Tahun 2019, PSSI Bisa Apa?


19 Desember 2018

(Dionisius Sandytama Oktavian, Mahasiswa Semester VII Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

TAHUN 2018 meninggalkan banyak catatan minus dalam persepakbolaan Indonesia. Kepercayaan publik terhadap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku induk organisasi bal-balan di negeri ini, merosot tajam. Tiada hari tanpa kritikan pedas dan cacian yang dilontarkan warganet terhadap federasi yang dipimpin Edi Rahmayadi tersebut. Masalah dan isu yang timbul sebetulnya lagu lama yang seperti sudah menjadi virus dalam persepakbolaan kita, siapa pun pimpinannya.

Kini semuanya bertambah kronis ketika sang pucuk pimpinan federasi mengendalikan bawahannya dari daerah. Acara talkshow Mata Najwa bertajuk “PSSI Bisa Apa” di salah satu stasiun televisi swasta pada 28 November 2018 membuka noda memalukan sepakbola kita tahun ini. Pengaturan skor, mafia, itu-itu lagi. Tidak terlalu mengejutkan sesungguhnya.

Dari hal tersebut, muncul dugaan “juara setingan” pada dua kasta liga sepakbola Indonesia. Januar Herwanto, Manajer Madura FC, yang menjadi narasumber dalam acara talkshow tersebut buka-bukaan tentang praktek percobaan jual beli pertandingan yang dialaminya. Ia mengaku ditelepon seseorang agar timnya bersedia mengalah ketika bersua PSS Sleman, Mei 2018 lalu dengan imbalan sejumlah uang. Januar menolak mentah-mentah tawaran itu dan Madura FC memenangi pertandingan. Ironisnya, seseorang yang menelepon Januar adalah Hidayat, salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI. Belakangan Hidayat diketahui mundur dari jabatannya.
    
Kisah Bambang Suryo, mantan bandar pengatur skor pertandingan sepakbola, semakin menguatkan indikasi adanya permainan yang melibatkan pemangku jabatan sepakbola negeri ini. Bambang merinci besaran transaksi dalam kerja sama mengatur skor. Iajuga menyebut satu nama yang merupakan mafia terbesar sepakbola Indonesia. "Saya tidak akan menyebut nama, sebut saja sontoloyo. Orang yang pertama kali bekerja sama dengan saya," ujar Bambang dalam acara itu.

Pria berkepala plontos tersebut menegaskan, PSSI masih membiarkan semua ini terjadi. Sungguh miris mendengarnya. Orang- orang yang seharusnya menjaga kehormatan sepakbola kita, justru berbuat sebaliknya. Gatot Dewa Broto, Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), yang turut hadir dalam talkshow yang dikomandoi Najwa Shihab itu berpendapat, PSSI membutuhkan leadership Edy Rahmayadi. “Alangkah indah jika konsentrasinya mengurus PSSI ya di Jakarta, tetapi kehormatan beliau sebagai Gubernur Sumatera Utara tentu banyak yang diurus,” tegasnya.

Pernyataan Gatot tersebut seolah menegaskan kembali dugaan publik perihal komunikasi jarak jauh Edy dengan bawahannya yang membuat lemahnya kontrol oleh sang ketua umum. PSSI seperti anak ayam yang kehilangan induk. Namun di balik noda tersebut, terselip sedikit cahaya dari keberhasilan Timnas U-16 yang berhasil menjuarai Piala AFF U-16 2018. Timnas U-19 juga menuai pujian dari publik lewat penampilan cantik dan heroik di Piala Asia U-19 walaupun gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia U-20 karena dikandaskan Jepang 2-0 di perempatfinal.

Untuk pertama kalinya, PSSI juga menggulirkan kompetisi usia belia, Liga 1 Elite Pro Academy U-16, yang pada edisi 2018 ini dijuarai Persib Bandung. Namun semua itu terasa kurang bagi pecinta bola kita karena kegagalan timnas senior di ajang Piala AFF 2018. Bagaimana pun, tolok ukur keberhasilan federasi sepakbola suatu negara adalah pencapaian timnas seniornya. “Tujuan suatu federasi adalah membawa sepakbola negaranya sampai kepada prestasi internasional tertinggi yang bisa diraih. Ukurannya adalah Timnas dan peringkat kita di FIFA,” ujar pengamat sepakbola, Anton Sanjoyo, dalam diskusi Pangeran Mingguan bertajuk “Blak-Blakkan Soal PSSI” di channel YouTube Asumsi.
    
Permasalahan timnas senior ini juga cukup menyita perhatian khalayak luas. Kegagalan di Piala AFF sejatinya tidaklah mengejutkan. Kemelut penunjukan pelatih yang berlarut-larut turut mengganggu persiapan. Publik sangat menginginkan Luis Milla mengomandoi perjuangan Hansamu Yama dkk di ajang sepakbola paling bergengsi Asia Tenggara tersebut. Bukan tanpa alasan, walau belum mampu mencapai target-target yang dibebankan PSSI, Milla dianggap berhasil meletakkan pondasi permainan yang jelas selama menangani Timnas U-23. Namun entah mengapa pelatih asal Spanyol itu urung menandatangani perpanjangan kontrak yang selepas Asian Games 2018.

Dalam keadaan terdesak, PSSI mengambil langkah dengan menunjuk Bima Sakti yang belum banyak berpengalaman di dunia kepelatihan untuk menangani Timnas di Piala AFF. Hasilnya, lihat sendiri. Pada 21 Oktober 2018, lewat akun Instagramnya, Milla berpamitan kepada Indonesia sekaligus menyampaikan kritik kepada PSSI terkait level profesionalisme dan menajemen yang buruk serta pelanggaran kontrak yang terjadi berkali-kali.

Langkah Tahun 2019
    
Jika sudah begini, pertanyaan di benak kita semua hanya satu. Apa langkah PSSI pada 2019 untuk menjawab segala keraguan dan kemarahan publik? Pada 20 Januari 2019, PSSI akan menggelar Kongres Tahunan di Bali. Ada dua agenda utama dalam kongres tersebut, yaitu laporan kerja 2018 dan program kerja 2019. Tidak ada agenda untuk mengganti Edi Rahmayadi pada kongres tersebut seperti yang disuarakan para gibolis Tanah Air. Beberapa waktu lalu, Edi sendiri menegaskan tidak akan mundur dari PSSI hingga masa jabatannya berakhir pada 2020 mendatang. “Saya tak mau mundur karena cinta dengan PSSI,” tukas mantan Pangkostrad itu.

Menjawab segala kritik, PSSI tidak tinggal diam. Mereka merilis daftar pencapaian yang diraih pada 2018, seperti membangkitkan sepakbola wanita, pertama kali menggelar AFC Pro Course, kerja sama kepelatihan dengan DFB (PSSI-nya Jerman), dan menggelar kompetisi usia muda. Semua itu patut kita apresiasi. Toh, diharapkan muaranya adalah prestasi yang kita idam-idamkan. Dalam hal ini, PSSI sudah berusaha menjalankan statuta FIFA yang menyebut setiap federasi bertanggungjawab membawa sepakbola di negaranya meraih prestasi tertinggi yang diakui induk organisasi sepakbola dunia tersebut. Lagi pula sebagai organisasi, mereka juga harus punya program kan?
    
Namun itu semua hanya tampak baik dari luar saja. Anton buka-bukaan soal itu. “Mereka mengklaim membuat program ini itu. Kelihatan di ujungnya saja, tetapi prosesnya berantakan,” kata pria yang akrab disapa Joy tersebut. Ia mencontohkan penyelenggaraan kompetisi usia belia dimana klub-klub seolah mendidik anak-anak muda tersebut, padahal sebagian besar hanya mengambil dari banyak Sekolah Sepakbola (SSB) yang berkompetisi di liga kelompok umur yang diselenggarakan pihak lain. Kalau begitu kita pantas ngrasani, PSSI ini adalah Event Organizer yang bertujuan membuat banyak acara dan program untuk diekspos atau sebuah federasi yang betul-betul serius membawa sepakbola kita lepas landas ke level lebih baik melalui sebuah sistem terpadu dan bersih?
    
Jangankan kita berbicara mengenai prestasi dahulu karena sepakbola kita masih punya penyakit kronis yang mesti disembuhkan : mafia. Selama itu dibiarkan, sepakbola kita akan terus jalan di tempat. Selama ini, adakah langkah tegas PSSI terhadap terduga pelaku permainan kotor dalam sepakbola kita? Adakah yang sampai diproses hukum? Apakah mereka berani membersihkan tubuh organisasi sendiri dari anggota yang diduga terlibat? Mungkin kita bisa mengibaratkan PSSI dengan seorang mahasiswa.

