Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Kisah Petualangan Sili Suli Dituangkan dalam Novel

Kisah Petualangan Sili Suli Dituangkan dalam Novel

YOGYAKARTA, BERNAS.ID -Meski tidak berlatar belakang pendidikan Sastra, Suli Sili, salah seorang alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Widaya Mataram Yogyakarta mampu menghasilkan sebuah karya fenomenal berupa novel berjudul Surya, Mentari dan Rembulan. Novel yang antara lain berisi kisah petualangan dan terinspirasi dari berbagai pengalaman pribadi baik saat masih mahasiswa maupun saat berada di kampung halaman di Tana Toraja sana serta dari sejumlah novel terkenal itu diluncurkan di Pendapa Agung Mangkubumen, Universitas Widya Mataram, barat Pasar Ngasem, Yogyakarta, Sabtu (6/4/2019), oleh GKR Hemas dan dihadiri sejumlah tokoh penting dari Toraja maupun yang ada di Jogja, seperti mantan Bupati Tana Toraja Kol (Purn) Tarsis Kodrat, Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Litha Brent, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Yogyakarta Cornel Guling SE.

Suli Sili dalam sambutan singkat pada peluncuran novel itu, mengatakan, keputusan nekat dan keinginan yang menggebu-gebu untuk menghadirkan novel ini muncul berkat akumulasi dari sejumlah inspirasi yang diperoleh selama beberapa tahun dan mencapai klimaks setelah membaca tiga novel yakni Salman, 5 Cm dan Laskar Pelangi.

"Ketiga novel tersebut mampu memikat hati saya. Pertama kali membaca Salman, saya langsung terpukau. Untaian kalimat di dalamnya benar-benar dahsyat dan membuat saya terhanyut dalam alur ceritanya. Sementara novel 5 Cm membuat saya seolah- olah melihat bayangan petualangan alam saya pada masa lalu. Dan inspirasi dari Laskar Pelangi soal persahabatan semakin memperkuat imajinasi dan niat saya untuk segera mulai menulis novel," kata penulis biografi ini.

Sementara menurut GKR Hemas, kehadiran novel di tengah masyarakat dengan kesadaran literasi yang rendah sangat penting mengingat sebagian besar orang menganggap novel bukan sekadar bacaan yang bersifat ilmiah tapi juga hiburan. Dari hasil penelitian, meski kesadaran literasi yang rendah, namun orang yang membaca buku novel tetap tinggi dibanding buku-buku lainnya.

"Kehadiran sebuah novel merupakan salah satu solusi untuk menangkal berita bohong atau hoax. Bangsa ini dihadapkan pada tantangan yang luar biasa dimana pada setiap pilkada maupun pilpres sering terjadi konflik. Karena itu, kehadiran buku novel bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi konflik tersebut," kata Anggota DPD RI dari DIY ini.

Menurut GKR Hemas, relevansi dari sastra novel terhadap nilai pendidikan karakter akan diperoleh manfaat berupa berbagai pesan yang terkandung di dalamnya. Pendidikan karakter sebagai kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai karakter supaya menjadi generasi yang baik, yang berguna bagi bangsa dan negara. Novel Surya, Mentari dan Rembulan sendiri merupakan novel fiksi bergenre sejarah, budaya dan petualangan dengan tokoh utama adalah seorang gembala kerbau dari Toraja yang mendapat tugas untuk menyelamatkan anak seorang pemangku adat yang diculik oleh sekelompok orang tak dikenal.

Misi ini akhinya membawa Surya berkelana dari Toraja, Pinrang, Parepare, Semarang, Yogyakarta, Surakarta dan Batavia. Bahkan Surya terpaksa harus menemani para juragan yang tergabung dalam komunitas KenDor untuk berpetualang menyusuri Sungai Gangga dan berjalan kaki hingga ke kaki Gunung Sagarmatha di Nepal.

"Novel ini banyak bercerita tentang keunikan budaya Toraja, di antaranya tentang ritual mayat berjalan dan prosesi acara pemakaman adat Toraja yang cukup menggelitik yakni rambu solo level ma'barata. Selain itu dalam novel ini disinggung soal tarian pusaka keraton yang paling sakral yakni tari Bedhaya Semang dan festival Gadhimai yang unik di Nepal," kata Ketua Panitia Boedijono.

Secara implisit, kata Boedijono, novel ini ingin mengemukakan nilai-nilai kearifan lokal dari Toraja, Bugis, Yogyakarta dan Nepal bahwa setiap daerah sesungguhnya memiliki nilai-nilai kearifannya sendiri. "Dan itulah yang sebenarnya merupakan salah satu kekayaan Indonesia sebagai salah satu pusat kebudayaan dunia," kata Boedijono. (lip)

 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru