirian ekonomi. (lihat konsep Trisakti nya Jokowi/ Bung Karno atau MP3EI nya SBY). Dalam konstelasi bangsa-bangsa internasional, bangsa yang berdaulat dan berkemandirian ekonomi ini dicerminkan sebagai bangsa yang memiliki kedaulatan dan ketahanan sumberdaya alam (energi, mineral, dan sumberdaya alam hayati).

Negara-negara berkapita tinggi seperti Inggris, Kanada, Amerika Serikat bisa menjadi contoh negara-negara yang telah berhasil bertransformasi dari negara dengan ekonomi berbasis primary industry pada awalnya dan jejak-jejak industri ini walaupun kecil atau lemah masih tetap bisa kita lihat, terutama Amerika Serikat dan Kanada. Sedangkan Inggris sekarang telah berkembang jauh menjadi penyedia jasa keuangan dunia (financial services industry-based economy) selain manufacturing. 

Australia menyusul negara-negara ini di mana sedang terjadi transisi transformasi kearah negara dengan pengembangan manufacture industry dan jejak-jejak primary industry masih sangat jelas kita lihat. GDP (gross domestic products) dan revenue Australia dari pertambangan masih sangat besar dan ekonomi Australia masih sangat tergantung pada primary industry utamanya pertambangan. Sedangkan Chile bisa menjadi contoh negara yang baru mulai proses transformasi ini, jejak industri pertambangan masih sangat kuat.

Disisi lain tidak sedikit juga bangsa-bangsa yang karena sumberdaya alam yang melimpah justru membawa mereka ke jurang permasalahan, peperangan, konflik dan sengketa berkepanjangan seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah dan beberapa negara kepulauan di South West Pacific. Sumberdaya alam menjadi sumber peperangan, keributan, perebutan ekonomi bahkan penjarahan, baik secara legal mapun ilegal. Kekayaan alam menjadi sumber permasalahan dan korupsi oleh para pengelola negara dan segelintir pihak. Limpahan kekayaan alam di negara kita tidak terlepas dari kemungkinan atau potensi terseretnya bangsa ini ke dalam masalah yang dicontohkan secara ekstrim di atas jika dalam merumuskan tata kelola dan pengelolaannya dilakukan secara serampangan dan tidak terencana dengan baik.
 
Wajah Lesu Investasi Sumber Daya Alam

Karena kekayaan sumberdaya alam atau sumberdaya geologi, Indonesia bagaikan gadis molek yang sangat menarik para pelamar kaya raya. Namun wajah cantik Indonesia saat ini terlihat suram dan lesu, para pelamar merasa bimbang dan takut untuk mendekat. Investasi pengelolaan sumberdaya alam sangat lesu tak berdaya kalau tidak dikatan terhenti. Sederet tolok ukur bisa kita lihat melemahnya investasi dibidang industry sumberdaya alam, baik minerba, migas dan panas bumi. Jumlah sumberdaya (mineral endowment) dan potensi emas, perak, tembaga, timah, logal dasar, bauksit, dan batubara menempatkan Indonesia berada pada papan atas dunia. 

Demikian pula di sektor migas, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen yang 40 di antaranya mengandung hidrokarbon >10MMboe. Juga potensi panas bumi yang sedemikian melimpah sepanjang pulau Sumatera dari barat ke Jawa, Sulawesi dan menerus kearah timur dengan 331 lokasi geotermal yang memiliki sumberdaya ~30GW. Sejumlah lembaga survey Internasional menempatkan potensi sumberdaya alam Indonesia pada deretan paling atas atau salah satu yang terbaik sebagai tujuan eksplorasi dan investasi. Fraser Insitute Kanada tahun 2017 menempatkan Indonesia paling unggul dalam potensi sumberdaya alam (mineral potential index atau prospectivity index). Artinya secara geologi atau potensi kekayaan alam, Indonesia yang paling potensial, Indonesia paling kaya akan sumber daya alam, Indonesia menjadi tujuan investasi eksplorasi dan pertambangan terbaik, Indonesia menjadi primadona investasi dunia, Indonesia akan memberikan harapan keberhasilan eksplorasi sumber daya alam yang paling tinggi.

Kenyataannya yang kita saksikan saat ini justru sebaliknya. Investasi eksplorasi dan pertambangan minerba, migas dan panas bumi Indonesia saat ini sangat lesu kalau tidak dikatakan berhenti. Sebagai contoh di sektor pertambangan, dalam survey aspek kerangka regulasi (policy potential index), Indonesia menempati posisi papan paling bawah (4th Quartile). Kerangka regulasi justru menghambat investasi yang terjadi selama kurun waktu 10 atau 15 tahun terakhir ini. Para investor mempunyai perspektif negatif terhadap apa yang terjadi kurun waktu ini sejak UU Pertambangan Minerba yang baru keluar. Perspektif negatif menggambarkan apa yang terjadi di industry minerba. Di sektor migas, regulasi baru bermunculan di antaranya perubahan dari system PSC ke system “gross split” menyebabkan para investor berpaling atau setidaknya menghentikan langkah investasinya.

Demikian juga di sektor panas bumi menyebabkan daya tarik investasi di Indonesia yang turun drastis utamanya selama 10 tahun terakhir ini. Perspektif negatif Internasional telah berlangsung lama tertangkap oleh lembaga-lembaga survey internasional seperti Fraser Institute Kanada. Survey ini secara konsisten menempatkan Indonesia pada golongan kuartil terbawah (4th quartile) untuk indek potensi kebijakan (Policy Potential Index) yang mencakup kerangka regulasi (regulatory framework). Lebih jauh rendahnya Policy Potential Index ini utamanya terkait dengan tumpang tindih aturan (regulatory duplication), pelaksanaan atau administrasi regulasi (administration of regulation) dan sengketa atas hak tanah (disputed land claims). Saat ini permasalahan regulasi dan perijinan yang dirasa sangat menghambat adalah ijin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang sangat susah untuk mendapatkannya (bisa lebih dari 3 tahun). Di sektor pertambangan masa eksplorasi 8 tahun yang diberikan oleh Pemerintah untuk perusahaan pemegang IUP bisa habis karena pengurusan IPPKH ini, sehingga kegiatan eksplorasi tidak bisa dilaksanakan dan dana ekplorasi tidak bisa dikeluarkan. Inilah suatu contoh klasik dalam administrasi atau pelaksanaan regulasi yang sarat dengan korupsi dan kolusi.

Realita data menunjukan produksi komoditi-komoditi tambang dan migas yang terus turun, kontribusi GDP (gross domestic products) juga terus menurun, investasi eksplorasi dan eksploitasi juga menurun, penemuan-penemuan baru semakin jarang dan pembukaan proyek-proyek baru tambang yang semakin kecil. Demikian juga yang terjadi di industry migas dan panas bumi. Berhentinya kegiatan-kegiatan eksplorasi dan produksi ini juga mempunya efek domino panjang, berakibat berhentinya investasi, menambahnya pengangguran, menurunnya penerimaan negara dan berhentinya konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia unggul. Investasi di industri pertambangan secara total melalui KK yang berlanjut dengan sistem IUP menurun drastis dari tahun 1999 sebesar US$1,152 juta menjadi US$324 juta pada tahun 2004, kemudian menurun lagi menjadi kurang dari US$30 juta pada 2013. Ini adalah suatu ironi, dengan potensi bahan tambang kelas dunia, investasi cuma kurang dari 1% dari investasi global (US$15 sampai 33 milyar dollar). Demikian juga kalau dibandingkan terhadap produksi di sekitar 4% (116 ton emas tahun 2014) terhadap produksi global emas, 2% (379,000 tone tembaga 2014) terhadap produksi global tembaga. Tren budget eksplorasi global terus naik mencapai puncaknya di tahun 2012 ($33 milyar dollar US) namun kemudian turun tajam sebanyak 69% selama 4 tahun berikutnya menjadi 10.2 milayar dolar Amerika. Gambaran yang berbeda terjadi di Indonesia budget exploration terus mengalami penurunan sejak tahun 1985 sampai dengan 2016. Budget eksplorasi mengalami penurunan dari US$497 juta di tahun 2012 menjadi $113 juta atau turun 77%. Indonesia Cuma mendapatkan 2 % atau $113 juta dollar dari budget global eksplorasi mineral dan batubara dunia di tahun 2015 sebesar $5.2 milyar dollar dan ini terus menurun sampai 1.1%.

Peran Sumber Daya Alam

Peran sumberdaya alam (migas, minerba dan panas bumi) atau industri-industri primer harus diletakan dalam kerangka pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dan sosial. Peran industri migas, minerba dan panas bumi adalah sebagai mesin-mesin pendorong (supporting engines) untuk pembangunan nasional, memberikan tenaga pendorong untuk pembangunan nasional (sustainable development) dalam mencapai tujuan negara yang tertera dalam mukadimah UUD 1945, mensejahterakan seluruh tumpah darah Indonesia. Semua ini bisa diwujudkan kalau dengan mesin-mesin pendorong ini Indonesia bisa berhasil bertansformasi dari negera berkembang menjadi negara maju, suatu proses transformasi negara dari primary industry-based economy menjadi manufacture-based economy bahkan terus berkembang menjadi services industry-based economy utamanya financial services industry-based economy seperti negara negara maju di dunia.

