Tahun 2019, PSSI Bisa Apa?


19 Desember 2018

(Dionisius Sandytama Oktavian, Mahasiswa Semester VII Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

TAHUN 2018 meninggalkan banyak catatan minus dalam persepakbolaan Indonesia. Kepercayaan publik terhadap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku induk organisasi bal-balan di negeri ini, merosot tajam. Tiada hari tanpa kritikan pedas dan cacian yang dilontarkan warganet terhadap federasi yang dipimpin Edi Rahmayadi tersebut. Masalah dan isu yang timbul sebetulnya lagu lama yang seperti sudah menjadi virus dalam persepakbolaan kita, siapa pun pimpinannya.

Kini semuanya bertambah kronis ketika sang pucuk pimpinan federasi mengendalikan bawahannya dari daerah. Acara talkshow Mata Najwa bertajuk “PSSI Bisa Apa” di salah satu stasiun televisi swasta pada 28 November 2018 membuka noda memalukan sepakbola kita tahun ini. Pengaturan skor, mafia, itu-itu lagi. Tidak terlalu mengejutkan sesungguhnya.

Dari hal tersebut, muncul dugaan “juara setingan” pada dua kasta liga sepakbola Indonesia. Januar Herwanto, Manajer Madura FC, yang menjadi narasumber dalam acara talkshow tersebut buka-bukaan tentang praktek percobaan jual beli pertandingan yang dialaminya. Ia mengaku ditelepon seseorang agar timnya bersedia mengalah ketika bersua PSS Sleman, Mei 2018 lalu dengan imbalan sejumlah uang. Januar menolak mentah-mentah tawaran itu dan Madura FC memenangi pertandingan. Ironisnya, seseorang yang menelepon Januar adalah Hidayat, salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI. Belakangan Hidayat diketahui mundur dari jabatannya.
    
Kisah Bambang Suryo, mantan bandar pengatur skor pertandingan sepakbola, semakin menguatkan indikasi adanya permainan yang melibatkan pemangku jabatan sepakbola negeri ini. Bambang merinci besaran transaksi dalam kerja sama mengatur skor. Iajuga menyebut satu nama yang merupakan mafia terbesar sepakbola Indonesia. "Saya tidak akan menyebut nama, sebut saja sontoloyo. Orang yang pertama kali bekerja sama dengan saya," ujar Bambang dalam acara itu.

Pria berkepala plontos tersebut menegaskan, PSSI masih membiarkan semua ini terjadi. Sungguh miris mendengarnya. Orang- orang yang seharusnya menjaga kehormatan sepakbola kita, justru berbuat sebaliknya. Gatot Dewa Broto, Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), yang turut hadir dalam talkshow yang dikomandoi Najwa Shihab itu berpendapat, PSSI membutuhkan leadership Edy Rahmayadi. “Alangkah indah jika konsentrasinya mengurus PSSI ya di Jakarta, tetapi kehormatan beliau sebagai Gubernur Sumatera Utara tentu banyak yang diurus,” tegasnya.

Pernyataan Gatot tersebut seolah menegaskan kembali dugaan publik perihal komunikasi jarak jauh Edy dengan bawahannya yang membuat lemahnya kontrol oleh sang ketua umum. PSSI seperti anak ayam yang kehilangan induk. Namun di balik noda tersebut, terselip sedikit cahaya dari keberhasilan Timnas U-16 yang berhasil menjuarai Piala AFF U-16 2018. Timnas U-19 juga menuai pujian dari publik lewat penampilan cantik dan heroik di Piala Asia U-19 walaupun gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia U-20 karena dikandaskan Jepang 2-0 di perempatfinal.

Untuk pertama kalinya, PSSI juga menggulirkan kompetisi usia belia, Liga 1 Elite Pro Academy U-16, yang pada edisi 2018 ini dijuarai Persib Bandung. Namun semua itu terasa kurang bagi pecinta bola kita karena kegagalan timnas senior di ajang Piala AFF 2018. Bagaimana pun, tolok ukur keberhasilan federasi sepakbola suatu negara adalah pencapaian timnas seniornya. “Tujuan suatu federasi adalah membawa sepakbola negaranya sampai kepada prestasi internasional tertinggi yang bisa diraih. Ukurannya adalah Timnas dan peringkat kita di FIFA,” ujar pengamat sepakbola, Anton Sanjoyo, dalam diskusi Pangeran Mingguan bertajuk “Blak-Blakkan Soal PSSI” di channel YouTube Asumsi.
    
Permasalahan timnas senior ini juga cukup menyita perhatian khalayak luas. Kegagalan di Piala AFF sejatinya tidaklah mengejutkan. Kemelut penunjukan pelatih yang berlarut-larut turut mengganggu persiapan. Publik sangat menginginkan Luis Milla mengomandoi perjuangan Hansamu Yama dkk di ajang sepakbola paling bergengsi Asia Tenggara tersebut. Bukan tanpa alasan, walau belum mampu mencapai target-target yang dibebankan PSSI, Milla dianggap berhasil meletakkan pondasi permainan yang jelas selama menangani Timnas U-23. Namun entah mengapa pelatih asal Spanyol itu urung menandatangani perpanjangan kontrak yang selepas Asian Games 2018.

Dalam keadaan terdesak, PSSI mengambil langkah dengan menunjuk Bima Sakti yang belum banyak berpengalaman di dunia kepelatihan untuk menangani Timnas di Piala AFF. Hasilnya, lihat sendiri. Pada 21 Oktober 2018, lewat akun Instagramnya, Milla berpamitan kepada Indonesia sekaligus menyampaikan kritik kepada PSSI terkait level profesionalisme dan menajemen yang buruk serta pelanggaran kontrak yang terjadi berkali-kali.

Langkah Tahun 2019
    
Jika sudah begini, pertanyaan di benak kita semua hanya satu. Apa langkah PSSI pada 2019 untuk menjawab segala keraguan dan kemarahan publik? Pada 20 Januari 2019, PSSI akan menggelar Kongres Tahunan di Bali. Ada dua agenda utama dalam kongres tersebut, yaitu laporan kerja 2018 dan program kerja 2019. Tidak ada agenda untuk mengganti Edi Rahmayadi pada kongres tersebut seperti yang disuarakan para gibolis Tanah Air. Beberapa waktu lalu, Edi sendiri menegaskan tidak akan mundur dari PSSI hingga masa jabatannya berakhir pada 2020 mendatang. “Saya tak mau mundur karena cinta dengan PSSI,” tukas mantan Pangkostrad itu.

Menjawab segala kritik, PSSI tidak tinggal diam. Mereka merilis daftar pencapaian yang diraih pada 2018, seperti membangkitkan sepakbola wanita, pertama kali menggelar AFC Pro Course, kerja sama kepelatihan dengan DFB (PSSI-nya Jerman), dan menggelar kompetisi usia muda. Semua itu patut kita apresiasi. Toh, diharapkan muaranya adalah prestasi yang kita idam-idamkan. Dalam hal ini, PSSI sudah berusaha menjalankan statuta FIFA yang menyebut setiap federasi bertanggungjawab membawa sepakbola di negaranya meraih prestasi tertinggi yang diakui induk organisasi sepakbola dunia tersebut. Lagi pula sebagai organisasi, mereka juga harus punya program kan?
    
Namun itu semua hanya tampak baik dari luar saja. Anton buka-bukaan soal itu. “Mereka mengklaim membuat program ini itu. Kelihatan di ujungnya saja, tetapi prosesnya berantakan,” kata pria yang akrab disapa Joy tersebut. Ia mencontohkan penyelenggaraan kompetisi usia belia dimana klub-klub seolah mendidik anak-anak muda tersebut, padahal sebagian besar hanya mengambil dari banyak Sekolah Sepakbola (SSB) yang berkompetisi di liga kelompok umur yang diselenggarakan pihak lain. Kalau begitu kita pantas ngrasani, PSSI ini adalah Event Organizer yang bertujuan membuat banyak acara dan program untuk diekspos atau sebuah federasi yang betul-betul serius membawa sepakbola kita lepas landas ke level lebih baik melalui sebuah sistem terpadu dan bersih?
    
Jangankan kita berbicara mengenai prestasi dahulu karena sepakbola kita masih punya penyakit kronis yang mesti disembuhkan : mafia. Selama itu dibiarkan, sepakbola kita akan terus jalan di tempat. Selama ini, adakah langkah tegas PSSI terhadap terduga pelaku permainan kotor dalam sepakbola kita? Adakah yang sampai diproses hukum? Apakah mereka berani membersihkan tubuh organisasi sendiri dari anggota yang diduga terlibat? Mungkin kita bisa mengibaratkan PSSI dengan seorang mahasiswa.

Percuma membanggakan pencapaian berupa IPK, tetapi diraih tidak dengan proses yang benar. Masih ada masalah moral yang mengganjal.  Jika berbicara skandal mafia sepakbola, kita bisa flashback ke medio 2006 ketika dunia terguncang oleh skandal Calciopoli di Italia. Diduga banyak konflik kepentingan dalam sepakbola mereka pada masa itu. Tentu itu sangat mencoreng wajah sepakbola Negeri Pizza. Semua yang terlibat dalam skandal tersebut langsung dihukum sesuai hukum yang berlaku di negara tersebut dan klub-klub yang terseret dihukum sesuai porsinya masing-masing. Franco Carraro, Presiden FIGC (PSSI-nya Italia) mengundurkan diri dari jabatannya. Setelah skandal memalukan itu, persepakbolaan mereka melakukan pembenahan besar-besaran.
    
Kasus di Italia sebetulnya serupa dengan apa yang dalami dalam sepakbola Indonesia. Belakangan PSSI bekerja sama dengan Barsekrim Polri membentuk Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor Sepakbola. Tentu kita semua berharap langkah ini tidak hanya sebagai gagah-gagahan untuk menjawab tekanan publik yang begitu besar untuk membersihkan hal-hal kotor dalam persepakbolaan kita.Sebetulnya tidak hanya masalah skandal mafia saja yang mendesak untuk diselesaikan. Masih banyak PR yang menunggu PSSI tahun depan. Ambil contoh, penjadwalan liga yang masih amburadul sehingga bertabrakan dengan agenda timnas, verifikasi setiap klub peserta liga yang sering menimbulkan perdebatan dan sebagainya.

Publik sangat mengharapkan perombakan besar-besaran dalam tubuh federasi. Bahkan Anton secara tegas menyebut PSSI dikendalikan orang-orang yang tidak kompeten mengurus sepakbola. Semua akan terlihat pada Kongres Januari 2019. Mau dibawa ke mana sepakbola kita? Mampukah para pemangku jabatan persepakbolaan negeri ini membalikkan citra demi nama baik mereka sendiri, federasi dan sepakbola kita?

Jangan sampai visi yang diusung Edi Rahmayadi “PSSI Profesional dan Bermartabat” hanya menjadi kata-kata tanpa tindakan nyata. Apakah semua persoalan yang sudah menjadi gunung es ini akan mencair dengan revolusi besar-besaran di semua lini? Kita tentu mengharapkan demikan. Kita sudah lelah dengan persoalan itu-itu saja yang datang lagi dan lagi. Kita hanya ingin sepakbola sebagai hiburan rakyat yang bersih, profesional dan bermartabat. Prestasi urusan belakangan, toh, jika semua sudah dilakukan secara benar, prestasi juga akan datang dengan sendirinya. Bravo sepakbola Indonesia!*** (Dionisius Sandytama Oktavian, Mahasiswa Semester VII Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)


    

    


Bagikan :
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Lingkungan

Mayjen TNI Wisnoe : Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarang

SURABAYA, BERNAS.ID - Komandan Garnisun Tetap (Dangartap) III/Surabaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B., menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang bantaran Sungai Kalimas, Surabaya. Menurutnya, selain berd ...

Lingkungan

Ini Tanaman Khas dan Langka di Yogyakarta

SLEMAN, BERNAS.ID - Indonesia merupakan negara dengan megabiodiversitas yang kaya dengan keanekaragama hayati, termasuk jenis flora atau tumbuhan. Dari berbagai tanaman itu terdapat beberapa yang endemik atau khas Daerah Istimewa Yogyakarta ...

Pariwisata

Menhub: Konektivitas Problem Pariwisata Joglosemar

SLEMAN, BERNAS.ID- Konektivitas menjadi kendala utama untuk mengembangkan pariwisata di kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang). Untuk itu, jalur transportasi berupa jalan, bandara, dan rel kereta api mutlak dibangun untuk akses pariwisata ...

Lifestyle

Skuter-Skuter Keren nan Ciamik Bisa Ditonton di ISF 2019

YOGYA, BERNAS.ID– Berbagai skuter keren bisa disaksikan di ajang Indonesia Scooter Festival (ISF) ketiga yang digelar pada 21 dan 22 September 2019 di Jogja Expo Center (JEC). Kali ini, ajang tersebut mengambil tema "Scooter ...

Lingkungan

Aksi World Cleanup Day, IHGMA Yogyakarta Bersihkan Alun-Alun Kidul

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) adalah organisasi non profit yang anggotanya terdiri atas General Manager atau Hotel Manager dari hotel-hotel yang ada di Yogyakarta dan kota-kota lainnya. Untuk Y ...

Budaya

Film Pretty Boys Jadi Penutup Karier Vincent Rumpies di Dunia Akting

YOGYA, BERNAS.ID - Vincent Ryan Rompies menyatakan berhenti dari dunia akting. Film Pretty Boys yang baru saja dirilis di bioskop tanah air menjadi film terakhir mantan basis band Clubeighties ini.  Vincent sebelumnya telah terjun d ...

DIY

Ternyata Baru 40 Persen Lembaga Zakat di DIY yang Berizin

YOGYA, BERNAS.ID - Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mencatat dari 36 lembaga amil zakat yang ada di daerah tersebut, baru sekitar 40 persen atau 13 lembaga yang sudah mengantongi izin melakukan kegiatan pemungutan zakat. “Kesem ...

Hukum dan Kriminal

Misteri Pembunuhan Mahasiswa Timor Leste Semakin Terkuak, Dua Tersangka Baru Ditangkap

SLEMAN, BERNAS.ID- Semakin menuju titik terang, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY menangkap kembali dua tersangka inisial CFS (20) dan ODC (35) terkait kasus pembunuhan mahasiswa asal Timor Leste, bernama Joao Bosco B ...

Pendidikan

Regional Center of Entrepreneurship in South East Asia Diluncurkan untuk Kembangkan Wirausaha di Asia Tenggara

YOGYA, BERNAS.ID - Regional Center of Entrepreneurship in South East Asia diluncurkan di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Jumat (20/9/2019). Hasil kerjasama dengan Handong Global University Korea Selatan ini ditujukan untu ...

Pariwisata

Yogyakarta Menjadi Tuan Rumah Acara ICBM Tahun 2019

SLEMAN, BERNAS.ID - Untuk kesepuluh kalinya, Indonesia Corporate Business Meeting (ICBM) yang merupakan kerja bareng Kementerian Pariwisata RI dan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Proevent, digelar di Yogyakarta pad ...

DIY

Karhutla, KSAD: Semua Berusaha Keras, Tidak Ada yang Enak-enakan

JOGJA, BERNAS.ID- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa mengatakan saat ini semua pihak sedang bahu-membahu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Ia menegaskan tidak ada yang enak-en ...

Budaya

7th ASEAN Traditional Textile Symposium Siap Digelar di Jogja Bulan November

YOGYA, BERNAS.ID - Tanggal 4-8 November mendatang akan digelar agenda besar 7th ASEAN Traditional Textile Symposium (ATTS), atau Simposium Tekstil Tradisional ASEAN Ketujuh. Tahun ini, Yogyakarta sebagai Kota Budaya di ASEAN mendapat kehorm ...

DIY

Panglima TNI Ziarah ke TMP Kusumanegara Yogyakarta

JOGJA, BERNAS.ID- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta dalam rangka HUT TNI ke-74, Kamis siang 19 September 2019. Panglima TNI dan rombongan datang ke kompleks TMP Kusumaneg ...

Hukum dan Kriminal

Teror Rusak Mobil di Sleman Terekam CCTV

SLEMAN, BERNAS.ID- Enam unit mobil yang terparkir di halaman rumah kos milik Markus Hartanto di Dusun Kronggahan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, dirusak orang tak dikenal pada Selasa malam (17/9/2019) sekira pukul pukul 23.40 WI ...

DIY

Karhutla, KLHK Terjunkan Tim Penyelamat Primata

SLEMAN, BERNAS.ID- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerjunkan tim penyelamat primata seperti orangutan di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tim penyelamat saat ini sudah berada di lokasi kebakaran Sumatra dan K ...

DIY

Nyatanya, Ada Fosil Orangutan di Jawa

SLEMAN, BERNAS.ID- Selain menemukan fosil manusia purba saat penggalian, ternyata juga banyak ditemukan fosil hewan primata, orangutan Jawa. Hal ini diungkapkan peneliti Paleoantropologi FIB UGM, Drs Rusyad Adi Suriyanto, MHum dalam simposi ...

Ekonomi

Jogja Kiblat Ekonomi Kreatif, Benarkah?

SLEMAN, BERNAS.ID- Tantangan dan peluang dalam sektor ekonomi kreatif Yogyakarta semakin tinggi apalagi Kota Budaya ini sering dijuluki kiblat ekonomi kreatif Indonesia. Namun, benarkah anggapan itu atau citra tersebut hanya isapan jempol b ...

DIY

Aktivis Perempuan Jogja Tuntut RUU PKS Segera Disahkan

YOGYA, BERNAS.ID- Aturan untuk melindungi korban kekerasan seksual saat ini dinilai masih sangat lemah dan tidak komprehensif. Oleh sebab itu sejumlah aktivis perempuan di Jogja mendesak DPR dan Pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Pengh ...

Hukum dan Kriminal

Baru Disahkan, UU KPK yang Baru Akan Dilaporkan ke PBB

JAKARTA, BERNAS.ID - Baru saja disahkan DPR RI Undang-undang KPK yang baru atau hasil revisi akan digugat. Koalisi Masyarakat Sipil berencana akan menyiapkan materi judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan melaporkan upaya pelemahan ...

DIY

Soal Karhutla, Menteri Desa PDTT: Ini Tanggungjawab Bersama Negara Kawasan

JOGJA, BERNAS.ID- Saat ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di kawasan Sumatera dan Kalimantan dengan polusi asap yang berdampak pada kesehatan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sun ...

DIY

Seminar Draf Rencana Aksi Daerah sebagai Implementasi SDG's Berperspektif Disabilitas Tingkat Kabupaten di DIY

BANTUL, BERNAS.ID - Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas (FPHPD) bersama CIQAL, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, dan ILAI menggelar Seminar Draf Rencana Aksi Daerah sebagai Implementasi SDG's Berperspektif Di ...

DIY

Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Kereta, Pelanggar Ditindak dan Diminta Menyanyi

YOGYA, BERNAS.ID - Selama ini perlintasan sebidang merupakan salah satu titik terjadinya kecelakaan, karena banyak pengendara menerobos, meski palang pintu kereta api sudah tertutup. Melihat fakta tersebut, Daop 6 Yogyakarta bersama instans ...

Pendidikan

Kini Kuliah di UNY Lebih Fleksibel

SLEMAN, BERNAS.ID - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) tidak kehilangan khittah sebagai universitas dimana prioritas utama pendidikan khususnya guru dan pengembangan ilmu pendidi ...

Ekonomi

Kurangi Backlog, Presiden Jokowi Diskusi dengan Asosiasi Profesi Pengembang Perumahan

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan pengurus dan anggota Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), dan Himpunan Pengembang Permukiman dan ...

Lingkungan

Gubernur Diminta Evaluasi Penyerapan Anggaran di Dinas Perumahan DKI Jakarta

JAKARTA, BERNAS.ID - Memiliki Rumah merupakan kebutuhan mendasar bagi semua orang. Namun, tidak semua kalangan mampu membeli, dan memilikinya. Terlebih di kota Jakarta dengan harga yang sudah selangit ini menjadi salah satu permasalahan unt ...

Politik

Mantab Jadi Calon Walikota, Putri Ma'ruf Amin Sambangi Kediaman Bachtiar Chamsyah

TANGSEL, BERNAS.ID - Putri Wakil Presiden (Wapres) terpilih 2019-2024 KH. Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah dengan ditemani Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal menggelar silaturrahmi dengan tokoh nasional asal Minang, Buya Dr. ...

Politik

Presiden Jokowi : Saya Tidak Pernah Ragukan Pimpinan KPK

JAKARTA, BERNAS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meragukan kiprah dan kinerja para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jokowi juga menilai bahwa kinerja lembaga antirasuah tersebut sudah sang ...

Politik

Spanduk Putih Misterius Nampang di Depan Kantor Golkar DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Sebuah spanduk kain putih dipasang di Kantor DPD Partai Golkar DIY Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Senin (16/9/2019) dini hari. Di spanduk yang terdapat di pagar kantor terdapat tulisan yang dibuat menggunakan cat sem ...

Hukum dan Kriminal

Ribut RUU KPK, Mahfud MD Sarankan Presiden Jokowi Ini

JOGJA, BERNAS.ID- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menyerahkan mandat KPK ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertanyaannya, apakah benar dari sisi hukum? Ahli hukum tata negara, Mahfud MD  menegaskan secara yur ...

Hukum dan Kriminal

Pembuat Keributan di Alun-alun Selatan Diamankan

YOGYA, BERNAS.ID-Polsek Kraton mengamankan seorang pelaku yang mengancam akan membuat kerusuhan di kawasan parkir Kandang Gajah, Alun-alun Kidul, Kecamatan Kraton, Minggu (15/9) dini hari. Pelaku mengancam juru parkir menggunakan senjata ta ...

Pendidikan

Akademisi UGM Tuntut DPR Hentikan Pembahasan RUU KPK

SLEMAN, BERNAS.ID- Akademisi UGM yang terdiri para Guru Besar, Dosen dan Mahasiswa menuntut DPR dan Pemerintah untuk menghentikan pembahasan RUU KPK. Alasannnya, pengajuan RUU KPK dianggap tidak mengikuti prosedur legislasi, lalu proses pem ...

Budaya

Perayaan Zhong Qiu Jie 2019 di Kelenteng Tjen Ling Kiong

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perayaan Tiong Ciu atau Zhong Qiu Jie yang dalam bahasa Indonesia akrab dengan sebutan Festival Kue Bulan, serta juga dikenal dengan Mid Autumn Festival adalah salah satu perayaan yang di tunggu-tunggu warga Tiongk ...

Budaya

Pertama Kalinya, FKUB Yogyakarta Siap Gelar Pentas Seni Budaya untuk Perkuat Kerukunan

YOGYA, BERNAS.ID - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta akan menggelar pentas seni dan budaya melibatkan pemeluk enam agama yang diakui di Indonesia sebagai upaya untuk terus memupuk toleransi sekaligus memperkuat kerukunan ...

Olahraga

Timnas dan 5 Tim IBL Bakal Meriahkan Piala Raja-Jogja Istimewa 2019

YOGYA, BERNAS.ID - Turnamen basket pra musim bertajuk Piala Raja -Jogja Istimewa Cup bakal digelar kembali 1-6 Oktober 2019 di GOR Amongraga Yogyakarta. Timnas proyeksi Sea Games 2019 dan lima tim IBL dipastikan ikut serta dalam turnamen ya ...

Hukum dan Kriminal

Tembakau Gorilla dan Sabu-sabu Masih Beredar di Condongcatur Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID- Peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan obat-obatan terlarang seperti tembakau gorilla dan pil trihexyphenidy tak ada habisnya di wilayah Yogyakarta. Penjualannya pun mengikuti perkembangan teknologi melalui media sosial ...

Politik

Puluhan Mahasiswa Jogja Demo Tolak Revisi RUU KPK

YOGYA, BERNAS.ID - Puluhan mahasiswa dari beberapa kampus yang tergabung dalam Gerakan Anti Korupsi Yogyakarta melakukan unjuk rasa di kantor DPRD DIY, Kamis (12/9/2019) siang. Massa aksi menolak dengan tegas Rancangan Revisi Undang-undang ...

Budaya

Zhong Qiu Jie 2019 Bakal Digelar di Kelenteng Poncowinatan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perayaan Tiong Ciu atau Zhong Qiu Jie yang dalam bahasa Indonesia akrab dengan sebutan Festival Kue Bulan, serta juga dikenal dengan Mid Autumn Festival adalah salah satu perayaan yang di tunggu-tunggu warga Tiongkok ...

