Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Pedagang Pasar Jogja Terus Diedukasi Supaya Tidak Gaptek

Pedagang Pasar Jogja Terus Diedukasi Supaya Tidak Gaptek

YOGYA, BERNAS.ID- Untuk memberikan kemudahan sekaligus memastikan transparansi keuangan terus dilakukan, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menggandeng layanan aplikasi uang elektronik untuk fasilitas pembayaran retribusi pasar tradisional. Pemkot Jogja mengaku akan terus mengedukasi para pedagang pasar supaya  tidak gagap teknologi (gaptek).

Kepala Bidang Penataan Pengembangan dan Pendapatan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Gunawan Nugroho Utomo mengharapkan, nantinya semua pedagang bisa membayar retibusi pasar melalui aplikasi. Pedagang harus bisa memanfaatkan pembayaran secara nontunai, termasuk nantinya menerima pembayaran nontunai dari konsumen.

“Kami akan terus melakukan pembinaan dan mengenalkan pedagang agar ramah teknologi. Tidak mungkin menghindari perkembangan teknologi. Pola pikir pedagang ini yang harus diubah,” katanya, Senin (21/10/2019).

Ia meneruskan, sejak 2018, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta melakukan perbaikan layanan pembayaran retribusi pasar, di antaranya menerapkan QR Code untuk pencatatan penerimaan retribusi, serta pembayaran menggunakan uang elektronik (e-money).

“Pembayaran retribusi pasar akan semakin mudah dengan menggunakan aplikasi di ‘smartphone’. Melalui Linkaja,” katanya.

Selain untuk memudahkan pedagang membayar retribusi, menurutnya pedagang pasar yang sudah memanfaatkan layanan pembayaran secara elektronik juga akan memperoleh banyak keuntungan, di antaranya konsumen akan semakin mudah saat berbelanja.

“Di Beringharjo, 80 persen pengunjung berasal dari luar Kota Yogyakarta. Tentunya, mereka akan semakin mudah berbelanja jika pedagang bisa menerima pembayaran secara nontunai,” katanya.

Sedangkan untuk memberikan solusi terhadap keluhan pedagang terkait berkurangnya omzet, menurut Gunawan pihaknya akan menggandeng ‘marketplace’ untuk memberikan pembinaan kepada pedagang agar bisa berjualan secara online.

“Wacananya, kami akan kembangkan program pasar binaan marketplace di Pasar Klithikan Pakuncen,” sambungnya.

Dengan begitu, ia berharap pedagang tidak hanya mengandalkan pendapatan dengan berjualan secara langsung di pasar tradisional tetapi juga bisa memperoleh konsumen dengan berjualan secara online. (den)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali

Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali


Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi

Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi


Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan

Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru