Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Setwapres : Butuh Komitmen Politik Pemda Turunkan Stunting

Setwapres : Butuh Komitmen Politik Pemda Turunkan Stunting

JAKARTA,BERNAS.ID - Percepatan pencegahan stunting di Indonesia butuh komitmen politik Pemerintah Daerah. Pasalnya, tidak sedikit daerah yang menutupi kondisi gizi di daerahnya agar dinilai berkinerja baik.

"Komitmen politik kepala daerah ini sangat penting karena akan mempengaruh gerak organisasi perangkat daerah dalam memerangi stunting," ungkap Asisten Deputi Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Bencana Sekretariat Wakil Presiden, Abdul Muis dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (26/10/2019). 

Acara yang diselenggarakan Sekretariat Wakil Presiden dan Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) Stunting tersebut diikuti sebanyak 32 Kabupaten/Kota dari 13 provinsi yakni Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kep. Riau, DKI Jakarta, Banten, dan DI Yogyakarta.

Muis memaparkan, selama ini Pemerintah sudah banyak menjalankan berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan pencegahan stunting.  Permasalahannya adalah program-program tersebut masih belum terkoordinasikan dengan baik dan tidak terjadi konvergensi.

"Padahal, untuk melakukan pencegahan stunting dan persoalan gizi lainnya, diperlukan konvergensi antar program. Tidak bisa dilakukan secara parsial dan sendiri-sendiri," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Muis, dengan Strategi Percepatan Pencegahan Stunting ini, Pemerintah Pusat ingin memastikan program-program tersebut menyasar kelompok sasaran yang sama, yaitu rumah tangga yang mempunyai Ibu hamil dan anak usia 0 – 23 bulan atau rumah tangga 1000 HPK. Desa atau kelurahan yang menjadi lokasi prioritas, kata dia, harus dipastikan menerima program dan kegiatan yang diperlukan untuk melakukan percepatan pencegahan stunting.

Menurut Muis, stunting terjadi bukan hanya disebabkan oleh tidak tersedianya program dan kegiatan, tetapi juga terkait dengan perilaku yang ada di masyarakat, baik terkait dengan pola makan, pola asuh dan pola sanitasi.  Muis berharap penyusunan kebijakan terkait komunikasi perubahan perilaku ini dapat berkontribusi besar dalam target penurunan prevalensi stunting nasional yakni sebesar 19 persen pada akhir 2024 mendatang. (van)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali

Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali


Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi

Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi


Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan

Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru