Kekayaan Alam Indonesia: Sebuah Anugerah atau Bencana?


11 Agustus 2018

Peluncuran Buku "Geologi untuk Negeri" dan Reuni 35 Tahun Geologi 1983

Bernas.id - Kekayaan alam, sebuah anugerah atau bencana? Ketika kita mendapatkan amanah sumberdaya alam atau sumberdaya geologi di negeri kita tercinta Indonesia yang sedemikian kaya, pertanyaan besar mendasar yang harus selalu kita ingat dan jawab, apakah ini sebuah anugerah atau bencana, is it a blessing or curse?

Dalam realita yang kita lihat saat ini banyak contoh negara-negara di dunia dengan kekayaan alam yg melimpah, membawa negara-negara ini mencapai kemakmuran dan kemajuan. Namun disisi lain juga banyak kasus sedih, contoh-contoh kekayaaan alam yang justru membawa negara-negara itu dalam kehancuran atau kemunduran. Perang yang tanpa henti, kerusuhan yang berkelanjutan dan distribusi manfaat kekayaan alam terbatas pada segelintir pihak. Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah kekayaan alam ini akan membawa Indonesia kearah kemajuan atau justru sebaliknya, kekayaan alam ini sebagai sebuah anugerah atau justru suatu kutukan.

Seperti telah dicontohkan oleh beberapa bangsa dunia di mana keberadaan/kepemilikan sumber daya alam yang berlimpah berpeluang menjadikan bangsa tersebut mampu bertransformasi dari katakanlah bangsa yang tergantung terhadap hasil produk bahan-bahan mentah dari sumberdaya alam seperti bahan tambang, minyak dan hutan (primary industry-based economy), menjadi bangsa yang mampu mengembangkan industry manufaktur, memproduksi bahan olahan atau produk turunannya menjadi produk industry dengan nilai tambah tinggi (manufacturing-based economy). Bahkan bangsa-bangsa lain terus bertransformasi lebih jauh menjadi bangsa yang roda perekonomiannya bertumpu pada pengelolaan industry jasa (services industry-based economy), utamanya (financial services industry-based economy).

Baca Geologi Angkatan 83 UGM Kritisi Sistem Tender Dunia Pertambangan Negeri yang Takuti Investor

Pada tataran yang lebih strategis, sumberdaya alam harus dapat diperankan sebagai sarana mencapai tujuan pembangunan nasional yaitu menjadi bangsa yang berdaulat dan memiliki kemandirian ekonomi. (lihat konsep Trisakti nya Jokowi/ Bung Karno atau MP3EI nya SBY). Dalam konstelasi bangsa-bangsa internasional, bangsa yang berdaulat dan berkemandirian ekonomi ini dicerminkan sebagai bangsa yang memiliki kedaulatan dan ketahanan sumberdaya alam (energi, mineral, dan sumberdaya alam hayati).

Negara-negara berkapita tinggi seperti Inggris, Kanada, Amerika Serikat bisa menjadi contoh negara-negara yang telah berhasil bertransformasi dari negara dengan ekonomi berbasis primary industry pada awalnya dan jejak-jejak industri ini walaupun kecil atau lemah masih tetap bisa kita lihat, terutama Amerika Serikat dan Kanada. Sedangkan Inggris sekarang telah berkembang jauh menjadi penyedia jasa keuangan dunia (financial services industry-based economy) selain manufacturing. 

Australia menyusul negara-negara ini di mana sedang terjadi transisi transformasi kearah negara dengan pengembangan manufacture industry dan jejak-jejak primary industry masih sangat jelas kita lihat. GDP (gross domestic products) dan revenue Australia dari pertambangan masih sangat besar dan ekonomi Australia masih sangat tergantung pada primary industry utamanya pertambangan. Sedangkan Chile bisa menjadi contoh negara yang baru mulai proses transformasi ini, jejak industri pertambangan masih sangat kuat.

Disisi lain tidak sedikit juga bangsa-bangsa yang karena sumberdaya alam yang melimpah justru membawa mereka ke jurang permasalahan, peperangan, konflik dan sengketa berkepanjangan seperti negara-negara di Afrika, Timur Tengah dan beberapa negara kepulauan di South West Pacific. Sumberdaya alam menjadi sumber peperangan, keributan, perebutan ekonomi bahkan penjarahan, baik secara legal mapun ilegal. Kekayaan alam menjadi sumber permasalahan dan korupsi oleh para pengelola negara dan segelintir pihak. Limpahan kekayaan alam di negara kita tidak terlepas dari kemungkinan atau potensi terseretnya bangsa ini ke dalam masalah yang dicontohkan secara ekstrim di atas jika dalam merumuskan tata kelola dan pengelolaannya dilakukan secara serampangan dan tidak terencana dengan baik.
 
Wajah Lesu Investasi Sumber Daya Alam

Karena kekayaan sumberdaya alam atau sumberdaya geologi, Indonesia bagaikan gadis molek yang sangat menarik para pelamar kaya raya. Namun wajah cantik Indonesia saat ini terlihat suram dan lesu, para pelamar merasa bimbang dan takut untuk mendekat. Investasi pengelolaan sumberdaya alam sangat lesu tak berdaya kalau tidak dikatan terhenti. Sederet tolok ukur bisa kita lihat melemahnya investasi dibidang industry sumberdaya alam, baik minerba, migas dan panas bumi. Jumlah sumberdaya (mineral endowment) dan potensi emas, perak, tembaga, timah, logal dasar, bauksit, dan batubara menempatkan Indonesia berada pada papan atas dunia. 

Demikian pula di sektor migas, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen yang 40 di antaranya mengandung hidrokarbon >10MMboe. Juga potensi panas bumi yang sedemikian melimpah sepanjang pulau Sumatera dari barat ke Jawa, Sulawesi dan menerus kearah timur dengan 331 lokasi geotermal yang memiliki sumberdaya ~30GW. Sejumlah lembaga survey Internasional menempatkan potensi sumberdaya alam Indonesia pada deretan paling atas atau salah satu yang terbaik sebagai tujuan eksplorasi dan investasi. Fraser Insitute Kanada tahun 2017 menempatkan Indonesia paling unggul dalam potensi sumberdaya alam (mineral potential index atau prospectivity index). Artinya secara geologi atau potensi kekayaan alam, Indonesia yang paling potensial, Indonesia paling kaya akan sumber daya alam, Indonesia menjadi tujuan investasi eksplorasi dan pertambangan terbaik, Indonesia menjadi primadona investasi dunia, Indonesia akan memberikan harapan keberhasilan eksplorasi sumber daya alam yang paling tinggi.

Kenyataannya yang kita saksikan saat ini justru sebaliknya. Investasi eksplorasi dan pertambangan minerba, migas dan panas bumi Indonesia saat ini sangat lesu kalau tidak dikatakan berhenti. Sebagai contoh di sektor pertambangan, dalam survey aspek kerangka regulasi (policy potential index), Indonesia menempati posisi papan paling bawah (4th Quartile). Kerangka regulasi justru menghambat investasi yang terjadi selama kurun waktu 10 atau 15 tahun terakhir ini. Para investor mempunyai perspektif negatif terhadap apa yang terjadi kurun waktu ini sejak UU Pertambangan Minerba yang baru keluar. Perspektif negatif menggambarkan apa yang terjadi di industry minerba. Di sektor migas, regulasi baru bermunculan di antaranya perubahan dari system PSC ke system “gross split” menyebabkan para investor berpaling atau setidaknya menghentikan langkah investasinya.

Demikian juga di sektor panas bumi menyebabkan daya tarik investasi di Indonesia yang turun drastis utamanya selama 10 tahun terakhir ini. Perspektif negatif Internasional telah berlangsung lama tertangkap oleh lembaga-lembaga survey internasional seperti Fraser Institute Kanada. Survey ini secara konsisten menempatkan Indonesia pada golongan kuartil terbawah (4th quartile) untuk indek potensi kebijakan (Policy Potential Index) yang mencakup kerangka regulasi (regulatory framework). Lebih jauh rendahnya Policy Potential Index ini utamanya terkait dengan tumpang tindih aturan (regulatory duplication), pelaksanaan atau administrasi regulasi (administration of regulation) dan sengketa atas hak tanah (disputed land claims). Saat ini permasalahan regulasi dan perijinan yang dirasa sangat menghambat adalah ijin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang sangat susah untuk mendapatkannya (bisa lebih dari 3 tahun). Di sektor pertambangan masa eksplorasi 8 tahun yang diberikan oleh Pemerintah untuk perusahaan pemegang IUP bisa habis karena pengurusan IPPKH ini, sehingga kegiatan eksplorasi tidak bisa dilaksanakan dan dana ekplorasi tidak bisa dikeluarkan. Inilah suatu contoh klasik dalam administrasi atau pelaksanaan regulasi yang sarat dengan korupsi dan kolusi.

Realita data menunjukan produksi komoditi-komoditi tambang dan migas yang terus turun, kontribusi GDP (gross domestic products) juga terus menurun, investasi eksplorasi dan eksploitasi juga menurun, penemuan-penemuan baru semakin jarang dan pembukaan proyek-proyek baru tambang yang semakin kecil. Demikian juga yang terjadi di industry migas dan panas bumi. Berhentinya kegiatan-kegiatan eksplorasi dan produksi ini juga mempunya efek domino panjang, berakibat berhentinya investasi, menambahnya pengangguran, menurunnya penerimaan negara dan berhentinya konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia unggul. Investasi di industri pertambangan secara total melalui KK yang berlanjut dengan sistem IUP menurun drastis dari tahun 1999 sebesar US$1,152 juta menjadi US$324 juta pada tahun 2004, kemudian menurun lagi menjadi kurang dari US$30 juta pada 2013. Ini adalah suatu ironi, dengan potensi bahan tambang kelas dunia, investasi cuma kurang dari 1% dari investasi global (US$15 sampai 33 milyar dollar). Demikian juga kalau dibandingkan terhadap produksi di sekitar 4% (116 ton emas tahun 2014) terhadap produksi global emas, 2% (379,000 tone tembaga 2014) terhadap produksi global tembaga. Tren budget eksplorasi global terus naik mencapai puncaknya di tahun 2012 ($33 milyar dollar US) namun kemudian turun tajam sebanyak 69% selama 4 tahun berikutnya menjadi 10.2 milayar dolar Amerika. Gambaran yang berbeda terjadi di Indonesia budget exploration terus mengalami penurunan sejak tahun 1985 sampai dengan 2016. Budget eksplorasi mengalami penurunan dari US$497 juta di tahun 2012 menjadi $113 juta atau turun 77%. Indonesia Cuma mendapatkan 2 % atau $113 juta dollar dari budget global eksplorasi mineral dan batubara dunia di tahun 2015 sebesar $5.2 milyar dollar dan ini terus menurun sampai 1.1%.

Peran Sumber Daya Alam

Peran sumberdaya alam (migas, minerba dan panas bumi) atau industri-industri primer harus diletakan dalam kerangka pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dan sosial. Peran industri migas, minerba dan panas bumi adalah sebagai mesin-mesin pendorong (supporting engines) untuk pembangunan nasional, memberikan tenaga pendorong untuk pembangunan nasional (sustainable development) dalam mencapai tujuan negara yang tertera dalam mukadimah UUD 1945, mensejahterakan seluruh tumpah darah Indonesia. Semua ini bisa diwujudkan kalau dengan mesin-mesin pendorong ini Indonesia bisa berhasil bertansformasi dari negera berkembang menjadi negara maju, suatu proses transformasi negara dari primary industry-based economy menjadi manufacture-based economy bahkan terus berkembang menjadi services industry-based economy utamanya financial services industry-based economy seperti negara negara maju di dunia.

Peran industry primer didalam pembangunan nasional berkelanjutan menitik beratkan pembangunan sumber daya manusia, memastikan berlangsungnya terjadinya konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia. Pengembangan kompetensi dan daya saing sumberdaya manusia agar mempunyai kompetensi unggul, bisa berkompetisi global, agar bisa menciptakan dan memberikan nilai-nilai tambah di dalam berkarya dalam era global ini. Menciptakan manusia-manusia terampil, berkompetensi tinggi dan unggul dibidangnya mampu berkompetisi global, menciptakan lapangan kerja, melakukan kegiatan bernilai tambah tinggi dan mendatangkan pendapatan negara.

Saat ini eksekutif-eksekutif, manager-menager dan professional-profesional di perusahaan internasional di dominasi oleh sumberdaya manusia unggul dari negara-negara maju. Kita ingin melihat sederet jabatan-jabatan managerial perusahaan multi nasional di luar seperti para CEO, para direktur, vice president, general manager, manager, diisi oleh putra-putra terbaik bangsa sebagai hasil pengembangan sumberdaya manusia Indonesia. Kita juga ingin melihat profesi-profesi pertambangan, migas dan ilmu kebumian lainnya bahkan pekerja-pekerja tambang dan migas berkarya di perusahaan multi nasional, menjadi pemain-pemain dan professional global di luar negeri. 

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini kita juga melihat professional-profesional Indonesia hasil pengembangan industri pertambangan dan migas bisa berkiprah dan berkarya di manca negara. Profesional-profesional Indonesia yang ini perlu terus dikembangkan dan menjadi agen perubahan. Hal ini baru mungkin kalau industry pertambangan dan migas dikelola dengan baik, investasi industry minerba dan migas ini berkembang kembali dan konversi sumberdaya alam menjadi sumberdaya manusia unggul Indonesia terjadi.
 
Kebijakan Nasional Sumber Daya Alam

Tata kelola sumberdaya alam merupakan suatu hal yang sangat penting dan strategis di dalam kerangka mendukung pembangunan nasional berkelanjutan. Secara fundamental, kerangka regulasi (regulatory framework) dimulai dengan dokumen kebijakan nasional sumberdaya alam (natural resources policy) yang disusun sesuai amanat UUD 1945 dan Pancasila dalam wadah NKRI. Amanat Undang Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat (3), semua sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan mengacu pada Bab I UUD 1945 Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa kedaulatan (kekuasaan tertinggi) berada di tangan rakyat, serta konsep yang menyatakan Negara (atau Pemerintah) sebagai pelaksana kedaulatan tersebut, maka hak kepemilikan atas sumberdaya alam dipegang oleh seluruh rakyat Indonesia sementara hak penguasaan dipegang oleh negara. Dokumen kebijakan nasional mineral (mineral policy atau natural resources policy) sebagai dasar awal pijakan pembangunan kerangka regulasi pertambangan, perundang-undangan dan peraturan-peraturan turunannya. Dokumen kebijakan nasional energi juga menjadi dasar awal pijakan pembangunan kerangka regulasi energi dan migas, perundang-undangan dan peraturan-peraturan turunannya.

Dalam menjalankan kewenangan tersebut, Pemerintah dapat mendelegasikan fungsi keputusan, pengelolaan, dan pengawasan kepada badan atau pejabat pemerintahan yang lebih rendah. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya minerba harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, berkeadilan, dan berkelanjutan. Sumber daya mineral dan batubara diletakan dalam kerangka pembangunan nasional yang berkelanjutan memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya sebagai mesin pendorong transformasi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju, dari primary industry-based economy menjadi manufacturing industry-based economy dan financial services industry-based economy. Selanjutnya ekonomi nasional tidak tergantung lagi pada eksploitasi sumberdaya alam atau industry primer lainnya, tetapi lebih pada industry maju sarat akan teknologi yang menciptakan nilai tambah yang besar dan juga jasa-jasa terutama jasa keuangan/financial services.

Sebagai kekayaan alam tak terbarukan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai peranan penting dalam mensejahterakan bangsa, pengelolaannya mutlak harus dikuasai oleh Negara untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dan berwasasan lingkungan dan sosial. Karenanya sumberdaya alam yang terdapat di Indonesia bersifat vital dan strategis bagi bangsa Indonesia, sangat penting untuk dikelola dengan optimal dan bijaksana melalui penyusunan kebijakan nasional sumberdaya alam. Pengelolaan yang buruk atau salah kelola terhadap amanah ini akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah pelik baik itu lingkungan, perekonomian, sosial dan keamanan. Dalam hal ini kekayaan alam justru bisa menjadi “bencana” bagi bangsa ini.
Kebijakan nasional mitigasi bencana alam.

Bagaikan sebuah keping uang bermata dua, sumberdaya alam atau sumberdaya geologi disatu sisi mempunyai sisi lain berupa bencana alam atau bencana geologi. Disiplin ilmu geologi berkembang menjadi cabang-cabang ilmu lainnya menyangkut tidak hanya ilmu-ilmu eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya alam atau sumberdaya geologi (minerba, migas dan panas bumi), namun juga mencakup ilmu geologi lingkungan, pengelolaan air (air tanah dan air permukaan), mitigasi bencana alam, dan juga geologi untuk pekerjaan keteknikan.

Bagaimanakah 260 juta jiwa yang  berada di negeri cincin api dengan 127 gunung api aktif, dan rata-rata terjadi 6000 kali event gempa bumi tektonik tiap tahunnya, dapat hidup selamat dan harmonis dengan alam? Bagaimanakah 260 juta jiwa yang tinggal di 17 ribu pulau ini dapat terselamatkan dari bahaya tsunami? Dan bagaimanakah 260 juta jiwa tersebut dapat selamat dari dampak perubahan iklim global yang mengakibatkan banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor? Juga bagaimanakah warga Indonesia tersebut dapat mengelola dan mencukupi kebutuhan airnya di antara 421 Cekungan Air Tanah (CAT) yang ada?

Dengan ilmu geologi para ahli geologi lingkungan dan ahli geohazard berjuang keras untuk melindungi dan menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia dari ancaman berbagai bahaya gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor. Data menunjukan bahwa tren bencana geologi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir seperti banjir, tanah longsor, gempabumi, tsunami dan letusan gunung api terus meningkat dari tahun ke tahun. Langkah yang paling mendesak dilakukan pada saat ini adalah perlunya mitigasi yang tersistem, baik secara teknologi ataupun sosial.

Secara lebih sistematik, terukur dan berkelanjutan semua rencana ini perlu dituangkan dalam dokumen kebijakan nasional mitigasi bencana alam. Sederet inovasi perlu dilakukan oleh ahli geologi sebagai upaya pengurangan risiko dan mitigasi bencana seperti menganalisis dan memetakan bahaya dan risiko bencana geologi, mengomunikasikan risiko bencana geologi kepada masyarakat dan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab dalam manajemen risiko bencana, melakukan edukasi publik agar lebih waspada dalam mencegah ataupun melakukan mitigasi risiko bencana, melakukan berbagai riset untuk mengembangkan prediksi dan inovasi teknologi mitigasi bencana dan melakukan evaluasi pengembangan dan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana. Dengan ilmu geologi, Indonesia saat ini telah berhasil menghasilkan produk rekayasa teknologi yang menjadi rujukan dunia dan ditetapkan sebagai ISO 22327 (community-based landslide early warning system), sebuah standar dunia yang ditetapkan berdasarkan karya ahli geologi dan geoteknik bangsa Indonesia. Inovasi baru dan terobosan perlu terus dilakukan untuk pengurangan risiko multi bencana dengan basis teknologi dan pemberdayaan masyarakat, dengan memakai ilmu geologi yang terintegrasi dengan berbagai disiplin keilmuan lainnya. Semua ini untuk mewujudkan perlindungan terhadap seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia dan umat manusia di bumi ini.

Akhirnya, kami dari tim penulis berharap semoga buku “Geologi untuk Negeri, Solusi Kebijakan Ekstraksi, Mitigasi, dan Konservasi Sumberdaya Geologi” ini bisa menjadi masukan alternatif buat pemerintahan agar sumberdaya alam bisa dikelola dengan baik untuk mensejahterakan bangsa Indonesia, meletakkan peran eksploitasi sumber daya alam sebagai mesin penggerak pembangunan nasional berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dan sosial, transformasi Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju. Di sisi lain, masukan-masukan dalam mitigasi bencana alam di dalam buku ini dimaksud sebagai ikhtiar untuk terus melindungi dan menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia dari ancaman berbagai bahaya gempabumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah bergerak dan longsor. Buku "Geologi untuk Negeri" sederhana ini murni mutiara-mutiara dari alumni Geologi UGM khususnya Angkatan tahun 1983 yang telah 30 tahun ini berkarya di bidang migas, minerba, panas bumi, energy terbarukan dan geologi lingkungan.(*/Jat)


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Lingkungan

Gempa 6,5 SR Warga Kampung Jagalan Beji Berhamburan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Warga Kampung Jagalan Beji, Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta berhamburan lari keluar rumah, ketika gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter dengan kedalaman 10 kilometer dibawah permukaan ...

Budaya

Pameran Matahari3, Hadirkan Karya 3 Maestro Perempuan Indonesia

SLEMAN, BERNAS.ID - Tiga perempuan seniman perupa Indonesia yang mewakili tiga generasi, Kartika Affandi, Dyan Anggraini dan Nunung WS memamerkan karya-karya mereka di Museum Seni Rupa Affandi, Jalan Laksda Adisutjipto, Depok, Kabupaten Sle ...

Pendidikan

Para Pencari UFO Indonesia Siap Canangkan Hari UFO Nasional di Yogyakarta

YOGYA, BERNAS.ID - Konferensi Internasional Search for Extra-Terrestrial Intelligence (SETI) tahun ke – 4 bakal digelar pada Sabtu (20/7) dan Minggu 21 (21/7) di dua tempat di Yogyakarta yakni Lembaga Indonesia Perancis IFI – LI ...

Hukum dan Kriminal

Gara-gara Ngumpet di Sawah, Dua Pencuri Ketangkap Warga

SLEMAN, BERNAS.ID- Kedua pencuri ini menemui nasib sial ketika berhasil ditangkap warga Dusun Tanjung, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan setelah terlebih dahulu terjadi kejar-kejaran dengan korban pencuriannya Arif Rahmad Romadhon (34) ...

Hukum dan Kriminal

Polda DIY Sebut 3 Hari ke Depan, Bisa Tangkap Pelaku Pembunuhan Warga Timor Leste

SLEMAN, BERNAS.ID- Polda DIY menyatakan kebenaran data bahwa identitas mayat laki-laki yang terbungkus selimut di jurang, Jalur Cemoro Sewu, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Jumat, 14 Juli 2019 lalu merupakan Joao Bosco Baptista Colo Batan, wa ...

Hukum dan Kriminal

KPK Gandeng Muhammadiyah untuk Berantas Korupsi

YOGYA, BERNAS.ID - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara diselenggarakan pada Kamis (18/7/2019) di Kantor PP Muhamma ...

Hukum dan Kriminal

Di Sukamiskin, Setnov Diawasi CCTV 24 Jam

JOGJA, BERNAS.ID- Dikabarkan terpidana korupsi Setya Novanto (Setnov) kembali menempati selnya di Rutan Khusus Koruptor Sukamiskin setelah mendapat sanksi dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, sejak Jumat malam 14 Juni 2019 lantaran ke ...

Hukum dan Kriminal

Pakai Mesin Sedot, 10 Penambang Pasir Ilegal Ditahan Polisi

SLEMAN, BERNAS.ID-Polda DIY menangkap 9 warga Kulonprogo dan 1 warga Bantul karena melakukan praktek penambangan pasir dengan mesin sedot di Sungai Progo, wilayah Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta. Kesepuluh orang tersebut diamankan aparat ...