Peran industry primer didalam pembangunan nasional berkelanjutan menitik beratkan pembangunan sumber daya manusia, memastikan berlangsungnya terjadinya konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia. Pengembangan kompetensi dan daya saing sumberdaya manusia agar mempunyai kompetensi unggul, bisa berkompetisi global, agar bisa menciptakan dan memberikan nilai-nilai tambah di dalam berkarya dalam era global ini. Menciptakan manusia-manusia terampil, berkompetensi tinggi dan unggul dibidangnya mampu berkompetisi global, menciptakan lapangan kerja, melakukan kegiatan bernilai tambah tinggi dan mendatangkan pendapatan negara.

Saat ini eksekutif-eksekutif, manager-menager dan professional-profesional di perusahaan internasional di dominasi oleh sumberdaya manusia unggul dari negara-negara maju. Kita ingin melihat sederet jabatan-jabatan managerial perusahaan multi nasional di luar seperti para CEO, para direktur, vice president, general manager, manager, diisi oleh putra-putra terbaik bangsa sebagai hasil pengembangan sumberdaya manusia Indonesia. Kita juga ingin melihat profesi-profesi pertambangan, migas dan ilmu kebumian lainnya bahkan pekerja-pekerja tambang dan migas berkarya di perusahaan multi nasional, menjadi pemain-pemain dan professional global di luar negeri. 

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini kita juga melihat professional-profesional Indonesia hasil pengembangan industri pertambangan dan migas bisa berkiprah dan berkarya di manca negara. Profesional-profesional Indonesia yang ini perlu terus dikembangkan dan menjadi agen perubahan. Hal ini baru mungkin kalau industry pertambangan dan migas dikelola dengan baik, investasi industry minerba dan migas ini berkembang kembali dan konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia unggul Indonesia terjadi.
 
Kebijakan Nasional Sumber Daya Alam

Tata kelola sumberdaya alam merupakan suatu hal yang sangat penting dan strategis di dalam kerangka mendukung pembangunan nasional berkelanjutan. Secara fundamental, kerangka regulasi (regulatory framework) dimulai dengan dokumen kebijakan nasional sumberdaya alam (natural resources policy) yang disusun sesuai amanat UUD 1945 dan Pancasila dalam wadah NKRI. Amanat Undang Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat (3), semua sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan mengacu pada Bab I UUD 1945 Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa kedaulatan (kekuasaan tertinggi) berada di tangan rakyat, serta konsep yang menyatakan Negara (atau Pemerintah) sebagai pelaksana kedaulatan tersebut, maka hak kepemilikan atas sumberdaya alam dipegang oleh seluruh rakyat Indonesia sementara hak penguasaan dipegang oleh negara. Dokumen kebijakan nasional mineral (mineral policy atau natural resources policy) sebagai dasar awal pijakan pembangunan kerangka regulasi pertambangan, perundang-undangan dan peraturan-peraturan turunannya. Dokumen kebijakan nasional energi juga menjadi dasar awal pijakan pembangunan kerangka regulasi energi dan migas, perundang-undangan dan peraturan-peraturan turunannya.

Dalam menjalankan kewenangan tersebut, Pemerintah dapat mendelegasikan fungsi keputusan, pengelolaan, dan pengawasan kepada badan atau pejabat pemerintahan yang lebih rendah. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya minerba harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, berkeadilan, dan berkelanjutan. Sumber daya mineral dan batubara diletakan dalam kerangka pembangunan nasional yang berkelanjutan memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya sebagai mesin pendorong transformasi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju, dari primary industry-based economy menjadi manufacturing industry-based economy dan financial services industry-based economy. Selanjutnya ekonomi nasional tidak tergantung lagi pada eksploitasi sumberdaya alam atau industry primer lainnya, tetapi lebih pada industry maju sarat akan teknologi yang menciptakan nilai tambah yang besar dan juga jasa-jasa terutama jasa keuangan/financial services.

Sebagai kekayaan alam tak terbarukan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai peranan penting dalam mensejahterakan bangsa, pengelolaannya mutlak harus dikuasai oleh Negara untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dan berwasasan lingkungan dan sosial. Karenanya sumberdaya alam yang terdapat di Indonesia bersifat vital dan strategis bagi bangsa Indonesia, sangat penting untuk dikelola dengan optimal dan bijaksana melalui penyusunan kebijakan nasional sumberdaya alam. Pengelolaan yang buruk atau salah kelola terhadap amanah ini akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah pelik baik itu lingkungan, perekonomian, sosial dan keamanan. Dalam hal ini kekayaan alam justru bisa menjadi “bencana” bagi bangsa ini.
Kebijakan nasional mitigasi bencana alam.

Bagaikan sebuah keping uang bermata dua, sumberdaya alam atau sumberdaya geologi disatu sisi mempunyai sisi lain berupa bencana alam atau bencana geologi. Disiplin ilmu geologi berkembang menjadi cabang-cabang ilmu lainnya menyangkut tidak hanya ilmu-ilmu eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam atau sumberdaya geologi (minerba, migas dan panas bumi), namun juga mencakup ilmu geologi lingkungan, pengelolaan air (air tanah dan air permukaan), mitigasi bencana alam, dan juga geologi untuk pekerjaan keteknikan.

Bagaimanakah 260 juta jiwa yang  berada di negeri cincin api dengan 127 gunung api aktif, dan rata-rata terjadi 6000 kali event gempa bumi tektonik tiap tahunnya, dapat hidup selamat dan harmonis dengan alam? Bagaimanakah 260 juta jiwa yang tinggal di 17 ribu pulau ini dapat terselamatkan dari bahaya tsunami? Dan bagaimanakah 260 juta jiwa tersebut dapat selamat dari dampak perubahan iklim global yang mengakibatkan banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor? Juga bagaimanakah warga Indonesia tersebut dapat mengelola dan mencukupi kebutuhan airnya di antara 421 Cekungan Air Tanah (CAT) yang ada?

Dengan ilmu geologi para ahli geologi lingkungan dan ahli geohazard berjuang keras untuk melindungi dan menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia dari ancaman berbagai bahaya gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor. Data menunjukan bahwa tren bencana geologi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir seperti banjir, tanah longsor, gempabumi, tsunami dan letusan gunung api terus meningkat dari tahun ke tahun. Langkah yang paling mendesak dilakukan pada saat ini adalah perlunya mitigasi yang tersistem, baik secara teknologi ataupun sosial.

Secara lebih sistematik, terukur dan berkelanjutan semua rencana ini perlu dituangkan dalam dokumen kebijakan nasional mitigasi bencana alam. Sederet inovasi perlu dilakukan oleh ahli geologi sebagai upaya pengurangan risiko dan mitigasi bencana seperti menganalisis dan memetakan bahaya dan risiko bencana geologi, mengomunikasikan risiko bencana geologi kepada masyarakat dan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab dalam manajemen risiko bencana, melakukan edukasi publik agar lebih waspada dalam mencegah ataupun melakukan mitigasi risiko bencana, melakukan berbagai riset untuk mengembangkan prediksi dan inovasi teknologi mitigasi bencana dan melakukan evaluasi pengembangan dan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana. Dengan ilmu geologi, Indonesia saat ini telah berhasil menghasilkan produk rekayasa teknologi yang menjadi rujukan dunia dan ditetapkan sebagai ISO 22327 (community-based landslide early warning system), sebuah standar dunia yang ditetapkan berdasarkan karya ahli geologi dan geoteknik bangsa Indonesia. Inovasi baru dan terobosan perlu terus dilakukan untuk pengurangan risiko multi bencana dengan basis teknologi dan pemberdayaan masyarakat, dengan memakai ilmu geologi yang terintegrasi dengan berbagai disiplin keilmuan lainnya. Semua ini untuk mewujudkan perlindungan terhadap seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia dan umat manusia di bumi ini.

Akhirnya, kami dari tim penulis berharap semoga buku “Geologi untuk Negeri, Solusi Kebijakan Ekstraksi, Mitigasi, dan Konservasi Sumberdaya Geologi” ini bisa menjadi masukan alternatif buat pemerintahan agar sumberdaya alam bisa dikelola dengan baik untuk mensejahterakan bangsa Indonesia, meletakkan peran eksploitasi sumber daya alam sebagai mesin penggerak pembangunan nasional berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dan sosial, transformasi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju. Di sisi lain, masukan-masukan dalam mitigasi bencana alam di dalam buku ini dimaksud sebagai ikhtiar untuk terus melindungi dan menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia dari ancaman berbagai bahaya gempabumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor. Buku "Geologi untuk Negeri" sederhana ini murni mutiara-mutiara dari alumni Geologi UGM khususnya Angkatan tahun 1983 yang telah 30 tahun ini berkarya di bidang migas, minerba, panas bumi, energy terbarukan dan geologi lingkungan.(*/Jat)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Nasdem Ngotot Kelima Bacaleg yang Dicoret Penuhi Syarat

Bernas.id - Sidang Ajudikasi terkait sengketa bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) digelar di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Senin (20/8). Partai Nasdem ngotot agar kelima bacalegnya yang dicoret KPU DIY untuk dimasukkan lagi dala ...

Budaya

Gebyar Batik Sleman Dukung Predikat Jogja Sebagai Kota Batik

Bernas.id - Dengan tema "Innovation for Sustainable Future", Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menyelenggarakkan Gebyar Batik Sleman 2018. Tujuan Gebyar Batik Sleman ini untuk mendukung pelaksanaan Jogja Interna ...

DIY

BPBD Sleman Kukuhkan Kembali Desa Tangguh Bencana

Bernas.id - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman kembali mengukuhkan Desa Tangguh Bencana. Pengukuhan dilakukan kepada Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati yang dilaksanakan di Lapangan Tirtoadi, Se ...

DIY

Banyak Ditemukan Tempat Pemotongan Hewan Kurban di DIY yang Tak Penuhi Syarat Higienitas dan Sanitasi

Bernas.id - Dalam rangka monitoring ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha pada tahun 2018 di DIY, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten/Kota melaksanakan kegiatan pelaksanaan pemantauan pada tanggal 9, 10, ...

Pendidikan

Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Deklarasikan Santri Berkemajuan

Bernas.id - Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan kegiatan dalam rangka menyemarakan milad Muhammadiyah ke-109 Hijriyah dan milad Mu'allimaat. Serangkaian kegiatan itu berupa jalan sehat, lomba asrama ter-Muhamma ...

DIY

Nezar Patria Berbicara Pers di Abad Digital

Bernas.id - Nezar Patria, Ketua Dewan Pers mengatakan infrastruktur dari Kementerian Kominfo RI saat ini menjadi relevan dan penting bagi media saat ini. Palapa Ring menjadi satu jagad komunikasi di negeri ini karena 90% seluruh pelosok di ...

DIY

911 Botol Miras dan Ribuan Gram Narkoba Dimusnahkan

Bernas.id - Kejaksaan Negeri Yogyakarta melakukan pemusnahan ribuan barang bukti tindak pidana umum, Senin (20/8) di halaman instansi tersebut. Dari ratusan barang yang dimusnahkan di antaranya adalah 911 botol minuman keras (miras) dan 315 ...

DIY

Bagir Manan Berbicara tentang Pers dan Pemilu yang Bermartabat di Yogyakarta

Bernas.id - Dewan Pers bekerjasama dengan BP3TI menggelar workshop dan sosialisasi di 34 provinsi di Indonesia melalui program bertajuk "Bakti untuk Negeri: Penguatan & Pemberdayaan Ekosistem Pers melalui Ketersediaan Infrastruktur ...

DIY

Dewan Pers Gelar Workshop di 34 Provinsi di Indonesia

Bernas.id-Dewan Pers bekerjasama dengan BP3TI menggelar workshop dan sosialisasi  di 34 provinsi di Indonesia melalui program bertajuk "Bakti untuk Negeri: Pengembangan Ekosistem Pers Melalui Pembangunan Infrastruktur IT." ...

DIY

Lombok Kembali Diguncang Gempa, ACT Terapkan Total Disaster Management

Bernas.id -Belum selesai keadaan emergency gempa yang terjadi pada 29 Juli lalu, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali diguncang gempa berkekuatan 6,5 SR pada minggu (19/8/2018). Gempa yang berasal dari 32 km arah timur laut L ...

Budaya

Bulan Pancasila Bersih-Bersih Masjid Gede Mataram Kotagede

Bernas.id - Rangkaian bulan Pancasila yang digelar mulai 1 Juni hingga 27 Agustus 2018, dengan melibatkan banyak lembaga dan komunitas di DIY masih bergulir hingga hari ini, terlihat pada kegiatan kerja bakti bersih komplek Masjid Gede ...

