Membedakan Tanah Negara dan Tanah Pemerintah


28 Januari 2019

(Edi Hardum Praktisi Hukum tinggal di Jakarta)

SALAH satu hal yang dibicarakan orang dalam diskusi grup WhatsApp (grup Lonto Leok – Manggarai, NTT) atau Facebook adalah istilah tanah negara dan tanah pemerintah. Ada orang yang menyamakanTanah Negara dan Tanah Pemerintah. Ada yang berpendapat beda. Mana yang benar?

Untuk menjawab pertanyaan itu, terlebih dahulu penulis menjelaskan mengenai negara. Sedikitnya dua arti negara, pertama, negara adalah masyarakat atau wilayah yang merupakan satu kesatuan politis. Kedua, negara adalah lembaga pusat yang menjamin kesatuan politis, yang menata dan menguasai wilayah (Frans Magnis- Suseno, 1991: 170).

Lembaga pusat yang dimaksud Magnis ini adalah pemerintah. Sesuatu bisa disebut negara kalau memenuhi syarat-syarat adanya wilayah, adanya masyarakat, adanya pemerintah dan adanya pengakuan dari negara lain (Jimly Asshiddiqie, 2012:10-11).

Dalam ilmu negara dikenal sejumlah teori negara seperti teori negara fasis, negara komunis, negara organis dan negara demokratis. Dalam negara komunis dan fasis, pemerintah jelas sama dengan negara. Dalam negara-negara dengan sistem-sistem yang dimaksud pengertian negara hampir sama sebagaimana dijelaskan Max Weber, yakni lembaga yang memiliki keabsahan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warganya. Jadi negara di sini artinya pemerintah.

Negara organis, pemerintah sama artinya dengan negara yakni lembaga yang dibentuk masyarakat, yang lebih banyak mempunyai kemauannya sendiri, namun kemauan itu lebih untuk membahagiakan dan mensejahterakan masyarakatnya. Sedangkan dalam negara demokratis, pemerintah adalah lembaga yang dibentuk untuk melayani masyarakat (Arief Budiman, 1997 : 7 -29).  

Sedangkan Hans Kelsen sendiri menyebut pemerintah sebagai bentuk khusus dari negara. Atau pemerintah adalah arti sempit dari negara (Hans Kelsen 2014:261). Jadi dari pengertian-pengertian itu, penulis simpulkan, pemerintah adalah arti tertentu atau arti sempit dari negara.

Dalam konteks pengertian seperti itulah bisa dibenarkan atau dimafaatkan Tanah Negara sama dengan Tanah Pemerintah. Namun, kalau masuk ke istilah hukum tidaklah demikian. Tanah Negara beda dengan Tanah Pemerintah.

Tanah Negara

Kalau kita periksa peraturan perundang-undangan, seperti UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) serta peraturan turunan dari UU ini, dan UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, tidak dijelaskan secara jelas perbedaan antara tanah negara dan tanah pemerintah.

Bahkan menurut penulis, defenisi Panah Pemerintah sama sekali tidak dieksplisitkan. Kalau kita memeriksa literatur, maka penguasaan tanah oleh negara di Indonesia dibagi dalam beberapa zaman, yakni zaman penjajah atau Belanda, zaman Orde Lama, Zaman Orde Baru dan Zaman Reformasi. Pada zaman Belanda, hampir semua tanah di Indonesia adalah milik negara atau Ratu Belanda. Tanah pada zaman Belanda dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi Belanda. Pada zaman Orde Lama, dikeluarkan sejumlah kebijakan pengembalian tanah-tanah yang dikuasai Belanda. Pada zaman Orde Baru tanah dimanfaatkan untuk kepentingan investasi (pembangunan). Sedangkan zaman reformasi tanah digunakan untuk kepentingan investasi dan rakyat (Bernhard Limbong, 2017 : 83-96).

Pada zaman Belanda, ada dua bentuk tanah negara, pertama, tanah-tanah Negara yang disebut dengan tanah Negara bebas. Artinya tanah yang dimaksud belum ada atau belum pernah dilekati oleh sesuatu hak apa pun. Pengertian hak di sini harus diartikan yuridis yang diatur dalam ketentuan hukum barat (BW) termasuk di dalamnya hak rakyat atas tanah yang pada waktu itu tanah-tanah yang mendasarkan pada hukum adat setempat.

Sepanjang tidak didaftarkan haknya dengan cara menundukkan diri secara suka rela kepada hukum barat maka tanah yang dikuasai rakyat merupakan bagian dari atau berstatus sebagai tanah negara yang diistilahkan sebagai tanah negara yang diduduki oleh rakyat.

Dalam perkembangannya ternyata pemerintah Hindia Belanda juga berpendapat bahwa sebutan tanah negara bebas ini cakupannya dibedakan menjadi dua, (1) tanah-tanah menjadi tanah negara bebas karena dibebaskan dari hak-hak milik rakyat oleh suatu instansi / departemen, dianggap tanah negara dibawah penguasaan departemen yang membebaskan. (2) Tanah negara bebas yang tidak ada penguasaan secara nyata diserahkan kepada suatu departemen, dianggap bahwa tanah tersebut dimasukkan kedalam penguasaan departemen dalam negeri.

Kedua, tanah negara yang tidak bebas. Yaitu tanah negara yang di atasnya ada hak-hak rakyat atas tanah atau tanah yang dikuasai atau diduduki oleh rakyat berdasarkan pada hukum adat mereka ( hak ulayat masyarakat hukum adat).

Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan, sebelum terbitnya UUPA, pengertian Tanah Negara, ditemukan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 1953  tentang Pengusaan Tanah-tanah Negara.

Penjelasan umum poin 1 PP tersebut menjelaskan, tanah yang dikuasai oleh negara yaitu  semua tanah yang bebas sama sekali daripada (red-dari) hak-hak seseorang, baik yang berdasarkan atas hukum adat asli Indonesia maupun yang berdasarkan atas hukum Barat. Dengan terbitnya UUPA tahun 1960, pengertian tanah negara ditegaskan bukan dikuasai penuh akan tetapi merupakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara (lihat, penjelasan umum II (2) UUPA). Artinya negara dikontruksikan bukan pemilik tanah. Negara sebagai organisasi kekuasaan rakyat yang bertindak selaku Badan Penguasa.

 “...Undang-undang Pokok Agria berpangkal pada pendirian, bahwa untuk mencapai apa yang ditentukan dalam Pasal 33 ayat 3 Undang-undang Dasar tidak perlu, dan tidaklah pula pada tempatnya, bahwa bangsa Indonesia atau pun negara bertindak sebagai pemilik tanah. Adalah lebih tepat jika negara sebagai organisasi kekuasaan dari seluruh rakyat (bangsa) bertindak selaku Badan Penguasa...”.

Lebih lanjut penjelasan umum II poin 2 ini menerangkan bahwa Badan Penguasa diberikan wewenang oleh rakyat untuk,pertama, mengatur dan menyelengarakan peruntukan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaannya.Kedua,  menentukan dan mengatur hak-hak yang dapat dipunyai atas (bagian dari) bumi, air dan ruang angkasa itu. Ketiga, menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan hukum yang mengenai bumi, air dan ruang angkasa.
Berdasarkan UUPA dan peraturan perundangan perundangan lainnya (setelah Indonesia merdeka) (periksa Himpunan Peraturan dan UU tentang Agraria dan Pertanahan-Edisi Terbaru, Oktober 2017 dan UU Nomor 2 Tahun 2012), tanah negara diartikan sebagai tanah yang tidak dilekati dengan sesuatu hak atas tanah.

Dari konsep peraturan perudang-undangan, ada dua tanah negara yakni, pertama, tanah negara yang berasal dari tanah yang benar-benar belum pernah ada hak atas tanah yang melekatinya atau disebut sebagai tanah negara bebas.

Kedua, tanah negara yang berasal dari tanah-tanah yang sebelumnya ada haknya, karena sesuatu hal atau adanya perbuatan hukum tertentu menjadi Tanah Negara. Tanah bekas Hak Barat, tanah dengan hak atas tanah tertentu yang telah berakhir jangka waktunya, tanah yang dicabut haknya, tanah yang dilepaskan secara sukarela oleh pemiliknya.

Tanah Pemerintah

Sejauh penulis periksa sejumlah peraturan perundang-undangan, ditemukan,  tidak dijelaskan secara langsung dan eksplisit apa itu Tanah Pemerintah. Penulis temukan penjelasan tidak secara langsung, seperti di bawah ini.