Hukum dan Kriminal

Remas Payudara, Pedagang Cilok Ditahan Polisi

JOGJA, BERNAS ID- Gara-gara dikejar dan diteriaki korbannya, pemuda yang bekerja sebagai pedagang cilok keliling berinisial US (29) warga Jember, Jawa Timur harus mendekam di Polsek Kraton Yogyakarta. US digelandang ke kantor polisi lant ...

DIY

Kekayaan Intelektual Perlu Didaftarkan Agar Tak Diakui Pihak Lain

JOGJA, BERNAS.ID- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan penandatanganan nota kesepakatan dengan Pemerintah Daerah lstimewa Yogyakarta dalam mensinergikan potensi dan tugas pokok untuk melaksanakan Sistem Kekayaan I ...

DIY

Gempa Bermagnitudo 8,8 Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

YOGYA, BERNAS.ID - Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menyebut, gempa megathrust dengan magnitudo 8,8 berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa dan bisa menyebabkan timbulnya gelombang tsunami dengan ...

Ekonomi

Menteri Bambang Berbagi Strategi Indonesia Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

NEW YORK, BERNAS.ID -  Pemerintah Indonesia telah berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit, dari 15,4 persen populasi yang hidup di bawah garis kemiskinan pada 2008, menjadi 9,66 persen pada September 2018. Indeks Jurang ...

Hukum dan Kriminal

Gelapkan 20 Mobil, Pria Pandowoharjo Sleman Ini Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit Reskrim Polres Sleman berhasil menangkap pelaku tindak pidana penggelapan 20 unit mobil rental berinisial YW (32) warga Pandowoharjo Sleman. YW menggelapkan puluhan mobil rental dalam kurun waktu 4 bulan terakhir. ...

Olahraga

Lari Halang Rintang AUOR 2019 Lanud Adisutjipto Siap Digelar

SLEMAN, BERNAS.ID - Lanud Adisutjipto kembali menggelar lari halang rintang, Adisutjipto Urban Obstacle Run (AUOR) 2019 pada tanggal 1 September 2019 nanti. Event olahraga halang rintang ini diselenggarakan untuk yang kedua kalinya setelah ...

Ekonomi

Belum Banyak Koperasi di Jogja yang Manfaatkan Teknologi Informasi

YOGYA, BERNAS.ID - Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta memaparkan bahwa belum banyak koperasi di kota tersebut yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung manajemen pengelolaan sehari-hari. “M ...

Olahraga

Peserta Sleman Temple Run Antusias Ikuti Lari Lintas Candi

SLEMAN, BERNAS.ID- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman sukses menyelenggarakan salah satu event lari terbesar Sleman Temple Run (STR) 2019. Event lari yang diikuti 808 peserta ini dipusatkan di Kawasan Wisata Candi Banyunibo pada har ...

Politik

Prabowo dan Jokowi Bertemu, Dua Tokoh Nasional Angkat Bicara

SLEMAN, BERNAS.ID- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais belum bisa memberikan komentarnya terkait pertemuan Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi di Stasiun MRT tadi siang, Sabtu siang 13 Juli 2019. Terkait p ...

Politik

Bertemu Prabowo, Presiden Jokowi: Tidak Ada Lagi "Cebong" dan "Kampret"

JAKARTA, BERNAS.ID - Kontestasi pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden 2019 telah berakhir. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah resmi menetapkan pasangan Joko Widodo-K.H. Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pe ...

DIY

Pemprov DIY Dukung Raperda Inisiatif Pengelolaan Sumber Daya Air

YOGYA, BERNAS.ID - Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X  membacakan pendapat dari Gubernur DIY atas Raperda Pengelolaan Sumber Daya Air di Gedung DPRD DIY, Jumat (12/7/2019). Ia menegaskan dukungan akan inisiatif DPRD dalam menyu ...

Lifestyle

Pejabat Pemkot Jogja Ber-fashion Show di Pameran Gaya Jogja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta terus berkomitmen dalam memajukan dan mengembangkan berbagai potensi industri kreatif khususnya dari pelaku usaha kecil mikro di Kota Yogyakarta. Hal ini dibuktikan Pemkot Yogyakarta den ...

Daerah

354 Jemaah Calon Haji Asal Kota Yogyakarta Diberangkatkan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Sebanyak 354 calon jemaah haji Kota Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 21 SOC diberangkatkan dari Balaikota Yogyakarta menuju Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jum’at (13/7/2019). Kepala ...

DIY

Pemkot Jogja Siapkan Aturan Pengurangan Penggunaan Plastik

YOGYA, BERNAS.ID- Pemerintah Kota Yogyakarta sedang menggodok aturan terkait gerakan pengurangan penggunaan plastik. Ini akan dimulai di seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah termasuk kelurahan dan kecamatan. ...

Hukum dan Kriminal

Residivis Bambung Tak Kapok untuk Mencuri

SLEMAN, BERNAS.ID- Sedang menjalani cuti bersyarat dari Rutan Wirogunan, Bambang Suradi (41) alias Bambung tidak kapok lagi untuk melakukan tindak pidana pencurian. Sebelumnya, residivis ini pada tahun 2014 dan 2016, juga pernah dipenjara d ...

Hukum dan Kriminal

Produsen dan Penjual Mihol Merek Palsu Tanpa Izin Edar Diringkus

SLEMAN, BERNAS.ID- Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY meringkus pria berinisial RD (31) warga Caturtunggal, Depok, Rabu (3/7) karena menjadi produsen sekaligus penjual minuman beralkohol (mihol) tanpa izin ...

DIY

BBLM Yogyakarta Tutup Pelatihan 68 Catran untuk Dikirim ke Kalimantan

SLEMAN, BERNAS.ID- Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan penutupan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi untuk 68 calon transmigran (catran), sekaligus pengarahan dan perkenalan kepala ...

Pariwisata

Yogyakarta Akan Menjadi Tuan Rumah ICBM

BANTUL, BERNAS.ID - Untuk kesepuluh kalinya, Indonesia Corporate Business Meeting (ICBM) yang merupakan kerja bareng Kementerian Pariwisata RI dan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Proevent, akan digelar di Yogyakart ...

Politik

Presiden Jokowi Minta Polri Tingkatkan Profesionalitas

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo bertindak selaku inspektur upacara dalam Peringatan ke-73 Hari Bhayangkara yang digelar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2019). Ribuan personel gabungan dari TNI dan Polri, se ...

DIY

Hari Bhayangkara ke-73, Sultan Harap Polri Tingkatkan Prestasi

SLEMAN, BERNAS.ID -Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono  (HB) X menjadi inspektur upacara dalam upacara hari Bhayangkara ke-73. Upacara diikuti jajaran TNI Polri dan instansi lainnya di halaman Mapolda DIY, Condongcatur, Depok, Slema ...

Ekonomi

Ada 6.645 Lowongan Kerja di Job Fair Pemkot Jogja 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kota Jogja membuka kesempatan kerja pencari kerja dengan menggelar Job Fair. Acara digelar Rabu (10/7) sampai Jumat (12/7/2019) di LPP Jogja, Jalan Urip Sumoharjo. "Semoga bisa m ...

DIY

BBM Solar Bersubsidi Diselundupkan dengan Dokumen Palsu

SLEMAN, BERNAS.ID- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY mengungkap tindak pidana penyalahgunaan peredaran bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi dengan dokumen palsu untuk dijual ke perusahaan. Pengungkapan tersebut ...

Hukum dan Kriminal

Mahasiswi 22 Tahun Jalani Praktek Prostitusi Online

SLEMAN, BERNAS.ID- Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Sleman membongkar praktek prostitusi online yang melibatkan seorang mahasiswi berinisial AA yang masih berumur 22 tahun, warga Jambi. Humas Polres Sleman, Iptu Edy Widaryant ...

Hukum dan Kriminal

Operasi Pekat, 90 Tersangka Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Selama melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Progo 2019 dari tanggal 24 Juni sampai 3 Juli 2019 lalu, Polda DIY bersama Polres jajarannya berhasil mengungkap 46 kasus dengan 90 tersangka. Dari jumlah itu, di ...

Politik

Fadli Zon Tolak Rekonsiliasi

YOGYA, BERNAS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai tidak perlu dilakukan rekonsiliasi usai pemilu 2019. Dirinya berharap kasus-kasus beraroma politik yang menimpa beberapa tokoh dihentikan. “Menurut saya re ...

Kesehatan

Ratusan Anak di Sleman Bersatu Lawan DBD

SLEMAN, BERNAS.ID- Ratusan anak SD se-Kecamatan Sleman mengikuti Jambore Tanggap Bocah (TABO) yang diadakan Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan di Lapangan Pemda Sleman, Senin 8 Juli 2019. TABO (Tanggap Bocah) merupakan juru pemanta ...

Budaya

Konser di Prambanan, Yanni Sebut Orang Indonesia yang Termanis

KLATEN, BERNAS.ID - Komposer, musisi, sekaligus produser musik asal Yunani, Yanni, melangsungkan tur konser “25th Anniversary Acropolis” pada even musik Prambanan Jazz Festival 2019 di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan, Sabtu ...

Budaya

Alex Mercado Pamer Kelincahan Jari di Prambanan Jazz 2019

KLATEN, BERNAS.ID - Pianis asal Meksiko Alex Mercado berhasil tampil memukau dalam perhelatan hari pertama Prambanan Jazz 2019, Jumat (5/7/2019) petang. Meski tampil seorang diri, ia berhasil membuat semarak suasana memasuki malam di Candi ...

DIY

Warga Desa Jurangjero Sambut Gembira Bantuan Air Bersih

JOGJA, BERNAS.ID- Bencana kekeringan yang melanda Gunungkidul tengah memasuki bulan ketiga. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, memasuki bulan Juni 2019 tercatat sebanyak 14 kecamatan sedang mengalami keker ...

Pendidikan

Simpangsiur Pengumuman PPDB, Disdik Sleman Verifikasi Ulang Data

SLEMAN, BERNAS.ID- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman mengakui adanya kendala pada sistem perangkingan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP sehingga ada nama calon siswa yang seharusnya diterima, tapi tidak m ...

Budaya

Alex Mecardo Siap Tampil dengan Aransemen Bernuansa Meksiko di Prambanan Jazz 2019

YOGYA, BERNAS.ID -- Konser Prambanan Jazz 2019 dijadikan media diplomasi budaya antara Indonesia dan Meksiko. Alex Mecardo, musisi dunia asal Meksiko, akan tampil dalam Special Show di event tersebut, membawa penonton terpesona dengan arans ...

DIY

Antisipasi Kekeringan, Sleman Lakukan 3 Hal

SLEMAN, BERNAS.ID- Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan sudah menyiapkan antisipasi siklus kekeringan yang kerap terjadi di daerah Prambanan bagian atas. Saat ini sedang diupayakan inventarisasi sumber-sumber mata air dan penanaman bibit- ...

DIY

Kapolda DIY Menilai Aiptu Ifanudin Layak Menjadi Perwira

SLEMAN, BERNAS.ID-Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun bersama dengan Kapolda DIY, Irjen Pol Drs Ahmad Dofiri melakukan silaturahmi di Balai Desa Ambarketawang Kecamatan Gamping, Sleman. Tujuannya, meninjau langsung potensi masyarakat dan ko ...

Hukum dan Kriminal

Komplotan Spesialis Minimarket Diringkus

SLEMAN, BERNAS.ID- Tiga pencuri spesialis minimarket lintas provinsi berinisial NK (38) warga Banten, AS (43) warga Tangerang, dan HS (31) warga Bekasi ditangkap petugas Satreskrim Polres Sleman. Komplotan ini mengaku telah beraksi di 18 TK ...

DIY

Dirut KAI Lepas Puluhan Peserta Fun Bike di Sarkem

YOGYA, BERNAS.ID  - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro melepas puluhan peserta acara fun bike di area Loko Coffee Jalan Pasar Kembang (Sarkem) Kota Yogyakarta , Selasa (2/7/2019). Fun bike ini merupakan rangka ...

DIY

Seminar Pendidikan Kedinasan Tingkatkan Sumber Daya Manusia

SLEMAN, BERNAS.ID - Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan seminar ...

Pariwisata

JITM 2019, Industri Pariwisata DIY Tawarkan Paket Wisata Budaya

SLEMAN, BERNAS.ID - Dalam ajang Jogja Internasional Travel Mart (JITM) 2019, sebanyak 70 stan seller akan mempromosikan paket wisata beserta produk dan jasanya kepada 123 buyer dari 27 negara dalam agenda table top atau tatap muka bisnis to ...

DIY

344 Personil Polda DIY Naik Pangkat

SLEMAN, BERNAS.ID- Bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-73, sebanyak 344 personel Polri  yang bertugas di kepolisian daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Terdiri& ...

DIY

Dandim 0729/Bantul Geruduk Mapolres Bantul

BANTUL, BERNAS.ID - Komandan Kodim (Dandim) 0729/Bantul, Letkol Kav Didi Carsidi bersama beberapa Perwira Seksi Kodim 0729/Bantul menggeruduk Mapolres Bantul, Senin (1/7/2019). Kunjungan Dandim dan staf kali ini bukan dalam urusan pekerj ...

Hukum dan Kriminal

Langgar Wasiat Ayah, Apes Ditangkap Polisi

SLEMAN, BERNAS.ID- Tak mematuhi wasiat Almarhum Ayahnya agar tak melakukan aksi pencopetan di Daerah Istimewa Yogyakarta, nasib apes dialami perempuan berinisial DP (26), warga Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Menurut pengakuan DP, i ...

Lingkungan

Dukung Konektivitas Antar Pulau, Pushidrosal Perbaharui Peta Laut Larantuka

LARANTUKA, BERNAS.ID - Larantuka merupakan kota pelabuhan yang  berada tepat di bawah kaki gunung Mandiri dan merupakan salah satu lokasi dengan aktifitas pelabuhan paling ramai di NTT. Larantuka merupakan kota di pesisir yang diapit o ...

DIY

HUT Bank Jogja Ke 58 : Walikota Minta Tingkatkan Pelayanan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - PD BPR Bank Jogja menggelar Jalan Sehat dan Pengundian Hadiah Utama Tabungan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Jogja ke 58, Minggu (30/6/2019) bertempat di Stadion Kridosono Yogyakarta. Walikota ...