Percuma membanggakan pencapaian berupa IPK, tetapi diraih tidak dengan proses yang benar. Masih ada masalah moral yang mengganjal.  Jika berbicara skandal mafia sepakbola, kita bisa flashback ke medio 2006 ketika dunia terguncang oleh skandal Calciopoli di Italia. Diduga banyak konflik kepentingan dalam sepakbola mereka pada masa itu. Tentu itu sangat mencoreng wajah sepakbola Negeri Pizza. Semua yang terlibat dalam skandal tersebut langsung dihukum sesuai hukum yang berlaku di negara tersebut dan klub-klub yang terseret dihukum sesuai porsinya masing-masing. Franco Carraro, Presiden FIGC (PSSI-nya Italia) mengundurkan diri dari jabatannya. Setelah skandal memalukan itu, persepakbolaan mereka melakukan pembenahan besar-besaran.
    
Kasus di Italia sebetulnya serupa dengan apa yang dalami dalam sepakbola Indonesia. Belakangan PSSI bekerja sama dengan Barsekrim Polri membentuk Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor Sepakbola. Tentu kita semua berharap langkah ini tidak hanya sebagai gagah-gagahan untuk menjawab tekanan publik yang begitu besar untuk membersihkan hal-hal kotor dalam persepakbolaan kita.Sebetulnya tidak hanya masalah skandal mafia saja yang mendesak untuk diselesaikan. Masih banyak PR yang menunggu PSSI tahun depan. Ambil contoh, penjadwalan liga yang masih amburadul sehingga bertabrakan dengan agenda timnas, verifikasi setiap klub peserta liga yang sering menimbulkan perdebatan dan sebagainya.

Publik sangat mengharapkan perombakan besar-besaran dalam tubuh federasi. Bahkan Anton secara tegas menyebut PSSI dikendalikan orang-orang yang tidak kompeten mengurus sepakbola. Semua akan terlihat pada Kongres Januari 2019. Mau dibawa ke mana sepakbola kita? Mampukah para pemangku jabatan persepakbolaan negeri ini membalikkan citra demi nama baik mereka sendiri, federasi dan sepakbola kita?

Jangan sampai visi yang diusung Edi Rahmayadi “PSSI Profesional dan Bermartabat” hanya menjadi kata-kata tanpa tindakan nyata. Apakah semua persoalan yang sudah menjadi gunung es ini akan mencair dengan revolusi besar-besaran di semua lini? Kita tentu mengharapkan demikan. Kita sudah lelah dengan persoalan itu-itu saja yang datang lagi dan lagi. Kita hanya ingin sepakbola sebagai hiburan rakyat yang bersih, profesional dan bermartabat. Prestasi urusan belakangan, toh, jika semua sudah dilakukan secara benar, prestasi juga akan datang dengan sendirinya. Bravo sepakbola Indonesia!*** (Dionisius Sandytama Oktavian, Mahasiswa Semester VII Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)


    

    



Hi guyss..
Terimakasih sudah berkunjung ke BERNAS.id yaa..

Sekarang, BERNAS Group sedang membangun #ViralTeam di seluruh desa di
Indonesia melalui program #ViralDesa

Ingin Produk dan Jasa di desamu terkenal?
Kumpulkanlah 20 Orang untuk dilatih langsung Praktek ilmu #DigitalViralMarketing sekaligus,

Buat kalian bisa mendapatkan #RezekiDigital lewat #GotongRoyongDigital ya Guysss...
Mari menjemput #RezekiDigital, Menjadi 10-20 orang yang kami latih di BERNAS Group, untuk menjadi pengusaha Digital 2020
#ViralDesa
#Viralincome
#ViralKomisi
https://bernas.info/ViralDesa


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Kabar Baik! Tak Ada Tambahan Pasien Positif Covid-19 dan Meninggal di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Ada kabar baik di Hari Raya Idul Fitri kedua tidak ada penambahan kasus baru pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan yang meninggal dunia di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (25/5/2020). Berdasarka ...

Ekonomi

Tips Memulai Usaha Kuliner Khusus Delivery Service

BERNAS.ID - Berjualan secara online tidak akan ada batasnya, mulai dari produk fashion, peralatan elektronik, peralatan rumah tangga, kendaraan, hingga makanan. Saat ini produk jenis makanan atau usaha kuliner juga bisa menggunakan toko onl ...

Lifestyle

Tak Bisa Hidup Normal Seperti Dulu, Achmad Yuri: Harus Lakukan Kebiasaan Baru

BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum normal. Apalagi kasus baru pasien yang positif terinfeksi virus corona masih terus bertambah dan belum melandai. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Cov ...

Kesehatan

Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Tembus Angka 22 Ribu, DIY Bertambah 1 Kasus

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penularan virus corona masih terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah 1 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Melansir dari Instagram resmi Humas Pemda ...

Lifestyle

4 Tips untuk Mahasiswa Kos, Bebas Homesick karena Enggak Mudik

  Bernas.id – Lebaran kali ini terasa berbeda dan luar biasa bagi sebagian besar orang. Merayakan lebaran di tengah pandemi membuat banyak ritual dan aktivitas tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Mudik atau pu ...

Lifestyle

6 Tips untuk Mahasiswa Saat Lebaran di Rumah Aja

    Bernas.id – Nampaknya kuliah online masih akan berjalan cukup lama. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan berita bahwa penyebarang virus corona penyebab penyakit covid-19 belum kunjung usai. Hal ini menyebabkan b ...

Ekonomi

7 Tips Jitu Memenangkan Persaingan Bisnis Online

BERNAS.ID - Dunia digital yang semakin berkembang membuat orang bisa melakukan apapun dengan mudah, termasuk berbisnis. Itu mengapa kini bisnis online semakin menjamur baik itu yang berskala kecil maupun besar. Pangsa pasar besar, modal yan ...

Lifestyle

Video Call, Jokowi dan Ma'ruf Saling Bersilaturahmi Virtual Saat Idul Fitri

BERNAS.ID - Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut bersilaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri pada Minggu (24/5/2020). Namun, Idul Fitri tahun ini, masyarakat tak boleh saling berkunjung dari rumah ke rumah lantaran ...

Lifestyle

Lebaran Tetap Asyik Meski di Tengah Pandemi

Bernas.id - Ramadan telah berlalu. Waktu seakan berlari dengan kencangnya, baru juga kemarin sedikit sedih karena tidak dibolehkannya acara buka puasa bersama alias bukber karena social distancing, tak terasa kini sudah sampai pada hari ray ...

DIY

Jelang Idul Fitri Ada Tambahan 5 Pasien Positif Covid-19 di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, ada tambahan 5 orang pasien positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penambahan kasus Covid-19 di DIY didominasi oleh klaster keluarga karyawan Indogrosir. Kini, j ...

Kesehatan

Sebelum Makan Hidangan Lebaran, Ini Tips Agar Tetap Menyehatkan

BERNAS.ID - Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 24 Mei 2020, meski masih ada pandemi virus corona (Covid-19) tentu saja urusan masak hidangan khas tetap dilakukan. Ada beragam makanan khas saat Lebaran seperti ketupat, opor, olahan daging, dan ...

Pendidikan

Jangan Tunda Bergabung Di UNMAHA, Beasiswanya Membuka Peluang Emas Masa Depan!

Bernas.id - Berasal dari keluarga kurang mampu bukan hal yang dapat dipilih oleh seorang anak ketika ia dilahirkan. Mampu membiayai kuliah anaknya sampai jenjang yang tinggi adalah harapan setiap orang tua. Namun kebutuhan hidup dan penghas ...

DIY

220 Pasien Positif Covid-19 di DIY, Tambahan dari Klaster Indogrosir

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta masih terus bertambah terutama dari klaster Indogrosir. Berdasarkan hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan Covid- ...

Kesehatan

Jelang Idul Fitri, Task Force Covid-19 MPC PP Jaksel Bagi-bagi Sembako dan Lakukan Penyemprotan Disinfektan

JAKARTA, BERNAS.ID - Jelang hari Raya Idul Fitri 1441 H, warga di dua kecamatan di Jakarta Selatan, yakni Kecamatan Cilandak dan Kecamatan Kebayoran Baru mendapat bantuan sembako dari Taks Force Covid-19 Majelis Pengurus Cabang Pemuda ...

Pendidikan

9 Istilah Teknologi Informasi Ini Ada Padan Katanya dalam Bahasa Indonesia, lho!

  Bernas.id – Era teknologi informasi menyebabkan munculnya istilah-istilah baru yang dengan cepat terdengar familiar di telinga masyarakat. Istilah tersebut dapat segera diterima karena sangat sering dipakai dan diucapkan dal ...