Pertama, dalam penjelasan umum II poin 2 UUPA, berbunyi,”...Dengan berpedoman pada pada tujuan yang disebutkan di atas, negara dapat memberikan tanah yang demikian itu kepada seseorang atau badan-badan hukum dengan sesuatu hak menurut peruntukan dan keperluannya, misalnya hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, atau hak pakai atau memberikannya dalam pengelolaan kepada sesuatu Badan Penguasa (Departemen, Jawatan atau Daerah Swatantra (red-otonomi) untuk dipergunakan bagi pelaksanaan tugasnya masing-masing (Pasal 2 ayat 4 UUPA)...”.

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa Badan Penguasa itu antara lain Departemen bisa berarti Kementerian. Itu berarti pemerintah. Jawatan bisa berarti BUMN. Daerah Swatantra  bisa berarti pemerintah daerah. Lembaga-lembaga ini bisa diberikan tanah oleh negara dengan hak pengelolaan. Hak pengelolaan ini tentu dengan alas hak pengelolaan.

Kedua, Peraturan Menteri Agraria Nomor 9 Tahun 1965 tentang Pelaksanaan Konversi Hak Penguasaan Atas Tanah Negara dan Ketentuan-Ketentuan Tentang Kebijaksanaan Selanjutnya, pada Pasal 1 dan Pasal 2 menyatakan, (1) hak atas penguasaan tanah oleh negara yang diberikan kepada departemen-departemen, direktorat-direktorat dan daerah-daerah swatantra (daerah otonomi) yang hanya dipergunakan untuk instansi itu sendiri dikonversi menjadi hak pakai. (2) Apabila dipergunakan untuk kepentingan instansi itu sendiri dan juga dapat diberikan kepada pihak ketiga maka hak penguasaan tersebut menjadi hak pengelolaan.
Hak pengelolaan itu sendiri menurut Pasal 1 angka 3 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan, menyatakan, hak menguasai dari negara yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegangnya.

Pasal 67 Permen Agraria ini menyatakan, hak pengelolaan dapat diberikan kepada: instansi pemerintah termasuk pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMN), PT Persero, Badan Otorita, Badan-badan hukum Pemerintah lainnya yang ditunjuk pemerintah.
Badan-badan hukum di atas dapat diberikan hak pengelolaan sepanjang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya berkaitan dengan pengelolaan tanah.
Pasal 49 Permen Agraria ini juga disebutkan mengenaihak pakai, yakni bisa diberikan kepada instansi pemerintah.

Dari penjelasan peraturan perundangan tersebut disimpulkan bahwa, pertama, Tanah Pemerintah adalah tanah negara yang diberikan kepada instansi pemerintah dengan hak pengelolaan dan hak pakai. Instansi pemerintah seperti kementerian, direktorat dan pemerintah daerah menguasai tanah dengan hak pengelolaan dan hak pakai dengan memiliki alas hak pengelolaan atau hak pakai. Kedua, sedangkan Tanah Negara diartikan sebagai tanah yang tidak dilekati dengan sesuatu hak atas tanah. (Edi Hardum, Praktisi Hukum tinggal di Jakarta)



Hi guyss..
Terimakasih sudah berkunjung ke BERNAS.id yaa..

Sekarang, BERNAS Group sedang membangun #ViralTeam di seluruh desa di
Indonesia melalui program #ViralDesa

Ingin Produk dan Jasa di desamu terkenal?
Kumpulkanlah 20 Orang untuk dilatih langsung Praktek ilmu #DigitalViralMarketing sekaligus,

Buat kalian bisa mendapatkan #RezekiDigital lewat #GotongRoyongDigital ya Guysss...
Mari menjemput #RezekiDigital, Menjadi 10-20 orang yang kami latih di BERNAS Group, untuk menjadi pengusaha Digital 2020
#ViralDesa
#Viralincome
#ViralKomisi
https://bernas.info/ViralDesa


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Kabar Baik! Tak Ada Tambahan Pasien Positif Covid-19 dan Meninggal di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Ada kabar baik di Hari Raya Idul Fitri kedua tidak ada penambahan kasus baru pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan yang meninggal dunia di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (25/5/2020). Berdasarka ...

Ekonomi

Tips Memulai Usaha Kuliner Khusus Delivery Service

BERNAS.ID - Berjualan secara online tidak akan ada batasnya, mulai dari produk fashion, peralatan elektronik, peralatan rumah tangga, kendaraan, hingga makanan. Saat ini produk jenis makanan atau usaha kuliner juga bisa menggunakan toko onl ...

Lifestyle

Tak Bisa Hidup Normal Seperti Dulu, Achmad Yuri: Harus Lakukan Kebiasaan Baru

BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum normal. Apalagi kasus baru pasien yang positif terinfeksi virus corona masih terus bertambah dan belum melandai. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Cov ...

Kesehatan

Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Tembus Angka 22 Ribu, DIY Bertambah 1 Kasus

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penularan virus corona masih terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah 1 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Melansir dari Instagram resmi Humas Pemda ...

Lifestyle

4 Tips untuk Mahasiswa Kos, Bebas Homesick karena Enggak Mudik

  Bernas.id – Lebaran kali ini terasa berbeda dan luar biasa bagi sebagian besar orang. Merayakan lebaran di tengah pandemi membuat banyak ritual dan aktivitas tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Mudik atau pu ...

Lifestyle

6 Tips untuk Mahasiswa Saat Lebaran di Rumah Aja

    Bernas.id – Nampaknya kuliah online masih akan berjalan cukup lama. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan berita bahwa penyebarang virus corona penyebab penyakit covid-19 belum kunjung usai. Hal ini menyebabkan b ...

Ekonomi

7 Tips Jitu Memenangkan Persaingan Bisnis Online

BERNAS.ID - Dunia digital yang semakin berkembang membuat orang bisa melakukan apapun dengan mudah, termasuk berbisnis. Itu mengapa kini bisnis online semakin menjamur baik itu yang berskala kecil maupun besar. Pangsa pasar besar, modal yan ...

Lifestyle

Video Call, Jokowi dan Ma'ruf Saling Bersilaturahmi Virtual Saat Idul Fitri

BERNAS.ID - Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut bersilaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri pada Minggu (24/5/2020). Namun, Idul Fitri tahun ini, masyarakat tak boleh saling berkunjung dari rumah ke rumah lantaran ...

Lifestyle

Lebaran Tetap Asyik Meski di Tengah Pandemi

Bernas.id - Ramadan telah berlalu. Waktu seakan berlari dengan kencangnya, baru juga kemarin sedikit sedih karena tidak dibolehkannya acara buka puasa bersama alias bukber karena social distancing, tak terasa kini sudah sampai pada hari ray ...

DIY

Jelang Idul Fitri Ada Tambahan 5 Pasien Positif Covid-19 di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, ada tambahan 5 orang pasien positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penambahan kasus Covid-19 di DIY didominasi oleh klaster keluarga karyawan Indogrosir. Kini, j ...

Kesehatan

Sebelum Makan Hidangan Lebaran, Ini Tips Agar Tetap Menyehatkan

BERNAS.ID - Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 24 Mei 2020, meski masih ada pandemi virus corona (Covid-19) tentu saja urusan masak hidangan khas tetap dilakukan. Ada beragam makanan khas saat Lebaran seperti ketupat, opor, olahan daging, dan ...

Pendidikan

Jangan Tunda Bergabung Di UNMAHA, Beasiswanya Membuka Peluang Emas Masa Depan!

Bernas.id - Berasal dari keluarga kurang mampu bukan hal yang dapat dipilih oleh seorang anak ketika ia dilahirkan. Mampu membiayai kuliah anaknya sampai jenjang yang tinggi adalah harapan setiap orang tua. Namun kebutuhan hidup dan penghas ...

DIY

220 Pasien Positif Covid-19 di DIY, Tambahan dari Klaster Indogrosir

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta masih terus bertambah terutama dari klaster Indogrosir. Berdasarkan hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan Covid- ...

Kesehatan

Jelang Idul Fitri, Task Force Covid-19 MPC PP Jaksel Bagi-bagi Sembako dan Lakukan Penyemprotan Disinfektan

JAKARTA, BERNAS.ID - Jelang hari Raya Idul Fitri 1441 H, warga di dua kecamatan di Jakarta Selatan, yakni Kecamatan Cilandak dan Kecamatan Kebayoran Baru mendapat bantuan sembako dari Taks Force Covid-19 Majelis Pengurus Cabang Pemuda ...

Pendidikan

9 Istilah Teknologi Informasi Ini Ada Padan Katanya dalam Bahasa Indonesia, lho!

  Bernas.id – Era teknologi informasi menyebabkan munculnya istilah-istilah baru yang dengan cepat terdengar familiar di telinga masyarakat. Istilah tersebut dapat segera diterima karena sangat sering dipakai dan diucapkan dal ...