DIY

Partai Nasdem DIY Optimis Raih Kursi DPR RI di Pemilu 2019

Bernas.id - Belajar dari pengalaman mengikuti pemilu legislatif (Pileg) pada tahun 2014 silam dimana partai Nasdem DIY saat itu belum bisa mengirimkan kader terbaiknya di kursi DPR RI. Untuk pemilu 2019 mendatang, Ketua DPW Nasdem DIY H Sub ...

DIY

Deklarasi Gerakan Kampung Panca Tertib di Kadipaten Kidul

Bernas.id -- Masih dalam rangkaian kegiatan memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa kampung dari tingkat RW sampai dengan Kelurahan di Kecamatan Kraton, Yogyakarta, pada hari Minggu ...

Budaya

Sajian Penuh Cinta Diana Krall Pukau Ribuan Penonton Prambanan Jazz 2018

Bernas.id - Pertunjukan hari kedua Prambanan Jazz Festival  pada 18 Agustus 2018 di komplek wisata Candi Prambanan berlangsung meriah hingga jelang tengah malam. Penampilan dari musisi jazz asal Amerika Serikat Diana Krall berhasil mem ...

DIY

Antisipasi Gempa, ACT DIY dan RRI Jogja Bersinergi Gelar Pelatihan Siaga Gempa

Bernas.id -Gempa bumi dapat terjadi kapan dan dimana saja tanpa mengenal tempat dan waktu. Minimnya edukasi mitigasi bencana gempa bumi kepada masyarakat dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa lebih banyak dan kerusakan infrastruktur yang ...

DIY

Terjadi Peningkatan Setoran Sampah di BSSI RW 08 Suryoputran

Bernas.id -- Dampak dari kerusakan alat berat yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul selama tiga hari lalu, selain menimbulkan permasalahan penumpukan sampah di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di Kota ...

Pendidikan

Wisudawan UNY Harus Siap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Bernas.id -Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sutrisna Wibawa mengatakan saat ini, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks dan menuntut persiapan dan pemikiran yang sangat serius. Setidaknya, terdapat dua tantangan besar yang dihadapi ...

Budaya

Tohpati Feat. Sheila Majid Sukses Semarakkan Malam Pertama Prambanan Jazz 2018

Bernas.id - Prambanan Jazz Festival kembali digelar pada 17, 18 dan 19 Agustus 2018 di komplek wisata Candi Prambanan, Yogyakarta. Pertunjukan hari pertama berlangsung meriah hingga lewat tengah malam. Salah satunya karena ada penampilan da ...

Wacana

Peringatan Hari Kemerdekaan Bukan Sekadar Lomba

DI beberapa sudut kota tampak para penjual umbul-umbul yang menjajakan dagangan kepada masyarakat yang tidak sengaja melintas. Tiang-tiang bendera dari bambu tertancap di halaman depan rumah-rumah masyarakat menyambut hari perayaan kemerdek ...

Budaya

Ada Ogoh-ogoh Dinosura di Perayaan HUT ke-73 RI

Bernas.id -- Sebagai bentuk kebhinekaan dan keragaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia, kelompok pemuda Hindu yang tergabung dalam Pesantian Wisnu Sakti, Tambakan, Jogonalan Klaten, dalam rangka turut memeriahkan perayaan mempe ...

DIY

Wakaf Sumur Hiswana Migas, Air Mengalir Deras

Bernas.id -Selain terkenal dengan tempat wisata yang mempesona, Kabupaten Gunungkidul, DIY, ternyata juga menyimpan beragam masalah. Salah satu yang menjadi masalah tahunan di Kabupaten Gunungkidul adalah kekeringan. Kekeringan terjadi kare ...

Budaya

Inilah Jajaran Artis Prambanan Jazz 2018, Ada Kejutan dari Diana Krall

Bernas.id - Sejak digelar tahun 2015 lalu, Prambanan Jazz Festival selalu ditunggu tidak hanya oleh pecinta musik jazz saja, namun masyarakat pada umumnya. Banyak faktor yang membuat orang selalu menunggu Prambanan Jazz, selain penempata ...

DIY

Kita Ini Melakukan Perlombaan Bukan Pertandingan

Bernas.id - Roy Suryo, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat mengatakan tak ada masalah dengan adanya kader Partai Demokrat yang bersuara lantang tidak sejalan dengan keputusan partai terkait Capres-Cawapres di Pemilu 2019 nanti. Ia anggap lonta ...

DIY

Tiga Anak Bangsa Berbicara Makna Kemerdekaan di Istana Kepresidenan Yogyakarta

Bernas.id – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung dengan khidmat dan lancar. Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku B ...

