Menyikapi Wacana Penghapusan Pelajaran Agama


06 Juli 2019

H. Sukamta, PhD, Anggota DPR RI, Dapil DIY, Sekretaris Fraksi PKS (Istimewa)

WACANA penghapusan pelajaran agama kembali mencuat. Hal ini terus berulang muncul. Kali ini wacana tersebut muncul dari SD Darmono, seorang pengusaha yang merupakan Dirut Jababeka, pegiat budaya, dan pendiri President University. 

Tahun 2017 viral hoax bahwa tokoh perempuan Musdah Mulia lewat laman facebooknya pernah menyatakan wacana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah. Pada tahun yang sama juga viral hoax bahwa Menteri Pendidikan Muhajir Effendi akan menghapus pelajaran agama di sekolah. Maret 2019 belum lama ini juga viral video ibu-ibu yang menyatakan jika Jokowi memenangi Pilpres 2019 maka pelajaran agama akan dihapus, dan ini juga dinyatakan fitnah. Itu semua dianggap menyebarkan hoax. 

Tapi hari ini kita secara jelas dan gamblang, bukan hoax lagi, ada seorang tokoh yang merupakan Dirut Jababeka, pendiri President University, tokoh yang bergelut di bidang budaya dan sosial, SD Darmono,  mewacanakan dan mengusulkan kepada pemerintah agar pelajaran agama di sekolah dihapus. Sebenarnya ada apa di balik ini semua? Wacana-wacana penghapusan mata pelajaran agama di sekolah terus muncul, meskipun yang sebelumnya dinyatakan hoax. Jika kita pandang secara sekilas, wacana-wacana seperti ini mengindikasikan masih ada pihak-pihak di republik ini yang memiliki pola pikir sekularisme dan pluralisme yang menganggap agama sebagai faktor pemicu radikalisme dan disintegrasi serta penyebab keterbelakangan suatu bangsa. Akhirnya mereka menginginkan penghapusan mata pelajaran agama. 

Wacana ini bertentangan dengan amanah konstitusi kita. Pancasila sila ke-1 menegaskan Indonesia negara yang berketuhanan, mengakui agama-agama dan menolak paham anti agama. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 menegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Wacana ini juga dinilai usang dan tidak sesuai dengan kemajuan zaman. Sekarang dalam dunia pendidikan umum sudah dikenal kecerdasan religius sebagai faktor terpenting dalam mengukur kesuksesan anak manusia. Kecerdasan ini mulai diterapkan dan dimasukkan dalam kurikulum-kurikulum di Barat sejak awal tahun 2000an. Kalau Indonesia di negara yang menganut paham Pancasila menghapus pendidikan agama artinya pendidikan kita akan mundur 50 tahun. Jangan-jangan pengusul penghapusan pendidikan agama tidak paham soal pendidikan dan bias pandangan terhadap nilai-nilai dan ajaran agama. 

Oleh karena itu, pendidikan agama baik di pendidikan nonformal maupun formal sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional tadi. Kalau dihapus salah satunya, misalnya di pendidikan formal, maka tak ada jaminan anak-anak kita mendapat pendidikan agama di pendidikan nonformal. Sebetulnya pendidikan agama yang paling utama adalah di keluarga, tapi ini juga tidak bisa disamaratakan semua keluarga memiliki pemahaman dan ilmu agama yang mumpuni. Di dalam Islam misalnya, agama bukan hanya saja soal iman dan akhlaq. Tapi lengkap dan lebih kompleks, ada ilmu-ilmu lain wajib diketahui oleh seorang Muslim, seperti fiqih ibadah, muamalah, munakahat, ilmu waris, memandikan jenazah, dan seterusnya. Tidak semua keluarga memiliki penguasaan ilmu-ilmu ini kan? Ini contoh kecil saja, kalau tidak di pendidikan formal di mana lagi anak-anak kita akan mendapat pelajaran agama yang pokok dan detail seperti itu? Ilmu-ilmu agama seperti inilah yang kita ajarkan. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran pendidikan agama menjadi sumber rekrutmen radikalisme. Kita setuju dengan pemahaman agama yang moderat, pertengahan, toleran dan adil serta tidak setuju dengan ekstremisme (sikap melampaui batas) dalam beragama. Justeru dengan pendidikan agama di sekolah formal inilah kita bisa membentengi anak-anak didik dengan pendidikan agama yang benar seperti penanaman nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, pengorbanan, saling menghargai, dan seterusnya, agar tidak mudah terpapar dengan pemahaman agama yang melampaui batas, baik yang dikatakan radikalisme maupun liberalisme. 

Selain itu, lebih jauh, pendidikan agama juga sangat penting karena terkait dengan kebahagiaan seseorang. Martin Seligman, seorang tokoh yang bergelut dalam dunia psikologi di Amerika Serikat, menyatakan bahwa salah satu faktor kebahagiaan adalah agama dan religiusitas.
 
Pernyataan Seligman ini sedikit banyak terkonfirmasi oleh beberapa survei. Di antaranya Gallup tahun 2019 yang mensurvei 150 ribu responden dari 140 negara menyimpulkan bahwa orang Indonesia menjadi orang paling bahagia ke-5 di dunia. 

Lebih spesifik lagi, anak muda di Indonesia juga termasuk yang paling bahagia di dunia, menurut survei lain yang dilakukan organisasi Inggris Varkey Foundation selama September-Oktober 2016 dengan responden anak-anak muda yang lahir pada periode 1995-2001 (Generation Z) di 20 negara yaitu Nigeria, Israel, India, Argentina, Amerika Serikat, Cina, Rusia, Kanada, Brasil, Afrika Selatan, Jerman, Italia, Inggris, Prancis, Australia, Selandia Baru, Turki, Korea Selatan, dan Jepang. 

Survei Varkey menyimpulkan bahwa anak-anak muda di Indonesia mencatat level tertinggi untuk kebahagiaan dengan skor bersih 90% disusul kemudian oleh Nigeria, Israel, dan India. Menurut tim Varkey, ini mungkin menunjukkan bahwa tinggal di negara yang relatif makmur dan maju secara ekonomi tak serta merta menjamin kebahagiaan. Untuk Indonesia, komitmen terhadap agama adalah penyebab utama kebahagiaan. 

Dalam pembangunan, aspek kebahagiaan inilah yang sebetulnya paling penting. Tapi bukan berarti menafikan aspek ekonomi dan kesejahteraan. Untuk apa maju perekonomian suatu bangsa tapi warga negaranya tidak bahagia. Mindset seperti inilah yang mulai dianut oleh sebagian pihak. Di negara Bhutan saja yang dipakai untuk mengukur pembangunan adalah National Happiness Index. Indikator pembangunan yang selama ini dipakai di dunia adalah pertumbuhan ekonomi / GDP (growth) yang cenderung melihat segala sesuatunya dari angka, sehingga manusia dilihat sebagai mesin ekonomi. Tapi belakangan ini sudah ada indikator alternatif yang merupakan pelengkap dari GDP yaitu Human Development Index (HDI) yang mementingkan aspek kualitas hidup manusia dilihat dari aspek pendidikan, kesehatan dan daya beli. Indonesia termasuk negara yang menggunakan HDI ini dalam perencanaan pembangunan. Mulai beberapa tahun belakangan ini pemerintah bersama DPR menggunakan indikator HDI ini selain GDP dalam perencanaan pembangunan lewat RAPBN. Jadi aspek manusia harusnya lebih diperhatikan bukan hanya sebatas sebagai mesin ekonomi. Dari sini harusnya mindset yang terbangun dalam mengelola negara ini adalah menumbuhkan kesadaran beragama demi mewujudkan kebahagiaan nasional. Menghapus pendidikan agama sama saja memustahilkan kebahagiaan nasional terwujud. 

Seharusnya dengan mindset pembangunan seperti itu, justeru porsi pendidikan agama semakin ditambah, bukan malah dihapus. Bahkan perlu digagas upaya mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam berbagai mata pelajaran. Maka adanya gagasan RUU Pesantren dan Pendidikan Agama perlu kita dukung bersama untuk menguatkan pendidikan agama pada 3 pilar pendidikan; pemerintah, sekolah/pesantren, dan keluarga.