Pendidikan

5 Tips Nulis CV Agar Lolos Seleksi Beasiswa

  Bernas.id – Menulis dan membuat Curriculum Vitae atau yang lebih dikenal dengan CV tidak bisa sembarangan. CV adalah salah satu persyaratan yang penting ketika kamu mengajukan lamaran, mulai dari lamaran kerja, lamaran magan ...

Lingkungan

Menteri Siti : Pertama Kalinya Indonesia Menerima Pembayaran Hasil Penurunan Emisi GRK

JAKARTA,BERNAS.ID - Keberhasilan Indonesia menekan laju deforestasi dan degradasi hutan, serta berbagai konsistensi kebijakan pendukung lainnya di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah berhasil menurunkan emisi Gas Rumah ...

Kesehatan

Pertama Kalinya, Tambahan Pasien Positif Covid-19 Nyaris 1.000 Dalam 24 Jam

BERNAS.ID - Kabar mengejutkan penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia pertam kalinya memecahkan rekor harian. Terjadi penambahan kasus baru pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 973 orang, per Kamis (21/5/2020).&nb ...

DIY

Tambahan Klaster Jamaah Tablig dan Indogrosir, Pasien Positif Covid-19 di DIY 206 Orang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah 6 orang, Selasa (19/5/2020). Jumlah pasien positif Covid-19 di DIY kini mencapai 206 orang. Berdasarkan hasil laporan Dinas Kes ...

DIY

Pasien Positif Covid-19 di DIY 200 Orang, Ini Pesan Sri Sultan untuk Anak Muda

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Berdasarkan hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Senin (18/5/2020) pasien yang terkonfirmasi positif virus cor ...

Kesehatan

Tagar Indonesia Terserah Dimata Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing

JAKARTA,BERNAS.ID - Tagar Indonesia menjadi viral di media sosial yang banyak dicuitkan pengguna Twitter dan diunggah di Instagram beberapa hari ini #IndonesiaTerserah dianggap bentuk kekecewaan dari tim medis yang tengah berjuang men ...

Kesehatan

Doni Monardo Tanggapi #IndonesiaTerserah, Jumlah Pasien Positif Covid-19 Tembus 18 Ribu

BERNAS.ID - Tagar #IndonesiaTerserah masih bertahan menjadi salah satu trending topic Twitter. tagar tersebut merupakan salah satu bentuk protes tenaga medis. Hal ini karenan banyak masyarakat yang nekat bepergian, mudik, bahkan masih ...

Pendidikan

Peringatan Hari Buku Nasional, Ini Pandangan Buku Di Mata MenteriLHK Siti Nurbaya

JAKARTA,BERNAS.ID - Hari Buku Nasional guna memperingati pentingnya budaya membaca. Peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) telah dimulai sejak 2002, dicetuskan saat masa Menteri Pendidikan, Abdul Malik Fadjar. Penetapan Harbuknas d ...

Lifestyle

Ini Pondasi Dasar Dalam Berbisnis Bagi Entrepreneur

BERNAS.ID - Seorang Entrepreneur harus memiliki pondasi dasar yang kuat sebelum melangkah lebih jauh dalam berkecimpung di dunia bisnis. Berikut pondasi dasar yang harus dimiliki seorang pengusaha :  Mindset/Pola Pikir Berbicara te ...

Lifestyle

Tips Jitu Memilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis Kamu

  Bernas.id - Hadirnya berbagai macam platform social media seperti Instagram, Facebook, Twitter, Line, Youtube, dan sebagainya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mempromosikan bisnis mereka. Perusahaan tidak lagi men ...

Lifestyle

Berikut Menu Buka Puasa yang Tak Menguras Kantong

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Momen buka puasa merupakan sesuatu hal yang ditunggu-tunggu setelah seharian menahan nafsu, lapar dan dahaga. Tak perlu makanan mahal, yang murah meriah saja sudah bikin hati senang. Anda bisa menyiapkan menu spes ...

Ekonomi

Tips Menyediakan Layanan Food Delivery untuk Bisnis Kuliner Anda

BERNAS.ID - Adanya layanan delivery makanan atau food delivery di rumah makan Anda akan menjadi nilai positif bagi bisnis Anda. Menurut beberapa survey, pendapatan yang dihasilkan restoran dari layanan delivery makanan cukup banyak.  ...