Pendidikan

5 Tips Nulis CV Agar Lolos Seleksi Beasiswa

  Bernas.id – Menulis dan membuat Curriculum Vitae atau yang lebih dikenal dengan CV tidak bisa sembarangan. CV adalah salah satu persyaratan yang penting ketika kamu mengajukan lamaran, mulai dari lamaran kerja, lamaran magan ...

Lingkungan

Menteri Siti : Pertama Kalinya Indonesia Menerima Pembayaran Hasil Penurunan Emisi GRK

JAKARTA,BERNAS.ID - Keberhasilan Indonesia menekan laju deforestasi dan degradasi hutan, serta berbagai konsistensi kebijakan pendukung lainnya di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah berhasil menurunkan emisi Gas Rumah ...

Kesehatan

Pertama Kalinya, Tambahan Pasien Positif Covid-19 Nyaris 1.000 Dalam 24 Jam

BERNAS.ID - Kabar mengejutkan penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia pertam kalinya memecahkan rekor harian. Terjadi penambahan kasus baru pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 973 orang, per Kamis (21/5/2020).&nb ...

DIY

Tambahan Klaster Jamaah Tablig dan Indogrosir, Pasien Positif Covid-19 di DIY 206 Orang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah 6 orang, Selasa (19/5/2020). Jumlah pasien positif Covid-19 di DIY kini mencapai 206 orang. Berdasarkan hasil laporan Dinas Kes ...

DIY

Pasien Positif Covid-19 di DIY 200 Orang, Ini Pesan Sri Sultan untuk Anak Muda

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Berdasarkan hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Senin (18/5/2020) pasien yang terkonfirmasi positif virus cor ...

Kesehatan

Tagar Indonesia Terserah Dimata Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing

JAKARTA,BERNAS.ID - Tagar Indonesia menjadi viral di media sosial yang banyak dicuitkan pengguna Twitter dan diunggah di Instagram beberapa hari ini #IndonesiaTerserah dianggap bentuk kekecewaan dari tim medis yang tengah berjuang men ...

Kesehatan

Doni Monardo Tanggapi #IndonesiaTerserah, Jumlah Pasien Positif Covid-19 Tembus 18 Ribu

BERNAS.ID - Tagar #IndonesiaTerserah masih bertahan menjadi salah satu trending topic Twitter. tagar tersebut merupakan salah satu bentuk protes tenaga medis. Hal ini karenan banyak masyarakat yang nekat bepergian, mudik, bahkan masih ...

Pendidikan

Peringatan Hari Buku Nasional, Ini Pandangan Buku Di Mata MenteriLHK Siti Nurbaya

JAKARTA,BERNAS.ID - Hari Buku Nasional guna memperingati pentingnya budaya membaca. Peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) telah dimulai sejak 2002, dicetuskan saat masa Menteri Pendidikan, Abdul Malik Fadjar. Penetapan Harbuknas d ...

Lifestyle

Ini Pondasi Dasar Dalam Berbisnis Bagi Entrepreneur

BERNAS.ID - Seorang Entrepreneur harus memiliki pondasi dasar yang kuat sebelum melangkah lebih jauh dalam berkecimpung di dunia bisnis. Berikut pondasi dasar yang harus dimiliki seorang pengusaha :  Mindset/Pola Pikir Berbicara te ...

Lifestyle

Tips Jitu Memilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis Kamu

  Bernas.id - Hadirnya berbagai macam platform social media seperti Instagram, Facebook, Twitter, Line, Youtube, dan sebagainya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mempromosikan bisnis mereka. Perusahaan tidak lagi men ...

Lifestyle

Berikut Menu Buka Puasa yang Tak Menguras Kantong

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Momen buka puasa merupakan sesuatu hal yang ditunggu-tunggu setelah seharian menahan nafsu, lapar dan dahaga. Tak perlu makanan mahal, yang murah meriah saja sudah bikin hati senang. Anda bisa menyiapkan menu spes ...

Ekonomi

Tips Menyediakan Layanan Food Delivery untuk Bisnis Kuliner Anda

BERNAS.ID - Adanya layanan delivery makanan atau food delivery di rumah makan Anda akan menjadi nilai positif bagi bisnis Anda. Menurut beberapa survey, pendapatan yang dihasilkan restoran dari layanan delivery makanan cukup banyak.  ...

Ekonomi

5 Manfaat Pembayaran Non Tunai atau Digital Payment untuk UMKM

BERNAS.ID - Dewasa ini, UMKM sudah mulai beralih ke metode pembayaran digital. Hal ini ditandai dengan tingginya pengguna digital payment di Indonesia. Jumlah UMKM yang sudah go-digital mencapai 3,57 orang pada tahun 2019. Jumlah tersebut m ...

Pendidikan

9 Keunggulan Kuliah di Kampus Swasta Yang Bisa Kamu Dapatkan

  Bernas.id – Jangan minder jika kamu harus kuliah di kampus swasta. Banyak keunggulan dan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan kuliah di kampus swasta. 1. Persaingan Tidak Terlalu Ketat Daya tampung mahasiswa di ka ...

Ekonomi

Oreo Supreme Bukti Jual Brand Bukan Lagi Isu

Bernas.id - Biskuit tiga keping dibrandrol seharga 600 ribuan? Gila. Mungkin demikian yang terlintas di benak orang awam. Jangankan terpikir membeli biskuit harga selangit, untuk membeli beras sepuluh ribu rupiah saja masih harus peras otak ...

DIY

Kemenag Kanwil DIY Hasilkan 7 Maklumat Bersama Pelaksanaan Rangkaian Ibadah Idul Fitri

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kementerian Agama RI Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar musyawarah yang diikuti berbagai instansi dan lembaga keagamaan DIY. Hal ini dalam rangka untuk mendukung pencegahan Covid-19 supaya berjalan efe ...

Pendidikan

Biaya Kuliah Terlalu Berat di Tengah Pandemi? Bagaimana Solusinya?

Bernas.id – Jika dunia tidak dilanda wabah corona, sekarang adalah saatnya mempersiapkan masuk universitas. Siswa SMA yang telah lulus ujian disibukkan dengan hal yang berhubungan untuk menjadi mahasiswa. Namun, karena pandemi corona ...

Pendidikan

5 Alasan Kamu Harus Lanjut Kuliah Setelah Lulus SMA

  Bernas.id – Kuliah atau tidak? Mungkin itu keraguan yang menggangu remaja milenial jelang lulus SMA. Berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat seolah membagi dunia ini menjadi 2 pendapat yang berseberangan. Dia tidak kuli ...

Inspirasi

8 Tips Membuat Logo yang Menarik dan Profesional untuk Brand Bisnis Anda

BERNAS.ID - Membuat logo brand untuk bisnis merupakan hal yang penting untuk para entrepreneur. Seperti yang kita ketahui, manusia cenderung lebih mengingat sesuatu secara visual. Desain logo dapat berpengaruh terhadap branding suatu pro ...

Lifestyle

Kelakuan Warga +62 Ada Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu, #StopAkaliMudik!

BERNAS.ID - Masyarakat digegerkan dengan adanya surat keterangan sehat sebagai syarat bisa bepergian tetapi palsu. Rupanya ada penjual surat keterangan bebas Covid-19 palsu. Polisi telah menangkap dua kelompok penjual surat k ...

Ekonomi

Tips Membuat Website untuk UMKM yang Mampu Menaikkan Omset

BERNAS.ID - Seiring berkembangnya teknologi hampir segala aspek di kehidupan beralih ke online. Bagi Anda pemilik UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pasti ingin memperluas pasar demi mengembangkan bisnis yang sedang Anda jalani. Setiap us ...

Ekonomi

8 Tips Membuat Desain Kemasan Produk yang Menarik

BERNAS.ID - Desain kemasan produk merupakan salah satu faktor penting yang dapat menguatkan branding bisnis dalam persaingan yang semakin ketat. Desain kemasan yang menarik dan berkualitas menjadi pembeda antara brand Anda dengan kompetitor ...

DIY

Angka Kesembuhan Meningkat, Wakil Gubernur DIY Tetap Ajak Masyarakat Wajib Pakai Masker

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah 3 orang sehingga kini totalnya menjadi 188 orang per Jumat (15/5/2020). Tambahan kasus baru ini merupakan klaster Indogrosir dan ...

Ekonomi

Peluang Bisnis Tanaman Hidroponik Kian Menjanjikan, Begini Analisisnya

BERNAS.ID - Seiring berkurangnya lahan pertanian, banyak orang yang mulai mengubah cara bertanam menjadi sistem hidroponik. Siapa sangka, bisnis tanaman hidroponik juga bisa menjadi salah satu andalan yang menguntungkan. Bisnis tanaman h ...

Ekonomi

Tanpa Beli Rumah Bisa Dapat Komisi? Simak Tutorial Menjadi Viral Team Property Berikut!

Bernas.id – Ketika berbicara bisnis properti, mungkin yang terbayang di pikiran kita adalah perkara jual beli perumahan atau tanah kavling dan sebagainya. Dari penjualan itulah kita akan mendapatkan komisi. Adakah yang masih berpikir ...

Budaya

Pameran Amal Covid-19, Eksebisi Seni Rupa Virtual untuk Kemanusiaan

YOGYA, BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 memang berdampak terhadap seluruh sendi kehidupan, termasuk di bidang kesenian. Suasana prihatin ini rupanya turut memantik seniman untuk bergandengan tangan, bergotong royong membantu sesama yang membutu ...

Pendidikan

Tidak Perlu Belajar Keras, Cukup Belajar Cerdas

Belajar menjadi suatu kegiatan yang berkesan dan berharga apabila kita bisa mengingat semua yang kita pelajari sehingga kita menerapkannya saat kita membutuhkannya. Salah satu kebiasaan yang diajarkan pada kita adalah belajar dengan terus m ...

Pendidikan

6 Strategi Kuliah Lancar Omset Bisnis Maksimal

  Bernas.id – Banyak tokoh terkenal yang dapat menginspirasimu menjalani kuliah sambil bisnis. di tingkat internasional tentu kamu tahu Mark Zuckerberg, kan? Zuckerberg memulai bisnisnya saat masih kuliah. Ia sukses menjalanin ...

DIY

Sri Sultan Minta Rapid Test Acak Agar Klaster Indogrosir Tak Terulang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang tekonfirmasi positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat 185 orang hingga Jumat (16/5/2020) pagi. Informasi tersebut berdasarkan laporan Dinas Kes ...

Pendidikan

Keduanya Penting, Inilah 7 Tips Kuliah Sambil Kerja

  Bernas.id – Kuliah sambil kerja atau kerja sambil kuliah tidak boleh saling mengorbankan salah satunya. Keduanya harus berjalan berimbang sebagai konsekuensi piliha kamu untuk merangkap status sebagai mahasiswa dan karyawan. ...

Ekonomi

Bangun Usaha Tanpa Mentor? Yakin Pasti Berhasil?

Bernas.id – Setiap orang bisa memulai membangun usaha. Alasan terbesar memilih jadi pengusaha adalah agar memiliki profit yang lebih besar. Selain itu menjadi pengusaha akan lebih bebas mengatur waktu, bebas dari rasa bosan, dan bebas ...

Politik

Mardani : Kebijakan Presiden Jokowi Naikan Iuran BPJS Membebani Rakyat

JAKARTA, BERNAS.ID - Inisiator Gerakan Kami Oposisi, Mardani Ali Sera semakin kecewa dengan kebijakan Presiden Jokowi yang terus membebani rakyat. Ia mengatakan hal ini, lantaran Presiden Jokowi diam-diam menaikkan iuran BPJS Kesehatan sepi ...

DIY

Bansos Cair Sabtu Lusa, Data Penerima di DIY Diminta Dibuka Transparan

YOGYA, BERNAS.ID -Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk warga DIY yang terkena dampak pandemi covid-19 dari Pemda DIY dijanjikan dilakukan mulai, Sabtu (16/5/2020) lusa. Komisi A DPRD DIY mendesak supaya Pemda DIY membuka data pener ...

Ekonomi

Susah Hadapi Covid-19, Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Menuai Protes Rakyat

BERNAS.ID - Rakyat kembali dikagetkan dengan keputusan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Padahal, sebelumnya Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan ketentuan iuran kenaikan BPJS. Presiden Joko Wido ...

Ekonomi

Ide Bisnis Baru yang Muncul di Tengah Corona

  Bernas.id – Selalu ada hikmah di setiap musibah. Demikian juga hikmah yang tersembunyi di tengah wabah corona yang sedang melanda Indonesia. Anjuran untuk di rumah saja disusul dengan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Bes ...