Lalu bagaimana bila penghapusan pelajaran agama ini benar-benar terjadi? Situasi sangat berbahaya akan mengancam, Indonesia akan mengalami krisis multi dimensional yang bisa menjadi sebab hancurnya bangsa. Bahkan yang paling parah, Arnold Toynbee dalam buku A Study Of History menegaskan bahwa melemahnya visi spiritual suatu peradaban akan memunculkan disintegrasi peradaban tersebut. Kita semua tidak ingin ini terjadi kan? 

Jadi menurut hemat kami, setop wacana-wacana penghapusan pelajaran agama, dan jangan sekali-sekali berpikiran atau bahkan melakukan upaya-upaya untuk mengurangi, menjauhkan atau menghilangkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita. Wacana ini tidak perlu diteruskan. Kami percaya pemerintah masih waras untuk tidak menyetujui wacana ini, karena itu sama saja pemerintah mengkhianati amanah konstitusi dan jati diri bangsa sendiri. Kami seluruh bangsa Indonesia menolak wacana penghapusan pelajaran agama.

(H. Sukamta, PhD, Anggota DPR RI, Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta,  Sekretaris Fraksi PKS)



Hi guyss..
Terimakasih sudah berkunjung ke BERNAS.id yaa..

Sekarang, BERNAS Group sedang membangun #ViralTeam di seluruh desa di
Indonesia melalui program #ViralDesa

Ingin Produk dan Jasa di desamu terkenal?
Kumpulkanlah 20 Orang untuk dilatih langsung Praktek ilmu #DigitalViralMarketing sekaligus,

Buat kalian bisa mendapatkan #RezekiDigital lewat #GotongRoyongDigital ya Guysss...
Mari menjemput #RezekiDigital, Menjadi 10-20 orang yang kami latih di BERNAS Group, untuk menjadi pengusaha Digital 2020
#ViralDesa
#Viralincome
#ViralKomisi
https://bernas.info/ViralDesa


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Lifestyle

Tak Bisa Hidup Normal Seperti Dulu, Achmad Yuri: Harus Lakukan Kebiasaan Baru

BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum normal. Apalagi kasus baru pasien yang positif terinfeksi virus corona masih terus bertambah dan belum melandai. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Cov ...

Lifestyle

4 Tips untuk Mahasiswa Kos, Bebas Homesick karena Enggak Mudik

  Bernas.id – Lebaran kali ini terasa berbeda dan luar biasa bagi sebagian besar orang. Merayakan lebaran di tengah pandemi membuat banyak ritual dan aktivitas tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Mudik atau pu ...

Lifestyle

6 Tips untuk Mahasiswa Saat Lebaran di Rumah Aja

    Bernas.id – Nampaknya kuliah online masih akan berjalan cukup lama. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan berita bahwa penyebarang virus corona penyebab penyakit covid-19 belum kunjung usai. Hal ini menyebabkan b ...

Ekonomi

7 Tips Jitu Memenangkan Persaingan Bisnis Online

BERNAS.ID - Dunia digital yang semakin berkembang membuat orang bisa melakukan apapun dengan mudah, termasuk berbisnis. Itu mengapa kini bisnis online semakin menjamur baik itu yang berskala kecil maupun besar. Pangsa pasar besar, modal yan ...

Lifestyle

Video Call, Jokowi dan Ma'ruf Saling Bersilaturahmi Virtual Saat Idul Fitri

BERNAS.ID - Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut bersilaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri pada Minggu (24/5/2020). Namun, Idul Fitri tahun ini, masyarakat tak boleh saling berkunjung dari rumah ke rumah lantaran ...

Lifestyle

Lebaran Tetap Asyik Meski di Tengah Pandemi

Bernas.id - Ramadan telah berlalu. Waktu seakan berlari dengan kencangnya, baru juga kemarin sedikit sedih karena tidak dibolehkannya acara buka puasa bersama alias bukber karena social distancing, tak terasa kini sudah sampai pada hari ray ...

DIY

Jelang Idul Fitri Ada Tambahan 5 Pasien Positif Covid-19 di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, ada tambahan 5 orang pasien positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penambahan kasus Covid-19 di DIY didominasi oleh klaster keluarga karyawan Indogrosir. Kini, j ...

Kesehatan

Sebelum Makan Hidangan Lebaran, Ini Tips Agar Tetap Menyehatkan

BERNAS.ID - Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 24 Mei 2020, meski masih ada pandemi virus corona (Covid-19) tentu saja urusan masak hidangan khas tetap dilakukan. Ada beragam makanan khas saat Lebaran seperti ketupat, opor, olahan daging, dan ...

Pendidikan

Jangan Tunda Bergabung Di UNMAHA, Beasiswanya Membuka Peluang Emas Masa Depan!

Bernas.id - Berasal dari keluarga kurang mampu bukan hal yang dapat dipilih oleh seorang anak ketika ia dilahirkan. Mampu membiayai kuliah anaknya sampai jenjang yang tinggi adalah harapan setiap orang tua. Namun kebutuhan hidup dan penghas ...

DIY

220 Pasien Positif Covid-19 di DIY, Tambahan dari Klaster Indogrosir

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta masih terus bertambah terutama dari klaster Indogrosir. Berdasarkan hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan Covid- ...

Kesehatan

Jelang Idul Fitri, Task Force Covid-19 MPC PP Jaksel Bagi-bagi Sembako dan Lakukan Penyemprotan Disinfektan

JAKARTA, BERNAS.ID - Jelang hari Raya Idul Fitri 1441 H, warga di dua kecamatan di Jakarta Selatan, yakni Kecamatan Cilandak dan Kecamatan Kebayoran Baru mendapat bantuan sembako dari Taks Force Covid-19 Majelis Pengurus Cabang Pemuda ...

Pendidikan

9 Istilah Teknologi Informasi Ini Ada Padan Katanya dalam Bahasa Indonesia, lho!

  Bernas.id – Era teknologi informasi menyebabkan munculnya istilah-istilah baru yang dengan cepat terdengar familiar di telinga masyarakat. Istilah tersebut dapat segera diterima karena sangat sering dipakai dan diucapkan dal ...

Pendidikan

5 Tips Nulis CV Agar Lolos Seleksi Beasiswa

  Bernas.id – Menulis dan membuat Curriculum Vitae atau yang lebih dikenal dengan CV tidak bisa sembarangan. CV adalah salah satu persyaratan yang penting ketika kamu mengajukan lamaran, mulai dari lamaran kerja, lamaran magan ...

Lingkungan

Menteri Siti : Pertama Kalinya Indonesia Menerima Pembayaran Hasil Penurunan Emisi GRK

JAKARTA,BERNAS.ID - Keberhasilan Indonesia menekan laju deforestasi dan degradasi hutan, serta berbagai konsistensi kebijakan pendukung lainnya di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah berhasil menurunkan emisi Gas Rumah ...

Kesehatan

Pertama Kalinya, Tambahan Pasien Positif Covid-19 Nyaris 1.000 Dalam 24 Jam

BERNAS.ID - Kabar mengejutkan penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia pertam kalinya memecahkan rekor harian. Terjadi penambahan kasus baru pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 973 orang, per Kamis (21/5/2020).&nb ...

DIY

Tambahan Klaster Jamaah Tablig dan Indogrosir, Pasien Positif Covid-19 di DIY 206 Orang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah 6 orang, Selasa (19/5/2020). Jumlah pasien positif Covid-19 di DIY kini mencapai 206 orang. Berdasarkan hasil laporan Dinas Kes ...

DIY

Pasien Positif Covid-19 di DIY 200 Orang, Ini Pesan Sri Sultan untuk Anak Muda

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Berdasarkan hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Senin (18/5/2020) pasien yang terkonfirmasi positif virus cor ...

Kesehatan

Tagar Indonesia Terserah Dimata Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing

JAKARTA,BERNAS.ID - Tagar Indonesia menjadi viral di media sosial yang banyak dicuitkan pengguna Twitter dan diunggah di Instagram beberapa hari ini #IndonesiaTerserah dianggap bentuk kekecewaan dari tim medis yang tengah berjuang men ...