Ekonomi

5 Manfaat Pembayaran Non Tunai atau Digital Payment untuk UMKM

BERNAS.ID - Dewasa ini, UMKM sudah mulai beralih ke metode pembayaran digital. Hal ini ditandai dengan tingginya pengguna digital payment di Indonesia. Jumlah UMKM yang sudah go-digital mencapai 3,57 orang pada tahun 2019. Jumlah tersebut m ...

Pendidikan

9 Keunggulan Kuliah di Kampus Swasta Yang Bisa Kamu Dapatkan

  Bernas.id – Jangan minder jika kamu harus kuliah di kampus swasta. Banyak keunggulan dan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan kuliah di kampus swasta. 1. Persaingan Tidak Terlalu Ketat Daya tampung mahasiswa di ka ...

Ekonomi

Oreo Supreme Bukti Jual Brand Bukan Lagi Isu

Bernas.id - Biskuit tiga keping dibrandrol seharga 600 ribuan? Gila. Mungkin demikian yang terlintas di benak orang awam. Jangankan terpikir membeli biskuit harga selangit, untuk membeli beras sepuluh ribu rupiah saja masih harus peras otak ...

DIY

Kemenag Kanwil DIY Hasilkan 7 Maklumat Bersama Pelaksanaan Rangkaian Ibadah Idul Fitri

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kementerian Agama RI Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar musyawarah yang diikuti berbagai instansi dan lembaga keagamaan DIY. Hal ini dalam rangka untuk mendukung pencegahan Covid-19 supaya berjalan efe ...

Pendidikan

Biaya Kuliah Terlalu Berat di Tengah Pandemi? Bagaimana Solusinya?

Bernas.id – Jika dunia tidak dilanda wabah corona, sekarang adalah saatnya mempersiapkan masuk universitas. Siswa SMA yang telah lulus ujian disibukkan dengan hal yang berhubungan untuk menjadi mahasiswa. Namun, karena pandemi corona ...

Pendidikan

5 Alasan Kamu Harus Lanjut Kuliah Setelah Lulus SMA

  Bernas.id – Kuliah atau tidak? Mungkin itu keraguan yang menggangu remaja milenial jelang lulus SMA. Berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat seolah membagi dunia ini menjadi 2 pendapat yang berseberangan. Dia tidak kuli ...

Inspirasi

8 Tips Membuat Logo yang Menarik dan Profesional untuk Brand Bisnis Anda

BERNAS.ID - Membuat logo brand untuk bisnis merupakan hal yang penting untuk para entrepreneur. Seperti yang kita ketahui, manusia cenderung lebih mengingat sesuatu secara visual. Desain logo dapat berpengaruh terhadap branding suatu pro ...

Lifestyle

Kelakuan Warga +62 Ada Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu, #StopAkaliMudik!

BERNAS.ID - Masyarakat digegerkan dengan adanya surat keterangan sehat sebagai syarat bisa bepergian tetapi palsu. Rupanya ada penjual surat keterangan bebas Covid-19 palsu. Polisi telah menangkap dua kelompok penjual surat k ...

Ekonomi

Tips Membuat Website untuk UMKM yang Mampu Menaikkan Omset

BERNAS.ID - Seiring berkembangnya teknologi hampir segala aspek di kehidupan beralih ke online. Bagi Anda pemilik UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pasti ingin memperluas pasar demi mengembangkan bisnis yang sedang Anda jalani. Setiap us ...

Ekonomi

8 Tips Membuat Desain Kemasan Produk yang Menarik

BERNAS.ID - Desain kemasan produk merupakan salah satu faktor penting yang dapat menguatkan branding bisnis dalam persaingan yang semakin ketat. Desain kemasan yang menarik dan berkualitas menjadi pembeda antara brand Anda dengan kompetitor ...

DIY

Angka Kesembuhan Meningkat, Wakil Gubernur DIY Tetap Ajak Masyarakat Wajib Pakai Masker

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah 3 orang sehingga kini totalnya menjadi 188 orang per Jumat (15/5/2020). Tambahan kasus baru ini merupakan klaster Indogrosir dan ...

Ekonomi

Peluang Bisnis Tanaman Hidroponik Kian Menjanjikan, Begini Analisisnya

BERNAS.ID - Seiring berkurangnya lahan pertanian, banyak orang yang mulai mengubah cara bertanam menjadi sistem hidroponik. Siapa sangka, bisnis tanaman hidroponik juga bisa menjadi salah satu andalan yang menguntungkan. Bisnis tanaman h ...

Ekonomi

Tanpa Beli Rumah Bisa Dapat Komisi? Simak Tutorial Menjadi Viral Team Property Berikut!

Bernas.id – Ketika berbicara bisnis properti, mungkin yang terbayang di pikiran kita adalah perkara jual beli perumahan atau tanah kavling dan sebagainya. Dari penjualan itulah kita akan mendapatkan komisi. Adakah yang masih berpikir ...

Budaya

Pameran Amal Covid-19, Eksebisi Seni Rupa Virtual untuk Kemanusiaan

YOGYA, BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 memang berdampak terhadap seluruh sendi kehidupan, termasuk di bidang kesenian. Suasana prihatin ini rupanya turut memantik seniman untuk bergandengan tangan, bergotong royong membantu sesama yang membutu ...

Pendidikan

Tidak Perlu Belajar Keras, Cukup Belajar Cerdas

Belajar menjadi suatu kegiatan yang berkesan dan berharga apabila kita bisa mengingat semua yang kita pelajari sehingga kita menerapkannya saat kita membutuhkannya. Salah satu kebiasaan yang diajarkan pada kita adalah belajar dengan terus m ...

Pendidikan

6 Strategi Kuliah Lancar Omset Bisnis Maksimal

  Bernas.id – Banyak tokoh terkenal yang dapat menginspirasimu menjalani kuliah sambil bisnis. di tingkat internasional tentu kamu tahu Mark Zuckerberg, kan? Zuckerberg memulai bisnisnya saat masih kuliah. Ia sukses menjalanin ...

DIY

Sri Sultan Minta Rapid Test Acak Agar Klaster Indogrosir Tak Terulang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang tekonfirmasi positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat 185 orang hingga Jumat (16/5/2020) pagi. Informasi tersebut berdasarkan laporan Dinas Kes ...

Pendidikan

Keduanya Penting, Inilah 7 Tips Kuliah Sambil Kerja

  Bernas.id – Kuliah sambil kerja atau kerja sambil kuliah tidak boleh saling mengorbankan salah satunya. Keduanya harus berjalan berimbang sebagai konsekuensi piliha kamu untuk merangkap status sebagai mahasiswa dan karyawan. ...

Ekonomi

Bangun Usaha Tanpa Mentor? Yakin Pasti Berhasil?

Bernas.id – Setiap orang bisa memulai membangun usaha. Alasan terbesar memilih jadi pengusaha adalah agar memiliki profit yang lebih besar. Selain itu menjadi pengusaha akan lebih bebas mengatur waktu, bebas dari rasa bosan, dan bebas ...

Politik

Mardani : Kebijakan Presiden Jokowi Naikan Iuran BPJS Membebani Rakyat

JAKARTA, BERNAS.ID - Inisiator Gerakan Kami Oposisi, Mardani Ali Sera semakin kecewa dengan kebijakan Presiden Jokowi yang terus membebani rakyat. Ia mengatakan hal ini, lantaran Presiden Jokowi diam-diam menaikkan iuran BPJS Kesehatan sepi ...

DIY

Bansos Cair Sabtu Lusa, Data Penerima di DIY Diminta Dibuka Transparan

YOGYA, BERNAS.ID -Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk warga DIY yang terkena dampak pandemi covid-19 dari Pemda DIY dijanjikan dilakukan mulai, Sabtu (16/5/2020) lusa. Komisi A DPRD DIY mendesak supaya Pemda DIY membuka data pener ...

Ekonomi

Susah Hadapi Covid-19, Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Menuai Protes Rakyat

BERNAS.ID - Rakyat kembali dikagetkan dengan keputusan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Padahal, sebelumnya Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan ketentuan iuran kenaikan BPJS. Presiden Joko Wido ...

Ekonomi

Ide Bisnis Baru yang Muncul di Tengah Corona

  Bernas.id – Selalu ada hikmah di setiap musibah. Demikian juga hikmah yang tersembunyi di tengah wabah corona yang sedang melanda Indonesia. Anjuran untuk di rumah saja disusul dengan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Bes ...