DIY

Puluhan Pesepeda Onthel Peringati HUT RI di Halaman Masjid Kauman

Bernas.id - Paguyuban Onthel Djogjakarta atau lebih dikenal dengan nama Podjok merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-73 dengan cara unik. Mereka menggelar upacara bendera di halaman Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Jumat (17/8/2018). Selain dii ...

DIY

Kasus Udin Bukti Lemahnya Komitmen Pemerintah dalam Penegakkan Hukum

Bernas.id --Sampai saat ini kasus meninggalnya wartawan Bernas (kini bernas.id, red), Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin, belum diungkap secara tuntas. Bahkan hingga 22 tahun Udin meninggal akibat dianiaya orang tak dikenal, aparat penegak ...

Budaya

HUT RI ke-73, Dokter dan Perawat RSUP Dr Sardjito Bergantian Baca Puisi

Bernas.id – Dalam rangka HUT RI ke-73, RSUP Dr Sardjito menggelar kegiatan pembacaan puisi kebangsaan bertajuk “Jujur Itu Hebat”. Selain pembacaan puisi, juga dilakukan pemutaran film dokumenter Kepahlawanan Prof Dr Sardji ...

Ekonomi

Kadin dan IWAPI Bantul Akan Menggelar Pameran di Kedubes Singapura

Bernas.id - Guna memperkenalkan produk unggulan industri kreatif yang ada di Kabupaten Bantul,  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bantul akan menggelar pameran dan pengenalan prod ...

DIY

Ribuan Cup Kopi Dibagikan Gratis di Prawirotaman

Bernas.id - Sebanyak 100 stand mewarnai acara Prawiro Coffee Festival#2 di Jalan Prawirotaman 2, pada Kamis (16/8/2018) siang hingga malam hari. Acara yang digelar tahun kedua ini mengambil tema "Tirakatan Sambil Ngopi" yang bersa ...

DIY

Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tower JCM

Bernas.id - Independence Day Military Expo (IDME) 2018 telah dibuka dan digelar area drop off Jogja City Mall (JCM). IDME 2018 merupakan kegiatan hasil kerjasama dari Jogja City Mall dengan jajaran TNI POLRI, event akan digelar selama empat ...

DIY

Pengibaran Bendera Merah Putih di Wisata Bukit Klangon Cangkringan Sleman

Bernas.id - Bendera Merah Putih berukuran 9 x 6 meter berkibar di tiang setinggi 17 meter, Kamis (16/8/18) di Wisata Bukit Klangon, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf Diantoro mengatakan bahwa ke ...

DIY

Tumpukan Sampah Mulai Picu Bau Menyengat di TPS Ngasem Kraton Jogja

Bernas.id -- Sehubungan dengan rusaknya alat berat yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan rusak dan tidak bisa operasi, maka truk-truk pembawa sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta tidak dapat membuang samp ...

DIY

Kurangi Kemiskinan, DIY Bangkitkan Wilayah Selatan, Abad Samudera Hindia

Bernas.id - Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan tingkat kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih tertinggi di Pulau Jawa. Hal ini disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Keistimewaan Sekretaris Daerah DIY, Dr Ir ...

DIY

Pameran Pembangunan 2018 Tunjukkan Kinerja Pemerintah Daerah DIY

Bernas.id - Pameran Pembangunan 2018 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka, diawali dengan pemotongan pita bunga oleh Asisten Keistimewaan Sekretaris Daerah DIY, Dr Ir Didik Purwadi, MEc. Pameran Pembangunan 2018 digelar dalam rangk ...

Pendidikan

Wisuda ke-18, Ketua STIEBBANK: Gelar Sarjana Jangan Sekali-kali untuk Menyombongkan Diri

Bernas.id - Sebanyak 68 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis dan Perbankan (STIEBBANK) Yogyakarta diwisuda, Rabu (15/8/2018). Dari 68 orang tersebut,  14 orang berasal dari program studi akuntansi, dan 54 orang dari progra ...

DIY

Alat Berat di Piyungan Rusak, TPS di Jogja Penuh

Bernas.id - Sampah dari Kota Yogyakarta terpaksa tertahan di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) dan depo. Pasalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan tidak beroperasi setelah alat berat di lokasi rusak. “Karena alat ber ...

DIY

Mengenang 22 Tahun Wartawan Bernas Udin Meninggal, Tim Bernas.id Berziarah

Bernas.id- Tim redaksi dan marketing bernas.id (bentuk online Harian Bernas, red) berziarah ke pusara wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin di Dusun Gedongan, Trirenggo, Bantul, Rabu (15/8/2018). Rombongan Tim Bernas.id yang d ...