Kesehatan

Doni Monardo Tanggapi #IndonesiaTerserah, Jumlah Pasien Positif Covid-19 Tembus 18 Ribu

BERNAS.ID - Tagar #IndonesiaTerserah masih bertahan menjadi salah satu trending topic Twitter. tagar tersebut merupakan salah satu bentuk protes tenaga medis. Hal ini karenan banyak masyarakat yang nekat bepergian, mudik, bahkan masih ...

Pendidikan

Peringatan Hari Buku Nasional, Ini Pandangan Buku Di Mata MenteriLHK Siti Nurbaya

JAKARTA,BERNAS.ID - Hari Buku Nasional guna memperingati pentingnya budaya membaca. Peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) telah dimulai sejak 2002, dicetuskan saat masa Menteri Pendidikan, Abdul Malik Fadjar. Penetapan Harbuknas d ...

Lifestyle

Ini Pondasi Dasar Dalam Berbisnis Bagi Entrepreneur

BERNAS.ID - Seorang Entrepreneur harus memiliki pondasi dasar yang kuat sebelum melangkah lebih jauh dalam berkecimpung di dunia bisnis. Berikut pondasi dasar yang harus dimiliki seorang pengusaha :  Mindset/Pola Pikir Berbicara te ...

Lifestyle

Tips Jitu Memilih Influencer yang Tepat untuk Bisnis Kamu

  Bernas.id - Hadirnya berbagai macam platform social media seperti Instagram, Facebook, Twitter, Line, Youtube, dan sebagainya dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mempromosikan bisnis mereka. Perusahaan tidak lagi men ...

Lifestyle

Berikut Menu Buka Puasa yang Tak Menguras Kantong

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Momen buka puasa merupakan sesuatu hal yang ditunggu-tunggu setelah seharian menahan nafsu, lapar dan dahaga. Tak perlu makanan mahal, yang murah meriah saja sudah bikin hati senang. Anda bisa menyiapkan menu spes ...

Ekonomi

Tips Menyediakan Layanan Food Delivery untuk Bisnis Kuliner Anda

BERNAS.ID - Adanya layanan delivery makanan atau food delivery di rumah makan Anda akan menjadi nilai positif bagi bisnis Anda. Menurut beberapa survey, pendapatan yang dihasilkan restoran dari layanan delivery makanan cukup banyak.  ...

Ekonomi

5 Manfaat Pembayaran Non Tunai atau Digital Payment untuk UMKM

BERNAS.ID - Dewasa ini, UMKM sudah mulai beralih ke metode pembayaran digital. Hal ini ditandai dengan tingginya pengguna digital payment di Indonesia. Jumlah UMKM yang sudah go-digital mencapai 3,57 orang pada tahun 2019. Jumlah tersebut m ...

Pendidikan

9 Keunggulan Kuliah di Kampus Swasta Yang Bisa Kamu Dapatkan

  Bernas.id – Jangan minder jika kamu harus kuliah di kampus swasta. Banyak keunggulan dan keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan kuliah di kampus swasta. 1. Persaingan Tidak Terlalu Ketat Daya tampung mahasiswa di ka ...

Ekonomi

Oreo Supreme Bukti Jual Brand Bukan Lagi Isu

Bernas.id - Biskuit tiga keping dibrandrol seharga 600 ribuan? Gila. Mungkin demikian yang terlintas di benak orang awam. Jangankan terpikir membeli biskuit harga selangit, untuk membeli beras sepuluh ribu rupiah saja masih harus peras otak ...

DIY

Kemenag Kanwil DIY Hasilkan 7 Maklumat Bersama Pelaksanaan Rangkaian Ibadah Idul Fitri

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Kementerian Agama RI Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar musyawarah yang diikuti berbagai instansi dan lembaga keagamaan DIY. Hal ini dalam rangka untuk mendukung pencegahan Covid-19 supaya berjalan efe ...

Pendidikan

Biaya Kuliah Terlalu Berat di Tengah Pandemi? Bagaimana Solusinya?

Bernas.id – Jika dunia tidak dilanda wabah corona, sekarang adalah saatnya mempersiapkan masuk universitas. Siswa SMA yang telah lulus ujian disibukkan dengan hal yang berhubungan untuk menjadi mahasiswa. Namun, karena pandemi corona ...

Pendidikan

5 Alasan Kamu Harus Lanjut Kuliah Setelah Lulus SMA

  Bernas.id – Kuliah atau tidak? Mungkin itu keraguan yang menggangu remaja milenial jelang lulus SMA. Berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat seolah membagi dunia ini menjadi 2 pendapat yang berseberangan. Dia tidak kuli ...

Inspirasi

8 Tips Membuat Logo yang Menarik dan Profesional untuk Brand Bisnis Anda

BERNAS.ID - Membuat logo brand untuk bisnis merupakan hal yang penting untuk para entrepreneur. Seperti yang kita ketahui, manusia cenderung lebih mengingat sesuatu secara visual. Desain logo dapat berpengaruh terhadap branding suatu pro ...

Lifestyle

Kelakuan Warga +62 Ada Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu, #StopAkaliMudik!

BERNAS.ID - Masyarakat digegerkan dengan adanya surat keterangan sehat sebagai syarat bisa bepergian tetapi palsu. Rupanya ada penjual surat keterangan bebas Covid-19 palsu. Polisi telah menangkap dua kelompok penjual surat k ...

Ekonomi

Tips Membuat Website untuk UMKM yang Mampu Menaikkan Omset

BERNAS.ID - Seiring berkembangnya teknologi hampir segala aspek di kehidupan beralih ke online. Bagi Anda pemilik UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) pasti ingin memperluas pasar demi mengembangkan bisnis yang sedang Anda jalani. Setiap us ...

Ekonomi

8 Tips Membuat Desain Kemasan Produk yang Menarik

BERNAS.ID - Desain kemasan produk merupakan salah satu faktor penting yang dapat menguatkan branding bisnis dalam persaingan yang semakin ketat. Desain kemasan yang menarik dan berkualitas menjadi pembeda antara brand Anda dengan kompetitor ...

DIY

Angka Kesembuhan Meningkat, Wakil Gubernur DIY Tetap Ajak Masyarakat Wajib Pakai Masker

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah 3 orang sehingga kini totalnya menjadi 188 orang per Jumat (15/5/2020). Tambahan kasus baru ini merupakan klaster Indogrosir dan ...

Ekonomi

Peluang Bisnis Tanaman Hidroponik Kian Menjanjikan, Begini Analisisnya

BERNAS.ID - Seiring berkurangnya lahan pertanian, banyak orang yang mulai mengubah cara bertanam menjadi sistem hidroponik. Siapa sangka, bisnis tanaman hidroponik juga bisa menjadi salah satu andalan yang menguntungkan. Bisnis tanaman h ...

Ekonomi

Tanpa Beli Rumah Bisa Dapat Komisi? Simak Tutorial Menjadi Viral Team Property Berikut!

Bernas.id – Ketika berbicara bisnis properti, mungkin yang terbayang di pikiran kita adalah perkara jual beli perumahan atau tanah kavling dan sebagainya. Dari penjualan itulah kita akan mendapatkan komisi. Adakah yang masih berpikir ...

Budaya

Pameran Amal Covid-19, Eksebisi Seni Rupa Virtual untuk Kemanusiaan

YOGYA, BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 memang berdampak terhadap seluruh sendi kehidupan, termasuk di bidang kesenian. Suasana prihatin ini rupanya turut memantik seniman untuk bergandengan tangan, bergotong royong membantu sesama yang membutu ...

Pendidikan

Tidak Perlu Belajar Keras, Cukup Belajar Cerdas

Belajar menjadi suatu kegiatan yang berkesan dan berharga apabila kita bisa mengingat semua yang kita pelajari sehingga kita menerapkannya saat kita membutuhkannya. Salah satu kebiasaan yang diajarkan pada kita adalah belajar dengan terus m ...