Politik

Indonesia Berduka, BJ Habibie Wafat

JAKARTA,BERNAS.ID - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Indonesia berduka telah kehilangan putra terbaiknya. Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie  menghembuskan nafas terakhirny, pada pukul 18.05 WIB, Rabu ( ...

DIY

Jokowi Dikirimi Nota Keberatan dari Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Santer kabar revisi UU KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di DPR RI dianggap banyak pihak melemahkan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Untuk itu, jejaring pusat kajian hukum dan antikorupsi perguruan tinggi seluru ...

Ekonomi

Bayar PBB di DIY Kini Bisa Lewat GoPay

YOGYA, BERNAS.ID - Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di DIY kini bisa dilakukan lewat e-wallet GoPay. Ini usai dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Bank BPD DIY dengan PT Tokopedia, dan PT Dompet Anak Bangsa (GoP ...

DIY

Tahun 2020, Masyarakat Diajak Sensus Penduduk Secara Online

SLEMAN, BERNAS.ID- Menyikapi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Rapat Teknis Nasional untu ...

Lifestyle

Promosikan Pameran KriyaNusa 2019, Kominfo Ajak Netizen

JAKARTA, BERNAS.ID -  Guna mempromosikan gelaran Pameran KriyaNusa 2019 yang akan berlangsung pada tanggal 11 sampai dengan 15 September 2019 di Balai Kartini Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Temu Netize ...

Ekonomi

Mengenal Produk Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur yang Programnya Pakai Danais

YOGYA, BERNAS.ID - Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan program ekonomi pertama di DIY yang memakai dana keistimewaan (Danais). Program ini merupakan bentuk usaha Pemda DIY dalam mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial d ...

DIY

Kapolda DIY Menari Tarian Sajojo Bersama Pelajar Papua

SLEMAN, BERNAS.ID- Sejumlah siswa Papua menari Tarian Sajojo bersama Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri di perayaan Peringatan HUT Polisi Wanita (Polwan) ke-71 berlangsung meriah di halaman Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa ...

DIY

Hari Polwan ke-71, Polda DIY Sajikan Cerita Kolosal Cikal Bakal Polwan

SLEMAN, BERNAS.ID- Peringatan HUT Polisi Wanita (Polwan) ke-71 berlangsung meriah di halaman Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peringatan HUT Polwan kali ini mengangkat tema, "Dengan Semangat Promoter Pengabdian Polwan untuk Ma ...

Ekonomi

Fesyen Ramah Lingkungan, Potensial Dikembangkan di Jogja

JOGJA, BERNAS.ID- Kesadaran penggunaan bahan-bahan yang ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) mulai banyak digaungkan di berbagai belahan dunia. Untuk itu, serat viscose (rayon) menjadi pilihan yang tepat untuk menjadi bahan ba ...

Politik

Sukamta : Revisi PP PSTE Berpotensi Mengancam Digital Sovereignty

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah berencana merevisi PP No. 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) yang tidak mewajibkan data center terkait data swasta ditempatkan di dalam negeri.  Anggota ...

Hukum dan Kriminal

Untuk Bayar Karaoke dan Hutang, Nekat Gelapkan Mobil Rental

SLEMAN, BERNAS.ID- Pura-pura menyewa mobil pada sebuah rentalan di daerah Pangukan Tridadi Sleman, dua pemuda bernama Abdi (25), warga Temanggung, dan Mamat (22) warga Kebumen harus berurusan dengan kepolisian karena menggadaikan mobil sewa ...

Pendidikan

STMIK Mahakarya Menggelar PKKMB

 JAKARTA, BERNAS.ID - Dalam memperkenalkan Mahasiswa dan Mahasiswinya kepada lingkungan Kampus, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Mahakarya, Program Studi Informatika dan Sistem Informasi, mewajibkan seluru ...

Pendidikan

Pertama Kali, Sekolah Air Hujan Dibuka di Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID- Unik, nantinya, para siswanya tidak akan belajar tentang pelajaran-pelajaran yang biasa didapatkan di bangku sekolah, tapi di Sekolah Air Hujan ini nanti akan belajar tentang bagaimana memanen air hujan untuk memperoleh a ...