Budaya

Pemkab Sleman Adakan Lomba Permainan Tradisional

Bernas.id - Dalam rangka menyambut HUT 73 RI, Pemerintah Kabupaten Sleman selenggarakan berbagai lomba permainan tradisional bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 17 Kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman di Lapangan Pem ...

Kesehatan

Penderita Diabetes Bisa Mengatur Sendiri Menu Makanan

Bernas.id - Kemajuan teknologi informasi memudahkan siapa pun, termasuk orang yang sedang sakit sekalipun, bisa mengatur sendiri menu makanan melalui aplikasi sitem mobile web. Dengan mengatur menu makanan sendiri sesuai rekomendasi dokter ...

DIY

DPRD DIY dan Pemda DIY Sepakati Tambah Belanja Daerah Rp45,1 Miliar

Bernas.id--DPRD DIY dan Pemda DIY akan menyepakati untuk menambah belanja daerah sebesar Rp45,1 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DIY 2018. Belanja tambahan itu antara lain untuk membayar tenaga outsourcin ...

Pendidikan

UGM Dorong Penambahan Guru Besar

Bernas.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya menambah jumlah guru besarnya. Pasalnya hingga saat ini jumlah guru besar di UGM masih belum ideal dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang ada. Guru besar UGM saat ini hanya berj ...

Ekonomi

G2R Tetrapreneur, Inovasi dari Jogja untuk Pasarkan Produk Desa Tembus ke Level Global

Bernas.id – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan penjajakan awal dengan produk unggulan dari Desa Wukirsari dan Girirejo, Imogiri, Bantul terkait Program Global Gotong (G2R) Tet ...

Ekonomi

Profesor UGM Tegaskan Ndeso Itu Sesungguhnya Jati Diri Kita

Bernas.id – Prof Rika Fatimah, pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa ndeso itu bukan suatu kata yang negatif atau merendahkan, tapi ndeso itu sesungguhnya merupakan jati diri kita. Hal ...

Pendidikan

Pramuka Perlu Dibranding Ulang agar Diminati Generasi Cyber

Bernas.id - Gerakan Pramuka yang kini berusia 57 tahun tidak sama lagi, suasana dan kondisinya ketika dilahirkan. Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, ...

Budaya

Nokia Luncurkan Smartphone Android Oreo Go Pertama

Bernas.id - Nokia 1 kini sudah mulai dijual di Indonesia. Smartphone ber-OS Android Oreo Go pertama ini diklaim mempunyai performa yang baik meskipun mengusung spesifikasi yang rendah. Smartphone asal FInlandia ini  dibuat un ...

DIY

Desa Caturtunggal Serahkan Rumah Relokasi untuk Warga

Bernas.id -Lurah Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman Agus Santoso S.PSi menyerahkan 8 unit rumah relokasi kepada warga terdampak penataan pemukiman kawasan Sungai Gajahwong di Pringgodani, Padukuhan Mrican, Desa Caturtungga ...

DIY

Kendaraan Stop di Atas Marka Berbiku Digembok dan Digembosi

Bernas.id-Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bersama dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY melakukan penertiban terhadap kendaraan yang berhenti dan parkir di atas marka berbiku-biku kuning di sepanjang Jalan Cik Ditiro. Penertiba ...

DIY

Panen Raya Perdana Mina Padi di Dusun Samberembe, Kabupaten Sleman

Bernas.id - Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Muda Samberembe menggelar Panen Raya Perdana kolam dalam di Demfram Tanam Jajar Legowo Minapadi, Samberembe, Candibinangun, Pakem, Sleman pada Senin 13 Agustus 2018. Pada kesempatan tersebut Wak ...

DIY

Optimalisasi Produksi Pangan di Lahan Sempit, HKTI DIY Sarankan Mina Padi

Bernas.id – Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Profesor Ali Agus mengatakan bahwa di Indonesia, khususnya di Jawa apalagi di Yogyakarta, lahan pertanian itu semakin lama semakin sempit, pa ...

DIY

Sultan Minta Materi RAD Baru Tak Dianggap Pekerjaan Tambahan

Bernas.id- Pemda DIY secara resmi meluncurkan rencana aksi daerah (RAD) tujuan pembangunan berkelanjutan sustainable development goals (SDGs) 2018-2022 di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Senin (13/8). Drngan ini, ...