Pendidikan

6 Strategi Kuliah Lancar Omset Bisnis Maksimal

  Bernas.id – Banyak tokoh terkenal yang dapat menginspirasimu menjalani kuliah sambil bisnis. di tingkat internasional tentu kamu tahu Mark Zuckerberg, kan? Zuckerberg memulai bisnisnya saat masih kuliah. Ia sukses menjalanin ...

DIY

Sri Sultan Minta Rapid Test Acak Agar Klaster Indogrosir Tak Terulang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasien yang tekonfirmasi positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat 185 orang hingga Jumat (16/5/2020) pagi. Informasi tersebut berdasarkan laporan Dinas Kes ...

Pendidikan

Keduanya Penting, Inilah 7 Tips Kuliah Sambil Kerja

  Bernas.id – Kuliah sambil kerja atau kerja sambil kuliah tidak boleh saling mengorbankan salah satunya. Keduanya harus berjalan berimbang sebagai konsekuensi piliha kamu untuk merangkap status sebagai mahasiswa dan karyawan. ...

Ekonomi

Bangun Usaha Tanpa Mentor? Yakin Pasti Berhasil?

Bernas.id – Setiap orang bisa memulai membangun usaha. Alasan terbesar memilih jadi pengusaha adalah agar memiliki profit yang lebih besar. Selain itu menjadi pengusaha akan lebih bebas mengatur waktu, bebas dari rasa bosan, dan bebas ...

Politik

Mardani : Kebijakan Presiden Jokowi Naikan Iuran BPJS Membebani Rakyat

JAKARTA, BERNAS.ID - Inisiator Gerakan Kami Oposisi, Mardani Ali Sera semakin kecewa dengan kebijakan Presiden Jokowi yang terus membebani rakyat. Ia mengatakan hal ini, lantaran Presiden Jokowi diam-diam menaikkan iuran BPJS Kesehatan sepi ...

DIY

Bansos Cair Sabtu Lusa, Data Penerima di DIY Diminta Dibuka Transparan

YOGYA, BERNAS.ID -Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk warga DIY yang terkena dampak pandemi covid-19 dari Pemda DIY dijanjikan dilakukan mulai, Sabtu (16/5/2020) lusa. Komisi A DPRD DIY mendesak supaya Pemda DIY membuka data pener ...

Ekonomi

Susah Hadapi Covid-19, Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Menuai Protes Rakyat

BERNAS.ID - Rakyat kembali dikagetkan dengan keputusan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Padahal, sebelumnya Mahkamah Agung (MA) telah membatalkan ketentuan iuran kenaikan BPJS. Presiden Joko Wido ...

Ekonomi

Ide Bisnis Baru yang Muncul di Tengah Corona

  Bernas.id – Selalu ada hikmah di setiap musibah. Demikian juga hikmah yang tersembunyi di tengah wabah corona yang sedang melanda Indonesia. Anjuran untuk di rumah saja disusul dengan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Bes ...

DIY

Banyak Calon Penumpang Kereta Luar Biasa Tak Penuhi Syarat

YOGYA, BERNAS.ID – Kereta Api Luar Biasa (KLB) sudah beroperasi di hari kedua, namun penumpangnya masih sangat minim, seperti di hari pertama. Tak ada kepadatan seperti sebelum wabah virus corona melanda. Rupanya banyak calon ...

Kesehatan

Penggunaan Darurat, BPOM Beri Izin Edar Jamu Herbavid-19 yang Dibagikan Satgas DPR RI

BERNAS.ID - Satuan Tugas Lawan Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah membangikan obat herbal Hernavid yang disebut mampu mengobati pasien Covid-19. Bahkan, obat herbal yang dikemas plastik dengan tulisan berbahasa China ditambah ...

Pendidikan

Sekolah Lawan Corona Menyiapkan Guru Berdaya Memandu Pembelajaran Jarak Jauh

Bernas.id - Saat awal masa pandemi corona dan dikeluarkannya kebijakan untuk mengganti kegiatan di sekolah dengan belajar di rumah pada pertengahan bulan Maret 2020, di saat seluruh guru dalam masa kebingungan apa yang harus dilakukan, sebu ...