Berita Nasional Terpercaya

Memberikan ASI, Ciptakan Anak dengan Ketahanan Pribadi Yang Mampu Mandiri

0

JAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Moeloek mengatakan Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan, yang fungsinya tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun, dan Pemberian ASI merupakan pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak.

Menurut Menkes Nila, anak yang mendapatkan ASI eksklusif dan pola asuh yang tepat akan menumbuhkembangkan anak secara optimal dan tidak mudah sakit. Selain itu, pemberian ASI mampu mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak sehingga diharapkan akan menjadikan anak dengan ketahanan pribadi yang mampu mandiri.

“Setiap minggu pertama bulan Agustus selalui diperingati Pekan ASI se-dunia. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan ASI lanjutan secara optimal hingga 2 tahun atau lebih merupakan hal mutlak untuk meningkatan kesehatan bayi,” kata Menkes Nila Moeloek di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Lebih lanjut Menkes Nila menyampaikan menyusui merupakan salah satu investasi terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi individu.

Dijelaskan Menkes, angka kematian bayi menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui derajat kesehatan di suatu negara, bahkan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa.

“Salah satu cara untuk menekan angka kematian bayi adalah dengan memberikan makanan terbaik, ASI. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mengurangi hingga 13 persen angka kematian balita,” ungkap Menkes Nila Moeloek.

Orang nomor satu di Kementerian Kesehatan itu juga mengungkapkan Studi dari The Global Breastfeeding Collective, pada 2017 menunjukkan bahwa satu negara akan mengalami kerugian ekonomi sekitar $300 miliar per tahun akibat rendahnya cakupan ASI eksklusif yang berdampak pada meningkatnya risiko kematian ibu dan balita serta pembiayaan kesehatan akibat tingginya kejadian diare dan infeksi lainnya.

Ditegaskannya, Pemerintah terus berkomitmen memberikan pembinaan dan dorongan kepada para ibu agar berhasil dalam Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberikan ASI eksklusif (hanya ASI saja sampai usia 6 bulan), dan meneruskan pemberian ASI sampai berumur 2 tahun atau lebih didampingi makanan pendamping yang tepat. Selain itu, Kemenkes juga menyuarakan agar anak senantiasa mendapat pola pengasuhan yang tepat untuk tumbuh kembang yang optimal.

Aksi bersama diperlukan untuk mencapai sasaran World Health Assembly (WHA), yaitu minimal 50% pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pada tahun 2025. Berbagai hambatan yang dihadapi untuk dapat menyusui secara optimal, salah satu yang terbesar adalah kurangnya dukungan bagi orang tua di tempat kerja.

Keberhasilan menyusui merupakan upaya bersama, membutuhkan informasi yang benar, dan dukungan kuat untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan ibu dapat menyusui secara optimal. Meskipun menyusui adalah keputusan ibu, namun akan lebih baik adanya dukungan kuat dari para ayah, keluarga, teman, tempat kerja dan masyarakat. Karena menyusui melibatkan ibu dan pendukung terdekatnya, sehingga dibutuhkan perlindungan sosial orangtua yang adil gender terkait dengan menyusui menjadi sangat penting.

Pekan ASI se-dunia 2019 difokuskan pada kebijakan dan peraturan tentang perlindungan sosial orangtua, tempat kerja ramah orangtua dalam sektor formal dan informal, dan nilai-nilai ramah orangtua dan norma sosial kesetaraan gender. (Ivan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.